Tags

, ,

Ini baru namanya teknologi yang bermata baik, karena dapat digunakan untuk menangkap orang yang (mau) berbuat nggak baik. Apakah teknologi yang saya maksud? Ya, teknologi informasi yang diterapkan Google.

Mau selingkuh? Eh, mau tahu? Berpikirlah beribu-ribu kali kalau mau selingkuh, karena seperti kita ketahui sekarang ini (meski di Indonesia belum diterapkan layanan ini) Google telah menyajikan layanan Street View mulai 20 Maret 2009 (di Inggris) yang memungkinkan pengguna memantau “pergerakan” apa-apa yang terjadi di jalanan. Siapa tahu diri anda saat berjalan bergandengan dengan “siapa” begitu atau mobil anda saat parkir di “tempat” apa begitu ketangkap kamera-nya Google …. bisa berbahaya nasib kehidupan anda nantinya. Di Inggris layanan Google ini sudah mampu menelusuri jalanan di 25 kota dan bisa mencover sudut putar pengambilan gambar 360 derajat.

Ada contoh?

a. Baca saja kasus terbaru tentang seorang istri di Inggris yang melayangkan gugatan cerai setelah menyaksikan mobil suaminya parkir di luar rumah wanita idaman lain (WIL) melalui layanan Street View di Google, yang diekspose theSUN . Si istri melihat mobil Range Rover milik suaminya ketika browsing Street View dan mengamati rumah teman wanitanya. Padahal, sang suami sebelumnya pamit untuk urusan bisnis.

b. Layanan ini sebelumnya juga menampakkan gambar seorang pria tengah keluar dari toko seks.

c. Seorang pekerja pemerintah juga termuat sedang merokok di area larangan merokok.

Asyik khan ada detektif JohnPantau gaya Google …. apakah anda tahu ada perselingkuhan? hubungi nomor telp: 0207 782 4104, dan email exclusive@the-sun. co.uk He he he … ini betulan, cuma kalau memang kejadiannya di Ingris lho …. di Indonesia? Telp saja pembuat acara sejenis reality show untuk hal-hal begini, yang sekarang di teve-teve kita lagi membanjir, pihak ketiga, pihak keempat, atau lainnya …… cuma yang di teve itu nuansanya dijadikan tontonan, artinya cari duit dari kasus orang, bukan untuk dijadikan tuntunan!

Layanan Street View Google memang telah memicu protes banyak pihak karena dianggap memasuki privasi orang, tetapi kalau layanan ini mengusung nilai-nilai kebaikan, moralitas dan preventif terhadap kejahatan, mengapa ya kok diprotes? Juga kalau anda (atau kita-lah) baik-baik saja dalam berkehidupan ini mengapa takut Street View punya Google ya? Nyantai saja ….

Cuma pertanyaannya, kapan ya layanan ini nyampai di Indonesia, di Yogyakarta pula …. Asyik khan bisa “meneropong” jalanan sekitar tempat pariwisata, macam Parangtritis dan Kaliurang, atau di spot-spot tertentu di dalam kota Yogyakarta ….. kira-kira: eh, eh, lha itu, itu mobil siapa ya, motor siapa ya, lho lho si itu kok jalan-jalan sama siapa itu, eh eh kok mampir kesitu ….. wuah asyik pol deh.

Anda termasuk yang takut layanan Street View-nya Google masuk di Indonesia? Jelaslah bagaimana pribadi anda sebenarnya!

Advertisements