Tags

, ,

SUDAHKAH ANDA MEMPERHATIKAN BERITA INI:

Pemilu Bisa Bikin Lalu Lintas Internet macet? Bisa!

Sebelum dan sesudah perhitungan suara diprediksi akan membuat lonjakan trafik internet gila-gilaan. Bahkan hal ini dikatakan dapat menjadi isu nasional. Kok bisa?

Pasalnya, seperti dijelaskan Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), sebagian besar penyelenggara jasa internet (ISP) tidak mempunyai persiapan apa-apa menghadapi Pesta Demokrasi 2009. Alhasil, bisa-bisa lalu lintas internet di Indonesia macet. Alasannya?

Pemilu Tahun 2004:

a. Pengguna internet Indonesia baru sekitar 8 juta.

b. Saat itu hanya ada 24 partai politik.

c. Model pemilihannya belum suara terbanyak untuk caleg.

Itu saja sudah berakibat situs tnp.kpu.go.id ketika itu kebanjiran request sehingga harus upgrade bandwidth sumbangan APJII dan PT Telkom.

Pemilu Tahun 2009:

a. Jumlah pengguna internet Tanah Air sudah lebih dari angka 30 juta.

b. Sekitar 15 juta pengguna rutin online setiap hari.

c. Jumlah partai ada 38 ditambah partai lokal, dan caleg ada ribuan.

d. Ratusan tim sukses.

e. Ratusan Simpatisan.

f. Diilhami Barack Obama yang sukses menggunakan internet dalam Pilpres AS beberapa waktu lalu, kini puluhan situs partai politik, situs tim sukses, Facebook caleg dan lain sebagainya banyak bertebaran di jalur internet kita. Semuanya tentu antusias ingin memanfaatkan dan mengikuti semua berita dan perkembangan bukan hanya cuma perolehan suara.

g. Ada quick count puluhan, yang pasti lebih dulu dipublikasikan. Tentu orang penasaran untuk mencocokkan dengan hasil rekapitulasi entri IT KPU.

h. Belum lagi kalau ada ketidaksesuaian data yang simpang siur, insiden, dugaan kecurangan dan semua orang menampilkannya di blog, forum, milis, dll.

Alangkah riuh rendahnya lalu lintas internet kita sekitar 9 April 2009 nantinya. Dengan demikian, hal itu pun berpotensi mengakibatkan bottle neck yang luar biasa pada lalu lintas internet di Tanah Air. Apalagi jika ISP tidak menyadarinya. IIX (Indonesia Internet Exchange) dan OIXP (Open Inter Exchange Point) diperkirakan akan ada lonjakan trafik signifikan, tapi yang lebih rawan itu adalah trafik dari daerah ke Jakarta (IIX, OIXP dan internasional – Facebook, blog dll.) Perkiraannya, 10 hari setelah pemilu akan terus berlangsung. Mungkin pada saat pencontrengan hingga selesai week end trafik akan landai karena perkantoran libur dan ada quick count, tapi nanti begitu awal minggu, hari senin, rasanya orang akan berduyun-duyun untuk akses internet.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas internet pada, sebelum dan sesudah hari perhitungan suara, Penyedia Jasa Internet (Internet Service Provider/ISP) memang telah dihimbau untuk mempersiapkan diri untuk menyiapkan langkah antisipasi. Caranya? Tentu saja dengan menaikkan kapasitas backbone. Namun, hal itu tentu saja membutuhkan biaya dan perhitungan akurat. Karena biasanya kalau mau naik (menaikkan kapasitas) gampang, tapi turun lagi susah. Padahal lonjakan trafik ini paling hanya satu minggu atau maksimal satu bulan maksimal. Alhasil, hal ini laksana buah simalakama bagi para ISP. Mau menaikkan kapasitas dengan terpaksa harus merogoh kocek tambahan atau membiarkannya alias tak membuat persiapan dengan harapan jaringan mereka tak akan down diserbu lonjakan trafik nantinya. Namun itu semua tergantung ISP masing-masing, ada yang menambah bandwidth itu cukup satu kali klik, seperti buka keran, tapi ada juga yang sampai perlu ganti peralatan untuk menaikkan kapasitasnya. Yang jelas, akan ada biaya ekstra. Lalu siapa yang akan menanggung biaya tambahan ini? Yang jelas bukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Tentunya menjadi beban tiap ISP. Kalau mereka cuek, ya seluruh layanan bisa terganggu.

Sebuah alternatif yg baik

Sebuah alternatif yg baik

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN?

Nah, kalau dugaan situasi dan kondisi dunia internet sekitar tanggal 9 April 2009 seperti itu, lalu bagaimana kita menanggapinya? Kalau kita sebagai WNI Nomor 1 yang masih berfikir dan bertindak demi negara dan bangsa, menurut saya ada hal-hal yang dapat kita lakukan:

a. Kita puasa ngenet-lah pada sekitar tanggal 9 April 2009. Berilah kesempatan pada yang lebih perlu untuk menggunakan lalu lintas internet, biar nggak terjadi kemacetan. Biar penghelatan bangsa dan negara dalam menegakkan demokrasi dapat berjalan lancar.

b. Kita ajak teman-teman yang lain juga berfikiran sama, untuk sementara waktu puasa ngenet. Malah bagusnya turun ke lapangan/lingkungan nyata tempat TPS untuk melihat situasi nyata di arus bawah.

c. Kalau pun terpaksa butuh ngenet, ya seperlunya saja. Nggak perlu lama-lama sesuai kebutuhan saja.

d. Mengakses berita hasil contrengan pemilu atau quick count? Ikuti saja televisi, sementara waktu, toh mereka juga selalu meng-update informasinya.

e. Kita ter-rugi-kan? Nggaklah, malah dengan berbesar hati dan ikhlas (untuk tidak ngenet sementara waktu), akan memudahkan kita menikmati hasil pemilu lebih cepat, lebih baik dan proses pengumpulan suara akan lebih lancar. Itu juga sumbangan kita untuk keberhasilan pemilu, dan lebih luasnya kehidupan demokrasi di negara ini.

f. Kita juga bisa lebih berkomunikasi sosial dan bercengkerama dengan keluarga, sahabat, tetangga ataupun lingkungan secara lebih nyata ….. bahkan lebih hemat ya, sementara waktu nggak ngeluarin pulsa/duit untuk ngenet ….

Kira-kira bisa nggak ya kita jalani ini?

Atau ada yang sudah masuk kategori: “sehari nggak ngenet? apa kata dunia?”

Walah walah, nyandu dong ….

Advertisements