Tags

, ,

Twitter.com agaknya tetap tumbuh diantara popularitas dan kepentingan konsumennya dan dunia usaha. Terlihat dari pengunjung unik Twitter yang tetap naik 1382% jika mengacu pada tahun-ke-tahun pada periode waktu yang sama, yaitu dari 475,000 pengunjung unik pada February 2008 menjadi 7 juta pada February 2009, hal ini menunjukkan sebagai situs yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam kategori komunitas keanggotaan untuk bulan itu. Zimbio dan Facebook saja masing-masing hanya tumbuh 240% dan 228%. Lihat sumber datanya:

ggg

Kecil tapi tetap tumbuh?

Hanya saja para Twitterers (atau Tweeters) utamanya ternyata bukanlah remaja belasan tahun atau para mahasiswa sebagaimana yang diduga selama ini. Faktanya, kelompok terbesar pengguna Twitter berada pada rentang usia 35-49 tahun. Dengan total pengguna unik dari kelompok ini hampir 3 juta orang atau sekitar 41.7% dari seluruh pengguna Twitter. Data lainnya menunjukkan 62% pengguna situs ini datang dari perkantoran, sebaliknya yang dari rumah hanya35%.

ddd

Disukai oleh yang tua ya?

Belum jelas betul, apakah kebisaan Twitter diakses melalu HP, Mobile Web ataupun SMS merupakan faktor kesuksesan situs jaringan sosial ini. Data bulan januari menunjukkan 735,000 pengunjung uniknya mengakses melalui HP, rata-rata  pengunjungnya menyambangi sebanyak 14 kali selama sebulan, dan rata-rata waktu kunjungannya selama 7 menit.

Memang menarik melihat data perkembangan dan persaingan situs jejaring sosial. Facebook jelas sekarang dalam posisi leading dibandingkan situs jejaring sosial lainnya. Ini dapat dilihat dari jumlah penggunanya yang sangat fantastis di seluruh dunia, yang telah melampaui 100 juta orang! Tetapi sesungguhnya bagi kita lebih asyik lagi kalau mau melihat bagaimana upaya Twitter dalam “menghadapi” sang gurita Facebook:

a. Anda penguna WordPress mungkin sudah mengetahui dan merasakan, bagaimana nikmatnya sekarang bisa dengan mudah”memajangkan bahkan mengawinkan antara Twitter dan WordPress.

b. Yang lebih dahsyat lagi adalah bagaimana upaya Twitter “mendekati” stakeholder pendidikan di Inggris untuk memasukkan materi ke-Twitter-an dalam kurikulum sekolah di Inggris. Hebat khan? Jadi “ada pesan sponsor” ya di kurikulum sekolah Inggris nantinya?

Ada yang mau “mengekor” usaha gaya Twitter ini?

Advertisements