Tags

, ,

Pentingnya pendidikan kewarganegaraan menurut saya adalah bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat membentuk pribadi seseorang menjadi pribadi yang berpengetahuan luas dan cinta tanah air. Selain itu pendidikan kewaganegaraan juga dapat mempersiapkan seorang generasi muda penerus bangsa menjadi seorang warga negara yang baik dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus dipahami bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan negara dan bangsa.

Sebagaimana yang telah diketahui selama ini, bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara bukanlah hal yang diwariskan namun hal yang yang harus dialami dan dipelajari, oleh karena itu pendidikan kewaranegaraan sangatlah penting. Pendidikan kewarganegaraan seharusnya menjadi perhatian utama sebagai salah satu cara untuk mengembangkan warga negara yang bertanggung jawab, terdidik, dan efektif. Sebuah negara akan menjadi baik apabila warga negaranya memiliki pengetahuan luas, kemampuan yang memadai dan karakter yang dibutuhkan. Tanpa adanya warga negara yang berpendidikan, maka tidak akan terwujud masyarakat yang bebas dan terbuka.

Pendidikan kewarganegaraan sendiri termasuk dalam salah satu cabang pendidikan disiplin ilmu pengetahuan. Pendidikan kewarganegaraan telah diputuskan menjadi bahan kajian wajib kurikulum semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan dalam arti luas berguna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menumbuhkan kesadaran hak dan kewajiban warga negara. Dengan begitu pendidikan kewarganegaraan dapat membentuk moral dan jati diri bangsa.

Pentingnya pendidikan kewarganegaran dalam kehidupan sehari-hari telah dibuktikan dengan beberapa pernyataan diatas, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita sebagai mahasiswa, calon penerus bangsa akan menyikapi pendidikan formal yang telah diberikan kepada kita tersebut agar menjadi berguna untuk kelangsungan bangsa dan negara di masa depan. Pendidikan yang kita dapatkan di bangku kuliah jangan hanya dijadikan sebagai hiasan saja tetapi juga harus diaplikasikan dalam setiap perbuatan dan sikap yang kita lakukan sehari-hari, sehingga apapun yang kita lakukan akan berdasarkan pada aturan-aturan dan norma yang berlaku di kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.

Bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai mahasiswa untuk mengaplikasikan pendidikan kewarganegaraan yang telah kita dapatkan di bangku kuliah, sehingga pendidikan tersebut tidak menjadi sebuah hal yang sia-sia. Kita perlu memulai dengan hal-hal yang kecil dahulu yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Misalkan saja, dengan menaati dan mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan oleh negara. Tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dengan hal-hal kecil yang kita lakukan tersebut maka kita secara tidak langsung sudah ikut berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan juga penting dalam membentuk seorang mahasiswa yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini. Salah satu maksud atau tujuan dari pendidikan kewarganegaraan sendiri adalah memberikan pembelajaran atau pengetahuan awal tentang berbagai posisi pejabat negara, dan juga memberikan pembelajaran agar mahasiswa dapat menyelesaikan berbagai permasalahan, baik permasalahan lokal maupun permasalahan nasional.

Dalam kenyataannya, melihat realitas sosial-politik yang terjadi sekarang ini, agenda negara dalam memberikan pendidikan kewarganegaraan itu dapat dikatakan mengalami kegagalan. Tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku juga masih banyak terjadi di berbagai kesempatan. Misalnya saja masih ada beberapa orang/golongan yang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan. Dalam kalangan pelajar dan mahasiswa pun hal seperti itu masih sering terjadi, seperti tawuran antar pelajar ataupun bentrok antara aparat dan mahasiswa.

Mempertimbangkan peran mahasiswa sebagai penggerak utama demokrasi dan reformasi di Indonesia di masa kini dan mendatang, maka mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat mendesak dan penting untuk diberikan pada mahasiswa. Yang sekarang harus lebih dipikirkan adalah mencari bentuk pendidikan kewarganegaraan yang lebih cocok untuk pendidikan non formal, yang diharapkan benar-benar dapat meningkatkan kedewasaan seluruh warga negara yang mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan cita-cita, prinsip dan nilai demokrasi yang ada di Indonesia. Usaha untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk lebih mempelajari pendidikan kewarganegaraan salah satunya dapat dilakukan dengan cara pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.

Menurut Jhon Dewey, salah satu tokoh pendekatan belajar ini, pendekatan pembelajaran yang terpusat pada mahasiswa dapat memusatkan perhatian pada kemampuan analisis mahasiswa terhadap pengetahuan dan pemahaman yang mereka miliki. Pandangan bahwa dosen sebagai satu-satunya sumber pengetahuan harus segera ditinggalkan. Pemahaman ini harus segera diubah melalui pembelajaran yang demokratis dimana dosen hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator dalam kelas. Berdasarkan pada pendekatan pembelajaran di atas, pengembangan pendidikan kewarganegaraan di tingkat mendatang diharapkan mampu menjadikan kampus sebagai rahim bagi lahirnya civic cultur dan persemaian masyarakat beradab. Semangat ini harus dimiliki oleh semua pihak, khususnya mahasiswa sebagai tonggak utama penerus bangsa yang akan menentukan nasib dan masa depan bangsa ini.

Salah satu cita-cita nasional bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Cita-cita tersebut berarti sangat luas, tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual. Mencerdaskan kehidupan bangsa meliputi kehidupan dalam bidang pemerintahan, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dapat dibentuk melalui adanya pendidikan kewarganegaraan sejak dini. Hal-hal seperti ini sangat diperlukan mengingat dinamika kehidupan sekarang ini yang semakin terpengaruh oleh era globalisasi, sehingga persaingan antar negara dan bangsa menjadi semakin terbuka. Di tengah-tengah persaingan antar negara yang semakin terbuka ini, diperlukan warga negara yang memiliki kemampuan yang memadai untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada, termasuk ancaman-ancaman transnasional baik langsung maupun tidak langsung.

Pendidikan kewarganegaraan dalam arti sempit bukanlah sebagai suatu mata kuliah saja, tetapi adalah upaya sadar terhadap warga negara agar kedudukan dan sikapnya berlandaskan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang dijiwai oleh jati diri dan moral bangsa, sehingga menjadi kekuatan untuk mewujudkan tujuan nasional dan mampu menghadapi segala macam ancaman dan tantangan yang terjadi di negara ini. Sistem pendidikan kewarganegaraan yang dirasa sangat penting diajarkan sejak dini ini, diwujudkan pemerintah dengan cara mewajibkan pendidikan kewarganegaraan di setiap jenjang pendidikan. Dari semua argumen dan beberapa pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat pentig untuk kelangsungan bangsa dan negara di masa kini dan masa yang akan datang. [Ditulis oleh:Tissia Ayu Algary / 08/269938/PA/12137 Prodi Geofisika –> 90]

Advertisements