Tags

, ,

Jika mengikuti jadwal resmi Microsoft, seharusnya Office 2010 versi Technical Preview baru akan dibagikan terbatas pada Juli 2009. Sedangkan versi beta (ujicoba) yang tersedia untuk publik akan menyusul setelah itu.

microsoft_office_2010

Namun seperti yang dapat kita lihat dalam artikel-artikel

Office 2010 Technical Preview in July 2009, sign up now

yang direlease tanggal 11 Mei dan

Leaked: Office 2010 Technical Preview screenshots

yang direlease tanggal 15 Mei 2009 di ArsTechnica, Microsoft Office 2010 Technical Preview telah BOCOR HABIS-HABISAN berbagai situs berbagi file. Bahkan, ada dua versi Office 2010 yang bocor, yaitu untuk sistem 32-bit dan 64-bit.

2010tp_access_1

ArsTechnica pun melakukan instalasi bocoran Office 2010 tersebut. Di dalamnya tersedia berbagai aplikasi dalam keluarga Office, termasuk Acces 2010, Excel 2010, InfoPath 2010, OneNote 2010, Outlook 2010, PowerPoint 2010, Project 2010, Publisher 2010, SharePoint Designer 2010, SharePoint Workspace 2010, Visio 2010, hingga Word 2010. Beberapa perubahan yang tercatat adalah tidak adanya model Menu seperti aplikasi Windows pada umumnya. Tombol ‘Office’ di pojok kiri atas tak akan menampilkan menu dalam bentuk ‘Drop Down’, melainkan sebuah layar dengan berbagai pilihan. Perubahan lainnya adalah model tampilan Ribbon yang secara konsisten ada pada semua aplikasi Office 2010. Gaya Ribbon ini mulai diperkenalkan Microsoft pada Office 2007 dan akan diadopsi lebih luas pada Windows 7.

Nah lu, begitu terus khan yang terjadi dengan dengan Microsoft. Mengapa terjadi begini terus menerus? Menurut saya “kalau sudah terlalu tinggi” entah harganya, entah popularitasnya, entah kualitasnya, terus nggak mau membumi, pasti banyak musuh yang mengincar. Artinya? Bisa-bisa Microsoft sudah menjadi common enemy di seluruh dunia karena penguasaannya yang meluas di seluruh dunia tanpa hati. Menguasai dunia bisnis IT dengan cara yang baik dan benar dengan persaingan wajar saya yakin akan mengantarkan pada situasi yang lebih baik. Dan pasti mengurangi incaran musuh, terutama dikaitkan dengan gerakan Open Source dan kondisi ketidakterjangkauan pengguna IT, sehingga melahirkan banyak pembajak!.

Saya tidak mendukung cara-cara pemerolehan software secara ilegal, namun saya punya ide dan harapan, bisakah Microsoft menjual produk-produknya lebih murah dan lebih murah lagi, terutama untuk wilayah negara-negara yang memang rakyatnya secara rata-rata hanya mempunyai kemampuan terbatas untuk belanja software? Sebagai contoh di Indonesia. Kalau disini sekarang dijual sekitar Rp.1.000.000,- per software, bisakah diupayakan pemangkasan menjadi Rp.10.000,- saja per software?

Percaya saya, kalau ini yang dilakukan Microsoft, orang-orang pengguna IT yang masih waras pasti nggak akan cari yang ilegal, karena jelas terjangkau. Program bajakan pasti lewat.Orang-orang yang kreatif yang suka cari bocor-bocoran pun pasti malas, ngapain, karena khan terkesan sudah tidak menjadi common enemy, sudah jadi sahabat. Pakar-pakar virus juga semakin terbatas gerakannya untuk menyerang program Microsoft karena saya duga munculnya virus-virus penyusup di program-program Microsoft lebih banyak dipicu oleh “jual mahalnya” Microsoft. Dengan cara ini apakah Microsoft akan merugi? Saya perkirakan nggaklah, wong makin banyak yang menggunakan, lagian nggak perlu repot-repot dengan kegiatan perang melawan pembajak software, yang menelan biaya nggak sedikit itu …..

Bagaimana nhi rekan-rekan? Bisa diterima nggak ya … cara berfikir ini …

Advertisements