Tags

, ,

Libur sekitar pemilu memang agak panjang. Meski pas hari pencontrengan saya sendiri nggak dapat libur, nggak masalah. Jadi libur saya jatuh hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sementara anak-anak ada libur hari kamis, Jumat, dan Minggu. Karena ada ketidakserentakan libur ya kami nikmati hari-hari ini di Yogya saja, nggak ke luar kota. Saya sendiri menikmatinya seraya mengikuti hiruk pikuk tayangan (terutama Quick Count) hasil Pemilu Legislatif 2009. Meskipun sekarang ini saya bukan politikus tetapi saya suka mengikuti perkembangan politik Indonesia, untuk sekadar melihat perkembangan demokrasi dalam arti terapannya. Lha anak saya? Biasa, hidup dalam dunianya, buku, game dan main-main bersama teman sebayanya. Tetapi libur kali ini ada kebersamaan kami yang nggak lazim, apa?

Kami nonton film Laskar Pelangi di rumah sampai 2x. Betul, sampai 2x. Ini bukan dendam karena dulu nggak sempat nonton di gedung bioskop, hanya gara-gara antrinya yang begitu mengular. Maka kami memang memutuskan tetap menonton dengan menunggu DVD-nya saja.

Saya nggak ingin cerita tentang cerita yang diceritakan di film itu. Sudah kadaluwarsa. Saya yakin anda semua lebih dahulu menikmati fil itu daripada saya. Saya hanya ingin berbagi mengapa kami sampai menonton dua kali dalam waktu sesingkat ini. Agaknya kami terketuk dengan nilai-nilai yang diusung film itu ….

lilin

“Kalau mau pintar ya belajar. Kalau mau berhasil ya usaha”.

Ada perjuangan hak asasi manusia ….

Ada perbedaan kelas dalam dunia pendidikan …..

Ada perlakuan tidak adil oleh pusat terhadap daerah, meski daerah itu mempunyai kontribusi terhadap APBN lumayan …

Ada semangat pantang menyerah untuk meraih tingkat pendidikan yang tinggi ….

Ada kesadaran rakyat kecil untuk merubah nasib dari sektor pendidikan …..

Ada tanggungjawab sosial sebagian warganegara untuk ikut mencerdaskan bangsanya …

Ada harapan, persahabatan, masa depan …

Ada suasana multikultural, ada suasana pluralisme …

Ada suasana bahwa manusia punya “keterbatasan” dalam berusaha ….

Wuaaah, asyik, bernilai lengkap! Itulah mengapa saya dan keluarga menonton sampai dua kali, dan mungkin akan lebih dari dua kali nantinya …. toh, sekarang sudah punya filmnya yang bisa diputar di rumah. Diputar lagi, diputar …

Tetapi ……. tetapi nhi, film yang syarat dengan nilai-nilai kebaikan dan keteladanan itu, sudah kita serapkah nilai-nilainya ke dalam benak kita, hati kita dan tindakan kita keseharian? Kalau saya pribadi merasa belum ada apa-apanya, belum banyak berbuat apa-apa, belum bisa berbuat banyak …. Bagaimana dengan anda?

Apapun itu, mestinya kita harus mau berusaha dalam segala kondisi, untuk menjemput kemajuan, terutama lewat jalan pendidikan …..

Advertisements