Tags

, , ,

Dalam hal daur ulang perangkat-perangkat elektronik, Inggris sepertinya harus berbenah diri. Pasalnya, Dell menobatkannya sebagai negara terparah di Eropa karena masyarakatnya paling enggan melakukan daur ulang (recycle).  Selain berbenah diri, Inggris juga sepatutnya berkaca pada  Jerman. Dikutip dari BBC, 26 Mei 2009, dari data yang didapatkan perusahaan komputer Dell, 80% penduduk Jerman sadar lingkungan dengan melakukan daur ulang pada perangkat-perangkat elektronik mereka.

Angka tersebut jauh meninggalkan Inggris yang hanya sebagian kecil bahkan tidak sampai setengah warganya yang melakukan hal serupa. Akibat keengganan warganya, jika diukur, sampah elektronik yang dihasilkan mereka tiap tahunnya, bakalan bisa mengisi Stadion Wembley lebih dari 6 kali lipat.  Oleh karena itu pemerintah dihimbau agar bisa mendorong warganya, karena isu mengenai ini tidak bisa dianggap enteng.

dell_england

Inggris memang tidak sama dengan negara-negara Eropa lainnya yang sudah 2 tahun yang lalu menerapkan WEEE (Waste Electrical and Electronic Equipment Directive) akibat sejarah hukum Inggris yang dituding mempersulit penerapannya. WEEE sendiri adalah undang-undang di Eropa yang didesign untuk mengurangi jumlah perangkat listrik dan elektronik yang dihasilkan serta mendorong setiap orang untuk melakukan reuse, recycle dan recover.

dumpedstuff-ecoaction

Memang, masalah sampah perangkat elektronik melanda semua negara modern. Tetapi apakah ini berarti negara miskin ataupun negara berkembang harus menjadi negara penerima sampah perangkat elektronik dari negara modern? Mestinya tidaklah. Maka negara seperti kitapun harus mulai berfikir recycle, reuse, maupun recover. Setidaknya harus mulai menerapkan kebijakan lingkungan hidup yang mengarah ke masa depan dan total green …

Advertisements