Tags

, , ,

Kalau akhir-akhir ini kita meributkan FB lantaran terkait “tata nilai dan perilaku” pengguna FB yang cenderung berlebihan dan disalahgunakan. Sehingga mengundang banyak keprihatinan. Itulah dua sisi kehadiran teknologi dalam kehidupan manusia, termasuk teknologi informasi, termasuk adanya situs jejaring sosial yang kesohor macam Facebook itu. Jadi kita “takut” ke efek perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa yang kemungkinan “terdegradasi” oleh FB akan nilai-nilai kebaikan yang ada selama ini. Jadi sepertinya ada ancaman ke arah brainware dan perilaku! Sehingga banyak penanggap yang sampai masuk content berfikirnya ke wilayah haram dan halal untuk menilai penggunaan FB. Ya, suka-suka bolehlah berfikir sampai kesana, namun proporsional berfikir dalam wilayah manfaat dan mudharat adalah yang terbaik! Larangan, pembatasan dan pengklaiman dengan pendekatan hukum (positif ataupun agama) semata-mata, percayalah tidak akan menyelesaikan masalah.

Tetapi tahukah anda, ketakutan kita (eh, kita? Nggak ding, saya nggak ikut-ikutan takut kok) terhadap FB, rupanya juga telah menghinggapi kubu Google, mereka mulai khawatir dengan popularitas Facebook. Pasalnya, raksasa internet ini menganggap Facebook telah tumbuh menjadi pesaing potensial bagi mereka di bidang pencarian internet. Adalah Ken Tokusei selaku Google Group Product Manager yang mengungkap hal itu. Ia mengamati pemakai internet mulai mencari jawaban terpercaya terhadap pertanyaan pencarian mereka, tidak hanya dalam bentuk daftar situs seperti yang biasa disediakan di Google. Selain itu, user juga mengharapkan jawaban personal atas pertanyaan pribadi seperti di mana restoran atau salon yang bagus. Nah, Tokusei menilai situs jejaring seperti Facebook punya kelebihan dalam hal ini di mana informasi yang dibutuhkan bisa datang dari teman, kenalan dan para individu di situs tersebut.

User pun lebih condong mempercayai informasi yang datang dari sesama pengguna situs jejaring. “Kami memang tidak punya poin di mana hasil pencarian tampaknya datang dari seseorang yang Anda kenal,” kata Tokusei seperti dilansir RedOrbit , 25 Mei 2009. Google pun mulai mengantisipasi tren ini. Mereka mulai mengembangkan tool yang memungkinkan user merating hasil pencarian dan bahkan menghapus link yang tak diinginkan. Namun Tokusei mengaku masih banyak hal yang harus dilakukan. Tokusei juga menandaskan penting untuk menentukan informasi seperti apa yang dikehendaki user. Google memang tak boleh lengah mengingat pesaing seakan tiada henti berusaha merongrong dominasinya. Misalnya Microsoft yang dikabarkan akan segera meluncurkan mesin cari baru dengan berbagai kelebihan.

Ach, Google takut pasar pencariannya digerogoti FB nhi. Apalagi sehari sebelumnya RedOrbit juga telah mengabarkan bahwa Google’s Friend Connect telah diblok oleh FB. Jadinya makin takut kalahlah itu Google …. wah, perusahaan besar pun memang harus hati-hati dengan pesaing, jangan pernah lengah. Musuh selalu mencari celah dan jalan yang paling mungkin untuk mengalahkan leader yang sukses duluan ….

Nah, lengkaplah sudah, sana-sini takut pada FB. Anda takut juga khan?

Advertisements