PEMULIHAN SETELAH BENCANA ALAM

Tags

,

Bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir, angin puting beliung, kekeringan, dan peristiwa ‘alam’ traumatis lainnya sangat menantang bagi orang-orang yang terkena dampak langsung. Stres yang disebabkan setelah bencana alam dapat menyebabkan kelelahan dan kelelahan fisik, mental dan emosional. Beberapa orang akan mampu mengelola stres tetapi bagi orang lain mungkin sulit untuk mengatasinya. Kebanyakan orang akhirnya sembuh dan pulih, terus membangun kembali kehidupan mereka.

DAMPAK BENCANA ALAM

a. Merasa stres, cemas, lelah atau bingung b. Merasa sedih, kewalahan atau marah c. Shock, merasa ‘mati rasa’ d. Ketidakpastian tentang masa depan e. Merasa kesepian, terisolasi, atau menarik diri f. Merasa tidak enak badan – sakit kepala, sulit tidur, sulit makan, berat badan turun g. Kebencian atau menyalahkan orang lain h. Meningkatnya penggunaan zat penenang i. Pikiran bunuh diri atau menyakiti diri sendiri

STRATEGI UNTUK MEMBANTU ANDA BANGKIT SETELAH BENCANA ALAM

Pemulihan membutuhkan waktu. Penting untuk memberi Anda waktu untuk memproses keadaan Anda dan mendapatkan kembali rasa normal. Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk menyembuhkan dan membangun kembali.

Ketahui saat sudah terlalu banyak – perhatikan tanda-tanda stres dan dapatkan dukungan ekstra ketika segala sesuatunya menjadi luar biasa. Berikan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Bicara – lepaskan emosi dan ketegangan Anda dengan berbicara dengan seseorang yang Anda percayai. Ini dapat membantu menempatkan sesuatu ke dalam perspektif. Sepertinya orang lain di komunitas Anda mengalami perasaan yang serupa sehingga ini memberi semua orang kesempatan untuk melepaskan perasaan negatif dan mendiskusikan cara-cara praktis untuk menghadapi situasi tersebut.

Kembangkan rencana aksi – putuskan siapa yang akan melakukan apa dan kapan. Ringkaskan situasi keuangan Anda dan diskusikan pilihan Anda dengan bank Anda untuk mengurangi stres dari setiap masalah keuangan. Memiliki rencana akan membantu Anda merasa mengalami kemajuan.

Jaga dirimu sendiri – makan dengan baik, olahraga dan tidur. Cobalah kembali ke rutinitas normal Anda ketika Anda merasa siap. Sebisa mungkin, jadwalkan waktu ekstra untuk hal-hal yang Anda nikmati atau yang Anda temukan santai.

Dapatkan bantuan – bersandar pada keluarga dan teman. Jaringan pendukung yang kuat dapat memberikan dukungan emosional atau praktis. Jelaskan kebutuhan Anda dan beri tahu mereka bagaimana mereka dapat membantu. Buat daftar tempat yang harus dikunjungi untuk meminta bantuan, mis. bantuan keuangan, dukungan emosional, dan dokter umum Anda.

Pertimbangkan bantuan profesional – Jika Anda tidak merasa kembali normal setelah empat minggu, dapatkan bantuan profesional (jika diperlukan).

BANTULAH ANAK MEMAHAMI SETELAH BENCANA ALAM

Beri anak Anda perhatian dan kepastian ekstra. Biarkan mereka tahu bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi.

Akui perasaan Anda sendiri tentang situasi dan biarkan anak-anak Anda tahu apa yang baik untuk membagikan perasaan mereka sendiri.

Sertakan anak-anak Anda dalam rencana untuk masa depan.

Cobalah kembali ke rutinitas normal secepat mungkin. Ini memberikan rasa aman.

Jika Anda tidak melihat peningkatan dalam 4 minggu, atau anda khawatir, baiknya mencari bantuan profesional (jika diperlukan).

Advertisements

#PRAY FOR DONGGALA PALU SULTENG

#PrayForDonggala

Turut Berduka Cita

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله تعالىٰ عنهما, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Do’a itu bermanfaat terhadap apa yang sudah menimpa (terjadi) atau yang belum menimpa (terjadi). Oleh karena itu wahai sekalian hamba Allah, hendaklah kalian berdo’a.”

(Shahiih, HR. At-Tirmidzi, no. 3548, dan al-Hakim, I/493, Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir, no. 3409)

*) Terbayanglah kenangan saat satu bulan berada di daerah Sulteng : Pantai Pantoloan, Bandara Mutiara, Kayu hitam, Kayu Agathis, Sop Kaledo (kaki lembu donggala), dll …..

ENAM PERTANDA DAN SOLUSI KETIKA PERNIKAHAN MULAI KEHILANGAN CINTA

Tags

, , ,

ENAM PERTANDA DAN SOLUSI KETIKA PERNIKAHAN MULAI KEHILANGAN CINTA

[Cocok dibaca oleh pasangan suami istri, perlu diintip juga oleh para bujang/jomblo sesaat]

• ENAM PERTANDA

Seiring perjalanan hubungan suami-istri, emosi keduanya pun berubah-ubah alias berevolusi. Sering kali, emosi tumbuh lebih kuat tetapi ada juga saat ketika cinta mulai memudar perlahan.

Lalu bisakah pernikahan bertahan tanpa cinta? Ketika Anda melihat tanda-tanda pernikahan tanpa cinta ini, mungkin saatnya untuk menciptakan kembali sesuatu yang hilang. Berikut tanda-tanda-tandanya.

1. Ini tentang “Aku” bukan “Kita”.
Ketika berada dalam pernikahan yang bahagia, Anda akan berpikir ini bukan hanya tentang saya tapi tentang kita (pasangan suami istri) juga. Tapi begitu cinta memudar, yang ada malah sebaliknya. Anda mulai berpikir hanya tentang diri Anda sendiri.

2. Tidak pernah marah.
Sama seperti cinta, marah adalah emosi yang kuat dan biasanya kita hanya marah pada seseorang yang sangat berarti. Namun jika anda sudah tidak pernah marah lagi dan merasa sudah malas bertengkar, bisa jadi itu tanda-tanda sudah tidak ada cinta di antara kalian.

3. Mulai bertemu teman istimewa.
Pasangan tentu juga memiliki banyak teman bersosialisasi. Pergi berdua bertemu dengan teman-teman adalah hal biasa. Namun jika pasangan anda hanya bertemu dengan seseorang (bukan teman biasa) tanpa anda, pastilah ada sesuatu yang tidak berjalan baik.

4. Jarang berbicara dengan keluarga satu sama lain.
Anda tidak hanya sekadar menikahi seseorang, tapi juga menjadi bagian dari keluarganya. Namun ketika anda sudah terlihat jauh dari keluarga pasangan dan enggan melakukan komunikasi itu merupakan hal yang tidak baik.

5. Tidak liburan bersama.
Perjalanan membantu membawa dua orang lebih dekat dan itulah alasan mengapa orang yang jatuh cinta saat sedang berpergian. Ada sesuatu yang romantis tentang menemukan tempat baru, mencoba masakan baru dan menjelajahi budaya baru. Ketika Anda berhenti melakukan ini, itu adalah tanda halus bahwa ada sesuatu yang hilang dari hubungan anda.

6. Tidak merasa bersalah ketika melakukan kesalahan.
Ketika Anda tidak merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh suami atau istri, itu artinya telah berhenti peduli tentang perasaan pasangan Anda. Jika Anda mendapati diri Anda melakukan hal itu, renungkan saja apa yang mengubah perasaan Anda terhadap pasangan Anda.

• SOLUSI

Solusi yang ditampilkan disini bukanlah harga mati. Fleksibel. Mungkin cocok untuk saya, bisa jadi tidak cocok untuk orang lain. Intinya, temukan saja mana solusi paling efektif dan tepat sesuai situasi dan kondisi nyata masing-masing pasangan.

Solusi yang bisa dilakukan:

1. Ingat-ingat lagi tujuan saat-saat awal membentuk mahligai perkawinan, kebersamaan dan kesediaan untuk menempuh jalan bersama dalam suka dan duka.

2. Hidup realistis saja, manusia itu punya sifat paradoksal, ada suka ada duka, ada cinta ada benci, ada senang ada marah, tak bisa dihilangkan salah satunya, yang bisa dilakukan meminimumkan dan mengkontrol kecenderungan sifat yang merugikan. Kalau pun harus marah, marah saja, asal proporsional dan tidak berlebihan, tetap sesuai norma tanpa melanggar hukum.

3. Bertemu dengan siapa pun boleh saja. Asal ada nilai positif dari pertemuan tersebut, dan tidak muncul efek samping terhadap hubungan pasangan. Mengapa tidak suatu saat anda mengajak pasangan untuk bertemu dengan teman istimewa anda?

4. Jaga silaturahmi. Setiap orang harus saling menghormati dalam entitas kekeluargaan, bagaimana pun kondisinya antar keluarga, meski ada gap kaya dan miskin, selisih usia, atau pun status. Salah satunya, janganlah merasa di posisi saudara tua terus semaunya mengatur/mempengaruhi keluarga yang lain seenaknya, bukankah keluarga lainnya sudah punya pasangan sendiri, yang perlu dijaga dan dihormati otonominya.

5. Perbanyaklah quality time. Tidak harus berbiaya mahal. Tergantung kita bagaimana merencanakan dan mengatur secara kreatif. Bekerjasama antar anggota keluarga dalam suatu aktivitas juga bisa meningkatkan keeratan pasangan.

6. Jaga untuk selalu patuh pada aturan dan norma yang diikuti dan disepakati. Setiap pasangan umumnya selalu punya standar yang disetujui sejak awal, do atau don’t untuk suatu hal. Jangan pernah tenang bersalah karena banyak temannya yang juga berbuat salah.

[Jika anda merasa ada kemanfaatan dan ingin nge-share tulisan ini, monggo saja, langsung saja, asal sumbernya disebutkan yaa]

Ⓜardoto