Tags

, ,

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif 2009 kacau? Ya sudah, fakta-fakta memang menunjukkan hal begitu adanya. Tapi, prosentasenya berapa sih ….. dibanding kekompleksan dan kerumitan bentuk/penyelenggaraan Pemilu 2009 ini? Nggak perlu nervous terus, apalagi traumatis berkepanjangan. Nggak perlu menyalah-nyalahkan siapapun, saya pikir semua punya andil berbuat salah. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, KPU/KPUD, dan Partai Politik, sama saja, nggak ada yang bisa dan boleh menyatakan 100% persen bersih, nggak ada salahnya, cuci tangan lagi. Kenapa? Kalau diurut-urut dari datangnya DPT dan proses pemunculannya, semua yang terkait punya andil nggak beres, karena mereka semua sesungguhnya bersentuhan dengan soal ini tetapi ada institusi yang merasa nggak perlu ikut berperan aktif menggerakkan organisasinya untuk mengajak masyarakat (calon pemilih) aktif mengecek namanya dalam DPS, sebelum jadi DPT, mereka sibuk mempersiapkan tim kampanye dan sepertinya “meremehkan” DPT sejak awal, artinya nggak serius mengelola konstituennya yang tercantum atau tidak tercantum di DPT. Biasa, setelah pencontrengan selesai dan kelihatan hasilnya nggak memuaskan baru ribut besar. Itulah sisi lain dunia dan perilaku politik parpol kita.

Okelah, itu sudah lewat. Kalau nggak puas juga, memang semestinya bawa saja kasus-kasus semacam ini dalam tataran hukum, bawa semua bukti material dan formal yang menunjukkan ketidakberesan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. Cari kepuasan dan keadilan dari wilayah yang tepat seperti itu, tidak perlu berkoar-koar, ribut-ribut, memanas-manasi rakyat. Gugat saja semuanya, siapapun dan institusi manapun yang dianggap harus bertanggungjawab soal DPT, kertas suara tertukar, penghitungan surat suara yang dianggap nggak legal, kasus lainnya juga, seperti money politics ataupun pencemaran nama baik. Itu lebih asyik kalau memang benar-benar mau melakukannya. Itu lebih gentlement daripada dicuatkan melalui media doang dan demo jalanan.

Jadi, sekarang mestinya mulai memperhatikan Pilpres 2009. Tahapan untuk memperoleh DPT yang lebih sempurna daya yakinkan sudah dimulai. Yang terkait sudah ikut cawe-cawe nggak? Jangan-jangan apatis juga, sibuk nggarap koalisi, cari peluang konstituen baru, ngitung-ngitung kursi, cari-cari dan ngumpulin dana kampanye, lupa mengkritisi DPT lagi. Wadalah! Besok selesai Pilpres 2009 ribu-ribut lagi, bikin komentar aneh-aneh lagi. Bosan ah! Kejadian DPT nggak beres jangan lagi jadi alasan nggak puas terhadap hasil pemilu Presiden 2009 nantinya. Begitu?

Iyalah, wong DPT Pilpres 2009 sekarang ini sudah mulai diproses penyempurnaannya kok. Buktinya? Tadi malam saya selaku Ketua RT sudah didatangi Kepala Dukuh saya, untuk mengkonfirmasi dan melengkapi calon pemilih Pilpres 2009 yang belum terdaftar/belum masuk DPS (sebelum jadi DPT). Jelas, sudah ada upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu 2009 … jadi, kalau ingin pemilu dan demkorasi berjalan dan berkembang secara berkualitas di Indonesia, ya, semua harus mau repotlah, sesuai proporsinya, sesuai kewenangannya, jangan sok jadi juragan semuanya, mau enaknya saja …. mentang-mentang ini itu … mari kita dukung KPU/KPUD dan Pemerintah untuk melaksanakan Pemilu Presiden agar lebih baik dan minim masalah dibandingkan Pilleg 2009. Itulah WNI Nomor 1.

Advertisements