Tags

, ,

Sapardi Djoko Damono:

Permasalahan bangsa ini bertitik poin pada soal budaya. Bukan pada apa yang ramai dibicarakan seluruh komponen bangsa yakni semata karena politik dan ekonomi. “Permasalahan bangsa ini adalah kebudayaan, bukan politik, bukan ekonomi. Karena politik dan ekonomi, dan lain sebagainya bersumber dari kebudayaan,” kata budayawan Sapardi Djoko Damono di sela-sela dialog capres, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta, Minggu (24/5/2009). Menurut Sapardi, pemimpin yang mumpuni adalah pemimpin yang bisa menangani persoalan bangsa. “Pemimpin yang ideal itu yang bisa mengetahui permasalahan-permasalahan bangsa ini. Politik itu adalah budaya tingkah laku kita, ekonomi juga demikian,” jelas penyair yang tenar dengan puisi ‘Aku Ingin’ tersebut. Bangsa yang besar, lanjut Sapardi, yakni bangsa yang mampu mengakulturasi kebudayaan yang ada menjadi kebudayaan baru. “Seperti halnya katakanlah Jawa dianggap sebagai suku yang berperadaban tinggi atau maju di Indonesia, tetapi budaya Jawa itu diambil dari budaya-budaya lain, seperti halnya Hindu, Budha dan Islam, mereka akulturasikan itu,” terang Guru Besar Fakultas Sastra UI itu.

Wah, ini bener 100% bung. Masalah bangsa ini bukan terletak pada soal ekonomi atawa politik. Saya, juga sudah pernah menulis soal ini: budaya, budaya dan budaya. Budaya bekerja, budaya bertanggungjawab, budaya malu, budaya antri, budaya tidak mengambil apapun yang bukan haknya, budaya kepatuhan pada aturan, dan semua sisi budaya lainnya yang memang “hancur-hancuran”. Wong pendidikan itu juga kebudayaan, tetapi nyatanya buat mainan saja. Tunggulah, apa nanti perbedaan nyata-nya dunia pendidikan kita sebelum 20% APBN (mulai 2009) digelontorkan untuk pendidikan dengan sesudah digelontorkan? Budaya kepemimpinan juga patut dilihat …. wong kayak begitu saja, capek deh!

Advertisements