logoku

Suatu sore saya di dalam kelas, mengajar kewarganegaraan. Para mahasiswa juga tengah mengikuti kuliah dengan nyaman. Sewaktu saya menjelaskan tentang demokrasi, gerakan pemuda, Sumpah Pemuda, saya singgung juga kondisi dan perilaku generasi muda SAAT INI, saya katakan GENERASI MUDA SEKARANG NGGAK BUTUH SEJARAH. Lho, mereka kaget? Padahal founding father (Bung Karno) pernah menyatakan JAS MERAH alias Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Juga saya katakan pada mereka sejarah selalu berulang, cuma periode pengulangannya yang bagi kita tidak mudah memprediksi. Apa respon mereka berikutnya? “Wah, nggak betul pak”, kata mereka hampir serempak. Bagi saya gampang menjelaskannya, bagaimana hayo?

Lalu, saya ajak mereka “melihat” motor-motor yang ada di tempat parkir di lingkungan kampus. Coba lihat berapa % dari keseluruhan motor yang ada di tempat parkir itu yang punya 2 spion? Terbukti nggak banyak yang pakai 2 spion! Mayoritas pakai 1 spion, bahkan yang tanpa spion pun tidak sedikit pula. Wouw? Yang pakai 1 spion pun banyak yang tidak berukuran standar, ukurannya lebih kecil, penempatannya asal-asalan. Jadi bagaimana pemfungsiannya? Pasti nggak optimum! Itu baru yang di parkiran, belum dilihat yang di jalanan, makin banyak tentunya. Lho, apa hubungan sejarah dengan spion?

Jadi para mahasiswa, eh, saudara-saudaraku se-bangsa, spion adalah perangkat kendaraan yang mempresentasikan cara kita untuk melihat hal-hal yang telah lewat, ataupun yang mungkin akan terjadi. Tanpa spion bagaimana kita bisa berkendaraan leluasa ke depan? Mau belok kiri atau kanan, tanpa spion, dengan menengokkan kepala ke belakang iya? Wah potensi terjadi tabrakan! Berbahaya! Sejarah juga begitu, kita mesti mempelajari “supaya nggak kejeblos seperti kejadian yang dulu-dulu” serta untuk “mengantisipasi ke depan agar tercapai tujuan dengan baik dengan resiko sekecil mungkin“, begitulah saudara.

yang ini lebih parah, 1 spion, 5 penumpang, jangan ditiru, sobat!

dari situs tetangga : yang ini lebih parah, 1 spion, 5 penumpang, jangan ditiru, sobat!

Kesimpulannya? Maka terimalah motor yang telah anda beli, dengan 2 spion apa adanya. Karena memang fungsinya sangat penting, seperti sejarah juga begitu adanya. Janganlah melihat, spion dari kacamata modis tidak modis, jadul apa tidak, tapi fungsinya itu lho …. biar anda nggak celaka!