Tags

, ,

Ketika bertemu teman lama, muncul sebuah pertanyaan kepada saya, dimana kota tempat saya berlabuh sekarang dan nantinya? Nggak perlu pertimbangan lama-lama saya menjawab: Yogyakarta. Banyak alasan mengapa saya mengambil keputusan ini. Yang jelas dari semua sisi kehidupan kalau di-compare-kan untuk semua kota di Indonesia, menurut saya secara total Yogyakarta muncul sebagai alternatif pilihan nomor 1. Apakah karena saya orang Yogyakarta? Oh, bukan. Saya lahir dan sekolah sampai SMA dengan menghirup oksigen Surabaya. Baru menginjak bangku kuliah mulai menyerap hawa ngayogyakarta hadiningrat, dan sekarang sudah jatuh cinta, makanya menetaplah di Yogyakarta ….

Saya tahu ada hasil Survai Biaya Hidup 2008 yang dilakukan Mercer Indonesia, dan dipublikasikan, 29 Agustus 2008. Survainya dilakukan secara serentak di 26 kota utama di seluruh Indonesia selama Juli 2008, atau dua bulan setelah kebijakan kenaikan harga BBM. Dan ternyata apakah hasil survai ini menempatkan Yogyakarta sebagai kota termurah? Tidak juga. Wong urutan biaya hidup di kota-kota yang disurvai itu (dari yang termahal ke termurah) bisa dilihat (termasuk indeksnya) sebagai berikut:

1. Balikpapan 107 ; 2. Jakarta 100 ; 3. Bekasi 94 ; 4. Samarinda 94 ; 5. Bogor 92 ; 6. Jayapura 91 ; 7. Pekanbaru 90 ;

8. Bandung 89 ; 9. Batam 89 ; 10. Medan 89 ; 11. Padang 88 ; 12. Manado 88 ; 13. Semarang 86 ; 14. Palembang 85 ;

15. Banjarmasin 85 ; 16. Pontianak 84 ; 17. Tangerang 84 ; 18. Cilegon 84 ; 19. Makassar 84 ; 20. Jogjakarta 84 ;

21. Surabaya 83 ; 22. Jambi 81 ; 23. Cirebon 81 ; 24. Denpasar 80 ; 25. Bandar Lampung 75 ; 26. Mataram 75

Nah, terlihat khan, biaya hidup di Yogyakarta tidak termurah, bahkan lebih mahal dari kota Surabaya. Dari 26 kota yang disurvai itu, alhamdulillah saya sudah mengunjungi dan pernah tinggal di 18 kota, ada yang cuma 2 hari, ada yang seminggu, ada yang 1 bulan, ada yang tahunan juga. Setidaknya saya bisa merasakan keadaan kota-kota itu, dari yang termahal, sedang, maupun yang termurah. Saya tetap memilih tinggal di Yogyakarta.

Apakah karena Yogyakarta kota pendidikan, sedangkan saya hidup dan menggeluti dunia pendidikan (militer) terus saya klop tinggal di Yogyakarta? Nggak juga.

Ada suatu misteri yang indah, mengapa saya memilih Yogyakarta sebagai tempat menambatkan kehidupan ……  kapan-kapan bisa ditulis di blog ini secara lebih detil.

Advertisements