Tags

, ,

Hasil riset yang dilakukan bersama antara TNS Indonesia dan Yahoo! Indonesia, sebagaimana terungkap dalam acara konferensi pers yang digelar di Le Meridien Hotel, Jakarta, 20 Maret 2009 ternyata menunjukkan bahwa kalangan remaja usia antara 15 sampai 19 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia. Disebutkan pula bahwa, dalam satu bulan terakhir, 1 dari 3 penduduk perkotaan di Indonesia mengakses internet.

Data ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut, karena dari seluruh pengakses internet di Indonesia disebutkan didominasi oleh pengguna remaja. Remaja usia 15-19 tahun disebut mencakup 64 persen dari pengguna internet di Indonesia. Jika kelompok pengguna remaja disebutkan sebagai pengguna terbesar, sementara generasi muda kita harapkan sebagai agen perubahan ya berarti sudah klop. Tinggal bagaimana mengisi/menyarankan content-content website/weblog populer yang banyak diakses remaja dengan nilai-nilai dan materi yang berkualitas, berdaya guna serta memberi modal positif untuk kiprah mereka ke depannya. Serta bagaimana mengajak para remaja untuk memanfaatkan internet secara sehat. Kalau ini bisa dikembangkan kita dapat berharap internet dapat lebih mempercepat efek positif kegunaan teknologi informasi bagi pembangunan di negara ini.

Apa yang dilakukan pengguna internet saat online? Survai mengatakan dominasi penggunaan layanan online adalah e-mail (59%), instant messaging (59%) dan social networking (58%). Selain itu, pengguna internet sering menggunakan search engine (56%), mengakses berita online (47%), menulis blog (36%) serta memainkan game online (35%). Wah, jaringan pertemanan sosial rupanya telah merasuk juga ke user remaja Indonesia, buktinya FB makin polupler saja. Sisi lainnya, Yahoo membantu meningkatkan kesadaran akan adanya peluang iklan online di Indonesia. Juga, memungkinkan perusahaan untuk terhubung dengan lebih baik ke lebih banyak pelanggan.

Survai ini mengambil data dari responden, 2.000 orang penduduk Indonesia untuk General Media Survey. Sedangkan melalui Internet Media Survey dilakukan terhadap 1.021 orang. Data yang digunakan hasil pengumpulan sampai akhir Desember 2008. Sampel survai diambil dari wilayah Jakarta, Botabek, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang dan Makassar.

Dengan adanya hasil survai ini tentu bisa digunakan sebagai salah satu bahan dalam pengambilan kebijakan oleh Stakeholder penginternetan soal pengguna dan penggunaan teknologi informasi, khususnya internet. Kita ambil positifnya bahwa remaja/generasi muda kita intinya sudah akrab dengan teknologi informasi, terkhusus internet, sehingga tinggal bagaimana memberikan “pendidikan” yang tepat dalam penggunaan internet untuk hal-hal yang positif dan produktif, serta perlu juga sosialisasi undang-undang dan aturan-aturan terkait teknologi informasi (internet) agar setidaknya mereka tahu batasan-batasan, etika, serta efek kalau penggunaannya nggak bener!

Advertisements