Archives

All posts for the day February 3rd, 2012

Setelah melalui penelitian, pembahasan, & perdebatan bertahun2, akhirnya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Perda nomor 12 tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, metetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman.

Disini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman adalah hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini diperlukan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.

Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman memiliki arti penting bagi masyarakat & pemerintah daerah utk memantapkan jati diri, sebagai landasan yg menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi ini akan melengkapi identitas yg saat ini dimiliki Kabupaten Sleman.

Dasar pertimbangan hari jadi Sleman:
1. Usia penamaan yg paling tua mampu menumbuhkan perasaan bangga & mempunyai keterkaitan batin yg kuat terhadap masyarakat.
2. Memiliki ciri khas yg mampu membawa pengaruh nilai budaya.
3. Bersifat Indonesia sentris, yg dpt semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
4. Mempunyai nilai historis yg tinggi, mengandung nilai & bukti sejarah yg dpt membangun semangat & rasa kagum atas jasa & pengorbanan nenek moyang kita.
5. Merupakan peninggalan budaya Jawa yg murni, tidk terpengaruh oleh budaya kolonial.

Secara harfiah SEMBADA adalah suatu sikap dan perilaku yang berwatak ksatria bertanggung jawab, taat azas, setia menepati janji, pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, bulad tekad, kukuh mempertahankan kebenaran, menghindari dari perbuatan tercela, mampu menangkal dan mengatasi segala masalah, tantangan dan ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri, rela berkorban, dan mengabdi bagi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

SEMBADA diartikan sebagai berikut:

S : Sehat, Yaitu kondisi masyarakat yang sehat jasmani, rohani, sosial dan lingkungan.

E : Elok dan Edi, Elok dan Edi keduanya mengandung aspek kehidupan. Elok adalah aspek keindahan yang alami yang hanya diciptakan oleh pencipta alam, misalnya pemandangan alam, sedang Edi adalah aspek keindahan sebagai hasil rekayasa manusia, misalnya penciptaan pertamanan.

M : Makmur dan Merata, Yaitu kondisi masyarakat yang terpenuhi segala kebutuhan lahir dan batin merata seluruh wilayah, lapisan dan golongan masyarakat.

B : Bersih dan Berbudaya, Yaitu kondisi lingkungan yang terbebas dari segala bentuk pencemaran, kondisi masyarakat yang bersih lahir dan batin, bebas dari cerca cela, tak berprasangka buruk, menjauhi berbagai bentuk kecemburuan. Disamping itu juga berbudi luhur, memiliki sikap budaya bangsa termasuk pengembangan Penghayatan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai topang moral bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

A : Aman dan Adil, Yaitu kondisi masyarakat yang bebas dari rasa ketakutan dan kekhawatiran, bebas dari gangguan dan rongrongan yang mengancam keselamatan lahir dan batin karena terjaminnya rasa keadilan dalam tata kehidupan.

D : Damai dan Dinamis, Yaitu kondisi masyarakat jauh dari pertikaian dan silang sengketa, mantap dalam menciptakan berbagai bentuk kerukunan, semua permasalahan diselesaikan dengan musyawarah, namun tetap menggalakkan dinamika masyarakat secara individu maupun kelompok, merangsang aktivitas yang kreatif dan inovatif dalam memperlancar laju pembangunan.

A : Agamis, Yaitu kondisi masyarakat yang mengutamakan nilai-nilai agama sebagai landasan semua akal pikiran dan pertimbangan rasa dalam melaksanakan kehendak demi terciptanya kondisi masyarakat yang sehat, makmur dan merata, berbudaya, aman dan adil, damai dan dinamis serta kondisi alam yang bersih elok dan edi.

Kabupaten Sleman, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Sleman. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat.

Wilayah terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa punya pantai/lautan

Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Pusat pemerintahan di Kecamatan Sleman, yang berada di jalur utama antara Yogyakarta – Semarang. Kabupaten Sleman merupakan Kabupaten Terkaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagian utara kabupaten ini merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Merapi di perbatasan dengan Jawa Tengah, salah satu gunung berapi aktif yang paling berbahaya di Pulau Jawa. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang subur. Di antara sungai-sungai besar yang melintasi kabupaten ini adalah Kali Progo (membatasi kabupaten Sleman dengan Kabupaten Kulon Progo), Kali Code, dan Kali Tapus.