DEFINISI KEPEMIMPINAN

Tags

, ,

Definisi Kepemimpinan sangat banyak kita temui dalam berbagai referensi yang membahas Kepemimpinan. Banyak sekali pakar yang ingin berkontribusi dalam memahamkan konsep Definisi Kepemimpinan sebagai pintu masuk memahami Kepemimpinan secara utuh (Bass, 1981). Berikut 20 Definisi Kepemimpinan yang dapat kita gunakan sebagai awalan dalam memahami Kepemimpinan.

1. Kepemimpinan dapat dianggap sebagai proses (tindakan) mempengaruhi kegiatan kelompok yang terorganisir dalam upaya menuju penetapan tujuan dan pencapaian tujuan. (Stogdill, 1950: 3)

2. Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu ketika ia mengarahkan kegiatan kelompok menuju tujuan bersama. (Hemphill & Coons, 1957: 7)

3. Kepemimpinan adalah pencapaian tujuan melalui suatu arah yang dibantu manusia. Seorang pemimpin adalah orang yang berhasil mengajak kolaborasi manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. (Prentice, 1961: 143)

4. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dilakukan dalam suatu situasi, dan diarahkan melalui proses komunikasi, menuju pencapaian tujuan atau target yang ditetapkan. (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961: 24)

5. Kepemimpinan adalah inisiasi dan pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi. (Stogdill, 1974: 411)

6. Kepemimpinan adalah proses pengaruh antara pemimpin dan orang-orang yang jadi pengikut. (Hollander, 1978: 1)

7. Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh atas dan di atas kepatuhan mekanis dengan arahan-arahan rutin keorganisasian. (Katz & Kahn, 1978: 528)

8. Kepemimpinan adalah proses pengaruh yang memungkinkan manajer untuk membuat orang mereka untuk melakukan secara rela apa yang harus dilakukan, melakukannya dengan baik apa yang harus dilakukan. (Cribbin, 1981)

9. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan. (Rauch & Behling, 1984: 46)

10. Kepemimpinan adalah upaya untuk mempengaruhi kegiatan pengikut melalui proses komunikasi dan menuju pencapaian beberapa tujuan atau tujuan-tujuan. (Donelly, Ivancevich & Gibson, 1985: 362)

11. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam upaya menuju pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. (Hersey & Blanchard, 1988: 86)

12. Pemimpin adalah mereka yang secara konsisten memberikan kontribusi yang efektif untuk tatanan sosial, dan yang diharapkan serta dipersepsikan melakukannya. (Hosking, 1988: 153)

13. Kepemimpinan adalah pengembangan sistem yang jelas dan lengkap terhadap harapan-harapan untuk mengidentifikasi membangkitkan dan menggunakan kekuatan dari semua sumber daya dalam organisasi dimana yang paling penting adalah orang-orangnya. (Batten, 1989: 35)

14. Kepemimpinan merupakan interaksi antara dua atau lebih anggota kelompok yang sering melibatkan penataan atau restrukturisasi situasi dan persepsi dan harapan dari anggota. Kepemimpinan terjadi ketika salah satu anggota kelompok memodifikasi motivasi atau kompetensi dari orang-orang lain dalam kelompok. Setiap anggota kelompok dapat menunjukkan beberapa jumlah kepemimpinan. (Bass, 1990: 19-20)

15. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain untuk kinerja maksimum mereka untuk menyelesaikan setiap tugas, tujuan atau proyek. (Cohen, 1990: 9)

16. Kepemimpinan adalah proses pemberian tujuan (arah yang bermakna) untuk upaya kolektif, dan menyebabkan keinginan berupaya bersedia mengembangkan untuk mencapai tujuan. (Jacobs & Jaques, 1990: 281)

17. Pemimpin adalah individu yang menetapkan arah untuk kelompok kerja individu-individu yang mendapatkan komitmen dari kelompok anggota untuk arah ini dan yang kemudian memotivasi anggota tersebut untuk mencapai sesuai hasil yang diarahkan. (Conger, 1992: 18)

18. Kepemimpinan membutuhkan penggunaan kekuatan untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan orang lain. (Zalenik, 1992)

19. Kepemimpinan adalah proses di mana satu orang menetapkan tujuan atau arah untuk satu atau lebih orang lain dan membuat mereka untuk bergerak bersama-sama dengan dia dan dengan satu sama lain dalam arah dengan kompetensi dan komitmen penuh. (Jaques & Clement, 1994: 4)

20. Kepemimpinan adalah seni memobilisasi orang lain untuk memperjuangkan aspirasi bersama. (Kouzes & Posner, 1995: 30)

Referensi:

Bass, B. M. (1981). Stodgill’s handbook of leadership: A survey of theory and research. New York: Free Press.

Bass, B. M. (1990). Bass and Stogdill’s handbook of leadership: Theory, research and managerial applications. New York: Free Press.

Batten, J. D. (1989). Tough-minded leadership. New York: AMACOM.

Cohen, W. A. (1990). The art of a leader. Englewood Cliffs, New Jersey: Jossey-Bass.

Conger, J. A. (1992). Learning to lead. San Francisco: Jossey-Bass.

Cribbin, J.J. (1981). Leadership: strategies for organizational effectiveness. New York: AMACOM.

Donelly, J. H., Ivancevich, J. M. & Gibson, J. L. (1985). Organizations: behavior, structure, processes 5th ed. Plano, Texas: Business Publications Inc.

Hemphill, J. K., & Coons, A. E. (1957). Development of the leader behavior description questionnaire. In R. M. Stodgill and A. E. Coons (Eds.), Leader behavior: Its description and measurement. Columbus, Ohio: Bureau of Business Research, Ohio State University, pp. 6-38.

Hersey, P., & Blanchard, K. (1988). Management of organizational behavior. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.

Hollander, E. P. (1978). Leadership dynamics: A practical guide to effective relationships. New York: Free Press.

Hosking, D. M. (1988). Organizing, leadership, and skilful process. Journal of Management Studies, 25, pp. 147-166.

Jacobs, T. O., & Jaques, E. (1990). Military executive leadership. In K. E. Clark and M. B. Clark (Eds.), Measures of leadership. West Orange, New Jersey: Leadership Library of America, pp 281-295.

Jaques, E., & Clement, S. D. (1994). Executive leadership: a practical guide to managing complexity. Cambridge, MA: Carson-Hall.

Katz, D., & Kahn, R. L. (1978). Social psychology of organizations, 2nd ed. New York: John Wiley.

Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (1995). The leadership challenge. San Francisco: Jossey-Bass.

Prentice, W. C. H. (19610. Understanding leadership. Harvard Business Review. September/October, Vol. 39 No. 5s p 143.

Rauch, C. F., & Behling, O. (1984). Functionalism: Basis for an alternate approach to the study of leadership. In J. G. Hunt, D. M. Hosking, C. A. Schriesheim, and R. Stewart (Eds.),  Leaders and managers: International perspectives on managerial behavior and leadership. New York: Pergamon Press, pp. 45-62.

Stogdill, R. M. (1950). Leadership, membership and organization. Psychological bulletin. 47, pp 1-14.

Stogdill, R. M. (1974). Handbook of leadership: A survey of the literature. New York: Free Press.

Tannenbaum, R., Weschler, I. R., & Massarik, F. (1961). Leadership and organization. New York: McGraw-Hill.

Zalenik, A. (1992). Managers and leaders: are they different? Harvard Business Review. March/April, p 126.

SURAT RESMI KELUARGA AKSEYNA KEPADA REKTOR UI

Tags

, , , , ,

SURAT RESMI KELUARGA AKSEYNA
KEPADA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA

ace sepuluh

AKSEYNA AHAD DORI (ACE)
BIN MARDOTO
2 Juni 1996 – 26 Maret 2015
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan ini kami sampaikan bahwa pada akhir September 2015 Keluarga Besar Akseyna Ahad Dori secara resmi telah mengirimkan surat kepada Rektor Universitas Indonesia (dikirim melalui pos) dengan tembusan ke beberapa instansi, perihal Permohonan Upaya Hukum Keluarga Besar Akseyna Ahad Dori, dimana garis besar isi surat meliputi:

1. Permohonan pendampingan/bantuan/upaya hukum untuk kami/Keluarga Besar Akseyna Ahad Dori dalam mengawal kasus kematian anak/saudara kami tersebut.

2. Permohonan supaya UI membentuk Tim Investigasi Internal kasus kematian Akseyna Ahad Dori.

3. Melaporkan tindakan salah satu Dosen UI.

Saat ini kami dalam posisi menunggu respon/reaksi dari Pihak Universitas Indonesia terkait surat yang kami kirimkan. Kami berharap Pihak UI dapat memberikan tanggapan yang terbaik, demi kemanusiaan, keadilan dan kebenaran.