Tags

, ,

Pentagon akan segera menyiarkan “ratusan” foto yang menunjukkan dugaan penyiksaan oleh personel AS di penjara di Irak dan Afghanistan pada masa pemerintah Bush, kata seorang pejabat AS, Jumat, 24 April2009. “Saya kira itu akan ratusan,” kata pejabat Pentagon tersebut, yang berbicara pada wartawan tanpa menyebut nama, merujuk pada jumlah foto yang akan disiarkan untuk pertama kalinya itu. Kementerian pertahanan memastikan Pentagon telah menyetujui penyiaran sejumlah “substansial” foto pada 28 Mei 2009 sebagai jawaban atas penuntutan perkara Undang-undang Kebebasan Informasi yang telah berjalan lama yang diajukan oleh kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di New York, Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU).

artgitmoshacklesafpgi

Foto-foto itu datang dari 60 penyelidikan kejahatan dari 2001-2006 oleh personel militer yang diduga menyiksa para tahanan, kata pejabat pertahanan tersebut. Namun Pentagon menolak penggambaran foto-foto itu oleh ACLU sebagai pameran penyiksaan yang meluas atas para tahanan. “Apa yang ditunjukkan adalah bahwa kami senantiasa serius berniat menyelidiki tuduhan penyiksaan yang dapat dipercaya,” jurubicara Bryan Whitman mengatakan pada wartawan. Ia mengatakan kebijakan Pentagon selalu minta “perlakuan ramah” pada tahanan dan mereka yang melanggar kebijakan itu telah diselidiki dan mendapat hukuman disiplin.

Sebagai hasil dari penyelidikan Pentagon terhadap penyiksaan tahanan, lebih dari 400 orang telah memperoleh hukuman disiplin, mulai dari hukuman penjara hingga penurunan pangkat dan surat teguran, katanya. Kelompok HAM mengatakan para pejabat senior di bawah bekas presiden George W. Bush yang diduga bertanggungajwab karena mendukung taktik interogasi yang keras itu belum memikul tanggungjawab. Staf ACLU Amrit Singh mengatakan, “foto-foto itu memberikan bukti visual bahwa penyiksaan tawanan oleh personel AS bukan penyimpangan dari kebiasaan tapi meluas, mencapai jauh melewati tembok Abu Ghraib“.

Penjara Irak itu menjadi bernama buruk setelah foto-foto yang menunjukkan tahanan Irak dihina dan disiksa oleh penjaga AS mereka dipublikasikan pada 2004. Selain itu sedikitnya 44 foto yang disebut dalam kasus pengadilan tersebut, “sejumlah substansial gambar lainnya” juga akan diproses untuk disiarkan, Departemen kehakiman menulis dalam sepucuk surat pada pengadilan federal AS. Whitman memberi kesan bahwa keputusan untuk menyiarkan foto-foto itu sebagian didorong oleh kasus hukum tersebut, yang mana argumen pemerintah untuk tidak menyiarkan foto itu sebagian besar gagal untuk menggoyahkan hakim federal.

Bekas pemerintah Bush telah menolak untuk menyiarkan foto-foto itu kepada umum, dengan dalih bahwa pengungkapannya akan menambah kebencian dan melanggar kewajiban AS terhadap tahanan menurut Konvensi Jenewa. Pemerintah Obama telah mengeluarkan empat memo sensitif pekan lalu yang mengungkapkan mengenai interogasi teror CIA yang keras yang disetujui oleh pemerintah sebelumnya, termasuk penggunaan serangga, teknik penenggelaman dan gangguan tidur. Namun Obama mengatakan bahwa pejabat CIA yang terlibat dalam interogasi itu tidak akan dituntut karena mereka bertindak berdasar perintah yang sah. Obama telah menghadapi kecaman dari dua spektrum politik mengenai masalah itu, dengan kelompok HAM yang minta penuntutan cepat atas para bekas pejabat pemerintah Bush dan kelompok konservatif yang menuduh tindakan itu akan membahayakan keamanan nasional.

Mari kita tunggu, 28 Mei 2009, sekitar sebulan lagi, bagaimanakah foto-foto itu berbicara dan mengisahkan jerit isak orang-orang teraniaya yang terpaksa harus “bertekuk lutut” dibawah kekuasaan orang-orang sewenang-wenang dengan kebiadabannya. Jangan pernah kita meniru. Hak Asasi Manusia adalah segala-galanya!

Advertisements