Tags

, ,

Seminggu lalu saya di depan ruang kelas Kuliah Kewarganegaraan menyinggung masalah semakin banyaknya “suku terasing” di Kota-kota besar, terutama kaum mudanya, akibat merebaknya dan meningkatnya penggunaan komputer dan internet di rumah-rumah tangga Indonesia, eh, kemarin kok ya sejalan CEO GoogleEric Schmidt melontarkan pernyataan Matikan Komputermu dan Jadilah Manusia! Apa katanya?

Makin banyak orang memakai komputer dan mengakses internet tentunya akan kian menguntungkan Google selaku raksasa bisnis internet. Namun demikian, CEO Google justru menyarankan pada para lulusan universitas untuk menjauhi komputer dan mematikan ponsel mereka. Memang banyak kaum muda terpaku pada dunia virtual di internet dan seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain. Itu sebabnya Schmidt menyarankan agar mereka sejenak berhenti melakukannya dan kembali pada ‘habitatnya’ sebagai makhluk sosial.

Dikutip dari PCAuthority, 20 Mei 2009, Schmidt mengungkapkan hal itu dalam sebuah pidato kelulusan 6000 wisudawan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Orang yang turut membesarkan Google ini menasehati para lulusan ini agar tidak melupakan kehidupan di luar layar komputer. Sebab manusia perlu terus berhubungan dengan dunia sekitarnya. “Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memegangi tangan cucumu saat dia berjalan untuk kali pertama,” demikian Shmidt memberi contoh. “Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu dan perhatikan manusia di sekelilingmu,” pungkasnya.

Akhirnya, kita memang harus memahami kembali, bahwa komputer dan internet hanyalah sebuah teknologi, tidak ada sentuhan sosial yang cukup untuk manusia, namanya manusia masih harus menjalin relasi sosial dengan manusia lainnya. Jangan pernah merasa kehidupan ini cukup dengan berhubungan dengan perangkat teknologi, memang kita harus kemabli jadi manusia sepenuhnya! Masak, dengan tetangga selisih dua atau tiga rumah saja nggak kenal, hanya karena sibuk di depan layar komputer, main chatting, FB atau buka email? Sudah hilangkah sifat kemanusiaanya? Mari kita sadar kembali sebagai manusia …. Ya, biar nggak jadi suku terasing di kota besar!

Bagaimana dengan anda?

Advertisements