Tags

, , ,

Kasus Ibu Prita memang musibah besar bagi perkembangan dan perwujudan Hak Kebebasan Menyampaikan Pendapat di negara ini. Mestinya yang diimbangkan kalau ada pihak-pihak yang “merasa” terdampak oleh Hak Kebebasan Menyampaikan Pendapat, ya menggunakan Hak Kebebasan Menolak Pendapat! Seperti Hak Jawab dalam UU Pers. Nggak perlu sampai berlebihan pakai pasal pencemaran nama baik, apalagi kalau hal-hal yang diungkapkan pengguna email di ranah publik itu fakta-fakta yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan yang dialami sendiri, dengan niat mengingatkan orang lain jangan sampai mengalami hal serupa. Itu khan malah bermanfaat dan bernilai positif sebagai warganegara yang care dengan warganegara lain. Mestinya ada introspeksi dari penyedia layanan itu apakah sudah betul-betul melakukan yang terbaik pada konsumennya?

Ok, jangan pernah takut untuk tetap mengirim email dan ngeblog hanya gara-gara kasus Ibu Prita. Itu prinsip dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang proporsional. Lakukan saja kirim-kirim email atau nulis blog sepanjang kita yakini apa-apa yang kita tulis baik dan benar dan tidak melanggar hukum yang berkeadilan, apalagi tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak, mempunyai kualitas isi yang berefek positif.

Ya, kalau email dan blog yang isu-isu nggak berdasar, pornografi atau penyesatan, adu domba, apalagi tanpa identitas pengirim/penulis yang nggak jelas, bolehlah yang beginian diurus lebih lanjut, karena pasti tendensiusnya negatif dan tidak bertanggungjawab.

Advertisements