//
you're reading...
Catatan, Facebook, indonesia, informasi, nUrani, pOlitik, sumber daya, Yogyakarta

CATATAN HARIAN #000.029 : WNI NOMOR 1

SUARA MASA

Mendengarkan lagu tempo dulu itu juga perlu setidaknya untuk menguji memori kita, bukan untuk tenggelam dalam suasana masa lalu apalagi ingin mengulang kisah jaman lampau.

Tahta itu amanah. Harta itu amanah. Wanita (bagi laki-laki) itu amanah.
Amanah itu harus dijaga.
Namanya dijaga itu artinya supaya aman.
Supaya aman itu harus dilakukan secara baik dan benar.
Baik dan benar itu maksudnya jangan sampai melanggar aturan hukum dan menabrak etika sosial.
Jadi kalau anda melakukan pelanggaran aturan hukum dan etika sosial maka tahta, harta dan wanita yang anda miliki tidak amanah.
Kalaupun anda hebat berbahasa dengan kalimat yang tertata dalam komunikasi politik/sosial anda seraya berargumen jempolan tapi rakyat sudah tahu anda tidak amanah, maka upaya anda itu sia-sia belaka.

Suara adalah cerminan hati dan pikiran.

Menonton lawakan itu perlu untuk menyegarkan pikiran, namun menonton lawakan yang santun dan logis itu lebih penting untuk meluruskan pikiran yang masih primitif.

Belajar yang terbaik bukanlah sekadar mencari ilmu pengetahuan, tapi juga belajar bagaimana cara belajar yang efektif.

Pasangan sejati ialah orang yang tak mengajak/menyarankan korupsi pada pasangannya, dan juga tak mau menerima materi apapun hasil korupsi dari pasangannya.

Janganlah anda berjanji mampu mengubah nasib seseorang, karena yang sanggup mengubah nasib orang adalah Tuhan dan orang yang bersangkutan sendiri.

Wakil rakyat bukanlah pemimpin rakyat, mereka hanyalah suruhan rakyat, maka sudah seharusnya wakil rakyat bekerja sesuai mandat/kebutuhan/keinginan rakyat, bukan malah menipu/memanfaatkan/mengeruk uang rakyat.

Pemimpin yang sukses selalu melahirkan pemimpin yang lebih baik darinya.

Dalam kondisi panas/hujan orang normal pasti cari perlindungan, apalagi dalam kondisi punya kasus/kepentingan orang pasti cari perlindungan!

Banyak orang merancukan antara keBENARan dan keBAIKan, juga antara keSALAHan dan keBURUKan.
Mestinya kita sudah tahu bahwa BENAR/SALAH itu terkait aturan/hukum sedangkan BAIK/BURUK terkait etika sosial.

Haruskah saat manusia dalam kondisi terdesak, tersungkur, tersudut, dan tergusur baru ingat Tuhan?

Orang kalau sudah tertekan sering memposisikan diri sebagai orang teraniaya, sehingga dapat berharap dapat aura positif dari kedahsyatan doa orang teraniaya. Orang demikian tersebut sungguh naif, posisi teraniaya kok pakai persepsi sendiri semaunya. Dia lupa penyebab mengapa dan kenapa dia tertekan. Pantaslah orang semacam ini kita kirimi cermin diri.

Tak ada tempat untuk manusia soliter di dunia ini. Banyak tempat untuk manusia solider saat ini.

Sengsara membawa nikmat atau nikmat membawa sengsara? Pilihan sulit. Mengapakah kita tak memilih nikmat tanpa sengsara?

Persoalan pertama tatkala bertemu teman lama ialah apakah kita ingat nama lengkap teman tersebut.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 4 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

About these ads

Discussion

No comments yet.

Silakan tulis komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 270 other followers

%d bloggers like this: