logoku

Handphone, saya yakin, pada awalnya diciptakan untuk membantu dan memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan kemudahan komunikasi diharapkan akan meningkatkan tali silaturahim by voice atau video antar manusia, menaikkan tingkat produktifitas kerja dan kinerja perorangan maupun kelompok, mengurangi risiko yang mungkin terjadi yang bergantung pada kecepatan tindak dan waktu antisipasi, dan lain sebagainya.

Seiring dengan mudahnya dan murahnya alat komunikasi semacam HP maka makin banyak orang yang diuntungkan oleh nilai tambah kehadiran HP. Sayangnya kemudahan memperoleh alat komunikasi itu sepertinya tidak diimbangi dengan rasa tanggung jawab oleh sebagian pemilik alat tersebut dalam mempergunakannya keseharian. Inilah yang akhirnya banyak terlihat di sekitar kita, dan di negara kita, coba bayangkan ada sekitar 100 juta HP beredar dan digunakan sekarang ini, namun tingkat kemajuan bangsa yang didorong oleh adanya alat komunikasi semacam HP (yang sekarang sudah sampai 3.5G, bukan 3G lagi) belum benar-benar terlihat nyata. Sepengetahuan saya, tahun 1996 waktu saya di Jakarta baru ada Telkomsel yang promosi nomor HP dengan harga selangit. Jadi, 12 tahun lalu pengguna HP mungkin baru ribuan, belum ratusan ribu, belum jutaan seperti sekarang. Tapi coba buat perbandingan pendapatan per kapita kita pada tahun itu dengan tahun 2008 ini apakah berkorelasi secara signifikan dengan tingkat peningkatan jumlah pengguna HP kita yang dari ribuan menjadi ratusan juta sekarang ini? Saya pikir kita umumnya belum menggunakan HP secara baik dan benar yang memberi nilai tambah (apapunlah) secara nyata. Saya mengamati penggunaan HP belum menunjukkan manfaat nyata secara maksimum, bahkan masih minim sekali. Agaknya cuap-cuap kosong, sms kosong lebih mendominasi, bahkan cenderung untuk mainan (ingat, anak SD sudah banyak yang membawa HP ke sekolah). Lalu apalagi?

Ada yang lebih ekstrim, banyak yang punya HP keren, fitur lengkap dan canggih, tapi tingkat pemakaian fitur-fitur itu keseharian mungkin cuma 20% dari yang tersedia. Bahkan seringkali banyak yang tidak mampu mengoperasikan fitur-fitur HP yang ada pada HPnya sendiri. Kebangeten!. Memang untuk nampang saja itu HP? Saya terlalu sering membantu menunjukkan dan mengajari pada pemilik HP canggih dalam menggunakan fitur-fitur HP yang dimilikinya, yang sebenarnya sangat lengkap dibandingkan dengan HP saya pribadi. Dan, saya bukan pedagang HP lho, yang memang harus tahu karakteristik dan aneka fitur HP yang didagangkan.

Yang lebih parah banyak orang Indonesia punya HP lebih dari satu. Untuk apa sih sebenarnya? Silakanlah anda tanya pada mereka itu apa alasan punya HP banyak. Ngomong di HP saja khan nggak mungkin bareng-bareng dua atau tiga HP sekaligus …. komunikasi khan gantian!

Nah, yang paling aneh adalah yang menyembunyikan nomor HP waktu berkomunikasi. Kemunculan private number pada layar HP lawan bicara (kalau mau bicara, biasanya diem saja! lho …) rupanya disenangi sebagian orang Indonesia. Apa sih tujuan menyembunyikan identitas? Takut ketahuan orang lain? Phobia apa? Sengaja mengganggu? Kaum introvet memang cenderung menutup diri bahkan mengabaikan norma sosial dengan salah satu caranya seperti itu. Bahkan kalau sudah parah sekali, dengan private number lalu ngebel tengah malam berulang-ulang ke suatu nomor HP lainnya mungkin terasa berhasil misinya dan meraih tingkat kepuasan maksimum. Kaum psikopat seringkali juga seperti ini tingkah lakunya.

Apakah anda melakukan penyimpangan penggunaan HP seperti itu juga? Marilah kita kembali kepada dasar dan manfaat munculnya teknologi komunikasi semacam HP. Yang memudahkan, menyatukan antar manusia, connecting people …… Jangan disalahgunakanlah ….. Anda juga pernah mengalami ditelpon HP tanpa nomor alias private number doang? Kesabaran adalah penolong kita. Banyak cara untuk menerima dengan baik nomor-nomor HP yang dihidden itu … mematikan HP? Jangan, nggak perlu itu. Ubah saja mode HP anda dalam kondisi silent, tidak ringing, bergetar saja. Toh yang menghubungi anda tahunya koneksi masuk dan tahunya suara HP anda berdering …. lalu puas (seolah-olah). Padahal mungkin waktu itu anda sudah tidur pulas dan bermimpi ditelpon artis idola anda …..

He he he ….. begitukah saudara-saudara?