Tags

, ,

Sebuah berita mengejutkan:

Mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun tidak dapat bertahan hidup setelah bunuh diri di wilayah asalnya Gimhae, Sabtu, 23 Mei 2009. Salah satu pejabat Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, Roh Moo-hyun mengalami pendarahan parah di kepala dan mengembuskan napas terakhir saat dilarikan dari Gimhae ke sebuah rumah sakit di kota Busan, selatan Korea Selatan. Roh sempat dilarikan ke Rumah Sakit Busan National University di pinggiran kota Busan sekitar pukul 08.15, tetapi nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan tewas pada pukul 09.30 dengan luka parah di kepala.

korea_1

Roh belakangan menjalani pemeriksaan yang diadakan oleh tim penyidik sehubungan adanya dugaan skandal suap lebih dari 6 juta dollar AS yang diterimanya dari seorang pengusaha selama masih menjabat sebagai presiden. Roh menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari tahun 2003 hingga 2008. Skandal korupsi yang membelitnya membuat Roh nekat mengakhiri hidup.

Presiden Korsel Lee Myung-bak mengungkapkan bahwa kabar bunuh diri mantan Presiden Roh Moo-hyun sungguh sulit dipercaya. Melalui juru bicara kepresidenan Lee Dong-kwan, Lee menyebut kematian Roh begitu memilukan dan tragis.

Roh adalah mantan pengacara hak asasi manusia. Dia menjadi Presiden Korsel dari 2003 hingga 2008. Dia dikenal luas sebagai politisi bersih di negara dengan sejarah panjang korupsi. Namun, dia dan keluarganya dalam beberapa pekan terakhir diguncang skandal suap. Bulan lalu, pengacara negara memeriksa Roh selama 13 jam tentang tuduhan menerima suap 6 juta dollar AS dari seorang pengusaha Korsel ketika masih menjabat presiden. Sebuah tuduhan yang sangat memalukan Roh. “Saya tidak mempunyai muka lagi buat rakyat. Saya mohon maaf mengecewakan Anda,” kata Roh dengan raut muka sedih kepada wartawan pada 30 April 2009 sebelum meninggalkan rumahnya di Seoul untuk memenuhi panggilan jaksa.

korea_2

Roh menjadi presiden setelah kemenangan mengejutkan dalam Pemilu 2002. Dalam kampanye ia berikrar tidak akan menjadi antek AS, sebuah janji yang memukau pemilih muda. Ia melanjutkan kebijakan pendahulunya, Presiden Kim Dae-jung, yakni “Kebijakan Sinar Matahari“, dengan menawarkan bantuan kepada Korea Utara untuk mewujudkan rekonsiliasi. Di bawahnya, Korsel mengadakan konferensi di Pyongyang dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il pada 2007.

Roh lahir dari keluarga petani miskin. Ia melanjutkan ke SMA perdagangan dan tidak pernah kuliah. Ia belajar sendiri agar lulus ujian menjadi pengacara. Dengan keuletannya ia akhirnya menjadi pengacara top di bidang hak asasi manusia (HAM). Kasus terkenal yang pernah ditangani termasuk ketika membela para mahasiswa yang dituduh melanggar undang-undang militer. Roh juga pernah ditangkap dan izin kepengacaraannya dicabut karena mendukung demo buruh yang dianggap melanggar hukum.

Roh menghadapi impeachment pada 2004 karena berkampanye untuk memilih kandidat dari Partai Uri dalam pemilihan parlemen. Dia dianggap melanggar aturan netralitas sebagai presiden. Dua bulan kemudian dia kembali berkuasa setelah pengadilan membatalkan impeachment tersebut. Popularitas Roh kemudian jatuh di tengah kecaman terhadap kebijakan ekonominya. Kebijakan keamanan Roh yang dianggap pro-Korea Utara juga menjadi penyebab popularitasnya anjlok.

Sebelum mengakhiri hidup dengan cara terjun dari tebing, mantan Presiden Korsel Roh Moo-hyun (62) menulis surat bunuh diri untuk keluarga. Pengacara Roh, Moon Jae-in, dalam konferensi pers, Sabtu, 23 Mei 2009, mengatakan, kliennya bunuh diri karena merasa bersalah atas kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya. Televisi MBC melaporkan, Roh dalam suratnya menulis, “Segalanya menjadi sulit, saya meminta maaf karena membuat banyak orang menderita.” Dalam surat itu Roh juga berpesan agar jenazahnya dikremasi.

Sebuah berita tidak mengejutkan:

1. Ini mungkin bagi kita yang di Indonesia merupakan sebuah berita mengejutkan. Tetapi bagi rakyat Korea dan Jepang berita begini tidak selalu mengejutkan. Bagi rakyat kedua negara tersebut hal ini dianggap sebagai wujud rasa malu yang nyata akibat keputusannya/tindakannya sewaktu menjabat sebagai penguasa. Bukan tradisi agaknya, tetapi kehormatan dan rasa malu sama pentingnya. Jangan pernah anda dan kita semua berharap menemukan pejabat Indonesia yang akan mau bertanggungjawab atas tindakannya (korupsi misalnya) yang memunculkan rasa malu pribadi dan keluarga dengan cara ini. Bahkan sekadar mengundurkan diri saja dari jabatannya nggak bakalan mau, meski bukti-bukti tindakannya sudah terkuak dengan nyata. Lebih-lebih di pengadilan pun akan mati-matian (melalui pengacaranya) menunjukkan seolah-olah nggak bersalah, bersih banget begitu. Ya, umumnya itu dikemas dalam upaya hukum, sah-sah saja.

2. Saya tidak setuju (dan sampai kapanpun tidak akan setuju) cara mengambil jalan pintas penyelesaian masalah dengan bunuh diri bagi seseorang yang menemui/menghadapi sebuah persoalan. Sebagai manusia itu saya anggap tidak gentlemen. Bagi saya, untuk pejabat yang nyata-nyata terbukti (terlanjur) bersalah memanfaatkan kekuasaan yang diamanatkan oleh rakyat kepadanya, nggak perlu bersilat lidahlah, berputar-putar langkah, mencari celah hukum dengan seribu cara, mestinya cukup mengundurkan diri dari jabatan yang diembannya, bila perlu mengembalikan hak rakyat/negara yang diambilnya ataupun digunakan secara melawan hukum (uang korupsi, misalnya), bila ternyata atas nama hukum dan keadilan harus menjalani diri sebagai terpidana ya jalani saja, mestinya begitu khan enak …. rakyat akan tetap “menghargai” jiwa dan kepribadiannya sebagai orang yang bertanggung jawab, konsisten dan konsekwen, dan gentlement. Toh, kalau masih merasa punya Tuhan, harus disadari, Tuhan itu Maha Pemurah, Penyayang, dan Mengasihi. Bahkan Maha Memaafkan. Artinya kalau pejabat yang menempuh cara ini tetap tidak dimaafkan oleh rakyat, ya nggak masalah, serahkan segalanya pada Tuhan, tobat pejabat pun saya yakin didengarkan Tuhan, dan akan diberikan jalan terbaik.

3. Memang yang paling baik, sebagai pejabat apapun, di tingkat apapun, sampai kapanpun, semestinya JANGAN PERNAH MENGAMBIL YANG BUKAN HAKNYA, DAN JALANKAN KEWAJIBAN SEBAIK-BAIKNYA. Sudah, kalau cara ini yang ditempuh pasti aman dan selamat dunia dan akhirat.

Betul ya? Indonesia Banget sih …

Advertisements