Tags

, ,

Pemilu Legislatif 2009 telah menunjukkan hasil yang penuh unpredictable. Sehingga sosok-sosok yang hadir di Istana Senayan itu masih menimbulkan tanda tanya, kira-kira lebih baik atau lebih ambleg ya dibanding anggota DPR 2004-2009. Karena “sudah terpilih” oleh rakyat, entah kebetulan atau kebeneran, ya sudah kita berfikir positif saja kepada mereka yang akan menjabat sebagai anggota Dewan yang terhormat nantinya. Namun, saya punya ide yang menurut saya positif diterapkan demi keberhasilan kinerja mereka dan kejayaan negara dan bangsa Indonesia pada masa mendatang. Apa itu?

Idenya simpel, mengekor keberadaan mahasiswa baru di kampus, yaitu untuk mahasiswa yang baru diterima di perguruan tinggi mana saja selalu ada acara orientasi, dulu perploncoan, penataran atau apapun namanya, yang penting adanya acara sebagai jembatan informasi dan penyesuaian kehidupan sebelumnya (pola pikir SMA) ke kehidupan yang baru dijalani (pola fikir perguruan tinggi). Bentuknya bisa bervariasi, tetapi misinya umumnya identik. Nah, untuk mahasiswa saja ada acara/kegiatan semacam itu, padahal tingkat efek perilaku, pola fikir dan tindakan mahasiswa (kalaupun ada yang negatif) tidaklah se-menggelegar para wakil rakyat. Lha, untuk anggota DPR mana ada? Makanya saya usulkan untuk para Anggota DPR harus ada semacam orientasi/penataran yang intinya berisi MATERI KEWARGANEGARAAN. Menurut saya ini penting, karena diharapkan setting berfikir dan pola bertindak merea nantinya haruslah mendasarkan pada ukuran kebangsaan dan kenegaraan, berbasis konstitusi dan Rule of Law. Kepentingan organisasi/partai politik haruslah dinomor kesekian-kan karena mereka telah menjadi wakil rakyat Indonesia, yang plural dan penuh multikultural. Apalagi sumber mereka beragam dengan bekal yang belum standar. Saya pun menganggap mereka tidaklah semuanya hebat dalam segala bidang, termasuk bidang tugasnya nanti (legislasi, budget dan control), namun bukan tidak punya kemampuan, setidaknya punya satu kemampuan yaitu mengumpulkan suara massa. Sehingga perlu pembekalan semacam ini.

Terus isi materinya apa? Saya usulkan: Hak dan Kewajiban Warganegara, Hak Asasi Manusia, Demokrasi, Identitas Nasional, Konstitusi dan Rule of Law, Bela Negara, Geopolitik, Geostrategi dan Politik Strategi Nasional, dan Gerakan Anti Korupsi. Siapa yang mengisi? Ya, pihak-pihak yang berkompetenlah. Siapa pelaksananya? ya, terserah juga, kaum akademis juga boleh, bekerjasama dengan Setjen DPR. Waktunya berapa lama? Ya, secukupnyalah. Yang penting, targetnya realistis dan diperkirakan dapat mencapai sasaran.

Sanggup nggak ya mengadakan acara/penataran Kewarganegaraan semacam yang saya usulkan ini? Ya, kalau ingin negara dan bangsa ini menjadi “baik dan benar” mestinya pejabat negara semacam Anggota DPR ini perlu “disempurnakan lebih dahulu” sebelum “menyempurnakan” rakyatnya. Setuju?

P.S. Eh, kalau untuk anggota DPR bisa dilakukan, anggota DPD boleh diberi acara semacam ini juga …

Advertisements