50 comments on “PERANAN MAHASISWA DALAM MENGURANGI/MENGELIMINASI PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI OLEH GENERASI MUDA

  1. Peranan mahasiswa dalam mengurangi/melegitimasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda.
    Berdasarkan pada Pasal 4 UU ITE Tahun 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini khususnya bagi bangsa Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan public serta memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi. Selain banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknologi informasi terutama internet , banyak pula penyalahgunaan yang dilakukan. Apalagi dengan banyaknya pengguna baru yang terus bertambah setiap harinya, maka tingkat penyalahgunaan pun akan semakin meningkat. Bentuk penyalahguanaan yang sering ditemukan diantaranya penipuan, pencurian, pencemaran nama baik, pembajakan, penyalahgunaan hak cipta, dan sebagainya. Penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi ini telah membuat kerugian material maupun non-material bagi sebagian orang, khususnya para pengguna internet.
    Menurut saya mahasiswa merupakan salah satu pengguna teknologi komunikasi yang seharusnya bisa mengurangi peyalahgunaan teknologi komunikasi yang menerti dampak yang negative dan sebagai kalangan akademis yang seharusanya membantu untuk mengurangi enyalah gunaan teknologi komunikasi. Dengan mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi maka mahasiswa telah melakukan aktivitas bela Negara. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi peyalahgunaan teknologi komunikasi seperti : memberikan gambaran buruk kepada masyarakat umum yang belum tau akan dampaknya, memberikan contoh yang baik dan tidak melakukan pelanggaran tersebut agar menjadi suri teladan bagi masyarakat umum dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi penyalahgunaan teknologi infromasi.
    Upaya pencegahan yang dilakukan pada level menengah yaitu peran mahasiswa dalam menghimbau masyarakat tentang etika penggunaan teknologi informasi. Salah satunya dengan mengadakan seminar tentang penggunaan teknologi informasi yang beretika. Ataupun dengan menghimbau sesama teman mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi dengan tidak melanggar dan merampas hak-hak orang lain yang dapat menimbulkan permasalahan di dunia nyata.
    Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masalah ini tidak lepas dari etika dari para pengguna dan hukum untuk menjerat para pelaku penyalahgunaan tersebut. Di Indonesia sendiri landasan hukum teknologi informasi tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Didalamnya menjelaskan bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah memperngaruhi lahirnya bentuk – bentuk perbuatan hukum baru. Selain itu menjelaskan bahwa penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi harus terus dikembangkan untuk menjaga , memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan pertauran perundang-undangan demi kepentingan nasional. Oleh karena itu harus ada peran masyarakat untuk mengontrol penggunaan dari teknologi informasi dan komunikasi.
    Penggunaan pasal tersebut dengan tepat dan memberi hukuman bagi siapa saja yang melanggar agar ada efek jera bagi mereka yang ingin melakukan hal tidak baik tersebut. Akan tetapi jangan dijadikan pasal karet yang salah dan tidak tepat sasaran.
    Diah Pita Sari/ 053070319
    Upn kom.

    refrensi
    google.com

  2. Banyak sekali manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
    perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat moderen saat ini dan masa depan. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara. Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan moderen dari masyarakat informasi akibat kemajuan
    pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.

  3. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia

    Perkembangan teknologi komunikasi informasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, sudah hampir semua lapisan masyarakat dapat mengakses internet dikarenakan biayanya yang semakin murah. Internet memang akan membawa banyak kegunaan dan semakin memudahkan pekerjaan kita. Namun, disamping itu masih banyak dampak negatif dan penyalahgunaan internet yang khususnya dilakukan oleh generasi muda. Misalnya adalah mengakses situs-situs porno, penyalahgunaan penggunaan situs jaring sosial, terlalu banyak bermain game, plagiarisme, dll.

    Mahasiswa dapat memberikan peranannya untuk mengatasi/mengurangi terjadinya penyalahgunaan ini. Khususnya untuk mahasiswa pada prodi ilmu komputer yang notabene lebih dekat dan memahami teknologi. Untuk mahasiswa pada prodi/jurusan lain juga dapat memberikan kontribusinya untuk mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi informasi sesuai dengan keahliannya di bidangnya masing-masing.

    Berdasarkan data statistik pencarian di internet, diketahui bahwa kata “sex” dan “porno” adalah kata yang paling banyak dicari di internet. Itu berarti situs porno adalah situs yang paling banyak dikunjungi di internet. Dari data yang ada, generasi muda lah yang paling banyak mengakses situs porno tersebut. Penyalahgunaan ini jelas akan merusak moral dan mengurangi produktivitas mereka sebagai generasi penerus bangsa ini. Jika dibiarkan, bangsa ini akan semakin terpuruk saja karena generasi mudanya sudah banyak yang dirusak oleh hal-hal negatif seperti ini.

    Mahasiswa dapat memberikan kontribusinya untuk mengurangi penyalahgunaan generasi muda ketika mengakses internet. Khususnya untuk mahasiswa prodi ilmu komputer, dapat menciptakan suatu software yang dapat mencegah suatu komputer mengakses situs porno. Kalaupun mahasiswa belum mampu menciptakan software sejenis ini, mahasiswa bisa saja mencari atau merekomendasikan software yang sudah diciptakannya sebelumnya oleh pengembang dari luar negeri. Dengan adanya software ini, hampir semua masyarakat di tanah air akan lebih positif dalam menggunakan komputer. Software ini akan menghalangi penggunanya ketika mengakses situs porno, dan memblok situs tersebut sehingga tidak bisa diakses dari komputer tersebut. Orang tua tidak perlu lagi khawatir anaknya akan mengakses situs-situs yang porno. Bahkan juga tidak hanya untuk situs porno, situs-situs berbahay lainnya seperti situs penipuan, berisi virus, dan situs berbahaya lainnya dapat juga dicegah oleh software ini.

    Selain peranan dari software anti-porno, mahasiswa juga dapat menuntut agar pemerintah lebih tegas untuk memberikan aturan pencegahan akses ke situs porno. Saat ini, pemerintah sudah menetapkan aturan tersebut, tapi masih belum tegas. Pemerintah sudah mulai merekomendasikan agar ISP (Internet Service Provider) atau penyedia internet di Indonesia untuk memblok akses situs porno dari servernya, sehingga seluruh pengguna internet dari provider tersebut tidak dapat mengakses situs porno. Tapi, ini masih berupa rekomendasi, sehingga tidak semua ISP di Indonesia memblok situs-situs porno. Saat ini contohnya Indosat sudah mulai memblok akses penggunanya ke situs porno dan situs berbahaya. Jika penggunanya mengakses situs tersebut maka yang ditampilkan adalah hanya tampilan kosong dan peringatan bahwa situs tersebut sudah tidak dapat diakses.

    Selain masalah penyalahgunaan pengaksesan situs porno, penyalahgunaan lainnya adalah penyalahgunaan dalam mengakses situs jejaring soasial, misalnya facebook. Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati. Kasus Prita Mulyasari, Bibit-Chandra, dan balita Bilqis yang menggalang dana untuk biaya operasinya, merupakan beberapa kasus yang sempat marak di situs Facebook.

    Namun siapa sangka, fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya, saat ini justru kerap disalahgunakan. Beberapa kasus penyalahgunaan Facebook mulai bermunculan. Contohnya Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Jombang, menjadi salah satunya. Latifah menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan. Selain kasus Latifah, kasus lainnya misalnya adalah penghinaan lewat facebook. Pernah terjadi penghinaan oleh seorang mahasiswa ITB terhadap yang berbau SARA tentang Papua.

    Peranan mahasiswa untuk mengurangi penyalahgunaan penggunaan facebook, bisa dimulai dengan mensosialisasikan dan mengajak pada teman-temannya atau bahkan lebih luas lagi pada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan facebook. Misalnya untuk kasus Latifah di atas, jika dia lebih berhati-hati berkenalan dengan orang-orang baru di Facebook, kasus tersebut tidak akan terjadi. Dan pada kasus penghinaan oleh mahasiswa ITB, hal itu tidak akan terjadi jika dia lebih berhati-hati dalam berkata-kata lewat status facebook-nya.

    Terlalu banyak bermain game juga bisa dikatakan penyalahgunaan teknologi. Generasi muda saat ini sudah cukup banyak yang kecanduan game sehingga tidak konsentrasi lagi pada pelajarannya di sekolah atau perkuliahan. Kebanyakan generasi muda yang kecanduan game akan rusak nilainya baik yang masih sekolah menengah atau sudah kuliah. Akibatnya kualitas generasi muda bangsa ini akan semakin terpuruk. Jadi masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada peranan baik dari pemerintah atau bahkan dari mahasiswa untuk mengurangi kecanduan game pada generasi muda ini.

    Peranan mahasiswa untuk mengurangi kecanduan game pada generasi muda ini dapat dimulai dari menasehati teman-teman terdekatnya agar tidak terlalu banyak bermain game. Mahasiswa dapat menyarankan pada teman-teman dekatnya untuk lebih aktif dalam kegiatan lain yang positif dan berguna, misalkan mengajaknya ikut berorganisasi di kampus atau membuat karya-karya yang berguna bagi masyarakat luas.

    Pada akhirnya, penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi memang tidak bisa dieliminasi 100%. Mahasiswa dituntut untuk aktif berperan mengurangi penyalahgunaan ini. Sehingga kemudian generasi muda Indonesia masih dapat menikmati perkembangan teknologi terkini tanpa harus diganggu oleh efek-efek negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan tersebut. Dan khususnya untuk pengaksesan internet, akan tercapai tujuan kita bersama yaitu internet sehat dan manfaat.

    Nama : Zainuddin Nafarin
    NIM : 09/283528/PA/12592
    Prodi : Ilmu Komputer

  4. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGURANGI/MENGELEMINASI PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI OLEH GENERASI MUDA INDONESIA

    Mahasiswa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diklasifikasikan sebagai kata benda yang artinya “orang yang belajar di perguruan tinggi”. Namun juga tidaklah benar jika kita hanya memahami arti dari kata mahasiswa secara harafiah saja. Mahasiswa disebut sebagai siswa yang “maha” karena memang mahasiswa tidaklah diharapkan hanya menjadi seorang yang berkewajiban menuntut ilmu semata. Benar jika mahasiswa berkaitan erat dengan study, akan tetapi makna kata “mahasiswa” mengalami perluasan makna yang tidak hanya sebagai subyek pembelajar yang hanya duduk di bangku kuliah, menghapal pelajaran demi mendapatkan nilai yang sempurna di setiap ujiannya. Mahasiswa dituntut untuk menjadi seorang ikon-ikon pembaharu yang peduli terhadap situasi sekitarnya sebagai sebuah bagian dari warga negara.
    Teknologi informasi merupakan tolok ukur dari kemajuan peradaban dunia. Saat ini teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputasi yang terbatas hanya pada orang-orang tertentu yang secara khusus dapat memahaminya, melainkan juga terus berkembang hingga menjadi suatu teknologi universal yang dapat digunakan oleh orang awam sekalipun. Internet adalah contohnya. Internet yang awalnya dikembangkan hanya untuk kepentingan militer telah menjelma sebagai suatu lambang kemajuan teknologi yang paling memasyarakat. Internet tidaklah suatu yang bersifat tersier lagi, internet dapat dengan mudah dan murah ditemukan di kehidupan sehari-hari.
    Penyalahgunaan teknologi informasi, internet khususnya, juga merupakan suatu ciri akan eksistensi teknologi tersebut. Maksudnya bukan bahwa dimana ada teknologi yang berkembang akan ada penyalahgunaan yang terus menerus dilakukan, melainkan bahwa dimana ada teknologi yang berkembang maka juga akan ada penyalahgunaan yang menyertainya. Beberapa contoh penyalahgunaan teknologi informasi yang melalui teknologi internet antara lain adalah plagiasi akan hasil karya orang lain. Hal ini sering terjadi karena kurang sadarnya penghargaan akan hasil karya orang lain dengan tidak mencantumkan sumber referensi atau kutipan. Lalu juga pencemaran nama baik sering terjadi di dunia internet. Kebanyakan pengguna internet merasa bahwa mereka dapat melakukan tindakan sebebas-bebasnya di internet tanpa harus bertanggung-jawab atas apa yang mereka ungkapkan. Pornografi juga merupakan masalah pelik yang muncul dalam internet. Kebebasan yang begitu tinggi menyebabkan begitu mudahnya akses mendapatkan konten pornografi di internet.
    Maka disinilah peran mahasiswa sebagai ikon pembaharu dibutuhkan. Mahasiswa ilmu komputer khususnya sebagai cendikiawan muda yang ilmunya berhubungan dengan perkembangan teknologi informasi sebenarnya dapat berperan penting dalam mengurangi penyalahgunaan-penyalahgunaan tersebut.
    Kita dapat membantu mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi dengan cara ikut berperan aktif dalam sosialisasi dan edukasi pengguna internet. Kita harus menerangkan bahwa di Indonesia sering terjadi penipuan melalui internet. Contohnya adalah penipuan melalui jejaring sosial facebook. Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya. Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan. Selain kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook. Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut. Masing-masing orang ditawarkan dengan kisaran harga 600 ribu hingga 800 ribu rupiah. Ada juga kasus Nova, remaja yang masih duduk di bangku SMP yang kabur bersama Arie Power, kenalannya di Facebook. Berbagai contoh tersebut menunjukkan masih sedikitnya kesadaran akan menggunakan internet yang sehat dan aman. Sebagai mahasiswa ada berbagai jalan dalam upaya mengurangi korban-korban tersebut muncul lagi. Kita dapat membuat semacam seminar yang menerangkan akan berbagai upaya demi kesadaran internet sehat muncul di masyarakat. Atau kita juga dapat turun ke masyarakat langsung untuk membuat gerakan internet sehat agar internet sehat dapat dengan jelas dipahami oleh masyarakat umum. Bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai LSM yang terkait demi kampanye internet sehat tentulah juga sangat baik karena dengan membawa nama instansi pemerintah yang terkait dan LSM tentunya akan meningkatkan animo masyarakat akan kampanye yang kita lakukan. Kita harus menerangkan bahwa tidak semuanya aman di dunia internet. Semua orang dapat menjadi korban termasuk kita apabila kita tidak waspada. Melalui cara edukasi masyarakat kita dapat membuat berbagai macam program yang bersifat edukasi internet sehat. Contohnya antara lain adalah membuat web edukasi, software edukasi interaktif, game edukasi untuk pengenalan internet sehat sejak dini, dan lain lain. Disinilah peran nyata mahasiswa ilmu komputer dibutuhkan, jadi ilmu yang kita miliki tidaklah untuk kepentingan diri atau golongan semata, tapi juga untuk kepentingan masyarakat bersama.
    Lalu dalam hal plagiasi, hal ini juga sering ditemukan. Akses internet yang memberikan kemudahan luar biasa dalam mencari dan menemukan berbagai artikel membuat mental plagiat berkembang. Banyak sekali karya tulis yang ternyata setelah ditelusuri hanya merupakan jiplakan dari karya tulis orang lain tanpa ada sedikitpun keterangan atau acuan kepada sumber aslinya. Tentu hal ini sangat merugikan bagi penulis aslinya.
    Internet juga selain memberikan kemudahan yang luar biasa dalam pencarian data ternyata juga membuat berbagai tindak kejahatan menjadi gampang dilakukan. Contohnya adalah judi online. Hal ini sangat marak beberapa tahun belakangan. Judi tidak perlu lagi saling berkumpul karena hanya akan membuat mereka terancam bahaya. Para penjudi kini dapat dari rumah masing-masing melakukan tindakan judi tanpa harus berkumpul terlebih dahulu. Hal semacam ini juga perlu mendapat perhatian khusus, dan dengan telah diterbitkannya undang-undang ITE maka kita dapat dengan lantang memberikan perlawanan terhadap situs-situs semacam ini. Apabila kita menemukan suatu situs yang melanggar hukum maka kita dapat melaporkannya. Jadi kita juga harus aktif ketika menggunakan internet, jangan hanya sebagai pengguna yang pasif.
    Demikianlah berbagai macam penyalahgunaan yang terjadi di dunia internet, dan berbagai macam contoh hal-hal yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa ilmu komputer khususnya dalam mengurangi atau mengeliminasi penyalahgunaan yang terjadi di internet. Semoga kita mahasiswa sebagai agen perubahan dapat dan mau untuk berperan aktif.

    Sumber referensi:
    http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/
    http://hidayatullah.com/berita/lokal/10734-pakar-cegah-penyalahgunaan-teknologi-informasi

    Nama : Adian Putra Sayogya
    Nomor : 08/265725/PA/11905
    Program studi : Ilmu Komputer FMIPA UGM

  5. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    sumber :
    wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/

    Perkembangan teknologi terus berjalan seiring berjalannya waktu. begitu juga dengan berbagai permasalahan yang ada di sekeliling teknologi tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi adalah contoh bagaimana sebuah teknologi memiliki banyak potensi untuk dikembangkan dan didayagunakan, tapi juga memiliki potensi untuk disalahgunakan secara serius, bahkan oleh generasi muda. Inilah yang akan dibahas dalam makalah ini. Namun sebelum kita membahas lebih jauh, agar lebih mudah dibaca penulis akan menyebut teknologi informasi dan komunikasi dengan singkatannya, yaitu TIK.

    Disadur dari situs wikipedia indonesia, maka TIK atau di luar negeri dikenal dengan istilah ICT (Information Communication Technologies) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Masih dari wikipedia, TIK terbagi menjadi 2 aspek, teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

    Dari penjelasan diatas, kita bisa pahami bahwa pembicaraan tentang TIK tidak selalu terpaku hanya pada internet dan jejaring sosial. Ada banyak penerapan-penerapan TIK pada berbagai bidang. Di kampus MIPA UGM, ada sebuah situs bernama kuantum.mipa.ugm.ac.id, yang merupakan situ E-Learning MIPA UGM. E-Book, atau buku elektronik juga merupakan contoh penerapan TIK, masih pada bidang pendidikan. Tidak ketinggalan, di bidang perbankan ada E-Banking, E-Government bagi pemerintahan dan lain sebagainya.

    Generasi muda mungkin adalah pihak yang paling awas terhadap segala perubahan yang ada. Oleh akrenanya, mereka juga cepat tanggap terhadap teknologi baru seperti internet, TIK. Pemerintah pun berharap dengan TIK tersebut, mampu membuat SDM Indonesia menjadi lebih baik. Tetapi tidak selamanya teknologi membawa manfaat. Teknologi juga punya sisi buruk yang bisa dimanfaatkan. Itulah yang disebut penyalahgunaan teknologi. Contoh dari penyalahgunaan TIk cukup banyak, bahkan meskipun kita hanya berpatokan pada dunia internet. Memosting gambar porno, mencuri akun untuk kesenangan pribadi, mendownload file-file ilegal yang melanggar undang-undang hak cipta adalah contoh penyalahgunaan TIK.

    Kita menganggap hal-hal ini penting, karena ini berkenaan dengan nasib bangsa di masa depan. Generasi muda adalah generasi yang diharapkan mampu meneruskan cita-cita perjuangan pahlawan di masa lalu. Apabila generasi muda saja sudah rusak, maka bisa dibayangkan bagaimana rusaknya masa depan bangsa ini. Mungkin penulis terlihat melebih-lebihkan, tapi sebenarnya itulah yang terjadi. Di negeri-negeri barat sana, tempat dimana kita sering memandang rendah karena kita merasa moral atau etika kita lebih baik, mengunduh file musik ilegal atau menggunakan perangkat lunak bajakan sangatlah haram. Disana mereka memandang tinggi UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Bandingkan dengan generasi muda saat ini. Sebagian besar orang, menganggapnya perbuatan-perbuatan semacam itu legal, mereka beralasan banyak orqang di Indonesia melakukannya.

    Selain berkenaan dengan moral dan masa depan bangsa dan negara, kita juga seharusnya sadar bahwa beberapa perbuatan yang penulis sebutkan sebenarnya juga melanggar hukum. Mendownload file musik ilegal misalkan melanggar Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pelanggaran dalan dunia internet biasa dikenal sebagi cybercrime. Berikut adalah pasal-pasal dalam KUHP yang berkenaan dengan pelanggaran yang mungkin terjadi di dunia internet, dikutip dari sebuah blog :
    1) Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang diambil dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.
    2) Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. Modusnya adalah pelaku menyebarkan e-mail kepada teman-teman korban tentang suatu cerita yang tidak benar atau mengirimkan e-mail ke suatu mailing list sehingga banyak orang mengetahui cerita tersebut.
    3) Pasal 282 KUHP dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi maupun website porno yang banyak beredar dan mudah diakses di Internet. Walaupun berbahasa Indonesia, sangat sulit sekali untuk menindak pelakunya karena mereka melakukan pendaftaran domain tersebut diluar negri dimana pornografi yang menampilkan orang dewasa bukan merupakan hal yang ilegal.
    4) Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet , misalnya kasus Sukma Ayu-Bjah.
    5) Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

    Oleh karenanya kita tidak bisa hanya berdiam diri saja. Karenanya mahasiswa mempunyai peranan untuk memperkecil kejadian-kejadian semacam itu. Ada beberapa peran yang bisa dimainkan oleh mahasiswa. Pertama dalam kapasitasnya sebagai aktivis. Banyak mahasiswa yang menjadi aktivis, aktif di organisasi-organisasi, sebutlah di kampus MIPA ini HIMAKOM dan BEM MIPA. Mereka punya kesempatan untuk melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat. Kedua, mahasiswa dengan ilmu yang mereka miliki bisa melakukan riset berkenaan dengan tujuannya memperkecil terjadinya penyalahgunaan teknologi. Contoh paling dekat dengan kita adalah sebuah software yang dihasilkan oleh 3 orang mahasiswa ilmu komputer dengan nama QuickPornScanner. perangkat lunak ini mampu mendeteksi gambar-gambar porno yang ada di komputer. Yang terakhir, mahasiswa bisa bergerak sendiri-sendiri dengan menyebarkan informasi-informasi semacam ini, tentang menghindari penyalahgunaan TIK melalui blog pribadi, lewat forum-forum ataupun mailing list.

    Akhir kata, sudah menjadi tujuan mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat. Beberapa peran mahasiswa yang penulis sebutkan diatas mungkin hanya sedikit, tapi penulis rasa cukup menjadi poin penting kemana mahasiswa dalam topik ini melangkah.

    sumber :
    wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/

    NAMA : Sena Nur Acksyavi
    NIM : 08/264840/PA/11857

  6. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    sumber :
    wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/

    Perkembangan teknologi terus berjalan seiring berjalannya waktu. begitu juga dengan berbagai permasalahan yang ada di sekeliling teknologi tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi adalah contoh bagaimana sebuah teknologi memiliki banyak potensi untuk dikembangkan dan didayagunakan, tapi juga memiliki potensi untuk disalahgunakan secara serius, bahkan oleh generasi muda. Inilah yang akan dibahas dalam makalah ini. Namun sebelum kita membahas lebih jauh, agar lebih mudah dibaca penulis akan menyebut teknologi informasi dan komunikasi dengan singkatannya, yaitu TIK.

    Disadur dari situs wikipedia indonesia, maka TIK atau di luar negeri dikenal dengan istilah ICT (Information Communication Technologies) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Masih dari wikipedia, TIK terbagi menjadi 2 aspek, teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

    Dari penjelasan diatas, kita bisa pahami bahwa pembicaraan tentang TIK tidak selalu terpaku hanya pada internet dan jejaring sosial. Ada banyak penerapan-penerapan TIK pada berbagai bidang. Di kampus MIPA UGM, ada sebuah situs bernama kuantum.mipa.ugm.ac.id, yang merupakan situ E-Learning MIPA UGM. E-Book, atau buku elektronik juga merupakan contoh penerapan TIK, masih pada bidang pendidikan. Tidak ketinggalan, di bidang perbankan ada E-Banking, E-Government bagi pemerintahan dan lain sebagainya.

    Generasi muda mungkin adalah pihak yang paling awas terhadap segala perubahan yang ada. Oleh akrenanya, mereka juga cepat tanggap terhadap teknologi baru seperti internet, TIK. Pemerintah pun berharap dengan TIK tersebut, mampu membuat SDM Indonesia menjadi lebih baik. Tetapi tidak selamanya teknologi membawa manfaat. Teknologi juga punya sisi buruk yang bisa dimanfaatkan. Itulah yang disebut penyalahgunaan teknologi. Contoh dari penyalahgunaan TIk cukup banyak, bahkan meskipun kita hanya berpatokan pada dunia internet. Memosting gambar porno, mencuri akun untuk kesenangan pribadi, mendownload file-file ilegal yang melanggar undang-undang hak cipta adalah contoh penyalahgunaan TIK.

    Kita menganggap hal-hal ini penting, karena ini berkenaan dengan nasib bangsa di masa depan. Generasi muda adalah generasi yang diharapkan mampu meneruskan cita-cita perjuangan pahlawan di masa lalu. Apabila generasi muda saja sudah rusak, maka bisa dibayangkan bagaimana rusaknya masa depan bangsa ini. Mungkin penulis terlihat melebih-lebihkan, tapi sebenarnya itulah yang terjadi. Di negeri-negeri barat sana, tempat dimana kita sering memandang rendah karena kita merasa moral atau etika kita lebih baik, mengunduh file musik ilegal atau menggunakan perangkat lunak bajakan sangatlah haram. Disana mereka memandang tinggi UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Bandingkan dengan generasi muda saat ini. Sebagian besar orang, menganggapnya perbuatan-perbuatan semacam itu legal, mereka beralasan banyak orqang di Indonesia melakukannya.

    Selain berkenaan dengan moral dan masa depan bangsa dan negara, kita juga seharusnya sadar bahwa beberapa perbuatan yang penulis sebutkan sebenarnya juga melanggar hukum. Mendownload file musik ilegal misalkan melanggar Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pelanggaran dalan dunia internet biasa dikenal sebagi cybercrime. Berikut adalah pasal-pasal dalam KUHP yang berkenaan dengan pelanggaran yang mungkin terjadi di dunia internet, dikutip dari sebuah blog :
    1) Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang diambil dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.
    2) Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. Modusnya adalah pelaku menyebarkan e-mail kepada teman-teman korban tentang suatu cerita yang tidak benar atau mengirimkan e-mail ke suatu mailing list sehingga banyak orang mengetahui cerita tersebut.
    3) Pasal 282 KUHP dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi maupun website porno yang banyak beredar dan mudah diakses di Internet. Walaupun berbahasa Indonesia, sangat sulit sekali untuk menindak pelakunya karena mereka melakukan pendaftaran domain tersebut diluar negri dimana pornografi yang menampilkan orang dewasa bukan merupakan hal yang ilegal.
    4) Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet , misalnya kasus Sukma Ayu-Bjah.
    5) Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

    Oleh karenanya kita tidak bisa hanya berdiam diri saja. Karenanya mahasiswa mempunyai peranan untuk memperkecil kejadian-kejadian semacam itu. Ada beberapa peran yang bisa dimainkan oleh mahasiswa. Pertama dalam kapasitasnya sebagai aktivis. Banyak mahasiswa yang menjadi aktivis, aktif di organisasi-organisasi, sebutlah di kampus MIPA ini HIMAKOM dan BEM MIPA. Mereka punya kesempatan untuk melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat. Kedua, mahasiswa dengan ilmu yang mereka miliki bisa melakukan riset berkenaan dengan tujuannya memperkecil terjadinya penyalahgunaan teknologi. Contoh paling dekat dengan kita adalah sebuah software yang dihasilkan oleh 3 orang mahasiswa ilmu komputer dengan nama QuickPornScanner. perangkat lunak ini mampu mendeteksi gambar-gambar porno yang ada di komputer. Yang terakhir, mahasiswa bisa bergerak sendiri-sendiri dengan menyebarkan informasi-informasi semacam ini, tentang menghindari penyalahgunaan TIK melalui blog pribadi, lewat forum-forum ataupun mailing list.

    Akhir kata, sudah menjadi tujuan mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat. Beberapa peran mahasiswa yang penulis sebutkan diatas mungkin hanya sedikit, tapi penulis rasa cukup menjadi poin penting kemana mahasiswa dalam topik ini melangkah.

    sumber :
    wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/

  7. Peranan Mahasiswa dalam Mengurangi/Mengeliminasi Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi Informasi oleh Generasi Muda Indonesia

    Dewasa ini, kebutuhan manusia akan komunikasi dan informasi semakin bertambah sehingga hal tersebut akan memicu juga terhadap kebutuhan manusia akan teknologi untuk menyediakan hal yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, manusia terus berusaha untuk mengembangkan teknologi sampai mereka merasakan bahwa mereka dapat menjangkau semua yang ada di dunia. Kecepatan pengaksesan dan keaktualan informasi menjadi faktor penting dalam menilai apakah teknologi yang kita miliki sudah cukup berkembang atau belum. Di Indonesia sendiri, teknologi informasi komunikasi sudah berkembang cukup pesat dengan ditandai banyaknya media massa maupun elektronik yang memiliki website tersendiri untuk memanjakan publik dengan memberikan informasi yang up to date.
    Teknologi komunikasi informasi yang telah berkembang itu dapt memberikan dampak yang positif dan dampak yang negatif tergantung dari pengguna teknologi itu sendiri. Dampak positif yang dapat kita rasakan misalnya menciptakan lapangan kerja baru, dapat mencari informasi yang dibutuhkan, berkomunikasi dengan teman yang jauh dengan biaya cenderung lebih murah dsb. Lapangan kerja baru yang disediakan sangat banyak misalnya programmer, membuat toko online dsb. Dengan kemajuan teknologi, kita juga dapat berhubungan dengan teman kita yang berada di luar negeri hanya dengan via chatting ato via video call dan semua itu juga gratis. Perkembangan teknologi itu seakan memanjakan kita dan membuat kita merasakan bahwa teknologi itu kebutuhan pokok dalam hidup. Apa jadinya jika suatu saat teknologi tersebut “mati”?
    Perkembangan teknologi komunikasi informasi juga dapat memberikan dampak negatif seperti penyalahgunaan teknologi tersebut. Penyalahgunaan teknologi tersebut dapat berupa penipuan, pemerasan, perjudian, menyebarliaskan pornografi dsb. Dalam hal lain, dampak negatif dari perkembangan teknologi dapat berupa kurangnya sifat sosial dari masyarakat yang terlalu bergantung pada teknologi tersebut. Kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya yang masih berstatus mahasiswa cara yang dapat kita lakukan mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar.
    Mahasiswa sebagai generasi muda dan generasi penerus bangsa mempunyai peran penting untuk membangun bangsa Indonesia khususnya dalam mengatasi penyalahgunaan perkembangan TIK. Peran penting tersebut sebaiknya dianggap sebagai suatu kewajiban demi mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain. Banyak cara yang dapat dilakukan mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan TIK, beberapa cara akan saya jelaskan pada paragraf selanjutnya.
    Pertama, melalui demo yang berhubungan dengan penyalahgunaan IT. Jika kita melihat sejarah, demo yang dilakukan mahasiswa hampir selalu berhasil menggugah hati pemerintah. Jadi, kita sekarang kita melakukan demo yang berhubungan dengan penyalahgunaan TIK yang sudah sangat jelas merusak moral bangsa, mungkin pemerintah juga akan semakin tegas dalam mengawasi penggunaan TIK dalam masyarakat dan memberikan hukuman yang sepantasnya bagi mereka yang telah diketahui secara jelas melakukan penyalahgunaan TIK. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan UU IT, dalam prakteknya ternyata masih banyak terdapat penyalahgunaan, misalnya pornografi, carding, perjudian dll. Peran mahasiswa selain mendorong pemerintah untuk semakin serius, para mahasiswa juga dapat mengontrol pengaruh internet. Tidak perlu jauh-jauh, kita dapat menyosialisasikan ke kerabat kita sendiri. Misal, jika kita melihat adik atau teman kita membuka situs yang dilarang, kita wajib untuk menasehati dia.
    Kedua, kita sebagai mahasiswa ilmu komputer hendaknya kita membuat software yang dapat mengurangi penyalahgunaan TIK. Misal, software untuk mendeteksi apakah itu situs porno atau bukan, sofware untuk mem-filter situs-situs yang dilarang dan lain sebagainya. Kita juga dapat mempublikasikan dampak-dampak daripada pornografi terhadap perkembangan psikologis anak via internet. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin mengingat banyaknya kasus pemerkosaan dan kasus-kasus lain sebagainya yang berhubungan dengan pornografi. Dengan mempublikasikan hal tersebut, kiranya para orang tua yang membacanya dapat membantu mendampingi anak-anak mereka saat anak-anak mereka sudah mulai mengenal internet. Tidak salah juga jika ada orang yang menyebut internet identik dengan pornografi.
    Ketiga, kita perlu menyadari bahwa kita sebagai mahasiswa merupakan agent of change atau agen perubahan. Jadi hendaknya kita sebagai mahasiswa dapat membawa perubahan kepada masyarakat sekitar dengan melakukan apapun yang kita bisa, misalnya seperti cara-cara di atas. Ada cara lain juga yaitu kita dapat membuat web edukasi. Web edukasi tersebut nantinya akan menyediakan berbagai software edukasi, game edukasi dan lain-lain. Dengan adanya web tersebut diharapkan anak-anak dapat mudah tertarik dengan web edukasi tersebut. Web edukasi tersebut dapat menjadi sarana pengalihan untuk anak-anak terhadap situs-situs pornografi. Memang cara-cara yang disebutkan di atas tidak mungkin dapat memberikan perubahan yang signifikan. Namun dengan melakukan cara-cara tersebut diharapkan sedikit demi sedikit akan mengurangi dampak daripada penyalahgunaan TIK dalam masyarakat.
    Peribahasa mati satu tumbuh seribu mungkin berlaku dalam hal ini karena jika kita sudah berhasil mengatasi penyalahgunaan TIK seperti yang terjadi saat ini, mungkin suatu saat nanti akan muncul kembali cara lain dari penyalahgunaan tersebut. Kembali pada diri kita sendiri saja, semuanya dimulai dari individu masing-masing . Semakin sering kita berhubungan dengan teknologi maka akan semakin besar kemungkinan kita untuk melakukan penyalahgunaan tersebut karena rasa ingin tahu kita sangat besar terhadap suatu hal yang banyak dibicarakan oleh orang lain. Kita perlu memulai semuanya dari diri kita sendiri. Jika kita sudah dapat mengatur diri kita sendiri, maka kita lanjutkan untuk mengubah orang di sekeliling kita mulai dari yang paling dekat. Kita harus mencegah agar jangan sampai generasi di bawah kita menjadi rusak. Kita harus menjadikan generasi di bawah kita menjadi generasi yang lebih baik daripada generasi kita sendiri.

    Referensi:
    Google.com
    Id.answer.yahoo.com

    Nama: Yohanes Santoso H
    NIM : 09/283221/PA/12479
    Prodi: Ilmu Komputer

  8. Menurut Wikipedia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau dikenal dalam bahasa Inggris adalah Information and Communication Technologies (ICT) mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 saat ini, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, terutama internet terus dan terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Aktifitas yang bisa dilakukan lewat internet pun semakin bervariatif, tidak cuma sekedar browsing, chatting, dan email, tetapi semakin bertambah dengan adanya jejaring sosial, e-learning, e-commerce, dan sebagainya. Semua itu membuat teknologi ini semakin diminati.

    Semakin banyaknya penggemar internet ini memang tak lepas dari kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh internet itu sendiri. Dengan menggunakan internet seseorang dapat bekerja tanpa harus pergi ke kantor. Dengan internet seseorang dapat memperoleh informasi tentang apa pun, di mana pun, dan kapan pun. Dengan internet seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa harus bertemu secara fisik. Internet, atau secara umum Teknologi Informasi dan Komunikasi, memberikan kemudahan dalam berkomunikasi tanpa harus terkendala oleh jarak dan waktu. Namun segala sesuatu pasti memiliki dua sisi, jika ada manfaat maka pasti juga ada efek negatifnya. Kemudahan komunikasi ini menyebabkan mulai berubahnya kebiasaan masyarakat yang pada awalnya mengutamakan pertemuan fisik (tatap muka). Sekarang hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang utama, yang penting kedua pihak dapat berkomunikasi meskipun hanya lewat sms atau chatting saja. Selain itu teknologi yang sangat bermanfaat ini tidak hanya menarik perhatian orang-orang yang bertujuan baik saja tetapi juga orang-orang yang berniat buruk. Hal ini menyebabkan munculnya penyalahgunaan internet atau pun teknologi informasi lain sehingga memunculkan apa yang saat ini disebut sebagai kejahatan di dunia maya atau “cyber crime”. Perkembangan teknologi ini secara tidak sengaja malah memberi fasilitas untuk melakukan tindakan melawan hukum. Sehingga tindakan tersebut dapat dilakukan lebih cepat dan hampir tanpa batasan ruang dan waktu. Tindakan-tindakan penyalahgunaan tersebut misalnya dalam benutk seperti pencurian informasi, penipuan, maupun pornografi.

    Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) yang dibuat oleh pemerintah dapat digunakan untuk menjerat mereka-mereka para penyalah guna teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu jika perbuatan mereka termasuk dalam perbuatan kriminal, maka dapat dijerat pula oleh Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Namun meski telah dibuat hukum yang dapat mengancam para penyalah guna, hal ini belum cukup untuk menekan semaksimal mungkin tindakan penyalahgunaan tersebut. Kita juga tidak bisa hanya dengan memblokir situs-situs tertentu karena pernah disalahgunakan, karena dengan begitu kita juga akan menghalangi pengguna lain yang hendak memanfaatkan situs tersebut untuk hal yang baik. Dibutuhkan kerja sama dari seluruh pengguna teknologi informasi dan komunikasi untuk menciptakan budaya pemanfaatan teknologi untuk hal-hal positif, sebagamana yang semestinya.

    Dalam upaya untuk mengurangi tindakan penyalahgunaan ini mahasiswa memiliki peran yang cukup penting. Yang pertama, sebagai pengguna teknologi, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dengan baik dan benar. Misalnya dengan memanfaatkan fasilitas hot spot yang ada dikampus untuk mencari referensi belajar dan mengerjakan tugas, bukannya malah digunakan untuk bermain game online. Kemudian sebagai generasi muda, mahasiswa harus mampu untuk menjadikan kebiasaan baik ini menjadi sebuah budaya, baik bagi dirinya sendiri, maupun orang-orang sekitarnya karena yang namanya generasi muda merupakan penerus bangsa, generasi muda memiliki waktu yang masih lama untuk mengisi kehidupan bangsa, maka alangkah baiknya jika dalam masa-masa itu teknologi informasi dan komunikasi dapat selalu dimanfaatkan untuk hal-hal positif, serta akan lebih baik lagi jika budaya tersebut dapat diteruskan ke generasi selanjutnya.

    Kemudian selanjutnya, mahasiswa sebagai golongan cendikia, mahasiswa dapat memberikan pencegahan dengan cara memberikan edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi dan komunikasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan kepada pengguna dampak penggunaan teknologi secara menyeluruh. Selain itu mahasiswa juga bisa turut membantu dalam pengembangan teknologi informasi dan komuniasi yang lebih baik, teknologi yang tidak dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Misalnya dengan mengembangkan teknologi keamanan komputer seperti enkripsi password. Dengan begitu dapat mengurangi tindakan pencurian informasi. Contoh yang lain, misalnya dengan mengembangkan aplikasi untuk menyaring atau memblokir situs-situs yang berisi konten-konten pornografi, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna internet.

    Dengan cara-cara di atas diharapkan perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan malah disalahgunakan, karena pada dasarnya teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya.

    Referensi:
    http://www.hendiburahman.web.id/2010/03/tips-mencegah-pengaruh-negatif-cyber.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
    http://rt36taman.multiply.com/journal/item/32

  9. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
    Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya.
    Seperti yang telah kita ketahui dewasa ini bahwa kemajuan teknologi yag berkembang begitu cepat membuat kita semakin mudah melakukan sesuatu. Mungkin dulu ketika zaman orang tua kita masih seusia kita, mereka melakukan komunikasi jarak jauh melalui surat, bahkan mencari teman pun dengan cara berkorespondensi (surat-menyurat) sehingga sering disebut sahabat pena. Namun seiring laju zaman ini yang terus berkembang, begitu pula teknologinya, cara-cara komunikasi konvensional tersebut sudah jarang sekali kita dengar. Orang tua dapat berkomunikasi via telepon atau SMS (Short Message Service), sedangkan kita dapat menggalang pertemanan melalui jejaring sosial yang marak beberapa tahun terakhir ini seperti Facebook, Twitter, MySpace, dll, serta masih banyak hal lain yang dipermudah dengan kemajuan teknologi. Tetapi sadar atau tidak bahwa teknologi itu juga memiliki sisi negatifnya. Sisi negatif ini mempunyai dampak pada semua golongan baik muda dan tua.
    Sisi negatif yang sedang kita bicarakan bukan merupakan hal buruk yang lahir dari teknologi itu sendiri karena teknologi duciptakan untuk mempermudah. Sisi negatif disini merupakan dampak dari hadirnya suatu teknologi serta penyalahgunaan oleh pengguna terhadap teknologi tersebut.
    Mahasiswa dapat banyak berperan dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia. Secara teori mahasiswa disebut juga agent of change. atau agen perubahan. Maka, seorang mahasiswa hendaknya mampu membawa perubahan ke masyarakat dengan apapun yang dia dapat lakukan dan usahakan. Sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa ilmu komputer, yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan ilmu yang dipunyainya untuk mengedukasi masyarakat. Bisa dengan membuat web edukasi, software pembelajaran yang menarik, game edukasi, dan lain sebagainya. Lalu bisa juga dengan cara fisik seperti membuat sistem proteksi yang akan mempersulit langkah para pelaku kejahatan untuk beberapa peralatan elektronik yang penting seperti ATM, global web, dan peralatan elektronik yang rentan akan tindak kejahatan. Dan mungkin memberikan penyuluhan kepada para calon pelaku kejahatan bahwa yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain.
    Dengan adanya demikian itu, besar kemungkinan generasi muda akan mudah tertarik dengan karya-karya tersebut daripada melakukan penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi. Kemudian daripada itu, dengan karya-karya yang dihasilkan juga bisa berbagi ilmu ke masyarakat entah melalui forum maya ataupun nyata. Perlu disebarkan juga bagaimana cara membuat web edukasi yang bagus. Dengan demikian penyalahgunaan IT sedikit demi sedikit bisa diredam. Berbeda halnya dengan cara seperti pemblokiran situs. Karena kadang jika memberantas dampak negatif dengan memblokir situs, akan merugikan pengguna yang bermaksud baik.
    Kemudian sebagai mahasiswa secara umumnya dalam artian baik mahasiswa ilmu komputer maupun bukan, pencegahan yang dapat dilakukan sekali lagi adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi secara menyeluruh. Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan.
    Apabila dengan sosialiasi dan cara-cara halus lainya belum cukup untuk meredakan dan mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi, mahasiswa dapat melakukan suatu demonstrasi. Menengok sejarah, demo yang dilakukan mahasiswa memang hampir selalu berhasil menyentil pemerintahan. Jadi, jika sekarang mahasiswa melakukan demo tentang penyalahgunaan IT yang jelas sudah merugikan dan merusak moral bangsa, mungkin pemerintah juga akan semakin tegas dalam mengawasi penggunaan internet maupun teknologi komunikasi informasi lainnya di indonesia. Memang, pemerintah sudah sekarang sudah bisa dikategorikan berhasil, terutama dengan keluarnya UU IT, tapi dalam prakteknya ternyata masih banyak terjadi penyalahgunaan, misal pornografi, cyber crime, dll. Maka disinilah peran mahasiswa. Selain mendorong pemerintah untuk semakin serius, namun juga mahasiswa ikut mengontrol, Bisa dimulai dari diri sendiri dan kemudian lingkungan sekitarnya.
    Dalam kalangan mahasiswa sendiri, banyak penyalahgunaan yang perlu dijauhi dan hindari. Bentuk – bentuk penyalahgunaan dari pemanfaatan teknologi informasi yang sering terjadi diantaranya adalah penyalahgunaan hak cipta berupa tulisan seperti tidak mencantumkan sumber informasi pada suatu karya tulis. Selain itu pencemaran nama baik contohnya mengakses secara illegal account jejaring sosial milik orang lain kemudian menyebarkan pemberitaan tidak baik tanpa diketahui oleh sang pemilik account. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perilaku dan aktivitas di kehidupan nyata. Akibatnya dapat mencemarkan nama baik seseorang atau bahkan menimbulkan perpecahan serta perselisihan. Fenomena lain yang terjadi yaitu masalah informasi komunikasi yang berisi tentang pornografi dan pornoaksi.
    Referensi/sumber pustaka yang digunakan
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://hidayatullah.com/berita/lokal/10734-pakar-cegah-penyalahgunaan-teknologi-informasi
    http://andi-hamzah.blogspot.com/2009/10/upaya-pencegahan-dan-penanggulangan.html

    shofiyyul fuad 08/273030/PA/12334

  10. Berbagai hal menajubkan terjadi di bidang teknologi. Sebagai generasi muda yang senantiasa berpikir aktif pasti akan terus muncul ide untuk menggunakan kemajuan teknologi informasi lebih dari yang dapat dilakukan sebelumnya. Kini dunia maya dapat melakukan apa saja yang belum terbayangkan sebelumnya, saling bertukar email, berbagi gambar, video, bahkan kini menjalin hubungan pertemanan pun dapat dilakukan diluar dunia nyata melalui jejaring social. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi ini sangatlah banyak. Kita dapat bertransaksi perbankan kapan pun dan dimanapun melalui e-banking. Pembelian dan penjualan kini juga ak lagi terkendala oleh jarak, telah muncul e-commerce yang mendukung hal tersebut. Bagi pelajar, internet menyediakan layanan yang memudahkan mereka untuk mencari referensi atau mengetahui ilmu pengetahuan lain dengan e-library. Serta banyak lagi kemudahan lainnya.
    Pengaruh negative dari berkembang pesatnya teknologi komunikasi informasi memang tidak bisa dicegah. Tidak semua orang memanfaatkan teknologi informasi untuk hal-hal yang baik. Bukan hanya keuntungan dan kemudahan yang didapat oleh komsumen IT, kemudahan melakukan kejahatan dan hal-hal negative lainnya juga menjadi lebih mudah. Penipuan, pecurian, penyebaran video porno, dan masih banyak hal buruk lainnya yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi. Dengan adanya internet kejahatan yang semula hanya bersifat konvensional kini dapat d ilakukan dengan mudah dibalik komputer yang tidak ada saksi mata sehingga resiko tertangkapnya lebih kecil namun dampak yang diakibatkannya sangat besar. Bahkan criminal didunia internet dapat berkembang hingga Transnasional Crime yaitu kejahatan antar negara sehingga pengungkapannya sering melibatkan penegak hukum dari beberapa negara.
    Sebuah cerita yang tak terjadi hanya satu kali, seorang anak gadis hilang setelah berkenalan dengan seseorang memlalui jejaring social. Entah apa yang dijanjikan oleh sang penipu sehingga sang gadis rela meninggalkan keluarganya hanya demi orang yang baru dikenalnya lewat dunia maya. Sebagai mahasiswa yang identik dengan kaum terpelajar, kita dapat menerapkan beberapa hal berikut dan mensosialisasikannya kepada orang banyak. Kita harus selektif dalam memilih teman didunia maya. Tak usah berharap banyak untuk menemukan teman baru lewat jejaring social karena pertemanan yang baru dijalin lewat dinua maya cenderung bukan pertemanan yang menimbulkan hubungan saling menguntungkan.
    Berita actual yang kini sedang marak sebagai perbincangan di berbagai stasiun berita salah satunya adalah sepak terjang situs wikileaks yang berhasil menyabar luaskan ratusan dan bahkan mereka menjanjikan ada ribuan dokumen rahasia milik negara Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan masalah global karena bukan hanya negara Amerika Serikat yang disebuat-sebuat oleh pihak wikileaks akan dijadikan sasarannya. Dalang dari situs ini adalah Julian Assange yang kini menjadi buronan paling dicari oleh polisi dunia bagian barat. Ini salah satu contoh pencurian skala besar yang terjadi di dunia maya. Hal ini sangat sulit dicegah karena tidak semua orang mengerti akan pengetahuan security pertukaran data melalui jaringan internet. Namun sebagai mahasiswa kita dapat mengurangi penyalahgunaan semaca ini dengan tidak melakukan hal yang seraupa walaupun hanya dalam skala kecil.
    Penyebaran penyakit masyarakat juga kini dapat terjadi melalui teknologi informasi. Masih hangat dalam ingatan kita mengenaai kasus Ariel, Luna dan Tari. Dampak luar biasa yang ditimbulkan oleh kasus tersebut pada generasi muda penerus bangsa Indonesia. Bahkan anak-anak di bawah umur pun ikut menerima dampak dari tindak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Walau sebenarnya bukan hanya satu kasus serupa yang ada di internet. Untuk mengurangi penyalahgunaan Teknologi semacam ini, ada beberapa tahap tindakan yang dapat kita lakukan. Mulai dari diri sendiri, yaitu kita tidak membuat, menyebarkan, bahkan mengkonsumsinya sendiri, intinya kita menjauhkan diri kita dari hal-hal berbau pornografi. Tahap berikutnya menjauhkan rekan-rekan disekitar kita dari hal tersebut. Dan tahap berikutnya yaitu mencegah masyarakat luas mendekati hal tersebuat, misalnya dengan menciptakan alat pemblokir situs porno atau menciptakan hal-hal luar biasa lainnya.
    Berbagai macam norma yang kita dapat kan baik di rumah, di sekolah, di lingkungan masyarakat dan di mana pun kita berada hendaknya cukup untuk membentengi diri kita dari hal-hal berbau negative yang di timbulkan dari kemajuan teknologi informasi saat ini. Sebagai mahasiswa yang merupakan harapan bangsa, yang seluruh rakyat Indonesia berharap banyak pada kita, sebaiknya kita tanamkan nilai-nilai moral yang luhur dan tidak bersikap seperti halnya yang dilakukan para criminal dikalangan tak terpelajar. Tak ada perbedaan anatara kejahatan yang dilakukan dengan tradisional ataupun kejahatan yang dilakukan menggunakan ilmu pengetahuan, keduanya sama rendahnya. Perubahan – perubahan luar biasa bagi negara Indonesia tidak akan terwujud jika moral dari setiap individu rakyat Indonesia masih belum tertata lurus, apalagi generasi mudanya seperti mahasiswa.
    Mahasiswa berada di first layer generasi muda bangsa, seharisnya terus berpikir kritis untuk menyelesaikan berbagai persoalan terutama pada berbagai penyalahgunaan kemajuan teknologi komunikasi informasi. Khusnya untuk mahasiswa-mahasiswa di bidang teknoligi informasi tentu sangat terdukung dari berbagai aspek ilmu yang ia dapatkan di bangku perkuliahan mengenai berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi. Misalnya melakukan pendeteksi adanya celah bagi hacker untuk mencuri informasi atau mengobrak-abrik informasi rahasia milik instansi penting atau pemerintahan. Atau menciptakan security tinggi agar mencegah hal-hal tersebut. Mahasiswa dari bidang mana pn sebenarnya dapat ikut serta dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan teknologi informasi, mulai dari diri sendiri, orang-orang terdekat disekitar kita, hingga jangkauan terluas di dunia.

    Sumber:
    http://id.wordpress.com/tag/artikel/
    http://arsipberita.com/show/publik/mancanegara/2010/12/05/pembocoran-rahasia-tak-bisa-dihentikan.html
    http://www.dephan.go.id/
    http://www.ithb.ac.id/
    http://konspirasi.com/
    http://www.legalitas.org
    http://kafeilmu.co.cc/
    • dll

  11. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia

    Teknologi informasi dan komunikasi telah ada dari dulu. Pada awalnya, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Namun, teknologi ini memiliki kekurangan. Bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja., yaitu pada saat pengirim menyampaikan informasi kepada penerima melalui ucapan. Informasi tersebut tidak dapat disimpan lama dan akan hilang. Jangkauan teknologi ini pun terbatas.
    Setelah itu, penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Jangkauan teknologi ini lebih luas. Kita bisa membawa informasi dan menunjukkannya kepada orang lain dan informasi yang ada pun bertahan lebih lama. Lalu, berkembang pula huruf-huruf dan angka-angka yang memudahkan penyampaian informasi. Informasi yang disampaikan pun menjadi lebih efisien. Setelah itu, teknologi percetakan memungkinkan penyebaran informasi lebih luas dan lebih cepat lagi. Setelah itu, muncul teknologi elektronik, seperti radio dan televisi yang lebih mempermudah dan memperluas jangkauan penyebaran informasi. Namun, teknologi komunikasi (telepon dan handphone) dan internet lah yang benar benar membuat dunia ini menjadi sempit karena jangkauan teknologi tersebut mencakup seluruh dunia dan dalam waktu penyampaian yang singkat, serta penyimpanan informasi yang lama.
    Sekarang kita sedang hidup di era teknologi elektronik tersebut. Saat ini, pengertian istilah teknologi informasi dan komunikasi (yang biasa disingkat TIK) cenderung merujuk kepada teknologi informasi (TI) yang menekankan peran telekomunikasi (telepon atau pun sinyal wireless). Teknologi inilah yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi dan berbagi informasi secara lebih ‘dekat’ dengan perantaraan dunia maya.
    Setiap hal di dunia ini pasti memiliki dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruk. Begitu pula dengan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi ini dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, atau pun sosial. Namun, kita perlu tahu bahwa aliran informasi yang melewati dunia maya tidaklah ada penyaringnya sehingga siapa pun dapat ikut mengalirkan informasi dengan bebas tanpa peduli apakah informasi yang disampaikannya adalah suatu fakta, opini, kebohongan, atau pun yang lainnya. Oleh karena itu, tidak semua informasi dalam dunia maya ini dapat kita percaya. Kemudahan dan kebebasan dalam bertukar informasi inilah yang sering disalahgunakan oleh orang untuk melakukan pelanggaran hak cipta, cybercryme (malware, phishing, virus, dll), pornografi, atau pun perjudian. Kejahatan (cybercrime) atau pun perjudian online mungkin bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan untuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia (meskipun ada), namun untuk masalah pelanggaran hak cipta, atau pun pornografi merupakan topik hangat di negeri ini. Tanpa perlu statistik yang jelas pun sudah dapat dipastikan banyak masyarakat indonesia yang menggunakan produk perangkat lunak bajakan dan tempat penjualan perangkat lunak bajakan pun tersebar luas. Selain itu, situs situs berbau pornografi pun banyak tersedia dalam internet dan siapa pun dapat mengaksesnya dengan mudah.
    Mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi pada masyarakat umumnya dan generasi muda pada khususnya bukanlah hal yang mudah karena jaringan internet sangatlah luas dan tersebar bagaikan labirin. Suatu jaringan diputus pun orang tidak akan kehabisan akal dan mencari jalan memutar untuk mengaksesnya. Pemerintah telah mencoba berbuat sesuatu dengan menutup akses terhadap situs porno di dalam negeri ini namun apa daya, situs situs tersebut masih dapat diakses. Entah itu salah pemerintah yang tidak sepenuh hati mengerjakannya atau kah masyarakat Indonesia yang terlalu pintar untuk menembusnya. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat terhadap penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi harus lebih ditingkatkan.
    Mahasiswa mungkin tidak akan berbuat hal-hal seperti yang pemerintah lakukan. Namun, kita bisa melakukan hal sederhana untuk membantu meningkatkan kesadaran terhadap diri kita sendiri terhadap penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi. Hal hal tersebut seperti
    Menggunakan web filter
    Kita seringkali malas menggunakan web filter karena aplikasi ini membatasi kita dalam mengunjungi situs situs. Kita seharusnya tahu bahwa situs yang kita anggap baik dan biasa biasa saja bisa memiliki trojan dan spy di dalamnya sehingga kita diharuskan untuk berhati hati. Oleh karena itu, aplikasi ini memungkinkan kita untuk tidak memasuki situs yang tidak terpercaya, baik itu situs phishing, penipuan, pornografi, atau pun situs berbahaya lainnya.
    Menggunakan aplikasi gratis
    Kita seringkali menggunakan perangkat lunak bajakan. Alasannya sebenarnya simpel, kita malas untuk membayar atas aplikasi yang kita gunakan. Akan tetapi, kita seringkali tidak mengetahui adanya aplikasi gratis yang memiliki kemampuan sama atau minimal hampir mirip dengan aplikasi berbayar tersebut, atau bahkan kemampuannya bisa lebih. Aplikasi gratis tersebut pada dasarnya diciptakan sebagai aplikasi open source sehingga tidak mungkin ada tipu daya dalam aplikasi tersebut karena semua orang bisa melihat kode programnya dan pengembangan serta keamanannya terjaga. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi yang gratis sebenarnya kita telah ikut serta dalam menghargai hak cipta seseorang. Kita tentu tidak mau bila suatu saat kita menemukan sesuatu dibajak oleh seseorang kan.
    Meletakkan komputer di tempat yang mudah terlihat
    Hal ini terdengar sederhana, tapi kita peru tahu bahwa hal negatif juga bisa muncul karena ada kesempatan. Oleh karena itu lebih baik kita mencegahnya dengan menaruh komputer di tempat yang memungkinkan kita untuk tidak melakukan hal negatif tersebut.
    Mungkin ketiga contoh diatas adalah hal sederhana, tapi kita sering tidak menyadari itu. Bila kita telah melakukan hal-hal tersebut, kita juga bisa menyarankan metode tersebut kepada teman atau saudara kita. Bila hal tersebut terus berlanjut, maka akan semakin banyak masyarakat yang menyadari dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi dan bisa menyikapinya dengan bijak.

    Daftar Pustaka
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
    http://en.wikipedia.org/wiki/Information_and_communication_technology
    http://khairunnisa.blog.upi.edu/2010/11/07/dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-dunia-pendidikan/
    http://fajar1st.wordpress.com/mengurangi-dampak-negatif-pada-teknologi-internet/

    Ditulis oleh:
    Nama: Marcel Jeconiah
    NIM: 09/283903/PA/12741
    Jurusan: JIKE
    Prodi: Ilmu Komputer

  12. Peranan Mahasiswa Dalam Mengurangi atau Mengeliminasi Penyalahgunaan
    Teknologi Komunikasi Informasi Oleh Generasi Muda Indonesia.
    Peranan Teknologi Komunikasi dan Informasi
    Teknologi pada saat ini sudah berkembang sangat pesat. Salah satu teknologi tersebut
    yaitu teknologi komunikasi dan informasi Perkembangan teknologi tersebut memudahkan
    para pengguna untuk bekerja maupun sebagai media sarana hiburan. Berbagai fasilitas
    bersifat gratis ditawarkan oleh penyedia layanan demi kepuasan pengguna teknologi tersebut.
    Dari mengirim pesan, belajar, berinteraksi sosial online, bertukar data, sebagai sarana untuk
    menjalankan kampanyebagi partai politik, mengiklankan suatu produk, menjalankan usaha,
    maupun fitur multimedia seperti music, game dan video dapat dilakukan dengan adanya
    teknologi informasi dan komunikasi. Bagi masyarakat pada umumnya, tentu kemajuan
    teknologi ini memberikan banyak manfaat didapatkan. Kemajuan teknologi informasi dan
    komunikasi sangat memberikan manfaat dalam membantu proses pembelajaran, karena
    semakin banyak info yang didapatkan dengan mudah dan cepat.
    Masalah Pada Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
    Teknologi informasi dan komunikasi begitu memudahkan manusia dalam melakukan
    segala sesuatu, banyak orang yang benar-benar memanfaatkan teknologi tersebut, tetapi ada
    juga yang menyalahgunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana atau media
    untuk mendapatkan informasi rahasia, melakukan penipuan, pemalsuan, perdagangan illegal
    dan lain sebagainya. Ada banyak contoh yang dapat dilihat pada situs-situs berita pada
    layanan internet yang memberitakan banyaknya aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam
    penyalahgunaan sebuah teknologi informasi dan komunikasi.
    Salah satu contohnya yaitu situs facebook. Facebook merupakan situs yang memiliki
    rating paling tinggi dalam situs yang dikunjungi, dengan kata lain Facebook menempati
    urutan pertama situs yang paling sering diakses pengguna internet, diikuti oleh google,
    yahoo, dan beberapa situs lainnya. Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi
    masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya.
    Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan
    sebagai penggalangan dana dan simpati. Tetapi banyak yang menyalahgunakan facebook
    untuk tindakan-tindakan criminal, sehingga para korban akan dirugikan
    Beberapa contoh tindakan criminal pada penyalahgunaan teknologi informasi dan
    komunikasi.
    · Kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar
    sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook.
    Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut.
    · Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki
    yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban
    perdagangan perempuan.
    · Pembobolan rekening bank yang dialami BNI Cabang New York (1987) dengan
    kerugian Rp. 30 miliar, Bank Danamon Jakarta (1990) sebanyak Rp. 372 miliar, Bank
    Panin Cabang Senayan, Jakarta (1995) sebanyak Rp. 4,2 miliar, Hongkong Bank di
    Jakarta (1996) sebanyak Rp. 96 miliar. Kasus penyadapan credit card pada beberapa
    daerah sempat marak pada tahun 2001
    Pasal-pasal KUHP yang terkait dengan penyalahgunaan teknologi informasi dan
    komunikasi sebagai berikut.
    · Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri
    nomor kartu kredit milik orang lain
    · Pasal 378 KUHP dapat dikenakan untuk penipuan dengan seolah-olah
    menawarkan dan menjual suatu produk atau barang dengan memasang iklan di
    salah satu website
    · Pasal 335 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pengancaman dan pemerasan yang
    dilakukan melalui e-mail
    · Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan
    menggunakan media Internet.
    · Pasal 303 KUHP dapat dikenakan untuk menjerat permainan judi yang dilakukan
    secara online di Internet dengan penyelenggara dari Indonesia.
    · Pasal 282 KUHP dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi maupun website
    porno yang banyak beredar dan mudah diakses di Internet.
    · Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film
    pribadi seseorang yang vulgar di Internet
    · Pasal 378 dan 262 KUHP dapat dikenakan pada kasus carding,
    · Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat
    sistem milik orang lain,
    Segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang
    memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab
    undang-undang hukum pidana (KUHP). Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi
    komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU
    ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan
    teknologi informasi dengan itikad baik. Sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang
    melanggar.
    Peran Mahasiswa
    Semakin hari semakin banyak yang melakukan penyalahgunaan penggunaan dari
    teknologi informasi, banyak yang harus dibenahi agar penyalahgunaan teknologi informasi
    dan komunikasi ini semakin berkurang. Pembenahan ini harus didukung oleh semua lapisan
    masyarakat, tidak terkecuali dalam ini yaitu para mahasiswa. Ada banyak cara yang dapat
    dilakukan oleh para mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan pada teknologi informasi
    dan komunikasi, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
    Inovasi Teknologi Pencegahan
    Semakin banyak konten dewasa salah satunya dipengaruhi oleh majunya teknologi
    media sebagai penyebarannya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan
    pencegahan masuknya konten dewasa. Mahasiswa bisa berperan penting dalam kegiatan
    ini sebagai pengembang perangkat lunak yang dapat mengurangi penyalahgunaan
    penggunaan teknlogi dan komunikasi. Lingkup peranan mahasiswa dalam hal ini pada
    domain yang lebih kecil yaitu sebatas mahasiswa teknologi informasi. Pada teknologi
    informasi mahasiswa bisa membuat software yang digunakan untuk mencegah
    penyalahgunaan teknologi informasi khususnya internet dalam mengakses konten-konten
    dewasa. Selain itu dilakukan proteksi pada computer juga perlu. Salah satu contoh, ada
    mahasiswa UGM yang membuat software Software anti pornografi yang dibuat oleh tim
    mahasiswa Universitas Gajah Mada ini dapat mendeteksi gambar – gambar berbau
    pornografi yang berada di dalam harddisk computer.
    Edukasi dan Sosialisasi
    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat
    serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan
    dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi
    secara menyeluruh. Mahasiswa bisa memberikan contoh terhadap masyarakat secara
    keseluruhan tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara benar dan
    sehat. Mahasiswa dapat memberikan penyuluhan tentang penyalahgunaan teknologi
    komunikasi dan informasi khususnya dunia maya. Dampak kerugian yang ditimbulkan
    bagi yang menyalahgunakan teknologi tersebut.
    Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk
    hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan.
    REFERENSI
    [1]http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet- danupaya-
    penanganannya/
    [2]http://hidayatullah.com/berita/lokal/10734-pakar-cegah-penyalahgunaan-teknologi- i
    nformasi
    [3]http://donenida.blogdetik.com/2008/06/18/10-kejahatan-dalam-dunia-internet/
    [4]http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-danupaya-
    penanganannya/
    [5]http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&mnorutisi=5
    [6]UU ITE dan KUHP

    Pramudya Rian Dewantoro
    08/265296/PA/11863
    Program Studi Ilmu Komputer
    Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika

  13. Sesuai dengan fungsinya , teknologi informasi dan komunikasi merupakan alat untuk bertukar informasi dan saling menjalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Dengan adanya teknologi dan informasi ini banyak digunakan dalam berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti pemanfaatan dalam bidang bisnis, perbankan, industry, pendidikan, maupun pertahanan dan keamanan. Salah satu teknologi informasi yang pemanfaatannya paling pesat adalah internet. Beberapa tahun belakangan ini, internet pun sudah melekat erat dengan kehidupan masyarakat seakan menjadi kebutuhan yang tak bisa dilepas dari aktivitas sehari-hari.
    Sekarang ini, informasi dapat disebarluaskan dalam waktu yang relatif cepat dan dapat diakses dalam berbagai bentuk. Bentuk informasi tidak hanya berupa tulisan tapi sudah menjelma menjadi bentuk yang lebih menarik seperti gambar, video, animasi, dan sebagainya.
    Berdasarkan pada Pasal 4 UU ITE Tahun 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini khususnya bagi bangsa Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan public serta memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi. Selain banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknologi informasi terutama internet , banyak pula penyalahgunaan yang dilakukan. Apalagi dengan banyaknya pengguna baru yang terus bertambah setiap harinya, maka tingkat penyalahgunaan pun akan semakin meningkat. Bentuk penyalahguanaan yang sering ditemukan diantaranya penipuan, pencurian, pencemaran nama baik, pembajakan, penyalahgunaan hak cipta, dan sebagainya. Penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi ini telah membuat kerugian material maupun non-material bagi sebagian orang, khususnya para pengguna internet.
    Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masalah ini tidak lepas dari etika dari para pengguna dan hukum untuk menjerat para pelaku penyalahgunaan tersebut. Di Indonesia sendiri landasan hukum teknologi informasi tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Didalamnya menjelaskan bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah memperngaruhi lahirnya bentuk – bentuk perbuatan hukum baru. Selain itu menjelaskan bahwa penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi harus terus dikembangkan untuk menjaga , memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan pertauran perundang-undangan demi kepentingan nasional. Oleh karena itu harus ada peran masyarakat untuk mengontrol penggunaan dari teknologi informasi dan komunikasi.
    Mahasiswa/Mahasiswi sebagai calon generasi penerus bangsa mesti dipersiapkan sejak saat sekarang ini guna menghadapi semua perubahan sistem yang diakibatkan oleh perkembangan Teknologi dan Informasi. Pelatihan dalam penggunaan software-software akuntansi seperti Zahir Accounting merupakan nilai tambah bagi mereka guna menambah keterampilan dan keahlian sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja yang pada umumnya telah menerapkan sistem akuntansi secara komputerisasi.
    Sebagai social control, mahasiswa dituntut untuk selalu cepat tanggap mengenai berbagai masalah sosial yang ada disekitar mahasiswa. Misalnya mengenai bantuan kepada korban bencana alam yang malah diselundupkan dan masuk ke kantong pejabat sendiri. Selain masalah yang terkait dengan pemerintahan, mahasiswa pun dituntut agar peka terhadap masalah-masalah yang ditemui disekitarnya seperti penyalahgunaan teknologi informasi.
    Bentuk – bentuk penyalahgunaan dari pemanfaatan teknologi informasi yang sering terjadi di kalangan mahasiswa dan para generasi muda diantaranya adalah penyalahgunaan hak cipta berupa tulisan seperti tidak mencantumkan sumber informasi pada suatu karya tulis. Selain itu pencemaran nama baik contohnya mengakses secara illegal account jejaring sosial milik orang lain kemudian menyebarkan pemberitaan tidak baik tanpa diketahui oleh sang pemilik account. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perilaku dan aktivitas di kehidupan nyata. Akibatnya dapat mencemarkan nama baik seseorang atau bahkan menimbulkan perpecahan serta perselisihan. Fenomena lain yang terjadi yaitu masalah informasi komunikasi yang berisi tentang pornografi dan pornoaksi.
    Seperti yang diketahui bahwa permasalahan-permasalahan tersebut dapat menimbulkan penurunan moral dan kualitas suatu bangsa. Banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan tersebut. Terutama bagi para mahasiswa harus lebih aktif dalam mengontrol penggunaan teknologi informasi agar tidak disalah gunakan.
    Banyak upaya yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering disebut TIK. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan dari level yang yang paling bawah sampai yang paling atas. Untuk pencegahan dari level atas yaitu adanya peran serta pemerintah dalam upaya mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu aturan – aturan tentang teknologi informasi juga tertuang dalam Undang – Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika). Dalam hal ini mahasiswa ikut mengontrol pemerintah dalam penegakan hukum terkait dengan masalah penyalahgunaan TIK.
    Upaya pencegahan yang dilakukan pada level menengah yaitu peran mahasiswa dalam menghimbau masyarakat tentang etika penggunaan teknologi informasi. Salah satunya dengan mengadakan seminar tentang penggunaan teknologi informasi yang beretika. Ataupun dengan menghimbau sesama teman mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi dengan tidak melanggar dan merampas hak-hak orang lain yang dapat menimbulkan permasalahan di dunia nyata.
    Walau bagaimana pun, semua permasalahan tentang penyalahgunaan teknologi informasi ini berawal dari masing-masing individu pengguna. Oleh karena itu kita sebaiknya sadar akan hal tersebut. Semuanya berawal dari kesadaran kita sebagai pengguna agar tidak melanggar etika dan melakukan hal-hal yang tidak semestinya dalam penggunaan pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini merupakan bentuk pencegahan dari level yang palingbawah atau paling dasar yaitu diri kita sendiri.
    Maka dari itu, selain melakukan pencegahan terhadap orang lain dan masyarakat luas, hendaknya kita juga merenungkan dan membenahi perilaku dan etika dalam pemanfaatan teknologi informasi komunikasi. Kita harus memulai dari diri sendiri karena disadari atau tidak, segala permasalahan yang besar berawal dari permasalahan yang kecil.
    Referensi :
    - Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Republik Indoensia Tahun 2008
    - http://andi-hamzah.blogspot.com/2009/10/upaya-pencegahan-dan-penanggulangan.html
    - http://hariansib.com/?p=25207
    - http://accountingcommunity.blogspot.com/2008_10_01_archive.html
    - http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya//

    Nama : Bryan Gemilang P.
    NIM : 08/265551/PA/11886
    Prodi : Ilmu Komputer

  14. Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak dalam kehidupan masyarakat. Sejak diketemukannya komputer pada tahun 1955, peradaban dunia telah memasuki era informasi. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motor penggeraknya telah mengubah segalanya. Pemrosesan informasi berbasis komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini sudah banyak software yang dapat digunakan orang sebagai alat pengolah data untuk menghasilkan informasi.
    Pada masa kini, sebagian besar masyarakat semakin merasakan informasi sebagai salah satu kebutuhan pokok disamping kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Seiring dengan hal itu, informasi telah berubah bentuk menjadi suatu kebutuhan yang sangat dibutuhkan saat ini. Keadaan ini terbukti dengan semakin berkembangnya pelayanan informasi, seperti televisi, surat kabar, radio, serta internet yang telah memasuki kehidupan manusia. Perubahan lingkungan yang pesat, dinamis, dan luas didukung oleh kemajuan teknologi informasi disegala bidang. Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi makanan sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat, dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technologi) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun ilegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan serta manfaat untuk kepentingan individual.
    Perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis, dan dinamis berkomunikasi serta memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara. Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian dari semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu kejahatan serius (extra ordinary crime) dan kejahatan antar-negara (transnational crime) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa, dan negara. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan modern dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker, dan sebagainya.
    Segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan baik sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang melanggar.
    Salah satu contoh adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor 11 tahun 2008 pasal 5 (bab III tentang informasi, dokumen, dan tanda-tangan elektronik) yang berbunyi
    1. Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dan atau hasil cetakannya merupakan alat bukti hukum yang sah.
    2. Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dari atau hasil cetakannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia.
    3. Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dinyatakan sah apabila menggunakan sistem elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
    4. Ketentuan mengenai informasi elektronik dan atau dokumen elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku untuk :
    a. surat yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan
    b. surat beserta dokumennya yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk akta notaril atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.
    Contoh lain adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) :
    1. Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media internet.
    2. Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di internet.
    3. Pasal 378 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penipuan dengan seolah-olah menawarkan dan menjual suatu produk atau barang dengan memasang iklan di salah satu website sehingga orang tertarik untuk membelinya lalu mengirimkan uang kepada pemasang iklan.
    Contoh penyalahgunaan teknologi informasi di dalam internet. Seperti seorang hacker dapat masuk ke dalam suatu sistem jaringan untuk mencuri informasi yang terdapat di dalam server database, karena dengan adanya e-banking jaringan tersebut dapat dikatakan terbuka serta dapat diakses oleh siapa saja. Walaupun pencurian data yang dilakukan sering tidak dapat dibuktikan secara kasat mata karena tidak ada data yang hilang tetapi dapat diketahui telah diakses secara ilegal dari sistem yang dijalankan.
    Beredarnya gambar maupun video pornografi. Gambar maupun video porno tersebut beredar secara luas di internet baik melalui email maupun dalam tampilan website yang dapat dilihat oleh siapa saja secara bebas.
    Seorang hacker bernama Dani Hermansyah, pada tanggal 17 April 2004 melakukan deface (mengubah atau mengganti tampilan suatu website) dengan mengubah nama partai yang ada dengan nama buah dalam website, yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemilu yang sedang berlangsung pada saat itu.
    Sebagai generasi penerus muda Indonesia, peran mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi dengan memberikan gambaran kepada generasi muda lainnya yang belum terlanjur melakukannya untuk menjauhi hal-hal yang berbau negatif (bisa melalui penyuluhan, mediasi, dsb). Dan bagi yang telah terlanjur melakukannya maka kita dapat mengubah sedikit demi sedikit pemikiran yang tidak baik menjadi lebih baik lagi. Apabila berkompeten lebih dalam bidang teknologi informasi kita dapat memperbaiki sesuatu yang telah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dapat dengan mengembalikan tampilan website yang sudah di hack. Dan paling awal yang dapat mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi adalah niat seseorang melakukan suatu tindakan.

    Referensi :
    - http://groups.yahoo.com/group/feunigal_2007/message/159
    - http://hidayatullah.com/berita/lokal/10734-pakar-cegah-penyalahgunaan-teknologi-informasi
    - http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/
    - Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akutansi Manajemen (Sri Maharsi)
    - Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

    Nama : Rheza Kumara D
    NIM : 08/270226/PA/12258
    Prodi : Ilmu Komputer

  15. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Seperti yang telah kita ketahui dewasa ini bahwa kemajuan teknologi yag berkembang begitu cepat membuat kita semakin mudah melakukan sesuatu. Mungkin dulu ketika zaman orang tua kita masih seusia kita, mereka melakukan komunikasi jarak jauh melalui surat, bahkan mencari teman pun dengan cara berkorespondensi. Namun seiring laju zaman ini yang terus berkembang, begitu pula teknologinya, cara-cara komunikasi konvensional tersebut sudah jarang sekali kita dengar. Orang tua dapat berkomunikasi via telepon atau SMS (Short Message Service), sedangkan kita dapat menggalang pertemanan melalui jejaring sosial yang marak beberapa tahun terakhir ini seperti Facebook, Twitter, MySpace, dll, serta masih banyak hal lain yang dipermudah dengan kemajuan teknologi. Tetapi sadar atau tidak bahwa teknologi itu juga memiliki sisi negatifnya. Sisi negatif ini mempunyai dampak pada semua golongan baik muda dan tua.
    Sisi negatif yang sedang kita bicarakan bukan merupakan hal buruk yang lahir dari teknologi itu sendiri karena teknologi duciptakan untuk mempermudah. Sisi negatif disini merupakan dampak dari hadirnya suatu teknologi serta penyalahgunaan oleh pengguna terhadap teknologi tersebut. Disini saya akan lebih membahas tentang penyalahgunaan dari suatu teknologi dan mungkin solusi untuk mengurangi dari penyalahgunaan tersebut.
    Dari berita yang sering kita dengar, tidak sedikit orang yang menggunakan teknologi untuk kejahatan, dan dunia maya merupakan sasaran empuk untuk itu. Kejahatan yang terjadi di dunia maya saat ini sudah menjadi salah satu kegiatan bisnis yang bertumbuh sangat cepat sering dengan pertumbuhan teknologi informasi. Para penjahat komputer di dunia maya dapat melakukan apa saja sesuka hati sehingga akan dapat merugikan orang lain dimana mereka telah mampu untuk mencuri hak dan karya cipta intelektual seseorang sampai menuju kearah penipuan dimana menyebarkan berbagai macam program pengganggu seperti virus, trojan, malware, spyware dan dapat melakukan berbagai macam tindakan terorisme didunia maya.
    Kejahatan yang terjadi seperti ini telah menjadi suatu ancaman yang begitu besar bagi masyarakat diseluruh dunia. Ini dilakukan oleh segelintir orang yang hanya mengaku iseng dengan mencari keuntungan semata dan tindakan ini merupakan suatu pelanggaran hukum karena telah merugikan banyak orang. Penjahat- penjahat Cyber ini melakukan suatu tindakan sesukanya tanpa memberikan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan sebelumnya dimana mereka mempergunakan sisi kelemahan yang ada pada komputer yang terhubung dengan jaringan maupun internet sehingga mereka dapat meraup keuntungan yang sangat besar dari hasil kerja mereka. Penyalahgunaan teknologi yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal wajar (seperti membuka account jaringan sosial) bila kita hitung secara cermat akan memberikan angka-angka yang fantastis. Bahkan dampak yang merugikan baik diri sendiri maupun untuk tempat kita menjalani kehidupan sosial.
    Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Komputer yang hendak menunjukkan dedikasi dan keprihatinan kita terhadap sepak terjang teknologi di dunia global, kita dapat membantu mengurangi bahkan mengeliminasi beberapa penyalahgunaan teknologi. Dengan cara membuat sistem proteksi yang akan mempersulit langkah para pelaku kejahatan untuk beberapa peralatan elektronik yang penting seperti ATM, global web, dan peralatan elektronik yang rentan akan tindak kejahatan. Dan mungkin memberikan penyuluhan kepada para calon pelaku kejahatan bahwa yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain. Tetapi langkah nyata yang bisa dan paling mudah kita lakukan adalah dari kita sendiri, yaitu dengan menghilangkan naluri ingin selalu mengakses jejaring sosial yang tidak dapat dipungkiri telah mracuni hampir semua mahasiswa bahkan hingga lahir jingle ‘Online’ dari salah satu musisi di Indonesia yang isinya begitu menggambarkan generasi muda Indonesia saat ini.

    Adapun tips-tips untuk menghindari kecanduan dari membuka situs jejaring sosial terlalu sering adalah sebagai berikut :
    1.Niat yang kuat
    Niat yang besar dan kuat untuk lepas dari kecanduan internet merupakan suatu permulaan dari usaha kita karena tanpa niat yang kuat, semuanya yang kita lakukan seakan sia–sia.

    2.Cari tahu masalahnya.
    Bagi sebagian orang saat merasa gundah dan gelisah akan berkurang jika, berinteraksi dengan internet. Masalah seperti ini yang harus ditemukan dan menggantikan dengan hal lain yang lebih positif lagi. Misalnya langsung mengerjakan tugas tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

    3.Kenali pemicunya.
    Kecanduan internet pun tentu ada pemicunya, apakah itu sebagai pengobat stress, hanya iseng-iseng, atau mencari teman. Hal ini mungkin dapat diganti dengan mencoba untuk jalan-jalan ke gunung, pantai atau mungkin melakukan aktifitas olahraga yang membuat badan lebih bugar. Sehingga, sedikit- demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet akan berkurang dan hilang.

    4.Ubah pola kebiasaan online
    Jika kebiasaan online kita menghabiskan waktu seharian untuk berinternet yang belum tentu arahnya, maka kita harus mulai merubah kebiasaan itu dengan membuat pola baru dimana misalnya, membaca email sebagai prioritas, dilanjutkan dengan membaca informasi berita setelah itu kita harus mulai berani untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak menjadi prioritas, namun aturan yang dibuat itu harus dipatuhi.

    5.Atur ulang jadwal rutinitas.
    Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam kesehariannya. Oleh karena itu, kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan baik dan seimbang, antara kewajiban dan hak. Atau secara bertahap mengurangi jam online kita. Bila sebelumnya kita online bisa mencapai 12 jam sehari atau bahkan online tiap setengah jam, kita harus bisa menekan angka tersebut hingga cukup 1 jam untuk online.

    Melihat fenomena yang seperti ini sudah seharusnya kita harus lebih hati – hati dalam penggunaan teknologi informasi, apalagi jika dalam melakukan transaksi jual beli melalui via internet karena hal ini tidak tertutup kemungkinan akan kecolongan juga sehingga akan dapat merugikan diri sendiri. Kepada pihak interpol sudah semestinya mengembangkan teknologi informasi yang lebih canggih dari pada pihak – pihak yang menjalankan Cyber Crime sehingga pihak International Police Organization (IPO) ini dapat mengendalikan ruang gerak pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Daftar Referensi:
    1.www.google.com
    2.www.tempointeraktif.com
    3.www.kabarindonesia.com
    4.www.serambinews.com
    5.www.pendidikan.net

    Nama : Risga Lutfi Cahyanita
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/284008/PA/12776

  16. Peranan mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Dewasa ini perkembangan dunia teknologi di dunia terutama di Indonesia sudah sangat pesat. Setiap orang setiap lapisan masyarakat setiap kelompok-kelompok sosial berlomba-lomba untuk selalu mengupdate atau memperbarui teknologi masa kini. Teknologi sudah menjadi teman dan senjata untuk setiap orang. Mengapa? Teknologi mempunyai banyak manfaat dan sarat akan kebutuhan bagi setiap orang. Teknologi dapat digunakan untuk berkomunikasi setiap orang yang dipisahkan oleh jarak yang jauh ataupun dekat. Tak hanya itu teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi. selain sebagai alat untuk menyebarkan informasi, teknologi memperkenalkan situs jejaring sosial sebagai alat untuk berkomunikasi antar orang. Melalu situs-situs ini banyak pengguna yang menjadi ketagihan untuk selalu mengakses situs mereka disaat yang tidak tepat. Banyak oknum-oknum yang menyalahi kegunaan teknologi sebagai ajang untuk kejahatan.
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara “potong kompas”. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat moderen saat ini dan masa depan.
    Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.
    Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan moderen dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.
    Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang merugikan kepentingan pihak lain sudah menjadi realitas sosial dalam kehidupan masyarakat moderen sebagai dampak dari pada kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi bangsa-bangsa yang telah mengenal budaya teknologi (the culture of technology). Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia yang semakin “sempit” ini. Semua ini dapat dipahami, karena teknologi memegang peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam percaturan masyarakat internasional yang saat ini semakin global, kompetitif dan komparatif. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan menguasai “dunia”, baik secara ekonomi, politik, budaya, hukum internasional maupun teknologi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara bahkan kebutuhan intelijen.
    Supaya masalah penyalahgunaan teknologi ini tidak menjadi keresahan sosial bagi masyarakat luas, seyogianya implementasi hukum di dalam kehidupan masyarakat moderen yang memakai teknologi tinggi harus mampu untuk mengurangi perilaku yang dapat merugikan kepentingan bagi orang atau pihak lain, meskipun adanya hak dan kebebasan individu dalam mengekspresikan ilmu atau teknologinya dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks. Harus diingat, perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kejahatan, sedangkan kejahatan itu telah ada dan muncul sejak permulaan zaman sampai sekarang ini dan masa akan datang yang tidak mungkin untuk diberantas tuntas.
    Suatu hal yang patut diperhatikan adalah bahwa kejahatan sebagai gejala sosial sampai sekarang belum diperhitungkan dan diakui untuk menjadi suatu tradisi atau budaya yang selalu mengancam dalam setiap saat kehidupan masyarakat. Di sini perlu ada semacam batasan hukum yang tegas di dalam menanggulangi dampak sosial, ekonomi dan hukum dari kemajuan teknologi moderen yang tidak begitu mudah ditangani oleh aparat penegak hukum di negara berkembang seperti halnya Indonesia yang membutuhkan perangkat hukum yang jelas dan tepat dalam mengantisipasi setiap bentuk perkembangan teknologi dari waktu ke waktu.
    Harus diakui bahwa Indonesia belum mengadakan langkah-langkah yang cukup signifikan di bidang penegakan hukum (law enforcement) dalam upaya mengantisipasi kejahatan mayantara seperti dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat. Kesulitan yang dialami adalah pada perangkat hukum atau undang-undang teknologi informasi dan telematika yang belum ada sehingga pihak kepolisian Indonesia masih ragu-ragu dalam bertindak untuk menangkap para pelakunya, kecuali kejahatan mayantara yang bermotif pada kejahatan ekonomi/perbankan.
    Pihak kepolisian Indonesia telah membentuk suatu unit penanggulangan kejahatan mayantara dengan nama Cybercrime Unit yang berada di bawah kendali Direktrorat Reserse Kriminal Polri. Pembentukan unit kepolisian ini patut dipuji, namun amat disayangkan apabila unit ini bekerja tidak dilengkapi dengan perangkat legislasi anti cybercrime. Mengantisipasi kejahatan ini seyogianya dimulai melalui pembentukan perangkat undang-undang seperti dalam Konsep KUHP Baru dan RUU Teknologi Informasi yang disusun oleh Pusat Kajian Cyberlaw Universitas Padjadjaran. Model yang digunakan adalah Umbrella Provision atau “undang-undang payung”, artinya ketentuan cybercrime tidak dibuat dalam bentuk perundang-undangan tersendiri (khusus), akan tetapi diatur secara umum dalam RUU Teknologi Informasi dan RUU Telematika.
    Disisi lain kita sebagai mahasiswa Indonesia tidak bisa hanya diam saja menyaksikan maraknya cyber crime yang merajalela. Yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengadakan lomba menggambar menggunakan komputer untuk siswa-siswi SD. Cara ini cukup efektif karena untuk menanggulangi kejahatan harus diajarkan sejak dini. Mereka para siswa-siswi di Sekolah Dasar harus diberikan pendidikan bahwa Komputer sebagai teknologi seyogyanya digunakan untuk keperluan yang penting, untuk menyebarkan informasi dan untuk alat berkomunikasi setiap orang hingga antarnegara. Peranan mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengikuti ajang adu bakat pembuatan robot Internasional.
    Tak hanya itu, dengan ilmu yang kita dapatkan kita sebagai mahasiswa Indonesia hendaknya tetap menjadi mahasiswa yang mentaati Undang-Undang ITE yang berlaku. Hendaknya teknologi yang kita punya ini digunakan sebagai mana mestinya untuk meyebarkan informasi dan alat komunikasi.
    Sumber : http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&mnorutisi=5
    Rizqi Nurrohmah
    09/281127/PA/12362
    Ilmu komputer

  17. Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Sederhananya Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah seluruh peralatan teknologi untuk memproses dan menyampaikan informasi. Beberapa media yang dapat digunakan dalam komunikasi antara lain media cetak (koran, tabloid), media elektronik dan elektromagnetik ( TV, radio, telepon, internet). Dalam tulisan ini pengarang akan lebih menitikberatkan permasalahan-permasalahan di bidang internet.

    Perkembangan teknologi informasi digital telah mengalahkan teknologi analog. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian dengan perangkat komputer yang dari awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi inilah kandungan isi berupa multimedia, mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang.

    Perkembangan teknologi informasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Saat ini ada beberapa macam fasilitas yang bisa diakses, mulai dari fungsi browsing, chatting, online shop, media massa online, surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi ini juga diikuti dengan pertambahan jumlah masyarakakat yang “melek” internet dengan sangat pesat, baik masyarakakat dunia maupun masyarakakat Indonesia sendiri

    Namun siapa sangka, fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya, saat ini justru kerap disalahgunakan. Beberapa kasus penyalahgunaan internet dalam hal ini Facebook mulai bermunculan. Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya. Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan.

    Selain kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook. Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut. Masing-masing orang ditawarkan dengan kisaran harga 600 ribu hingga 800 ribu rupiah. Ada juga kasus Nova, remaja yang masih duduk di bangku SMP yang kabur bersama Arie Power, kenalannya di Facebook.

    Menurut Danrivanto Budhijanto, pakar hukum telekomunikasi Unpad, realita tersebut merupakan suatu fakta perubahan paradigma masyarakat yang pada awalnya mengutamakan pertemuan fisik (tatap muka). Namun seiring berkembangnya teknologi, kualitas pertemuan fisik bukan lagi menjadi hal utama, yang penting adalah informasi yang diperoleh. Perkembangan teknologi memang dapat mempermudah penggunanya, tapi secara tidak langsung juga bisa memfasilitasi tindakan melawan hukum. Apalagi tindakan tersebut bisa dilakukan lebih cepat, hampir tanpa batasan ruang dan waktu, lebih massif dan eksklaratif.

    Kasus pornografi di internet juga bertambah banyak, ini bisa dilihat dengan banyaknya akses terhadap situs-situs pornografi. Bahkan sebuah LSM di Tanah Air, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama 2010, masyarakat Indonesia berada pada urutan keempat di dunia yang suka membuka internet untuk situs pornografi. LSM tersebut mengingatkan risiko kerusakan mental oleh pornografi online, yang karena banyaknya mereka juluki ‘Tsunami’. Anak-anak ini dicemaskan kesulitan menjalin relasi harmonis kala dewasa. Sebuah usul pun mengemuka untuk memasang label bahaya di website.

    Selain kasus-kasus tersebut, saat marak kasus Hak Kekayaan Intelektual yang dibantu dengan adanya akses internet. HaKI berfungsi untuk mengatur penggunaan gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya untuk jangka waktu tertentu. Istilah ‘kekayaan intelektual’ mencerminkan bahwa hal tersebut merupakan hasil pikiran atau intelektualitas, dan bahwa hak kekayaan intelektual dapat dilindungi oleh hukum sebagaimana bentuk hak milik lainnya. Saat ini marak terjadinya kasus pembajakan terhadap ide tulisan, banyak masyarakakat yang kurang mengerti mengenai HaKI sehingga mereka merasa aman meskipun telah melakukan pembajakan ide. Bahkan di kalangan mahasiswa- yang dianggap sebagai agen perubahan- sendiri banyak terjadi kasus pelanggaran hak cipta. Banyak dari mereka melakukan salin-tempel (Copy-Paste) paper atau pekerjaan orang lain tanpa meminta ijin.

    Melihat begitu banyaknya permasalahan-permasalahan yang dapat ditimbulkan internet, Mahasiswa sebagai agen perubahan perlu melakukan usaha untuk melawan efek-efek negatif tersebut. Kita perlu melakukan kampanye Internet Sehat dan Aman, yakni kampanye untuk membuat internet sebagai media untuk belajar dan berkomunikasi secara sehat dan aman.

    Kampanye internet sehat dan aman ini perlu kita perkenalkan sejak dini kepada pelajar di semua jenjang, dari usia pelajar SD-SMP-SMA hingga para mahasiswa. Untuk kampanye Internet Sehat dan Aman diperlukan beberapa usaha, yang pertama adalah perlunya filter internet untuk mencegah generasi muda untuk mengakses konten pornografi maupun pornoaksi. Filter internet ini haruslah canggih, karena website-website yang mengandung konten porno berkembang tiap harinya dan banyak domain-domain baru yang sangat berbahaya bila diakses.

    Langkah kedua adalah mengedukasi masyarakakat untuk tidak mencantumkan data-data pribadi yang sangat private (seperti alamat rumah, nomer telepon). Karena data-data yang sangat pribadi inilah yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Selanjutnya adalah pengajaran mengenai Hak Kekayaan Intelektual sejari dini. Hal ini penting untuk generasi muda kita, supaya tidak di cap dengan sebutan Generasi Pembajak. Beberapa langkah mudah untuk menghindari pembajakan terhadap ide tulisan yakni mencantumkan sumber tulisan yang diambil sebagai sumber akan lebih bagus jika meminta izin dari penulis terlebih dahulu.

    DAFTAR PUSTAKA

    Hari Wibawanto. 2006. Learning Management System. Handout.Universitas Udayana, Denpasar.

    Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran

    Valentina, R(2005).Remaja Melek Media.Jakarta. Yayasan Jurnal Perempuan

    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kekayaan_intelektual

    http://surabaya.detik.com/read/2010/11/29/200255/1505237/466/penipuan-penjualan-blackberry-lewat-facebook-dibongkar

    http://surabaya.detik.com/read/2010/11/26/154524/1503410/475/siswi-smk-dibawa-kabur-pemuda-yang-dikenal-dari-facebook

    http://regional.kompas.com/read/2010/02/12/14523385/Marak.Kasus.Facebook..Polri.Koordinasi.dengan.Kemkominfo

    BY: RINTO ACHMAD S
    PRODI: ILMU KOMPUTER UGM
    NIM: 09/283670/PA/12663

  18. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia

    Dalam era globalisasi ini, perkembangan teknologi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita yang bertujuan untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu hal. Semua lapisan umur baik anak-anak maupun orang dewasa sudah paham betul tentang perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat beberapa tahun belakangan dan pemanfaatannya. Teknologi telah menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia pada zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat terjadinya komunikasi dan mampu mempercepat hubungan manusia dari berbagai belahan dunia jadi, isolasi sosial adalah kata yang dilawan oleh teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini.
    Namun, disadari atau tidak, perkembangan teknologi ini tidak hanya membawa sisi positif yang dapat mempermudah tugas kita, tetapi juga membawa sisi negatif yang dapat berdampak pada semua lapisan umur. Seperti dua buah sisi mata uang, sisi negatif itu tidak dapat kita pisahkan, seperti berkembangnya penyalahgunaan teknologi dan cybercrime yang marak akhir-akhir ini.
    Hadirnya teknologi dalam kehidupan manusia tidak bisa dipungkiri lagi akan ada nya penyalahgunaan dalam perkembangannya. Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat merugikan kepentingan pihak lain sudah menjadi suatu masalah realita sosial dalam kehidupan masyarakat modern sebagai dampak daripada kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi negara-negara yang telah mengenal budaya teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia yang semakin “sempit” ini. Semua ini dapat kita pahami, karena teknologi memegang peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam persaingan masyarakat internasional yang semakin global yang semakin kompetitif. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan semakin menguasai pasar internasional, baik secara ekonomi, politik, budaya, hukum internasional maupun teknologi informasi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara bahkan kebutuhan intelijen.
    Penyalahgunaan teknologi informasi ini akan dapat menjadi masalah hukum, khususnya hukum pidana, karena adanya unsur merugikan pihak lain, orang, bangsa dan negara lain. Sarana yang biasa dilakukan dalam aksi kejahatan ini adalah biasanya seperangkat komputer yang memiliki fasilitas internet. Penggunaan teknologi modern ini dapat dilakukan sendiri oleh hacker atau sekelompok cracker dari rumah atau tempat tertentu tanpa diketahui oleh pihak korban. Kerugian yang dialami korban dapat berupa kerugian moril, materil dan waktu seperti rusaknya data penting, domain names atau nama baik, kepentingan negara ataupun transaksi bisnis dari suatu korporasi atau badan hukum (perusahaan) mengingat kejahatan mayantara atau teknologi informasi ini tidak akan mengenal batas wilayah negara yang jelas. Kejahatan teknologi informasi ini menurut pendapat penulis dapat digolongkan ke dalam supranational criminal law. Artinya, kejahatan yang korbannya adalah masyarakat lebih luas dan besar terdiri dari rakyat suatu negara bahkan beberapa negara sekaligus. Kejahatan dengan jangkauan korban yang memiliki data penting ini dapat menimpa siapa dan kapan saja mengingat akses teknologi mayantara pada masa depan sulit untuk menyembunyikan sesuatu data yang paling dirahasiakan, termasuk data negara. Segala macam penggunaan jaringan komputer untuk tujuan kriminal dan atau kriminal berteknologi tinggi adalah menyalahgunakan kemudahan teknologi digital untuk kepentingan tertentu yang sangat merugikan bagi pihak lain. Bentuk-bentuk kejahatan tersebut dapat berupa spionase informasi, pencurian data, pemalsuan kartu kredit (credit card), penyebaran virus komputer, pornografi orang dewasa dan anak, penyebaran e-mail bermasalah hingga kampanye anti suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), terorisme dan ekstrimisme di internet. Semua bentuk kejahatan mayantara tersebut amat merugikan bagi kepentingan individu, kelompok masyarakat, bangsa dan negara bahkan internasional yang mendambakan selalu terwujudnya perdamaian abadi dalam tatanan masyarakat ekonomi global.
    Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Komputer kita juga dapat membantu untuk mengurangi atau mengeliminasi beberapa penyalahgunaan teknologi informasi atau setidaknya tidak ikut serta dalam usaha penyalahgunaan tersebut. Misalnya dengan membuat suatu sistem yang bisa memperkecil angka penyalahgunaan, seperti memperketat pengamanan dalam jaringan komputer, sehingga masyarakat akan lebih merasa aman dalam penggunaan teknologi tersebut. Dalam usaha untuk meningkatkan pengamanan jaringan, kita juga harus memutakhirkan pengetahuan kita dan semua yang berkaitan tentang perkembangan teknologi terkini sehingga kita dapat meminimalisasi tingkat penyalahgunaan teknologi informasi.
    Bisa juga dengan cara menanamkan sejak dini atau memperkenalkan kepada anak-anak tentang teknologi yang sedang berkembang akhir-akhir ini dan dampak positif dan negatifnya, sehingga harapannya, anak-anak ini akan menjadi generasi muda yang mampu untuk mengatasi penyalahgunaan teknologi di masa mendatang.
    Pada dasarnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat akhir-akhir ini patut kita syukuri sebagai suatu bentuk hasil budaya masyarakat modern. Sudah seharusnya kemajuan perkembangan teknologi ini dapat membantu kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Namun kemajuan teknologi juga membawa dampak buruk dalam kehidupan masyarakat berupa penyalahgunaan teknologi tersebut sehinga harus ada usaha untuk mengatasinya dengan tersedianya pengamanan jaringan dan perangkat hukum serta undang undang yang tepat seperti undang-undang ITE.
    Namun, perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun, karena sudah menjadi kebutuhan pokok manusia modern yang cenderung kepada perkembangan kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan memperoleh informasi baru dari manapun.
    Dampak buruk teknologi ini merupakan suatu masalah yang menjadi pekerjaan rumah kita yang merupakan sisi negatif dari perkembangan teknologi yang harus dihindari. Dengan semakin meluasnya perkembangan teknologi termasuk ke pedesaan di Indonesia, maka dampak buruk teknologi ini harus diatasi dengan lebih hati-hati agar tidak menjadi suatu kejahatan besar bagi bangsa dan negara kita.

    Daftar pustaka :
    1. http://www.google.com
    2. http://www.buletinlitbang.dephan.go.id
    3. http://www.kaskus.us

    Nama : Amin El Kharis
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/283147/PA/12457

  19. Sejarah internet berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik). Dan terus berkembang hingga saat ini.
    Internet saat ini merupakan teknologi yang sangat digandrungi dan merebak di kalangan masyarakat Indonesia baik kalangan anak – anak, remaja, ataupun orang dewasa. Internet memiliki daya tarik sendiri bagi masyarakat Indonesia yang bisa dikatakan masih baru mengenal internet. Dewasa ini internet tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia. Melalui internet, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi ataupun hanya untuk menghilangkan penat setelah seharian berkegiatan. Semua hal bisa dilakukan melalui internet, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat internet tidak hanya digunakan untuk mengakses informasi saja akan tetapi dapat dipakai untuk melakukan sejumlah aktivitas lainnya, blogging, kunjungan ke situs pertemanan, belanja online bahkan transaksi perbankan. Kebutuhan dan penggunaan akan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan internet dalam segala bidang seperti e-banking, e-commerce, e-government, e-education dan masih banyak lagi telah menjadi sesuatu yang lumrah. Internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace, yaitu sebuah dunia komunuikasi berbasis computer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata).
    Internet memiliki banyak manfaat untuk memndukung kegiatan sehari – hari. Selain itu, internet juga bisa menjadi jembatan untuk lebih mengenal banyak orang melalui jejaring sosial maupun berkomunikasi dengan seseorang meskipun dipisahkan jarak yang jauh. Di kalangan masyarakat sendiri, tak kalah banyak juga seseorang yang memanfaatkan internet untuk mencari uang. Tak hanya itu, terdapat berbagai forum yang mendiskusikan berbagi hal yang di mana informasinya sangat bermanfaat. Fasilitas yang diberikan oleh internet mampu untuk mengakomodasi semua itu. Berbagai informasi menyebar dengan cepat melalui internet. Sehingga sekarang dapat dikatakan bahwa internet merupakan bagian hidup masyarakat.
    Perkembangan internet yang semakin hari semakin meningkat baik teknologi dan penggunaanya. Mempunyai banyak dampak baik positif maupun negative. Untuk yang bersifat positif, banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, e-commerce juga membuat kita mudah melakukan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet.
    Dunia tanpa batas, ini yang menarik. Penyalahgunaan internet pun tidak dapat dielakkan, semakin banyak masyarakat yang dapat menggunakan internet, semakin tinggi tingkat penyalahgunaan internet. Ada dua jenis penyalahgunaan internet, yang sifatnya internal dan eksternal. Internal lebih ke personal, seperti penggunaan pada komputer mereka sendiri, sesuatu yang bersifat individu bisa dengan membuka situs situs berbau pornografi. Sementara yang bersifat eksternal sudah mulai merugikan orang lain, seperti hacker, manipulasi gambar dan yang lain yang bersifat merugikan publik. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan resiko tertangkap yang sangat kecil oleh individu maupun kelompok dengan akibat kerugian yang lebih besar baik untuk masyarakat maupun negara disamping menimbulkan kejahatan-kejahatan baru. Dapat dikatakan minimnya pengetahuan akan fungsi internet membuat jumlah pelaku penyalahgunaan internet di kian hari kian bertambah.
    Semua dampak negatif tersebut dapat ditanggulangi atau dapat diminimalisasikan. Mahasiswa sebagai salah satu komponen masyarakat yang terpelajar memiliki peran aktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan internet. Penyalahgunaan internet saat ini mulai mengkhawatirkan. Para mahasiswa yang dianggap generasi muda paling berpengaruh diharapkan mampu menggiring para pengguna untuk melakukan internet ‘sehat’. Mahasiswa melalui kegiatan – kegiatannya dan organisasi – organisasinya memiliki potensi untuk menggalakkan berinternet dengan benar dan aman. Kegiatan – kegiatan mahasiswa yang berhubungan langsung dengan masyarakat diharapkan dapat mengenalkan manfaat dari internet lebih luas. Selain itu, para mahasiswa juga dapat mengadakan seminar – seminar di sekolah untuk memberikan pengertian dan kemampuan berinternet dengan baik kepada generasi muda yang lain sehingga melalui internet mereka dapat meningkatkan produktifitas melalui blogging dan lain sebagainya. Di samping itu, bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan khusus dapat ikut bersama pemerintah dan aparat hukum untuk memantau penyalahgunaan internet, seperti melakukan pemblokiran situs – situs yang memiliki konten pornografi, kekerasan, dan lain – lain. Serta melakukan pengawasan terhadap keamanan transaksi melalui internet. Mahasiswa bersama pemerintah bekerjasama untuk membuat rancangan berinternet yang ‘sehat’ bagi masyarakat umum khusunya generasi muda. Ataupun melakukan perancangan hukum – hukum khusus penanganan ‘cyber crime’ . Mahasiswa juga dapat melakukan publikasi situs – situs sehat dan bermanfaat. Situs sehat adalah alamat situs sehat yang cocok diakses dan dibaca oleh kita-kita para remaja, siswa, keluarga, dan institusi pendidikan. Walaupun keberadaan situs lokal sangat terbatas ketersediaannya, tetapi ternyata cukup banyak diantaranya yang berkualitas Up To Date dan bermanfaat. Beberapa contoh situs tersebut telah dikategorikan secara sederhana agar memudahkan kita. Kategori tersebut adalah situs ilmu dan pendidikan, situs berita dan infomasi, situs remaja dan keluarga, situs komputer dan TI, situs-situs bursa kerja.

    Mahasiswa juga memiliki peran pasif dalam upaya penanggulangan penyalahgunan internet. Misalnya tidak membuka situs – situs yang berisi hal – hal yang melanggar hukum atau tidak memberikan contoh pada generasi muda yang lain untuk tidak melakukan kejahatan internet, seperti pembajakan ide – ide, pencemaran nama baik melalui internet, pembobolan data – data, dan lain – lain. Dengan demikian, para mahasiswa sangat dibutuhkan untuk ikut mengatasi berbagai penyalahgunaan internet dan berpartisipasi dalam perkembangan dunia maya selanjutnya.

    Nama : Rizky Pandu Nugroho
    NIM : 09 / 283653 / PA /12653
    Prodi : Ilmu Komputer

  20. Peranan Mahasiswa Dalam Mengurangi/Mengeliminasi Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi Informasi Oleh Generasi Muda Indonesia.

    Di era globalisasi saat ini, dimana perkembangan teknologi IT sangat canggih, namun menurut saya ada sebagian para generasi muda bangsa Indonesia belum siap dalam menghadapi hal itu,dan cenderung memanfaatkan kecanggihan teknologi IT untuk hal – hal yang berbau negatif, sehingga bagi saya peran mahasiswa untuk menyikapi hal tersebut,yaitu perlu adanya pembentukan wadah bagi para mahasiswa yang anti penyalah gunaan IT. Kemudian , nantinya wadah / organisasi tersebut berperan sebagai sebuah organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi dan gagasan meraka dalam memberantas penyalahgunaan IT.

    Fungsi dari wadah organisasi tersebut dimana nantinya sebagai kontrol terhadap pemerintahan sekarang yang terkesan kurang menggalakkan aksi anti penyalahgunaan IT, dalam hal ini misalnya penyalahgunaan IT sehingga menimbulkan konten –konten yang berbau negatif, dan mengarah ke pornografi dan pornoaksi, maraknya film –film yang beredar yang berbau negatif seperti kurang adanya pengawasan yang ketat dalam pemerintahan, serta kurangnya sosialisasi ke masyarakat mengenai bahayanya konten –konten negatif tersebut di kemudian hari, dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat mengenai hukuman bagi yang melanggar dalam penyalah gunaan IT tersebut.

    Salah satu sosialisasi cara mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi dari pemerintah kepada masyarakat Indonesia yaitu dengan dibentuknya DNS Nawala atau yang biasa disebut Nawala Project yang diresmikan oleh pemerintah sekitar akhir tahun 2009. Akan tetapi, kurangnya sosialisasi dari pemerintah, serta kurang gencarnya berbagai macam iklan mengenai program tersebut di berbagai media cetak dan elektronik, yang menurut saya cukup efektif, menyebabkan akan ketidaktahuan masyarakat mengenai program pemerintah tersebut , sehingga berkesan kurang berhasil dan hanya seperti berjalan di tempat saja. Padahal, dilihat dari sudut pandang fungsi dan kegunaan DNS nawala / project nawala ini sangat baik.

    Salah satu contoh fungsi DNS Nawala yaitu, sebagai DNS Filter , dimana DNS Nawala ini digunakan untuk memblokir akses terhadap konten-konten yang dianggap negatif yang tidak sesuai dengan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia, semisal konten – konten negatif pornoaksi dan pornografi di dalam internet, situs – situs yang di anggap merusak generasi muda bangsa Indonesia, serta berbagai macam kata – kata atau kalimat yang di anggap berbau negatif dan mengarah ke pornografi. Oleh karena itu, menurut saya DNS filtering ini merupakan suatu cara yang cukup ampuh untuk penyaringan konten negatif di internet. Dengan memanfaatkan DNS Nawala ini penyedia layanan internet seperti ISP, warnet maupun pengguna internet langsung dapat dengan mudah mengontrol akses penggunaannya dengan melakukan penyaringan dan pemblokiran terhadap situs-situs yang mengandung konten negatif. Domain yang dapat di blokir oleh DNS nawala ini ada 6 kategori yaitu Adult, Gambling, Phishing, Pornography, Proxy dan SARA.

    Disisi lain, bagusnya salah satu langkah pemerintah dalam menanggulangi penyebaran penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh generasi muda Indonesia, salah satunya dengan cara di atas, tidak dibarengi dengan langkah –langkah konkrit, efektif dan efisien dalam menyosialisasikan tersebut, sehingga disini dituntut pula peranan mahasiswa ahli IT secara khususnya dan mahasiswa non ahli IT secara umum untuk ikut serta membantu program pemerintah itu, serta mendukung program pemerintah dengan menyosialisasikan hal tersebut, melalui berbagai cara.

    Salah satu caranya yang ditempuh melalui kita yang berperan sebagai mahasiswa yaitu, seperti yang saya ungkapkan diatas, dengan membentuk sebuah wadah / organisasi anti penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi, yang selain tugasnya mengontrol pemerintahan dalam hal menggalakkan program anti penyalah gunaan IT, namun juga ikut berpartisi aktif membantu pemerintahan dalam menyosialisasikan serta menyebarluaskan kepada masyarakat umum, mengenai arti pentingnya dan bahayanya apabila kita menyalah gunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk masa depan kita, serta memberikan penjelasan kepada masyarakat umum, pengguna internet, serta generasi – generasi muda, semisal anak – anak dan para remaja dibawah 20 tahun, melalui spanduk atau media – media cetak maupun elektronik mengenai hukuman -hukuman apabila seseorang telah melanggar hal itu, sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku yang telah di tetapkan.

    Selain cara di atas, mahasiswa bisa juga melalui organisasi atau lembaga tertentu, ikut serta berperan memberikan penyuluhan dan pemberian contoh akhlak yang baik kepada para anak – anak yang masih kecil seusia SD hingga dibawahnya mengenai pentingnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat belakangan ini, dengan baik dan benar serta memberikan contoh dampak buruknya apabila menggunakan teknologi tersebut secara tidak benar dan konsekuensi yang dihadapi dari menggunakan teknologi secara tidak benar tersebut.

    Disamping itu, mahasiswa juga bisa berperan mengeluarkan aspirasinya kepada pemerintahan sekarang mengenai mendukung semua gerakan mengenai “tolak konten pornografi dan pornoaksi” yang tersebar di dunia maya maupun di dunia nyata, serta membantu pemerintah dalam memberantas pornografi dan pornoaksi melalui bidang ahlinya mahasiswa masing – masing. Sebagai contoh, mahasiswa yang ahli teknologi komunikasi dan informasi membuat sebuah alat / software pendeteksi adanya konten –konten yang negatif yang mengarah ke pornografi dan pornoaksi, atau membuat sebuah sistem pada komputer yang mampu memblokir jaringan ke situs – situs negatif yang mengandung unsur porngrafi dan pornoaksi, atau juga dengan memberikan penyuluhan dan mengadakan semacam seminar pembimbingan dan pelatihan cara memblokir situs –situs negatif, serta cara penggunaan yang baik dan benar, dan menginfokan konsekuensi yang diterima apabila menyalahgunakan teknologi komunikasi dan informasi kepada para mahasiswa umum dan pada masyarakat umum. Sehingga diharapkan dengan adanya itu, generasi muda bangsa Indonesia bisa lebih terdidik pikirannya dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang saat ini dan agar lebih berakhlak mulia.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://loveislamic.blog.friendster.com/2008/09/ruu-pronografi-kenapa-harus-ditolak/
    http://www.nawala.org/berita/dns-nawala/58-internet-sehat-dengan-dns-nawala
    http://fendix.wordpress.com/2010/07/16/blokir-situs-xxx-dengan-dns-nawala-project-untuk-internet-sehat/
    http://loveislamic.blog.friendster.com/2008/09/ruu-pronografi-kenapa-harus-ditolak/
    http://kulinet.com/baca/pornografi-pornoaksi-versus-undang-undang-tak-bertaring/809/
    http://www.krucil.com/archive/index.php/t-29974.html
    http://politik.vivanews.com/news/read/4206-dua_definisi_akan_dibawa_ke_pansus
    http://ruuappri.blogsome.com/category/aksi-dukung-ruu-app/

    Nama : Utama Nur Ariputra
    Nomor mahasiswa :08 /265929/PA/11931
    Prodi : Ilmu Komputer UGM

  21. Mahasiswa adalah komunitas yang unik, menempati kedudukan yang khas, baik dalam posisinya sebagai masyarakat kampus ataupun sebagai masyarakat diluar kampus. Kekhasan ini tampak pada peranan/atribut yang disandang mahasiswa, antara lain mahasiswa sebagai intelektual muda, sebagai kelompok penekan (pressure group), dan sebagai agen perubahan (agent of change). Setidaknya ada empat peran yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Empat peran itu antara lain :

    Peran moral
    Seorang mahasiswa harus menjadi teladan yang baik. Karena mahasiswa pasti akan dicontoh oleh para generasi yang lebih muda. Apabila mahasiswa melakukan perbuatran buruk maka akan rusaklah generasi sesudahnya. Oleh karena itu dalam perannya ini, mahasiswa harus tetap menjadi teladan yang baik bagi generasi sesudahnya.

    Peran sosial
    Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial, hal ini karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sosial juga. Sehingga mahasiswa tidak boleh masa bodoh terhadap isu-isu sosial yang terjadi dalam lingkungannya, karena hal ini akan membuat mahasiswa meninggalkan perannya sebagai makhluk sosial.

    Peran Akademik
    Ini adalah peran utama mahasiswa sebagai intelektual muda. Hal ini karena memang dari awal tugas mahasiswa yang paling utama adalah belajar demi kepentingan masyarakat banyak. Lagi pula setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka seorang mahasiswa harus berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu, untuk mengukir masa depan yang cerah .
    Peran inilah yang membedakan mahasiswa dengan komunitas ,peran ini menjadi symbol dan miniatur kesuksesan mahasiswa dalam menjaga keseimbangan dan memajukan diri mereka.

    Peran politik
    Sebagai kelompok penekan (pressure group), mahasiswa punya peran penting dalam memonitor kebijakan-kebijakan pemerintah. Sehingga akan terbentuk pemerintah yang lebih baik, sebagai akibatnya kehidupan bernegara akan menjadi sehat.

    Dengan adanya peran-peran tersebut, maka mahasiswa punya kewajiban untuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. Salah satu masalah yang harus menjadi perhatian utama adalah penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda.

    Banyak kasus terjadi karena penyalahgunaan teknologi informasi oleh generasi muda. Banyak contoh-contohnya, antara lain adalah kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya. Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan. Selain kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook. Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut. Masing-masing orang ditawarkan dengan kisaran harga 600 ribu hingga 800 ribu rupiah. Ada juga kasus Nova, remaja yang masih duduk di bangku SMP yang kabur bersama Arie Power, kenalannya di Facebook. Itu adalah kasus yang nampak dan diketahui serta ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian, yang tidak terlihat bukan tidak mungkin lebih banyak lagi.

    Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran mahasiswa dalam mencegah atau mengurangi bahkan kalau mungkin mengeleminasi penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda saat ini?
    Banyak cara sebenarnya untuk mencegah atau mengurangi bahkan kalau mungkin mengeleminasi penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda, yang pertama dan paling utama adalah dengan menunjukkan contoh yang baik dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi, karena perbuatan lebih mudah ditiru dan dilaksanakan daripada perkataan dan nasihat, hal ini karena pada dasarnya manusia tidak mau dinasehati.

    Lalu cara yang mungkin dilakukan oleh mahasiswa untuk untuk mencegah atau mengurangi bahkan kalau mungkin mengeleminasi penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda adalah dengan mengadakan penyuluhan. Mahasiswa bisa mengadakan penyuluhan tentang penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang baik, benar, sehat dan aman dari tindakan kejahatan dunia maya ke sekolah-sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas. Hal ini dikarenakan kebanyakan korban dari kejahatan dunia maya adalah pelajar sekolah, sehingga para mahasiswa harus memberi perhatian lebih terhadap anak-anak sekolah.

    Kemudian cara lain yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam hal ini adalah mengadakan acara-acara seperti seminar tentang keamanan menggunakan internet maupun tentang pencegahan penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda yang pesertanya adalah para orang tua yang mempunyai anak remaja. Tujuan dari seminar tersebut adalah agar para orang tua bisa melakukan pencegahan dan mengurangi atau mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi yang dilakukan oleh anak-anak mereka, atau mencegah anak-anak mereka menjadi korban dari kejahatan dunia maya.

    Kemudian, bagi mahasiswa yang mempunyai latar belakang komputer, bisa membuat aplikasi yang bisa mencegah atau mengurangi bahkan kalau mungkin mengeleminasi penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda, misalnya aplikasi yang bisa menyaring konten-konten negatif dari internet, semisal konten pornografi dan pornoaksi, konten kekerasan, dan konten-konten berbahaya lainnya. Atau bisa membuat suatu website yang bisa langsung memberi peringatan tentang terjadinya tindak kejahatan dunia maya, bisa juga website tempat pengaduan penyalahgunaan-penyalahgunaan yang terjadi dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi sehingga penyalahgunaan-penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi bisa ditangani dengan lebih cepat.

    Itu adalah sebagian peran yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam mencegah penyalahgunaan-penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi, namun pencegahan yang paling utama adalah dalam diri orang itu sendiri, sehingga dari awal harus dipersiapkan mental yang baik agar bisa menghadapi teknologi tersebut.

    Sumber :
    http://kammipolban.wordpress.com/2007/05/03/4-peran-mahasiswa/
    http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=3407&kat=11
    http://muslim-mualaf.blogspot.com/2010/02/pakar-segera-cegah-penyalah-gunaan.html

    Muh Kozin
    08/269881/PA/12114
    Ilmu Komputer UGM

  22. Zaman modern seperti sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sangat pesat bila dibanding pada masa – masa yang lalu. Perkembangan ini tidak akan selalu terjadi mengingat tujuan perkembangan ini adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman.
    Semakin berkembang suatu masyarakat, pasti berkembang pula ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Perkembangan ilmu pengetahuan pasti berjalan searah dengan perkembangan teknologi yang dimiliki. Dan perkembangan teknologi erat hubungannya dengan peran serta para kaum pelajar, kalau kita persempit perkembangan teknologi mempunyai hubungan yang erat dengan para pemuda. Dan dalam zaman sekarang ini pemuda identik sekali dengan yang namanya mahasiswa. Jadi boleh dikatakan semakin berkembang mahasiswa/pemuda maka akan semakin berkembang suatu masyarakat.
    Salah satu ciri khusus dari bidang ilmu Teknologi Informasi adalah fokus perhatian bidang ilmu tersebut yang lebih bersifat aplikatif. Bidang ilmu teknologi informasi lebih mengarah pada pengelolaan data dan informasi dalam sebuah enterprise (perusahaan atau organisasi kerja lainnya), dengan pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi data serta lebih menekankan pada teknik pemanfaatan perangkat-perangkat yang ada untuk meningkatkan produktifitas kerja. Dalam perkembangannya sejalan dengan paradigma ekonomi baru, maka teknologi informasi menjadi senjata yang handal dalam meningkatkan komunikasi dan interaksi enterprise dengan stake holdernya.
    http://www.informatika.lipi.go.id/perkembangan-teknologi-informasi-di-indonesia
    Semakin berkembang teknologi suatu masyarakat, hal yang pasti akan ikut berkembang adalah teknologi informasi/komunikasi. Mulai dari zaman saat manusia masih memakai kode-kode khusus untuk berhubungan jarak jauh misal dengan asap, dll, sampai zaman modern saat ini dimana orang belahan bumi barat dan belahan bumi timur bisa saling menyapa satu dengan yang kainnya tanpa kendala yang berarti.
    Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap diri manusia terdapat suatu sifat jahat/tidak baik/ keinginan-keinginan yang tidak sejalan dengan pola pikir manusia normal. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri juga bahwa semakin berkembang teknologi komunikasi maka akan semakin berkembang pula penyalahgunaan teknologi tersebut. Dan disinilah salah satu misi atau kewajiban sebagai seorang generasi muda untuk memangkas habis penyalahgunaan teknologi informasi, bukan malah membuatnya semakin merajalela.
    Penyalahgunaan teknologi informasi bisa bermacam-macam, mulai dari pornografi sampai perbuatan kriminal. Misalnya semakin maraknya situs-situs web penyedia layanan plus – plus, banyaknya blog-blog yang cuma menerjemahkan situs-situs seperti wikipedia.com dll, meng-hack sistem informasi akademik universitanya sendiri hanya untuk mendapatkan soal ujian, dan masih banyak lagi. Padahal manfaat teknologi informasi itu sangat besar dalam kehidupan. Misal, kita bisa mendapatkan informasi dari belahan bumi yang ada di bawah kita hanya dalam beberapa ms/detik. Hal lain misal, cloud-computing, karena dengan ini kita tidak perlu membeli komputer yang berspesifikasi tingkat atas, kita hanya perlu komputer sederhana dan koneksi internet. Dan masih banyak lagi contoh penggunaan teknologi informasi yang sangat berguna dalam masyarakat.
    Contoh – contoh lain dalam penyalahgunaan teknologi informasi :
    1. Menyebar berita palsu. Hal ini mungkin sempat terlihat dalam pertelevisian Indonesia, dimana ada beberapa acara yang tidak boleh tayang karena menyebar berita yang tidak semestinya.
    2. Memasuki sistem informasi suatu kelompok hanya untuk kepentingan unjuk kebolehan.
    3. Pembajakan, tanpa ada keterangan tambahan apapun hal ini pasti sudah jelas bahwa pembajakan bukanlah hal yang untuk dilakukan.
    4. dll
    Contoh dampak penyalahgunaan teknologi informasi :
    1. Perilaku seronok yang disebabkan oleh penggunaan teknologi informasi untuk mendapatkan konten –konten yang plus-plus.
    2. Kepanikan masyarakakat luas, hal ini bisa disebabkan oleh penyebaran berita palsu.
    3. Berkurangnya interaksi antar manusia, hal ini mungkin hal yang terlihat sepele dan sering diabaikan. Namun, secara bertahap lama kelamaan silahturahmi yang terjadi pada zaman – zaman sekarang telah digantikan oleh silahturahmi – silahturahmi lewat jalur internet ataupun telepon.
    4. dll
    Contoh – contoh perbuatan yang bisa dilakukan oleh generasi muda atau mahasiswa atau lebih sempit lagi mahasiswa yang hidup dengan komputer dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi misalnya :
    1. Membuat sofware antipornografi. Hal ini telah dicontohkan oleh mahasiswa UGM dalam lomba GEMASTIK tahun 2010, mereka membuat QuickPornScanner yang bisa memilah mana gambar yang tidak pantas untuk khalayak umum(gambar porno).
    2. Mengerti, memahami, dan mengamalkan aturan – aturan HAK CIPTA. Kita ambil contoh yang mudah, dalam mengerjakan tugas kuliah misalnya. Kita bisa mendapatkan informasi tak terbatas dari yang namanya internet, tapi kita juga harus mencantumkan pembuat informasi tersebut. Dan kita juga tidak boleh cuma copas, karena itu menandakan bahwa kita tidak punya rasa empati terhadap para author dari informasi tersebut.
    3. dll
    Contoh – contoh perbuatan lain yang bisa dilakukan :
    1. Mencegah apabila ada pihak – pihak yang akan melakukan hal yang salah, jangan cuma dipikir saja, tapi juga dengan melakukan sesuatu. Tidak sedikit orang yang berfikir normal di dunia ini, tidak sedikit orang yang akan berfikir “Wah, kasihan sekali orang itu.”, “Seharusnya ada yang menolong orang trsebut”, atau “Itu adalah perbuatan yang salah yang harus segera dibubarkan”. Namun, dalam kenyataannya, yang banyak dilakukan oleh orang kebanyakan hanya berimajinasi dalam pikirannya masing-masing, tanpa melakukan hal yang seharusnya/dan yang sudah ada di pikiran oleh mereka.
    2. Ikut dalam acara-acara / kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan teknologi informasi. Bukan cuma yang berhubungan dengan pengembangan teknologi informasi saja, tapi juga yang berhubungan dengan pemanfaatanya dalam kehidupan, dll. Jangan hanya ikut dalam pelatihan – pelatihan / seminar – seminar semacam : How to Hack for dummies, atau How to Steal A Password, dsb. Namun, kita juga sebaiknya juga ikut dalam kegiatan – kegiatan seperti : How to Help People with Your Computer, dsb.

    Ardhian Heru Nugroho
    09/283158/PA/12462
    Ilmu Komputer’09

  23. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Perkembangan teknologi informasi komunikasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Saat ini ada beberapa macam fasilitas yang bisa diakses, mulai dari fungsi browsing, chatting, online shop, media massa online, surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya.

    Situs jejaring sosial seperti Facebook, merupakan salah satu situs yang paling favorit diakses oleh masyarakat Indonesia .Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati.
    Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
    Perkembangan teknologi memang dapat mempermudah penggunanya, tapi secara tidak langsung juga bisa memfasilitasi tindakan melawan hukum. Apalagi tindakan tersebut bisa dilakukan lebih cepat, hampir tanpa batasan ruang dan waktu, lebih massif dan eksklaratif. Misalnya pada masalah penjaja seks komersial, sebagai contoh, tidak semua orang berani terang-terangan ke lokalisasi, namun dengan perkembangan teknologi, oknum masyarakat tersebut bisa memanfaatkan teknologi internet untuk mencari teman kencannya.
    Masalah lain yang cukup menyita perhatian rakyat indonesia di pertengahan tahun 2010 adalah penyebaran video porno yang diduga diperankan oleh salah satu vokalis band ternama dengan artis nasional. Ini merupakan kondisi yang memperihatinkan, di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye antipornografi ada saja oknum yang tak bertanggung jawab menyebarkan sesuatu hal yang tak hanya merusak moral bangsa namun juga meracuni generasi muda secara tak langsung dengan memberi kesan bahwa internet adalah ‘gudangnya’ pornografi. Tentunya kejadian ini sangat disesalkan oleh semua pihak.
    Akan tetapi segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan itikad baik. Sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang melanggar.Pelaku tidak bisa lepas dari ancaman undang-undang dengan alasan melakukannya di dunia maya.

    memang yang paling sulit adalah menciptakan kondisi yang kompromistis. Artinya, pengguna secara umum tidak dirugikan dan tetap bisa meminimalkan tindak kejahatan. Karena jika memberantas dampak negatif dengan memblokir situs, akan merugikan pengguna yang bermaksud baik.Pencegahan yang dapat dilakukan adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi secara menyeluruh. Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan. Karena pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam aktivitasnya
    Mahasiswa memiliki peran yang penting dalam membangun karakter bangsa. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan mempunyai kemampuan serta potensi untuk melakukan pengawasan. Tidak hanya melakukan filter mana yang salah dan mana yang tidak tetapi juga melakukan tindakan preventif untuk mencegah sesuatu hal negatif lebih jauh berkembang. Tindakan preventif dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan edukasi tentang keuntungan dan kerugian penggunaan teknologi komunikasi.
    Selain cara tersebut, cara lain juga dapat ditempuh yaitu mengadakan seminar tentang bahaya pornografi dunia maya bagi pelajar dan anak-anak di bawah umur. Tujuan yang diharapkan adalah pelajar atau anak-anak di bawah umur dapat meyakinkan dirinya sendiri untuk menjauhi hal-hal negatif di dunia maya. Jalan lain yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan riset menciptakan aplikasi perangkat lunak berbasiskan antipornografi sehingga diharapkan membatasi penyebaran gambar/video porno yang mengakibatnkan hal-hal negative tersebut dapat diminimalisasi. Cara kedua adalah dengan memberi pengarahan/himbauan dimulai dari keluarga dan teman terdekat tentang bahaya pornografi cyber. Harapannya agar orang-orang terdekat tidak terjebak dengan hal-hal yang berbau pornografi karena ketika seseorang sudah terlalu lama terkerumus di lubang yang salah maka sulit untuk mengajaknya kembali ke jalan yang benar. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh siapapun apalagi hal tersebut terjadi pada keluarga/teman terdekat. Sehingga dengan demikian diperlukan pendekatan yang sifatnya personal dan persuasif kepada mereka sejak dini.
    Pada akhir comment ini, saya akan memberikan dua tips ringan untuk memanfaatkan teknologi sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita. Berikut adalah tipsnya :
    1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau media jejaring sosial yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
    2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan kita

    Sumber referensi:
    http://www.google.com
    http://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/
    http://smppgri1bdl.wordpress.com/artikel-tik/dampak-negatif-teknologi-informasi-dan-komunikasi-bagi-pelajar/

    Ardian Pradipta
    09/289263/PA/12936
    Ilmu Komputer

  24. Pada zaman modern seperti sekarang, hampir semua orang telah mengenal teknologi informasi dan komunikasi atau sering kita sebut TIK. Sejak SMP bahkan SD kita sudah diajari bagaimana cara menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. TIK telah menyentuh banyak kalangan, terlebih lagi saat ini harga barang-barang elektronik, khususnya perangkat komunikasi, relatif terjangkau. Biaya layanan komunikasi pun sudah relatif murah. Begitu pula untuk teknologi informasi, dalam hal ini internet. Harga komputer dan laptop sudah relatif terjangkau. Bahkan handphone saat ini, di samping harganya yang sudah relatif murah, sudah banyak yang mendukung terknologi internet. Karena itulah, akses internet dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

    Dari banyak kalangan tersebut, generasi muda lah yang lebih banyak menggunakan TIK, khususnya internet. Mereka menggunakan internet untuk blogging, berjualan online, mencari berita, mencari bahan pembalajaran dan lain sebagainya. Dari semua itu, penggunaan internet oleh generasi muda pada umumnya masih lebih sering untuk mengkases situs-situs jejaring sosial. Namun dari macam-macam pemanfaatan tersebut, masih banyak generasi muda yang menyalahgunakan internet untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, kesopanan maupun norma hukum. Diantaranya adalah akses situs porno, penyebarluasan materi porno, pembajakan, penipuan, penghinan pada pihak tertentu dan lain sebagainya.

    Masalah yang paling umum terjadi pada generasi muda adalah akses situs porno. Hal ini masih marak terjadi terlebih lagi akses internet yang saat ini lebih mudah ditemui dibandingkan zaman dahulu. Regulasi tentang konten pornografi di internet pun tak tegas diterapkan. Berita pemblokiran situs porno pun hanya sekedar berita kecuali hanya pada lingkup tertentu diterapkan. Pengguna internet dengan mudah mendapat akses ke situs porno. Beberapa usaha telah dilakukan seperti pemblokiran melalui DNS tetapi hanya beberapa DNS yang memberlakukannya. Lagipula hal tersebut tidak cukup banyak membantu apabila IP situs porno tersebut tidak ikut diblokir. Sebagai mahasiswa, kita dapat mengurangi penyalahgunaan tersebut dimulai dari diri masing-masing. Bagi mahasiswa yang sudah familiar dengan tool-tool internet, dapat menggunakan webstrict atau semacamnya untuk memblokir situs-situs yang tidak diinginkan di lingkungan lokal. Apabila memiliki website atau blog pribadi, tidak memposting materi-materi yang termasuk kategori pornografi. Jangankan konten pornografi, sebagai mahasiswa Indonesia yang patuh pada norma agama, kesusilaan, dan kesopanan, kita hendaknya tidak memposting materi-materi yang mengandung unsur blak-blakan meskipun tidak termasuk kategori pornografi. Karena menurut saya keinginan untuk mengakses konten pornografi memiliki “daya kapilaritas” yang tinggi, sehingga dengan melihat konten yang blak-blakan meski tidak termasuk pornografi, maka akan memancing kecenderungan pengunjung situs untuk mengakses konten pornografi.

    Lalu penyalahgunaan yang juga banyak terjadi pada generasi muda dan cukup serius dampaknya yaitu pembajakan. Sebenarnya tindakan ini baik apabila digunakan untuk penyempurnaan software. Tetapi kebanyakan orang justru menyebarluaskan celah yang ada pada software sehingga banyak orang dapat mengunakan software berbayar secara gratis yang berarti pengguna sudah melakukan pembajakan. Di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa, masih banyak yang tidak peduli dengan ke-legal-an software yang mereka gunakan. Dan yang lebih parah lagi, software-software bajakan tersebut diperjualbelikan atau disewakan seolah hal tersebut legal. Hal ini perlu penanganan serius dan tegas oleh pemerintah. Namun, kita perlu untuk bertindak lebih cepat yaitu dimulai dari lingkungan yang terdekat. Hendaknya kita mulai mengurangi penggunaan software-software bajakan dan beralih ke software yang legal. Kita juga perlu untuk mensosialisasikan penggunaan software legal ke lingkungan sekitarnya. Mungkin mahasiswa juga perlu memberitahukan bahwasanya suatu software itu tercipta tidak dengan cara yang mudah. Terdapat proses yang rumit dibalik pembuatan software sehingga kita perlu menghargai kerja keras pengembang tersebut dengan tidak turut menggunakan software bajakan.

    Masalah lain yang akhir-akhir ini marak adalah penghinaan melalui jejaring sosial. Jejaring sosial merupakan alat yang ampuh untuk menyebarluaskan informasi di internet. Namun, di balik keampuhannya, jejaring sosial seperti pisau yang selain dapat melindungi penggunanya, juga dapat membunuh penggunanya. Generasi muda yang pada umumnya memiliki emosi yang masih labil, perlu berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial. Sebagai mahasiswa, hendaknya juga memperhatikan apa yang kita posting di dunia maya, tidak hanya jejaring sosial. Juga jangan gegabah menanggapi suatu pendapat yang beragam di internet. Kita harus sadar bahwasanya beragamnya pengguna internet tentu akan muncul bermacam pendapat berbeda bahkan saling bertentangan. Apabila ingin menyampaikan sesuatu yang memuat penghinaan atau hujatan pada suatu pihak, ada baiknya menahan diri dan mempertimbangkan secara matang dampak dari postingan yang akan kita kirimkan di dunia maya tersebut.

    Terakhir, masalah yang sebenarnya tidak terlalu dianggap masalah tetapi memiliki dampak serius adalah game. Game merupakan sarana pelepas stress yang cukup baik apabila dimanfaatkan secara proprosional. Bagi mahasiswa Ilmu Komputer pembuatan game dapat menjadi ajang game itu sendiri. Akan sangat bermanfaat apabila game dapat membuat pemainnya meningkatkan kualitas dirinya, seperti game yang mengasah otak atau mengasah kemampuan motorik. Tapi tetap saja semua game tersebut akan bermanfaat apabila digunakan secara proporsional atau tidak berlebihan.
    Lain halnya dengan beberapa generasi muda saat ini yang memainkan game, terutama game online, secara berlebihan. Mereka sampai rela menginap di gamecenter tempat mereka bermain game online. Bahkan mereka rela merogoh kocek yang apabila diakumulasi bisa mencapai jutaan rupiah. Namun jutaan rupiah yang mereka keluarkan tidak memberi banyak manfaat bahkan kerugian yang didapatkan. Dampak paling nyata dan mudah diamati adalah prestasi generasi muda yang tidak banyak muncul atau malah tenggelam. Pelajaran yang didapat di sekolah atau kampus tidak benar-benar mereka pahami. Sebagai mahasiswa, kita dapat mengurangi penyalahgunaan ini dengan mulai dari diri sendiri. Menggunakan game secara proporsional. Bahkan lebih baik apabila tidak bermain game dan dialihkan untuk kegiatan yang produktif seperti membuat suatu aplikasi yang dapat dimanfaatkan kalangan luas.

    Akhirnya dari sekian penyalahgunaan tersebut, akan kembali kepada mindset generasi muda. Apabila karakter seorang pemuda memang sudah tidak baik, maka apapun yang ada di tangannya akan berdampak buruk pada dirinya juga mungkin pada orang lain. Kita perlu menciptakan suasana yang kondisif untuk pengembangan karakter, sehingga dapat memunculkan generasi muda yang berkualitas. Dengan begitu tidak hanya penyalahgunaan teknologi saja yang akan tereliminasi, tetapi juga berbagai permasalahan lainnya yang biasa dihadapi generasi muda akan juga terliminasi.

    Referensi:
    http://teknologi.vivanews.com/news/read/154967-pecandu_game_pc_rata_rata_orang__berumur_
    http://teknologi.vivanews.com/news/read/189538-nilai-murid-jeblok–salah-facebook-
    http://techno.okezone.com/read/2010/11/29/325/398257/325/2010-kerugian-akibat-software-bajakan-usd1-miliar
    http://lawan.us/ujicoba-ulang-blokir-situs-porno-telkomsel/

    Fery Andrian K.
    09/283779/PA/12700
    Ilmu Komputer

  25. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGURANGI / MENGELIMINASI PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI

    Pada zaman sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan teknologi? Ya, teknologi, sebuah barang yang mungkin langka 10 – 15 tahun yang lalu, tetapi sekarang teknologi sudah mulai menjadi kebutuhan primer masyarakat. Hampir semua lapisan masyarakat sudah mulai menggunakan teknologi jenis apapun pada zaman serba instan sekarang ini. Pada dasar nya teknologi di ciptakan untuk memudahkan kebutuhan manusia yang meningkat seiring pertumbuhan zaman. Memang pada zaman dahulu, jika kita ingin bertemu / berkomunikasi dengan keluarga yang berada di tempat yang jauh, kita harus bepergian atau mengirim surat, tetapi lihat lah sekarang, dengan ada nya teknologi semua terasa mudah, jika ingin berkomunikasi, udah ada telpon rumah, atau telpon selular, jika ingin bertatap muka , sudah ada jaringan internet yang menyediakan akses “webcam” atau jejaring sosial seperti “facebook”. Tetapi celakanya sekarang teknologi bagai sebuah pedang dengan 2 buah sisi tajam di satu sisi dapat mempermudah, tetapi di sisi lain juga dapat membahayakan karena dampak dari penyalahgunaan teknologi.
    Teknologi, di buat untuk memudahkan urusan manusia, berbanding lurus dengan kebutuhan manusia yang selalu bertambah, maka teknologi pun akan selalu “meng-update” dirinya sendiri, atau bisa di katakan dengan memperbaharui atau semakin mempermudah. Tapi kenyataan nya sekarang ini, selain mempermudah, justru teknologi berperan sebagai tindak kejahatan. Pada kali ini yang ingin saya bahas adalah teknologi internet, sebagai teknologi nomor 1 yang dapat mengakses segala macam informasi, dari mengirim pesan, chating, sampai streaming video. Dengan segala pesona nya, internet menjadi sebuah kebutuhan nomor 1 yang di butuhkan semua kalangan. Namun di balik semua itu banyak orang yang juga memanfaatkan internet sebagai kejahatan atau mengakses situs – situs porno. Memang sudah ada peran pemerintah dari kementrian komunikasi dan informatika dengan memblok situs – situs porno tersebut, atau pun sudah ada nya undang – undang ITE yang membahas tentang kejahatan di dunia maya. Sebagai mahasiswa yang berperan sebagai agent of change, kita harus berfikir bagaimana cara nya menghilangakan “ penyakit masyarakat ini ” . Kembali meluruskan tujuan dari teknologi memang gampang – gampang susah, tetapi di balik semua itu sebenarnya banyak cara untuk menghentikan penyalahgunaan teknologi ini, tergantung dari konteks apa latar belakang dari mahasiswa itu sendiri. Sebagai contoh, mahasiswa psikologi lebih mendekati masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan – penyuluhan pribadi, mahasiswa hukum mungkin lebih mendekati masyarakat dengan memberikan dasar hukum jika masyarakat sampai menyalahgunakan teknologi, dan tentu saja mahasiswa ilmu komputer atau teknik informatika bisa menggunakan ilmu nya untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.
    Memang permasalahan penyalahgunaan teknologi ini merupakan masalah yang cukup rumit, mungkin kata “ menghilangkan ” hampir tidak mungkin di wujudkan karena dengan segala kepintaran nya, manusia dapat “menangkal” semua ini, tetapi kita bisa mengurangi atau mengeliminasi, dan apa salahnya jika mencoba? Ya memang sebagai mahasiswa ilmu komputer atau teknik informatika banyak sekali yang dapat di lakukan untuk mengurangi / mengeliminasi karena memang ini bidang yang kami tekuni. Salah satu contoh nya adalah dengan memberikan pelatihan – pelatihan atau workshop, dengan tujuan masyarakat lebih mengenal betul apa dampak dari penyalahgunaan teknologi internet, terutama untuk anak di bawah umur.
    Selain itu cara lain adalah dengan memanfaatkan ilmu yang telah kami pelajari, salah satu nya adalah dengan membuat sebuah aplikasi untuk mencegah penyalahgunaan teknologi. Sebagai contoh, pada sekarang ini, masalah yang di hadapi pemerintah khususnya komisi perlindungan anak adalah marak nya pelecehan sexual terhadap anak kecil, ini terjadi karena tersebar nya dengan bebas gambar2 porno akibat dari penyalahgunaan teknologi, dengan salah satu sumber nya adalah koneksi inter network, atau internet. Peran mahasiswa ilmu komputer adalah membuat aplikasi yang bisa menahan, block, atau menghapus file – file gambar porno tersebut. Dengan menggunakan sensor warna kulit, aplikasi tersebut dapat menghapus file – file yang di curigai sebagai gambar porno. Hal ini menurut hemat saya sangat berperan dalam upaya mengurangi atau mengeliminasi penyalahgunaan teknologi, karena suatu aplikasi atau sistem yang di buat oleh anak bangsa biasanya lebih sering di coba oleh masyarakat luas, karena faktor “ ingin mencoba ”. Dan selanjutnya tentang penyalahgunaan teknologi di bidang criminal, atau lebih di kenal dengan istilah “ hacking ” peran mahasiswa ilmu komputer dapat terwujud dengan cara memberikan seminar – seminar atau workshop tentang hacking itu sendiri, karena memang bagi sebagian orang hacking adalah sebuah “ seni ” seperti layaknya seni melukis tembok atau “ gravity ” . Namun yang perlu di luruskan adalah tujuan dan niat dari hacking itu sendiri, seperti hacking bertujuan untuk membela negara seperti yang di lakukan hacker – hacker untuk menyerang situs – situs Malaysia belum lama ini. Tetapi jika niat nya sudah melenceng untuk tindak kejahatan itu sudah termasuk dalam penyalahgunaan teknologi.
    Jadi kira – kira seperti itulah sepatut nya peran mahasiswa sebagai agent of change, yaitu merubah pola pikir masyarakat agar kembali menggunakan teknologi ke jalan yang benar. Karena memang pada dasarnya teknologi di gunakan untuk membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, bukan justru menyalahgunakan teknologi sehingga teknologi itu akan merugikan manusia itu sendiri. Tentunya, selain peran mahasiswa , di perlukan juga peran aktif dari pemerintah khususnya dari kementrian komunikasi dan informatika untuk mendukung kegiatan – kegiatan positif mahasiswa di dalam sebuah “ perubahan ” ini.

    Muhammad Arief Ismaidi
    09/283833/PA/12718
    Ilmu Komputer

  26. Peran Mahasiswa dalam Memerangi Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi Informasi bagi Generasi Muda Indonesia

    Bagi banyak anak muda di Indonesia, sekarang memiliki akses ke seluruh dunia sangat mudah, yaitu dengan koneksi internet. Padahal, internet banyak mengandung isi yang berbahaya bagi orang yang melihatnya, salah satunya adalah pornografi yang dapat merusak moral. Tentu saja pornografi bertentangan dengan adat bangsa Indonesia dan agama-agama yang ada di Indonesia.
    Untuk mencegah hal itu, Depkominfo sudah memerintahkan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) untuk mengeblok kontek yang mengandung pornografi, bila tidak dipenuhi, maka akan diberi sanksi. Perintah Depkominfo ini sudah berjalan agak lama, sekitar beberapa bulan. Pengeblokan dapat dilakukan dengan membuat daftar website-website yang mengandung konten terlarang, selain itu juga dilakukan dengan melakukan penyaringan kata yang diketikkan di alamat website.
    Namun, meskipun dilakukan pengeblokan melalui pihak ISP di Indonesia, para pengguna internet masih bisa mengakses ke situs terlarang tadi dengan berbagai macam cara, ataupun bisa saja membeli DVD porno, atau dengan mengopi file yang sudah didownload di hardisk kafe internet. Apalagi, jelas tidak mungkin untuk memonitor setiap gerak-gerik anak muda. Ujian terberat untuk keimanan dikatakan adalah bahwa saat seseorang sedang seorang diri.
    Yang bisa dilakukan oleh mahasiswa salah satunya adalah dengan cara memakai DNS Nawala. DNS adalah kependekan dari Domain Name System, DNS berguna untuk menterjemahkan alamat dalam bentuk yang mudah diingat ke dalam bentuk IP address yang lebih susah diingat oleh manusia. Dengan menggunakan DNS ini, dapat mengeblok alamat-alamat yang terlarang menurut DNS tersebut.
    Internet memang tempat yang sangat bebas, selain masalah pornografi, banyak juga yang menjadi masalah, seperti yang baru ini terjadi adalah masalah pembongkaran dokumen rahasia oleh wikileaks. Masalah wikileaks merupakan masalah yang menurut saya belum jelas antara hal yang benar maupun salah. Apakah pembocoran rahasia negara merupakan langkah yang tepat ataupun salah, bukankah Amerika sendiri merupakan negara demokrasi ? Kenyataan memang tidak seindah yang dibayangkan, bukankah seharusnya pemimpin-pemimpin negara bersyukur dapat mengetahui hal yang dirahasiakan.
    Sekarang sudah banyak yang berseberangan jalan dengan wikileaks, EveryDNS, Amazon, Perancis, dan Paypal pun yang merupakan salah satu jalur dana untuk Wikileaks pun memblokir akun Paypal milik Wikileaks. Karena hal itulah, sekarang wikileaks berdomain ch, milik negara swiss. Dokumen antara Amerika dan Indonesia pun dikatakan dimiliki wikileaks sekitar 3000. Namun, Indonesia dikatakan tidak akan reaktif, dan berkata hal itu merupakan masalah Amerika. Semoga saja tidak menimbulkan masalah bagi negara kita bila dokumen tersebut dibocorkan.
    Jika seorang warga negara memiliki dokumen rahasia tersebut, apakah yang sebaiknya dilakukan ? Mungkin hal inilah yang perlu diajarkan pada pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Menurut saya pribadi, boleh saja membeberkan, tetapi untuk urusan pemerintah sendiri, dan dilakukan tidak dengan cara menyebar dokumen tersebut kepada publik.
    Masalah lain yang terpikir oleh saya adalah apakah yang sebaiknya dilakukan oleh negara asal penyebar dokumen rahasia tadi. Hal ini juga untuk menguatkan pendapat masalah apakah boleh menyebar dokumen rahasia negara lain seperti paragraf di atas. Agar warga negara lebih mengetahui batas hak – haknya dalam berpendapat.
    Yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam kasus – kasus seperti itu adalah dengan mencari informasi tentang hukum – hukum perbuatan tadi, kemudian mencari cara pencegahan, seperti pencegahan konten terlarang tadi dengan DNS Nawala. Suatu saat, bila mahasiswa tadi menjadi admin jaringan, dia akan bisa membangun jaringan yang lebih sehat. Ataupun dalam masalah penyebaran dokumen tadi, seandainya dia memiliki dokumen rahasia yang bermanfaat bagi negara, mengetahui cara yang baik untuk mengungkapkannya.
    Untuk saat ini, mungkin bagi sebagian besar mahasiswa, belum bisa berperan besar dalam menunjukkan kemampuannya untuk memerangi penyalahgunaan teknologi komunikasi, baik dalam segi “pemain” di dalamnya maupun sebagai pengguna. Yang jelas bisa dilakukan adalah dengan memulainya dengan diri sendiri terlebih dahulu. Membentengi diri sendiri terhadap konten terlarang juga merupakan hal yang berat bagi anak muda yang masih memiliki godaan nafsu dan rasa ingin tahu yang besar.
    Bagi aktivis organisasi, bisa juga dengan mengadakan seminar dengan mengundang orang – orang di bidang telekomunikasi untuk memberikan penyuluhan mengenai masalah penyalahgunaan teknologi komunikasi. Harapannya dengan mengadakan seminar tersebut, banyak anak muda yang menjadi paham dalam masalah penyalahgunaan teknologi komunikasi. Karena pencegahan paling efektif adalah dengan diri sendiri, salah satu contoh adalah langkah yang diterapkan pemerintah tadi dalam pemblokiran melalui ISP masih bisa diakali oleh pengguna internet agar bisa membuka konten terlarang.
    Dibutuhkan banyak orang dan ilmu yang tinggi untuk bisa memerangi penyalahgunaan teknologi komunikasi yang ada saat ini. Selain itu, ilmu yang tinggi tadi perlu diterapkan yang berarti diperlukan bantuan oleh pemegang kebijakan. Mungkin, di kalangan kampus bisa dengan melalui program PKM. Mahasiswa mengajukan karya yang telah dibuat yang dapat dibuat untuk memerangi penyalahgunaan teknolgi komunikasi, misalnya saja aplikasi untuk memonitor aktifitas anak dalam penggunaan komputer.
    Tetapi, pada akhirnya akan kembali ke masing – masing pribadi, karena untuk mengawasi orang – orang yang menggunakan perangkat komunikasi jelas tidak mungkin, karena tentu saja akan dianggap melanggar privasi, dan orang yang diawasi pun merasa tidak enak dan tidak setuju. Alangkah baiknya bila pemahaman mengenai masalah ini diketahui oleh banyak orang, sehingga perang dengan penyalahgunaan teknologi komunikasi bisa berjalan efektif dengan dasar keinginan setiap pribadi, bukan karena paksaan.
    Sumber :
    http://techno.okezone.com/read/2010/12/03/55/399943/55/ganti-domain-wikileaks-bisa-diakses-kembali
    http://techno.okezone.com/read/2010/12/04/55/400140/55/paypal-pun-tutup-rekening-donasi-wikileaks
    http://seruu.com/nasional/tak-punya-alat-indonesia-minta-isp-blok-pornografi/itemid-691

    nama mahasiswa : M. Iqbal Z. N.
    nim : 09/289208/PA/12929

  27. Peranan Mahasiswa Dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Teknologi Informasi Oleh Generasi Muda Indonesia.

    Beberapa tahun belakangan perkembangan teknologi informasi (TI) terjadi secara cepat dan signifikan sehingga mempengaruhi pola hidup manusia. Hal ini dapat terlihat secara eksplisit melalui angka penjualan perangkat teknologi informasi yang terus bertambah.
    Teknologi informasi telah memudahkan umat manusia dalam berbagai bidang kehidupannya. Seseorang dapat dengan lebih mudah mendapatkan pekerjaan melalui bursa kerja online atau menghubungi kerabat yang berada di luar negeri melalui Skype (sebuah program untuk melakukan panggilan telepon melalui internet).

    Tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, teknologi informasi pun dapat digunakan untuk kebutuhan produktif. Kita dapat dengan mudah menemukan berbagai iklan produk dan jasa yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan atau bahkan individu, termasuk kita tentu saja dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk kebutuhan serupa semisal kita ingin mengiklankan restoran yang baru saja kita buka.
    Dan semua itu dilakukan dalam hanya hitungan detik meskipun antara satu pihak dengan pihak lainnya yang berhubungan terpisah jauh jaraknya. Teknologi informasi telah mengaburkan batas-batas yang ada sebelumnya, terutama batas jarak.

    Namun seperti kebanyakan (jika tidak dapat dikatakan semua) teknologi, teknologi informasi pun menyimpan hal-hal negatif yang mungkin dapat melekat secara implisit maupun secara eksplisit pada eksistensinya.

    Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu teknologi informasi. Teknologi informasi adalah teknik perolehan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran informasi numerik, tekstual, gambar, atau suara dengan menggunakan perangkat berbasis komputasi dan telekomunikasi.

    Dari definisi di atas, kita dapatkan bahwa perangkat keras maupun perangkat lunak komputasi merupakan bagian dari teknologi informasi. Perangkat keras komputasi meliputi, namun tidak terbatas pada telepon cerdas (smartphone), komputer pribadi (personal computer), tablet PC, dan lain sebagainya. Perangkat lunak komputasi meliputi, namun tidak terbatas pada Internet,berkas gambar, suara, maupun kombinasi keduanya (multimedia files).

    Sayangnya tidak ada penegakan aturan yang jelas, terutama dari pemerintah kita, tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Internet sebagai media teknologi informasi yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Internet tidak mengenal norma-norma atau adat-adat, dikarenakan sifat Internet itu sendiri yang global karena tidak semua pengguna Internet memiliki norma atau adat yang sama.

    Coba Anda ketikkan kata “toge” pada mesin pencari Google, maka Anda tidak akan mendapatkan sayuran bahan rawon, melainkan (maaf) toket gede (payudara besar –red). Dengan kata kunci yang tepat Anda mungkin masih dapat mendapatkan video mesum dari situs “semacam YouTube”. Bahkan saya pernah mendapatkan buku berjudul “Terrorist’s Handbook” dari hasil pencarian Google. Isi buku tersebut, sesuai judulnya, berisi teknik-teknik yang digunakan teroris mulai dari menjebol kunci pintu hingga membuat peledak berpemicu waktu.
    Hal-hal seperti ini jika diketemukan oleh remaja, yang notabene rasa ingin tahunya besar, akan mempengaruhi pola pikirnya dan dapat membahayakan dirinya dan atau lingkungan sekitarnya.

    Beberapa tahun silam dunia perkomputeran Indonesia pernah heboh dengan berbagai virus komputer yang dibuat oleh remaja yang (kebanyakan) patah hati setelah berpisah dengan kekasihnya. Bentuk kenakalan ini telah membuat frustasi banyak orang (termasuk penulis) karena seringkali merusak dokumen penting (berkas Word, Excel, dsb.). Terkadang kekesalan ini tertuang dalam kode programnya dan secara eksplisit ditampilkan pada saat-saat tertentu (semisal saat startup atau dalam interval waktu tertentu).

    Selain itu pelanggaran privasi di Internet juga kerap kali dilakukan oleh remaja. Tidak sedikit seseorang yang membajak akun Facebook pacarnya hanya karena cemburu buta. Berbicara tentang Facebook, bahkan ada situs-situs yang khusus mempublikasikan “foto pribadi” dari akun situs jejaring sosial semacam Facebook maupun Friendster. Ironisnya teknik-teknik semacam ini tidak harus dicari dengan susah payah, Anda dapat menemukannya bahkan di toko buku. Terdapat buku-buku yang mendemonstrasikan cara untuk melakukan hal-hal yang dapat melanggar privasi orang lain di Internet.

    Sekitar sembilan puluh persen remaja Indonesia pernah mengakses situs porno, walaupun secara tidak sengaja, yaitu melalui situs non-pornografi yang menampilkan link ke situs-situs pornografi. Ironisnya situs tersebut adalah situs yang menyediakan bahan pengajaran. Akses biasanya dilakukan dari warung internet (warnet) di mana kontrol memang agak sulit dilakukan.

    Keburukan ini pun berimbas balik pada remaja. Online Victimization, dalam risetnya, menemukan fakta bahwa satu dari lima remaja telah mengalami pelecehan seksual. Yang membuat makin memprihatinkan, penyalahgunaan teknologi informasi oleh remaja menunjukkan gejala peningkatan seperti yang diungkapkan oleh organisasi yang sama.

    Dalam menyikapi permasalahan ini, mahasiswa memang tidak memiliki otoritas eksekutif maupun legislatif. Namun mahasiswa dapat mengurangi efek samping teknologi informasi secara praktis. Mahasiswa dapat menciptakan perangkat lunak yang mampu menyaring konten-konten pornografi melalui algoritma tertentu. Contoh yang sedang hangat adalah perangkat lunak Quick Porn Scanner yang dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (untuk info tentang Quick Porn Scanner dapat dilihat di alamat http://masarif.net/download?did=5). Selain itu mahasiswa juga dapat mengaplikasikan berbagai ilmu yang telah diterimanya dari bangku kuliah untuk membuat sebuah perangkat lunak yang dapat menghindarkan bahaya semacam virus lokal buatan remaja tanah air. SMADAV (http://www.smadav.net/) yang juga salah satunya pengembangnya adalah mahasiswa Universitas Gadjah Mada merupakan contoh dari peran mahasiswa menanggulangi bahaya Internet yang disebabkan oleh generasi muda (baca: remaja yang membuat virus komputer karena putus dengan kekasihnya).

    Dari sisi psikologis, mahasiswa, yang baru saja mengakhiri masa remajanya, seharusnya lebih dapat mengarahkan “adik-adiknya” untuk menghindari dan mengajarkan agar terhindar dari situs-situs berbahaya, serta memberikan pengertian tentang bahaya Internet selain pornografi (kekerasan fisik, aksi rasisme, dll.). Kedekatan rentang umur di antara keduanya merupakan sesuatu yang tidak dimiliki agen pemerintah.

    Terakhir, mahasiswa, sebagai kekuatan yang pernah menggulingkan orde baru, harus terus menekankan pentingnya kontrol terhadap seluruh perangkat teknologi informasi kepada pemerintah. Aksi ini dapat dilakukan melalui badan advokasi Universitas.

    Tulisan ini dibuat oleh Muhammad Chaidir (09/282236/PA/12437)

    Daftar Pustaka:
    http://ugnews.gunadarma.ac.id/wp-content/uploads/2010/05/sudut1.jpg 20:06 WIB 02/12/2010
    http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology 20:09 WIB 02/12/2010
    http://halil4.wordpress.com/2010/04/29/indonesia-peringkat-ke-tujuh-dunia-pengakses-internet-dengan-kata-kunci-%E2%80%9Csex%E2%80%9D/ 00:06 WIB 05/12/2010
    http://ruanghati.com/2010/07/13/astaga-indonesia-juara-4-pengakses-situs-porno-terbesar-di-dunia/ 00:15 WIB 05/12/2010
    http://aagigih.blogspot.com/2007/07/penyalahgunaan-internet.html 01:06 WIB 05/12/2010

  28. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Saat ini ada beberapa macam fasilitas yang bisa diakses, mulai dari fungsi browsing, chatting, online shop, media massa online, surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya.
    Situs jejaring sosial seperti Facebook, merupakan salah satu situs yang paling favorit diakses oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana tercatat di Alexa.com, Facebook menempati urutan pertama situs yang paling sering diakses pengguna internet, diikuti oleh google, yahoo, dan beberapa situs lainnya
    Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati.
    Kasus Prita Mulyasari, Bibit-Chandra, dan balita Bilqis yang menggalang dana untuk biaya operasinya, merupakan beberapa kasus yang sempat marak di situs Facebook. Namun siapa sangka, fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya, saat ini justru kerap disalahgunakan. Beberapa kasus penyalahgunaan Facebook mulai bermunculan. Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya.
    Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan.
    Selain kasus Latifah, Satuan Pidana Umum Polwiltabes Surabaya berhasil membongkar sindikat penjualan remaja yang mengunakan situs jejaring sosial Facebook. Tersangka menggunakan modus dengan memajang foto-foto ABG tersebut. Masing-masing orang ditawarkan dengan kisaran harga 600 ribu hingga 800 ribu rupiah. Ada juga kasus Nova, remaja yang masih duduk di bangku SMP yang kabur bersama Arie Power, kenalannya di Facebook.
    Realita yang terjadi saat ini merupakan suatu fakta perubahan paradigma masyarakat yang pada awalnya mengutamakan pertemuan fisik (tatap muka). Namun seiring berkembangnya teknologi, kualitas pertemuan fisik bukan lagi menjadi hal utama, yang penting adalah informasi yang diperoleh.
    Sebagai contoh, tidak semua orang berani terang-terangan ke lokalisasi, namun dengan perkembangan teknologi, oknum masyarakat tersebut bisa memanfaatkan teknologi internet untuk mencari teman kencannya.
    Segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan itikad baik. Sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang melanggar. Pelaku tidak bisa lepas dari ancaman undang-undang dengan alasan melakukannya di dunia maya.
    Pada hakikatnya, penggunaan teknologi ditujukan untuk memudahkan manusia dalam menjalani aktivitasnya, namun penggunaan teknologi harus tetap mengedepankan edukasi terlebih dahulu. Teknologi apapun akan berbahaya tanpa adanya pemahaman yang mendalam. Parahnya, teknologi internet dapat dengan mudah digunakan bahkan oleh anak-anak di bawah umur tidak seperti teknologi lainnya yang membutuhkan pembelajaran dan penguasaan lebih lanjut. Kita sebagai mahasiswa harusnya memberikan tauladan yang baik kepada adik-adik kita dalam penggunaan internet. Sebagai mahasiswa yang menggunakan 2-3 jam internet perhari, kita tentunya lebih mengetahui apa nilai positif dan negatif dari penggunaan internet daripada usia remaja. Hal ini tentu saja karena kita lebih banyak mendapat informasi tentang sesuatu yang sedang berkembang. Oleh karena itu, penyuluhan terhadap usia remaja perlu ditingkatkan, agar mereka tidak selamanya menjadi korban arus perkembangan teknologi informasi yang semakin deras. Telepon genggam saat ini sudah semakin canggih, selain menjadi kebutuhan yang kian menjadi prioritas sebagai alat komunikasi, HP sekarang dilengkapi dengan teknologi internet. Bisa kita bayangkan apabila anak di bawah umur membawa HP dengan teknologi canggih, apakah sudah perlu internet dalam genggaman untuk mereka? Apakah teknologi yang canggih tersebut sudah cukup bermanfaat untuk mereka?. Hal ini lebih baik jika kita kembalikan kepada fungsi dasar HP yaitu sebagai alat telekomunikasi, jika dilihat dari sudut pandang tersebut, kiranya sudah dirasa cukup akan fungsi HP untuk anak dibawah umur.
    Perkembangan teknologi informasi yang cepat, menjadikan Indonesia harus siap menghadapinya. Karena tanpa persiapan yang memadai percepatan teknologi tersebut tak mampu diikuti baik secara kultur maupun pemikiran.
    Penyalahgunaan Teknologi Informasi akan terus terjadi apabila masyarakat tidak menyadari akan besarnya bahaya yang dapat ditimbulkan. Banyaknya masyarakat yang terbelit kasus hukum akibat penggunaan internet juga semakin banyak, penculikan melalui internet juga semakin marak. Ini lagi lagi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengguna dan naifnya penggunya yang menganggapp bahwa internet hanya sebagai tempat curhat yang bebas dari jeratan hukum.
    Kemajuan teknologi informasi harus menjadi sumber informasi bagi perbaikan hidup bukannya menjadi sumber masalah. Sebagai mahasiswa, kita perlu melakukan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang segala macam kebaikan dan keburukan internet sebagai salah satu teknologi informasi yang sedang berkembang dan rawan penyalahgunaan. Seminar tentang penggunaan internet sehat perlu digalakkan sebagai salah satu sumber informasi masyarakat agar tidak lagi terbawa arus perubahan besar ini.
    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi secara menyeluruh. Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan. Kedepannya kita sebagai bangsa yang besar dan berkembang, dengan berbekal informasi dan pengetahuan yang mendalam tentang penggunaan teknologi, harus yakin dapat meningkatkan taraf hidup beriringan dengan perkembangan teknologi informasi yang kian maju.

    http://muslim-mualaf.blogspot.com/2010/02/pakar-segera-cegah-penyalah-gunaan.html
    diakses pada tanggal 4 Desember 2010 Pukul 22.21 WIB

    Ernes Budiman 08/269820/PA/12086 Ilmu Komputer

  29. Mahasiswa sebagai golongan terpelajar sudah tentu sangat potensial untuk ikut berperan serta dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi. Banyak hal seharusnya yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi itu sendiri. Akan tetapi keterbatasan pengetahuan di sebagian besar masyarakat menyebabkan cara yang banyak dan mudah ini menjadi terabaikan. Dan disinilah peran mahasiswa sebagai golongan terpelajar untuk ikut membantu mengatasi hal tersebut. Lantas peran yang bagaimana itu..?
    Yang pertama adalah Mulai dari diri kita sendiri, contohlah sesuatu yang positif dan lakukan yang positif. Sebelum kita berusaha membenahi orang lain kita harus membenahi diri kita sendiri. Dengan ini kita telah ikut berperan dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi Informasi. “Dalam konteks ini saya berbicara sebagai mahasiswa, pemuda, dan sekaligus pengguna teknologi informasi“. Mungkin dari sini muncul pertanyaan lagi, Lantas perilaku positif seperti apa yang dimaksud?. Contoh yang paling simple dan menurut saya berefek besar yaitu dengan menulis blog. Maksud saya disini menulis blog dalam artian penulisan dengan konten konten yang positif dan menarik. Dengan menciptakan konten positif kita telah menghambat pertumbuhan konten konten yang bersifat ‘miring’ di internet. Selain itu biasakan untuk bijaksana dalam menggunakan teknologi informasi khususnya internet. Dengan bermula dari diri kita sendiri ini berarti ‘Saya sebagai mahasiswa, pemuda dan pengguna teknologi informasi telah berhasil menyelamatkan satu pemuda yaitu saya sendiri’. Efek samping lain yaitu ketika ada pemuda yang membaca artikel saya dan ikut melaksanakan seperti yang saya laksanakan maka saya telah menyelamatkan pemuda lain. Begitu seterusnya sehingga yang kecil dan terkadang dianggap tak berarti akan menjadi besar dan berpengaruh.
    Kita sebagai mahasiswa yang dianggap sebagai insan yang berilmu pengetahuan harus mampu untuk unjuk diri di lingkungan masyarakat. Terutama mahasiswa yang memang dasar perkuliahannya bergerak di bidang information teknologi. Banyak sebenarnya bagian dari masyarakat kita yang buta terhadap IT. Nah disini peranan kita sebagai insan berpengatahuan untuk unjuk diri terjun ditengah tengah lingkungan masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Tidak harus dalam konteks yang besar, hal ini juga bisa dimulai dari yang kecil. Seperti apa? Mungkin dengan contoh demikian. Misalkan dengan mengamalkan ilmu yang kita miliki ke lingkungan tengah-tengah masyarakat. Bagi mahasiswa yang memang dasar studinya berhubungan dengan information teknologi memang akan lebih terlihat nyata hasilnya dibandingkan lainnya. Jika memang masyarakat kurang tahu cara mengatasinya dan kita mengerti maka berbagilah akan ilmu itu. Contoh sederhana misalkan saja penggunaan internet sebagai salah satu teknologi informasi. Katakanlah pengaksesan situs porno sebagai salah satu bentuk penyalah gunaan teknologi informasi. Hal ini sebenarnya dapat diminimalisir dengan langkah langkah sederhana. Banyak cara dan metode yang bisa dilakukan yang pada umumnya hanya diketahui mahasiswa khususnya yang belajar di bidang teknologi informasi. Dalam hal ini berkenaan dengan posisi kita sebagai mahasiswa maka harus berani kasih unjuk kemasyarakat tentang cara mengatasinya. Misalnya saja dengan DNS filtering untuk memblokir situs-situs tertentu, ataupun opsi-opsi serupa lainnya. Cara seperti ini mudah dilakukan akan tetapi banyak masyarakat yang kurang mengetahuinya. Terapkan hal tersebut dari tingkat sederhana yang bisa kita sentuh. Misalnya dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, organisasi, ataupun sebagainya. Sehingga sedikit demi sedikit akan menuju perbaikan. Berawal dari yang kecil dan berkembang menjadi lebih besar.
    Mahasiswa sebagai generasi-generasi penerus bangsa yang tumbuh dengan ilmu pengetahuan sangat berperan besar dalam pengembangan teknologi informasi itu sendiri. Oleh karena itu mahasiswa dituntut untuk mampu berinovasi dalam mewujudkan kesehatan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Khususnya internet sebagai salah satu teknologi informasi yang paling populer dan paling banyak digunakan di lingkungan masyarakat. Inovasi ini dapat berupa perbaikan sistem teknologi informasi itu sendiri maupun diluar sistem. Untuk contoh diluar sistem misalnya mahasiswa di bidang hukum dengan bekal ilmu yang dimilikinya mampu lebih memperbaiki sistem hukum yang ada sehingga celah-celah hukum khusunya hukum yang menyangkut IT dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Contoh lain misalnya mahasiswa dibidang agama mampu mengamalkan ilmu yang dimilikinya sehingga akan mencetak pribadi-pribadi yang luhur amal dan budi pekertinya. Untuk itu kita sebagai mahasiswa sudah seharusnya giat belajar untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut. Dengan giat belajar sama halnya meningkatkan kualitas sumber daya menusia untuk dapat mengatasi sisi negatif dari perkembangan zaman. Belajar disini tidak semata-mata hanya sebagai formalitas untuk mendapatkan hitam diatas putih. Akan tetapi belajar dengan kesadaran untuk mengetahui sesuatu dan sudah sepantasnya proses belajar harus diikuti pengamalan di kehidupan nyata.
    Kehidupan mahasiswa pada umumnya erat kaitannya dengan kehidupan organisasi. Dalam wadah inilah biasanya aspirasi-aspirasi mahasiswa akan lebih hidup. Banyak diantara teman-teman mahasiswa yang lain yang menyerukan tentang internet sehat. Bahkan diantaranya telah ada yang mengadakan seminar-seminar ataupun semacamnya untuk lebih mempublikasikan dan mengajak masyarakat untuk secara bijak memanfaatkan teknologi informasi. Sebagian dari mereka tampak jelas dengan wadah organisasinya masing-masing berusaha membuka mata masyarakat bahwa teknologi informasi khususnya internet lebih banyak manfaatnya jika dapat digunakan secara bijak.
    Tidak jarang juga justru mahasiswa menjadi tokoh dalam penyalahgunaan teknologi informasi tersebut. Misalkan saja dengan cyber crime dan sebagainya. Oleh karenanya yang paling utama yaitu dengan membekali diri kita masing-masing dengan budi yang baik. Dan biasanya hal itu dapat diperoleh dengan meperdalam hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang telah sampaikan diatas bahwa memang hal tersebut biasanya dipandang kecil dan tidak berpengaruh. Akan tetapi sesuatu yang kecil iu dapat tumbuh menjadi sesuatu yang besar dan berpengaruh ketika masing-masing dari kita menyadarinya.
    Referensi : -
    Nama : Arfan Fudyartanto D N
    NIM : 09/281643/PA/12422
    Prodi : Ilmu Komputer

  30. Nama : Sigit Aji Saputro
    NIM : 153080064
    Kelas: G / Ilmu Komunikasi

    Internet itu hanya sebuah medium penyampaian informasi, seperti siaran TV/Radio dan jaringan telepon, namun ia lebih canggih karena bisa menghantarkan informasi dalam berbagai bentuk (multimedia) dan tentu saja dua arah.

    Internet bersifat netral, tergantung bagaimana penggunaannya.

    Apabila digunakan dengan baik, bisa luar biasa bermanfaat, khususnya bagi generasi muda dalam bidang pendidikan, materi pelajaran bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, gambar, animasi, film, suara dan konten2 interaktif. Murid bs lebih mudah belajar dan berkreasi. Ilmu pengetahuan dan informasi terbaru dpt disampaikan dlm waktu yg sangat singkat dari dan ke belahan bumi manapun. Generasi muda juga dapat berkomunitas dgn siapapun tanpa menghiraukan ruang dan waktu.

    Berhubung Internet sangat versatil penggunaannya, dampak negatif juga sulit dihindari,

    Seperti yg telah disebutkan, informasi dpt mengalir dgn sgt cpt dr dan ke manapun. Bagaimana bila informasinya bersifat negatif? Dgn berbagai bentuk, (film, suara, gambar, dll) dpt tersebar dan dikonsumsi banyak orang dgn sgt cepat. Tidak ada bts dgn siapa mereka berhubungan, apakah individu2 itu berpengaruh buruk atau tidak.

    Sebagai manusia, yg dikaruniai akal oleh Tuhan, sudah pasti tdk lucu jika kita mencap Internet harus dicegah penggunaannya hanya krn dampak negatif dan menghiraukan dampak positif.

    Generasi tua, harus mengarahkan generasi muda dlm penggunaan internet, baik dgn cara halus bahkan paksaan (coercion). Hal ini biasa disebut Parental control

    Bagaimana? sangat mudah, internet kebanyakan diakses melalui komputer. Telah banyak program2 untuk memblokir konten2 yg tidak sesuai bg kalangan tertentu. Hal ini dpt digunakan oleh orang tua.

    Hal ini dapat diterapkan di keluarga masing2 atau bahkan agregat oleh institusi tertentu, sprt sekolah dan juga Pemerintah negara.

    Pemerintah Indonesia mempunyai rencana ini dan
    telah menjalankan rencana ini beberapa waktu yg lalu melalui depkominfo, (walaupun awalnya kontroversial, krn caranya kurang tepat jika tak mau dibilang konyol, sekarang sudah ter-revisi agaknya, bagaimanapun tujuannya adalah baik & benar, dan kita patut angkat topi ‘tuk pemerintah)

    Orang tua2 yg teredukasi dan relatif masih merupakan generasi sekarang kebanyakan pasti telah memikirkan ini, karena telah mengalami dan mengetahui permasalahan akibat internet bg anak2nya. namun bgmn yg tidak?

    Banyak dr mereka yg berpikir tidak perlu menguasai teknologi-informasi yg ada, cukup bagi anaknya saja.

    Padahal, untuk mengawasi anak2nya, Orang tua secara otomatis harus menguasai teknologi yg digunakan.

    Dampak negatif bs merembet dr dan ke berbagai usia, misal apabila sejak kecil seorang anak biasa melihat kekerasan dan pornografi, maka (kecuali dilarang dan kesadaran dr anak tersebut) itu akan berdampak pd tingkah lakunya saat dewasa.

  31. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia

    Mahasiswa adalah generasi muda Indonesia yang memiliki latar belakang edukasi yang baik. Tuntutan Mahasiswa sendiri adalah menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sejarah mencatat bahwa perubahan jaman di Indonesia di gerakkan oleh Mahasiswa yang idealis sejak jaman orde lama, orde baru hingga di jaman reformasi sekarang. Mahasiswa berperan sebagai lini depan dalam pembangunan bangsa Indonesia dengan kualitas idealisme dan edukasinya. Mahasiswa juga menjadi aset Negara yang tak ternilai, karena Mahasiswa – Mahasiswa inilah yang nantinya diharap menjadi pemimpin pemimpin di Indonesia untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik.
    Di jaman modern sekarang, Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang dengan sangat cepat. Banyak efek yang ditimbulkan dari perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi ini, baik itu positif maupun negative. Teknologi Informasi dan Komunikasi mempermudah penyebaran informasi-informasi di seluruh belahan dunia dengan cepat dan mudah. Penyebaran informasi – informasi ini membuat kesenjangan pendidikan antar Negara menjadi lebih dekat. Namun, selain dampak positifnya, ada dampak negatif yang juga berkembang di kalangan masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya. Konten-konten pornografi, kekerasan dan segala hal lainnya yang menghambat kreatifitas dan kinerja generasi muda Indonesia melamban menjadi dampak negatif yang penting untuk ditangani. Hingga sekarang pemerintah, khususnya Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) sudah memberi banyak cara untuk mengaasi penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini, namun kurang mengena di kalangan masyarakat karena pro dan kontranya seperti Undang-Undang Konten Internet.
    Selain tanggungjawab pemerintah, Mahasiswa juga bertanggungjawab dalam mengurangi penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan latar belakang pendidikan yang baik dan kreatifitas yang tinggi, kiranya Mahasiswa dapat memberi kontribusi yang cocok digunakan di Indonesia. Terbukti saat isu pemblokiran domain yang mengandung unsur kata pornografi oleh pemerintah. Itu bukanlah cara yang efektif untuk mengurangi penyalahgunaannya karena banyak cara yang digunakan untuk tetap bisa mengaksesnya. Ya, Indonesia cukup kreatif dalam hal seperti ini. Saat itulah di forum-forum dan milis milis internet berkembang jargon “Internet Sehat” yang lebih efektif sebenarnya jika dapat diterapkan. “Internet Sehat” memberi penerangan kepada masyarakat untuk berinternet secara sehat dengan mengakses informasi yang penting dan positif saja. Jauh lebih efektif menurut penulis daripada larangan. Sikap persuasif inilah yang lebih cocok dibandingkan sikap destruktif.
    Mahasiswa Indonesia juga banyak melakukan penelitian dan membuat program ataupun sistem yang membantu mengatasi penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini. Salah satunya adalah tim dari Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada yang membuat program “Quick Porn Scanner” (bisa di unduh di http://af1a.web.ugm.ac.id/gemastik2010/QPS.exe ) dan mendapat perak di ajang Gemastik III di Surabaya. Penulis yang kebetulan juga mengikuti lomba tersebut dan melihat antusiasme masyarakat yang pro dengan program tersebut. Program tersebut, men-scan gambar-gambar porno, selain itu program tersebut dapat di unduh secara gratis, berbeda dengan program-program yang ada sebelumnya yang berasal dari Luar Negeri dan berbayar. Ini adalah salah satu kontribusi Mahasiswa yang nyata dalam pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Memang program tersebut belum 100% sempurna dan masih terbatasnya fitur pada gambar pornografi saja, namun usaha Mahasiswa tersebut nyata dan berdampak langsung dengan baik dalam pemberantasan pornografi. Selain itu ada juga Mahasiswa yang juga dari Universitas Gadjah Mada yang membuat ‘Site Blocker’ yang berfungsi mem-block semua situs porno, dan program ini juga gratis untuk didapatkan sehingga memudahkan masyarakat untuk turut serta membantu pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sebenarnya masih banyak lagi program program yang membantu pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang beredar dan di buat oleh Mahasiswa. Walaupun tidak membuat, masyarakat khususnya Mahasiswa yang menggunakannya dan mengedarkannya dengan legal juga termasuk membantu pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
    Pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak hanya dilakukan oleh Mahasiswa dengan jurusan Ilmu Komputer atau Teknologi Informasi saja, semua Mahasiswa Indonesia dapat berpartisipasi, salah satunya adalah dengan membuat blog atau website yang berisi informasi yang mendidik dan berguna. Bisa juga dengan melakukan kampanye Internet Sehat mengajak generasi muda Indonesia untuk menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan lebih baik lagi.
    Bukan hanya pornografi dan kekerasan yang menjadi masalah dalam penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, jejaring social yang tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan penggunaan yang berlebihan hingga menyebabkan ketagihan juga menjadi masalah. Dimana produktifitasi generasi muda Indonesia berkurang karena situs jejaring social yang terlalu menarik seperti facebook, twitter, blackberry messenger dan lain lain. Namun tidak sedikit pula generasi yang menggunakan media jejaring social untuk menjadi lebih produktif, seperti menjual produk mereka di jejaring social atau menyebarkan Informasi yang bermanfaat, itulah sebabnya Internet Sehat harus lebih ditingkatkan karena dengan kesadaran Internet Sehat, generasi muda Indonesia dapat meningkatkan kreatifitas, produtifitas, dan wawasan mereka. Dan lagi lagi, ini menjadi tanggungjawab bersama dalam praktiknya terutama oleh Mahasiswa.
    Kesimpulannya, Mahasiswa baik yang berlatar belakang Ilmu Komputer dan teknologi informasi maupun Non-IT dapat turut serta membantu pemberantasan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan edukasi yang mereka miliki masing-masing, dengan kreatifitas dan idealism mereka masing –masing. Turut menjadi catatan bahwa banyak aksi nyata yang bisa dilakukan oleh Mahasiswa dan diperlukan feedback dari pemerintah untuk mendukung Mahasiswa dalam melakukan aksinya.

    Dibuat oleh : Bima Al Hussien
    Ilmu Komputer (08/265928/PA/11930)

  32. Perkembangan zaman saat ini sudah mulai memasuki era Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berbasis IT. Hampir di seluruh tempat di negeri ini sudah bisa mengetahui atau mengakses perkembangan dunia lewat media internet. Segala hal dapat diketahui dan di temukan lewat media internet ini. Selain dapat sebagai media informasi, internet juga digunakan sebagai sarana komunikasi publik yang dapat di gunakan oleh setiap orang tanpa di batasi oleh aturan-aturan yang jelas tentang pengaksesan pada media ini.
    Melihat fakta-fakta yang ada, hal ini sungguh mengkhawatirkan karena dapat terjadi penyalahgunaan terhadap sarana komunikasi internet ini. Tidak adanya aturan yang jelas dan tidak terbatasnya hak akses dapat membuat setiap individu dari segala usia bisa melakukan segala aktivitas di dunia internet tanpa ada batasan. Penggunaan internet sebagai media komunikasi publik yang cukup luas jangkauannya bisa menghasilkan dampak positif juga negatif. Selain itu, sebagai sarana informasi massa, internet juga bisa berdampak baik pada suatu sisi, namun pada sisi lain internet juga dapat berdampak buruk.
    Tidak adanya pembatasan hak akses terhadap dunia komunikasi dan informasi di internet sungguh menjadi suatu masalah yang cukup serius. Hal ini di karenakan setiap individu dari segala usia bebas mengakses apa saja yang ada di dunia internet ini. Namun apabila pengaksesan informasi ataupun penggunaan media komunikasi masih dalam batas-batas yang jelas ini bukan menjadi suatu masalah karena masih sesuai atau sejalan dangan fungsi dan kegunaan internet itu sendiri yakni sebagai sarana komunikasi dan media informasi. Akan tetapi, penggunaan media internet sebagai sarana informasi sering di salah gunakan oleh sebagian pihak untuk mencari atau memperoleh data-data atau informasi yang tidak seharusnya di ketahui atau belum saatnya di ketahui.
    Tidak adanya batasan usia juga menjadi faktor utama yang cukup rumit, karena hal ini akan mengakibatkan dampak yang negatif dalam perkembangan moral dan tingkah laku para individu-individu yang belum siap menerima dan menyeleksi hal-hal yang belum pantas untuk usia mereka. Contoh informasi yang belum pantas di ketahui oleh para pelaku dunia maya yang masih di bawah umur yakni dengan pengaksesan situs-situs porno, pencarian video kekerasan-kekerasan fisik, gambar-gambar tindakan anarkis, kejahatan-kejahatan dunia maya serta informasi-informasi lain yang belum pantas untuk di ketahui. Hal ini dapat mempengaruhi tingkah laku serta pola pikir para individu yang masih di bawah umur. Sehingga tindakan-tindakan yang mereka lakukan sering tidak pantas atau tidak sesuai dengan usia mereka yang akhirnya menimbulkan keresahan serta kecemasan dalam lingkungan sekitar mereka.
    Dalam perkembangan IT sekarang ini yang semakin pesat, hal ini sungguh mengkhawatirkan karena semakin banyak pengguna layanan internet yang tidak mengetahui bahaya dalam penyalahgunaan media ini. Seperti kata pepatah : “ Dimana ada gula, disitu ada semut “, maka begitupun yang terjadi di dunia internet. Semakin banyak aktivitas-aktivitas yang dapat di lakukan di dunia internet, maka semakin banyak kejahatan yang dapat terjadi. Contoh tindakan kejahatan di dunia internet anata lain : Hacking dan Cracking, Pembobolan Rekening Kartu Kredit ( Carding ), Penipuan, Penggunaan identitas orang lain untuk melakukan tindakan-tindakan provokasi, Serta tindakan-tindakan lain yang dapat merugikan banyak pihak.
    Melihat hal-hal yang terjadi di atas, sebagai generasi muda penerus bangsa, sudah seharusnya kita untuk saling mengingatkan dalam hal menjaga serta mempertahankan moral dan identitas bangsa ini. Apa yang terjadi jika para generasi muda masa depan memiliki kepribadian yang tidak sesuai dengan prilaku bangsa yang di karenakan rusaknya moral akibat penyalahgunaan internet sebagai media informasi dan sarana komunikasi ini. Dan apa yang akan terjadi jika para generasi muda lebih condong mengikuti budaya-budaya atau tindakan-tindakan yang mereka lihat dan mereka tiru dari internet, sementara budaya-budaya dan tindakan-tindakan itu lebih banyak negatifnya dari pada positifnya dan juga tidak sesuai dengan kepribadian bangsa ini. Hal ini merupakan salah satu awal dari asimilasi budaya yang salah dan akan menimbulkan efek negatif bagi perkembangan bangsa serta akan hilangnya identitas dan jati diri bangsa indonesia sebagai bangsa yang mempunyai kepribadian yang sopan dan santun.
    Maka dari itu, peranan mahasiswa sangatlah penting. Mahasiswa sebagai agent of change, haruslah sigap dalam melihat keadaan-keadaan seperti ini karena hal ini dapat merusak moral bangsa serta dapat mengacaukan tatanan dari bangsa ini. Peran mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi informasi ini ialah dengan memfiltrasi serta memberikan sosialisasi tentang bahaya-bahaya penyalahgunaan media informasi serta sarana komunikasi internet. Selain itu, mahasiswa juga dapat menjadi panutan serta dapat memberikan contoh yang baik dalam lingkungan di sekitarnya. Walaupun kita tidak dapat 100% mengawasi kegiatan-kegiatan tiap individu di dunia maya namun setidaknya kita telah memberikan gambaran tentang hal-hal yang seharusnya di hindari dari penggunaan internet serta hal-hal yang tidak seharusnya di lakukan dalam dunia internet.
    Mahasiswa juga dapat di jadikan teladan dengan memberikan contoh yang baik dalam mengeliminasi penyalahgunaan internet dengan tidak melakukan ha-hal yang seharusnya tidak di lakukan. Apalagi mengingat kita sebagai mahasiswa ilmu komputer secara otomatis kegiatan kita menyangkut komputer dan internet, sehingga kita wajib memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan lingkungan sekitar kita dengan tidak menyalahgunakan internet untuk mendapatkan keuntungan pribadi serta merugikan pengguna jasa internet yang lainnya. Hal ini dapat mendorong setiap individu untuk menyeleksi hal-hal yang perlu di terima dan hal-hal yang tidak pantas untuk di terima sehingga penyalahgunaan teknologi informasi komunikasi di kalangan generasi muda dapat di minimalisir.

    Dirhan Setiawan Umasugi
    09/284123/PA/12813
    ILMU KOMPUTER – UGM

  33. Peranan mahasiswa dalam mengurangi salah guna dari teknologi informasi.
    Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang relatif sudah cukup matang untuk memilih yang mana yang baik, diperlukan, bermanfaat, dan bertanggung jawab. Mahasiswa tidak hanya bertugas untuk menimba ilmu yang diberikan di kuliah saja, tetapi mahasiswa juga bertugas sebagai pengawas sosial di masyarakat. Maskud dari pengawas sosial di sini adalah mereka mengawasi keadaan masyarakat baik dalam hal ekonomi, budaya, dan moral. Selain menjadi pengawas, mahasiswa juga sebagai contoh yang dapat ditauladani oleh masyarakat. Dapat dibayangkan jika mahasiswa tersebut tidak mempunyai unsur-unsur yang dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas tersebut.
    Pada zaman seperti ini di mana tidak ada ‘batas’ antar negara yang maksudnya adalah informasi-informasi yang berasal dari negara lain bebas keluar masuk ke negara Indonesia dan sebaliknya, tidak menampik kemungkinan bahwa masyarakat terkena dampak negatif dari informasi-informasi tersebut. Tugas mahasiswa seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah menjaga masyarakat dari informasi-informasi negatif dari teknologi infomasi. Contoh dari informasi-informasi negatif adalah hal-hal yang berbau porno, fitnah, ancaman, dan adu domba. Tidak hanya dari informasi-informasu negatif yang harus dibendung, tetapi juga ancaman hacker.
    Di Indonesia, situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain sangat digemari oleh banyak kalangan, dari anak-anak, orang dewasa, wanita, pria. Facebook atau Twitter memang sangat bermanfaat seperti menghubungkan kita dengan teman lama atau bahkan bisa menjual barang melalui situs-situs tersebut. Namun bukan hanya barang yang dapat dijual, manusia juga bisa dijual, hal tersebut sudah melanggar hukum dan HAM. Ini terjadi pada Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, dia diduga dibawa lari oleh laki-laki yang dikenalnya melalui situs jejaring sosial Facebook. Bahkan ada juga yang tega memerkosa seorang wanita karena setelah menonton video porno di warung internet.
    Saat ini memang pemerintah kesulitan untuk menangani situs-situs porno yang merusak moral bangsa itu. Pada waktu yang lalu situs porno bebas diakses oleh pengguna manapun, namun sekarang pemerintah sudah mulai mem-block situs-situs porno walaupun belum semua. Jika pemerintah mem-block situs-situs porno maka pembuat situs tersebut juga akan membuat lebih banyak situs porno. Dengan demikian tugas mahasiswa dan masyarakatlah yang harus mengawasi situs-situs tersebut dan mungkin dapat memberitahukan alamat situs itu ke Kementrian Komunikasi dan Informatika RI untuk di-block.
    Memang penggunaan teknologi informasi itu dapat sangat mempermudah kita dalam berbagai hal, seperti dalam perbankan. Kita dapat mentransfer uang, membayar tagihan-tagihan hanya dalam sekejap dan semuanya sudah selesai. Namun tidak hanya keuntungan-keuntungan dalam sekejap saja yang bisa kita peroleh, ada juga orang yang tidak beruntung karena ‘dirampok’ oleh orang-orang tidak bertanggung jawab melalui internet atau bahkan telpon dengan sekejap pula. Para hacker, yang mempunyai kemampuan untuk memanipulasi code-code program atau code-code jaringan yang dapat membobol bank atau rekening anda. Memang tidak semua hacker itu jahat, bahkan ada hacker yang disewa oleh pemerintah untuk menangkal hacker lainnya. Dalam hal ini, perbankan juga sudah memutakhirkan keamanan jaringan mereka untung menangkal hacker tersebut. Sebagai mahasiswa Ilmu Komputer UGM, kita tidak boleh membobol atau mengacaukan situs atau jaringan pihak lain, karena sudah melanggar etika profesi yang kita miliki.
    Kita sebagai mahasiswa tidak boleh terjebak dalam sisi buruk dari teknologi yang ‘menghilangkan batas negara’ ini. Kita mempunyai peranan yang sangat penting dalam meminimalisasikan penyalahgunaan teknologi informasi, mungkin bagi yang tidak bisa mencegahnya secara langsung bisa mencegahnya secara tidak langsung, seperti memberikan penyuluhan – penyuluhan yang kepada orang tua mengenai pentingnya mengawasi anak dalam berinternet. Memberikan penjelasan secara jelas dan lengkap tentang manfaat dan kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan oleh teknologi informasi tersebut. Mahasiswa dapat mengadakan seminar-seminar dan talkshow ke sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa internet tidak hanya untuk kesengangan belaka seperti Facebook dan game online tetapi juga bisa menjadi guru dan buku yang sangat lengkap. Mengenalkan situs-situs pendidikan, memberikan contoh akan dampak positif dan negatif dalam menggunakan teknologi infornasi dan menanaman etika dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
    Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa dari Ilmu Komputer UGM yang telah mengadakan berbagai lomba dan seminar-seminar yang memberikan manfaat ilmu yang sangat banyak. Lomba-lomba yang diadakan dapat berbagai macam jenisnya seperti lomba membuat program dan lomba menggambar menggunakan media laptop dengan program open source yang bernama Tux Paint. Dengan lomba-lomba tersebut mereka diharapkan akan mengerti manfaat dari teknologi informasi dan mengetahui bahaya-bahaya jika kita menyalah gunakannya.
    Mahasiswa juga harus dapat memberi contoh yang baik dalam memanfaatkan teknologi, mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun dunia pendidikan. Dengan memilah-milah informasi yang ada di internet. Kerja sama yang baik dari segala pihak, khususnya dari pihak pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memberi perubahan berarti dalam pengawasan laju perkembangan internet di Indonesia. Mari bersama-sama kita ciptakan suatu iklim penggunaan internet yang baik. Ambil manfaatnya dan buang kerugiannya
    Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan. Karena pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam aktivitasnya, bukan malah menyusahkan dan merugikan orang lain yang hanya menguntungkan diri kita sendiri. Mahasiswa juga bisa untuk misalnya mengembangkan suatu sistem komputer yang dapat menyaring informasi yang buruk, cara untuk meraihnya adalah hanya dengan belajar.

    Sumber: http://www.infodiknas.com/peranan-teknologi-informasi-dalam-kegiatan-pembelajaran/

    Nama : Prima Dermawan
    NIM : 09/283435/PA/12556
    Prodi : Ilmu Komputer UGM

  34. Dewasa ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) sodah berkembang sangat pesat. Pengertian Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tentu saja membawa dampak positif dan negatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari Teknologi Informasi dan Komunikasi ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila generasi muda dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik.

    Beberapa dampak postif dari teknologi informasi dan komunikasi adalah :

    1.Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia, baik melalui facebook, friendster, twitter, dll.

    2.Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web/ jaringan situs-situs web) para pengguna internet (khususnya generasi muda) di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

    3.Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat dalam mencari informasi dan data.

    4.Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga dapat tahu dengan cepat apa saja yang terjadi, baik itu melalui info dari twitter, facebook, kaskus ataupun berita-berita online lainnya.

    5.Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.contohnya adalah penggunaan e-learning, kuliah online, kursus online, joint research, Computer Assisted Instruction (CAI), perpustakaan online, dan lain lain yang sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran generasi muda dengan akses yang mudah dan murah.

    6.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Dengan internet generasi muda Indonesia dapat membuka usaha dalam bidang barang / jasa dengan mudah dan biaya yang gratis dan bisa memasarkannya ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia. Internet membuka peluang yang besar bagi generasi muda Indonesia yang mau mandiri dan berwirausaha.

    7.Dll

    Dalam perkembangannya, teknologi informasi dan komunikasi juga menimbulkan dampak buruk bagi generasi muda, yaitu :

    1.Pornografi. pornografi merupakan masalah yang membawa dampak paling besar bagi generasi muda. Pornografi pada saat sekarang ini sangat mudah diakses di Internet. Terdapat jutaan situs porno local maupun luar negeri yang dapat diakses hanya dengan mencarinya di google. Pornografi merupakan ancaman serius bagi generasi muda, terutama yang masih dibawah umur (SD, SMP, SMA) karena dapat merusak mental dan dapat menciptakan generasi “bejat”, seperti yang sering kita saksikan sekarang di TV, banyak terjadi kasus pencabulan, pemerkosaan, dll yang disebabkan oleh pornografi.

    2.Menimbulkan kecanduan terhadap games. Tidak dapat kita pungkiri internet membawa efek candu yang sangat besar bagi generasi muda. Efek candu itu dapat berupa games, baik game online maupun offline.Games memberikan dampak yang buruk juga jika dimainkan secara berlebihan. Generasi muda (SMP, SMA) rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memainkan games online di warnet-warnet, bahkan ada yang bolos sekolah dan menginap di warnet hanya untuk bermain games online. Jika sudah benar-benar kecanduan akan berakibat fatal karena generasi muda (SMP,SMA) akan menghabiskan uang jajan mereka hanya untuk bermain games dan mereka tidak akan mempedulikan pelajaran-pelajaran di sekolah yang sangat berguna bagi mereka.

    3.Kecanduan online. Sama seperti games, online di internet juga dapat menimbulkan kecanduan. Seperti yang sedang ngetrend saat ini adalah jejaring social seperti facebook dan twitter. Sebenarnya jejaring social seperti facebook dan twitter mempunyai banyak manfaat, namun jika terlalu berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk. Jika berlebihan akan menimbulkan efek lupa akan waktu, lupa aka tugas dan pekerjaan rumah, dll karena terlalu asyik bermain di dunia maya.

    4.Berkurangnya sifat social generasi muda. Terlalu lama menggunakan internet dapat membuat generasi muda lupa waktu dan jarang bersosialisasi terhadap dunia luar lagi, padahal banyak yang bisa didapat dari bersosialisasi di dunia luar. Internet dapat membuat generasi muda mengurung diri di rumah dan tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan atau organisasi-organisasi diluar rumah, bahkan bisa menimbulkan sifat anti-sosial.

    5.Dll

    Untuk mengatasi dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi, kita (maasiswa) dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

    1.Melakukan pengawasan terhadap adik-adik kita yang berusia muda dalam menggunakan Internet.

    2.Mengajarkan generasi muda untuk menggunakan internet untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif

    3.Sosialisasi pentingnya penggunaan software pengaman internet seperti Net Nanny Parental Controls, Safe Eyes, Cyberpatrol, hingga K9 Web Protection yang bisa diunduh secara gratis kepada orang tua, sekolah-sekolah, bahkan warnet-warnet untuk mencaegah generasi muda melakukan kegiatan negatif di internet.

    4.Mendampingi generasi muda saat menggunakan internet dan mengarahkan untuk penggunaan internet kea rah yang positif.

    5.Mendukung program menkominfo dalam pemblokiran situs-situs porno.

    6.Mengadakan pelatihan atau seminar untuk generasi muda mengenai pembangunan mental berinternet dan penggunaan internet untuk kegiatan positif.

    Kesimpulan
    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi, teknologi ini bisa bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti: mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, mencari program beasiswa, konsultasi dengan pakar, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia.Namun sayangnya penggunaannya justru malah bergeser kepada hal-hal yang negatif dan ini harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat, terutama mahasiswa. Karena bagaimanapun kita tetap membutuhkan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bersifat global, namun disisi lain kitapun juga harus siap untuk melakukan antisipasi untuk mengatasi dampak-dampak negatifnya demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih baik.

    Referensi :
    http://www.google.com
    http://www.kaskus.us/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
    http://gifalytwinsa.wordpress.com/
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/09/pengaruh-internet-di-bidang-pendidikan-di-lihat-dari-sisi-psikologi/
    http://izulfa.blog.upi.edu/files/2010/11/DAMPAK-TEKNOLOGI-INFORMASI-DAN-KOMUNIKASI-TERHADAP-PENDIDIKAN.pdf

    Ditulis oleh : Arif Wahyudi (09/287069/PA/12886)
    Program Studi S1 Ilmu Komputer

  35. Dewasa ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) sodah berkembang sangat pesat.
    Pengertian Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tentu saja membawa dampak positif dan negatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari Teknologi Informasi dan Komunikasi ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila generasi muda dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik.

    Beberapa dampak postif dari teknologi informasi dan komunikasi adalah :

    1.Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia, baik melalui facebook, friendster, twitter, dll.

    2.Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web/ jaringan situs-situs web) para pengguna internet (khususnya generasi muda) di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

    3.Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat dalam mencari informasi dan data.

    4.Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga dapat tahu dengan cepat apa saja yang terjadi, baik itu melalui info dari twitter, facebook, kaskus ataupun berita-berita online lainnya.

    5.Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.contohnya adalah penggunaan e-learning, kuliah online, kursus online, joint research, Computer Assisted Instruction (CAI), perpustakaan online, dan lain lain yang sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran generasi muda dengan akses yang mudah dan murah.

    6.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Dengan internet generasi muda Indonesia dapat membuka usaha dalam bidang barang / jasa dengan mudah dan biaya yang gratis dan bisa memasarkannya ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia. Internet membuka peluang yang besar bagi generasi muda Indonesia yang mau mandiri dan berwirausaha.

    7.Dll

    Dalam perkembangannya, teknologi informasi dan komunikasi juga menimbulkan dampak buruk bagi generasi muda, yaitu :

    1.Pornografi. pornografi merupakan masalah yang membawa dampak paling besar bagi generasi muda. Pornografi pada saat sekarang ini sangat mudah diakses di Internet. Terdapat jutaan situs porno local maupun luar negeri yang dapat diakses hanya dengan mencarinya di google. Pornografi merupakan ancaman serius bagi generasi muda, terutama yang masih dibawah umur (SD, SMP, SMA) karena dapat merusak mental dan dapat menciptakan generasi “bejat”, seperti yang sering kita saksikan sekarang di TV, banyak terjadi kasus pencabulan, pemerkosaan, dll yang disebabkan oleh pornografi.

    2.Menimbulkan kecanduan terhadap games. Tidak dapat kita pungkiri internet membawa efek candu yang sangat besar bagi generasi muda. Efek candu itu dapat berupa games, baik game online maupun offline.Games memberikan dampak yang buruk juga jika dimainkan secara berlebihan. Generasi muda (SMP, SMA) rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memainkan games online di warnet-warnet, bahkan ada yang bolos sekolah dan menginap di warnet hanya untuk bermain games online. Jika sudah benar-benar kecanduan akan berakibat fatal karena generasi muda (SMP,SMA) akan menghabiskan uang jajan mereka hanya untuk bermain games dan mereka tidak akan mempedulikan pelajaran-pelajaran di sekolah yang sangat berguna bagi mereka.

    3.Kecanduan online. Sama seperti games, online di internet juga dapat menimbulkan kecanduan. Seperti yang sedang ngetrend saat ini adalah jejaring social seperti facebook dan twitter. Sebenarnya jejaring social seperti facebook dan twitter mempunyai banyak manfaat, namun jika terlalu berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk. Jika berlebihan akan menimbulkan efek lupa akan waktu, lupa aka tugas dan pekerjaan rumah, dll karena terlalu asyik bermain di dunia maya.

    4.Berkurangnya sifat social generasi muda. Terlalu lama menggunakan internet dapat membuat generasi muda lupa waktu dan jarang bersosialisasi terhadap dunia luar lagi, padahal banyak yang bisa didapat dari bersosialisasi di dunia luar. Internet dapat membuat generasi muda mengurung diri di rumah dan tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan atau organisasi-organisasi diluar rumah, bahkan bisa menimbulkan sifat anti-sosial.

    5.Dll

    Untuk mengatasi dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi, kita (maasiswa) dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

    1.Melakukan pengawasan terhadap adik-adik kita yang berusia muda dalam menggunakan Internet.

    2.Mengajarkan generasi muda untuk menggunakan internet untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif

    3.Sosialisasi pentingnya penggunaan software pengaman internet seperti Net Nanny Parental Controls, Safe Eyes, Cyberpatrol, hingga K9 Web Protection yang bisa diunduh secara gratis kepada orang tua, sekolah-sekolah, bahkan warnet-warnet untuk mencaegah generasi muda melakukan kegiatan negatif di internet.

    4.Mendampingi generasi muda saat menggunakan internet dan mengarahkan untuk penggunaan internet kea rah yang positif.

    5.Mendukung program menkominfo dalam pemblokiran situs-situs porno.

    6.Mengadakan pelatihan atau seminar untuk generasi muda mengenai pembangunan mental berinternet dan penggunaan internet untuk kegiatan positif.

    Kesimpulan
    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi, teknologi ini bisa bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti: mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, mencari program beasiswa, konsultasi dengan pakar, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia.Namun sayangnya penggunaannya justru malah bergeser kepada hal-hal yang negatif dan ini harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat, terutama mahasiswa. Karena bagaimanapun kita tetap membutuhkan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bersifat global, namun disisi lain kitapun juga harus siap untuk melakukan antisipasi untuk mengatasi dampak-dampak negatifnya demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih baik.

    Referensi :
    http://www.google.com
    http://www.kaskus.us/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
    http://gifalytwinsa.wordpress.com/
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/09/pengaruh-internet-di-bidang-pendidikan-di-lihat-dari-sisi-psikologi/
    http://izulfa.blog.upi.edu/files/2010/11/DAMPAK-TEKNOLOGI-INFORMASI-DAN-KOMUNIKASI-TERHADAP-PENDIDIKAN.pdf

  36. Dewasa ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) sodah berkembang sangat pesat.
    Pengertian Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tentu saja membawa dampak positif dan negatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari Teknologi Informasi dan Komunikasi ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila generasi muda dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik.

    Beberapa dampak postif dari teknologi informasi dan komunikasi adalah :
    1.Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia, baik melalui facebook, friendster, twitter, dll.

    2.Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web/ jaringan situs-situs web) para pengguna internet (khususnya generasi muda) di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

    3.Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat dalam mencari informasi dan data.

    4.Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga dapat tahu dengan cepat apa saja yang terjadi, baik itu melalui info dari twitter, facebook, kaskus ataupun berita-berita online lainnya.

    5.Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.contohnya adalah penggunaan e-learning, kuliah online, kursus online, joint research, Computer Assisted Instruction (CAI), perpustakaan online, dan lain lain yang sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran generasi muda dengan akses yang mudah dan murah.

    6.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Dengan internet generasi muda Indonesia dapat membuka usaha dalam bidang barang / jasa dengan mudah dan biaya yang gratis dan bisa memasarkannya ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia. Internet membuka peluang yang besar bagi generasi muda Indonesia yang mau mandiri dan berwirausaha.

    7.Dll

    Dalam perkembangannya, teknologi informasi dan komunikasi juga menimbulkan dampak buruk bagi generasi muda, yaitu :

    1.Pornografi. pornografi merupakan masalah yang membawa dampak paling besar bagi generasi muda. Pornografi pada saat sekarang ini sangat mudah diakses di Internet. Terdapat jutaan situs porno local maupun luar negeri yang dapat diakses hanya dengan mencarinya di google. Pornografi merupakan ancaman serius bagi generasi muda, terutama yang masih dibawah umur (SD, SMP, SMA) karena dapat merusak mental dan dapat menciptakan generasi “bejat”, seperti yang sering kita saksikan sekarang di TV, banyak terjadi kasus pencabulan, pemerkosaan, dll yang disebabkan oleh pornografi.

    2.Menimbulkan kecanduan terhadap games. Tidak dapat kita pungkiri internet membawa efek candu yang sangat besar bagi generasi muda. Efek candu itu dapat berupa games, baik game online maupun offline.Games memberikan dampak yang buruk juga jika dimainkan secara berlebihan. Generasi muda (SMP, SMA) rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memainkan games online di warnet-warnet, bahkan ada yang bolos sekolah dan menginap di warnet hanya untuk bermain games online. Jika sudah benar-benar kecanduan akan berakibat fatal karena generasi muda (SMP,SMA) akan menghabiskan uang jajan mereka hanya untuk bermain games dan mereka tidak akan mempedulikan pelajaran-pelajaran di sekolah yang sangat berguna bagi mereka.

    3.Kecanduan online. Sama seperti games, online di internet juga dapat menimbulkan kecanduan. Seperti yang sedang ngetrend saat ini adalah jejaring social seperti facebook dan twitter. Sebenarnya jejaring social seperti facebook dan twitter mempunyai banyak manfaat, namun jika terlalu berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk. Jika berlebihan akan menimbulkan efek lupa akan waktu, lupa aka tugas dan pekerjaan rumah, dll karena terlalu asyik bermain di dunia maya.

    4.Berkurangnya sifat social generasi muda. Terlalu lama menggunakan internet dapat membuat generasi muda lupa waktu dan jarang bersosialisasi terhadap dunia luar lagi, padahal banyak yang bisa didapat dari bersosialisasi di dunia luar. Internet dapat membuat generasi muda mengurung diri di rumah dan tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan atau organisasi-organisasi diluar rumah, bahkan bisa menimbulkan sifat anti-sosial.

    5.Dll

    Untuk mengatasi dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi, kita (maasiswa) dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

    1.Melakukan pengawasan terhadap adik-adik kita yang berusia muda dalam menggunakan Internet.

    2.Mengajarkan generasi muda untuk menggunakan internet untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif

    3.Sosialisasi pentingnya penggunaan software pengaman internet seperti Net Nanny Parental Controls, Safe Eyes, Cyberpatrol, hingga K9 Web Protection yang bisa diunduh secara gratis kepada orang tua, sekolah-sekolah, bahkan warnet-warnet untuk mencaegah generasi muda melakukan kegiatan negatif di internet.

    4.Mendampingi generasi muda saat menggunakan internet dan mengarahkan untuk penggunaan internet kea rah yang positif.

    5.Mendukung program menkominfo dalam pemblokiran situs-situs porno.

    6.Mengadakan pelatihan atau seminar untuk generasi muda mengenai pembangunan mental berinternet dan penggunaan internet untuk kegiatan positif.

    Kesimpulan
    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi, teknologi ini bisa bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti: mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, mencari program beasiswa, konsultasi dengan pakar, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia.Namun sayangnya penggunaannya justru malah bergeser kepada hal-hal yang negatif dan ini harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat, terutama mahasiswa. Karena bagaimanapun kita tetap membutuhkan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bersifat global, namun disisi lain kitapun juga harus siap untuk melakukan antisipasi untuk mengatasi dampak-dampak negatifnya demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih baik.

    Referensi :
    http://www.google.com
    http://www.kaskus.us/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
    http://gifalytwinsa.wordpress.com/
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/09/pengaruh-internet-di-bidang-pendidikan-di-lihat-dari-sisi-psikologi/
    http://izulfa.blog.upi.edu/files/2010/11/DAMPAK-TEKNOLOGI-INFORMASI-DAN-KOMUNIKASI-TERHADAP-PENDIDIKAN.pdf

  37. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi dan Komunikasi saat ini berkembang sangat cepat. Dari tahun ke bulan, dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari hari ke jam, dan dari jam ke detik. Memasuki abad ke-21, bidang TIK berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada TIK. Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:dari “ruang kelas” ke “di mana saja”, dari “waktu siklus” ke “waktu nyata”, dan dari “kertas” ke “online”.

    Aplikasi dari perkembangan teknologi komunikasi salah satunya adalah ditemukannya televisi, radio, internet, hp dll. Tidak selamanya teknologi komunikasi memiliki dampak yang positif dalam kehidupan. Tidak ada penemu yang berani menjamin bahwa penemuannya tidak akan menimbulkan dampak yang negatif. Apalagi sesuatu hal yang berhubungan dengan kebebasan dan keterbukan. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, dapat dipastikan semakin kecil jarak ruang dan waktu.

    Salah satu obyek yang akan terpengaruh dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi adalah anak-anak. Semua hal kemajuan teknologi komunikasi sudah pasti sangat berpengaruh pada kehidupan anak-anak. Anak-anak merupakan penerus bangsa yang sudah pasti harus kita didik dengan baik. Selain itu mereka harus dikontrol oleh orang tua saat berinteraksi dengan teknologi komunikasi. Jangan sampai mereka terpengaruh atau tergiur dengan hal-hal negatif yang ditimbulkan dari teknologi tersebut. Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa jika memiliki adik ingatkan mereka bahwa harus dibatasi saat menonton TV dan mendengar radio, jangan sampai mereka ketagihan dan melupakan pendidikan.

    Selain itu juga jangan terlalu dibebaskan dalam mengakses internet. Dengan adanya internet, keterbukaan dan kebebasan menjadi hal yang biasa. Apapun dapat diakses dengan mudah melalui internet. Memang tidak semua teknologi komuniaksi menimbulkan dampak yang positif. Teknologi komunikasi juga dapat menyebabkan kebebasan secara berlebihan.

    Seperti yang kita ketahui, bahwasanya teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Misalnya, dalam aspek pendidikan. Banyak sekali dampak positif dan negative nya . Saat ini penerapan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan di Indonesia belum dapat berlangsung secara optimal. Hal ini antara lain di sebabkan karena pemerintah selaku regulator belum memiliki konsep yang jelas dalam merumuskannya. Penerapan TIK lebih dimaknai sebagai penyediaan saran dan prasarana yang didistribusikan ke unit-unit pendidikan semacam perguruan tinggi atau sekolah.

    Sudah tidak asing lagi kita dengar, guru atau dosen memberi tugas pada siswa atau mahasiswa melalui internet. Otomatis siswa sering menggunakan internet sebagai sumber mencari tugas. mahasiswa copy paste”, mahasiswa yang menyalin pekerjaan orang lain untuk digunakan demi kepentingan sendiri. Jika tidak ada kontrol terhadap tindakan seperti ini, maka tidak akan ada hal yang lebih diperoleh dari bangku sekolah/kuliah. Sebab, kegiatan kuliah hanya sekedar menjadi formalitas demi mencapai gelar akademis.

    Untuk itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari pihak pengajar selaku pemberi tugas. Partisipasi dosen menjadi faktor yang sangat penting untuk mengukur kadar keaslian tugas yang dikerjakan oleh pelajar dan mahasiswa. Peranan yang dapat kita lakukan ialah kita sebaiknya memberikan informasi kepada khalayak umum yang mempunyai karya agar didaftarkan kepada badan yang mengurusi hak cipta. Agar karya yang mereka buat terlindungi secara hukum.

    Pelajar atau mahasiswa menyalahgunakan internet,sebagai penyebaran situs-situs yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi. Ini dapat terjadi karena kurang nya perhatian dari orang tua pengguna teknologi informasi “internet”. Masalah ini bisa di berantas sedikt-sedikit dengan cara adanya pengawasan dari orang tua, ketika anaknya sedang mengerjakan tugas dari guru atau dosennya. Mungkin tidak terlalu pantas, apabila seorang mahasiswa yang usianya sudah beranjak dewasa masih harus d awasi oleh orang tuanya, dalam hal ini harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk menghindarkan diri dari penyalah gunaan internet.Bayangkan jika yang melihat situs-situs porno anak di bawah umur. Yang bisa kita lakukan adalah selain dengan melaporkan dan mengajukan permohonan kepada badan yang mengurusi tentang penyiaran untuk memblokir web yang memiliki konten tersebut. kita juga bisa membuat dan menjalankan software anti pornografi dan pornoaksi. selain itu kita, jika mampu turut tidak menyebarluaskan file – file yang memiliki konten tersebut.

    Selain itu masih terdapat penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda, yaitu judi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan secara lebih tersembunyi dan rapi. Kegiatan judi ini biasanya bertaruh pada sebuah pertandingan sepak bola atau apapun. Mereka bertaruh untuk team kesayangan mereka ataupun team yang dijagokan menang. Kenapa judi dimasukkan dalam penyalah gunaan teknologi informasi dan komunikasi ? Karna judi yang sekarang ini sudah merambah teknologi komunikasi dan informasi. Judi yang seperti ini sudah tidak mengenal jarak, para pelaku dapat bertaruh dengan orang lain yang jaraknya jauh. Kita sebagai mahasiswa seharusnya tidak ikut ikutan dalam kegiatan ini, dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang jika mengetahui kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut sudah melanggar hukum.

    Kesimpulannya media baru, terutama internet, memiliki atribut yang tepat untuk mengatasi kekurangan dari teknologi komunikasi sebelumnya. Internet adalah, dua arah langsung, multimedia sedang dan memiliki kapasitas untuk komunikasi pada satu-satu, satu-ke-banyak, dan banyak-ke-banyak dasar, terlepas dari jarak. Selama kita mengenali kebutuhan untuk Melawan mitos media baru, memelihara bahan-bahan berkualitas tinggi untuk mereka, dan membantu siswa dalam menafsirkan berbagai nilai-nilai mereka mencerminkan, teknologi tersebut benar-benar dapat membawa kematian jarak dalam upaya pendidikan kita. Mereka juga dapat memiliki efek mendalam pada perencanaan pendidikan kita, memungkinkan kita untuk memindai seluruh dunia untuk mitra dengan kebutuhan dan prioritas identik dengan kita sendiri. Dengan sedikit keberuntungan, fokus perhatian kita akan bergeser jauh dari perbedaan yang memisahkan kita regional dan menuju kesamaan yang mempersatukan kita secara internasional. Kecuali pergeseran ini menolak, kontrol provinsi dan bahkan nasional selama pendidikan dan budaya akan menjadi kurang relevan dan semakin tidak dapat dilaksanakan. Tetapi, penggunaan internet sering di salah gunakan oleh para penggunanya. Ini yang menjadi dampak negative teknologi informasi dan komunikasi dari penggunaan internet oleh kalangan pelajar khususnya. Oleh karena itu, agar internet tidak disalahgunakan lagi oleh pelajar ataupun mahasiswa, perlu adanya monitor dari pembimbing (dosen, guru), juga dari orang tua masing-masing.

    Nama : Dimas Ariyo Purnomo P
    NIM : 08/265896/PA/11922
    Prodi: Ilmu Komputer

  38. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi dan Komunikasi saat ini berkembang sangat cepat. Dari tahun ke bulan, dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari hari ke jam, dan dari jam ke detik. Memasuki abad ke-21, bidang TIK berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam bidang rekayasa mikroelektronika. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktivitas manusia kini banyak tergantung kepada TIK. Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:dari “ruang kelas” ke “di mana saja”, dari “waktu siklus” ke “waktu nyata”, dan dari “kertas” ke “online”.
    Aplikasi dari perkembangan teknologi komunikasi salah satunya adalah ditemukannya televisi, radio, internet, hp dll. Tidak selamanya teknologi komunikasi memiliki dampak yang positif dalam kehidupan. Tidak ada penemu yang berani menjamin bahwa penemuannya tidak akan menimbulkan dampak yang negatif. Apalagi sesuatu hal yang berhubungan dengan kebebasan dan keterbukan. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, dapat dipastikan semakin kecil jarak ruang dan waktu.
    Salah satu obyek yang akan terpengaruh dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi adalah anak-anak. Semua hal kemajuan teknologi komunikasi sudah pasti sangat berpengaruh pada kehidupan anak-anak. Anak-anak merupakan penerus bangsa yang sudah pasti harus kita didik dengan baik. Selain itu mereka harus dikontrol oleh orang tua saat berinteraksi dengan teknologi komunikasi. Jangan sampai mereka terpengaruh atau tergiur dengan hal-hal negatif yang ditimbulkan dari teknologi tersebut. Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa jika memiliki adik ingatkan mereka bahwa harus dibatasi saat menonton TV dan mendengar radio, jangan sampai mereka ketagihan dan melupakan pendidikan.
    Selain itu juga jangan terlalu dibebaskan dalam mengakses internet. Dengan adanya internet, keterbukaan dan kebebasan menjadi hal yang biasa. Apapun dapat diakses dengan mudah melalui internet. Memang tidak semua teknologi komuniaksi menimbulkan dampak yang positif. Teknologi komunikasi juga dapat menyebabkan kebebasan secara berlebihan.
    Seperti yang kita ketahui, bahwasanya teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Misalnya, dalam aspek pendidikan. Banyak sekali dampak positif dan negative nya . Saat ini penerapan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan di Indonesia belum dapat berlangsung secara optimal. Hal ini antara lain di sebabkan karena pemerintah selaku regulator belum memiliki konsep yang jelas dalam merumuskannya. Penerapan TIK lebih dimaknai sebagai penyediaan saran dan prasarana yang didistribusikan ke unit-unit pendidikan semacam perguruan tinggi atau sekolah.
    Sudah tidak asing lagi kita dengar, guru atau dosen memberi tugas pada siswa atau mahasiswa melalui internet. Otomatis siswa sering menggunakan internet sebagai sumber mencari tugas. mahasiswa copy paste”, mahasiswa yang menyalin pekerjaan orang lain untuk digunakan demi kepentingan sendiri. Jika tidak ada kontrol terhadap tindakan seperti ini, maka tidak akan ada hal yang lebih diperoleh dari bangku sekolah/kuliah. Sebab, kegiatan kuliah hanya sekedar menjadi formalitas demi mencapai gelar akademis.
    Untuk itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari pihak pengajar selaku pemberi tugas. Partisipasi dosen menjadi faktor yang sangat penting untuk mengukur kadar keaslian tugas yang dikerjakan oleh pelajar dan mahasiswa. Peranan yang dapat kita lakukan ialah kita sebaiknya memberikan informasi kepada khalayak umum yang mempunyai karya agar didaftarkan kepada badan yang mengurusi hak cipta. Agar karya yang mereka buat terlindungi secara hukum.
    Pelajar atau mahasiswa menyalahgunakan internet,sebagai penyebaran situs-situs yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi. Ini dapat terjadi karena kurang nya perhatian dari orang tua pengguna teknologi informasi “internet”. Masalah ini bisa di berantas sedikt-sedikit dengan cara adanya pengawasan dari orang tua, ketika anaknya sedang mengerjakan tugas dari guru atau dosennya. Mungkin tidak terlalu pantas, apabila seorang mahasiswa yang usianya sudah beranjak dewasa masih harus d awasi oleh orang tuanya, dalam hal ini harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk menghindarkan diri dari penyalah gunaan internet.Bayangkan jika yang melihat situs-situs porno anak di bawah umur. Yang bisa kita lakukan adalah selain dengan melaporkan dan mengajukan permohonan kepada badan yang mengurusi tentang penyiaran untuk memblokir web yang memiliki konten tersebut. kita juga bisa membuat dan menjalankan software anti pornografi dan pornoaksi. selain itu kita, jika mampu turut tidak menyebarluaskan file – file yang memiliki konten tersebut.
    Selain itu masih terdapat penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda, yaitu judi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan secara lebih tersembunyi dan rapi. Kegiatan judi ini biasanya bertaruh pada sebuah pertandingan sepak bola atau apapun. Mereka bertaruh untuk team kesayangan mereka ataupun team yang dijagokan menang. Kenapa judi dimasukkan dalam penyalah gunaan teknologi informasi dan komunikasi ? Karna judi yang sekarang ini sudah merambah teknologi komunikasi dan informasi. Judi yang seperti ini sudah tidak mengenal jarak, para pelaku dapat bertaruh dengan orang lain yang jaraknya jauh. Kita sebagai mahasiswa seharusnya tidak ikut ikutan dalam kegiatan ini, dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang jika mengetahui kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut sudah melanggar hukum.
    Kesimpulannya media baru, terutama internet, memiliki atribut yang tepat untuk mengatasi kekurangan dari teknologi komunikasi sebelumnya. Internet adalah, dua arah langsung, multimedia sedang dan memiliki kapasitas untuk komunikasi pada satu-satu, satu-ke-banyak, dan banyak-ke-banyak dasar, terlepas dari jarak. Selama kita mengenali kebutuhan untuk Melawan mitos media baru, memelihara bahan-bahan berkualitas tinggi untuk mereka, dan membantu siswa dalam menafsirkan berbagai nilai-nilai mereka mencerminkan, teknologi tersebut benar-benar dapat membawa kematian jarak dalam upaya pendidikan kita. Mereka juga dapat memiliki efek mendalam pada perencanaan pendidikan kita, memungkinkan kita untuk memindai seluruh dunia untuk mitra dengan kebutuhan dan prioritas identik dengan kita sendiri. Dengan sedikit keberuntungan, fokus perhatian kita akan bergeser jauh dari perbedaan yang memisahkan kita regional dan menuju kesamaan yang mempersatukan kita secara internasional. Kecuali pergeseran ini menolak, kontrol provinsi dan bahkan nasional selama pendidikan dan budaya akan menjadi kurang relevan dan semakin tidak dapat dilaksanakan. Tetapi, penggunaan internet sering di salah gunakan oleh para penggunanya. Ini yang menjadi dampak negative teknologi informasi dan komunikasi dari penggunaan internet oleh kalangan pelajar khususnya. Oleh karena itu, agar internet tidak disalahgunakan lagi oleh pelajar ataupun mahasiswa, perlu adanya monitor dari pembimbing (dosen, guru), juga dari orang tua masing-masing.

  39. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
    Perkembangan teknologi informasi khususnya internet dewasa ini terus mengalami peningkatan. Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet. Saat ini ada beberapa macam fasilitas yang bisa diakses, mulai dari fungsi browsing, chatting, online shop, media massa online, surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya.
    Situs jejaring sosial seperti Facebook, merupakan salah satu situs yang paling favorit diakses oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana tercatat di Alexa.com, Facebook menempati urutan pertama situs yang paling sering diakses pengguna internet, diikuti oleh google, yahoo, dan beberapa situs lainnya
    Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati
    Kasus Prita Mulyasari, Bibit-Chandra, dan balita Bilqis yang menggalang dana untuk biaya operasinya, merupakan beberapa kasus yang sempat marak di situs Facebook.
    Namun siapa sangka, fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya, saat ini justru kerap disalahgunakan. Beberapa kasus penyalahgunaan Facebook mulai bermunculan. Kasus yang terjadi terhadap Rohmatul Latifah Asyhari (16), remaja putri warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, menjadi salah satunya. Siswi SMAN Jogoroto tersebut menghilang dan diduga dilarikan oleh seorang lelaki yang baru dikenalnya melalui Facebook. Latifah bahkan diduga telah menjadi korban perdagangan perempuan.
    Perkembangan teknologi memang dapat mempermudah penggunanya, tapi secara tidak langsung juga bisa memfasilitasi tindakan melawan hukum. Apalagi tindakan tersebut bisa dilakukan lebih cepat, hampir tanpa batasan ruang dan waktu. Sebagai contoh, tidak semua orang berani terang-terangan ke lokalisasi, namun dengan perkembangan teknologi, oknum masyarakat tersebut bisa memanfaatkan teknologi internet untuk mencari teman kencannya. Segala tindak kejahatan tentu memiliki konsekuensi hukum. Pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi internet bisa dikenakan pidana kejahatan yang terdapat pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).
    Selain itu, pelaku penyalahgunaan teknologi komunikasi juga bisa dijerat oleh Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena tujuan dari undang-undang tersebut adalah perlindungan dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan itikad baik. Sehingga terdapat kepastian hukum bagi yang melanggar. Pelaku tidak bisa lepas dari ancaman undang-undang dengan alasan melakukannya di dunia maya.
    Menurut Danriv, memang yang paling sulit adalah menciptakan kondisi yang kompromistis. Artinya, pengguna secara umum tidak dirugikan dan tetap bisa meminimalkan tindak kejahatan. Karena jika memberantas dampak negatif dengan memblokir situs, akan merugikan pengguna yang bermaksud baik.
    Kita sebagai mahasiswa harus selektif dalam menggunakan teknologi komunikasi informasi ini, dan seharusnya kita tidak terjebak dalam sisi buruk dari teknologi komunikasi informasi. Selain kita menjaga diri kita sendiri dari penyalahgunaan teknologi ini, kita juga harus mempunyai peranan dalam mengurangi ataupun mengeleminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi ini dengan berbagai tindakan yang dapat dilakukan dalam konteks kita sebagai mahasiswa sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang ada.
    Untuk itu, peranan mahasiswa sangat diperlukan dalam meminimalisasi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya generasi muda Indonesia. Banyak anak-anak remaja sekarang lebih sering menghabiskan waktunya di warung internet atau di depan komputer hanya untuk membuka situs jejaring sosial atau bermain game online daripada untuk belajar.
    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah fungsi edukasi dan sosialisasi manfaat serta kerugian teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga jumlah penyalahgunaan dapat ditekan dengan memberi pengetahuan resiko dan dampak menggunakan teknologi secara menyeluruh.
    Disinilah mahasiswa harus berperan aktif. Dengan mengadakan seminar-seminar atau talkshow ke sekolah, memberikan wawasan bahwa teknologi informasi tidak hanya untuk membuka situs jejaring sosial atau bermain game online tetapi juga sebagai bahan untuk belajar. Misalnya saja, jika ada pelajaran yang tidak paham ketika belajar disekolah, kita dapat lebih mendalaminya dengan menggunakan internet. Dengan begitu kita tidak hanya sebatas mengerti tetapi memahami apa yang kita pelajari.Mengenalkan situs-situs pendidikan, memberikan contoh akan dampak positif dan negatif dalam menggunakan teknologi infornasi dan menanaman etika dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
    Atau dengan perlombaan-perlombaan yang sering diadakan mahasiswa. Contohnya kompetisi programming untuk SMA atau sederajat dan lomba menggambar menggunakan komputer untuk SD. Dengan adanya kompetisi tersebut, generasi muda akan bersaing positif dalam memanfaatkan teknolgi informasi. Mereka akan lebih mengerti bahwa teknologi informasi merupakan tempat untuk menambah ilmu, bukan untuk disalahgunakan.
    Mahasiswa juga harus dapat memberi contoh yang baik dalam memanfaatkan teknologi, mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun dunia pendidikan. Dengan memilah-milah informasi yang ada di internet. Kerja sama yang baik dari segala pihak, khususnya dari pihak pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memberi perubahan berarti dalam pengawasan laju perkembangan internet di Indonesia. Mari bersama-sama kita ciptakan suatu iklim penggunaan internet yang baik. Ambil manfaatnya dan buang kerugiannya
    Dengan demikian perkembangan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah disalahgunakan. Karena pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam aktivitasnya

    Sumber:
    http://www.infodiknas.com/peranan-teknologi-informasi-dalam-kegiatan-pembelajaran/
    http://muslim-mualaf.blogspot.com/2010/02/pakar-segera-cegah-penyalah-gunaan.html

    Nama :Yolanda Sri Rahayu
    NIM :09/284019/PA/12782
    Prodi :Ilmu Komputer

  40. Saat ini kehidupan di masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan teknologi. Teknologi telah memberikan pengaruhnya untuk semua lapisan di masyarakat. Yang perlu mendapat perhatian khusus tentunya adalah untuk lapisan generasi muda. Hal ini disebabkan karena teknologi yang membawa dampak saling berlawanan. Ibarat pisau, teknologi bisa memberikan dampak positif dan dampak negatif. Untuk generasi muda, media teknologi komunikasi dan informasi merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan mereka. Hampir setiap hari, para generasi muda memanfaatkanya. Contoh yang paling nyata adalah penggunaan internet dan yang lebih mengkhusus adalah menjamurnya penggunaan jejaring sosial.

    Generasi muda, yang selanjutnya akan menjadi penerus dan pengisi kemerdekaan di Indonesia perlu dijaga dan dilindungi dari pengaruh negatif yang dibawa oleh teknologi. Sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam hal ini dikarenakan peran mahasiswa sebagai The Agent of Change, yang berarti menjadi tempat untuk memulai perubahan menjadi lebih baik, dan sebagai Iron Stock, yang berarti mahasiswa sebagai sumber pemimpin masa depan. Merujuk pada kedua peran tersebut, ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Tentunya sebuah sikap yang patut diteladani harus bermula dari diri sendiri. Untuk itu usaha yang dilakukan mahasiswa dalam mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi bermula dari diri sendiri dan yang selanjutnya bisa memberikan imbas untuk generasi muda yang lain. Adapun usaha yang bisa dilakukan adalah, menggunakan teknologi sebagai sarana untuk belajar dan berkomunikasi yang positif. Dalam implementasinya di dunia nyata saat ini, mudahnya mendapat koneksi internet tentu akan membuat mudah juga mencari sumber – sumber referensi untuk bahan pembelajaran dalam perkualiahan. Namun, terkadang kemudahan itu disalahgunakan untuk mengakses situs – situs yang tidak mendidik. Akan sangat berguna apabila mahasiswa, khususnya yang berhubungan dengan dunia teknologi, bisa membuat software pemblokiran untuk situs – situs tersebut. Untuk memotivasi pembuatan software semacam ini, bisa dilakukan sebuah kompetisi perlomaabn pembuatan software. Namun usaha itu juga harus didukung oleh pihak lain untuk menginformasikan situs – situs yang harus di blokir karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali situs – situs tak mendidik.

    Apakah cukup? Belum. Selain melawan “penyakit”, tentunya jika tidak menginginkan “pasien” bertambah, harus dipikirkan solusi bagaimana agar orang – orang yang “sehat” tidak terkena “penyakit” tersebut. Hal sederhana yang perlu dilakukan adalah membentuk komunitas dan forum di dunia maya. Forum dan kuminutas ini tentunya harus bersifat mendidik. Dengan adanya komunitas dan forum yang mendidik, para generasi muda bisa bergaul, berinteraksi dan bertukar ilmu satu sama lain. Diharapkan, dengan adanya komunitas dan forum diskusi semacam itu, penyalahgunaan bisa berkurang.

    Generasi muda adalah generasi yang identik dengan yang namanya rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak ada rasa segan untuk mencoba hal baru. Ada hal sangat penting yang perlu mendapat perhatian khusus adalah masalah keamanan. Cyber Crime adalah istilah yang biasa digunakan. Istilah seperti hacker, cracker, carder merupakan beberapa contoh kegiatan yang identik dengan cyber crime. Padahal, kegiatan tersebut sebenarnya berawal dari ingin belajar tentang keaman di dunia maya namun disalahgunakan oleh orang tersebut. Banyak forum dan komunitas seperti xcode, jogjafree, islamichacker yang menampung generasi muda yang berbakat dibidang keamanan jaringan. Dengan adanya komunitas seperti itu, kemampuan yang dimiliki oleh para generasi muda bisa menjadi terarah. Mereka bisa menggunakan kemampuannya untuk membantu orang lain yang memerlukan keahlian dalam bidang keamanan jaringan dan tidak menutup kemungkinan untuk berpenghasilan dari hobinya tersebut. Seperti contohnya adalah Rent a Hacker, yaitu komunitas yang siap di sewa untuk melakukan pekerjaan dalam keamanan jaringan. Selain bisa menghasilkan untuk diri sendiri, komunitas seperti itu bisa juga menjadi andalan untuk “berperang” dunia maya dengan Negara lain. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, saat hacker Negara tetangga menyerang kita, komunitas – komunitas hacker di Indonesia tidak tinggal diam, mereka serentak membalas serangan tersebut. Jika dilihat dari apa yang telah terjadi, hacker Indonesia lah yang menang. Perlu diketahui bahwa, hacker – hacker di Indonesia termasuk di pandang di dunia Internasional. Komunitas hacker adalah satu contoh dari komunitas di dunia maya yang bersifat positif. Masih banyak lagi contoh dari manfaat komunitas dan forum bagi generasi muda dalam upaya mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi.

    Selain forum dan komunitas seperti yang telah dijelaskan diatas, bisa juga dikembangkan sebuah perpustakaan on-line. Hobi membaca masyarakat di Indonesia sangat rendah. Hal ini sungguh sangat memperihatinkan. Bagaimana tidak? Buku adalah jendela dunia, tapi jika membaca saja malas, bagaimana Negara ini bisa maju? Dengan perpustakaan on-line, diharapkan para generasi mudah bisa lebih hobi membaca karena untuk membaca sebuah buku tidak perlu membeli ataupun beranjak dari tempatnya karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Terlebih jika dibantu peralatan seperti handphone yang bisa menyimpan e-book dari perpustakaan on-line tersebut. Tentunya hal tersebut akan lebih menarik untuk para generasi muda yang saat ini sangat lekat dengan perlatan mobile dan portable.

    Perpustakaan on-line tentunya akan menjadi lebih menarik lagi apabila disertai dengan media pembelajaran yang interaktif. Contohnya adalah pada situs e-dukasi.net. Pada situs tersebut, bahan belajar dibuat dengan animasi sedemikian rupa menarik sehingga mempermudah penggunanya untuk belajar. Sebuah tantangan lagi untuk para mahasiswa komputer untuk mengembangkan dan menyebarluaskan website untuk pembelajaran dan membuat media pembelajaran yang interaktif. Apabila hal ini bisa terwujud, bukan tidak mungkin penyalahgunaan teknologi informasi akan menurun dan penggunaan teknologi yang tepat akan meningkat.

    Itulah beberapa usaha – usaha yang mungkin bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi. Namun bukan hanya mahasiswa yang mengerjakan , karena mahasiswa bertindak menjadi pioneer suatau usaha, melainkan semua lapisan masyaratak di Indonesia harus ikut serta, setidaknya mendukung usaha – usaha tersebut. Tak aka nada artinya sebuah usaha – usaha tersbut tanpa bantuan dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.

    Oleh: Ikhwanurrohim (09/281065/PA/12357)

  41. Nama : Eko Nugraha
    NIM : 09/PA/280241/PA/12346
    Ilmu Komputer UGM

    PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI

    Sesuai dengan fungsinya , teknologi informasi dan komunikasi merupakan alat untuk bertukar informasi dan saling menjalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Dengan adanya teknologi dan informasi ini banyak digunakan dalam berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti pemanfaatan dalam bidang bisnis, perbankan, industry, pendidikan, maupun pertahanan dan keamanan. Salah satu teknologi informasi yang pemanfaatannya paling pesat adalah internet. Beberapa tahun belakangan ini, internet pun sudah melekat erat dengan kehidupan masyarakat seakan menjadi kebutuhan yang tak bisa dilepas dari aktivitas sehari-hari.

    Sekarang ini, informasi dapat disebarluaskan dalam waktu yang relatif cepat dan dapat diakses dalam berbagai bentuk. Bentuk informasi tidak hanya berupa tulisan tapi sudah menjelma menjadi bentuk yang lebih menarik seperti gambar, video, animasi, dan sebagainya.

    Berdasarkan pada Pasal 4 UU ITE Tahun 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini khususnya bagi bangsa Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan public serta memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
    Selain banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknologi informasi terutama internet , banyak pula penyalahgunaan yang dilakukan. Apalagi dengan banyaknya pengguna baru yang terus bertambah setiap harinya, maka tingkat penyalahgunaan pun akan semakin meningkat. Bentuk penyalahguanaan yang sering ditemukan diantaranya penipuan, pencurian, pencemaran nama baik, pembajakan, penyalahgunaan hak cipta, dan sebagainya. Penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi ini telah membuat kerugian material maupun non-material bagi sebagian orang, khususnya para pengguna internet.

    Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masalah ini tidak lepas dari etika dari para pengguna dan hukum untuk menjerat para pelaku penyalahgunaan tersebut. Di Indonesia sendiri landasan hukum teknologi informasi tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Didalamnya menjelaskan bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah memperngaruhi lahirnya bentuk – bentuk perbuatan hukum baru. Selain itu menjelaskan bahwa penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi harus terus dikembangkan untuk menjaga , memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan pertauran perundang-undangan demi kepentingan nasional. Oleh karena itu harus ada peran masyarakat untuk mengontrol penggunaan dari teknologi informasi dan komunikasi.

    Sebagai social control, mahasiswa dituntut untuk selalu cepat tanggap mengenai berbagai masalah sosial yang ada disekitar mahasiswa. Misalnya mengenai bantuan kepada korban bencana alam yang malah diselundupkan dan masuk ke kantong pejabat sendiri. Selain masalah yang terkait dengan pemerintahan, mahasiswa pun dituntut agar peka terhadap masalah-masalah yang ditemui disekitarnya seperti penyalahgunaan teknologi informasi.

    Bentuk – bentuk penyalahgunaan dari pemanfaatan teknologi informasi yang sering terjadi di kalangan mahasiswa dan para generasi muda diantaranya adalah penyalahgunaan hak cipta berupa tulisan seperti tidak mencantumkan sumber informasi pada suatu karya tulis. Selain itu pencemaran nama baik contohnya mengakses secara illegal account jejaring sosial milik orang lain kemudian menyebarkan pemberitaan tidak baik tanpa diketahui oleh sang pemilik account. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perilaku dan aktivitas di kehidupan nyata. Akibatnya dapat mencemarkan nama baik seseorang atau bahkan menimbulkan perpecahan serta perselisihan. Fenomena lain yang terjadi yaitu masalah informasi komunikasi yang berisi tentang pornografi dan pornoaksi.

    Seperti yang diketahui bahwa permasalahan-permasalahan tersebut dapat menimbulkan penurunan moral dan kualitas suatu bangsa. Banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan tersebut. Terutama bagi para mahasiswa harus lebih aktif dalam mengontrol penggunaan teknologi informasi agar tidak disalah gunakan.

    Banyak upaya yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering disebut TIK. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan dari level yang yang paling bawah sampai yang paling atas.

    Untuk pencegahan dari level atas yaitu adanya peran serta pemerintah dalam upaya mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu aturan – aturan tentang teknologi informasi juga tertuang dalam Undang – Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika). Dalam hal ini mahasiswa ikut mengontrol pemerintah dalam penegakan hukum terkait dengan masalah penyalahgunaan TIK.

    Upaya pencegahan yang dilakukan pada level menengah yaitu peran mahasiswa dalam menghimbau masyarakat tentang etika penggunaan teknologi informasi. Salah satunya dengan mengadakan seminar tentang penggunaan teknologi informasi yang beretika. Ataupun dengan menghimbau sesama teman mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi dengan tidak melanggar dan merampas hak-hak orang lain yang dapat menimbulkan permasalahan di dunia nyata.

    Walau bagaimana pun, semua permasalahan tentang penyalahgunaan teknologi informasi ini berawal dari masing-masing individu pengguna. Oleh karena itu kita sebaiknya sadar akan hal tersebut. Semuanya berawal dari kesadaran kita sebagai pengguna agar tidak melanggar etika dan melakukan hal-hal yang tidak semestinya dalam penggunaan pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini merupakan bentuk pencegahan dari level yang palingbawah atau paling dasar yaitu diri kita sendiri.

    Maka dari itu, selain melakukan pencegahan terhadap orang lain dan masyarakat luas, hendaknya kita juga merenungkan dan membenahi perilaku dan etika dalam pemanfaatan teknologi informasi komunikasi. Kita harus memulai dari diri sendiri karena disadari atau tidak, segala permasalahan yang besar berawal dari permasalahan yang kecil.

    Referensi :
    - Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Republik Indoensia Tahun 2008
    - http://andi-hamzah.blogspot.com/2009/10/upaya-pencegahan-dan-penanggulangan.html
    - http://hariansib.com/?p=25207
    - http://blog.its.ac.id/novalasd/2009/12/30/5/

  42. Rasanya hampir semua lapisan masyarakat baik di indonesia maupun di luar negeri tentu sudah mengenal teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang saat ini. Baik dari masyarakat kalangan bawah sampai ke tingkat pejabat negara tentu sudah memanfaatkan teknologi informasi ini dalam kehidupannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Dari tahun ke bulan, dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari hari ke jam, hingga dari jam ke detik. Memasuki abad ke-21 ini, bidang TIK berkembang dengan pesat yang dipicu oleh berkembangnya bidang bidang lainnya. Tujuan utama perkembangan teknologi informasi ini salah satunya adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara singkat. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan.
    Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.
    Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan moderen dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.
    Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang merugikan kepentingan pihak lain sudah menjadi realitas sosial dalam kehidupan masyarakat modern sebagai dampak dari pada kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi bangsa-bangsa yang telah mengenal budaya. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia yang semakin sempit ini. Semua ini dapat dipahami, karena teknologi memegang peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam percaturan masyarakat internasional yang saat ini semakin global, kompetitif dan komparatif. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan menguasai dunia, baik secara ekonomi, politik, budaya, hukum internasional maupun teknologi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara bahkan kebutuhan intelijen. Contohnya adalah teknologi yang dimiliki Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Israel.
    Supaya masalah penyalahgunaan teknologi ini tidak menjadi keresahan sosial bagi masyarakat luas, seyogyanya implementasi hukum di dalam kehidupan masyarakat modern yang memakai teknologi tinggi harus mampu untuk mengurangi perilaku yang dapat merugikan kepentingan bagi orang atau pihak lain, meskipun adanya hak dan kebebasan individu dalam mengekspresikan ilmu atau teknologinya dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks. Harus diingat, perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kejahatan, sedangkan kejahatan itu telah ada dan muncul sejak permulaan zaman sampai sekarang ini dan masa akan datang yang tidak mungkin untuk diberantas tuntas.
    Sebagai mahasiswa atau kaum muda penggerak bangsa sebaiknya kita lebih peka tehadap kejadian kejadian negatif yang timbul akibat penyalahgunaan teknologi informasi di sekitar kita. Kaum muda hendaknya sebagai agent of change harus turut serta mengatasi hal ini. Mulailah dari diri kita sendiri. Kembangkan rasa positif dalam setiap pemanfaatan teknologi informasi. Jangan justru kita yang terjerumus menjadi tersangka dalam cyber crime itu sendiri. Setelah kita memupuk dalam diri kita, mulailah pada lingkungan sekitar kita. Dengan merangkul warga sekitar lingkungan dan dengan mensosialisasikan tentang penggunaan teknologi informasi yang baik dan bersifat positif pasti dampak-dampak negatif akan penyalahgunaan teknologi informasi semakin bisa ditekan. Pendekatan terhadap lingkungan merupakan salah satu cara ampuh yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai generasi muda agent of change.
    Selain dengan pendekatan, kaum muda juga bertindak sebagai pengawas. Tentu saja dalam hal ini bukan hanya bertindak mengawasi saja, namun juga sebagai penggerak apabila ada yang perlu diubah dan dibenahi. Mahasiswa memantau penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih dari waktu ke waktu ini. Apabila memang benar-benar positif dan membantu mobilitas masyarakat, mahasiswa seharusnya juga bisa sebagai media sosialisasi. Namun apabila justru bersifat negatif, mahasiswa seharusnya bisa menjadi penghalang agar dampak negatif tersebut tidak menyebar kemana-mana.
    Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini patut disyukuri sebagai hasil budaya manusia moderen. Seyogianya kemajuan teknologi menolong kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Namun kemajuan teknologi membawa dampak buruk dalam kehidupan masyarakat berupa kejahatan mayantara sehingga harus diantisipasi dengan tersedianya perangkat hukum atau undang-undang yang tepat. Dampak buruk teknologi yang disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab menjadi masalah hukum pidana dan harus segera ditanggulangi melalui sarana penal yang dapat dilakukan oleh penegak hukum kepolisian. Sayangnya, perangkat undang-undang belum tersedia sebagai sarana penal dalam menanggulanginya.
    Namun perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun, karena telah menjadi “kebutuhan pokok” manusia moderen yang cenderung pada kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan memperoleh informasi baru. Dampak buruk teknologi menjadi pekerjaan rumah bersama yang merupakan sisi gelap dari perkembangan teknologi yang harus ditanggulangi. Mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia, termasuk kepedesaan di Indonesia, maka dampak buruk teknologi yang menjadi kejahatan mayantara pada masa depan harus ditanggulangi dengan lebih hati-hati, baik melalui sarana penal maupun non penal agar tidak menjadi masalah kejahatan besar bagi bangsa dan negara yang mengalami krisis ekonomi.

    Sumber :
    http://www.google.co.id
    http://dephan.go.id
    http://id.wikipedia.org
    http://niasbarat.wordpress.com

    Yonathan
    09/283648/PA/12648

  43. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh generasi muda Indonesia. Teknologi dewasa ini merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam kehidupan di era globalisasi ini. Namun, dampak berkembang pesatnya teknologi ternyata menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif tersebut ditimbulkan karena belum siapnya mental masyarakat Indonesia menerima teknologi. Mahasiswa mempunyai peran cukup penting dalam menekan angka penyalahgunaan teknologi. Berikut ini saya uraikan gagasan saya mengenai peranan mahasiswa mengurangi penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi.

    Dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi sesuatu yang tak asing lagi. Setiap kelompok usia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sebagian besar sudah paham betul apa itu teknologi informasi dan cara memanfaatkannya. Tentunya anak-anak yang lahir dan berkembang pada era globalisasi akan lebih ‘melek’ teknologi dibandingkan dengan orang tua nya yang nota bene ketika kecil belum pernah kenal dengan teknologi informasi. Istilah teknologi informasi dan komunikasi sendiri mempunyai beragam definisi. Menurut Haryanto, Edy dalam bukunya Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya didefinisikan bahwa Teknologi informasi dan komunikasi adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.Informasi yang dahulu diolah secara konvensional menyebabkan proses penyebaran Informasi menjadi terhambat dan dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyampaikan informasi tersebut. Namun dengan hadirnya teknologi dalam informasi. Sekarang ini, informasi dapat disebarluaskan dalam waktu yang relatif cepat dan dapat diakses dalam berbagai bentuk. Bentuk informasi tidak hanya berupa tulisan tapi sudah menjelma menjadi bentuk yang lebih menarik seperti gambar, video, animasi, dsb.
    Selain berdampak positif, ternyata pesatnya perkembangan teknologi informasi juga menimbulkan masalah yang cukup pelik. Salah satu masalah yang cukup menyita perhatian publik di pertengahan tahun 2010 adalah penyebaran video porno yang diduga diperankan oleh salah satu vokalis band ternama dengan artis nasional. Setelah diunduh oleh oknum yang tak bertanggung jawab, video dewasa tersebut sudah diunggah ribuan kali dalam hitungan jam saja oleh pengguna internet di Indonesia. Kondisi yang memperihatinkan, di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye antipornografi ada saja oknum yang tak bertanggung jawab menyebarkan sesuatu hal yang tak hanya merusak moral bangsa namun juga meracuni generasi muda secara tak langsung dengan memberi kesan bahwa internet adalah ‘gudangnya’ pornografi. Tentunya kejadian ini sangat disesalkan oleh semua pihak. Lalu siapakah yang harus bertanggung jawab untuk semua ini?. Tanggung jawab terbesar ada di pemerintah karena pemerintah lah pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang. Namun, kita tak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap elemen masyarakat sebaiknya mendukung dan membantu pemerintah dalam mengawasi pemanfaatan teknologi informasi di masyarakat, tak terkecuali mahasiswa.
    Dewasa ini, mahasiswa memiliki peran yang penting dalam membangun karakter bangsa. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan mempunyai kemampuan serta potensi untuk melakukan pengawasan. Pengawasan tidak hanya terbatas melakukan filter mana yang salah dan mana yang tidak tetapi juga melakukan tindakan preventif untuk mencegah sesuatu hal negatif lebih jauh berkembang. Contoh riil yang dapat diterapkan adalah ketika ada niatan ingin memberantas pornografi cyber yang sebagian besar dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Tindakan preventif dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan kampanye antipornografi dengan memanfaatkan media jejaring sosial. Selain cara tersebut, cara lain juga dapat ditempuh yaitu mengadakan seminar tentang bahaya pornografi cyber bagi pelajar dan anak-anak di bawah umur. Luaran yang diharapkan adalah pelajar atau anak-anak di bawah umur dapat mefilter dirinya sendiri untuk menjauhi hal-hal negatif di dunia maya. Jalan lain yang dapat ditempuh adalah dengan rutin melakukan riset menciptakan aplikasi perangkat lunak berbasiskan antipornografi sehingga diharapkan penyebaran gambar/video porno dapat diminimalisir.Cara kedua adalah dengan memberi pengarahan/himbauan dimulai dari keluarga dan teman terdekat tentang bahaya pornografi cyber. Harapannya agar orang-orang terdekat tidak terjebak dengan hal-hal yang berbau pornografi karena ketika seseorang sudah jatuh terlalu dalam di lubang yang salah maka sulit untuk mengangkatnya kembali ke jalan yang benar. Tentunya kejadian ini tidak diinginkan oleh siapapun apalagi terjadi pada keluarga/teman terdekat. Sehingga diperlukan pendekatan yang sifatnya personal dan persuasif kepada mereka.
    Pendekatan cukup unik juga pernah diimplementasikan dalam mengeliminasi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh generasi muda Indonesia. Dengan menggunakan perangkat tekonolgi, yaitu komputer/laptop salah satu lembaga mahasiswa UGM mengadakan lomba menggambar dengan komputer, ditujukan kepada siswa-siswi SD dengan tujuan memperkenalkan teknologi positif kepada generasi muda dimulai sejak dini. Selain itu, untuk mengubah paradigma berfikir masyarakat terutama generasi muda yang sebelumnya sering beranggapan bahwa bahwa komputer/laptop adalah sarana teknologi yang identik dengan bermain game dan mengakses situs jejaring sosial menjadi pemikiran kreattif karena laptop/komputer ternyata juga bisa menghasilkan produk kesenian, yaitu gambar/lukisan yang tak kalah menarik dengan lukisan menggunakan media konvensional. Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam upaya mengeliminasi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, upaya tersebut tentunya tak akan berjalan efektif jika hanya diserahkan kepada pemerintah atau kepada mahasiswa saja. Perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkan internet sehat dan bermanfaat bagi seluruh pengguna dan penikmat dunia maya di tanah air. Sebenarnya regulasi etika di dunia maya sudah cukup ketat diatur oleh pemerintah, yaitu dengan UU ITE. Namun, undang-undang hanya lah sekedar undang-undang jika tidak diindahkan oleh kita semua. Mari kita wujudkan bersama masyarakat sadar teknologi.

    Hafiz Budi Firmansyah
    09/281265/PA/12378
    Ilmu Komputer UGM
    Tugas Kewarganegaraan

    Referensi:
    1. http://www.wikipedia.org
    2. http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/
    3. http://muslim-mualaf.blogspot.com/2010/02/pakar-segera-cegah-penyalah-gunaan.html

  44. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Dewasa ini perkembangan teknologi komunikasi di dunia sudah semakin berkembang sangat pesat, semua pihak di berbagai belahan dunia berlomba-lomba dalam hal pengembangannya. Mulai dari situs jejaring sosial yang marak di kalangan remaja saat ini, sampai situs-situs resmi pemberitaan dari pemerintah. Kita pastinya bersyukur atas cepatnya perkembangan teknologi di jaman ini, karena pekerjaan kita pasti akan menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi. Sejatinya, perkembangan teknologi membuktikan bahwa semakin majunya kemampuan manusia dalam menggunakan nalar dan pikirannya, juga membuktikan bahwa semakin ahlinya manusia dalam hal pengelolaan nalar untuk pemenuhan kebutuhan.

    Akan tetapi semakin luasnya ruang lingkup teknologi komunikasi ini, maka semakin mudah pula teknologi komunikasi ini disalahgunakan. Mulai dari sebagai ajang prostitusi, pencurian, penculikan, sampai menjadi tempat jual beli narkoba. Hal ini amat sangat disayangkan mengingat banyaknya hal positif yang bisa diambil dari teknologi komunikasi ketimbang hal negatifnya. Beberapa pihak yang tergiur akan keuntungan dengan melahap segala cara ini seharusnya dijatuhi hukuman berat, tapi karena keterbatasan dalam pelacakan oknum tersebut mengingat media yang dipakai adalah media yang dapat diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Dampak buruk pertama yang terlihat adalah dampak terhadap ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.

    Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi melalui handphone ternyata telah membawa kemudahan bagi manusia di belahan manapun di dunia ini untuk berkomunikasi. Hal ini sangat menolong manusia untuk memperpendek jarak tempuh. Tidak perlu bertemu secara fisik, namun di udara bisa saling bertukar informasi dan menyampaikan pesan. Secara khusus teknologi handphone semakin membuat privasi manusia begitu terjaga. Jika dikendalikan, handphone tentu membawa dampak positif. Akan tetapi jika tidak, fasilitas dalam handphone bisa saja disalahgunakan. Hal itulah yang kita saksikan terjadi bagi kalangan pelajar. Sebagaimana diungkapkan sejumlah media massa banyak pelajar yang sudah menggunakan HP berikut dengan fasilitas di dalamnya untuk hal-hal yang tak wajar. Katakanlah soal penyebarluasan video dan gambar-gambar porno. Mulai dari umur 10 tahun, apabila dibekali handphone pastilah akan sangat mudah untuk mengakses gambar tidak senonoh tersebut. Bisa dipastikan, para pelajar (apalagi itu baru sebatas murid Sekolah Dasar) sangat tidak pantas menyaksikan adegan erotis yang ditampilkan dalam handphone. Bayangan apa yang terlintas dipikiran para pelajar jika melihat hal-hal seperti ini. Sekalipun belum ada pembuktian secara akademis, bahwa maraknya peristiwa penyimpangan seksual dan pernikahan dini saat ini adalah didorong oleh penyalahgunaan teknologi seperti situs porno di handphone. Keingintahuan akan lebih mendorong anak muda untuk mencoba hal tersebut, yang nantinya akan berakibat amat fatal di masa depannya.Pelajar adalah harapan bangsa. Jika para pelajar sudah terjerembab dalam perilaku yang menyimpang dengan menyalahgunakan teknologi, maka generasi bangsa ini di masa depan akan hancur. Tentu kita tidak mau membiarkan kejadian ini terus berlanjut. Kita harus membebaskan para pelajar kita dari segala bentuk penyalahgunaan teknologi.

    Mengatasi permasalahan ini, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Berbagai upaya bisa dilaksanakan oleh mahasiswa, mulai dari pembatasan akan situs yang dapat di akses di internet, sampai sosialisasi ke orang tua agar lebih mengawasi kegiatan putra-putrinya. Namun yang tak ketinggalan perannya adalah orang tua. Orang tua harus melakukan pendidikan dan pendamping yang halostik pada diri si anak. Anak harus diarahkan. Dibina. Jangan dibiarkan sampai terombang-ambing. Mereka harus diarahkan dengan kasih sayang. Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama sebelum seorang anak terjun ke masyarakat. Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk menolong dan mempermudah kehidupan manusia. Namun jika teknologi disalahgunakan, maka implikasi buruklah yang kita peroleh.

    Sebagai mahasiswa ilmu komputer, tentu amat sangat mudah untuk membatasi atau memblock situs-situs yang dirasa membawa dampak buruk. Maka tugas kitalah untuk membantu pemerintah untuk memblock situs yang dirasa berbahaya dan merugikan. Juga bisa dengan cara merusak atau meng – hack situs yang bermasalah. Tentunya dalam hal ini hack yang bersifat positif atau baik, bukan hack untuk melakukan kejahatan mencuri atau sebagainya.

    Pendekatan cukup unik juga pernah diimplementasikan dalam mengeliminasi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh generasi muda Indonesia. Dengan menggunakan perangkat tekonolgi, yaitu komputer/laptop salah satu lembaga mahasiswa UGM mengadakan lomba menggambar dengan komputer, ditujukan kepada siswa-siswi SD dengan tujuan memperkenalkan teknologi positif kepada generasi muda dimulai sejak dini. Selain itu, untuk mengubah paradigma berfikir masyarakat terutama generasi muda yang sebelumnya sering beranggapan bahwa bahwa komputer/laptop adalah sarana teknologi yang identik dengan bermain game dan mengakses situs jejaring sosial menjadi pemikiran kreattif karena laptop/komputer ternyata juga bisa menghasilkan produk kesenian, yaitu gambar/lukisan yang tak kalah menarik dengan lukisan menggunakan media konvensional. Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam upaya mengeliminasi penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, upaya tersebut tentunya tak akan berjalan efektif jika hanya diserahkan kepada pemerintah atau kepada mahasiswa saja. Perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkan internet sehat dan bermanfaat bagi seluruh pengguna dan penikmat dunia maya di tanah air. Sebenarnya regulasi etika di dunia maya sudah cukup ketat diatur oleh pemerintah, yaitu dengan UU ITE. Namun, undang-undang hanya lah sekedar undang-undang jika tidak diindahkan oleh kita semua. Mari kita wujudkan bersama masyarakat sadar teknologi.

    Referensi
    1. http://www.google.com
    2. http://www.wikipedia.org
    3. http://www.kompas.com
    4. http://hidayatullah.com/berita/lokal/
    5. http://hariansib.com/?p=25207

    Nama : Lubab Saifuddin
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 09/281137/PA/12363

  45. Penyalahgunaan Teknologi Internet
    Belakangan ini teknologi internet menjadi teknologi yg sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari . Bahkan semakin hari semakin meningkat saja baik pengguna maupun teknologinya. Seperti halnya teknologi-teknologi yg lain , teknologi internet juga memiliki dampak baik maupun dampak buruknya. Dampak baiknya kita diberi kemudahan dan maafaat dari teknologi ini , misalnya kita dapat dengan mudah mencari informasi – informasi lewat media internet ini , tidak hanya itu saja kemudahan yang diberikan oleh media internet ini , masih banyak lagi kemudahan yang dilakukan dengan media ini. Kemudian dampak buruknya adalah sering terjadinya kejahatan yang dapat dilakukan melalui media ini seperti pencurian ataupun penipuan secara online , tidak hanya itu saja dampak buruk dari teknologi internet , kasus – kasus yang lagi marak di negri kita ini adalah sering beredarnya gambar-gambar maupun video porno. Gambar maupun video tersebut beredar secara luas di internet dan dapat diakses oleh siapa saja.

    Maka dari itu kita sebagai pengguna harus pandai-pandai dalam memilih konten yang beredar di internet.Banyak kasus kejahatan yang sering terjadi melalui media ini , contohnya saja hacker bernama Dani Hermansyah , pada tanggal 17 april 2004 melakukan deface dalam website http://www.kpu.go.id yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadapt pemilu yang sedang berlangsung pada saat itu. Belum lagi beredarnya kasus video masum artis yang meresahkan masyarakat akhir – akhir ini .Sudah seharusnya perkembangan teknologi informasi yang demikian pesatnya harus diantisipasi dengan hukum yang mengaturnya dimana kepolisian merupakan lembaga aparat penegak hukum yang memegang peranan penting didalam penegakan hukum sebab tanpa adanya hukum yang mengatur dan lembaga yang menegakkan maka dapat menimbulkan kekacauan dalam pengembangannya. Saat ini indonesia belum memiliki undang-undang khusus /cyber law yang mengatur mengenai cybercrime (kejahatan didunia intenet) walaupun rancangan undang-undang tersebut sudah ada sejak tahun 2000 dan revisi terakhir dari rancangan undang-undang tindak pidana dibidang teknologi informasi sejak tahun 2004 sudah dikirimkan ke DPR namun belum dikembalikan ke Departemen Komunikasi dan Informasi untuk diperbaiki. Tetapi terdapat beberapa hukum positif lain yang berlaku umum dan dapat dikenakan bagi para pelaku cyibercrime terutama untuk kasus-kasus yang menggunakan komputer sebagai sarana,antara lain:

    a. Kitab Undang Undang Hukum Pidana
    Dalam upaya menangani kasus-kasus yang terjadi, para penyidik melakukan analogi atau perumpamaan dan persamaaan terhadap pasal-pasal yang ada dalam KUHP. Pasal-pasal didalam KUHP biasanya digunakan lebih dari satu Pasal karena melibatkan beberapa perbuatan sekaligus pasal-pasal yang dapat dikenakan dalam KUHP pada cybercrime antara lain :

    1) Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang diambil dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.

    2) Pasal 378 KUHP dapat dikenakan untuk penipuan dengan seolah-olah menawarkan dan menjual suatu produk atau barang dengan memasang iklan di salah satu website sehingga orang tertarik untuk membelinya lalu mengirimkan uang kepada pemasang iklan. Tetapi, pada kenyataannya, barang tersebut tidak ada. Hal tersebut diketahui setelah uang dikirimkan dan barang yang dipesankan tidak datang sehingga pembeli tersebut menjadi tertipu.

    3) Pasal 335 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan melalui e-mail yang dikirimkan oleh pelaku untuk memaksa korban melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelaku dan jika tidak dilaksanakan akan membawa dampak yang membahayakan. Hal ini biasanya dilakukan karena pelaku biasanya mengetahui rahasia korban.

    4) Pasal 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. Modusnya adalah pelaku menyebarkan e-mail kepada teman-teman korban tentang suatu cerita yang tidak benar atau mengirimkan e-mail ke suatu mailing list sehingga banyak orang mengetahui cerita tersebut.

    5) Pasal 303 KUHP dapat dikenakan untuk menjerat permainan judi yang dilakukan secara online di Internet dengan penyelenggara dari Indonesia.

    6) Pasal 282 KUHP dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi maupun website porno yang banyak beredar dan mudah diakses di Internet. Walaupun berbahasa Indonesia, sangat sulit sekali untuk menindak pelakunya karena mereka melakukan pendaftaran domain tersebut diluar negri dimana pornografi yang menampilkan orang dewasa bukan merupakan hal yang ilegal.

    7) Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet , misalnya kasus Sukma Ayu-Bjah.

    8) Pasal 378 dan 262 KUHP dapat dikenakan pada kasus carding, karena pelaku melakukan penipuan seolah-olah ingin membeli suatu barang dan membayar dengan kartu kreditnya yang nomor kartu kreditnya merupakan curian.

    9) Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

    b. Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
    c. Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
    d. Undang-Undang No 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan
    e. Undang-Undang No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 15
    Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
    f. Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

    Peran mahasiswa dalam mengurangi resiko-resiko sangat diperlukan mengingat mahasiswa adalah generasi-generasi muda anak bangsa , maka dari itu diperlukan kreasi anak bangsa untuk mengurangi resiko tersebut salah satunya pembuatan software Quick Porn Scanner (QPS). Quick Porn Scanner (QPS) adalah sebuah software/aplikasi untuk mendeteksi dan menghapus gambar porno dari hard drive anda. Tujuan dari software ini adalah untuk memerangi ancaman pornografi di indonesia yang banyak disalah gunakan anak bangsa indonesia di bawah umur. Aplikasi ini juga buatan anak bangsa , dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa UGM. Tidak hanya ini saja sebelum aplikasi ini muncul juga ada aplikasi yang dapat memblokir situs-situs pornografi sehingga dapat mempermudah orang tua mengawasi anak-anak mereka. Jadi peran mahasiswa dalam penyalahgunaan intenet ini sangat berperan penting karena mereka dapat membuat kreasi-kreasi baru untuk mengurangi penyalahgunaan internet di indonesia.
    BHIMA PERMANA PUTRA
    08/265561/PA/11890
    ILMU KOMPUTER

  46. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia
    Teknologi komunikasi informasi sekarang ini sangat berkembang pesat di Indonesia. Teknologi ini dapat diakses oleh semua orang yang menginginkannya. Teknologi ini juga merambah semua elemen masyarakat dan semua bidang kehidupan. Kita banyak diuntungkan dengan adanya teknologi ini, contohnya bagi anak sekolah bisa mencari tugas sekolah mereka dengan mudah tanpa harus berkeliling kemana mana untuk mencari materi ataupun referensi karena sudah ada perpustakaan online, kita juga dapat berkomunikasi dengan orang yang jauh letaknya berdasarkan geografi dengan fasilitas teknologi yang ada yaitu dengan chating ataupun telephone, kita juga dapat mengadakan pengajaran ataupun kelompok belajar. Banyak keuntungan positif yang didapat dengan teknologi komunikasi Informasi seperti ini. Bahkan teknologi komunikasi informasi ini seperti sudah menjadi kebutuhan primer. Akan tetapi dibalik segala keuntungan yang positif, terdapat pula sisi negatif yang dibawa oleh teknologi komunikasi informasi ini yang merupakan penyalahgunaan dari teknologi ini.
    Banyak sekali penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi di dunia maya ini. Kita sebagai mahasiswa harus selektif dalam menggunakan teknologi komunikasi informasi ini, dan seharusnya kita tidak terjebak dalam sisi buruk dari teknologi komunikasi informasi. Selain kita menjaga diri kita sendiri dari penyalahgunaan teknologi ini, kita juga harus mempunyai peranan dalam mengurangi ataupun mengeleminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi ini dengan berbagai tindakan yang dapat dilakukan dalam konteks kita sebagai mahasiswa sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang ada.
    Tindakan negatif yang merupakan penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi diantaranya ialah tindakan plagiatisme, plagiatisme ialah tindakan menyalin pekerjaan orang lain dan mengakui karya itu sebagai hasil karyanya sendiri. Mereka ini sangat melanggar hak cipta dari suatu karya dan dapat dituntut secara hukum. Biasanya para pelaku ialah seseorang yang malas berusaha menciptakan ide ide baru dan hanya melihat kepada orang lain tetapi mereka tidak mau mengakui itu merupakan hasil karya orang lain. Peranan yang dapat kita lakukan ialah kita sebaiknya memberikan informasi kepada khalayak umum yang mempunyai karya agar didaftarkan kepada badan yang mengurusi hak cipta. Agar karya yang mereka buat terlindungi secara hukum dan tidak dapat lagi diakui oleh orang lain.
    Yang selanjunya ialah tindakan penipuan. Tindakan yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa untuk mengurang penyalahgunaan ini adalah kita dapat melaporkan orang ataupun penyedia jasa yang melakukan penyalahgunaan teknologi ini yang sebelumnya sudah diingatkan tetapi masih melakukan kegiatan yang sama. Seperti kasus yang sekarang ini marak beredar lewat sms(short message service) yang berisi tentang penipuan dari salah satu pelaku yang mengaku kepada orang yang dikirimi sms bahwa dia saudaranya ataupun instansi tertentu bahwa mereka menyuruh agar kita mentransfer sejumlah uang atau pulsa ke rekening pelaku. Ada juga sms berupa isu yang belum jelas asal usul nya yang membuat masyarakat resah, seperti yang baru saja terjadi di daerah sekitar kita, itu merupakan tindakan yang kurang baik karena membuat masyarakat menjadi panik. Ada juga penipuan yang mengakibatkan orang lain kabur dari rumahnya karena tertipu oleh bujuk rayu terhadap orang yang tidak dikenalnya secara langsung, biasanya mereka hanya dekat di jejaring sosial saja. Kita sebagai mahasiswa ataupun orang yang berpendidikan seharusnya kita tidak mudah percaya terhadap hal hal yang seperti itu. Kita juga harus mengingatkan orang lain agar tidak termakan bujuk rayu ataupun isu dari para pelaku penipuan. Kita sebaiknya melaporkan orang yang secara sengaja melakukannya kepada pihak yang berwajib agar dapat segera ditangani.
    Tindakan lain yang merupakan penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi ialah penggunaan website atau situs dari intenet yang menyajikan suatu konten yang berisi pornoaksi ataupun pornografi ataupun lewat kaset vcd ataupun dvd. Konten seperti ini kurang sehat jika dijadikan konsumsi oleh masyarakat Indonesia, karena dapat merusak moral bangsa dan menjadi pendidikan yang kurang baik bagi anak bangsa. Banyak akibat sekali negatif dari kejahatan ini, contohnya ialah banyak atau maraknya tindakan pemerkosaan yang terjadi setelah melihat konten seperti ini, tidak haya para remaja, bahkan anak anak kecilpun ada yang berusaha mempraktekannya tanpa tahu bahwa itu tindakan yang tidak benar. Karena konten sperti ini banyak beredar di dunia maya maupun di dunia nyata, maka sulit bagi kita untuk memfilter ataupun menyaringnya. Kita sebagai mahasiswa yang dapat kita lakukan ialah mengajukan permohonan kepada badan yang mengurusi tentang penyiaran untuk memblokir konten seperti itu.
    Selain tindakan tindakan diatas, ada juga tindakan penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda, yaitu judi. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan secara lebih tersembunyi dan rapi. Kegiatan judi ini biasanya bertaruh uang atas sebuah pertandingan sepak bola atau apapun. Mereka biasanya bertaruh untuk team kesayangan mereka. Sebenarnya judi ini sudah dari dulu ada, Cuma judi yang sekarang ini sudah merambah teknologi komunikasi dan informasi. Judi yang seperti ini sudah tidak mengenal jarak, para pelaku dapat bertaruh dengan orang lain yang jaraknya jauh. Kita sebagai mahasiswa seharusnya tidak ikut ikutan dalam kegiatan ini, dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang jika mengetahui kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut sudah melanggar hukum.
    Menurut pendapat saya jika melihat dari semua kejadian kejadian tersebut, penyalahgunaan teknologi akan banyak menghasilkan dampak negatif jika tidak dikurangi ataupun dihilangkan, dan sebenarnya tindakan penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi ini asalnya berawal dari dalam diri kita sendiri. Karena dampak negatif tersebut berasal dari individu masing masing, maka dijaman globalisasi ini yang merupakan zaman yang bebas untuk mengakses sesuatu, kita harus dibekali dengan iman dan taqwa sehingga kita semua tidak terjebak dalam sisi negatif dan kalau bisa kita seharusnya mengurangi dan menghilangkan dampak negatif tersebut.

    Referensi:
    http://annisaauliafitri.blog.upi.edu/2010/11/07/dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-terhadap-aktivitas-di-bidang-pendidikan/
    Nama : Fauzan sandy pradana
    Nim : 12561
    Jurusan/prodi : JIKE/Ilmu Komputer

  47. Informasi dan komunikasi merupakan hal yang penting bagi kita manusia, apalagi kita merupakan makhluk sosial. Kebutuhan kita akan informasi dan komunikasi tersebut memaksa kita terus berkembang di bidang informasi dan komunikasi. Perkembangan informasi dan komunikasi bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan bermasyarakat. Jadi, cepatnya pengembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dielakkan dan harus menyentuh setiap aspek dalam kehidupan bermasyarakat.
    Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi meliputi banyak hal, namun yang paling terlihat pada saat ini adalah pemanfaatan dari internet dan jaringan. Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yang muncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi masyarakat.
    Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan masyarakat informasi dengan cara berikut: Masyarakat Informatika adalah aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk memungkinkan proses masyarakat dan pencapaian tujuan masyarakat yang mencakup pembagian digital di dalam maupun antar masyarakat. Masyarakat informatika muncul sebagai kerangka untuk mendekati Sistem Informasi secara sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan Sistem Informasi Manajemen dalam pengembangan strategi dan teknik untuk manajemen penggunaan dan aplikasi sistem informasi masyarakat.
    Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika mengambil sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk ilmu komputer, manajemen, ilmu informasi dan perpustakaan, perencanaan, sosiologi, pendidikan, kebijakan sosial, dan penelitian pedesaan, regional, dan pembangunan.
    Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan kepentingan bagi mereka yang perhatian dengan pengembangan masyarakat dan ekonomi lokal di negara berkembang maupun maju dan memiliki hubungan dekat dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang seperti pembangunan masyarakat, pembangunan ekonomi masyarakat, informatika kesehatan berbasis masyarakat, pendidikan dewasa dan lanjutan.
    Masyarakat informatika adalah bagian dari struktur masyarakat di dunia yang muncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yang berkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat sebagai penyampaian layanan masyarakat, dan tindakan masyarakat sehingga praktik masyarakat semakin dianggap fundamental untuk masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia perdagangan modern yang kurang menjadi subyek negara/ bangsa.
    Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis sepanjang sejarah. Informatika masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada masyarakat jaringan modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampai awal 1990.
    Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk menggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk memberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi, kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat).
    Masyarakat informatika bisa dikatakan merupakan dampak utama dari perkembangan teknologi informasi. Masyarakat informatika dapat memajukan modal suatu masyarakat sosial jika dalam penggunan teknologi informasi dan komunikasinya sesuai dengan tujuan awal masyarakat informatika. Namun, masyarakat informatika dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat fatal jika tidak adanya aturan yang jelas dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
    Belakangan ini, semakin memasyarakatnya teknologi informasi dan komunikasi serta semakin cepat berkembanganya teknologi informasi dan komunikasi yang sepertinya semakin mengintegrasikan kehidupan offline dan kehidupan online penggunanya memang memungkinkan kita untuk bisa berinteraksi secara lebih ‘dekat’ melalui perantaraan dunia maya. Namun, kedekatan masyarakat dengan dunia maya sering kali tidak mencerminkan tujuan awal dari masyarakat informatika. Masyarakat yang awalnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah kehidupan bermasyarakat mulai jauh melenceng dari tujuan awalnya.
    Mungkin bagi kita yang mengikuti perkembangan teknologi, kehidupan masyarakat informatika bukanlah hal yang tabu dan baru. Namun, apabila kita melihat ke masyarakat dimana mereka baru saja mengenal teknologi informasi, mereka bisa dikatakan kaget melihat apa yang terdapat di dalam masyarakat informatika.
    Ketidaktahuan mereka lebih mendalam mengenai teknologi informasi dan komunikasi menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Celah tersebut dapat mengakibatkan banyaknya penyalahgunaan dari teknologi informasi sendiri yang beragam.
    Salah satu penyalahgunaan yang marak adalah penyalahgunaan di aspek sosial. Sekarang tidak jarang kita mendengar adanya pembunuhan terhadap istri akibat kegiatan istrinya di jejaring sosial. Selain itu kita juga sering mendengar banyaknya anak remaja yang diculik akibat berkenalan dengan seseorang dari jejaring sosial. Selain itu sering kali banyak masyarakat yang begitu tergantung terhadap jejaring sosial sehingga menjadikan dia seorang anti-sosial.
    Selain itu juga ada penyalahgunaan di dunia ekonomi. Sering kita lihat beberapa ibu-ibu yang hanya mengikuti ‘tren’ semata membeli gadget tanpa mengerti fungsi gadget itu sendiri. Tak jarang pula mereka ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi daripada harga sebenarnya. Bisa kita lihat sendiri, penipuan merupakan salah satu kejahatan terbesar yang sering dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Penipuan sendiri tidak hanya pada benda elektronik, bahkan terhadap barang-barang yang tergolong murah juga bisa terjadi penipuan.
    Banyaknya dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi tentunya bukan menjadi tugas pemerintah saja untuk memperbaikinya. Mahasiswa yang melihat kesalahan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi harus memperbaiknya karena kelak yang akan menjadi komponen utama masyarakat itu sendiri adalah mahasiswa. Jadi, mahasiwa yang dikatakan sebagai roda penggerak bangsa harus ikut serta dalam kegiatan memperbaiki kehidupan masyarakat informatika.
    Organisasi mahasiswa dapat menjadi awal untuk memperbaiki kehidupan masyarakat informatika. Organisasi mahasiwa yang menjadi wadah pengembangan diri mahasiwa dapat dijadikan contoh untuk kehidupan masyarakat informatika yang baik. Contoh yang dapat dilakukan dalam organisasi mahasiswa adalah memanfaatkan forum online dengan benar, penggunaan situs jejaring sosial untuk berbagi informasi yang bermanfaat dan juga mediasi untuk berdiskusi, menjual barang dengan benar, dan masih banyak kegiatan yang dapat dijadikan contoh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang benar.
    Setelah organisasi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan benar, organisasi mahasiswa dapat membuat kegiatan yang bermanfaat untuk sosialisasi teknologi informasi dan komunikasi kepada masyarakat. Seminar, workshop, pelatihan maupun kegiatan sosialisasi ke lingkungan masyarakat dapat menjadi pilihan dalam memasyarakatkan masyarakat informatika yang benar. Jadi, setelah menggunakan teknologi informasi dengan benar, mahasiswa dapat dijadikan contoh.
    Mahasiswa juga dapat berperan lebih jauh dalam kegiatan meng-informatika-kan masyarakat dengan cara bekerjasama dengan pemerintah. Mahasiswa yang bekerjasama dengan pemerintah dapat menjadi mediasi pemerintah dengan mahasiswa lainnya. Tentunya dengan demikian negara kita bisa menjadi negara yang masyarakatnya saling membangun.

    Referensi :
    http://yosephsimon.blog.ugm.ac.id/2009/05/07/perspektif-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-masyarakat/

    Nama : Fajri Wiryawan
    NIM : 09/283354/PA/12527
    Jurusan/Prodi : JIKE/Ilmu Komputer

  48. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
    Di era globalisasi sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya internet. internet merupakan sarana untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Internet pada awalnya muncul pada tahun 1969 di AS, yaitu teknologi yang diawali oleh proyek yang dilakukan oleh departemen AS. Proyek yang disebut ARPA ini bertugas untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi kelancaran dan kemajuan tugas-tugas militer AS, karena berbasis komputer maka dinamakan dengan ARPANET.
    Internet adalah sistem informasi global berbasis komputer. jadi, bergaul dengan internet sama juga bergaul dengan komputer. internet tidak akan ada tanpa komputer. Ibarat kapal tanpa nahkoda, kan tidak bisa jalan juga! Begitu juga dengan internet, tanpa adanya komputer kita tidak bisa mengakses internet. Untuk mengakses internet kita hanya membutuhkan seperangkat komputer, modem, dan saluran telepon. Bahkan saat ini tidak perlu mempergunakan jaringan telepon, cukup dengan menggunakan wireless internet. jadi, sangat gampang bukan untuk mengakses internet?
    Adapun fasilitas dalam internet yaitu : E-mail (surat elektronik), Bulletin Board System(BBS), File transfer Protocol(FTP), Information Browsing(gopher), Remote Login(Telnet), Advanced Browsing(www), Automated Title search(archie, veronica), Automated content search, dan komunikasi audio dan visual.
    Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyrakat pengguna internet termasuk remaja. Disana mereka bisa dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan menggunakan google atau dengan cara yang lain. Tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim e-mail dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marak-maraknya adalah facebook. Mereka mencari teman melalui facebook dan bisa juga kirim-kirim foto atau lain sebagainya.
    belakangan ini banyak kejadian yang berakibat negatife yang timbul akibat penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikas kususnya dalam bidang intereti salah satunya adalah cyber crime. batas ruang dan waktu di Internet mengubah banyak hal. Seseorang cracker di Rusia dapat masuk ke sebuah server di Pentagon tanpa ijin. Salahkah dia bila sistem di Pentagon terlalu lemah sehingga mudah ditembus? Apakah batasan dari sebuah cybercrime? Seorang yang baru “mengetuk pintu” (port scanning) komputer anda, apakah sudah dapat dikategorikan sebagai kejahatan? Apakah ini masih dalam batas ketidak-nyamanan (inconvenience) saja? Bagaimana pendapat anda tentang penyebar virus dan bahkan pembuat virus? Bagaimana kita menghadapi cybercrime ini? Bagaimana aturan / hukum yang cocok untuk mengatasi atau menanggulangi masalah cybercrime di Indonesia? Banyak sekali pertanyaan yang harus kita jawab.
    salah satu contoh yang dapat kita kita jumpai di negeri ini adalah Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, “pencurian” account cukup menangkap “userid” dan “password” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya “benda” yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP.
    Sebagai generasi muda yang cerdas dan sadar akan perubahan, seharusnya kita malu melihat keadaan seperti ini. Sebagai insan yang mengenal dalam masalah teknologi informasi, setiap generasi muda pada umumnya dan kaum mahasiswa khususnya harus bisa bertindak cerdas dalam mengatasi hal ini.dengan mencari tahu apa saja dampak dari teknologi informasi itu sendiri dan mencari solusi untuk mengatasi dampak tersebut,sehingga kedepannya dampak-dampak yang ada dapat di minimalisir dan dapat diganti oleh hal-hal yang positif. Jangan sampai justru kita sebagai generasi muda yang seharusnya sebagai agent of change justru malah turut campur tangan dalam cyber crime tersebut.karena itu malah dapat menambah maslah dan membuat bangsa ini lebih menggunakan dampak yang buruk itu ketimbang efek-efek yang bermanfaat.
    Untuk permulaan kita bisa memulai sedini mungkin mengatasinya, misalnya dengan memberikan pelajaran atau contoh kepada adik-adik kita serta lingkungan sekitar kita mengenai penggunaan teknologi informasi yang tidak menyalahi aturan-aturan serta bersifat positif. Dengan itu para generasi muda yang lain dapet mengetahui tentang dampak-dampak dari penyalahgunaan internet secara khusunya dan system informasi secara umumnya.Bermulai dari lingkungan sekitar kita, pasti nantinya akan berdampak luas bagi lingkungan lainnya juga. Jika semua orang telah sadar akan masalah tersebut, pasti kemudian hari teknologi informasi yang berkembang saat ini akan menjadi lebih berdaya guna dan juga lebih bernilai positif dari sebelumnya. Jadi sebaiknya kita mulailah dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, lama kelamaan pasti akan berbuah juga.oleh karena itumari kawan kawan kalo bukan kita lalu siapa lagi? krena kita ini adalah generasi muda harapan bangsa kita. Salam generasi muda.
    Sumber: google.com, http://www.badilag.net,wikipedia.net, internet-for-us.webs.com
    Nama : sasongko wahyu kumoro
    Nim : 09/281406/PA/12398
    Prodi : ilmu komputer

  49. Peranan Mahasiswa dalam mengurangi/mengeliminasi penyalahgunaan teknologi komunikasi informasi oleh generasi muda Indonesia.

    Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi maju membuat kita semakin mudah melakukan sesuatu. Mungkin dulu kita sering surat menyurat yang sekarang peran itu telah digantikan dengan e-mail dan short message service(SMS). Dan masih banyak hal lain yang dipermudah dengan kemajuan teknologi. Tetapi sadar atau tidak bahwa teknologi itu juga memiliki sisi negatifnya. Sisi negatif ini mempunyai dampak pada semua golongan baik muda dan tua.
    Sisi negatif yang dimaksud disini adalah dampak dari hadirnya suatu teknologi dan penyalahgunaan teknologi tersebut. Disini saya akan lebih membahas tentang penyalahgunaan dari suatu teknologi dan mungkin solusi untuk mengurangi dari penyalahgunaan tersebut.
    Tidak sedikit orang yang menggunakan teknologi untuk kejahatan. Untuk contoh dapat dilihat dari beberapa kasus yang belakangan ini heboh dimedia massa adalaha skimming. Apa itu skimming? Untuk menyegarkan ingatan kita mari kita melihat kejadian yang terjadi di Bali pada awal tahun 2010. Skimming adalah pengopian data kartu magnetik secara ilegal. Pelaku kejahatan skimming melakukan pengopian data kartu dengan memanfaatkan alat magnetic card reader, magnetic card writer, dan pin hole camera. Alat-alat tersebut sangat mudah didapat dipasaran dengan harga sekitar 1.600 dollar AS. Pada kasus ini terlihat jelas bahwa pelaku kejahatan tidak perlu pintar membuat alat tersebut atau membuat program-program khusus untuk membobol suatu mesin ATM.
    Sadar atau tidak banyak dari kita pun menjadi bagian dari orang-orang yang melakukan penyalahgunaan teknologi. Untuk bukti nya mari kita lihat kutipan dari Vivanews.com berikut.
    “VIVAnews – Tidak hanya sebagai ajang pertemanan, situs berbasis jejaring sosial seperti Facebook ataupun Twitter ternyata juga merugikan sejumlah pengusaha. Terutama bagi perusahaan yang karyawannya berinteraksi di sana selama jam kerja dan menurunkan produktivitas.

    Morse, perusahaan IT asal Inggris, telah melakukan survey pada 1.460 karyawan setempat. Ternyata, lebih dari setengahnya (57%) di antara mereka menggunakan waktu kerja selama 40 menit per minggu, atau kira-kira satu minggu dalam setahun.
    Bila dikalkulasikan, diperkirakan bahwa pebisnis di seluruh Inggris mengalami kerugian total sekitar 1,38 miliar poundsterling atau 21 triliun rupiah per tahun akibat waktu yang disalahgunakan oleh karyawannya.Angka itu mungkin lebih besar lagi.

    Pasalnya, para responden memperkirakan, teman kerjanya kemungkinan memakai waktu kerja yang lebih banyak untuk berinteraksi di jejaring sosial. Rata-rata para responden menyebut 59 menit perharinya.
    Seperti VIVAnews kutip dari Server-Management, 26 Oktober 2009, Philip Wicks, konsultan Morse mengatakan, dewan kota Portsmouth, Inggris telah mengunci akses Facebook pada para karyawan.Ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri kalau sebagian pegawai juga mengakses situs jejaring sosial secara sembunyi-sembunyi di jam kerja. Dan untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan sebuah peraturan yang ketat.

    Sayangnya, untuk mencapai ke tahapan ini tampaknya masih perlu waktu. Pasalnya, 76 persen responden menyebutkan bahwa perusahaannya tidak memiliki aturan khusus seputar penggunaan situs jejaring sosial.Belum lagi kenyataan bahwa sepertiga di antara responden menyebutkan bahwa mereka juga memposting informasi sensitif seputar perusahaan tempat mereka bekerja di jejaring sosial. Ini berpotensi merugikan lebih jauh akibat rusaknya reputasi perusahaan.Sejak berdirinya MySpace sebagai pionir situs jejaring sosial, banyak bertumbuhan berbagai situs lainnya. Menurut data Wikipedia, tercatat sebanyak 165 situs jejaring sosial yang eksis di internet.”

    Penyalahgunaan teknologi yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal wajar (membuka account jaringan sosial) bila kita hitung secara cermat akan memberikan angka-angka yang fantastis. Bahkan dampak yang merugikan baik diri sendiri maupun untuk tempat kita bekerja.

    Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Komputer kita dapat membantu mengurangi atau mengelimnasi beberapa penyalahgunaan teknologi. Dengan cara membuat program/alat proteksi yang susah dibobol oleh para pelaku kejahatan untuk beberapa peralatan elektronik yang penting seperti ATM, web, dan peralatan elektronik yang rentan akan tindak kejahatan. Dan mungkin memberikan penyuluhan kepada para calon pelaku kejahatan bahwa yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain.

    Untuk masalah yang membuka situs jejaring sosial itu kita harus memberikan penjelasan atau seminar ringan tentang masalah tersebut kepada para pegawai kantoran. Adapun tips-tips untuk menghindari kecanduan dari membuka situs jejaring sosial terlalu sering sebagai berikut :
    1. Niat yang kuat
    Niat yang besar dan kuat untuk “sembuh” dan lepas dari kecanduan internet adalah suatu permulaan dari usaha kita karena tanpa niat yang kuat, semuanya yang kita lakukan seakan sia–sia. Ditambah juga dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    2. Cari tahu masalahnya.
    Bagi sebagian orang saat merasa gundah dan gelisah akan berkurang jika, berinteraksi dengan internet atau yang lebih tragis lagi bisa dikatakan bila seseorang sedang “sakaw” maka akan sembuh ketika sudah menggunakan internet. Masalah seperti ini yang harus ditemukan dan menggantikan dengan hal lain yang lebih positif lagi. Misalnya langsung mengerjakan semua tugas yang diserahkan tanpa menunggu.

    3. Kenali pemicunya.
    Kecanduan internet pun tentu ada pemicunya, apakah itu sebagai pengobat stress atau hanya iseng-iseng, atau mencari teman….? Hal ini mungkin dapat diganti dengan mencoba untuk jalan-jalan ke gunung, pantai atau mungkin melakukan aktifitas olahraga yang membuat badan lebih bugar. Sehingga, sedikit- demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet akan berkurang dan hilang.

    4. Ubah pola kebiasaan online
    Jika kebiasaan online kita menghabiskan waktu seharian untuk berinternet yang belum tentu arahnya, maka kita harus mulai merubah kebiasaan itu dengan membuat pola baru dimana misalnya, membaca email sebagai prioritas, dilanjutkan dengan membaca informasi berita setelah itu kita harus mulai berani untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak menjadi prioritas, namun aturan yang dibuat itu harus dipatuhi.

    5. Atur ulang jadwal rutinitas.
    Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam kesehariannya. Oleh karena itu, kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan baik dan seimbang, antara kewajiban dan hak. Atau secara bertahap mengurangi jam online kita. Bila sebelumnya kita online bisa mencapai 10 jam sehari. Kita harus bisa menekan angka tersebut hingga cukup 1 jam untuk online

    Daftar Pustaka :
    1. http://www.google.com
    2. http://www.kompas.com
    3. http://www.vivanews.com
    4. http://www.kaskus.us

    Nama : Yoga Hardian
    Prodi : Ilmu Komputer
    NIM : 08/264915/PA/11859

  50. Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat di indonesia. Salah satu manfaat perkembangan teknologi informasi dalam kehidupan bermasyarakat adalah untuk memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal.Melihat jadwal keberangkatan kereta api online,pembayaran tagihan listrik atau telepon lewat ATM hingga pendaftaran NPWP online hanyalah beberapa contoh fasilitas yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi informasi.Tetapi dewasa ini teknologi informasi internet merupakan teknologi yang terus mengalami peningkatan.Semakin luas lapisan masyarakat yang aktif mengakses internet tanpa mengenal umur.Saat ini ada beberapa fasilitas yang bias diakses mulai dari fungsi browsing,chatting,online shop,media massa online,surat elektronik hingga situs jejaring sosial dan lain sebagainya.
    Situs jejaring sosial seperti Facebook, merupakan salah satu situs yang paling favorit diakses oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana tercatat di Alexa.com, Facebook menempati urutan pertama situs yang paling sering diakses pengguna internet, diikuti oleh google, yahoo, dan beberapa situs lainnya.
    Keberadaan Facebook memang membawa tren baru bagi masyarakat. Berbagai fitur menarik yang ditawarkan untuk memfasilitasi penggunanya. Update status, memperbanyak teman, publikasi acara, foto, kampanye, hingga digunakan sebagai penggalangan dana dan simpati.
    Kemajuan teknologi memang sudah selayaknya dapat dinikmati dan memberi manfaat bagi semua orang.Namun siapa sangka,fasilitas yang sedianya diberikan untuk memudahkan penggunanya,saat ini justru kerap kali disalahgunakan.Menurut Muhammad Nuh,sedikitnya ada tiga hal mendasar penyalAhgunaan internet yang dapat menghancurkan keutuhan suatu bangsa secara keseluruhan,yakni pornografi,kekerasan dan informasi yang mengandung hasutan SARA.Ketiganya adalah beberapa dari sekian banyak sisi negatif dari penyalahgunaan internet.
    Menurut Danrivanto Budhijanto, pakar hukum telekomunikasi Unpad,perkembangan teknologi memang dapat mempermudah penggunanya, tapi secara tidak langsung juga bisa memfasilitasi tindakan melawan hukum. Apalagi tindakan tersebut bisa dilakukan lebih cepat, hampir tanpa batasan ruang dan waktu.
    Ada sejumlah kejahatan internet yang biasa dilakukan. Pertama, sabosate terhadap perangkat-perangkat digital, data-data milik orang lain dan jaringan komunikasi data dan penyalahgunaan jaringan orang lain. Kedua, penetrasi terhadap sistem komputer dan jaringan sehingga menyebabkan privasi seseorang atau lembaga lain terganggu atau gangguan pada fungsi komputer yang digunakan.Ketiga, tindakan penyalahgunaan kartu kredit orang lain di internet. Keempat, penerapan aplikasi dalam usaha membuka proteksi dan software atau sistem secara ilegal. Kelima, pembuatan program illegal dengan maksud menyebarkan dan menggandakan diri secara cepat dalam jaringan. Biasanya melalui email liar dengan tujuan membuat kerusakan dan kekacauan sistem.
    Untuk itu kita sabagai mahasiswa harus mengambil peranan untuk mengatasi kekacauan ini.Tentunya menurut kemampuan di bidangnya masing masing.Untuk mahasiswa IT mungkin bisa membuat perangkat teknis berupa teknologi perangkat lunak yang mampu menangkal segala bentuk penyalahgunaan internet.Misalnya membuat aplikasi yang berfungi memfilter halaman web yang berbau porno ataupun hal- hal yang membawa dampak negatif bagi masyarakat.Selain itu kita juga bisa membantu mengubah cara pandang mengenai internet yaitu dengan cara memberikan penyuluhan pendidikan akhlak dalam bentuk penyadaran tentang penggunaan internet yang bermartabat,santun,arif dan bijaksana kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna internet di seluruh Indonesia.Kita bisa memberikan informasi kepada mereka kegunaan-kegunaan internet yang bisa memberikan dampak positif untuk kehidupan kita.Sehingga masyarakat bisa menyadari betul makna kehadiran internet baik untuk individu,keluarga,maupun kelompok –kelompok masyarakat.Program penyadaran ini tampaknya harus lebih digalakkan karena semua plus minus penggunaan internet itu sangat bergantung pada yang memakainya.Untuk itu dimulai dari kita sendiri untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan internet.

    Syaiful anwar
    06/195028/PA/11127

Comments are closed.