Tags

, ,

Ini baru berita. Ada caleg yang sudah menggondol 2 kursi. Terus dikemanakan ya …. itu kursi yang satunya ….?

Jika caleg lain masih stress mikirin dapat atau tidak dapat itu kursi, karena minimnya perolehan suara, tidak demikian dengan H. Abdul Rahman. Perolehan suara sementara PKB di Kabupaten Malang memang jeblok. Namun, ada sedikit yang bisa dibanggakan, sekaligus unik sekali. Salah satu calegnya, H. Abdul Rahman, berhasil memperoleh suara yang fantastis. Pada hasil hitung sementara, Abdul Rahman yang kini masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang berhasil memperoleh 18.000-an suara. Padahal, sesuai hitungan BPP, untuk mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Malang, cukup dengan ‘hanya’ mengantongi 8.000 suara. Jadi perolehan suara caleg ini sudah setara dengan 2 kursi DPRD. Hebat.  Caleg dari Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, Bantur, Gedangan, dan Donomulyo ini juga menjadi jagoan mendulang suara dari semua caleg yang bertarung di Kabupaten Malang. Caleg lain rata-rata baru mengantongi 6.000 suara sampai 9.000 suara. Ditemui di Gedung Dewan, Abdul Rahman mengatakan, perolehan itu baru sementara karena saat ini penghitungan suara di beberapa TPS masih berlangsung. “Suara saya dari Kecamatan Donomulyo belum masuk karena saat ini penghitungan kartu suara belum rampung,” ungkap Abdul Rahman yang juga Ketua Fraksi PKB ini.

Kalau Caleg sudah dapat lebih dari 1 kursi seperti H. Abdul Rahman itu, gimana ya, ada nggak aturan yang memberikan dia “bonus” apalah bentuknya, karena orang seperti ini tentu legitimate sekali. Dipercaya rakyat. Kalau merangkap dua kursi sekaligus jelas nggak mungkin ya, nanti dikira tamak (meski hitungan jumlah suara memungkinkan haknya dobel), kalau di-sodaqoh-kan untuk temannya (siapapun yang dikehendaki) jelas nggak bisa ya …. Mestinya parpolnya memeprhatikan orang-orang semacam ini. Begitupun anggota dewan yang lainnya (nanti kalau sudah jadi) mestinya memberikan apresiasi … mungkin jadi Ketua DPRD? Kejadian ini fenomenal lho …. mengingat kilas balik Pemilu 2004 dulu, memang ada Caleg yang melampaui BPP, contohnya Hidayat Nur Wahid sewaktu bertarung di Dapil DKI Jakarta, tetapi hasil yang dicapai pun tidak sampai lipat dua, alias belum setara 2 kursi. Hasil yang dicapai H. Abdul Rahman barangkali juga efek perubahan aturan Caleg jadi dengan suara terbanyak. Okelah, saya ucapkan selamat kepada pak Abdul Rahman, anda sudah mendapat amanah yang signifikan dari rakyat, tinggal bagaimana anda nanti berkiprah saat betugas (lagi) sebagai anggota legislatif, semoga sukses  ….

Untuk para Caleg yang masih berdoa terus dan mengais suara dari hitung-hitungan sekarang ini monggo belajar dari Pak H. Abdul Rahman … mungkin MURI bisa mencatat rekor baru soal ini ya …?

Advertisements