Tags

, ,

Berita Ponari, dukun cilik ajaib, karena dianggap “mampu” menyembuhkan banyak penyakit itu belum habis, muncul lagi berita: puluhan orang mencari air dari pohon beringin sakti yang tumbuh di bantaran Kali Cebokan, Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. Dua pohon beringin itu (sekarang telah ditebang habis oleh seorang warga yang tinggal tak jauh dari pohon tersebut)  memang mengundang kontroversi. Ada yang suka dan ada yang tidak. Bagi yang suka dan percaya, pohon ini dianggap membawa anugerah dari Tuhan karena menyediakan obat yang murah meriah. Air dari pohon itu dianggap memiliki khasiat. Dikabarkan ada orang yang mengaku sembuh penyakitnya setelah meminum dan mengolesi air itu. Saking banyaknya orang yang datang untuk mengambil air itu, beberapa orang memanfaatkannya dengan cara mengumpulkannya dalam botol dan menjualnya kepada mereka yang datang.  Ada yang menyatakan ”Saya telah merasakan sendiri khasiat air itu. Memang bisa menyembuhkan penyakit. Yang salah adalah jika kita menyembah pohon itu. Kami cuma memanfaatkan air dari pohon itu, bukan memujanya”. Orang itu mengaku sakit rematiknya sembuh setelah mengolesi kakinya dengan air dari pohon itu. Sementara itu, pakar tumbuh-tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Bambang Suliantara mengatakan, keluarnya air dari pohon beringin yang ditebang adalah hal biasa. ”Beringin itu mempunyai kemampuan menyimpan air yang baik. Sehingga, biasa kalau mengeluarkan air setelah ditebang,” paparnya. Bambang menuturkan, air yang mengucur dari batang kayu itu juga ditambah dari serapan akar yang lokasinya di pinggir kali. ”Proses ini biasanya hanya akan terjadi beberapa hari. Setelah itu, akan kering sendiri. Air yang keluar biasanya agak kecoklat-coklatan,” ujarnya. Mengenai daya penyembuhan yang dibawa air dari pohon itu, kata Bambang, bisa saja terjadi. ”Beberapa cairan pohon memang memiliki daya penyembuh terhadap penyakit. Tapi, itu harus diteliti dulu,” katanya.

Nah, apa yang anda pikirkan tentang kejadian-kejadian ini? Dan, apa pula yang saya pikirkan tentang hal ini?

a. Memang kesembuhan suatu penyakit bisa darimana saja. Mungkin bisa juga dari cairan yang dikeluarkan pohon beringin ataupun dari batu ajaibnya Ponari. Tetapi jaman sekarang mestinya dengan alat uji laboratorium yang sudah canggih, hal-hal ini semestinya dibawa ke ranah sains juga, artinya diuji dululah … karena kalau asal-asalan digunakan dan dipercaya tanpa penelitian apa kriteria sakit/penyakit dan kesembuhannya, tidak jelas, jadi aneh. Cenderung kepercayaan saja …. toh industri jamu/herbal sekarang di Indonesia juga sudah maju, bisa juga digunakan lab/alat ujinya untuk itu … sehingga secara farmakologi bisa diyakini.

b. Sifat orang Indonesia yang meyakini segala alternatif-alternatifan tentu baik-baik saja, tetapi harus yang teruji dan dapat diterima secara standar medislah. Nggak asal-asalan.

c.  Pola pikir yang terbentuk dan budaya alternatif dari sebagian masyarakat Indonesia (terutama yang hidup ditengah dan dibawah garis kemiskinan), yang memiliki keterbatasan keuangan untuk mempertahankan kesehatannya, tentu harus menjadi masukan penting bagi institusi dan pengambil kebijakan dalam bidang kesehatan, untuk memunculkan jaminan kesehatan secara murah dan terjangkau, bahkan harusnya free, agar terbentuk masyarakat/bangsa yang kuat dan sehat sehingga dapat beraktifitas secara maksimum, sehingga produktivitas SDM kita optimum. Ini tantangan menuju Indonesia Sehat 2010?

d. Percayalah hanya kepada TUHAN. Pada awalnya memang banyak yang mengatakan dan menyatakan hanya memanfaatkan airnya (dari batu Ponari dan Pohon Beringin itu), tidak ada pemujaan apapun terhadap benda-benda itu, tetapi lama-lama saya yakin terbentuk sifat pemujaan terhadap hal-hal itu secara berlebihan, sadar atau tidak sadar,  dan akhirnya percaya batu, pohon, dan sejenisnya!, sehingga mulailah terjadi penyimpangan KEYAKINAN. Oleh sebab itu sebaiknya sejak awal SEBAGAI UPAYA nggak haruslah “mencoba” memanfaatkan itu sebagai alternatif …. masih ada yang lain khan? Obat-obatan, misalnya. Jangan terbius dengan kata-kata yang muncul dari mulut ke mulut, terus mudah mempercayai kelebihan-kelebihan hal beginian! padahal itu menurut orang lain, yang nggak kita kenal, katanya … katanya … katanya ….

Oh, WNI tercinta, besok ada apalagi ya …..?

Advertisements