Tags

, ,

Sudah baca berita krisi global Republika?

Ealah, Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner, akhirnya mengakui bahwa negaranya menjadi pihak yang paling bersalah atas terjadinya krisis ekonomi global sekarang, namun dia menilai dunia mesti bekerjasama demi menenteramkan keadaan. “Seluruh dunia menginginkan perekonomian dan sistem keuangan AS pulih kembali sehingga bergerak lagi, sama pentingnya dengan hasrat kami pada seluruh dunia untuk pulih sehingga kami makmur kembali di dalam negeri,” kata Geithner kepada Klub Ekonomi Washington.

Pemulihan ekonomi yang berimbang akan berarti bahwa negara-negara lain tidak lagi tergantung pada konsumen AS, lanjut Geithner. Dia menggarisbawahi bahwa Dana Moneter Internasional yang akan menyelenggarakan pertemuan tengah tahunannya segera pekan ini, kini memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia bakal menyusut 1,3 persen tahun ini. “Output yang hilang bisa sebesar tiga sampai empat triliun dolar AS (Rp33.000 – 34.000 triliun) untuk tahun ini saja,” kata Geithner.

Nah, begitulah gaya Uncle Sam selama ini. Pengakuan saja tidak cukup, mestinya dituntut untuk segera merubah gaya ekonomi liberal, penuh kapitalisme, bahkan neo-kapitalisme, dengan yang lebih beradab. Bukankah ekonomi kita yang berbasis Pancasila lebih baik, tetapi koperasi-koperasi kita kok nggak ada yang eksis ya? Banyak pejabat ataupun tokoh ekonomi kita yang belajar dari Amerika serikat, dan biasanya mendewa-dewakan negara tersebut dalam ketahanan bidang ekonomi (yang liberal itu) sekarang sedikit malu-malu, karena mereka nyatanya bisa “hancur” & collapse, terus maunya kerjasama dengan negara-negara lain di dunia biar bangkit lagi …. bolehlah itu, yang penting jangan ulangi lagi keserakahan dan keadidayaan sebagai bargaining power hubungan antar negara. Proporsionallah … untuk hidup berdampingan dengan bangsa/negara lain dalam kehidupan yang damai di dunia … Jangan gunakan hukum pasar sepenuhnya. Karena itu akan muncul kanibalisme dalam ekonomi …

Apa yang ingin anda katakan?

Advertisements