Tags

, ,

Saya kemarin, hari Minggu, 30 Maret 2009, petang hari, sekilas sempat membaca running text atau news ticker TvOne yang mengabarkan tentang kondisi kesulitan air di Lamongan, Jawa Timur. Saya melihat kata-kata yang tertulis disitu:

“…… kecamatan di Lamongan rawan air bersih”.

Saya bukan ahli bahasa, ataupun sarjana bahasa, saya hanyalah orang awam yang merasa bingung dan agak sulit memahami pemakaian kata “rawan” di dalam kalimat news ticker itu. Sebab sepemahaman saya kata itu memiliki makna yang konotasinya cenderung negatif/buruk, sehingga substansi yang terkandung di dalam kata tersebut bisa dianggap  mengarah ke keadaan “membahayakan”. Lihatlah beberapa contoh pemakaian kata “rawan” berikut ini:

a. Tikungan jalan raya itu rawan kecelakaan –> maknanya: rawan adanya/terjadinya kecelakaan.

b. Karena keadaan sekitar gedung itu sering sepi tentu rawan kejahatan –> maknanya: rawan munculnya tindak kejahatan.

c. Seminggu setelah terjadinya musibah Situ Gintung para pengungsi rawan penyakit kulit –> maknanya: rawan tersebarnya penyakit kulit.

Begitulah saya memahami kata “rawan”. Jadi kalau ada susunan kata “rawan air bersih” apa maknanya: rawan adanya/terjadinya air bersih? Hi hi hi … kok jadi lucu?

Mungkin anda lebih tahu dari saya, kata “rawan” anda memahaminya bagaimana? Mari berbagi pengetahuan kebahasaan, agar kita semakin lama semakin ke depan, semakin bisa berbahasa (Indonesia) baik dan benar.

Advertisements