logoku

Pendahuluan. Penyelenggaraan pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan. Pengalaman membuktikan bahwa perjalanan suatu bangsa dan negara sarat dengan berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Ditinjau dari sisi filosofis, dasar-dasar suatu negara umumnya mampu mewadahi konsep kenegaraannya yang diwujudkan dalam landasan visional dan Ketahanan Nasional. Dengan didukung beberapa teori kontekstual suatu negara yang memiliki kedaulatan negara yang harus dijunjung tinggi, dijaga dan dipertahankan dalam sistem pertahanan negara yang tepat. Militer sebagai komponen pertahanan negara yang bertanggungjawab dalam pertahanan negara semua aspek (darat, laut dan udara) tentu menggunakan landasan demikian sebagai pijakan untuk menjalankan fungsi organisasinya. Demikian pula dalam penyusunan konsep dan implementasi operasi informasi untuk menghadapi perang informasi masa mendatang.

Landasan Historis. Pelaksanaan operasi informasi yang salah satunya mendasarkan pada unsur kerahasiaan secara historis sudah digunakan sejak jaman peperangan tradisional. Julius Caesar, yang mengkhawatirkan pesan untuk para jendralnya jatuh ke tangan musuh menggunakan metode enkripsi sederhana dengan menggeser huruf pada abjad dengan nilai tertentu. Sederhana  memang,  namun  pada  waktu  itu sudah memadai [Majalah Neotek, Edisi April 2002]. Sepanjang sejarah pembentukan kode dan pemecahannya selalu mendapat perhatian khusus dalam operasi militer. Penggunaan komputer untuk pertama kalinya dalam kriptografi adalah dalam usaha memecahkan kode enigma Nazi sewaktu Perang Dunia II. Sehingga secara historis operasi informasi telah ada sejak lama. Hal ini memiliki makna bahwa operasi informasi sesungguhnya bukan hal baru, hanya yang membedakan operasi informasi pada jaman dahulu dengan sekarang terletak pada perangkat yang digunakan.

 

Landasan Filosofis. Landasan filosofis penyelenggaraan Operasi Informasi militer tidak terlepas dari landasan idiil, konstitusional dan konseptual dari bangsa itu sendiri.

 

a. Pada hakekatnya kepentingan nasional bangsa untuk menjamin eksistensi negara dan keberlanjutan pembangunan nasional adalah sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Cita-cita suatu bangsa dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional adalah sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar negara merupakan media pemersatu bangsa yang dapat membentuk satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, melalui upaya pencegahan dan penindakan berbagai bentuk pelanggaran hukum, yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara dan stabilitas keamanan secara menyeluruh serta media untuk membangun pengaruh terhadap negara-negara lain melalui peningkatan dampak penangkalan. Operasi Informasi militer pada dasarnya merupakan salah satu upaya perwujudan cita-cita besar suatu bangsa. (Bersambung ke Bag. II)

Advertisements