kEwarganegaraan

All posts tagged kEwarganegaraan

SUARA MASA

Mendengarkan lagu tempo dulu itu juga perlu setidaknya untuk menguji memori kita, bukan untuk tenggelam dalam suasana masa lalu apalagi ingin mengulang kisah jaman lampau.

Tahta itu amanah. Harta itu amanah. Wanita (bagi laki-laki) itu amanah.
Amanah itu harus dijaga.
Namanya dijaga itu artinya supaya aman.
Supaya aman itu harus dilakukan secara baik dan benar.
Baik dan benar itu maksudnya jangan sampai melanggar aturan hukum dan menabrak etika sosial.
Jadi kalau anda melakukan pelanggaran aturan hukum dan etika sosial maka tahta, harta dan wanita yang anda miliki tidak amanah.
Kalaupun anda hebat berbahasa dengan kalimat yang tertata dalam komunikasi politik/sosial anda seraya berargumen jempolan tapi rakyat sudah tahu anda tidak amanah, maka upaya anda itu sia-sia belaka.

Suara adalah cerminan hati dan pikiran.

Menonton lawakan itu perlu untuk menyegarkan pikiran, namun menonton lawakan yang santun dan logis itu lebih penting untuk meluruskan pikiran yang masih primitif.

Belajar yang terbaik bukanlah sekadar mencari ilmu pengetahuan, tapi juga belajar bagaimana cara belajar yang efektif.

Pasangan sejati ialah orang yang tak mengajak/menyarankan korupsi pada pasangannya, dan juga tak mau menerima materi apapun hasil korupsi dari pasangannya.

Janganlah anda berjanji mampu mengubah nasib seseorang, karena yang sanggup mengubah nasib orang adalah Tuhan dan orang yang bersangkutan sendiri.

Wakil rakyat bukanlah pemimpin rakyat, mereka hanyalah suruhan rakyat, maka sudah seharusnya wakil rakyat bekerja sesuai mandat/kebutuhan/keinginan rakyat, bukan malah menipu/memanfaatkan/mengeruk uang rakyat.

Pemimpin yang sukses selalu melahirkan pemimpin yang lebih baik darinya.

Dalam kondisi panas/hujan orang normal pasti cari perlindungan, apalagi dalam kondisi punya kasus/kepentingan orang pasti cari perlindungan!

Banyak orang merancukan antara keBENARan dan keBAIKan, juga antara keSALAHan dan keBURUKan.
Mestinya kita sudah tahu bahwa BENAR/SALAH itu terkait aturan/hukum sedangkan BAIK/BURUK terkait etika sosial.

Haruskah saat manusia dalam kondisi terdesak, tersungkur, tersudut, dan tergusur baru ingat Tuhan?

Orang kalau sudah tertekan sering memposisikan diri sebagai orang teraniaya, sehingga dapat berharap dapat aura positif dari kedahsyatan doa orang teraniaya. Orang demikian tersebut sungguh naif, posisi teraniaya kok pakai persepsi sendiri semaunya. Dia lupa penyebab mengapa dan kenapa dia tertekan. Pantaslah orang semacam ini kita kirimi cermin diri.

Tak ada tempat untuk manusia soliter di dunia ini. Banyak tempat untuk manusia solider saat ini.

Sengsara membawa nikmat atau nikmat membawa sengsara? Pilihan sulit. Mengapakah kita tak memilih nikmat tanpa sengsara?

Persoalan pertama tatkala bertemu teman lama ialah apakah kita ingat nama lengkap teman tersebut.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 4 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

CARA JITU

Cara jitu menjaga diri dari niat berbuat buruk/melanggar aturan ialah keyakinan bahwa setiap titik/tempat di muka bumi ini telah terpasang CCTV yang bisa dipantau oleh manusia lain dan Tuhan.

Kehebatan seorang pemimpin bukan karena kekuatan fisiknya, kemampuan intelektualnya, ataupun pesona pribadinya, namun karena keberhasilannya mendayagunakan semua sumberdaya manusia di bawah kepemimpinannya secara efektif untuk menggapai tujuan organisasinya.

Merubah cita-cita dan harapan bukanlah suatu dosa.

Bertemu mestinya membuat senang diri anda, namun apabila bertemu membuat diri anda menjadi tersiksa maka jangan bertemu, tetapi kalau anda terpaksa harus tetap bertemu dan tak ingin tersiksa ya sudah bertemu saja di dunia maya.

Tahukah anda, konfirmasi sangat berbeda dengan konfrontasi.

Setiap anak wajar ingin berfikir dan meniru seperti orang tua. Yang tidak wajar ketika orang tua berfikir dan meniru seperti anak.

Wanita bukan musuh laki-laki, begitupun sebaliknya, laki-laki bukan lawan wanita. Dua makhluk hidup yang berbeda kodrat ini diciptakan sebagai partner, saling mengisi dan mengasihi.

Kalau anda tak menyukai sesuatu hal mestinya anda punya alasan.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 3 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

TAKUT GAGAL?

Orang yang takut mengalami kegagalan, dan hanya memeluk rasa takutnya saja tanpa ada usaha nyata, dapat diduga 99% orang tersebut akan benar-benar mengalami kegagalan.

Kompleksitas suatu masalah seringkali tidak muncul dari substansi masalah itu sendiri, lebih sering dikarenakan sikap perilaku orang yang mendapatkan masalah tersebut.

Pertemuan bukanlah obat perpisahan.

Kalau ingin merebut KEMENANGAN setiap hari mulailah dengan budaya BANGUN PAGI.

JANGAN BERHENTI BERHARAP, kalau memang harapanmu belum kesampaian. Pantang menyerah!

Meratapi suatu masalah bukan merupakan jalan keluar.

Homines sumus, non dei. Kita ini manusia tidak sempurna, bukan malaikat atau Tuhan.

Kalau segala sesuatunya bisa direncanakan, hal itu akan lebih baik.

Merajut kain sutra tak ‘kan sama dengan merajut kawat berduri.

Tahukah anda cara jitu jadi orang populer dalam waktu singkat? 1) Lawan semua norma orang normal. Kalau aturannya pakai sepatu maka pakailah sandal jepit dan make news untuk masalah ini dengan gerakan bombastis mendatangi dan minta dukungan lembaga-lembaga yang juga mendukung ketidaknormalan. 2) Jadilah tokoh suatu organisasi yang terkenal hebat pencitraannya. Lalu korupsilah sebanyak mungkin setelah jadi tokoh senior di organisasi tersebut.

Pagi itu ……. banyak rejeki.

Jangan memuja-muji sesuatu yang suatu saat bisa MATI. Jangan pula memuja-muji sesuatu yang saat ini sudah MATI. Terlebih-lebih, janganlah memuja-muji sesuatu yang tergolong benda MATI.

Sesungguhnya tak ada pagi yang tak menjanjikan. Semua terserah pada diri kita sendiri. Mau meraup sinar cerah matahari, atau terpuruk di lorong gelap.

Gothak gathuk mathuk. Ilmu coba-coba. Trial and error, dan sering errornya. Apa mesti begitu ngurus orang banyak. Mestinya, segala sesuatu itu serahkan pada ahlinya.

Ulo marani gephuk. Wis tuwo ojo kemaruk.

Jalan berliku ……. Jangan mem-BENAR-kan yang biasa, tapi BIASA-kan yang benar.

Alhamdulillah “merebut” fajar menyingsing. Semangat berdoa, berusaha, dengan segera bertebaran di muka bumi.

Standar, Realita dan Persepsi berbeda nyata. Semakin berbeda kala menggunakan referensi yang tak sama.

Kata-kata bijakmu …. membacanya dan mendengarnya saja sudah membikin hatiku tenang, tenteram dan maknyess, apalagi kalau direalisasikan, pasti serasa dunia ini isinya surga semua.

Setiap pekerja profesional apapun selalu diikat dan didasari dengan kode etik profesinya dalam melakukan pekerjaannya. Jadi, kalau anda bekeja dan melakukannya secara tidak etis, maka anda tidak tergolong kaum profesional.

Patut diduga devisa kita cepet berkurang (banyak) karena konspirasi impor yang tak terkontrol.

Yang dibutuhkan itu orang yang punya KOMITMEN, eh yang muncul kok orang yang kerjanya cuma KOMAT-KAMIT dan minta “bayaran” mahal pula. Ampyun deh.

The best way to become acquainted with a subject is to write a book about it.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 2 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini