logoku

Polling Edisi I/Juni 2008 yang digelar weblog ini mulai tanggal 4 sampai dengan 30 Juni 2008 dengan topik tentang FPI, menampilkan pertanyaan dan pilihan jawaban sebagai berikut:

Menurut anda kebijakan Pemerintah yang paling tepat terhadap ormas Front Pembela Islam (FPI) adalah ?

a. Membubarkan organisasi FPI

b. Membekukan organisasi FPI

c. Membiarkan organisasi FPI

 

Bagaimana hasil polling yang diperoleh? Berikut uraiannya.

A. Jumlah responden (pengunjung weblog yang mengisi polling) keseluruhan berjumlah 13 orang dengan distribusi pilihan:

2 responden (15%) memilih (a) Membubarkan organisasi FPI.

Alasan yang disampaikan:

– karena banyak juga informasi mereka juga malak tempat hiburan. kalau ga bayar maka mereka buat keributan di tempat itu. jd kaya preman.

– kekerasan tidak dibenarkan dalam menyelesakan masalah apapun. mungkin niatnya baik, tapi kalau dengan kekerasan, saya sangat tidak setuju.

– saya mempertimbangkan pembubaran fpi jika dirasa fpi sudah benar2 gag nganggep lagi hukum yang berlaku di RI. ni negara plural mas! yang “nggih-nggih saja” melakukan kekerasan itu yang mestinya diragukan sisi kemanusiaannya.

3 responden (23%) memilih (b) Membekukan organisasi FPI.

Alasan yang disampaikan:

– yang namanya meluruskan sesuatu yang salah dengan cara yang salah tetap saja salah, kalau tindakan anarkis bgtu dibiarkan saja, so pasti smua kelompok yang merasa benar bakal langsung main hajar. klo 22nya merasa benar? tawuran aja rame2. Yang benar: bekukan dulu, benaghi fpi, baru kasi jalan lagi. gag mau kan hal semacam ini terulang lagi?

  Masih banyak yang harus dibenahi dari FPI, kalo masih mau disebut pembela Islam. Tujuan FPI saya yakin baik (dan saya dulu juga sempat salut dengan FPI), tapi sekarang FPI nggak beda jauh dengan preman pasar.

8 responden (62%) memilih (c) Membiarkan organisasi FPI.

Alasan yang disampaikan:

– Indonesia masih perlu Organisasi yang membela kebenaran yang sesuai dengan syariah agama.

kalo bukan FPI, siapa lagi yang akan memberantas kemaksiatan di Indonesia. Ormas-ormas yang lain cuma gede ngomongnya aja, tapi kalo FPI langsung bertindak.

– Karena FPI hanya korban provokasi yang di sengaja, and yang mesti dibubarkan itu Ahmadiyah…., bukan FPI, bagaimanapun upaya menaruh Mutiara di tempat kotor, ia tetap akan menjadi mutiara….

– Mereka paling rajin berantas judi, maksiat, wts, tempat mabok..

– fpi bagus kok bisa untuk bantu polisi memberantas perjudian

– Karena FPI lebih banyak manfaatnya terutama membantu polisi yang kurang bisa membasmi kemaksiatan!!

– keberadaannya perlu, namun supaya tidak dimanfaatkan orang-orang yang anti fpi, fpi musti berubah cara kerjanya, tidak terkesan preman, anarkis tapi tetap harus tegas dan disegani (Jihad karena Alloh dan rosulnya) semata.

 

B. Dari distribusi pilihan responden dan alasan-alasan yang dikemukakan dapat difahami sebagai berikut:

Membekukan, membubarkan ataupun membiarkan organisasi FPI kecenderungan dari pikiran para responden adalah semuanya harus berdasarkan kepada peraturan dan hukum yang berlaku dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

– Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agaknya para responden menginginkan adanya kontrol terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat benar-benar sesuai ketentuan yang ada dan benar-benar dijalankan, sehingga kalau aparat penegak hukum sudah melakukan secara proaktif maka organisasi semacam FPI relatif tidak punya peluang untuk melakukan upaya “penegakan hukum” menurut versi mereka.

– Indonesia adalah negara multikultural, plural, dan negara hukum, oleh sebab itu membentuk, membekukan ataupun membubarkan organisasi apapun harus berdasarkan hukum. Begitupun organisasi apapun dalam melakukan, menyelenggarakan gerakan dan mengekspresikan visi  misi organisasinya harus berlandaskan pertauran dan hukum yang berlaku di Indonesia.

 

Begitulah gambaran dari hasil polling ini, semoga menambah wawasan kita dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga pula kita mampu menjadi dan menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Terima kasih atas perhatian dan peran serta anda.