Tags

, ,

Ya, kita sering menemui konvoi di jalan yang menyebalkan. Beragam jenisnya, ada motor gede, iringan jenazah, bis turis pariwisata, dan lain sebagainya. Sebenarnya dasarnya gimana sih?

Mestinya, kalau diurut, yang pertama mendasarkan pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480) khususnya Pasal 71. Yang lebih teknis ada di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan, khususnya Paragraf 8 Pasal 65:

Paragraf 8
Hak Utama Penggunaan Jalan Untuk Kelancaran Lalu Lintas

Pasal 65
(1) Pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut :
a. kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. ambulans mengangkut orang sakit;
c. kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
d. kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;
e. iring-iringan pengantaran jenazah;
f. konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;
g. kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
(2) Kendaraan yang mendapat prioritas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dengan pengawalan petugas yang berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.
(3) Petugas yang berwenang melakukan pengamanan apabila mengetahui adanya pemakai jalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
(4) Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a sampai dengan e.

Jadi kalau memperhatikan aturan hukum yang berlaku sebagaimana tersebut di atas, konvoi (apapun) memang harus diberi kesempatan jalan duluan.

Nah, problemnya sekarang ini (mungkin) mudah sekali kelompok/orang-orang tertentu mengajukan kepada petugas untuk minta ber-konvoi di jalanan, ibaratnya minta prioritas terus. Maka sebaiknya, konvoi itu bisa diberikan pada kelompok/orang-orang yang tertentu secara selektif, nggak semua yang minta konvoi di-release begitu saja, apalagi asal mau memberikan dukungan tertentu. Biar masyarakat pengguna jalan lainnya juga nggak jenuh, muak, ataupun antipati. Karena hari ini, mungkin konvoi ibu-ibu pejabat, besoknya motor gede, padahal kemarin banyak konvoi pengantin,  esoknya lagi konvoi rombongan parpol tertentu. Capek deh!

Janganlah hanya berlindung pada aturan konvoi yang memang boleh dan dibolehkan, terus semua ibaratnya minta prioritas, dikasih kesempatan konvoi …. wah wah, padahal pengguna jalan lain juga punya HAM lho …. agar dapat menggunakan jalan dengan aman dan nyaman, artinya yang ingin memakai jalan dan lalu lintas secara aman dan nyaman itu bukan yang mau konvoi saja …

Selain itu, untuk yang konvoi, aturan konvoi harus dipatuhi secara tertiblah, dan nggak urakan, jangan mentang-mentang konvoi terus sosor sana sosor sini, termasuk menggunakan sirene dan lampu rotator, itu ada ketentuannya.

Begitu khan saudara…. menurut anda?

Advertisements