Tags

, ,

INI BERITA BARU:

Perdana Menteri Gordon Brown menegaskan, para menteri Inggris takkan memperoleh kenaikan gaji pada tahun ini sebagai wujud solidaritas terhadap jutaan warga Inggris yang bergulat menghadapi krisis ekonomi. Sebelumnya, badan yang mengatur pembayaran gaji anggota parlemen mengumumkan bahwa anggota dewan akan menerima kenaikan gaji 2,33 persen mulai April, dari 63.291 poundsterling menjadi 64.766 poundsterling (92.000 dolar AS/70.000 euro, kira-kira berapa rupiah, nhi? 1 Milyar ya ….). Namun kantor Brown menyatakan para menteri takkan mendapat keuntungan dari kenaikan tersebut, dan mengatakan, “Pada saat ini, ketika banyak keluarga dan kegiatan usaha menghadapi masa sulit secara ekonomi, penting bahwa para menteri pemerintah menjadi pelopor.”

Ealah, sesunggunghnya sudah terlalu banyak negara asing dan penguasanya memberi contoh ke negara dan bangsa kita bagaimana memunculkan kebijakan untuk menghadapi krisis global terutama bidang ekonomi. Terakhir kita lihat dari berita tersebut di atas, Pemerintah Inggris mengatualisasikan sense of crisis dengan cara “tak ada kenaikan” untuk gaji pejabatnya … padahal anggota parlemennya (setali tiga uang dengan parlemen kita ya?) tetap naik gajinya mulai April ……

Ada sisi contoh manis, ada sisi contoh yang nggak tahu diri!

Lha, Indonesia, kebetulan yang pegawai negeri mulai tanggal 1 April bisa menikmati kenaikan gaji ya … bahkan ada yang di-rapel, soalnya aturannya naik gaji mulai Januaari 2009 … baguslah itu untuk sebagian besar pegawai negeri kita yang sekarang memang masih pas-pasan terutama dalam rangka “penyesuaian” dengan harga barang-barang yang masih melambung, jangka panjangnya tentu untuk mengelaborasi perilaku pegawai ke arah Clean & Good Government, meski tampaknya masih utopis … jujurlah friend, sampai detik ini masih banyak perilaku pungli berkeliaran di sekitar pegawai-pegawai negeri kita …. kalau ada yang membantah tentang hal ini, berarti ya itulah wujud watak aslinya manusia, munafik! Wong KPK saja masih punya banyak kerjaan … iya toh? Kalau KPK-nya sudah nganggur (bukan karena males lho, tetapi memang nggak bisa-bisa menemukan kasus lagi) itu baru diakui telah muncul CGG di Indonesia.

Saya sesungguhnya menulis ini untuk melihat kemungkinan sense of crisis yang ada di Inggris itu bisa menular nggak ya di negeri kita? Kok rasanya susah berharap, pejabat kelas atas kita kira-kira masih punya nurani sense of crisis nggak ya? Karena saya punya temen kok sebagian besar penampilannya ya begitu-begitu juga , malah cenderung punya crisis of sense …..

Masih ada yang bisa diharapkan? Kalau yang di parlemen ya sudahlah, begitu-begitu pula ….  kalau nanti hasil Pemilu 2009 menunjukkan perubahan signifikan, okelah, baru kita bisa katakan:

INI BERITA BARU

Advertisements