Tags

, ,

Anda sudah membaca berita soal pemerolehan KTP Nenek Tjoa Swie Khing? Kalau belum coba anda baca dulu kisahnya berikut ini secara seksama dan munculkan persepsi pribadi anda dengan kacamata Kewarganegaraan.

Nenek Tjoa Swie Khing akhirnya lega setelah penantian panjangnya untuk memiliki kartu tanda penduduk alias KTP terwujud. Bersama 196 warga Jatim lainnya yang tidak memiliki kewarganegaraan alias stateless, Selasa, 7 April 2009, Tjoa Swie Khing menerima sertifikat dari Kanwil Dephukham Jatim. Nenek berusia 72 tahun yang tinggal di Kampung Seng itu hampir putus asa. Sebab, sepanjang hidupnya dia tidak bisa memiliki harta pribadi akibat statusnya yang tercatat sebagai WNA keturunan China. Padahal, untuk paspor China saja dia tidak pernah mengantongi. Dia tidak pernah mengunjungi negeri leluhurnya itu. “Saya ini lahir sampai tua di Surabaya,” katanya.

Akibat tidak ber-KTP, seluruh harta pribadinya diatasnamakan kerabatnya yang memiliki KTP. Bahkan, tujuh anaknya juga tidak memiliki status kewarganegaraan seperti dirinya karena suaminya juga tidak memiliki kewarganegaraan. Dulu dia pernah memiliki KTP dengan status WNA, tapi konsekuensinya dia harus memperpanjang surat tanda melaporkan diri (STMD) ke kepolisian setiap tahun.

Perasaan lega juga dirasakan Siak Sio Hwa (55) yang kemarin mengantongi surat yang sama. Kata dia, perjuangan untuk mendapatkan status WNI itu sudah diperjuangkan sejak masih sekolah 30 tahun silam. Sampai kemudian lahir UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan. Namun itupun belum membuatnya lega. “Untuk mengurus lewat perantara dimintai Rp 15 juta,” katanya. Akibat terlalu mahal, ibu ini mengurungkan niatnya mengubah status kewarganegaraan. Sampai kemudian dia bertemu aktivis Solidaritas Korban Diskirimasi (SIKaD) Biao Wan yang membantu dan mendampingi mendapatkan kewarganegaraan. Sementara itu, Kakanwil Dephukham Jatim Sihabuddin sangat mendukung upaya warga Tionghoa menjadi WNI.

bunga_kehidupan

Bunga-bunga kehidupan

Wah, tentu yang pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada Nenek Tjoa Swie Khing dan kawan-kawan atas diterimanya KTP sebagai Warga Negara Indonesia yang tinggal di Surabaya. Kebahagiaan atas diterimanya dan diakuinya sebagai WNI secara de facto dan de jure dengan bukti KTP resmi tentu akan lebih meningkatkan bakti sebagai bagian Bangsa Indonesia yang telah memiliki Hak dan Kewajiban sama dengan komponen bangsa lainnya. Meskipun kita yakini sebelumnya pun tanpa KTP Indonesia yang bersangkutan telah “menjadi” WNI dalam arti menjalani hidup dan kehidupan sebagai warganegara dengan menjalankan hak dan kewajibannya, meskipun dengan beberapa keterbatasan. Nah, dengan ber-KTP resmi, semoga sekat yang selama ini mungkin ada antara sang nenek dengan yang lainnya akan luruh dan “menyatukan” jembatan kehidupan sesungguhnya seluruh komponen bangsa Indonesia ….. inipun juga amanat dari undang-undang.

Akhirnya, sekali lagi, selamat ya Nenek Tjoa Swie Khing dan kawan-kawan sudah punya KTP Indonesia. Haiya, jadi WNI Nomor 1 ya …. bersama saya, bersama kita semua, rakyat Indonesia! Kamsiah

Advertisements