56 comments on “PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

  1. Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan negara. Geostartegi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945. Geostrategi juga untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud ketahanan nasional, sehingga bisa dikatakan geostartegi adalah ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan nasional itu sendiri adalah suatu kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui geostrategi ketahanan nasional bukan hanya mencakup ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan, melainkan di segala bidang yang dapat mendukung integritas, identitas, kelangsungan hidup dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional di antaranya mencakup bidang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara.

    Di dalam imlplementasi geostrategi ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memiliki peranan yang sangat krusial. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, maka tidak dapat disanggah lagi bahwa kebutuhan akan komunikasi dan informasi sangatlah penting. TIK berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi yang dapat mencakup seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bayangkan saja semisal Indonesia tidak memiliki Teknologi Komunikasi yang memadai, jika suatu saat di suatu pulau atau daerah terjadi bencana dan daerah tersebut tidak bisa menghubungi daerah lain karena keterbatasan teknologi yang kita miliki, tentu saja hal tersebut akan mencoreng ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai contoh yang belum lama terjadi yaitu ketika terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, di mana informasi bencana tersebut baru tersebar setelah beberapa hari. Padahal selama beberapa hari tersebut saudara-saudara kita di sana banyak yang menderita dan membutuhkan bantuan. Selain itu TIK yang memadai, harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi bukan hanya di darat saja tetapi juga di laut, mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di dalam upaya menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia, TIK akan membantu memperlancar komunikasi dan koordinasi antar kapal. Dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mencakup pulau-pulau dan perairan di seluruh Indonesia, maka diharapkan TIK ini akan mendukung kesatuan seluruh wilayah negara Indonesia.

    Referensi :
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

    NIM : 09/283590/PA/12620
    Nama : Muhammad Lathif Pambudi
    Dengan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang memadai, bukan hanya bidang pertahanan dan keamanan saja yang akan memdapat keuntungan akan tetapi di semua bidang ketahanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada sekarang ini, mulai dari telepon, televisi, hingga internet akan membuat peredaran informasi berjalan lebih cepat sehingga dapat menunjang ketahanan nasional. Akan tetapi teknologi informasi dan komunikasi ini bagaikan pedang bermata dua. Selain sebagai salah satu komponen yang penting, TIK juga merupakan salah satu titik rawan untuk dijadikan sasaran dari pihak luar sehingga dapat mengancam ketahanan nasional. Lewat teknologi informasi dan komunikasi ini pihak-pihak tertentu dapat menyebarluaskan serangannya ke seluruh penjuru Indonesia tanpa bersusah payah. Serangan ini tentunya bukan berupa serangan fisik, melainkan berupa serangan informasi misalnya dengan menyebarkan informasi palsu atau isu-isu tertentu yang dapat membuat panik warga, seperti yang terjadi pada bencana merapi yang lalu. Contoh yang lain juga bisa berupa penyebaran ideologi-ideologi atau paham-paham yang bertentangan dengan pancasila dan norma-norma yang diselipkan lewat siaran-siaran di televisi. Paham-paham yang diselipkan ini seperti hedonisme, fanatisme, dan lainnya dapat secara perlahan dan tidak sadar akan ditiru oleh para penontonnya sehingga dapat merusak moral dan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa. Hal ini akan memberikan dampak yang besar terutama pada generasi muda yang mana masih labil dan mudah terpengaruh, padahal di lain sisi, generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa dan hendaknya dapat menjaga dan memelihara nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

    Selain hal-hal di atas teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, juga rawan terhadap serangan dari para hacker. Seperti yang pada kasus Wikileaks misalnya, para hacker berhasil menjebol jaringan internet pemerintah Amerika Serikat. Meskipun tingkat keamanan jaringan sudah sangat tinggi, para hacker masih bisa mencuri beberapa dokumen rahasia kemudian disebarluaskan melalui wikileaks. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman yang serius bagi negara. Meski tak seheboh wikileaks, hal ini sebenarnya juga terjadi di Indonesia dengan adanya Indoleaks.

    Oleh karena dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, perlu diadakan upaya-upaya pencegahan. Misalnya dengan dilakukannya penyensoran terhadap acara-acara yang akan ditayangkan ditelevisi dengan lebih teliti. Selain itu juga dengan meningkatkan keamanan jaringan untuk mencegah adanya serangan dari pihak-pihak luar. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai dengan klasifikasi yang telah disebutkan di atas tadi, maka harapannya teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menjadi komponen yang sangat penting dan tidak menimbulkan dampak negatif sehingga dapat menunjang ketahanan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

    Referensi :
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

    NIM : 09/283590/PA/12620
    Nama : Muhammad Lahif Pambudi

  2. Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan negara. Geostartegi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945. Geostrategi juga untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud ketahanan nasional, sehingga bisa dikatakan geostartegi adalah ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan nasional itu sendiri adalah suatu kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui geostrategi ketahanan nasional bukan hanya mencakup ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan, melainkan di segala bidang yang dapat mendukung integritas, identitas, kelangsungan hidup dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional di antaranya mencakup bidang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara.

    Di dalam imlplementasi geostrategi ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memiliki peranan yang sangat krusial. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, maka tidak dapat disanggah lagi bahwa kebutuhan akan komunikasi dan informasi sangatlah penting. TIK berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi yang dapat mencakup seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bayangkan saja semisal Indonesia tidak memiliki Teknologi Komunikasi yang memadai, jika suatu saat di suatu pulau atau daerah terjadi bencana dan daerah tersebut tidak bisa menghubungi daerah lain karena keterbatasan teknologi yang kita miliki, tentu saja hal tersebut akan mencoreng ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai contoh yang belum lama terjadi yaitu ketika terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, di mana informasi bencana tersebut baru tersebar setelah beberapa hari. Padahal selama beberapa hari tersebut saudara-saudara kita di sana banyak yang menderita dan membutuhkan bantuan. Selain itu TIK yang memadai, harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi bukan hanya di darat saja tetapi juga di laut, mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di dalam upaya menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia, TIK akan membantu memperlancar komunikasi dan koordinasi antar kapal. Dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mencakup pulau-pulau dan perairan di seluruh Indonesia, maka diharapkan TIK ini akan mendukung kesatuan seluruh wilayah negara Indonesia.

    Referensi :
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

    NIM : 09/283590/PA/12620
    Nama : Muhammad Lathif Pambudi
    Dengan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang memadai, bukan hanya bidang pertahanan dan keamanan saja yang akan memdapat keuntungan akan tetapi di semua bidang ketahanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada sekarang ini, mulai dari telepon, televisi, hingga internet akan membuat peredaran informasi berjalan lebih cepat sehingga dapat menunjang ketahanan nasional. Akan tetapi teknologi informasi dan komunikasi ini bagaikan pedang bermata dua. Selain sebagai salah satu komponen yang penting, TIK juga merupakan salah satu titik rawan untuk dijadikan sasaran dari pihak luar sehingga dapat mengancam ketahanan nasional. Lewat teknologi informasi dan komunikasi ini pihak-pihak tertentu dapat menyebarluaskan serangannya ke seluruh penjuru Indonesia tanpa bersusah payah. Serangan ini tentunya bukan berupa serangan fisik, melainkan berupa serangan informasi misalnya dengan menyebarkan informasi palsu atau isu-isu tertentu yang dapat membuat panik warga, seperti yang terjadi pada bencana merapi yang lalu. Contoh yang lain juga bisa berupa penyebaran ideologi-ideologi atau paham-paham yang bertentangan dengan pancasila dan norma-norma yang diselipkan lewat siaran-siaran di televisi. Paham-paham yang diselipkan ini seperti hedonisme, fanatisme, dan lainnya dapat secara perlahan dan tidak sadar akan ditiru oleh para penontonnya sehingga dapat merusak moral dan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa. Hal ini akan memberikan dampak yang besar terutama pada generasi muda yang mana masih labil dan mudah terpengaruh, padahal di lain sisi, generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa dan hendaknya dapat menjaga dan memelihara nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

    Selain hal-hal di atas teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, juga rawan terhadap serangan dari para hacker. Seperti yang pada kasus Wikileaks misalnya, para hacker berhasil menjebol jaringan internet pemerintah Amerika Serikat. Meskipun tingkat keamanan jaringan sudah sangat tinggi, para hacker masih bisa mencuri beberapa dokumen rahasia kemudian disebarluaskan melalui wikileaks. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman yang serius bagi negara. Meski tak seheboh wikileaks, hal ini sebenarnya juga terjadi di Indonesia dengan adanya Indoleaks.

    Oleh karena dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, perlu diadakan upaya-upaya pencegahan. Misalnya dengan dilakukannya penyensoran terhadap acara-acara yang akan ditayangkan ditelevisi dengan lebih teliti. Selain itu juga dengan meningkatkan keamanan jaringan untuk mencegah adanya serangan dari pihak-pihak luar. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai dengan klasifikasi yang telah disebutkan di atas tadi, maka harapannya teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menjadi komponen yang sangat penting dan tidak menimbulkan dampak negatif sehingga dapat menunjang ketahanan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

  3. PERANAN IPTEK (TEKNOLOGI INFORMASI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan. Ia merupakan cabang dari geopolitik, dimana geopolotik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa. Sementara geostrategi Indonesia sendiri memiliki arti yang sedikit berbeda, dimana ia merupakan metode atau strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman dan sejahtera. Indonesia memiliki perumusan sendiri mengenai konsep geostrategi, yaitu Ketahanan Nasional.

    Ketahanan nasional didefinisikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Ketahanan nasional diperlukan bukan hanya sebagai konsep politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas-tugas pokok pemerintah, seperti menegakkan hukum dan ketertiban (law and order), mewujudkan kesejahteraan rakyat(welfare and prosperity), terselenggaranya pertahanan dan keamanan(defence and security), mewujudkan keadilan hukum dan keadilan sosial (juridical justice and social justice), memberikan kebebasan kepada rakyat (freedom of the people).

    Indonesia merupakan sebuah negara dengan wilayah yang luas. Dengan kondisi geografi Indonesia yang cukup rumit, dimana negara ini diapit oleh dua benua dan dua samudera serta dengan wilayah Indonesia yang begitu luas, maka diperlukanlah sebuah konsep Geostrategi Indonesia yang kuat, yang didukung oleh seluruh sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia. Ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK tentunya juga ikut berpartisipasi dalam mendukung geostrategi Indonesia tersebut. Utamanya teknologi informasi, yang perkembangannya semakin pesat di Indonesia. Teknologi informasi tidak selalu berkaitan dengan komputer dan internet. Telekomunikasi merupakan contoh salah satu bidang yang ada di bawah teknologi informasi. Telekomunikasi sangat penting bagi Indonesia, mengingat luasnya wilayah Indonesia, sehingga untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antar daerah diperlukan teknologi telekomunikasi yang baik. Ironisnya, kondisi telekomunikasi di Indonesia masih jauh dari baik. Masih banyak kawasan pedalaman yang belum terjangkau, memungkinkan longgarnya keamanan negara dari penyusup dan sebagainya.

    Telekomunikasi hanyalah satu contoh dari sekian banyak implementasi teknologi informasi yang bisa diberikan kepada geostrategi Indonesia. Dengan kata lain, masih banyak yang bisa digali dari teknologi informasi itu untuk kepentingan negara dan bangsa. Implementasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu membangun bangsa menjadi lebih baik.

    Sumber :
    http://en.wikipedia.org/wiki/Geostrategy
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96

    Nama : Sena Nur Acksyavi
    NIM : 08/264840/PA/11857

  4. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Secara alami Indonesia adalah suatu archipelago. Indonesia merupakan suatu negeri yang amat unik. Hanya sedikit negara di dunia, yang bila dilihat dari segi geografis, memiliki kesamaan dengan Indonesia. Negara-negara kepulauan di dunia, seperti Jepang dan Filipina, masih kalah bila dibandingkan dengan negara kepulauan Indonesia. Indonesia adalah suatu negara, yang terletak di sebelah tenggara benua Asia, membentang sepanjang 3,5 juta mil, atau sebanding dengan seperdelapan panjang keliling Bumi, serta memiliki tak kurang dari 13.662 pulau.

    Indonesia sebagai negara kepulauan di dunia yang amat luas, memiliki masalah teritorial yang sifatnya spesifik, sehingga memerlukan penanganan yang juga sifatnya spesifik. Berbagai faktor yang terindikasi berpengaruh terhadap kekhasan masalah teritorial Indonesia tersebut, diantaranya adalah faktor geografi, demografi, sosial, ekonomi dan politik masyarakat Indonesia. Secara geografi, Indonesia terletak diantara posisi silang strategik dua benua Asia dan Australia yang dihuni oleh bangsa-bangsa dengan karakteristiknya masing-masing, demikian juga Indonesia berada di antara dua samudra (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia) yang menjadi jalur lintas penghubung berbagai negara di dunia. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap masalah dan penanganan teritorial laut, darat dan udara di Indonesia.

    Geostrategis Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfatkan wilayah Negara kesatuan RI sebagai ruang hidup nasional guna merancang arahan tentang kebijakan, saran dan sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional, mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945.

    Implementasi geostrategi dalam penyebaran akses internet di Indonesia

    Dunia telah memasuki era digital dengan cepatnya Internet menghubungkan manusia di berbagai penjuru bumi. Pada sepuluh tahun terakhir kita telah menyaksikan perkembangan akses Internet secara global dari sisi teknologi dan kecepatan akses. Sejak masuknya teknologi broadband pada tahun 2000, kecepatan akses Internet secara global mengalami peningkatan. Sebagai salah satu inovasi terbaru, teknologi broadband dipandang memiliki potensi penggunaan dan evolusi yang lebih jauh lagi.

    Satu arah perkembangan akses Internet broadband adalah inkarnasi terbaru dari mobile broadband: WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). WIMAX, juga dikenal dengan 4G, pada dasarnya adalah teknologi yang memungkinkan transmisi paket data secara nirkabel pada kecepatan broadband. Hal ini tentunya mempersenjatai komputer dan perangkat lainnya dengan mobilitas tinggi dan akses koneksi broadband berkecepatan tinggi tanpa perlu terhubung langsung pada jaringan kabel atau hotspot yang lingkupnya sangat terbatas. Kecepatan yang mampu ditawarkan oleh WIMAX dapat membuat akses layanan broadband kabel dan teknologi Internet yang sebelumnya menjadi sejarah.

    WIMAX menjadi jawaban akan kebutuhan layanan broadband bagi kondisi geografis di Indonesia, khususnya untuk berbagai daerah yang jauh dan terpencil. Teknologi WIMAX akan mewujudkan layanan telekomunikasi yang lebih baik dengan biaya terjangkau dibandingkan dengan teknologi koneksi Internet yang ada sebelumnya. WIMAX juga mampu menyediakan akses broadband nirkabel yang lebih efisien dalam penggunaan bandwidth (dibandingkan dengan teknologi 3G). Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses untuk memperoleh layanan DSL atau Internet kabel di area mereka akan memiliki alternatif, bahkan pilihan yang lebih baik, untuk mengakses Internet. Dengan WIMAX, masa depan koneksi broadband di Indonesia akan menarik untuk diikuti.

    Implementasi geostrategi dalam mengeksplorasi dan menjaga keutuhan wilayah teritorial Indonesia.

    Dunia internasional mengakui bahwa Blok Ambalat adalah bagian dari Republik Indonesia. Blok Ambalat tidak sekedar bagian dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), melainkan benar-benar bagian dari wilayah teritorial Indonesia. Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada peta di Google Earth bahwa Blok Ambalat berada di selatan batas wilayah Indonesia-Malaysia .

    Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.

    Selain itu, Google Earth juga dapat digunakan untuk mempermudah eksplorasi daerah-daerah di Indonesia. Contohnya, para relawan yang mengelola posko Merapi dan telah terfasilitasi internet, dapat memanfaatkan Google Earth atau Google Map untuk mengirimkan info titik koordinat lokasi posko pengungsiannya. Info titik koordinat dari Google Earth ini nantinya untuk mempermudah dan memperlancar distribusi bantuan karena beberapa lokasi posko pengungsian berada jauh dari jalan raya propinsi. Selain itu juga posko-posko ini nama daerahnya masih asing bagi kebanyakan orang, terutama nantinya bagi pemberi bantuan dari luar kota Jogja. Dengan diketahui koordinat lokasi posko pengungsi yang membutuhkan bantuan, akan mempermudah bagi pemberi bantuan untuk mendrop bantuannya langsung ke lokasi. Jadi sebelum berangkat mempelajari posisi tempat tujuan dengan mempergunakan Google Earth/Google Map.

    Media jejaring sosial macam Twitter dan Facebook juga kerap dijadikan oleh para relawan untuk mempublish kebutuhan bantuan di posko pengungsian. Teknologi ini dapat digabung secara bersamaan, misalkan apabila relawan akan mempublish kebutuhan bantuan melalui Twitter dan Facebook dengan menyebutkan kode sebagai berikut: Nama Lokasi Pengungsian, Nama Koordinator1, No HP1, Nama Koordinator2, No HP2, Titik koordinat Google Earth. Dengan format ini, mungkin akan mempermudah pemberian bantuan secara langsung ke lokasi, sehingga kebutuhan mereka akan segera dipenuhi oleh para pemberi bantuan.

    Referensi :
    http://ekuswandoro.wordpress.com/
    http://www.kodam-udayana.mil.id/seminar/pdf/makalah33.pdf
    http://www.facebook.com/wigowimax?v=app_2347471856
    http://www.tandef.net/google-earth-pun-mengakui-ambalat-milik-indonesia
    http://infokahfi.blogspot.com/2010/11/memanfaatkan-google-earth-untuk.html

    Nama : Zainuddin Nafarin
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/283528/PA/12592

  5. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Iptek merupakan singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah “iptek” ini tidak untuk dipisahkan antara ilmu pengetahuan atau teknologi, melainkan sebuah istilah yang menjelaskan tentang segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada.

    Teknologi informasi merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada teknologi informasi.

    Teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lai menjadi hambatan.

    Teknologi informasi merupakan tonggak penting dalam perkembangan iptek. Bahkan hampir setiap lini dalam iptek membutuhkan teknologi informasi demi menunjang perkembangan bidangnya. Sedangkan kemajuan iptek di suatu negara merupakan sebuah hal yang sangat penting sebagai faktor yang menentukan kemajuan bangsa tersebut. Jadi dapat disimpulakan bahwa kemajuan teknologi informasi menjadi sebuah tolok ukur yang penting dalam kemajuan bangsa tersebut.

    Geostrategi adalah strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi.

    Indonesia terletak pada posisi silang yang memberikan pengaruh terhadap segala aspek kehidupan bangsa Indonesiam ada untung dan ada ruginya. Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya

    Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945.

    Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional merrpakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala gangguan kesatuan nasional baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.

    Dalam mempertahankan ketahanan nasional, faktor komunikasi merupakan kunci utama yang memegang peranan penting. Dikarenakan negara Indonesia terdiri dari banyak wilayah yang merupakan kepulauan yang dipisahkan oleh daratan dan perairan, komunikasi antar wilayah menjadi sangat penting dalam proses pemantauan wilayah Indonesia. Penggunaan alat komunikasi, seperti telepon seluler, bisa menghabiskan lebih banyak biaya, sehingga untuk menghematnya, kita hanya menggunakan telepon seperlunya setelah itu dimatikan. Ditambah lagi dengan ketidakstabilan manajemen operator penyedia layanan telekomunikasi seluler yang ada di Indonesia, sehingga menyebabkan sambungan telepon menjadi sering terputus. Dan masih banyak operator lain yang jaringannya belum mencapai wilayah-wilayah di Indonesia yang terpencil, seperti di pelosok-pelosok pulau. Sedangkan seperti kita ketahui, komunikasi di seluruh wilayah Indonesia sangatlah penting, jadi apapun yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, baik di kota-kota besar maupun daerah-daerah terpencil dapat dipantau secara real-time.

    Sebagaimana kita ketahui, bila menggunakan komunikasi dengan telepon, pasti akan menghabiskan biaya yang cukup besar. Mengingat sudah banyak biaya yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, ada baiknya bila kita dapat meminimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), misalnya dalam hal komunikasi tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Indonesia mencari alternatif cara berkomunikasi antar daerah yang efisien, efektif, dan hemat biaya. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan VoIP.VoIP adalah singk atan dari Voice over Internet Protocol yang merupakan suatu teknologi komunikasi yang menawarkan kemudahan bertelepon melalui Internet. VoIP sering digunakan untuk sambungan panggilan jarak jauh, seperti interlokal maupun internasional seperti layaknya pesawat telepon konvensional ataupun telepon seluler.

    Alasan dipilihnya teknologi VoIP adalah untuk mendukung geostrategi Indonesia antara lain karena VoIP jauh lebih murah, atau bahkan dapat dikatakan gratis karena kita tidak dikenakan biaya pulsa telepon, hanya memerlukan biaya sambungan Internet saja. Diharapkan, dengan implementasi VoIP dalam geostrategi Indonesia, komunikasi antar daerah di Indonesia terutama di daerah-daerah terpencil dapat tetap terjalin dan dapat dipantau langsung oleh pemerintah pusat, sehingga tujuan geopolitik dan geostrategi di Indonesia dapat terpenuhi dengan efisien, efektif, dan hemat biaya, sehingga keadaan di setiap penjuru wilayah Indonesia dapat terpantau setiap saat.

    Dengan melihat kenyataan yang ada bahwa wilayah Indonesia berbentuk kepulauan dan juga kenyataan bahwa bentuk komunikasi antar wilayah yang ada saat ini memakan biaya yang sangat mahal, maka dengan mempertimbangkan hal–hal yang telah kami sampaikan sebelumnya, kiranya dapatlah dirumuskan suatu gagasan tentang penerapan VoIP di Indonesia. Ide dari penerapan VoIP ini pada intinya adalah berusaha membuat komunikasi antar wilayah di Indonesia menjadi lebih efektif dan efisien. Contoh penerapan VoIP yang kami pikir bisa membuat ide itu terwujud adalah instalasi VoIP pada kantor-kantor milik pemerintah. Kantor-kantor milik pemerintah tentunya memerlukan intensitas yang sangat tinggi dalam hal komunikasi dengan kantor pemerintah lainnya yang berlokasi di wilayah lain, entah itu komunikasi dalam bentuk suara, data, maupun gambar. Dan tentunya dengan adanya koordinasi yang baik antar lembaga pemerintah makan akan tercipta suatu ketahanan nasional yang saling terintegrasi dengan baik.

    Sumber :
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://iradewa.chevonest.com/iptek/perkembangan-teknologi-teknologi-informasi-dan-komunikasi

    Nama: Adian Putra Sayogya
    NIM: 08/265725/PA/11905

  6. Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang dianugerahisumberdaya yang melimpah, keanekaragaman, zamrudkhatulistiwa yang megah ,nilaibudayatimursertaposisistrategisdibandingkandengan Negara lainnya. Semua yang dimiliki Indonesia merupakananugerahdariTuhan Yang MahaEsa, yang kitajagadenganbaik.Posisi Indonesia yang terletakdiantaraduabenuadanduasamuderabiasadisebutsebagaiposisisilang, membawadampakjugabagi Indonesia, baikdarisisikekayaanalammaupunbencana yang dapatmuncul.Posisidiantaraduabenuayaitu Asia dan Australia membawa Indonesia beradadiantarademokrasi Australia dandemokrasi Asia Selatan, antaraekonomi liberal Australia danekonomisentral Asia, antaraideologiskapitalisme Australia dankomunis di bagianutarasertasistem maritime di selatandansistempertahanan continental di utara.
    Biladilihatdarisuduttektonik, Indonesia dipengaruhiolehinteraksitigalempeng, yaitulempeng Asia, lempeng Australia-SamudraHindia, danlempengSamuderaPasifik. Kondisitersebut yang membuat Indonesia memillikisumberdayaalam yang beranekaragam.Mulaidarigunungberapi, hutan, hinggalautannya.
    Itulahgeografis Indonesia, bilamelihatsosial Indonesia, Indonesia padasaatini yang masihmenjadisalahsatu Negara berkembangsangatironisdengankekayaan yang dimiliki.Apalagidenganperkembanganteknologi yang terusberkembangpesat di era globalisasiini.Ditambahlagi, saatinisedangterjaditransisidarihal-hal yang bersifat manual diusahakansedemikianhinggahal-halitumenjadi modern agar efisiensidanefektifitastercapai.Indonesia harusbersiapuntukmenghadapiperkembangan yang pesatitu.Khususnyapemerintah yang haruslebihmenyiapkanstrategi yang baikuntukmenghadapisegalapermasalahan yang mungkinmunculdengantetapmempertimbangkanperkembanganiptek.
    Sepertikitatahu, Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memilikiwilayah yang luasdenganterpisahwilayahlautsertamasyarakat yang majemukdengankeanekaragamannyamasing-masingmembuatpemerintahharusmemikirkanstrategikhususuntukmenghadapiancaman, gangguan, tantangandanhambatan yang mengancam Indonesia agar integritasbangsatetapterjaga. Strategi yang digunakanuntukmenjagakeutuhanbangsainibiasadisebutdengangeostrategi.Geostrategiidimilikiolehsetiap Negara gunamenjagakeutuhanbangsanya, setiap Negara memilikistrateginyamasing-masing.Indonesia memilikigeostrategi yang disebutKetahananNasional.
    Perkembanganjamanmenuntutkitauntuksadarterhadapteknologi yang ada.Teknologisangatberperandalamsegalabidang, termasukgeostrategi Indonesia.Khususnyateknologiinformasidankomunikasi yang seharusnyasangatberperanbagikeutuhanbangsa Indonesia.Namun di Indonesia penggunaanteknologiinformasidankomunikasiuntukgeostrategimasihkurang.Terbuktialat-alat yang dimilikiolehalusistakitamasihsangatkurang.Padahaldilihatdaribentuk Negara kita yang terbentangdariSabangsampaiMerauke, wilayahlaut yang sangatluasharusnyamenjadikanteknologiinformasidankomunikasisebagaikebutuhan vital.Apalagigeostrategikitamembagipertahananmenjaditigaliniyaitudarat, lautandanudara.Perlukeselarasandandistribusiinformasi yang cepatdanakurat agar ketahanan Negara kitatidakmudahjebol.Jika system pertahanantidakdilengkapi system informasi ,betapasulitnyamelakukankoordinasiantarlini, padahalsatusamalainnyasalingberpengaruh.
    Yang menjadipertimbanganlebihlanjutadalahaturandalammelakukanpertahanandanpenyeranganterhadapmusuh di Indonesia sangattidakefisien.Denganadanya system informasiyang dapatdiaksesolehpetugas-petugassertapemerintah yang bertanggubgjawabterhadiniapketahananmiliterdapatdengancepatmemberikankeputusansertamemberikaninformasikesemuapihak agar semualinidapatbersatudalammenghadapiancaman.
    Saatini Indonesia belummemilikiperalatan yang dapatmendukungpertahanan yang lebihkuat.Padahalsaatinisudahseringterjadikekayaan-kekayaan Indonesia justrudinikmatioleh orang-orang luar yang bukanmenjadiwarga Indonesia.Sepertikekayaanlaut, minimnyaalat-alat yang mendukungpertahananmembuatkitaseringkecolongan.
    Pertahanannasionalbukanberartihanyatanggungjawabpemerintahdanmiliter, semuawarga Negara wajibmenjagaketahanannasional.Olehkarenaitu, ketahanantidakhanyaberkutatpadamiliter.Wargasipil pun ikutmenjadibagianperthanan Negara.Sesuaidengan geostrategic kita, pertahanannasionaladalahmemanfaatkansumberdaya yang adauntukmencapaitujuannasional.Sumberdayaapapundapatdimanfaatkan, salahsatunya media elektronik.Melalui media elektronikdapatditanamkannilai-nilaicintatanah air yang dapatmembentukkepribadianputra-putrabangsa. Internet pun menjadisalahsatu media untukpertahanannasional, bagaimanarahasia-rahasia Negara disimpandandiamankandari Negara lain.
    Meskipunbanyaktantangan yang harusdihadapi Indonesia, Indonesia berhakberbanggahatidengankemajuanteknologi yang dibuatolehanak-anakbangsa.Seperti system informasi yang membantujalannyakegiatanpemerintahan.Contohnyapembuatan system informasipajak, denganadanya system ini, dapatmenghambatkorupsidanpelayananuntukmasyarakat agar dapatmembayarpajakdenganmudahdancepat.Sistemabsensirapat, yang menggunakan system sensor, dapatmengurangitingkatketerlambatanparapetinggibangsadalammenghadirirapat.Mungkinsepertinyahal-haltersebutsangatsepele, tapidenganadanya system tersebutdapatmeningkatkandisiplinpemimpinbangsasebagaiwakilrakyat.
    Salah satuteknologi yang pentingjugadalam geostrategic adalahpengembangan GPS, denganmemanfaatkan satellite.Teknologiinidapatdikembangkanuntukmengetahuikeberadaan orang asingysngsekiranyamengancamketahanannegara
    Banyakhal yang dapatdirangkumolehteknologiinformasidankomunikasiunrukmencapaicita-citanasional.Teknologitidakakanterlepasdarimasyarakat. Penggunaanteknologiinfomasidankomunikasi yang maksimaldapatmembuatketahanannasionalmenjadilebihtangguhkarenadengan media informasidankomunikasisemualapisanmasyarakatdapatdijangkau.Meskipunpenggunaanteknologi di Negara kitamasihkurang, tetapidenganseiringperkembanganjaman, Negara harusberusahajugauntukmengikutiperkembangantersebut. agar ketahanannasionaldapatterjagadengan baik.

    http://chaerunisai-engineering.blogspot.com/2010/09/geostrategi-indonesia.html
    http://www.scribd.com/doc/44896533/kwn-1

    Syiwi Anggraeni
    09/281689/PA/12427
    Ilmu Komputer

  7. Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan negara. Geostartegi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945. Geostrategi juga untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud ketahanan nasional, sehingga bisa dikatakan geostartegi adalah ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan nasional itu sendiri adalah suatu kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui geostrategi ketahanan nasional bukan hanya mencakup ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan, melainkan di segala bidang yang dapat mendukung integritas, identitas, kelangsungan hidup dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional di antaranya mencakup bidang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara.

    Di dalam imlplementasi geostrategi ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memiliki peranan yang sangat krusial. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, maka tidak dapat disanggah lagi bahwa kebutuhan akan komunikasi dan informasi sangatlah penting. TIK berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi yang dapat mencakup seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bayangkan saja semisal Indonesia tidak memiliki Teknologi Komunikasi yang memadai, jika suatu saat di suatu pulau atau daerah terjadi bencana dan daerah tersebut tidak bisa menghubungi daerah lain karena keterbatasan teknologi yang kita miliki, tentu saja hal tersebut akan mencoreng ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai contoh yang belum lama terjadi yaitu ketika terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, di mana informasi bencana tersebut baru tersebar setelah beberapa hari. Padahal selama beberapa hari tersebut saudara-saudara kita di sana banyak yang menderita dan membutuhkan bantuan. Selain itu TIK yang memadai, harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi bukan hanya di darat saja tetapi juga di laut, mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di dalam upaya menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia, TIK akan membantu memperlancar komunikasi dan koordinasi antar kapal. Dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mencakup pulau-pulau dan perairan di seluruh Indonesia, maka diharapkan TIK ini akan mendukung kesatuan seluruh wilayah negara Indonesia.

    Dengan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang memadai, bukan hanya bidang pertahanan dan keamanan saja yang akan memdapat keuntungan akan tetapi di semua bidang ketahanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada sekarang ini, mulai dari telepon, televisi, hingga internet akan membuat peredaran informasi berjalan lebih cepat sehingga dapat menunjang ketahanan nasional. Akan tetapi teknologi informasi dan komunikasi ini bagaikan pedang bermata dua. Selain sebagai salah satu komponen yang penting, TIK juga merupakan salah satu titik rawan untuk dijadikan sasaran dari pihak luar sehingga dapat mengancam ketahanan nasional. Lewat teknologi informasi dan komunikasi ini pihak-pihak tertentu dapat menyebarluaskan serangannya ke seluruh penjuru Indonesia tanpa bersusah payah. Serangan ini tentunya bukan berupa serangan fisik, melainkan berupa serangan informasi misalnya dengan menyebarkan informasi palsu atau isu-isu tertentu yang dapat membuat panik warga, seperti yang terjadi pada bencana merapi yang lalu. Contoh yang lain juga bisa berupa penyebaran ideologi-ideologi atau paham-paham yang bertentangan dengan pancasila dan norma-norma yang diselipkan lewat siaran-siaran di televisi. Paham-paham yang diselipkan ini seperti hedonisme, fanatisme, dan lainnya dapat secara perlahan dan tidak sadar akan ditiru oleh para penontonnya sehingga dapat merusak moral dan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa. Hal ini akan memberikan dampak yang besar terutama pada generasi muda yang mana masih labil dan mudah terpengaruh, padahal di lain sisi, generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa dan hendaknya dapat menjaga dan memelihara nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

    Selain hal-hal di atas teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, juga rawan terhadap serangan dari para hacker. Seperti yang pada kasus Wikileaks misalnya, para hacker berhasil menjebol jaringan internet pemerintah Amerika Serikat. Meskipun tingkat keamanan jaringan sudah sangat tinggi, para hacker masih bisa mencuri beberapa dokumen rahasia kemudian disebarluaskan melalui wikileaks. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman yang serius bagi negara. Meski tak seheboh wikileaks, hal ini sebenarnya juga terjadi di Indonesia dengan adanya Indoleaks.

    Oleh karena dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, perlu diadakan upaya-upaya pencegahan. Misalnya dengan dilakukannya penyensoran terhadap acara-acara yang akan ditayangkan ditelevisi dengan lebih teliti. Selain itu juga dengan meningkatkan keamanan jaringan untuk mencegah adanya serangan dari pihak-pihak luar. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai dengan klasifikasi yang telah disebutkan di atas tadi, maka harapannya teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menjadi komponen yang sangat penting dan tidak menimbulkan dampak negatif sehingga dapat menunjang ketahanan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

    Referensi:
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

  8. Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan negara. Geostartegi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945. Geostrategi juga untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud ketahanan nasional, sehingga bisa dikatakan geostartegi adalah ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan nasional itu sendiri adalah suatu kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui geostrategi ketahanan nasional bukan hanya mencakup ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan, melainkan di segala bidang yang dapat mendukung integritas, identitas, kelangsungan hidup dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional di antaranya mencakup bidang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara.

    Di dalam imlplementasi geostrategi ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memiliki peranan yang sangat krusial. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, maka tidak dapat disanggah lagi bahwa kebutuhan akan komunikasi dan informasi sangatlah penting. TIK berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi yang dapat mencakup seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bayangkan saja semisal Indonesia tidak memiliki Teknologi Komunikasi yang memadai, jika suatu saat di suatu pulau atau daerah terjadi bencana dan daerah tersebut tidak bisa menghubungi daerah lain karena keterbatasan teknologi yang kita miliki, tentu saja hal tersebut akan mencoreng ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai contoh yang belum lama terjadi yaitu ketika terjadi tsunami di kepulauan Mentawai, di mana informasi bencana tersebut baru tersebar setelah beberapa hari. Padahal selama beberapa hari tersebut saudara-saudara kita di sana banyak yang menderita dan membutuhkan bantuan. Selain itu TIK yang memadai, harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi bukan hanya di darat saja tetapi juga di laut, mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di dalam upaya menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia, TIK akan membantu memperlancar komunikasi dan koordinasi antar kapal. Dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mencakup pulau-pulau dan perairan di seluruh Indonesia, maka diharapkan TIK ini akan mendukung kesatuan seluruh wilayah negara Indonesia.

    Dengan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang memadai, bukan hanya bidang pertahanan dan keamanan saja yang akan memdapat keuntungan akan tetapi di semua bidang ketahanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada sekarang ini, mulai dari telepon, televisi, hingga internet akan membuat peredaran informasi berjalan lebih cepat sehingga dapat menunjang ketahanan nasional. Akan tetapi teknologi informasi dan komunikasi ini bagaikan pedang bermata dua. Selain sebagai salah satu komponen yang penting, TIK juga merupakan salah satu titik rawan untuk dijadikan sasaran dari pihak luar sehingga dapat mengancam ketahanan nasional. Lewat teknologi informasi dan komunikasi ini pihak-pihak tertentu dapat menyebarluaskan serangannya ke seluruh penjuru Indonesia tanpa bersusah payah. Serangan ini tentunya bukan berupa serangan fisik, melainkan berupa serangan informasi misalnya dengan menyebarkan informasi palsu atau isu-isu tertentu yang dapat membuat panik warga, seperti yang terjadi pada bencana merapi yang lalu. Contoh yang lain juga bisa berupa penyebaran ideologi-ideologi atau paham-paham yang bertentangan dengan pancasila dan norma-norma yang diselipkan lewat siaran-siaran di televisi. Paham-paham yang diselipkan ini seperti hedonisme, fanatisme, dan lainnya dapat secara perlahan dan tidak sadar akan ditiru oleh para penontonnya sehingga dapat merusak moral dan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa. Hal ini akan memberikan dampak yang besar terutama pada generasi muda yang mana masih labil dan mudah terpengaruh, padahal di lain sisi, generasi muda inilah yang akan menjadi penerus bangsa dan hendaknya dapat menjaga dan memelihara nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

    Selain hal-hal di atas teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, juga rawan terhadap serangan dari para hacker. Seperti yang pada kasus Wikileaks misalnya, para hacker berhasil menjebol jaringan internet pemerintah Amerika Serikat. Meskipun tingkat keamanan jaringan sudah sangat tinggi, para hacker masih bisa mencuri beberapa dokumen rahasia kemudian disebarluaskan melalui wikileaks. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman yang serius bagi negara. Meski tak seheboh wikileaks, hal ini sebenarnya juga terjadi di Indonesia dengan adanya Indoleaks.

    Oleh karena dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, perlu diadakan upaya-upaya pencegahan. Misalnya dengan dilakukannya penyensoran terhadap acara-acara yang akan ditayangkan ditelevisi dengan lebih teliti. Selain itu juga dengan meningkatkan keamanan jaringan untuk mencegah adanya serangan dari pihak-pihak luar. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai dengan klasifikasi yang telah disebutkan di atas tadi, maka harapannya teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menjadi komponen yang sangat penting dan tidak menimbulkan dampak negatif sehingga dapat menunjang ketahanan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

    Referensi :
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

  9. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungandakan memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Banyak peranan IPTEK yang dibutuhkan untuk menunjang Geostategi.
    Beberapa geostrategi penunjang tugas pemerintah adalah menegakkan hukum danketertiban, untuk menunjang hal itu digunakanlah teknologi kamera CCTV sebagai alat bantu pengawasan terhadap tindak kriminalitas ataupun untuk pengawasan terhadap lalu lintas. Selain itu untuk terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial maka rekaman-rekaman digital mulai digunakan sebagai bukti di pengadilan sehingga tidak ada manipulasi dari saksi-saksi. Saat ini internet juga mulai merambah ke segala pelosok daerah sehingga membuka kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri dengan menulis blog ataupun hanya sekedar mencari informasi-informasi terbaru yang muncul di belahan dunia. Begitu cepatnya informasi yang masuk sehingga menimbulkan pemerataan persepsi karna persamaan informasi yang diterima dan membuat terjadinya pemerataan pembanguna di seluruh Indonesia. IPTEK juga dapat menjadi pemersatu bangsa dalam hal tolong menolong, contohnya ketika di beberapa wilayah Indonesia terjadi bencana atau musibah dan gal itu di ekspose oleh media maka bantuanpun datang dari seluruh wilayah Indonesia baik berupa materi ataupun tenaga, hal terakhir yang dapat dijadikan contoh adalah bagaimana dasyatnya anime bangsa dalam mendukung timnas Indonesia yang berlaga pada Piala AFF 2010, walaupun kita dicurangi(baca:dilaser) pemain kita tetapi bangsa Indonesia berjanji tidak akan melakukan hal yang sama, hal ini kita lakukan dengan melakukan kesepakatan di semua forum, baik online ataupun media. Untuk terselanggaranya pertahanan dan keamanan pemerintah juga dapat memaanfaatkan IPTEK sebagai cara untuk mendeteksi adanya penyelundupan dengan menjaga pulau atau laut terluar dengan menggunakan sensor yang nantinya dapat diterima oleh radar sebagai sebuah ancaman yang dapat merugikan negara Indonesia.

  10. PERANAN IPTEK KHUSUSNYA TEKNOLOGI INFORMASI
    DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Istilah “strategi” berasal dari kata Yunani stratêgos dari stratos (tentara) serta agein (menjalankan). Walaupun strategi lahir di kancah peperangan, namun sekarang makna kata strategi menjadi lebih luas, yaitu setiap kegiatan yang berkisar pada suatu tujuan dan cara/jalan pencapaiannya, atau lebih sederhana lagi setiap usaha yang membidik pada suatu sasaran. Maka kata strategi menjadi sinonim dari kata-kata perencanaan, metode, cara penggunaan, dan lain-lain. Akan tetapi pengertian yang beraneka ragam tersebut tidak melenceng dari hakikat awal istilah strategi. Peperangan bukanlah merupakan kerja kolektif biasa. Peperangan melibatkan banyak unsur masyarakat dan berisiko besar, termasuk di sana korban nyawa manusia. Maka, rencana-rencana yang akan diterapkan harus dipikirkan masak-masak terlebih dahulu. Harus ada rencana untuk menanggulangi setiap peristiwa yang mungkin terjadi. Karena itu ia berwujud sebagai keseluruhan keputusan kondisional yang menetapkan tindakan-tindakan yang harus dijalankan guna menghadapi setiap kejadian yang mungkin terjadi di masa depan. Artinya, ia berupa rencana “alpha” untuk menghadapi kejadian “A”, rencana “beta” untuk mneghadapi kejadian “B”, dst. Sejauh ini ada bermacam-macam strategi, antara lain strategi ekonomi, strategi militer, strategi pendidikan, dan lain-lain. Jadi “strategi” merupakan keseluruhan operasi intelektual dan fisik yang diniscayakan untuk menanggapi, menyiapkan, dan mengendalikan setiap kegiatan kolektif di tengah-tengah konflik. Mengingat konflik yang diperkirakan terjadi itu melibatkan aneka macam kekuatan, strategi cepat terkait dengan politik, yang secara esensial berurusan berurusan dengan kekuatan dalam kiatnya menjalankan pemerintahan masyarakat manusia, merespons aspirasi fundamental dari suatu kolektivitas, yaitu keamanan dan kemakmuran. Berhubung konflik yang diperkirakan terjadi di muka bumi, lantas menjadi geostrategi, yaitu strategi yang dijalankan sesuai dengan kenampakan muka bumi atau geografi.
    Geostrategi tidak dapat dipisahkan dengan geopolitik.Terdapat hubungan idiil dan kerja antara geopolitik dan geostrategi. Napoleon menegaskan, “politik dari negara-negara melekat dengan geografi mereka.” Menurut Bismarck, “yang tidak pernah berubah dalam politik negara-negara adalah geografi.” Sedangkan Spykman menyimpulkan, “para diktator berlalu, namun gunung-gunung selalu berada di tempatnya yang sama.” Maka hubungan antara geopolitik dan geostrategi sangatlah dekat. Mereka sama-sama mempunyai makna substansial tersendiri, namun bila digabungkan nilai total yang jauh lebih besar dari nilai individu masing-masing. Di samping itu peralihan dari politik ke strategi merupakan peralihan dari “kata” ke “perbuatan”. Politik menyatakan tujuan-tujuan, dan berdasarkan data itu strategi memformulasikan sasaran, menetapkan agen-agen demi pencapaiannya dalam ruang dan waktu.
    Geostrategi dan geopolitik merupakan hal-hal yang mendasari strategi pembangunan nasional, di mana di dalamnya terdiri dari berbagai macam bidang, antara lain ideologi, politik, ekonomi, sosbud, hankam, agama, iptek, dan hukum. Dinamika dari keseluruhan bidang tadi itulah yang menjadi dasar bagi ketahanan nasional, baik ketahanan terhadap ancaman dari luar, seperti perdagangan bebas, agresi, dll. maupun ketahanan terhadap ancaman dari dalam negeri, seperti separatisme, konflik, bencana alam, dll.
    Peranan iptek, khususnya teknologi informasi, meskipun hanya merupakan salah satu dari berbagai macam bidang yang mendasari implementasi geostrategi Indonesia, tidak dapat dianggap remeh begitu saja. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dapat mendukung terjadunya efisiensi di segala bidang, yang nantinya dapat membawa kita pada pembangunan nasional yang lebih efektif. Dengan kemajuan iptek, Indonesisa juga akan menjadi lebih terpandang di mata internasional, sehingga hubungan diplomasi dengan luar negri pun dapat dilakukan dengan lebih baik.
    Ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, memiliki peranan penting pada beberapa bidang, seperti hankam, infrastruktur, pendidikan, dan tanggap bencana.
    1.Bidang Hankam

    Dalam bidang hankam, iptek tentu saja memegang peranan penting, di mana dengan menggunakan satelit kita dapat memetakan kenampakan bumi dengan jelas, dan dengan demikian tentu saja kita dapat menemukan lokasi musuh dengan tepat dan bisa mengetahui di mana kita harus menyerang agar dapat mengalahkan musuh dengan cepat. Misalnya, pusat bahan bakar musuh, pemusatan tentara musuh, dsb.
    Teknologi informasi yang maju juga dibutuhkan di pesawat-pesawat dan kapal-kapal tempur agar dapat menentukan posisi musuh dengan tepat, dan didukung dengan sistem persenjataan yang kuat, musuh dapat ditaklukkan dengan mudah.
    Dengan iptek yang maju, negara kita juga dapat membuat perisai yang kuat terhadap hacker-hacker luar negeri, yang apabila berhasil menembus sistem pertahanan jaringan kita, dapat menimbulkan bahaya yang luar biasa besar.

    2.Bidang Infrastruktur

    Dalam bidang infrastruktur, kemajuan iptek, khususnya teknologi informasi, tentunya berperan penting di dalam sistem komunikasi itu sendiri. Dengan jaringan komunikasi yang luas dan terstruktur, seluruh warga Indonesia dapat mengakses informasi dengan mudah, sehingga dapat membantu warga menjadi warga yang aktif dan peka terhadap perubahan dengan adanya informasi-informasi baru yang terus masuk.

    3.Bidang Pendidikan

    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tentu saja memberi dampak yang baik pada kemajuan pendidikan, dengan terbukanya koneksi internet, pelajar dan mahasiswa mendapatkan koneksi terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia. Dibantu dengan pengarahan yang cukup, pelajar dapat mencari pengetahuan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

    4.Bidang Tanggap Bencana

    Dengan adanya sistem monitoring yang baik, kita dapat mengawasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana, seperti pengawasan keaktifan gunung, aktifitas lempeng bumi, dan lain-lain, sehingga apabila ada hal yang patut diwaspadai, seperti kemungkinan akan meletus atau aka nada pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan gempa bumi, hal itu dapat ditangani dengan baik sehingga korban jiwa dapat diminimalisasi.

    Setelah apa yang dijabarkan di atas, tentulah sekarang menjadi jelas bahwa kemajuan iptek adalah hal yang harus juga diutamakan untuk keberlangsungan suatu negara. Dengan teknologi yang maju, Indonesia tentu dapat menjadi negara yang dihormati di kalangan internasional dan dapat menyejahterakan rakyatnya.

    Sumber:http://www.mail-archive.com/mediacare@yahoogroups.com/msg30221.html

    Adrianus Diyan Pandur 285745/PA/12867
    Ilkom

  11. GEOSTRATEGI INDONESIA

    Pada zaman sekarang ini, perkembangan telah terjadi dalam berbagai bidang, terutama bidang teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi yang sangat maju membuat ketergantungan masyarakat terhadap teknologi semakin tinggi. Namun perkembangan teknologi tersebut juga mempunyai efek positif maupun negatif. Sehingga sebagai warga Negara yang baik, hendaknya kita memanfaatkan perkembangan teknologi demi kepentingan umum (positif), termasuk dalam bela negara. Salah satunya ialah pengimplementasian IPTEK dalam geostrategi nasional.
    Apa itu geostrategi?? Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Dan geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupak geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.
    Dilihat dari letak Indonesia yang berada diantara dua benua dan dua samudera, inonesia mempunyai letak yang strategis, yang dimana hal tersebut menjadikan indonesia daerah penting bagi negara sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan indonesia rentan terhadap pengaruh dari luar. Apalagi dalam era globalisasi sekarang ini, kebebasan dalam perdagangan dan sebagainya mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kestabilan Negara indonesia. Namun dengan kemajuan IPTEK dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat meningkatkan geostrategi nasional indonesia dengan pemanfaatan semaksimal mungkin. Tak lupa pemanfaatan IPTEK dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi tersebut harus sesuai dengan tujuan nasional bangsa indonesia yang tercantum dalam pembukaaan undang-undang dasar 1945 yang isinya : “membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial.”. Dengan pemanfaatan perkembangan IPTEK yang maksimal Indonesia diharapkan dapat mencapai semua tujuan mulia tersebut.
    Indonesia mempunyai satu doktrin nasional yauitu wawasan nusantara. Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. Karena Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda – beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar. Selain itu wawasan nusantara mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan, sebagai wawasan pembangunan yang mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan, dan sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara yang merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara dan sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara di sekitarnya.
    Pemanfaatan perkembangan IPTEK dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi terdapat pada masalah penyampaian informasi dan sosialisasi. Mulai dari penyampaian kampanye-kampanye positif pemerintah, seperti menghindari narkoba, seks bebas, dan dampak negatif globalisasi lainnya, sampai dengan penyampaian waspada bencana, dan berita-berita tentang peristiwa yang terjadi di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu media informasi juga dapat dipergunakan untuk mengetahui berbagai informasi yang terjadi di luar indonesia. Peranan media yang begitu penting dalam mengimplementasi geostrategi nasioanal Indonesia harus dijaga pemanfaatannya dengan baik, dengan arti jangan sampai ada pihak-pihak atau oknum-oknum tertentu yang memakai media informasi tersebut dengan tujuan tidak baik, misalnya saja untuk memecah belah persatuan indonesia. Media sebagai pihak yang begitu penting/ mempunyai peranan yang sangat krusial sebaiknya bersikap netral yaitu menyampaikan berita/ informasi secara apa adanya, tanpa tambahan maupun pengurangan, contoh sikap ketidaknetralan media bisa dilihat pada acara “SILET” yang memberitakan masalah dampak bencana letusan gunung merapi secara berlebihan, sehingga menyebabkan kepanikan yang luar biasa diantara masyarakat lereng gunung merapi dan sekitarnya. Seharusnya media informasi juga harus dapat mempertanggungjawabkan apa yang mereka sampaikan. Namun dalam kenyataannya banyak oknum-oknum yang masih memanfaatkan media informasi untuk tujuan tertentu. Misalnya dalam hal pemilu, banyak perusahaan televisi/ media massa seperti koran dan majalah telah dimiliki oleh kalangan elit politik tertentu untuk mencari massa/ suara rakyat dalam kampanye mereka. Walaupun hal tersebut salah namun media tetap menuruti karena telah diberi imbalan yang besar. Dampak buruk lain dari media informasi adalah kekuatan media dalam mengubah dan membentuk gaya hidup seseorang. Sejumlah peneliti mengungkapkan, menonton telivisi secara berlebihan di kalangan anak-anak bisa menyebabkan cara hidup yang pasif dan malas bergerak pada anak-anak. Hal ini mengakibatkan munculnya gejala semacam kegemukan, kebiasaan makan yang salah, naiknya kolesterol, penyakit pencernaan, dan gangguan psikologis.Kian meningkatnya arus urbanisasi di negara-negara berkembang, memunculkan pula gaya hidup perkotaan ala Barat. Padahal, setiap negara memiliki kebudayaan dan keyakinan khas yang terkadang berseberangan dengan nilai-nilai Barat. Karena itu, media-media informasi harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nilai dan budaya setempat masyarakatnya.

    Referensi
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara
    id.wikipedia.org/wiki/Media_massa

    Ardian Pradipta
    09/289263/PA/12936
    ILKOM B

  12. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Pengertian Geostrategi
    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografis suatu negara di dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional, dan menentukan kebijakan. Geostrategi juga merupakan bentuk pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik. Selain itu, geostrategi bisa diartikan sebagai cara untuk mewujudkan, mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen (beragam). Jadi, Geostrategi Indonesia adalah strategi Indonesia dalam pemanfaatan kondisi geografis negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana agar mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
    Setiap bangsa selalu berhadapan dengan ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan yang dapat menghalangi terwujudnya tujuan nasional. Oleh karena itu, suatu bangsa harus mempunyai kemampuan, kekuatan, keuletan, dan ketangguhan dalam menghadapinya demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam mempertahankan kelangsungan hidup ini bagi setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia harus mempunyai unsur-unsur tersebut sebagai kesatuan yang disebut dengan ketahanan nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi Indonesia disusun dan dikembangkan berdasarkan geopolitik Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial sebagai tujuan jangka menengah dan jangka panjang. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan, ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman baik datang dari luar maupun dari dalam.
    Pendekatan Ketahanan Nasional
    Penyelenggaraan ketahanan nasional dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kedua pendekatan ketahanan nasional ini selalu digunakan bersama-sama, tidak dapat dilakukan salah satu saja karena keduanya saling berhubungan satu sama lain. Berikut ini merupakan pengertian keamanan yaitu kondisi yang dirasakan oleh masyarakat, mengenai ketenteraman, ketertiban, keselamatan dan kemampuan untuk mengadakan pertahanan, sedangkan berikut adalah pengertian kesejahteraan yaitu kondisi yang didapat oleh masyarakat dimana terdapat rasa kecukupan, kecerdasan, kesehatan, ketakwaan dan kemudahan untuk mendapatkan fasilitas pelayanan. Dapat dipahami peran dari kedua pendekatan tersebut yang saling terikat satu sama lain.
    Aspek Dasar Kehidupan Nasional
    Kesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidup manusia untuk mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan. Hakikat ketahanan nasional adalah suatu konsepsi di dalam pengaturan serta penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan di dalam kehidupan nasional. Kehidupan nasional ada dua aspek dasar, yaitu aspek alamiah dan aspek sosial. Iptek lebih banyak mempengaruhi aspek sosial.
    Iptek dalam Kehidupan Sehari-hari
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat pesat. Seseorang dapat mengakses sejumlah informasi dengan cepat dan lengkap serta dapat mengirimkan informasi yang dapat diakses oleh siapa saja, dan dia dapat melakukannya tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Informasi-informasi tersebut ada yang bersifat tidak membahayakan, ada juga yang bersifat mendidik, tetapi juga ada yang dapat membahayakan, termasuk dapat menyangkut masalah keselamatan diri.
    Pada dasarnya, teknologi merupakan sesuatu yang netral, teknologi secara garis besar menguntungkan manusia di sejumlah besar aspek, tetapi juga bisa merugikan manusia. Bisa diumpamakan teknologi itu bagaikan pisau bermata dua. Dengan memberi contoh dari pisau tadi, pisau dapur fungsi utamanya digunakan untuk keperluan dapur, dan pisau tersebut dapat dissalahgunakan untuk melukai orang lain sehingga bisa membahayakan bila jatuh di tangan yang salah. Tetapi pisau itu sendiri netral bila tidak digunakan, bila ditempatkan di tempat aman pisau itu sama sekali tidak berbahaya, dan juga sama sekali tidak berguna (karena tidak digunakan).
    Dengan ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa teknologi sangat bergantung dengan siapa yang menggunakannya, apakah digunakan untuk hal yang positif atau disalahgunakan untuk keperluan sendiri yang dapat merugikan orang lain di sekitarnya. Itu sebabnya semua orang harus diberikan pengertian atau penyuluhan supaya pendidikan dan moral seseorang bisa terbentuk dan tidak terjerumus ke arah yang salah.
    Peranan Iptek terhadap Geostrategi
    Seperti yang telah disebutkan di atas, teknologi informasi dan komunikasi bisa menguntungkan bisa juga merugikan tergantung siapa penggunanya. Meskipun begitu, iptek lebih sering disalahgunakan dalam penggunaannya.
    Hal yang paling jelas terlihat dalam penyalahgunaan iptek adalah pornografi. Bagi sejumlah pengguna (tidak termasuk saya lho) setiap kali menyambung ke internet situs-situs porno selau menjadi menu wajib. Hal seperti ini tentu merusak moral seseorang, yang berarti merusak pertahanan orang itu juga sehingga ketahanan nasionalnya juga rusak. Hal ini susah dihilangkan karena bisa terjangkit oleh semua usia, termasuk yang masih SD. Kasus video asusila yang dilakukan oleh seorang selebriti, yang melibatkan dua orang selebriti lain, benar-benar menarik banyak perhatian itu bisa dijadikan contoh. Padahal jelas itu bentuk tindakan yang tidak pantas, merusak moral bangsa Indonesia terlepas siapa pengunggahnya maupun siapa pelaku videonya sebab yang menyaksikan video tersebut sangat banyak termasuk yang masih bersekolah. Beberapa hal seperti judi secara on-line, hubungan jejaring sosial yang tidak sehat, serta permainan on-line yang berlebihan juga tidak bagus.
    Iptek tentunya tidak hanya pemanfaatan buruknya yang terlihat, iptek juga bisa digunakan untuk hal yang baik. Seseorang dapat memberikan informasi yang bagus, yang dapat mendidik seperti halnya mencari referensi di internet. Bahkan ada yang memberi informasi tentang Geostrategi, yang merupakan bahan dari tugas ini. Ada banyak informasi yang dapat diakses melalui internet yang dapat membentuk kepribadian yang baik bagi kita. Sejumlah forum lokal ataupun situs dan blog (atau komunitas) yang bisa membantu kita memperkuat nasionalisme kita, menciptakan keharmonisan, melatih kerja sama, memperkuat rasa persatuan kita tanpa memandang SARA dan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Contohnya terlihat pada saat timnas berjaya waktu piala AFF, berbagai situs mulai dari situs lokal, jejaring sosial, sampai forum ramai membicarakan mereka.
    Intinya, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bergantung dari diri kita sendiri. Agar terbentuk kepribadian yang baik perlu adanya wawasan yang baik sehingga tidak terjadi kepribadian yang buruk.

    Daftar Pustaka
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/09/geostrategi/
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    Ms Bakry, Noor,2009: Pendidikan Kewarganegaraan, Pustaka Pelajar.

    08/270183/Pa/12236
    DIMAS PRASETYO

  13. PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA
    Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi. Geostrategi juga untuk mewujudkan, mempertahankan integrasi bangsa dlm masyarakat majemuk dan heterogin. Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi. Geostrategi juga untuk mewujudkan, mempertahankan integrasi bangsa dlm masyarakat majemuk dan heterogin.
    Di era globalisasi seperti sekarang,, teknologi informasi dan komunikasi memegang peran yang sangat besar diberbagai aspek kehidupan, mulai dari penyebaran informasi, pendidikan, ekonomi, bisnis, sampai dengan membentukan opini public. Tidak terkecuali dalam dunia politik dan implementasi geostrategi Indonesia. Geostrategi yang merupakan perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan konstelasi geografi Negara, dalam menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional, akan lebih mudah di implementasikan dengan menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi. Konsep ketahanan nasional dimulai sebagai konsep dengan pola pendekatan militer yang menjadi doktrin dalam pembangunan. Rumusan konsep ketahanan nasional adalah dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi segala tantangan. Ketahanan negara Indonesia sebagai geostrategi Indonesia tidak terlepas dari batas-batas bilayah Indonesia yang menjadi pintu interaksi antara Indonesia dengan dunia luar. Posisi silang geografi Indonesia mempunyai dampak terhadap kehidupan dan penghidupan bangsa baik positif maupun dampak negatif. Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia. Apalagi jalur suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa negara melewati perairan Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan Amerika Serikat, misalnya, seIndonesiar 70% pelayarannya melewati perairan Indonesia. Karenanya sangat wajar bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur pasokan minyak ini, termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan lain-lain. Pasukan Beladiri Jepang secara berkala dan teratur mengadakan latihan operasi jarak jauh untuk mengamankan area yang mereka sebut sebagai “life line,” yakni, radius sejauh 1000 mil laut hingga menjangkau perairan Asia Tenggara. Hal yang sama juga dilakukan Cina, Australia, India, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penutupan jalur-jalur vital tersebut oleh negara-negara di seIndonesiarnya (termasuk Indonesia.) Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran strategis, memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab pasti dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. Australia misalnya, sangat kuatir bila Indonesia mengembangkan kekuatan angkatan laut, yang pada gilirannya dapat memperketat pengendalian efektif semua jalur pelayaran di perairan nusantara.Penetapan sepihak selat Sunda dan selat Lombok sebagai perairan internasional oleh Indonesia secara bersama-sama ditolak oleh Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Jepang, Inggris dan Selandia Baru. Tentu apabila dua selat ini menjadi perairan teritorial Indonesia, maka semua negara yang melintas di wilayah perairan ini harus tunduk kepada hukum nasional Indonesia, tanpa mengabaikan kepentingan internasional. Sifat pokok geostrategi Indonesia bersifat daya tangkal dan developmental. Daya tangkal disini dapat diartikan sebagai ketahanan negara, yang mana pemanauan batas-batas terluar wilayah sebagai upaya pelaksanaan ketahanan negara sangat didukung oleh media teknologi informasi dan komunikasi. Karena pada dasarnya kegiatan ini sangat rumit jika harus dilakukan secara konfensional dengan penjagaan manual oleh barisan pertahanan mengelilingi semua titik perbatasan wilayah negara Indonesia.
    Hakikat Ketahanan Nasional adalah keuletan dana ketangguhan bangsa yang mengandung kemamapuan bangsa Indonesia untuk menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan Negara. Kejayaan bangsa dan negara merupakan tujuan yang harus dicapai melalui geostrategi ini, sehingga geostrategi bersifat developmental. Tujuan dari geostrategi tersebut tidak akan terwujut jika tidak didukung oleh seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu transfer visi dan misi geostrategi ke ranah masyarakat umum, tentu dalam kontek yang terbatas, hanya hal-hal yang bersifat umum saja yang sekiranya perlu diketahui oleh public. Proses transfer informasi ini sangat efektif jika menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu terobosan terhebat yaitu adalah komunitas netizen (pengguna internet) yang pengaruhnya sangat dahsyat terhadap pembentukan opini publik. Komunitas netizen bahkan dianggap lebih berpengaruh dibanding citizen. Netizen vs citizen bagaikan pertarungan online vs offline yang secara dampak netizen atau online lah yang tampil sebagai pemenang. Bayangkan saja pernyataan netizen bisa mempengaruhi jutaan orang dibanding citizen yang lebih terbatas jangkauan informasinya. Penyebaran informasi secara online pun sangat cepat dan mampu menjangkau seluruh pelosok Nusantara.
    Asas ketahanan Nasional adalah wawasan Nusantara tyang terdiri dari Asas kesejahteraan dan keamanan, asas menyeluruh terpadu/komprehensif integral, Asas mawas ke dalam dan keluar dan Asas kekeluargaan. Sedangkan sifat ketahanan Nasional yaitu mandiri, dinamis, wibawa, konsultasi dan wibawa. Geostrategi dapat ditinjau dari ketahanan regional. Kita mempunyai kondisi yang strategis, dengan ras, budaya, dan sumber daya relatip sama. Tantangan menjaga keutuhan Negara kepulauan republic Indonesia meliputi perbatasan luar, perbatasan darat, inventarisasi pulau-pulau NKRI, dan ALKI perlu dipertahankan jengan sampai ditambah. Salah satu ketahanan nasional yang jitu untuk dilakukan adalah pertahanan udara. Indonesia perlu melakukan revitalisasi pertahanan udara untuk masa yang akan datang dalam menghadapi serangan invasi dari luar. Dalam perang modern diperlukan adanya teknologi serta adanya intelligence gathering yang akan memainkan peranan bukan hanya untuk maksud perang tetapi juga untuk damai. Tidak ada senjata canggih yang dapat digunakan dengan efektif tanpa sarana kendali komunikasi dan penginderaan. Di tengah perkembangan teknologi persenjataan yang cenderung semakin ofensif itu, survivabilitas suatu negara akan ditentukan oleh kemampuannya untuk melakukan deteksi dini, penentuan lokasi, identifikasi terhadap berbagai potensi ancaman. Disinilah peran strategis yang dikendalikan oleh teknologi informasi dan komunikasi. Media teknologi informasi dan komunikasi dapat dijadikan sebagai senjata baik dalam peperangan maupun upaya damai.

  14. PERANAN IPTEK (TEKNOLOGI INFORMASI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    KONSEP GEOSTRATEGI DAN IPTEK
    Geostrategi
    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Tujuan nasional Indonesia yang ada pada pembukaan undang-undang dasar 1945 adalah mencakup hal-hal berikut, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia., memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Geostrategi juga diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya,
    Sifat Geostrategi bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indoesia. Selain itu juga geostrategi bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejaheraan rakyat.
    Perkembangan Konsep Geostrategi di Indonesia.
    • Tahun 1962 an à SESKOAD : adanya kekhawatiran mengenai KOMUNIS.
    • Tahun 1965 (Tanas) à bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal.
    • Tahun 1972 à Tanas dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai.
    • Tahun 1978 à geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pemmbangunan nasional.
    Salah satu fungsi geostrategi yaitu sebagai penunjang tugas Pemerintah demi terwujudnya:
    o Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order)
    o Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity)
    o Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity)
    o Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social Justice)
    o Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the People)
    Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun tidak langsung, membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangn nasional.
    Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita. Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. Padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
    IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA PERKEMBANGAN IPTEK
    Kemajuan dari IPTEK tentu sangat membantu manusia dalam melakukan sesuatu serta membantu pekerjaan. Berbagai kemajuan teknologi dari berbagai bidang yang ada akan saling mengisi kekurangannya, sehingga manfaat dari majunya teknologi khususnya dibidang teknologi informasi tentu akan dirasakan. Berkembangnya computer yang terhubung dengan jaringan akan memberikan informasi yang akan dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang militer di Indonesia dalam mempertahankan Negara Indonesia akan lebih efektif. Pemanfaatan Teknologi pada jaringan khususnya wireless akan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan mudah. Misal, ada gangguan pertahanan berupa masuknya kapal sipil atau militer Negara asing dapat dicegah secara lebih cepat dengan majunya teknologi wireless yang dikomunikasikan dari satelit yang memberikan informasi secara langsung satelit atau penginderaan jauh dari langit Indonesia, efektifitas pertahanan pada militer akan lebih baik dengan system yang terkomputerisasi dan pemanfaatan jaringan yang dilakukan. Biaya yang dekeluarkan akan lebih hemat dan bisa dipakai oleh militer dalam riset atau pengembangan alutsista. Aktifitas Pemanfaatan teknologi lainnya semakin mudah masuk serta keluarnya informasi pada Negara Indonesia. Penanganan dinamika politik dalam negeri akan lebih mudah apabila benar-benar memanfaatkan teknologi informasi khususnya jaringan, seperti kegiatan pemilu yang bias langsung dlaksanakan secara online dengan menggunakan electronic card sebagai identitas masyarakat. Dinamika perekonomian di Indonesia akan lebih teraktualisasi dan terkontrol dalam pendistribusian dan menganalisa pangsa pasar yang berada di dalam maupun di luar negeri, serta dapat memberikan efek yang sanagat baik agar industry dalam negeri semakin kuat. Selain bermanfaat bagi perekonomian, politik dan militer , pengenalan budaya Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi jaringan tentu akan lebih mudah, orang di dunia akan langsung dapat menilai budaya Indonesia tersebut, tentu ini harus dilakukan langsung oleh masyarakat Indonesia dalam pelestarian budaya sehingga masyarakat Indonesia pada umunya akan mencintai budaya serta akan berusaha untuk terus melestarikannya agar budaya tersebut tidak hilang, serta pemanfaatan karya seni lainnya. Begitu juga dengan hokum,
    KESIMPULAN
    Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang teknologi informasi dalam implementasinya dalam bidang geostrategi, tentu sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya demi mencapai tujuan ataupun cita-cita yang diraih. Pada domain sebuah kenegaraan, dalam hal ini himpunan masyarakat pada suatu Negara atau yang disebut bangsa. Negara juga dibentuk dengan sebuah tujuan, baik yang tersurat pada undang-undangnya maupun bentuk dari segenap harapan bagi warga suatu Negara agar Negara yang ditempatinya bias menjadi lebih baik, aman, makmur, dan sebagainya. Bagi Negara Indonesia, kemajuan teknologi informasi akan memantapkan geostrategi Indonesia. Bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pengamanan dinamika politik, penguatan nilai budaya, serta peranan militer menjadi lebih kuat, sehingga Negara Indonesia bias mencapai tujuan yang dicapai sesuai kerangka pada pembukaan undang-undang dasar(UUD) 1945.

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    http://www.propatria.or.id/loaddown/Paper%20Diskusi/Gelar%20Pertahanan%20Indonesia%20%5Bpower%20point%5D%20-%20Andi%20Widjajanto.pdf
    http://onisur.wordpress.com/2007/07/27/manusia-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi/

    Nama : Pramudya Rian Dewantoro
    Nim : 08/265296/PA/11863
    Jurusan : Ilmu Komputer dan Elektronika
    Prodi : Ilmu Komputer

  15. Geostrategi dapat diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik, lebih aman, dan lebih bermartabat. Bagi bangsa Indonesia, geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 melalui proses pembangunan nasional. Berkembangnya geostrategi Indonesia sangat terkait erat dengan hakikat terbentuknya bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam etnis, suku, ras, golongan, agama, bahkan terletak dalam teritorial yang terpisahkan oleh pulau dan laut. Dan dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, dapat juga menggunakan iptek ataupun teknologi informasi yang ada serta menggunakan sumber daya yang ada untuk melakukan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita-cita bangsa.
    Prinsip nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut :
    1. Kesatuan sejarah yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah.
    2. Kesatuan nasib yaitu segenap unsur bangsa berada dalam suatu proses sejarah yang sama dan mengalami nasib yang sama.
    3. Kesatuan budaya yaitu beraneka ragam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dan secara bersama-sama membentuk kebudayaan nasional Indonesia.
    4. Kesatuan wilayah yaitu segenap unsur bangsa Indonesia berdiam di segenap wilayah teritorial yang dalam wujud berbagai pulau dengan lautnya.
    5. Kesatuan asas kerohanian yaitu adanya kesatuan ide, tujuan, cita-cita yang tersimpul dalam dasar filosofis negara Indonesia Pancasila.
    Tujuan nasional bangsa Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Tujuan nasional tersebut menjadi acuan dalam setiap langkah yang diambil. Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Teknologi informasi juga dapat berfungsi untuk menegakkan hukum dan ketertiban, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta pengaktualisasi masyarakat Indonesia. Dengan teknologi informasi seperti televisi maupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas dengan lebih mudah dibandingkan zaman sebelum mengenal iptek atau teknologi informasi. Salah satu contohnya adalah pertandingan sepakbola, dalam pertandingan sepakbola seluruh masyarakat seakan dipersatukan menjadi satu dengan adanya euforia sepakbola. Hati mereka seakan menyatu untuk membela jagoan mereka masing-masing yang sedang bertanding. Melalui pertandingan sepakbola, masyarakat tidak lagi mementingkan yang namanya ras, suku, bahasa atau dari golongan mana mereka berasal, tetapi mereka bersatu.
    Penegakan hukum dan ketertiban juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan iptek atau teknologi informasi, dengan adanya teknologi informasi maka penegakan hukum atas kasus pencurian, perampokan serta tindakan kejahatan lainnya dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan iptek atau teknologi informasi. Salah satu contohnya adalah penggunaan kamera cctv untuk memantau setiap pergerakan yang mencurigakan ataupun untuk mengawasi suatu tempat yang dirasa perlu untuk dilindungi sehingga hukum dapat ditegakkan dan dijalankan secara apa adanya atau fakta. Pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia juga dapat lebih mudah dilaksanakan dengan implementasi iptek ataupun teknologi informasi yang ada. Banyak tindakan kejahatan yang mengancam pertahanan dan keamanan bangsa, seperti terorisme ataupun tindakan separatisme yang melakukan penyerangan dari dalam maupun dari luar. Pemerintah seharusnya melakukan tindakan penyadapan terhadap telepon maupun situs-situs di dunia maya yang dianggap membahayakan ketahanan nasional. Hal tersebut sangat menguntungkan karena akan lebih mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku kejahatan, karena itu keadilan hukum dapat ditegakkan dengan bantuan teknologi informasi. Zaman dahulu untuk mendapatkan keadilan begitu susahnya, untuk melapor harus menempuh banyak proses, sekarang dengan mudah sekali menggunakan iptek atau teknologi informasi khususnya di dunia maya untuk mempermudah para korban untuk melapor jika tidak mendapat keadilan hukum dan sosial serta pertanggungjawaban. Dengan adanya teknologi informasi ataupun kemajuan iptek juga tersedianya kesempatan masyarakat untuk mengaktualisasi diri sehingga tidak menjadi masyarakat yang bodoh lagi sehingga bangsa ini tidak menjadi bangsa yang terbelakang yang selalu terbodohi serta selalu ditipu oleh sang adidaya.
    Dengan adanya iptek atau teknologi informasi, selain dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh negara lain, dapat juga memetakan wilayah yang dimiliki sehingga tidak akan terjadi yang namanya pengklaiman batas wilayah darat maupun laut, dapat juga mempertahankan budaya bangsa. Kita wajib memperkenalkan keanekaragaman budaya dengan menggunakan teknologi internet. Apabila semua aspek dari iptek atau teknologi informasi dapat digunakan semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan, dan kemanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan peranan iptek dalam implementasi geostrategi Indonesia.
    Iptek adalah kekuatan nasional yang dimiliki bangsa Indonesia yang harus dipelihara dan dikembangkan serta didayagunakan sepenuhnya secara efektif untuk pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan daya saing nasional yang kokoh menuju tujuan nasional. Pemanfaatan, penguasaan, dan pengembangan iptek dalam pembangunan nasional dapat mengalami hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang timbul baik dari luar maupun dalam, sehingga dapat menggangu pelaksanaan pembangunan nasional menuju tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itulah ketahanan iptek perlu selalu ditingkatkan agar gerak langkah pemanfaatan, penguasaan, dan pengembangan iptek dalam pembangunan nasional berjalan sesuai dengan harapan. Berdasarkan hal ini diyakini bahwa kemampuan dan ketangguhan iptek atau teknologi informasi suatu bangsa adalah salah satu unsur penting bagi ketahanan nasional yang perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dan proporsional dalam rangka proses pensejahteraan rakyat.

    REFERENSI :
    - Wikipedia
    - http://whandi.net/ringkasan-pendidikan-kewarganegaraan-bab-8.html
    - http://scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    - Slide Geostrategi

    Rheza Kumara D
    08/270226/PA/12258
    Ilmu Komputer

  16. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan sebuah kepentingan untuk suatu politik maupun peperangan dengan negara/wilayah lain , melainkan lebih cenderung untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Indonesia dan keamanan wilayah negara Indonesia sendiri dari ancaman pihak luar.

    Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945. Sedikit flashback ke belakang, tujuan nasional Bangsa Indonesia seperti yang tertera dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sehingga untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia tersebut, diperlukan kemampuan untuk memaksimalkan geostrategi Indonesia dengan matang yaitu salah satunya dengan melalui peran IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sehingga mampu mewujudkan geostrategi Indonesia dengan baik , benar serta maksimal.

    Fungsi dan peranan IPTEK disini sangatlah banyak dalam hal untuk menunjang pengimplementasian geostrategi di Indonesia. Fungsi dan peranan IPTEK ini mampu memersatukan rakyat indonesia dari berbagai daerah di penjuru tanah air, sehingga tercipta rasa nasionalisme Indonesia, selain itu, dengan adanya IPTEK ini mampu menegakkan hukum dan ketertiban di Indonesia ini, baik di dalam maupun diluar khususnya di daerah perbatasan, terselenggaranya pertahanan dan keamanan negara, serta terwujudnya keadilan hukum dan sosial di masyarakat. Selain itu, peranan IPTEK disini juga dapat ditempuh melalui penelitian ,pengembangan, pelatihan, dan pendampingan sehingga mampu memaksimalkan serta menunjang geostrategi Indonesia ke arah lebih baik. Di banyak negara, IPTEK terbukti menjadi bagian hidup untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing, selaras dengan menguatnya budaya IPTEK di masyarakat. Dengan menanamkan budaya IPTEK sejak dini, akan tumbuh daya pikir dinamis, kreatif, dan mandiri dalam masyarakat, guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan mencapai kesejahteraaan mereka sehingga akan memperkuat geostrategi dalam memanfaatkan bidang IPTEK.

    Pentingnya penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi guna menunjang geostrategi Indonesia mutlak diperlukan, karena mampu:
    - Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja.
    - Merupakan aset penting untuk pengembangan sektor perekonomian bangsa.
    - Meningkatkan keunggulan dan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan dipasar global.
    - Meningkatkan nilai investasi suatu negara dipasar internasional.
    - Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya biaya ekonomi yang tinggi.
    - Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa di dalam negeri.
    - Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan ingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang
    - Meningkatan kesejahteraan rakat dan memperkuat daya tahan bangsa.

    Beberapa contoh program dukungan IPTEK yang dilaksanakan atas kerjasama LPND-Ristek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat Indonesia , khususnya didaerah pelosok dan perbatasan wilayah Indonesia , antara lain : Pemanfaatan TV perbatasan, penggunaan listrik dengan menggunakan tenaga surya, program teknologi tepat guna atau difusi teknologi yang berbasiskan pengetahuan lokal, serta kajian pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pedesaan dan daerah perbatasan Indonesia.

    Adanya persoalan dan tantangan wilayah perbatasan indonesia yang sangat luas maka persoalan wilayah perbatasan menjadi suatu pekerjaan rumah bagi para stakeholders, terlebih jika dikaitkan dengan upaya mewujudkan wilayah perbatasan menjadi halaman depan. Jika itu terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan dengan mudah kita dapat mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, termasuk sumber daya dan lingkungannya. Bahkan mampu mewujudkan masyarakat perbatasan yang sejahtera.

    Disamping itu, peranan IPTEK dalam geostrategi Indonesia yang lain yaitu dalam hal penegakan hukum dan ketertiban dalam masyarakat sendiri baik di dalam maupun diluar wilayah. Pemanfaatan IPTEK sangat berguna karena dengan adanya teknologi informasi, mampu mendeteksi semisal adanya kasus pencurian, perampokan ataupun penyelundupan illegal serta berbagai tindakan kejahatan lainnya dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi ini. Contohnya, penggunaan IPTEK untuk mendeteksi adanya penyelundupan kayu – kayu illegal dari dalam negeri ke luar negeri dengan menggunakan alat mata – mata,atau bahkan penggunaan kamera tersembunyi yang berfungsi untuk mengawasi dan memantau gerak gerik mencurigakan suatu daerah yang merasa perlu dilindungi guna menegakkan kedaulatan serta hukum dan ketertiban di Indonesia. Di samping itu, contoh dalam hal terselenggaranya pertahanan dan keamanan negara dalam pemanfaatannya dengan media IPTEK misalnya, penggunaan radar yang canggih sebagai alat untuk pelacakan apabila ada penyusup semisal kapal maupun pesawat asing yang tanpa ijin masuk ke wilayah kedaulatan kita, juga merupakan salah satu peranan teknologi informasi/ IPTEK dalam geostrategi Indonesia.

    Terlepas dari itu semua, tentu penggunaan IPTEK haruslah tepat sasaran dan memiliki fungsi yang jelas /tepat guna, yaitu untuk mendukung geostrategi Indonesia agar tercapai hasil yang maksimal, dikarenakan apabila tidak tepat sasaran, di khawatirkan akan sia –sia atau malahan yang terburuk akan membahayakan keamanan serta kesejahteraan rakyat Indonesia. Aspek – aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bidang penguasaan IPTEK khususnya untuk menunjang geostrategi Indonesia antara lain :
    - Memberikan nilai tambahan yang tinggi (high value) pada setiap produk dan jasa yang dihasilkan.
    - Memberikan keunggulan dan daya saing bagi setiap produk dan jasa yang di hasilkan
    - Mampu menunjang industri yang realistis , yang bertumpu pada sektor sumber daya alam yang dimiliki (resource based).
    - Mampu mengurangi tingkat ekonomi biaya yang tinggi dalam proses produksi.
    - Serta menghasilkan produksi yang ramah lingkungan.

    Kesimpulannya ,IPTEK yang maju akan membuat sarana pertahanan nasional /geostrategi Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia. Sehingga sumber daya alam di Indonesia tidak lagi dicuri oleh pihak asing. Kemudian berbagai tindak kejahatan maupun gangguan – gangguan yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban negara yang biasa terjadi pada daerah perbatasan, seperti penyelundupan illegal, dapat dikurangi. Disamping itu, dengan adanya IPTEK , sumber daya alam mampu dimanfaatkan secara maksimal dan IPTEK juga mempunyai pengaruh pada kualitas sumber daya manusia yang mampu menumbuhkan ketahanan nasional secara maksimal.

    Nama : Utama Nur Ariputra
    No. MHS : 08/265929/PA/11931
    PRODI : Ilmu Komputer UGM

    Referensi :
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    http://www.scribd.com/doc/38733011/TANNAS-SEBAGAI-GEOSTRATEGI
    http://blog.unila.ac.id/maulana/files/2009/02/sap-pend-kewarganegaraan-fisip.pdf
    http://file.upi.edu/Direktori/B%20-%20FPIPS/M%20K%20D%20U/196604251992032%20-%20ELLY%20MALIHAH/Silabi,%20SAp,%20Bahan%20Kuliah%20PKN,%20Elly%20Malihah/Tambahan%20PKn/GEOSTRATEGI.%20illging.pdf
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html

  17. Geostrategi merupakan suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan di dalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah strategi dalam memanfaatkan konstelasi ataupun kondisi geografis negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, kita dapat memanfaatkan IPTEK ataupun teknologi informasi yang dimiliki anak-anak bangsa dan sumber daya yang ada untuk melaksanakan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita cita bangsa ini.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat belakangan ini menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran dalam geostrategi di Indonesia semakin tinggi. Banyak negara yang telah merasakan dampak tersebut. Pengaruh IPTEK telah menyebar ke seluruh dunia dengan menjamurnya produk dari teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan global dan menimbulkan perubahan yang dalam tata hubungan antar bangsa. Sehingga sangat terasa komunikasi lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara maju yang telah berada di garis depan dalam kemajuan teknologinya, serta hubungan kerja sama yang dirasa kurang seimbang.

    Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia. Dengan teknologi informasi sekarang ini seperti televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini.

    Apabila kita melihat posisi Indonesia akan terlihat bahwa Indonesia berada pada lokasi yang strategis. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi diantara benua Asia dan Australia serta diantara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia, menempatkan Indonesia menjadi daerah yang berpengaruh besar bagi negara-negara dari berbagai kawasan terutama yang terletak di sekitar wilayah kelautan Indonesia. Posisi strategis ini menyebabkan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan di tingkat regional dan global menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kondisi Indonesia. Dalam era globalisasi abad ke-21 ini, perkembangan lingkungan strategis regional dan global lebih terasa pengaruhnya terhadap kondisi nasional karena diterimanya nilai-nilai universal seperti perdagangan bebas, demokratisasi, serta hak asasi dan lingkungan hidup.

    Salah satu pintu peran strategis Indonesia berada di Selat Malaka. Selat Malaka memang memegang peranan yang sangat penting, tidak hanya bagi negara-negara yang berada di sekitarnya, tetapi juga bagi negara-negara di dunia mengingat keberadaannya sebagai jalur perdagangan laut tersibuk kedua di dunia setelah Selat Hormuz. Posisi strategis inilah yang menjadikan Selat Malaka sebagai choke points of shipping in the world untuk lalu lintas perdagangan negara-negara di dunia, baik ekspor maupun impor, yang sebagian besar dilakukan melalui jalur laut.

    Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.

    Selain memperhatikan aspek perairan, perlu juga memperhatikan dari aspek dirgantara di Indonesia dalam pemanfaatan IPTEK dalam implementasi geostretegi Indonesia. Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantara tersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi. Adanya transportasi udara antarwilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antarwilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industri pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antarwilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia.

    Berkaitan dengan posisi geografis, geostrategis dan geopolitis yang dimiliki oleh Indonesia maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan strategik global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Adanya Infiltrasi satelit asing terhadap pemantauan wilayah serta sumber daya alam di Indonesia dan pencurian ikan senilai ratusan milyar rupiah per tahun oleh kapal-kapal asing karena kurangnya pemantauan adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi. Disamping itu, masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya telah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara. Oleh karena itu, aplikasi teknologi dirgantara seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun nonamphibi bagi keperluan transportasi antarpulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.

    Referensi:
    http://www.muscletips.org/tag/peran-iptek-dalam-geostrategi
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    http://chaerunisai-engineering.blogspot.com/2010/09/geostrategi-indonesia.html

    Risga Lutfi Cahyanita
    09/284008/PA/12776
    Prodi Ilmu Komputer

  18. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) berkembang sangat pesat akhir-akhir ini. Dari kecepatan prosesor yang terus bertambah dan berukuran mungil sehingga banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya. Media penyimpanan yang juga semakin besar dan relatif murah. Teknologi komunikasi pun juga berkembang seperti mulai digunakannya wimax di beberapa tempat di Indonesia. Masyarakat tidak perlu datang ke area hotspot untuk dapat mengakses internet. Namun, dengan wimax, masyarakat dapat mengakses internet di wilayah yang cukup luas karena jangkauan wimax yang lebih luas daripada wifi.

    Dari semua perkembangan iptek tersebut, khusunya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kita perlu menyadari pentingnya memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan nasional. Apabila dahulu bangsa kita dapat merdeka masih dengan menggunakan bambu runcing, maka sekarang kita dapat menggunakan TIK untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan TIK pula geostrategi Indonesia dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Pulau-pulau yang luas dengan laut terbentang di antaranya. Dengan sumber daya alam tersebut tentu saja Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Belum lagi tanah yang subur dengan daratannya yang juga luas. Bersamaan dengan hal itu, negara ini harus dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut dengan sebaik-baiknya. Karena itulah, salah satunya, perlu strategi yang baik untuk dapat mengelola sumber daya tersebut.

    Beberapa contoh sumber daya alam Indonesia diantaranya adalah laut dan hutan yang luas. Laut yang luas di satu sisi merupakan keuntungan, di sisi lain juga dapat menjadi ketidakuntungan. Tentu saja mengelola daerah yang luas, terlebih lagi berupa lautan, tidaklah mudah. Di sini TIK sangat berperan membantu mewujudkan pengelolaan yang baik. Misalkan untuk mengelola sumber daya ikan yang begitu melimpah di lautan, kita memerlukan suatu transportasi laut yang tangguh. Selain itu kita juga memerlukan teknologi untuk melacak keberadaan kawanan ikan sehingga waktu pelayaran menjadi lebih efisien.

    Kita juga tidak lupa bahwasanya dengan adanya wilayah daratan yang luas, kita memerlukan suatu pengawasan yang baik agar daerah yang luas tersebut dapat terawasi dengan baik. Beberapa tahun lalu kita menyaksikan berita bahwasanya beberapa wilayah hutan kita terbakar. Dan yang agak disayangkan informasi tersebut justru lebih cepat diketahui oleh negara lain. Meski hal ini tidak terlalu berarti, hal ini menunjukkan akan kepedulian suatu negara terhadap wilayahnya sendiri. Dengan kemandirian di bidang TIK, harkat dan martabat dapat terangkat.

    Selain pengelolaan sumber daya alam, kita juga perlu memikirkan pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu diantaranya adalah di bidang pendidikan. Namun, seperti kita ketahui sumber daya pengajar tidaklah merata di tiap daerah. Jawa masih merupakan pulau dengan jumlah pengajar yang besar seiring dengan padatnya penduduk. Sebagian besar institusi pendidikan berkualitas juga terdapat di pulau Jawa. Bukan pula berarti bahwasanya institusi pendidikan di pulau Jawa selalu lebih baik dibandingkan yang berada di luar pulau Jawa. Tentu hal ini akan menjadi berat bagi warga luar pulau Jawa yang ingin menuntut ilmu di institusi tersebut karena harus menempuh jarak yang tidak pendek, waktu yang tidak sedikit dan juga transportasi yang tidak murah. Hal ini pula menjadi halangan percepatan penyebaran ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, TIK berperan penting dengan memberi fasilitas untuk menjembatani warga dan institusi yang terpisahkan oleh jarak. Dengan memanfaatkan TIK warga di luar pulau Jawa dapat menuntut ilmu dari institusi-institusi maupun profesor yang ada di pulau Jawa. Warga di luar pulau Jawa tidak harus datang ke pulau Jawa untuk menuntut ilmu. Mereka dapat menuntut ilmu secara online.

    Untuk kepentingan ketahanan nasional, kita perlu menggunakan iptek tersebut, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Contoh peran iptek khususnya TIK dalam pertahanan nasional adalah mendeteksi pesawat asing yang masuk wilayah kedaulatan Indonesia tanpa izin. Dengan bantuan TIK, keberadaan pesawat tersebut dapat dengan cepat diketahui keberadaanya dan selanjutnya ditindaklanjuti sesuai prosedur. TIK juga berperan untuk mengetahui adanya mata-mata di wilayah Indonesia. Misal ada komunikasi tak wajar berupa gelombang radio yang berasal dari suatu pulau terpencil. Dengan mengetahui ketidakwajaran tersebut, pemerintah dapat melakukan pengecekan asal gelombang radio di pulau terpencil tersebut.

    Dengan peran TIK pula kita dapat menjaga kerahasiaan informasi dalam negeri. Sampai saat ini kita masih belum dapat benar-benar menciptakan dan mengudarakan satelit di luar angkasa. Masih saja kita meminta bantuan negara asing untuk membantu mengudarakan satelit milik Indonesia. Dengan adanya campur tangan pihak luar, tidak dapat dipastikan bahwanya negara asing tersebut tidak membenamkan alat spionase ke dalam satelit milik Indonesia. Suatu ketika terjadi pengiriman data sensitif yang memanfaatkan satelit tersebut. Negara asing dapat saja mengetahui informasi tersebut. Namun, dengan TIK, kita dapat menyembunyikan atau mengaburkan informasi yang lewat melalui satelit sehingga meskipun ada pihak yang turut mengetahui informasi yang dilewatkan, mereka tidak akan dengan mudah untuk mengerti informasi asli yang ada.

    Pada akhirnya, TIK berperan penting dalam pengimplementasian geostrategi Indonesia. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memerlukan sarana bertukar informasi dan berkomunikasi yang handal dan saat ini tidak lain yang dapat digunakan adalah TIK. Meski menggunakan TIK untuk membantu pengimplementasian geostrategi Indonesia, yang mana TIK dapat menghilangkan faktor jarak dan waktu, kita harus tetap memiliki kesadaran penuh akan posisi dan letak geografis di permukaan bumi ini.

    Referensi:
    http://jumadipalas.blogspot.com/2010/12/ketahanan-nasional-sebagai-geostrategi.html
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://ri2naelah.blogspot.com/2010/10/tinjauan-geopolitik-dan-geostrategi.html
    http://indonesiandefense.blogspot.com/2010/08/geostrategi-baru-malaysia-di-kawasan.html

    Fery Andrian K.
    09/283779/PA/12700
    Ilmu Komputer

  19. Pengertian Geostrategi(Ketahanan Nasional) dan Geostrategi Indonesia
    Ketahanan Nasional mrpk kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, halangan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
    Sumber : http://mahasiswasibuk.co.cc

    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
    Sumber : http://www.scribd.com

    metode yang digunakan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamantkan dalam UUD 1945. Geostrategi memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan, bukan geopolitik yang digunakan untuk kepentingan politik atau militer.(berbeda dengan pemikiran Karl Haushoffer, Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen).
    Sumber : http://ekawidyaputriarumdini.blogspot.com

    Pembahasan
    Dapat diketahui dengan sangat mudah bahwa salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam geostratgi suatu bangsa adalah kondisi IPTEK-nya. Pada zaman sekarang maupun zaman dahulu, baik lewat perang secara langsung/fisik maupun perang secara tidak langsung seperti zaman sekarang ini, IPTEK berpengaruh dalam segala bidang dan tak terkecuali dalam geostrategi.

    Seperti diketahui bahwa Indonesia mempunyai kondisi geografi yang strategis, yaitu diapit 2 samudra dan 2 benua maka dapat dengan sangat mudah disimpulkan bahwa Indonesia adalah negara persinggahan/ penghubung antara 2 benua yang pasti mendatangkan untung yang sangat besar.

    Coba kita lihat ulang ketentuan yang mengatur perairan Indonesia :

    Ketentuan Deklarasi Djuanda 1957 :
    1. Semua perairan diantara dan yang menghubungkan pulau – pulau dengan tidak memandang luas / lebar adalah wilayah kedaulatan mutlak Negara Indonesia, merupakan perwujudan bentuk wilayah yang bulat dan utuh.
    2. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran diperairan pedalaman bagi kapal asing menjamin keselamatan NKRI.
    3. Penentuan batas wilayah sesuai dengan azas negara kepulauan ( archipelago state concept ) laut teritorial dengan lebar 12 mil diukur dari garis dasar yang menghubungkan pulau – pulau terluar NKRI pada waktu air surut.

    Peraturan pemerintah pengganti undang – undang No 4 tahun 1960, tanggal 18 Februari 1960 tentang perairan Indonesia :
    1. NKRI berdaulat atas segala perairan yang berada didalam batas wilayah, termasuk dasar laut, tanah, dibawahnya maupun ruang udaranya termasuk kekayaan alam.
    2. NKRI mempunyai laut nusantara dan laut teritorial.

    Peraturan pemerintah pengganti Undang – undang No 8 tahun 1962, tanggal 27 juli 1962 tentang Lalu Lintas damai perairan Indonesia :
    1. Lalu lintas damai kapal niaga asing diperaiaran Indonesia tetap dijamin.
    2. Hak melintas laut wilayah Indonesia dari laut bebas ke satu pelabuhan Indonesia atau sebaliknya.

    Deklarasi Kontinen Indonesia ( tanggal 17 Februari 1969 ) :
    - Segala sumber kekayaan yang terkandung dalam Landas Kontinen Indonesia merupakan hak mutlak bangsa dan negara Indonesia.
    - Melaksanakan perundingan penyeleseaian soal garis batas dengan negara tetangga
    - Bila tidak ada garis batas maka Landas Kontinen adalah garis yang ditarik ditengah ( middle line ) antar pulau terluar Indonesia dengan wilayah luar tetangga.
    - Claim tersebut tidak mempengaruhi sifat serta status dari pada perairan diatas Landas kontinen Indonesia maupun ruang diatasnya.

    Dengan diterapkannya ketentuan – ketentuan di atas tentu saja Indonesia mempunyai daerah perairan yang sangat luas. Dan dalam menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia pastilah dibutuhkan yang namanya IPTEK. Selain wilayah perairan, Indonesia juga mempunyai daratan yang tidak bisa dikatakan sempit dengan karakteristik seperti :
    1. Kepulauan Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta diantara 2 samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
    2. Terletak di garis khatulistiwa yang mempunyai panjang GSO 12.5 % keliling GSO dunia.
    3. Mempunyai pulau sebanyak 17508 pulau, baik itu pulau besar maupun pulau kecil.
    4. Lebar wilayah kedaulatan dari utara ke selatan sekitar 1888 km, panjang dari barat sampai ke timur sekitar 5110 km.
    5. Luas wilayah adalah 5193250 km2terdiri dari darat 2028087 km2
    6. Panjang pantai 81000 km.

    Untuk memperjelas peran IPTEK dalam Ketahanan Nasional, Ketahanan Nasional / Ketahanan Negara dapat dipaparkan/dijabarkan dalam bentuk rumus algebrais sederhana yang berlaku bagi negara mana pun di dunia, yang variabelnya dapat dikuantifikasi guna diketahui derajat ketahanan negara yang dicerminkannya dan dengan begitu bisa dibandingkan satu sama lain. Rumus tersebut adalah K = (U+N+E+M) x (t+c+s). K adalah ketahanan nasional. U atau unsur masif adalah hasil gabungan (bobot) wilayah dan penduduk. N adalah sistem nasional, tata kerja dan tata cara negara demi mencapai suatu tujuan yang mencerminkan derajat kemampuan dan kematangan dalam berorganisasi. E adalah kemampuan ekonomi. M adalah kemampuan militer. Selanjutnya t adalah tekad nasional, dalam hal ini merupakan aspek mental dari pembentukan negara-bangsa. Koefisien c mewakili kecerdasan penduduk dan mencerminkan tingkat penguasaan IPTEK. Sedangkan s atau strategi nasional adalah unsur esensial dari pemikiran manusia, lahir dari kesadaran untuk menghadapi bencana mental-biologis baik yang datang dari alam maupun yang berasal dari manusia.

    Dari rumus sederhana ini terlihat faktor c atau penguasaan IPTEK penduduk berperan besar dalam keutuhan Ketahanan Nasional. Bila faktor c tinggi maka bisa membuat kokoh suatu negara dan juga sebaliknya jika penguasaan IPTEK suatu negara rendah maka hampir bisa dipastikan bahwa ketahanan negaranya pasti rendah.

    Referensi :
    http://mahasiswasibuk.co.cc
    http://www.scribd.com
    http://ekawidyaputriarumdini.blogspot.com

    Ardhian Heru Nugroho
    09/283158/PA/12462

  20. PERANAN IPTEK DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.
    Dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, kita dapat menggunakan iptek atau teknologi informasi yang dimiliki untuk melakukan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita cita bangsa ini. Tujuan nasional bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Diantaranya ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
    Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia. Dengan teknologi informasi sekarang ini seperti televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini.
    Penegakkan hukum dan ketertiban juga dapat dilakukan dengan pemanfaatan iptek atau teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka penegakkan hukum atas kasus kasus pencurian, perampokan serta tindakan kejahatan lainnya seperti yang terjadi akhir akhir ini dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi ini. Contoh penggunaan iptek untuk masalah ini ialah penggunaan kamera perekam atau cctv untuk memantau setiap gerak gerik yang mencurigakan ataupun untuk mengawasi suatu tempat yang merasa perlu dilindungi sehingga hukum dapat ditegakkan di bangsa Indonesia ini.
    Pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia juga dapat lebih mudah dilaksanakan dengan implementasi iptek ataupun teknologi informasi yang ada. Banyak tindakan kejahatan yang mengancam pertahanan dan keamanan bangsa ini, seperti terorisme ataupun tindakan separatisme yang melakukan penyerangan dari dalam maupun dari luar bangsa ini. Tindakan tersebut dapat segera terindikasi sebelum mereka melakukan tindakan kejahatan. Pemerintah dapat melakukan tindakan penyadapan terhadap telepon ataupun situs situs di dunia maya milik mereka jika dirasa orang tersebut membahayakan bangsa Indonesia ini. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia karena akan lebih mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku kejahatan tersebut sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih terlindungi. Karena itu ialah tujuan nasional bangsa Indonesia, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia tercapai.
    Keadilan hukum dan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pun dapat ditegakkan dengan bantuan dari teknologi informasi, jaman dahulu untuk mendapatkan keadilan begitu susahnya untuk melapor harus menempuh banyak proses, sekarang dapat dilakukan di dunia maya sehingga mempermudah para korban untuk melapor jika tidak mendapat keadilan hukum ataupun sosial. Mereka dapat mengadukannya tanpa berbelit belit seperti dahulu.
    Adanya teknologi informasi ataupun kemajuan iptek juga membuat tersedianya kesempatan rakyat Indonesia untuk mengaktualisasikan diri mereka. Sehingga mereka tidak menjadi masyarakat yang bodoh, sehingga bangsa ini tidak menjadi bangsa yang terbelakang yang selalu terbodohi serta selalu ditipu oleh pemimpin mereka. Masyarakat di jaman sekarang ini dapat melihat profil calon pemimpin mereka dengan mudah tidak seperti jaman dahulu. Setelah pemimpin terpilih, masyarakat pun sekarang dapat memantau semua aktifitas yang dilakukan oleh pemimpin mereka, jadi apabila para pemimpin melakukan kesalahan, masyarakat dapat mengetahuinya. Apabila bangsa ini masyarakatnya cerdas, maka Negara ini akan maju pesat dan menjadi Negara maju.
    Teknologi informasi juga dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh bangsa lain. Kita dapat memetakan wilayah yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi yang ada sehingga bila terjadi pengklaiman dari bangsa lain kita bisa melawannya. Selain mempertahankan wilayah, kita juga mempertahankan budaya dari bangsa ini. Kita memberitahukan kepada dunia budaya yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi seperti internet. Kita juga harus melawan jika terjadi klaim atas budaya bangsa kita. Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan nasional akan tercapai sesuai dengan apa yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

    Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 06/195028/PA/11127
    Prodi : Ilmu Komputer

  21. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman dan bermartabat.
    Bagi bangsa Indonesia, geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Berkembangnya geostrategi Indonesia sangat terkait erat dengan hakikat terbentuknya bangsa Indonesia yang terbentuk dari berbagai macam etnis, suku, ras, golongan, agama bahkan terletak dalam territorial yang terpisahkan oleh pulau-pulau dan lautan.
    Oleh karena itu, prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut:
    1. Kesatuan sejarah, yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah, sejak zaman pra-sejarah, kerajaan, Sumpah Pemuda sampai proklamasi, dan kemudian membentuk bangsa dan negara Indonesia.
    2. Kesatuan nasib, yaitu segenap unsur bangsa berada dalam suatu proses sejarah yang sama dan mengalamai nasib yang sama, yaitu dalam penderitaan penjajahan dan kebahagiaan bersama.
    3. Kesatuan kebudayaan, yaitu beraneka ragam kebudayaan tumbuh dan berkembang dan secara bersama-sama membentuk kebudayaan nasional Indonesia.
    4. Kesatuan wilayah, yaitu segenap unsur bangsa Indonesia berdiam di segenap wilayah territorial yang dalam wujud berbagai pulau dengan lautannya.
    5. Kesatuan asas kerokhanian, yaitu adanya kesatuan ide, tujuan, cita-cita yang tersimpul dalam dasar filosofis negara Indonesia Pancasila.
    Maka geostrategi Indonesia diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas bangsa dan wilayah tumpah darah negara Indonesia, mengingat kemajemukan bangsa Indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara Indonesia, maka geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional.
    Peranan iptek (TI) dalam implementasi geostrategi Indonesia adalah bagaimana penerapan TI tidak hanya pada sektor bisnis, tetapi pada sektor publik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mutlak harus dibutuhkan.Seperti yang di kemukakan oleh morgan (1996) menyatakan bahwa penggunaan TI ditentukan oleh banyak faktor,salah satu diantaranya adalah karakteristik pengguna TI.Perbedaan karakteristik pengguna TI dipengaruhi juga oleh banyak faktor.salah satunya adalah aspek perilaku.perilaku ini dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap TI yang secara teoritis dideskripsikan oleh para ahli pengembang TI sebagai pengguna dan pengaruhnya terhadap pengguna (user) komputer.Disini diharapkan penerapan TI banyak bermanfaat bagi masyarakat luas, dan dapat meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Kemanfaatan TI merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna TI dalam melaksanakan tugasnya.Thompson (1991) juga menyebutkan bahwa individu akan menggunakan TI jika mengetahui manfaat positif atas penggunaannya.
    1.Menjadikan pekerjaan lebih mudah (make job easier)
    2.Bermanfaat (usefull)
    3.Menambah produktifitas (increase productivity)
    4.Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
    5.Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
    Dafis, F.D (1989) mendefinisikan bahwa kemudahan penggunaan (ease of use) sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa computer dapat dengan mudah dipahami.kemudahan penggunaan akan mengurangi usaha (baik waktu dan tenaga) seseorang dalam mempelajari computer.Perbandingan kemudahan tersebut memberikan indikasi bahwa orang yang menggunakan TI bekerja lebih mudah dibandingkan dengan orang yang bekerja tanpa menggunakan TI (secara manual).pengguna TI mempercayai bahwa TI yang fleksibel mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya (compartible) sebagai karakteristik kemudahan pengguna.
    Secara teoritis pengadopsian teori-teori keprilakuan studi-studi TI memberikan akselerasi kajian dibidang TI sehingga inovasi-inovasi pengembangan TI dan system informasi mengarah pada kebutuhan pengguna user dengan kemudahan penggunaannya.dengan demikian secara teoritis dapat diuraikan bahwa implikasi penerapan TI adalah pada aspek keprilakuan yang berkaitan dengan perkembangan TI.Implikasi ini didasari pada argumentasi bahwa intraksi antara ketiga unsur dalam pengembangan TI tidak dapat dihindari, yaitu interaksi antara perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna, artinya aspek perilaku itu memang penting diperhatikan sehingga hasil yang diperoleh kemudahan pengguna berpengaruh pada manfaat yang dirasakan, sebaliknya kemudahan penggunaan berpengaruh pada manfaat yang dirasakan tidak berpengaruh pada penerimaan TI.
    Penguasaan iptek bahkan dikaitkan dengan keberhasilan pembangunan nasional.Namun, bangsa Indonesia juga menyadari bahwa pengembangan iptek, di samping membawa dampak positif, juga dapat membawa dampak negatif bagi nilai agama dan budaya yang sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia.Sebagai bangsa yang telah memilih untuk tidak menganut faham sekuler, agama mempunyai kedudukan yang penting juga dalam masyarakat Indonesia.Oleh karena itulah diharapkan agar pengembangan iptek di Indonesia tidak akan bertabrakan dengan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa.
    Kendati pola hubungan yang diharapkan terjadi antara agama dan iptek secara eksplisit adalah pola hubungan netral yang saling tidak mengganggu, secara implisit diharapkan bahwa pengembangan iptek itu dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan oleh nilai-nilai agama. Ini merupakan tugas yang tidak mudah karena, untuk itu, kita harus menguasai prinsip dan pola pikir keduanya (iptek dan agama). Saat ini baru sebagian kecil saja ummat yang menguasai hal itu dan yang sedikit itu masih belum sempat menulis buku teks yang memadukan kedua hal (agama dan iptek) itu.Dari uraian di atas, ternyata kita baru pada langkah awal dan masih jauh jalan yang harus kita tempuh.
    Generasi muda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa kedepan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya, apakah generasi mudanya memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya (nation and character), apakah generasi mudanya memilki dan menguasai pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global dan tergantung pula kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya – karya nyata yang monumental dan membawa pengaruh dan perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negaranya.

  22. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Pertama, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi daripada geostrategi Indonesia. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi juga dapat menunjang tugas pemerintahan yaitu menegakkan hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri. Geostrategi bersifat sebagai daya tangkal, maksudnya yaitu dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Selain itu, geostrategi juga bersifat developmental yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.
    Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia tidak dapat terlepas dari pemanfaatan iptek. Suatu negara dapat dinilai maju atau tidak dapat dilihat dari perkembangan iptek negara tersebut, misal Jepang, Amerika, China dan lain sebagainya. Negara-negara tersebut terus bersaing dalam bidang iptek karena iptek merupakan hal yang sangat penting, yang menguasai iptek akan dapat menguasai dunia. Ketertinggalan dalam hal iptek dapat menjadi suatu ancaman yang sangat berbahaya karena hanya dengan ‘menerobos’ melalui iptek saja dapat membuat bidang-bidang lain menjadi kacau.
    Pada era globalisasi ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat pesat sehingga menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran geostrategi Indonesia semakin tinggi. Efek daripada globalisasi sudah dapat dirasakan oleh semua negara, namun negara-negara yang kurang maju lah yang merasakan efek negatif dari globalisasi tersebut. Negara-negara maju seakan menjadi tuan bagi negara-negara yang tertinggal. Demi mengatasi hal ini, banyak negara yang melakukan kerja sama yang bersifat ‘simbiosis mutualisme’ dengan negara lain.
    Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia. Apalagi jalur suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa negara melewati perairan Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan Amerika Serikat, misalnya, sekitar 70% pelayarannya melewati perairan Indonesia. Karenanya sangat wajar bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur pasokan minyak ini, termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan lain-lain. Pasukan Beladiri Jepang secara berkala dan teratur mengadakan latihan operasi jarak jauh untuk mengamankan area yang mereka sebut sebagai “life line,” yakni, radius sejauh 1000 mil laut hingga menjangkau perairan Asia Tenggara. Hal yang sama juga dilakukan Cina, Australia, India, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penutupan jalur-jalur vital tersebut oleh negara-negara disekitarnya (termasuk Indonesia).
    Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran strategis, memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab pasti dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. Australia misalnya, sangat kuatir bila Indonesia mengembangkan kekuatan angkatan laut, yang pada gilirannya dapat memperketat pengendalian efektif semua jalur pelayaran di perairan nusantara. Penetapan sepihak selat Sunda dan selat Lombok sebagai perairan internasional oleh Indonesia secara bersama-sama ditolak oleh Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Jepang, Inggris dan Selandia Baru. Tentu apabila dua selat ini menjadi perairan teritorial Indonesia, maka semua negara yang melintas di wilayah perairan ini harus tunduk kepada hukum nasional Indonesia, tanpa mengabaikan kepentingan internasional. Namun, pada prakteknya, Indonesia masih terlalu lembek dalam mengatasi kapal-kapal yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin. Prosedur untuk melakukan tindakan yang tegas terlalu memakan waktu sehingga akan menguntungkan kapal-kapal tersebut. Oleh karena itu, hendaknya Indonesia perlu memperkuat kekuatan maritim yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.

    Menurut Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc APU (Ketua Komisi Nasional Intergovernmental Oceanographic Commission – UNESCO, juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)), perkembangan oseanografi di dunia memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat selama kurun waktu 26 tahun terakhir. Perkembangan itu dipicu oleh kemajuan teknologi observasi samudera berbasis satelit yang memberi data kondisi mutakhir dari perairan samudera, seperti temperatur salinitas, topografi muka air laut, dan lain-lain secara on-line ke pusat-pusat data oseanografi di berbagai belahan dunia. Dikatakan, teknologi pemantauan berbasis satelit itu diperkuat dengan autonomous drifter, suatu perangkat pencatat berbagai sifat laut yang terapung dan tenggelam secara teratur dan mengirimkan sinyal-sinyal hasil pencatatannya secara otomatis melalui satelit ke berbagai pusat-pusat data oseanografi di dunia. “Seluruh data di dunia itu diolah untuk dijadikan informasi yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi, serta maksud-maksud damai lainnya,” ujarnya.

    Berkaitan dengan posisi geografis, geostrategis dan geopolitis yang dimiliki oleh Indonesia maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan strategik global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Adanya Infiltrasi satelit asing terhadap pemantauan wilayah serta sumberdaya alam di Indonesia dan pencurian ikan senilai ratusan milyar rupiah per tahun oleh kapal-kapal asing karena kurangnya pemantauan adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi. Disamping itu, masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya tefah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara. Oleh karena itu, aplikasi teknologi dirgantara seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun non amphibi bagi keperluan transportasi antar pulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.

    Referensi:
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-peranan-iptek-dalam-meningkatkan-sdm-indonesia/

    Nama : Yohanes Santoso H
    NIM : 09/283221/PA/12479
    Prodi : Ilmu Komputer

  23. Tugas 4

    Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik, juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi. Geostrategi juga memiliki peran untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk.

    Geostrategi memiliki sifat daya tangkal, dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indoesia.

    Selain bersifat daya tangkal, geostrategi juga memiliki sifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejaheraan rakyat.

    Oleh karena tujuan itulah maka geostrategi Indonesia menjadi suatu doktrin pembangun bangsa sehinga diberi nama Ketahanan Nasional, yang merupakan perangkat penghubung kehidupan manusia dan budaya dengan memanfaatkan segala kekayaan alam.

    Berikut ini beberapa perkembangan konsep geostrategi di Indonesia :

    - Tahun 1962-an SESKOAD : adanya kekhawatiran mengenai Komunis.
    - Tahun 1965 (Tanas) : bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal.
    - Tahun 1972 : ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai.
    - Tahun 1978 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pembangunan nasional.

    Menjaga pertahanan bangsa adalah tugas utama TNI. Sementara keamanan bangsa adalah tugas Kepolisian. Dalam menjalankan tugasnya TNI memerlukan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Berikut akan disebutkan jumlah Alutsista yang dimiliki Indonesia dan perbandingannya dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

    Alutsista jenis tank, Indonesia hanya memiliki 350 unit kalah dari Singapura 450 unit meski luas wilayah Indonesia hampir 3.000 kali lebih besar dari Singapura. Di Asia Tenggara, jumlah tank yang dimiliki TNI AD hanya berada di posisi keempat setelah Vietnam 1.935 unit, Thailand 848 unit, Singapura 450 unit, dan Indonesia 350 unit. Untuk Malaysia tidak disebutkan jumlah kepemilikan tank- nya namun yang jelas di bawah Indonesia. Untuk kemampuan dukung tank terhadap personel AD-nya, Singapura masih teratas sedangkan Indonesia di posisi keenam.

    Untuk kekuataan artileri yang dimiliki TNI AD jauh lebih banyak dari Singapura dengan jumlah mencapai 1.060 unit artileri yang digolongkan menjadi dua kategori jenis T dan Mortir. Keunggulan artileri Singapura adalah karena terdiri dari berbagai ragam artileri. Di Asia Pasifik, dengan jumlah artileri sebanyak itu Indonesia hanya di posisi ke-13. Di negara Asia Tenggara, Indonesia di urutan ketiga setelah Vietnam (3.040 artileri) dan Thailand 2.473 artileri. Dengan demikian kemampuan dan jumlah artileri yang dimiliki Malaysia berada di bawah ketiga negara ini.

    Di Asia Tenggara ada beberapa negara yang memiliki kapal selam yaitu Indonesia (2 unit SSK), Singapura (3 unit SSK), dan Vietnam (2 unit SSI). Malaysia tidak disebutkan memiliki kapal selam. SSK adalah kapal yang dimiliki Indonesia dan Singapura yang dapat dikategorikan tactical submarine berjenis SSK (patrol submarine) dilengkapi anti submarine warfare (ASW). Sementara SSI adalah kapal selam tenaga diesel.

    Untuk kapal perang jenis PSC, di Asia Tenggara Indonesia teratas dengan jumlah PSC 29 unit disusul Thailand, Vietnam dengan 11 PSC, Malaysia 11 unit PSC, dan Singapura 6 unit PSC. Namun untuk kapal perang jenis PCC, Malaysia berad di peringkat atas dengan 185 unit disusul Thailand 110 unit sementara Indonesia hanya 23 unit yang terdiri dari 11 buah bertipe kapal patroli biasa dilengkapi senjata kaliber 20 mm, 4 unit lainnya diklasifikasikan dalam kapal patroli cepat dilengkapi SSM, 4 unit kapal patroli dilengkapi torpedo anti-submarine, dan sisanya 4 unit kapal patroli biasa.

    Secara umum untuk total pesawat tempur TNI-AU berjumlah 247 unit, RSAF (Angkatan Udara) Singapura 153 unit. Meski lebih banyak namun 53 persen pesawat tempur TNI-AU itu dikategorikan fighter dibandingkan milik Singapura. Di Asia Tenggara, Indonesia terbanyak dimana posisi kedua Vietnam 204 unit pesawat fighter dan Thailand (posisi keempat) 87 unit pesawat. Malaysia tidak disebutkan namun yang jelas di bawah dari keempat negara yang disebutkan di atas. Jenis pesawat fighter TNI-AU terdiri atas F-5, F-16, Sukhoi, Su-30, dan 2 unit Su-27, F-5, dan berbagai jenis lainnya.

    Untuk helikopter yang dimiliki TNI-AU hanya 38 unit terdiri atas dua jenis Assault dan Transport (tipe NAS-332L Super Puma serta NAS-330 Puma). Di Asia Tenggara, jumlah terbanyak helikopter dimiliki Singapura 110 unit, lalu AU Filipina 80 unit. Indonesia berada di peringkat ketujuh dari 10 negara Asia Tenggara. Malaysia tidak disebutkan apakah dibawah Indonesia atau diatasnya.

    Seluruh kekuatan tempur yang dimiliki oleh Indonesia tentu saja harus didukung dengan kemampuan untuk saling berkomunikasi. Sebenarnya tekhnologi informasi tidak dapat dipisahkan dengan Alutsista, karena dalam penggunaan Alutsista pasti menggunakan komunikasi entah itu komunikasi satu arah atau dua arah, entah menggunakan sistem analog atau mungkin menggunakan alat komunikasi canggih lainnya.

    Coba bayangkan apabila dalam suatu tugas penting, pesawat tempur Sukhoi tiba-tiba sistem komunikasinya rusak maka bisa dipastikan tugas tersebut tidak dapat dijalankan dengan sempurna. Jadi sebenarnya dengan peralatan tempur yang semakin maju, akan tetap membutuhkan sistem komunikasi yang kuat dan dapat diandalkan

    SUMBER

    Bakrie, Connie Rakahundi.2007.Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal.

    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional/

    http://alutsista.blogspot.com/

    Nama: Rinto Achmad S.
    NIM : 09/283670/PA/12663
    PRODI : ILMU KOMPUTER UGM

  24. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi mempunyai definisi yaitu suatu strategi yang memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita cita proklamasi atau tujuan nasional atau ada yang mengartikan Geostrategi sebagai geopolitik yang dalam pelaksanaannya yaitu kebijaksanaan pelaksanaan dalam menentukan tujuan, sarana-sarana serta penggunaan sarana-sarana tersebut guna mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan konstelasi suatu negara. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Konsepsi ini merupakan pengejawatahan dari Pancasila dan UUD 1945 dalam segala aspek kehidupan yang secara terpadu, utuh menyeluruh dengan berpedoman pada wawasan nusantara, sehingga konsepsi ini merupakan sarana mewujudkan ketahanan nasional. Jadi dengan demikian jika wawasan nusantara merupakan geopolitik Indonesia maka disini ketahanan nasional merupakan geostrateginya yaitu sebagai upaya dalam mewujudkan wawasan nusantara.
    Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia.
    Teknologi. Kemajuan teknologi akan sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi suatu negara tersebut. namun kemajuan ini juga akan menimbulkan kerawanan, karena ketergantungan yang besar terhadap teknologi dari luar karena kurangnya kemampuan menguasai teknologi yang diperlukan serta pemanfaatannya (penggunaan teknologi maju oleh negara berkembang). Pendidikan, IPTEK. Pendidikan berfungsi mengembangkan tingkah laku dalam wujud nyata nilai-nilai falsafah Pancasila dan juga berfungsi mengembangkan nilai-nilai lain yang menunjang. Pendidikan juga dapat merubah dan meniadakan nilai-nilai sosial budaya yang kurang atau tidak menunjang dalam ketahanan nasional di bidang sosial budaya. Sejalan dengan itu, pengembangan dan penerapan IPTEK akan sangat berpengaruh juga baik itu bersifat positif atau negatif.
    Penegakkan hukum dan ketertiban juga dapat dilakukan dengan pemanfaatan iptek atau teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka penegakkan hukum atas kasus kasus pencurian, perampokan serta tindakan kejahatan lainnya seperti yang terjadi akhir akhir ini dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi ini. Contoh penggunaan iptek untuk masalah ini ialah penggunaan kamera perekam atau cctv untuk memantau setiap gerak gerik yang mencurigakan ataupun untuk mengawasi suatu tempat yang merasa perlu dilindungi sehingga hukum dapat ditegakkan di bangsa Indonesia ini. Pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia juga dapat lebih mudah dilaksanakan dengan implementasi iptek ataupun teknologi informasi yang ada. Banyak tindakan kejahatan yang mengancam pertahanan dan keamanan bangsa ini, seperti terorisme ataupun tindakan separatisme yang melakukan penyerangan dari dalam maupun dari luar bangsa ini. Tindakan tersebut dapat segera terindikasi sebelum mereka melakukan tindakan kejahatan. Pemerintah dapat melakukan tindakan penyadapan terhadap telepon ataupun situs situs di dunia maya milik mereka jika dirasa orang tersebut membahayakan bangsa Indonesia ini. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia karena akan lebih mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku kejahatan tersebut sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih terlindungi. Karena itu ialah tujuan nasional bangsa Indonesia, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia tercapai.
    Televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini. Banyak contoh yang ada dari teknologi informasi untuk menyatukan bangsa ini. Salah satu contohnya ialah dengan adanya siaran televisi seperti kemarin waktu terdapat acara pertandingan sepakbola seasia tenggara di salah satu stasiun tv swasta, seluruh rakyat Indonesia seakan dipersatukan menjadi satu dengan adanya euforia sepakbola ini. Hati mereka seakan bersatu untuk membela timnas Indonesia yang sedang bermain melawan musuhnya. Hal seperti ini bagus untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air walaupun dimulai hanya lewat pertandingan sepakbola yang hanya beberapa menit tersebut. Masyarakat tidak lagi mementingkan lagi ras atau dari golongan mana mereka berasal, mereka bersatu atas nama Indonesia.
    Keadilan hukum dan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pun dapat ditegakkan dengan bantuan dari teknologi informasi, jaman dahulu untuk mendapatkan keadilan begitu susahnya untuk melapor harus menempuh banyak proses, sekarang dapat dilakukan di dunia maya sehingga mempermudah para korban untuk melapor jika tidak mendapat keadilan hukum ataupun sosial. Mereka dapat mengadukannya tanpa berbelit belit seperti dahulu.
    Dengan adanya teknologi informasi juga kita dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh bangsa lain. Kita dapat memetakan wilayah yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi yang ada sehingga bila terjadi pengklaiman dari bangsa lain kita bisa melawannya. Selain mempertahankan wilayah, kita juga mempertahankan budaya dari bangsa ini. Kita memberitahukan kepada dunia budaya yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi seperti internet.
    Kita juga harus melawan jika terjadi klaim atas budaya bangsa kita. Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuaPERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
    REFERENSI : http://www.scribd.com, http://www.wikipedia.com, http://www.dotstock.com, http://www.google.com
    Nama: Rian Adi Tama
    NIM: 08/265734/PA/11906
    Jurusan/Prodi: JIKE/Ilmu Komputer

  25. Nama : Bhima permana putra
    nim : 08/265561/PA/11890

    PERAN IPTEK DALAM GEOSTRATEGI INDONESIA
    Sebelum membahas tentang peran iptek dalam geostrategi indonesia , ada baiknya kita mengetahui apa itu geostrategi . Geostrategi adalah suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi negara dalam menentukan kebijakan,tujuan,saran untuk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dan mewujudkan tujuan politik). Awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia sendiri geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi , sebagaimana tercantum dalam mukadimah UUD 1945 , melalui proses pembangunan nasional. Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yg diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan pembukaan dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahan Nasional. Unsur – unsur utamanya terdiri dari kualitas keuletan dan kualitas ketangguhan/kekuatan.
    Ketahanan nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Tannas harus diwujudkan. Sehingga mulai sejak dini harus selalu dibina dan disinergikan dengan kehidupan bermasyarakatan dan bernegara. Oleh karena itu, geostrategi dibutuhkan untuk mewujudkan kondisi tersebut yang berupa konsepsi yang memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia (Konsepsi ketahanan nasional Indonesia). Ketahanan nasional diperlukan suatu bangsa agar timbul suatu kedamaian dan kestabilan dalam hidup bernegara. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara.
    Peran iptek dalam bidang dirgantara
    PENDAHULUAN
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat pada era globalisasi, telah menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran dirgantara semakin tinggi. Semua negara sudah merasakan dampak dari globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar keseluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa ini yang lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerja sama yang terus meningkat terasa kurang seimbang.
    Indonesia tentunya tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi ini, bahkan harus dapat berperan untuk mengamankan kepentingan nasional. Peran tersebut antara lain akan diwujudkan melalui upaya pembangunan kedirgantaraan. Pembangunan kedirgantaraan ditujukan pada perjuangan memperoleh pengakuan internasional atas hak penggunaan wilayah dirgantara nasional dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk dan jasa kedirgantaraan.

    KEBUTUHAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DIRGANTARA

    Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi modern seperti listrik, teknologi nuklir, bioteknologi, komputer, radio telekomunikasi dan teknologi antariksa merupakan kemajuan yang dihasilkan dalam abad ini. Kemajuan dalam bidang teknologi dirgantara telah mendorong kemajuan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, pendidikan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan energi, pertumbuhan industri, manajemen sumber daya alam, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa sehingga akan berdampak pada kuatnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
    Indonesia telah cukup lama memperoleh manfaat yang besar dari aplikasi teknologi dirgantara seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, geodesi dan sebagainya. Terkait dengan permasalahan tersebut, teknologi dirgantara telah memberikan banyak manfaat yang salah satunya adalah pemanfaatan teknologi satelit untuk penginderaan jauh (remote sensing). Teknologi penginderaan jauh tersebut memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir dan bencana alam. Integrasi dari data-data vital yang diperoleh dari antariksa tersebut dengan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara terintegrasi pada semua aspek kehidupan.

    PEMANFAATAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DIRGANTARA

    Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantara tersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi. Adanya transportasi udara antar wilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan akan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industri pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antar wilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah saat ini maka diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil pun akan semakin meningkat.
    Di samping itu, aplikasi teknologi navigasi satelit memberikan manfaat sistem pemanduan berbagai modus transportasi, akurasi posisi dan penentuan ketinggian wilayah. Aplikasi teknologi penginderaan jauh memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, tata ruang, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir serta bencana alam. Analisis yang dilakukan berdasarkan pada Integrasi data-data vital yang diperoleh dari antariksa dan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi yang sangat penting bagi pengelolaan sumber daya alam, khususnya pada pengelolaan program ketahanan pangan dan penyediaan energi. Pada program ketahanan pangan data-data yang diperoleh tersebut bermanfaat pada pendugaan iklim dan cuaca, pendugaan luas panen, penentuan areal lahan pertanian, dan penentuan lokasi pencarian ikan.
    Dalam upaya pencarian sumber-sumber baru energi dan mineral, teknologi dirgantara merupakan satu di antara berbagai teknologi yang digunakan. Penggunaan teknologi dirgantara yang paling sederhana yaitu pemotretan permukaan bumi dari udara dan yang mutakhir yaitu altimetri satelit dan interferometri sistem penentu posisi global (GPS) dapat digunakan untuk menentukan posisi dari pasukan serta mencari sumber-sumber baru energi dan mineral. Di samping itu, pencitraan permukaan bumi dengan berbagai teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit merupakan peningkatan dari pemotretan udara yang sering terganggu oleh oleh awan. Hasil analisis citra tersebut digunakan untuk melakukan pemutahiran peta geologi atau keperluan penelitian untuk menemukan sumber-sumber baru energi dan mineral dan aspek-aspek lingkungan. Analisis pergerakan sesar-sesar aktif dengan menggunakan metoda interferometri satelit GPS juga dapat digunakan untuk meminimalisasi dampak seandainya terjadi gempa.
    Selain kebutuhan aplikasi penginderaan jauh dalam pencarian sumber-sumber baru energi, aplikasi teknologi dirgantara lain yang memanfaatkan sumber energi terbaharukan seperti energi angin dan energi matahari juga perlu dikembangkan. Teknologi konversi energi angin dan energi matahari sebagai alternatif sumber energi yang mudah dan ramah lingkungan telah dikembangkan oleh banyak negara di dunia dalam mengantisipasi kekurangan energi dari sumber mineral. Sebagai negara dengan posisi di katulistiwa yang memiliki sumber energi angin tidak terbatas dan matahari yang bersinar sepanjang tahun, penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif tersebut sangat layak dikembangkan. Penelitian dan pengembangan konversi energi angin bagi kebutuhan energi perahu-perahu nelayan pun telah dikembangkan LAPAN dan berhasil dengan baik sehingga diharapkan penggunaan energi angin dan matahari akan semakin meluas dan berkembang.
    Berkaitan dengan posisi geografis, geostrategis dan geopolitis yang dimiliki oleh Indonesia maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan strategik global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Adanya Infiltrasi satelit asing terhadap pemantauan wilayah serta sumberdaya alam di Indonesia dan pencurian ikan senilai ratusan milyar rupiah per tahun oleh kapal-kapal asing karena kurangnya pemantauan adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi. Disamping itu, masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya tefah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara. Oleh karena itu, aplikasi teknologi dirgantara seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun non amphibi bagi keperluan transportasi antar pulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.

    Dalam penguasaan teknologi dirgantara tersebut perlu memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut :
    1. Pembinaan dan peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM);
    2. Penyediaan/pemanfaatan fasilitas penunjang penguasaan teknologi dirgantara yang diperlukan (laboratorium, sistem pendidikan, fasilitas produksi dan perawatan, navigasi, komunikasi, testing area dll.);
    3. Koordinasi dan komunikasi antar stakeholder yang efektif dan efisien;
    4. Sumber dana (BUMN, swasta, kemitraan BUMN dan swasta).

    KELEMAHAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DALAM KEDIRGANTARAAN

    Dalam hal penguasaan teknologi pembuatan pesawat terbang, bangsa Indonesia dapat dikatakan telah berhasil mengurangi tingkat ketergantungan teknologi kedirgantaraan pada negara lain. Keberhasilan pembuatan pesawat terbang N-250, dan juga pesawat CN-212 dan CN-235 bersama CASA Spanyol, merupakan bukti nyata keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan penguasaan teknologi pembuatan pesawat terbang. Namun demikian, keberhasilan ini kurang diimbangi oleh keberhasilan dalam penguasaan teknologi pembuatan satelit, roket dan wahana antariksa lainnya. Bangsa Indonesia masih harus tergantung pada negara lain untuk penguasaan teknologi antariksa dan roket. Hal yang sama juga terjadi pada teknologi pembuatan sistem navigasi dan panduan terbang yang mutakhir. Untuk mencapai kemandirian bangsa dalam penguasaan dan pengembangan teknologi pembuatan satelit dan roket yang sekaligus akan mempertinggi daya saing bangsa dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan, maka tingkat ketergantungan teknologi kedirgantaraan dengan negara asing harus semakin diminimalkan.
    KESIMPULAN
    Keberhasilan pengembangan teknologi kedirgantaraan yang mampu menunjang tercapainya tujuan nasional bangsa Indonesia maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
    1. Pengaruh Globalisasi memungkinkan ketergantungan antar negara dalam semua aspek kehidupan akan semakin kuat.
    2. Keberhasilan program penguasaan teknologi dirgantara nasional sangat ditentukan pula oleh peran pemerintah pada sisi pendanaan.
    3. Dirgantara sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa lebih meningkatkan mutu dan kualitas kedirgantaraan bangsa Indonesia. Namiun hal ini masih terdapat kendala, yaitu bangsa Indonesia masih belum bisa sepenuhnya menguasai teknologi.

  26. NIM: 09/280241/PA/12346
    NAMA: EKO NUGRAHA

    Peranan IPTEK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Dalam Implementasi Geostrategi Indonesia

    Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman dan bermartabat.
    Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.
    Bagi bangsa Indonesia, geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Berkembangnya geostrategi Indonesia sangat terkait erat dengan hakikat terbentuknya bangsa Indonesia yang terbentuk dari berbagai macam etnis, suku, ras, golongan, agama bahkan terletak dalam territorial yang terpisahkan oleh pulau-pulau dan lautan.
    Dalam hal pembangunan nasional, geostrategi menjadi sebuah doktrin pembangunan yang dikenal dengan nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia tersebut memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan lainnya. Hal ini berbeda dengan paparan mengenai geostrategi yang digagaskan oleh beberapa tokoh, seperti Haushofer (Teori Ruang dan Kekuatan, dikenal pula sebagai Teori Pan Regional:
    (a) lebensraum (ruang hidup) yang cukup,
    (b) autarki (swa-sembada),
    (c) dunia dibagi 4 Pan Region, yaitu Pan Amerika (USA), Pan Asia Timur (Jepang), Pan Rusia India (Rusia), Pan Eropa Afrika (Jerman)); Ratzel (Teori yang dikemukakan adalah teori Ruang yang konsepsinya dipengaruh iolehahli biologi Charles Darwin. Ia menyamakan Negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas); Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan (Teori Kekuatan Maritim); dan tokoh lainnya.
    Oleh karena itu, prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut:
    1. Kesatuan sejarah, yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah, sejak zaman pra-sejarah, kerajaan, Sumpah Pemuda sampai proklamasi, dan kemudian membentuk bangsa dan negara Indonesia.
    2. Kesatuan nasib, yaitu segenap unsur bangsa berada dalam suatu proses sejarah yang sama dan mengalamai nasib yang sama, yaitu dalam penderitaan penjajahan dan kebahagiaan bersama.
    3. Kesatuan kebudayaan, yaitu beraneka ragam kebudayaan tumbuh dan berkembang dan secara bersama-sama membentuk kebudayaan nasional Indonesia.
    4. Kesatuan wilayah, yaitu segenap unsur bangsa Indonesia berdiam di segenap wilayah territorial yang dalam wujud berbagai pulau dengan lautannya.
    5. Kesatuan asas kerokhanian, yaitu adanya kesatuan ide, tujuan, cita-cita yang tersimpul dalam dasar filosofis negara Indonesia Pancasila.
    KONSEP GEOSTRATEGI INDONESIA
    1. Menggunakan kerangka pikir Pancasila yang komprehensif-integral, dalam IPTEK dikenal dengan pemikiran kesisteman. Sedangkan sub sistemnya berupa aspek kekuatan alamiah dan aspek kekuatan sosial.
    2. Dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional) masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebagai sebuah koin. Satu sisi merupakan gambaran kesejahteraan, sisi yang lain adalah gambaran keamanan.
    3. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial.
    Fungsi Ajaran Geostrategi Indonesia :
    1. Doktrin Nasional. Pada hakikatnya adalah suatu ajaran (konsensus) bangsa Indonesia dalm mengimplementasikan falsafah Pancasila, UUD 1945, geopolitik Indonesia guna menjamin pola pikir, pola tindak dan cara kerja guna mempersatukan usaha bersama bangsa yang bersifat inter-sektoral dan multidisiplin.
    2. Pola Dasar Pembangunan. Pada hakikatnya adalah arah pedoman dari setiap Program Kerja Pemerintah.
    3. Sistem Nasional Indonesia. Pada dasarnya adalah pola masyarakat Indonesia dalm mana falsafah Pancasila dan UUD 1945 diterapkan di dalamnya.
    4. Metode Pembangunan. Menggunakan metode Komprehensif integral (utuh dan menyeluruh) berdasarkan astagatra.
    Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatera yang belum diduduki Belanda. Namun sayangny agagasan beliau kurang dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah pengakuan kemerdekaan 1950 garis besar pembangunan politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya merupakan pembangunan jiwa bangsa.
    Salah satu konsepsi dari implementasi geostategi di Indonesia adalah dengan astagatra. Model Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional, yaitu :
    • Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    o Gatra letak dan kedudukan geografi
    o Gatra keadaan dan kekayaan alam
    o Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    • Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :
    o Gatra ideologi
    o Gatra politik
    o Gatra ekonomi
    o Gatra sosial budaya
    o Gatra pertahanan dan keamanan.

    Peranan IPTEK dalam hal ini dikenal dengan pemikiran kesisteman menggunakan kerangka pikir Pancasila yang komprehensif dan integral. Pemanfaatan IPTEK dalam hal ketahanan nasional tidaklah salah bahkan sangat menguntungkan. Namun bila pemanfaatan dan perkembangan IPTEK belakangan ini justru disalahgunakan dalam ketahanan nasional ini justru bisa menyulut bahaya dan menjadi bumerang bagi negara tersebut.
    Banyak sekali manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.

    Referensi :
    http://whandi.net/ringkasan-pendidikan-kewarganegaraan-bab-8.html
    http://blloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/12/geostrategi.html
    http://geopolitik.org
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi?t=anon
    http://www.geounesa.net/news/

  27. Peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Implementasi Geostrategi Indonesia

    Dalam era globalisasi ini, perkembangan teknologi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita yang bertujuan untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu hal. Semua lapisan umur baik anak-anak maupun orang dewasa sudah paham betul tentang perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat beberapa tahun belakangan dan pemanfaatannya. Teknologi telah menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia pada zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat terjadinya komunikasi dan mampu mempercepat hubungan manusia dari berbagai belahan dunia jadi, isolasi sosial adalah kata yang dilawan oleh teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini.
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini juga telah menyebabkan ketergantungan terhadap penggunaan teknologi tersebut menjadi semakin meningkat. Semua Negara sudah merasakan dampak dari berkembang pesatnya teknologi dan globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar ke seluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa ini yang banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerja sama yang terus meningkat dirasa kurang seimbang.
    Indonesia tentunya tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi ini, bahkan harus dapat berperan untuk mengamankan kepentingan nasional. Salah satunya adalah dalam upaya implementasi geostrategi yang dilaksanakan di Indonesia ini. Seperti kita ketahui, bahwa konsepsi geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan di dalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi Negara Indonesia untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan dan UUD 1945. Hal ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Bisa kita sebut bahwa geostrategi Indonesia adalah wujud dari Ketahanan Nasional.
    Komponen dari Ketahanan Nasional itu pun sebenarnya sangat beragam, dan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu merupakan aspek penting pada setiap komponen Ketahanan Nasional tersebut.
    Hadirnya ilmu pengetahuan dan berbagai macam teknologi modern merupakan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dalam abad ini. Dalam kurun waktu empat dekade ini, kemajuan yang paling spektakuler dalam ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kemajuan di bidang teknologi dirgantara, yang mengakibatkan revolusi sosio-ekonomi di dunia berubah dengan sangat cepat. Kemajuan dalam bidang teknologi dirgantara telah mendorong kemajuan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, pendidikan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan energi, pertumbuhan industri, manajemen sumber daya alam, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa sehingga akan berdampak pada kuatnya Ketahanan Nasional dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
    Kita ketahui bahwa secara geografis Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang disatukan oleh lautan, maka dari itu arah geostrategi Indonesia pun bercirikan maritim, salah satu yang paling menonjol yaitu pembangunan kedirgantaraan yang ditujukan pada perjuangan memperoleh pengakuan internasional atas hak penggunaan wilayah dirgantara nasional dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk dan jasa kedirgantaraan.
    Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantaratersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaanjauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi. Adanya transportasi udara antar wilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan akan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industry pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai Negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antar wilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah saat ini maka diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil pun akan semakin meningkat.
    Bila diperhatikan lebih jauh, kepulauan Indonesiqa yang dua pertiga wilayahnya adalah laut membentang ke utara dengan pusatnya di pulau Jawa membentuk gambaran kipas. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktri nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, social budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritime sejalan dengan doktrin pertahanan defensive aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritime adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan intregitas wilayah dari berbagai ancaman.
    Menurut Ketua Komisi Nasional Intergovernmental Oceanographic Commission – UNESCO, juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc APU, meskipun memiliki potensi besar, masih banyak potensi laut Indonesia yang belum tergali, baik untuk kepentingan ekonomis, mitigasi bencana alam, lokasi geografis yang strategis, maupun untuk kepentingan global lain.
    Menurut Jan, perkembangan oseanografi di dunia memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat selama kurun waktu 26 tahun terakhir. Perkembangan itu dipicu oleh kemajuan teknologi observasi samudera berbasis satelit yang memberi data kondisi mutakhir dari perairan samudera, seperti temperature salinitas, topografi muka air laut, dan lain-lain secara on-line ke pusat-pusat data oseanografi di berbagai belahan dunia.
    Dikatakan, teknologi pemantauan berbasis satelit itu diperkuat dengan autonomous drifter, suatu perangkat pencatat berbagai sifat laut yang terapung dan tenggelam secara teratur dan mengirimkan sinyal-sinyal hasil pencatatannya secara otomatis melalui satelit keberbagai pusat-pusat data oseanografi di dunia.
    “Seluruh data di dunia itu diolah untuk dijadikan informasi yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi, serta maksud-maksud damai lainnya,” ujarnya.
    Menurutnya, Komisi Oseagrafi Internasional di bawah naungan UNESCO (IOC-UNESCO) telah mencanangkan bahwa tahun 2010 adalah merupakan tonggak pencapaian tahap operational oceanography, yaitu suatu tahap ketika seluruh data oseanografi dan iklim yang dipantau secara sistematis dan terus menerus, dipadukan secara simultan, real time, dan digunakan untuk kepentingan damai dari pemanfaatan samudera dan iklim di dunia. “Indonesia perlu menyikapi kesepakatan tonggak pencapaian ini secara terencana dan terpadu,” tandasnya.
    Dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi terhadap geostrategi di Indonesia dengan cara-cara seperti pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia, penyediaan/pemanfaatan fasilitas penguasaan teknologi, dan penyediaan sumber dana, maka harus diperhatikan juga hal-hal yang dapat menyebabkan konflik di dalamnya. Untuk menghindari dampak negatif dari perkembangan teknologi terhadap segala kepentingan nasional, maka pemerintah Indonesia perlu menyusun perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan penguasaan teknologi yang jelas dan tegas serta bersifat antisipatif.

    Daftar pustaka :
    1. http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/

    2. http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/16673

    3. http://chaerunisai-engineering.blogspot.com/2010/09/geostrategi-indonesia.html

    4. http://www.scribd.com/doc/44896533/kwn-1

    5. http://en.wikipedia.org/wiki/Geostrategy

    Nama : Amin El Kharis
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/283147/PA/12457

  28. Peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Implementasi Geostrategi Indonesia

    Dalam era globalisasi ini, perkembangan teknologi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita yang bertujuan untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu hal. Semua lapisan umur baik anak-anak maupun orang dewasa sudah paham betul tentang perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat beberapa tahun belakangan dan pemanfaatannya. Teknologi telah menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia pada zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat terjadinya komunikasi dan mampu mempercepat hubungan manusia dari berbagai belahan dunia jadi, isolasi sosial adalah kata yang dilawan oleh teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini.
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini juga telah menyebabkan ketergantungan terhadap penggunaan teknologi tersebut menjadi semakin meningkat. Semua Negara sudah merasakan dampak dari berkembang pesatnya teknologi dan globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar ke seluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa ini yang banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerja sama yang terus meningkat dirasa kurang seimbang.
    Indonesia tentunya tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi ini, bahkan harus dapat berperan untuk mengamankan kepentingan nasional. Salah satunya adalah dalam upaya implementasi geostrategi yang dilaksanakan di Indonesia ini. Seperti kita ketahui, bahwa konsepsi geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan di dalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi Negara Indonesia untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan dan UUD 1945. Hal ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Bisa kita sebut bahwa geostrategi Indonesia adalah wujud dari Ketahanan Nasional.
    Komponen dari Ketahanan Nasional itu pun sebenarnya sangat beragam, dan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu merupakan aspek penting pada setiap komponen Ketahanan Nasional tersebut.
    Hadirnya ilmu pengetahuan dan berbagai macam teknologi modern merupakan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dalam abad ini. Dalam kurun waktu empat dekade ini, kemajuan yang paling spektakuler dalam ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kemajuan di bidang teknologi dirgantara, yang mengakibatkan revolusi sosio-ekonomi di dunia berubah dengan sangat cepat. Kemajuan dalam bidang teknologi dirgantara telah mendorong kemajuan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, pendidikan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan energi, pertumbuhan industri, manajemen sumber daya alam, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa sehingga akan berdampak pada kuatnya Ketahanan Nasional dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
    Kita ketahui bahwa secara geografis Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang disatukan oleh lautan, maka dari itu arah geostrategi Indonesia pun bercirikan maritim, salah satu yang paling menonjol yaitu pembangunan kedirgantaraan yang ditujukan pada perjuangan memperoleh pengakuan internasional atas hak penggunaan wilayah dirgantara nasional dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk dan jasa kedirgantaraan.
    Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantaratersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaanjauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi. Adanya transportasi udara antar wilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan akan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industry pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai Negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antar wilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah saat ini maka diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil pun akan semakin meningkat.
    Bila diperhatikan lebih jauh, kepulauan Indonesiqa yang dua pertiga wilayahnya adalah laut membentang ke utara dengan pusatnya di pulau Jawa membentuk gambaran kipas. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktri nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, social budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritime sejalan dengan doktrin pertahanan defensive aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritime adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan intregitas wilayah dari berbagai ancaman.
    Menurut Ketua Komisi Nasional Intergovernmental Oceanographic Commission – UNESCO, juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc APU, meskipun memiliki potensi besar, masih banyak potensi laut Indonesia yang belum tergali, baik untuk kepentingan ekonomis, mitigasi bencana alam, lokasi geografis yang strategis, maupun untuk kepentingan global lain.
    Menurut Jan, perkembangan oseanografi di dunia memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat selama kurun waktu 26 tahun terakhir. Perkembangan itu dipicu oleh kemajuan teknologi observasi samudera berbasis satelit yang memberi data kondisi mutakhir dari perairan samudera, seperti temperature salinitas, topografi muka air laut, dan lain-lain secara on-line ke pusat-pusat data oseanografi di berbagai belahan dunia.
    Dikatakan, teknologi pemantauan berbasis satelit itu diperkuat dengan autonomous drifter, suatu perangkat pencatat berbagai sifat laut yang terapung dan tenggelam secara teratur dan mengirimkan sinyal-sinyal hasil pencatatannya secara otomatis melalui satelit keberbagai pusat-pusat data oseanografi di dunia.
    “Seluruh data di dunia itu diolah untuk dijadikan informasi yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi, serta maksud-maksud damai lainnya,” ujarnya.
    Menurutnya, Komisi Oseagrafi Internasional di bawah naungan UNESCO (IOC-UNESCO) telah mencanangkan bahwa tahun 2010 adalah merupakan tonggak pencapaian tahap operational oceanography, yaitu suatu tahap ketika seluruh data oseanografi dan iklim yang dipantau secara sistematis dan terus menerus, dipadukan secara simultan, real time, dan digunakan untuk kepentingan damai dari pemanfaatan samudera dan iklim di dunia. “Indonesia perlu menyikapi kesepakatan tonggak pencapaian ini secara terencana dan terpadu,” tandasnya.
    Dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi terhadap geostrategi di Indonesia dengan cara-cara seperti pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia, penyediaan/pemanfaatan fasilitas penguasaan teknologi, dan penyediaan sumber dana, maka harus diperhatikan juga hal-hal yang dapat menyebabkan konflik di dalamnya. Untuk menghindari dampak negatif dari perkembangan teknologi terhadap segala kepentingan nasional, maka pemerintah Indonesia perlu menyusun perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan penguasaan teknologi yang jelas dan tegas serta bersifat antisipatif.

    Daftar pustaka :
    1. http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/

    2. http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/16673

    3. http://chaerunisai-engineering.blogspot.com/2010/09/geostrategi-indonesia.html

    4. http://www.scribd.com/doc/44896533/kwn-1

    5. http://en.wikipedia.org/wiki/Geostrategy

    Nama : Amin El Kharis
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/283147/PA/12457

  29. NIM: 09/281406/PA/12398
    NAMA: SASONGKO WAHYU KUMORO

    Geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam Negara , yang pada awalnya diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer. Hal ini tentunya berkaitan dengan arti strategi itu sendiri, yaitu ilmu atau seni tentang jenderal (the art of generalship). Strategi itu sendiri semula banyak dikembangkan oleh kaum militer, yakni bagaimana memenangkan perang. Namun kini istilah strategi lebih popular pula di kalangan ekonom, industialis, bahkan para ahli pendidikan. Jadi pemikiran strategi kini diartikan bagaimana kita akan memenangkan pasar untuk keperluan produk kita dan sekaligus untuk meyakinkan kita bahwa bahan baku lebih terjamin lebih lama (sampai lebih dari 20 tahun) dari awal perhitungan kita, serta bagaimana kita menggunakannya seefektif mungkin . Lebih lanjut geostrategi didefinisikan sebagai: Kebijakan untuk menentukan sarana-sarana, untuk mencapai tujuan politik dengan memanfaatkan konstelasi geografi. Sebagai akibatnya geostrategi menjadi upaya menguasai sumber daya untuk tujuan kelangsungan hidup bangsa.
    Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.
    Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatra yang belum/tidak diduduki Belanda. Namun sayangnya gagasan beliau kurang/tidak dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah pengakuan kemerdekaan 1950 garis besar pembangunan politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya merupakan pembangunan jiwa bangsa.
    KONSEPSI GEOSTRATEGI INDONESIA
    1.) Menggunakan kerangka pikir Pancasila yang komprehensif-integral, dalam IPTEK dikenal dengan pemikiran kesisteman. Sedangkan sub sistemnya berupa aspek kekuatan alamiah dan aspek kekuatan sosial.
    2.) Dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional) masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebagai sebuah koin. Satu sisi merupakan gambaran kesejahteraan, sisi yang lain adalah gambaran keamanan.
    3.) Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial.
    Fungsi Ajaran Geostrategi Indonesia
    1.) Doktrin Nasional. Pada hakikatnya adalah suatu ajaran (konsensus) bangsa Indonesia dalm mengimplementasikan falsafah Pancasila, UUD 1945, geopolitik Indonesia guna menjamin pola pikir, pola tindak dan cara kerja guna mempersatukan usaha bersama bangsa yang bersifat inter-sektoral dan multidisiplin.
    2.) Pola Dasar Pembangunan. Pada hakikatnya adalah arah pedoman dari setiap Program Kerja Pemerintah.
    3.) Sistem Nasional Indonesia. Pada dasarnya adalah pola masyarakat Indonesia dalm mana falsafah Pancasila dan UUD 1945 diterapkan di dalamnya.
    4.) Metode Pembangunan. Menggunakan metode Komprehensif integral (utuh dan menyeluruh) berdasarkan astagatra.

    Salah satu konsepsi dari implementasi geostategi di Indonesia adalah dengan astagatra. Model Astagatra merupaakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional, yaitu :
    • Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    o Gatra letak dan kedudukan geografi
    o Gatra keadaan dan kekayaan alam
    o Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    • Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :
    o Gatra ideologi
    o Gatra politik
    o Gatra ekonomi
    o Gatra sosial budaya
    o Gatra pertahanan dan keamanan.
    HUBUNGAN KOMPONEN STRATEGI ANTAR GATRA
    Komponen strategi Asta Gatra merupakan perangkat hubungan Bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional
    Tri Gatra : komponen strategi trigatra yaitu gatra geografi, sumber kekayaan alam dan penduduk.
    Panca Gatra : gatra ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
    Hubungan komponen antar gatra dalam tri gatra dan panca gatra serta antara gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim disebut hubungan dan ketergantungan Hubungan komponen strategi dalam tri gatra dan panca gatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam lingkungan asta gatra. Beberapa fakta tentang kondisi asta gatra yang dialami Indonesia :
    – Ideologi liberalisme, komunisme: munculnya gerakan komunis
    – Politik, demokrasi parlementer, diktator : munculya demokrasi terpimpin
    – Ekonomi liberal, kapitalis : sistem ekonomi kapitalis
    – Sosial, individualistis, faham sosialis : munculnya sifat individualistik
    – Budaya, budaya barat/westernisasi: munculya budaya meniru negara maju
    – Hankam : kasus lepasnya timor timur, Ligitan sipadan, teroris
    MANFAAT IPTEK
    Pemanfaatan IPTEK dalam hal ketahanan nasional tidaklah salah bahkan sangat menguntungkan. Namun bila pemanfaatan dan perkembangan IPTEK belakangan ini justru disalahgunakan dalam ketahanan nasional ini justru bisa menyulut bahaya dan menjadi bumerang bagi negara tersebut. Peranan IPTEK seperti penggunaan radar di daerah perbatasan, menggunakan kamera pengintai, menggunakan senjata dengan teknologi mutakhir dalam militer, dan lainnya sangat mendukung implementasi geostrategi. sebagai sebuah koin, Satusisi merupakan gambaran kesejahteraan, sisi yang lain adalah gambaran keamanan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial, jadi hendaklah didukung oleh semua lapisan dan aspek kehidupan.
    SUMBER :
    http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/
    http://blloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/12/geostrategi.html

  30. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA
    Pada masa teknologi seperti sekarang ini, teknologi dapat di gunakan untukapa saja, dari mulai hal positif sampai negatif. Sebagai mahasiswa teknologi informasi ( TI ) hendaknya kita memanfaatkan Teknologi atau IPTEK untuk kepentingan bela negara. Banyak yang dapat di lakukan dengan teknologi untuk kepentingan bela negara, salah satunya adalah bagaimana IPTEK dalam mengimplementasi geostrategi nasional.

    Sebelum membicarakan bagaimana peranan IPTEK dalam mengimplementasi geostrategi nasional , ada baik nya kita mengetahui apa pengertian dari geostrategi itu sendiri . “ Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Dan geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, d sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupak geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. ”

    Terlihat jelas bahwa tujuan dari geostrategi Indonesia adalah untuk kepentingan kesejahtraan dan keamanan nasional, bukan seperti geopolitik yang bertujuan untuk perang dan politik sebagaimana yang tertuang di pembukaan UUD 1945 “ Tujuan nasional bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan undang undang dasar 1945. Diantaranya ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial.”. Dengan tujuan seperti di atas, hendak nya kita memahami apa yang dapat di perankan IPTEK dalam mengimplementasi geostrategi Indonesia dengan point yang dapat kita ambil.

    Selanjutnya setelah kita mengetahui point – point tersebut di atas, hendaknya kita memahami apa yang dapat di perankan IPTEK dalam mengimplementasi geostrategi Indonesia. Salah satunya adalah peranan media yang begitu terasa dampaknya ke seluruh masyarakat Indonesia. Media tentunya sangat memegang peranan dalam segala aspek informasi yang di terima oleh masyarakat, baik berita baik atau buruk. Seperti pada saat bencana nasional erupsi gunung merapi beberapa minggu yang lalu. Seluruh masyarakat Indonesia yang berada jauh dengan kota Yogyakarta dapat mengetahui dan merasakan ( walau secara tidak langsung ) bagaimana keadaan kota Yogyakarta dan kota – kota lain yang terkena dampak erupsi merapi. Media sendiri dapat berupa media cetak, televisi dan lain – lain.

    Selain menyampaikan berita – berita yang berada di seluruh penjuru Indonesia , media juga dapat di pergunakan untuk meng-expose segala macam yang terjadi di Indonesia ke dunia luar. Contohnya adalah saat gelaran piala AFF kemarin, media memegang peranan penting untuk menyebarluaskan berita nasionalisme ke seluruh pelosok Indonesia, dan seluruh penjuru dunia. Pada saat piala AFF kemarin seluruh masyarakat Indonesia bersatu dalam selimut Nasionalisme untuk mendukung kesebelasan Indonesia, dan pada saat kesebelasaan Indonesia merasa di curangi oleh negara tetangga maka seluruh rakyat menyatakan kekesalan nya, di sinilah peranan media sangat penting karena untuk menyampaikan berita – berita semacam itu yang tentunya masyarakat Indonesia yang berada di pelosok dan berada di luar Indonesia dapat mengetahui perkembangan apa yang terjadi di negara nya tercinta.

    Peranan media yang begitu kental untuk mengimplementasi geostrategi Indonesia harus di maanfaatkan dengan baik, maksud nya di manfaatkan dengan baik adalah, jangan sampai ada pihak dan atau golongan tertentu yang memasuki pihak media untuk maksud dan atau tujuan tertentu. Media sebagai pemberi informasi harusnya bersifat netral dalam menyampaikan berbagai informasi yang ingin di sampaikan ke masyarakat luas. Dan sebagai sarana informasi juga, media seharusnya bertanggung jawab dalam apa saja yang di sampaikan nya, segala sesuatu yang di sampaikan haruslah jelas dan terbukti benar langsung dari sumber yang terpercaya, sehingga jangan sampai ada pihak yang merasa di rugikan atau tertekan karena kesalahan pihak media yang hanya mencari keuntungan iklan semata.

    Contoh nyata ke berpihakan media dalam menyampaikan informasi adalah pada saat pemilu, kita tahu bahwa sebagian perusahaan televisi / koran / majalah di miliki oleh elit politik tertentu. Hal ini di manfaatkan oleh pihak – pihak terkait untuk mencari massa atau suara sebanyak – banyak nya, padahal waktu kampanye belum di mulai. Ini salah satu contoh keberpihakan media dalam memberi informasi ke masyarakat dan khalayak ramai.

    Contoh nyata ke salahan media lain adalah memberi informasi yang belum jelas kebenaran nya, ini terjadi pada saat bencana erupsi merapi , salah satu media televisi nasional memberi kabar salah yang berakibat menambah rasa panik para pengungsi yang berada di kota yogyakarta, selain itu juga ada nya kata – kata yang menekan atau membuat sakit hati masyarakat tertentu. Tentunya seharusnya media sadar sebagai pihak yang di dengarkan masyarakat banyak seharusnya menjaga kebenaran apa yang di sampaikan.
    Itulah peranan IPTEK sebagai salah satu sarana pengimplementasi geostrategi nasional , tentunya di harapakan media menjadi salah satu sarana yang profesional dan netral untuk mencapai geostrategi tersebut. Jangan sampai ada pihak dan atau golongan tertentu yang menunggangi media sebagai salah satu alat untuk mewujudkan geostrategi nasional, mari kita wujudkan geostrategi Indonesia dengan kekuatan MEDIA.

    MUHAMMAD ARIEF ISMAIDI
    ILMU KOMPUTER
    PA/12718

    sumber : google.com

  31. Andika Indra W
    09/283558/PA/12607

    Peranan Iptek (TI) dalam Implementasi Geostrategi Indonesia
    Kemampuan suatu bangsa dan negara dalam memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menentukan keberhasilan dalam pembangunan nasional, ketangguhan ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta ber-kembangnya budaya masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berperan dalam me-ningkatkan kemampuan sumber daya manusia mentransformasikan potensi ketiga aspek TRIGATRA yaitu geografi, demografi dan SDA kedalam pembangunan segenap aspek kehidupan meliputi kelima aspek PANCA-GATRA yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan HANKAM. Memasuki era globalisasi akan terjadi persaingan yang semakin kuat di pasaran intemasional yang menuntut setiap negara meningkatkan daya saingnya. Daya saing terutama antara lain ditentukan oleh tingkat produktivitas, yaitu nilai keluaran yang dihasilkan oleh satuan tenaga kerja atau kapital dan dalam hal ini ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada intinya adalah dalam rangka menuju pada kemandirian bangsa, mengembangkan identitas bersama, merealisasi potensi ekonomi, kebudayaan serta politik sebagai suatu kesatuan nasional yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia.
    Konsep Geostrategi
    • Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik).
    • Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945.
    • Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945.
    Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional
    Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
    Ketahanan nasional diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.
    Konsep dasar Ketahanan Nasional
    Model Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :

    1). Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    • Gatra letak dan kedudukan geografi
    • Gatra keadaan dan kekayaan alam
    • Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    2). Lima aspek (panca gatra) kehidupan sosial, yaitu :
    • Gatra ideology
    • Gatra Politik
    • Gatra ekonomi
    • Gatra social budaya
    • Gatra pertahanan dan keamanan.
    Hubungan Geopolitik Dan Geostrategi
    Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman. Selain itu hubungan geopolitik dan geostrategi terdapat dalam astra gatra.
    Ilmu pengetahuan dan teknologi tentu juga berperan penting dalam geopolitik dan geostrategi Indonesia. Beberapa diantaranya tercermin dalam berbagai hal yang mendukung geopolitik dan geostrategi Indonesia, seperti dalam pertahanan nasional, kedirgantaraan, dan hal-hal lain yang memperkuat posisi geopolitik dan geostrategi Indonesia.
    Misalnya dalam pertahanan nasional, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pertahanan dapat menimbulkan ancaman militer dan ancaman non militer yang semakin luas. Untuk itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dimanfaatkan untuk mendukung terwujudnya pertahanan negara yang kuat.
    Seiring derasnya arus globalisasi yang mempengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai negara telah berlomba-lomba dalam penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pertahanan negaranya, termasuk di sini yang akan dibicarakan secara khusus adalah negara Indonesia.
    Pemanfaatan kemajuan Iptek dalam bidang pertahanan, dapat memperkuat pertahanan suatu negara dan juga menimbulkan ancaman bagi negara lain. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi ini dapat meningkatkan kemampuan alutsista ( alat utama sistem senjata ) dan peralatan militer lainnya, misalnya memperjauh jarak tembak rudal, meningkatkan kemampuan anti radar, meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi (chemical/biological weapon). Sedangkan dari aspek ancaman yang ditimbulkan dapat berupa Electronic Warfare, Information Warfare, Cyber Warfare dan Psychological Warfare. Pemanfaatan teknologi tersebut akan berpengaruh besar pada kondisi pertahanan dan keamanan dunia.
    Dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem persenjataan dan alat peralatan baru dapat diciptakan untuk mendukung keperluan militer/pertahanan yang lebih handal, lebih akurat, dan lebih cepat dan fleksibel pengerahannya. Teknologi dalam memproduksi persenjataan dan alat peralatan tersebut terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Walaupun sejumlah keterbatasan yang dihadapi dalam pembangunan kekuatan pertahanan
    dan ancaman militer akan semakin jarang terjadi dimasa depan, Indonesia perlu terus
    meningkatkan kemampuan pertahanan militer baik di darat, laut maupun udara, untuk
    memberikan jaminan keamanan nasional. Pembangunan pertahanan saat ini belum dapat
    mewujudkan postur pertahanan yang kuat dan disegani dilihat dari jumlah dan kualitas
    peralatan militer/alutsista yang dimiliki. Kondisi peralatan pertahanan saat ini sangat
    memprihatinkan baik dari segi usia maupun kecanggihan teknologi. Alutsista yang dimiliki TNI rata-rata berusia lebih dari 20 tahun. Untuk kesiapan operasional alutsista dilakukan dengan repowering/retrofit dan dilakuan pembelian baru kalau dinilai sangat mendesak/dibutuhkan.
    Perkembangan teknologi pertahanan Indonesia saat ini jauh ketinggalan bila dibandingkan
    dengan perkembangan teknologi militer (Revolution in Military Affairs-RMA) dari negara-negara lain yang maju pesat dan dapat menciptakan sistem senjata baru yang memiliki daya rusak dan daya jangkau yang lebih besar dan lebih jauh serta lebih akurat. Sedangkan kebutuhan pemenuhan pemeliharaan, pengoperasian, maupun suku cadang alutsista masih bergantung pada negara-negara lain. Dari aspek profesionalisme, kualitas sumber daya manusia dan tingkat kesejahteraan prajurit belum memenuhi kebutuhan yang diharapkan. Oleh karena itu, kondisi kekuatan pertahanan Indonesia saat ini jauh di bawah kebutuhan pokok, bahkan di bawah kekuatan pokok minimal (minimum essential force) sekalipun.
    Pada dasarnya, perang dimasa mendatang adalah ”perang otak” atau sering disebut perang
    daya saing. Perang ini mengandalkan kreatifitas intelektual untuk mengalahkan negara lain
    dalam persaingan internasional. Untuk itu, setiap negara dituntut untuk memenangkan daya
    saing, sehingga perlu meningkatkan kemampuan teknologi, sumber daya manusia dan
    finansialnya.
    Pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia yang sedang dilakukan tidak terlepas dari
    perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan untuk mendukung kepentingan pertahanan lebih menjurus pada terpenuhinya kebutuhan alutsista yang difokuskan pada teknologi pendukung, yaitu :
    1. Daya Gerak, meliputi Alat transportasi Darat, Laut dan Udara.
    2. Daya Tempur, meliputi senjata, munisi kaliber besar dan bahan peledak, roket dan
    peluru kendali.
    3. Komando, kendali, komunikasi, komputer dan informasi (K4I), meliputi alat komunikasi,
    surveilance, penginderaan dan navigasi.
    4. Peralatan/bekal prajurit , meliputi perlengkapan operasi personel.
    Penguasaan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara. Kemajuan Iptek dapat mendorong pertumbuhan industri pertahanan dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang merupakan dampak dari ”multiplier effect”.
    Dengan demikian, penguasaan dan penerapan Iptek dapat memperkuat pertahanan negara
    sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional selanjutnya dapat meningkatkan
    martabat bangsa dan ketahanan nasional.
    Adapun di bidang kedirgantaraan, ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting. Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantara tersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi.
    Adanya transportasi udara antar wilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan akan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industri pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antar wilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah saat ini maka diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil pun akan semakin meningkat.
    Di samping itu, aplikasi teknologi navigasi satelit memberikan manfaat sistem pemanduan berbagai modus transportasi, akurasi posisi dan penentuan ketinggian wilayah. Aplikasi teknologi penginderaan jauh memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, tata ruang, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir serta bencana alam. Analisis yang dilakukan berdasarkan pada Integrasi data-data vital yang diperoleh dari antariksa dan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi yang sangat penting bagi pengelolaan sumber daya alam, khususnya pada pengelolaan program ketahanan pangan dan penyediaan energi. Pada program ketahanan pangan data-data yang diperoleh tersebut bermanfaat pada pendugaan iklim dan cuaca, pendugaan luas panen, penentuan areal lahan pertanian, dan penentuan lokasi pencarian ikan.
    Dalam upaya pencarian sumber-sumber baru energi dan mineral, teknologi dirgantara merupakan satu di antara berbagai teknologi yang digunakan. Penggunaan teknologi dirgantara yang paling sederhana yaitu pemotretan permukaan bumi dari udara dan yang mutakhir yaitu altimetri satelit dan interferometri sistem penentu posisi global (GPS) dapat digunakan untuk menentukan posisi dari pasukan serta mencari sumber-sumber baru energi dan mineral. Di samping itu, pencitraan permukaan bumi dengan berbagai teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit merupakan peningkatan dari pemotretan udara yang sering terganggu oleh oleh awan. Hasil analisis citra tersebut digunakan untuk melakukan pemutahiran peta geologi atau keperluan penelitian untuk menemukan sumber-sumber baru energi dan mineral dan aspek-aspek lingkungan. Analisis pergerakan sesar-sesar aktif dengan menggunakan metoda interferometri satelit GPS juga dapat digunakan untuk meminimalisasi dampak seandainya terjadi gempa.
    Selain kebutuhan aplikasi penginderaan jauh dalam pencarian sumber-sumber baru energi, aplikasi teknologi dirgantara lain yang memanfaatkan sumber energi terbaharukan seperti energi angin dan energi matahari juga perlu dikembangkan. Teknologi konversi energi angin dan energi matahari sebagai alternatif sumber energi yang mudah dan ramah lingkungan telah dikembangkan oleh banyak negara di dunia dalam mengantisipasi kekurangan energi dari sumber mineral. Sebagai negara dengan posisi di katulistiwa yang memiliki sumber energi angin tidak terbatas dan matahari yang bersinar sepanjang tahun, penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif tersebut sangat layak dikembangkan. Penelitian dan pengembangan konversi energi angin bagi kebutuhan energi perahu-perahu nelayan pun telah dikembangkan LAPAN dan berhasil dengan baik sehingga diharapkan penggunaan energi angin dan matahari akan semakin meluas dan berkembang sangatlah penting. Menurut pendapat kami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam geopolitik dan geostrategi Indonesia antara lain untuk militer.
    Perkembangan satelit di Indonesia dan pengaruhnya terhadap geopolitik dan geostrategi Indonesia. Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua macam jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan.
    Jenis satelit, antara lain :
    a. Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
    b. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.
    c. Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.
    d. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.
    e. Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
    f. Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.
    g. Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.
    h. Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.
    i. Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).
    Perkembangan satelit di Indonesia :
    • Pada tahun 1967, stasiun bumi intelsat di Jatiluhur dioperasikan PT. Indosat untuk hubungan telekomunikasi antara Indonesia dengan dunia internasional.
    • Pada tahun 1976, Palapa A1 satelit telekomunikasi domestik diluncurkan ke posisi 77BT. Operatornya Perum Telekomunikasi (Sekarang PT. Telekomunikasi Indonesia). Seluruh Indonesia dapat dijangkau oleh siaran TVRI maupun jasa telekomunikasi domestik.
    • Pada tahun 1976 – 1999, dilakukan 10 (sepuluh) kali peluncuran satelit milik Indonesia. Badan swasta mulai diijinkan untuk mengoperasikan satelit.
    • Pada tahun 1999, operator satelit di Indonesia PT. Telkom, PT. Satelindo, PT. Pasifik Satelit Nusantara dan PT. Media Citra Indostar.
    Sesuai dengan penjelasan diatas, Satelit Indonesia merupakan jenis satelit komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi antar wilayah di Indonesia, menyebarkan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya satelit di Indonesia, diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil meningkat. Sehingga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat mengetahui segala perkembangan yang terjadi di nusantara.
    Secara tidak langsung, dengan informasi yang menyebar merata, kita bisa mengetahui situasi yang terjadi di daerah lain dengan cepat, misalnya terjadi bencana alam, atau peperangan dan dengan segera dapat memberikan bantuan. Dengan demikian, kita dapat menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi keadaan tersebut.
    Di sisi lain, terdapat juga implementasi iptek dalam geostrategic Indonesia, yaitu atlas nasional. Atlas Nasional Indonesia memiliki arti yang sangat penting, karena menjadi dokumen resmi tentang klaim wilayah Indonesia secara utuh, dan dapat menjadi sumber nasionalisme, informasi tentang geostrategi, geopolitik, ekonomi, sosial dan budaya. Dengan adanya atlas tersebut orang bisa mengerti, bagaimana Indonesia secara seklias, karena Indonesia daerahnya terlalu luas, kemudian kondisi alamnya juga terlalu banyak.
    Atlas tersebut juga dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada institusi pemerintah, swasta, dunia pendidikan, dan masyarakat secara umum, sehingga dapat digunakan sebagai referensi, media promosi tentang Indonesia dan media pembelajaran.
    Atlas Nasional Indonesia adalah kumpulan peta tematik deskriptif, gambar, foto, dan citra satelit yang disusun secara sistematik, sehingga dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang fenomena, potensi dan sumberdaya yang ada di suatu wilayah, dan atlas tersebut menyajikan informasi wilayah Indonesia secara keseluruhan, baik per pulau maupun dalam suatu wilayah kepulauan besar.
    Atlas Nasional direncanakan akan dikemas dalam tiga volume. Volume pertama atlas tentang fisik dan lingkungan alam, volume kedua atlas tentang potensi dan sumberdaya, dan volume ketiga atlas tentang sejarah, wilayah, penduduk, budaya dan bahasa.
    Atlas yang sudah diterbitkan adalah atlas tentang fisik dan lingkungan yang menyajikan tentang kondisi fisik dan lingkungan alam secara umum, dan secara khusus di beberapa pulau atau kepulauan besar. Tema-tema yang berkaitan dengan fisik dan lingkungan alam meliputi iklim, geologi, geomorfologi, kelautan, gunung api, rawan bencana, penutup lahan, dan kawasan konservasi.
    Keberhasilan penyusunan Atlas Nasional Indonesia tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerjasama yang baik antara Bakosurtanal dengan beberapa instansi, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Dep.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://pustaka.pu.go.id/new/katalog-detail.asp?kode=PUSKIM-000014&jenis=ARMA
    http://meetabied.wordpress.com/2010/02/20/ketahanan-nasional-dalam-era-globalisasi/
    http://primora-harahap.blog.co.uk/2009/03/25/strategi-bisnis-untuk-menjamin-ketahanan-nasional-pasca-krisis-reformasi-5827540/
    http://belanegara.net/2009/08/18/penguasaan-dan-penerapan-iptek-guna-mendukung-kekuatan-pertahanan-negara/
    http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=16&mnorutisi=1

  32. Peranan IPTEK (TI) Dalam Implementasi Geostrategi Indonesia
    Geostrategi dalam masih sering menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian besar masyarakat, khususnya masyarakat awam yang tidak mengerti masalah politik dan juga pemerintahan. Kebanyakan menggangap bahwa geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau wajib perang saja. Di Indonesia sendiri, geostrategi bisa diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang melalui proses pembangunan nasional. Hal yang ini tentu masih menimbulkan banyak persepsi dari masyarakat awam mengenai letak perannya dalam geostrategi tersebut.
    Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatera yang belum diduduki Belanda. Namun sayangny agagasan beliau kurang dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah pengakuan kemerdekaan 1950 garis besar pembangunan politik kita adalah “nation and character building”, yang sebenarnya merupakan pembangunan jiwa bangsa.
    Dalam hal pembangunan nasional, geostrategi menjadi sebuah doktrin pembangunan yang dikenal dengan nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia tersebut memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan lainnya. Hal ini berbeda dengan paparan mengenai geostrategi yang digagaskan oleh beberapa tokoh, seperti Haushofer (Teori Ruang dan Kekuatan, dikenal pula sebagai Teori Pan Regional: (a) lebensraum (ruang hidup) yang cukup, (b) autarki (swa-sembada), (c) dunia dibagi 4 Pan Region, yaitu Pan Amerika (USA), Pan Asia Timur (Jepang), Pan Rusia India (Rusia), Pan Eropa Afrika (Jerman)); Ratzel (Teori yang dikemukakan adalah teori Ruang yang konsepsinya dipengaruh iolehahli biologi Charles Darwin. Ia menyamakan Negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas); Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan (Teori Kekuatan Maritim); dan tokoh lainnya.
    Negara maju (terutama Imperium Barat) sangat terpengaruh oleh teori Haushoffer dan Mahan, sehingga mereka berusaha megupayakan ruang hidup yang cukup. Upaya itu dilaksanakan dengan bentuk kolonisasi atas negara yang mereka anggap masih kurang berbudaya. Geostrategi yang digelarnya adalah strategi global yang menitikberatkan pada kemampuan teknologi bangsanya Inggris dan Belanda melalui teknologi maritimse hingga menitikberatkan pada doktrin kekuatanlaut sedangkan Perancis melalui doktrin kekuatan darat. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di Indonesia.
    Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia. Apalagi jalur suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa negara melewati perairan Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan AmerikaSerikat, misalnya, sekitar 70% pelayarannya melewati perairan Indonesia. Karenanya sangat wajar bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur pasokan minyak ini, termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan lain-lain. Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran strategis, memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab pasti dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia.
    Dalam implementasinya, geostrategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana untuk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Hal ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945. Implementasi nyata geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional itu sendiri. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman ketahanan nasional baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Ketahanan Nasional diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.
    Salah satu konsepsi dari implementasi geostategi di Indonesia adalah dengan astagatra. Model Astagatra merupaakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional, yaitu :
    • Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    o Gatra letak dan kedudukan geografi
    o Gatra keadaan dan kekayaan alam
    o Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    • Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :
    o Gatra ideologi
    o Gatra politik
    o Gatra ekonomi
    o Gatra sosial budaya
    o Gatra pertahanan dan keamanan.
    Dari uraian di atas dapat dilihat betapa pentingnya semua aspek kehidupan dalam implementasi geostrategi di Indonesia. Peranan IPTEK disini dikenal dengan pemikiran kesisteman menggunakan kerangka pikir Pancasila yang komprehensif dan integral. Pemanfaatan IPTEK dalam hal ketahanan nasional tidaklah salah bahkan sangat menguntungkan. Namun bila pemanfaatan dan perkembangan IPTEK belakangan ini justru disalahgunakan dalam ketahanan nasional ini justru bisa menyulut bahaya dan menjadi bumerang bagi negara tersebut. Peranan IPTEK seperti penggunaan radar di daerah perbatasan, menggunakan kamera pengintai, menggunakan senjata dengan teknologi mutakhir dalam militer, dan lainnya sangat mendukung implementasi geostrategi. Namun dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional) masalah keamanan dan kesejahteraan ibarat sebagai sebuah koin. Satusisi merupakan gambaran kesejahteraan, sisi yang lain adalah gambaran keamanan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial, jadi hendaklah didukung oleh semua lapisan dan aspek kehidupan.

    Yonathan
    09/283648/PA/12648

    Sumber:
    http://www.google.co.id
    http://geopolitik.org
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi?t=anon
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://www.geounesa.net/news/

  33. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Indonesia adalah satu dari sekian banyak negara yang di kategorikan sebagai negara besar, luas dan kaya, karena Indonesia adalah negara dengan luas wilayah yang besar dan memiliki keanekaragaman masyarakat di dalamnya. Baik dari segi wilayah secara geologi, namun Indonesia juga memiliki banyak khas dan kekayaan yang belum tentu negara lain memilikinya. Dari sekian banyak anugrah Allah yang di limpahkan di tanah nan hijau Indonesia, yang terlihat sangat jelas dan patut di banggakan adalah geografis indonesia. Georafis negara kita tercinta ini sangat luas dan memiliki ribuan pulau yang berada di nusantara. Dari sabang sampai merauke berjajaran pulau-pulau kecil dan besar yang kaya dengan kekayaan alamnya. Bahkan karena sangat banyaknya pulau yang terdapat di nusantara, masih terdapat pulau yang hingga saat ini belum di beri nama dan belum di teliti hingga kekayaannya. Karena indonesia adalah negara yang telah memproklamasikan kemerdekaannya atas penjajah dan mempunya dasar-dasar negara yang kokoh dan mulia, maka di butuhkan cara untuk menjaga semua tanggung jawab ini. Harus ada suatu startegi atau rencana yang baik dan matang agar penduduk indonesia yang mendiami dimanapun pulau yang berada di indonesia merasa aman dan terjaga dari gangguan pihak asing.
    Tidak hanya dalam hal penduduk dan social, bangsa indonesia juga harus melakukan upaya sekuat tenaga untuk menjaga keutuhan dan kekayaan semua pulau-pulau dan lautan yang berada di batas negara kita. Agar nantinya tidak aka nada gangguan ancaman bahaya dari negara lain, atau pencurian kekayaan yang sekarang ini marak terjadi di pesisir batas bangsa kita. Untuk itulah terdapat istilah GEOSTRATEGI. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkung didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Dan geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, d sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupak geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepenting kesejahteraan dan keamanan. Adapun pengertian lain dari istilah ini adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan negara. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi.
    Dari pengertian di atas sudah jelaslah kita tentang pentingnya suatu negara memiliki pemikiran geostrategis agar tercipta cita-cita bangsa dan juga untuk mencapai kepentingan yang mulia untuk penduduk indonesia. Banyak jalan dapat di lakukan untuk mewujudkan geostrategis yang mapan dan solid, antara lain dengan menambahkan kekuatan militer suatu negara di batas-batas wilayah negara, atau rutinnya pantauan di wilayah perbatasan untuk menjaga agar tidak adanya negara lain yang menyusup masuk atau nelayan dari negara lain yang ingin mencuri kekayaan alam di indonesia. Karena bangsa kita begitu luas dan terpencar di berbagai wilayah, kendalan yang sering terjadi adalah tidak adanya SDA dan SDM yang mendukung untuk melakukan pengecekan rutin pada wilayah-wilayah urgent tersebut. Untuk itulah perlu menggunakan bantuan teknologi yang sekarang banyak berkembang untuk membantu melakukan semua itu. Dengan kemajuan teknologi yang semakin memukau dunia ini, tidak begitu sulit untuk melakukan pengecekan dan pengontrolan wilayah sebuah negara dengan hanya duduk di kantor yang empuk dan hangat.
    Contoh paling mudahnya adalah dengan menggunakan teknologi satellite yang memantau setiap menitnya tentang kawasan negara kita di wilayah yang kita inginkan, sehingga apabila terlihat adanya aktifitas yang berbahaya atau mencurigakan, bisa segera di tindak lanjuti atau di buru. Hal ini sangatlah efektif dan effisien untuk geostrategic suatu negara, karena dengan bantuan perkembangan teknologi informasi yang ada sekarang, tidak perlu membuang banyak waktu, biaya dan juga SDM untuk melakukan control setiap saat di wilayah perbatasa. Contoh lainnya adalah dengan radar sinyal udara yang banyak di pakai di wilayah negara maju untuk mendeteksi adanya aktifitas di udara. Alat ini dengan akurat bekerja seperti radar yang akan memberikan sinyal apabila ada barang asing yang masuk ke wilayah suatu negara. Tidak hanya itu, alat ini juga dapat mengenali pesawat yang masuk wilayah negara tersebut apakah dari asing atau dari pihak sendiri.
    Adapula teknologi bawah air yang dapat mendeteksi adanya kapal selam asing yang ingin masuk secara illegal ke suatu negara, sehingga dengan teknologi yang modern dan canggih sekarang, geostrategis dapat lebih kokoh dan kuat dalam mengurangi dan melawan ancaman atau bahaya yang datang. Ilmu pengetahuan juga dapat membantu dalam upaya pihak lain untuk mengambil kawasan NKRI, dengan ilmu pengetahuan juga, ketahanan dan keamanan negara indonesia dapat terwujud dengan cara yang lebih baik dan effisien. Untuk itulah geostrategis yang memiliki tujuan untuk mewujudkan suatu negara yang aman dan mempunyai ketahanan yang baik dari ancaman luar, haruslah mempergunakan peran dari imu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang ini agar tidak tertinggal dengan negara lain yang sudah menerapkan ini jauh-jauh hari sebelum negara kita. Meskipun negara kita besar dan memiliki banyak pulau dan lautan yang luas, namun semua itu adalah tanggung jawab kita untuk menjaganya dan mengolahnya dengan cara yang baik dan bermanfaat bagi banyak manusia.
    Itulah peranan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk geostrategis suatu bangsa untuk mendapatkan ketahanan nasional dan keamanan bagi penduduknya.

    Muhammad Oriza Nurfajri
    09/281641/PA/12421
    Ilmu Komputer 2010
    UGM

    Referensi :
    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090103055951AAyQ70T
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    Pemikiran Pribadi

  34. Peranan IPTEK (TI) dalam Implementasi Geostrategi Indonesia

    Jaman sekarang, hampir semua hal sudah mulai menggunakan komputer. Perpustakaan, system informasi akademik di kampus, untuk hiburan, belanja online, dan berbagai macam kegiatan sehari-hari sudah banyak berhubungan dengan komputer. Komputer membuat banyak hal menjadi praktis, terorganisir, dan lebih mudah. Sehingga, dengan alasan itulah komputer digunakan di berbagai macam hal. Untuk memonitor keadaan geografis di seluruh indonesia pun bisa dilakukan lebih mudah dengan bantuan peranan Teknologi Informasi, seperti foto dari satelit.
    Pada awalnya, geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang, namun, saat ini, geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita – cita nasional, seperti yang tertuang pada pembukaan UUD 1945. Indonesia sendiri secara geografis, terletak di wilayah yang sangat strategis, serta kaya akan sumber daya alam. Sehingga, banyak negara yang berkepentingan dengan itu semua. Contohnya adalah jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan Amerika Serikat. Australia pun khawatir jika Indonesia mengembangkan kekuatan angkatan lautnya sehingga memperketat pengendalian wilayah kelautannya.
    Kembali ke topik teknologi informasi, mungkin saat ini hampir semua wilayah di dunia sudah tidak ada yang tidak terjangkau lagi, dengan bantuan satelit hampir semuanya dapat dimonitor dengan mudah. Contoh sepele dalam hal ini adalah google yang dituntut gara – gara mempublikasikan gambar pakaian dalam yang sedang dijemur. Kemudian, google pun menghapus gambar tersebut. Bayangkan, bila gambar pakaian dalam yang sangat kecil pun sudah bisa diambil dari luar angkasa, bagaimana dengan keadaan negara ini, kekuatan militer, letak posisi – posisi strategis, sumber daya alam mungkin sudah diketahui oleh orang – orang yang memiliki kuasa untuk melihat gambar dari satelit.
    Dengan contoh di atas, sudah dapat disimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan bantuan Teknologi Informasi untuk mencapai tujuan yang diamanatkan oleh UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia. Masalah Indonesia adalah rendahnya penganggaran militer, IPTEK, sehingga bagaimana mungkin Indonesia bisa memiliki apalagi mengembangkan teknologi terbaru yang mutlak dibutuhkan. Bagaimana bisa melindungi seluruh bangsa Indonesia, bila tentara saja ada yang meninggal gara – gara Alutsita yang sudah tua ? Apakah rendahnya anggaran militer bisa dikategorikan sebagai pelanggaran UUD 1945, karena menyebabkan kesulitan dalam menjaga perdamaian ?
    Kabar baiknya adalah pada tahun 2010 anggaran militer sudah dinaikkan menjadi 40 triliun, naik 10 persen dibandingkan tahun 2008 yang berkisar 35 triliun. Meskipun perbandingan dengan PDB sendiri masih sangat kecil, yaitu 0,9% PDB. Sekedar perbandingan, dalam USD anggaran Indonesia adalah, 3,5 M USD, Malaysia 3,08 M USD, Singapura 10 M USD, Jepang 41,1 M USD, India 22,1 M USD, Australia 15,1 M USD.
    Kalau dilihat dari anggaran, Indonesia kalah jauh dengan negara – negara tetangga, dengan Malaysia yang wilayahnya jauh lebih kecil pun hanya unggul sedikit. Apalagi jika diakumulasikan dengan anggaran mereka tahun – tahun yang lalu. Dari anggaran IPTEK pun sangat kecil, namun jangan berkecil hati dulu, PT PAL pun sanggup membuat kapal “STAR 50”, yang merupakan kapal terbaik di dunia, berbobot 50.000 ton, salah satu pemesan negara ini adalah Singapura.
    Kembali ke masalah penggunaan Teknologi Informasi (TI), TI dapat digunakan untuk memperoleh informasi dengan mudah dan cepat, seperti pesawat kecil yang dipasangi kamera untuk mengamati daerah terpencil. Lalu, cara ilegal lainnya adalah dengan membobol server negara lain untukk memperoleh informasi rahasia, seperti kasus wikileaks yang mendapatkan informasi tentang komunikasi para Kedubes AS dengan cara ilegal. Namun, cara seperti itu berbahaya dan dapat merusak hubungan kedua negara bila dilakukan oleh orang non independen, apalagi non sipil dengan tujuan khusus mendapat informasi.
    Pada masalah umum, TI dapat digunakan untuk pengaturan lampu lalu lintas, pengaturan lalu lintas di bandara, udara. Tentu hal ini juga masuk ke geostrategi, karena seperti yang telah disebutkan di atas, geostrategi adalah segala cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum. Sistem kependudukan, pemilu juga sudah menggunakan TI. Partai politik pun juga sudah menggunakan internet untuk berkampanye melalui website mereka. Jaman pemilu kemarin, sayangnya ada yang mengganti nama partai politik pada suatu website, entah dari saingan partai politik tadi ataupun hanya orang iseng.
    Pada bidang pendidikan, TI juga dipergunakan seperti untuk forum akademik, atau sistem informasi akademika. Dosen pun ada yang menggunakan email untuk mengirimkan soal, membagi materi kuliah kepada mahasiswa. Untuk kegiatan belajar mengajar di kelas pun sudah umum menggunakan komputer dengan slide powerpoint. Anak – anak sudah diperkenalkan dengan komputer mulai SD, melalui pelajaran Teknologi Informasi.
    Di industri – industri juga sangat dibutuhkan, seperti digunakan untuk mengontrol produksi pada pabrik yang sudah menggunakan alat otomatis untuk memproduksi barangnya. Mengontrol jumlah barang, mencatat barang yang rusak. Untuk menerima masukan dari konsumen pun bisa dilakukan melalui email.
    Bank – bank besar di Indonesia memanfaatkan dengan baik teknologi informasi, dengan internet banking-nya. Bila pelanggan bank ingin mengirim uang, atau mengecek saldo cukup dengan membuka internet melalui hp ataupun komputer, bisa juga melalui sms. Dahulu kala, awal peluncuran internet banking masih menimbulkan keraguan di masyarakat, apalagi karena dulu ada orang yang membuat website yang mirip alamat dan tampilannya dengan website bank aslinya, sehingga banyak orang yang salah mengisi data pribadinya di website palsu tersebut.
    Terlepas dari bahaya dunia maya, TI tetap sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia ini untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa ini.

    Daftar Pustaka
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96
    http://fitrohsyawali.wordpress.com/
    http://nkri-nkri.blogspot.com/2010/01/kenaikan-anggaran-militer-indonesia.html
    http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/3/2182/i_am_indonesian?883306koki
    http://alutsista.blogspot.com/2010/02/tni-ad-utamakan-produk-alutsista-dalam.html

    M. Iqbal Z. N
    09/289208/PA/12929
    Ilmu Komputer

  35. Peranan IPTEK ( Teknologi Informasi) dalam implementasi geostrategi Indonesia
    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Disamping itu juga merupakan strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Sedangkan geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal.
    Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
    Implementasi dari geostrategi Indonesia supaya dapat diterapkan dalam wawasan nusantara mencakup implementasi dalam bidang politik, sosial budaya, ekonomi, iptek, pendidikan, hukum, dan lain-lainnya. Disini akan dijabarkan satu-satu dari segi implementasi geostrategi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) atau Teknologi informasi.
    Dalam dunia pendidikan, banyak aspek yang sudah menggunakan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran. Diantaranya ahirnya e-mail yang mengubah cara berkirim surat, e-business atau e-commerce yang telah mengubah cara berbisnis dengan segala turunannya, termasuk e-cash atau e-money. E-government telah membuka babak baru pengelolaan pemerintahan dan mekanisme hubungan antara pemerintah, dunia bisnis, dan masyarakat. Dan tren yang tidak kalah populernya adalah tren E-learning, yang menawarkan cakrawala baru proses belajar mengajar, dimana sistem konvensional tatap muka dapat digantikan dengan metode pembelajaran jarak jauh (distance learning) maupun virtual class. Mengenai implementasi nyata penerapan TIK di sektor pendidikan di Indonesia adalah adanya interkoneksi antara JARDIKNAS dan ICT Center. JARDIKNAS adalah jejaring pendidikan yang menghubungkan sekolah-sekolah dan institusi-institusi pendidikan yang ada di seluruh kabupaten,kota di wilayah Indonesia sehingga arus data, informasi dan komunikasi antar pelaksana pendidikan dapat berjalan secara optimal,transparan,efektif dan efisien. Sedangkan ICT Center itu sendiri adalah suatu badan yang dibentuk oleh DEPDIKNAS yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada guru dan instruktur untuk mendapatkan berbagai jenis pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar utamanya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar.
    Lalu, kembali kepada interkoneksi antara JARDIKNAS dan ICT Center, ICT Center sebagai pusat teknologi informasi dan komunikasi pada kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia, merupakan ujung tombak penyebaran koneksi Jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) pada kabupaten/kota tersebut. Oleh sebab itu, ICT Center wajib untuk menghubungkan seluruh sekolah yang ada pada kabupaten/kota tersebut dengan jardiknas melalui dinas pendidikan kabupaten/kota dengan menggunakan wide area network (WAN), sehingga seluruh layanan yang dimiliki oleh Jardiknas dapat dinikmati oleh sekolah-sekolah yang ada. Kerjasama antara dinas pendidikan, ICT Center maupun sekolah-sekolah ini diharapkan dapat menjadi mata rantai peningkatan kualitas SDM yang ada pada masing-masing kabupaten/kota.
    Selanjutnya dalam bidang ekonomi, implementasi iptek atau teknologi informasi sangat berpengaruh. Diantaranya adanya layanan internet banking, yaitu layanan perbankan yang berbasis pada internet. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayarran tagihan, dan informasi rekening. Kemudian adanya SMS banking yang mempermudah nasabah bank untuk bertransaksi via sms. Dan ada juga layanan E-Commerce yaitu suatu perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi terutama internet.
    Dalam bidang pemerintahan iptek juga tak kalah pentingnya. Karena pemerintah Indonesia sudah mempunyai E-government. Konsep e-government mengacu pada TIK oleh pemerintahan, misalnya menggunakan jaringan komputer local dan global. Penggunaan teknologi e-governmen dapat meningkatkan hubungan antara pemerintahan dan pihak-pihak lain. Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat digunakan antara lain digunakan dalam :Government to citizen (Hubungan pemerintah dengan masyarakat), Government to bussines (Hubungan pemerintah dengan dunia usaha), Government to Government (Hubungan pemerintah dengan lembaga pemerintah).
    Beberapa manfaat e-govrnment, antara lain : Pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat, Peningkatan hubungan antara pemerintah dengan bisnis, masyarakat umum, Pemerdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh, Pelaksanaan pemerintah yang lebih baik, Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, Meningkatkan daya saing bangsa, Memperkuat kesatuan dan kesatuan bangsa, Mewujutkan pemerintahan yang lebih baik Meningkatkan jati diri bangsa di tingkat internasional.
    Di bidang kesehatan, penerapan teknologi informasi yaitu sistem berbasi kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Disamping itu juga ada inovasi baru yaitu digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak penyakit tumor dalam tubuh pasien.
    Dalam bidang pertahanan nasional, keamanan negara menjadi sangat penting dan tujuan utama dalam pengadaan teknologi informasi dan untuk mempermudah serta keefektifan dalam keamanan. Di bidang pertahanan ada yang namanya Patrol Boat Intercept yang digunakan untuk mengintai musuh di perbatasan-perbatasan melalu laut. Kapal cepat ini mempunyai fungsi mendeteksi dan berjaga-jaga di laut lepas yang nantinya akan dikirimkan ke kapal utama selanjutnya akan ditindak lanjuti. Kemudian ada Radar Engangement yang befungsi untuk sebagai pertanda atau alert data dalam tvcc yang akan dikirim ke Remote Surveillance Post.
    Di dalam pertahanan dan keamanan, pemerintah memberikan jaringan komputer yang amat luas, diantaranya Wireless Sensor Network (WSN) atau Ground Sensor Network (GSN). Cara kerjanya yaitu dimulai dengan penyebaran sensor yang berupa manusia, UAV, helikopter, atau pesawat. Kemudian setelah itu jaringan terbentuk dan mulailah komunikasi antar sensor mulai terbangun. Jika sudah berfungsi dengan baik, maka alat tersebut akan melaporkan situasi lapangan dengan menggunakan jaringan sensor atau komunikasi jarak jauh. Ground Sensor merupakan bagian dari sistem pengawasan wilayah yang memanfaatkan perubahan kondisi lingkungan sekitarnya seperti suara, getaran, tekanan, medan magnetik, temperatur, dan lain-lain untuk mendeteksi objek yang memasuki daerah lingkup sensor.
    Demikian hasil peranan iptek atau teknologi informasi dalam implementasi geostrategi Indonesia yang dijabarkan dalam beberapa bidang. Teknologi informasi yang semakin maju pesat perkembangannya menjadi sarana dalam kemajuan bangsa.
    Sumber :
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96
    http://staff.blog.ui.ac.id/harrybs/2009/04/22/peran-teknologi-informasi-dan-komunikasi-di-sektor-pendidikan-indonesia/
    http://tik-mrwindu.blogspot.com/2009/04/peranan-teknologi-informasi-dan.html
    http://kramli.staff.ui.ac.id/files/2010/04/Handout-Teknologi-Informasi-dan-Ketahanan-Nasional.pdf

    RIZQI NURROHMAH
    09/281127/PA/12362

  36. PERANAN TEKNOLOGI DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA
    Oleh: Muhammad Chaidir (09/282236/PA/12437)

    Sejak awal millenium ketiga, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Teknologi ini memungkinkan perputaran informasi dapat dilakukan dengan sangat cepat. Selain itu teknologi ini juga membuat informasi yang jauh sumbernya dapat dengan mudah dijangkau siapapun dimanapun. Bahkan dengan berkembangnya perangkat keras mobile informasi tersebut dapat diperoleh dari perangkat tersebut, seolah dunia berada di dalam genggaman kita.
    Tak heran orang-orang yang memiliki paling banyak informasi disebut-sebut “menguasai dunia” karena kita tidak dapat lagi lepas dari teknologi informasi, utamanya Internet. Namun sebelum kita membahas kaitan teknologi dan geostrategi Indonesia kita pahami dahulu definisi dari keduanya.
    Teknologi informasi adalah proses pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran informasi suara, gambar, tulisan, dan angka menggunakan kombinasi perangkat komputasi dan telekomunikasi.
    Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi Indonesia untuk menentukan tujuan dan kebijakan nasional.
    Pentingnya penguasaan informasi bahkan sudah ditekankan sejak zaman dahulu kala. Sun Tzu, dalam bukunya Seni Berperang, mengatakan, “jika kamu mengetahui musuhmu, maka kamu dapat memenangkan seratus peperangan.” Dari kalimat ini sudah cukup jelas tergambar bahwa penguasaan informasi adalah sebuah langkah strategis suatu bangsa karena dapat menentukan kejayaan atau kehancuran bangsa itu sendiri.
    Jika kita meluaskan pemahaman kita tentang peperangan, maka kita dapatkan beberapa peperangan yang dihadapi oleh negara Indonesia yaitu di bidang ekonomi, politik, dan tentu saja militer.
    Dalam bidang ekonomi, sistem informasi seperti sistem satelit dapat digunakan untuk memetakan daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya alam semisal kayu, minyak, batubara, dan lain sebagainya. Daerah-daerah tersebut dapat dipantau perkembangan eksploitasinya. Selain itu sistem tersebut juga dapat melindungi potensi-potensi alam tersebut dari pencurian oleh pihak asing maupun penyelundupan oleh oknum di dalam negeri.
    Daerah yang sebelumnya tidak terjamah pun sekarang dapat dijangkau dengan bantuan sistem navigasi GPS (Global Positioning System), Galileo (sistem navigasi Uni Eropa), maupun GloNass(sistem navigasi Federasi Rusia eks Uni Soviet). Eksplorasi daerah yang belum terjamah akhirnya akan membuka kemungkinan baru eksploitasi sumber daya alam yang sebelumnya belum ditemukan. Data-data yang telah dikumpulkan tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah strategis, utamanya keputusan untuk melakukan eksploitasi, menentukan masa tanam, panen, dan lain sebagainya.
    Selain pemetaan sumber daya alam, sistem informasi dapat digunakan untuk melakukan pemetaan masyarakat. Pemetaan semacam ini adalah hal yang penting untuk negara yang memiliki ragam dan persebaran etnis yang kompleks seperti di Indonesia. Dari hasil pemetaan ini pun dapat dijadikan pertimbangan langkah strategis bangsa, utamanya pengembangan daerah tertinggal.
    Dalam bidang politik, sistem informasi geografi dapat digunakan sebagai bukti otentik batas-batas wilayah Indonesia. Kekalahan Indonesia dalalm kasus konflik perbatasan dengan Malaysia pun salah satunya adalah karena kurangnya bukti otentik tentang batas wilayah Indonesia.
    Dalam bidang keamanan, teknologi informasi dalam bentuk sensor-sensor dapat ditempatkan di daerah-daerah rawan bencana sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya tanggap bencana nasional seperti yang telah diterapkan di negeri Jepang dengan sensor tsunami-nya.
    Selain itu penempatan sensor-sensor lainnya (CCTV, dan lain-lain) juga dapat digunakan untuk memantau kondisi masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat serta daya tanggap aparat (polisi) jika terjadi keributan di tengah masyarakat.
    Dalam bidang pertahanan, penguasaan teknologi informasi adalah mutlak khususnya di bidang intelijen. Di bidang ini informasi-informasi rahasia negara lain dapat diperoleh dari sumber “bawah tanah” maupun secara langsung membobol sistem informasi mereka untuk mendapatkan data tertentu. Selain untuk mendapatkan informasi tentang negara lain, intelijen berbasis teknologi informasi juga mengendus ancaman-ancaman subversif dan separatis serta teroris di dalam negeri.
    Sistem sensor, entah itu menggunakan RADAR, LASER, pendeteksi panas, maupun sistem sensor lainnya mutlak dibutuhkan Indonesia untuk mendeteksi penerobosan batas wilayah oleh pihak asing yang tidak memiliki izin. Jika dikombinasikan dengan alat utama sistem pertahanan, maka dapat diperoleh suatu sistem pertahanan yang dapat bekerja secara otomatis. Sistem navigasi yang baik dapat memandu peluru kendali sehingga mobilisasi tentara yang memakan banyak biaya dapat dihindarkan. Sistem navigasi yang baik pula dapat memudahkan patroli perbatasan melaksanakan tugasnya karena kemungkinan mereka tersasar dapat diperkecil. Selain itu sistem navigasi yang dikombinasikan dengan sistem sensor yang baik dapat juga mengotomatisasi tugas penjagaan batas wilayah negara, semisal penggunaan UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle).
    Konsep peperangan pun telah meluas ke wilayah dunia digital sehingga memungkinkan suatu negara mengacaukan negara lainnya hanya dengan merusak sistem informasinya. Taktik ini utamanya ampuh digunakan melawan negara-negara maju di mana implementasi e-government-nya sudah sangat baik. Penguasaan teknologi informasi pun mutlak dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman cyber terrorism yang meningkat tiap harinya seperti serangan Directed Denial of Service (DDoS) yang, misalnya, sudah biasa dialami sistem informasi Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Selain itu kasus Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diterobos server-nya dan menyebabkan gambar-gambar partai diganti menjadi gambar buah menandakan masih lemahnya penguasaan teknologi informasi oleh pemerintah Indonesia.
    Namun sebelum melaksanakan langkah strategis ini, diperlukan sebelumnya sebuah langkah strategis yang lain yaitu langkah percepatan penguasaan teknologi informasi. Langkah ini dapat dimulai dari universitas dan lembaga-lembaga riset. Pemerintah juga seharusnya menaikkan anggaran riset, utamanya riset teknologi informasi, apabila ingin serius menguasai teknologi informasi. Di dalam negeri sendiri, sumber daya manusianya cukup potensial untuk dapat melakukan penguasaan teknologi informasi namun masih kurangnya apresiasi pemerintah terhadap mereka menghambat perkembangan yang sebenarnya sudah cukup potensial.
    Daftar Pustaka
    http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology 4/1/2011 21:19
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi 4/1/2011 21:23

  37. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA
    Setiap bangsa pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita tersebut diperlukan ilmu geopolitik. Geopolitik dapat dijalankan dengan baik jika geostrategi sudah dipahami. Bangsa Indonesia juga memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu, mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan bersama. Guna mewujudkannya bangsa Indonesia mempunyai konsep nasional yang bernama wawasan nusantara. Wawasan nusantara adalah konsep bersama yang konkret untuk mengimplementasikan geostrategi. Sedangkan definisi geostrategi itu sendiri yaitu, metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman dan lebih bermartabat. Sedangkan geostrategi Indonesia memanfaatkan segenap kondisi geografi Indonesia untuk tujuan politik, dan hal itu secara rinci dikembangkan dalam pembangunan nasional (Suradinata,2005:33;Armawi,2005:1). Pembangunan yang dimaksud tentunya merata di seluruh Indonesia. Kondisi geografis Indonesia, dewasa ini masih manjadi kendala untuk menerapkan geostrategi sepenuhnya. Luasnya wilayah kedaulatan NKRI menjadi kendala terbesar. Salah satu contoh kendala yang harus kita perhatikan bersama adalah belum adanya media untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat kita yang maaf, terpelosok. Kemajemukan suku dan budaya juga tidak dapat dipungkiri dapat menimbulkan singgungan-singgunagan yang berbau SARA. Sehingga diperlukan tindakan konkret yang tidak hanya selalu mengandalkan usaha-usaha konvensional tetapi juga melakukan usaha berbasis IPTEK atau Teknologi Informasi. Baik cara konvensional maupun dengan memanfaatkan teknologi dapat dipadukan bersama di dalam geostrategi. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa geostrategi Indonesia diperlukan untuk mewujudkan integritas bangsa dan wilayah negara republik Indonesia dengan kemajemukan bangsa Indonesia. Geostrategi tersebut dirumuskan dalam bentuk ketahanan Nasional.
    Salah satu upaya untuk mewujudkan tujua yang ingin dicapai adalah dengan ketahanan nasional. Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mengejar tujuan nasional Indonesia(Suradinata,2005:47). Konsep dari ketahanan nasional terdiri dari dua hal utama yaitu, kekuatan apa yang dimiliki dan ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya. Guna mewujudkan ketahanan nasional yang selanjutnya disebut usaha mewujudkan geostrategi konvensional adalah dengan pengadaaan alutsista. Mengapa alutsista? Alutsista adalah salah satu komponen penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Bayangkan jika suatu saat ada sekelompok asing yang akan masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa izin dan aparatur negara tidak memiliki alutsista yang memadai, tentunya kegiatan tersebut dapat mengancam ketahanan nasional. Namun, pengadaan alutsista yang memadai atau kekuatan fisik bukanlah satu-satunya cara untuk mewujudkan ketahanan nasional. Karena ketahanan nasional pada hakikatnya merupakan suatu konsepsi dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan kemakuran serta pertahanan dan keamanan di dalam kehidupan nasional dengan memandaatkan daya dan kekuatan lainnya pada suatu bangsa.
    Daya dan kekuatan lain yang telah dibahas sebelumnya, salah satunya adalah IPTEK atau Teknologi Informasi. Jaringan internet sudah bukan merupakan barang yang asing bagi masyarakat perkotaan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi masyarakat daerah yang masih belum mengenal internet. Usul yang dapat dicanangkan adalah jaringan internet masuk sampai ke desa-desa. Bersyukur, Kemenkominfo sudah mulai mencanangkan internet masuk desa yang sudah dimulai sejak tahun kemarin. Lantas timbul pertanyaan, apa hubungan antara geostrategi dan iptek?. Berikut penjelasannya,ketika berbicara negara Indonesia tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang dipisahkan oleh laut dan selat. Namun, anggapan yang berkembang lambat laun berubah. Laut dan selat tidak lagi menjadi pemisah tetapi sudah berubah peran menjadi penghubung antara satu pulau dengan pulau lainnya. Filosofi laut sebagai penghubung dapat juga diimplementasikan dalam jaringan internet. Jaringan internet bukan sebagai pemecah kebudayaan bangsa tetapi diharapkan menjadi media penghubung bagi bangsa Indonesia. Ketika jaringan internet telah merata sampai ke tingkat desa, hal yang diharapkan adalah penyebaran informasi menjadi jauh lebih cepat. Sehingga ketika terjadi sesuatu hal yang dapat mengganggu ketahanan nasional, seperti munculnya gerakan separatis atau pelatihan terorisme di suatu daerah dapat ditekesi secara dini. Konsepnya seperti ini, masyarakat memberikan laporan atau pengaduan kepada aparat terkait di pusat melalui media internet kemudian aparat melakukan tindakan preventif mencegah tindak pidana terorisme dan gerakan separatis. Itu salah satu contoh pemanfaatan internet dari masyarakat kepada aparat terkait. Contoh lain yang dapat dilakukan adalah masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau kritik kepada pemerintah pusat atau pemerintah daerah sehingga diharapkan pemerintah dapat memberikan tanggapan dan solusi secara cepat. Dengan memanfaatkan jaringan internet pula masyarakat bisa memperoleh biaya telekomunikasi lebih murah dengan memanfaatkan Voice over Internet Protocol (VoIP). Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika jaringan infrastruktur internet sudah masuk ke desa-desa masih ada kendala yang dihadapi, salah satunya kesadaran dan kemampuan masyarakat setempat untuk memanfaatkan Teknologi. Kemampuan masyarakat yang berbeda dalam menyerap teknologi akan menjadi kendala. Sehingga, untuk mencegah kesia-siaan infrastruktur yang dibangun,saya menawarkan solusi VoIP dengan pertimbangan masyarakat sudah cukup kenal dengan perangkat telepon. Penyedia jaringan dituntut hanya mempersiapkan aplikasi perangkat lunak yang sudah siap pakai oleh masyarakat dengan disain antar muka yang tidak terlalu rumit dan mudah dicerna. Sehingga ketika masyarakat ingin menggunakan VoIP untuk berkomunikasi satu sama lainnya dapat dengan mudah meggunakannya.Ketika dua gagasan tesebut dapat terealisasi tentunya harapan baru muncul. Harapan agar setiap aspirasi tersampaikan. Harapan akan telepon murah dapat diwujudkan. Harapan filosofi laut sebagai pemisah dapat berganti menjadi laut sebagai penghubung. Namun, ketika gagasan tersebut belum mampu diwujudkan. Tanggung jawab ada pada kita bersama termasuk mengingatkan kepada penulis sendiri. Ya, kita mahasiswa Indonesia tumpuan masa depan bangsa.

    PEMUDA, JAYA INDONESIA !!

    Sumber:
    1. Zubaidi, Achmad dan Kaelan, 2007, Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Penerbit “Paradigma”, Yogyakarta.
    2. http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/09/geostrategi/
    3. yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    4.

    HAFIZ BUDI FIRMANSYAH
    09/281265/PA/12378
    MAHASISWA ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GADJAH MADA

  38. Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Geostrategi Indonesia

    Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan keadaan geografis suatu negara untuk menentukan kebijakan, tujuan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi dapat dikatakan pula sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. Indonesia memiliki keunikan letak dan kondisi geografis yang berada pada posisi equatorial dan strategis diantara dua benua Asia dan Australia. Hal tersebut memberikan potensi sangat besar bagi perkembangan pembangunan Indonesia. Wilayah yang luas dan berbentuk kepulauan dengan sumber daya alam yang melimpah serta keanekaragaman hayati dan sumber daya laut terbesar di dunia merupakan keunggulan komparatif bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia. Di samping itu, penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia merupakan aset sumber daya manusia yang harus dimanfaatkan bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya perlindungan kepentingan bangsa terhadap potensi-potensi tersebut, terutama yang terkait dengan dinamika lingkungan strategis global.

    Teknologi Dirgantara di Indonesia

    Hadirnya ilmu pengetahuan dan berbagai macam teknologi modern merupakan kemajuan yang dihasilkan dalam abad ini. Dalam kurun waktu empat dekade ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang paling spektakuler adalah kemajuan di bidang teknologi dirgantara, yang mengakibatkan revolusi sosio-ekonomi di dunia berubah dengan sangat cepat. Kemajuan dalam bidang teknologi dirgantara telah mendorong kemajuan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, pendidikan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan energi, pertumbuhan industri, manajemen sumber daya alam, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa sehingga akan berdampak pada kuatnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
    Masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya telah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara
    Indonesia telah cukup lama memperoleh manfaat yang besar dari aplikasi teknologi dirgantara seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, geodesi dan sebagainya. Terkait dengan permasalahan tersebut, teknologi dirgantara telah memberikan banyak manfaat yang salah satunya adalah pemanfaatan teknologi satelit untuk penginderaan jauh (remote sensing). Teknologi penginderaan jauh tersebut memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir dan bencana alam. Integrasi dari datadata vital yang diperoleh dari antariksa tersebut dengan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara terintegrasi pada semua aspek, salah satunya adalah dengan adanya peningkatan produksi pertanian dengan tetap menjaga ekologi dan lingkungan.

    Peran Penting Teknologi Dirgantara

    Teknologi dirgantara memberikan manfaat dan yang sangat besar terhadap negara Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, dan wilayah yang luas dengan jumlah pulau dan kepulauan yang cukup banyak. Berikut beberapa peran penting teknologi dirgantara :
    • Sebagai alat pemantauan baik terhadap terhadap wilayah perbatasan maupun kapal-kapal asing, untuk menghindari adanya infiltrasi satelit asing yang melakukan pemantauan wilayah Indonesia serta sumberdaya alam di Indonesia dan pencurian ikan.
    • Pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit
    • Aplikasi teknologi navigasi satelit memberikan manfaat sistem pemanduan berbagai modus transportasi, akurasi posisi dan penentuan ketinggian wilayah
    • Pemotretan permukaan bumi dari udara dan yang mutakhir yaitu altimetri satelit dan interferometri sistem penentu posisi global (GPS) dapat digunakan untuk menentukan posisi dari pasukan serta mencari sumber-sumber baru energi dan mineral.
    • Pencitraan permukaan bumi dengan berbagai teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit. Yang kemudian hasil analisis citra tersebut digunakan untuk melakukan pemutahiran peta geologi atau keperluan penelitian untuk menemukan sumber-sumber baru energi dan mineral dan aspek-aspek lingkungan.
    • Analisis pergerakan sesar-sesar aktif dengan menggunakan metoda interferometri satelit GPS juga dapat digunakan untuk meminimalisasi dampak seandainya terjadi gempa

    Upaya Memaksimalkan Teknologi Kedirgantaraan

    Upaya penguasaan teknologi dirgantara perlu dijabarkan lebih jauh sehingga akan memberikan arah dan prioritas penguasaan yang dibutuhkan. Dalam program penguasaan teknologi dirgantara tersebut aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah :
    • Pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia.
    Dirgantara sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa lebih meningkatkan mutu dan kualitas kedirgantaraan bangsa Indonesia. Namiun hal ini masih terdapat kendala, yaitu bangsa Indonesia masih belum bisa sepenuhnya menguasai teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia yang efektif dan efisien.
    • Penyediaan/pemanfaatan fasilitas penunjang penguasaan teknologi dirgantara yang diperlukan. Fasilitas penunjang penguasaan teknologi tersebut meliputi laboratorium, sistem pendidikan, fasilitas produksi dan perawatan, navigasi, komunikasi, testing area dll
    • Sumber dana (BUMN, swasta, kemitraan BUMN dan swasta).
    Pengembangan teknologi sangat bergantung pada kelancaran pendanaan dari pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan peran pemerintah sebagai sumber pendanaan yang memprioritaskan anggaran negara pada pengembangan teknologi, khususnya dirgantara.

    Dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi terhadap geostrategi di Indonesia dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas, maka harus diperhatikan juga hal-hal yang dapat menyebabkan konflik di dalamnya. Untuk menghindari dampak negatif dari perkembangan dan penguasaan teknologi kedirgantaraan terhadap segala kepentingan nasional, maka Indonesia perlu menyusun perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan penguasaan teknologi kedirgantaraan yang jelas dan tegas serta bersifat antisipatif.

    Nama : Sarah Anindita Yasmine
    NIM : 09/281510/PA/12409
    Prodi : Ilmu Komputer

    Laporan Kongres Kedirgantaraan Nasional Kedua
    http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/

  39. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Pengertian dari geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan di dalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
    Geostrategi Indonesia merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan ,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
    PERKEMBANGAN KONSEP GEOSTRATEGI INDONESIA

    • Tahun 1962 an SESKOAD khawatir mengenai adanya KOMUNIS.
    • Tahun 1965 (Tanas) bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal.
    • Tahun 1972Tanas dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai.
    • Tahun 1978 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan
    nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pemmbangunan nasional.

    Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bertujuan untuk :

    – Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam dan aspek-aspek alamiah bagi upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional

    – Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam :

    • Menegakkan hukum dan ketertiban
    • Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran
    • Terselenggaranya pertahanan dan keamanan
    • Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial
    • Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri 
    Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat

    • Bersifat daya tangkal, dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan Negara Indonesia
    • Bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.

    Berbagai ancaman terhadap ketahanan Bangsa Indonesia telah terjadi, baik ancaman yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri. Ini merupakan hal yang berbahaya bagi Negara kita yang sedang melakukan berbagai perkembangan dalam berbagai sektor karena akan mengganggu proses kemajuan Negara Indonesia.

    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat pada era globalisasi, telah menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran dalam geostrategic di Indonesia semakin tinggi. Semua Negara sudah merasakan dampak dari globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar ke seluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungana ntarbangsa ini yang lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerjasama yang terus meningkat terasa kurang seimbang.

    Berakhirnya perang dingin pada tahun 90-an merupakan titik mula munculnya perubahaan sikap dan pemikiran dari negara-negara maju dalam menggunakan kekuatan bersenjata untuk mensukseskan nafsu imperialismenya. Secara perlahan telah terjadi pengurangan jumlah tentara profesional termasuk wajib militer dengan anggapan bahwa dalam teater perang konvensional jumlah pasukan bukan lagi suatu ukuran deterence / ancaman bagi pihak lawan. Demikian juga strategi, konsep dan doktrin ikut berubah menyesuaikan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi dan persenjataan. Analoginya, dengan kemampuan pasukan dan teknologi persenjataan canggih yang berimbang apabila dua negara kuat berperang maka kedua negara tersebut akan sama-sama hancur sehingga mereka akan berfikir dua kali untuk melancarkan perang yang saling berhadapan.
    Kenyataan tersebut mengharuskan grand strategi negara yang memiliki nafsu imperialisme dilakukan tanpa pengerahanan pasukan dan alutsista. Inilah yang disebut sebagai perang masa kini atau ”perang modern” dimana perang ini kehancurannya lebih dahsyat dibandingkan dari perang konvensional dengan pengerahan alutsita, karena negara sasaran akan dihancurkan secara sistemik yang pada akhirnya negara sasaran tidak eksis sebagai negara bangsa, sebagaimana yang sudah terjadi pada Uni Sovyet dan negara Balkan.
    Bahwa niat menguasai suatu negara atau nafsu imperialisme akan terus terjadi dimuka bumi ini sejalan dengan kodrat manusia. Dengan berkembangnya strategi perang dan memikirkan resiko kehancuran saat ini perang dilakukan dengan skenario lain tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Skenario ini dilancarkan dengan memaksa elite suatu bangsa agar silau dan terpengaruh terhadap faham luar, yang pada akhirnya mengakibatkan suatu bangsa terpecah dan terkotak-kotak kedalam tiga parameter yaitu; pertama: mayoritas masyarakat dibuat tidak tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi, hal ini terjadi pada masyarakat awam; kedua: sebagian masyarakat tahu namun tidak sadar atau tidak menyadari bahwa bangsa ini berada dalam jebakan, ini terjadi pada kaum intelektual dan yang ketiga: sebagian masyarakat tahu dan sadar apa yang sesungguhnya terjadi, namun akibat kerakusan, mereka justru bersedia berkhianat kepada negara bangsanya, dengan bekerja sebagai agen asing atau sebagai komprador.
    Di Indonesia skenario perang ini sebenarnya dimulai beberapa waktu sebelum krisis moneter 1997/1998, dimana krisis tersebut sangat cepat berubah menjadi krisis multidimensi yang dampaknya terus dirasakan sampai sekarang. Krisis yang berkepanjangan itu seharusnya harus menjadi peringatan sekaligus ujian bagi bangsa Indonesia karena terjadi melalui desakan keras dari kekuatan luar agar menerima faham yang dihembuskan dalam kemasan globalisasi, diawali dengan penggoyangan sektor moneter, kemudian meluas ke sektor ekonomi riil dan selanjutnya berkembang menjadi krisis kepercayaan dan krisis politik, serta krisis budaya. Kondisi yang tidak stabil tersebut justru disikapi oleh para elite politik dan beberapa kelompok kepentingan di dalam negeri untuk mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi dan kelompok – kelompoknya (Oligarkhi di tingkat partai dan birokrasi), dengan mengabaikan kepentingan nasional dalam jangkauan jauh ke depan.
    Untuk lebih memahami lebih mendalam perlu diketahui definisi ”perang modern” yang dimaksud yaitu suatu bentuk perang yang dilakukan secara non militer dari negara maju / asing untuk menghancurkan suatu negara tertentu melalui bidang IPOLEKSOSBUDHAN (Ideologi Politik Sosial Budaya dan Pertahanan). Dengan kata lain perang ini adalah bentuk kontrol dari negara-negara koalisi global yang dimotori oleh salah satu negara kuat terhadap negara lain yang tidak mengakomodasi kepentingan negara koalisi tersebut atau yang membahayakan kepentingan negara koalisinya.
    Dewasa ini pun ‘perang modern’ bergantung besar terhadap dukungan kemajuan IPTEK, yang di mana suatu Negara yang memiliki teknologi canggih akan mudah unutk melakukan ancaman terhadap Negara lain. Oleh karena itu, Indonesia perlu untuk memajukan sector IPTEK-nya sehingga Negara Indonesia dapat mengantisipasi ancaman dari luar negeri.

    Nama : Rizky Pandu Nugroho
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09 / 283653 / PA / 12653

  40. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik).
    • Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945.
    • Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945.
    • Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional.
    Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional
    • Ketahanan Nasional mrpk kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
    • Tannas diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.
    Konsepsi dasar Ketahan Nasional
    Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :
    1). Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    a). Gatra letak dan kedudukan geografi
    b). Gatra keadaan dan kekayaan alam
    c). Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    2). Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :
    a). Gatra ideologi
    b). Gatra Politik
    c). Gatra ekonomi
    d). Gatra social budaya
    e). Gatra pertahanan dan keamanan.
    Terdapat hubungan korelatif dan interdependency diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral.
    Anda tentunya pernah tahu kalo IPTN bangkrut? Dan tentunya sering dengar para dosen yang sekaligus peneliti (ilmuwan) itu kalangkabut nyari duit buat biayai risetnya. Dan tentunya anda juga pernah lihat dan amati bahwa Jepang mampu membuat perubahan besar dalam dunia otomotif, teknologi dsb. Jerman hebat dengan kekuatan industri manufakturnya. Cina, Korsel dan India juga maju dengan menguasai Iptek. Cina juga begitu hebat dan maju perekonomiannya. Kenapa mereka seperti itu? Jawabannya cuma satu : mereka cinta Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Para pemimpinnya adalah orang yang cinta IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan kemajuan serta kesejahteraan rakyatnya. Mereka ingin rakyatnya maju dengan terlebih dulu menguasai IPTEK dan tentunya didukung pendidikan yang berkualitas. Ini membuktikan Negara – negara maju dapat maju karena di dukung Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang bagus. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini menjadi aset yang bagus karena dapat memproduksi barang – barang teknologi yang bernilai jual besar dan menambah aset Negara. Tentunya Industri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini akan menyerap banyak tenaga kerja yang juga akan berdampak pada kemajuan suatu Negara. Inilah yang belum disadari oleh Indonesia, dimana banyak orang – orang ahli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Indonesia yang mengaplikasikan ilmunya di luar negeri karena kurang di hargainya ilmu mereka di Indonesia. Memang ini tidak salah, namun akhirnya Indonesialah yang tidak mendapat keuntungan sepeserpun karena tidak ada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diaplikasikan di Indonesia. Oleh karena itulah, industry Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia tertinggal dari negara – negara lain.
    Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan IPTEK DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, kita dapat menggunakan iptek ataupun teknologi informasi yang dimiliki anak anak bangsa dan sumber daya yang ada untuk melakukan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita cita bangsa ini. Tujuan nasional bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan undang undang dasar 1945. Diantaranya ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial. Tujuan nasional bangsa tersebut menjadi acuan bangsa ini dalam setiap langkah yang dilalui. Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia. Dengan teknologi informasi sekarang ini seperti televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini.
    Apabila bangsa ini masyarakatnya cerdas, maka Negara ini akan maju pesat dan menjadi Negara maju. Dengan adanya teknologi informasi juga kita dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh bangsa lain. Kita dapat memetakan wilayah yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi yang ada sehingga bila terjadi pengklaiman dari bangsa lain kita bisa melawannya. Selain mempertahankan wilayah, kita juga mempertahankan budaya dari bangsa ini. Kita memberitahukan kepada dunia budaya yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi seperti internet. Kita juga harus melawan jika terjadi klaim atas budaya bangsa kita. Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan nasional bangsa ini akan tercapai dengan lebih mudah.
    REFERENSI http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    Nama : Bima Al Hussien
    NIM : 08/265928/PA/11930
    Jur/Prodi : JIKE/Ilmu Komputer

  41. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, kita dapat menggunakan iptek ataupun teknologi informasi yang dimiliki anak anak bangsa dan sumber daya yang ada untuk melakukan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita cita bangsa ini.
    Sedikit mengingatkan bagi yang lupa tentang tujuan nasional bangsa ini yang mungkin juga sudah jarang mendengarnya. Tujuan nasional bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan undang undang dasar 1945. Diantaranya ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial. Tujuan nasional bangsa tersebut menjadi acuan bangsa ini dalam setiap langkah yang dilalui.
    Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia.
    Dengan teknologi informasi sekarang ini seperti televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini. Banyak contoh yang ada dari teknologi informasi untuk menyatukan bangsa ini. Salah satu contohnya ialah dengan adanya siaran televisi seperti kemarin waktu terdapat acara pertandingan sepakbola seasia tenggara di salah satu stasiun tv swasta, seluruh rakyat Indonesia seakan dipersatukan menjadi satu dengan adanya euforia sepakbola ini. Hati mereka seakan bersatu untuk membela timnas Indonesia yang sedang bermain melawan musuhnya. Hal seperti ini bagus untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air walaupun dimulai hanya lewat pertandingan sepakbola yang hanya beberapa menit tersebut. Masyarakat tidak lagi mementingkan lagi ras atau dari golongan mana mereka berasal, mereka bersatu atas nama Indonesia.
    Penegakkan hukum dan ketertiban juga dapat dilakukan dengan pemanfaatan iptek atau teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka penegakkan hukum atas kasus kasus pencurian, perampokan serta tindakan kejahatan lainnya seperti yang terjadi akhir akhir ini dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi ini. Contoh penggunaan iptek untuk masalah ini ialah penggunaan kamera perekam atau cctv untuk memantau setiap gerak gerik yang mencurigakan ataupun untuk mengawasi suatu tempat yang merasa perlu dilindungi sehingga hukum dapat ditegakkan di bangsa Indonesia ini.
    Pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia juga dapat lebih mudah dilaksanakan dengan implementasi iptek ataupun teknologi informasi yang ada. Banyak tindakan kejahatan yang mengancam pertahanan dan keamanan bangsa ini, seperti terorisme ataupun tindakan separatisme yang melakukan penyerangan dari dalam maupun dari luar bangsa ini. Tindakan tersebut dapat segera terindikasi sebelum mereka melakukan tindakan kejahatan. Pemerintah dapat melakukan tindakan penyadapan terhadap telepon ataupun situs situs di dunia maya milik mereka jika dirasa orang tersebut membahayakan bangsa Indonesia ini. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia karena akan lebih mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku kejahatan tersebut sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih terlindungi. Karena itu ialah tujuan nasional bangsa Indonesia, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia tercapai.
    Keadilan hukum dan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pun dapat ditegakkan dengan bantuan dari teknologi informasi, jaman dahulu untuk mendapatkan keadilan begitu susahnya untuk melapor harus menempuh banyak proses, sekarang dapat dilakukan di dunia maya sehingga mempermudah para korban untuk melapor jika tidak mendapat keadilan hukum ataupun sosial. Mereka dapat mengadukannya tanpa berbelit belit seperti dahulu.
    Dengan adanya teknologi informasi ataupun kemajuan iptek juga membuat tersedianya kesempatan rakyat Indonesia untuk mengaktualisasikan diri mereka. Sehingga mereka tidak menjadi masyarakat yang bodoh, sehingga bangsa ini tidak menjadi bangsa yang terbelakang yang selalu terbodohi serta selalu ditipu oleh pemimpin mereka. Masyarakat di jaman sekarang ini dapat melihat profil calon pemimpin mereka dengan mudah tidak seperti jaman dahulu. Setelah pemimpin terpilih, masyarakat pun sekarang dapat memantau semua aktifitas yang dilakukan oleh pemimpin mereka, jadi apabila para pemimpin melakukan kesalahan, masyarakat dapat mengetahuinya. Apabila bangsa ini masyarakatnya cerdas, maka Negara ini akan maju pesat dan menjadi Negara maju.
    Dengan adanya teknologi informasi juga kita dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh bangsa lain. Kita dapat memetakan wilayah yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi yang ada sehingga bila terjadi pengklaiman dari bangsa lain kita bisa melawannya. Selain mempertahankan wilayah, kita juga mempertahankan budaya dari bangsa ini. Kita memberitahukan kepada dunia budaya yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi seperti internet. Kita juga harus melawan jika terjadi klaim atas budaya bangsa kita.
    Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan nasional bangsa ini akan tercapai dengan lebih mudah.

    REFERENSI
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional
    nama/nim: fauzan sandy pradana / 09/283455/PA/12561

  42. Sebelum masuk ke dalam pokok bahasan utama, kita lebih baik pahami beberapa istilah di bawah ini :
    1. Sistem kehidupan nasional adalah himpunan berbagai kelembagaan hidup bangsa sebagai sistem (ipoleksosbudhankam) sebagai subsistem yang dilengkapi dengan norma, nilai dan aturan.
    2. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan, ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman baik datang dari luar maupun dari dalam.
    3. Cita-cita nasional kondisi yang lebih cerah dimasa depan sesuai dengan keinginan luhur yang terkandung dalam falsafah bangsa.
    4. Kepentingan nasional adalah kepentingan bangsa dan negara untuk mewujudkan stabilitas nasional bidang politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
    5. Pembangunan nasional adalah semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh negara atau pemerintah yang bertujuan untuk mengadakan pembangunan fisik, sikap mental dan modernisasi pemikiran bagi seluruh bangsa dan rakyat indonesia.
    6. Keamanan adalah suatu kondisi yang dirasakan oleh masyarakat, mengenai ketenteraman, ketertiban, keselamatan dan kemampu-an untuk mengadakan pertahanan.
    7. Kesejahteraan adalah suatu kondisi yang didapat oleh masyarakat dimana terdapat rasa kecukupan, kecerdasan, kesehatan, ketaqwaan dan kemudahan untuk mendapatkan fasilitas pelayanan.
    Selanjutnya kita pelajari dua hal yang penting mengenai wawasan nusantara, yaitu geopolitik dan geostrategis.
    Geopolitik adalah suatu sistem perpolitikan yang mengatur hubungan antar negara-negara yang letaknya berdekatan di atas permukaan planet bumi ini, yang mutlak dimiliki dan diterapkan oleh setiap negara dalam melakukan interaksi dengan sesama negara di sekitarnya. Tak terkecuali indonesia. Indonesia pun harus memiliki sistem geopolitik yang cocok diterapkan dengan kondisi kepulauannya yang unik dan letak geografis negara indonesia di atas permukaan planet bumi ini.
    Sedangkan geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkung didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa indonesia. Geostrategi indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
    Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepenting kesejahteraan dan keamanan. Jadi istilah-istilah yang saya utarakan di awal adalah tujuan dari geostrategi Indonesia.
    Selanjutnya yang perlu kita pahami adalah pengertian dari teknologi informasi (TI). Teknologi informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari teknologi informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
    TI dan geostrategis, seperti yang telah dibahas di atas, saling berhubungan dimana bisa kita lihat bahwa TI mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat. Pengaruh tersebut juga dapat kita lihat di bidang geostrategi dimana geostrategi sendiri memiliki tujuan untuk menciptakan keamanan dan kesejahteraan nasional.
    Sebagai salah satu contoh konkrit dari pemanfaatan TI di dalam geostrategi bangsa kita adalah instansi penelitian dan pengembangan, Balitbang Dephan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dirgantara mengadakan kerjasama baik antar institusi di dalam negeri maupun dengan institusi negara lain yang memiliki keinginan yang sama dalam pemanfaatan teknologi dirgantara. Dimana Balitbang Dephan sedang mengembangkan teknologi dirgantara yang berhubungan dengan pemanfaatan GPS untuk menentukan posisi pasukan, Pesawat Terbang Tanpa Awak serta laboratorium tentang aplikasi data penginderaan jauh (Inderaja). Selain Balitbang Dephan untuk pengembangan teknologi kedirgantaraan tersebut diatas didukung oleh sarana dan prasarana yang tersebar pada berbagai instansi, seperti PUSPIPTEK I di Serpong yang telah dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri pesawat terbang dan industri lainnya. Peningkatan pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan iptek, serta sekaligus untuk keperluan pengembangan industri dirgantara, saat ini sedang dipersiapkan pembangunan PUSPIPTEK II Dirgantara di Bandung. PUSPIPTEK II ini juga akan merupakan fasilitas pendukung untuk penyelenggaraan pendidikan iptek dirgantara yang memerlukannya. Juga sedang dipelajari untuk membangun PUSPIPTEK III Antariksa di Parepare (Sulawesi Selatan) dan PUSPIPTEK IV Kemaritiman di Biak (Irian Jaya). Keempat PUSPIPTEK ini akan menjadi satu kesatuan dalam peningkatan kemampuan pemanfaatan, pengembangan, penguasaan iptek dan industri dirgantara. Pengembangan pengetahuan tentang aplikasi data penginderaan jauh, berbagai laboratorium telah dioperasikan pada berbagai instansi, antara lain LAPAN, BAKORSUR TANAL, BPP Teknologi dan Dep. PU, serta di UGM dan ITB. Pengembangan pengetahuan tentang kondisi dan dinamika atmosfer, telah dioperasikan Radar Angin (Wind Profilling Radar) dan Boundary Layer Radar di Biak, Boundary Layer Radar dan Meteor Wind Radar di Serpong, Global Atmospheric watch Station di Bukit Tinggi, Medium-Frequency (FM) Radar di Pontianak, Stasiun Peluncuran Balun Stratosfer di Watukosek (Jawa Timur), Stasiun Peluncuran Roket Sonda di Pameungpeuk (Jawa Barat). Pengembangan pengetahuan astronomi telah dioperasikan beberapa tipe Teropong Bintang di Observatorium Boscha, Lembang. Peningkatan teknologi pesawat terbang dan yang terkait yang sekaligus digunakan untuk pendidikan, sejumlah fasilitas telah dibangun dan dioperasikan di ITB. Untuk penguasaan teknologi peroketan, telah dimulai dengan pengembangan Remotely Piloted Vehicle (RPV) yang sekaligus akan melengkapi kemantapan industri dirgantara nasional untuk keperluan militer. Pengembangan RPV ini didukung oleh Lab. Termodinamika Motor dan Propulsi dan Lab. Mekanika di PUSPIPTEK I, Serpong.
    Kerjasama dengan institusi negara-negara lain dalam rangka alih teknologi kedirgantaraan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan bentuk-bentuk kerjasama yang telah dijalin selama ini, seperti Kerjasama Selatan-Selatan (antar negara berkembang), Kerjasama Utara-Selatan (antara negara berkembang dengan negara maju) dan juga menggunakan kerjasama bilateral.
    Sedangkan kerjasama dengan institusi negara-negara lain perlu dimanfaatkan dalam kerangka kerjasama sebagai berikut:
    a. Kerjasama Teknik Antar Negara Berkembang (KTNB) yang selama ini telah dilakukan Indonesia secara aktif dengan penggunaan/pembiayaan dari pihak Indonesia maupun donor. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini antara lain, pelatihan di bidang pertanian, keuangan dan lain-lain.
    b. Pemanfaatan forum-forum seperti GNB dan D-8.
    Selain itu peningkatan kerjasama bilateral antar negara sedang berkembang (misalnya dengan China dan Polandia) dan dengan negara maju (antara lain dengan Jerman, Perancis dan Jepang) melalui pembentukan kerjasama di bidang kedirgantaraan juga dapat dilakukan. Disamping itu perlunya memanfaatkan secara lebih maksimal perjanjian-perjanjian kerjasama teknis yang telah ada di bidang kedirgantaraan dengan negara-negara lain.
    Pembentukan suatu pilot project di bidang kedirgantaraan melalui kerjasama dengan negara berkembang dan negara maju maupun dalam forum organisasi internasional maupun multilateral. Yang juga perlu dilakukan adalah promosi kemampuan teknologi kedirgantaraan Indonesia kepada negara-negara berkembang melalui forum multilateral untuk memperkenalkan produk Indonesia yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan pasar produk penerbangan Indonesia.

    Referensi :
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
    http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=16&mnorutisi=1

    Nama : Fajri Wiryawan
    Nomor Mahasiswa : 09/283354/PA/12527
    Jurusan/Prodi : JIKE/Ilmu Komputer

  43. Peranan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IT) dalam Implementasi Geostrategi Indonesia

    Di era globalisasi ini, tekhnologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu bidang tekhnologi yang paling berkembang. Kini hampir setiap sudut aspek kehidupan masyarakat baik yang muda hingga tua sudah tersentuh tekhnologi ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi sangat pesat pada era globalisasi ini , telah menyebabkan tingkat ketergantungannya semakin tinggi. Semua negara sudah merasakan dampak dari globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar keseluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa ini yang lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerja sama yang terus meningkat terasa kurang seimbang.

    Indonesia tentunya tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi ini, bahkan harus dapat berperan untuk mengamankan kepentingan nasional. Salah satunya adalah dalam upaya implementasi geostrategi yang dlaksanakan di Indonesia ini. Seperti kita ketahui, konsepsi Geostrategi merupakan suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Bisa disebut bahwa geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahanan nasional.

    Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Tannas diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.

    Jelas sekali bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah berperan aktif dalam implementasi geostartegi di Indonesia ini, seperti kita telah ketahui pada ulasan diatas, bahwa pokok utama dari geostrategi Indonesia adalah sebuah Ketahanan Nasional.
    Komponen dari Ketahanan Nasional itu pun sebenarnya sangatlah beragam, dan dapat kita yakini bahwa ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada umumnya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada khususnya sangatlah berdampak besar pada setiap komponen tersebut. Kita ketahui bahwa secara geografis Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari pulau – pulau yang disatukan oleh lautan, maka dari itu arah geostrategic ketahanan nasional Indonesia pun bercirikan Maritim, salah satu yang paling menonjol yaitu melalui Pembangunan kedirgantaraan ditujukan pada perjuangan memperoleh pengakuan internasional atas hak penggunaan wilayah dirgantara nasional dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk dan jasa kedirgantaraan.

    Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi modern seperti listrik, teknologi nuklir, bioteknologi, komputer, radio telekomunikasi dan teknologi antariksa merupakan kemajuan yang dihasilkan dalam abad ini. Kemajuan dalam bidang teknologi dirgantara telah mendorong kemajuan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, pendidikan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan energi, pertumbuhan industri, manajemen sumber daya alam, kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa sehingga akan berdampak pada kuatnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.

    Indonesia telah cukup lama memperoleh manfaat yang besar dari aplikasi teknologi dirgantara seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, geodesi dan sebagainya. Terkait dengan permasalahan tersebut, teknologi dirgantara telah memberikan banyak manfaat yang salah satunya adalah pemanfaatan teknologi satelit untuk penginderaan jauh (remote sensing). Teknologi penginderaan jauh tersebut memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir dan bencana alam. Integrasi dari data-data vital yang diperoleh dari antariksa tersebut dengan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara terintegrasi pada semua aspek kehidupan.

    Berkaitan dengan posisi geografis, geostrategis dan geopolitis yang dimiliki oleh Indonesia maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan strategik global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Adanya Infiltrasi satelit asing terhadap pemantauan wilayah serta sumberdaya alam di Indonesia dan pencurian ikan senilai ratusan milyar rupiah per tahun oleh kapal-kapal asing karena kurangnya pemantauan adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi. Disamping itu, masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya telah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara. Oleh karena itu, aplikasi teknologi dirgantara seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun non amphibi bagi keperluan transportasi antar pulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.

    Dari uraian diatas kita dapat simpulkan Dirgantara sebagai salah satu tonggak penting Geostrategi Indonesia, sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa lebih meningkatkan mutu dan kualitas kedirgantaraan bangsa Indonesia. Ini menandakan bahwa peranan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IT) berperan sangat besar dalam implementasi Geostrategi Indonesia, khususnya di era Globalisasi ini.

    Daftar Pustaka
    http://en.wikipedia.org/wiki/Geostrategy
    http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96

    Endhy Bonusinmarch
    09/283973/PA/12761
    Ilmu Komputer

  44. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat pada era globalisasi, telah menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran dalam geostrategi di Indonesia semakin tinggi. Semua negara sudah merasakan dampak dari globalisasi tersebut. Globalisasi telah menyebar keseluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa ini yang lebih banyak dikendalikan oleh negara-negara maju, serta hubungan kerja sama yang terus meningkat terasa kurang seimbang.

    Apabila kita melihat posisi Indonesia akan terlihat bahwa Indonesia berada pada lokasi yang strategis. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi diantara benua Asia dan Australia serta diantara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia, menempatkan Indonesia menjadi daerah kepentingan bagi negara-negara dari berbagai kawasan. Posisi strategis ini menyebabkan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan ditingkat regional dan global menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kondisi Indonesia. Dalam era globalisasi abad ke 21 ini, perkembangan lingkungan strategis regional dan global lebih menguat pengaruhnya terhadap kondisi nasional karena diterimanya nilai-nilai universal seperti perdagangan bebas, demokratisasi, serta hak asasi dan lingkungan hidup.

    Salah satu pintu peran strategis Indonesia berada di Selat Malaka. Selat Malaka memang memegang peranan yang sangat penting, tidak hanya bagi negara-negara yang berada di sekitarnya, tetapi juga bagi negara-negara di dunia mengingat keberadaannya sebagai jalur perdagangan laut tersibuk kedua di dunia setelah Selat Hormuz. Posisi strategis inilah yang menjadikan Selat Malaka sebagai chokepoints of shipping in the world untuk lalu lintas perdagangan negara-negara di dunia, baik ekspor maupun impor, yang sebagian besar dilakukan melalui jalur laut.

    Bila diperhatikan lebih jauh kepulauan Indonesia yang duapertiga wilayahnya adalah laut membentang ke utara dengan pusatnya di pulau Jawa membentuk gambaran kipas. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.

    Menurut Ketua Komisi Nasional Intergovernmental Oceanographic Commission – UNESCO, juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc APU, meskipun memiliki potensi besar, masih banyak potensi laut Indonesia yang belum tergali, baik untuk kepentingan ekonomis, mitigasi bencana alam, lokasi geografis yang strategis, maupun untuk kepentingan global lain.

    Menurut Jan, perkembangan oseanografi di dunia memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat selama kurun waktu 26 tahun terakhir. Perkembangan itu dipicu oleh kemajuan teknologi observasi samudera berbasis satelit yang memberi data kondisi mutakhir dari perairan samudera, seperti temperatur salinitas, topografi muka air laut, dan lain-lain secara on-line ke pusat-pusat data oseanografi di berbagai belahan dunia.

    Dikatakan, teknologi pemantauan berbasis satelit itu diperkuat dengan autonomous drifter, suatu perangkat pencatat berbagai sifat laut yang terapung dan tenggelam secara teratur dan mengirimkan sinyal-sinyal hasil pencatatannya secara otomatis melalui satelit ke berbagai pusat-pusat data oseanografi di dunia.

    “Seluruh data di dunia itu diolah untuk dijadikan informasi yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi, serta maksud-maksud damai lainnya,” ujarnya.

    Menurutnya, Komisi Oseagrafi Internasional di bawah naungan UNESCO (IOC-UNESCO) telah mencanangkan bahwa tahun 2010 adalah merupakan tonggak pencapaian tahap operational oceanography, yaitu suatu tahap ketika seluruh data oseanografi dan iklim yang dipantau secara sistematis dan terus menerus, dipadukan secara simultan, real time, dan digunakan untuk kepentingan damai dari pemanfaatan samudera dan iklim di dunia. “Indonesia perlu menyikapi kesepakatan tonggak pencapaian ini secara terencana dan terpadu,” tandasnya.

    Selain memperhatikan aspek perairan, perlu juga memperhatikan dari aspek dirgantara di Indonesia dalam pemanfaatan IPTEK dalam implementasi geostretegi Indonesia. Dalam pemanfaatan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia aplikasi teknologi dirgantara memainkan peran yang sangat besar. Menyadari kebutuhan aplikasi teknologi dirgantara tersebut, Indonesia telah cukup lama menggunakan dan memanfaatkannya bagi pembangunan bangsa seperti transportasi udara, telekomunikasi, penginderaan jauh, observasi bumi dan lingkungan, navigasi, dan geodesi. Adanya transportasi udara antar wilayah di Indonesia telah memudahkan hubungan antar penduduk dan memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan cepat. Bahkan menyadari akan kebutuhan akan modal transportasi udara yang begitu efektif dan cepat menjangkau daerah-daerah, Indonesia pun telah mendirikan industri pesawat terbang yang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Selain itu sebagai negara berkembang pertama di dunia yang menggunakan satelit komunikasi domestik, aplikasi teknologi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar pada komunikasi antar wilayah Indonesia, penyebarluasan informasi, peningkatan kegiatan ekonomi dan menjadi perekat wilayah Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah saat ini maka diharapkan penggunaan telekomunikasi di daerah terpencil pun akan semakin meningkat.

    Berkaitan dengan posisi geografis, geostrategis dan geopolitis yang dimiliki oleh Indonesia maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan strategik global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Adanya Infiltrasi satelit asing terhadap pemantauan wilayah serta sumberdaya alam di Indonesia dan pencurian ikan senilai ratusan milyar rupiah per tahun oleh kapal-kapal asing karena kurangnya pemantauan adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi. Disamping itu, masalah air blank spot area di kawasan timur Indonesia yang menyebabkan mudah masuknya pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah Indonesia, masalah di wilayah perbatasan dan potensi masalah hankam nasional lainnya tefah memberikan gambaran betapa pentingnya kebutuhan akan teknologi dirgantara. Oleh karena itu, aplikasi teknologi dirgantara seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun non amphibi bagi keperluan transportasi antar pulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.

    Sumber referensi:

    http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/

    http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/16673

    http://chaerunisai-engineering.blogspot.com/2010/09/geostrategi-indonesia.html

    http://www.scribd.com/doc/44896533/kwn-1

    Oleh:

    Nama: Ikhwanurrohim
    NIM : 12357

  45. Peranan Iptek Dalam Implementasi Geostrategi Indonesia
    Marcel Jeconiah (09/283903/PA/12741)

    Geostrategi adalah suatu strategi pemanfaatan kondisi geografi dari suatu negara untuk menentukan kebijakan dan tujuan, serta menjadi sarana untuk mencapai tujuan nasional. Secara singkatnya, geostrategi adalah pemanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan tujuan politik.
    Geostrategi Indonesia dapat diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945 melalui proses pembangunan nasional dengan memanfaatkan lingkungan alam.
    Oleh karena tujuan itulah maka geostrategi Indonesia menjadi suatu doktrin pembangun bangsa sehinga diberi nama Ketahanan Nasional, yang merupakan perangkat penghubung kehidupan manusia dan budaya dengan memanfaatkan segala kekayaan alam. Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah dalam Ketahan Nasional, yaitu:
    a. Gatra letak dan kedudukan geografi
    b. Gatra keadaan dan kekayaan alam
    c. Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
    Di sisi lain, pada saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat sehingga menjadikan area lingkungan kita tidak lagi hanya lintas kota, pulau, atau negara, namun sudah melampaui lintas benua, atau dengan kata lain seluruh bumi. Era seperti ini biasa disebut era globalisasi. Dalam era ini, informasi dapat dibuat, diubah, disimpan, atau pun disebarkan dengan sangat cepat. Globalisasi telah menyebar ke seluruh dunia dengan hasil teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia dan menimbulkan perubahan yang sangat mendasar dalam tatanan hubungan antar bangsa. Hal ini telah menyebabkan ketergantungan terhadap fungsi dan peran geostrategi menjadi semakin tinggi.
    Indonesia pun tentunya tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi ini, bahkan harus dapat berperan di dalamnya. Dalam hal ini, membangun geostrategi Indonesia sangatlah penting. Membangun geostrategi Indonesia dapat dilakukan dengan memanfaatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk dan jasa yang berguna dalam geostrategi Indonesia. Pengembangan geostrategi Indonesia dengan disertai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendorong perkembangan geostrategi Indonesia secara lebih cepat dan efisien.
    Saat ini, Indonesia telah memanfaatkan teknologi transportasi darat, laut, atau pun udara seperti kereta api, kapal laut, maupun pesawat yang telah memacu hubungan antar pulau yang sebelumnya sulit terjangkau menjadi terjangkau. Akses hubungan ke seluruh wilayah di Indonesia pun menjadi semakin mudah. Adanya teknologi transportasi ini membuat pergerakan bangsa Indonesia menjadi lebih cepat dan juga memacu kegiatan ekonomi antar wilayah dengan lebih cepat.
    Selain itu, Indonesia juga telah menggunakan satelit komunikasi domestik yang sangat berguna dalam membangun jaringan komunikasi antar daerah di Indonesia. Dengan adanya teknologi telekomunikasi ini, penyebarluasan informasi menjadi lebih cepat.
    Di samping itu, Indonesia juga telah memanfaatkan aplikasi teknologi navigasi satelit juga memberikan manfaat sistem pemanduan berbagai modus transportasi, akurasi posisi dan penentuan ketinggian wilayah. Aplikasi teknologi penginderaan jauh memberikan berbagai informasi vital terkait dengan pertanian, kehutanan, tata ruang, manajemen lahan, pemetaan laut, perikanan, pengamatan lingkungan, pendugaan mineral dan manajemen banjir serta bencana alam. Analisis yang dilakukan berdasarkan pada integrasi data-data vital yang diperoleh dari antariksa dan data sosio-ekonomi menghasilkan strategi yang sangat penting bagi pengelolaan sumber daya alam, khususnya pada pengelolaan program ketahanan pangan dan penyediaan energi. Pada program ketahanan pangan data-data yang diperoleh tersebut bermanfaat pada pendugaan iklim dan cuaca, pendugaan luas panen, penentuan areal lahan pertanian, dan penentuan lokasi pencarian ikan.
    Dalam upaya pencarian sumber-sumber baru energi dan mineral, teknologi dirgantara merupakan satu di antara berbagai teknologi yang digunakan. Penggunaan teknologi dirgantara yang paling sederhana yaitu pemotretan permukaan bumi dari udara dan yang mutakhir yaitu altimetri satelit dan interferometri sistem penentu posisi global (GPS) dapat digunakan untuk menentukan posisi dari pasukan serta mencari sumber-sumber baru energi dan mineral. Di samping itu, pencitraan permukaan bumi dengan berbagai teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit merupakan peningkatan dari pemotretan udara yang sering terganggu oleh oleh awan. Hasil analisis citra tersebut digunakan untuk melakukan pemutahiran peta geologi atau keperluan penelitian untuk menemukan sumber-sumber baru energi dan mineral dan aspek-aspek lingkungan. Analisis pergerakan sesar-sesar aktif dengan menggunakan metoda interferometri satelit GPS juga dapat digunakan untuk meminimalisasi dampak seandainya terjadi gempa.
    Berkaitan dengan posisi geografis yang dimiliki oleh Indonesia, maka kebutuhan akan perlindungan dan mempertahankan kepentingan terhadap bumi, laut dan ruang udara di atas Indonesia dalam lingkungan global yang sangat dinamis mutlak dilakukan. Oleh karena itu, aplikasi teknologi seperti aplikasi satelit sebagai alat pemantauan baik terhadap kapal-kapal asing maupun terhadap wilayah perbatasan, pengembangan teknologi peroketan sebagai wahana peluncur satelit maupun untuk pengumpulan data cuaca, pengembangan iptek untuk optimalisasi manajemen sistem kedirgantaraan, pengembangan teknologi pesawat terbang berawak maupun tidak berawak baik amphibi maupun non amphibi bagi keperluan transportasi antar pulau (terutama wilayah perbatasan dan tempat terpencil), keperluan pertahanan, dan penggunaan teknologi radar sebagai peringatan dini harus mendapatkan perhatian dan prioritas utama.
    Dalam usaha pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia pada pulau-pulau terluar pun dapat memanfaatkan teknologi radar. Dengan teknologi ini, benda yang memasuki wilayah Indonesia dapat terdeteksi sehingga masuknya kapal-kapal asing ke dalam wilayah Indonesia dapat dicegah.
    Pemanfaatan energi angin dan matahari pun dapat digunakan untuk pengembangan geostrategi Indonesia. Pengembangan energi angin dan matahari ini sebenarnya sudah banyak dikembangkan oleh banyak negara untuk mengantisipasi kekurangan energi dari sumber mineral. Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa, dimana Indonesia memiliki sumber energi angin dan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun seharusnya memiliki potensi dalam pengembangan teknologi ini. Dengan pengembangan teknologi ini, ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi tak terbarukan menjadi berkurang.
    Namun, untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, kemampuan sumber daya manusia sangatlah dibutuhkan sehingga pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia ini adalah suatu keharusan.

    Sumber:
    http://mahasiswasibuk.co.cc/1_40_Geopolitik-dan-Geostrategi.html
    http://budikolonjono.blogspot.com/2010/11/geostrategi-indonesia_30.html
    http://miftachr.blog.uns.ac.id/2010/04/peran-dan-dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-dalam-bidang-dirgantara/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
    http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=16&mnorutisi=1

  46. Sejak AS, sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi, meluncurkan The National Infrastructure Information-nya pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Bulan Februari 1996 Inggris dan Jerman memperkenalkan kebijakan-kebijakan superhighways informasi mereka, yaitu The Information Society Initiative di Inggris dan program The Info 2000 di Jerman.

    Tak lama kemudian di tahun 1996, negara di Asia Tengah mengikutinya, seperti Filipina dengan Tiger, Malaysia dengan Multimedia Super Corridor (MSC) dan Singapura dengan Singapore-ONE. Dan di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.

    Beda antara Nusantara 21 dengan kebijakan superhighways informasi negara lain dapat ditunukkan dengan adanya evolusi teknologi. Beberapa pakar berfikir bahwa teknologi wireless yang didukung oleh satelit dengan orbit rendah mungkin dapat mewujudkan komunikasi broadband dengan baik. Tetapi hal tersebut rasanya tidak memungkinkan di Indonesia, mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan banyak yang buta huruf, sehingga masyarakat lebih memilih teknologi visual dan pembicaraan daripada teknologi dengan tulisan. Nusantara 21 juga mengakomodasi terhadap nilai nilai nasional, hal ini ditunjukkan dengan adanya “masyarakat informasi” yang sama digunakan di berbagai negara, visi sosial yang dikandungnya memiliki content local yang unik, yang berpijak pada nilai-nilai sosial dasar masing-masing masyarakat setiap negara. Di Indonesia, konsep superhighways informasi N21 tidak terlepas dari aspek Wawasan Nusantara yang heterogen dan Ketahanan Nasional, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, serta pertahanan keamanan, yang telah muncul sejak adanya konsep satelit. Bahkan N21 sesungguhnya merupakan pemutakhiran dari Palapa, dengan tetap menggunakan pendekatan pada nilai-nilai yang mempersatukan nusantara. Selain itu, N21 tercakup juga dalam program Multimedia Asia (M2A), program yang bertujuan mempersatukan wlayah Asia melalui telematika.

    Karena tuntutan zaman yang semakin maju, perang saat ini disebut juga “Perang Mutakhir” atau Network Centric Warfare. NCW melingkupi beberapa aspek penting yang harus dipenuhi. Pertama, NCW harus mampu mengumpulkan, memberikan, mengakses
    dan melindungi informasi. Kemudian NCW harus berkolabolarasi dalam
    domain informasi, yang
    membuat pasukan mampu
    meningkatkan tingkat
    informasi yang dimiliki
    melalui proses korelasi,
    penggabungan dan analisis.
    Keunggulan informasi karena banyaknya jumlah
    sumber dalam domain
    informasi juga merupakan aspek penting yang harus dipenuhi oleh NCW.

    NCW mendorong terjadinya perang asimetris, yaitu model peperangan yang dikembangkan dari cara
    berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan
    peperangan yang berlaku, dengan spektrum

    perang yang sangat luas dan mencakup aspek-
    aspek astagatra. Astagrata meliputi Trigatra; geografi, demografi, dan sumber daya alam
    dan Pancagatra; ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan
    budaya

    Perang asimetri selalu melibatkan peperangan
    antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol

    dari kekuatan yang tidak seimbang
    . Salah satu titik yang dijadikan infiltrasi pada perang ini adalah “Saluran Informasi”
    . Indonesia sendiri sebenarnya memiliki daftar
    panjang dijadikan sasaran perang asimetri
    . Semenjak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada
    17 Agustus 1945, Indonesia terus melakukan
    perang asimetri terhadap pendudukan Belanda hingga 1950
    , GAM, krisis Timor-Timur
    gerakan pengacau keamanan di Papua, dan gerakan lainnya.

    Ancaman asimetris yang tak kalah pentingnya adalah pada aspek Sosbud – Agama
    . Hal ini dapat terjadi di Indonesia karena tidak meratanya persebaran suku-suku di Indonesia
    . Bayangkan, di Indonesia terdapat 653 suku bangsa
    dari Sumatra hingga Jawa (kecuali Sumatra Selatan) dan hanya terdapat
    beberapa suku mayoritas
    . Di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, banyak sekali suku bangsa yang
    menghuni satu kota.
    Setengan dari jumlah suku bangsa berada di Papua
    dapat menjadi ancaman disintegrasi
    . Ancaman lainnya adalah demokratisasi yang
    terlewat batas, desentralisasi, dan pemekaran wilayah
    .

    Teknologi informasi berperan penting dalam menjalani perang asimetris. TI menduduki peranan utama dalam kehidupan sehari-
    hari, karenanya, teknologi informasi telah menjadi sesuatu yang bernilai

    sekaligus dapat menjadi senjata perusak. Ketika Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet terlibat perang

    dingin yang memuncak di tahun 1980-an, sungguh naif jika dikatakan Soviet hancur secara alamiah.

    AS melancarkan asymetric warfare terhadap Soviet.
    Amerika dan negara-negara barat pandai memainkan strateginya dalam
    perang informasi yang lebih bersifat psychological warfare
    . Secara ideologi, kemunculan glasnost dan perestroika sudah berhasil
    menyerang ideologis komunis yang telah lama menjadi perekat kesatuan
    Soviet.
    Peranan TI lainnya dengan pemanfaatan satelit yang dapat digunakan untuk kepentingan pertahanan dan
    keamanan, dan memiliki fungsi untuk mengambil potret

    sinoptik pada daerah konflik, jaringan informasi, pusat
    komando, serta pendeteksi serangan misil balistik asing
    .

    Sebagai ilustrasi perang asimetris, 70% kebutuhan komunikasi
    Departemen Pertahanan Amerika Serikat didukung
    oleh layanan komersial
    . Selama berlangsungnya perang Teluk tahun 1991

    diperlukan pelayanan komunikasi yang sangat
    masif
    . Dua belas satelit komersial mendukung kebutuhan
    komunilasi pertahanan dari Arab Saudi ke Amerika
    Serikat. Selain itu diperlukan juga 324 sambungan
    Trunk dan 30 sirkuit jaringan digital otomatis, yang
    kesemuanya dilayani oleh swasta dalam mendukung
    700.000 percakapan telepon dan 152.000 e-mail
    perhari-nya

    Menurut pandangan saya KOMINFO sebagai garda depan perkembangan TI di Indonesia harus dapat memenuhi beberapa kriteria guna mendukung geostrategi wawasan nusantara Indonesia. Kriteria tersebut diantaranya:
    1. Tersedianya akses komunikasi dan
    informatika yang merata di seluruh Indonesia
    untuk memperkecil kesenjangan digital.
    2. Tersedianya sarana, prasarana, layanan TIK
    di seluruh desa, daerah perbatasan negara,
    pulau terluar, daerah terpencil, dan wilayah
    non-komersial lain untuk mengurangi daerah
    blank spot
    3. Tersedianya akses dan layanan komunikasi
    dan informatika yang modern

    4. Tersedianya informasi dan layanan publik
    yang dapat diakses secara on-line
    serta berkembangnya industri (manufaktur) TIK

    Harapannya TI dapat menunjang secara penuh konsep komunikasi lancar, informasi benar, karena dengan adanya akses komunikasi yang merata dapat memperkecil
    terjadinya Asymmetric Information dan
    kesenjangan Digital
    . Namun perkembangan informasi ini harus diatur, untuk itulah diperlukan filtering informasi yang berpotensi
    merusak akhlak dan melemahkan mental juang
    generasi penerus bangsa
    . Ketahanan Nasional/Daerah adalah
    tanggung jawab kita semua
    , kemajuan Teknologi yang super cepat,
    menuntut generasi penerus untuk mampu
    mengikuti, bila perlu harus terjadi quantum leap dan
    menguasainya, agar tidak dilindas zaman

    sumber : http://kramli.staff.ui.ac.id/files/2010/04/Handout-Teknologi-Informasi-dan-Ketahanan-Nasional.pdf

    Ernes Budiman 08/269820/PA/12086

  47. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI
    GEOSTRATEGI INDONESIA

    Untuk mengetahui apa saja peranan IPTEK dalam implementasi geostrategi Indonesia lebih baik kita pahami dulu, apa itu geostrategi?
    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkung didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Dan geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, d sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepenting kesejahteraan dan keamanan.
    Geo-politik pada dasarnya digunakan untuk menerangkan dan meramalkan perilaku politik serta kapabilitas militer dalam terminologi lingkungan fisik manusia. Dimana sebagai sebuah wacana yang pada hakikatnya selalu berubah sesuai konstelasi jaman, tereduksi, bertambah atau “bermetamorfosis” dengan konsep yang benar-benar berbeda di era kekinian bahkan dimasa depan. Jika politik diartikan sebagai pendistribusian kekuasaan (power) serta kewenangan (rights) dan tanggung jawab (responsibilities) dalam kerangka mencapai tujuan politik (nasional), maka geografi politik berupaya mencari hubungan antara konstelasi geografi dengan pendistribusian tersebut diatas.
    Pada hematnya fenomena geografi politik di abad XXI ini mulai beranjak mempelajari interaksi spasial berbagai kekuatan atau kepentingan dalam medan politik dari lingkup nasional kearah global. Setelah diperoleh gambaran tentang adanya interaksi antara medan politik dengan morfologi maka para pemikir geopolitik berkesimpulan bahwa untuk mencapai tujuan (politik) haruslah diperhatikan kenyataan-kenyataan geografis atau geomorfologi agar dimungkinkan penyesuaian-penyesuaian tertentu sehingga pencapaian itu optimal melalui strategi yang khas sesuai dengan geo-morfologi yang ada dalam berinteraksi dengan actor negara maupun non negara di belahan bumi lain. Strategi semacam itu disebut geo-strategi. Sebagai mana doktrin dasar geopolitik sebagai contoh di sini adalah negara Indonesia, mengandung empat unsur utama yaitu :
    1. Konsepsi ruang, yang merupakan pengejawantahan dari pemikiran negara sebagai organisasi hidup
    2. Konsepsi frontier, yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan
    3. Politik kekuatan, yang menerangkan tentang kehidupan negara;
    4. Tentang keamanan negara dan bangsa, yang kemudian melahirkan geotrategi
    Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama transportasi, informasi dan komunikasi mampu menanggulangi setiap rintangan topografi dalam melakukan aktivitas kehidupan, apalagi di jaman post modern seperti saat ini. Dimana isu-isu geopolitik sudah mulai bergeser dari high politic ke low politic, seperti ekonomi, budaya dan teknologi dan informasi.
    Ada beberapa pakar yang memperdebatkan bahwa geopolitik sudah tidak relevan lagi karena aspek batas ruang sudah mulai hilang akibat globalisasi, dan pasang surut geopolitik sekarang trennya sedang menurun tapi di sisi lain ada juga yang menganggap bahwa geopolitik berdasarkan macamnya ada klasik, modern dan paska modern, dimana di dalamnya semua aspek low politic seperti yang tercantum di atas diklaim sudah termasuk di dalamnya, dan saya mendukung pandangan kedua. Bagaimanapun politik adalah sudut pandang utama dalam memandang semua permasalahan kehidupan dimana ekonomi, budaya, bahkan IPTEK tak bisa lepas dari pengaruh politik, dan selagi kita hidup dalam konsep keruangan dan wilayah yang mengglobal sekalipun maka tak lepas pula dari unsur geografi. Apalagi unsur negara masih menjadi actor utama dalam lingkup nasional, internasional, dan dunia untuk saat ini meskipun sudah mulai menurun akibat factor korporasi, seperti perdagangan bebas dengan actornya, MNC dan TNC. Menurut Ratzel, setiap bangsa yang menegara, haruslah memiliki konsep ruang, apabila tidak bangsa bersangkutan akan terdesak menjadi bangsa marginal dalam perpolitikan global.
    Pelajaran yang dapat ditarik adalah bahwa perluasan ruang gerak yang mendunia harus dilaksanakan secara serentak pada semua bidang, agar mereka bisa saling menunjang. Hal ini menjadi factor penjelas bagi keberadaan fenomena borderless. Untuk lebih jelasnya, sejarah awal di saat perang dingin berakhir, ternyata tidak menjamin terwujudnya keamanan dan perdamaian dunia. Konflik antar etnis/ras, terorisme, pencucian uang, penyelundupan manusia, perdagangan ilegal, narkoba adalah ancaman non tradisional, dan merupakan ancaman terhadap keamanan domestik, regional, dan global, masalah-masalah ini merupakan peralihan isu dari geopolitik modern yang fokus pada kesejahteraan negara ke geopolitik post modern. Kompleksitas keamanan global semakin bertambah dengan adanya upaya mengembangkan dan mempertahankan hegemoni melalui penguatan aliansi, pengembangan kemampuan militer, keunggulan teknologi, maupun dengan mempertahankan keunggulan ekonomi. Globalisasi yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi telah menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat dunia. Akses informasi semakin mudah dan cepat, dapat mencapai tempat lain tanpa memandang jarak dan batas negara. Batas suatu negara seakan-akan menjadi kabur dan seolah-olah menghadirkan dunia tanpa batas. Hakekat kedaulatan negara mendapat tantangan karena kewenangan negara berkurang jangkauannya dalam aspek tertentu. Seperti menghadapi arus informasi, negara tidak dapat sepenuhnya mengatur arus informasi, walaupun informasi tersebut dapat mempengaruhi perilaku warga negaranya.
    Segala kemudahan yang diperoleh dalam proses globalisasi mendorong ketergantungan antar negara, namun juga memaksakan kompetisi antar umat manusia, antar golongan, dan antar negara. Negara dan bangsa yang memiliki keunggulan akan mampu memenangkan kompetisi, berarti mampu mengejar kepentingan nasionalnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Seiring dengan kemajuan tersebut, tindakan ilegal dan kriminal lintas negara juga meningkat, dalam bentuk ancaman baru seperti terorisme, penyelundupan manusia, atau drugtraficking yang dilakukan secara terorganisasi. Jadi kesimpulannya walaupun geoplitik bukan merupakan ilmu pengetahuan tapi sebatas wacana namun dapat digunakan untuk membaca sekaligus memprediksi bagaimana tatanan dunia berkembang dari berbagai isu yang ada, dalam batasan aspek keruangan tentunya, di saat dulu, sekarang, atau masa yang akan dating, kecuali bila sudah mulai merambah ke luar angkasa yang belum jelas sekat ruangnya dan belum ada aturan yang membahas lebih lanjut baru geopolitik dikatakan tidak relevan.

    BIMO DWI SATRIO
    09/281236/PA/12376
    ILMU KOMPUTER

  48. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Perkembangan geopolitik dan geostrategi internasional berlangsung sangat cepat dan kompleks serta menghadirkan fenomena global yang mempengaruhi gelombang perubahan di Abad 21 ini. Perubahan tersebut berimplikasi terhadap tata kehidupan masyarakat dan hubungan antarnegara
    yang sangat dinamis. Globalisasi yang didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mendorong semakin ketatnya kompetisi antarbangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

    konsep Geostrategi adalah Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional.
    Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional.

    Ketahanan Nasional merupakan geostrategi Indonesia sebagai implementasi dari konsep geopolitik Wawasan Nusantara dalam mewujudkan daya tangkal nasional serta mempengaruhi ketahanan regional dan supraregional. Ketahanan Nasional pada hakikatnya berisi keuletan serta ketangguhan bangsa dan negara dalam menghadapi setiap ancaman dengan memberdayakan faktor ideologi, politik, ekonomi, militer, sosial budaya, agama, serta informasi dan teknologi. Faktor- faktor tersebut merupakan kekuatan nasional yang harus dipersiapkan dan dibangun sehingga menghasilkan suatu kondisi yang dinamis dan kondusif dalam mewujudkan daya tangkal bangsa. Ketahanan nasional diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.

    Ketahanan Iptek adalah kemampuan dan ketangguhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sehingga pemanfaatan, penguasaan dan pengembangannya secara dinamis dalam Pembangunan nasional dapat meningkatkan daya saing nasional yang tinggi dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.Kemampuan suatu bangsa dan negara dalam me manfaat-kan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menentukan keberhasilan dalam ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta ber-kembangnya budaya masyarakat.Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berperan dalam me-ningkatkan kemampuan sumber daya manusia mentransformasikan po-tensi ketiga aspek TRIGATRA : geografi, demografi dan SDA kedalam pembangunan segenap aspek kehidupan meliputi kelima aspek PANCA-GATRA yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan HANKAM.Memasuki era globalisasi akan terjadi persaingan yang semakin kuat di pasaran intemasional yang menuntut setiap negara mening-katkan daya saingnya. Daya saing terutama antara lain ditentukan oleh tingkat produktivitas, yaitu nilai keluaran yang dihasilkan oleh satuan tenaga kerja atau kapital dan dalam hal ini ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada intinya adalah dalam rangka menuju pada kemandirian bangsa, mengembang-kan identitas bersama, merealisasi potensi ekonomi, kebudayaan serta politik sebagai suatu kesatuan nasional yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia.

    Peran IPTEK Dalam Membangun Ketahanan Nasional :
    Penguasaan suatu bangsa akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan karena dapat:
    • Merupakan aset penting dalam pengembangan sektor perekonomian.
    • Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja.
    • Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global.
    • Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional.
    • Membangun struktur industri nasional yang kuat.
    • Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar modal.
    • Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi.
    • Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri.
    • Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality).
    • Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya tahan bangsa.

    Arti Penting Teknologi Telekomunikasi – Informasi:
    • Penunjang sistem pendidikan yang sesuai bagi negara kesatuan Indonesia yang berbentuk kepulauan.
    • Penunjang terlaksananya sistem informasi yang transparan dalam segala aspek bernegara.
    • Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi.
    • Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT).
    • Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk).
    • Mempengaruhi nilai-nilai sosial budaya masyarakat ke arah tatanan masyarakat yang lebih modern, berwawasan luas dan dinamis.
    • Menyediakan dan menjadikan informasi lebih bernilai guna bagi masyarakat.

    Faktor penunjang implementasi IPTEK dalam membangun ketahanan nasional:
    • Kebijakan pemerintah yang mendukung di segala sector utama.
    • Sistem / suasana yang kondusif bagi berkembangnya industri yang berdasarkan pada penguasaan teknologi, seperti industri telekomunikasi – informasi.
    • Kebijakan dan subsidi di bidang pendidikan yang akrab dengan teknologi informasi dan teknologi tepat guna, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan dapat mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan sumber daya lainnya bagi kemajuan dan ketahanan perekonomian bangsa.
    • Dukungan pemerintah pada pemberdayaan sektor perdagangan internasional yang efisien.
    • Program pembudayaan sarana media informasi maupun pemanfaatan teknologi telekomunikasi yang bernilai informasi tinggi, untuk lebih memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.
    • Dorongan pemerintah untuk merangsang sektor swasta lebih mengembangkan sistem pelatihan, penelitian dan pengembangan (R&D), seperti dalam bentuk pemberian intensif atau keringanan pajak bagi sektor swasta yang menanamkan investasi yang cukup besar di bidang R&D.
    • Peran sektor swasta dalam mengembangkan bidang R&D serta memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah.

    Daftar pustaka :
    http://mora-harahap.blog.co.uk/2007/05/08/strategi_bisnis_untuk_menjamin_ketahanan~2230512/ (7 mei 2010 08:22)
    http://umum.kompasiana.com/2009/04/23/strategi-ketahanan-nasional-bangkit-dari-krisis/ (7 Mei 2010 08:25)
    http://www.mail-archive.com/proletar@yahoogroups.com/msg09816.html
    http://rms46.vlsm.org/1/57.html
    http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=909
    http://www.ristek.go.id/index.php?mod=File&conf=frame&abs=1&file=file_upload/indikator/indikator.htm&bid=4
    http://www.leapidea.com/presentation?id=32
    http://www.khairudddinhsb.blogspot.com
    http://www.pai07aw.blogspot.com

    Ditulis oleh : Arif Wahyudi (09/287069/PA/12886)
    Program Studi Ilmu Komputer

  49. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menetukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Dalam strategi untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia, kita dapat menggunakan iptek ataupun teknologi informasi yang dimiliki anak anak bangsa dan sumber daya yang ada untuk melakukan geostrategi Indonesia sehingga tercapai cita cita bangsa ini.
    Sedikit mengingatkan bagi yang lupa tentang tujuan nasional bangsa ini yang mungkin juga sudah jarang mendengarnya. Tujuan nasional bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan undang undang dasar 1945. Diantaranya ialah membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial. Tujuan nasional bangsa tersebut menjadi acuan bangsa ini dalam setiap langkah yang dilalui.
    Iptek atau teknologi informasi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang mendukung geostrategi Indonesia sehingga dapat mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia ini, diantaranya ialah dapat mempersatukan masyarakat Indonesia sehingga tercipta nasionalisme Indonesia, dengan adanya teknologi Informasi ini juga dapat menegakkan hukum dan ketertiban, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, dan pengaktualisasi masyarakat Indonesia.
    Dengan teknologi informasi sekarang ini seperti televisi ataupun internet dapat menyatukan bangsa yang begitu luas ini dengan lebih mudah daripada jaman dahulu sebelum ada teknologi informasi seperti saat ini. Banyak contoh yang ada dari teknologi informasi untuk menyatukan bangsa ini. Salah satu contohnya ialah dengan adanya siaran televisi seperti kemarin waktu terdapat acara pertandingan sepakbola seasia tenggara di salah satu stasiun tv swasta, seluruh rakyat Indonesia seakan dipersatukan menjadi satu dengan adanya euforia sepakbola ini. Hati mereka seakan bersatu untuk membela timnas Indonesia yang sedang bermain melawan musuhnya. Hal seperti ini bagus untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air walaupun dimulai hanya lewat pertandingan sepakbola yang hanya beberapa menit tersebut. Masyarakat tidak lagi mementingkan lagi ras atau dari golongan mana mereka berasal, mereka bersatu atas nama Indonesia.
    Penegakkan hukum dan ketertiban juga dapat dilakukan dengan pemanfaatan iptek atau teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi maka penegakkan hukum atas kasus kasus pencurian, perampokan serta tindakan kejahatan lainnya seperti yang terjadi akhir akhir ini dapat terbongkar dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi ini. Contoh penggunaan iptek untuk masalah ini ialah penggunaan kamera perekam atau cctv untuk memantau setiap gerak gerik yang mencurigakan ataupun untuk mengawasi suatu tempat yang merasa perlu dilindungi sehingga hukum dapat ditegakkan di bangsa Indonesia ini.
    Pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia juga dapat lebih mudah dilaksanakan dengan implementasi iptek ataupun teknologi informasi yang ada. Banyak tindakan kejahatan yang mengancam pertahanan dan keamanan bangsa ini, seperti terorisme ataupun tindakan separatisme yang melakukan penyerangan dari dalam maupun dari luar bangsa ini. Tindakan tersebut dapat segera terindikasi sebelum mereka melakukan tindakan kejahatan. Pemerintah dapat melakukan tindakan penyadapan terhadap telepon ataupun situs situs di dunia maya milik mereka jika dirasa orang tersebut membahayakan bangsa Indonesia ini. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia karena akan lebih mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku kejahatan tersebut sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih terlindungi. Karena itu ialah tujuan nasional bangsa Indonesia, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia tercapai.
    Keadilan hukum dan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pun dapat ditegakkan dengan bantuan dari teknologi informasi, jaman dahulu untuk mendapatkan keadilan begitu susahnya untuk melapor harus menempuh banyak proses, sekarang dapat dilakukan di dunia maya sehingga mempermudah para korban untuk melapor jika tidak mendapat keadilan hukum ataupun sosial. Mereka dapat mengadukannya tanpa berbelit belit seperti dahulu.
    Dengan adanya teknologi informasi ataupun kemajuan iptek juga membuat tersedianya kesempatan rakyat Indonesia untuk mengaktualisasikan diri mereka. Sehingga mereka tidak menjadi masyarakat yang bodoh, sehingga bangsa ini tidak menjadi bangsa yang terbelakang yang selalu terbodohi serta selalu ditipu oleh pemimpin mereka. Masyarakat di jaman sekarang ini dapat melihat profil calon pemimpin mereka dengan mudah tidak seperti jaman dahulu. Setelah pemimpin terpilih, masyarakat pun sekarang dapat memantau semua aktifitas yang dilakukan oleh pemimpin mereka, jadi apabila para pemimpin melakukan kesalahan, masyarakat dapat mengetahuinya. Apabila bangsa ini masyarakatnya cerdas, maka Negara ini akan maju pesat dan menjadi Negara maju.
    Dengan adanya teknologi informasi juga kita dapat mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengambilan suatu daerah oleh bangsa lain. Kita dapat memetakan wilayah yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi yang ada sehingga bila terjadi pengklaiman dari bangsa lain kita bisa melawannya. Selain mempertahankan wilayah, kita juga mempertahankan budaya dari bangsa ini. Kita memberitahukan kepada dunia budaya yang kita miliki dengan kecanggihan teknologi seperti internet. Kita juga harus melawan jika terjadi klaim atas budaya bangsa kita.
    Apabila semua dari teknologi informasi atau iptek dapat digunakan secara semaksimal mungkin, maka akan mudah dalam pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan tercapai sehingga geostrategi Indonesia untuk mencapai tujuan nasional bangsa ini akan tercapai dengan lebih mudah.

    REFERENSI
    http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional

    nama: fauzan sandy pradana
    nim: 09/283455/PA/12561
    prodi: ILKOM

  50. Pada mulanya, istilah geostrategi biasa diartikan sebagai geopolitik untuk keperluan militer dan perang. Di negara kita Indonesia geostrategi merupakan sebuah metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 yang tentu saja dengan cara pembangunan nasional. Geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. Pembangungan nasional sangat sulit dilakukan jika ketersediaan fasilitas dan sumber daya manusia akan teknologi informasi tidak memadai.

    Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Dari ucapan dari salah satu pakar IBM tersebut dapat dibayangkan jika Negara Kesatuan RI belum menguasai dan belum mengimplementasikan iptek dalam hal ini teknologi informasi dalam menentukan geostratginya untuk melakukan pembangunan demi kemakmuran rakyat. Dalam hal pertahanan, di era teknologi ini, Indonesia belum mempunyai sistem radar yang layak untuk memantau seluruh wilayah di Indonesia, alat-alat perang dari negara lain mungkin lebih canggih dan bisa melewati radar secara tidak terliha. Itu hanyalah salah satu contoh bagaimana pentingnya IT dalam menyusun geostrategi di Indonesia.

    Pembangunan di Indonesia juga tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh dari luar negeri, pengaruh positif ataupun pengaruh negatif semuanya masuk, kitalah yang harus memilah-milahnya, salah satu jalur masuknya pengaruh dari luar negeri adalah teknologi informasi, seperti internet, televisi, dll. Banyaknya budaya-budaya luar negeri yang negatif yang masuk ken Indonesia dapat mempengaruhi perkembangan pembangunan Indonesia, sepertihalnya pornografi yang dapat merusak moral bangsa dan membodohkan, dapat merusak generasi muda dan pada jangka panjang dapat juga menghancurkan negeri ini. Ketahanan bangsa ini dalam menangkis pengaruh-pengaruh negatif dari luar negeri dapat dilihat dari tayangan-tayangan televisi yang banyak mempertontonkan film luar negeri yang tidak sesuai dengan sosial budaya yang ada di indonesia dan konten-konten di internet yang banyak sekali pornografi. Baru-baru ini situs wikileaks membocorkan dokumen-dokumen rahasia milik Amerika Serikat dan ada beberapa diantaranya mengenai Indonesia. Kita semua mengetahui bahwa sistem keamanan jaringan di AS sangatlah kuat, bagaimana mungkin wikileaks dapat mencuri dokumen-dokumen rahasia terebut. Bagaimana dengan dokumen-dokumen rahasia milik Indonesia? Kita semua harus sadar, serangan dari dunia maya bisa lebih hebat dari pada serangan militer biasa. Belum lagi dampak dari bocornya rahasia-rahasia AS yang diantaranya adalah hubungan antar negara yang dapat menjadi buruk. Dengan teknologi informasi, batas-batas negara menjadi ‘tidak ada’, semua orang bisa melihat kejadian-kejadian luar negri dengan sangat mudah. Dalam hal ini seharusnya pemerintah sadar bahwa serangan tidak hanya datang dari laut, darat, dan udara, tetapi juga dunia maya. Seharusnya pemerintah lebih bersikap agresif dengan situs-situs perusak moral bangsa, seperti mem-blok situs-situs tersebut. Kemampuan mem-blok situs-situs tersebut tentu saja harus didukung oleh kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi. Dan juga memperketat akses ke dokumen-dokumen yang penting untuk kesejahteraan masyarakat.

    Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.

    Indonesia diapit oleh negara-negara yang telah menguasai iptek seperti Jepang, Korea, China, India. Banyak sekali produk buatan negara-negara tersebut yang membanjiri pasar di Indonesia, seperti halnya komputer dan hand phone, bukan hanya Indonesia merupakan pasar yang bagus karena letak geografisnya yang strategis, tetapi Indonesia juga belum bisa memproduksi produk-produk tersebut, sehingga banyak produk dari luar yang masuk ke pasar Indonesia. Jika Indonesia bisa memproduksi misalnya hand phone, saya rasa devisa negara akan masuk dengan sangat besar dan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. pemerintah seharusnya paling tidak bisa mengembangkan komponen-komponen hardware untuk komputer dan handphone untuk bisa memakmurkan rakyat, karena saat ini handphone sudah bukan barang mewah lagi, bahkan murid SD bisa mempunyai handphone. Dengan itu ketahanan ekonomi Indonesia bisa menjadi lebih kuat.

    Zaman sekarang situs jejaring sosial sangat digemari oleh masyarakat, mulai dari anak muda sampai nenek-nenek. Banyak orang yang memberitahu aktifitas-aktifitas mereka, bahkan posisi keberadaan mereka. Bagaimana jika ini dipakai untuk memata-matai. Saat ini banyak pejabat-pejabat negara yang mempunyai akun-akun tersebut, seperti twitter, biasanya menggunakan blackberry, hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan negara karena keamanan dari situs jejaring sosial tersebut sangatlah lemah. Bisa saja intelijen negara lain memata-matai dari akun-akun jejaring sosial tersebut. Kita semua mengetahui bahwa BBM atau blackberry messenger mempunyai server yang berada di Kanada dan tidak bisa diakses oleh siapapun oleh negara luar, dapat dibayangkan jika pejabat-pejabat negara menggunakan fasilitas BBM untuk urusan negara, sama saja memberikan contekan kepada negara luar mengenai hal-hal negara Indonesia.

    Bagaimanapun teknologi informasi dapat dijadikan salah satu unsur untuk membuat geostrategi yang baik untuk kesejahteraan rakyat. Dan jangan lupa teknologi informasi juga bisa menjadi senjata makan tuan yang mematikan.

    NAMA: Prima Dermawan
    NIM: 09/283435/PA/12556
    Prodi: Ilmu Komputer UGM

    sumber:
    http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/09/geostrategi/
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://www.bombomers.co.cc/2009/10/implementasi-teknologi-informasi-untuk.html

  51. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Dewasa ini perkembangan teknologi komunikasi di dunia sudah semakin berkembang sangat pesat, semua pihak di berbagai belahan dunia berlomba-lomba dalam hal pengembangannya. Mulai dari situs jejaring sosial yang marak di kalangan remaja saat ini, sampai situs-situs resmi pemberitaan dari pemerintah. Kita pastinya bersyukur atas cepatnya perkembangan teknologi di jaman ini, karena pekerjaan kita pasti akan menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi. Sejatinya, perkembangan teknologi membuktikan bahwa semakin majunya kemampuan manusia dalam menggunakan nalar dan pikirannya, juga membuktikan bahwa semakin ahlinya manusia dalam hal pengelolaan nalar untuk pemenuhan kebutuhan.

    Sedangkan, Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Bisa dilihat pengembangan konsep geostrategi di Indonesia pada tahun 1965 (Tanas) bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nasional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Tahun 1972 Tanas dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai. Tahun 1978 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pemmbangunan nasional. Dari hal ini dapat dilihat bahwa geostrategi amat sangat penting untuk ketahanan Indonesia.

    Geostrategi juga amat sangat menunjang tugas pemerintah. Mulai dari menegakkan hukum dan ketertiban atau biasa disebut Law and Order, di mana bentuk ketertiban akan meningkat dan kesejahteraan dan kemakmuran yang tercipta semakin harmonis. Lalu terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan social, yang nantinya akan sangat menunjang kesejahteraan rakyat Indonesia.

    Akan tetapi tentu semua hal ini amat sangat berkaitan penting dengan pengembangan ilmu pengetahuan (iptek) khususnya pada bidang teknologi informasi. Karena secara tidak langsung, kelangsungan semua proses tersebut amat sangat berkaitan dengan teknologi informasi tersebut, mulai dari pencatatan informasi yang dimiliki, sampai penentuan kondisi geografisnya itu sendiri. Perkembangan teknologi melalui handphone saja sudah sangat membantu dalam penentuan kondisi geografisnya, mulai dari fitur GPS atau biasa disebut Global Positioning System. Kondisi letak koordinat dapat digunakan untuk penentuan berbagai hal, mulai dari ketinggian letak hingga penentuan lokasi seseorang atau musuh.

    Dilihat dari sifat geostrategi, terdapat dua macam sifatnya. Yang pertama bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk penangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indoesia. Peranan yang dipakai dunia teknologi informatika dalam hal ini bisa seperti contoh dalam pemakaian radar yang nantinya akan bisa mendeteksi siapa – siapa saja yang mendekat ke daerah perbatasan, atau mungkin siapa yang melanggar masuk ke daerah tersebut. Bisa juga sebagai sarana telekomunikasi dalam perundingan mengenai masalah atau konflik yang terjadi antar pihak yang terpisahkan oleh jarak. Lalu yang kedua Bersifat developmental atau pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Peranan teknologi informatika yang bisa dipakai dalam hal ini yaitu penggunaan sistem pengembangan seperti yang kita ketahui seperti dalam mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, yang terdapat metode – metode pengembangan suatu sistem. Mungkin saja metode seperti ini dapat diterapkan tidak hanya dalam sistem komputer, melainkan bisa pada peningkatan kekuatan bangsa dalam ideology, politik, ekonomi, social budaya, hankam, dsb. Bisa juga sebagai pengembangan sistem database apabila dalam pengimplementasiannya membutuhkan suatu sistem database untuk pendukung.

    Meskipun pada dasarnya sistem geostrategi amat sangat mengacu ke dalam ketahanan nasional, dimana ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun tidak langsung, membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan nasional. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia, serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, menyebabkan kondisi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan konteks strategis. Posisi seperti ini, berimplikasi pada terjalinnya kepentingan negara-negara lain dengan kepentingan nasional Indonesia.

    Mencermati dinamika konteks strategis, baik global, regional maupun domestik, maka ancaman yang sangat mungkin dihadapi Indonesia ke depan, dapat berbentuk ancaman keamanan tradisonal dan ancaman keamanan non-tradisional.
    • Ancaman kemanan tradisional berupa invansi atau agresi militer dari negara lain terhadap Indonesia diperkirakan kecil kemungkinannya. Peran PBB dan reaksi dunia internasional diyakini mampu mencegah, atau sekurang-kurangnya membatasi penggunaan kekuatan bersenjata oleh suatu negara untuk memaksakan kehendaknya terhadap negara lain.
    • Ancaman Non Tradisional Ancaman dari luar lebih besar kemungkinan bersumber dari kejahatan terorganisir lintas negara yang dilakukan oleh aktor-aktor non-negara, dengan memanfaatkan kondisi dalam negeri yang tidak kondusif. Perkiraan ancaman dan gangguan yang dihadapi Indonesia ke depan, meliputi terorisme, gerakan separatisme, kejahatan lintas negara (penyelundupan, penangkapan ikan ilegal), pencemaran dan perusakan ekosistem, imigrasi gelap, pembajakan/perampokan, aksi radikalisme, konflik komunal, dan dampak bencana alam.

    Hal ini juga tak luput dari pengimplementasian teknologi informatika dalam pelaksanaannya. Mulai dari sebagai alat pembatas agar tidak keluar batas, pengekang dalam keuletan penerapannya, hingga sebagai pendukung di aspek kekuatan nasional dalam mengatasi segala ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun yang tidak langsung.

    Referensi
    1. http://www.google.com
    2. http://www.wikipedia.org
    3. http://www.kompas.com
    4. http://www.scribd.com/doc/16535950/Geostrategi-Dan-Ketahanan-Nasional

    Nama : Lubab Saifuddin
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/281137/PA/12363

  52. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Sebelum kita membahas tentang peranan iptek dalam implementasi geostrategi Indonesia, kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan geostrategi Indonesia, implementasinya dalam bidang apa saja dan yang terakhir adalah peranan iptek didalamnya.
    Apakah Geostrategi Indonesia itu?
     Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana untuk mencapai tujuan nasional (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik).
     Awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang.Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional.
     Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita – cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945.
     Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Unsur – unsur utamanya terdiri dari kualitas keuletan dan kualitas kekuatan/ketangguhan.

    Apakah yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional?
    Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
    Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka karma) :
    1. Ancaman di dalam negeri
    Contohnya adalah pemeberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat indonesia.
    2. Ancaman dari luar negeri
    Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negeri.

    Peranan Iptek dalam implementasi Geostrategi Indonesia
    Dalam penguatan ketahanan nasional, Iptek merupakan faktor yang sangat penting selain memang SDM sebagai ujung tombak perubahan. Di beberapa negara industri baru, sektor yang dikedepankan untuk mempercepat pembangunan sekaligus sebagai sektor strategis yang mendorong perekonomian nasional adalah iptek. Iptek haruslah dilihat dalam pengertian luas mencakup ilmu-ilmu pengetahuan alam, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, teknologi, manajemen, serta seni dan desain. Hal tersebut merupakan faktor pendorong yang sangat vital dalam pembangunan dan pemandirian bangsa. Ketika arah pengembangan iptek dapat diselaraskan dengan arah-arah kegiatan pembangunan di berbagai sektor, performa proses pembangunan lebih efektif dan capaian pembangunan (output, outcome, dan dampak) terjamin sustainabilitasnya sebagai suatu ukuran keberhasilan dalam pengembangan ketahanan nasional. Sebaliknya, ketika kegiatan pembangunan tidak ditopang iptek, dapat terjadi gejala pembangunan berbiaya tinggi, kebergantungan pada bantuan iptek luar negeri, dan tidak berkelanjutan.
    Ketahanan Nasional sangat dipengaruhi oleh Ketahanan dan Kestabilan dalam bidang:
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial Budaya
    • Pertahanan Keamanan Nasional
    Berikut adalah peranan iptek dalam masing-masing bidang tersebut
    1. Bidang politik
    Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh
    berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah
    menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang
    teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut.
    Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

    2. Bidang ekonomi dan industri
    Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan
    teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
     Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
     Terjadinya industrialisasi
     Produktifitas dunia industri semakin meningkat
     Meningkatkan kualitas dan nilai sumber daya manusia di pasar tenaga kerja.
     Meningkatkan keunggulan daya saing produk dan jasa yang ditawarkan di pasar global.
     Meningkatkan nilai investasi suatu negara di pasar internasional.
     Membangun struktur industri nasional yang kuat.
     Meningkatkan nilai usaha di masa mendatang (future value) pada pasar saham.
     Membangun sistem perekonomian yang efisien tanpa adanya ekonomi biaya tinggi.
     Membangun akses pasar global yang efisien bagi setiap produk dan jasa dalam negeri.
     Mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain dengan menciptakan tingkat persamaan keberdayaan yang lebih seimbang (balance equality).
     Memperbesar peluang implementasi sistem multi resource bagi dunia usaha / industri untuk menghilangkan dampak ekonomi biaya tinggi.
     Membuka kesempatan akses ke pasar global bagi komoditas unggulan Indonesia secara lebih efektif dan efisien, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT).
     Membuka peluang bagi sistem pendanaan dunia usaha yang lebih efisien serta beresiko rendah (low risk).

    3. Bidang Sosial dan Budaya
    Peran teknologi dalam bidang ini diantaranya :
    1. Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia
    melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi
    telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa
    akan semakin kokoh.
    2. Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai
    konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan
    pekerja keras.

    4. Bidang Pertahanan dan Keamanan
    Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan komunikasi (Surapranata, 2010).

    Faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi ketahanan nasional terdapat dalam astagrata, meliputi Geografi, Demografi, Kekayaan Alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan.
    Referensi :
    http://file.upi.edu/Direktori/B%20-%20FPIPS/M%20K%20D%20U/196604251992032%20-%20ELLY%20MALIHAH/Silabi,%20SAp,%20Bahan%20Kuliah%20PKN,%20Elly%20Malihah/Tambahan%20PKn/GEOSTRATEGI.%20illging.pdf
    http://hendraabisgaul.blogspot.com/2010/02/geostrategi-indonesia.html
    http://sulisworo.wordpress.com/2010/07/20/pemilihan-faktor-kunci-ketahanan-nasional-dapat-mewujudkan-iptek-sesuai-cluster-potensi-sumber-daya-daerah/
    http://umum.kompasiana.com/2009/04/23/strategi-ketahanan-nasional-bangkit-dari-krisis/
    dirimu.files.wordpress.com/2010/03/ilmu-budaya-dasar.pdf

    Nama : Tika Kusuma Wardani
    NIM : 09/283569/PA/12612
    Prodi : Ilmu Komputer

  53. Topik yang menarik, ‘peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam implementasi geostrategi Indonesia’. Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. Tidak hanya itu sebenarnya, karena bukan hanya kemiliteran yang memanfaatkan geostrategi. Sebenarnya tidak hanya militer yang menggunakan sebagai salah satu sarana untuk mentukan geostrateginya, masih banyak bidang lain misalnya politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Sudah pasti sangat berhubungan antara IT dengan geostrategi. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas lebih dalam mengenai topik diatas.
    Sebagai langkah awal saya akan menjelaskan apa sebenarnya arti dari geostrategi itu sendiri. Geostrategi yaitu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan. Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi. Geostrategi juga untuk mewujudkan, mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogin.
    Teknologi berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia dalam menyelesaikan masalahnya. Sedangan teknologi Informasi memiliki beberapa pengertian diantaranya :
    Haag den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
    Martin (1999), Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
    Williams dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
    Masing-masing definisi diatas mengarah bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa tekologi komputer, tetapi juga teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.
    Dari pengertian diatas dapat diketahui yaitu salah satu pendukung pelaksanaan geostrategi ini yaitu dengan IPTEK atau lebih khususnya Teknologi Informasi karena geostrategi sangat membutuhkan informasi maupun mesin pengolah informasi sebagai pedoman dalam penentuan geostrategi itu sendiri. Dengan teknologi informasi maka proses jalannya informasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan di berbagai daerah di Indonesia dapat diketahui dianalisa kemudian diproses sehingga menghasilkan informasi baru yang dapat digunakan untuk menentukan kebijakan dalam pencapaian tujuan. Mungkin untuk lebih memperdalam saya paparkan mengenai implementasi TI dlam geostrategi beberapa bidang.
    Bidang Ekonomi :
    Bidang ekonomi ini yang menurut saya paling tampak memanfaatkan IT dalam Implementasi geostrateginya. Saya ambil contoh saja mengenai salah perusahaan Negara yaitu tambang minyak nasional ‘PERTAMINA’. Bicara mengenai pertambangan minyak sangat erat kaitannya dengan kondisi geografi. PERTAMINA sebagai subjek yang memerlukan informasi mengenai daerah-daerah potensial penghasil minyak. Disinilah peranan IPTEK ataupun IT dalam menyelesaikan permasalahan berikut. Dengan itu PERTAMINA dapat merancang geostrategi yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dengan masih dapat memperhatikan kestabilan lingkungan.
    Bidang sosial :
    Salah satu contoh dibidang sosial misalnya yang berhubungan dengan bencana Alam. Teknologi Informasi sangat diperlukan dalam tindakan preventive maupun dalam penanganan bencana. Saya ambil contoh saja seismograph. Seismograph sebagai salah satu contoh alat teknologi yang mengolah informasi getaran bumi sangat mendukung dalam perancangan geostrategi yang berhubungan dengan kegempaan yang pada akhirnya berhubungan dengan nilai sosial. Selain itu misalnya dalam salah satu usaha pemerintah untuk menurunkan nilai kemiskinan. Yang salah satu caranya yaitu dengan transmigrasi. Dibelakang pelaksanaan transmigrasi juga berperan IT sebagai salah satu alat atau sarana yang membantu dalam pelaksanaanya. Dalam pelaksanaanya transmigrasi sangat membutuhkan informasi mengenai persebaran penduduk diberbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya itu saja transmigrasi juga sudah pastilah memerlukan infomasi mengenai potensi daerah-daerah jarang penduduk. Transmigrasi ini merupakan salah satu wujud dari geostrategi.
    Bidang pertahanan dan keamanan :
    Kondisi geografi adalah hal yang sangat diperhatikan oleh pihak militer dalam upayanya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya geostrategi menjadi salah satu bagian penting dalam bidang kemiliteran. Lagi-lagi disini IPTEK maupun TI menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan ataupun mengolah informasi yang berhubungan dengan keadaan geografi Indonesia guna dijadikan acuan untuk menentukan strategi militernya. Dalam pertempuran prajurit TNI juga dituntut untuk dapat mempelajari medan. Salah satu contohnya yaitu system radar yang digunakan TNI dalam pemantauan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak sekali sebenarnya alat ataupun prasarana informasi yang digunakan oleh pihak kemiliteran. Contoh lain yaitu dengan penggunaan GPS atau Global positioning System. GPS adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India. GPS ini biasa digunakan oleh pihak militer pada saat patroli untuk mengetahui batas Negara terutama di laut lepas.

    Masih banyak bidang-bidang lain sebenarnya. Pada intinya IPTEK khususnya IT sangatlah berperan dalam implementasi geostrategi, yaitu sebagai sarana untuk mengumpulkan serta mengolah informasi terutama yang berhubungan dengan kondisi geografi. Yang pada akhirnya dijadikan acuan dalam penentuan geostrategic di masing-masing bidang.

    Referensi :
    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/01/definisi-teknologi.html
    http://www.scribd.com/doc/24946950/Pengertian-Teknologi-Informasi

    Nama : Arfan Fudyar Tanto D.N
    NIM : 09/281643/PA/12422
    Prodi : Ilmu Komputer

  54. Pada mulanya, istilah geostrategi biasa diartikan sebagai geopolitik untuk keperluan militer dan perang. Di negara kita Indonesia geostrategi merupakan sebuah metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 yang tentu saja dengan cara pembangunan nasional. Geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik. Pembangungan nasional sangat sulit dilakukan jika ketersediaan fasilitas dan sumber daya manusia akan teknologi informasi tidak memadai.

    Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Dari ucapan dari salah satu pakar IBM tersebut dapat dibayangkan jika Negara Kesatuan RI belum menguasai dan belum mengimplementasikan iptek dalam hal ini teknologi informasi dalam menentukan geostratginya untuk melakukan pembangunan demi kemakmuran rakyat. Dalam hal pertahanan, di era teknologi ini, Indonesia belum mempunyai sistem radar yang layak untuk memantau seluruh wilayah di Indonesia, alat-alat perang dari negara lain mungkin lebih canggih dan bisa melewati radar secara tidak terliha. Itu hanyalah salah satu contoh bagaimana pentingnya IT dalam menyusun geostrategi di Indonesia.

    Pembangunan di Indonesia juga tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh dari luar negeri, pengaruh positif ataupun pengaruh negatif semuanya masuk, kitalah yang harus memilah-milahnya, salah satu jalur masuknya pengaruh dari luar negeri adalah teknologi informasi, seperti internet, televisi, dll. Banyaknya budaya-budaya luar negeri yang negatif yang masuk ken Indonesia dapat mempengaruhi perkembangan pembangunan Indonesia, sepertihalnya pornografi yang dapat merusak moral bangsa dan membodohkan, dapat merusak generasi muda dan pada jangka panjang dapat juga menghancurkan negeri ini. Ketahanan bangsa ini dalam menangkis pengaruh-pengaruh negatif dari luar negeri dapat dilihat dari tayangan-tayangan televisi yang banyak mempertontonkan film luar negeri yang tidak sesuai dengan sosial budaya yang ada di indonesia dan konten-konten di internet yang banyak sekali pornografi. Baru-baru ini situs wikileaks membocorkan dokumen-dokumen rahasia milik Amerika Serikat dan ada beberapa diantaranya mengenai Indonesia. Kita semua mengetahui bahwa sistem keamanan jaringan di AS sangatlah kuat, bagaimana mungkin wikileaks dapat mencuri dokumen-dokumen rahasia terebut. Bagaimana dengan dokumen-dokumen rahasia milik Indonesia? Kita semua harus sadar, serangan dari dunia maya bisa lebih hebat dari pada serangan militer biasa. Belum lagi dampak dari bocornya rahasia-rahasia AS yang diantaranya adalah hubungan antar negara yang dapat menjadi buruk. Dengan teknologi informasi, batas-batas negara menjadi ‘tidak ada’, semua orang bisa melihat kejadian-kejadian luar negri dengan sangat mudah. Dalam hal ini seharusnya pemerintah sadar bahwa serangan tidak hanya datang dari laut, darat, dan udara, tetapi juga dunia maya. Seharusnya pemerintah lebih bersikap agresif dengan situs-situs perusak moral bangsa, seperti mem-blok situs-situs tersebut. Kemampuan mem-blok situs-situs tersebut tentu saja harus didukung oleh kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi. Dan juga memperketat akses ke dokumen-dokumen yang penting untuk kesejahteraan masyarakat.

    Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.

    Indonesia diapit oleh negara-negara yang telah menguasai iptek seperti Jepang, Korea, China, India. Banyak sekali produk buatan negara-negara tersebut yang membanjiri pasar di Indonesia, seperti halnya komputer dan hand phone, bukan hanya Indonesia merupakan pasar yang bagus karena letak geografisnya yang strategis, tetapi Indonesia juga belum bisa memproduksi produk-produk tersebut, sehingga banyak produk dari luar yang masuk ke pasar Indonesia. Jika Indonesia bisa memproduksi misalnya hand phone, saya rasa devisa negara akan masuk dengan sangat besar dan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. pemerintah seharusnya paling tidak bisa mengembangkan komponen-komponen hardware untuk komputer dan handphone untuk bisa memakmurkan rakyat, karena saat ini handphone sudah bukan barang mewah lagi, bahkan murid SD bisa mempunyai handphone. Dengan itu ketahanan ekonomi Indonesia bisa menjadi lebih kuat.

    Zaman sekarang situs jejaring sosial sangat digemari oleh masyarakat, mulai dari anak muda sampai nenek-nenek. Banyak orang yang memberitahu aktifitas-aktifitas mereka, bahkan posisi keberadaan mereka. Bagaimana jika ini dipakai untuk memata-matai. Saat ini banyak pejabat-pejabat negara yang mempunyai akun-akun tersebut, seperti twitter, biasanya menggunakan blackberry, hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan negara karena keamanan dari situs jejaring sosial tersebut sangatlah lemah. Bisa saja intelijen negara lain memata-matai dari akun-akun jejaring sosial tersebut. Kita semua mengetahui bahwa BBM atau blackberry messenger mempunyai server yang berada di Kanada dan tidak bisa diakses oleh siapapun oleh negara luar, dapat dibayangkan jika pejabat-pejabat negara menggunakan fasilitas BBM untuk urusan negara, sama saja memberikan contekan kepada negara luar mengenai hal-hal negara Indonesia.

    Bagaimanapun teknologi informasi dapat dijadikan salah satu unsur untuk membuat geostrategi yang baik untuk kesejahteraan rakyat. Dan jangan lupa teknologi informasi juga bisa menjadi senjata makan tuan yang mematikan.

    NAMA: Prima Dermawan
    NIM: 09/283435/PA/12556
    Prodi: Ilmu Komputer UGM

  55. PERANAN IPTEK (TI) DALAM IMPLEMENTASI GEOSTRATEGI INDONESIA

    Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan. Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik. Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional.
    1. Geostrategi : suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional
    2. Sistem kehidupan nasional adalah himpunan berbagai kelembagaan hidup bangsa sebagai sistem (ipoleksosbudhankam) sebagai subsistem yang dilengkapi dengan norma, nilai dan aturan
    3. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan, ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman baik datang dari luar maupun dari dalam.
    4. Cita-cita nasional kondisi yang lebih cerah dimasa depan sesuai dengan keinginan luhur yang terkandung dalam falsafah bangsa.
    5. Kepentingan nasional dari aspek keamanan dan kesejahteraan
    Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional
    Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Ketahanan Nasional diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.
    Konsepsi dasar Ketahanan Nasional

    Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :

    1). Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
    a). Gatra letak dan kedudukan geografi
    b). Gatra keadaan dan kekayaan alam
    c). Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

    2). Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :
    a). Gatra ideologi
    b). Gatra Politik
    c). Gatra ekonomi
    d). Gatra social budaya
    e). Gatra pertahanan dan keamanan.

    Terdapat hubungan korelatif dan interdependency diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral.

    Geostrategi Indonesia

    Geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman. Selain itu hubungan geopolitik dan geostrategi terdapat dalam astra gatra

    Komponen strategi astra gatra

    Tri Gatra(tangible) bersifat kehidupan alamiah
    • Letak geografi Negara
    • Keadaan dan kekayaan alam (flora, fauna, dan mineral baik yang di atmosfer, muka maupun perut bumi) dikelola denga dasar 3 asas: asas maksimal, lestari, dan daya saing.
    • Keadaan dan kemampuan penduduk (jumlah, komposisi, dan distribusi)

    Panca Gatra (itanggible) kehidupan sosial
    • IDEOLOGI → Value system
    • POLITIK → Penetapan alokasi nilai di sektor pemerintahan dan kehidupan pololitik masyarakat. sistem politik harus mampu memenuhi lima fungsi utama :
    a). Usaha mempertahankan pola, struktur, proses politik
    b). Pengaturan & penyelesaian pertentangan / konflik
    c). Penyesuaian dengan perubahan dalam masyarakat
    d). Pencapaian tujuan
    e). Usaha integrasi
    • EKONOMI (SDA, Tenaga kerja, Modal, Teknologi)
    • SOSBUD (Tradisi, Pendidikan, Kepemimpinan nasinal, Kepribadian nasional)
    • HANKAM meliputi faktor-faktor:
    a). Doktrin
    b). Wawasan Nasional
    c). Sistem pertahanan keamanan
    d). Geografi
    e). Manusia
    f). Integrasi angkatan bersenjata dan rakyat
    g). Material
    h). Ilmu pengetahuan dan teknologi
    i). Kepemimpinan
    j). Pengaruh luar negeri

    Peranan Iptek Dalam Geostrategi Indonesia

    Dalam Panca Gatra kehidupan Nasional yang meliputi bidang Pertahanan dan Keamanan terdapat faktor-faktor yang dapat mendorong untuk kemajuan bangsa serta berperan dalam Geostrategi Indonesia, salah satunya yakni faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Tidak dapat di pungkiri bahwa kemajuan suatu bangsa tidak dapat terpisahkan dari kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan yang merupakan unsur utama dalam pengembangan bidang Teknologi dalam suatu Negara. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga mendorong kemajuan di bidang lain seperti bidang Komunikasi, Sistem Pertahanan, Pengembangan SDA, dan lain-lain. Salah satu peranan Ilmu pengetahuan dan Teknologi ialah dalam Sistem Pertahanan Nasional yakni dengan cara pengembangan teknologi untuk bidang komunikasi dalam rangka menjaga keutuhan bangsa.

    Negara Indonesia merupakan Negara berbentuk kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau dengan Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Merupakan Negara yang terluas ke 15 di dunia. Mengingat luas Negara yang cukup besar dan dari fakta yang ada yang menjelaskan bahwa Negara Indonesia merupakan Negara dengan kepulauan terbesar di dunia, maka faktor Komunikasi sangat penting dalam hal nmenjaga keamanan dan ketahanan nasional. Hal ini dapat di lakukan dengan pengembangan Iptek untuk bidang Komunikasi untuk pertahanan pada wilayah-wilayah yang sulit di jangkau sehingga dapat memudahkan untuk mengontrol dan mengakses seluruh wilayah Indonesia.

    Pengembagan Iptek dalam pembuatan persenjataan juga di butuhkan untuk membuat peralatan perang yang lebih canggih dan mutakhir sehingga tidak kalah dalam hal keakuratan serta jarak jelajah dari sebuah senjata. Penggunaan iptek dalam dunia kemiliteran juga di gunakan untuk Radar pada kapal-kapal penjelajah penjaga perbatasan serta Radar pada pos-pos perbatasan dengan Negara tetangga.

    Dalam usaha pemupukan nasionalisme untuk memperkuat Ketahanan Nasional, maka pengaruh iptek sangatlah penting, yakni dalam bidang pendidikan. Ilmu pengetahuan dan Teknologi dalam bidang pendidikan di perlukan untuk memberikan gambaran tentang apa-apa saja yang ada dan yang perlu di kembangkan. Dalam hal ini pengaruh Ilmu pengetahuan dan Teknologi untuk membangun tingkat kesadaran akan nasionalisme serta implementasi dalam kehidupan sehari-hari bisa di wujudkan dalam pendidikan kewarganegaraan. Kesadaran akan sebuah kesamaan untuk membangun dan memajukan bangsa ini merupakan aspek utama membangun jiwa Nasionalisme. Iptek sebagai salah satu sumber pengembangan ilmu pengetahuan juga mampu memberikan sumbangsih untuk menanamkan jiwa nasionalisme dalam diri setiap warga Negara dengan cara memberikan gambaran tentang jiwa hidup dan cita-cita bangsa yang di wujudkan dalam hal persatuan dan kesatuan serta dalam usaha mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi
    http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-indonesia.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

    Nama : Dirhan Setiawan Umasugi
    NIM : 09/284123/PA/12813
    Jurusan : JIKE
    Prodi : Ilmu Komputer

  56. Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional dimulai dari pribadi kita sendiri, lalu keluarga, masyarakat dan sistem sosial dan terakhir bangsia dan negara. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.
    Aspek-aspek yang dilihat pada geostrategi Indonesia adalah aspek idiologi dan konstitusi, aspek kewaspadaan, aspek sosial budaya dan agama, aspek politik dan pemdagri (termasuk pemerintahan daerah), dan aspek perekonomian. Salah satu cara yang dilakukan Indonesia atau strateginya adalah dengan demokrasi. Untuk sejahtera dan aman diperlukan demokrasi yang akan menyatukan keragaman. Walaupun demokrasi bukan satu-satunya cara hanya salah satu cara yang ditempuh Indonesia. Karena Indonesia adalah negara yang beraneka ragam, yang tidak sedikit masyarakatnya masih menganut paham patternalistik.
    Indonesia juga harus mewaspadai perkembangan yang terjadi terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia. Apalagi jalur suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa negara melewati perairan Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan Amerika Serikat, misalnya, seIndonesiar 70% pelayarannya melewati perairan Indonesia. Karenanya sangat wajar bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur pasokan minyak ini, termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan lain-lain. Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran strategis, memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab pasti dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. Australia misalnya, sangat kuatir bila Indonesia mengembangkan kekuatan angkatan laut, yang pada gilirannya dapat memperketat pengendalian efektif semua jalur pelayaran di perairan nusantara.Penetapan sepihak selat Sunda dan selat Lombok sebagai perairan internasional oleh Indonesia secara bersama-sama ditolak oleh Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Jepang, Inggris dan Selandia Baru. Tentu apabila dua selat ini menjadi perairan teritorial Indonesia, maka semua negara yang melintas di wilayah perairan ini harus tunduk kepada hukum nasional Indonesia, tanpa mengabaikan kepentingan internasional.
    Untuk itu peranan IPTEK (TI) dalam implementasi geostategi Indonesia sangatlah penting. Seperti pendapat pakar geopolitik dan geostrategi, Kenichi Ohmae yang menyatakan dunia tanpa batas (borderless world). Hilangnya batas-batas negara karena perkembangan teknologi informasi. Perkembangan akhir teknologi komunikasi dewasa ini adalah fenomena perkawinan antara teknologi komputer dan telekomunikasi yaitu internet. Kajian dalam bidang teknologi ini telah memposisikan internet sebagai konvergensi. Internet mampu menampilkan teknologi media yang sebelumnya berkumpul bersama dalam dunia maya dan bisa diakses dari segala belahan dunia secara ”real time”. Saat ini kita yang ada di Indonesia bisa baca majalah Time, Herrald Tribun yang terbit dari belahan negara lain secara real time bersamaan dengan masyarakat yang berada di dekitar wilayah dimana media tersebut terbit. Bukan hanya media cetak yang sudah bisa diakses melalui internet, tetapi radio dan televisi. Atau contoh kasus baru-baru ini tentang bocornya dokumen-dokumen rahasia negara yang dimuat di wikileaks. Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Perkembangan teknologi yang tiada henti memungkinkan manusia untuk berekspresi dan saling berkompetisi untuk menemukan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang baru.
    Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
    Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang hancur ditelan krisis saat ini. Karena dengan memanfaatkan teknologi informasi, ketahanan nasional dapat tercapai.

    Sumber:
    http://www.geounesa.net/news/index.php?option=com_content&view=article&id=87:geostrategi-indonesia-dalam-kepentingan-teritorial&catid=54:geografi-politik&Itemid=96
    http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3943
    http://www.bombomers.co.cc/2009/10/implementasi-teknologi-informasi-untuk.html
    http://inherent.ub.ac.id/vlm/mod/resource/view.php?id=142

    Nama :Yolanda Sri Rahayu
    NIM :09/284019/PA/12782
    Prodi :Ilmu Komputer

Silakan tulis komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s