Pintar? Punya pengetahuan? Oke. Bagus.
Namun karakternya rusak? Ya, amit-amit. Jangan dipilih deh.
Jadi, kita tidak perlu orang pintar?
Oh, salah. Kita butuh, bahkan sangat butuh orang pintar, yang sekaligus karakternya jempolan.

Siapa yang pintar mestinya tidak membodohi rakyatnya, malah memintarkan rakyatnya, karena karakter jempolan
Kalau sekadar pintar, bisa terperosok
Banyak jalan menuju Korupsi, Kolusi, Nepotisme, dan orang pintar tahu itu.
Tapi karena karakternya memang brengsek jalan sesat itupun tetap (seringnya) dilakoni.
Sehingga korban keburukan karakternya banyak sekali.
Hi.
Oh, Indonesiaku.
Majulah, Jayalah.
Advertisement



Dari Atas sampai bawah Korupsi, Dari atas sampe bawah minta harga atas pengabdian mereka, Dari atas sampai bawah memilih berpikir untuk dapat naik ke atas daripada berpikir untuk mengabdi
merupakan tugas yg berat untuk pemimpin yg benar2 menginkan perubahan di negara ini (-_-’)