Tags

, ,

Menurut saya, pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting karena setiap warga negara haruslah bertindak sebagaimana mestinya warga negara yang baik. Kebanyakan dari warga negara Indonesia sekarang ini kurang mengetahui atau bahkan tidak mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Padahal, untuk dapat dikatakan sebagai warga negara yang baik, seseorang harus melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara.

Sekarang ini, banyak sekali orang-orang melakukan demo, khususnya mahasiswa. Tetapi, tidak sedikit juga dalam demo tersebut yang bersifat merusak. Mereka hanya mengedepankan emosi sesaat mereka. Melihat tindakan mereka yang merusak maka dapat dipastikan bahwa mereka belum mengetahui bagaimana caranya menjadi warga negara yang baik. Sebenarnya demo diperbolehkan, asalkan tidak bersifat merusak seperti yang sering kita lihat akhir-akhir ini.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan pengembangan kepribadian, tidak hanya dari warga negara untuk negaranya, tetapi juga kepada sesama warga negara. Tentunya dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari orang lain yang pada dasarnya merupakan warga negara juga.

Pendidikan kewarganegaraan mendidik kita agar menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila. Kita dihadapkan pada kehidupan bermasyarakat, di dalamnya kita harus bisa berperan aktif dan bersikap santun dan bertanggung jawab.

Kita harus bisa menempatkan diri sebagai warga negara yang baik. Misalnya, kita bertingkah laku seperti layaknya masyarakat Indonesia, membela tanah air (bela negara). Di sekitar kita banyak sekali warga negara Indonesia yang bertingkah laku atau bergaya hidup kebarat-baratan. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya berbeda dengan budaya barat. Indonesia sebenarnya memiliki budaya yang nilai santunnya sangat tinggi. Antara warga yang satu dengan yang lainnya saling menjunjung tinggi rasa hormatnya. Nilai santun yang begitu kental mungkin masih terasa di daerah pedesaan. Umumnya masyarakat desa menjaga budaya-budayanya dengan baik. Tidak seperti masyarakat kota yang pada umumnya sudah bersikap individualis, namun tidak semuanya orang-orang yang hidup di kota bersikap demikian.

Dalam pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan, sepertinya tidak mencerminkan bahwa pendidikan kewarganegaraan itu sebenarnya sangatlah penting. Para siswa (mahasiswa) merasa bahwa pendidikan kewarganegaraan itu tidak penting bagi mereka karena menurut mereka pendidikan kewarganegaraan tidak meningkatkan akademik mereka. Meskipun mereka mengikuti pendidikan kewarganegaraan, mereka mengikutinya hanya untuk selingan belaka.

Dalam pendidikan kewarganegaraan banyak sekali materi yang diajarkan. Misalnya bela negara, hak dan kewajiban warga negara, hak azasi manusia, demokrasi, dan masih banyak yang lainnya. Apabila kita tidak mengikuti pendidikan kewarganegaraan tersebut, tentunya kita tidak akan mengetahui hal-hal tersebut di atas. Apalagi kalau masalah hak. Tentu semua orang menginginkan semua haknya terpenuhi. Tetapi jangan sampai kita meminta hak yang bukan menjadi hak kita. Misalnya berjualan di trotoar tanpa izin. Tempat tersebut sudah jelas bukanlah hak kita untuk berjualan di tempat tersebut. Trotoar merupakan tempat untuk pejalan kaki dimana mereka memakai hak mereka untuk berjalan di trotoar, bukannya tempat untuk berjualan. Dengan memakainya sebagai tempat berdagang maka para pedagang telah merampas hak para pejalan kaki untuk menggunakan trotoar sebagai tempat berjalan.

Pengertian bela negara dalam pendidikan kewarganegaraan sangatlah luas. Kita jangan hanya mengartikan pelaksanaan bela negara itu kita harus berperang. Memang salah satu dari wujud bela negara adalah mengabdikan diri kita kepada negara untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara kita. Masih banyak hal lain yang dapat dikatakan sebagai wujud pelaksanaan bela negara. Misalnya, kita mencintai dan memakai produk dalam negeri. Orang selalu menganggap bahwa produk luar negeri memiliki kualitas yang tinggi dan mereka bangga apabila dapat menggunakan produk luar negeri apalagi jika produk tersebut adalah produk yang ternama. Dengan keadaan seperti ini, nantinya apabila pasar bebas sudah masuk ke Indonesia, maka produk dalam negeri akan tersingkir atau tidak kuat bersaing dengan produk luar negeri padahal penjualannya masih dalam negara itu sendiri. Memang kalau dilihat dari segi kualitas, produk dalam negeri kita masih kalah dibandingkan dengan produk luar negeri. Namun apa salahnya kita bangga dengan produk dalam negeri sendiri, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan produk dalam negeri tersebut.

Dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harusnya berperan aktif dan positif. Semua tindakan kita kepada negara harusnya yang bersifat membangun. Dengan belajar yang rajin dan tekun menurut saya merupakan peran aktif kita sebagai warga negara. Dengan belajar dengan rajin dan tekun kita berharap bahwa kita akan berhasil di waktu yang akan datang. Setelah kita berhasil maka kita dapat membangun atau membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Dalam meminta hak-hak kita sebagai warga negara, kita seharusnya melihat kondisi negara tersebut, apakah negara tersebut sudah bisa melakukan kewajibannya untuk menyediakan hak-hak yang kita butuhkan. Warga negara Indonesia sendiri masih ada yang kurang berpartisipasi dalam melaksanakan kewajibannya. Pemerintah sudah menetapkan wajib belajar. Namun masih saja ada orang tua yang menganggap bahwa sekolah itu tidaklah penting. Malah kadang-kadang ada orang tua yang menyuruh anaknya yang masih kecil untuk ikut bekerja mencari uang. Sebenarnya orang tua tersebut merampas hak anak tersebut untuk menikmati pendidikan yang telah disediakan oleh pemerintah. Anak-anak seharusnya menikmati usia mereka yang masih tergolong anak-anak untuk belajar, bermain bersama teman-teman, membantu orang tua sesuai kemampuannya, dan lain-lain.

Jadi, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka saya menganggap bahwa pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting bagi semua warga negara. Dalam pendidikan kewarganegaraan tersebut terkandung nilai-nilai positif yang dapat membawa setiap warga negara untuk mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sebagaimana mestinya. [Ditulis oleh: Yuninggar D. N.08/269644/PA/12013 –> 90]

Advertisements