//
you're reading...
bLog, dEmokrasi, e-goverment, indonesia, kEwarganegaraan

Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

Tugas II Kuliah Kewarganegaraan untuk Prodi Matematika dan Geofisika.

Setiap mahasiswa cukup menuliskan jawaban di bagian response/comment postingan Tugas II (tidak perlu dikirim jawaban lewat email) .

Setiap mahasiswa WAJIB menuliskan : nama mhs, nomor mhs dan jurusan/prodi di bagian bawah jawabannya.

Batas memberikan jawaban sampai hari Minggu, 27 Maret 2011, Jam 18.00 WIB.

Silakan memberikan jawaban Tugas II sekarang juga.

Tugas II :

a. Buatlah esay/tulisan yang merupakan PENDAPAT/PEMIKIRAN ANDA tentang Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b. Jumlah kata setiap esay/tulisan dibatasi minimum 1.000 kata, maksimum 1.500 kata.

c. Setiap jawaban/esay/tulisan harus dilengkapi dengan daftar referensi yang dijadikan rujukan dengan menuliskan sumbernya/websitenya di bagian bawah tulisan anda/sebelum identitas anda.

Selamat bekerja. Terima kasih.

About these ads

Discussion

63 thoughts on “Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

  1. Good evening!
    Happy New Year!
    Health, luck and love!

    Posted by Offerogor | 31 January 2012, 12:57 pm
  2. Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi. Demokrasi yang dimaksud disini adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam prakteknya, demokrasi dapat bersifat langsung (demokrasi langsung) atau melalui sebuah perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah demokrasi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu demokratia yang berarti ‘kekuasaan rakyat’. Kata demokratia dibentuk dari kata demos yang berarti ’rakyat’ dan kratos yang berarti ‘kekuasaan’, merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-4 dan ke-5 SM di negara kota Yunani kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. Berbicara demokrasi berarti juga berbicara tentang kekuasaan. Di dalam demokrasi, kita semua yang menjadi plaku utamanya. Di dalam demokrasi pula, setiap warga negara mempunyai hak, kesempatan dan kewajiban yang sama dalam berusaha ikut menyuarakan pendapatnya tentang sesuatu yang menurutnya patut untuk di suarakan. Dalam sebuah negara demokrasi biasanya akan terjadi sebuah demokratisasi, yaitu proses, cara, perbuatan mendemokrasikan, ketika ekspektasi terhadap demokrasi muncul dari dalam negara sendiri, karena warga negaranya melihat system politik yang lebih baik, seperti yang berjalan di negara demokrasi lain yang telah mapan, sehingga berharap akan dapat juga dicapai oleh negara tersebut.
    ‘Demokartisasi adalah suatu perubahan, baik itu perlahan maupun secara cepat ke arah demokrasi. Demokratisasi ini menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihentikan. jika demokratisasi tidak dilakukan, maka bayaran yang harus diterima adalah balkanisasi, perang saudara yang menumpahkan darah, dan kemunduran ekonomi dengan sangat parah.’ (BJ Hhabibie 2005)
    Demokratisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, selain dengan cara berdemo di suatu tempat dengan membawa banyak massa memenuhi tempat, dapat juga dilakukan melalui sebuah media yang mampu membawa sebuah informasi atu dapat dikatakan sebuah suara dapat didengar oleh banyak orang di dunia luar, serperti pada teknologi Informasi. Pada dasarnya, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang di gunakan untuk mengolah data , termasuk dalam memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi , pendidikan, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengembilan suatu keputusan. Di zaman sekarang ini, sudah banyak sekali yang dapat kita sebut sebagai suatu perkembangan dari sebuah teknologi informasi. Salah satunya adalah melalui dunia maya atau Internet. Di dalam dunia maya ini kita dapat mengakses berbagai informasi apapun dan dari manapun yang kita inginkan. Kita juga dapat menyalurkan aspirasi kita terhadap suatu permasalahan. Penggunaan situs jejaring social seperti facebook, twitter, blog dan lainnya mampu menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini mungkin mengganjal atau mengganggu pikiran mereka. Seperti pada contoh kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial
    Pada informasi kasus Bank Century yang di dapatkan sebagai berikut: (hasil kutipan dari sumber yang tertera pada referensi)
    2003
    Bank CIC diketahui didera masalah yang diindikasikan dengan adanya surat-surat berharga valutas asing sekitar Rp2 triliun, yang tidak memiliki peringkat, berjangka panjang, berbunga rendah, dan sulit di jual. BI menyarankan merger untuk mengatasi ketidakberesan bank ini.

    2004
    Bank CIC merger bersama Bank Danpac dan bank Pikko yang kemudian berganti nama menjadi Bank Century. Surat-surat berharga valas terus bercokol di neraca bank hasil merger ini. BI menginstruksikan untuk di jual, tapi tidak dilakukan pemegang saham. Pemegang saham membuat perjanjian untuk menjadi surat-surat berharga ini dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih.

    2005
    BI mendeteksi surat-surat berharga valas di Ban Century sebesar US$210 juta.

    30 Oktober dan 3 November 2008
    Sebanyak US$56 juta surat-surat berharga valas jatuh tempo dan gagal bayar. Bank Century kesulitan likuiditas. Posisi CAR Bank Century per 31 Oktober minus 3,53%.

    13 November 2008
    Bank Century gagal kliring karena gagal menyediakan dana (prefund)

    17 November 2008
    Antaboga Delta Sekuritas yang dimilik Robert Tantutar mulai default membayar kewajiban atas produk discreationary fund yang di jual Bank Century sejak akhir 2007.

    20 November 2008
    BI Mengirim surat kepada Menteri Keuangan yang menentapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dan mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di hari yang sama, Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang beranggotakan BI, Menteri Keuangan, dan LPS, melakukan rapat.

    21 November 2008
    Ban Century diambil alih LPS berdasarkan keputusan KKSK dengan surat Nomor 04.KKSK.03/2008. Robert Tantular, salah satu pemegang saham Bank Century, bersama tujuh pengurus lainnya di cekal. Pemilik lain, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al-Warraq menghinglang.

    23 November 2008
    LPS memutuskan memberikan dana talangan senilai Rp2,78 triliun untuk mendongkrak CAR menjadi 10%.

    5 Desember 2008
    LPS menyuntikkan dana Rp2,2 triliun agar Bank Century memenuhi tingkat kesehatan bank.

    9 Desember 2008
    Bank Century mulai menghadapi tuntutan ribuan investor Antaboga atas penggelapan dana investasi senilai Rp1,38 triliun yang mengalir ke Robert Tantular.

    31 Desember 2008
    Bank Century mencatat kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007.

    3 Februari 2009
    LPS menyuntikkan dana Rp1,5 triliun.

    11 Mei 2009
    Bank Century keluar dari pengawasan khusus BI.

    3 Juli 2009
    Parlemen mulai menggugat karena biaya penyelamatan Bank Century terlalu besar.

    21 Juli 2009
    LPS menyuntikkan dana Rp630 miliar.

    18 Agustus 2009
    Robert Tantular dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp50 miliar subsider lima bulan kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya pada 15 Agustus, manajemen Bank Century menggugatnya sebesar Rp2,2 triliun.

    3 September 2009
    Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar terus mengejar aset Robert Tantular sebesar US$19,25 juta, serta Hesham Al-Warraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar US$1,64 miliar.

    10 September 2009
    Robert Tantular divonis 4 tahun penjara dan dengan Rp50 miliar.

    Dengan adanya kasus Bank Century ini, maka beberapa saat yang lalu masyarakat juga sempat dihebohkan kasus Bibit-Chandra yang disebut-sebut terkait dengan kasus Bank Century itu sendiri. Seperti diberitakan sebelumnya, upaya penyelamatan Bank Century diwarnai dugaan korupsi dan suap. Dengan adanya penyebaran informasi permasalahan seperti ini yang tersebar di berbagai media informasi, masyarakat mulai menyuarakan aspirasinya tentang masalah tersebut. Masyarakat juga mulai belajar tentang bagaimana permainan politik di Negara ini. Masyarakat semakin bersemangat mencari banyak informasi, agar aspirasinya dapat di dengar oleh dunia luar.
    Dari pemaparan di atas di dapatkan kesimpulan bahwa peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi adalah di dapatmya pendidikan politik/ sosialaisasi nilai-nilai demokrasi, memudahkan masyarakt umum untuk menyuarakan aspirasi an pendapatnya secara lebih luas, memberikan kemudahan dalam mengakses saluran kmunikasi dan informasi, memberikan kemerdekaan berpendapat dan pers, dan arus informasi tanpa pembatasan. Penggunaan TI untuk demokratisasi bergantung pada budaya demokrasi masyarakat. Demokratisasi sekarang ini benar-benar merupakan sebuah perubahan, seperti yang dikatakn Bapak BJ Habibie, 2005. Tentunya merupakan sebuah perubahan yang mengarah kea rah yang lebih baik.
    .
    Sumber Referensi:

    http://karodalnet.blogspot.com/2009/12/kasus-bank-century.html.

    Kamus Besar Bahasa Indonesia

    http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

    Nama: Kety Puriutami
    NIM: 08/269812/PA/12082
    Prodi: Matematika

    Posted by Kety puriutami | 27 March 2011, 7:02 pm
  3. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.

    IT Report, sebuah media cetak internasional pernah mengeluarkan pernyataan yang filosofis: “kalau teknologi adalah jawaban, lalu apa pertanyaannya?” Barangkali pernyataan seperti ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa teknologi sebenarnya hanyalah satu bagian dari sebuah sistem yang menjalankan dan mengubah dunia saat ini. Beberapa orang yang progresif memandang teknologi adalah solusi dari semua permasalahan manusia, terutama ekonomi.

    Namun, teknologi mengambil peranan yang sangat penting dalam komunikasi. Bahkan bisa dikatakan, komunikasi tidak akan bisa semudah saat sekarang ini jika tidak ada kemajuan teknologi yang cepat. Dan sesungguhnya media lahir dari teknologi.  Ingat mesin cetak pertama yang dibuat oleh Johannes Guttenberg. Kemampuan teknologi pengganda itu menghasilkan banyak media cetak koran, majalah, tabloid hingga buku.

    Teknologi telekomunikasi pun semakin berkembang, semakin cepat, tepat, akurat, kecil, murah, mudah, efektif dan efisien. Proses berkomunikasi pun memiliki ciri dan sifat yang seperti itu, khususnya efektif. Proses mengirimkan pesan dari Indonesia ke Arab Saudi misalnya, tidak usah menunggu hingga berminggu-minggu berkat e-mail. Informasi dan kegiatan berkomunikasi kualitas dan kuantitasnya dihitung dalam satuan digital 0 dan 1. Kecepatan dan ketepatan informasi sangat dimungkinkan oleh pemakaian media dengan teknologi yang tepat. Hingga perlu digarisbawahi di sini adalah berbicara komunikasi dan media maka kita juga akan membicarakan komunikasi. Media adalah teknologi dan teknologi adalah media.

    Milenium ketiga adalah zaman keemasan teknologi informasi. Sebagai gelombang ketiga peradaban umat manusia seperti yang diramalkan Alfin Toffler sebelumnya adalah peradaban yang super cepat. Ruang dan waktu semakin dibuat cepat dan sempit, seakan-akan dunia dibuat menjadi satu komunitas, di mana setiap penghuninya bisa berinteraksi secara realtime tanpa halangan yang berarti. Berbagi informasi antar benua dan negara di belahan dunia manapun semakin mudah. Puncak dan titik acuan dari ini semua adalah konvergensi komputer dan telekomunikasi 30 tahun yang lalu. Jadilah teknologi internet yang kita kenal selama ini seakan-akan tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sebagai media komunikasi, ia sama saja seperti kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Hingga bisa dimunculkan tesis, kebutuhan terhadap internet adalah kebutuhan untuk berkomunikasi dan ini adalah harga mati.

    Dari sini juga dilakukan terus diversifikasi alat-alat berteknologi canggih lainnya, tentu rata-rata didasarkan pada teknologi internet itu. Seperti Personal Data Asssistant (PDA), Tablet PC, Notebook, CD ROM, VCD, DVD, SVCD, Pena Digital, telepon  selular, GPRS, CDMA dan banyak lagi yang lainnya. Semua teknologi ini dimaksudkan untuk mempermudah proses komunikasi antar manusia dalam konteks global. Dijanjikan penggunaannya sangat mudah dengan harga yang relatif murah. Namun perlu dipertanyakan kembali bagaimana efeknya terhadap kesenjangan penggunaannnya di negara-negara berkembang. Teknologi yang baru muncul tidak serta merta merata pemakaiannya di seluruh dunia, walaupun standar yang digunakan juga relatif sama. Namun demikian, beberapa negara berkembang belum memiliki sarana penunjang yang memungkinkan teknologi terbaru bisa diadopsi. Belum lagi jika kita membicarakan adaptasinya di masyarakat yang berbeda kultur. Padahal masalah mendasar dalam berkomunikasi adalah kesamaan pesan yang diterima tanpa noise. Kesenjangan TI ini juga dinilai sebagai noise yang memang sampai kini menjadi masalah. Karena, menyangkut berbagai macam faktor, seperti politik dan ekonomi.

    Selain kecepatan yang lebih besar untuk mengirimkan pesan, kita juga menyaksikan perubahan-perubahan besar dalam volume informasi yang dikirimkan, disimpan, dan diambil kembali. Misalnya peralatan elektronik dalam bidang percetakan secara menakjubkan telah meningkatkan jumlah buku, bultein, dan majalah yang diterbitkan.

    Kini teknologi komunikasi informasi digunakan juga dalam bidang kesehatan yang disebut dengan telemedicine. Bisnis sudah banyak menggunakan telekonferensi. Dalam bidang pendidikan, televisi dan TV kabel juga digunakan, juga di masa depan surat elektronik atau surat suara, konferensi para orangtua dan para guru mungkin akan lebih sering lagi.

    Komunikasi adalah kebutuhan mendasar manusia. Dengan teknologi komunikasi yang baru telah banyak meningkatkan komunikasi antar budaya. Orang-orang dapat berkomunikasi, mengenal dan mengetahui berbagai macam budaya bangsa dengan mudah dan cepat. Jhon H. Quirk (1989) mengungkapkan kekuatan elektronik dalam komunikasi dan transportasi berfungsi untuk memfasilitasi difusi budaya, pemerataan populasi, dan desentralisasi kekuasaan.

    Buck (1988)  mengungkapkan bahwa media massa memungkinkan komunikasi emosional spontan untuk pertama kalinya dan bahwa media dengan kehadirannya boleh jadi menciptakan komunitas global. Namun, merunut pada sejarah peradaban manusia yang lama berkutat dengan teknologi komunikasi mulai dari mesin cetak dan telepon justru menimbulkan kekacauan bahkan mengancam kehidupan normal kehidupan manusia.

    Dennis Mc Quail dalam bukunya Teori Komunikasi Massa, mengatakan, permasalahan komunikasi massa bersifat komprehensif, yang melibatkan gagasan yang berkenan dengan setiap proses “peringkat bawah”. Para individu menerima dan menangani banyak informasi secara langsung dari media massa.  Hubungan, kelompok dan institusi sosial lainnya acapkali dipaparkan dalam media dan ditanggapi serta dipelajari dengan cara lebih kurang sama dengan kenyataan sebenarnya.

    Dalam memproduksi informasi, media massa tetap harus memperhatikan kondisi komunikasi sebagai sasarannya—dalam hal ini adalah masyarakat. Media yang ingin berhasil menyampaikan pesan dengan tepat kepada media harus benar-benar mengenal masyarakat yang dituju. Tanpa itu media tak akan berari apa-apa di mata masyarakat. Oleh sebab itu media berperan sangat besar dalam menentukan apa yang diinginkan oleh masyarakat dan juga sebaliknya. Seperti teori Agenda Setting dan Hipodermic Needle, di mana pesan sangat berpengaruh kepada masyarakat sebagai komunikannya. Jadi, masyarakat adalah objek media itu sendiri, bukan subjek. Inilah juga yang merangsang pengembang dan ilmuwan untuk mengembangkan teknologi informasi yang pesat dan selalu canggih.

    Dua puluh dua tahun yang lalu, Marshall Mc Luhan menulis buku Media is the Message meramalkan bahwa media lebih menentukan isi pesan, karena media itu yang membawa pesan itu. Seberapa jauh pesan itu sampai, seberapa jauh luas khalayak yang dicapai dan bagaimana dampaknya pada masyarakat, ditentukan oleh media itu sendiri.

    Pada awal milenium kedua ini ditandai dengan merjernya American Online (AOL) dengan  Time Warner. AOL, perusahaan raksasa internet itu bergabung dengan perusahaan media yang sudah menggurita puluhan tahun lamanya. Banyak media mulai menggabungkan diri dengan perusahaan jaringan internet, atau setidaknya membuat jaringan sendiri di dunia virtual itu demi pengembangan dan perluasan informasi kepada khalayak. Dengan demikian informasi yang disampaikan bisa semakin beragam dan sangat cepat serta tentu saja lebih mudah dalam hal penanganan dan pengontrolannya.

    erkembangan yang sedang berlangsung menyangkut teknologi media ini adalah bagaimana menggabungkan siaran radio dan televisi dengan internet. Hingga orang-orang dapat menikmati musik dan tayangan radio dan TV di internet sekaligus. Kemudian di bidang publikasi juga kecipratan. Buku yang selama ini kita kenal tidak akan kita jumpai lagi di masa akan datang. Tebalnya ensiklopedia digantikan dengan satu file saja. Isinya bisa kita lihat di e-book (buku elektronik). Seperti sebuah komputer saku yang bisa dibawa ke mana-mana tanpa kabel. Untuk mengakses buku yang lain, dengan mudah melalui internet, kita bisa membelinya di toko virtual. Mudah!

    Teknologi media dalam berkomunikasi memang sangat menjanjikan kecepatan dan ketepatan penyampaian pesan kepada banyak orang-orang dalam yang bersamaan. Kemampuannya dalam hal kualitas memang tidak diragukan. Terutama adalah pemakaiannya yang sangat mudah dan sederhana. Namun yang dikhawatirkan dan selalu menjadi permasalahan adalah pemerataan jumlah alat dan pengetahuan/kecakapan menggunakannya. Adalah teknologi informasi penciptaan dan pengembangannya lebih banyak dikuasai oleh negara-negara maju seperti di Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Singapura. Keberhasilan semacam itu dimungkinkan karena mereka memiliki kemampuan dan kondisi modal yang mapan. Riset dan pengembangan (R&D) banyak disokong oleh pemerintah di kampus-kampus dan dilaksanakan oleh kalangan akademis. Selain itu memang kemampuan akademis dan IQ negara-negara itu lebih unggul. Inilah perbedaan utama dengan negara-negara berkembang. Akibatnya perkembangan teknologi informasi yang terbaru sulit dipakai merata di masyarakat. Itupun masih dalam tataran sebagai pemakai (user) belum dalam taraf mengembangkan atau menciptakan.

    Sebagian masyarakat di negara berkembang masih mengandalkan komunikasi interpersonal dalam aktivitasnya sehari-hari. Hal yang berbeda dengan di AS, setiap rumah tangga, kantor, sekolah sudah menggantungkan hidupnya pada internet, telepon seluler, laptop, PDA dan lain sebagainya. Di sana komunikasi dengan menggunakan peralatan demikian, adalah sesuatu yang wajar dan menjadi bagian dari aktivitas yang hidup dan profesi yang memang membutuhkan kecepatan dan ketepatan.

    Salah satu tolak ukur kemajuan sebuah negara adalah sampai di mana ia menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan dengan mantap, konprehensif dan total. Termasuk tentu saja teknologi komunikasi. Sebab, komunikasi memang kebutuhan dalam menjalani kehidupan yang dinamis menuju peradaban yang lebih maju. Demi mempercepat, menuju itulah teknologi media/informasi/komunikasi semakin dibuat canggih dan seterusnya demikian demi menjawab tantangan berkomunikasi yang lebih efektif.

    Komunikasi lewat teknologinya sangat mempengaruhi pengetahuan, cara berpikir dan tingkah laku masyarakat. Informasi yang sampai sedemikian cepatnya, membuat teknik berpikir manusia semakin sederhana dan mudah. Berita-berita dan informasi terhangat dari seluruh dunia tersaji di depan mata sedetik setelah kejadian di dalamnya itu berlangsung. Hangat dan segar bisa dinikmati lewat koran pagi dan internet. CEPAT DAN MUDAH!

    Sumber:
    Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss, Human Communication—Konteks-Konteks Komunikasi, DR. Deddy Mulyana, MA, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1996.

    Carey, James, Communication As Culture—Essays on Media and Society, Unwin Hyman, Boston, 1989.

    http://dictum4magz.wordpress.com/2008/01/20/pengaruh-media-terhadap-masyarakat-dalam-kaitannya-dengan-perkembangan-teknologi-komunikasi/

    Nama : Adhitya Eka P.K
    NIM : 08/269974/PA/12155
    Prodi: Matematika

    Posted by Adhitya Eka P. K | 27 March 2011, 5:55 pm
  4. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya)
    pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Demokratisasi adalah suatu perubahan baik itu perlahan maupaun secara cepat kearah demokrasi. Demokratisasi ini menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihentikan. Jika demokratisasi tidak dilakukan, maka bayaran yang harus diterima adalah balkanisasi, perang saudara yang menumpahkan darah, dan kemunduran ekonomi dengan sangat parah (BJ Habibie 2005).
    Demokratisasi disuatu system pemerintahan memerlukan proses yang tidaklah mudah. Pada saat perubahan terjadi, selalu ada orang yang tidak ingin melakukan perubahan terus menerus, atau ada manusia yang tidak mampu menyesuaikan diri.Dalam kontes demokratisasi, peran individu yang mampu menerima perubahan itu sangat penting. Untuk itulah, individu harus punya tanggung jawab. Apalagi globalisasi yang terus mendorong perubahan yagn tidak bisa ditahan oleh Negara manapun.
    Demokratisasi biasanya terjadi ketika ekspektasi terhadap demokrasi muncul dari dalam Negara sendiri, karna warga negaranya melihat system politik yang lebih baik, seperti yang berjalan dinegara demokrasi lain yang telah mapan, akan bisa juga dicapai oleh Negara tersebut. Dengan kata lain, pengaruh internasional dating sebagai sebuah inpirasi yang kuat bagi warga Negara didalam Negara itu.
    Sebuah Negara yang sedang menjalani demokratisasi sangat mudah dipengaruhi oleh factor – factor eksternal. Pengaruh internasional dari sebuah proses demokratisasi bisa terjadi dalam beberapa bentuk, seperti : contagion, control dan conditionality.
    Contagion terjadi ketika demokratisasi disebuah Negara mendorong gelombang demokratisasi dinegara lain. Proses demokratisasi di Negara – Negara eropa timur setelah perang dingin usai dan juga gelombang demokratisasi dinegara – Negara amerika latin pada tahun 1970 an menajdi contoh signifikan.
    Mekanisme control terjadi ketika sebuah pihak diluar Negara berusaha menerapkan demokrasi dinegara tersebut. Misalnya Doktrin Truman 1947 mengharuskan yunani untuk memenuhi beberapa kondisi untuk mendapatkan status sebagai “Negara demokrasi” dan karenanya berhak menerima bantuan anti komunisme dari amerika serikat.
    Conditionality yaitu tindakan yang dilakukan organisasi internasional yang memberi kondisi – kondisi tertentu yang harus dipenuhi Negara penerima bantuan.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
    Akhir- akhir ini kita melihat banyak kalangan masyarakat, terutama generasi muda yang mulai mengenal situs jejaring sosial atau yang lebih spesifiknya dinamakan facebook. dengan adanya facebook kita dapat berkomunikasi dengan teman jauh, bahkan orang yang belum pernah saling mengenal di dunia nyata,menjadi bisa sangat akrab sekali dengan kita di dunia maya, sampai sampai jodoh pun bisa kita temukan disini. Facebook dapat membuat jarak yang begitu jauh bisa menjadi terasa sangat dekat. Sehingga banyak sekali pengaruh facebook bagi kita semua, baik pengaruh yang baik maupuk yang buruh. Pengaruh baiknya kita dapat selalu menjaga komunikasi bersama keluarga, teman, kerabat yang berada sangat jauh dari kita. Selain itu juga kita bisa memperluas koneksi kita dengan orang-orang yang baru kita kenal di situs jejaring sosial ini. Dalam dunia bisnis facebook dimanfaatkan un tuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
    Dari pengaruh buruknya kita menjauhkan dari yang dekat dengan kita, misalnya banyak yang mulai mengacuhkan orang yang berada di sampingnya, lebih cenderung bermain facebook dari pada berkomunikasi dengan orang yang di sampingnya itu.
    Di dalam situs ini biasannya banyak orang meluapkan apa yang ingin di sampaikan. Tentang masalah pribadi, agama, masyarakat, bahkan bangsa sampai dunia. Dalam soal agama banyak yang saling mengingatkan,kata-kata bijak dan lain sebagainya, bahkan ada yang saling menjelekkan tentang kebenaran agama itu sendiri.
    Tidak hanya itu, para pejabat pun menggunakan facebook untuk mendapatkan dukungan dan simpati rakyat. Partai politik juga tidak mau kalah, mereka menggunakan facebook sebagai salah satu cara untuk menggalang masyarakat supaya bisa ikut berkontribusi untuk partainya.yaitu dengan menggunakan grup. Di facebook juga biasanya masyarakat menyuarakan inspirasinya untuk negara, misalnya meng-kritik para pejabat yang tersandung kasus korupsi supaya dihukum seberat beratnya, menyuarakan agar nurdin halid turun dari pssi, dan lain lain. Selain itu banyak pengguna jejaring ini untuk melakukan tindakan social demi kehidupan manusia lain. Seperti mengajak pengguna lain untuk peduli terhadap bencana yang ada di tanah air, gempa dan tsunami di jepang, tragedi perang di timur tengah dan seterusnya. Selain itu dengan facebook masyarakat banyak yang terpengaruh oleh masyarakat di belahan dunia lain, seperti kejadian penurunan presiden mesir, Husni Mubarok, menyebabkan masyarakat Libya juga mulai menyuarakan aspirasinya yang berujung terhadap tragedy berdarah setelah khadafi mengucapkan pidatonya untuk menyapu bersih orang yang menentangnya.
    Dan masih banyak lagi pengaruh yang lain.
    Selain facebook kita juga bisa menggunakan jejaring yang lain untuk menyuarakan aspirasi kita, seperti blog. Banyak orang yang meng-akses sumber sumber berita terutama menyoroti tentang kenegaraan kita ini. Mulai kasusnya nurdin M-top sampai nurdin halid bias di akses di situs ini (missal search di google.com). kesemrawutan orang orang yang berada dalam pemerintahan juga bisa ditemui disini.
    Dari dampak teknologi informasi terhadap kehidupan masyarakat sendiri membawa pengaruh yang begitu besar.Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nili nasionalisme bangsa. Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
    Dari sisi positif yang kita dapat adalah kita bisa belajar tentang kinerja pemerintahan kita, orang orang di dalamnya,apa saja yang menjadi tugas negara,sampai kondisi masyarakat dan negara kita saat ini.sehingga bisa menjadikan kita agar berguna untuk masyarakat, bangsa dan nerara kita ini.
    Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai.
    Banyaknya sector kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus dibatasi oleh aturan hokum Negara dan budaya bangsa Indonesia.

    Sumber:

    http://sauri-sofyan.blogspot.com

    http://nardyberkomunikasi.wordpress.com

    http://besteasyseo.blogspot.com

    http://www.lintasberita.com

    subroto (08/269995/PA/12164)
    prodi matematika

    Posted by subroto | 27 March 2011, 5:46 pm
  5. Teknologi informasi dan pengaruhnya terhadap kehidupan bernegara dan bermasyarakat

    Teknologi, tidak dapat dipungkiri memiliki pengaruh yang dahsyat dalam kehidupan kita. Setiap hari kita bersentuhan dengan teknologi, dimanapun berada. komputer, handphone, sepeda motor adalah sebagian kecil dari teknologi yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Hal ini didukung dengan perkembangan teknologi yang luar biasa. Teknologi dibidang kesehatan, teknologi dibidang pertahanan, teknologi dalam bidang pangan, teknologi informasi berkembang demikian pesatnya.
    Secara khusus akan kita bahas mengenai teknologi informasi (information technology), biasanya disingkat dengan IT, TI. Apa itu teknologi informasi? Bagaimana teknologi informasi berperan dalam kehidupan kita, bagaimana pengaruh informasi yang disebarkan, apa dampak yang bisa terjadi dalam penggunaan teknologi informasi ini.
    Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Menurut Martin (1999), Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi informasi untuk mengirim/menyebarkan informasi. Sementara Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
    Dari defenisi di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
    Jadi bisa dikatakan bahwa teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Sebagai contoh dari hasil teknologi adalah handphone, komputer, televisi, radio, internet, dll.
    Banyak sekali peran teknologi informasi ini, antara lain :
    1.Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).

    E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan,
    seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
    Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
    (1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
    (2) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
    (3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya.
    (4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien
    bahkan bukan tidak mungkin nantinya dalam penyelenggaraan pemilu digunakan teknologi e-voting.

    2.Bidang pendidikan(e-education)

    Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Pendidikan kini bisa dilaksanakan secara jarak jauh. Banyaknya materi perkuliahan yang bisa kita dapat di internet juga memudahkan kita dalam belajar.
    Masih banyak keuntungan yang kita dapat dari perkembangan teknologi informasi ini. Bagi kita para pengguna biasa, dengan adanya handphone kita bisa mengetahui kabar saudara yang jauh dengan cepat, tidak lagi mengandalkan surat yang membutuhkan waktu lama. Dengan adanya televisi dan radio kita bisa mendapat hiburan, berita, dll. Dengan komputer, pekerjaan kita bisa selesai lebih cepat. Bagi para pebisnis juga sangat menguntungkan. Bisa mengetahui kondisi pasar saham terkini dengan cepat. Bisa memperkenalkan produk mereka dengan lebih luas.
    Teknologi informasi menjadikan jarak tidak berarti. Batas wilayah tidak menjadikan kita sulit mengetahui perkembangan yang ada di dunia luar. Kemajuan teknologi informasi juga berarti bahwa kebebasan individu dalam mendapatkan informasi, kebebasan dalam menyuarakan pendapat semakin luas. Dengan adanya jejaring sosial semacam facebook, twitter, serta yang lain, menjadikan kita bebas untuk berekspresi, menyuarakan pendapat kita tentang apapun, berkumpul dengan orang yang mempunyai kesukaan yang sama, bebas berdiskusi dengan siapapun tanpa perlu bertemu secara langsung.
    Jejaring sosial juga ikut berperan dalam menciptakan perubahan-perubahan dalam suatu negara, tercatat bahwa jatuhnya Hosni Mubarak di Mesir tidak terlepas dari peranan jejaring sosial. jejaring sosial mampu menjadi alat untuk mengumpulkan massa yang kemudian berdemonstrasi menuntut Mubarak turun. Karena informasi yang bergerak cepat, meyebabkan gejolak di negara lainnya.
    Namun dibalik manfaat yang bisa kita dapatkan, terdapat juga efek buruk kemajuan teknologi jikalau kita tidak berhati-hati.
    a.Kemampuan bersosialisai.
    Banyak diantara kita yang saat ini lebih memilih mencari teman di dunia maya dibandingkan di dunia nyata. Lebih senang mengakses facebook daripada bersosialisai dengan orang lain disekitar kita
    b.Pornografi
    Internet banyak disalahgunakan untuk mengupload konten yang bersifat pornografi, video ataupun gambar karena kebebasan yang kita punya dalam mengakses intenet. Yang lebih menyedihkan lagi, banyak anak-anak yang mengakses situs-situs porno yang bertebaran di internet.
    c.Cyber criminal
    Scammers, spammers, phishers, penyebar berita hoax, pembuat virus, penipuan lewat internet.
    d.Kebocoran data
    Wikileaks menjadi contoh bagaimana pentingnya keamanan dalam bertukar informasi. Data yang bocor bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
    e.Pembajakan
    Banyak sekali software-software bajakan yang ada di internet. karya cipta seni pun demikian, lagu-lagu dibajak, film-film dibajak sehingga merugikan mereka yang memproduksi.

    secara umum, teknologi informasi sangat berguna dalam kehidupan kita. dengan teknologi internet kita bisa mengetahui hal-hal yang baru terjadi, berita-berita yang penting, tentunya kita tetap perlu menyaring informasi yang kita dapatkan karena tidak semua informasi tersebut benar. teknologi informasi juga memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain yang jauh dari kita.
    Penggunaan teknologi bijak akan menjauhkan dari akibat buruk perkembangan teknologi informasi.

    Sumber :
    1. http://www.scribd.com/doc/7574773/pengenalan-teknologi-informasi-1
    2. http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/
    3. http://xlvalezlx.blogspot.com/2009/10/dampak-positif-dan-negatif-perkembangan.html
    4. http://doodelonge.dagdigdug.com/2009/10/07/dampak-negatif-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/
    5. http://isrona.wordpress.com/2008/01/29/dampak-negatif-penggunaan-teknologi-informasi-dan-kom/
    6. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6821375&page=4
    7. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15418
    8. http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi

    Rahmat Robbi Binur
    Matematika/Matematika
    08/270035/PA/12182

    Posted by rahmat | 27 March 2011, 5:27 pm
  6. Peranan & Pengaruh Teknologi Informasi pada gerakan Demokratisasi dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa & Bernegara

    Sebelum saya mengemukakan pendapat saya tentang peranan dan pengaruh teknologi informasi dalam pergerakan demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, terlebih dahulu saya akan memaparkan tentang apa itu teknologi informasi dan demokrasi.
    Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
    Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
    Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
    Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
    Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

    Demokrasi adalah bentuk politik pemerintahan di mana kekuasaan pemerintahan berasal dari rakyat, oleh konsensus (demokrasi konsensus), dengan referendum langsung (demokrasi langsung), atau melalui wakil-wakil terpilih dari rakyat (demokrasi perwakilan). Istilah berasal dari bahasa Yunani: δημοκρατία – “pemerintahan rakyat” (dēmokratía), yang diciptakan dari δῆμος (demo) “orang” dan κράτος (Kratos) “kekuatan”, di pertengahan abad ke-5-4 SM untuk menunjukkan sistem politik maka yang ada di beberapa negara-kota Yunani, terutama Athena setelah pemberontakan populer di 508 SM. Meskipun tidak ada definisi, khusus diterima secara universal, ‘demokrasi’ kesetaraan dan kebebasan memiliki telah diidentifikasi sebagai karakteristik penting demokrasi sejak zaman kuno. Prinsip-prinsip ini tercermin dalam semua warga negara yang sama di depan hukum dan memiliki akses yang sama terhadap kekuasaan. Sebagai contoh, dalam demokrasi perwakilan, suara setiap bobot yang sama, tidak ada pembatasan dapat diterapkan kepada siapapun yang ingin menjadi perwakilan, dan kebebasan warganya dijamin oleh hak dilegitimasi dan kebebasan yang pada umumnya dilindungi oleh konstitusi.

    Ada beberapa jenis demokrasi, beberapa di antaranya memberikan keterwakilan yang lebih baik dan kebebasan lebih untuk warga mereka daripada yang lain . Namun, jika setiap demokrasi tidak hati-hati undangkan -. Melalui penggunaan saldo – untuk menghindari distribusi yang tidak merata kekuasaan politik, seperti pemisahan kekuasaan, maka cabang dari sistem pemerintahan dapat mengakumulasi kekuasaan, sehingga menjadi tidak demokratis.

    “Kekuasaan mayoritas” sering digambarkan sebagai fitur karakteristik dari demokrasi, tetapi tanpa perlindungan pemerintahan atau konstitusional kebebasan individu, sangat mungkin bagi individu minoritas akan tertindas oleh “tirani mayoritas”. Sebuah proses penting dalam demokrasi perwakilan adalah pemilihan kompetitif yang adil baik secara substansial dan prosedural. Selain itu,. Kebebasan ekspresi politik, kebebasan berbicara, dan kebebasan pers sangat penting sehingga masyarakat diinformasikan dan mampu memilih kepentingan pribadi mereka .

    Kedaulatan Populer adalah umum tetapi bukan subjek memotivasi universal untuk membangun demokrasi . Di beberapa negara, demokrasi didasarkan pada prinsip filosofis hak yang sama. Banyak orang menggunakan “demokrasi” sebagai singkatan untuk demokrasi liberal, yang dapat mencakup unsur-unsur tambahan seperti pluralisme politik; kesetaraan di hadapan hukum, hak untuk permohonan pejabat terpilih untuk ganti rugi, proses akibat adanya kebebasan sipil, hak asasi manusia; dan elemen masyarakat sipil di luar pemerintah.

    Di Amerika Serikat, pemisahan kekuasaan sering disebut sebagai atribut pendukung, tetapi di negara-negara lain, seperti Inggris, filsafat dominan adalah kedaulatan parlemen (meskipun dalam praktek independensi peradilan umumnya dipertahankan). Dalam kasus lain, “demokrasi” adalah digunakan untuk berarti demokrasi langsung. Meskipun “demokrasi” istilah biasanya digunakan dalam konteks politik negara, prinsip-prinsip yang berlaku bagi organisasi swasta dan kelompok lainnya juga.

    Demokrasi memiliki asal-usul di Yunani Kuno . Namun. Kebudayaan lain secara signifikan berkontribusi pada evolusi demokrasi seperti Romawi Kuno, Eropa, dan Amerika Utara dan Selatan. Konsep demokrasi perwakilan muncul sebagian besar dari ide-ide dan lembaga-lembaga yang berkembang selama abad pertengahan Eropa dan Abad Pencerahan dan di Amerika dan Revolusi Prancis Demokrasi. disebut sebagai “bentuk terakhir dari pemerintah” dan telah menyebar jauh di seluruh dunia. Hak untuk memilih telah diperluas dalam Yurisdiksi banyak dari waktu ke waktu dari kelompok yang relatif sempit (seperti laki-laki kaya dari kelompok etnis tertentu), dengan Selandia Baru bangsa pertama untuk memberikan hak pilih universal untuk semua warga negaranya pada tahun 1893

    Setelah saya paparkan tentang apa itu teknologi informasi dan demokrasi, maka saya akan memberikan pendapat saya mengenai peranan dan pengaruh teknologi informasi terhadap demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Menurut saya, peranan dan pengaruh teknologi informasi terhadap demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sebagai berikut:
    1.Menjadi media penyalur aspirasi rakyat atau pun media penyalur berbagai pendapat dari rakyat untuk para pejabat. Dengan adanya teknologi informasi, maka rakyat dapat dengan mudah menyampaikan pendapatnya sehingga informasi (pendapat) yang dikemukakan dibaca oleh orang banyak. Melalui internet atau pun jejaring sosial seperti facebook dan twitter, orang akan lebih mudah menyampaikan pendapatnya dan akan lebih mudah untuk mempengaruhi orang lain, seperti yang terjadi pada waktu mencetusnya masa reformasi di Mesir.
    2.Mempermudah pemerintah dalam menjalankan proses pemilihan umum, yaitu dalam hal kampanye mau pun sosialisasi tentang calon-calon yang akan ikut pemilihan umum. Pemilu merupakan salah satu tanda adanya demokrasi karena adanya partisipasi rakyat dalam menentukan wakil rakyat.
    3.Teknologi informasi berperan dalam pengawasan/ evaluasi kinerja pemerintahan dalam menjalankan kewajibannya sebagai wakil rakyat. Dalam hal ini, teknologi informasi membantu rakyat untuk menilai tentang kinerja para wakil rakyat tersebut, apakah mereka benar-benar sudah menjalankan kewajibannya sebagai penyalur aspirasi rakyat atau belum.
    4.Teknologi informasi dapat mempengaruhi proses demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara karena informasi yang diberikan bermacam-macam. Ada yang sesuai fakta dan ada pula yang merupakan opini semata yang bersifat sujektif. Apabila rakyat terpengaruh informasi-informasi yang disampaikan oleh media informasi, maka bukan tidak mungkin rakyat akan menuntut perubahan, misalnya dengan menulis artikel untuk mempengaruhi orang lain untuk demonstrasi mau pun berperang.

    Itulah peranan & pengaruh teknologi informasi pada gerakan demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara menurut saya yang hanya sebagian kecil dari banyaknya peranan dan pengaruh teknologi informasi pada gerakan demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.

    referensi:

    http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2094738-pengertian-demokrasi/

    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi

    nama :siti muanah
    prodi: matematika
    nim : 08/270275/PA/12274

    Posted by siti muanah | 27 March 2011, 5:26 pm
  7. Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah teknologi yang mampu menafikan dimensi ruang, waktu, kompleksitas budaya, warna kulit, cara pandang, gaya hidup dan level masyarakat. Ketika manusia menggunakan TIK dalam kehidupan sehari-hari, yang akan berkomunikasi bukanlah tampilan fisik yang berbeda sebagaimana proses komunikasi konvensional yang biasa kita lakukan slama ini.
    Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembangunan demokrasi semakin penting. TIK tidak saja menentukan terpenuhinya azas-azas dalam pelaksanaan pemilihan umum, tetapi juga efektivitas, efisiensi, kecepatan, dan transparansi, serta akuntabilitasnya. Pada Pemilihan Legislatif 2009 lalu, pada saat-saat akhir menjelang pelaksanaannya, BPPT diminta berpartisipasi dalam memberikan technical assistance dan advis kebijakan kepada KPU baik bagi pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 2009. Ini memberikan pengalaman berharga untuk persiapan e-voting di masa datang, bahwa pemanfaatan TIK dalam peristiwa demokrasi perlu persiapan yang baik. Menyikapi kemajuan dan konvergensi TIK, dalam sistem penyiaran televisi
    nasional telah disepakati migrasi ke sistem digital hingga 2018 dan perbaikan kebijakan terkait. BPPT berpartisipasi aktif dalam hal ini, baik dalam memberikan advis bagi penentuan sistem penyiaran TV terestrial, spesifikasi teknis, pengembangan perangkat set top box, pengembangan sistem pemancar TV digital, uji coba TV digital komunitas, maupun advis-advis kebijakan terkait. Kerjasama dengan berbagai pihak pun intensif dilakukan, antara lain dengan PT INTI, PT LEN, TVRI, Pemda, dan lainnya. BPPT memandang penting dukungan pengembangan kemampuan TIK dalam negeri, termasuk dalam FOSS (Free/Open Source Software). BPPT berpartisipasi aktif dalam migrasi ke pemanfaatan software legal (khususnya FOSS) di berbagai lembaga, termasuk di daerah, pengembangan aplikasi berbasis FOSS, dan dukungan pengembangan kreativitas digital. Beberapa produk terbaru BPPT antara lain adalah “PERISALAH”, “SIDOBI”, “LISAN”, “RAL” ,dan lainnya. khusus Perisalah, yakni sistem pencatatan notulensi atau ikhtisar dalam suatu rapat, di bulan Januari 2010 nanti akan diluncurkan. Model kolaboratif untuk memperbaiki implementasi TIK dalam pembangunan daerah melalui percontohan “E-Development Daerah”, yang diprakarsai oleh BPPT, seperti di Kab. Jembrana, Kab. Banyuwangi, Kab. Purwakarta, Kota Bogor, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, dan Kab. Kendal. Kegiatan ini melibatkan kemitraan dengan berbagai pihak seperti KNRT, Depkominfo, KNPP, KNPO, Depdiknas. Di bidang TIK ini, BPPT juga mendapat kepercayaan dalam mengimplementasikan UU No. 22 tahun 2006 tentang Kependudukan, dengan berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penerapan SIAK/E-KTP. Program ini sangatlah penting bagi Indonesia karena menjadi kunci bagi implementasi E-Government di Indonesia di masa mendatang. Tahun ini, BPPT berperan aktif dalam memberikan technical assistance dalam proses uji petik di 6 daerah. Selain itu, dalam implementasi E-Government, juga telah dikembangkan PAI (Presidential Accountability Infrastructure) bersama dengan 6 instansi pemerintah lainnya, dalam pengembangan grand design E-Government untuk LAN, serta kajian interoperabilitas di lembaga pemerintah.
    Efek positif dari semua bebas menjadi sumber informasi adalah terfasilitasinya kebutuhan akan kebebasan berbicara yang menjadi syarat dasar demokrasi. Penyebaran informasi berlangsung secara peer to peer, one to one, one to many ataupun broadcast. Tidak ada hirarki penyampaian informasi yang mengarah kepada filterisasi informasi sebagaimana terjadi pada sistem informasi di suatu organisasi tertutup. Ide perjuangan demokrasi dengan mudah mencapai sasaran masyarakat luas tanpa terkendala oleh rejim pengawasan informasi yang dilakukan oleh penguasa. Pada proses selanjutnya TIK mendorong terjadinya kesamaan ide, sebagaimana terjadi pada keseragaman gaya dan penampilan. Yang membedakan hanyalah substansi informasinya saja. Pada yang pertama yang menonjol adalah efek peniruan yang menjurus ke arah konsumtifisme, sedangkan pada gerakan demokrasi TIK berhasil menjadi wahana penyamaan persepsi demokrasi, pendorong keputusan untuk melakukan perubahan ketata – negaraan.

    Peran TIK dalam proses demokrasi tidak terbatas pada wahana penyamaan persepsi saja melainkan lebih banyak dari itu. Dalam proses kritis yang menjadi acuan adanya demokrasi, TIK membuktikan dirinya memberikan kontribusi besar dalam proses pemilihan umum (pemilu). Penggunaan TIK dalam proses penghitungan suara menjadi salah satu yang dapat ditunjuk sebagai bukti. Selain itu, ada banyak sekali bukti bagaimana TIK melancarkan proses pemilu. Sejak proses pendaftaran partai politik, pendaftaran calon pemilih, seleksi partai yang layak untuk ikut pemilu, kampanye, pengelolaan organisasi partai politik, pendaftaran dan proses adminstrasi calon legislatif, hingga penentuan pemenang pemilu, semua aktivitas ini menjadi tidak terbayangkan betapa sulitnya jika tidak menggunakan TIK. Setelah pemerintahan baru terbentuk, masyarakat menggunakan TIK untuk mengetahui kinerja pemerintah, berinterkasi dengan pejabat pemerintah, maupun memberikan penilaian atas kinerja pemerintah. Ciri – ciri negara demokratis menjadi semakin nyata dengan fasilitasi TIK.

    Selanjutnya, teknologi informasi khususnya media sosial sering dikatakan sebagai pilar ke-lima demokrasi karena sering kali orang beranggapan bahwa media itu lebih netral dan bebas dari unsur kekuasaan negara, berbeda dengan empat pilar sebelumnya yang semuanya berorientasi pada kekuasaan. Media tidak hanya sebagai sumber berita, tapi sekaligus merupakan pembawa dan penyambung suara rakyat. Media juga sering kali menjadi alat daya penekan bagi tiga pilar demokrasi sebelumnya.
    Karena begitu pentingnya media bagi demokrasi, media harus benar-benar dijaga independensinya, baik dari sisi lembaganya maupun dari insan-insan pers di dalamnya. Kebebasan pers juga harus tetap dijaga dari adanya unsur intervensi dari lembaga kekuasaan da;am suatu Negara..
    Sekarang, dengan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi, dinamika kehidupan demokrasi di suatu negara berubah total. Sebagai contoh internet memang memudahkan kita dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Tapi, di sisi dunia lain, internet juga banyak digunakan oleh para teroris untuk meneror belahan dunia yang tidak sesuai dengan ideologi mereka. Melalui internet, mereka menyebarkan ide dan gagasan radikal, menebar kebencian, dan merusak perdamaian. Mereka juga dikenal memiliki militansi yang kuat dalam menyampaikan gagasannya melalui internet di banding netizen biasa lainnya. Seorang pengamat terorisme pernah mengatakan sangat khawatir dengan pergerakan mereka di dunia maya yang relatif lebih sulit dideteksi.
    Di sisi lain, dengan hadirnya media sosial di internet, masyarakat juga semakin apresiatif dan aktif dalam menggunakan internet. Mereka tidak hanya membaca berita, tapi juga aktif memberikan opini seputar kehidupan yang mereka jalani sehari. Mereka juga dengan gampang menyampaikan pandangan terkait dengan isu-isu aktual yang terjadi.
    Dengan demikian, kehadiran internet dan media sosial ternyata bisa semakin meningkatkan partisipasi masyarakat terkait dengan isu-isu publik. Kondisi ini menyebabkan peran media sebagai pilar ke-empat demokrasi semakin terancam. Melalui Facebook dan Twitter, masyarakat bisa menggalang kekuatan sendiri untuk menolak kebijakan pemerintah yang dirasakan bertentangan dengan hati nurani masyarakat.
    Contohnya kasus Cicak vs Buaya beberapa tahun lalu. Melalui gerakan di Facebook yang bertajuk “Gerakan 2 juta Facebooker Bebaskan Bibit-Chandra” bisa memaksa pengambil kebijakan tertinggi negeri ini mengikuti arus masyarakat netizen ini. Begitu juga kasus Prita vs RS OMNI melalui gerakan Koin Prita mampu menggerakkan partisipasi masyarakat menyumbangkan koin mereka untuk Prita. Dalam beberapa hal, gerakan ini juga dianggap oleh pengamat mampu “mempengaruhi” hasil persidangan yang membebaskan Prita dari segala tuduhan.
    Dalam beberapa kasus, gerakan sosial dan penggalan dana untuk korban bencana alam ternyata cukup efektif menghimpun dana untuk korban bencana. Rasa solidaritas masyarakat semakin mudah ditumbuhkan dengan adanya Facebook dan Twitter. Banjir di Wasior, Gempa di Mentawai, Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta membuktikan fenomena ini.
    Meskipun peran media agak tergeser oleh media sosial, peran media arus utama tetaplah penting bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Malah media-media arus utama, seperti Kompas dan Detikcom memanfaatkan media sosial untuk lebih bisa saling berkomunikasi dan menyampaikan berita lebih cepat ke pembacanya. Media-media tersebut juga membuat wadah bagi netizen , seperti forum online dan blog. Kompas membuat blog Kompasiana. Detikcom membuat Detikforum. Wadah ini digunakan oleh para netizen untuk saling berdiskusi dan menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai isu aktual.

    Michael Hauben, Bapak Netizen Dunia, suatu kali pernah mengatakan bahwa kehadiran jaringan internet akan semakin memperkuat alam demokrasi di dunia. Apa yang di katakan Michael Hauben itu terbukti sekarang. Internet telah membuka mata masyarakat dunia tentang kejadian-kejadian di berbagai belahan dunia tanpa batas teritori. Karena itu, tidak salah bila kita menyebut bahwa media sosial adalah pilar kelima demokrasi.

    Referensi :
    http://www.finapolkadot.blogspot.com
    http://www.cahyana-ahmadjayadi.web
    http://www.lipsus.kompas.com

    Oleh :
    Tyas Yulliviani
    08/270036/PA/12183
    Prodi Matematika

    Posted by Tyas Yulliviani | 27 March 2011, 5:06 pm
  8. ” Facebook : The Power of Democracy ”
    Pengguna Facebook di Indonesia tumbuh dengan begitu cepatnya, dan saat ini Indonesia menempati urutan pertumbuhan tercepat kedua di dunia dari sisi jumlah pengguna Facebook. Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat yang juga merupakan pengguna Facebok terbanyak di dunia.
    Berdasarkan survei Inside Facebook yang dilakukan eMarketer, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Desember 2009, e-marketer mencatat jumlah pengguna Facebook di Indonesia 13.870.120 pengguna, sedangkan pada 1 Januari 2010 sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah Amerika Serikat yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna.
    Meski demikian, persentase kenaikan jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai dua kali lipat dari Amerika Serikat. Indonesia naik 10 persen, sedangkan AS hanya 5 persen. Kenaikan 10 persen termasuk persentase pertumbuhan tertinggi di dunia. Selain Indonesia, beberapa negara yang mencapai kenaikan dengan persentase 10 persen antara lain Filipina dan Malaysia.
    Dapat kita pandang sebagai wabah ilmu pengetahuan dan teknologi yang menguntungkan ataupun merugikan bangsa ini. Tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebuah perkembangan, sebuah kemajuan yang harus disikapi sebisa mungkin dengan bijak, agar tak merubah keharmonisan bangsa.
    Facebook kini tengah merajai situs jejaring sosial yang menjadi penghubung setiap individu dari kita di dunia maya. Dari yang semula belum saling mengenal menjadi saling mengenal, bahkan dari yang semula mempunyai sebuah gagasan mentah berhimpun menjadi satu membentuk sebuah gagasan matang yang berkekuatan besar. Inilah yang tengah terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, kawan.
    Apa pengaruhnya ? Apa dampak bagi kehidupan kita ?
    Dengan berusaha memandang dari segi positif, ternyata Jejaring sosial ( Facebook ) yang menjadikan setiap orang berani menyampaikan aspirasinya, sangatlah relevan dengan demokratisasi bangsa ini. Dapat menjadi sarana dimana setiap orang tanpa rasa malu mengungkapkan apa pendapatnya, dengan tak perlu kemampuan berbicara dan berbahasa dengan baik. Semua kalangan berkedudukkan yang sama dalam virtual maya ini.
    Dimana bangsa Indonesia menganut paham Demokrasi Pancasila, demokrasi yang lebih mengutamakan pendapat rakyat berdasarkan Pancasila. Dalam demokrasi, kehendak rakyat menjadi dasar utama kewenangan pemerintah dalam menegakkan sistem pemerintahan. Demokrasi Pancasila yang dianut bangsa Indonesia ini telah memberikan banyak kesempatan pada rakyat untuk mengeluarkan pendapat sesuai dengan ideologi atau dasar negara kita, Pancasila.
    Dari fungsi yang dimiliki Facebook dan makna demokrasi bangsa ini, memiliki sebuah benang merah yang menghubungkan keduanya, yaitu dimana Facebook dapat dijadikan sebagai alat demokrasi bangsa. Facebook merupakan salah satu sarana aspirasi demokrasi bangsa di dunia maya yang memberikan dampak signifikan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tengok saja berbagai macam himpunan terbentuk menjadi sebuah grup dalam Facebook kala polemik bangsa ini terjadi. “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto”, “Gerakan Dukung Susno Duadji”, “Gerakan Galang Koin 100 Rupiah untuk Presiden SBY”, “Gerakan Pro SBY”, “Gerakan Anti SBY”, “Gerakan Koin Cinta Bilqis”, dll.
    Semua berbicara, semua beraspirasi, semua mengemukakan pendapatnya. Kala bangsa ini butuh sebuah perhatian, serentak Facebook menjadi sarana untuk menyampaikan setiap pendapat. Akan berkumpul kalangan yang sependapat membentuk sebuah grup yang akan mengulas ide-ide mereka. Dan tidak hanya sampai di situ, dapat dikatakan Facebook merupakan pintu setiap gerakan nyata. Contohnya saja, Gerakan Koin Cinta Bilqis, bermula dari terbentuknya Grup di Facebook, kemudian setiap anggotanya berhimpun melakukan aksi nyata mengumpulkan koin untuk Bilqis. Contoh lain, Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto, para anggota Grup melakukan aksi nyata dengan mendatangi Gedung KPK. Semua berawal dari Facebook.
    Namun seperti yang saya katakan tadi, Bangsa ini menganut Demokrasi Pancasila yaitu Demokrasi yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, walaupun melalui Facebook, Demokrasi, Aspirasi, Pendapat tetaplah dibatasi, tetaplah diatur oleh Undang-Undang. Saya ambilkan contoh dari Grup “ Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto “, terdapat aturan di dalamnya, yaitu :
    Code of Conduct / Aturan Grup
    1. Grup adalah Gerakan Moral dan Kelompok Penekan ( Pressure Group ) untuk membangun pemerintahan yang bersih ( Good Governance ).
    2. Sampaikan pemikiran dengan bahasa yang sopan.
    3. Berikan solusi terbaik terhadap topik permasalahan.
    4. Gunakan link sebelum mengomentari atau berdiskusi.
    5. Kutip link pada komentar anda untuk menghindari pembunuhan karakter, pengalihan isu, disinformasi, propaganda, kontrapropaganda atau penyesatan.
    6. Dilarang keras menghina, memfitnah, menista, menghujat, menuduh, menyerang dan mencemarkan kehormatan dan nama baik orang perorang, termasuk grup, kreator, admins ( ancaman Pidana KUHP ).
    7. Dilarang keras berkata kasar, tidak sopan, menyinggung perasaan, sara dan pornografi.
    8. Dilarang keras beriklan ( aturan term of use FB ).
    9. Dilarang keras melakukan Hacking, Spamming, Flooding dan Cloning ( ancaman Pidana UU ITE ).
    Jadi, demokrasi pun harus diatur dengan Undang-Undang. Sehingga dapat berjalan dengan harmonis bersama dengan setiap kepentingan perorangan.
    Dengan gaungnya yang kian membahana dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Facebook dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam demokratisasi bangsa. Setiap kalangan dapat menyalurkan aspirasinya. Hanya diperlukan pendidikan moral dalam menyampaikan pendapat, pemahaman tentang etika demokrasi.
    “Negara dan masyarakat dengan dasar Pancasila selalu mengusahakan harmoni antara orang per orang dan rakyat banyak. Oleh karena itu, demokrasi di Indonesia berbeda sekali dasarnya dari demokrasi liberal yang mengutamakan hak individu. Demokrasi di Indonesia mempunyai makna dan dampak politik, ekonomi, dan sosial. Sementara demokrasi liberal terutama bersifat politik dengan landasan satu orang satu suara.
    Demokrasi politik di Indonesia tak hanya memerhatikan terpilihnya wakil rakyat, tetapi yang tidak kalah penting adalah keterwakilan semua golongan masyarakat dan daerah di Indonesia. Karena itu, tidak relevan sama sekali mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia dengan membandingkan Indonesia dengan AS atau negara lain yang melaksanakan demokrasi liberal. Yang lebih penting adalah melaksanakan demokrasi di Indonesia secara baik sesuai Pancasila sebagai dasar negara.
    Konstitusi harus kembali sesuai Pancasila. Untuk itu, UUD 1945 harus sepenuhnya, baik dalam Pembukaan maupun Batang Tubuh, menguraikan apa yang harus dilakukan bangsa Indonesia sesuai dengan falsafah dan dasar negara.
    Demokrasi ekonomi harus terwujud dengan kondisi kesejahteraan rakyat yang tinggi, bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan, serta penuh peluang dan kesempatan untuk berkembang maju dalam setiap aspek kehidupan.
    Demokrasi sosial harus berkembang dalam masyarakat yang hidup dengan dasar gotong royong, tergambar dalam sikap hidup harga-menghargai di antara semua orang dan golongan sekalipun beda agama, etnik, kondisi materiil, dan lainnya.
    Masyarakat dan kenyataan yang demikianlah yang harus diusahakan para pemimpin di Indonesia, khususnya para pemimpin yang mengendalikan pemerintahan. Sebab, itulah yang diinginkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan atau kuasa utama di negara ini.”, kata Sayidiman Suryohadiprojo Mantan Gubernur Lemhannas dan Mantan Dubes RI di Jepang.
    Dalam beberapa tahun depan, Facebook akan tetap menjadi elemen penting yang berperan dan berpengaruh pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hingga saat ini saya yakin bahwa Facebook : The Power of Democracy.

    Sumber : http://aparaturnegara.bappenas.go.id

    http://www.anneahira.com

    http://tekno.kompas.com

    http://www.facebook.com/

    oleh Arief Wahyu Kurniawan
    08 / 269804 / PA / 12079
    Matematika

    Posted by Arief Wahyu Kurniawan | 27 March 2011, 4:46 pm
  9. Peranan dan Pengaruh teknologi Komunikasi Informasi

    Dari waktu ke waktu perkembangan manusia semakin meningkat tentunya kearah yang semakin maju. Tapi satu hal yang perlu dipahami semakin maju bukan berarti semakin baik dalam kehidupan manusia. Sebagai bukti perkembangan teknologi kita bisa melihat perubahan dari awal adanya manusia sampai saat ini. Dari tahun ke tahun pasti ada perubahan yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan dari hari ke hari semakin cepat adanya perkembaganan atau perubahan teknologi komunikasi informasi. Contoh simpelnya perkembangan sarana komunikasi. Awalnya komnikasi dimulai dengan surat menyurat namun hari ini kita bisa menggunakan beragai sarana untuk bisa berkomuniksai dengan orang lain. Tidak hanya komunikasi lingkup daerah namun juga lingkup globalisasi.

    Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme bangsa.
    Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
    Sebagai sebuah proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
    Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
    Namun perlu diingat, pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dan masih banyak lagi.
    Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya TIK, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
    Pada hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.
    Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.
    Dampak positif pemanfaatan teknologi informasi lainnya misalkan di bidang jasa pelayanan kesehatan. Institusi kesehatan menggunakan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan secara terpadu dari pendaftaran pasien sampai kepada system penagihan yang bisa dilihat melalui internet. Contoh lain misalnya di bidang hiburan. Sekarang banyak bermunculan polling atau layanan masyarakat dalam bentuk SMS (Short Message Service), termasuk juga untuk sistem perbankan.
    Pernahkah kita sadari di lain sisi, kita mendengar dampak negatif dari pemanfaatan teknologi? Salah satu penelitian yang di lakukan di Universitas Tohoku Jepang menunjukan bahwa jika anak-anak dijejali aneka permainan komputer, maka lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya (masih mau main game berlama-lama lagi?). Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permaian bomber man. Di bidang kriminalitas, walaupun belum ada penelitian yang kongkret tapi dipercaya bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan computer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permaian komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Di bidang perbankan, lebih mengkhawatirkan lagi penggunaan kartu kredit illegal (carding). Belum lagi perseteruan antara pembuat virus dan antivirus yang tidak pernah berhenti sepanjang masa.
    Fenomena seperti ini adalah sebagian kecil contoh yang dekat dengan kehidupan kita. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita harus menyikapi? Apakah kita berdiam diri? Atau ikut terlibat dalam perkembangan teknologi informasi? Dampak positif dan negative dari suatu perkembangan teknologi adalah pilihan di tangan kita.
    Kalau kita kaitkan perkembangan teknologi informasi dengan pemerintah saat ini yang lebih dikenal dengan e-government, tahapan penerapan teknologi informasi dikategorikan dalam tahapan persiapan, pematangan, pemantapan dan pemanfaatan. Menurut pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh Departmen Komunikasi dan Informasi, saat ini Indonesia baru memasuki tahapan persiapan dan menuju ke arah pematangan. Jadi masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah untuk mensosialisaikan kepada masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi. Jika kita bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, jelas kita akan tertinggal jauh dan memakan waktu yang lama. Disini dituntut peranan kaum professional yang aktif untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi di segala bidang. Salah satu yang merupakan terobosan kreatif adalah pemanfaatan open source sebagai platform dalam menciptakan aplikasi. Contohnya seperti yang dilakukan tim SisFoKampus (www.sisfokampus.net) dalam mengembangkan penerapan komputerisasi dalam dunia pendidikan. Memang kendala yang utama dihadapi adalah bagaimana mengubah pola pikir dari institusi pendidikan dan menyiapkan infrastruktur yang mendukung. Yang jelas belajar dari pengalaman, jika masyarakat sudah merasakan penerapan SisFoKampus dapat menciptakan efisiensi dalam proses belajar mengajar, efisiensi biaya, dan mendorong terbentuknya komunikasi kampus secara terorganisir, maka dengan sendirinya sisfokampus akan berkembang dan dibutuhkan.
     
    Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
    Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya.
    Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
    Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).
    Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.
    Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
    Akses negatif lewat internet Pngaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
    Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
    Sumber Referensi

    http://yudakuyudz.wordpress.com/

    darwana70.wordpress.com/…/pengaruh-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik
    Muhammad Irsyad Ismi
    Matematika 2008
    08/272906/PA/12327

    Posted by Muhammad Irsyad Ismi | 27 March 2011, 4:35 pm
  10. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

    Setiap orang pasti memerlulan informasi, baik itu meberi atau menerima informasi. Di era globalisasi ini arus perkembangan informasi semakin cepat. Hal ini dikarenakan adanya kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi dan komunikasi. Teknologi informasi ini bisa berupa media masa, radio, tv, intermet, serta jejaring sosial yang ada di internet. Adanya kemajuan teknologi informasi ini telah membuat seolah-olah dunia ini ibarat ruang tanpa batas. Masyarakat bisa langsung mengetahui berbagai informasi dari berbagai negara yang ada di dunia. Dengan adanya teknologi informasi masyarakat tidak hanya bisa menerima informasi, tetapi juga bisa memberi informasi kepada pihak lain.

    Adanya kemajuan teknologi informasi dan komnikasi sangat berpengaruh pada kehidupan. Sebagai contoh dengan adanya internet seseorang bisa mengakses berita dari berbagai negara di seluruh dunia. Selain itu dengan adanya jejaring sosial seperti fcebook, twitter dan jejaring sosial yang lain masyarakat bebas menyampaikan informasi kepada semua pihak, bahkan banyak masyarakat yang menggunakan jejaring sosial untuk mengkritik pemerintah. Saat ini seseorang berhak untuk menyampaikan maupun menerima informasi, hal ini telah diatur dalam amandemen UUD 1945 pasal 28F: “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang  tersedia”. Dengan adanya undang-undang tersebut berarti masyarakat berhak memperoleh informasi dari pihak manapun termasuk dari pemerintah.

    Selain bermanfaat sebagai penyampaian informasi, kemajuan teknologi informasi komunikasi juga bermanfaat sebagai penggerak untuk mencari masa demi kepentingan tertentu. Sebagai contoh konkret di jejaring sosil facebook ada masyarakat yang membuat gerakan 100.000.000 facebookers mempertahankan keistimewaan Yogyakarta. Gerakan ini juga bertujuan untuk mendukung penetapan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur DIY. Sebelum masalah itu, ada juga kasus Bibit-Chandra, dengan adanya kasus Bibit-Chandra muncul dukungan pengguna jejaring sosial Facebook dalam Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Bibit-Chandra. Gerakan ini tidak bisa dianggap remeh karena pendukung gerakan tersebut hingga mencapai lebih dari 1,3 juta orang. Bibit dan Chandra yang sempat ditahan oleh Polisi kemudian dibebaskan.

    Dalam kehidupan demokrasi teknologi informasi juga berfungsi sebagai peningkatan partisipasi publik dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Yang terjadi sekarang adalah apabila ada kebijakan negara yang dinilai menyimpang maka hal tersebut akan langsung  direspon oleh masyarakat. Sebagai contoh akhir-akhir ini ada wacana pemerintah akan menaikan harga BBM, meskipun itu baru wacana namun sudah banyak respon dari masyarakat. Sebagian masyarakat ada yang setuju namun banyak yang tidak setuju. Tindakan masyarakat untuk merespon tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, yaitu bisa berupa protes terhadap pemerintah secara baik-baik, bisa juga protes dengan demo secara anarkis.

    Berkuasanya media masa maupun elektronik bisa mempengaruhi pikiran, peranan, dan perilaku publik, sehingga Kevin Philips dalam buku responsibility in mass Communication mengatakan, bahwa era sekarang lebih merupakan mediacracy, yaitu pemerintahan media, daripada demokrasi pemerintahan rakyat. Kekuatan media merupakan sarana untuk mempengaruhi khalayak, media telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Saat ini dengan ditunjang oleh adanya kebebasan Informasi publik, media telah menjadi kekuatan baru selain kekuatan uang. Dengan adanya media baik itu media massa maupun elektronik maka kebijakan politik bahkan hokum bisa dipengaruhi. Jadi media mempunyai peran yang sangat penting untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan politik maupun hukum dalam pemerintahan.

    Bila kita cermati adanya teknologi informasi bukanlah tempat yang memadai untuk mewujudkan kehendak dan kepentingan semua warga negara. Karena dalam media tentu ada monopoli komunikasi dan informasi di dalamnya. Sebagai pengakses informasi kita tidak tau apakah informasi itu benar dan akurat. Kita semua sama-sama tau bagaimana opini publik dapat diarahkan oleh media massa maupun elektronik. Tentu ini menyadarkan kita bahwa media belumlah sepenuhnya memberikan pendidikan tentang demokrasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena ada penyampaian informasi yang dimanipulasi.
    Jika dilihat dari kacamata demokrasi, peningkatan partisipasi masyarakat atau publik terhadap pemerintah itu jelas merupakan sisi positif dari adanya transparansi informasi. Karena dengan tingginya kontrol dan pengawasan masyarakat akan mendorong terciptanya lembaga negara yang lebih professional, serta bersih dari penyimpangan-penyimpangan yang merugikan. Dengan demikian kasus-kasus penyimpangan yang merugikan masyarakat akan berkurang.

    Adanya kemajuan teknologi dan informasi tentunya juga akan membawa pengaruh negatif dalam berbagai kehidupan. Sebagai contoh banyak kejahatan yang dilakukan melalui internet misalnya facebook, sebetulnya kemajuan teknologi itu tidak bisa disalahkan, jika terjadi penyimpangan penggunaan teknologi informasi, itu yang salah adalah para pengguna teknologi tersebut. Banyak orang yang menyalahkan jejaring sosial facebook padahal facebook tidak salah yang salah justru para penggunanya yang tidak bisa memanfaatkan pada jalur yang benar. Selain itu teknologi informasi juga berpengaruh pada budaya masyarakat , maupun budaya pemerintah. Apabila hal ini tidak disikapi secara serius oleh bangsa Indonesia maka bangsa ini akan kehilangan identitas bangsanya, khususnya identitas bangsa dalam hal budaya. Hal ini terjadi karena budaya bangsa Indonesia akan luntur terkikis oleh budaya asing.

    Menurut Pramono Anung “Individu maupun kelompok tentu memiliki “rahasia dapur” yang tak boleh diketahui publik. Demikian juga dengan negara yang mempunyai kerahasiaan dan akan mengganggu kedaulatan jika informasi yang rahasia itu bocor ke publik”. Kebocoran rahasia ini juga merupakan dampak negatif dari teknologi. Belum lama ini ada kasus kebocoran dokumen-dokumen berbagai negara melalui situs wikileaks. Dengan adanya kebocoran rahasia ini sebagian negara merasa dirugikan, bahkan ada suatu negara yang tidak menanggapi isi dari wikileaks karena dokumen tersebut dianggap berasal dari sumber yang tidak bisa dipercaya.

    Dalam era globalisasi ini pemeraintah perlu berperan dalam menangani kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Dalam slide presentasi Direktorat Politik, Komunikasi Informasi, BAPPENAS dijelaskan bahwa peran pemerintah dalam bidang komunikasi informasi dan media masa ada empat yaitu bidang komunikasi informasi dam media masa diarahkan untuk:
    1.Menningkatkan kualitas demmokrasi
    2.Menciptakan transformasi, kebebasan informasi dan pers
    3.Kebebasan informasi tidak terhalangi, serta masyarakat terlindungi dari akses negative
    4.Menjadi fasilitator agar bidang komunikasi dan informasi serta media masa dapat berkembang secara sehat sebagaimana yang terjadi pada negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

    Dengan demikian teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peran yang sangat penting karena kebijakan-kebijakan negara bisa dipengaruhi oleh teknologi.Meskipun teknologi ini berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pemerintah dan masyarakat harus bisa mengendalikan teknologi informasi agar dampak negative dari adanya teknologi informasi ini dapat diminimalisir. Pemeraintah juga perlu berperan dalam menangani kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Selain itu meskipun ada kebebasan untuk memperoleh dan menyampaikan informasi tidak berarti masyarakat bebas sebebas-bebasnya mengakses informasi. Demi kepentingan tertentu informasi perlu dibatasi.

    Sumber:

    http://media.kompasiana.com/new-media/2010/03/08/jejaring-sosial-pilar-kelima-demokrasi/

    http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/20/berdialektikanya-jejaring-sosial-dalam-demokrasi/

    http://m.politikana.com/baca/2010/11/28/komunikasi-dan-transparansi-informasi-dalam-iklim-demokrasi

    Slide Presentasi Direktorat Politik, Komunikasi Informasi, BAPPENAS yang berjudul Peran Komunikasi dan Informasi Dalam Demokrasi Indonesia

    Dwi Purnama (08/269845/PA/12102) Matematika

    Posted by dwi purnama | 27 March 2011, 4:35 pm
  11. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Teknologi komunikasi dan Informasi yang kita kenal saat ini sungguh sangat banyak macamnya. Tidak hanya terbatas pada media massa yang dulu kita kenal seperti koran,televisi ,telepon,bahkan radio,namun seiring dengan perkembangan zaman teknologi untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi sudah berkembang. Sekarang tidak jarang lagi kita temui masing-masing orang kini memiliki sebuah alat mini yang sering disebut handphone, yaitu telepone genggam yang bisa dengan mudah dibawa kemana-mana, sebuah alat nir kabel yang sangat simple dengan kegunaan yang sangat besar. Kegunaannya sangat besar karena seperti yang kita ketahui saaat ini, dengan handphone kita bisa mengakses internet. Jadi kegunaan bukan hanya sebagai alat komunikasi tapi juga dijadikan sebagai alat untuk mengakses informasi di dunia maya. Banyak sekali alat-alat komunikasi dan informasi yang canggih saat ini dan sangat mudah dimiliki khalayak ramai seperti laptop, notebook, hadnphone,dll. Internet, jejaring sosial (facebook,twitter,dll) yang kita kenal dewasa ini, merupakan macam teknologi komunikasi dan informasi yang sudah modern dan canggih. Dengan internet dan jejaring sosial ini kita bisa mengetahui informasi diluar kota kita, bahkan diluar negara kita walaupun kita tidak beranjak keluar dari kamar.
    Dengan semakin modernnya teknologi komunikasi dan informasi saat ini, ternyata hal ini sangat berperan dan sangat berpengaruh terhadap gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti yang kita ketahui akhir bulan januari 2011 ini tentang pergolakan rakyat mesir dalam menumbangkan pemerintahan Hosni mubarak yang telah berkuasa selama 31 tahun sejak tahun 1981. Ternyata perlawanan yang luarbiasa dasyat itu berawal dari jejaring sosial (facebook dan twitter),pihak oposisi hosni mubarak menghimpun kekuatan dengan cara menggelorakan semangat nasionalisme dan kebangsaan massa dengan sms maupun lewat facebook. Karena dirasa sangat berpengaruh kementrian dalam negeri (mesir)sempat memblokir layanan akses internet dan sms, tetapi pihak oposan dengan dengan mudah mengakali dan tetap bisa dengan mudah menghimpun massa untuk menurunkan Hosni Mubarak. Begitu berpengaruhnya layanan teknologi dan informasi sehingga pemerintah mesir memutuskan untuk memblokir layanan sms maupun facebook, tetapi semangat rakyat mesir hingga saat ini patut kita ‘acungi jempol’ setelah mereka semua berhasil menunbangkan pemerintahan Hosni Mubarak. Jika kita melihat kedalam negeri tentang bagaimana kekuatan teknologi komunikasi informasi, kita dapat mengingat tentang gerakan facebook satu juta mendukung Bibit Chandra atau gerakan mendukung Prita. Karena gerakan digital itulah akhirnya kasus Bibit Chandra dan Prita Mulia sari memenangkan kasus hukumnya. Dan dari contoh ini dapat kita mabil pelajaran bahwasannya untuk menyuarakan pendapat dewasa ini tidak perlu lagi dengan turun kejalan (mungkin memang perlu bila dirasa perlu). Tapi dengan membuat gerakan di dunia digital pun kita masih bisa menyuarakan aspirasi kita sebagai bangsa dan warga negara dan dengan itu pula secara tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan yang akan diturunkan.
    Bila kita berbicara tentang teknologi informasi dan komunikasi lebih luasnya kita dapat berbicara tentang media massa. Sejauh ini kita tidak dapat menafikkan pengaruh kuat dari media massa. Kalo kita membuka lagi lembaran memori kita tentang peranan yang diberikan media massa ketika perjuanagn bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaan hingga mencapai kemerdekaannya, kita akan berdecak kagum mengingat pada saat itu media massa sangat terbatas dan di kuasai oleh para kaum borjuis saja. Sebagaimana juga dijelaskan oleh Lasswell (1972), bahwa “the study of politics is the study of influence and the influential” (ilmu tentang politk adalah ilmu tentang pengaruh dan kekuatan pengaruh),dan media massa berperan dalam hal mempengaruhi.
    Dari beberapa sumber yang saya dapat, tampilan media massa akan mengemban beberapa fungsi yang menggambarkan kedemokrasian dalam pemberitaannya. Fungsi-fungsi tersebut merupakan subsistem dari sistem politik yang ada. Menurut Gurevitch dan Blumer (1990:270) fungsi-fungsi media massa adalah:

    1. Sebagai pengamat lingkungan dari kondisi sosial politik yang ada.
    Media massa berfungsi sebagai alat kontrol sosial politik yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai penyimpangan sosial itu sendiri, yang dilakukan baik oleh pihak pemerintah, swasta, maupun oleh pihak masyarakat. Contoh penyimpangan-penyimpangan seperti praktik KKN oleh pemerintah, penjualan pasir ke Singapura yang mengakibatkan tujuh pulau hilang dan tenggelam (suatu kerugian yang lebih besar dari sekadar perebutan pulau Sipadan dan Ligitan), perilaku masyarakat yang tidak tertib hukum/anarkis, polemik Susno-Polri, dan lain-lain. Berbagai permasalahan sosial tersebut akan membuka mata kita bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

    2. Sebagai pembentuk agenda (agenda setting) yang penting dalam isi pemberitaannya. Pembentukan opini dengan cara pembentukan agenda atau pengkondisian politik sehingga masyarakat terpengaruh untuk mengikuti dan mendukung rencana-rencana pemerintah. Contohnya: wacana pembatasan subsidi BBM untuk sepeda motor, SKPP Bibit-Candra,danlain-lain.

    3. Media massa merupakan platform (batasan) dari mereka yang punya advokasi dengan bukti-bukti yang jelas bagi para politisi, jurubicara, dan kelompok kepentingan.Ada pembagian lain dari komunikator politik, yaitu yang disebut dengan komunikator profesional (Carey, 1969). Pembagian ini muncul karena kemajuan-kemajuan dalam dunia teknologi komunikasi. Sehingga ada batasan/pembagian tugas dan peranan penyampaian pesan politik.

    4. Media massa mampu menjadi tempat berdialog tentang perbedaan pandangan yang ada dalam masyarakat atau diantara pemegang kekuasaan (yang sekarang maupun yang akan datang).Media massa sebagai sarana untuk menampung berbagai pendapat, pandangan, dan paradigma dari masyarakat yang ingin ikut andil dalam membangun sistem politik yang lebih baik.

    5. Media massa merupakan bagian dari mekanisme penguasa untuk mempertahankan kedudukannya melalui keterangan-keterangan yang diungkapkan dalam media massa.Hal ini kerap terjadi pada masa Orba, ketika masa Presiden Soeharto berkuasa yang selalu menyampaikan keberhasilan-keberhasilan dengan maksud agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintahan tersebut harus dipertahankan apabila ingin mengalami kemajuan yang berkesinambungan.

    6. Media massa bisa merupakan insentif untuk publik tentang bagaimana belajar, memilih, dan menjadi terlibat daripada ikut campur dalam proses politik. Keikutsertaan masyarakat dalam menentukan kebijakan politik bisa disampaikan melalui media massa dengan partisipasi dalam poling jajak pendapat dan dialog interaktif. Hasil dari poling atau jajak pendapat tersebut akan merefleksikan arah kebijakan para politisi. Seperti hasil poling akhir-akhir ini dinyatakan bahwa sebagian besar masyarakat pemilih pada pemilu 2009, mengharapkan pemerintah hasil Pemilu dapat memprioritaskan perbaikan ekonomi. Hanya sebagian kecil dari masyarakat yang memilih untuk prioritas pemberantasan korupsi. Hal ini yang menjadi kekhawatiran para aktivis anti korupsi bahwa hasil itu akan mempengatuhi arah kebijakan pemerintah sebagai kecenderungan sebagian besar kelompok masyarakat.

    7. Media massa bisa menjadi penentang utama terhadap semua upaya dari kekuatan-kekuatan yang datang dari luar media massa dan menyusup ke dalam kebebasannya,integritasnya, dan kemampuannya di dalam melayani masyarakat. Fakta-fakta kebenaran yang diungkapkan oleh media massa dapat menyadarkan masyarakat tentang adanya kekuatan-kekuatan berupa terorisme atau premanisme, maupun intimidasi dari pihak-pihak tertentu yang mencoba mengkaburkan suatu permasalahan.

    8. Media massa punya rasa hormat kepada anggota khalayak masyarakat, sebagai kelompok yang punya potensi untuk peduli dan membuat sesuatu menjadi masuk akal dari lingkungan politiknya. Adanya kecenderungan dalam menilai para politisi, komunikator politik, aktivis adalah sebagai pihak yang selalu bicara dengan publik. Oleh karena itu Bryce (1900) menyatakan bahwa khalayak komunikasi (khususnya dalam komunikasi politik) pada umumnya akan terpusat pada masalah opini publik.
    Dari gambaran di atas mengenai fungsi media massa dalam kaitannya sebagai alat politik, maka semakin jelas bahwa peran media massa sangat besar dalam kekuasaan pemerintahan. Pendapat ini juga dipertegas dengan pernyataan Harold Lasswell, bahwa Politik tidak bisa dipisahkan dari pengertian kekuasaan dan manipulasi yang dilakukan oleh para elit penguasa atau counter elite.

    Daftar Pustaka :
    Johanes, Richard L. 1996. Ethics in Human Communication (Third Edition), Etika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
    Macnmara, Jim. 1999. How to Handle The Media, Strategi Jitu Menjinakkan Media, Ada Saatnya Media Perlu Dihadapi. Jakarta: Mitra Media Publisher.
    McQuail, Dennis. 2000. McQuail’s Mass Communication Theory, 4th Edition. New Delhi: SAGE publications Ltd.
    Rachmadi, F. 1990. Perbandingan Sistem Pers. Jakarta: Gramedia.
    Rice, E. Ronald, William J.Paisley (ed). 1982. Public Communication Campaigns. London: Sage Publications.

    http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

    file:///G:/peranan-media-massa-dalam-kehidupan.html

    http://beritaterbaru.net/facebook-twitter-jadi-musuh-baru-mesir.php

    http://www.suaramedia.com

    http://www.jakarta45.wordpress.com

    nama :isti munawaroh
    nim : 08/264570/PA/11855
    mahasiswa mtematika

    Posted by isti munawaroh | 27 March 2011, 4:29 pm
  12. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Teknologi komunikasi dan Informasi yang kita kenal saat ini sungguh sangat banyak macamnya. Tidak hanya terbatas pada media massa yang dulu kita kenal seperti koran,televisi ,telepon,bahkan radio,namun seiring dengan perkembangan zaman teknologi untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi sudah berkembang. Sekarang tidak jarang lagi kita temui masing-masing orang kini memiliki sebuah alat mini yang sering disebut handphone, yaitu telepone genggam yang bisa dengan mudah dibawa kemana-mana, sebuah alat nir kabel yang sangat simple dengan kegunaan yang sangat besar. Kegunaannya sangat besar karena seperti yang kita ketahui saaat ini, dengan handphone kita bisa mengakses internet. Jadi kegunaan bukan hanya sebagai alat komunikasi tapi juga dijadikan sebagai alat untuk mengakses informasi di dunia maya. Banyak sekali alat-alat komunikasi dan informasi yang canggih saat ini dan sangat mudah dimiliki khalayak ramai seperti laptop, notebook, hadnphone,dll. Internet, jejaring sosial (facebook,twitter,dll) yang kita kenal dewasa ini, merupakan macam teknologi komunikasi dan informasi yang sudah modern dan canggih. Dengan internet dan jejaring sosial ini kita bisa mengetahui informasi diluar kota kita, bahkan diluar negara kita walaupun kita tidak beranjak keluar dari kamar.
    Dengan semakin modernnya teknologi komunikasi dan informasi saat ini, ternyata hal ini sangat berperan dan sangat berpengaruh terhadap gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti yang kita ketahui akhir bulan januari 2011 ini tentang pergolakan rakyat mesir dalam menumbangkan pemerintahan Hosni mubarak yang telah berkuasa selama 31 tahun sejak tahun 1981. Ternyata perlawanan yang luarbiasa dasyat itu berawal dari jejaring sosial (facebook dan twitter),pihak oposisi hosni mubarak menghimpun kekuatan dengan cara menggelorakan semangat nasionalisme dan kebangsaan massa dengan sms maupun lewat facebook. Karena dirasa sangat berpengaruh kementrian dalam negeri (mesir)sempat memblokir layanan akses internet dan sms, tetapi pihak oposan dengan dengan mudah mengakali dan tetap bisa dengan mudah menghimpun massa untuk menurunkan Hosni Mubarak. Begitu berpengaruhnya layanan teknologi dan informasi sehingga pemerintah mesir memutuskan untuk memblokir layanan sms maupun facebook, tetapi semangat rakyat mesir hingga saat ini patut kita ‘acungi jempol’ setelah mereka semua berhasil menunbangkan pemerintahan Hosni Mubarak. Jika kita melihat kedalam negeri tentang bagaimana kekuatan teknologi komunikasi informasi, kita dapat mengingat tentang gerakan facebook satu juta mendukung Bibit Chandra atau gerakan mendukung Prita. Karena gerakan digital itulah akhirnya kasus Bibit Chandra dan Prita Mulia sari memenangkan kasus hukumnya. Dan dari contoh ini dapat kita mabil pelajaran bahwasannya untuk menyuarakan pendapat dewasa ini tidak perlu lagi dengan turun kejalan (mungkin memang perlu bila dirasa perlu). Tapi dengan membuat gerakan di dunia digital pun kita masih bisa menyuarakan aspirasi kita sebagai bangsa dan warga negara dan dengan itu pula secara tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan yang akan diturunkan.
    Bila kita berbicara tentang teknologi informasi dan komunikasi lebih luasnya kita dapat berbicara tentang media massa. Sejauh ini kita tidak dapat menafikkan pengaruh kuat dari media massa. Kalo kita membuka lagi lembaran memori kita tentang peranan yang diberikan media massa ketika perjuanagn bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaan hingga mencapai kemerdekaannya, kita akan berdecak kagum mengingat pada saat itu media massa sangat terbatas dan di kuasai oleh para kaum borjuis saja. Sebagaimana juga dijelaskan oleh Lasswell (1972), bahwa “the study of politics is the study of influence and the influential” (ilmu tentang politk adalah ilmu tentang pengaruh dan kekuatan pengaruh),dan media massa berperan dalam hal mempengaruhi.
    Dari beberapa sumber yang saya dapat, tampilan media massa akan mengemban beberapa fungsi yang menggambarkan kedemokrasian dalam pemberitaannya. Fungsi-fungsi tersebut merupakan subsistem dari sistem politik yang ada. Menurut Gurevitch dan Blumer (1990:270) fungsi-fungsi media massa adalah:

    1. Sebagai pengamat lingkungan dari kondisi sosial politik yang ada.
    Media massa berfungsi sebagai alat kontrol sosial politik yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai penyimpangan sosial itu sendiri, yang dilakukan baik oleh pihak pemerintah, swasta, maupun oleh pihak masyarakat. Contoh penyimpangan-penyimpangan seperti praktik KKN oleh pemerintah, penjualan pasir ke Singapura yang mengakibatkan tujuh pulau hilang dan tenggelam (suatu kerugian yang lebih besar dari sekadar perebutan pulau Sipadan dan Ligitan), perilaku masyarakat yang tidak tertib hukum/anarkis, polemik Susno-Polri, dan lain-lain. Berbagai permasalahan sosial tersebut akan membuka mata kita bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

    2. Sebagai pembentuk agenda (agenda setting) yang penting dalam isi pemberitaannya. Pembentukan opini dengan cara pembentukan agenda atau pengkondisian politik sehingga masyarakat terpengaruh untuk mengikuti dan mendukung rencana-rencana pemerintah. Contohnya: wacana pembatasan subsidi BBM untuk sepeda motor, SKPP Bibit-Candra,danlain-lain.

    3. Media massa merupakan platform (batasan) dari mereka yang punya advokasi dengan bukti-bukti yang jelas bagi para politisi, jurubicara, dan kelompok kepentingan.Ada pembagian lain dari komunikator politik, yaitu yang disebut dengan komunikator profesional (Carey, 1969). Pembagian ini muncul karena kemajuan-kemajuan dalam dunia teknologi komunikasi. Sehingga ada batasan/pembagian tugas dan peranan penyampaian pesan politik.

    4. Media massa mampu menjadi tempat berdialog tentang perbedaan pandangan yang ada dalam masyarakat atau diantara pemegang kekuasaan (yang sekarang maupun yang akan datang).Media massa sebagai sarana untuk menampung berbagai pendapat, pandangan, dan paradigma dari masyarakat yang ingin ikut andil dalam membangun sistem politik yang lebih baik.

    5. Media massa merupakan bagian dari mekanisme penguasa untuk mempertahankan kedudukannya melalui keterangan-keterangan yang diungkapkan dalam media massa.Hal ini kerap terjadi pada masa Orba, ketika masa Presiden Soeharto berkuasa yang selalu menyampaikan keberhasilan-keberhasilan dengan maksud agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintahan tersebut harus dipertahankan apabila ingin mengalami kemajuan yang berkesinambungan.

    6. Media massa bisa merupakan insentif untuk publik tentang bagaimana belajar, memilih, dan menjadi terlibat daripada ikut campur dalam proses politik. Keikutsertaan masyarakat dalam menentukan kebijakan politik bisa disampaikan melalui media massa dengan partisipasi dalam poling jajak pendapat dan dialog interaktif. Hasil dari poling atau jajak pendapat tersebut akan merefleksikan arah kebijakan para politisi. Seperti hasil poling akhir-akhir ini dinyatakan bahwa sebagian besar masyarakat pemilih pada pemilu 2009, mengharapkan pemerintah hasil Pemilu dapat memprioritaskan perbaikan ekonomi. Hanya sebagian kecil dari masyarakat yang memilih untuk prioritas pemberantasan korupsi. Hal ini yang menjadi kekhawatiran para aktivis anti korupsi bahwa hasil itu akan mempengatuhi arah kebijakan pemerintah sebagai kecenderungan sebagian besar kelompok masyarakat.

    7. Media massa bisa menjadi penentang utama terhadap semua upaya dari kekuatan-kekuatan yang datang dari luar media massa dan menyusup ke dalam kebebasannya,integritasnya, dan kemampuannya di dalam melayani masyarakat. Fakta-fakta kebenaran yang diungkapkan oleh media massa dapat menyadarkan masyarakat tentang adanya kekuatan-kekuatan berupa terorisme atau premanisme, maupun intimidasi dari pihak-pihak tertentu yang mencoba mengkaburkan suatu permasalahan.

    8. Media massa punya rasa hormat kepada anggota khalayak masyarakat, sebagai kelompok yang punya potensi untuk peduli dan membuat sesuatu menjadi masuk akal dari lingkungan politiknya. Adanya kecenderungan dalam menilai para politisi, komunikator politik, aktivis adalah sebagai pihak yang selalu bicara dengan publik. Oleh karena itu Bryce (1900) menyatakan bahwa khalayak komunikasi (khususnya dalam komunikasi politik) pada umumnya akan terpusat pada masalah opini publik.
    Dari gambaran di atas mengenai fungsi media massa dalam kaitannya sebagai alat politik, maka semakin jelas bahwa peran media massa sangat besar dalam kekuasaan pemerintahan. Pendapat ini juga dipertegas dengan pernyataan Harold Lasswell, bahwa Politik tidak bisa dipisahkan dari pengertian kekuasaan dan manipulasi yang dilakukan oleh para elit penguasa atau counter elite.

    Daftar Pustaka :
    Johanes, Richard L. 1996. Ethics in Human Communication (Third Edition), Etika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
    Macnmara, Jim. 1999. How to Handle The Media, Strategi Jitu Menjinakkan Media, Ada Saatnya Media Perlu Dihadapi. Jakarta: Mitra Media Publisher.
    McQuail, Dennis. 2000. McQuail’s Mass Communication Theory, 4th Edition. New Delhi: SAGE publications Ltd.
    Rachmadi, F. 1990. Perbandingan Sistem Pers. Jakarta: Gramedia.
    Rice, E. Ronald, William J.Paisley (ed). 1982. Public Communication Campaigns. London: Sage Publications.

    http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

    file:///G:/peranan-media-massa-dalam-kehidupan.html

    http://beritaterbaru.net/facebook-twitter-jadi-musuh-baru-mesir.php

    http://www.suaramedia.com

    http://www.jakarta45.wordpress.com

    Posted by isti munawaroh | 27 March 2011, 4:24 pm
  13. Istilah demokrasi yang telah dicetuskan jauh sebelum perkembangan teknologi mendominasi kehidupan kita seperti sekarang, pada dasarnya adalah suatu reaksi atas penindasan yang dilakukan oleh tirani kekaisaran. Semboyan-semboyan Revolusi Perancis (liberte, egalite et fraternite) umumnya dipandang sebagai variabel demokrasi yang harus ditegakkan.

    Demokrasi liberal telah menempatkan variabel kebebasan (liberte) sebagai unsur utama, sehingga seringkali mengecilkan peran persamaan (egalite). Demokrasi rakyat yang dijalankan oleh negara-negara sosialis lebih menekankan persamaan (egalite) dan menghilangkan kebebasan individu. Yang terakhir adalah unsur persaudaraan (fraternite) yang diungkapkan dalam penghargaan terhadap hak asasi manusia yang ternyata sering diabaikan oleh banyak penguasa.
    Karena fenomena yang begitu abstrak maka belum pernah ada kata sepakat mengenai bentuk demokrasi yang paling ideal untuk Indonesia.

    Dalam pelaksanaan demokrasi (termasuk liberal maupun sosialis) unsur komunikasi merupakan faktor yang dominan dalam pembentukan kelembagaan secara struktural. Apapun namanya, mekanisme penyaluran suara rakyat harus dikomunikasikan melalui berbagai tingkatan perwakilan dan kadang-kadang harus melalui proses yang panjang, sehingga besar kemungkinan keinginan akar rumput tidak pernah terdengar sampai kepuncak pimpinan pelaksanaan karena distorsi dan gangguan (noise) sistem komunikasi telah merubah warna maupun bentuk informasi.

    Lalu peranan apa yang diharapkan dari teknologi? Kemajuan teknologi yang paling pesat diakhir abad ke 20 ini adalah dibidang telekomunikasi dan informatika, sebagai produk lanjutan dari teknologi elektronika.

    Fenomena kemajuan teknologi akan merupakan buah simalakama bagi pelaksana demokrasi yang masih berorientasi kepada kekuasaan. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat sebagai akibat kemajuan teknologi informatika, yang menurut Majid Tehranian (Professor pada Dept. of Communication, University of Hawaii at Manoa) dapat dipahami melalui penggunaan “technostructuralist-perspective” yang terdiri atas enam karakteristik yaitu:
    1. Interactivity
    Komunikasi vertikal yang selama ini lebih banyak dari atas kebawah akan berubah menjadi dua arah. Artinya lapisan elite politik dituntut untuk lebih mampu menghadapi pertanyaan ataupun kritik yang datang dari lapisan bawah.
    2. Universality
    Kemampuan untuk mengakses dunia informasi tidak lagi didominasi oleh lapisan tertentu saja, hal ini disebabkan oleh semakin turunnya biaya telekomunikasi dan perangkat elektronika. Juga akan meningkatkan jumlah rakyat (pemilik demokrasi) yang mampu berpartisipasi aktif. Akibatnya keterbukaan menjadi keharusan, tidak ada pihak yang dapat mengeksploitasi pihak lain karena semua memiliki akses yang sama terhadap informasi.
    3. Channel capacity
    Kemajuan dibidang elektronika seperti fiber optics, CD-ROMS, storage capacity, dll. telah memungkinkan pengolahan informasi yang volumenya luar biasa. Akibatnya sulit untuk dilakukan manipulasi fakta atau pengelabuan sejarah.
    4. Content variety
    Kebudayaan dunia segera akan mengalami perubahan karena begitu mudahnya terjadi pertukaran informasi budaya. Kebudayaan baru akan diwarnai oleh pertukaran nilai dan apresiasi atas keragaman budaya lain.
    5. Low noise
    Selama ini karena keterbatasan sarana komunikasi, kita harus menggunakan saluran tertentu saja untuk menyatakan pendapat. Dengan kemajuan teknologi komunikasi maka lembaga perwakilan seperti DPR dapat melakukan public hearing setiap saat dengan menggunakan free channels. Dengan demikian suara pemilik demokrasi dapat didengar langsung tanpa banyak gangguan diperjalanan
    6. High speed
    Tidak ada lagi perbedaan waktu untuk memperoleh informasi. Dunia telah menjadi kecil karena terhubungnya sarana telekomunikasi dan infomasi. Waktu dan penundaan masalah tidak lagi dapat menjadi senjata untuk menindas demokrasi.

    Setelah tergulingnya Orde Baru, demokrasi dan kemajuan teknologi komunikasi informasi adalah satu persoalan dalam dua sisi sebuah koin. Sisi pertama, demokrasi dan reformasi yang menggebu-gebu memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi, sehingga demokrasi yang kita jalankan di jejaring internet terlalu bebas nilai dengan semaunya mencemarkan nama baik, menuduh seseorang, atau memfitnah atas nama kebebasan berpendapat, berekspresi, dan mengemukakan kebenaran. Sisi kedua, teknologi komunikasi informasi tercampur demokrasi-reformasi, menghasilkan apa yang disebut sebagai jurnalisme warga, yang secara definisi dirumuskan sebagai memainkan peranan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisa, serta diseminiasi berita dan informasi. Kemajuan teknologi komunikasi informasi yang sekarang menjadi bagian kehidupan digital kita sehari-hari memang telah menghadirkan pilihan baru mengakses informasi seluas-luasnya. Jejaring internet memungkinkan semua warga negara Indonesia untuk memberikan sumbangsih kepada jurnalisme tanpa pelatihan formal.

    Akan tetapi, perkembangan teknologi di Indonesia ini bukan tanpa kendala. Karena dengan keadaan masyarakat kita yang majemuk yang mempunyai latar belakang sosial ekonomi, sosial budaya, dan tingkat pendidikan yang berbeda akan menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat kesiapan masyara¬kat dalam menerima, mencerna, dan memahami arus informasi yang makin canggih.

    Makin derasnya arus informasi lintas batas negara yang dise¬babkan oleh kemajuan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi, memberikan dampak, negatif dan positif. Dengan demikian kita dihadapkan pada tantangan untuk dapat mengatasi dampak negatif yang diakibatkannya dan mengembangkan aspek positifnya bagi kemajuan bangsa.

    Makin intensifnya arus informasi yang tidak lagi mengenal batas wilayah negara, mengakibatkan dunia akan menjadi ajang pertentangan berbagai kepentingan melalui arus informasi itu dan hanya yang memiliki keunggulan teknologi, finansial dan sumber daya manusialah yang mampu berperan serta dan mendapat akses dalam sistem informasi dan komunikasi global. Hal itu merupakan kenyataan dan tantangan yang harus dihadapi sejalan dengan perkembangan pembangunan nasional.

    Perkembangan teknologi komunikasi yang sedemikian cepat ini, membawa dampak baik bagi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara, antara lain :
    a. Pengiriman berita menjadi lebih lancar.
    Bisa kita lihat dengan menggunakan email, aplikasi chatting ataupun sms (short message service) sekarang ini kita dapat mengirimkan pesan kepada orang yang dimaksud dalam hitungan menit, bahkan detik. Tidak seperti ketika kita masih menggunakan kertas surat untuk megirimkan pesan, hal ini memakan waktu lebih lama.
    b. Menjadi penghubung yang mampu mendekatkan diri antara gagasan dengan khalayak luas. manusia dari berbagai macam bangsa di dunia saling terhubung. Miliaran orang menggunakan teknologi komunikasi ini. Sepanjang periode yang sama, media sosial telah menjadi keseharian hidup masyarakat di seluruh dunia. Warga biasa, aktivis, konsultan politik, perusahaan telekomunikasi, penyedia perangkat lunak, pemerintah, semuanya menggunakan media sosial sebagai sarana penyebarluasan gagasan-gagasan mereka.
    c. Media sosial meningkatkan kesadaran bersama melalui penyebaran pesan-pesan lewat jaringan sosial.
    Di Indonesia, kesadaran bersama ini tampak pada gerakan satu juta facebookers “Cicak Melawan Buaya”, yang menolak kriminalisasi KPK. Atau gerakan “Koin untuk Prita” yang mampu mengumpulkan ratusan juta koin untuk membayar denda sidang pencemaran nama baik rumah sakit Omni International yang dituduhkan kepada Prita Mulyasari.
    d. Dalam bidang ekonomi teknologi komunikasi ini juga mempunyai peranan penting, yaitu dalam buku The World is Flat, Tom Friedman sudah meramalkan bahwa teknologi akan menjadi raja di mana mana. Friedman menggambarkan bagaimana teknologi digital mampu menghapus jarak antarnegara. Pertukaran informasi dan transaksi perdagangan bisa dilakukan langsung, hanya dalam hitungan detik.

    Manfaat dari perkembangan teknologi tak perlu lagi diragukan. Namun jika ada manfaat, tentu ada pula mudarat, mulai dari skup kecil keluarga dan pribadi.
    a. Kasus bullying lewat Internet bisa terjadi di mana-mana dan menimpa anak-anak hingga orang dewasa.
    Bentuknya bermacam-macam, biasanya dikirim lewat email.
    Pada anak kecil bisa dalam bentuk pengiriman gambar porno, pada orang dewasa bisa berupa pornografi , sampai upaya memunculkan kebencian yang berkaitan dengan ras.
    b. Teknologi juga merasuki kehidupan rumah tangga.
    Di satu sisi mempermudah komunikasi, di sisi lain juga menjauhkan. Masing- masing asyik dengan permainan teknologi, hingga akhirnya menaikkan tingkat perceraian.
    Sebuah penelitian di Inggris menyatakan angka perceraian meningkat sejak ditemukan jejaring sosial pertemanan Facebook.
    c. Dari segi psikologis dan kesehatan, teknologi juga bisa membuat kita menjadi lebih individual dan kecanduan.
    Akibatnya kemudian berlanjut ke kesehatan fisik. Kurang bergerak menyebabkan kasus obesitas, jantung, dan penyakit gula di dunia meningkat.
    d. Di bisnis musik, penurunan penjualan kaset dan CD bukan melulu karena nilai positif datangnya sebuat teknologi, tapi juga berkaitan pemanfaatan teknologi untuk melakukan pembajakan.
    e. Dalam pusaran lebih besar, negara kini harus sudah mulai memikirkan UU Cyber Crime. Apalagi Indonesia masih juga menduduki peringkat lima besar dalam hal kejahatan dunia maya, mulai dari pembobolan kartu kredit sampai penipuan pembelian lewat online.
    Di satu sisi kehebatan hacker dan cracker Indonesia diakui, di sisi lain memunculkan persoalan berkaitan dengan image dan keseriusan penanganan hukum di Indonesia. Michael Backman dalam bukunya “Asia Future Shock” menyebutkan internet dimanfaatkan oleh rezim-rezim otoriter Asia untuk menguping, memburu para pembangkang.Mereka menelusuri lewat alamat IP yang bisa mendeteksi komputer si pengirim hingga menyusup ke kalangan rumah tangga.

    Solusi berbicara tentang mudarat teknologi, maka salah satu jalan untuk menangkisnya ialah dengan memahami dan mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri. Tingkat pendidikan yang belum merata yang menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat kesiapan masyara¬kat dalam menerima, mencerna, dan memahami arus informasi yang makin canggih.
    Tidak semua berita yang ada di media itu benar, maka kita seharusnya dapat memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Maka dari itu kita tidak boleh menelan mentah-mentah semua informasi yang ada. Kita harus menyeleksi, menelaah semua informasi yang kita dapat, sehingga kita tidak mudah terjebak dalam kebohongan public.
    Di sini peran penting orang tua dalam mengarahkan anak-anak, karena mereka (anak-anak) belum dapat memilih mana yang baik dan mana yang tidak, maka pengawasan orang tua jelaslah penting. Untuk itu, pengetahuan teknologi tak bisa diabaikan. Sekarang ini, banyak software yang bisa digunakan untuk membendung arus informasi negatif lewat Internet.

    Sumber :

    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090222054133AAoSArY

    http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6007/

    http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56503:kekuatan-politik-media-sosial&catid=57:gagasan&Itemid=65

    http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=43309

    http://groups.google.com/group/soc.culture.indonesia/browse_thread/thread/33791e7ca5f6f4c7/3e1df273238cb331

    http://riyanto131.files.wordpress.com/2010/07/9-globalisasi.ppt

    AYUSNITA WIDI NILASARI
    08/269589/PA/11987
    MATEMATIKA

    Posted by ayusnita widi nilasari | 27 March 2011, 4:23 pm
  14. Peranan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada Gerakan Demokratisasi Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara

    Kemajuan Teknologi dan Globalisasi
    Globalisasi mampu mendorong terjadinya perubahan di dunia. Proses globalisasi diyakini akan memberikan keuntungan bagi Negara – Negara yang terlibat didalamnya. Globalisasi dalam masyarakat menimbulkan adanya saling ketergantungan antara Negara satu dengan Negara lainnya. Globalisasi dapat melanda berbagai bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, dan budaya. Misalnya kita dapat mengikuti perkembangan Negara lain tanpa harus langsung datang ke Negara tersebut. Kita dapat mengikuti jalannya pertandingan sepakbola piala dunia di Afrika Selatan tahun 2010 tanpa harus datang kesana. Jutaan bahkan milyaran pasang mata dapat menyaksikan pertandingan tersebut melalui layer kacanya masing-masing. Kita juga dapat mengikuti perkembangan politik di luar negeri, misalnya pemilihan langsung presiden Amerika Serikat atau peperangan yang marak terjadi di Timur Tengah. Dalam aspek ekonomi, kita juga dapat mengikuti perkembangan kurs rupiah terhadap mata uang asing,dan sebagainya.
    Terjadinya globalisasi disebabkan oleh perkebangan komunikasi, teknologi informatika,dan transportasi yang pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan taknologi seiring dengan perkembangan di bidang komputer yang sangat pesat. Komputer adalah mesin elektronik yang dapat melakukan penghitungan-penghitungan matematis dan perbandingan logika dengan cepat dengan tingkat kesalahan yang rendah. Komputer sangat membantu manusia dalam segala bidang, misalnya di bidang perbankan, industri, media, kesehatan, biologi, teknik, militer, meteorology, astronomi dan hiburan.
    Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, teknologi komunikasi juga berkembang pesat. Dengan memanfaatkan teknologi satelit, jangkauan komunikasi juga berkembang pesat. Pesawat telpon dewasa ini selain yang menggunakan kabel juga banyak yang tanpa kabel yaitu telepon selular. Telepon selular saat ini diproduksi dalam jumlah yang banyak. Selain untuk komunikasi, telepon sellular juga digunakan sebagai salah satu konektor ke dunia maya yaitu internet, email dan bahkan untuk mengobrol (chatting). Dalam hitungan detik, kita dapat mengetahui kondisi dunia internasional tanpa kita harus beranjak dari tempat duduk.
    Kemajuan pada era globalisasi menghendaki pelayanan yang serba cepat. Teknologi komunikasi menyediakan sarana komunikasi canggih yang dapat memperlancar segala aktifitas. Pada zaman dahulu sarana komunikasi sangat sederhana, namun zaman sekarang sarana komunikasi jauh lebih maju dan moderndaripada zaman dahulu yang masih sangat tradisional . Globalisasi komunikasi menyebabkan tidak ada pembatas tempat, wilayah, dan Negara. Saat ini dunia menjadi satu wilayah yang sanagt mudah dijangkau oleh sarana komunikasi.
    Globalisasi juga menyebabkan pergaulan antar bangsa di dunia tidak mengenal batas batas suatu negara. Kebudayaan daerah sendiri telah terkikis oleh budaya asing yang banyak melanggar norma agama dan hanya mementingkan nilai estetika (seni) saja. Masyarakat yang biasa hidup dengan gaya pedesaan sekarang sudah berubah menjadi gaya hidup perkotaan,misalnya masyarakat yang biasa berbelanja di pasar tradisional sekarang sudah semakin sedikit dan memilih berbelanja di mall.
    Dampak globalisasi juga akan mempengaruhi perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat akan mengalami perubahan dari kondisi sebelu globalisasi dan setelah globalisasi. Perubahan tersebut biasanya lebih banyak terjadi di kota – kota besar. Pada zaman dahulu, sikap kekeluargaan di antara tetangga masih sangat erat. Sekarang karena kesibukan masing-masing sering antar tetangga tidak saling mengenal. Pada era globalisasi masyarakat cenderung lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain tidak seperti dahulu yang masyarakatnya cenderung mementingkan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Masyarakat juga cenderung tidak peduli terhadap sesama. Sikap saling membantu antarsesama atau rasa solidaritas sekarang ini sering kita tinggalkan. Sifat individual lebih ditonjolkan daripada sikap saling membantu. Dalam perilaku yang berkaitan dengan norma kesopanan, pada waktu yang lalu anak-anak mnejunjung kesopanan, sementara pada saat ini cukup banyak anak yang melanggar kesopanan, seperti anak yang tidak mengucapkan salam ketika lewat di depan orang tua.
    Dampak globalisasi juga dapat dilihat dari pergeseran nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Perubahan ini juga meliputi cara berpikir masyarakat, dengan perubahan cara berpikir, kehidupan dan kebiasaan masyarakat tersebut juga mengalami perubahan. Perubahan nilai budaya ini juga akan ditunjukkan oleh mudahnya suatu masyarakat menerima budaya masyarakat lain. Sebagai contoh, sekarang anak-anak lebih mengenal tokoh-tokoh fiksi dari televise produk Negara lain, seperti Spiderman, Superman, atau Kapten Tsubasa, dibandingkan cerita rakyat seperti Malin Kundang, Sangkuriang atau Roro Jonggrang. Contoh yang lainnya lagi yaitu ketika asset budaya diambil oleh Negara tetangga, Indonesia kalang kabut sendiri, padahal kalau berkaca dari diri sendiri, kita mungkin merasa ogah untuk memainkan degung, menggunakan kebaya, yang istilahnya dianggap terlalu kuno dan ketinggalan jaman. Padahal itu adalah asset berharga yang hanya dimiliki oleh Indonesia

    Demokratisasi
    Demokrasi pada prinsipnya merupakan suatu kategori dinamis, bukan statis. Demokrasi tampak sebagai konsep yang universal. Anders Uhlin (1997: 10) menyatakan bahwa implementasi demokrasi di suatu negara dapat berbeda dengan negara lain, karena karakteristik sosial masyarakat dapat mempengaruhi penerapan nilai-nilai demokrasi yang universal tersebut. Demokrasi di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa belum tentu dengan pola yang sama dapat diimplementasikan di negara Asia dan Afrika. Bahkan, pemilu yang dilaksanakan di Jerman memiliki perbedaan dengan pola yang diterapkan di Inggeris. Oleh karena itu, demokrasi pada dasarnya culturally bounded ketika diterapkan dalam suatu masyarakat.
    Sistem politik yang demokratis, secara substansial dapat ditegakkan di dalam masyarakat yang memiliki norma-norma politik yang demokratis pula. Oleh karena itu, menuju sistem demokratis tersebut, transisi dan perubahan ke arah itu amat diperlukan dalam suatu masyarakat. Ada beberapa aspek yang sangat mendasar dalam proses demokratisasi politik sebagai standar bagi adanya “a workable democracy” (demokrasi yang dapat berfungsi), yakni adanya kepatuhan kepada formalisme aturan, prosedur dan mekanisme politik; konflik dipahami sebagai sesuatu yang wajar saja dan diselesaikan secara kelembagaan dan damai; serta adanya impersonalisasi kekuasaan. Atas dasar ini, informalisme prosedur politik, sakralisasi kekuasaan dan otoriterisme, serta nilai-nilai feodalistik berimplikasi besar bagi penghambatan penciptaan sistem politik yang demokratis.
    Dampak kemajuan teknologi informasi dalam demokratisasi kehidupan bernegara sangat nampak dimana kebebasan pers sekarang selalu dielu-elukan. Media massa bebas untuk mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap kontra-rakyat. Pada era globalisasi ini masyarakat bebas mengontrol pemerintahan, karena media mempunyai hak penuh untuk mempublikasikan semua berita yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Pada masa orde baru sepeti sama-sama telah kita ketahui, masyarakat tidak dapat beraspiasi secara penuh karena kekangan yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kebebasan pers di Negara kita merupakan suatu efek dari globalisasi yang dipengaruhi oleh Negara-Negara lain terutama Amerika Serikat dan Negara-negara maju di Eropa.

    Referensi / acuan

    http://purwanto-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/07/demokratis-bermasyarakat.html

    .
    MUHAMMAD ABDULLAH
    08/269831/PA/12092
    ***GEOFISIKA***

    Posted by Muhammad Abdullah | 27 March 2011, 3:56 pm
  15. peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara

    perkembangan dalam bidang komunikasi pada zaman sekarang ini sudah sangat maju salah satunya adalah dengan adanya media internet. internet sendiri sering digunakan untuk tempat berbagi informasi dan tidak jarang pula dijadikan tempat untuk menyampaikan aspirasi terhadap sesuatu yang dapat dikatakan sebagai tindakan demokrasi. demokrasi sendiri adalah sistem terbaik untuk peradaban modern. demokrasi dengan segala kekurangannya, tetapi lebih baik dari yang lain. banyaknya suatu aspirasi atau suara yang kita bagikan lewat dunia maya ini sangat berpengaruh pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. contohnya saja, pada kasus pemilu. tidak sedikit partai memanfaatkan media internet khususnya facebook untuk melakukan kampanye mereka cara ini dilakukan agar para pengguna internet dapat mengenal suatu partai tersebut. dengan penyebaran berita didalam internet ini akan memunculkan suatu polemik tersendiri. yang akibatnya akan muncul sebuah pro dan kontra mengenai partai itu sendiri. misalkan saja, kampanye yang dilakukan itu pasti diikuti visi dan misi apa yang akan dibawa partai itu. dari visi dan misi yang dibawa tadi akan menimbulkan beberapa tanggapan. yang pastinya akan ada masyarakat yang pro dengan visi dan misi tersebut, dan tentu saja pasti ada masyarakat yang menjadi kontra terhadapnya. hal ini biasa dan juga menjadi masalah. karena setiap masyarakat mempunyai hak untuk berpendapat mereka hanya mengungkapkan apa yang mereka pikirkan. dan inilah aspirasi mereka pada pemilu yang sedang berlangsung ini. dalam hal ini yaitu perbedaan pendapat, dapat dikatakan baik karena didalamnya kita bisa saling bertukar pikiran yang pastinya juga dapat menambah wawasan dari masyarakat itu sendiri. jadi teknologi komunikasi informasi ini sangat sungguh mempunyai pengaruh pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. hanya saja pengaruhnya tidak selalu bernilai positip. dapat dipertimbangkan pula pada sisi negatif yang terkandung didalamnya. contohnya saja pada kasus prita mulyasari. seorang ibu yang menyampaikan keluhannya terhadap sebuah rumah sakit tempatnya pernah dirawat kepada temannya. namun keluhannya itu justru dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut padahal ibu prita hanya menyampaikan apa yang dia rasakan terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut berdasarkan fakta yang dialaminya. karena keluhannya yang dianggap mencemarkan nama baik itu, kemudian ibu prita dikenai hukum pidana. sanksi pidana kurungan yang dikenakan pada prita dapat membungkam orang untuk beropini atau berpendapat. dari kasus prita mulyasari ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terkadang kita juga tidak bisa bebas menyampaikan aspirasi kita walau ada perlindungan tentang hak asasi manusia. dan ini artinya kebebasan kita dalam berdemokrasi dibatasi.

    sumber: //m.vivanews.com/news/read/45462-prabowo_subianto_internet_adalah_demokrasi

    della pricilia pravita
    08/269542/pa/11964
    prodi matematika

    Posted by della pp | 27 March 2011, 3:52 pm
  16. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Memasuki abad ke 21 saat ini, jelas telah terjadi perubahan yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan 60 tahun yang lalu saat Indonesia belum merdeka, semua aspek sudah semakin maju. Apalagi saat ini disebut sebgai era globalisasi, yang secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Menurut Edison A. Jamli (Edison A. Jamli dkk, Kewarganegaraan, 2005), globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
    Sebagai sebuah proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

    Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
    Dari paparan di atas jelas terlihat bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai andil besar bagi terselenggaranya globalisasi. Artinya Teknologi Informasi dan Komunikasi juga sangat erat kaitanya dengan demokratisasi, yaitu sebuah hal dimana masyarakat bisa dengan bebas mengungkapkan pendapatnya di muka umum. Jikaa dulu untuk mengungkapkan pendapat dan berharap bisa di dengar oleh para petinggi susahnya minta ampun, namun kini dengan adanya kemjuan teknologi informasi dan komunikasi, seakan berpendapat sudah tisak ada batasan ruang dan waktu, kapanpun di manapun kita bisa mengungkapkan nya. Karena ada banyak media yang bisa kita gunakan, contohnya jejaring sosial : twiter dan facebook.
    Dari sini perlu diketahui bahwa Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya proses demokrasi suatu bangsa. Program program apa yang akan dibuat pemerintah , dengan cepat akan sampai ke masyarakat umum. Dengan demikian respon dari masyarakat juga akan semakin cepat. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
    Pada hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.
    Namun yang terjadi akhir akhir ini, dengan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin canggih dan siapun bisa mengakses, banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakt untuk meluapkan kekesalanya pada berbagai bidang, yang paling menonjol saat ini adalah pada pemerintahan suatu negara, banyak komen komen dan post post yang ada di jejaring sosial yang mengkritik pemerintahan di negaranya masing masing, dan keluhan, kritikan, dan hujatan terhadap pemerintahan di negara nya yang mereka ungkapakan lewat jejaring sosial dengan cept mendapat respon dari masyarakat lain yang juga sependapat dengan nya. Alhasil karena mereka mempunya satu pemukiran yang sama, yaitu intinya mereka tidak puas terhadap pemerintahan yang ada di negaranya, maka mereka membentuk suatu kelompok yang intinya kontra denga pemerintahan dan membentuk gerakan anti pemerintahan,hal ini sudah terjadi di berbagai negara di timur tengah, mereka bisa menggulingkan pemerintahan hanya dengan cara berkomunikasi lewat media selanjutnya turun ke jalan….Hebat Bukan!!!!!
    Ini adalah salah satu pengaruh media, yang mana dari sini terlihat, bahwa dengan adanya kebebasan berpendapat, dibarengi dengan media yang ada, semua hal yang di inginkan bisa tercapai, bahkan yang kadang sulit sekalipun, contohnya menggulingkan kekuasaan suatu bangsa.
    Mengerikan sekali jika melihat betapa luar biasanya pengaruh teknologi komunikasi dan informasi terhadap demokratisasi suatu bangsa, apapun yang rakyat inginkan , dengan mudah bisa diluapkan lewat media, entah itu hal yang positif maupun negatif. Menilik di negara kita tercinta, yaitu negara Indoenesia, dampak Teknologi Komunikasi dan Informasi juga sangat terasa, masyarakat indonesia banyak mengeluarkan keluh kesahnya tentang kondisi ekonomi, kekurang puasan terhadap pemerintahan , dll.
    Melihat kondisi seperti ini, sebenarnya bila kita semua bisa berfikir cermat, Teknologi informasi selain memiliki dampak negataif juga bisa memberikan dampak positif, sebagai contoh dengan adanya keluh kesah dari masyarakat kepada pemerintah, harusnya bisa mebuka mata pemerintah untuk satu langkah lebih cepat melihat kondisi masyarakat yang ada di bawah. Dengan demikian pemerintah bisa memanfaatkan Teknologi komunikasi dan informasi yang ada untuk berkomunikasi dengan masyarakat, berdiskusi tentang apa sih sebenarnya yang di inginkan masyarakat, selanjutnya pemerintah bisa menindaklanjuti apa keinginan masyarakat, misalnya dengan melaksanakan suatu program tertentu.
    Jadi bagaimana Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat mempengaruhi demokrasi suatu bangsa, semuanya tergantung dari masyarakat dan pemerintahanya itu sendiri. Seyogyanya, masyarakat dan pemerintah harus selektif dan bersikap kritis terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam Teknologi Komunikasi dan Informasi mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat, dan efek negatif dapat lebih diminimalkan.
    Jadi Pengaruh teknologi informasi tidak mungkin kita tolak atau hindari, kita harus dapat memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat tetapi disisi lain kita juga harus berhati-hati dan bersikap bijak agar dampak negatif yang menyertainya dapat kita hilangkan atau paling tidak kita minimalisir.
    Sumber : Darmawan Napitupulu, ST, M.Kom’s Blog

    http://darwana70.wordpress.com/2008/06/23/pengaruh-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-budaya-bangsa/

    Nama : Esy Susanti
    Prodi : Matematika
    NIM : 08/265747/PA/11908
    Angkatan 2008

    Posted by esy susanti | 27 March 2011, 3:42 pm
  17. Kemajuan teknologi di bidang komunikasi sulit dipungkiri sudah menjadikan dunia seperti ruang tanpa sekat. Informasi sebagai bagian substansial dari kegiatan berkomunikasi tidak saja bisa dengan cepat diakses, tapi sekaligus juga dapat dengan mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Bagi Indonesia , negara yang menjunjung tinggi hak publik dalam memperoleh informasi, lahirnya era teknologi informasi itu tentu tak bisa dimunafikkan. Tak lain , karena terbukanya kanal – kanal komunikasi dan informasi adalah prasyarat penting bagi terwujudnya kedewasaan politik yang demokratis. Mark Roelofs, mendefinisikan politik , “ Politics is talks… the activity of politics ( ‘ politicking ‘ ) is talking “ : berpolitik adalah berbicara ; yang berarti berpolitik tiada lain adalah berkomunikasi. Tentu saja yang dimaksud komunikasi itu bisa menggunakan media massa ( surat kabar , majalah , tabloid , radio , tv , film , dan internet ) maupun non media massa ( surat , leaflet , booklet , spanduk , baliho , saluran komunikasi interpersonal , saluran komunikasi kelompok dan organisasi serta jaringan komunikasi ). Namun dalam prakteknya , seorang aktor politik sering kali mendayagunakan secara tumpang – tindih saluran – saluran komunikasi tersebut.
    Media massa dewasa ini semakin memiliki peran yang sangat penting dalam demokrasi, sehingga Brian Mc Nair , dalam bukunya , An Introduction to Political Communication, mengatakan , sekalipun media massa seperti surat kabar , majalah , tabloid , radio , dan tv bukan satu – satunya saluran komunikasi politik , saat ini di berbagai belahan dunia, peranan media sangat penting dalam kehidupan politik karena masa kini kehidupan politik berada di era mediasi , terutama media massa ( politics in the age of mediation ).
    Saat ini berkuasanya media dalam mempengaruhi pikiran , peranan , dan perilaku publik , sehingga Kevin Philips dalam buku responsibility in mass Communication mengatakan , bahwa era sekarang lebih merupakan mediacracy , yakni pemerintahan media , daripada demokrasi pemerintahan rakyat. Kekuatan media massa (powerful media) sebagai saluran untuk mempengaruhi khalayak , telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Saat ini dengan ditunjang oleh adanya kebebasan Informasi publik , media telah menjadi kekuatan baru selain kekuatan uang , dan kekuasaan yang dapat mempengaruhi kebijakan politik bahkan hukum.
    Contoh terbaru , sebagaimana yang dilansir majalah mingguan Tempo , tanggal 15 November 2010 , yang menulis tentang tentang Mahkamah Konstitusi yang “ limbung karena opini ” , sebagai dampak dari tulisan Refly Harun di harian Kompas 25 0ktober 2010 : ” MK Masih Bersih ? ” Kepada Tempo , Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. menuturkan dampak tulisan dari Refly Harun tersebut ” Selain dicurigai keluarga dan kolega , sesama hakim juga saling curiga , “. Karena tuduhannya dinilai serius , kemudian MK membentuk tim investigasi dan menunjuk Refly sebagai ketua tim investigasi.
    Menurut saya apa yang dilakukan oleh MK adalah preseden yang baik dalam mengatasi dampak dari kerancuan informasi publik , yang telah dipublikasikan secara masif dan potensial menimbulkan masalah kredibilitas suatu lembaga yang terhormat. Hakikat dari informasi itu sendiri adalah pengetahuan , sementara pengetahuan adalah kekuatan ( information is knowledge is power ). Di Indonesia , kekuatan informasi telah terejawantahkan dalam berbagai bentuk , salah satunya : peningkatan partisipasi publik dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara. Yang terjadi sekarang adalah setiap kebijakan penyelenggara negara yang di nilai menyimpang dan tak populer akan selalu beroleh respons marak dari masyarakat luas.
    Kita ambil sebagai contohnya , penyikapan terhadap kasus Bibit – Chandra. Kebijakan terhadap dua anggota KPK yang oleh publik di nilai tidak memihak kepada ( rasa ) keadilan tersebut terbukti telah menyulut protes dari berbagai kalangan , di wujudkan antara lain dengan menggelar aksi demo turun ke jalan. Jika dilihat dari kacamata demokrasi, peningkatan partisipasi publik terhadap penyelenggaraan negara – sebagaimana yang terekam dalam kasus Bibit-Chandra – itu jelas merupakan implikasi positif dari adanya transparansi informasi. Karena , tingginya kontrol dan pengawasan masyarakat tidak saja akan mendorong terciptanya lembaga negara yang lebih profesional , tapi juga terwujudnya pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel. Ini berarti , berbagai praktik manipulatif untuk mengelabui hak-hak rakyat akan semakin tereliminasi.
    Sisi lain, peningkatan partisipasi publik itu juga akan mampu mendorong proses percepatan “ transisi demokrasi ” yang dalam pengamatan saya tengah terjadi di Indonesia saat ini – menuju fase baru yang saya istilahkan “ konsolidasi demokrasi ”. Jika fase ini sudah bisa dilakukan , bukan tidak mungkin kedewasaan dan kematangan demokrasi di negeri ini benar – benar bisa terealisasi.
    Namun demikian , yang penting digarisbawahi , kendati diyakini berimplikasi positif terhadap tumbuh-kembangnya demokrasi , transparansi informasi juga memunculkan implikasi lain yang patut diwaspadai. Satu hal yang mencemaskan , tiadanya sekat akibat kemajuan teknologi komunikasi secara langsung telah mengancam nilai-nilai dan tatanan budaya bangsa. Bahkan , jika transparansi informasi itu dimaknai sebagai sebuah absolute freedom ( kebebasan mutlak ) , maka transparansi itu sejatinya menetaskan pula “ kecemasan-kecemasan ” , baik terhadap individu , kelompok , maupun negara. Individu maupun kelompok tentu memiliki “ rahasia dapur ” yang tak boleh diketahui publik. Demikian juga dengan negara yang mempunyai kerahasiaan dan akan mengganggu kedaulatan jika informasi yang rahasia itu bocor ke publik.
    Melihat implikasi-implikasi itu , maka setidaknya ada dua penyikapan yang harus dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama. Yang pertama , tetap menjaga terjaminnya kebebasan publik untuk beroleh informasi sebagaimana diamanatkan amandemen UUD 1945 pasal 28F : “ Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya , serta berhak untuk mencari , memperoleh , memiliki , mengolah , dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia ”.
    Kedua , transparansi informasi harus disikapi secara arif dan bijaksana , dilandasi dengan pemahaman bersama bahwa there is no absolute freedom. Sehingga transparansi informasi tidak akan mengganggu atau membahayakan individu atau kelompok , apalagi mengancam keamanan dan kedaulatan negara. Untuk penyikapakan yang pertama , lahirnya kebijakan dari penyelenggara negara yang terus menjamin adanya kebebasan publik dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi jelas menjadi keniscayaan. Kebijakan-kebijakan yang ada bahkan perlu “ penguatan-penguatan ” mengingat perkembangan zaman yang demikian cepat dan dinamis , termasuk perkembangan di bidang komunikasi dan informasi.
    Dalam aplikasinya , kebijakan itu tentunya harus dibarengi dengan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan apa yang dinamakan “ masyarakat informasi ”, yakni masyarakat yang kebutuhan akan informasinya telah terpenuhi. Ini penting , karena selain bermanfaat bagi pengembangan pribadi dan kelompok , pemenuhan kebutuhan akan informasi terhadap masyarakat juga akan menjadi stimulan perkembangan demokrasi. Penting dicatat , meskipun kebebasan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi telah dijamin dalam konstitusi , tapi dalam kenyataannya masih terdapat ketimpangan dalam mengakses informasi sebagai akibat dari disparitas ekonomi dan sosial di Indonesia. Di sinilah , pemerataan informasi menjadi program yang sudah seharusnya diprioritaskan.
    Pemerataan informasi kepada masyarakat , utamanya terhadap kelompok dengan kemampuan ekonomi rendah , tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan menghidupkan ( kembali ) lembaga-lembaga informasi dan komunikasi yang ada di masyarakat – selain penguatan terhadap lembaga informasi dan komunikasi resmi negara. Yang penting , upaya itu mesti dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan infrastruktur pelayanan , khususnya di bidang penyebaran dan pemerataan informasi. Sementara untuk penyikapan yang kedua , kuncinya terletak pada transparansi penyelenggara negara dalam menerbitkan regulasi utamanya terkait dengan larangan dalam mengakses informasi-informasi tertentu.
    Hakikatnya , publik telah memahami bahwa ada wilayah-wilayah “ merah ” yang sudah semestinya tidak dimasuki karena alasan-alasan yang bisa diterima secara logika kolektif. Namun , yang terjadi selama ini , pembuatan regulasi yang membatasi publik untuk mengakses informasi acap dicurigai sebagai sebentuk praktik manipulatif penyelenggara negara yang secara tersembunyi menyimpan kepentingan yang kontradiktif dengan upaya untuk membangun demokrasi.
    Ini tentu bisa dipahami , karena kenyataannya ; di era Orde Baru praktik demikian nyata terjadi. Undang – undang yang mengatur masalah kerahasiaan negara , misalnya , dijadikan kedok untuk menutup-nutupi perilaku menyimpang penyelenggara negara , sekaligus jadi instrumen untuk menempatkan penyelenggara negara pada posisi yang “ tak tersentuh ”. Karena itulah , terkait dengan informasi yang bersifat rahasia dimana di dalamnya mengandung hal – hal yang tak bisa diakses publik , perlu ada definisi yang jelas kepada masyarakat terhadap maksud dari rahasia itu sendiri. Penyelenggara negara perlu menyampaikan secara transparan mengapa sebuah informasi dikategorikan rahasia hingga tak bisa di akses oleh publik. Agar tak meninggalakan salah tafsir , pembahasan menyangkut hal – hal yang dikategorikan sebagai informasi rahasia itu tentunya perlu melibatkan sejumlah kalangan termasuk LSM , akademisi , maupun tokoh – tokoh masyarakat pun dalam pembahasan regulasi – regulasi lain menyangkut perlindungan terhadap ranah privat dan kelompok , serta nilai – nilai budaya bangsa. Jika ini dilakukan , niscaya demokrasi yang kini berkembang di negeri ini tak akan tercederai.

    Sumber : htpp//komunikasi-dan-transparansi-informasi-dalam-iklim-demokrasi

    NUNGKI NOVIASTITI
    08/269646/PA/12015
    MATEMATIKA

    Posted by nungki noviastiti | 27 March 2011, 3:03 pm
  18. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasayarakat, berbangasa, dan bernegara

    Kebebasan Internet seperti berkumpul, berekspresi, berkoneksi, dan berdiskusi di dunia maya merupakan Hak Asasi Manusia. Pada saat ini, dengan terjadinya berbagai peristiwa global yang tidak lain karena adanya keinginan yang sama yaitu menginginkan demokrasi, Kebebasan Internet ini menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Dalam dunia internet terdapat istilah teknokrasi yaitu penggabungan dari teknologi dan demokrasi. Internet menggunakan teknologi sebagai badannya dan demokrasi sebagai sifatnya. Sehingga sangat jelas internet tidak dapat dipisahkan dari kedua hal tersebut. Indonesia disebut sebagai negara yang menganut asas demokrasi atau kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Dengan menjaga hak-hak ini di era digital, kita juga akan menjaga potensi dan janji masa depan Internet untuk menjadi sebuah tempat pertukaran ide, inovasi, koneksi dan pertumbuhan ekonomi.
    Dengan latar belakang kejadian di Mesir, Yaman, dan Libya baru-baru ini, dan penutupan Internet terbesar yang terjadi di masa kita, kita telah mendengar berbagai permintaan dari Presiden Obama, Menteri Luar Negeri Clinton, dan para pemimpin dunia agar kita semua menghormati kebebasan untuk berdiskusi, berkoneksi dan berkomunikasi, khususnya dalam pencarian dan pertukaran informasi lewat Internet.
    Indonesia memiliki komunitas Facebook terbesar kedua di dunia, dan pengguna ketiga terbesar untuk Twitter, dan juga “rumah” bagi jutaan blog dengan segala macam topik: fotografi, politik, agama, olahraga, game, dan fashion, yang merupakan topik-topik umum yang dibaca dan ditulis.
    Internet adalah media yang tidak konvensional, yang menjadi bagian dari demokratisasi.
    Internet telah menjadi ruang publik paling utama di abad ke-21–telah menjadi tempat bertemu bagi seluruh warga dunia. Bangsa Indonesia hidup di negara bebas di mana undang-undang dasar menjamin kebebasan individu seperti kebebasan berdiskusi, berkumpul, berhimpun, dan berekspresi.
    Oleh sebab itu Indonesia tidak mengenal jenis kelamin, agama, etnis, atau latar belakang ekonomi untuk memiliki akses Internet secara terbuka yang akan digunakan untuk mendapatkan informasi, mengeluarkan pendapat, berkumpul bersama-sama secara online dan tanpa ada yang bertindak dominan.
    Berbagai aksi-aksi sipil damai yang telah kita lihat seperti Indonesian Unite, “1.000.000 suara untuk Bibit-Candra”, dan “Koin untuk Prita”, mulai bermunculan di Internet. Warga-warga dari seluruh dunia setiap hari bertemu dan saling berhubungan lewat Internet untuk melihat berita dan bertukar informasi tentang apa yang terjadi di dunia atau untuk menjamin agar suara mereka didengar.
    Lewat berbagai dialog ini, baik secara online atau percakapan langsung, berbagai dimensi baru dalam perdebatan yang telah kita lakukan selama berabad-abad mulai muncul, seperti: cara-cara memerintah yang terbaik, cara-cara untuk menegakkan keadilan, cara-cara untuk meraih kemakmuran dan cara-cara menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung pembangunan jangka panjang, baik di dalam maupun di luar negeri kita.
    Keterhubungan yang muncul di era digital telah menciptakan dorongan baru mencari solusi bagi berbagai isu-isu lama tersebut. Untuk itu, pemerintah-pemerintah dunia saat ini harus mengambil keputusan-keputusan sulit yang akan menentukan masa depan Internet.

    Kita mengenal pilihan-pilihan tersebut, tetapi kita tidak mengetahui cara untuk menolak pilihan-pilihan itu. Bagaimana kita bisa memilih untuk melindungi antara kebebasan dan keamanan? Antara transparansi dan kerahasiaan? Antara kebebasan berekspresi dan toleransi serta kerukunan?
    Pertama, kebebasan dan keamanan terlalu sering dipandang sebagai sesuatu yang saling berdiri sendiri, tetapi kita harus mempunyai keduanya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Kita diperingatkan setiap hari akan janji sekaligus bahaya era informasi. Kita harus memiliki keamanan yang cukup untuk mewujudkan kebebasan, tetapi jangan terlalu banyak, hingga akan membahayakan kebebasan. Dalam menyeimbangkan antara kebebasan dan keamanan, tolok ukurnya adalah aturan hukum. Kepatuhan kita pada aturan hukum tidak hilang begitu saja di dunia maya.
    Begitu pula komitmen kita terhadap kebebasan sipil. Dalam dua sisi itu, kita berupaya meraih tujuan tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut.
    Bukan rahasia lagi bahwa “keamanan” sering dijadikan pembenaran untuk menghancurkan kebebasan Internet. Pemerintahan yang menangkapi para blogger, yang mencampuri kegiatan warganya, dan yang membatasi atau menutup akses ke informasi dengan alasan menjaga keamanan tidaklah dibenarkan. Membungkam gagasan tidak akan membuat gagasan itu hilang.

    Kedua, kita wajib melindungi baik transparansi maupun kerahasiaan. Transparansi itu penting. Kita bisa dan harus memberikan warga negara informasi mengenai pemerintah mereka dan membuka pintu bagi mereka untuk berbisnis yang dulunya tertutup bagi sebagian besar orang. Namun, kerahasiaan juga merupakan hal yang penting.

    Kerahasiaan menjaga kemampuan organisasi dan pemerintahan dalam menjalankan misi mereka dan dalam melayani kepentingan masyarakat. Pemerintahan memang memiliki standar yang lebih tinggi dalam menjaga kerahasiaan karena mereka melayani kepentingan masyarakat.

    Akan tetapi, semua pemerintahan menerapkan derajat kerahasiaan tertentu ketika menangani masalah-masalah seperti keselamatan umum dan keamanan nasional. Sebagai contoh, tidaklah wajar untuk mempublikasikan detail perundingan sensitif antarnegara tentang bagaimana menempatkan dan membuang bahan nuklir, atau bagaimana memerangi kekerasan oleh mafia narkoba

    Ketiga, kita harus berusaha untuk melindungi kebebasan berekspresi, dan pada saat yang sama memupuk toleransi. Sama seperti alun-alun kota, Internet adalah rumah bagi setiap jenis pidato: palsu, ofensif, konstruktif dan inovatif. Dengan populasi online lebih dari dua milyar yang berkembang pesat, sifat dan variasi pidato-pidato secara online juga akan berkembang.

    Tidak dapat dipungkiri, sejalan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, semua orang memiliki hak untuk bebas berekspresi. Tantangannya adalah untuk memenuhi komitmen kebebasan berekspresi secara online dengan menekankan pentingnya manfaat Internet untuk memajukan toleransi dan perdamaian.

    Kita percaya bahwa cara terbaik untuk melakukan ini adalah mempromosikan kebebasan berbicara lebih banyak dan tidak membatasinya. Mengekspos dan menantang pidato ofensif, bukan menekannya, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merespons and mengawasi. Ide-ide dan gagasan akan menjadi lebih kuat, dan mereka yang tidak memiliki dasar akan pudar seiring dengan waktu.

    Melalui kebebasan Internet, kita memiliki kesempatan langka untuk mengikat masalah hak asasi manusia dengan aspirasi kami untuk kemakmuran ekonomi bersama. Prinsip-prinsip kebebasan Internet berakar pada keterbukaan sehingga Internet dapat tetap menjadi mesin ide-ide, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.
    Pasar yang terbuka bagi produk dan jasa yang baru mejadi katalisator kewirausahaan, inovasi, dan investasi. Kita telah melihat investasi dan inovasi di pasar Internet global untuk negara-negara yang berupaya membuka kebijakan Internet mereka.

    Ketika kita bergerak maju dan “alun-alun Internet” terus berkembang, kami yakin bahwa kita akan dapat melindungi dan memajukan prinsip-prinsip kebebasan dan keamanan; transparansi dan kerahasiaan, dan kebebasan berbicara dan toleransi. Secara keseluruhan, semua unsur itu merupakan pilar dari suatu dunia maya yang gratis dan terbuka untuk semua.
    Indonesia disebut sebagai negara yang menganut asas demokrasi atau kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Alhamdulilah. Demokratisasi di dunia per-internetan Indonesia masih ada. Di Indonesia kita merasakan sangat bebas berpendapat terutama di internet.
    Kita bebas mengkritik cinta laura dengan aksennya sangat aneh tersebut, mengkritik pejabat dan organisasi negara yang kurang perhatian dengan raktyatnya dan lain sebagainya. Bahkan demokrasi yang ada di dunia internet Indonesia cenderung kearah terlalu bebas atau kebabalasan.
    Dengan perkembangan revolusi melalui internet di tanah air pula, sesungguhnya persoalan kebebasan pers dalam menyuarakan kebenaran tidak mungkin bisa dibelenggu lagi. Tidak bisa tiap bit informasi yang lalu lalang dalam jaringan cyber highway disensor, apalagi dengan belum adanya aturan yang jelas mengenai lalu lintas informasi lewat network of networks ini. Walaupun sudah dibentuknya LII atau Lembaga Internet Indonesia. Lembaga di bawah Depkominfo ini bertugas melakukan kordinasi pengelolaan sumber daya internet Indonesia; nama domain, IP, dan seterusnya. LII itu seperti mini ICANN – Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Namun kenyataan yang terjadi adalah lembaga ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Demokrasi yang tejadi di dunia internet indonesia masih perlu lembaga yan dapat berfungsi mengatur proses demokratisasi tersebut. Agar dalam dunia internet Indonesia tercipta demokrasi yang sehat dan mengandung banyak informasi yang berguna untuk semua penggunaannya.

    Sumber:http://www.ishaqrahman.web.id/?p=307

    Suhandoko Misbahul Amin
    08/269556/PA/11969
    Matematika

    Posted by Suhandoko Misbahul Amin | 27 March 2011, 1:59 pm
  19. Paham demokrasi sosial atau sosialisme demokrat berasal dan ideologi sosialisme di negara-negara demokrasi Barat. Sedangkan sosialisme itu sendiri sebagai satu istilah diperkenalkan pertama kali oleh Robert Owen (1771-1858) tahun 1827, walaupun sebagai satu fenomena sudah tumbuh di Eropa sejak abad ke-17. Robert Owen bersama dengan Saint-Simon dan Fourier dan Perancis dianggap sebagai penganut paham sosialisme utopia yang memprihatinkan akibat-akibat negatif dari penerapan ideologi kapitalisme yang berdasarkan prinsip-prinsip kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi, motif mencari untung dan persaingan bebas, yaitu kesenjangan pendapatan dan kekayaan di antara kaum majikan dengan kaum buruh yang berimplikasi pada marjinalisasi kehidupan kaum buruh di semua aspek kehidupan. Robert Owen dan kawan-kawannya ini mendambakan suatu tatanan masyarakat yang egaliter, sama rata sama rasa, di mana sumber-sumber kekayaan dibagi secara merata di antara semua anggota masyarakat. Kita lihat, meskipun mereka juga mencoba menerapkan cita-cita dan ke-yakinannya ini dengan mendirikan komunitas-komunitas sosialis seperti yang mereka bayangkan, apa yang dicita-citakan oleh Robert Owen dan kawan-kawannya ini lebih merupakan impian daripada cara-cara kehidupan yang realistis dan efektif, sehingga kelak mereka oleh Karl Marx disebut sebagai penganut sosialisme utopia.
    Pertalian di antara demokrasi dan sosialisme adalah satu-satunya unsur yang paling penting dalam pemikiran dan politik sosialis. Melihat pada sejarah sosialisme, dapatlah segera diketahui bahwa gerakan-gerakan sosialis yang berhasil hanya tumbuh di negara-negara yang mempunyai tradisitradisi demokrasi yang kuat, seperti Inggris, Skandinavia, Belanda, Swis, Australia, Belgia, Selandia Barn dan (lebih akhir) di Israel. Sebab dari kesejajaran ini adalah sederhana sekali. Dalam pemerintahan demokratis dan konstitusional yang umumnya diterima, kaum sosialis dapat memusatkan per-hatian pada program khusus mereka. Biarpun program itu kelihatannya terlalu luas, yakni menciptakan kesempatan yang lebih banyak bagi kelas-kelas yang berkedudukan rendah; mengakhiri perbedaan yang didasarkan atas kelahiran dan bukan atas jasa; membuka lapangan-lapangan pendidikan bagi semua rakyat; menghapuskan praktik-praktik diskriminasi yang didasarkan atas jenis kelamin, agama, suku bangsa atau kelas sosial; mengatur dan mereorganisasi ekonomi untuk kepentingan seluruh masyarakat; mempertahankan “full employment”; memberikan jaminan sosial yang cukup bagi mereka yang sakit, menganggur dan sudah tua; merencanakan kembali kota-kota kecil dan kotakota besar; membongkar daerah-daerah perkampungan yang padat dan membangun rumah-rumah baru; memberikan pemeliharaan kesehatan bagi setiap orang tanpa melihat isi dompetnya; dan akhirnya, membangun kembali masyarakat atas dasar kerja sama sebagai ganti persaingan, dorongan, dan keuntungan.
    Semua tujuan sosialisme demokratis ini mempunyai persamaan dalam satu hal: membuat demokrasi lebih nyata dengan jalan memperluas penggunaan prinsip-prinsip demokrasi dari lapangan politik ke lapangan non-politik pada masyarakat.
    Ada pihak-pihak yang berpandangan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mampu memberdayakan dan mendekatkan penyebaran domokrasi secara global. Globalisasi informasi dipandang telah menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan terbuka. Seperti sekarang ini masyarakat bebas mengemukakan pendapatnya di dunia maya seperti di blog,facebook,twitter.
    Masyarakat sekarang lebih berani mengemukakan pendapat melalui media-media sosial,entah majalah,koran maupun melaui jejaring sosial. Ini menunjukkan perubahan yang lebih baik dari denmgan menyuarakan penda[atnya ke kalangan yang lebih luas tidak seperti dulu yang hanya menyuarakan lewat perwakilan rakyat. Sepert yang saya temukan di facebook adalah facebook mendukung Bibit-Candra saat terjerat kasusu hukum.Saya juga ikut dalam group facebook tersebut,walapun saya tidak bisa mengemukakan pendapat secara langsung,setidaknya dengan bergabung di group tersebut secara tidak langsung saya ikut mengemukakan pendapat saya.
    Banyak sekali dampak positif kemajuan teknologi informasi di bidang demokratisasi bangsa Indonesia. Saat beberapa orang mengedit foto gayus diganti menjadi petinju,menjadi tukang tambal ban, bermain kartu bahkan menjadi icon-icon lain,sebenarnya mereka merasa kecewa dengan tindakan mafia pajak itu,tidak puas dengan mengambil uang rakyat tetapi dia juga menyuap puluhan pegawai kepolisian dan dia bisa ‘plesiran’ kemanapun dia mau. Kalau hanya dengan kata-kata mungin semua orang sudah kenyang dengan kata-kata tidak,tapi dengan mengedit foto gayus lebih banyak yang memperhatikan pendapat mereka.
    Hukum alam,dampak positif pasti akan ada dampak negatif, ,kalau saya secara pribadi banyak dampak positif yang saya rasakan. Seperti saya bs mengetahui isu-isu politik melalui update status teman-teman facebook atau twitter saya,atau isu-isu dunia dr tranding topic twitter atau berita-berita yang disebarkan melalui bbm (blackbery massanger). Berita-berita yang tidak saya ketahui saya menjadi tahu dengan adanya jaringan-jaringan sosial itu. Seperti saat isu blackbery akan diblock oleh pemerintah indonesia,ramai-ramai pengguna BB menginformasikan berita itu bahkan media televisi juga ikut memberitakan dan semua orang berpendsapat di situ.
    Berita yg muncul di jejaring facebook adalah facebook akan ditutup karena maraknya penculikan yang terjadi akibat perkenalan di facebook. Menurut saya tergantung pribadi masing-masing bagaimana selektif memilih teman yg baru dikenal. Jangan sampai hanya kenal di facebook lalu diajak pergi kemana-mana ikut saja. Saya secara pribadi tidak mau menerima pertemanan orang yang tidak saya kenal. Biasanya saya akan menerima pertemanan yang “mutual friend’ nya saya banyak kenal. Sebenarnya kalau facebook digunakan sebagfaimana mestinya banyak manfaat yang bisa kita ambil. Seperti saya bertemu teman-teman saya yang lama tidak bertemu di facebook .Acara-acara penting biasanya disebarkan melalui facebook dan banyak menarik perhatian. Untuk apa memprotes facebook, fatwa mengharamkan facebook, yang lebih penting bagaimana memperbaiki moral dan mental bangsa ini agar tidak gagap menghadapi kemajuan teknologi seperti sekarang ini,sedikit-sedikit demo tentang kemajuan ini itu. Yang lebih baik adalah bagaimana kita membentengi diri kita dengan baik agar kita tidak mengalami dampak buruk dr kemajuan teknologi tetapi kita justru bisa mengambil banyak manfaat dari kemajuan itu untuk kebaikan diri kita maupun bangsa.
    Pada umumnya, gerakan demokratisasi di pengaruhi oleh dua hal, yakni : munculnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya demokrasi dan gerakan prodemokrasi di luar negeri. Runtuhnya rezim otoritarianisme di negara-negara Eropa Timur oleh gerakan civil sociaty merupakan faktor eksternal yang mendorong dimulainya babak baru bangsa menuju masyarakat yang lebih demokratis di Indonesia (Suwondo,2002:1)
    perkembangan TI harus dilihat dari perspektif kepentingan bangsa. Perkembangan TI jangan sampai menggerus budaya bangsa yang akan berimplikasi pada semakin lunturnya jati diri bangsa di mata dunia.TI berpotensi besar menggerus budaya bangsa. Kita harus melakukan sesuatu agar perkembangan TI tidak membawa dampak negatif bagi kebudayaan nasional. TI ibarat pisau bermata dua. Pertama, TI menamawkan akses informasi tanpa batas yang amat besar manfaatnya bagi perkembangan manusia. Pasalnya TI menawarkan berbagai informasi terbaru mengenai pengetahuan dan kemajuan. Dengan kehadiran TI dunia menjadi tak bersekat dan tanpa batas.
    Kedua, sisi lain yang ditimbulkan TI berupa kemungkinan hancurnya jati diri bangsa akibat agresi informasi tanpa henti. Agresi informasi tersebut berdampak pada penggerusan budaya bangsa.Saat ini kita harus melakukan sesuatu, agar manfaat TI positif bagi kepentingan bangsa. Menolak TI merupakan langkah mundur yang tidak mungkin dilakukan. Yang harus dipikirkan bersama bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan bisa terus dieleminir, sehingga kekuatiran yang muncul akan tergerusnya budaya bangsa.Kita perlu memnafaatkan keunggulan dan kegunaan TI bagi kemaslahatan bangsa. TI harus dimanfaatkan untuk memperkuat jatidiri nasional dan melestarikan budaya bangsa. Kita harus tetap menunjukkan kita bangsa Indonesia yang kuat, berbudaya baik tetapi tidak melupakan kemajuan teknologi yang bermanfaat bagi diri kita secara khusus dan masyarakat indonesia secara umum.

    http://books.google.co.id/books?id=9V4v_Ooj8dYC&pg=PA30&lpg=PA30&dq=pengaruh+teknologi+informasi+pada+gerakan+demokratisasi&source=bl&ots=wW4Al8p66U&sig=rXNUsAWKOKmWsP9vWnxX5xLpwGA&hl=id&ei=ELqOTcePD8PJcYLO7JgK&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=7&ved=0CDoQ6AEwBg#v=onepage&q=pengaruh%20teknologi%20informasi%20pada%20gerakan%20demokratisasi&f=false

    http://requestartikel.com/kelebihan-dan-kekurangan-demokrasi-sosialis-201103549.html

    Nama :Sara Nurbandiyah
    NIM : 08/269538/PA/11960
    Prodi: Matematika

    Posted by sara nur bandiyah | 27 March 2011, 1:54 pm
  20. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Negara demokrasi adalah negara yang mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Salah satu dasar yang harus di jamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran,baik secara lisan maupun tulisan.
    Proses demokratisasi di sebuah negara tidak hanya mengandalkan parlemen ,tapi juga ada teknologi yang mana merupakan sarana komunikasi baik pemerintah dengan rakyat,maupun rakyat dengan rakyat.Keberadaan teknologi ini baik dalam teknologi cetak maupun elektronik memiliki cakupan yang bermacam macam baik dalam hal isu maupun daya jangkau sirkulasi ataupun siaran.
    Di samping sebagai sarana komunikasi peranan teknologi antara lain:
    a) Sebagai penyamaan persepsi
    Perjuangan demokrasi memerlukan koordinasi dan komunikasi intensif di antara para aktivis sebagai lokomotif dan masyarakat luas sebagai penumpang gerbong demokrasi. Karakter teknologi yang egaliter sangat sesuai dengan sifat demokrasi, oleh karenanya dalam konteks pembangunan demokrasi teknologi lebih tepat diposisikan sebagai means dari pada ends.
    Efek positif dari semua bebas menjadi sumber informasi adalah terfasilitasinya kebutuhan akan kebebasan berbicara yang menjadi syarat dasar demokrasi. Penyebaran informasi berlangsung secara peer to peer, one to one, one to many ataupun broadcast. Tidak ada hirarki penyampaian informasi yang mengarah kepada filterisasi informasi sebagaimana terjadi pada sistem informasi di suatu organisasi tertutup. Ide perjuangan demokrasi dengan mudah mencapai sasaran masyarakat luas tanpa terkendala oleh rejim pengawasan informasi yang dilakukan oleh penguasa. Pada proses selanjutnya teknologi mendorong terjadinya kesamaan ide, sebagaimana terjadi pada keseragaman gaya dan penampilan. Yang membedakan hanyalah substansi informasinya saja. Pada yang pertama yang menonjol adalah efek peniruan yang menjurus ke arah konsumtifisme, sedangkan pada gerakan demokrasi TIK berhasil menjadi wahana penyamaan persepsi demokrasi, pendorong keputusan untuk melakukan perubahan ketata – negaraan.
    b) Alat untuk mempermudah kegiatan
    Peran teknologi dalam proses demokrasi tidak terbatas pada wahana penyamaan persepsi saja melainkan lebih banyak dari itu. Dalam proses kritis yang menjadi acuan adanya demokrasi,teknologi membuktikan dirinya memberikan kontribusi besar dalam proses pemilihan umum (pemilu). Penggunaan teknologi dalam proses penghitungan suara menjadi salah satu yang dapat ditunjuk sebagai bukti. Selain itu, ada banyak sekali bukti bagaimana teknologi melancarkan proses pemilu. Sejak proses pendaftaran partai politik, pendaftaran calon pemilih, seleksi partai yang layak untuk ikut pemilu, kampanye, pengelolaan organisasi partai politik, pendaftaran dan proses adminstrasi calon legislatif, hingga penentuan pemenang pemilu, semua aktivitas ini menjadi tidak terbayangkan betapa sulitnya jika tidak menggunakan teknologi. Setelah pemerintahan baru terbentuk, masyarakat menggunakan teknologi untuk mengetahui kinerja pemerintah, berinterkasi dengan pejabat pemerintah, maupun memberikan penilaian atas kinerja pemerintah
    Di bawah ini adalah pendapat para ahli teknologi tentang peranan teknologi terhadap demokratisasi
    a) Dr. Ninok Leksono, pengelola Kompas Cyber berpendapat, media on line adalah salah satu bentuk teknologib yang dapat mendorong perkembangan demokrasi yang cepat.
    b) Doddy Yudhistira Corporate Secretary Media Development Center – The habibie Center mengungkapkan bahwa relevansi antara teknologi dan proses demokratisasi di Indonesia adalah melalui komunikasi dua arah dengan tolok ukurnya wacana publik, pertukaranran pendapat , gagasan yang digulirkan secara terbuka, kebebasan pers serta hak dan kebebasan memilih tanpa ada paksaan dan ketakutan dari pihak manapun.
    c) Prof. Alwi Dahlan, Pakar Komunikasi UI berpendapat komunikasi adalah unsur esensial demokratisasi dan untuk menghadapi kendala geografis di Indonesia yang begitu luas serta tingkat heterogenisme yang demikian kompleks- teknologi informasi menjadi alternatif solusinya.
    d) Dr. Ninok Leksono berpendapat,teknologi on line merupakan salah bentuk media yang mempercepat perkembangan demokrasi.
    Karena media ini mampu memenuhi hak rakyat dalam mendapatkan informasi dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih luas cakupannya.
    e) Mieke Komar Kantaatmadja, pakar Hukum Universitas Padjajaran, pemerintah perlu menyediakan akses on line government (portal pemerintah) untuk lebih mudah melayani publik.

    Gerakan demokrasi rakyat yang riil justru banyak ditemui lewat jejaring social seperti facebook,twitter, dan blog.hal ini menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR.Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi.contoh, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra,perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial.
    Hal ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di
    Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun
    tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu.Terlebih lagi saat ini banyak ditemui nama-nama pejabat, pengusaha,pendidik, kalangan ulama dan pesantren hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jejaring sosial itu, selain tentunya kalangan anak-anak muda.Pengguna `facebook` di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan
    Berkaitan dengan dampak negatif dari perkembangan teknologi, terutama jejaring sosial itu, seperti adanya penculikan orang atau penipuan yang berawal dari situs pertemanan tersebut
    dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi memang lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.
    Suara yang menentang kedatangan teknologi itu sampai saat ini masih terdengar,seperti adanya fatwa yang mengharamkan `facebook` dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda.
    Perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi tersebut ternyata belum banyak disadari oleh seluruh pihak, termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi.
    Padahal, perubahan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi
    mendorong dinamika baru dalam segala segi kehidupan dan hubungan
    bermasyarakat, berbangsa, antar pribadi, perseorangan, atau institusi.
    Perkembangan dan pertumbuhan demokrasi suatu negara sangat tergantung pada sejauh mana teknologinya maju dan berkemban.Semakin teknologi suatu negara itu maju, maka makin maju pula demokrasinya. Maka itu penting sekali suatu bangsa menguasai dan memajukan teknologi.
    Agar teknologi dapat maju, maka harus ada prioritas-prioritas andal antara lain pengembangan sumber daya manusia terbaharukan, pemerataan informasi, peningkatan hasil kerja, dan karya SDM dalam bentuk teknologi tepat guna dan produk-produk unggulan.

    Selain itu, sumber daya alam dan energi terbaharukan dan tidak terbaharukan, hasil diversifikasi, dan peningkatan kualitas SDA dan energi dalam bentuk produksi SDA protein, karbohidrat, celulosa, dan pengembangan energi hijau seperti angin, bio, hydro, dan solar energi.

    Dengan prioritas-prioritas andalan seperti ini,mungkin bangsa Indonesia mampu memajukan teknologinya. Lebih dari itu, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai penikmat teknologi tapi mampu menjadi penghasil teknologi.
    Pada kasus kebijakan teknologi Habibie, kita bisa melihat pentingnya demokrasi bagi perkembangan teknologi yang lebih tepat dan bijak. Demokrasi memungkinkan proses pembuatan kebijakan teknologi tidak lagi didominasi oleh individu tertentu atau kelompok tertentu melainkan menjadi agenda publik. Keterlibatan publik dalam proses pembuatan kebijakan teknologi memberi peluang terjadinya proses negosiasi antara para pembuat kebijakan dan masyarakat. Dan melalui proses negosiasi tersebut dapat dicapai suatu kebijakan teknologi yang lebih tepat bagi masyarakat. Dengan kata lain, tanpa adanya suatu sistem demokrasi yang baik, maka sangat sulit untuk mengharapkan kebijakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dapat tercapai maksimal.
    Agenda demokratisasi teknologi di Indonesia dapat dimulai dengan transparansi proses pembuatan kebijakan teknologi. Dominasi para elit-elit teknologi yang berada dilembaga pemerintah seperti BPPT, Kementerian Riset dan Teknologi, dan berbagai bentuk dewan riset yang ada sudah selayaknya diimbangi dengan partisipasi publik secara luas.

    Sumber
    Konten.detikpertama.com/…/peranan-pers-dalam-negara-demokrasi
    Midibarubelajar.blogspot.com/…/peranan-teknologi-informasi-dalam.html
    Rizalrifky.blogspot.com/…/pengaruh-perkembangan-teknologi.html
    Nama : aliyah
    NIM :08/269540/PA/11962
    Prodi/jurusan : matematika/matematika

    Posted by aliyah | 27 March 2011, 1:44 pm
  21. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Negara demokrasi adalah negara yang mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Salah satu dasar yang harus di jamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran,baik secara lisan maupun tulisan.
    Proses demokratisasi di sebuah negara tidak hanya mengandalkan parlemen ,tapi juga ada teknologi yang mana merupakan sarana komunikasi baik pemerintah dengan rakyat,maupun rakyat dengan rakyat.Keberadaan teknologi ini baik dalam teknologi cetak maupun elektronik memiliki cakupan yang bermacam macam baik dalam hal isu maupun daya jangkau sirkulasi ataupun siaran.
    Di samping sebagai sarana komunikasi peranan teknologi antara lain:
    a) Sebagai penyamaan persepsi
    Perjuangan demokrasi memerlukan koordinasi dan komunikasi intensif di antara para aktivis sebagai lokomotif dan masyarakat luas sebagai penumpang gerbong demokrasi. Karakter teknologi yang egaliter sangat sesuai dengan sifat demokrasi, oleh karenanya dalam konteks pembangunan demokrasi teknologi lebih tepat diposisikan sebagai means dari pada ends.
    Efek positif dari semua bebas menjadi sumber informasi adalah terfasilitasinya kebutuhan akan kebebasan berbicara yang menjadi syarat dasar demokrasi. Penyebaran informasi berlangsung secara peer to peer, one to one, one to many ataupun broadcast. Tidak ada hirarki penyampaian informasi yang mengarah kepada filterisasi informasi sebagaimana terjadi pada sistem informasi di suatu organisasi tertutup. Ide perjuangan demokrasi dengan mudah mencapai sasaran masyarakat luas tanpa terkendala oleh rejim pengawasan informasi yang dilakukan oleh penguasa. Pada proses selanjutnya teknologi mendorong terjadinya kesamaan ide, sebagaimana terjadi pada keseragaman gaya dan penampilan. Yang membedakan hanyalah substansi informasinya saja. Pada yang pertama yang menonjol adalah efek peniruan yang menjurus ke arah konsumtifisme, sedangkan pada gerakan demokrasi TIK berhasil menjadi wahana penyamaan persepsi demokrasi, pendorong keputusan untuk melakukan perubahan ketata – negaraan.
    b) Alat untuk mempermudah kegiatan
    Peran teknologi dalam proses demokrasi tidak terbatas pada wahana penyamaan persepsi saja melainkan lebih banyak dari itu. Dalam proses kritis yang menjadi acuan adanya demokrasi,teknologi membuktikan dirinya memberikan kontribusi besar dalam proses pemilihan umum (pemilu). Penggunaan teknologi dalam proses penghitungan suara menjadi salah satu yang dapat ditunjuk sebagai bukti. Selain itu, ada banyak sekali bukti bagaimana teknologi melancarkan proses pemilu. Sejak proses pendaftaran partai politik, pendaftaran calon pemilih, seleksi partai yang layak untuk ikut pemilu, kampanye, pengelolaan organisasi partai politik, pendaftaran dan proses adminstrasi calon legislatif, hingga penentuan pemenang pemilu, semua aktivitas ini menjadi tidak terbayangkan betapa sulitnya jika tidak menggunakan teknologi. Setelah pemerintahan baru terbentuk, masyarakat menggunakan teknologi untuk mengetahui kinerja pemerintah, berinterkasi dengan pejabat pemerintah, maupun memberikan penilaian atas kinerja pemerintah
    Di bawah ini adalah pendapat para ahli teknologi tentang peranan teknologi terhadap demokratisasi
    a) Dr. Ninok Leksono, pengelola Kompas Cyber berpendapat, media on line adalah salah satu bentuk teknologib yang dapat mendorong perkembangan demokrasi yang cepat.
    b) Doddy Yudhistira Corporate Secretary Media Development Center – The habibie Center mengungkapkan bahwa relevansi antara teknologi dan proses demokratisasi di Indonesia adalah melalui komunikasi dua arah dengan tolok ukurnya wacana publik, pertukaranran pendapat , gagasan yang digulirkan secara terbuka, kebebasan pers serta hak dan kebebasan memilih tanpa ada paksaan dan ketakutan dari pihak manapun.
    c) Prof. Alwi Dahlan, Pakar Komunikasi UI berpendapat komunikasi adalah unsur esensial demokratisasi dan untuk menghadapi kendala geografis di Indonesia yang begitu luas serta tingkat heterogenisme yang demikian kompleks- teknologi informasi menjadi alternatif solusinya.
    d) Dr. Ninok Leksono berpendapat,teknologi on line merupakan salah bentuk media yang mempercepat perkembangan demokrasi.
    Karena media ini mampu memenuhi hak rakyat dalam mendapatkan informasi dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih luas cakupannya.
    e) Mieke Komar Kantaatmadja, pakar Hukum Universitas Padjajaran, pemerintah perlu menyediakan akses on line government (portal pemerintah) untuk lebih mudah melayani publik.

    Gerakan demokrasi rakyat yang riil justru banyak ditemui lewat jejaring social seperti facebook,twitter, dan blog.hal ini menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR.Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi.contoh, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra,perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial.
    Hal ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di
    Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun
    tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu.Terlebih lagi saat ini banyak ditemui nama-nama pejabat, pengusaha,pendidik, kalangan ulama dan pesantren hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jejaring sosial itu, selain tentunya kalangan anak-anak muda.Pengguna `facebook` di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan
    Berkaitan dengan dampak negatif dari perkembangan teknologi, terutama jejaring sosial itu, seperti adanya penculikan orang atau penipuan yang berawal dari situs pertemanan tersebut
    dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi memang lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.
    Suara yang menentang kedatangan teknologi itu sampai saat ini masih terdengar,seperti adanya fatwa yang mengharamkan `facebook` dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda.
    Perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi tersebut ternyata belum banyak disadari oleh seluruh pihak, termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi.
    Padahal, perubahan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi
    mendorong dinamika baru dalam segala segi kehidupan dan hubungan
    bermasyarakat, berbangsa, antar pribadi, perseorangan, atau institusi.
    Perkembangan dan pertumbuhan demokrasi suatu negara sangat tergantung pada sejauh mana teknologinya maju dan berkemban.Semakin teknologi suatu negara itu maju, maka makin maju pula demokrasinya. Maka itu penting sekali suatu bangsa menguasai dan memajukan teknologi.
    Agar teknologi dapat maju, maka harus ada prioritas-prioritas andal antara lain pengembangan sumber daya manusia terbaharukan, pemerataan informasi, peningkatan hasil kerja, dan karya SDM dalam bentuk teknologi tepat guna dan produk-produk unggulan.

    Selain itu, sumber daya alam dan energi terbaharukan dan tidak terbaharukan, hasil diversifikasi, dan peningkatan kualitas SDA dan energi dalam bentuk produksi SDA protein, karbohidrat, celulosa, dan pengembangan energi hijau seperti angin, bio, hydro, dan solar energi.

    Dengan prioritas-prioritas andalan seperti ini,mungkin bangsa Indonesia mampu memajukan teknologinya. Lebih dari itu, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai penikmat teknologi tapi mampu menjadi penghasil teknologi.
    Pada kasus kebijakan teknologi Habibie, kita bisa melihat pentingnya demokrasi bagi perkembangan teknologi yang lebih tepat dan bijak. Demokrasi memungkinkan proses pembuatan kebijakan teknologi tidak lagi didominasi oleh individu tertentu atau kelompok tertentu melainkan menjadi agenda publik. Keterlibatan publik dalam proses pembuatan kebijakan teknologi memberi peluang terjadinya proses negosiasi antara para pembuat kebijakan dan masyarakat. Dan melalui proses negosiasi tersebut dapat dicapai suatu kebijakan teknologi yang lebih tepat bagi masyarakat. Dengan kata lain, tanpa adanya suatu sistem demokrasi yang baik, maka sangat sulit untuk mengharapkan kebijakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dapat tercapai maksimal.
    Agenda demokratisasi teknologi di Indonesia dapat dimulai dengan transparansi proses pembuatan kebijakan teknologi. Dominasi para elit-elit teknologi yang berada dilembaga pemerintah seperti BPPT, Kementerian Riset dan Teknologi, dan berbagai bentuk dewan riset yang ada sudah selayaknya diimbangi dengan partisipasi publik secara luas.

    Sumber
    Konten.detikpertama.com/…/peranan-pers-dalam-negara-demokrasi
    Midibarubelajar.blogspot.com/…/peranan-teknologi-informasi-dalam.html
    Rizalrifky.blogspot.com/…/pengaruh-perkembangan-teknologi.html
    Nama : aliyah
    NIM :08/269540/PA/11962
    Prodi/jurusan : matematika/matematika

    Posted by aliyah | 27 March 2011, 1:42 pm
  22. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akhir-akhir ini sudah amat luar biasa dalam kehidupan sehari-hari kita, bahkan sudah sampai tahapan dimana penggunaan teknologi dan komunikasi yang telah mampu menghilangkan batasan wilayah ruang dan waktu karena semuanya sudah serba cepat dan setiap orang telah mampu untuk mengakses informasi yang sama dengan semua orang di seluruh belahan dunia.
    Perkembangan teknologi dan komunikasi merupakan gabungan dari perkembangan teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer sekarang sudah sedemikian canggih sehingga komputer semakin lama semakin kecil dan semakin cepat serta penggunaannya sudah demikian kompleks untuk membantu seluruh aspek kegiatan manusia sehari-hari. Sedangkan teknologi komunikasi telah mampu menghasilkan sebuah kecepatan yang luar biasa dalam pemindahan informasi dari satu titik ke titik yang lainnya. Gabungan dari keduanya telah menjadikan informasi sekarang menjadi sumber daya yang penting dalam kehidupan dan mempunyai keragaman media informasi yang inovatif. Penggunaan internet telah mengubah dunia sekarang ini menjadi satu tanpa ada lagi batasan-batasan yang bersifat primordial, ideologi, negara dan agama. Setiap orang bisa mengakses informasi yang ingin dia ketahui tanpa adanya batasan-batasan.
    Secara sederhana teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang berfungsi untuk menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi tersebut dengan berbagai bentuk media dan format (image, suara, text, motion pictures, dsb). Dari pengalaman dan pengamatan, tahapan pemanfaatan teknologi informasi dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tip-ex, proses editing, dsb yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak . Lebih efisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file. Makanya dahulu banyak kursus mengetik, sekarang sudah jarang kita temui kursus mengetik apalagi di kota-kota besar.
    Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional yang lebih efisien , maka orang-orang pun mulai melihat banyak kelebihan lainnya, misalnya menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer.
    Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting untuk meningkatan kemampuan sumber daya manusia.
    Sumber daya manusia dalam bidang teknologi dan komunikasi mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan teknologi dan komunikasi para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan (Pikiran Rakyat, 2005:Mei).
    Selain sangat berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, teknologi dan komunikasi dalam penyampaian informasinya juga berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan adanya perkembangan informasi sangat banyak, misalnya dengan adanya internet kita dapat mencari ilmu pengetahuan secara gratis dan berlimpah. Dengan berkembangnya jaringan informasi dan teknologi, globalisasi merupakan yang kenyataan sulit untuk dihindarkan. Globalisasi tidak hanya terjadi dalam bentuk kebudyaan yang bersifat material, tetapi juga bersifat politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan, kesenian, dan bahasa. Hukum atau norma yang mengaturpun menjadi hukum Internasional.
    Respon bangsa Indonesia terhadap globalisasi adalah sebagai peluang dan tantangan. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik, sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. Peluang dan tantangan yang dapat kita peroleh dari globalisasi adalah sebagai berikut:
    1. Pasar bebas, yaitu pasar dimana suatu produk menjadi semakin luas dan pemasarannya semakin banyak
    2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dengan mudah dan dapat diterima
    3. Wawasan budaya semakin luas
    4. Peluang dan tantangan bisnis dalam bidang kepariwisataan semakin terbuka
    5. Lapangan kerja semakin terbuka dan banyak
    Globalisasi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur baru yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Secara terbatas, globalisasi dibentuk untuk kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia. Contohnya televisi, anda dapat melihat dan memperoleh informasi dengan berbagai peristiwa yang terjadi di seluruh dunia dalam waktu yang relatif singkat.
    Selanjutnya, media informasi akan berdampak negatif jika menghambat atau merusak teracapainya tujuan pembangunan. Tayangan-tayangan film horror, sadistis, atau adegan porno yang ditanyangkan melalui televisi merupakan salh satu bentuk tayangan yang dapat merusak mental dan kepribadian bangsa, khususnya anak-anak remaja.
    Arus globalisasi yang membawa perpindahan dari negara maju ke negara berkembang diperkirakan akan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan dan kemajuan pembangunan di negara-negara berkembang.
    Keragaman budaya dari berbagai belahan dunia membentuk budaya global dan keragaman budaya di nusantara sehingga tidak menjadi pemecah persatuan bangsa. Pudarnya bentuk kawasan regional yang diterpa globalisasi diikuti oleh timbulnya orientasi-orientasi baru, dan membuat masyarakat dunia dapat mengidentifikasi diri dalam proses pembentukan identitas sosial masing-masing. Salah satu orientasi penting adalah timbulnya kutub-kutub budaya. Sebagaimana yang kita lihat di berbagai penjuru dunia, terjadinya arus kebangkitan budaya sebagai aspek penting dalam proses globalisasi.
    Globalisasi memberi dampak yang meluas kepada fenomena imigrasi penduduk dalam bilik budaya yang berbeda. Dunia menjadi semakin beragam dari segi komposisi budaya etnik, ras, dan warna kulit. Perkembangan yang terjadi saat ini membawa perubahan keanekaragaman budaya yang bersifat pluralism dan multiculturalism.
    Orang dapat memahami bahwa setiap teknologi baru yang belum dipahami benar segala potensinya dan mungkin akan dirasa mengancam kepentingan seseorang maka cenderung menimbulkan perasaan resah, khawatir, dan takut. Hal tersebut didukung dengan mulai timbulnya berbagai permasalahan dan tanggapan yang berbeda dari setiap unsur yang ada di masyarakat.
    Fenomena baru dalam era globalisasi ini adalah bertemunya budaya timur dan barat. Pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan peradaban baru di kedua belah pihak. Akibat adanya kemajuan ini manusia mampu memperkaya unsur-unsur budaya yang telah ada. Mereka yang berada di belahan timur mendapat segi paham rasionalis barat, sedangkan mereka yang berada di belahan barat dapat mempelajari dan menyerap nilai-nilai religius timur. Dengan demikian, paham rasionalis dan materialis yang berkembang pesat di barat yang ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat bersanding dengan spiritualistas timur.
    Negara indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya bangsa. Keanekaragaman budaya sering berurusan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab setiap kelompok etnik memiliki sikap dan kepentingan yang berbeda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tetap mengalami kemajuan pesat sehingga khazanahnya makin kaya. Kekayaan tersebut sebenarnya memberikan peluang terhadap pilihan yang semakin luas dan banyak. Akan tetapi, justru karena banyak pilihan yang semakin luas dan banyak pilihan dapat menimbulkan banyak konflik dan pertentangan tentang pengetahuan dan teknologi yang layak diberikan kepada generasi muda dalam rangka pelestarian budaya.
    Dalam perkembangannya, kebudayaan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Hal ini terjadi pada era globalisasi yang sekarang sedang dihadapi. Begitu pula ini terjadi pada era globalisasi yang sekarang sedang dihadapi. Begitu pula dengan perkembangan masyarakat yang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi ini. Pada sat ini, kita sedang berada di tengah era globalisasi yang berpengaruh terhadap perubahan budaya. Negara Indonesia sedang berusaha mempersiapkannya agar tidak ketinggalan dalam persaingan secara global.
    Dampak globalisasi di bidang politik lainnya adalah timbulnya gelombang demokratisasi di sejumlah negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa Timur. Setelah berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya komunisme, dambaan akan kebebasan dan keinginan untuk menegakkan demokrasi memacu perubahan politik di banyak negara. Rezim-rezim otoriter apa pun warna politiknya tumbang satu per satu dilanda arus perubahan ini.
    Angin demokratisasi berdampak bagi masyarakat Cina dengan munculnya tuntutan kebebasan demokrasi pada tahun 1989. Peristiwa berdarah yang dikenal dengan “Peristiwa Tiananmen” tersebut berakhir dengan bentrokan dengan aparat keamanan yang menewaskan ribuan mahasiswa dan pemuda. Di Filipina, rakyat melakukan gerakan sosial (people power) dan berhasil menggulingkan rezim diktator Ferdinand Marcos pada tahun 1986. Pada tahun 1991, politik apartheid dihapuskan di Afrika Selatan. Perubahan yang sama juga terjadi di Eropa Timur, rakyat melakukan demonstrasi menggulingkan rezim komunis yang berkuasa. Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998.
    Dampak-dampak tersebut dapat mempengaruhi secara negatif juga terhadap sikap nasionalisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu kita dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi komunikasi dalam penyampaian dan pengambilan informasi secara bijak. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa dan nantinya kita tidak diedukasi oleh tekhnologi yang semakin berperan dalam hidup pada sisi yang tidak benar.

    Sumber :

    http://www.gudangmateri.com/2011/01/dampak-globalisasi-terhadap-bangsa-dan.html

    Anisa Windhitiastuti
    08/269766/PA/12065
    Matematika/Matematika

    Posted by Anisa Windhitiastuti | 27 March 2011, 1:17 pm
  23. Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi. Demokrasi yang dimaksud disini adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam prakteknya, demokrasi dapat bersifat langsung (demokrasi langsung) atau melalui sebuah perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah demokrasi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu demokratia yang berarti ‘kekuasaan rakyat’. Kata demokratia dibentuk dari kata demos yang berarti ’rakyat’ dan kratos yang berarti ‘kekuasaan’, merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-4 dan ke-5 SM di negara kota Yunani kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. Berbicara demokrasi berarti juga berbicara tentang kekuasaan. Di dalam demokrasi, kita semua yang menjadi plaku utamanya. Di dalam demokrasi pula, setiap warga negara mempunyai hak, kesempatan dan kewajiban yang sama dalam berusaha ikut menyuarakan pendapatnya tentang sesuatu yang menurutnya patut untuk di suarakan. Dalam sebuah negara demokrasi biasanya akan terjadi sebuah demokratisasi, yaitu proses, cara, perbuatan mendemokrasikan, ketika ekspektasi terhadap demokrasi muncul dari dalam negara sendiri, karena warga negaranya melihat system politik yang lebih baik, seperti yang berjalan di negara demokrasi lain yang telah mapan, sehingga berharap akan dapat juga dicapai oleh negara tersebut.
    ‘Demokartisasi adalah suatu perubahan, baik itu perlahan maupun secara cepat ke arah demokrasi. Demokratisasi ini menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihentikan. jika demokratisasi tidak dilakukan, maka bayaran yang harus diterima adalah balkanisasi, perang saudara yang menumpahkan darah, dan kemunduran ekonomi dengan sangat parah.’ (BJ Hhabibie 2005)
    Demokratisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, selain dengan cara berdemo di suatu tempat dengan membawa banyak massa memenuhi tempat, dapat juga dilakukan melalui sebuah media yang mampu membawa sebuah informasi atu dapat dikatakan sebuah suara dapat didengar oleh banyak orang di dunia luar, serperti pada teknologi Informasi. Pada dasarnya, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang di gunakan untuk mengolah data , termasuk dalam memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi , pendidikan, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengembilan suatu keputusan. Di zaman sekarang ini, sudah banyak sekali yang dapat kita sebut sebagai suatu perkembangan dari sebuah teknologi informasi. Salah satunya adalah melalui dunia maya atau Internet. Di dalam dunia maya ini kita dapat mengakses berbagai informasi apapun dan dari manapun yang kita inginkan. Kita juga dapat menyalurkan aspirasi kita terhadap suatu permasalahan. Penggunaan situs jejaring social seperti facebook, twitter, blog dan lainnya mampu menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini mungkin mengganjal atau mengganggu pikiran mereka. Seperti pada contoh kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial
    Pada informasi kasus Bank Century yang di dapatkan sebagai berikut: (hasil kutipan dari sumber yang tertera pada referensi)
    2003
    Bank CIC diketahui didera masalah yang diindikasikan dengan adanya surat-surat berharga valutas asing sekitar Rp2 triliun, yang tidak memiliki peringkat, berjangka panjang, berbunga rendah, dan sulit di jual. BI menyarankan merger untuk mengatasi ketidakberesan bank ini.

    2004
    Bank CIC merger bersama Bank Danpac dan bank Pikko yang kemudian berganti nama menjadi Bank Century. Surat-surat berharga valas terus bercokol di neraca bank hasil merger ini. BI menginstruksikan untuk di jual, tapi tidak dilakukan pemegang saham. Pemegang saham membuat perjanjian untuk menjadi surat-surat berharga ini dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih.

    2005
    BI mendeteksi surat-surat berharga valas di Ban Century sebesar US$210 juta.

    30 Oktober dan 3 November 2008
    Sebanyak US$56 juta surat-surat berharga valas jatuh tempo dan gagal bayar. Bank Century kesulitan likuiditas. Posisi CAR Bank Century per 31 Oktober minus 3,53%.

    13 November 2008
    Bank Century gagal kliring karena gagal menyediakan dana (prefund)

    17 November 2008
    Antaboga Delta Sekuritas yang dimilik Robert Tantutar mulai default membayar kewajiban atas produk discreationary fund yang di jual Bank Century sejak akhir 2007.

    20 November 2008
    BI Mengirim surat kepada Menteri Keuangan yang menentapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dan mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di hari yang sama, Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang beranggotakan BI, Menteri Keuangan, dan LPS, melakukan rapat.

    21 November 2008
    Ban Century diambil alih LPS berdasarkan keputusan KKSK dengan surat Nomor 04.KKSK.03/2008. Robert Tantular, salah satu pemegang saham Bank Century, bersama tujuh pengurus lainnya di cekal. Pemilik lain, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al-Warraq menghinglang.

    23 November 2008
    LPS memutuskan memberikan dana talangan senilai Rp2,78 triliun untuk mendongkrak CAR menjadi 10%.

    5 Desember 2008
    LPS menyuntikkan dana Rp2,2 triliun agar Bank Century memenuhi tingkat kesehatan bank.

    9 Desember 2008
    Bank Century mulai menghadapi tuntutan ribuan investor Antaboga atas penggelapan dana investasi senilai Rp1,38 triliun yang mengalir ke Robert Tantular.

    31 Desember 2008
    Bank Century mencatat kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007.

    3 Februari 2009
    LPS menyuntikkan dana Rp1,5 triliun.

    11 Mei 2009
    Bank Century keluar dari pengawasan khusus BI.

    3 Juli 2009
    Parlemen mulai menggugat karena biaya penyelamatan Bank Century terlalu besar.

    21 Juli 2009
    LPS menyuntikkan dana Rp630 miliar.

    18 Agustus 2009
    Robert Tantular dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp50 miliar subsider lima bulan kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya pada 15 Agustus, manajemen Bank Century menggugatnya sebesar Rp2,2 triliun.

    3 September 2009
    Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar terus mengejar aset Robert Tantular sebesar US$19,25 juta, serta Hesham Al-Warraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar US$1,64 miliar.

    10 September 2009
    Robert Tantular divonis 4 tahun penjara dan dengan Rp50 miliar.

    Dengan adanya kasus Bank Century ini, maka beberapa saat yang lalu masyarakat juga sempat dihebohkan kasus Bibit-Chandra yang disebut-sebut terkait dengan kasus Bank Century itu sendiri. Seperti diberitakan sebelumnya, upaya penyelamatan Bank Century diwarnai dugaan korupsi dan suap. Dengan adanya penyebaran informasi permasalahan seperti ini yang tersebar di berbagai media informasi, masyarakat mulai menyuarakan aspirasinya tentang masalah tersebut. Masyarakat juga mulai belajar tentang bagaimana permainan politik di Negara ini. Masyarakat semakin bersemangat mencari banyak informasi, agar aspirasinya dapat di dengar oleh dunia luar.
    Dari pemaparan di atas di dapatkan kesimpulan bahwa peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi adalah di dapatmya pendidikan politik/ sosialaisasi nilai-nilai demokrasi, memudahkan masyarakt umum untuk menyuarakan aspirasi an pendapatnya secara lebih luas, memberikan kemudahan dalam mengakses saluran kmunikasi dan informasi, memberikan kemerdekaan berpendapat dan pers, dan arus informasi tanpa pembatasan. Penggunaan TI untuk demokratisasi bergantung pada budaya demokrasi masyarakat. Demokratisasi sekarang ini benar-benar merupakan sebuah perubahan, seperti yang dikatakn Bapak BJ Habibie, 2005. Tentunya merupakan sebuah perubahan yang mengarah kea rah yang lebih baik.
    .
    Sumber Referensi:

    http://karodalnet.blogspot.com/2009/12/kasus-bank-century.html.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

    Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama: Kety Puriutami
    Program Studi: Matematika
    NIM: 08/269812/PA/12082

    Posted by Kety Puriutami | 27 March 2011, 12:58 pm
  24. Sekarang perkembangan zaman sudah semakin pesat. Sudah banyak teknologi-teknologi baru yang tercipta dimana teknologi-teknologi tersebut bias semakin memudahkan pekerjaan umat manusia pada umumnya. Tapi tentu saja tidak semua teknologi tersebut bias bermanfaat baik bagi manusia. Kalau kita lihat salah satunya adalah nuklir. Teknologi bagus alternative tenaga listrik tapi juga berbahaya seperti yang kita lihat pada 66 tahun silam yaitu bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

    Begitu pula dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Banyak sekali media yang bisa digunakan untuk berkomunikasi seperti handphone, email, blog, dll. Betapa mudahnya zaman sekarang untuk bisa berkomunikasi bahkan semakin cepat pula sampainya.

    Apabila kita berbicara masalah demokrasi , teknologi informasi ini sangat bagus dalam menyampaikan pendapat. Mungkin kalau kita orang yang susah berbicara langsung, kita bisa menuliskan pendapat kita melalui blog maupun email dan media lainnya. Seperti yang bisa kita lihat pada kasus prita yang mengutarakan pendapatnya tentang pelayanan rumah sakit omni lewat email. Disini dapat kita lihat bahwa Prita melakukan tindakan berani karena memang apabila hanya diutarakan secara langsung itu mungkin hanya akan dianggap sebagai angin lalu saja bagi pihak omni maupun pemerintah.

    Penggunaan teknologi informasi ini sebenarnya bisa sangat baik tapi juga bisa sangat berbahaya. Kalau kita lihat seperti wikileaks.
    WikiLeaks atau Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia.[2] Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke http://www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.
    Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan.[1] Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks.[3] Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki.
    WikiLeaks telah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk New Media Award dari majalah Economist untuk tahun 2008.[4] Pada bulan Juni 2009, WikiLeaks dan Julian Assange memenangkan UK Media Award dari Amnesty International (kategori New Media) untuk publikasi tahun 2008 berjudul Kenya: The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances,[5] sebuah laporan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya tentang pembunuhan oleh polisi di Kenya.[6] Pada bulan Mei 2010, New York Daily News menempatkan WikiLeaks pada peringkat pertama dalam “situs yang benar-benar bisa mengubah berita”.[7]
    Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan.[8] Selanjutnya, pada Oktober 2010, hampir 400.000 dokumen Perang Irak dibocorkan oleh situs ini. Pada November 2010, WikiLeaks mulai merilis kabel diplomatik Amerika Serikat.
    WIKILEAKS sedang jadi perbincangan hangat. Situs yang mendedikasikan dirinya sebagai “ember” itu, lagi-lagi, merilis sejumlah dokumen rahasia. Kali ini, wikileaks.org mempublikasikan dokumen-dokumen kawat diplomatik yang bersumber dari 274 kedutaan besar Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS. Jumlah dokumennya ada 251,287 buah dan, hingga hari ini, yang dirilis belum sampai 300 dokumen.
    Dalam pernyataannya di situsnya, Wikileaks mengaku sengaja mencicil publikasi dokumen itu, agar masing-masing tema mendapat perhatian publik yang memadai. Bila dilepas sekaligus, rahasia negara yang penting bisa terlewatkan dari perhatian.
    Sejak Wikileaks merilis kawat-kawat rahasia itu, media sedunia berpesta pora memberitakannya. Berita-berita seksi bertaburan. Misalnya soal Belanda yang menyimpan nuklir titipan Amerika Serikat; Raja Arab Saudi meminta AS menyerang Iran; pendapat dan prediksi negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew tentang Korea dan masa depannya; dan lain-lain. Tak kurang Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kebakaran jenggot (meski tentu ia tak berjenggot), dan mengecam pembocoran dokumen-dokumen itu.
    Julian Assange, pendiri Wikileaks, juga mulai diincar. Sebelum ini, dia pernah dicoba dijerat dengan tuduhan asusila. Itu tak membuat Wikileaks goyah. Yang membuat situs itu goyah justru adalah serangan maya ke server mereka. “Serangan DDOS kini melebihi 10 gigabit per detik,” demikian pernyataan Wikileaks di Twitter, Selasa (30/11) malam waktu Jakarta.
    Serangan DDOS (distributed denial of service) adalah ketika server Wikileaks dibanjiri trafik dari berbagai arah, yang bertujuan menghabiskan sumber daya server sehingga situs Wikileaks tak bisa diakses. Siapa pelakunya, wah, tak jelas.
    Nah, lalu apakah ada dokumen rahasia terkait Indonesia yang dirilis Wikileaks? Jawabannya: ada. Kawat diplomatik yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta jumlahnya total ada 3059 buah. Dokumen aman alias tak rahasia jumlahnya ada 1510 buah. Sisanya adalah dokumen rahasia, dengan kategori “confidential” 1451 buah, dan kategori “secret” ada 98 buah.
    Sejauh ini, dokumen yang menyebut Indonesia barulah yang “menyerempet” saja. Salah satunya adalah dokumen tentang seorang direktur di Departemen Pertahanan AS yang bertemu dengan asisten Menteri Luar Negeri AS, membicarakan situasi pascakunjungan Hillary Clinton ke Jakarta, 2009 lalu. Clinton sempat mengatakan AS mempertimbangkan menyediakan “payung pertahanan” bagi negara-negara Arab moderat untuk menghadapi nuklir Iran.
    Dalam dokumen yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Tel Aviv itu, berklasifikasi “secret”, bertanggal 30 Juli 2009, pejabat Dephan AS agaknya sedikit mempermasalahkan pernyataan Hillary Clinton di Jakarta itu. Asisten Clinton lalu meluruskan, bahwa pernyataan bosnya bukan mengindikasikan perubahan kebijakan soal menghadapi Iran. Asisten itu juga menyalahkan para jurnalis peliput yang dianggap melebih-lebihkan pernyataan Clinton.ttp://www.tribunkaltim.co.id
    Rincian Bocoran Wikileaks :
    Sejumlah data rahasia negera-negara hasil dokumentasi Amerika Serikat telah tersebar di dunia maya. WikiLeaks adalah sang penyebar informasi tersebut. Berikut ini adalah rincian jumlah dokumen yang dipastikan sudah menjadi informasi publik.Ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia yang disusun Kedubes AS di Jakarta [baca: Ribuan Dokumen AS Tentang Indonesia Dibocorkan WikiLeaks]. Di antaranya ada laporan Congressional Research Service; Report RS21874 tentang hasil Pemilu 2004 Indonesia.
    Menurut informasi yang tersebar di laman milist Rabu (1/12) ini, dokumen sangat rahasia milik AS yang berkaitan dengan Prancis mencapai 1.582 banyaknya. Di antaranya mencakup soal Presiden Nicolas Sarkozy, sebanyak 256 dokumen rahasia, dan dokumen resmi biasa mencapai 1.937.
    Soal Spanyol, WikiLeaks membeberkan 898 dokumen sangat rahasia versi Amerika. Angka itu masih ditambah 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa.
    Data dan informasi negara Turki menjadi yang terbanyak kedua dibocorkan, setelah Irak. Jumlahnya mencapai 3.298 dokumen sangat rahasia–termasuk mengenai Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan–577 dokumen rahasia, dan 4.043 dokumen resmi biasa.
    Sementara soal Irak, dokumen amat rahasia yang dibocorkan mencapai sebanyak 4.127. Tambahannya, ada 1.158 dokumen berkategori rahasia dan 1.392 lainnya untuk dokumen berskala biasa. Periode informasi itu meliputi aktivitas sejak 2002 hingga 2004, soal Yordania dan Kuwait.
    Secara keseluruhan, tepatnya ada 97.080 dokumen tergolong sangat rahasia yang tersebar luas oleh WikiLeaks. Jumlah tadi bertambah lagi dengan 75.792 dokumen biasa, 58.095 dokumen hanya untuk internal, 11.322 dokumen rahasia, 4.678 dokumen sangat rahasia yang tak boleh diakses non-AS (Noforn), dan 4.330 dokumen rahasia lainnya.
    Merujuk rincian jenis, 145.222 dari data tadi berkaitan dengan hubungan politik eksternal, 122.954 soal internal pemerintah, 49.016 tentang ekonomi, 28.760 mengenai teroris dan terorisme, 23.857 tentang perdagangan luar negeri, dan 23.054 dokumen tentang intelijen.
    Sangatlah tidak bijak apabila media seperti itu justru malah membeberkan rahasia penting dari suatu Negara sehingga hal itu sangat merugikan bagi Negara yang bersangkutan. Ini sebenarnya sangat melanggar suatu etika privasi.
    Akan tetapi,ada suatu lembaga di AS yang bernama NSA (National Security Agency) yang bekerja untuk dapat selalu mengawasi alur komunikasi di Amerika. Saat ini NSA mencoba untuk dapat mengakses seluruh jalur komunikasi di seluruh Negara. Tentu saja hal ini juga tidak begitu baik karena hak-hak privasi sipil bisa terganggu.

    sumber:

    http://id.wikipedia.org/wiki/WikiLeaks

    http://www.newoes.com/wikileaks-indonesia

    megapolitan.kompas.com/…/ylki.kasus.prita.bentuk.pembungkaman.terhadap.konsumen –

    Aquita Ricko Maulidar
    08/269841/PA/12099

    Posted by arickomaulidar | 27 March 2011, 12:46 pm
  25. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Era globalisasi, itulah keadaan yang sedang berkembang dengan pesat di dunia ini. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi komunikasi dan informatika sangat berperan penting dan berpengaruh besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Agar menjadi negara yang tidak tertinggal maka setiap negara bersaing akan kemajuan teknologi yang mereka miliki. Persaingan itu dilakukan secara jujur dan terbuka walau ada kemungkinan belum tentu setiap negara selalu terbuka terhadap negara yang lain.
    Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia selalu berjalan dari masa ke masa. Sebagai Negara yang sedang berkembang, selalu mengadopsi berbagai teknologi informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa di mana penggunaan internet mulai menjadi “makanan” sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis intenet (internet based technology).

    Teknologi informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian.
    Lihat saja sekarang semakin banyak dan variatif cara kita untuk berkomunikasi. Tidak harus bertemu langsung untuk menyampaikan sebuah pesan, hanya dengan menekan tombol-tombol saja pesan itu langsung bisa diterima oleh yang bersangkutan. Tidak usah berlama-lama, proses itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Dengan adanya internet hampir semua kebutuhan kita tersedia disana, bahkan kalau ingin berbelanja sekarang bisa berbelanja secara online tidak harus datang ke tempat yang punya toko. Berkembangnya internet tidak hanya itu saja jejaring sosialpun tidak kalah hebat perkembangannya. Zaman sekarang anak kecil yang masih duduk di Sekolah Dasar sudah mulai mengenal dengan jejaring sosial. Banyak contoh yang bisa kita ambil untuk jejaring sosial tersebut, Facebook, Twitter, Friendster, Plurk, milis atau group, blog itu beberapa contoh jejaring sosial yang sedang trend saat ini.
    Indonesia masih merupakan negara yang berkembang, belum menjadi negara yang maju apalagi bila dilihat dari sisi kemajuan teknologi. Indonesia masih tertinggal jauh bila dibandingkan dengan negara adi kuasa Amerika. Disisi lain jika kita sejenak melihat Indonesia, Indonesia adalah negara demokrasi. Negara dengan sistem pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat, mungkin itulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip Trias Politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif yang dimana merupakan tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip ­checks and balances.
    Semenjak kemerdekaan 17 Agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme yang dipilih dalam pemilu. Akibatnya dengan adanya pemilu tersebut rakyat juga dapat ikut untuk meninjau kinerja dari pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden terpilih dari pemilihan umum yang telah dilakukan.
    Dengan adanya teknologi pada saat sekarang bukanlah hal yang sulit untuk meninjau bagaimana hasil kinerja dari pemerintahan yang berlangsung. Sebut saja salah satunya adalah televisi, dengan adanya teknologi tersebut rakyat dapat melihat bagaimana kinerja pemerintahan yang sedang berlangsung. Banyak berita-berita yang disiarkan baik berita itu bersifat sosial, politik, kemanusiaan, budaya atau pertahanan negara. Dengan adanya teknologi itu kita juga dapat mengerti dan tahu bagaimana keadaan negara Indonesia saat ini bahkan sampai dengan negara lain di belahan dunia sanapun kita akan tahu.
    Sekarang ini sedang marak dengan adanya bom yang berbentuk buku, bagi orang yang tidak mengikuti perkembangan mungkin mereka tidak akan mengira bahwa sebuah bukupun juga dapat membahayakan jiwa. Dalam kondisi ini teknologi komunikasi dan informasi sangat berperan terhadap kehidupan dan memberikan manfaat bagi rakyat untuk mengetahui keadaan sekitar. Dengan adanya info tersebut yang telah diperoleh masyarakat dapat menjadikan masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. Dalam hal ini kita dapat diuntungkan dengan cepatnya penyebaran isu atau berita dengan adanya teknologi yang berkembang dengan pesat. Sehingga dengan cepatnya informasi yang menyebar kita dapat mengantisipasi hal apa yang harus dilakukan.
    Di sisi lain dengan adanya perkembangan teknologi, masyarakat tahu apa saja yang terjadi di pemerintahan. Misal saja kasus korupsi yang terjadi di negara kita, ternyata setelah dilakukan penyelidikan banyak aparat-aparat negara yang melakukan korupsi dimana-mana. Sungguh mengerikan hal ini terjadi di Indonesia, ternyata orang-orang yang telah menduduki jabatan tinggi lupa akan dirinya. Sehingga tanpa malu melakukan korupsi uang dari rakyat.
    Disisi lain selain dapat memberikan keuntungan pada rakyat, memberikan informasi yang actual teknologi informasi dapat memberikan kerugian juga bagi rakyat. Dalam konteks ini adalah anak-anak, banyak tayangan-tayangan yang tidak mendidik yang tayang pada jam mereka seharusnya belajar. Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, sehingga pada saat mereka melihat tayangan-tayangan yang seharusnya belum pas ditonton mereka akan bertanya-tanya mungkin bertanya pada orang tuanya. Ambil contoh dengan adanya pemberitaan bahwa para pejabat melakukan korupsi, maka mereka akan bertanya apa yang dimaksud dengan korupsi itu dan siapa pula itu koruptor. Masih baik jika para orang tua bisa memberikan penjelasan yang tepat pada sang anak, dan hal yang paling buruk adalah setelah para anak tahu apa itu korupsi mereka mencoba hal tersebut. Dimulai dari jumlah yang kecil yang nantinya dapat memberikan efek yang tidak bagus pada sang anak. Kasus yang lain adalah bahwa adanya pemberitaan di Indonesia sudah tidak aman karena adanya teroris yang melakukan pengeboman di daerah-daerah tertentu.
    Selain televisi hal yang sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kebanyakan warga negara Indonesia adelah penggunaan internet yang merajalela di mana-mana. Semua elemen masyarakat ikut memakainya, karena sekarang internet sudah menjamah ke tempat-tempat terpencil sekalipun. Dari anak yang masih kecil sampai tua ikut menggunakan ditambah dengan adanya hotspot area yang memungkinkan mengakses internet dimana saja atau bisa menggunakan alat modem yang membantu kita untuk bisa berinternet dimana saja dan kapanpun kita mau. Sungguh hal yang patut kita banggakan akan hal tersebut, sebagai akibatnya kitapun akan mudah dalam mengakses informasi-informasi yang kita perlukan.
    Untuk hal internet yang sedang marak adalah penggunaan dari jejaring sosial yaitu facebook dan twitter. Jejaring sosial tersebut membantu kita juga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di Indonesia bahkan di belahan dunia sana. Manfaat yang dapat dirasakanpun juga bervariasi dari mendapatkan banyak teman, mengetahui bagaimana kondisi suatu daerah tertentu atau hanya bertanya kabar saja.
    Dengan munculnya jejaring sosial itu perlu diperhatikan juga bahwa dapat menimbulkan kerugian atau kecemasan. Ambil sebuah kasus yang dimana seorang perempuan muda, masih berstatus sebagai pelajar mau diajak pergi dengan orang yang baru dikenalnya lewat jejaring sosial tersebut bahkan sampai ada yang diculik. Kasus ini bukan hanya terjadi satu atau dua kali saja, banyak yang sudah menjadi korban dalam kasus ini akibat dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang telah menyalahgunakan jejaring sosial ini.
    Dengan adanya internet, jejaring sosial atau yang sejenisnya mempunyai kelebihan dan kekurang, ada sebab dan akibat. Memang benar dengan adanya internet dan jejaring sosial dapat membantu kita melihat dunia luar seperti apa. Tetapi di lain pihak internet dan jejaring sosial dapat sebagai alat untuk memperbudak kita dan alat pemecah persatuan dan kesatuan bangsa. Tapi di sisi lain internet dan jejaring sosial juga dapat memersatukan kita, ambil contoh saat ada sebuah pertandingan sepakbola antara Indonesia dan negara tetangga yaitu Malaysia.Malaysia menjelek-jelekan negara kita, sedangkan dari sisi Indonesia juga tidak tinggal diam hal yang serupa dilakukan juga oleh Indonesia. Tapi dengan adanya itu dapat terlihat bahwa warga negara Indonesia todak rela negaranya dijelek-jelekkan.
    Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan  komunikasi menuntun manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai.
    Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus dibatasi oleh aturan hukum Negara dan budaya bangsa Indonesia.

    sumber ;

    http://besteasyseo.blogspot.com/2009/08/dampak-teknologi-informasi-budaya.html

    http://darwana70.wordpress.com/2008/06/23/pengaruh-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-budaya-bangsa/

    http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

    Nur Aeni
    Matematika/Matematika
    08/269848/PA/12105

    Posted by NUR AENI | 27 March 2011, 12:20 pm
  26. Gejolak di Mesir
    Sebagaimana diketahui selama ini, aktivitas rakyat Mesir selalu dikontrol ketat pemerintahnya. Bahkan ada yang menganalogikan, dinding-dinding rumah warga Mesir sebagai telinga pemerintahnya. Maka menjadi lumrah ketika saluran aspirasi disumbat dan dikontrol secara ketat, manusia yang pada dasarnya memiliki sifat zoon politican (makhluk politik) akan mencari alternatif lain untuk menyalurkannya. Salah satu cara melalui media sosial yang cukup aman, seperti situs jejaring sosial. Dengan langgam kepemimpinan otoritarianisme seperti di Mesir, sulit menjadikan jejaring sosial sebagai media sosial yang sehat bagi warga negaranya.
    Di dalam revolusi Mesir, Ghonim (penggerak demonstran) berterimakasih kepada Facebook. “Suatu hari nanti saya ingin bertemu dengan Mark Zuckerberg dan berterimakasih langsung kepadanya,” ungkapnya.
    Ghonim selalu berusaha mengecilkan perannya dan justru memberikan penghargaan kepada orang lain.Teknologi memang alat yang vital dalam sebuah perjuangan. Namun, kita percaya bahwa keberanian dan determinasi mereka adalah yang paling utama,” kata Elliot Schrage, Vice President Facebook Inc.
    Dalam revolusi Mesir Facebook,inc dan Google, inc yang dinilai paling berjasa.
    8 Negara Muslim Beresiko Hadapi Revolusi Seperti Mesir

    Sebagai negara terbesar di dunia Arab, revolusi 19 hari di Mesir yang akhirnya berhasil menumbangkan kekuasaan Presiden Husni Mubarak menjadi tren yang meluas ke Timur Tengah. Perlawanan terhadap rezim otoriter sudah terjadi di sejumlah negara Arab.
    revolusi di Mesir tidak lepas dari peran anak-anak muda di negeri itu, kondisi sosial dan akses mereka pada perkembangan teknologi dunia maya, terutama jejaring sosial yang digunakan untuk mengerahkan massa dan dukungan.
    Pertanyaan di benak banyak orang sekarang adalah, siapa lagi pemimpin yang akan bernasib sama dengan Mubarak? Setidaknya ada 8 negara Muslim yang menghadapi resiko revolusi yang digerakkan oleh rakyat seperti yang terjadi di Mesir. Berikut kedelapan negara tersebut;
    1. Maroko
    Negara berbentuk kerajaan ini beresiko menghadapi revolusi seperti Mesir karena tingkat pengangguran yang cukup tinggi, sekitar 9,1 persen. Anak-anak muda Maroko juga sangat sadar teknologi dan aktif menggunakan sosial media di internet. Situasi di Mesir, membuat pemerintah kerajaan Maroko dengan cepat melakukan antisipasi dengan membuat sejumlah rencana reformasi. Untuk itu, pemerintah Maroko membentuk Komisi Pemerintah yang membuat rincian kebijakan reformasi itu.
    2. Yordania
    Negara ini juga berbentuk kerajaan. Tingkat pengagguran mencapai 14 persen. Sekitar 38-39 persen rakyat Yordania adalah pengguna internet. Sejak revolusi Mesir meletus, aksi-aksi massa yang memprotes pemerintah juga terjadi di Yordania dan memaksa pemerintahan negara itu melakukan berbagai kebijakan prorakyat, seperti subsidi untuk bahan pangan dan bahan bakar.
    Raja Yordania, Raja Abdullah juga merombak pemerintahannya dan membentuk kabinet baru dengan prioritas melakukan reformasi seperti yang dituntut rakyatnya. Kecepatan pemerintah Yordania merealisasikan janji reformasinya akan menentukan nasib sang raja.
    3. Suriah
    Kekuasaan di negara ini dijalankan dengan sistem partai tunggal. Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Al-Assad. Tingkat pengangguran di Suriah mencapai 8,1 persen. Negara ini cukup terbuka dalam hal penggunaan jejaring sosial seperti Facebook. Meski demikian, negara ini membatasi informasi yang berkaitan dengan perkembangan di Mesir. Para pengguna internet di Suriah yang ingin mencari informasi tentang Mesir akan sulit menemukannya, karena informasi-informasi semacam itu sudah diblokir.
    Masalah ekonomi tidak terlalu menjadi persoalan di Suriah. Dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden Al-Assad juga tidak seburuk Husni Mubarak. Pemerintahan Al-Assad meyakini bahwa posisi mereka aman, karena kedekatan mereka dengan isu-isu Palestina, Iran dan ketegasan menghadapi tekanan Barat.
    4. Arab Saudi
    Negara berbentuk kerajaan absolut ini juga menghadapi aksi massa beberapa bulan terakhir terkait ketidakpuasan rakyatnya, terutama penduduk kota Jeddah, terhadap pemerintah yang dianggap gagal mengatasi masalah banjir. Meski tidak bernuansa politik, aksi-aksi massa itu ditengarai bisa memicu aksi massa antipemerintah yang lebih luas.
    Tiga juta rakyat Saudi adalah pengguna Facebook dan jumlah pengguna jejaring sosial Twitter di Saudi makin meningkat. Sementara tingkat pengangguran mencapai 10 persen. Tingginya tingkat pengangguran dan tekanan dari kelompok minoritas Syiah di negara itu menjadi ancaman bagi kerajaan Saudi. Tapi kekuatan militer negara ini, dinilai mampu mengatasi aksi-aksi massa dan gejolak yang terjadi di masyarakat.
    5. Iran
    Negara berbentuk Republik Islam ini memilih presidennya lewat pemilu. Namun yang kekuasaan yang paling menentukan di Iran adalah seorang “pemimpin tertinggi” yang berperan sebagai pemimpin agama dan pemimpin politik.
    Pemilu terakhir di Iran dimana Mahmud Ahmadinejad terpilih untuk kedua kalinya sebagai presiden, diwarnai dengan gerakan kelompok oposisi yang menolak supremasi keagamaan di negara itu. Namun gerakan itu berhasil diredam. Aksi massa di Iran, terutama dari kelompok oposisi, kembali memanas di Iran menyusul revolusi Mesir. Gerakan itu tidak lepas dari peran jejaring sosial macam Facebook dan Twitter yang digunakan kelompok-kelompok antipemerintah di Iran maupun di luar Iran.
    6. Libya
    Negara di kawasan Afrika Utara ini dipimpin oleh seorang pemimpin tunggal Muammar Gaddafi. Kelompok Ikhwanul Muslimin di negara Libya memegang peranan penting sebagai kelompok oposisi. Mereka menggunakan jejaring sosial Facebook dalam melakukan kampanye dan mencari dukungan untuk mengkritisi pemerintah.
    Gaddafi dikenal sebagai pemimpin yang eksentrik dan menginginkan puteranya meneruskan kekuasaannya di Libya. Negara ini memang tidak diguncang aksi unjuk rasa karena masalah perekonomian, tapi ambisi Gaddafi mengangkat puteranya sebagai penguasa Libya selanjutnya, membuat rakyat negara itu tidak puas.
    7. Yaman
    Masalah pengangguran dan Al-Qaida menjadi ancaman negara Yaman. Negara yang dipimpin seorang presiden ini berpenduduk 23,4 juta jiwa dan 2,2 juta orang di negara itu punya akses ke jejaring sosial macam Facebook. Tingkat pengangguran di Yaman mencapai 40 persen.
    Aksi-aksi massa seperti di Mesir sudah terjadi di Yaman. Rakyat menuntut reformasi pemerintahan dan perbaikan ekonomi. Eksitensi kelompok Al-Qaida Semenanjung Arab dipekirakan akan membuat gerakan-gerakan rakyat itu menjadi radikal.
    8. Pakistan
    Tingkat pengangguran di negara yang menerapkan sistem republik demokrasi ini sekitar 14 persen. Mayoritas rakyat pakistan cukup “melek” teknologi internet dan pengguna terbesar jejaring sosial meski pemerintah membatasi akses internet sejak kasus pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw.
    Pakistan mengalami menghadapi krisis ekonomi yang akut, lemahnya kepemimpinan dan tidak jelas sikapnya berkaitan dengan hubungannya dengan AS dan Taliban. Kekuatan massa di Pakistan digerakkan oleh kelompok Islam fundamentalis yang antipemerintah. Sementara militer masih menjadi kekuatan terbesar di negara ini.(eramuslim)

    “Inilah beberapa contoh yang dapat saya temukan di internet berkaitan dengan Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Khususnya jejaring sosial”
    Tidak semua Negara mengantisipasi hal tersebut sehingga sewaktu gejolak terjadi, Negara pun tidak bisa berbuat apa-apa. Di samping itu, dalam demokrasi tidak ada batasan dalam mengemukakan pendapat. Sehingga apabila terjadi pelanggaran HAM oleh pemerintah, pendemonstran akan lebih mudah untuk bersatu dan akhirnya suatu rezim pemerintahan berakhir, seperti rezim Mubarrok di Mesir.
    Berkembangnya citizen journalism makin memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk berpendapat dan menyebarluaskan pendapatnya. Media internet telah menyediakan jejaring social yang mengukuhkan negatifisme sebagai bagian penting komunikasinya. Negativisme telah menjadi doktrin yang bebas dan nyaris tanpa paksaan. Semua keburukan akan diperbesar dan diperluas, digeneralisasi, dan semua kebaikan akan dilihat dari perspektif negatif. Negatifisme kini menjadi urat nadi kehidupan bangsa ini.
    Sementara dalam sejarah demokrasi Indonesia, ada dua contoh kasus yang mengemuka, yaitu dukungan facebookers terhadap Prita Mulyasari terkait masalah dengan RS Omni Internasional, dan Gerakan 1.000.000 facebookers yang mendukung Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Partisipasi Politik Melalui jejaring sosial, seorang warga negara dapat berpartisipasi dalam pembuatan keputusan pemerintah. Dengan kata lain, partisipasi politik warga negara dapat dijadikan acuan kebijakan negara. Meminjam istilah Jurgen Habermas, kondisi ini disebut sebagai demokrasi deliberatif yang menjunjung tinggi hak-hak sipil.
    Dalam konteks itu, partisipasi politik masyarakat melalui dunia maya berperan penting bagi pengembangan demokrasi secara luas karena partisipasi masyarakat demokrasi digital juga turut membentuk arus opini publik dalam ruang publik cyber. Sebagai perbandingan, partisipasi politik masyarakat yang lebih matang demokrasinya seperti di Amerika Serikat cenderung bersifat aksi yang terorganisasi. Dalam arti, mereka lebih cenderung membentuk suatu perkumpulan atau organisasi yang lebih solid yang biasanya terfragmen dalam bingkai isu yang spesifik, katakanlah isu lingkungan, perlindungan anak, pelestarian alam, dan sebagainya.
    Model partisipasi politik normatif ala facebookers masih menjadi langgam dominan, terutama sebagai bentuk suara penekan (pressure voice) dari masyarakat bawah. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan jejaring sosial di Indonesia tidak hanya digunakan sebagai ajang pertemanan semata. Namun lebih dari itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai wadah partisipasi politik warga negara yang positif dalam merespons isu-isu strategis.
    Referensi :
    1. http://www.niponk.blogspot.com
    2. http://www.tenriewa.co.cc
    08/269767/PA/12066 (Matematika UGM)
    Syarifain Ghafur

    Posted by Syarifain Ghafur | 27 March 2011, 12:15 pm
  27. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
    Menurut wikipedia, komunikasi adalah the activity of conveying information. Communication requires a sender, a message, and an intended recipient, although the receiver need not be present or aware of the sender’s intent to communicate at the time of communication; thus communication can occur across vast distances in time and space. Communication requires that the communicating parties share an area of communicative commonality. The communication process is complete once the receiver has understood the sender.
    Sedangkan teknolgi informasi itu sendiri adalah apa-apa saja teknologi yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan mendapat informasi.
    Demokratisasi adalah suatu perubahan baik itu perlahan maupaun secara cepat kearah demokrasi. Demokratisasi ini menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihentikan. Jika demokratisasi tidak dilakukan, maka bayaran yang harus diterima adalah balkanisasi, perang saudara yang menumpahkan darah, dan kemunduran ekonomi dengan sangat parah (BJ Habibie 2005)
    Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, maka informasi dapat diperoleh dengan cepat walaupun penerima tidak perlu hadir dan mengerti maksud si pengirim (although the receiver need not be present or aware of the sender’s intent to communicate at the time of communication). Oleh karena itu tidak menjadi hambatan bagi seseorang pada saat ini untun menyampaikan informasi dan mendapatkan informasi. Sarana-sarana yang dapat digunakan dalam mencapai tujua tersebut dapat berupa media cetak maupun elektronik.
    Berkomunikasi dan mendapatkan informasi adalah hak setiap manusia. Bebrapa landasan hukum dalam kebebasan berkomunikasi amandemen UUD 1945 pasal 28F: “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia”.
    (Pasal 28 UUD 1945 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undangundang
    Tidak dapat kita pungkiri bahwa manusia zaman sekarang tidak lepas dari yang namanya teknologi. Berbagai manfaat dapat diperoleh dari yang namanya teknologi (komunikasi dan informasi) baik untuk kehidupan prbadi dan berbangsa dan bernegara.

    Demokrasi sebagai dasar hidup berbangsa pada umumnya memberikan pengertian bahwa adanya kesempatan bagi rakyat untuk ikut memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya., termasuk dalam menilai kebijakan pemerintah, oleh karena kebijakan tersebut menentukan kehidupannya.Dengan kata lain dalam suatu negara demokrasi terdapat kebebasan-kebebasan masyarakat untuk memantau kegiatan pemerintah. Ambil sebagai contoh saat pemilihan umum, masyarkat dapat memantau dan mengontrol kegiatan pra pemilu, saat pemilu maupun pasca pemilu (pembentukan kabinet dan penetapan program kerja pemerintah). Gerakan massa yang terjadi di Timur Tengah guna menuntut keadilan juga berawal dari media komunikasi. Jejaring sosial dimanfaatkan masyarakat guna menggerakkan massa menggulingkan pemerintahan yang “otoriter”. Sehingga negara yang dulunya memakai sistem otoriter dapat “diubah” menjadi negara yang menganut sistem demokrasi.
    Berbagai kasus yang telah terjadi akhir-akhir ini dapat diakses oleh masyarakat dan masyarakat pun dapat menjadi penilai. Pada kasus Prita misalnya, teknologi komunikasi (dalam hal ini jejaring sosial) dimanfaatkan untuk menuntut keadilan terhadap Prita. Begitu juga dengan kasus bibit dan candra, masyakat dapat saling berkomunikasi, saling bertukar pendapat dan dapat saling mengontrol kasus bibit-chandra melalui teknologi komunikasi. Dapat pula kita temui di berbagai jejaring sosial dan berbagai laman internet penolakan terhadap beberapa kejadian, sebagai contoh penolakan terhadap kenaikan gaji Presiden misalnya, dan berbagai kasus lainnya. Dalam hal ini teknologi komunikasi dapat digunakan sebagai media untuk menyalurkan pendapat, memberikan penilai dan dukungan ataupun sebuah penolakan terhadapat kasus yang terjadi dalam masyarakat.
    Sering pula kita temukan bahwa jejaring sosial dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat sebuah perkumpulan (ambil contoh cicak-buaya saat kasus bibit-candra ) yang digagas masyarakat melalui media komunikasi. Dalam hal ini, jejaring sosial dapat dimanfaatkan guna membentuk sebuh perkumpulan organisasi.
    Teknologi informasi dapat pula sebagai aspirasi terhadap nasionalisme. Pada saat berbagai kasus yang menggangun kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat Idonesia banyak bersuara guna menjaga keutuhan NKRI. Ambil sebagai contoh saat konfrontasi dengan Malaysia, banyak masarakat Indonesia yang menunjukkan nasionalisme mereka dengan meng-hack situs-situs milik Malaysia ataupun sekedar menyampaikan aspirasinya lewat jejaring sosial dengan mengagung-agungkan Indonesia.
    Saat ini berkuasanya media dalam mempengaruhi pikiran, peranan, dan perilaku publik, sehingga Kevin Philips dalam buku responsibility in mass Communication mengatakan, bahwa era sekarang lebih merupakan mediacracy, yakni pemerintahan media, daripada demokrasi pemerintahan rakyat. Kekuatan media massa (powerful media) sebagai saluran untuk mempengaruhi khalayak, telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Saat ini dengan ditunjang oleh adanya kebebasan Informasi publik, media telah menjadi kekuatan baru selain kekuatan uang, dan kekuasaan yang dapat mempengaruhi kebijakan politik bahkan hukum.

    Selain itu, teknologi komunikasi dapat berefek negatif. Dengan semakin majunya teknologi komunikasi dan informasi makan semakin maju pula masyarakat mendapatkan sebuah informasi. Apabila informasi tersebut tidak disaring dan masyarakat tidak memiliki pegangan yang yang kuat, maka mungkin saja akan kehilangan arah dalam menetukan arah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Banyak kasus yang di “hembuskan” asing ke Indonesia untuk menghancurkan bangsa Indonesia ataupun sekedar melemahkan bangsa Indonesia ataupun sekedar membuat kekacauan di dalam negeri. Ambil contoh misalnya kasus wikileaks yang membongkar rahasia-rahasia suatu negara termasuk Indonesia yang dapat mengancam keamaanan informasi suatu negara. Kasus di timur Tengah akhir-akhir ini misalnya, pihak asing dengan mudahnya menggerakan massa di Timur Tengah untuk menggulingkan pemerintahan yang berkuasa yang mana hal itu dapat saja merupakan sebuah upaya guna melemahkan pemerintahan yang berkuasa atapun menjatuhkan pemerintahna yang berkuasa yang selanjutnya dapat dimanfaatkan pihak asing mendapatkan keuntungan dari status quo yang dialamai negara tersebut. Hal itu dapat saja terjadi indonesia apabila masyarkat tidak dapat memilah hal-hal yang benar-benar untuk egara Kesatuan Idonesia atau hanya untuk kepentingan asing yang mengambil hasil kekayaan bangsa Indonesia.
    Kita semakin susah membedakan kebenaran suatu informasi saat ini. Masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah, entah informasi itu benar ataupun salah, sehingga masyarakat menjadi bingung akan suatu masalah. Sehingga masyarakat salah dalam mengambil keputusan berdasarakan informasi yang salah tersebut. Dan tidak jarnag pula masyarakat menjadi acuh dalma suatu masalah negara karena takut dalam mengambil sikap yang diakibatkan banyak informasi yang simpang siur akan suatu masalah. Implikasinya masyarkat menjadi tidak produktif dalam menanggapi masalah dalam negara dan menjadi “antinegara” (ketidakmauan masyarakat untuk ikut dalam menyikapi masalah negara).
    Teknologi merupakan sarana bagi masyarakt untuk menyampaikan aspirasinya. Tidak jarang pula aspirasi tersebut bertentangan dengan kaidah budaya, agama dan identitas suatu bangsa. Maka tidak jarang kita temui pada saat ini berbagai kegiatan yang menampilkan pornografi, pornoaksi dan berbagai kegiatan yang lain yang bertentangann dengan budaya bangsa. Mungkin saja, ciri khas bangsa akan hilang.
    Dengan semaki majunya perkembangan zaman dan perkembangan teknologi comunikasi, banyak manfaat yang dapat dipetik, namun tidak sedikit pula mudrat yang ditawarkan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

    Seperti kata Plato, Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling buruk. Namun, bukan berarti kita akan meruntuhkan sebuah negara yang menganut sisitem demokrasi.

    Referensi:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Information_and_communications_technology

    http://www.scribd.com/doc/48559565/Kebebasan-Pers-dan-Dampak-Penyalahgunaan-Kebebasan-Media-Massa-dalam-Masyarakat-Demokratis-di-Indonesia

    http://m.politikana.com/baca/2010/11/28/komunikasi-dan-transparansi-informasi-dalam-iklim-demokrasi

    http://sauri-sofyan.blogspot.com/2010/04/pengertian-demokratisasi.html

    Ahmad Zakky
    08/269575/PA/11977
    Prodi Matematika

    Posted by Ahmad Zakky | 27 March 2011, 11:43 am
  28. Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi/Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :
    (1) dari pelatihan ke penampilan,
    (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
    (3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
    (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
    (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.

    Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dana lainnya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu:
    (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
    (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
    (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya. Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada gilirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. TKI telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama. Majalah Asiaweek terbitan 20-27 Agustus 1999 telah menurunkan tulisan-tulisan dalam tema “Asia in the New Millenium” yang memberikan gambaran berbagai kecenderungan perkembangan yang akan terjadi di Asia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, agama, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, dan lainnya, termasuk di dalamnya pengaruh revolusi internet dalam berbagai dimensi kehidupan.

    Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Ajjelo dengan judul “Rebooting: The Mind Starts at School”. Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millenium yang akan datang akan jauh berbeda dengan ruang kelas seperti sekarang ini yaitu ; dalam bentuk seperti laboratorium komputer di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai “cyber classroom” atau “ruang kelas maya” sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut “interactive learning” atau pembelajaran interaktif melalui komputer dan internet.

    Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi.

    Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas. Dalam tulisan itu, secara ilustratif disebutkan bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
    (1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara,
    (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb.
    (3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV,
    (4) alat-alat musik,
    (5) alat olah raga, dan
    (6) bingkisan untuk makan siang.

    Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar. Meskipun teknologi komunikasi dan informasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial.

    Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan lainnya. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.

    Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan.

    Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama; kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua; kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga; kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat; kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

    Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya, kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya.

    dalam era globalisasi Ledakan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membuka babak baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara otonom. Sekat-sekat informasi dengan sendirinya menghilang oleh inisiatif kuat individu yang ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi sekitarnya. Setiap orang memiliki akses terhadap sumber informasi dimanapun di dunia ini. Konsekuensinya, masyarakat menjadi kritis dan tanggap terhadap hal yang berkembang.

    Perkembangan dunia teknologi informasi yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang begitu rumit, kini relatif sudah digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja alat teknologi telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.

    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.

    Bagi masyarakat sekarang, teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu religion. Pengembangannya dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja hal tersebut sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Selain itu, hal tersebut juga diyakini akan memberi umat manusia kebahagiaan dan immortalitas. Sumbangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
    Seperti yang kita ketahui bahwa di era serba modern seperti saat ini, peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari tentunya sangat berpengaruh. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas kita yang kerap kali ditunjang dengan teknologi informasi itu sendiri yang mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan menghemat waktu.

    Kemajuan teknologi menjadi jawaban dari kemajuan globalisasi yang kian menyelimuti dunia. Suatu kemajuan yang tentunya akan memberikan dampak bagi peradaban hidup pelajar. Tidak dapat dipungkiri, kini kita telah menjadi “budak” dari peradaban teknologi informasi itu sendiri. Bagaiman tidak, banyaknya pelajar yang sekaligus berperan sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi, membuktikan bahwa kehidupan yang mereka lakoni tak pernah lepas dari peran teknologi informasi.
    Menghadapi keadaan seperti ini, kita sebagai pelajar perlu diarahkan pada sikap “sadar teknologi” atau “melek teknologi”. Kemajuan yang sering diartikan sebagai modernisasi, menjanjikan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi dan meningkatkan efektivitas kemampuan pelajar melalui penerapan organisasi yang berdasarkan pertimbangan kesadaran. Karena dengan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi pula, manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.

    Tak dapat juga dipungkiri bahwa dampak negatif dari teknologi informasi sangat dirasakan oleh kaum pelajar. Banyaknya pelajar yang terlena dengan fasilitas website hiburan dari teknologi informasi seperti facebook, chatting, twitter dan sebagainya, membuat mereka menyampingkan kewajibannya, bahkan mereka menjadikan hal tersebut sebagai hobi yang dilakukan tanpa mengenal waktu. Konsekuensinya, para pelajar akan menjadi malas dan semakin membutakan kesadaran mereka tentang pentingnya sadar teknologi.

    Bagi pelajar Indonesia, sebagai generasi pelanjut tidak akan luput dari pengaruh perkembangan buruk teknologi informasi dewasa ini maupun masa depan. Masalah ini perlu ditanggulangi supaya tidak menjadi hal yang dapat menjadi ancaman bagi para pelajar dalam mencapai masa depan mereka.

    Dalam menyikapi perkembangan teknologi itu sendiri, semuanya tergantung dari pribadi kita masing-masing. Karena teknologi informasi dan komunikasi itu memiliki warna dasar putih. Tergantung dari penggunanya. Apakah kita ingin membelokkannya ke kiri dengan mengubah warna putih menjadi kehitaman yang melambangkan sisi negatif teknologi tersebut, atau kita ingin membelokkannya ke kanan dengan mengubah warna putih menjadi keemasan yang melambangkan sisi positif dari teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri.

    sumber:

    http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2010/11/20/pengaruh-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-era-globalisasi/

    dan

    http://rusly-trk.blogspot.com/2008/12/peranan-teknologi-komunikasi-dan.html

    nama: Hariawan
    nim: 08/264557/PA/11853
    Prodi: Matematika

    Posted by Hariawan | 27 March 2011, 10:43 am
  29. “Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

    Bangsa ini telah melalui sejarah panjang menuju demokrasi saat ini. Kelangsungan demokrasi yang benar-benar mendukung kepentingan rakyat, sangat tergantung pada komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Kemajuan demokrasi di Indonesia semenjak reformasi tahun 1998 sangatlah signifikan sekali. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari semakin terlibatnya elemen masyarakat dalam berpolitik dengan munculnya banyak partai-partai baru. Demikian juga dengan kebebasan pers untuk berbicara. Masyarakat tidak lagi takut untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, baik lewat media massa & elektronik, LSM, kampus maupun organisasi kemasyarakatan. Tentunya gerakan demokratisasi ini diharapkan dapat bertahap dan berujung pada kesejahteraan rakyat Indonesia. Teknologi komunikasi informasi kian hari juga kian berkembang. Kita bisa mendapatkan segala macam informasi baik itu positif maupun negatif melalui teknologi informasi ini. Kian marak dan mudahnya kita mendapatkan informasi juga tentunya berpengaruh dalam banyak hal termasuk pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti yang kita telah ketahui bersama, demokratisasi semakin lama semakin berkembang dan banyak sekali peranan teknologi informasi yang menunjang proses demokrasi. Proses itu dapat diawali dengan memberikan hak suaranya pilkada, pemilu maupun pilpres. Peran serta rakyat dalam memilih presiden, partai atau caleg, perlulah berdasarkan atas performa, kejujuran,dan nilai moral yang tinggi dari individu maupun partai politik. Pada era demokrasi seperti ini tentunya kerahasiaan, transparansi, kejujuran dan keadilan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang berkaitan dengan kegiatan demokrasi seperti pemilu, pilpres dan pilkada mutlak dibutuhkan. Informasi sekarang ini lebih mungkin dapat diakses dengan teknologi, dalam bentuk teknologi elektronik, kampanye muncul ditelevisi maupun radio, tanpa meninggalkan media cetak sebagai teknologi pendahulu. Memang, kehadiran teknologi elektronik dirasakan telah mempermudah cara orang dan partai menyampaikan program atau kampanyenya. Tentunya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi , diharapkan dapat menyemarakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan demokrasi tersebut diatas dan tidak digunakan untuk kampanye negatif yang saling hina dan menjatuhkan lawan politik. Akan tetapi yang sulit dipertanggung jawabkan adalah seberapa tepat dan benar informasi yang dimiliki rakyat sehingga rakyat mengetahui bahwa yang caleg atau partai yang dipilihnya itu adalah sesuai dengan tujuan akhir kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Dalam bidang politik, proses demokrasi yang baik tentunya akan mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat. Sistem politik yang demokrasi yang baik akan mendukung pembangunan ekonomi. Dengan adanya teknologi informasi mereka dapat menggali sebanyak-banyaknya dukungan dalam Pemilu atau dengan kata lain teknologi informasi ini sangat bisa dioptimalkan sebagai alat kampanye. Melalui teknologi informasi inilah, kita dapat mengetahui tentang profil dari calon yang nantinya akan kita pilih. Hal ini makan mengecilkan kemungkinan masyarakat untuk tidak memilih pada saat Pemilu dengan alasan tidak mengenal calon yang akan dipilihnya. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan demokrasi dapat berbentuk seperti Quick Count. Quick count adalah perhitungan suara cepat jumlah pemilih terhadap pilihan yang ada dari sampel-sampel unit analisa yang memenuhi kaidah-kaidah statistik dan kemudian digunakan untuk menentukan peringkat hasil pemilihan. Karena quick count berbasiskan pada metode statistik, maka parameter keberhasilannya sangat tergantung pada metodologi statistika yang dipakai. Metode quick count tentunya mempunyai keuntungan dan kerugian dibandingkan dengan perhitungan manual oleh KPU. Dari sini, kita bisa melihat peranan positif teknologi informasi dalam proses demokrasi masyarakat. Di sisi lain, informasi yang kita dapat itu belum tentu semuanya benar sehingga kita perlu sangat jeli untuk mempercayainya. Mudahnya informasi di dapat juga sebenarnya juga dapat berpengaruh buruk terutama bila informasi tersebut diterima tanpa ditelaah lebih dulu. Informasi yang ada dapat juga diartikan sebagai provokasi. Banyak juga orang yang menyebarkan informasi untuk memprovokasi orang lain. Dalam bidang lain misalnya di bidang ekonomi dan bisnis, demokratisasi ini sendiri sangat berpengaruh sekali. Masyarakat yang memiliki usaha mulai dari usaha kecil, menengah ataupun kelas atas tentu sangat merasakan dampaknya. Bila dihubungkan dengan bidang politik, pemesanan seperti spanduk dan segala macam atribut kampanye tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat yang mendalami usaha di bidang ini. Tentunya ini juga meningkatkan kesejahteraan bagi para pekerjanya secara khusus. Dalam hal yang lainnya, teknologi informasi ini juga bisa menimbulkan kegotongroyongan dalam bermasyarakat. Banyak kasus-kasus yang beredar dan menyebarluas melalui teknologi informasi mulai dari majalah, televisi, hingga internet yang mendapatkan respon berupa simpati dari masyarakat kita seperti contohnya kasus Prita. Melalui teknologi informasi pulalah kita dapat mengetahui hal-hal yang sedang berkembang pada bangsa ini. Permasalahan-permasalahan yang ada, yang sebagai rakyat dan bagian dari bangsa yang demokrasi ini kita dapat menyalurkan pendapat kita terhadap suatu permasalahan bangsa. Sayangnya, seringkali juga kita menyampaikan pendapat-pendapat tersebut tidak dengan jalan baik. Perlu adanya pembenahan yang banyak disini yang juga sangat mungkin dilakukan melalui teknologi informasi. Contohnya dengan memberikan informasi tentang cara yang benar untuk menyalurkan pendapat-pendapat kita. Di bidang pendidikan, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan kehadiran teknologi informasi ,tentu akan memudahkan masyarakat di dunia pendidikan. Sedari dini bahkan generasi muda kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan termasuk tentang demokrasi melalui teknologi informasi. Pada posisi sebagai pengguna, dengan teknologi internet, kita dimungkinkan untuk berpartisipasi memberikan opini publik ataupun dapat mengikuti poolling mengenai kebijakan atau isu yang sedang marak dimasyarakat. Memperhatikan aspek politis dan sensitifitas dari kegiatan demokrasi di negeri kita, pada sisi pemilik teknologi, tentunya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dikembangkan harus memenuhi kaidah-kaidah keamanan, efisien, efektif. Pada sisi pengguna atau penerima informasi, tentunya perlu ada semacam sosialisasi dan pengetahuan mengenai keluasan informasi yang kan mereka dapatkan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi salah menerima informasi jika didapati terjadi perbedaan antara informasi yang didapat lewat teknologi teknologi kenyataan dilapangan. Demokrasi tidak hanya sebatas pemilukada atau demonstrasi, masih banyak yang harus dipenuhi agar demokratisasi ini juga dapat mengembangkan sikap nasionalis di hati masyarakat bangsa ini. Ekspresi masyarakat dalam berbagai hal sangat berkembang seiring berjalannya demokratisasi. Bahkan kadang dalam kasus tertentu, ekspresi yang berlebihan ini mendapat protes dari pihak lain sehingga terjadi kekacauan yang bisa mengganggu lingkungan sekitarnya, dan akan menjadi persoalan komunitas jika tidak menemukan solusinya. Majunya teknologi informasi dan komunikasi serta era demokrasi saat ini, membuat generasi sekarangmemiliki pengetahuan dan wawasan luas tentang berbagai hal. Namun, sangat jarang yang bisa mengolah pengetahuannya dengan tepat. Protes dan orasi dapat dilakukan asalkan tidak melanggar norma sosial yang ada. Bangsa kita saat ini terkesan sangat sensitif dan mudah untuk terprovokasi. Untuk itu, dibutuhkan para tokoh dan pemimpin yang dapat menenangkan ketika masyarakat sedang emosional. Terlepas dari semua itu, segala kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memang sangatlah penting pada gerakan demokratisasi masarakat dalam berbangsa dan bernegara. Hanya memang dibutuhkan kearifan dalam menerima semua informasinya agar semua kemajuan teknologi tersebut semakin membangun bangsa ini.

    NAMA: NILAM TRI EKAWATI
    NIM : 08/265575/PA/11891
    PRODI : MATEMATIKA

    Sumber : – http://restama.com/ebook/menuju-demokrasi-dengan-teknologi-informasi/
    http://inspirasikoe.blogdetik.com/2010/10/26/peran-penting-internet-sehat-dalam-memajukan-kehidupan-bangsa

    Posted by Nilam Tri Ekawati | 27 March 2011, 10:34 am
  30. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi Gerakan Demokratisasi pada Kehidupan Bermasyarakat, Bebangsa, dan Bernegara

    Di era globalisasi seperti sekarang ini ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi dan komunikasi berkembang dengan pesat membantu manusia dalam menjalin hubungan denganpihak lain di seluruh belahan dunia. Perkembangan teknologi ini memerlukan pembangunan sumber daya manusia yang baik agar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Jaman sudah maju segala sesuatu lebih mudah dengan adanya teknologi komunikasi informasi yang mula – mula penyebaran informasi dan berkomunikasi dari surat kabar, majalah, dan koran sampai dengan adanya radio, televisi, internet , dan masih banyak lainnya membuat semakin dekat waktu tempuh hampir tidak ada, dan dunia seolah tanpa batas penghalang, yang lebih canggih dan kita dapat mengakses berita dengan cepat .
    Teknologi informasi dan komunikasi atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) adalah payung besar terminolgi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi, sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua konsep yang tidak terpisahkan. Jadi teknologi informasi dan teknologi komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Sedangkan Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat.
    Saat ini teknologi komunikasi informasi yang sangat banyak digunakan adalah internet yang dapat diakses dengan mudah, dengan mengetik kata kuncinya langsung muncul banyak sekali referensi hal yang akan dicari. Internet banyak dimanfaatkan, menurut saya perananya yang pertama adalah dalam dunia bisnis mempermudah menawarkan suatu produk yang akan dijual, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya orang atau perusahaan yang memasang iklan di dalam website dan melalui jejaring sosial seperti facebook sehingga barang itu pun mudah dipesan dengan online dan pembayarannya pun dengan mentransfer sejumlah uang dengan mudah, tetapi melakukan jual-beli di dunia maya itu perlu kepercayaan antara penjual dan pembeli supaya terjadi kesepakatan bersama.
    Kedua, dalam dunia politik seperti berkampanye untuk mendapatkan dukungan dalam pemilihan umum dan selain internet, media cetak dan elektronik banyak digunakan untuk berkampanye mengutarakan visi dan misinya janji-janjinya jika terpilih untuk menarik banyak pendukung, kadang juga di gunakan untuk saling menjatuhkan demi mendapatkan kekuasaan. Dengan itu juga mempermudah para pemilih untuk lebih mengenal siapa saja yang menjadi calon yang akan dipilih sebagai pertimbangan untuk memilih yang terbaik menurut mereka, dengan cara ini menurut saya lebih efektif.
    Ketiga, dalam dunia pendidikan mempermudah untuk proses belajar dan mengajar. Seperti tugas kewarganegaraan ini yang memanfaatkan internet untuk mengirimkan tugas dan mudah diakses dimana saja kita berada bisa mengerjakan tugas, media untuk berdiskusi jika kita ada kesulitan yang mendadak dan terpisahkan oleh jarak contohnya dengan email, milis, dan media pembelajaran online.
    Ketiga, dalam masyarakat untuk mengekspresikan diri utuk menyalurkan hobinya menulis, seperti membuat puisi, novel, cerpen, komik dan yang lainnya.media untuk mencari teman lama dengan jejaring social, juga bisa sebagai media untuk protes atau mengkritik, memberi saran pada pemerintah tentang kebijakannya dan menyampaikan aspirasi mereka, harapan mereka untuk kehidupan yang lebih baik dan maju.
    Keempat, dalam bidang pariwisata menggunakan web dan media lainnya kita dapat mengenalkan Indonesia kepada dunia dengan budaya-budaya Indonesia yang sangat beragam dan mempunyai sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari dan dilestarikan dan juga tempat-tempat wisata yang sangat banyak yang tersebar di pelosok-pelosok yang belum pernah di kenal, menarik para turis mancanegara untuk berkunjung dan dapat meningkatkan devisa negara. Bahkan mungkin kita sendiri yang orang asli Indonesia belum tentu mengenal seluruh budaya yang ada di Indonesia sehingga dengan adanya internet kita dapat mengenal lebih dalam.
    Selain pengaruh baik yang telah saya paparkan di atas banyak juga pengaruh buruk teknologi komunikasi informasi, yaitu kadang orang jika sudah emosi tidak memikirkan apa yang ditulis seperti di jejaring social yang kadang orang membuat status yang menyinggung atau menjelekkan orang lain dengan terang-terang sehingga orang itu tersinggung dan mengadukan permasalahan itu kepada pihak berwajib dan akhirnya terjadi masalah pencemaran nama baik itu akan memunculkan masalah lain seperti akan terjadi permusuhan yang sulit di selesaikan.
    Dampak buruk lainnya orang akan cenderung kurang bersosialisasi contohnya anak-anak yang lebih suka bermain game online di depan layar dari bermain dengan teman-temannya, banyak disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik yang mengakibatkan permusuhan, pemberitaan yang bebas, tergesa-gesa dan sesuka hati adalah pemberitaan yang menyalahi kode etik jurnalistik contohnya kesalahan menyebut nama tersangka dan kurang jelasnya suatu gambar atau peristiwa. Selanjutnya, kadang membentuk opini yang menyesatkan, opini yang tercipta justru menyesatkan karena tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Ada juga kasus lain yaitu terjadinya kesenjangan ekonomi sebagai akibat kekalahan berkompetisi dalam penguasaaan teknologi . Mereka yang tidak mampu dan tidak mempunyai keterampilan akan semakin terpinggir, kadar dan kualitas kejahatan semakin canggih dengan bantuan teknologi komunikasi informasi.
    Banyak sekali kasus cybercrime ( kejahatan dunia maya ) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. Contoh lainnya penipuan lewat telepon, sms dengan modus mendapatkan hadiah uang yang menjajikan, penyebaran virus membuat cacat computer, mencuri identitas, mencuri uang sebelum tertangkap tanpa terdeteksi siapa pelakunya. Penipuan dalam bentuk transaksi jual beli barang dan jasa. modus operandi penipu online ini pun dilakukan dengan berbagai cara, ada yang menjual melalui milis, melalui forum, melalui mini iklan, text-ad. dengan mengaku berada di kota yang berbeda dengan calon mangsanya, mereka memancing kelemahan dari para calon “pembeli” yang tidak sadar mereka sudah terjebak.
    Cyber sabotage and exortion adalah kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan Internet. Modusnya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
    Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi komunikasi informasi. Jadi kesimpulan yang dapat saya ambil, teknologi komunikasi informasi sangat berperan dan sangat berpengaruh ada pengaruh positif maupun negative untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jika semua orang menggunakan teknologi komunikasi informasi secara sehat, akan sangat banyak memberikan manfaat, perubahan yang semakin baik dan kemajuan di kehidupan ini.

    Sumber :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Cybercrime

    http://elmolya.blogspot.com/2011/03/contoh-kasus-cybercrime-kejahatan-dunia.html

    Lian Yuanita Andikasari
    08/269615/PA/12003
    Matematika

    Posted by Lian Yuanita Andikasari | 27 March 2011, 10:31 am
  31. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Semangat perjuangan bangsa mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, khususnya dibidang informasi, Komunikasi dan Transportasi. Globalisasi merupakan suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain dan saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam budaya, ekonomi, politik, maupun lingkungan, membuat dunia menjadi begitu transparan seolah menjadi hamparan luas yang tanpa batas. Sehingga globalisasi adalah keadaan yang memungkinkan ketersediaan informasi yang dapat diberikan dan didapat oleh masyarakat luas.
    Perkembangan globalisasi ditandai dengan kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional, negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan, perekonomian, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan global. Kondisi yang demikian menciptakan struktur baru dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu struktur global. Kondisi inilah yang memberikan pengaruh secara tajam dengan menyentuh sector kehidupan, mulai dari pola pikir, pola tindakan, pola perilaku masyarakat. Jika dalam melaksanakan hak, kita tidak memperhatikan hak orang lain, maka yang terjadi adalah benturan hak atau kepentingan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.Pada gilirannya akan mempengaruhi kondisi mental spritual Bangsa Indonesia.
    Secara politis, era globalisasi dapat menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yaitu kesadaran hak dan kewajibannya serta kesadaran tanggung jawab dalam bernegara. Sesudah perang dingin dan rontoknya komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik. Arus globalisasi telah mengembuskan demokratisasi di banyak negara. Apa yang terjadi di kebanyakan negara berkembang dengan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban di antara sesama.
    Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terjadinya gejala disintegrasi ini karena penguasa atau elit politik dianggap sudah tidak lagi memperhatikan nasib dan kepentingan rakyat. Sebaliknya, penguasa hanya mementingkan kepentingan diri, keluarga, dan kelompoknya. Angin demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara. Mereka melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.

    Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin marak dan tuntutan akan keterbukaan politik semakin terlihat. Pada masa reformasi, demokrasi telah membawa perubahan-perubahan yang besar diantaranya pelaksanaan pemilihan umum legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.

    Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai demokrasi yang berasaskan Pancasila, seperti memberikan kebebasan berpendapat sesuai dengan aturan, memberikan kepercayaan kepada rakyat untuk menggunakan hak-hak politiknya. Bangsa Indonesia senantiasa waspada terhadap sistem demokrasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta kepribadian bangsa.

    Negara demokrasi adalah negara yang mengikut sertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan. Demokrasi dalam arti luas meliputi demokrasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Demokrasi menjadi isu global karena nilai-nilai demokrasi yang semestinya menghormati hak-hak rakyat dalam mengambil keputusan untuk kepentingannya sendiri telah dirampas oleh penguasa.

    Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara demokrasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab memegang peranan penting dalam masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintahan yang demokratis
    Akses informasi melalui media massa ini sejalan dengan asas demokrasi, dimana adanya tranformasi secara menyeluruh dan terbuka yang mutlak bagi negara yang menganut paham demokrasi, sehingga ada persebaran informasi yang merata. Namun, pada pelaksanaannya, banyak faktor yang menghambat proses komunikasi ini, terutama disebabkan oleh keterbatasan media massa dalam menjangkau lokasi-lokasi pedalaman.

    Keberadaan radio komunitas adalah salah satu jawaban dari pencarian solusi akan permasalahan penyebaran akses dan sarana komunikasi yang menjadi perkerjaan media massa umum. Pada perkembangannya radio komunitas telah banyak membuktikan peran pentingnya di tengah persoalan pelik akan akses informasi dan komunikasi juga dalam peran sebagai kontrol sosial dan menjalankan empat fungsi pers lainnya.

    Peran Teknologi Komunikasi Informasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara :

    1.Mayarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapat informasi
    Masyarakat kita belakangan ini semakin aktif dalam mancari informasi tentang kasus- kasus yang belakangan ini marak terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Dengan adanya globalisasi saat ini keinginan tersebut didukung dengan adanya perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sehingga masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat mendapat berita (informasi) yang saat ini terjadi di dunia. Salah satu medianya yang paling mudah ditemukan dan didapat adalah televisi. Dengan televisi masyarakat yang gaptek (gagap teknologi) pun dapat mudah mendapatkan informasi yang ada hanya dengan menghidupkan televisinya di rumah atau dimanapun mereka berada. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat pun dapat menyampaikan pendapatnya sehingga terciptalah demokrasi. Contohnya: dengan adanya informasi dari media- media informasi dan komunikasi, masyarakat dapat mengetahui adanya penindasan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di luar negeri seperti di Arab. Masyarakat dapat mengetahui calon- calon presiden, gubernur dan lain – lain serta program- program kerjanya sehingga masyarakat tidak bingung memilih saat pemilu. Selain itu masyarakat dapat menilai, dan mengkritik kinerja pemerintahan saat ini.

    2.Masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan pendapat
    Masyarakat kita belakangan ini semakin aktif dalam mancari informasi tentang kasus- kasus yang belakangan ini marak terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Kita ketahui media massa yang sangat digemari adalah internet. Beberapa media internet yang sering digunakan antara lain google, yahoo, twitter, facebook dan banyak lainnya. Dengan adanya banyak jejaring sosial tersebut, masyarakat menjadi lebih mudah mendapat informasi dan menyampaikan inspirasi, pendapat, kritik maupun saran ke siapa saja termasuk pemerintah sehingga dengan adanya jejaring social tersebut dapat menciptakan demokrasi . Contohnya : saat pertikaian antara Indonesia dan Malaysia yaitu sengketa Sipadan dan Ligitan, masyarakat Indonesia dan Malaysia saling mengkritik satu sama lain melalui berbagai situs jejaring sosial salah misalnya dengan adanya opini “Aneh…sama MALINGSIAL kok Bangga” yang ada di facebook. Selain itu juga adanya kasus penindasan WNI (Warga Negara Indonesia) di Malaysia menimbulkan banyak terjadi demontrasi mengecam Malaysia, kritik mengecam dan meminta pertanggungjawaban dari Malaysia.

    Sumber :
    Google dengan kata kunci : Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    http://www.gudangmateri.com/2010/09/dampak-globalisasi-di-masyarakat.html

    http://www.gudangmateri.com/2010/09/pemberitaan-media-terhadap-demonstrasi.html

    http://requestartikel.com/dampak-globalisasi-terhadap-kehidupan-bermasyarakat-berbangsa-dan-bernegara-201102503.html

    TRIONI INDAHSAH ANGGRAINI
    Matematika/Matematika
    08/265659/PA/11896

    Posted by Trioni Indahsah A | 27 March 2011, 8:00 am
  32. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

    Teknologi informasi dan Komunikasi dewasa ini sudah berkembang sangat pesat. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberi pengaruh luas dalam kehidupan sehari-hari, bahkan merombak sistem sosial. Sejak lama memang, teknologi komunikasi informasi dianggap sebagai sarana paling penting dalam menumbuhkembangkan demokrasi, khususnya di negara-negara berkembang yang masih sangat tabu untuk memasuki, mengulas, dan membahas kekayaan pejabat secara publik.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi.
    Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sector kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia
    (SDM) TIK, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sector kehidupan.
    Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya.
    Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi(Internet,jejaring sosial dll);
    1. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
    2. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
    3. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
    4. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
    5. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
    6. Layanan internet menjadikan seseorang bewawasan lebih luas. Akses yang diberikan
    pun semakin luas, mudah, cepat dan efisien.

    Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan
    hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus dibatasi oleh aturan hukum negara dan budaya bangsa Indonesia.

    Sumber :

    http://wahyu90.blogspot.com/2007/08/oleh-wahyu-nugroho-e-mail-wahyu90gmail.html

    http://tebar-ilmu.blogspot.com/2010/08/peranan-dan-manfaat-internet-dalam.html

    google.com

    Nama : Nurul Chayati
    NIM : 08/269580/PA/11981
    Prodi : Matematika

    Posted by Nurul Chayati | 27 March 2011, 7:55 am
  33. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
    Jawaban:
    Dengan dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas kasus Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah—tanpa mengecilkan peran pihak lainnya, sesungguhnya menegaskan bahwa peran jejaring sosial saat ini tidak bisa dianggap remeh. Berkat dukungan pengguna jejaring sosial Facebook dalam “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto” yang hingga mencapai lebih dari 1,3 juta orang, membuat kasus ini mendapat perhatian tersendiri. Chandra dan Bibit yang sempat ditahan oleh Polisi kemudian dibebaskan.
    Sebelum Chandra-Bibit, publik—pengguna Facebook (facebooker) juga bereaksi keras terhadap penahanan seorang Ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari yang berseteru dengan pihak RS Omni International karena pengiriman surat elektronik ke beberapa teman mengenai buruknya layanan di RS tersebut. Berkat dukungan jejaring sosial, beberapa pejabat dan tokoh yang menjadi calon presiden saat jelang Pemilu dan Pilpres ikut berkomentar dan bereaksi terhadap kasus ini, yang kemudian Prita pun dibebaskan. Walaupun, berbeda dengan Chandra-Bibit, kini Prita terkena vonis perdata dengan diwajibkan membayar denda Rp. 204 juta di tengah perkara pidana yang bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang. Berkat desakan massa Facebook, Prita pun bebas, bahkan dari rencana membayar Rp. 204 juta sebagai denda, Prita malah mendapat ratusan juta lebih dari gerakan masyarakat jejaring sosial melalui Koin untuk Keadilan.
    Fenomena tersebut perlu dicermati, sebab bukan tidak mungkin ini merupakan bentuk baru demokrasi yang ada di tengah masyarakat. Demokrasi yang berbasis jejaring sosial web 2.0 berpotensi menjadi ruang publik baru dan menajdi pilar demokrasi kelima setelah eksekutif, yudikatif, legislatif (trias politica) serta media. Meskipun, ada kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul individu atau organisasi yang diikat dengan satu atau lebih relasi seperti teman, keluarga, nilai, visi maupun ide.
    Jejaring Sosial
    Ramainya jejaring sosial dapat dikatakan dimulai ketika dengan layanan BBS (bulletin board system) yang memungkinkan pengguna dapat berkomunikasi dengan pusat sistem dimana dapat mengirimkan pesan, mengunduh dokumen maupun permainan. Sampai kemudian hadir situs yang berfokus menghubungkan antarteman sekolah seperti Classmates.com (1995) maupun SixDegrees.com (1997).
    Pada 2002, jejaring sosial benar-benar naik daun dengan hadirnya Friendster. Jejaring sosial satu ini menggunakan konsep yang hampir sama dengan SixDegrees.com dengan melihat hubungan antara pengguna dengan derajat pembeda. Hanya saja, Friendster dirasa kurang interaktif, yang kemudian diperbaiki oleh layanan Facebook. Facebook begitu cepat berkembang. Sejak diluncurkan Mark Zukerberg 4 Februari 2004, di Indonesia sudah saja sudah ada sekitar 12 juta orang pengakses dan penggemar setia Facebook.
    Angka tersebut mungkin akan terus bertambah, dan menjadi pandemi mengingat beberapa layanan yang memikat pengguna, seperti pengguna dapat mengunggah foto dirinya, pembuatan grup untuk dapat saling berbagi, chatting serta kirim-kirim pesan. Yang paling utama, menghubungkan jalinan silaturahmi yang telah sekian tahun terputus—menghubungkan kita kembali dengan teman-teman masa kecil, remaja, kuliah, bahkan saudara yang sudah lama tidak ada kabar beritanya. Sungguh menakjubkan.
    Tidak heran, resto di mall, kafe, maupun tempat makan favorit, kerap ramai oleh kumpul-kumpulnya reuni apakah SD, SMP, SMA, kuliah. Ya, semua itu karena FB, yang sedikit banyak begitu mempengaruhi kehidupan kita. Tokoh-tokoh publik maupun selebritas, yang secara ”normal” susah didekati, bisa tiba-tiba saja menjadi teman virtual kita. Semua begitu mudah dilakukan. Tidak mengherankan, menurut catatan Alexa.com, Facebook merupakan situs yang paling kerap dikunjungi masyarakat pengguna internet di Indonesia lebih daripada Google maupun Yahoo!
    Dalam Pemilu dan Pilpres, Facebook juga marak dengan para caleg dan capres/cawapres yang mencari pendukung lewat dunia maya. Facebook dimanfaatkan untuk pencitraan politik dan mencari pemilih, namun ada juga yang memanfaatkannya sebagai black campaign anti terhadap calon tertentu ”say no to….”. Peranan ini tentu tak lepas dari fenomena penggunaan Facebook dalam kampanye Pilpres yang dilakukan Barack Obama, yang membuatnya menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.
    Yang menarik, saat ini banyak orang lebih mudah digapai melalui pesan ke Facebook atau comment status dibanding email atau telepon langsung karena perkembangan smartphone yang menawarkan Facebook inside. Wartawan-wartawan sekarang misalnya, juga menanyakan nara sumber nya—termasuk juga menghubungi narasumber, melalui Facebook. Dengan jawaban yang tertulis, tentunya proses editing lebih mudah dan tak perlu salah tulis dibanding translasi wawancara verbal.
    Pilar Demokrasi?
    Internet telah memainkan peran signifikan dalam perubahan dari Orde Baru ke era reformasi. Peran internet sebagai media alternatif ketika media dalam negeri dihantui ketakutan pascapembredelan DeTIK, Editor dan Tempo, dengan kehadiran beberapa situs maupun maling list seperti Apakabar, Indonews, Joyonews, Pijar Online dan Tempo Interaktif, memberi warna percepatan penyebaran informasi politik yang kontroversial dan kritis saat itu.
    Situs-situs tersebut lebih cepat dalam menebar berita dibandingkan media massa lain serta menjadi sumber utama berita dan diskusi yang bebas sensor (lihat Winters, 2000). Bukan hanya itu, karena ‘perlawanannnya’ terhadap tentara dan Departemen Penerangan, media-media tersebut memperkukuh reputasi internet sebagai media bebas yang radikal (Hill dan Sen, 1997). Dari hal tersebut nampak bahwa teknologi informasi terlibat dalam proses perjuangan identitas dan formasi komunitas politik baru di luar negara dan korporasi ekonomi.
    Memang dalam melihat politik dan demokrasi, peran jejaring sosial cukup membingungan dan kompleks. Selain karena hanya berupa “kedipan elektronik” di layar monitor komputer atau telepon seluler, juga partisipasi dikirim oleh individu dari lokasi-lokasi yang berbeda, jauh dan mungkin juga belum pernah bertemu. Namun oleh Paul Virilio (dalam Poster, 1995) dikatakan, ruang publik dan demokrasi juga bisa diciptakan dan berlangsung melalui tampilan elektronik di layar monitor. Sehingga, galangan opini maupun isu yang mengemuka melalui jejaring sosial tetap perlu jadi perhatian.
    Tentu saja, jika lembaga yudikatif, eksekutif dan legislatif dapat berfungsi sebagaimana diharapkan, dampak jejaring sosial masih dapat ”dikendalikan”. Namun, sebaliknya, jika terjadi kebuntuan seperti terjadi dalam kasus Chandra-Bibit, jejaring sosial apalagi didukung media, bisa menjadi alternatif perjuangan. Walaupun tidak serta merta bisa menjadi gerakan people power, jejaring sosial dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat dalam menghadapi hegemoni politik dan tekanan ekonomi, serta pemicu berhimpunnya kekuatan rakyat. Sehingga, meski hanya melalui ”kedipan layar elektronik”, peran jejaring sosial jangan dianggap remeh.
    Sumber: http://media.kompasiana.com/new-media/2010/03/08/jejaring-sosial-pilar-kelima-demokrasi/
    Nama : Sandi Setiawan
    NIM : 08/269775/PA/12068
    Prodi : S1 Matematika

    Posted by Sandi Setiawan | 27 March 2011, 7:05 am
  34. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Dengan semakin berkembangnya kehidupan yang makin tertata, dengan kita mudah sekali melihat gedung gedung bertingkat otomatis diikuti dengan berkembangnya sumber daya manusia yang mampu mengeluarkan potensi apa yang mereka miliki. Bisa kita tilik bahwa kita tidak terhindar dari globalisasi dunia. Terlepas dari itu semua, sebagai warna negara yang baik, sudah sepantasnya melakukan hak dan kewajiban sebagaimana mestinya, begitu pula negara yang kita cintai ini berbasis demokrasi, yang dimana kita bebas berpendapat, dan wajib menjalankan tatanan hukum kenegaraan yang berlaku. Kita sudah melakukan pemilihan umum yang diselenggarakan, itu juga bagian dari demokrasi yang sedang berusaha kita kembangkan.
    Dilain pihak kemajuan zaman dan teknologi makin berkembang pesat seiring berkembangnya demokrasi kita. Surat kabar masih se-eksis dahulu, hanya saja gempuran informasi yang berbasis digital dan IT tak dapat dihindarkan lagi. Internet yang mulai menjamah daerah perkotaan hingga pemukiman yang penuh sesak dengan para mahasiswa yang memakai jasa kost. Segala umur juga mampu untuk mengakses informasi berita yang ada. Keingin tahuan akan informasi dunia luar maupun dalam negeri cukup tinggi daripada hanya membaca sebuah surat kabar.
    Di tengah tengah semangat desentralisasi dan kebebasan informasi yang diusung dari gerakan reformasi 1998, bangkitnya industri media online semacam mini blog twitter dan jejaring sosial telah memberikan kontribusi dalam tradisi bermedia dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Namun demikian, cover kehidupan bermedia di Indonesia, terutama di ranah lokal masih menunjukkan carut marut persoalan yang pelik untuk diurai. Netralitas media online dalam pemilihan kepala daerah misalnya, atau eksistensinya yang lebih mengutamakan fungsi ekonomi dan politis daripada aspek informatif dan edukatif bagi publik adalah dua isu utama yang mengemuka, bahkan berpotensi mereduksi peran media tersebut. Alih-alih menjadi lembaga keempat (fourth estate) yang mengawal proses demokratisasi, justru media online ini dicurigai berubah fungsi menjadi kepanjangan tangan “raja-raja” yang menyokong nasionalisme kesukuan dan primordialisme lokal. Dengan kata lain, keberadaan media online dalam tinjauan komunikasi politik lebih berperan sebagai agen politik daripada saluran komunikasi politik yang dibentuk dalam grup maupun pages yang memuat isi yang bersangkutan.
    Berdasarkan pernyataan tersebut, essay ini akan mengelaborasi beberapa bahasan yang saling terkait satu sama lain: Pertama, tinjauan teoritik mengenai relasi media, demokrasi, dan proses menuju demokratisasi di ranah local maupun nasional. Kedua, sebagai respon dari penyelenggaraan otonomi daerah, media memegang peran vital sebagai mediator informasi antarpemimpin politik dengan konstituennya, maka diskusi tentang netralitas media khususnya media online dalam pemilihan kepala daerah menjadi penting untuk dikemukakan. Apalagi dinamika industri media online di tanah air pasca Orde Baru menunjukkan bagaimana tarik menarik kepentingan antara media, pemerintah, dan pengiklan (termasuk pemerintah yang juga kerap berposisi sebagai pengiklannya) dalam proses konstruksi berita politik yang disajikan media online. Ketiga, bagian terakhir essay ini berusaha merumuskan pentingnya peran media online dalam proses demokratisasi di Indonesia, sekaligus memberikan tawaran alternatif bagaimana seharusnya format media online di masa mendatang, baik sebagai subsistem demokrasi.
    Prasyarat bagi terwujudnya proses demokratisasi adalah kebebasan ekspresi dan informasi, oleh karena itu diperlukan subsistem berupa media massa yang independen. Dimulai dengan memberikan informasi yang benar, relevan, dan objektif bagi masyarakat sampai pada fungsi pengawas kekuasaan. Pengertian kekuasaan dalam konteks masyarakat demokratis tidak hanya berorientasi pada kekuasaan pemerintah, melainkan ada ruang lingkup yang cukup luas yang meliputi kegiatan politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Ini sinkron dengan apa yang dikemukakan Schieck (2003:8) bahwa kehadiran media yang independen dapat mengarah pada dua peran; Pertama, menjadi “anjing penjaga” (watchdog) bagi pemerintah. Kedua, mengedukasi publik atas berbagai isu yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Hal inilah yang telah kita temui saat ini, media semacam blog, facebook, maupun twitter melakukan tugasnya dengan baik, suatu grup memiliki admin yang sudah layak dijadikan admin, mereka memberikan informasi yang semestina dan independent, sehingga masyarakat luas mampu berpikir dan mencerna dengan baik, bahwa ini merupakan jembatan informasi mengenai bagaimana kinerja yang telah dilakukan, maupun informasi mengenai perkembangan kenegaraan kita.
    Interaksi ini terlihat di banyak sektor kehidupan. Dalam konteks yang lebih politis, pemilu misalnya, menurut survei The Asia Foundation yang dikeluarkan pada 2004, lebih dari 90 persen masyarakat menggunakan media sebagai sumber informasi pemilihan umum (Tim LSPP, 2005: 2). Dari besarnya angka ini tentu sangat membuka penyalahgunaan media sebagai sarana “main mata” antara pemilik media dan elit politik daerah. Mulai dari kesepakatan transaksioal untuk menyediakan space iklan politik, meliput pelantikan pejabat daerah, hingga publikasi yang mem-blow up aktivitas kampanye pemilu. Kondisi ini lebih parah jika kebetulan pemilik media atau orang kuat di struktur organisasi media adalah salah satu kandidat peserta pilkada. Yang terjadi tidak lain pers menjadi aparatus kepentingan sesaat guna menggalang konstituen di daerah komunitasnya. Jelas dari bentuk-bentuk penyimpangan seperti ini, media tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana konsepsi tradisional media: majelis keempat demokrasi.
    Kekuasaan keempat (the fourth estate), tidak berarti media online harus memposisikan diri “beroposisi” terhadap pemerintah atau “melawan” pemerintah. Kedudukan media dalam konsep majelis keempat sama dengan parlemen, yang lebih ditekankan pada sifat independensi atau kebebasan menyebarkan informasi dan pendapat tanpa rintangan dari pemerintah. Media hanya bertanggung jawab secara yuridis kepada pengadilan, dan juga bertanggungjawab etika kepada organisasi wartawan (Muis, 2000: 56-57).
    Tarik-menarik kepentingan antara media dengan elite lokal dan penyalahgunaan fungsi media online entah local maupun nasional dalam proses pemilihan kepala daerah misalnya, dapat dimungkinkan terjadi karena beberapa penyebab yang berpangkal pada satu hal, minimnya profesionalisme. Hanya saja media online ini hanya menyediakan wadah untuk dimana para pembaca ato user tetap bias berdiskusi mengeluarkan haknya untuk berpendat.
    Dalam kehidupan bernegara, jejaring social sendiri rupanya membawa peran untuk berkembangnya kehidupan yang demokrasi di negara kita, lihat saja ada saja grup yang memuat untuk menurunkan secara paksa Nurdin Halid yang dikabarkan akan mencalonkan diri lagi, grup ini merupakan penolakan bagi Nurdin untuk mencalonkan lagi, karena dinilai menyalahi statute FIFA, semua boleh saja berdiskusi dalam media ini, ada yang pro dan ada saja yang kontra, hanya saja masyarakat luas boleh beropini, apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kewajibannya untuk negeri ini bahwa memilih pemimpin suatu organisasi lebih tepatnya suatu personal yang mumpuni dibidangnya dan meyakinkan masyarakat bahwa kinerjanya dapat dipercaya. Bangsa kita inipun dihuni oleh banyak masyarakat yang melek media, dalam artian mereka mampu mengetahui mana yang buruk dan mana yang baik, internet yang disediakan selalu memberikan dampak bagi penggunanya, terutama masalah demokratisasi, kita lihat bahwa informasi yang ditawarkan yakni berbagai macam kehidupan kehidupan yang realitanya begitu adanya, Harapannya, segala bentuk media internet maupun jejaring social selalu memberikan nilai plus bagi perkembangan demokrasi Negara Indonesia ini. Menjadikan warna negara yang lebih bijak, lebih bisa menghargai apa yang disebut hak dan kewajiban, dan mampu berpikir bahwa hidup di negara yang dicintai, akan memberikan sepenuh hati bagi negara ini, dengan dasar bahwa negara ini mampu maju, seperti negara negara lain, yang mampu menopang kehidupan masyarakatnya dengan baik berlandaskan demokrasi, dan media teknologi informasilah yang memegang kendali supaya mampu memberikan informasi, memberikan wadah bagi semua komponen masyarakat dalam mewujudkan demokrasi yang sebenar benarnya .
    sumber: http://www.slideshare.net/adjierrachman/pengaruh-situs-jejaring-sosial

    http://hipmala.wordpress.com

    http://www.google.com (keyword- peran media massa dalam demokrasi kenegaraan)

    Syouma Hikmahtiar
    08/265433/PA/11876
    Fisika/GEOFISIKA

    Posted by syouma hikmahtiar | 27 March 2011, 12:24 am
  35. Wacana demokrasi kontemporer di Indonesia selalu memfokuskan diri pada issu sekitar perimbangan kekuatan antara negara dan masyarakat, issu representasi dalam pemerintahan, dan yang terakhir mengenai peran partai-partai politik dan perpecahannya. Sangat sedikit perhatian -untuk tidak mengatakan tidak ada sama sekali -diberikan kepada issu mengenai bagaimana teknologi berperan dalam proses demokratisasi. Sebaliknya, para ahli teknologi kita jarang sekali melihat signifikansi aspek-aspek sosial politik dalam proses pengembangan teknologi sehingga tidak jarang menimbulkan diskrepansi antara teknologi yang dikembangkan dengan realitas sosial politik. Tulisan ini merupakan start up bagi dialog dua arah antara para ahli sosial dan politik dengan ahli teknologi dalam mencari suatu pemahaman relasi dua wilayah tersebut yang selama ini tidak pernah bersentuhan, baik dalam wacana akademis maupun dalam wacana praksis.

    Ada dua alasan diperlukannya suatu pemahaman yang baik tentang keterkaitan antara demokrasi dan teknologi. Pertama adalah bahwa sistem demokrasi yang baik pada situasi tertentu akan sangat tergantung pada teknologi. Sebagai misal adalah teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam proses penyebaran berita-berita politik yang merupakah hak setiap warga negara. Atau misalnya teknologi komputasi yang digunakan dalam proses penghitungan suara dalam pemilihan umum. Peran teknologi menjadi penting ketika kita menyadarai bahwa sistem demokrasi yang baik dapat dimanipulasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan melalui penguasaan teknologi tersebut.

    Jika alasan pertama menyorot pada bagaimana teknologi mempengaruhi sistem demokrasi, maka alasan kedua berada pada anak panah yang sebaliknya, yakni demokrasi mempengaruhi proses pengembangan teknologi. Pengembangan teknologi di suatu negara, baik negara dimana peran pemerintah sangat kuat maupun negara liberal seperti di Amerika Serikat, tidak pernah lepas dari peran pemerintah. Pemerintahlah yang memiliki kekuasaan untuk membuat suatu kebijakan teknologi (technology policy). Point of interest di sini adalah fakta bahwa pengembangan teknologi merupakan hasil dari suatu proses politik. Keberhasilan tim Manhattan Project dalam mengembangkan bom hidrogen yang digunakan dalam tragedi Hiroshima dan Nagasaki setengah abad lebih yang lalu adalah salah satu contoh pengembangan teknologi yang didasari atas motif politik (political impetus). Di Indonesia, kebijakan teknologi menjadi penting jika kita melihat fakta bahwa telah begitu banyak dana pengembangan teknologi dikeluarkan oleh pemerintah tetapi tidak memberikan dampak signifikan bagi pertukbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

    Ketika era reformasi digulirkan oleh kalangan mahasiswa di Jakarta dan diikuti oleh kampus-kampus dikota yang lain, ada satu hal yang membedakan secara signifikan gerakan mahasiswa 1998 ini dengan apa yang dilakukan oleh senior-senior mereka di tahun-tahun sebelumnya. Faktor penting tersebut adalah penggunaan internet.

    Secara fungsional internet adalah media pertukaran informasi yang tidak berbeda fungsinya dari sebutlah itu telefon, koran, faksimil. Tetapi internet memiliki empat karakteristik yang membuatnya menjadi superior dibanding media komunikasi lainnya. Pertama adalah biaya penggunaan yang relatif murah. Kedua adalah sifatnya yang real time. Ketiga adalah sifatnya yang borderless. Tidak ada sekat-sekat ruang di media ini yang memungkinkan tiap orang dapat saling terkoneksi dengan baik. Keempat, dan ini yang paling penting, internet menyediakan ruang-ruang publik yang tidak dapat ditembus oleh otoritas penguasa. Ketika Tempo dibredel oleh Harmoko atas nama penguasa Orde Baru, bukan berarti kematian bagi Tempo. Internet lalu menjadi alternatif yang sangat jitu dalam penyebaran berita-berita politik aktual oleh Tempo.

    Karakteristik-karakteristik tersebut menjadikan internet media yang paling efektif dalam gerakan reformasi tahun 1998. Berita-berita politik dapat disebar tanpa adanya hambatan dari penguasa. Aksi-aksi demokrasi dapat terkonsolidasi dengan mudah lewat penggunaan internet khususnya pengiriman surat lewat e-mail. Para pendukung gerakan reformasi mendapat feedback yang cepat melalui internet. Secara umum bahkan bisa dilihat bagaimana internet merubah perilaku individual dan sosial masyarakat khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki infratsruktur teknologi pendukung internet yang memadai seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Dari teknologi yang kelihatannya sepele ini, gerakan reformasi mendapat momentum politik yang besar. Kajian yang lengkap mengenai internet dan proses reformasi di Indonesia dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Merlyna Lim, kandidat doktor Science, Technology, and Society Studies (STS) University of Twente.

    Tentunya internet bukanlah satu-satunya faktor teknologis yang bermain. Telepon selular dan televisi adalah faktor teknologis yang berperan cukup penting dalam akselerasi momentum politik gerakan reformasi 1998. Tetapi internetlah yang saya kira memberikan suatu kesempatan yang baru bagi para pelaku refromasi untuk saling berinteraksi secara lebih intensif.

    Michael Dertozous, pelopor ArpaNet yang merupakan cikal bakal internet, tidak pernah membayangkan atau dengan sengaja menciptakan teknologi yang berdampak pada sistem demokrasi di Indonesia. Datang ke Indonesiapun mungkin dia belum pernah. Evolusi pemfungsian internet dari sarana komunikasi antar komputer menjadi media demokratisasi dapat dipahami dalam kerangka teori kontruksi sosial teknologi(social construction of technology) dimana perkembangan teknologi tidaklah bersifat linier (Bijker, 1987).

    Berkembanganya suatu teknologi adalah hasil dari konstruksi sosial (socially constructed). Suatu teknologi berkembang sebagai suatu hasil bentukan sosial (social shaping) di mana teknologi tersebut berada. Ahli teknik dan ahli desain yang merancang suatu produk teknologi “hanyalah” agen-agen teknis yang “tunduk” pada proses sosial antara produk teknologi dan masyarakat pengguna. Teknologi bukanlah suatu entitas vakum dan bebas nilai. Ketika berinteraksi dengan masyarakat pengguna, teknologi mengalami proses appropriation (diterjemahkan secara bebas sebagai penyesuaian). Appropriation adalah suatu proses pemberian makna oleh kelompok-kelompok masyarakat berdasarkan nilai-nilai serta kepentingan yang ada pada masyarakat tersebut terhadap suatu produk teknologi Pemberian makna yang beragam, baik antar individu maupun anta kelompok, menjadikan proses perkembangan (evolusi) teknologi menjadi multikultural.

    Dari penjelasan ini kita bisa memahami bagaimana “nilai” suatu produk teknologi pada suatu kelompok sosial tertentu berbeda dengan kelompok sosial lainnya karena perbedaan budaya kedua kelompok tersebut Sebagai misal, kecenderungan orang Indonesia dalam memaknai produk teknologi sebagai bagian dari gaya hidup menghasilkan nilai guna yang berbeda dengan orang Eropa yang memperlakukan produk teknologi semata-mata sebagai instrumen. Contoh yang gamblang adalah telepon seluler yang bagi orang Indonesia dianggap bukan hanya sebagai alat telekomunikasi, seperti yang dilakukan oleh orang Eropa, tetapi sebagai simbol status. Perbedaan “makna” ini berimplikasi pada proses appropriation yang berbeda terhadap produk teknologi yang sama yang mempengaruhi proses perkembangan teknologi tersebut.

    Proses appropriation teknologi ini terjadi dalam teknologi internet dalam kaitannya dengan proses demokratisasi di Indonesia. Setiap fungsi teknis yang terangkum dalam internet mengalami proses penyesuaian yang tidak hanya berimplikasi pada fungsi teknis, tetapi juga fungsi sosial (dan politik).
    Proses appropriation menjadi krusial ketika teknologi menjadi alat (manipulasi) politik yang ampuh. Penguasaan teknologi pencitraan melalui satelit oleh negara-negara maju adalah salah satu bukti bagaimana negara-negara tersebut mampu mendominasi konstelasi politik dunia melalui teknologi. Atau bagaimana CNN yang pro-barat dengan jaringan teknologi broadcasting yang sangat luas mampu menghegemoni berita-berita dunia. Di Indonesia, kasus penguasaan teknologi sebagai alat politik bisa dilihat ketika Golongan Karya masih berkuasa pada era Orde Baru dimana televisi dan beberapa media lainnya dijadikan alat propaganda yang ampuh.

    Apa yang dijelaskan di atas ingin menunjukkan bagaimana peran teknologi dalam sistem demokrasi. Pada satu sisi teknologi dapat membantu proses demokratisasi tetapi pada sisi lain penguasaan teknologi oleh kelompok tertentu pada dapat mempengaruhi berjalannya sistem demokrasi.

    Menurut pakar komunikasi Universitas Indonesia Prof M Alwi Dahlan. “Gerakan demokrasi rakyat yang riil justru banyak ditemui lewat jejaring sosial, seperti `facebook`, `twitter`, dan `blog`,”
    Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR.

    “Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi,” kata mantan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VII tersebut.

    Ia mencontohkan, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial.

    “Hal ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu,” katanya.

    Terlebih lagi, kata dia, saat ini banyak ditemui nama-nama pejabat, pengusaha, pendidik, kalangan ulama dan pesantren hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jejaring sosial itu, selain tentunya kalangan anak-anak muda.

    “Pengguna `facebook` di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan,” kata penyandang gelar doktor bidang komunikasi pertama di Indonesia itu.

    Berkaitan dengan dampak negatif dari perkembangan teknologi, terutama jejaring sosial itu, ia mengakuinya, seperti adanya penculikan orang atau penipuan yang berawal dari situs pertemanan tersebut.

    Namun, kata dia, dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi memang lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.

    “Perubahan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi mendorong dinamika baru dalam segala segi kehidupan dan hubungan bermasyarakat, berbangsa, antar pribadi, perseorangan, atau institusi,” kata Alwi.

    Sumber :

    http://www.theindonesianinstitute.org/

    http://www.antaranews.com/berita/1267620134/perkembangan-teknologi-pengaruhi-demokratisasi-indonesia

    Nama : Romadzon Syaiful Haq
    NIU : 08/272722/PA/12313
    Jurusan : Matematika

    Posted by Syaiful | 26 March 2011, 8:18 pm
  36. Nama : Dwika Mursitaningrum
    NIM : 08/265680/PA/11900
    Prodi: Matematika

    Peranan dan Pengaruh Teknologi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara

    Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu teknologi yang diciptakan untuk memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi dengan manusia lain,menyalurkan ide dan pendapatnya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Misalkan saja,diciptakan telepon yang bertujuan untuk memudahkan manusia saling berkomunikasi dengan kerabatnya yang jauh tanpa harus bertemu langsung. Hal ini tentu saja memudahkan manusia karena kapanpun dan dimanapun mereka ingin berhubungan dengan orang lain maka dengan cepat mereka dapat melakukannya tanpa harus menunggu waktu untuk bertemu. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia,teknologi informasi dan komunikasi pun berkembang dengan pesatnya. Seperti sudah adanya internet dengan segala fasilitas yang dimiliki seperti facebook,twitter,milis,situs-situs dan sebagainya,sehingga memungkinkan mayarakat tidak hanya bisa berkomunikasi dengan sanak saudaranya saja bahkan lebih dari itu,mereka dapat menemukan teman baru lewat dunia maya tersebut. Jadi dengan adanya internet,masyarakat dapat mengembangkan dirinya dengan menjaring pertemaan dan juga dapat menuangkan ide-idenya lewat dunia maya tersebut,misalnya dengan membuat blog pribadi,memberikan komentar dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa teknologi komunikasi dan informasi tidak sebatas telepon,handphone,dan internet saja,melainkan media massa seperti koran,radio,dan televisi pun termasuk didalamnya.
    Pada masa pemerintahan orde baru,perkembangan teknologi komunikasi dan informasi,khususnya media massa sangat dibatasi ruang gerakanya. Saat itu kekuasaan birokrasi sangat otoriter. Mereka melakukan pengawasan dan kendali terhadap saluran-saluran komunikasi dan pusat penyebaran informasi sehingga kehidupan media radio,tv,pers terkekang. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya kritik ,aspirasi tersumbat dan fungsi Watch Dog Media tidak jalan. Sehingga masyarakat saat itu tidak bisa menyampaikan kesalahan –kesalahan yang dibuat oleh pemerintah pada zaman itu. Seiiring dengan adanya reformasi yang terjadi di Indonesia,maka terwujudlah demokratisasi di bidang informasi dan komunikasi. Dengan adanya demokratisasi tersebut masyarakat dapat mengawasi pemerintahan,sehingga bila terjadi penyimpangan maka masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.
    Demokratisasi komunikasi dan informasi tersebut , telah terjamin oleh konstitusi yaitu pada UUD 1945 Pasal 28F, ”Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya,serta berhak untuk mencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah,dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”. Dengan adanya undang-undang tersebut maka kebebasan publik terjamin. Saat ini media sangat berkuasa dalam mempengaruhi pikiran,peranan,dan perilaku publik,sehingga era sekarang lebih merupakan mediacrazy,yakni pemerintahan media,daripada demokrasi pemerintahan rakyat (pendapat Kevin Philips dalam buku responsibility in mass Communication). Kekuatan media massa sebagai saluran untuk mempengaruhi khalayak telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Saat ini dengan ditunjang oleh adanya kebebasan informasi publik,media telah menjadi kekuatan baru selain kekuatan uang,dan kekuasaan yang dapat mempengaruhi kebijakan politik bahkan hukum. Contohnya,sebagaimana yang dilansir majalah mingguan Tempo,tanggal 15 November 2010,yang menulis tentang Mahkamah Konstitusi yang “limbung karena opini”,sebagan dampak dari tulisan Refly Harun di harian Kompas 25 Oktober 2010 : “MK Masih Bersih”?. Kepada Tempo,Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md,menuturkan dampak tulisan dari Refly Harun tersebut, ” Selain dicurigai keluarga dan kolega,sesama hakim juga saling curiga”. Karena tuduhannya dinilai serius,kemudian MK membentuk tim investigasi dan menunjuk Refly sebagai ketua tim investigasi. Contoh lain dari kekuatan media massa,yaitu dapat digunakan sebagai alat kampanye dalam pemilu oleh partai-partai. Dengan segala kelebihan dan janji-janji partai-partai tersebut ,media massa digunakan untuk iklan yang bertujuan untuk menjaring sebanyak-banyaknya masyarakat sehingga partai tersebut dipilih oleh rakyat. Kekuatan media massa juga dapat mengakibatkan adanya dukungan masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra terhadap kasus – kasus yang terjadi di dunia politik dan hukum di Indonesia,misalnya kasus Bibit – Chandra yang diekspose media,telah mengakibatkan masyarakat tahu tentang apa yang terjadi dalam KPK. Kebijakan terhadap kedua anggota KPK yang oleh masyarakat dinilai tidak memihak kepada keadilan tersebut telah menyulut protes dari berbagai kalangan,diwujudkan antara lain dengan menggelar aksi demo turun ke jalan.
    Tidak hanya di dunia politik dan hukum saja,pengaruh media massa dapat dilihat. Sebagai contoh dalam dunia selebritis pun ,media massa mempunyai pengaruh yang cukup besar,yaitu sebagai sarana untuk melebarkan karier sang artis,tempat promosi film ,promosi lagu dan sebagainya yang dapat memberi keuntungan bagi kehidupan keartisan mereka . Media tidak hanya mengabarkan berita yang baik tentang para artis tersebut namun dari sisi yang buruk,misalnya kasus perceraian,perselingkuhan,narkoba,kdrt,pertengkaran dan sebagainya,sehingga dapat memberikan contoh yang buruk bagi mayarakat.
    Pengaruh lain dari media massa dalam masyarakat adalah media massa dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Radio,televisi dan internet mendorong terjadinya universalisasi gaya hidup dan penampilan. Misalkan saja cara berpakaian para remaja atau usia sekolah sering mengikuti trend para artis yang ada di televisi. Karena televisi tidak hanya dimiliki oleh masyarakat di perkotaan saja melainkan masyarakat pedesaan pun memelikinya maka trend berpakaian tersebut juga ditiru oleh remaja yang ada di pedesaan. Jadi baik di desa maupun di kota,para remaja dapat mengikuti trend berpakaian tersebut tanpa perbedaan. Mungkin perbedaannya hanya di kualitas bajunya saja,namun modelnya tetap sama. Ada pula suatu saat para remaja wanita harus mengubah gaya rambutnya untuk mengikuti model iklan yang tiap saat muncul di televisi.
    Selain itu media massa juga dapat memberikan hiburan. Misalkan dengan program-program yang ada di televisi (sinetron,berita,acara musik,dll) dan juga radio,dapat membuat masyarakat terhibur di tengah-tengah aktivitas yang mereka lakukan. Kemudian melalui media massa pula seseorang dapat mendapatkan bahan perbincangan untuk diperbincangkan dengan teman dan keluarga. Dengan demikian seseorang tersebut tidak “ketinggalan berita” terhadap kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Sehingga seseorang tersebut dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang memperbincangkan suatu kasus tertentu yang terjadi di Indonesia. Dengan kata lain,media massa berfungsi sebagai penyedia bahan percakapan dalam interaksi sosial.
    Teknologi komunikasi dan informasi ,khususnya internet,telah membuka peluang bisnis baru. “Tidak ada detik.com bila tidak ada internet”. Kalimat ini disampaikan oleh Budiono Darsono penggagas dan sekaligus pemilik portal berita detik.com . Fenomena perubahan yang muncul seiring dengan maraknya internet adalah menjamurnya bisnis berbasis internet,semacam detik.com. Nama-nama situs dagang di internet semacam Google,Yahoo,Amazon,eBay,dan lainnya sudah menjadi istilah familiar di kalangan bisnis dan pengguna teknologi informasi dan komunikasi. Daya pikat internet sebagai alat dan sekaligus tujuan bisnis dipengaruhi karena internet dapat menjangkau pasar di seluruh dunia. Sebuah kafe dapat menjadi laris dengan cara diiklankan di internet. Demikian pula ibu rumah tangga yang mendapatkan penghasilan melalui internet yaitu dengan cara membuka bisnis online,yaitu pembelian dilakukan melalui internet sehingga pembeli tidak perlu repot-repot datang ke rumah si ibu tadi,melainkan si pembeli tinggal memesan melalui internet kemudian membayar melalui bank dan setelah bukti pembayaran dikirim ke penjual maka dengan segera barang tersebut di antar ke pembeli.
    Dari paparan di atas terlihat bahwa banyak sekali peran dan pengaruh teknologi komunikasi dan informasi pada kehidupan demokrasi masyarakat Indonesia. Sejatinya peran dan pengaruh teknologi komunikasi dan informasi tidak lepas dari adanya kebebasan berkomunikasi dalam masyarakat yang telah dijamin oleh konstitusi. Namun peran tersebut sebaiknya dibarengi pula oleh pengawasan dan kontrol pemerintah,jadi masih sesuai dengan norma dan etika yang ada di Indonesia. Dengan kata lain,bebas tapi masih dalam batas yang wajar.

    Sumber:
    1.Slide “Peran Komunikasi dan Informasi Dalam Demokrasi Indonesia” ,Oleh BAPPENAS
    2.Demokrasi Digital, oleh Amstrong Sembiring. Diunduh dari politikana.com
    3.Komunikasi dan Transparansi Informasi dalam Iklim Demokrasi, oleh Pramono Anung. Diunduh dari politikana.com
    4.Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Terjadinya Proses Perubahan Sosial. Diunduh dari blog Saiman’s Mind

    Posted by Dwika Mursitaningrum | 26 March 2011, 6:17 pm
  37. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada Gerakan Demokratisasi pada Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Keberadaan jejaring sosial, web browser, dan berbagai alat komunikasi lainnya merupakan salah satu bukti perkembangan teknologi informasi.
    Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Negara Indonesia menganut jenis demokrasi yang kedua.
    Demokrasi membicarakan tentang pengelolaan kekuasaan secara beradab. Demokrasi adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu. Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik. Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis. Bagi mantan presiden Indonesia keempat,K. H. Abdurrahman Wahid, landasan demokrasi adalah keadilan bagi semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa yang dia ingini. Jadi masalah keadilan menjadi penting, dalam arti setiap orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi harus dihormati haknya dan harus diberi peluang dan kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu. Rakyat bebas menyampaikan aspirasinya demi kepentingan bersama.
    Setiap prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam suatu konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan “soko guru demokrasi.” Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:
    1. Kedaulatan rakyat;
    2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
    3. Kekuasaan mayoritas;
    4. Hak-hak minoritas;
    5. Jaminan hak asasi manusia;
    6. Pemilihan yang bebas dan jujur;
    7. Persamaan di depan hukum;
    8. Proses hukum yang wajar;
    9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
    10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
    11. Nilai-nilai tolerensi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.
    Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial. Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat 2 (dua) asas pokok demokrasi, yaitu:
    1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jurdil; dan
    2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.
    Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut.
    1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
    2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
    3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
    4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
    Setelah lebih dari tiga dekade di bawah kepemimpinan nasional yang otoriter dengan demokrasi perwakilan yang semu, kekuasaaan presiden hampir tak terbatas, dan maraknya perilaku kolutif dalam arena politik nasional, dorongan perubahan ke arah negara Indonesia yang lebih demokratis menjadi semakin mudah terwujud dengan fasilitasi TIK. Perjuangan demokrasi memerlukan koordinasi dan komunikasi intensif di antara para aktivis sebagai lokomotif dan masyarakat luas sebagai penumpang gerbong demokrasi. Karakter TIK yang egaliter sangat sesuai dengan sifat demokrasi, oleh karenanya dalam konteks pembangunan demokrasi TIK lebih tepat diposisikan sebagai sarana daripada tujuan
    Efek positif dari semua bebas menjadi sumber informasi adalah terfasilitasinya kebutuhan akan kebebasan berbicara yang menjadi syarat dasar demokrasi. Penyebaran informasi berlangsung secara peer to peer, one to one, one to many ataupun broadcast. Tidak ada hirarki penyampaian informasi yang mengarah kepada penyaringan informasi sebagaimana terjadi pada sistem informasi di suatu organisasi tertutup. Ide perjuangan demokrasi dengan mudah mencapai sasaran masyarakat luas tanpa terkendala oleh rezim pengawasan informasi yang dilakukan oleh penguasa. Pada proses selanjutnya TIK mendorong terjadinya kesamaan ide. Pada gerakan demokrasi TIK berhasil menjadi wahana penyamaan persepsi demokrasi, pendorong keputusan untuk melakukan perubahan ketata – negaraan.
    Peran TIK dalam proses demokrasi tidak terbatas pada wahana penyamaan persepsi saja melainkan lebih banyak dari itu. Dalam proses kritis yang menjadi acuan adanya demokrasi, TIK membuktikan dirinya memberikan kontribusi besar dalam proses pemilihan umum (pemilu). Penggunaan TIK dalam proses penghitungan suara menjadi salah satu yang dapat ditunjuk sebagai bukti. Selain itu, ada banyak sekali bukti bagaimana TIK melancarkan proses pemilu. Sejak proses pendaftaran partai politik, pendaftaran calon pemilih, seleksi partai yang layak untuk ikut pemilu, kampanye, pengelolaan organisasi partai politik, pendaftaran dan proses adminstrasi calon legislatif, hingga penentuan pemenang pemilu, semua aktivitas ini menjadi tidak terbayangkan betapa sulitnya jika tidak menggunakan TIK. Namun pada akhirnya proses penghitungan suara tetap dilakukan dengan cara manual,seperti yang dilakukan oleh Negara Amerika dalam pemilu yang lalu. Setelah pemerintahan baru terbentuk, masyarakat menggunakan TIK untuk mengetahui kinerja pemerintah, berinterkasi dengan pejabat pemerintah, maupun memberikan penilaian atas kinerja pemerintah. Ciri – ciri negara demokratis menjadi semakin nyata dengan fasilitasi TIK. Bahkan beberapa pihak yang pernah terjerat dalam sebuah kasus,menjadi lebih optimis dalam menghadapi permasalahannya ketika mendapat dukungan dari masyarakat luas melalui dunia maya. Misalnya kasus pimpinan KPK Bibit Waluyo dan Chandra Hamzah dan kasus kekecewaan Prita atas pelayanan rumah sakit OMNI yang mendapat dukungan dari masyarakat melalui akun facebook. Bahkan kasus keistimewaan Yogyakarta juga mendapat dukungan dari masyarakat luas melalui akun facebook gerakan 1.000.000 facebookers dukung keistimewaan Yogyakarta. Hal-hal yang tersebut di atas tersebut merupakan contoh bentuk peran teknologi informasi dalam proses demokratisasi di Indonesia. Sehingga teknologi informasi komunikasi membuat proses demokratisasi di Indonesia menjadi lebih baik.

    Internet bagaikan pisau, digunakan oleh Ibu rumah tangga baik – baik bermanfaat untuk keluarga, digunakan oleh wanita jalang menjadi sarana pamer aurat. Dampak negatif yang muncul dari pemanfaatan teknologi selalu tidak dapat terhindarkan. Persoalannya, Internet mendorong munculnya jenis – jenis kejahatan baru yang tidak ada sebelumnya. Selain itu cakupan dari kejahatan yang dilakukan melalui Internet sulit diukur dampak langsungnya karena jangkauan Internet yang sedemikian luas. Bahkan dapat pula mengganggu stabilitas nasional dalam suatu Negara
    Jenis – jenis kejahatan yang dilakukan menggunakan Internet diperkirakan akan meningkat baik modus maupun kejadiannya. Dorongan kepada seseorang untuk melakukan tindakan kejahatan di Internet sangat banyak, antara lain karena antara pelaku dan korban tidak perlu berada pada ruang dan waktu yang sama, seringkali korban dan pelaku tidak saling mengenal, makin mudahnya penggunaan Internet melalui tampilan program yang user friendly, dan masih lemahnya prasarana hukum yang mengatur bidang Cyber. Dalam perjalanannya TIK sering disalahgunakan dalam memaknai arti demokrasi. Beberapa pihak menggunakan media dan teknologi untuk mengkritisi pemerintahan dengan mengatasnamakan demokrasi, tanpa mengkaji terlebih dahulu permasalahan yang diangkat secara mendalam.
    Jadi teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya dapat membantu terwujudnya proses demokratisasi di Negara ini,tetapi juga dapat menjerumuskan Negara Indonesia ke dalam situasi yang lebih buruk lagi,jika kita tidak dapat memanfaatkan teknologi ini dengan bijaksana.
    Sumber:

    http://tiasaiman.blogspot.com/2010/03/peran-teknologi-informasi-dan.html

    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi

    http://pas.org.my/v2/kertaskerja/Perkembangan_Demokrasi_di_Indonesia_Cabaran_dan_Pengharapan.pdf

    Nama;Kurnia Ulfa
    NIM;08/269830/PA/12091
    Prodi:matematika

    Posted by kurnia Ulfa | 26 March 2011, 5:29 pm
  38. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

    Teknologi komunikasi dan informasi merupakan salah satu hal yang menjadi tolak ukur suatu kemajuan zaman,bagaimana tidak,coba saja tengok beberapa puluh tahun silam ketika untuk memperoleh informasi saja masih sulit dan membutuhkan proses yang lama,saat ini hanya dalam hitungan detik informasi dari belahan dunia manapun dapat kita jangkau.Saat cara berkomunikasi dahulu masih terbatas pada satu atau dua cara,saat ini banyak cara yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun dalam waktu yang relatif cepat pula,bagaimanapun hal itu cukup membuktikan bahwa zaman kini makin serba canggih.Tak diragukan pula,kecanggihan dari teknologi inipun sedikit banyak berperan dan berpengaruh terhadap gerakan demokratisasi yang ada dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
    Dalam proses demokratisasi sendiri,teknologi komunikasi informasi contohnya berupa internet dapat berperan sebagai sumber untuk mencari isu-isu yang berkaitan dengan sosial,ekonomi,politik,budaya yang kemudian memunculkan kesadaran untuk memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu.Ini merupakan peran yang penting,karena hal ini membuat rakyat sadar akan apa yang terjadi di sekitarnya sehingga demokrasi tidak hanya menjadi wacana saja.Robert W. McChesney (Rich Media, Poor Democracy, 2000) mengemukakan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberi kemudahan bagi publik dalam mengakses informasi, mengembangkan segenap potensinya serta tuntutan perjuangan hidupnya,biarpun menurutnya kemjuan teknologi komunikasi informasi telah menjadi instrumen negara-negara industri maju dan kekuatan elite minoritas pemilik modal guna melakukan hegemoni dan dominasinya atas kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.Meski demikian,yang menjadi pengaruh penting dari berkembangnya teknologi komunikasi informasi adalah bahwa teknologi komunikasi informasi memungkinkan adanya tuntutan ke arah demokratisasi transnasional di seluruh penjuru dunia makin meningkat (Anthoni Giddens, 2000). Tuntutan persamaan hak dan kesejahteraan hidup, kesetaraan derajat, dan desakan terbentuknya keseimbangan tatanan dunia yang lebih adil makin santer disuarakan di belahan dunia manapun. Sehingga hal ini telah membuat dunia makin terbuka, dan melahirkan aneka tuntutan perluasan partisipasi dan pemberdayaan rakyat yang lebih besar.
    Mengingat begitu terlihatnya peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi terhadap gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mungkin membuat adanya beberapa negara yang kebanyakan dengan pemerintah otoriter mengekang atau membatasi penggunaannya,karena menurut mereka hal ini dapat membuat rakyat tidak menyadari keadaan sekitar dan cenderung tidak peduli terhadap kebijakan-kebijakan publik yang ada,kalaupun ada yang peduli mungkin akan kesulitan mencari orang-orang dengan pemikiran sama untuk membentuk suatu gerakan dermokratisasi.Tetapi sebagian besar negara telah mengakui hak atas memperoleh informasi,hal ini menunjukkan di belahan dunia manapun demokrasi telah menjadi harga mutlak untuk keberlangsungan suatu negara.
    Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi berupa media-media sosial yang tersedia dan bisa diakses melalui internet oleh siapa sajapun seperti Kaskus,Weblog,Facebook,Friendster, Wikipedia, YouTube, Flickr, Jaiku, atau Twitter,dan berbagai jejaring sosial lainnya kini mulai marak digunakan sebagai wadah untuk mengaspirasikan opini-opini mereka tentang suatu keadaan yang menurut mereka perlu dikritisi demi terciptanya kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang lebih baik.Tetapi tidak hanya sampai pada pembuatan opini saja tetapi internet juga digunakan untuk mengkomunikasikan atau menyebarluaskan opini yang mereka buat kepada orang lain,sehingga dapat memicu ide-ide lain untuk menyempurnakan opini yang sudah ada untuk melalui proses demokratisasi yang lebih lanjut lagi.Dalam hal ini,berarti secara tidak langsung teknologi komunikasi informasi berpengaruh terhadap suatu rangkaian proses penyatuan beragam ide atau gagasan yang terbentuk dari pikiran banyak orang untuk mengkritisi suatu sikap yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang menjadi hak mereka.Tetapi perlu disadari bahwa mengaspirasikan apa yang menjadi gagasan kita terkadang menuai kontra dari sejumlah pihak,akibatnya akan terjadi suatu perdebatan tentang beragam gagasan yang bertentangan,dan ini sebetulnya tidak mudah dihindari mengingat semua orang berhak mengemukakan apa yang menjadi pemikirannya.
    Sehingga adanya media-media sosial yang ada tersebut mempengaruhi kesadaran bersama yang disebut dengan istilah collective imagination, yaitu pembayangan bersama oleh individu-individu yang berkumpul dalam “dunia maya”, kemudian bersatu untuk merespon “dunia nyata” yang menurutnya menjadi masalah bersama.Di Indonesia,hal ini tampak pada adanya gerakan satu juta facebookers “Cicak Melawan Buaya”, yang menolak kriminalisasi KPK atau gerakan “Koin untuk Prita” yang mampu mengumpulkan ratusan juta koin untuk membayar denda sidang pencemaran nama baik rumah sakit Omni International yang dituduhkan kepada Prita Mulyasari.
    Dimulai dengan pemikiran beberapa orang,lalu memanfaatkan teknologi komunikasi informasi berupa jejaring sosial yang menjadi media ampuh saat ini untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya gerakan-gerakan yang menunjukkan semangat demokrasi rakyat,kemudian mendapat tanggapan dari masyarakat,baik tanggapan pro misalnya dengan mendukung gerakan-gerakan tersebut maupun tanggapan kontra dengan membuat gerakan lainnya yang menentang hal tersebut,setelah melalui berbagai pengkoordinasian dan memperoleh simpati atau perhatian yang cukup dari masyarakat,langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan penyelesaian secara nyata yaitu berupa pembicaraan lebih lanjut mengenai aspirasi yang telah digagas misalnya dengan cara mencari dukungan LSM,atau mengajukan kepada pihak-pihak yang berkaitan dan dirasa mampu untuk menindaklanjuti pemikiran-pemikiran tersebut.
    Misalnya seperti yang saat ini sedang marak dibahas adalah ketika revolusi terjadi di sebagian besar kawasan Timur Tengah, kita dapat menyaksikan peran media sosial dalam membentuk collective imagination sehingga memicu terjadinya demonstrasi.Dalam hal ini,Tunisia dan Mesir sudah menjadi bukti bagaimana peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi berupa media sosial dalam menggulingkan pemerintah yang otoriter. Libya, Yaman, Yordania, dan Bahrain sedang menuju perubahan ke arah demokratisasi.Tetapi untuk melakukan eksekusi terhadap gagasan-gagasan yang ada membutuhkan waktu yang tidak sebentar,mengingat pengkoordinasian yang tepat akan berpengaruh pada keberhasilan suatu gagasan yang diinginkan.
    Dengan demikian,teknologi komunikasi informasi yang dalam hal ini berhungan dengan gerakan demokratisai telah menjadi alat baru yang mampu memberi informasi,menjadi wadah bagi gagasan-gagasan tentang adanya kebijakan publik atau ketidakpuasan terhadap sesuatu hal yang dianggap tidak menjunjung tinggi hak-hak rakyat atau hanya menguntungkan golongan-golongan tertentu saja,dan dapat menjadi pengaruh yang lebih dahsyat lagi apabila gagasan tersebut tidak hanya menjadi suatu kesia-siaan yang berhenti sampai tahap pemberian gagasan saja tetapi ada tindakan lebih lanjut lagi untuk memperjuangkan hak-hak kita sebagai rakyat.Karena pada dasarnya Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat sehingga kita harus memperjuangkan apapun yang menjadi hak rakyat jangan sampai karena tidak memperoleh informasi yang cukup kita menjadi terprovokasi dengan hal-hal yang malah merugikan rakyat.Ada lagi hal yang perlu diperhatikan mengingat peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi yang amat penting dari proses demokrasi terutama pada gerakan demokratisasi yaitu kita sebagai pengguna harus cerdas menampung informasi yang ada,karena salah menerima informasi membuat gagasan yang kita buat juga menjadi tidak akurat karena tidak adanya dasar yang kuat.Oleh karena itu,jadilah pengguna teknologi komunikasi informasi yang cerdas,tidak hanya untuk kesenangan pribadi tetapi juga untuk lebih memperhatikan dunia sekitar serta manfaatkan media-media sosial untuk membela kepentingan publik dan menjaga proses demokrasi karena semakin banyak yang peduli dengan perdamaian dunia semakin akan terciptanya kententraman dan ketertiban dunia.

    Referensi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi#Asas_pokok_demokrasi

    http://asrudiancenter.wordpress.com/2011/03/05/kekuatan-politik-media-sosial/

    http://blog.tempointeraktif.com/digital/media-sosial/

    Globalisasi, Fundamentalisme dan Tuntutan Demokratisasi

    http://www.facebook.com/topic.php?uid=347989061823&topic=13679

    Ajeng Riesmitasari
    08/270124/PA/12218
    MATEMATIKA

    Posted by AJENG RIESMITASARI | 26 March 2011, 4:19 pm
  39. Semenjak tergulingnya rezim orde baru karena kekuatan demonstrasi mahasiswa negara kita menjadi negara reformasi yang katanya akan mereformasi semua lini pemerintahan dan semua sekmen kehidupannya dengan demokrasi. Semenjak itu seakan demokrasi diagungkan di negeri ini. Hebatnya, saat ini Indonesia disebut-sebut sebagai negara demokrasi percontohan di Kawasan Asia. Perubahan secara radikal ini patut disyukuri oleh semua orang yang menganut keadilan dan kebebasan berpendapat. Tapi dibalik itu perubahan ini menjadi bumerang bagi bangsa ini bila salah dalam menginterpretasikan penerapannya.
    Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “demos” yang berarti rakyat dan “kratos/kratein” berarti kekuasaan. Konsep dasar demokrasi berarti “rakyat berkuasa” (government of rule by the people). Secara terminologis demokrasi adalah pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Ada pula definisi lain tentang demokrasi yaitu adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran. Namun demikian penerapan demokrasi di berbagai negara di dunia memiliki ciri khas dan spesifikasi masing-masing, yang lazimnya sangat dipengaruhi oleh ciri khas masyarakat sebagai rakyat dalam suatu negara.
    Menurut Henry B. Mayo dalam bukunya An Introduction to Democratic Theory, tujuan utama demokrasi adalah:
    1.Menyelesaikan konflik secara damai dan melembaga.
    2.Menjamin perubahan masyarakat secara damai.
    3.Melaksanakan pergantian kepemimpinan (suksesi) secara teratur.
    4.Menekan tindak kekerasan sampai minimum.
    5.Mengakui keanekaragaman (toleransi).
    6.Menjamin penegakan keadilan.
    Kelemahan demokrasi adalah:
    Proses pengambilan keputusan lama dan banyak biaya.
    Cenderung mementingkan segi kuantitas suara dan kurang mementingkan kualitas.
    Mayoritas yang berkuasa cenderung menindas minoritas (tirani mayoritas).
    Jika menemui jalan buntu dapat menimbulkan anarki.
    Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
    Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut (Rosenberg, 2001).
    Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
    Pengaruh positif perkembangan teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara antara lain :
    1)Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
    2)Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
    3)Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
    Pengaruh negatif perkembangan teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara antara lain :
    1)Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
    2)Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
    3)Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
    4)Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
    5)Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
    Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
    Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
    Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
    Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
    Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
    Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
    Dalam suatu negara perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu indikasi bahwa negara tersebut maju atau tidak. Dengan kemudahan teknologi informasi warga negara dapat memperoleh kemudahan di segala aspek kehidupan. Perkembangan teknologi informasi di suatu negara tidak selalu memiliki dampak positif tetapi juga memiliki dampak negatif. Dalam kehidupan bernegara kemajuan teknologi ini juga ibarat bumerang. Jika kita tak mampu menggunakan dengan baik dan benar, ia akan berbalik menyerang kita.
    Sumber:
    1.http://dwi-aryanti-sg.blogspot.com/
    2.http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=7124
    3.Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara
    4.Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal

    Riningsih
    08/269565/PA/11973
    Matematika

    Posted by ningsih | 26 March 2011, 4:06 pm
  40. Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (Internet, Jejaring Sosial, dan sejenisya) pada Gerakan Demokratisasi Kehidupan Bermasyarakat.

    Dengan semakin berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan informasi saat ini, membentuk suatu masyarakat informasi. Masyarakat informasi yang dimaksud adalah masyarakat yang telah terkena terpaan media massa dan komunikasi global, masyarakat yang sadar media yaitu menggunakan media untuk berkomunikasi dan mendapat informasi, dan mendapatkan penerangan cukup. Dalam konsep ilmu komunikasi sekarang istilah ini menggambarkan suatu masyarakat baru dengan perubahan yang sangat luas dan bersifat global. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi menyebabkan teritegrasi gambar, teks, dan suara menjadi satu. Hal ini tentu saja merupakan kemajuan dibidang komunikasi..Salah satu bentuk kemajuan tersebut adalah internet, sejak kemunculan internet di awal tahun 1990an, manusia dari berbagai macam bangsa di dunia saling terhubung. Miliaran orang menggunakan teknologi komunikasi ini. Internet telah bertransformasi menjadi media sosial yang menghubungkan jutaan orang dengan satu ide. Internet juga digunakan untuk kepentingan perjuangan politik seperti ketika era reformasi digulirkan oleh kalangan mahasiswa di Jakarta dan diikuti oleh kampus-kampus dikota yang lain, hal yang membedakan secara signifikan gerakan mahasiswa di tahun 1998 ini dengan apa yang dilakukan oleh senior-senior mereka di tahun-tahun sebelumnya adalah penggunaan internet. Peran penting internet dalam pergerakan politik adalah mengumpulkan ide, sekaligus menyebarkannya dengan sangat cepat. Ada dua alasan diperlukannya suatu pemahaman yang baik tentang keterkaitan antara demokrasi dan teknologi. Pertama adalah bahwa sistem demokrasi yang baik pada situasi tertentu akan sangat tergantung pada teknologi. Sebagai misal adalah teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam proses penyebaran berita-berita politik yang merupakah hak setiap warga negara. Atau misalnya teknologi komputasi yang digunakan dalam proses penghitungan suara dalam pemilihan umum. Peran teknologi menjadi penting ketika kita menyadarai bahwa sistem demokrasi yang baik dapat dimanipulasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan melalui penguasaan teknologi tersebut.
    Jika alasan pertama menyorot pada bagaimana teknologi mempengaruhi sistem demokrasi, maka alasan kedua berada pada anak panah yang sebaliknya, yakni demokrasi mempengaruhi proses pengembangan teknologi. Pengembangan teknologi di suatu negara, baik negara dimana peran pemerintah sangat kuat maupun negara liberal seperti di Amerika Serikat, tidak pernah lepas dari peran pemerintah. Pemerintahlah yang memiliki kekuasaan untuk membuat suatu kebijakan teknologi (technology policy). Yang terpenting di sini adalah fakta bahwa pengembangan teknologi merupakan hasil dari suatu proses politik. Sebagai contoh, keberhasilan tim Manhattan Project dalam mengembangkan bom hidrogen yang digunakan dalam tragedi Hiroshima dan Nagasaki setengah abad lebih yang lalu adalah salah satu contoh pengembangan teknologi yang didasari atas motif politik (political impetus). Di Indonesia, kebijakan teknologi menjadi penting jika kita melihat fakta bahwa telah begitu banyak dana pengembangan teknologi dikeluarkan oleh pemerintah tetapi tidak memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
    Sepanjang periode yang sama, internet sebagai media sosial telah menjadi keseharian hidup masyarakat di seluruh dunia. Dari warga biasa, aktivis, konsultan politik, perusahaan telekomunikasi, penyedia perangkat lunak, pemerintah, semuanya menggunakan media sosial sebagai sarana penyebarluasan gagasan-gagasan mereka.Kemajuan ini menimbulkan harapan akan dapat mengatasi tuntutan akan komunikasi dan informasi yang semakin meningkat.
    Meluasnya penggunaan internet sebagai media sosial yang berupa “Facebook”, “twitter”, dan “blog” di kalangan masyarakat sipil berimbas pula pada meluasnya gagasan demokrasi. Hal ini menujukkan adanya perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas.
    Setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait denga isu-isu dan persoalan negara maupun persoalan sosial yang tengah terjadi. Sebagai contoh di Indonesia, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit-Candra, perseteruan RS Omni Internasional dengan Prita Mulyasari, Bank Centuri dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya melalui media sosial seperti “Facebook”, “twitter” dan “blog”. Selain itu, kemajuan teknologi informasi juga mengilhami demokrasi masa depan dengan memudarkan kelemahan demokrasi perwakilan seperti birokrasi yang tidak sehat, wakil yang tak acuh, partisipasi rendah dari warga masyarakat (demokrasi pemilu), manipulasi distrik atau kabupaten dalam pemilu. Dengan adanya demokrasi online, Informasi pemerintah yang rinci terbuka luas untuk diakses oleh masyarakat, diskusi online warga negara terhadap sidang DPR seperti Chatting antarwarga membahas sidang DPR yang mereka ikuti secara online. Hal ini merupakan dampak positif perkembangan demokratisasi di Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ini.
    Dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menyebabkan kesenjangan digital yang berimbas pada kesenjangan demokrasi. Untuk warga masyarakat yang tinggal di pelosok daerah dan minimnya pengetahuan teknologi menyebabkan aspirasi mereka tidak tersalurkan dengan baik sebaliknya, masyarakat yang paham akan teknologi bebas untuk menyalurkan aspirasinya. Orang luar dapat ikut campur dalam proses demokrasi yang bukan haknya dan mengancam kedaulatan warga. Internet juga tidak membantu demokratisasi yaitu peningkatan user tidak menambah kesadaran bernegara, wacana online belum tentu ranah publik (yang aktif dan menguasai adalah kelompok minoritas bukan mayoritas. Dampak negatif lain, terutama pada jejaring sosial seperti penculikan atau penipuan merupakan dampak yang secara tidak langsung dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan pribadi.
    Dilihat dari segi kemanfaatannya, dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi jauh lebih besar dibanding dampak negatifnya. Sehingga, hal ini seharusnya disadari oleh para pembuat kebijakan atau perudang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut. Selain itu juga suara yang menentang kedatangan teknologi ini sampai saat ini masih terdengar, seperti adanya fatwa yang mengharamkan “Facebook” dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda. Ternyata perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi belum banyak disadari oleh seluruh pihak termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi.
    Contoh pengalaman teknologi Informasi dan komunikasi sederhana di Asia, teknologi informasi “sederhana” untuk atasi kendala komunikasi umpama pemakaian HT oleh ibi-ibu Manila untuk pengaruhi pasukan (People’s power,1986), HP atau HT untuk evasi dan mobilitas gerakan (Revolusi Kelas Menengah Thai,1992), pager, transceiver dan siaran radio untuk demo (Indonesia, 1998), SMS (People’s power 2, 2000) serta Mobilisasi dukungan dan pressure (milis, foto-kopi, surat rantai e-mail, dsb)
    Pengalaman di Indonesia sendiri adalah sistem voting elektronik yang dibangun dengan biaya mahal di MPR ternyata tidak dipakai pada waktu pemilihan Presiden tahun 1999 dan digantikan dengan penghitungan yang manual. Namun di AS pun teknologi perhitungan elektronik diganti dengan perhitungan manual dalam Pemilu Terakhir.
    Dalam kaitan budaya demokrasi, penggunaan teknologi informasi untuk demokratisasi tergantung pada budaya demokrasi mayarakat. Baik teknologi Informasi maupun demokratisasi semuanya memerlukan proses pengetahuan, penyadaran dan pembudayaan yang bertahap. Kesenjangan demokrasi akan terjadi jika teknologi informasi dipakai sebelum kesenjangan digital diatasi.

    Referensi,

    http://www.waena.org

    http://www.theindonesianinstitute.org

    http://id.shvoong.com

    http://www.kambing.ui.ac.id

    Endang Tri Hastuti
    08/269937/PA/12136
    Prodi Matematika

    Posted by Endang Tri Hastuti | 26 March 2011, 3:33 pm
  41. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada Demokratisasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

    Seperti yang kita ketahui,teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.

    Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab,agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi,apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun,berbanding terbalik dengan realita yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi, telah membuat masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut.Ambil saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang telekomunikasi dimana zaman dahulu handphone itu sangat langka karena harganya yang mahal berbeda dengan sekarang harga handphone sudah sangat murah dan menjangkau lapisan menengah ke bawah.

    Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu dikarenakan tingginya biaya pendidikan yang harus mereka tanggung. Maka dari itu,pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.

    Proses demokrasi di Indonesia bertambah tahun bertambah warna. Pesona demokrasi membuat partisipasi partai politik bertambah dan berkurang silih berganti. Hal menarik ketika pesona demokrasi ini dilihat dalam pandangan bisnis, politik, dan rakyat. Dalam pandangan bisnis, pesta demokrasi banyak memberikan manfaat pada unit bisnis kecil hingga besar. Percetakan, spanduk, televisi, radio hingga artis banyak meraup keuntungan dari demokrasi ini. Tidak terkecuali dalam bidang teknologi informasi. Banyak sekali aplikasi teknologi informasi yang dibangun/menunjang proses demokrasi. Produk teknologi informasi ini bisa kita sebut edemocracy. Dalam konteks edemocracy, beberapa produk teknologi informasi diantaranya yang banyak dipakai adalah aplikasi quick count. Aplikasi ini bisa berupa SMS gateway,WAP, ataupun Web database application.

    Dalam pandangan politik golongan (partai atau caleg), teknologi informasi digunakan sebagai alat kampanye dan propoganda. Pengumpulan massa maupun anggota banyak dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Produk teknologi informasi yang banyak dipakai untuk kepentingan politik biasanya dalam bentuk portal , chatting, email, blog dan juga bisa berupa aplikasi SMS gateway.

    Dari pandangan rakyat, proses demokrasi yang baik akan berujung pada kesejahteraan bangsa. Dalam artian sederhana, proses itu dapat diawali dengan memberikan hak suaranya pilkada, pemilu maupun pilpres. Peran serta rakyat dalam memilih presiden, partai atau caleg, perlulah berdasarkan atas performa, kejujuran,dan nilai moral yang tinggi dari individu maupun partai politik. Pertanyaannya adalah, seberapa tepat dan benar informasi yang dimiliki rakyat sehingga rakyat mengetahui bahwa yang caleg atau partai yang dipilihnya itu adalah sesuai dengan tujuan akhir kesejahteraan dan kemakmuran bangsa?

    Dari ketiga pandangan diatas, kemunculan teknologi informasi diharapkan memberikan efek yang baik. Tapi seperti apakah secara umum karakteristik teknologi informasi yang dapat dibangun dalam konteks edemocracy?

    Bagaimana sebaiknya infrastruktur TI itu direncanakan dan dibangun sehingga data yang bernilai strategis dikirim dan dikelola bisa tetap aman, selalu tersedia, mempunyai performa yang tinggi, serta mempunyai ketepatan hasil analisa?

    LATAR BELAKANG

    Kemajuan demokrasi di Indonesia semenjak reformasi tahun 1998 sangatlah signifikan sekali. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari semakin terlibatnya elemen masyarakat dalam berpolitik (dengan munculnya banyak partai-partai baru, sebagian daerah bahkan memiliki partai lokal). Demikian juga dengan kebebasan pers/berbicara. Pasca reformasi, kebebasan pers/berbicara yang sejatinya ada dalam salah satu pasal UUD 1945, dalam arti sesungguhnya mengalami kemajuan yang sangat pesat. Masyarakat tidak lagi takut untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, baik lewat media massa & elektronik, LSM, kampus maupun organisasi kemasyarakatan. Tentunya perubahan iklim demokrasi ini diharapkan dapat bertahap (tidak terkontrol) dan berujung pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

    Dalam alam demokrasi sekarang ini, tentunya kerahasiaan, transparansi, kejujuran dan keadilan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang berkaitan dengan kegiatan demokrasi seperti pemilu,, pilpres dan pilkada mutlak dibutuhkan. Tentunya informasi sekrang ini lebih mungkin dapat diakses dengan teknologi. Dalam bentuk teknologi elektronik, kampanye muncul ditelevisi maupun radio, tanpa meninggalkan media cetak sebagai teknologi pendahulu. Memang, kehadiran teknologi elektronik dirasakan telah mempermudah cara orang dan partai menyampaikan proram/kampanyenya. Tentunya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi , diharapkan dapat menyemarakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan demokrasi tersebut diatas dan tidak digunakan untuk kampanye negatif yang saling hina dan menjatuhkan lawan politik.

    Dengan teknologi yang lebih maju sekarang ini seperti teknologi SMS, WAP maupun internet (blog, jejaring sosial, portal dll) , informasi kegiatan demokrasi terasa semakin cepat,mudah dan murah dalam mengaksesnya.. Pada posisi sebagai pengguna, dengan teknologi internet, kita dimungkinkan untuk berpartisipasi memberikan opini publik ataupun dapat mengikuti poolling mengenai kebijakan atau isu yang sedang marak dimasyarakat Pada posisi sebagai pemilik teknologi, kemajuan teknologi perangkat lunak seperti pengolah data (data mining) , memungkinkan dibuatnya sistem atau aplikasi yang sangat berguna untuk pencapaian tujuan politik orang atau partai. Perkiraan-perkiraan kemenangan politik pun dapat diperoleh dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi ini (edemocracy).

    Namun teknologi pun tidaklah tanpa cacat, jika pada tahapan awal, teknologi dirancang tidak sesuai kebutuhan. Hasilnya tentu hanya akan menambah panjang cerita kegagalan proyek IT di negeri kita. Pada tahapan operasional, handalnya sistem atau aplikasi penunjang edemocracy haruslah ditunjang oleh sumber daya manusia dibelakangnya (man behind the machine). Kegagalan dalam mengantisipasi tahapan operasional hanya akan menambah cost dan penurunan produktifitas.

    A. PELAKSANAAN DAN PENGEMBANGAN IPTEK DI INDONESIA

    Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain; cloning, cosmology, cryonics, cyberneties, exobiology, genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.

    Rumusan 4 (empat) nilai luhur pembangunan Iptek Nasional, yaitu :

    1. Accountable, penerapan Iptek harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral, lingkungan, finansial, bahkan dampak politis.
    2. Visionary, pembangunan Iptek memberikan solusi strategis dan jangka panjang, tetapi taktis dimasa kini, tidak bersifat sektoral dan tidak hanya memberi implikasi terbatas.
    3. Innovative, asal katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang bermanfaat. Nilai luhur pembangunan Iptek artinya adalah berorientasi pada segala sesuatu yang baru, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya untuk memproduksi inovasi baru dalam upaya inovatif untuk meningkatkan produktifitas.
    4. Excellence, keseluruhan tahapan pembangunan Iptek mulai dari fase inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, implikasi pada bangsa harus baik, yang terbaik atau berusaha menuju yang terbaik.

    Pesatnya kemajuan Iptek memerlukan penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan Iptek untuk memperkuat posisi daya saing Indonesia dalam kehidupan global.

    B. Dampak atau Pengaruh Teknologi Komunikasi pada Demokratisasi

    Semarang (ANTARA News) – Perkembangan teknologi komunikasi melalui dunia maya atau internet yang berbentuk jejaring sosial, seperti “facebook”, “twitter”, dan “blog” secara tidak langsung ternyata mampu memengaruhi proses demokratisasi di Indonesia.
    “Gerakan demokrasi rakyat yang real justru banyak ditemui lewat jejaring sosial, seperti `facebook`, `twitter`, dan `blog`,” kata pakar komunikasi Universitas Indonesia Prof M Alwi Dahlan usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Diponegoro Semarang, Rabu.

    Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR.

    “Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi,” kata mantan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VII tersebut.

    Ia mencontohkan, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial. “Hal ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu,”katanya.

    Terlebih lagi, kata dia, saat ini banyak ditemui nama-nama pejabat, pengusaha, pendidik, kalangan ulama dan pesantren hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jejaring sosialitu, selain tentunya kalangan anak-anak muda.

    “Pengguna `facebook` di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan,” kata penyandang gelar doktor bidang komunikasi pertama diIndonesia itu.

    Berkaitan dengan dampak negatif dari perkembangan teknologi, terutama jejaring sosial itu, ia mengakuinya, seperti adanya penculikan orang atau penipuan yang berawal dari situs pertemanan tersebut.

    Namun, kata dia, dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi memang lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.

    “Suara yang menentang kedatangan teknologi itu sampai saat ini masih terdengar, seperti adanya fatwa yang mengharamkan `facebook` dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda,”katanya.

    Ia mengakui, perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi tersebut ternyata belum banyak disadari oleh seluruh pihak, termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi.

    “Padahal, perubahan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi mendorong dinamika baru dalam segala segi kehidupan dan hubungan bermasyarakat, berbangsa, antar pribadi, perseorangan, atau institusi,” kata Alwi.

    Sumber ;

    http://www.antaranews.com/berita/1267620134/perkembangan-teknologi-pengaruhi-demokratisasi-indonesia

    http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-peranan-iptek-dalam-meningkatkan-sdm-indonesia/

    http://duniabaca.com/peranan-iptek-dalam-meningkatkan-sdm-di-indonesia.html

    http://restama.com/ebook/menuju-demokrasi-dengan-teknologi-informasi/

    Nama : Yuriska Indah P.
    NIM : 08/265373/PA/11869
    Jurusan/Prodi : Matematika/Matematika

    Posted by Yuriska Indah .P. | 26 March 2011, 3:09 pm
  42. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Jika kita berbicara tentang peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tentu tidak dapat dihindari. Karna dewasa ini kehidupan manusia sehari-harinya tidak dapat dilepaskan dari teknologi. Hampir seluruh aspek erat kaitannya dengan teknologi. Kecanggihan dan kemajuan teknologi saat ini memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di berbagai hal.

    Dengan teknologi segalanya menjadi lebih mudah dan produktif. Tak hanya itu, dengan teknologi manusia dapat mengefektifkan serta mengefisienkan waktu, tenaga serta biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi, sudah bukan hal yang tabu lagi jika manusia zaman sekarang menginginkan segalanya serba instan.

    Inti dari teknologi adalah media. Semua media yang dapat memudahkan manusia dalam mengerjakan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dikatakan teknologi. Bagaimana media tersebut dapat dijalankan atau dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan pengoperasian yang mudah untuk menghasilkan produk yang sebaik mungkin dan memerlukan waktu, tenaga dan biaya seminim mungkin.

    Kemajuan teknologi tidak akan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan tanpa adanya publikasi. Caranya adalah dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Teknologi yang satu ini sangat berkaitan dengan mobilitas kehidupan manusia di era teknologi ini. Beberapa contoh media teknologi informasi dan komunikasi diantaranya adalah ponsel, televisi, radio dan komputer. Selain itu jejaring sosial seperti twitter,facebook,myspace juga tak kalah berpengaruh dalam kehidupan manusia saat ini. Maka tak heran jika perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pun melaju secara signifikan dan dapat dikatakan sangat cepat.

    Teknologi komunikasi dan informasi memegang peranan yang besar terhadap aktivitas kehidupan manusia. Salah satu aktivitas tersebut adalah dalam bidang sosial dan budaya. Bidang ini erat kaitannya dengan hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya, hal sensitif yang dapat mempengaruhi aspek-aspek lain dalam kehidupan.

    Dalam hal sosial dan budaya, teknologi komunikasi dan informasi memberikan dampak yang tak sedikit, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif diantaranya adalah:

    1. Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
    A berada di kota Bandung dan B berada di kota Makassar. Mereka berkomunikasi melalui ponsel. Mereka saling mengabarkan kondisi satu sama lain dan saling bertukar cerita. Itulah sedikit gambaran pemafaatan TIK dalam hubungan interaksi sosial. Walaupun berjauhan dan berada dalam zona waktu yang berbeda, mereka tetap dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi

    2. Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat.
    Sumber informasi tidak hanya berasal dari satu orang saja. Dalam masyarakat, semua orang dapat menjadi sumber informasi. Setiap orang dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media Teknologi komunikasi dan informasi yang ada.

    3. Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
    Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu, publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media teknologi komunikasi dan informasi, misalnya televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru keluar.

    4. Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi.
    Masyarakat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini dibuktikan dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini, hal ini juga dapat memperlihatkan tingkat kompetensi antar individu pun semakin besar.

    5. Adanya “share” budaya antar daerah.
    Kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah dalam setiap bangsa. Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan teknologi komunikasi dan informasi ini pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara.

    Dampak negatif tersebut diantaranya adalah:
    1. Timbulnya jenis kejahatan baru.
    Kejahatan yang timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan. Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK, salah satunya internet.

    2. Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya
    Saat ini perilaku menyimpang di kalangan masyarakat yang sering terjadi melalui jejaring sosial facebook sudah tidak asing lagi terdengar. Bukan hanya barang yang diperdagangkan, bahkan manusia pun diperjualbelikan melalui jejaring sosial ini. Penculikan,pemerkosaan bahkan pembunuhan marak terjadi saat ini. Maka dari itulah, kita harus bisa memilah dan memilih yang baik untuk kehidupan kita kedepannya.

    Selain dampak positif dan negatif diatas, perlu diketahui juga bahwa Perkembangan
    teknologi komunikasi melalui dunia maya atau internet yang berbentuk jejaring
    sosial, seperti “facebook”, “twitter”, dan “blog” secara tidak langsung ternyata mampu memengaruhi proses demokratisasi di Indonesia. “Gerakan demokrasi rakyat yang riil justru banyak ditemui lewat jejaring sosial, seperti facebook,twitter,blog.

    Hal ini menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR. Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi.
    Contohnya, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial.

    Ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu.

    Perlu diketahui, menurut beberapa sumber bahwa Pengguna facebook di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan. Namun dengan adanya hal ini dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi malah semakin lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.

    Suara yang menentang kedatangan teknologi itu sampai saat ini masih terdengar, seperti adanya fatwa yang mengharamkan facebook dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda.

    Jadi perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi tersebut ternyata belum banyak disadari oleh seluruh pihak, termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi. Sehingga semuanya kembali pada masing-masing orang yang memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut.

    Nama : Maratush Khasanah
    NIM : 08/264729/PA/11856
    Sumber : kompas,www.google.com,inspirasi sendiri

    Posted by maratush khasanah | 26 March 2011, 2:19 pm
  43. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (Internet, Jejaring Sosial, dan Sejenisnya) pada Gerakan Demokratisasi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

    Teknologi adalah sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudah kita dalam melalukan kegiatan sehari-hari. Seperti memasak, mencari berita, mengerjakan tugas, dan lain-lain.Dan sekarang teknologi sudah berkembang sangat pesat. Salah satu contohnya adalah teknologi komunikasi informasi. Sekarang untuk menghubungi kerabat yang diluar kota atau bahkan luar pulau, kita tidak perlu repot-repot menghabiskan banyak uang dan tenaga. Kita cukup mengirim SMS atau menelefon. Dan selain itu adalah internet. Disini saya akan membahas tentang manfaat dan kerugian internet, dari kejadian yang sering muncul di sekitar kita secara sederhana melalui sudut pandang saya sendiri.
    Melalui nternet, kita bisa mencari informasi tentang berita didalam negeri maupun luar negeri. Jika kita lupa membaca koran, atau telat melihat berita di televisi kesayangan kita, kita dapat membaca atau melihatnya lagi melali internet. Bayangkan koran yang begitu ribetnya, dan televisi yang begitu besarnya bisa kita ganti dengan benda yang sangat simpel. Internet. Internet yang bisa kita akses melaui komputer, laptop, bahkan handphone. Dengan laptop atau handphone kita bisa mengakses internet dimanapun. Tidak usah membawa koran atau televisi kemana-mana. Sangat simple.
    selain itu, melalui internet kita bisa memperluas wawasan kita dengan banyaknya ilmu dan pelajaran yang kita dapatkan melalui internet. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang disibukkan dengan tugas – tugas kuliah. Kita bisa mencari informasi yang kita butuhkan. Kita juga bisa mencari referensi untuk mengerjakan tugas yang kita cari. Bahkan tugas – tugas kuliah harus dikirim melalui email atau blog. Sekarang kuliah pun ada yang harus kuliah online karena dosen yang sibuk dengan pekerjaan mereka.
    Jika kita ingin membuka usaha seperti butik, toko sepatu, accesories, toko kecantikan, dan sebagainya, kita tidak perlu bingung mencari pinjaman modal ke bank ataupun rentenir untuk mendirikan toko, membeli barangnya, atau memasarkannya. Cukup dengan membuat web, blog atau account jejaring sosial lalu mengupload foto barang yang akan dijual. Lalu pembayaran memalui transfer ke rekening. Dan barang terkirim. Cara ini sering dikenal dengan “Online Shop”. Sangat mudah, tanpa modal yang begitu besar, atau bingung cara membayar utang ke rentenir.
    Dan semakin lama internetpun juga semakin berkembang. Kita bisa mengetahui kerabat yang jauh, teman lama, atau bahkan kita bisa kenal dengan orang-orang baru yang belum kita kenal melalui jejaring sosial. Yang sebelumnya kita harus menyeberangi lautan hanya untuk mencari tahu kabar mereka atau bertemu mereka. Kita harus mengeluarkan banyak uang, tenaga, bahkan waktu kita untuk menemui mereka. Dan bahkan kita hanya mengtahui kabar mereka berapa bulan sekali karena sedikitnya biaya yang kita punya, atau waktu kita yang tidak bisa sering untuk menemui mereka. Ya walaupun bisa lewat surat, tapi surat bisa sampai ketujuan paling cepat satu hari. Dan belum tentu juga langsung dibalas. Tetapi dengan internet, kita tidak perlu menghabiskan banyak biaya. Dan kita yang disibukkan dengan pekerjaan, tidak perlu harus susah-susah mencari waktu untuk pulang kampung atau mengunjungi keluarga kita yang jauh. Cukup dengan membuka komputer, laptop, atau handphone. Bayangkan, motor, mobil, bahkan pesawat atau kapal yang begitu besarnya dapat diganti dengan benda kotak yang bisa kita lipat bahkan bisa kita taruh kedalam saku dan kita bawa kemana-mana.
    Salah satu internet yang memudahkan kita untuk berhubungan dengan orang yang kita kenal atau belum kita kenal adalah jejaring sosial. Dan kini jejaring sosialpun telah berkembang begitu pesat. berbagai macam jejaring sosialyang dapat kita gunakan. Contohnya saja friendster, myspace, facebook, dan yang laris akhir akhir ini adalah twitter. Dengan jejaring sosial, kita bisa menyapa saudara kita atau teman kita. Dan bahkan teman yang sudah lama sekali tidak ada kabarnya, bisa bertemu melalui jejaring sosial. Kita juga bisa berkenalan dengan orang yang jauh.
    Selain itu memberikan banyak manfaat bagi kita, internet juga bisa menjerumuskan kita jika tidak bisa menggunakan internet dengan tepat. Internet menarik kita dengan buaian lembut sehingga kita tidak sadar kita telah terjerumus ke situs yang salah.
    Salah satunya adalah pornografi. Banyak situs porno yang dapat kita akses dr internet. Sangat mudah. Dan bahkan pornografi juga dapat kita cari pada jejaring sosial. Ada yang mengupload photo porno, video porno, bahkan jejaring sosial juga merupakan tempat untuk memperjual-belikan diri mereka ke orang-orang yang dengan gampang mengeluarkan uang untuk memenuhi nafsu birahi mereka. Dan hal semacam itu sampai saat ini belum bisa diatasi oleh pemerintah. Meskipun pemerintah pernah bilang kalau situs porno sudah ditutup, tetapi ternyata situs porno masih bisa diakses dengan mudah.
    Yang kedua, dengan internet terutama jejaring sosial, kita bisa “Mendekatkan yang jauh. Menjauhkan yang dekat” jika kita terlalu asik menggunakan internet atau jejaring sosial. Banyak kita jumpai dikampus, tempat makan, jalan, rumah, dimanapun. Misalnya saja yang sering terjadi disekitar kita. Ada sekumpulan anak muda sedang berkumpul. Tetapi salah satu dari mereka asyik facebook-kan, twitter-an, atau chatting dengan teman jauh. Dia lupa, ada teman disamping mereka. Bahkan diajak ngobrolpun dia tidak memperhatikan. Dia malah asik dengan laptop/handphonenya. Dunianya di dunia maya. Internet.
    Selain hanya browsing atau chatting, jejaring sosial juga menyediakan aplikasi game. Yang jika menang, ada keuntungan tersendiri bagi mereka. Bisa dibilang judi dunia maya. Bahkan itu bisa jadi pekerjaan sampingan mereka, mengingat hasil yang mereka dapatkan lumayan untuk mencukupi kantong mereka. Mereka bahkan sampai lupa pekerjaan mereka, tugas mereka, atau kuliah mereka karena ke-asikan main game tersebut. Ada yang sampai rela begadang semalaman sehingga paginya mereka baru tidur. Dan hasilnya mereka tidak berangkat kerja/kuliah. Selain itu banyaknya Game Net yang membantu mereka bermain game online yang bisa menghasilkan uang. Mereka sampai rela tidur di game net tersebut supaya bisa terus main sampai mereka mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan sekarang juga banyak kompetisi/kejuaraan game online yang hadiahnya lumayan banyak. Ini malah memberikan semangat bagi gamers untuk giat berlatih game. Sehingga makin terbengkalai-lah pekerjaan dan kuliah mereka.
    Yang paling gampangnya saja, karena asiknya facebook-an, twitteran, atau chatting, kita bisa lupa waktu. Bagi umat muslim, ketika mendengar adzan mereka tidak langsung mengambil wudhu lalu shalat. Mereka malah menunda-nunda waktu shalat mereka. Bahkan sampai lupa shalat. Dan karena asiknya menjelajahi dunia maya, mereka sampai lupa sudah waktunya kuliah, mengerjakan tugas / pekeraan mereka, bahkan keluarga mereka. Sehingga sekarang banyak yang selingkuh melalui jejaring sosial. Karena bagi mereka selingkuh melalui jejaring sosial itu lebih mudah dan kemungknan kecil ketahuan oleh pasangan mereka.
    Masih banyak lagi “iming-iming” dari internet yang banyak memberikan kerugian bagi kita jika kita salah memanfaatkannya. Lalu siapa yang akan disalahakan jika semua itu terjadi? Pemerintah? Pembuat jejaring sosial? Pencetus internet? Atau penemu teknologi? Terlalu egois jika menyalahkan mereka. Pada intinya teknologi diciptakan untuk membantu kita. Bukan merugikan kita. Semua kembali kepada diri masing-masing. Bagaimana cara kita memanfaatkan teknologi dengan baik. Sehingga kita bisa mendapatkan banyak manfaat tanpa ada yang harus dirugikan.

    Nama : Desy Nugrahaeni
    NIM : 08/270065/PA/12197
    Prodi : Matematika

    Posted by Desy Nugrahaeni | 26 March 2011, 1:01 pm
  44. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Kebutuhan manusia akan manusia lain membuat interaksi antara satu manusia dengan manusia lain. Oleh karena itulah, maka terbentuk kehidupan sosial yang akhirnya membentuk suatu masyarakat, kemudian bangsa, dan akhirnya membentuk negara. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan pendapat saya tentang interaksi sosial yang akhirnya membentuk suatu sistem demokrasi didalam kedhidupan dengan sudut pandang matematika. Tentunya untuk menyesuaikan dengan topik tugas yang diberikan, saya akan lebih menitik beratkan pada teknologi komunikasi informasi didalam sistem demokrssi. Oleh karena itu, pertama-tama kita akan membahas definisi demokrasi dan teklonogi komunikasi informasi dari beberapa sumber.

    Menurut Wikipedia.org
    Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.
    Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan)

    Menurut teknik-informatika.com
    Teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi

    Dari beberapa definisi di atas tentu sudah sangat jelas teknologi komunikasi informasi sangat berperan dalam demokratisasi didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tentunya teknologi informasi akan mempermudah rakyat dalam berpartisipasi dalam pemerintahan. Namun apa sajakah peranannya? Berikut sebagian kecil peranan tersebut menurut pendapat saya,

    1. Mempermudah rakyat untuk mengkomunikasikan pendapatnya, yang akhirnya memberi kesempatan untuk rakyat dalam proses demokrasi tersebut
    Seperti yang telah kita tau, media internet menyajikan berbagai fasilitas yang sangat mempermudah untuk menyampaikan gagasan pemikiran. Beberapa media yang sering digunakan ialah web, weblog,dan situs jejarin sosial. Berbagai situs jejaring sosial pun mulai berkompetisi untuk menarik minat para pengguna internet untuk berkecimpung disitu. Salah satu situs jejaring sosial yang paling digemari oleh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia adalah Facebook, Twitter, dan Yahoo Koprol. Berbagai situs jejaring sosial tersebut tentunya mempermudah masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah mengenai berbagai isu yang menguak di media. Sebagai contoh seperti kasus Bibit Chandra dan Prita Mulyasari yang pernah memanas. Akhirnya berbagai gerakan masyarakat melalui jejaring sosial pun bermunculan. Tentunya gerakan tersebut akhirnya berdampak besar dalam pengambilan keputusan di pihak terkait. Apalagi kalau melihat yang kasus Prita, akhirnya berbagai elemen masyarakat mulai mengadakan aksi sosial seperti koin untuk Prita. Tentunya uang yang terkumpul tidak hanya cukup untuk menyelesaikan masalahnya, tapi cukup juga untuk kelangsungan hidup keluarganya.

    2. Mempermudah partai politik dan calon yang dijagokan untuk mengkampanyekan partai dan calonnya
    Bisa dilihat ketika masa-masa kampanye, berbagai media cetak dan elektronik mulai dibanjiri oleh kampanye dari berbagai partai politik. Bahkan stadion sepak bola yang sejatinya menyajikan tontonan sepak bola pun disulap menjadi panggung para “artis intelektual” untuk mempromosikan dirinya. Bahkan kerennya, sajian tersebut disiarkan secara LIVE alias langsung. Padahal sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah partai politik melakukan hal tersebut diluar masa kampanye. Salah satu yang menurut saya paling konyol adalah iklan salah satu partai, yang menonjolkan tentang penurunan harga BBM sebanyak tiga kali. Secara fakta memang iklan tersebut benar, namun bila dilihat dari sudut pandang lain terkesan “Pembodohan” masyarakat. Bagaimana tidak, dari anak kecil sampe aki-aki pun pasti tau kalau suatu barang A pada tanggal B harganya naik 1500, kemudian turun 3 kali sebanyak 500 pada masing-masing penurunan pasti harganya tidak berbeda dengan harga ketika tanggal B. Itulah Indonesia.

    3. Mempermudah pemerintah untuk menyampaikan kebijakan dan undang-undang yang dibuat,
    Hal ini tentunya sangat mudah dilihat di berbagai media, salah satunya televisi. Salah satu yang cukup terasa dikalangan perguruan tinggi adalah tentang UU BHP. Akhirnya media yang menjadi alat untuk menyampaikan isi dari UU tersebut yang tentunya mempermudah pemerintah untuk menyampaikan keputusan-keputusannya. Contoh yang lain tentang keadaan para petinggi negara. Beberapa bulan yang lalu, pernah ditayangkan di media televisi tentang kebijakan kenaikan gaji presiden. Meski agak aneh juga sih kalau melihat kondisi rakyat yang dari segi ekonomi masih kalah jauh dari pada negara sebelah, sebut saja Singapura. Meski pernah muncul gerakan Koin untuk Presiden, akhirnya melalui media juga yang membuat citra dari pemerintahan tidak menurun. Dalam hal ini tentunya peranan media tidak hanya dapat untuk menyampaikan saja, namun juga dapat untuk menjaga citra sehingga pemerintah dapat terus eksis dan bertahan hingga akhir periode.

    4. Sebagai alat/media oleh rakyat untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan,
    Perkembangan media yang sangat pesat, membuat berbagai segi pemerintahan yang dulu susah didapat menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Seperti ketika awal pemerintahan presiden SBY, beliau mengungkapkan tentang program 100 hari. Pada akhirnya dari media pula masyarakat dapat menilai keberhasilan dari program-program tersebut. Hal tersebut tentunya dapat membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan, sehingga kehidupan demokrasi menjadi lebih baik.

    5. Mempermudah dalam proses pemilihan umum, baik di tingkat pusat maupun daerah
    Pemilihan umum secara langsung, tentunya melibatkan berbagai pihak untuk berpartisipasi didalamnya. Salah satunya kalangan yang menguasai teknologi informasi. Hal tersebut karena dapat mempermudah proses pemilihan umum, mulai dari saat perancangan konsep, sosialisasi, pelaksanaan, perhitungan suara, maupun sosialisasi hasil perolehan suara. Salah satu wujud nyata yang dapat kita lihat antara lain website KPU. Meski pada pemilu presiden waktu lalu website tersebut sempat dibobol oleh hacker, namun tentunya manfaat dari website tersebut tidak akan hilang begitu saja

    5 poin diatas hanyalah sebagian kecil dari peranan teknologi komunikasi informasi. Andaikan tidak dibatasi 1500 kata, tentu tidak hanya akan dibahas tentang peranan positif dari teknologi komunikasi informasi namun juga sisi negatifnya. Tentunya teknologi komunikasi informasi tersebut bagaikan pisau bermata dua. Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan oleh Kolonel Sus Drs. Mardoto, M.T. ketika mengisi kuliah, “Teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Semoga teknologi komunikasi informasi di Indonesia semakin berkembang, dan tentunya tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab

    Sumber :
    http://wikipedia.org diakses Jum’at 25 Mei 2011 pukul 15.00 WIB
    http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/ Sabtu 26 Mei 2011 pukul 08.00 WIB

    Tinjauan pustaka :
    Dari sumber diatas, saya membutuhkan definisi dari teknologi komunikasi informasi dan definisi demokrasi

    Uha Isnaini
    08/269795/PA/12078
    Matematika

    Posted by Uha | 26 March 2011, 10:06 am
  45. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan Demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
    Teknologi Komunikasi Informasi merupakan salah satu elemen yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi komunikasi informasi pada aktivitas manusia saat ini memang begitu besar. Teknologi komunikasi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan di mana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Teknologi Komunikasi Informasi, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan Teknologi Informasi para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan. Serta dapat mempermudah dan memperlancar pekerjaan.
    Sebagian besar orang telah mengenal berbagai teknologi komunikasi informasi ini, misalnya internet dengan browsing, jejaring sosial, dan sejenisnya. Banyak berita dan manfaat yang diperoleh dari browsing internet maupun jejaring sosial. Sarana ini dapat digunakan untuk saling bertukar informasi, mengeluarkan pendapat, mencari berita dan lain-lainnya sehingga wawasan kita akan bertambah selama informasi yang dicari itu bermanfaat.
    Dengan berkembangnya teknologi komunikasi informasi sekarang ini pasti ada dampak negatif dan positif yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia baik dalam bidang sosial maupun politik (yang paling menonjol). Oleh karena itu, sebaiknya informasi yang diperoleh atau akan dicari hendaknya dipilih dan ditimbang bobotnya, apakah itu bermanfaat atau tidak, sehingga tidak akan menjerumuskan ke hal-hal yang negatif. Istilahnya berita yang diperoleh itu tidak bersifat ‘sara’. Misalnya saja, sekarang ini semakin banyak jejaring sosial yang muncul dan diikuti orang. Dari berbagai jejaring sosial ini, pemilik account dapat menjalin pertemanan dengan siapa saja, berkomunikasi dengan teman lama, menjadikan jejaring sosial tersebut sebagai ‘diary’, dan sarana untuk mengungkapkan apa yang dirasakan si pemilik account tersebut. Namun saya pernah melihat berita di televisi bahwa ada beberapa kasus hilangnya seorang anak setelah dia berkenalan dengan teman di facebook. Hal ini dapat memberi pembelajaran kepada kita untuk berhati-hati dalam mengikuti jejaring sosial, khususnya dalam menjalin pertemanan di jejaring sosial tersebut. Selain itu, jejaring sosial itu dapat dilihat oleh banyak orang yang mengikutinya. Jadi, dalam berbicara hendaknya berhati-hati. Masih dalam lingkup jejaring sosial, sering juga digunakan untuk menyuarakan pendapat atau pikiran mereka, seperti ada Gerakan Facebooker Indonesia Minta Ketegasan SBY terhadap Polri dan Kejagung, Gerakan 1.000.000.000 Umat Pertahankan Makam Mbah Priuk, Gerakan Facebooker Dukung Sri Mulyani dan Boediono, Gerakan 100.000.000 Facebookers Mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta, dll. Banyak grup yang bermunculan dan dijadikan sebagai wadah untuk mengungkapkan pendapat dan pikiran mereka sehingga dapat dikatakan teknologi komunikasi informasi memang sangat berperan pada demokratisasi kehidupan bangsa dan bernegara. Karena setiap orang yang biasanya hanya bisa menyimpan aspirasi mereka, kini mereka bisa menyalurkan aspirasi melalui media-media yang tersedia, bebas berpendapat namun tetap diingat harus berhati-hati dalam menyuarakannya.
    Era industrialisasi sudah berganti dengan era informasi. Paradigma dan praktik pendidikan untuk era informasi tentu berbeda dengan paradigma dan praktik-praktik untuk era industrialisasi. Laju informasi yang beredar sudah tidak bisa dikendalikan baik dari segi jumlah maupun jenis dan dampaknya bagi anak juga sangat besar. Melalui teknologi komunikasi informasi ini, anak-anak diserbu oleh banjir informasi secara dahsyat. Sebagian informasi itu memang bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak. Namun sebagian lain justru bisa merusak anak karena mengandung banyak unsur yang tidak sesuai untuk konsumsi anak (misalnya kekerasan dan pornografi). Hal ini yang justru mengkhawatirkan bila tidak bisa memilih informasi positif untuk dikonsumsi. Pengawasan orang tua sangat diperlukan untuk memberi pengertian kepada anak mengenai informasi apa yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Maka dari itu, satu keterampilan hidup yang amat penting dalam era ini adalah keterampilan mencari, menyaring, memilah, dan memanfaatkan informasi dengan benar dan membuang informasi yang tidak berguna dan merusak. Agar anak bisa memperoleh keterampilan ini, praktik-praktik di sekolah yang berdasarkan model pendiktean, penghafalan, indoktrinasi, dan deduksi sudah tidak sesuai zamannya. Anak perlu mendapat kesempatan untuk menjelajahi kehidupan melalui proses pencarian dan penemuan di sekolah.
    Dampak terbesar selain dilihat dari segi sosial dan politik adalah adanya kemungkinan demokratisasi di bidang pembiayaan dan pendidikan. Hal yang merupakan jembatan menuju perguatan masyarakat madani, membangun harga diri sebagai manusia merdeka yang “individualita”. Masyarakat yang memiliki harga diri akan menolak penyembahan benda dan kedaulatan modal. Rakyat yang berdaulat kini lebih diperkuat posisi kolektifnya dengan kemajuan teknologi yang ada. Kini masyarakat dapat lebih mudah untuk memiliki alat-alat yang membantu mereka mengembangkan usaha dan menikmati hasilnya secara mudah, murah dan menata. Sistem jaringan yang dibangun dengan mendayagunakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi inilah yang membentuk kerangka akses untuk semua orang di abad 21.
    Peran Teknologi komunikasi juga bisa sebagai media transparasi. Karena biaya implementasi yang murah, penyajian informasi yang
    cepat, jangkauan yang luas serta bebas sensor yang memungkinkan
    informasi yang diterima bersifat transparan.

    Karena sifat-sifat tersebut, teknologi informasi menginspirasikan cara-cara baru dalam
    kegiatan seperti partisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik,
    kampanye politik, akses ke lembaga-lembaga pemerintah, kebebasan
    berpendapat (freedom of expression) maupun pemilihan umum.

    Seperti yang akan dilakukan Inggris. Electorals Reform Society berencana
    mempraktikkan pemungutan suara melalui Internet atau online voting. Saat
    ini kesiapan Inggris mengadakan online voting sudah sekitar 60%. Kelak
    sistem ini akan direkomendasikan untuk digunakan dalam pemilihan umum di
    sana.
    Dengan arahan yang tepat dan sedikit dukungan dalam kebijakan publik, teknologi informasi dapat membantu mentransformasikan masyarakat di banyak negara dan posisi pengamat menjadi partisipan. Informasi yang diperoleh juga bisa menjangkau antar negara sehingga berita apapun dari negara luar dapat diketahui. Hal ini yang memicu pengaruh demokratisasi kehidupan bangsa dan negara karena dari teknologi komunikasi informasi ini, masyarakat dapat mengetahui dan menanggapi sesuatu yang berkaitan dengan informasi itu. Selain itu, peranan pendidikan dalam proses demokratisasi menjadi sangat signifikan. Peranan tersebut mendesak, karena perubahan ekonomi dan demokratisasi sedang berjalan pesat secara luas di manapun. Keduanya memungkinkan dan mempercepat bagaimana elemen-elemen baru ini untuk bergabung dengan nilai-nilai tradisional secara sinergis. Hal itu menjadi tolak ukur kesuksesan proses demokrastisasi. Revolusi teknologi komunikasi informasi telah memberikan kekuatan yang sangat besar dalam mengubah paradigma kemanusiaan. Diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi informasi yang diikuti oleh perkembangan proses demokratisasi dapat menjadikan suatu bangsa khususnya bangsa Indonesia agar menjadi negara yang lebih berkembang seiring perkembangan teknologi komunikasi informasinya, dengan catatan berkembang dalam segi positif dan meminimalkan segi negatifnya. Serta memanfaatkan teknologi yang ada untuk hal-hal yang positif dan dapat mengharumkan nama bangsa, bukan membawa nama bangsa dengan informasi yang dapat mencengangkan mata negara lain.
    Sumber :

    http://tech.groups.yahoo.com/group/warnet2000/message/4806

    http://www.coop-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=83&Itemid=102

    Jatmikawati Puspitaning Wardani
    Matematika – 08/269561/PA/11971

    Posted by Jatmikawati PW/Matematika | 26 March 2011, 9:24 am
  46. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

    Menurut Wikipedia,Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
    Teknologi informasi dan komunikasi semakin hari dapat kita rasakan perkembangannya yang semakin pesat. Kita tidak perlu lagi khawatir tak bisa berhubungan dengan orang yang berada di tempat yang jauh dari kita. Tempat yang jauh kini dapat kita jangkau dengan alat-alat komunikasi yang semakin canggih. Berbagai informasi terbaru bisa kita dapatkan melalui jaringan internet yang bagaikan supermarket info. Segala yang ingin kita ketahui dapat dengan mudahnya kita akses melaui internet. Berita-berita terhangat dari berbagai negara dapat menyebar dengan sangat cepatnya. Tetapi tentu saja perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, selain memberi banyak manfaat juga memberi dampak negatif pada kehidupan sosial kita. Akhir-akhir ini masyarakat lebih banyak mencari teman atau aktif di dunia maya daripada di kehidupan riil. Kecenderungan ini tentu saja berakibat buruk, menjadikan masyarat menjadi acuh dengan keadaan sekitarnya. Dan menjadi lebih banyak mengeluarkan uneg-unegnya di dunia maya daripada di dunia nyata. Penyampaian aspirasi pun lebih banyak dilakukan di dunia maya. Mungkin hal ini dikarenakan di dunia maya dirasa lebih bebas dalam menyampaikan aspirasi.
    Kisah menarik dari http://ikotmemberi.blogspot.com. Syukur bisa jadi adalah gambaran remaja kebanyakan di Jakarta. Ia lebih banyak menghabiskan waktu bersurfing di internet dibandingkan membaca koran atau melihat berita di TV. Informasi yang mereka terima kebanyakan berasal dari komunitas yang mereka bangun dari dunia maya. “Waktu itu di-invite temen-temen untuk join ‘Gerakan 1.000.000 facebookers Dukung Bibit-Chandra, gue baru tahu kasus yang dihadapi KPK,” katanya. Syukur mengaku sebelumnya tidak pernah mengenal sosok Bibit Samad Rianto dan Chandara Hamzah yang merupakan petinggi KPK. Melalui grup facebook itulah ia mengenal nama, jabatan dan kasus yang menimpa kedua tokoh tesebut. “Pas udah lihat groupnya, gue jadi tahu, trus gue ikutan join,” katanya. Bahkan, Syukur dan beberapa temannya ikut turun ke jalan pada 8 November 2009, saat gerakan sejuta facebooker menggelar aksi di bundaran Hotel Indonesia. Kisah lain, Pratiwi (20 tahun) mahasiswi jurusan Penyiaran Universitas Paramadina. Mengetahui adanya gerakan koin prita dari facebook, Tiwi, begitu ia akrab disapa, lalu mengajak teman-temannya untuk mengumpulkan koin. “Aku juga sempet tulis di status facebook-ku kalau anak-anak Paramadina lagi ngumpulin koin, jadi kalau ada yang mau nyumbang ya bisa langsung temuin kita di koridor kampus. Hasilnya lumayan juga. Bahkan waktu mau ngasih anak-anak juga pada ikutan,” ceritanya.Kisah nyata ini memberi gambaran kepada kita bahwa perkembangan jejaring sosial di internet turut memberi andil yang besar terhadap perkembangan demokrasi di negara kita. Bahkan memberi pengaruh yang cukup besar terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Terbukti dengan Bibit dan Chandra yang akhirnya dilepaskan dan gerakan koin untuk prita berhasil mengumpulkan dana hampir Rp 650 juta, jauh lebih besar dibandingkan denda yang harus dibayar Prita sebesar Rp 204 juta. Penyampaian aspirasi melalui jejaring sosial ini selain dapat berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah juga berpengaruh terhadap antusiasme masyarakat dalam menanggapi isu-isu politik yang terjadi. Ada juga dampak positifnya yakni masyarakat dapat lebih mengenal dan tau benar sosok-sosok pemimpin mereka serta kebijakan-kebijakan yang diambil oleh wakil-wakil mereka di pemerintahan. Masyarakat juga menjadi lebih kritis dalam menyikapi segala yang terjadi di negaranya.
    Informasi yang dapat menyebar dengan cepat terkadang juga memberi dampak yang buruk. Kesimpangsiuran informasi dapat menjadikan masyarakat menjadi tidak obyektif lagi dalam melihat suatu permasalahan. Atau mungkin saja malah sengaja dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin membuyarkan masalah-masalah dalam suatu negara guna kepentingan pribadi. Isu-isu yang dilempar dapat dengan cepat sampai ke masyarakat. Berita-berita politik yang dibumbui dengan kata-kata provokasi dapat membuat masyarakat dengan cepat terpancing emosinya dalam menyikapi suatu permasalahan. Kemudian menyalahkan pihak-pihak tertentu, yang paling sering disalahkan adalah pemerintah sendiri. Awalnya adalah baik bahwa masyarakat mengkritisi pemerintah, namun jika informasi yang diterima oleh masyarakat tidak dapat dipertanggungjawabkan, bukankah ini menjadi suatu hal yang buruk ketika masyarakat sudah tersulut emosinya dan mengekspresikannya mungkin dengan hal-hal yang tidak patut. Misalnya dengan berdemo yang tidak sesuai etika, seperti melakukan perusakan terhadap rumah-rumah ibadat, instansi-instansi pendidikan, pembakaran foto presiden dsb. Isu-isu yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu dapat memancing emosi masyarakat yang kemudian menyebabkan mereka tidak lagi menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan aspirasinya. Mungkin inilah salah satu contoh yang disebut dengan demokrasi yang salah sasaran dan mengesampingkan etika. Masyarakat juga tidak bisa disalahkan, mungkin perlu adanya pengawasan terhadap informasi-informasi yang beredar di berbagai media, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Informasi yang akan dishare hendaknya disaring terlebih dahulu, mungkin memang sulit melakukan kontrol terhadap informasi-informasi ini, apalagi jika media penyampaiannya berupa jejaring sosial, kita tidak bisa membatasi kebebasan para pengguna untuk menyampaikan apa saja yang mereka ingin sampaikan. Yang paling efektif adalah dari diri kita sendiri, bagaimana menyikapi suatu permasalahan dengan kepala dingin, tidak terpengaruh oleh opini orang, dan cobalah untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang pemerintah juga.
    Yang dapat kita simpulkan adalah, betapa teknologi komunikasi dan informasi ini sudah berkembang dengan pesat. Perkembangan ini sangat berpengaruh pada gerakan demokratisasi masyarakat. Masyarakat menjadi lebih bebas menyampaikan aspirasi dan lebih kritis terhadap pemerintah. Namun yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai teknologi yang sudah canggih ini disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk memprovokasi masyarakat sehingga tidak ada lagi kepercayaan terhadap pemerintah. Dari kita sendiri, perlu kita perhatikan dari mana sumber informasi-informasi yang diterima. Jangan sampai tersulut emosi hanya karena menerima informasi yang tidak jelas tujuannya. Bijaksanalah dalam menyikapi suatu permasalahan.

    Referensi:
    wikipedia.com
    vikhi.com

    http://ikotmemberi.blogspot.com

    Nama : Yosephine Kurnia Sih Wulantri
    NIM : 08/269842/PA/12100
    Prodi : Matematika

    Posted by yosephine kurnia sih wulantri | 26 March 2011, 8:16 am
  47. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara :

    Teknologi Komunikasi Informasi merupakan upaya penyampaian informasi yang telah di olah dan berisi penjelasan ataupun pesan pembangunan melalui komunikasi dan media massa.Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan dan pembinaan kehidupan bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan nasionaldalam upaya mencapai cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

    Dalam upaya mewujudkan kondisi tersebut, komunikasi, dan media massa dituntut untuk mampu menyalurkan dan menjelaskan pengertian yang terkandung dalam kebijaksanaan pembangunan, mampu menjelaskan segala pemikiran dasar bangsa, segala rencana, segala langkah, dan segala permasalahan pembangunan serta menampung aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat untuk terselenggaranya kontrol sosial yang dinamis dan konstruktif, dan mampu mempersiapkan kondisi mental masyarakat yang penuh dengan pengertian dan kesadaran untuk berperan serta aktif dan kreatif dalam pembangunan nasional dan sekaligus ikut memantapkan stabilitas nasional.

    Komunikasi, dan media massa ditujukan untuk mewujudkan masyarakat yang sadar informasi,yaitu terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan informasi yang mendukung pelaksanaan pembangunan, dan terciptanya interaksi terbuka yang bertanggung jawab antarmasyarakat serta antara masyarakat dan Pemerintah dalam proses komunikasi, serta meningkatnya peran serta aktif masyarakat dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Selanjutnya, pembangunan penerangan, komunikasi, dan media massa juga ditujukan untuk meningkatkan isi dan mutu serta memperluas jangkauan kegiatan penerangan ke seluruh pelosok tanah air, termasuk daerah terpencil, daerah perbatasan, dan kawasan timur Indonesia, melalui media cetak, elektronik, dan media tradisional yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan sarana serta prasarana pendukung yang memadai.

    Penyebaran informasi pembangunan ke seluruh wilayah tanah air telah meningkat. Demikian pula, peran serta dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan, terbinanya kehidupan masyarakat yang mengarah kepada terwujudnya masyarakat Pancasila, serta makin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.Melalui pusat informasi dan lembaga komunikasi masyarakat tersebut, telah dapat ditingkatkan komunikasi timbal balik sehingga selain telah dapat meningkatkan pemerataan informasi juga meningkatkan tersalurnya aspirasi masyarakat.Dengan berkembangnya kelompok informasi perdesaan terse-but, penyebaran dan pemerataan arus informasi dalam upaya menciptakan masyarakat yang sadar informasi di perdesaan dapat berkembang dan langsung menemui sasaran.

    Makin derasnya arus informasi lintas batas negara yang disebabkan oleh kemajuan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi, memberikan dampak, negatif dan positif. Dengan demikian media massa nasional dihadapkan pada tantangan untuk dapat mengatasi dampak negatif yang diakibatkannya dan mengembangkan aspek positifnya bagi kemajuan bangsa.Makin intensifnya arus informasi yang tidak lagi mengenal batas wilayah negara, mengakibatkan dunia akan menjadi ajang pertentangan berbagai kepentingan melalui arus informasi itu dan hanya yang memiliki keunggulan teknologi, finansial dan sumber daya manusialah yang mampu berperan serta dan mendapat akses dalam sistem informasi dan komunikasi global. Hal itu merupakan kenyataan dan tantangan yang harus dihadapi sejalan dengan perkembangan pembangunan nasional.

    Terdapat gejala adanya dorongan yang semakin kuat pada media massa (pers dan media elektronika) untuk menarik minat pembaca dan pemirsa dengan berbagai materi yang berorientasi komersial yang dapat menimbulkan tantangan terhadap idealisme media massa Indonesia yang memiliki ciri sebagai pers perjuangan dan berakarkan budaya bangsa.

    Dewasa ini globalisasi tentunya sudah tidak asing bagi kita.Globalisasi tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapan dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif.Ada pula dampak negatifnya. Oleh karena itu, kita harus mempunyai penyaring (filter) untuk menghadapinya agar kita tidak terlindas oleh jaman. Justru sebaliknya, kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia.

    Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya.Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
    Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.
    Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
    Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

    Bangsa Indonesia merupakan bagian dari bangsa di dunia. Sebagai bangsa, kita tidak hidup sendiri melainkan hidup dalam satu kesatuan masyarakat dunia (world society). Kita semua merupakan makhluk yang ada di bumi. Karena itu, manusia secara alam, sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya tidak dapat saling terpisah melainkan saling ketergantungan dan mempengaruhi.

    Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan manusia secara global telah melibatkan seluruh umat manusia. Secara khusus gelombang globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan manusia, yaitu arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.

    Jika masyarakat atau bangsa tersebut tidak siap menghadapi tantangan-tantangan global yang bersifat multidimensi dan tidak dapat memanfaatkan peluang, maka akan menjadi korban yang tenggelam di tengah-tengah arus globalisasi.

    Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang sangat kuat yakni gelombang demokratisasi. Sesudah perang dingin dan rontoknya komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik. Angin demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara. Mereka melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.

    Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin marak dan tuntutan akan keterbukaan politik semakin terlihat.

    Dari sisi budaya, era globalisasi ini membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat suatu negara. Oleh karena itu, kita seharusnya waspada dan pandai menyiasati pengaruh budaya silang sehingga bangsa kita dapat mengambil nilai budaya yang positif yaitu mengambil nilai budaya yang bermanfaat bagi kehidupan dan pembangunan bangsa serta tidak terjebak pada pengaruh-pengaruh budaya yang negatif.

    Kita juga harus belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan masing-masing tanpa melunturkan nilai identitas budaya bangsa kita. Dengan memahami perbedaan dan persamaan kebudayaan tadi akan menumbuhkan saling pengertian dan saling menghargai antar kebudayaan yang ada.

    Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan akan membuat setiap bangsa menjadi bagian dari sistem nilai dunia.

    Globalisasi ekonomi memungkinkan terjadinya sinergi positif antara beberapa kelompok ekonomi dalam negeri dengan kelompok ekonomi luar negeri. Sinergi ekonomi positif yang berciri multilateral ini perlu diarahkan untuk tidak mematikan kelompok-kelompok ekonomi yang sejenis di negara-negara yang beraliansi ekonomi secara multilateral tersebut.

    Secara politis, era globalisasi dapat menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yaitu kesadaran hak dan kewajibannya serta kesadaran tanggung jawab dalam bernegara. Pada masa reformasi, demokrasi telah membawa perubahan-perubahan yang besar diantaranya pelaksanaan pemilihan umum legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.

    Aspek negatif globalisasi dapat dicontohkan sebagai berikut : Berhadapan dengan kekuatan global negara-negara dunia ketiga akan sulit mempertahankan pola produksinya dan sulit meningkatkan taraf hidupnya. Pada umumnya negara-negara berkembang akan terperangkap dengan hutang-hutangnya yang semakin lama semakin menggelembung.

    Dari sudut pandang politik, arus globalisasi telah mengembuskan demokratisasi di banyak negara. Apa yang terjadi di kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban di antara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terjadinya gejala disintegrasi ini karena penguasa atau elit politik dianggap sudah tidak lagi memperhatikan nasib dan kepentingan rakyat. Sebaliknya, penguasa hanya mementingkan kepentingan diri, keluarga, dan kelompoknya.

    Proses globalisasi yang membawa dampak positif maupun dampak negatif telah menembus ke segala penjuru dunia tanpa mengenal batas administrasi negara. Oleh karena itu, tindakan preventif yang harus kita lakukan terhadap arus globalisasi yaitu bersikap waspada dan selektif terhadap segala macam arus globalisasi tersebut. Untuk itu kita harus memiliki ketahanan nasional yang kuat.

    Sikap selektif dapat diartikan sebagai sikap untuk memiliki dan menentukan alternatif yang terbaik bagi kehidupan diri, lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara melalui proses yang berhati-hati, rasional, dan normatif terhadap segala macam pengaruh dari luar sehingga apa yang telah menjadi pilihan dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh tanggung jawab.

    . Nilai Dasar Pancasila sebagai Filter Arus Global

    Kita mempunyai nilai dasar yang dapat membentengi pengaruh buruk akibat arus globalisasi. Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari budaya luhur bangsa.

    Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk bersikap adil kepada sesama, menghormati harkat dan martabat manusia, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

    Nilai persatuan Indonesia memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk senantiasa menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

    Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk bersikap demokratis yang dilandasi dengan tanggung jawab.

    Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memberikan pemahaman dan penyadaran kepada bangsa Indonesia atas hak dan kewajibannya yang sama dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran. Oleh karena itu, kita harus dapat mengembangkan nilai dan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat.

    Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.

    Dalam era global, suatu masyarakat/negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara mengisolasi diri dari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan.

    Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pun ada. Salah satunya era globalisasi pada sistem politik. Bangsa Indonesia telah menerapkan kehidupan berdemokrasi yang telah membawa perubahan-perubahan yang besar, diantaranya pelaksanaan pemilu legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Itu dampak positifnya.

    Sedang dampak negatifnya ialah pada kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban diantara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Seperti munculnya Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka.

    Sumber : http://www.bappenas.go.id
    http://www.gudangmateri.com

    Nama : Agus Fajar Nugroho
    NIM : 08/269658/PA/12018
    Prodi: Matematika

    Posted by agus fajar nugroho | 26 March 2011, 8:13 am
  48. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos artinya rakyat dan kratein yang artinya pemerintah. Jadi demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Abraham lincoln menyatakan bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk raktyat. Proses menuju demokrasi itu yang disebut demokratisasi. Demokratisasi membuat penguasa tidak otoriter dan menjadi diktator, sehingga nantinya hak-hak rakyat akan diperhatikan. Oleh karena itu, besarnya partisipasi rakyat sangat diperlukan untuk mengembangkan demokrasi tersebut. Demokratisasi menunjukkan adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik baik secara langsung maupun tidak langsung (perwakilan).

    Seperti pernyataan berikut ini :” Demokratisasi adalah suatu perubahan baik itu perlahan maupun secara cepat ke arah demokrasiDemokratisasi ini menjadi tuntutan global yang tidak bisa dihentikan. Jika demokratisasi tidak dilakukan, maka bayaran yang diterima adalah balkanisasi, perang saudara yang menumpahkan darah, dan kemunduran ekonomi dengan sangat parah.” (BJ Habibie 2005)

    Sekarang ini, jumlah penduduk sudah sangat banyak sehingga dibutuhkan teknologi untuk menyalurkan aspirasi rakyat guna membantu membuat kebijakan publik. Sistem demokrasi yang baik juga tergantung pada teknologinya. Teknologi informasi bisa digunakan dalam penyebaran berita-berita politik sehingga membuat masyarakat bisa ikut serta dalam pemerintahan. Sebagai contoh misalnya internet, jejaring-jejaring sosial (facebook, twitter, dan blog), televisi, dan perhitungan suara dalam pemilu menggunakan komputasi.

    Pada amandemen UUD 1945 pasal 28F : “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia.”

    Perkembangan teknologi komunikasi melalui dunia internet yang berbentuk jejaring sosial secara tidak langsung mampu mempengaruhi proses demokratisasi di Indonesia. Peranan jejaring sosial dalam melakukan gerakan sosial di internet tidak akan efektif dan cepat menjangkau ke berbagai pelosok negri. Informasi dan gerakan demokrasi disebar tanpa adanya hambatan dari penguasa dan pemerintah. Aspirasi rakyat dapat disalurkan juga melalui telepon dan televisi. Dengan demikian masyarakat bisa terlibat dalam proses pembuatan kebijakan publik. Antara rakyat dan pemerintah terjadi proses negosiasi sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini juga akan membuat transparansi kebijakan publik. Gerakan demokratisasi rakyat banyak ditemui di dalam jejaring-jejaring sosial seperti facebook, pada waktu kasus Gayus muncul di televisi maupun media cetak, maka masyarakat mulai tidak percaya dengan yang namanya bayar pajak gayus dan kawan-kawannya. Hal ini kemudian juga menyulut protes dari berbagai kalangan, diwujudkan dengan menggelar aksi demo turun ke jalan. Kemudian di dunia maya pun terpengaruh. Ramai-ramai orang di internet, jejaring sosial membuat grup boikot bayar pajak dan berbagai istilah lainnya. Masyarakat menjadi sangat kritis terhadap situasi politik pemerintahan. Sehingga mau tidak mau pemerintah pun harus berpikir secara matang untuk menentukan kebijakannya.

    Kasus lain pada negara-negara di Timur Tengah, seperti Arab saudi, Libya, dan Iran tetap saja bergejolak karena tidak adanya kebebasan dan demokrsi. Keberadaan media juga mempercepat revolusi tersebut. Saat ini media telah berkuasa dalam mempengaruhi pikiran, peranan dan perilaku publik. Kekuatan media massa sebagai saluran untuk mempengaruhi masyarakat, telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Saat ini dengan ditunjang adanya kebebasan informasi publik, media telah menjadi kekuatan baru selain kekuatan uang, dan kekuasaan dapat mempengaruhi kebijakan politik, bahkan hukum. Dengan cepat informasi beredar ke seluruh dunia sehingga menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Berbagai massa dihimpun untuk menjatuhkan kedudukan penguasa karena dianggap otoriter dan tidak adanya demokrasi. Alhasil pemerintah pun turun dari jabatan yang telah didudukinya selama berpuluh-puluh tahun.

    Contoh lain yang akan dibahas adalah tentang perhitungan suara pada pemilu menggunakan komputasi. Penggunaan teknologi informasi pada pemerintahan sudah memasuki babak baru. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah yang menggunakan teknologi informasipada pemilu. Dengan digunakannya teknologi informasi pada proses pemilihan maka akan mempercepat proses yang akan mengakibatkan pada pengefektifan anggaran. Teknologi informasi berperan besar dalam pemilihan umum (pemilu). Sistem komputasi suara pemilih dan komunikasi data telah terlihat sejak dulu. Teknologi ini baik dalam hal kecepatan perhitungan dan pengiriman informasi data maupun sistem pengamanannya, dikembangkan sesuai dengan tuntutan yang semakin tinggi. Dengan demikian, kemajuan teknologi informasi itu dapat menjawab kebutuhan yang ada pada masanya. Cara yang digunakan untuk perhitungan tersebut adalah quick count (hitung cepat). Ini adalah sebuah sistem informasi berbasis web yang menggambarkan informasi pemilihan umum dan merupakan suatu metodologi yang menggunakan pendekatan statistik. Hal ini dinilai sangat penting karena metode ini bisa memberikan hasil sementara perhitungan suara pemilu yang sedang berlangsung dengan waktu singkat.

    Tetapi masalah yang dihadapi penggunaan teknologi tidaklah mulus tanpa masalah, sebaliknya sistem teknologi informasi pemilihan umum termasuk salah satu titik rawan dari pelaksanaan pemilu. Salah satu yang bisa terjadi adalah gangguan dalam sistem komputerisasi yang dilakukan hacker. Selain problem kotak suara, gangguan hacker pada sistem informasi perhitungan suara patut diwaspadai. Karena gangguan hacker, sistem pemilu dengan teknologi informasi tidak dianggap sah oleh undang-undang. Karenanya yang dianggap sah adalah hasil perhitungan manual. Namun, jika sistem informasi ini tidak dijalankan dengan benar, maka masyarakat akan menilai bahwa pemilu kacau balau. Dalam pemilu, penggunaan teknologi informasi jelas akan berdampak banyak pada proses dan cara. Pemilu yang tadinya tertutup selama puluhan tahun, maka dengan menggunakan teknologi informasi, pemilu akan lebih transparan. Karena sifat data yang berupa digital maka proses penyimpanan pengolahan data akan lebih mudah dan cepat. Setiap orang akan dengan mudah melihat hasil yang dicapai. Proses pengolahan data dari masing-masing tempat pemilihan akan cepat. Kemudian solusi yang sebaiknya dilakukan untuk penanggulangan masalah hacker yaitu menindak secara tegas cyber crime, melengkapi sistem dengan yang lebih canggih atau kelengkapan sistem, dan penguatan sumber daya manusia yang berkualitas jelas sangat dibutuhkan. Jadi peranan teknologi informasi sangatlah penting bagi gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Diharapkan ke depannya Bangsa Indonesia akan lebih maju dan lebih akan terwujud pemerintahan yag rakyatnya sejahtera, makmur, dan sentosa.

    Sumber :

    http://www.wikipedia.org/

    http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/02/79181/Gejolak-Timur-Tengah-Dipelopori-Kaum-Muda-Bukan-Parpol 02 Maret 2011
    Google : kasus di indonesia tentang teknologi informasi yang mempengaruhi demokratisasi
    google : perhitungan suara pemilu dengan komputasi
    Budiyanto, KEWARGANEGARAAN UNTUK SMA KELAS X, jakarta, erlangga,2004.

    NAMA : FITRIATI SOLIKHAH
    NIM : 08/270051/PA/12191
    PRODI: MATEMATIKA

    Posted by FITRIATI SOLIKHAH | 26 March 2011, 1:38 am
  49. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.
    Pengertian Teknologi komunikasi informasi adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain. Kebebasan arus berkomunikasi saat ini juga merupakan dampak dari globalisasi, kebebasan tersebut juga dapat dilihat dari kebebasan dalam berpendapat.
    Teknologi komunikasi informasi merupakan sarana yang tepat menyalurkan aspirasi rakyat dalam gerakan demokratisasi dapat disalurkan melalui telepon seluler maupun melalui internet. Sarana tersebut mempermudah mayarakat menaylurkan aspirasinya sebagaiwarga Negara yang mempunyai hak untuk menyalurkan pendapatnya kepada pemerintah. Jadi, masyarakat bisa dengan bebas mengemukakan apa yang mereka suka dan apa yang mereka tidak suka dari pemerintahan negaranya.
    Melalui teknologi komunikasi dan informasi transparansi, kebebasan berpendapat, dan pengajuan saran. Hal ini merupakan pilar demokrasi yang utama. Permintaan masyarakat ini perlu difasilitasi dengan jejaring sosial yang luas antara masyarakat ke masyarakat dan masyarakat ke pejabat tinggi.
    Teknologi informasi memberikan fasilitas jaringan sosial yang luas bagi kegiatan komunikasi antar pejabat negara dan masyarakat. Sebagai contoh realisasi kini sudah banyak negara-negara maju yang memulai penerapan kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi secara penuh untuk menghubungi antar departemen dan pemerintahan. Kegiatan ini disebut sebagai e-government. Bahkan seperti di negara Amerika presidennya berpidato seminggu sekali dan menjawab pertanyaan khusus dari dan kepada rakyatnya menggunakan aplikasi yang ada di internet. E-Government adalah kegiatan pemerintahan yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat pembantu utamanya. Kegiatan khas dari e-government adalah informasi yang terbuka bagi masyarakat, interaksi yang nyata dan realtime, dan adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam berkontribusi untuk pengembangan pemerintahan.
    Contoh sarana teknologi informasi komunikasi , misalnya via SMS, blogging,jejaring sosial, portal pemerintahan, email dan lain sebagainya.
    • SMS
    Kini hp tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, namun juga berfungsi sebagai alat penyampaian pendapat ke ruang publik. Saat ini juga dibuka penyampaian aspirasi masyarakat melalui pesan singkat karena telah dibuka nomor khusus untuk menyampaikan aspiirasi dan pendapatnya.

    • Blogging
    Blogging adalah kegiatan menulis informasi, baik berita maupun artikel, dan diletakkan di halaman yang dapat diakses. Bagi negara yang sudah menerapkan e-government maka kegiatan blogging adalah sebuah hal yang wajib dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui kegiatan apa yang sedang dilakukan pemerintah. Dengan adanya blogging mendekatkan hubungan pemerintah ke masyarakat. Masyarakat dapat mengomentari apa yang pemerintah tulis. Dengan demikian demokrasi dapat terjalin dengan nyata dan pemerintah dapat segera mengevaluasi diri.

    • Jejaring sosial
    Biasanya masyarakat mengakses facebook, twitter dan juga berselancar di internet. Syukur semakin keranjingan mengakses internet setelah menggunakan Blackberry (BB). Ia selalu update dengan status facebooknya dan makin sering bertwiiter ria. Kebanyakan pararemaja lebih banyak menghabiskan waktu bersurfing di internet dibandingkan membaca koran atau melihat berita di TV. Informasi yang mereka terima kebanyakan berasal dari komunitas yang mereka bangun dari dunia maya. Sejauh ini suara-suara silent majority di dunia maya tersebut cukup ampuh dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Bersama-sama dengan media massa, demokrasi ala facebooker dan twitter ini berhasil memberikan tekanan terhadap pemerintah. yang paling penting adalah, situs pertemanan membuat tingkat partisipasi politik di Indonesia meningkat. Facebook telah menjadi media alternatif bagi masyakarat untuk mendapatkan informasi. Jika informasi di media massa harus melalui proses penyaringan yang sangat banyak, di situs pertemanan informasi mengalir tanpa perantara. Hal tersebut tentu sangat penting bagi ketersediaan informasi. Selain itu, situs pertemanan juga menyediakan peluang yang sangat besar untuk seseorang menyebarkan informasi kepada jaringannya. Setiap pemilik akun di situs pertemanan berpotensi menjadi sumber informasi, termasuk juga informasi tentang isu-isu politik.

    Misalnya kita bisa melihat kalau akhirnya Bibit dan Chandara dilepaskan. Gerakan koin untuk prita berhasil mengumpulkan dana hampir Rp 650 juta, jauh lebih besar dibandingkan denda yang harus dibayar Prita sebesar Rp 204 juta .

    • Portal Pemerintahan
    Portal adalah sebuah website khusus yang menyediakan tempat bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses. Portal ini menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin mengetahui perkembangan dari kegiatan pemerintah. Portal ini juga memberikan tempat agar warga dapat berinteraksi dengan pejabat dan pelayanan masyarakat secara langsung.

    • Email
    E-mail adalah surat elektronik yang dikirimkan menggunakan jaringan antar komputer. Untuk negara yang sudah siap dengan e-government kegiatan surat-menyurat sudah di efesiensikan semaksimal mungkin menggunakan media elektronik. Berita yang disampaikan kepada sebuah instansi dan pejabat tertentu akan lebih mudah dan cepat dengan keamanan informasi yang tinggi.
    Dalam gerakan demokratisasi teknologi komunikasi informasi mempuyai peranan penting baik pengaruh positif maupun pengaruh negative.
    Pengaruh Positif
    • Teknologi komunikasi informasi pada dewasa ini semakin mempermudah demokratisasi masyarakat. Melalui alat komunikasi dan informasi masyarakat dapat dengan bebas menyampaikan aspirasi masyarakat demi kemajuan bangsanya. Sedikit banyak pasti suara suara masyarakat tersebut dapat mempengaruhi dan menekan pemerintah supaya tidah semena-mena dalammenjalankan pemerintahan.
    • Teknologi komunikasi informasi juga mempercepat penyampaian informasi tentang permasalahan pemerintahan dll.
    • Kegiatan-kegiatan negara sedini mungkin menunjukkan transparansi kepada masyarakat. Masyarakat yang dapat melihat kegiatan negara maka dapat menjadi semakin kritis dan memberikan solusi tepat guna. Kegiatan yang ditutup-tutupi oleh negara hanya akan memberikan rasa tidak percaya dari masyarakat.

    Pengaruh Negatif
    Teknologi informasi komunikasi menyebabkan masyarakat menjadi terlalu bebas dalam berpendapat sehingga kadang-kadang ada sebagian masyarakat yang menyampaikan pendapatnya secara tidak pantas.

    Tentunya kebebasan berpendapat dan berbicara ini tidak lepas dari makin majunya IT dan telekomunikasi. Selain itu, faktor yang juga tak kalah penting adalah tarif telekomunikasi yang semakin murah. Syukur, yang seringnya menggunakan pulsa internet harian di blackberrynya dan bisa mengakses informasi dengan murah, dimana saja dan kapan saja.
    Saat ini, para penyedia layanan telekominikasi, berlomba-lomaba membuat tarif yang murah untuk mengakses internet. Lalu, mereka juga bekerjasama dengan produsen hp membuat perangkat yang murah, lengkap dengan aplikasi facebook, yahoo messenger, twitter, dan opera mini.
    Murahnya tarif otomatis berpengaruh pada semakin banyaknya komunikasi data yang terjadi, tak lagi komunikasi semisal telepon ataupun sms. Yang paling penting, murahnya tarif juga berpengaruh pada tingkat partisipasi politik dan dan demokrasi. Partisipasi politik tak lagi sekedar mencoblos tapi juga membuat dan mengikuti gerakan sosial yang ada di situs pertemanan.

    http://ikotmemberi.blogspot.com/2009/12/teknologi-seluler-dan-pengaruhnya.html

    http://giripp.blog.upi.edu/2010/11/05/dampak-teknologi-dan-informasi-pada-bidang-politik-pemerintahan/

    Dian erawati
    08/270026/PA/12181
    MAtematika

    Posted by Dian Erawati | 25 March 2011, 8:50 pm
  50. Tugas 2 Kewarganegaraan
    Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    Menurut saya teknologi komunikasi informasi seperti internet, jejaring sosial dan sejenisnya mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pada gerakan demokratisasi, apalagi untuk era globalisasi seperti sekarang ini, dimana peran teknologi komunikasi informasi ini sangat menentukan dalam penyampaian informasi semisal untuk suatu kebijakan pemerintah ataupun hal yang lain. Sejalan dengan tingkat perkembangan teknologi komunikasi informasi yang kian pesat, maka metode komunikasi informasi pun mengalami perkembangan yang pesat pula. Namun semuanya itu, mempunyai fungsi yang sama yakni sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan, ide, dan gagasan, kepada pihak lain hanya saja model yang digunakannya berbeda-beda.
    Dengan adanya teknologi komunikasi informasi maka dengan ini terbuka akses publik tentang berbagai informasi, salah satunya yang berkaitan dengan informasi kepemerintahan. Dari sini maka masyarakat dapat dipastikan memperoleh informasi tentang prosedur, peraturan, perundangan, dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah, selain itu masyarakat dapat pula mendapatkan berita atau informasi yang memang menjadi hot news. Tetapi partisipasi publik tidak dapat terlaksana tanpa adanya transparansi yang diberikan, sehingga dari sini perlu adanya mekanisme yang jelas dan benar dalam proses pengambilan keputusannya. Kebebasan informasi dan kebebasan pers sebagai bagian dari proses demokratisasi, merupakan fenomena global yang tidak mungkin di hindari, oleh karena itu pemerintah harus terus berusaha untuk mnciptakan iklim kondusif bagi proses demokratisasi. berhak untuk berkomunikasi dan
    Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi informasi dewasa ini secara mendasar telah membawa implikasi terhadap perubahan dan pembaharuan kehidupan masyarakat baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertanahan dan keamanan. Selain itu teknologi komunikasi informasi juga dapat berperan sebagai media untuk berdialog tentang perbedaan pandangan yang ada dalam masyarakat atau diantara pemegang kekuasaan, sehingga dari sini dapat ditampung berbagai pendapat, pandangan, dan paradigma dari masyarakat yang ikut andil dalam membangun negara menjadi lebih baik. Dari sini maka dapat dilihat juga peranan dari teknologi komunikasi informasi yang lain yaitu merupakan insentif tentang publik bagaimana belajar, memilih, dan menjadi terlibat untuk ikut proses politik.
    Keikutsertaan masyarakat dalam menentukan kebijakan politik ini dapat disampaikan melalui teknologi komunikasi informasi dengan partisipasi dalam poling jajak pendapat dan diaolg interaktif. Dimana poling atau jajak pendapat tersebut akan merefleksikan kebijakan para politisi. Seperti pada hasil poling dari masyarakat pemilih pada pemilu tahun 2009 yang mengharapkan pemerintah hasil pemilu dapat memprioritaskan perbaikan ekonomi, dan hanya sebagian kecil dari masyarakat yang memilih untuk prioritas pemberantasan korupsi. Sehingga hal ini menjadi kekhawatiran para aktivis anti korupsi bahwa hasil itu akan mempengaruhi arah kebijakan pemerintah.
    Perkembangan teknologi informasi khususnya jejaring sosial seperti facebook saat ini bisa membantu para politisi untuk menyebarkan dan mengefektifkan penyebaran pengaruhnya. Dulu para politisi mengandalkan ceramah, buku-buku dan berbagai bentuk propaganda tertulis maupun langsung. Munculnya televisi dan radio memungkinkan para politisi untuk menyebarkan pesan dan pengaruhnya secara massal. Namun, penyebaran yang massal tersebut sebenarnya belumlah efektif. Personalisasi dalam penyebaran propaganda dan pengaruh para politisi dimungkinkan ketika teknologi internet dan situs jejaring sosial muncul.
    Internet memungkinkan penyebaran pesan dalam lingkup massal sekaligus personal. Misalnya saja ketika kampanye Presiden Barrack Obama. Tim suksesnya memanfaatkan teknologi internet dan situs jejaring sosial untuk menarik simpati di level massal dan personal. Akun maupun fan page Barrack Obama telah mampu menyihir jutaan warga Amerika Serikat untuk memilihnya. Indonesia pun juga ada fenomena seperti itu, yakni saat kampanye presiden SBY yang pertama dan kedua. Berita yang saat ini mampu beredar di internet, bisa mempengaruhi dunia perpolitikan. Para politisi dan pemerintah jadi semakin berhati-hati dalam membuat
    pernyataan atau keputusan, karena publik bisa mengetahuinya dalam waktu sekejap. Cerita lainnya di Indonesia adalah penggalangan dukungan bagi Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto/Chandra Hamzah dan Prita Mulyasari, seorang ibu rumahtanga beranak dua yang tak berdaya. Keduanya sukses dalam memenangkan perkara berkat dukungan masyarakat melalui Facebook. Jadi jejaring sosial dapat dikategorikan sebagai inter aktivitas politik dalam membangun opini publik yang menjadi penilaian tersendiri sebagai pembangkit kesadaran berpolitik.
    Menurut Iqbal dalam jurnalnya “Etika Dalam Jejaring Sosial” berpendapat bahwa jika pergesekan etika berkomunikasi ini berkembang akan berdampak pada pemupukan sifat individu dan membawa masyarakat ke dalam koridor pluralitas, padahal kodrat manusia sesungguhnya mahluk sosial. Tanpa adanya etika manusia tidak akan mempunyai pegangan hidup bermasyarakat dan dikhawatirkan menjadi pemangsa bagi sesamanya.

    Semenjak situs jejaring sosial facebook diluncurkan pada tanggal 4 februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School, facebook telah mengambil peran revolusi komunikasi yang kian kompleks. Ia telah mampu mengatasi ruang dan waktu proses penyebaran informasi di dunia ini. Mencurahkan isi hati lewat situs ini memang sedang trend. Akan tetapi, harus pula disadari bahwa apapun yang dimuat bisa disaksikan oleh pengguna situs di seluruh dunia. Terlebih undang-undang informasi dan transaksi elektronik pasal 22 ayat 3 memungkinkan mereka yang merasa nama baiknya tercemar akibat berita seseorang di dunia maya, bisa dikenakan pasal ini.
    memperhatikan fitur page atau group, maka kita akan dapat melihat sendiri fenomena pengumpulan massa dalam dunia maya yang merupakan hal baru. Seperti group “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto”, “Gerakan Dukung Gedung DPR Jadi Keajaiban Dunia” dan mempunyai jutaan dan puluhan ribu anggota. Dimana gerakan-gerakan dalam Facebook ini bisa menjadi salah satu manifestasi suara rakyat yang bingung ingin menyuarakan aspirasinya kemana. Hal ini juga dirasa cukup efektif bagi para pemuda untuk belajar demokrasi, mengeluarkan pendapatnya disebuah forum umum. Namun ternyata facebook tidak selamanya membawa dampak positif kepada para pengguna mudanya. Banyak hal-hal yang telah disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Salah satu contohnya adalah kasus penculikan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Biasanya penculikan ini diawali oleh perkenalan di facebook dan melibatkan dua remaja yang berbeda kelamin. Bahkan pada beberapa kasus, penculikan ini ternyata dilakukan oleh pacar sendiri. Hal ini membuktikan bahwa jika facebook tidak digunakan secara hati-hati justru bisa membawa dampak negatif bagi penggunanya. Ada juga banyak kasus-kasus pencemaran nama baik yang diakibatkan penggunaan facebook yang kurang bertanggungjawab. Seperti menghina orang, institusi atau organisasi tertentu yang ujung-ujungnya berurusan dengan hukum. Seperti yang terjadi di sebuah SMK dimana sang murid menghina guru wanitanya dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah dan diadukan ke polisi. Bahkan Facebook bisa pula digunakan untuk kampanye negatif, Seperti gerakan Anti-Megawati pada pemilu tahun 2009 yang begitu heboh di Facebook, berkali-kali diblokir tapi berkali-kali pula gerakan itu lahir. Namun secara pribadi saya melihat ini bukan kampanye negatif karena mungkin saja itu memang suara rakyat penghuni facebook.

    Refrensi :
    http://www.google.com
    file:///F:/Datakuliah/KEWARGANEGARAAN/peran_facebook.htm
    file:///F:/Daakuliah/KEWARGANEGARAAN/peranan-media-massa-dalam-kehidupan.html
    NAMA : AMAM TAUFIQ HIDAYAT
    NIM : 08/269559/PA/11970
    PRODI : MATEMATIKA

    Posted by AMAM TAUFIQ HIDAYAT | 25 March 2011, 4:56 pm
  51. Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur dimana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-universitas atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio.
    Istilah teknologi informasi mulai populer diakhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektornik (elektronik data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi dan elektronik digital.
    Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia selalu berjalan dari masa ke masa. Sebagai Negara yang sedang berkembang, selalu mengadopsi berbagai teknologi informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa di mana penggunaan internet mulai menjadi “makanan” sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis intenet (internet based technology).
    Teknologi informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TIK, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahan, UKM (Usaha Kecil Menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi.
    Email, merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya :
    1. Forum
    2. Milis/Group
    3. Situs jejaring sosial
    4. Blog
    5. Situs sharing file
    6. E-learning menggunakan teleconference
    Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
    Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sector perbankan, pendidikan, dan kesehatan :
    1) Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
    Penerapan teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup system manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
    2) Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
    Dalam dunia bisnis teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
    3) Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
    Dalam dunia perbankan teknologi informasi dan komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
    4) Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
    Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
    5) Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan.
    System berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
    Boleh diakui masyarakat masa kini tidak bisa lepas dari internet. Internet bisa menguntungkan namun terkadang bisa juga merugikan. Empat puluh tahun sejak ditemukan internet terus berevolusi.
    Selain mendapat keunggulan lebih cepat, lama penyimpanannya dan luas sebarannya tidak dapat dipungkiri juga terdapat kelemahan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya lemah dari sisi keamanan, kelemahan terbesar internet saat ini adalah kurang mapannya teknik manajemen jaringan. Itu sebabnya, salah satu lembaga bernama National Science Foundation berambisi dalam membuat perangkat manajemen jaringan terbaru. Dengan perangkat ini system reboot, pengumpulan data dan tugas lainnya bisa dilakukan secara otomatis.
    Sebenarnya, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Tetapi peranan positif tersebut akan menjadi bencana bagi masyarakat jika tidak digunakan dengan benar. Berikut ini merupakan aspek positif dan aspek negative dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi kehidupan bermasyarakat :
    a. Aspek Positif
    1) Pola Hidup yang serba cepat
    Teknologi memberikan manfaat waktu bagi masyarakat, misalnya dalam bidang pertanian, petani yang awalnya memanen padinya 6 bulan sekali sekarang sudah dapat memanenkan 3 bulan sekali, kemudian dalam bidang makanan banyak produk makanan siap saji (serba instant).

    2) Pesatnya Perkembangan Informasi dan Transformasi
    Manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan adanya perkembangan informasi sangat banyak, misalnya dengan adanya internet anda dapat mencari ilmu pengetahuan secara gratis dan berlimpah.
    Selain itu, perkembangan teknologi transformasi yang semakin cepat dan akurat, misalnya dengan adanya pesawat terbang kita dapat lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

    3) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Melimpah
    Dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat, misalnya pemanfaatan sumber daya emas oleh PT Freport di Papua akan memberikan peluang pekerja bagi masyarakat Papua itu sendiri.

    b. Aspek Negatif
    1) Beralihnya Masyarakat Agraris Menjadi Masyarakat Industri Modern
    Banyak industri modern berdampak pada kebutuhan tenga kerja yang sangatr banyak sehingga masyarakat yang awalnya bekerja sebagai petani beralih pekerjaan menjadi buruh pabrik.

    2) Perubahan dari kehidupan Berasaskan Kebersamaan Menjadi Kehidupan Individualis.
    Hal ini terjadi karena kesibukan masyarakat yang sudah bersifat materialistis dan melupakan kehidupan sosialnya.

    3) Masuknya Pola Hidup budaya barat
    Masuknya budaya barat yang bertolak belakang dengan budaya timur yang sederhana,sopan dan santun.
    Fenomena anak melawan kepada orang tua, murid yang mengancam guru, perkelahian antara pelajar, model pakaian yang tidak sesuai, dan pemakaian perhiasan wanita oleh laki-laki merupakan perilaku menyimpang sebagai dampak negatif dari era globalisasi dan arus informasi yang tidak terbendung. Pendapat Selo Sumardjan bahwa perubahan budaya yang cepat dan saling menyusul mengakibatkan suasana yang berkepanjangan. Suasana anomi ialah suasana ketika masyarakat yang sedang mengalami perubahan budaya yang tidak mgnetahui secara jelas nilai-nilai budaya mana yang perlu diambil dan mana yang harus dikembangkan.

    Jadi kita harus bisa melihat mana sisi baik dan negative dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi agar dapat bermanfaat bagi kehidupan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara .

    Sumber :

    http://ventidanokarsa.blogspot.com/2009/05/peranan-teknologi-informasi-dalam.html

    http://biantri.blogspot.com/2010/12/peranan-teknologi-informasi-dan.html

    http://www.gudangmateri.com/2011/01/dampak-globalisasi-terhadap-bangsa-dan.html

    Nama : Hakiki Radhietyawati
    NIM : 08/270269/PA/12272
    Prodi : Matematika

    Posted by Hakiki Radhietyawati | 25 March 2011, 4:01 pm
  52. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.

    Teknologi Informasi merupakan bagian intergral dari suatu pengetahuan yang tercipta dari hasil produk pengetahuan manusia yang terus berkembang. Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, telah memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan pola tingkah laku dan gaya interaksi masyarakat terutama masyarakat Indonesia. Jarak dan luas wilayah komunikasi telah menembus batas dimensi ruang dan waktu, sehingga manusia pada masa kini tidak merasa cukup jika hanya berkomunikasi secara langsung dalam dunia nyata tetapi juga telah jauh merambah berinteraksi secara maya melalui media internet. Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.

    Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global.

    Tahapan pemanfaatan teknologi informasi dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.

    Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional, orang mulai melihat kelebihan lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan ruang.

    Komputer digunakan secara meluas dalam berbagai aktivitas di kehidupan manusia seperti : Bidang Perbankan, Bidang Perdagangan, Bidang Perindustrian , Bidang Transportasi, Bidang Rumah Sakit, Bidang Pendidikan, Bidang Seni, Bidang Penelitian Ilmu Pengetahuan (Science) , Bidang Rekreasi, Bidang Pertahanan dan Keamanan, dan Bidang Komunikasi.

    Dengan adanya internet kita dimudahkan untuk menerima informasi seperti berita, artikel atau ilmu pengetahuan baik dari lokal, nasional bahkan seluruh Indonesia. Kita dapat tetap menjalin silaturahmi dengan kawan atau keluarga tanpa terbatas jarak dan waktu.

    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberi pengaruh luas dalam kehidupan sehari-hari, bahkan merombak sistem sosial. Globalisasi ekonomi dan budaya berpengaruh pada penciptaan kultur yang homogen yang mengarah pada penyeragaman selera, konsumsi, gaya hidup, nilai, identitas, dan kepentingan individu.
    Sebagai produk modernitas, globalisasi tidak hanya memperkenalkan masyarakat di pelosok dunia akan kemajuan dan kecanggihan sains dan teknolog, serta prestasi lain seperti instrumen dan institusi modern hasil capaian peradaban Barat (dimensi institusional modernitas). Tapi juga mengintrodusir dimensi budaya modernitas, seperti nilai-nilai demokrasi, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia. Meski beberapa negara yang kurang memiliki tradisi demokrasi menolak proses globalisasi ini, namun demikian saat ini seperti ditunjukkan Huntington (1991), hampir tidak ada negara yang tidak mendukung demokrasi sebagai sistem yang kurang lebih ideal guna mengatur kehidupan masyarakat.

    Sayangnya, di tengah sambutan gegap gempita terhadap proses demokratisasi, ada paradoks yang menyertai perkembangan global ini, yaitu semakin terdegradasinya kualitas demokrasi negara-negara di dunia.
    Paradoks ini misalnya, dikemukakan Robert W. McChesney (Rich Media, Poor Democracy, 2000) bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi memberi kemudahan bagi publik dalam mengakses informasi, mengembangkan segenap potensinya serta tuntutan perjuangan hidupnya. Tapi di sisi lain, globalisasi telah menjadi instrumen negara-negara industri maju dan kekuatan elite minoritas pemilik modal guna melakukan hegemoni dan dominasinya atas kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
    Meski demikian, yang menjadi titik penting arti globalisasi adalah bahwa ia juga telah memungkinkan tuntutan ke arah demokratisasi transnasional di seluruh penjuru dunia makin meningkat (Anthoni Giddens, 2000). Tuntutan persamaan hak dan kesejahteraan hidup, kesetaraan derajat, dan desakan terbentuknya keseimbangan tatanan dunia yang lebih adil kian kencang disuarakan. Globalisasi telah membuat dunia makin terbuka, dan melahirkan aneka tuntutan perluasan partisipasi dan pemberdayaan rakyat yang lebih besar.

    Dengan demikian, makin jelas bahwa lemahnya posisi negara dalam percaturan ekonomi dan politik global yang berakibat pada terabaikannya kesejahteraan dan keadilan sosial, menjadi alasan sekaligus lahan subur bangkitnya radikalisme agama. Pengalaman sejarah memperlihatkan, tidak mudah mengeliminasi gerakan fundamentalis agama, karena ia melegitimasi diri pada kebenaran agama dan cita-cita memperbaiki “demoralisasi” tatanan sosial. Sama halnya jika membiarkan globalisasi lepas kendali serta menindas budaya dan identitas lokal, maka gerakan penegasan kembali identitas akan semakin tajam.

    Oleh karena itu, ada dua upaya kultural untuk mengantisipasi dampak negatif perkembangan global ini.
    1.pribumisasi agama (Islam). Gagasan yang pernah dilontarkan Abdurrahman Wahid ini menjadi demikian relevan dalam menghadapi fenomena bangkitnya radikalisme agama dewasa ini. Ia merupakan gerakan budaya yang mau meletakkan pemahaman keagamaan dalam bingkai kultur dan budaya masyarakat. Agama dipahami sebagai etika moral yang berakulturasi dan menyatu dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, tanpa perlu memformalkannya dalam hukum normatif.
    2.Dominasi kekuatan ekonomi global yang ikut berperan pada proses degradasi demokrasi ini harus diimbangi dengan penguatan civil society yang lebih mapan dan mandiri. Pengertian otonomi masyarakat di sini adalah, ia bukan hanya independen dari intervensi negara, tapi juga mandiri dalam pengertian lepas dari dominasi kekuatan paradigma serta nalar budaya dan ekonomi sistem global yang eksploitatif, yang bercorak kapitalistik.

    Pembangunan civil society diorientasikan pada terbentuknya kehidupan masyarakat yang demokratis dan pluralis, di mana masyarakat berbagi norma-norma dan nilai-nilai dasar dalam sebuah konsensus bersama yang mempertemukan mereka dengan pihak lain berdasarkan kemajemukan dan kesetaraan.

    Penting artinya bagi masyarakat sipil untuk mengembangkan daya kekuatan sendiri guna mengantisipasi fragmentasi kultural akibat derasnya arus globalisasi. Hal ini dapat meningkatkan solidaritas antarkelompok dalam mengembangkan kreativitas usaha-usaha kemasyarakatan, sekaligus karakter budaya dan kemandirian ekonominya.

    Mengutip ungkapan David Held dalam Democracy and The Global Order: From the Modern State to Cosmopolitan Governance (1995), bahwa otonomi masyarakat hanya bisa dicapai melalui dua cara.
    1.pengakuan atas hak asasi manusia yang diperluas mencakup hak sosial, ekonomi dan budaya.
    2.Adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan yang tidak hanya dibatasi pada institusi-institusi pemerintah, tapi diperlebar sampai menyentuh institusi-institusi dan proses sosial-ekonomi.

    Selain itu, teknologi informasi juga memberi dampak negatif lain yang sering kita jumpai seperti berkurangnya lapangan pekerjaan dikarenakan otomatisasi yang dapat dilakukan oleh komputer, kecanduan, bertambahnya tingkat kriminal pada bidang komputer seperti banyaknya virus, pembobolan password, pembajakan software, pelanggaran privasi seperti cracking, pencurian informasi, dan pemanipulasian informasi yang menandakan semakin banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab. Serta meningkatnya pelecehan seksual dikarenakan mudahnya mengakses tulisan/gambar/video vulgar dari internet.
    Serta, disisi lain untuk sebagian orang juga justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
    sebagai cotoh kasusnya kita missalkan seperti jejaring social yaitu facebook. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi berbanding terbalik dengan di dunia nyata. Di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tetapi orang-orang yang hidup disekitar kita.

    dua hal yang perlu kita pahami agar dapat memanfaatkan teknologi sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita, yaitu :
    1.Gunakan teknologi yang kita kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah kita kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya kita kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
    2.Jika kita ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi kita karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan kita.

    Berdasarkan paparan di atas maka kita dapat mengambil kesimpulan mengenai pengaruh teknologi informasi terhadap kehidupan masyarakat yaitu :
    1.Pengaruh teknologi informasi tidak mungkin kita tolak atau hindari, kita harus dapat memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat tetapi disisi lain kita juga harus berhati-hati dan bersikap bijak agar dampak negatif yang menyertainya dapat kita hilangkan atau paling tidak kita minimalisir.
    2.Mengenalkan teknologi informasi sekaligus pemanfaatannya bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
    3.Meningkatkan daya nalar dan daya seleksi masyarakat terhadap berbagai informasi yang membanjir, sehingga masyarakat semakin kritis dan dewasa dalam menyikapinya.

    Tulisan ini, mengutip dari sumber :

    http://duniaesai.wordpress.com

    Nama : Miftahu Rahmah w.e
    NIM : 08/270249/PA/12267
    jur/prodi : Matematika

    Posted by Miftahu Rahmah w.e | 25 March 2011, 1:30 pm
  53. Pengaruh dan peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses demokratisasi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Teknologi Informasi adalah kegiatan mendapatkan, menyusun, memproses, menyimpan, memanipulasi data untuk diolah menjadi lebih berkualitas. Teknologi informasi adalah suatu objek proses dan bukan sebuah kegiatan baku. Disebut demikian karena teknologi Informasi terus berkembang. Jejaring sosial adalah aplikasi web yang bertujuan menghubungkan kegiatan sosial di internet. Interaksi yang terjadi bisa berupa sekedar tegur sapa hingga berbagi pengalaman dengan video atau gambar. Dan kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi ini tak dapat dipungkiri telah menjadikan dunia seperti ruang tanpa sekat dan Jaringan Internet yang menghubungkan berbagai komputer dari berbagai lembaga riset, bisnis, pendidikan dan pemerintahan dari berbagai negara di dunia, telah memberi tipikal baru dalam hirarki berkomunikasi yaitu menghilangkan sekat-sekat birokrasi.
    Informasi sebagai bagian substansial dari kegiatan berkomunikasi tidak saja bisa dengan cepat diakses, tapi sekaligus juga dapat dengan mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Manusia bisa berkomunikasi dengan amat sangat cepat di manapun berada. Semua itu menjadi mudah dengan kehadiran Internet, telepon seluler (Ponsel) maupun satelit. Meski tidak secara merata, baik Internet maupun Ponsel bisa dirasakan kehadirannya hampir di seluruh dunia.
    Bagi Indonesia, negara yang menjunjung tinggi hak publik dalam memperoleh informasi, lahirnya era teknologi informasi itu tentu tak bisa dihindarkan. Tak lain, karena terbukanya jaringan-jaringan komunikasi dan informasi sebagai prasyarat dalam mewujudkan kedewasaan politik yang demokratis. Teknologi informasi bermanfaat dalam transparansi, kebebasan berbicara serta kebebasan memperoleh informasi, yang juga merupakan pilar demokrasi. Transparansi dalam perencanaan membuat institusi bekerja lebih baik. Karena selalu di awasi dan dikritik setiap saat apabila terjadi hal-hal yang di anggap menyelewengkan tugas-tugasnya.
    Kebebasan dan hak publik dalam memperoleh informasi di Indonesia telah diamanatkan amandemen UUD 1945 pasal 28F yang berbunyi :
    “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia”.
    Serta terdapat pada RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2002 TENTANG TRANSPARANSI DAN KEBEBASAN MEMPEROLEH INFORMASI PUBLIK pasal 5 yang berbunyi sebagai berikut :
    “Badan Publik harus menjamin hak setiap orang untuk memeriksa, mengetahui, mendapatkan salinan, menggunakan, menyebarkan Informasi Publik, diberitahu mengenai Informasi Publik, dan menghadiri pertemuan publik.”
    Dengan adanya undang-undang tersebut akses terhadap segala macam informasi akan semakin terbuka. Dan setiap lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan serta instansi publik lainnya dapat di akses dengan mudah dan lembaga-lembaga tersebut harus memberi transparansi tentang apa saja yang telah dilakukan oleh lembaga tersebut. Serta memberikan ruang bagi publik untuk meminta kejelasan informasi, transparansi, kebebasan berpendapat, dan pengajuan saran . Dengan transparansi informasi publik ini dapat meningkatkan partisipasi publik dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara sehingga proses pendewasaan demokrasi berjalan dengan baik. Dengan tingginya kontrol dan pengawasan masyarakat tidak saja akan mendorong terciptanya lembaga negara yang lebih profesional, tapi juga terwujudnya pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel. Ini berarti, berbagai praktik manipulatif untuk mengelabui hak-hak rakyat akan semakin tereliminasi.
    Teknologi informasi memberikan fasilitas jaringan sosial yang luas bagi kegiatan komunikasi antar pejabat negara dan masyarakat. Sebagai contoh teknologi informasi secara tidak langsung dapat menghubungkan antar departemen dan pemerintahan. Dengan adanya teknologi informasi berupa media massa (suratkabar, majalah, tabloid, radio, tv, film dan internet) maupun non-media massa (surat, leaflet, booklet, spanduk, baligo, internet, saluran komunikasi interpersonal, saluran komunikasi kelompok dan organisasi serta jaringan komunikasi), pemerintahan dapat menjalankan politiknya untuk memberikan arahan serta peraturan publik kepada setiap warganya dengan mudah. Sehingga tujuan utama penggunaan sarana teknologi informasi dalam kancah politik, yaitu adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintahan dapat terlaksana dengan baik. Teknologi informasi juga memberikan inspirasi cara-cara baru dalam kegiatan seperti partisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik, kampanye politik, akses ke lembaga-lembaga pemerintah, kebebasan berpendapat (freedom of expression) maupun pemilihan umum.
    Sebagai contoh real tentang pentingnya peranan teknologi dan informasi dalam penyelenggaraan demokrasi di sebuah negara adalah Revolusi yang terjadi di Timur Tengah di mulai dari Tunisia hingga Mesir. Dengan dibantu dunia teknologi informasi rakyat mulai menyebarkan nilai-nilai demokrasi secara diam-diam. Membuka pemikiran akan kebebasan. Mulai menggalang dukungan masyarakat luas. Membentuk sebuah komunitas yang dimulai dari dunia maya. Dan itulah yang dilakukan masyarakat Mesir hingga Tunisia yang berhasil menggulingkan rezim Ben Ali maupun Husni Mubarak. Arus pergerakan informasi yang begitu cepat membuat fenomena di sebuah negara sedikit banyak mempengaruhi negara lain. Derasnya informasi yang mengalir membuat masyarakat semakin sadar akan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Keberhasilan revolusi Tunisia hingga Mesir membuat negara-negara disekitarnya ikut-ikutan. Bahrain, Yaman, Libya.
    Di Indonesia, meski pertumbuhan pengakses Internet masih berkisar 1% dari keseluruhan jumlah penduduk, media Internet banyak mengubah perilaku sosial dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah pelengseran rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto ke Orde Reformasi. Selain jatuhnya Soeharto, hadirnya media online, beberapa grup diskusi, beberapa partai dan tokoh politik juga merasa perlu membuat situs untuk mempopulerkan partai dan dirinya bagi konstituen virtualnya. Bahkan uniknya lagi, tak hanya yang pro, yang kontra Parpol tertentu membuat pula situs tandingan seperti situs Anti PKB dan Anti Golkar.
    Namun demikian, kendati diyakini berimplikasi positif terhadap tumbuh-kembangnya demokrasi, transparansi informasi juga memunculkan implikasi lain yang patut diwaspadai. Satu hal yang mencemaskan, tiadanya sekat akibat kemajuan teknologi komunikasi secara langsung telah mengancam nilai-nilai dan tatanan budaya bangsa. Bahkan, jika transparansi informasi itu dimaknai sebagai sebuah kebebasan mutlak, karena telah terjamin dalam konstitusi, maka transparansi itu sejatinya menetaskan pula kecemasan-kecemasan, baik terhadap individu, kelompok, maupun negara. Individu maupun kelompok tentu memiliki rahasia yang tak boleh diketahui publik. Demikian juga dengan negara yang mempunyai kerahasiaan dan akan mengganggu kedaulatan jika informasi yang rahasia itu bocor ke publik.
    Transparansi informasi harus disikapi secara arif dan bijaksana, dilandasi dengan pemahaman bersama bahwa tidak ada kebebasan yang absolut. Masyarakat diberikan pemahaman menyeluruh tentang etika dalam teknologi informasi agar dapat membentengi diri dalam penyalahgunaan privasi, baik itu dari orang lain maupun negara. Dengan demikian data-data yang tersalurkan adalah data yang memang dibutuhkan untuk pengembangan negara dan bukan data pribadi yang tidak berhak untuk disebarkan. Penyelenggara negara juga harus menerbitkan regulasi utama terkait dengan larangan dalam mengakses informasi-informasi tertentu. Sehingga transparansi informasi tidak akan mengganggu atau membahayakan individu atau kelompok, apalagi mengancam keamanan dan kedaulatan negara.
    Sebagai contoh, bocoran surat kawat kedubes AS oleh Wikileaks dan diterbitkan dalam surat kabar Australia The Age, Sydney Morning Herald, menyebutkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menggunakan kekuasaannya dalam melindungi para koruptor dan mafia pajak. Pemberitaan ini tak ayal membuat warga negara menjadi curiga pada pemimpin negaranya sendiri. Dan selain itu pemberitaan yang bisa benar bisa salah tersebut dapat menimbulkan pemberontakan dan demonstrasi untuk menjatuhkan kekuasaan. Oleh karenanya, kita sebagai warga negara pun harus pintar-pintar menyikapi segala macam informasi yang ditayangkan oleh media apapun.
    Meskipun kebebasan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi telah dijamin dalam konstitusi, tapi dalam kenyataannya masih terdapat ketimpangan dalam mengakses informasi sebagai akibat dari perbedaan status ekonomi dan sosial di Indonesia. Di sinilah, pemerataan informasi menjadi program yang sudah seharusnya diprioritaskan. Pemerataan informasi kepada masyarakat, utamanya terhadap kelompok dengan kemampuan ekonomi rendah, tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan menghidupkan (kembali) lembaga-lembaga informasi dan komunikasi yang ada di masyarakat, melalui program-program Warintek, pembangunan Warnet, Sekolah 2000, radio Internet dan usaha sejenis – selain penguatan terhadap lembaga informasi dan komunikasi resmi negara. Yang penting, upaya itu mesti dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan infrastruktur pelayanan, khususnya di bidang penyebaran dan pemerataan informasi.
    Meski tidak bisa menciptakan kondisi ideal dari situasi berbicara, EM Lenert (1998) mengatakan bahwa teknologi informasi dan world wide web merupakan penerus tradisi demokrasi yang hebat. Karenanya, penting untuk menentukan bagaimana teknologi ini akan diatur dengan konsekuensi harus melawan asumsi yang mengatakan liberalisasi sama dengan demokratisasi. Perkembangan teknologi harus disesuaikan dengan budaya dari negara agar penyatuannya dalam politik dapat dengan cepat direalisasikan. Karena teknologi informasi ini hanya sebagai alat bantu partisipasi masyarakat, demokrasi bergantung pula pada kultur penyelenggara negara dan kesadaran masyarakat. Harapan mengubah birokrasi, karakter dan tanggung jawabpemerintah sebagai pemilik informasi publik, akan sulit tercapai jika pemerintahnya tidak mau berubah dan menganggap perubahan itu sendiri sebagai ancaman.

    Sumber wacana :

    http://tech.groups.yahoo.com/group/warnet2000/message/4806

    http://www. politikana.com
    Giri Prahasta Putra. Dampak teknologi dan informasi pada bidang politik pemerintah. Universitas Pendidikan Indonesia
    All the World ,The World of International Relations oleh Triono Akhmad Munib.
    Blaius Sudarsono. Dokumentasi,Informasi dan Demokratisasi. PDII-LIPI

    http://id.wikisource.org/wiki/Rancangan_Undang-Undang_Republik_Indonesia_tentang_Transparansi_dan_Kebebasan_Memperoleh_Informasi_Publik

    http://amalchips.blogspot.com/2011/02/The-Information-Technology-Revolution.html

    harian KOMPAS

    DEWY AYU LIKAWATI
    08/270083/PA/12204
    MATEMATIKA

    Posted by DEWY AYU L. | 25 March 2011, 11:09 am
  54. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi
    (internet,jejaring sosial, dan sejenisnya)pada gerakan
    demokrasi kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT),adalah sebuah media alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah atupun dua arah. TIK mencakup dua bidang yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.Teknologi informasi meliputi beberapa hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.Sehingga Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai pengertian yang luas yaitu dalam segala kegiatan yang berhubungan dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi saat ini telat berkembang begitu pesat, sehingga menempatkan suatu bangsa pada kedudukan sejauh mana bangsa tersebut maju didasarksa yangan atas seberapa jauh bangsa itu menguasai kedua bidang tersebut. Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global sehingga bangsa Indonesia harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan Iptek khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Agar mencapai tujuan tersebut pemerintah harus memberi gagasan dalam salah satu bentuk dari tujuan dan arah Pembangunan Nasional yaitu Sektor atau Bidang Iptek.

    Tokoh-tokoh yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan demokrasi, misalnya: John Locke (dari Inggris, Montesquieu (dari Perancis), dan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln. Menurut John Locke ada dua asas terbentuknya negara. Yang pertma yaitu,pactum uniounis yaitu perjanjian antar individu untuk membentuk negara. Yang kedua, pactum suvjektionis, yaitu perjanjian negara yang dibentuk. Abraham Lincoln berpendapat bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.Ada dua asas pokok tentang demokrasi,yaitu sebagai berikut:
    * pengakuan partisipasi rakyat di dalam pemerintahan
    * pengakuan hakikat dan martabat manusia HAM

    Pada hakikatnya demokrasi adalah Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Arti dari Kerakyatan adalah kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat. Sedangkan Hikmah kebijaksanaan adalah penggunaan akal pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta penerapannya sangat pesat. Sekarang hampir semua bidang kehidupan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi seperti dalam perusahaan, dunia bisnis,sektor perbankan,pendidikan, dan kesehatan.Secara umum teknologi memudahkan manusia untuk saling berhubungan dengan cepat,mudah dan terjangkau serta memiliki petensi mendorong pembangunan masyarakat yang demokratis. Teknologi inilah yang diperlukan untuk membantu rakyat dalam mengorganisasikan dirinya secara efeketif dan efisien untuk kesejahteraannya sendiri.

    Peranan penting teknologi informasi dan komunikasi di berbagai kehidupan adalah sebagi berikut:
    * Perkembangan pada bidang telekomunikasi, misalnya;
    telepon,faksimili,internet dan handphone. Dengan kemudahan
    berkomunikasi, manusia seakan lebih dinamis. Informasi
    tentang peristiwa ditempat yang jauh dengan mudahnya
    didapatkan dengan alat-alat tersebut.
    * Dengan adanya internet sangat mempermudah segala aktivitas
    dan urusan kita dalam mendapatkan dan menyampaikan suatu
    informasi secara cepat. Internet juga mendorong terjadinya
    keseragaman gaya hidup dan penampilan dan juga memicu
    kreatifitas dan ide-ide yang baru.
    * Demokrasi menjadi lebih baik karena karakter Teknologi
    Informasi dan Komunikasi yang berprinsip kesetaraan sangat
    sesuai dengan sifat demokrasi karena semua orang dapat
    mengakses TIK.
    * Teknologi Informasi dan Komunikasi mendorong munculnya jenis
    usaha dalam masyrakat yang berbasis internet. Berbagai situs
    komersial seperti detik.com, amazon.com, dan masih banyak
    lagi yang sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi untuk
    mencari berita.
    * Peranan teknologi informasi dan komunikasi sudah menyentuh
    semua bidang kehidupan manusia baik bidang pendidikan,
    pemerintahan,kesehatan,perdagangan atau ekonomi,perbankan,
    perkantoran,dan bidang sosial.

    Arah dari penuangan sektor Iptek dalam Pembangunan Nasional adalah dimaksudkan untuk:
    * Menentukan keberhasilan membangun masyrakat maju dan mandiri
    * Mempercepat peningkatan kecerdasaan dan kemampuan bangsa
    * Mempercepat proses pembahuruan

    Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dari upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi itu adalah untuk:
    1. Meningkatkan kesejahteraan,kemajuan peradaban,ketangguhan,
    dan daya saing bangsa.
    2. Memacu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan
    lingkungan,
    3. Menuju masyrakat yang berkualitas,maju,mandiri, dan
    sejahtera.

    Selanjutnya sasaran tersebut di atas diupayakan dapat dicapai melalui beberapa program yaitu:
    * Peningkatan kemampuan pemanfaatan,pengembangan,dan
    keunggulan produksi,teknologi,ilmu pengetahuan terapan, dan
    ilmu pengetahuan dasar secara seimbang dan terpadu.
    * Pengembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
    dinamis,efektif,efisien,dan produktif.
    * Pembinaan sumber daya manusia.
    * Penumbuhan kreativitas dan inovasi.
    * Pengembangan sarana dan prasarana.

    Untuk mewujudkan pembinaan sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan,ketrampilan,dan daya asing yang memadai sesuai kebutuhab dan perkembangan zaman,maka pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan diharapkan dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan guna seluruh potensi yang ada pada masyrakat,yaitu melalui pengoptimalan pemanfaatan layanan informasi kepada masyrakat luas.

    Kemajuan teknologi adalah salah satu hal yang tidak disa dihindari dalam kehidupan sekarng, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan,serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia.Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilakan dalam waktu terakhir ini.Namun demikian,walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif,disisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.Di bawah ini merupakan dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia:
    1. Dampak Positif
    Teknologi yang berkembang pesat,baik teknologi informasi,
    komunikasi maupun transportasi.Sehingga orang dapat
    berhubungan melewati batas-batas negara.Lebih lanjut dampak
    positif teknologi informasi dan komunikasi di bidang ekonomi
    adalah:
    a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
    b. Terjadinya industrialisasi
    c. Produktifitas dunia industri semakin meningkat
    d. Perkembangan teknologi dan ekonomi,akan berdampak
    pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga
    kerja yang diperlukan
    e.Dibidang kedokteran dan kemajuan ekonomi mampu
    menjadikan produk kedokteran menjadi komiditi

    Kemajuan teknolgi akan meningkatkan kemampuan produktifitas dunia industri baik dari aspek jenis produksi.Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktifitas dunia ekonomi. Di masa depan,dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinnkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapt dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat di penuhi,dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

    2. Dampak Negatif
    Dibidang teknologi terjadinya penyalahgunaan fungsi
    teknologi dalam hal-hal yang melanggar norma,seperti video
    porno yang direkam dengan via handphone,atau kasus penipuan
    via internet.
    Lebih lanjut dampak negatif teknologi informasi dan
    komunikasi adalah sebagai berikut:
    1. Kerahasian alat tes semakin terancam. Program tes
    inteligensi seperti tes Raven,Differential Aptitudes
    Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi
    dari permasalahan ini adalah,tes psikologi yang ada
    akan mudah sekali bocor,dan pengembangan tes
    psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran
    melalui internet tersebut.
    2. penyalahguanaan pengetahuan bagi orang-orang
    tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Telah
    diketahui bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga
    mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi
    mempunyai moral yang rendah .

    Sehingga dari keseluruhan dapat dismpulkan bahwa peranan dan pengaruh teknologi komunikasi dan informasi pada gerakan demokrasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah untuk memudahkan sesorang berkomunikasi dalam menyampaikan suatu pesan dan untuk mempermudah seseorang untuk melakukan suatu usaha. Sedangkan pengaruh adanya teknologi komunikasi adalah dimana orang semakin tidak punya etika dengan lingkungan disekitarnya. Karena masyarakat sekarang lebih suka kehidupan maya dari pada kehidupan nyata. sekarang banyak orang yang berhubungam di dunia maya misalnya dengan chating dengan oarng yang tidak dikenal.

    REFERENSI

    1. http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    2. http://mklh11demokrasi.blogspot.com/2009/05/prinsip-prinsip-
    demokrasi html

    NUR MAHMUDAH
    MATEMATIKA
    08/265841/PA/11918

    Posted by NUR MAHMUDAH | 25 March 2011, 9:03 am
  55. Contoh lainnya berupa maraknya tindakan korupsi di pemerintahan seperti kasus mantan mensos dalam hal pengadaan mesih jahit juga kasus penyalahgunaan kebijakan seperti bank Century atau kasus yang juga menyeret besan presiden Aulia Pohan atau penyalahgunaan kekuasaan oleh kepolisisan dengan menekan dan mempidana “whistler blower” atau Susno Duaji karena dianggap membahayakan krediblelitas kepolisian dengan mengungkap kebobrokan lembaga hukum itu dan munculnya mafia peradilan dan kejaksaan seperti Sirrus Sinaga dan mafia pajak seperti Gayus Tambunan yang bisa dengan mudahnya mempermainkan hukum dan kesemuanya itu dapat diungkap ke publik melalui media teknologi informasi dan komunikasi

    Posted by Galih Prasetya D | 25 March 2011, 9:02 am
  56. kelihatannya sepele namun pengaruh media komunikasi dan informasi sebenarnya sudah masuk kedalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi salah satu kebutuhan pokok “sembako” masyarakat di era ini. Dari sisi lain dampak negarif dari internet dan jejaring sosial juga semakin marak bermunculan berupa semakin banyaknya pembajakan, semakin banyaknya penyimpangan-penyimpangan sosial dan
    pergeseran kebudayan, tingginya penculikan, meningkatnya kasus asusila dan lain sebagainya yang berkedok demokrasi dan kebebasan yang secara perlahan dan pasti akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus generasi-generasi penerus bangsa ini . sebagai contoh dengan melihat kondisi yang terjadi di timur tengah sekarang ini banyak pergerakan yang terjadi disana didasari dari pengaruh jejaring sosial, kenapa bisa terjadi pergolakan disana. adalah karena masyarakat disana masih belum siap untuk menerima perubahan sehingga sangat mudah terpengaruh. Ini memunculkan demonstrasi besar-besaran yang kemudian dibarengi dengan ketidaksiapan dan kekorupan pemerintah. Ini menyebabkan efek berkepanjangan dan bahkan pembantaian suatu rezim pemerintahan terhadap warga negaranya sendiri seperti di Libya,
    ini bisa disebut sebagai krisis politik dan sosial kemanusiaan. Ini kemungkinan bisa terjadi karena konflik kepentingan internasional yang berkedok demokrasi. Disamping itu teknologi komunikasi dan informasi juga bisa menjadi boomerang bagi pemerintahan internasional, terutama Amerika yang berupa bocornya kawat-kawat diplomatik kedubes melalui situs wikileaks. Yang justru menjatuhkan sendiri kewibawaan pemerintah Amerika dimata dunia

    Posted by Galih Prasetya D | 25 March 2011, 8:58 am
  57. kebudayaan diseluruh dunia dan sebaliknya. Dari segi pendidikan juga
    memiliki pengaruh semakin cepatnya proses pembelajaran karena sekarang belajar tidak harus melalui buku dan lembaga pendidikan tetapi bisa melalui media e-book, tutorial, facebook maupun applikasi internet lainnya. Kini pemerintahan semakin demokratis karena rakyat semakin mudah menyampaikan aspirasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara tulisan dan record dalam internet, maupun secara langsung melalui telphon.
    Namun juga ada dampak negatif dari adanya internet dan facebook yaitu berupa munculnya jenis kejahatan baru yaitu “cybercrime” yang tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama, dampaknya bisa berupa semakin hilangnya tingkat privasi masyarakat karena facebook dan twitter selalu mempreview tindakan tiap individu dalam masyarakat, hal ini tentu akan sangat mudah dimanfaatkan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan yang merugikan . sekaligus juga bisa
    menaikkan atau bahkan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rezim pemerintahan. Dengan cara menggalang suara melalui jejaring sosial untuk
    menciptakan ketidakstabilan. Disamping itu juga dapat memunculkan ketidaknyamanan dalam komunikasi bermasyarakat karena bangsa kita hanya sebagian yang siap dalam menggunakan komunikasi non verbal sehingga terkadang banyak pihak=pihak yang tersinggung dengan comment-comment di facebook atau twitter, dan kemudian membawanya keranah hukum sebagai tindakan pencemaran nama baik.
    Teknologi informasi dan komunikasi dalam berbangsa dan bernegara seperti pisau bermata dua yang jika digunakan dengan benar dapat mempengaruhi kehidupan mayarakat,bangsa dan negara serta dapat memperkuat suatu rezim pemerintahan, namun jika tidak hati-hati pemerintahan yang baru terbentukpun dapat dengan mudah digulingkan,

    Posted by Galih Prasetya D | 25 March 2011, 8:56 am
  58. Peranan dan pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi
    Secara langsung maupun tidak langsung meningkatnya sistem Teknologi Informasi Komunikasi , seperti internet dan jejaring sosial memunculkan beberapa hal yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara baik berupa pengaruh yang buruk maupun yang baik, jika kita melihat dari sisi positifnya bisa berupa semakin mudahnya komunikasi antar individu/antar kelompok masyarakat melalui handphone atau bahkan teleconference. Sehingga jarak yang jauh tidak lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, selain itu juga hemat waktu dan biaya, jika dulu komunikasi harus melalui “face to face” kini hanya perlu melalui gelombang elektromagnetik dan radio, jika dulu komunikasi jarak jauh harus melalui surat menyurat kini cukup dengan sms dan e-mail. hal Ini menunjukkan semakin mudahnya penyampaian berita dan informasi dari dan ke masyarakat, sekaligus juga memunculkan kesadaran warga masyarakat untuk ikut berpatisipaasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berupa kontrol masyarakat terhadap pemerintahan, sehingga tidak bisa lagi pemerintah menutup-nutupi apa saja kebijakan yang dilakukkan. Meningkatnya Teknologi komunikasi juga secara langsung berpengaruh terhadap perekonomian. Maraknya internet memudahkan transaksi jual beli semakin mudah sehingga secara tidak langsung menaikkan devisa negara. Dari segi budaya pengaruh teknologi dan komunikasi seperti internet dan facebook juga menyebabkan semakin mudahnya kita mempelajari

    Posted by Galih Prasetya D | 25 March 2011, 8:55 am
  59. Peranan dan pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi
    Secara langsung maupun tidak langsung meningkatnya sistem Teknologi Informasi Komunikasi , seperti internet dan jejaring sosial memunculkan beberapa hal yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara baik berupa pengaruh yang buruk maupun yang baik, jika kita melihat dari sisi positifnya bisa berupa semakin mudahnya komunikasi antar individu/antar kelompok masyarakat melalui handphone atau bahkan teleconference. Sehingga jarak yang jauh tidak lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, selain itu juga hemat waktu dan biaya, jika dulu komunikasi harus melalui “face to face” kini hanya perlu melalui gelombang elektromagnetik dan radio, jika dulu komunikasi jarak jauh harus melalui surat menyurat kini cukup dengan sms dan e-mail. hal Ini menunjukkan semakin mudahnya penyampaian berita dan informasi dari dan ke masyarakat, sekaligus juga memunculkan kesadaran warga masyarakat untuk ikut berpatisipaasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berupa kontrol masyarakat terhadap pemerintahan, sehingga tidak bisa lagi pemerintah menutup-nutupi apa saja kebijakan yang dilakukkan. Meningkatnya Teknologi komunikasi juga secara langsung berpengaruh terhadap perekonomian. Maraknya internet memudahkan transaksi jual beli semakin mudah sehingga secara tidak langsung menaikkan devisa negara. Dari segi budaya pengaruh teknologi dan komunikasi seperti internet dan facebook juga menyebabkan semakin mudahnya kita mempelajari kebudayaan diseluruh dunia dan sebaliknya. Dari segi pendidikan juga
    memiliki pengaruh semakin cepatnya proses pembelajaran karena sekarang belajar tidak harus melalui buku dan lembaga pendidikan tetapi bisa melalui media e-book, tutorial, facebook maupun applikasi internet lainnya. Kini pemerintahan semakin demokratis karena rakyat semakin mudah menyampaikan aspirasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik secara tulisan dan record dalam internet, maupun secara langsung melalui telphon.
    Namun juga ada dampak negatif dari adanya internet dan facebook yaitu berupa munculnya jenis kejahatan baru yaitu “cybercrime” yang tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama, dampaknya bisa berupa semakin hilangnya tingkat privasi masyarakat karena facebook dan twitter selalu mempreview tindakan tiap individu dalam masyarakat, hal ini tentu akan sangat mudah dimanfaatkan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan yang merugikan . sekaligus juga bisa menaikkan atau bahkan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rezim pemerintahan. Dengan cara menggalang suara melalui jejaring sosial untuk
    menciptakan ketidakstabilan. Disamping itu juga dapat memunculkan ketidaknyamanan dalam komunikasi bermasyarakat karena bangsa kita hanya sebagian yang siap dalam menggunakan komunikasi non verbal sehingga terkadang banyak pihak=pihak yang tersinggung dengan comment-comment di facebook atau twitter, dan kemudian membawanya keranah hukum sebagai tindakan pencemaran nama baik.
    Teknologi informasi dan komunikasi dalam berbangsa dan bernegara seperti pisau bermata dua yang jika digunakan dengan benar dapat mempengaruhi kehidupan mayarakat,bangsa dan negara serta dapat memperkuat suatu rezim pemerintahan, namun jika tidak hati-hati pemerintahan yang baru terbentukpun dapat dengan mudah digulingkan, kelihatannya sepele namun pengaruh media komunikasi dan informasi sebenarnya sudah masuk kedalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi salah satu kebutuhan pokok “sembako” masyarakat di era ini. Dari sisi lain dampak negarif dari internet dan jejaring sosial juga semakin marak bermunculan berupa semakin banyaknya pembajakan, semakin banyaknya penyimpangan-penyimpangan sosial dan pergeseran kebudayan, tingginya penculikan, meningkatnya kasus asusila dan lain sebagainya yang berkedok demokrasi dan kebebasan yang secara perlahan dan pasti akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus generasi-generasi penerus bangsa ini . sebagai contoh dengan melihat kondisi yang terjadi di timur tengah sekarang ini banyak pergerakan yang terjadi disana didasari dari pengaruh jejaring sosial, kenapa bisa terjadi pergolakan disana. adalah karena masyarakat disana masih belum siap untuk menerima perubahan sehingga sangat mudah terpengaruh. Ini memunculkan demonstrasi besar-besaran yang kemudian dibarengi dengan ketidaksiapan dan kekorupan pemerintah. Ini menyebabkan efek berkepanjangan dan bahkan pembantaian suatu rezim pemerintahan terhadap warga negaranya sendiri seperti di Libya, ini bisa disebut sebagai krisis politik dan sosial kemanusiaan. Ini kemungkinan bisa terjadi karena konflik kepentingan internasional yang berkedok demokrasi. Disamping itu teknologi komunikasi dan informasi juga bisa menjadi boomerang bagi pemerintahan internasional, terutama Amerika yang berupa bocornya kawat-kawat diplomatik kedubes melalui situs wikileaks. Yang justru menjatuhkan sendiri kewibawaan pemerintah Amerika dimata dunia .
    Contoh lainnya berupa maraknya tindakan korupsi di pemerintahan seperti kasus mantan mensos dalam hal pengadaan mesih jahit juga kasus penyalahgunaan kebijakan seperti bank Century atau kasus yang juga menyeret besan presiden Aulia Pohan atau penyalahgunaan kekuasaan oleh kepolisisan dengan menekan dan mempidana “whistler blower” atau Susno Duaji karena dianggap membahayakan krediblelitas kepolisian dengan mengungkap kebobrokan lembaga hukum itu dan munculnya mafia peradilan dan kejaksaan seperti Sirrus Sinaga dan mafia pajak seperti Gayus Tambunan yang bisa dengan mudahnya mempermainkan hukum dan kesemuanya itu dapat diungkap ke publik melalui media teknologi informasi dan komunikasi
    Kita sebagai bangsa indonesia akan sangat disanyangkan jika kehilangan identitas bangsa hanya karena pengaruh budaya asing dan teknologi yang seharusnya kita dapat bentengi dengan sikap nasionalisme dan agamis yang kuat sehingga pengaruh negatik Teknologi informasi dan komunikasi ini dapat diperkecil.

    Sumber 1: http://nasional.vivanews.com/news/read/208846-wikileaks-singgung-sby–istana-sebut-sampah
    sumber 2: http://metrotvnews.com/read/situsnewsprogramindex/27/Suara-Anda
    sumber 3: http://metro.vivanews.com/news/read/127827-korban_penculikan_lewat_facebook_ditemukan

    Nama : Galih Prasetya D
    Nim : 07/253006/PA/11494
    Prodi : Geofisika

    Posted by Galih Prasetya D | 25 March 2011, 8:33 am
  60. Teknologi Informasi Komunikas pada Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

    Latar Belakang :
    Teknologi Informasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktivitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Teknologi informasi dan telekomunikasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan sosial.

    Peranan dan Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) :

    Pengaruh Positif :
    Peranan dalam Dunia Pendidikan
    1.Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yg dimuat dlm internet akn mudah dimanfaatkan org lain disegala penjuru dunia dgn cepat
    2.Konsultasi dgn pakar, konsultasi dgn para ahli dibidangnya dpt dilakukan dgn mudah walaupun ahli tsb berada ditempat yg sangat jauh
    3.Diskusi online adl diskusi yg dilakukan melalui internet
    4.Kelas online, aplikasi kls online dpt dilakukan mllui lembaga2 pendidikan jarak jauh, sperti universitas dan sekolah2 terbuka.

    Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi pelajar :
    1.Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian org lain
    2.Memperoleh sumber ilmu pengetahuan dgn mudah
    3.Materi pelajaran dpt disampaikan dgn interaktif dan menarik
    4.Melalui belajar jarak jauh dpt menghemat biaya dan waktu

    Peranan dalam Bidang Bisnis/Usaha
    Pemanfaatan TIK sangat membantu kelancaran komunikasi dan bisnis.
    Contohnya Fadex. Fadex adl salah satu perusahaan jasa kurir yg memanfaatkan sistem informasi untuk mengawasi sampai dimana barang yg dikirimkan melalui bantuan internet.
    Manfaat lainnya antara lain :
    1.Internet banking (layanan perbankan yg dilakukan dgn menggunakan internet) dan SMS banking (layanan perbankan yg dilakukan dgn melalui short message service).
    Trasaksi yg dpt dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan.Jadi nasabah dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja.
    2.Electroni commerce (perdagangan elektronik) : perdagangan yg dilakukan dgn memanfaatkan internet.
    Keuntungan : perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas karena pembeli yg mengakses inetrnat tidak dibatasi tempat dan waktu, konsumen dapat membandingkan harga dgn pemasang iklan lainnya di internet, konsumen tdk perlu ke toko untuk mendapat barang yang diinginkan.

    Peranan dalam Bidang Pemerintahan e-government
    Tujuan e-government adalah untuk meningkatkan hubungan pemerintahan, dlm hal ini lembaga yg bersangkutan dengan pihak-pihak lain.
    Misal:
    G2B(government to business) : pemanfaatan TIK untuk melayani dunia usaha, mis pengurusan izin usaha, permintaan data statistik yg dibuithkan pengusaha, dll.
    G2G(governmant to government) : pemanfaatan TIK utk melayani kebutuhan lembaga pemerintahan lain, departemen lain, dll.

    Keuntungan : meningkatkan hubungan pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat karena informasi mudah diperoleh, meningkatkan transparansi pemerintahan.

    Pengaruh Negatif :
    Pelanggaran Hak Cipta
    Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada seseorang atau kelompok atas hasil karya atau sebuah ciptaan untuk mengumumkan, memperbanyak, dan menggunakan karya ciptanya.
    Tujuan memberikan hak cipta adalah melindungi kepentingan pencipta atas hasil ciptanya dan menciptakan rasa aman bagi setiap orang untuk menghasilkan sebuah karya cipta yang bermanfaat bagi manusia .
    Cybercrime
    Adalah kajahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana komputer teruatan internet.
    Bentuk-bentuknya :
    Unauthorized acces adalah kejahatan dengan cara memasuki jaringan komputer dengan cara yang tidah sah (melakukan penyusupan), untuk mencuri informasi.
    Illegal contents adalah memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu yang tidak benar dengan tujuan merugikan orang lain maupun menimbulkan kekacauan.

    Pornografi, Perjudian, dan Penipuan
    Internet biasanya digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan gambar-gambar porno untuk merusak mental sebuah bangsa teruatama generasi muda.
    Perjudian juga marak dilakukan melalui internet.
    Penipuan sering terjadi melalui internet derngan cara menawarkan barang yang sangat menarik, namun tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya saja, perdagangan onLIne melalui jejaring sosial facebook, yang ditawarkan (ditampilkan) barangnya menarik peminat tetapi setelah dibeli barang tak sesuai keinginan.

    sumber :
    google : peranan dan pengaruh teknologi informasi komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat

    http://www.docstoc.com/docs/26072418/bab-3-PERANAN-DAN-DAMPAK-PENGGUNAAN-TEKNOLOGI-INFORMASI-DAN-TELEKOMUNIKASI

    http://merixyz.wordpress.com/2010/10/21/peranan-teknologi-informasi-pada-masyarakat-indonesia/

    Naomi
    08/264562/PA/11854
    Matematika/Matematika

    Posted by NAOMI | 24 March 2011, 4:11 pm
  61. Peranan dan pengaruh teknologi komunikasi informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

    Beberapa abad terakhir banyak sekali penemuan-penemuan yang diciptakan oleh orang-orang bertangan dingin di dunia. Mulai dari telepon untuk berhubungan jarak jauh, komputer untuk memudahkan pekerjaan manusia, sampai internet yang diibaratkan kamus seluruh dunia. Apa saja ada di dalamnya. Kita ingin mencari apapun, jawabannya ada di internet. Internet bisa juga sebagai tempat kita mencari nafkah, mediator untuk menemukan teman-teman lama kita (jejaring sosial), serta membuat jarak menjadi tidak berarti. Karena kita bisa berhubungan dengan orang di belahan dunia lain dengan mudah.
    Sekarang telah banyak pula dikembangkan satu alat yang mencakup semua kebutuhan kita. Salah satunya handphone yang bisa dijadikan komputer pribadi dan tentu saja dilengkapi internet. Tetapi seiring berkembangnya zaman, manfaat positif yang diharapkan dahulu telah bergeser artinya. Sekarang banyak anak TK yang sudah difasilitasi HP oleh para orangtua mereka. Memang tujuan mereka baik, tetapi mereka tidak bisa mengawasi anak-anak meraka secara penuh. Jadi hal2 negatif yang dilakukan anak-anak, para orangtua tidak tahu. Inilah yang membuat anak-anak menjadi leluasa berbuat semau mereka. Mulai dari membuka situs-situs yang terlarang, mengunduh gambar/ video porno, sampai menggunakan jejaring sosial yang membuat mereka berada dalam masalah (misal diculik dari teman jejaring sosialnya). Apalagi dengan adanya HP yang multi fungsi tersebut. Anak-anak menjadi lebih luas lagi dunianya dalan berpetualang di dunia maya.
    Telah kita ketahui, hak berkomunikasi dan kebebasan berpendapat tidak mengenal gender, suku, maupun ras. Anak-anak pun juga punya hak tersebut. Tetapi jika nantinya hanya membuat moral anak-anak tersebut menjadi kurang baik hanya gara-gara teknologi sungguh disayangkan sekali. Karena anak-anak merupakan bibit baru penerus bangsa. Jika bibitnya saja sudah jelek, bagaimana ke depannya negara ini ??
    Ada juga beberapa kasus yang sempat terjadi gara-gara penggunaan internet. Salah satunya kasus Prita Mulyasari. Beliau di penjara gara-gara sebuah email keluhan yang dikirimkan beberapa media online dan millis. Para aktivis HAM melihat penahanan Prita adalah bentuk penindasan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan aparat yang main tangkap dan menahannya begitu saja. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyesalkan penahanan Prita Mulyasari, mantan pasien Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra.
    Prita ditahan gara-gara keluhannya atas pelayanan rumah sakit yang tersebar di milis. Prita menyebarkan email kepada 10 orang temannya yang berisi keluhannya terhadap rumah sakit tersebut. Email tersebut kemudian menyebar luas ke mailing list. Prita keberatan dengan analisis dokter yang menyebutkan dia terkena demam berdarah.
    Dia merasa ditipu karena dokter kemudian memberikan diagnosis hanya terkena virus udara. Tak hanya itu, menurut Prita dalam emailnya, dokter memberikan berbagai macam suntikan berdosis tinggi.
    Merasa jengkel, Prita kemudian berniat pindah ke RS lain. Namun, dia kesulitan mendapatkan hasil laboratorium. Prita telah mengajukan keberatannya ke RS Omni Internasional dan tak mendapatkan jawabannya.
    Kemudian, ia menyampaikan keluhannya itu kepada teman-temannya melalui e-mail. Pihak RS Omni Tangerang telah menjawab keluhan Prita melalui mailing list dan iklan di media massa.
    Banyak kalangan ikut prihatin. Dewan Pers telah mengunjungi Prita Mulyasari (32). Namun sebaiknya diteruskan juga untuk bertemu dengan Jaksa Agung dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo).
    Rombongan dipimpin Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara ke LP Tangerang. Dewan pers menyampaikan simpati karena Prita mendapati kesulitan karena dituntut RS Omni menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Padahal dia hanya menyatakan pendapatnya,” kata anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi.
    Prita Mulyasari ditahan sejak 13 Mei 2009 karena diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang ancaman hukumannya enam tahun.
    Prita rencananya akan kembali menjalani sidang perdata pada 4 Juni mendatang setelah meminta banding atas keputusan Pengadilan Negeri Tangerang per 11 Mei 2009 yang memenangkan gugatan RS Omni.
    Dewan Pers memang harus mencari kebenaran dari kasus Prita ini. Dewan Pers harus turun tangan karena Prita menyatakan pendapatnya melalui media elektronik, yang diatur dalam UU Pers.
    Dalam UU Pers pasal 1 ayat 1 mengungkapkan, pers adalah wahana sosial yang mencakup menyampaikan berita, mencari, mengolah, mengumpulkan, menyimpan berita baik secara elektronik, cetak dan media lain yang tersedia. Media lain termasuk internet.
    Dukungan bagi Prita juga makin meluas termasuk di situs jejaring sosial Facebook. Di sebuah grup Dukungan Bagi Ibu Prita Mulyasari, Penulis Surat Keluhan Melalui Internet Yang Dipenjara, setidaknya ada delapan ribu orang yang mendukung dan meminta Prita dibebaskan.
    Selain itu, terdapat juga sebuah grup Facebook lainnya yakni, Dukung Prita Mulyasari, dukungan terus mengalir. Mulai dari kalangan yang memberikan kecaman terhadap RS Omni maupun simpati kepada Prita.
    Namun dari semua komentar, yang paling banyak mendominasi adalah mempertanyakan penegakan hukum yang dilakukan aparat. Mereka menilai hukum masih belum berpihak kepada yang benar. Selain grup dukungan terhadap Prita, masih ada lagi grup yang mengecam RS Omni. Grup itu bernama “Say No To RS OMNI Internasional”.
    Anggota Sub-Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Nur Kholis, saat mengunjungi Prita, menyatakan, email yang ditulis Prita merupakan bagian hak paling asasi seorang warga negara dan manusia di sebuah negara beradab. Bannyak kalangan melihat kasus Prita bisa menjadi preseden buruk atas penegakan HAM dan demokrasi di Indonesia.
    Ada juga kasus-kasus artis yang berhubungan dengan pornografi terkuak di dunia maya. Yang baru saja terjadi kasus vokalis Peterpan, Ariel. Dia tersangkut kasus video asusila karena ada pihak yang mengupload video mesumnya bersama kekasihnya, Luna Maya dan artis lain Cut Tari. Kasus ini sempat menggemparkan seluruh negeri ini karena video tersebut dapat dengan mudahnya diunduh oleh siapa saja di internet. Tak luput, anak-anak pun menjadi korban kasus ini. Banyak kasus pemerkosaan anak-anak di bawah umur gara-gara kasus tersebut. Orang-orang yang kontra dengan Ariel pun banyak melakukan demo besar-besaran di beberapa daerah di Indonesia. Mereka menuntut supaya Ariel di hukum seberat-beratnya karena kasusnya membuat banyak kasus asusila lainnya bermunculan. Padahal video yang dibuat Ariel merupakan haknya, karena video itu milik pribadi. Tetapi yang salah adalah orang yang menguploadnya di internet sehingga membuat video itu menjadi konsumsi publik. Luna pun akhirnya melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.
    Terkait aduan Luna Maya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada tiga poin pelanggaran dalam proses hukum kasus video mesum yang tengah dijalani mantan bintang Lux itu termasuk yang dialami Ariel dan Cut Tari.
    Hal itu dikemukakan oleh salah seorang Komisioner Komnas HAM, Rida Saleh.
    “Pertama, dalam kasus tersebut terjadi penyimpangan terhadap keadilan, dimana negara justru tidak melidungi. Kedua, ada hak privasi yang diakui oleh konstitusi, tapi sudah jauh dilanggar. Dan ketiga, terjadi diskriminasi sosiologis terhadap korban sebagai bentuk dari pengabaian terhadap hak,” sebut Rida dalam jumpa pers usai menerima aduan Luna.
    Menurut Danrivanto, pakar hukum telekomunikasi dari Fakultas Hukum Unpad, penyampaian pendapat dalam dunia maya tidak bisa dilakukan sembarangan. Kita perlu mempertimbangkan hal-hal yang bisa jadi merugikan orang lain. Untuk itu, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diharapkan menjadi perlindungan bagi pengguna teknologi internet.
    Selain itu, Danrivanto juga menambahkan bahwa pendidikan dini pada anak dibutuhkan untuk menghindari pelanggaran di dunia maya.“Kita tidak perlu menutup-nutupi informasi yang ada, karena sebenarnya pendampingan yang dilakukan lebih baik dari pada mengahalangi anak menggunakan teknologi,” ujar Danrivanto.
    Juga, Menurut Sufyan, penulis buku “BlackBerry for Everyone” dan jurnalis “Bisnis Indonesia”, setidaknya ada dua permasalahan dalam penggunaan teknologi internet. Di antaranya tidak adanya edukasi yang sungguh-sungguh di tengah masyarakat terkait perkembangan teknologi intenet sehingga masih saja terjadi penyalagunaannya.
    Selain itu, ada pula angapan bahwa dunia maya berbeda dengan dunia nyata. Meski tidak terjadi pertemuan secara fisik, namun Sufyan mengatakan realitas dunia maya sama dengan dunia nyata. Kita mungkin sering merasa bebas mengatakan apa saja di dunia maya, karena identitas kita bisa disembunyikan. Padahal itu merupakan salah satu penyebab kasus-kasus penyalahgunaan. Untuk itu, Sufyan pun mulai menggalakkan Kampanye Gadget Bijak (KGB). Melalui gerakan ini, Sufyan berharap teknologi yang ada bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya.
    Jadi pada akhirnya kita harus berhati-hati dengan penggunaan dunia maya (internet atau jejaring sosial) supaya tidak terjadi lagi kasus-kasus tentang pelanggaran kebebasan berpendapat.
    Sumber :
    http://mardoto.wordpress.com/
    http://www.sumbawanews.com/berita/utama/inilah-kronologis-kasus-prita-mulyasari-pm.html
    http://www.inilah.com/read/detail/112214/kasus-prita-tragedi-kebebasan-beropini/
    http://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/8635-3-pelanggaran-ham-dalam-kasus-ariel-luna-tari.html
    http://www.unpad.ac.id/archives/20593
    • otak _ku.com (hehe..)

    Peni Pita Rini
    08/265769/PA/11910
    Matematika

    Posted by peni pita rini | 24 March 2011, 3:00 pm
  62. Peranan dan Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi (internet, jejaring sosial, dan sejenisnya) pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Masyarakat senantiasa mengalami perubahan. Perubahan yang
    terjadi dalam perkembangan masyarakat kadangkala baru disadari manakala
    dilakukan pengamatan terhadap suatu masyarakat dari waktu ke waktu. Cepatnya
    perkembangan masyarakat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah karena
    pesatnya perkembangan teknologi di bidang komunikasi informasi.
    Kemudian kalau kita berbicara mengenai demokrasi, para ilmuwan dan pakar politik selalu mengatakan ada empat pilar demokrasi, yaitu lembaga yudikatif, eksekutif, legislatif, dan media. Lembaga yudikatif lebih berfungsi sebagai lembaga kehakiman, eksekutif lebih ke pemerintahan, sementara legislatif sebagai lembaga yang membuat undang-undang sekaligus mengawasi kinerja pemerintah.
    Selanjutnya, pilar keempat yang juga sangat penting adalah media.Media tidak hanya sebagai sumber berita, tapi sekaligus merupakan pembawa dan penyambung suara rakyat. Media juga sering kali menjadi alat daya penekan bagi tiga pilar demokrasi sebelumnya.
    Salah satu media informasi yang belakangan mendominasi dalam kehidupan adalah internet.
    Meskipun peran media agak tergeser oleh media sosial, peran media arus utama tetaplah penting bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Malah media-media arus utama, seperti Kompas dan Detikcom memanfaatkan media sosial untuk lebih bisa saling berkomunikasi dan menyampaikan berita lebih cepat ke pembacanya. Media-media tersebut juga membuat wadah bagi netizen , seperti forum online dan blog. Kompas membuat blog Kompasiana. Detikcom membuat Detikforum. Wadah ini digunakan oleh para netizen untuk saling berdiskusi dan menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai isu aktual.
    Dengan hadirnya internet dan media sosial, dinamika kehidupan demokrasi di suatu negara berubah total. Internet sebagai alat bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tapi di sisi lain, internet bisa memberi dampak buruk bagi manusia.
    Melalui internet (Facebook,Twitter dan yang lainnya), masyarakat bisa menggalang kekuatan sendiri untuk menolak kebijakan pemerintah yang dirasakan bertentangan dengan hati nurani masyarakat.
    Masyarakat yang merasa rasa keadilannya tidak terpenuhi menggunakan internet untuk memenuhi rasa keadilan mereka.
    Beberapa waktu yang lalu, Masyarakat Indonesia dikejutkan
    oleh kasus kriminalisasi Bibit-Chandra yang berawal dari persiteruan antara KPK
    dengan kepolisian. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad
    Rianto dan Chandra M Hamzah dituding menerima suap dari pengusaha Anggodo
    Widjojo.
    Tuduhan suap terhadap kedua pimpinan KPK tersebut (Bibit-Chandra)
    diduga penuh dengan rekayasa terkait dengan kasus yang sedang ditangani oleh KPK.
    Dukungan masif dari publik mengalir pada dua pimpinan KPK itu
    setelah sidang Mahkamah Konstitusi (MK) November 2009. Lembaga hukum itu memutar
    rekaman Anggodo Widjojo dengan sejumlah orang terkait Bibit dan Chandra.
    Dukungan publik mengalir deras seiring menguatnya indikasi kriminalisasi
    terhadap Chandra dan Bibit pasca pemutaran rekaman itu. Salah satu dukungan
    datang dari facebookers. Dengan judul ‘Gerakan 1.000.000 Facebookers
    Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto,’ 9 Desember 2009.

    Kasus lain yang menggunakan internet dalam upaya memenuhi
    rasa keadilan dan ternyata berpengaruh pada perubahan sosial adalah kasus yang
    menimpa Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang mengirimkan keluhannya
    dengan mengirimkan email kepada 10 (sepuluh) orang temannya. Akibat keluhannya
    itu, Prita kemudian harus dipidana dengan dasar Pasal 27 ayat 3 UU No. 11 tahun
    2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
    Bahkah salah seorang anggota Wantimpres, Adnan Buyung
    Nasution, merasa heran ketika mengetahui kasus yang menimpa Prita Mulyasari.
    Sanksi pidana kurungan yang dikenakan pada Prita bisa membungkam orang lain
    untuk beropini atau berpendapat.
    Selain itu, masih ada beberapa kasus lain yang dalam
    mendukung tercapainya rasa keadilan, suatu kelompok masyarakat menggunakan situs
    jejaring sosial facebook, sebut saja kasus Susno Duaji, ex-Kabareskrim
    yang mencoba membongkar kebobrokan di tubuh kepolisian, Kasus Budiono � Sri
    Mulyani terkait Bank Century dan juga Kasus Gayus terkait makelar kasus pajak.
    Dalam hal lain contohnya kemenangan Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Salah satu sebabnya karena dia menggunakan situs jejaring social antara lain menggunakan facebook selain itu dia juga menggunakan Twitter, My Space, Linkedin, Friendster dan You Tube. Meski belum ada penelitian resmi berapa persen sumbangan suara yang didapat dari kampanye via jejaring sosial tersebut, Barack Obama kini sudah menempati Gedung Putih.
    Bahkan sekarang ini internet digunakan untuk menjaring masa besar-besaran dalam upaya menggulingkan kekuasaan.
    Contohnya gejolak yang sedang melanda timur tengah.
    Berawal dari Tunisia, aksi demonstrasi yang melibatkan massa jutaan orang itu merembet ke Mesir, Yaman, Bahrain, Maroko, dan kini Libia. Meski tersekat geografis, rakyat di negara-negara padang pasir itu menyuarakan hal yang sama, reformasi pemerintahan sekaligus menghendaki pemimpin tertinggi mereka lengser dari jabatannya.
    Hasilnya? Presiden Tunisia, Zainal Abidin Ali, terpaksa melepaskan tampuk kekuasaannya pada 14 Januari 2011. Disusul kemudian Hosni Mubarak, Presiden Mesir yang telah berkuasa selama 30 tahun mesti mengakhiri kepemimpinannya pada 11 Februari 2011. Tentu saja peristiwa tersebut akan menjadi catatan sejarah yang sulit terhapuskan sepanjang masa. Menarik untuk disimak aksi massa sporadis di Timur Tengah itu selain dipicu oleh kegeraman rakyat atas kinerja dan perilaku para elite politiknya, juga termobilisasi oleh jejaring sosial, semisal Facebook dan Twitter.
    Blog-blog dan situs-situs di Internet pun tak kalah gencar turut memprovokasi dan menggalang kekuatan publik untuk bersatu melawan tirani kekuasaan. Dunia maya seakan telah menjadi sarana pematangan ide-ide tentang reformasi bagi masyarakat di wilayah Timur Tengah. Besarnya pengaruh Internet tersebut tak ayal membuat para pemimpin negara-negara Timur Tengah pun ketar-ketir. Mubarak bahkan sempat menutup akses Internet di negerinya guna menghentikan gerakan massa tersebut. Pakar sosiologi dari Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Sigit Pranowo menjelaskan gerakan sosial yang terjadi di negaranegara Timur Tengah, khususnya Tunisia dan Mesir, dibingkai oleh sebuah kepentingan bersama, yakni keinginan akan adanya perubahan.
    Di jejaring sosial, siapa pun bebas menyampaikan pendapatnya secara langsung, cepat, dan efisien. Itulah sebabnya jejaring dunia maya tersebut efektif menggerakkan massa, tidak seperti media cetak atau elektronik yang cenderung satu arah dalam penggalangan opini. Jejaring sosial, menurut Sigit, dapat berinteraksi secara langsung, dua arah, cepat, dan bisa dilakukan oleh siapa pun.
    Media jejaring sosial memiliki karakteristik sendiri yang membedakannya dengan media massa lainnya. Gerakan masif yang terbentuk dari jejaring sosial berangkat dari kemampuan jejaring sosial dalam melipatgandakan ide-ide dan opini-opini masyarakat dalam waktu yang singkat.
    Peran jejaring sosial dalam menyatukan publik sudah terbukti lewat sejumlah kasus. Yaitu kasus terbaru yang terjadi di Tunisia dan Mesir tersebut. Dengan memanfaatkan jejaring sosial yang dianggap sebagai sarana yang lebih egaliter dan multi-arah, masyarakat di kedua negara itu dapat mulai menapaki tangga demokrasi yang selama ini diidam-idamkan.
    Dari beberapa contoh di atas kita tahu bahwa dengan berkembangnya dunia informasi, kita dapat melakukan perubahan-perubahan besar yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dan menjadi mungkin. Khususnya dalam bidang demokrasi atau pergerakan rakyat.
    Michael Hauben, Bapak Netizen Dunia, suatu kali pernah mengatakan bahwa kehadiran jaringan internet akan semakin memperkuat alam demokrasi di dunia. Apa yang di katakan Michael Hauben itu terbukti sekarang. Internet telah membuka mata masyarakat dunia tentang kejadian-kejadian di berbagai belahan dunia tanpa batas teritori.

    Sumber:
    Gerakan Facebookers Dukung Bibit Chandra,

    http://korupsi.vivanews.com/news/read/146086-gerakan_facebookers_dukung_bibit_chandra,

    diunduh tanggal 21 Mei 2010

    Kasus Prita, Tragedi Kebebasan Beropini, http://www.inilah.com/berita/politik/2009/06/03/112214/kasus-prita-tragedi-kebebasan-beropini/,
    diunduh tanggal 22 Mei 2010.

    google: peranan dan pengaruh internet pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat

    Qoriatun Maryamah
    Matematika/Matematika
    08/269914/PA/12125

    ******** of *********

    Posted by Qoriatun Maryamah/matematika | 23 March 2011, 11:28 am
  63. Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
    jawab:
    contoh;
    Revolusi politik yang terjadi di kawasan Dunia Arab (Tunisia, Mesir, dan Libya) saat ini, telah melahirkan gelombang optimisme akan sebuah dunia baru yang lebih demokratis dan terbuka. Melalui media, kini semangat dan gerakan perlawanan terhadap  rejim otoriter dan korup itu bisa disaksikan oleh seluruh dunia, memunculkan simpati dan dukungan pada para demonstran.

    Yang menarik, pemicu dan bahkan penggerak perubahan politik itu diyakini datang dari revolusi digital (internet dan sosial media (Facebook dan Twitter). Sejauhmana mana kebenaran dari klaim ini? Dalam rangka merayakan ulang tahun Manifesto Komunis pada 21 Februari, Coen Husain Pontoh dari IndoPROGRESS, mewawancarai DR. Yanuar Nugroho, Hallsworth Research Fellow in Political Economy of Innovation, Manchester Institute of Innovation Research University of Manchester, Manchester, United Kingdom dan pegiat di Uni Sosial Demokrat, Jakarta, Indonesia. Berikut Petikannya:

    IndoPROGRESS (IP): Dalam Manifesto Komunis, Marx dan Engels mengatakan,  untuk terus hidup maka borjuasi harus terus-menerus merevolusionerkan alat-alat/teknologi produksinya. Bagaimana pendapat anda soal pernyataan ini dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi khususnya revolusi digital saat ini?

    Yanuar Nugroho (YN): Dalam terang Manifesto memang begitulah teknologi dipandang: ia adalah alat produksi kelas borjuis, yang mengukuhkan posisinya dalam kelas sosial. Inovasi teknologi adalah upaya mempertahankan status quo ini. Pandangan ini mendapat tantangan yang mengatakan bahwa karena teknologi adalah aplikasi sains dan sains itu netral, teknologi juga netral. Debat tentang ini tidak berhenti sampai kini. Tetapi bahkan dari kacamata yang paling konservatif sekalipun, perkembangan sains dan teknologi tidak pernah netral. Netralitas teknologi itu ilusi. Teknologi berkembang lebih karena dalil feasibility (kelayakan), ketimbang validity (kesahihan). Jika ia valid namun  tidak feasible, sangat kecil kemungkinan teknologi itu dikembangkan. Dan kelayakan di sini adalah kelayakan ekonomi. Artinya teknologi dikembangkan sejauh bisa memberi nilai tambah ekonomi – bahkan ketika kelayakan lain (sosial, lingkungan) tak semuanya terpenuhi. Itulah logika inovasi teknologi. Sesuatu tak akan dianggap inovatif kalau ia tak bisa dibawa ke pasar.

    Teknologi informasi bukan perkecualian. Bahkan, ia adalah salah satu mesin utama penggerak ekonomi modern saat ini. Internet adalah penggerak utama inovasi-inovasi produk, jasa dan model bisnis, dan mendefinisikan ulang peran kita sebagai warga dan konsumen. Manurut VeriSign, pada tahun 2010, dari sekitar 250 juta website, 85 juta diantaranya adalah dotcom. Dari angka ini 11,9 juta adalah situs e-commerce dan bisnis online, 4,3 juta situs hiburan, dan 1,8 juta situs olahraga. Bahkan setelah runtuhnya dotcom bubble, jumlah situs sejenis ini tumbuh rata-rata 668 ribu per bulan. Dotcom sendiri, menurut ITIF, adalah platform bagi aktivitas ekonomi senilai 400 milyar dollar setahun, dan diperkirakan akan mencapai 950 milyar dollar pada tahun 2020.

    Perkembangan teknologi informasi ini menandai munculnya ‘era baru’ – yakni era Internet. Setelah berakhirnya PD II, Eropa Barat dan Jepang lambat laun mengejar ketertinggalannya dari AS dengan, salah satu di antaranya, mengadopsi teknologi-teknologi yang dikembangkan AS dan ditambahkan dengan inovasinya sendiri.  Data dari Bloomberg Businessweek menunjukkan bahwa pada tahun 1970, pendapatan per kapita AS 31% lebih tinggi dari negara industri lainnya. Tahun1991, perbedaannya hanya 10%. Namun, dengan perkembangan Internet, perbedaan ini membesar lagi menjadi 22% pada tahun 2000.

    Di Indonesia sendiri, Buku Putih Kominfo 2010 menunjukkan jelas bahwa yang menikmati teknologi informasi adalah kebanyakan mereka yang ada di kota-kota besar di Jawa-Bali dan Sumatera. Pembangunan infrastruktur masih sangat pincang. Jadi, perkembangan pesat teknologi informasi ini – dan seluruh infrastruktur kebijakannya, jika boleh saya ringkas, bukan hanya melanggengkan tata sosial berdasarkan kelas, namun justru memperlebar jurang antar kelas tersebut.

    IP:  Pendapat dominan mengatakan, revolusi digital ini telah mengubah masyarakat secara politik dan kultural, melalui demokratisasi informasi dan kritisisme masyarakat yang semakin tinggi. Pemerintah, misalnya, tidak bisa lagi membuat kebijakan yg semena-mena atau melakukan korupsi. Pendapat Anda?

    YN: Ada dua lapis perkara di sini. Pertama adalah soal dinamika ekonomi politik makro (seperti saya sampaikan di atas). Ringkasnya, dari kacamata ekonomi politik, “revolusi digital” ini secara umum tidak mengubah apa-apa dalam konteks struktur kelas seperti dalam gagasan Marx dan Engels. Revolusi digital tidak, dan tidak akan, menghancurkan kelas borjuasi/kapitalis. Memang ada orang(-orang) yang “naik kelas” dari kelas bawah ke tengah, atau tengah ke atas karena revolusi digital ini (misalnya, mereka yang jadi lebih kaya karena bisnis online, e-commerce, dll.), tetapi jumlahnya relatif amat kecil dibandingkan keseluruhannya. Seperti dinyatakan Marx sendiri, peran pemerintah dalam struktur kapitalisme hanyalah sekedar “penjaga” kepentingan kaum borjuasi. Para cendekia tata-pemerintahan menolak label ini. Namun sayangnya –bagi saya setidaknya—apa yang tampak dari sisi kebijakan dan eksekusi praktik pembangunan (termasuk teknologi) justru memperkuat apa yang dikatakan Marx itu.

    Kedua, adalah dinamika mikro difusi dan adopsi inovasi teknologi. Di tingkat mikro ini sebenarnya teknologi bisa digunakan untuk ‘membebaskan’. Artinya: sementara teknologi berdifusi mengikuti dinamika pasar, dalam adopsinya, aspek agensi berperan penting. Teknologi tak harus digunakan sebagaimana mestinya sesuai ia didesain atau diciptakan (“mengekang”). Namun teknologi bisa di”apropriasi” oleh agensi – diintegrasikan, bukan lagi dianggap eksternalitas/barang “asing,” lantas digunakan secara cerdas, taktis, strategis dan politis untuk mencapai tujuannya.

    Pendapat yang mengatakan “revolusi digital mengubah masyarakat secara politik dan kultural” itu bertumpu pada perkara lapis kedua – soal adopsi dan apropriasi teknologi. Karena itu ada dua prasyarat. Pertama, ada tujuan yang berasal dari keprihatinan bersama dalam masyarakat. Kedua, ada agensi-agensi yang mengapropriasi dan menyebarluaskannya. Betul, bahwa penggunaan teknologi informasi telak memaksa pemerintah untuk makin transparan, efisien, dan tidak korup. Betul juga bahwa teknologi yang diapropriasi masyarakat membantu masyarakat makin kritis terlibat dalam politik dan mendesak pemerintah. Namun, apropriasi teknologi (baik oleh masyarakat ataupun pemerintah) adalah satu hal, dan keberpihakan (baik pemerintah ataupun masyarakat) pada masyarakat kelas bawah adalah hal lain.

    Adalah pengandaian yang sembrono dan berbahaya jika mengatakan bahwa perubahan yang didesakkan masyarakat secara politis dan kultural pada pemerintah itu pasti bertujuan untuk “membebaskan” kelas bawah. Dan sebaliknya, juga sama naifnya, yakni bahwa pemerintah yang makin transparan dan tidak korup juga selalu makin berpihak pada kelas bawah. Pengandaian ini tak membedakan mana yang merupakan keniscayaan logis dan mana yang sekedar kontingensi historis dalam dinamika ekonomi politik kelas.

    Semoga jelas kiranya bagaimana dua lapis perkara ini berhubungan, dan saling mempengaruhi.

    IP:  Revolusi digital juga dianggap sebagai kekuatan politik baru, yang sanggup menjatuhkan rejim korup dan otoriter. Pengalaman Filipina, Tunisia, Mesir dan Libya adalah contohnya.

    YN: Kekuatan politiknya bukan pada instrumen digitalnya, melainkan masyarakat tertindas yang mau mengorganisir diri dan mendesakkan perubahan. Benar bahwa revolusi digital mendekatkan masyarakat ini pada informasi, membantu mereka berbagi informasi dan mengorganisir diri, namun instrumen komunikasi digital itu tetaplah alat. Tetap dibutuhkan agensi di belakang alat tersebut untuk membuatnya menjadi “powerful.” Apa yang terjadi di Filipina, Tunisia, Mesir dan Libya, dalam skala tertentu, sudah terjadi di Indonesia saat reformasi 1998. Saya melakukan penelitian doktoral saya tentang peran Internet dalam gerakan masyarakat sipil di Indonesia sejak sebelum 1995 hingga 2003. Dampak penggunaan Internet dan teknologi komunikasi dalam mengorganisir gerakan memang menakjubkan – seperti yang saat ini kita saksikan di dunia Arab. Namun gerakan menjatuhkan Suharto itu tetaplah digerakkan oleh agensi: orang konkret dalam ruang dan waktu tertentu. Mereka yang menduduki gedung DPR (atau alun-alun Thahrir di Kairo) lah yang mendesakkan perubahan, bukan teknologinya.

    Kedua, menjatuhkan rejim korup dan otoriter itu berbeda dengan menciptakan tata pemerintahan baru yang berpihak pada kelas bawah atau rakyat miskin. Indonesia kini barangkali relatif lebih demokratis dan “bebas” ketimbang di jaman Suharto (meski ini bisa terus didebat). Tetapi jurang kaya-miskin tetap lebar menganga; kebijakan dan praktek pembangunan tetap tidak berpihak pada rakyat miskin; bahkan banyak orang mengritik bahwa agenda neoliberal makin kental terasa dalam berbagai kebijakan dan praktek sosial-ekonomi-politik pembangunan. Penjelasan akan hal ini jelas berada di luar wilayah teknikalitas teknologi, melainkan pada domain ekonomi politik.

    Sumber: http://indoprogress.com

    nama:estina rofiatun
    nim: 08/265669/pa/11898
    prodi matematika

    ******** of *********

    Posted by estina rofiatun | 23 March 2011, 11:19 am

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 269 other followers

%d bloggers like this: