Tags

, ,

mardotoways_seri_004

Mengintai daftar 701 orang terkaya di dunia Tahun 2009 yang direlease oleh Forbes sungguh sesuatu yang menarik. Bukan hanya untuk memperhatikan ukuran kekayaan yang dimiliki oleh orang-orang itu, tetapi lebih dari itu kita bisa melihat siapakah orang-orang itu sesungguhnya, apa yang dikerjakan selama ini, dan bagaimanakah (perjuangan) orang-orang kaya itu sampai memperoleh aset sebegitu gede.

Memang kalau sekadar mengukur kesuksesan kehidupan hanya dari uang ataupun materi kekayaan yang dipunyai kita bisa terjebak dalam budaya dan perilaku hidup materialistis, kondisi ini sangat mungkin bisa mengantarkan siapapun pada situasi menghalalkan segala cara dalam upaya memperolehnya, serta menggunakan segala cara dalam menbelanjakan uang/kekayaan yang telah direngkuh.

Efek inilah yang mestinya diimbangi dengan kesadaran pada kepribadian dan keimanan yang kuat sebagai manusia individu maupun manusia sosial. Tetapi jangan karena takut terkena efek ini terus kita nggak ingin kaya. Itu salah besar, perilaku ini sesungguhnya hanya menutupi kemalasan dan kejuangan untuk mencapai yang terbaik, dalam salah satu sisi kehidupan. Tetaplah belajar dari orang-orang kaya itu, intiplah cara-cara dan kreatifitas yang mereka lakukan sampai menggapai tingkat semacam itu, dan mari terus berusaha secara optimis mengayuh kehidupan ini. Janganlah nglokro, belum-belum sudah membuat batasan diri dengan alibi-alibi yang nggak sehat, misalnya: “ah, ngapain kaya-kaya gitu, nanti hidupnya nggak tenang” , “ah, paling mereka jadi kaya karena bisnis nggak bener“, “ah, begini saja cukup“, inilah penyakit jiwa orang-orang pesimis. Yang bener, tentu berusaha dulu sekuat pikiran, hati dan fisik. Wong belum berusaha kok sudah “membentengi” dengan kalimat-kalimat loyo. Nasib dan takdir, Tuhanlah yang menentukan. Eh, argumentasi yang lebih kuat lagi ialah, kalau kita kaya dan tetap berdamai dengan gaya hidup yang berperilaku hati nurani baik dan benar, mestinya kita bisa bersodaqoh lebih besar, membantu orang banyak lebihmudah, dan tentu keberadaan kita lebih bermanfaat bagi orang lain.

Oke, setujukah anda?

Kembali ke daftar tersebut ya …. ternyata Indonesia kembali menempatkan wakilnya dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Setidaknya ada 5 orang dari Indonesia yang berada dalam daftar 701 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Dalam daftar orang terkaya itu Indonesia antara lain diwakili oleh 2 pemilik grup Djarum, Martua Sitorus sang pemilik Wilmar International, pemilik Raja Garuda Mas (RGM) Sukanto Tanoto dan pemilik grup Rajawali Peter Sondakh. Posisi mereka adalah peringkat 430 Michael Hartono (69), peringkat 430 R Budi Hartono (68), peringkat 450 Sukanto Tanoto (59), peringkat 522 Martua Sitorus( 49), dan peringkat 701 Peter Sondakh (57). Lihat langsung daftarnya, silakan klik disini.

Sementara pendiri Microsoft Corp, Bill Gates kembali menduduki tahta orang terkaya di dunia yang tahun lalu diduduki oleh Warren Buffett. Secara kolektif, kekayaan para miliuner top dunia itu menurun. Gates yang tahun lalau menduduki posisi ketiga dengan kekayaannya sebesar US$ 58 miliar ini kini berada di posisi puncak dengan kekayaan ‘hanya’ US$ 40 miliar. Sedangkan posisi kedua diraih Warren Buffett dengan kekayaan US$ 37 miliar. Padahal tahun sebelumnya ketika menduduki posisi puncak, kekayaan Buffett mencapai US$ 62 miliar. Taipan telekomunikasi asal Mexico, Carlos Slim, meraih posisi ketiga dengan kekayaan US$ 35 miliar, turun dari posisi kedua di tahun sebelumnya dengan kekayaan US$ 60 miliar. Secara kolektif, 3 miliuner terkaya dunia itu kehilangan US$ 68 miliar dari tahun lalu hingga 13 Februari 2009 ketika Forbes mengumpulkan data untuk menyusun daftar orang terkaya di dunia yang biasa dirilis tiap tahun.

Menurut Direktur Eksekutif Majalah Forbes Steve Forbes, penurunan kekayaan para miliuner ini tidak bagus untuk perekonomian dunia. “Para miliuner tidak perlu mengkhawatirkan makanan mereka selanjutnya. Namun jika kekayaan mereka berkurang dan Anda tidak menciptakan para miliuner baru, itu artinya seluruh dunia tidak bekerja dengan baik. Para miliuner kehilangan setidaknya sepertiga kekayaan bersih mereka,” ujarnya. Kekayaan bersih para miliuner dunia turun dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4. Sedangkan jumlah mereka turun dari 1.125 menjadi 793. “Ini pertama kali sejak 2003 kita kehilangan para miliuner. Tetapi kita belum pernah kehilangan mereka sebanyak ini,” ujar editor senior Forbes, Luisa Kroll. Kota New York menggantikan Moskow sebagai rumah bagi para miliuner dengan jumlah 55 orang. Sedangkan jumlah miliuner yang tinggal di Rusia mengalami penurunan dari 87 menjadi 32 orang, sebuah penurunan yang sangat mengejutkan. Lihat langsung daftarnya, silakan klik disini.

Oke, anda juga ingin kaya khan?

Bagian : I, II, III , dan IV

Advertisements