Tags

, ,

Supaya jelas KAPABILITAS pribadinya, dan KEBIJAKAN-KEBIJAKAN yang akan diambil/ditentukan kalau terpilih jadi PRESIDEN RI, saya mengusulkan ada 5 kali debat antar capres. Sepenuhnya debat antar capres, tanpa pengurus parpolnya, tanpa tim suksesnya. Biarlah para capres HEAD TO HEAD soal ide, gagasan dan cara membangun bangsa ini biar jadi bangsa yang maju dan unggul di dunia. Kalau ada yang nggak setuju usul ini patut dipertanyakan integritas pribadi dan kebangsaannya? Mengapa?

1. Presiden itu pemimpin tertinggi suatu bangsa dan negara. Yang menentukan masa depan bangsa. Kalau presidennya nggak punya kapabilitas, bagaimana? Kalau kebijakan-kebijakannya ngawur bagaimana? Rusaklah bangsa dan negara ini. Darimana tahu kapabilitas dan (rencana) kebijakan capres? Ya, salah satunya dari acara debat itu, yang real time, apa adanya, dan spontan. Masak kita mau beli kucing dalam karung …. Anda masih tidak setuju dengn usul ini? Pasti anda (atau capres yang anda dukung) takut kalah ya ….

2. Saya usul lima kali debatnya, dengan harapan agar cukup mewakili banyak materi yang diperdebatkan, banyak kota yang bisa dipilih sebagai tempat/situasi debat, dengan jumlah debat sebanyak itu biar cukup signifikan bagi rakyat menyimpulkannya. Soal teknisnya ya terserah KPU-lah. Saya usul materi dan tempat berdebat antar Capres, sebagai berikut:

a. Debat I: Kota Makassar, Materi: Pembangunan Ekonomi.

b. Debat II: Kota Denpasar, Materi: Pembangunan Ideologi, Sosial Budaya & Politik.

c. Debat III: Kota Surabaya, Materi: Hankam.

d. Debat IV: Kota Medan, Materi: Diplomasi Internasional.

e. Debat V: Kota Jakarta, Materi: Kapita Selekta dari materi-materi pada acara debat sebelumnya.

Kota-kota lain atau materi-materi debat lain yang menurut anda pantas ditampilkan, ya nggak masalah dibahas lebih lanjut, toh ini baru sebatas usulan …..

3. Kalau lima kali debat itu dapat dilakukan, hebatlah demokrasi dan pemimpin kita. Biar nggak hanya kampanye kelas jalanan saja …. Oh ya, sebaiknya seluruh stasiun televisi negeri/ataupun swasta diusahakan/diminta partisipasinya untuk memancarkan acara debat tersebut secara real time/langsung. Saya yakin KPU mampu mengelolanya …. biaya? Ach, saya yakin banyak sponsor yang mau memasang iklan, karena acara tersebut dilihat berjuta-juta pasang mata di seluruh antero Indonesia, dan tentu tarip iklannya bisa diatur/dibicarakan antara KPU, biro iklan, dan stasiun TV yang menyiarkan acara debat. Polanya mungkin KPU membeli “jam tayang” ke stasiun-stasiun TV itu. Biaya dari anggaran Pemilu dan sposor acara debat. Pelaksana sebaiknya gabungan antara pihak rumah produksi, biro iklan, stasiun-stasiun TV dan tentu saja KPU.

Mari kita tunggu usul ini, terealisir nggak ya …

Advertisements