Tags

, ,

Logo Visit Indonesia sedang diupayakan terpasang di kaos tim sepak bola asal Inggris, Manchester United (MU). “Kami sedang mengupayakan agar logo Visit Indonesia bisa terpasang di kaos resmi MU,” kata Direktur Jenderal Pemasaran, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2009. Ia mengatakan, untuk dapat memampangkan logo tersebut, pihak MU menawarkan biaya sebesar Rp496 milyar selama setahun. Jika tercapai kesepakatan maka logo tersebut akan digunakan secara resmi di kaos MU dan terpampang pada setiap kali pertandingan termasuk pertandingan persahabatan mereka. “Dan itu akan terpampang dalam semua merchandise MU termasuk kaos resmi mereka,” katanya.

manchester_united

Saat ini, logo resmi yang terpampang di kaos pemain MU adalah logo AIG yang kemungkinan tidak akan memperpanjang lagi kontraknya pada tahun depan lantaran bank tersebut terdampak krisis global. “Jadi kalau Indonesia setuju logo Visit Indonesia akan dicantumkan mulai 2010,” katanya. Di kaos MU saat ini hanya terdapat tiga logo, yakni logo AIG yang terbesar, di dada sebelah kanan logo Nike, dan di dada sebelah kiri logo tim MU.

Indonesia mendapatkan tawaran tersebut mengingat jumlah penggemar fanatik tim kebanggaan Sir Alex Fergusson di tanah air mencapai 28 juta orang atau lebih banyak daripada fans-nya di Malaysia yang hanya 4,2 juta orang. Jumlah penggemar di Indonesia menyamai jumlah fans MU di Korea yang juga 28 juta, tidak sebanyak penggemar mereka di China yang mencapai 72 juta orang. MU dalam waktu dekat akan melakukan Asia Tour ke empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, China, dan Korea. “Tiga negara itu yaitu Malaysia, China, dan Korea juga merupakan pasar pariwisata utama kita. Oleh karena itu, kita juga akan memanfaatkan itu untuk promosi dengan menjadi title sponsor,” demikian Sapta Nirwandar.

Wouw. Kalau jadi memasang logo, berarti membayar Rp.496 milyar setahun atau setara dengan sekitar Rp.1,35 MILYAR SEHARI, bagaimana dengan APBN kita untuk hal ini, mampukah? Ada dukungan swasta nggak ya? Saya sih kalau melihat dari sisi besarnya anggaran, sepanjang kita mampu, kita itu: pemerintah dan swasta, bekerjasama secara erat, saling menopang, it’s okay saja. INI DEMI KEBANGGAAN NEGARA DAN BANGSA. Dan efek positif ikutannya ….. turisme, investor, diplomasi internasional, motivasi untuk Tim Sepakbola Nasional, citra negara/bangsa, dan lain sebagainya ….

Cuma mesti ada ahli ekonomi (marketing), sosial, politik, sport, dan yang terkaitlah yang perlu diminta masukan soal efektifitasnya cara ini, untuk meyakinkan kita, apalagi kalau sehari 1,35 milyar rupiah, kita hitung untuk projek infrastruktur padat karya dengan ongkos tenaga kerja katakanlah Rp.75.000,- per hari/per orang, setidaknya uang segitu dalam sehari bisa menyerap sekitar 18.000 tenaga kerja! Nha, coba berapa pengangguran keserap nhi …. Makanya patut dicek dulu efektifitasnya, tentu tidak sekadar bangga dan senang logo Indonesia nampang di kaos MU, tapi efek positifnya seimbang nggak? Terutama dari sisi hukum ekonomi. Selain itu, perlu diingat lho ….. sesuai aturan yang berlaku sekarang, APBD khan nggak boleh untuk “men-support” klub sepakbola lagi, jadi kalau pasang logo kita di MU gimana dong konsistensi aturannya? Ada perkecualian untuk yang internasional begitu? Ha ha ha, lucu dong! Saya setuju kalau pasang logo itu sebaiknya tidak dari APBN, tetapi dari hasil iuran swasta yang bergerak di bisnis pariwisata, komunikasi, informasi, dan lainnya yang relatif “nyambung” dengan ranah ini ….

Selain itu, benar nggak ya ada 28 juta orang fans MU di Indonesia, gimana ya ngitungnya, kira-kira percaya nggak percaya nhi …. kalau disatukan dalam satu partai politik bisa menang dong dalam Pemilu? Kalau penggemar MU banyak saya percaya itu, cuma kalau sampai 28 juta orang ya jadi tanda tanya, jangan-jangan hanya untuk meyakinkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata supaya mau pasang logo (iklan) di MU nhi … ach, strategi marketing lagi … sedikit tipu-tipu ya ….

Bagaimana menurut anda?

Advertisements