Tags

, ,

Rekam jejak atau track record para calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2009 di bidang lingkungan dinilai kelam. Dari kemungkinan lima sosok yang akan menduduki kursi presiden dan wakil presiden, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat banyak kebijakan maupun sepak terjang mereka yang tidak berpihak pada kelestarian lingkungan. Keenam capres dan cawapres tersebut meliputi Jusuf Kalla, Susilo Bambang Yudoyono, Megawati, Prabowo Subiyanto, Wiranto dan Sultan Hamnegkubuwono X.

Berry Nahdian Forqan, Direktur Esksekutif Walhi pada Diskusi Panel ‘Tantangan Kepemimpinan Gerakan Politik Hijau Pasca Pemilu 2009‘ mencontohkan:

a. Jusuf Kalla (JK) bersama kelompok Bukaka melalui Bosowa membangun PLTA Poso dengan kapasitas 780 megawatt sebelum analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) disetujui. Pada Oktober 2004 Bukaka yang spesialisasinya pada pembangunan PLTA melalui JK melakukan kesepakatan atas nama RI dan GAM untuk membangun PLTA Pisangan I dan II. ‘Saat ini JK bersama Bukaka juga akan membangun PLTU bertenaga 10.000 megawatt berbahan batu bara yang sangat merusak lingkungan dan tidak mendorong energi terbantukan,” kata dia.

b. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama kepemimpinannya mengeluarkan PP No 2 tahun 2008 yang membolehkan penambangan dilakukan di hutan lindung. ”Dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup memberi label hijau pada pesuahaan perusak lingkungan terbesar pada Newmont dan sinar Mas,” kata Berry.

c. Megawati dan keluarganya memilik 13 Stasiun Pengisian bahan bakar umum yang menempati jalur hijau di Jakarta.

d. Prabowo bersama Nusa Kaltim Coal melakukan penambangan batu bara termasuk penambangan gas di Papua Barat.

e. Wiranto dianggap mendorong perkembangan terjadinya bisnis kelabu seperti illegal logging, kata Berry, yang di lapangan sarat dengan keterlibatan TNI. Hal ini terkait dengan kebijakan Wiranto mendorong kembali pemekaran kodam, korem, koramil.

f. HB X melalui anaknya menjadi mitra Sampoerna Group dan membangun pabrik rokok berlabel Keraton Dalem yang juga bekerja sama dengan usaha pertambangan pasir besi di Kulon Progo.

”Melihat rekam jejak tersebut patut dipertanyakan apakah masih bisia berharap dengan kondisi calon presiden dan wakil presiden,” tutur Berry. Di lain pihak isu mengenai lingkungan memang menjadi isu yang diangkat.

Rekan-rekan WNI Nomor 1, menjelang Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden, selalu saja muncul berita ataupun isu-isu sensitif, sarat kepentingan. Ada isu Hak Asasi Manusia, Lingkungan Hidup, Kehidupan pribadi, Kekayaan keluarga, Sponsor dana calon, ya begitulah politik dengan segala aksesorisnya. Anda bingung? Tidak perlu. Apapun dan bagaimananpun bentuknya isu/berita yang anda dengar, anda ketahui, anda lihat, gunakanlah itu semua sebagai referensi untuk menentukan tokoh pilihan anda dalam Pilpres 2009 nantinya, tepatnya tanggal 8 Juli 2009. Namanya isu/berita kita semua (tentu anda juga) berhak menelusuri kebenarannya dan latar belakang dilansirnya isu/berita itu. Jangan sekali-sekali langsung percaya, juga jangan sekali-sekali langsung tidak percaya. Kuaklah tingkat kebenaran berita/isu itu dengan mencari sumber-sumber isu/berita lainnya, semacam check, cross-check dan re-check. Sebagai WNI Nomor 1 kita harus melakukan itu supaya tidak mudah termakan isu/berita yang kita sendiri belum tahu tingkat validitasnya.

Okelah, sebagai cara melihat visi dan misi Capres-Cawapres memang baik juga melihat bagaimana “tingkat perhatian” mereka terhadap isu-isu Lingkungan Hidup, Hak Asasi Manusia, Demokratisasi, Multikultural dan Pluralisme, dan variabel-variabel lainnya terkait kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, selain bagaimanakah cara mereka membawa bangsa ini ke arah keadilan dan kemakmuran senyatanya. Kalau hal-hal itu sudah terlihat jelas, nanti saatnyalah anda HARUS MEMILIH DAN MEMILAH MEREKA, SEHINGGA TINGGAL SATU PASANGAN CAPRES-CAWAPRES yang mesti dimunculkan di Hari penconterngan Pemilu Presiden 8 Juli 2009. Tetaplah memilih satu pasang Capres-Cawapres saja kalau anda ingin negara dan bangsa ini berjalan dengan baik. Satu suara anda sangat menentukan munculnya Presiden-Wapres yang terbaik diantara yang ada. Jangan pernah berfikir bahwa diantara mereka nggak ada yang baik, harusnya kita fahami NOBODY PERFECT. Toh, kita sendiri juga tidak dalam kesempurnaan. Makanya pilih saja SATU CAPRES-CAWAPRES yang paling anda sukai, yang terbaik menurut anda diantara yang ada!

Advertisements