Tags

, ,

Jadi orang punya banyak kemampuan pasti banyak yang memperebutkan. Enak sekali. Jangankan diperebutkan tingkat antar manusia, kelompok, bisa jadi malah tingkat negara. Dan tentu tidak perlu susah-susah cari kerjaan, lamar sana-sini, atau usaha tak tentu arah ……. Ada contoh?

Negara Italia dan Brazil adalah sebuah fakta yang memperebutkan seorang pemain bola. Adalah Amauri, pemain bola yang sekarang lagi merumput di Juventus yang jadi incaran “kewarganegaraannya”. Seperti diketahui Amauri ini orang Brazil. Permintaan Amauri menjadi warga Negeri Pizza agaknya bakal segera terwujud setelah istrinya disahkan sebagai warga negara tersebut. Amauri sampai saat ini masih menjadi rebutan antara Brasil dan Italia. Striker Juventus tersebut sebetulnya pernah dipanggil pelatih Brasil, Carlos Dunga, jelang duel persahabatan lawan “Gli Azzuri” beberapa waktu lalu, tetapi, Juve menolak melepasnya. Jika Amauri bisa memiliki paspor Italia, ia masih bisa bergabung dengan tim nasional negara tersebut. Saat ini, ia masih menunggu proses migrasi kewarganegaraan itu selesai.

Istri Amauri, Cynthia, pernah mengumumkan akan memegang paspor Italia dalam waktu dekat. Paspor sang istri tersebut akan mempermudah Amauri menjadi warga negara Italia karena dia akan mendapatkan hak yang sama dengan istrinya. Untuk menjadi warga negara Italia itu, Amauri harus menunggu waktu enam bulan. Jeda waktu ini masih bisa dimanfaatkan Brasil untuk memanggil kembali mantan pemain Palermo itu. Jika Brasil tak memanggilnya musim panas nanti, bisa jadi pelatih Italia Marcello Lippi akan merebut dan membawanya ke turnamen Piala Konfederasi, dan mewakili Italia.

Wah, begitulah kalau ada seorang warganegara yang punya kemampuan (apapun, olahraga sepakbola, tinju, bulutangkis, ilumuwan, teknologi ….) pasti banyak yang memperebutkan …. bahkan tingkat antar negara. Anda ingin juga? Ya, semestinya begitu, karena sekarang jaman “adu kualitas SDM”, kalau nggak punya kemampuaan apa-apa ya hilang …. emang siapa yang mau ngajak, siapa yang mau narik, siapa yang mau memasukkan “kewarganegaraan” ke negaranya, karena apa? Wong tidak ada yang bisa diharapkan ….. bahkan sebagai kebanggaan negara juga tidak ada!

Lagipula diingat, dalam konteks Indonesia, SDM kita terukur oleh HDI masih rendah banget ……… ayo “meningkatkan kualitas diri masing-masing”!

Eh, kembali ke pemain Juventus itu, Amauri, apapun kewarganegaraan yang dia punyai nantinya (sekarang sih masih Brazil), sepertinya “tergantung diri pribadinya sendiri”, mau memutuskan masuk Italia atau Brazil … di hatinya pasti ada gejolak, antara profesionalisme, nasionalisme, kebanggaan, potensi dan harga diri! Ini juga pelajaran bagi negara-negara di dunia, seperti Indonesia kita juga, bagaimana negara menghargai juga warganegaranya yang berprestasi/profesional secara proporsional, sebelum direkrut oleh negara lain, karena jaman sekarang pola aksi-interaksi hubungan antara warganegara dan negara dinamis sekali, seringkali ditingkahi juga dengan pendekatan materialistik, tidak sekadar kebanggaan an sich! Ingat khan, alumni-alumni kaum profesional PT. DI (Dulu IPTN, dulunya lagi Nurtanio), kemana saja mereka, hayo?

Harapan saya, tetaplah jadi WNI, sahabat, meskipun anda punya kemampuan hebat, profesional dan ahli suatu hal, melanglang buanan kemanapun, hidup dimanapun, cintailah tanah dimana kita dilahirkan, cintailah air dimana kita meminumnya setiap hari sejak lahir ….. INDONESIA NEVER DIE.

Advertisements