Tags

, ,

Orang Indonesia banyak simpanannya ya? Ya! Jangan menanggapi miring ya soal pertanyaan di tulisan ini, karena ini fakta, ini bukti, kenyataan deh  …  jadi wajar kalau kehidupan ekonomi kita lambat berkembang ….

-> Hal pertama:

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menurunkan suku bunga wajar simpanan di Bank Umum. Untuk simpanan dalam rupiah turun 75 basis poin, dalam valuta asing turun 25 basis poin. Untuk simpanan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam rupiah diturunkan 75 basis poin. Sehingga suku bunga wajar simpanan untuk periode 15 Maret hingga 14 Mei 2009 adalah: Bank Umum dalam rupiah 8,25% , dalam valuta asing 2,75%. Untuk BPR dalam rupiah 11,75%.

Pertimbangan yang diambil dalam pengambilan keputusan adalah tekanan inflasi relatif rendah dan kepercayaan masyarakat terhadap bank relatif membaik.  Disamping itu, kondisi likuiditas perbankan mulai membaik dan BI Rate sebagai suku bunga acuan juga mengalami penurunan. Penurunan suku bunga wajar simpanan diharapkan dapat mendorong turunnya suku bunga kredit.

-> Hal kedua:

Total dana pihak ketiga di bank umum hingga akhir Januari 2009 mencapai Rp 1.764,27 triliun. Dari jumlah dana sebesar itu, sebanyak 45,6% atau Rp 804,82 triliun tidak masuk program penjaminan Lembaga Penjamin Pinjaman (LPS).  Hal ini karena dana yang dijamin LPS maksimal Rp 2 miliar sedangkan jumlah dana di atas Rp 2 miliar di bank per akhir Januari 2009 yang mencapai Rp 804,82 triliun kini tak masuk penjaminan LPS. Data menunjukkan bahwa simpanan di bank umum pada Januari 2009 sebesar Rp 1.764,27 triliun yang turun Rp 4,45 triliun dari posisi akhir Desember 2008 sebesar Rp 1.768,72 triliun.

Lengkapnya, adalah sebagai berikut:

a. Simpanan sampai dengan Rp 100 juta mencapai Rp 333,57 triliun atau 18,9%.

b. Simpanan di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 200 juta mencapai Rp 121,13 triliun atau 18,9%.

c. Simpanan di atas Rp 200 juta sampai dengan Rp 1 miliar mencapai Rp 354,13 miliar atau 20%.

d. Simpanan di atas Rp 1 miliar sampai dengan Rp 2 miliar mencapai Rp 150,62 triliun atau 8,5%.

e. Simpanan di atas Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar mencapai Rp 157,94 triliun atau 8,9%.

f. Simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 646,88 miliar atau 36,67%.

Nah, bener terlihat khan, simpanan “orang Indonesia” buanyak banget ya di bank kita (akhir Januari 2009 mencapai Rp 1.764,27 triliun), baru percaya? Jadi, sekarang ada persoalan apa dengan simpanan itu?

Baiklah, kalau cara berfikir anda sama dengan saya, tentu kita berfikir realistis, bagaimakah seandainya uang sebesar itu diturunkan/diinvestasikan ke sektor riel yang padat karya untuk menggerakkan ekonomi bisnis di lapangan terbawah, tentuk efek bola salju ataupun multiplayer effect nya besar sekali …. mengurangi pengangguran, mengurangi orang miskin secara nyata, nggak perlu lagi banyak hutang keluar … pakai modal dalam negeri saja khan bagus … masak cuma disimpan di bank doang …. Apalagi kalau itu termasuk simpanan pemda-pemda di Indonesia, kebangeten sekali. Bagaimana mungkin bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan kalau mentalnya pejabat hanya nyimpan uang rakyat di bank …. dan cari bunganya!

P.S. Menyimpan uang di bank nggak dilarang! Tetapi kalau yang disimpan uang rakyat, ya keterlaluan! Untuk orang kaya yang menyimpan uang di bank, mbok yao, bikin investasi/projek yang untung dikit nggak apa-apalah yang penting bisa membantu kehidupan rakyat banyak … biar sektor riel lebih berkembang secara dinamis.

Advertisements