Tags

, ,

Saya sudah menulis Cara 1 menguliti parpol/capres: Apakah selaras antara visi & misi parpol/capres dengan Alinea 4 Pembukaan UUD 1945?

Saya melihat perlu ada lagi KEIDEALAN lanjutannya, yaitu Cara 2. Apakah itu? Lihat tokohnya, Caleg/Capres/Pengurus parpolnya.  Yang dilihat dan dicermati apanya ya? Oh, mudah sekali, kalau ingin Indonesia maju dengan pemimpin yang kuat dan bermartabat lihatlah kualitas tokoh-tokoh yang maju dan ingin memimpin dari 3 hal, Pemahaman Identitas Nasionalnya, Integritas Nasionalnya dan Kredibilitas Nasional dan Internasionalnya.

Apalagi ini?

Identitas Nasional yang diusung dan dijalankan harus berkarakter Indonesia. Begitupun dalam mengelola seni berdemokrasi di Indonesia, nggak boleh mengekor apa adanya dari Barat ataupun Timur Tengah. Ini Indonesia. Identitas Nasional dari mulai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pluralisme nggak boleh diabaikan begitu saja, dalam kampanye ataupun kebijakan nyata. Tokoh-tokoh itu (Caleg/Capres/Pengurus parpol) memahami 100%  hal ini? Telusurilah ….

Integritas Nasional, bisa dilihat khan? “Demi Indonesia” dan “Demi Rakyat” yang diusung dan didengung-dengungkan dalam kampanye serta diurai dalam agenda parpol/pribadinya, betulkah sudah sejak lama, konsisten dilakukan atau hanya “kecap saja” sekadar pemanis untuk melariskan jualannya? Bagaimana dulu-dulu sebelum tampil di panggung Pemilu, ketahuan kok … apa yang sudah dilakukan. Nggak mungkinlah tiba-tiba dalam waktu singkat bisa berubah dan merubah setting berfikirnya, dan kelakuannya, pasti KAMUFLASE. Belum lagi kalau melihat integritas diri pribadi dan keluarganya, ach mana bisa dipercaya tokoh-tokoh itu? Mana ada negara, dan bangsa bisa maju kalau dipimpin tokoh yang hanya punya karismatik belaka, tapi inner pribadinya bobrok (terus dikemas seperti berlian yang kemilau…biar banyak orang tertipu, seolah-olah punya inner beauty). Apalagi yang keluarganya sama sekali nggak bisa dijadikan teladan bagi keluarga-keluarga Indonesia …. Apakah anda mau termasuk ORANG YANG KETIPU? Inner Beauty apa ya? 3B katanya: Brain, Behaviour & Body. Betul ya? Apa perlu jadi 4b, ditambah: Belonging …. Indonesia.

Kredibilitas Nasional dan Internasional itu penting saudara. Kalau tokoh-tokoh yang mejeng nggak punya standar kredibilitas tinggi secara nasional dan internasional, apa yang dapat diharapkan? Negara dan bangsa kita ntar banyak “diketawain” dan “diremehkan” bangsa lain ….  Mengangkat derajat dan rasa bangga rakyat Indonesia? Omong kosong. Kredibilitas diri pribadinya saja rendah, bagaimana mungkin bisa mengentaskan bangsa Indonesia dengan kredibilitas yang baik? Diajak mikir saja susah, diajak debat saja susah, diajak cari solusi apalagi, sudah nggak jamannya lagi model kepemimpinan karismatik tanpa kredibilitas.  Nggak jamannya lagi kepempinan paternalistik, rakyat/akar rumput ngikut saja apapun yang dikatakan pemimpin, apapaun yang dilakukan pemimpin, entah salah entah bener, wah kalau sudah begini diteruskan, hancur negara bangsa ini … Kita ini hidup di negara besar saudara, plural dan multikultural, jangan main-main memilih tokoh yang mau dijadikan pemimpin bangsa dan negara ini, apakah itu caleg maupun capres.  Sekali saja dalam Pemilu salah pilih, kita menderita awalnya cuma 5 tahun, tapi eksesnya bisa bertahun-tahun …. WASPADALAH!

Sekadar pembanding, lihatlah kriteria versi lain, yang dimunculkan dari Lemhanas …………….

Kalau menurut Versi Lemhanas kriteria Presiden Ideal, sebagaimana disampaikan Gubernur Lemhanas dalam konferensi pers “Prediksi Kerawanan Sosial Menjelang, Selama, dan Pascapemilu 2009” di Ruang Nusantara, Gedung Lemhanas, 24 Maret 2009:

a. Memiliki integritas yang tinggi dan berasal dari keluarga yang baik-baik.

b. Memiliki kriteria moralitas sosial; mereka harus profesional dan mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi.

c. Memiliki moralitas institusional; tidak pernah mencederai negara kesatuan, UUD 1945, Pancasila, dan menghargai pluralisme.

d. Memiliki moralitas global, artinya harus punya wacana global; karena Indonesia menjadi bagian dari dunia internasional.

Dikatakan kriteria untuk Presiden, tetapi dalam penjelasannya, Gubernur Lemhanas menyatakan kriteria ini juga dapat digunakan untuk “menguliti” Caleg-Caleg yang sekarang lagi bergentayangan … di sekitar anda!

Waspadalah!

Advertisements