77 comments on “PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA PERUSAK MORAL GENERASI MUDA

  1. PERANAN MAHASISWA MELAWAN HUMAN TRAFFICKING (PERDAGANGAN MANUSIA)

    Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut yang luas. Namun, luasnya wilayah Indonesia tidak dibarengi dengan penjagaan batas teritorial yang ketat sehingga hal ini dapat menjadi peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan kejahatan yang dapat merusak moral/mental generasi muda Indonesia. Belum lagi dengan diberlakukannya jalur AlKI dimana kapal-kapal pihak asing bebas berlayar di jalur tersebut sehingga Indonesia rentan mendapat ancaman kejahatan lintas negara. Salah satu kejahatan lintas negara yang berpotensi mengancam Indonesia adalah human trafficking (perdagangan manusia). Human trafficking adalah tindak perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi (UU No. 21/2007, pasal 1, ayat 1).
    Berdasarkan bukti empiris, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling banyak menjadi korban perdagangan manusia, serta orang-orang dengan kategori tidak mampu/ orang-orang pinggiran. Tapi tidak tertutup kemungkinan orang yang berpendidikan tinggi seperti mahasiswa juga ikut menjadi korban dengan berbagai dalih dijadikan alasan, seperti  mahasiswa orang yang cerdas, cakap, enak diajak bicara dan lebih profesional. Korban yang diperdagangkan tidak hanya semata-mata untuk tujuan eksploitasi pelacuran,tetapi ada bentuk-bentuk eksploitasi lain, diantaranya kerja paksa atau pelayanan paksa,perbudakan atau praktek serupa perbudakan. Disisi lain pelaku perdagangan manusia melakukan perekrutan, pemindahan penyembunyian orang atau penerimaan orang untuk menjebak,menjerumuskan atau memanfaatkan orang tersebut dalam praktek eksploitasi dengan segala bentuknya, antara lain dengan ancaman kebebasan, penggunaan kekerasan, penculikan, pemaksaan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tesebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara.
    Bentuk-bentuk dari perdagangan perempuan ini sangat beragam, mulai dari pekerja seks, pembantu rumah tangga atau pekerja pabrik yang tidak dibayar, kawin paksa atau kawin kontrak, pengemis, penjualan organ tubuh, dan industri pornografi. Tidak hanya itu, perempuan-perempuan tersebut kerap mendapatkan perlakuan kasar.
    Adapun proses terjadinya praktek perdagangan orang ini dimulai dari tempat tinggal asal korban. Para pelaku seperti calo atau penyalur terlibat dengan para aparat di desa dalam praktek menjual dan memperdagangkan orang untuk mendapatkan keuntungan mereka sendiri. Para pelaku umumnya berasal dari wilayah setempat dan berhubungan langsung ataupun tidak langsung dengan para agen tenaga kerja, baik agen resmi ataupun anggota perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang datang dari tempat asal orang-orang yang akan dieksploitasi ke desa-desa. Cara para pelaku ini biasanya dengan menipu atau menjanjikan sebuah pekerjaan dengan iming-iming gaji yang lumayan besar dan selanjutnya para korban akan dibawa keluar negeri melalui jalan tikus untuk diserahkan kepada bos pelaku.
    Tidak ada satupun yang merupakan sebab khusus terjadinya perdagangan manusia di Indonesia. Perdagangan manusia terjadi karena bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda. Tetapi dapat disimpulkan beberapa faktor, antar lain:
    1)Kurangnya kesadaran ketika mencari pekerjaan dengan tidak mengetahui bahaya trafficking dan cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak korban.
    2)Kemiskinan telah memaksa banyak orang untuk mencari pekerjaan ke mana saja, tanpa melihat risiko dari pekerjaan tersebut
    3)Kultur/budaya yang menempatkan posisi perempuan yang lemah dan juga posisi anak yang harus menuruti kehendak orang tua dan juga perkawinan dini, diyakini menjadi salah satu pemicu trafiking. Biasanya korban terpaksa harus pergi mencari pekerjaan sampai ke luar negeri atau ke luar daerah, karena tuntutan keluarga atau orangtua.
    4)Lemahnya pencatatan /dokumentasi kelahiran anak atau penduduk sehingga sangat mudah untuk memalsukan data identitas
    5)Lemahnya oknum-oknum aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait dalam melakukan pengawalan terhadap indikasi kasus-kasus trafficking.
    6)Mayoritas pendidikan rakyat Indonesia yang rendah sehingga mudah untuk ditipu
    7)Hasrat untuk ingin cepat kaya dengan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

    Oleh karenanya, kita sebagai mahasiswa yang merupakan katalisator peradaban setidaknya ikut berupaya untuk melawan / mencegah perbuatan perdagangan manusia yang dapat merusak moral bangsa seperti :
    1.Memberi pengetahuan
    Untuk dapat mencegah masalah ini, perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah kepada masyarakat. Dengan sosialisasi secara terus-menerus, masyarakat akan mengetahui bahayanya masalah ini, dan bagaimana solusinya.  Pendidikan tentu saja tidak hanya diberikan kepada masyarakat menengah atas. Yang paling penting adalah masyarakat kelas bawah. Mengapa? Karena perdagangan manusia banyak terjadi pada masyarakat dengan kelas pendidikan yang cukup rendah. Pendidikan harus diberikan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat.
    2.Memberitahu orang lain
    Ketika kita telah mengetahui masalah ini dan bagaimana solusinya, tetapi tidak memberitahu orang lain, permasalahan ini tidak akan selesai. Sebagai orang yang telah mengetahuinya, maka menjadi kewajiban Anda untuk menyampaikan apa yang terjadi pada orang lain, khususnya yang Anda anggap berpotensi mengalami perdagangan manusia. Sebab, orang yang tidak mengetahui adanya permasalahan ini tidak menyadari bahwa hal ini mungkin telah terjadi pada orang-orang di sekitar kita.
    3.Berperan aktif untuk mencegah
    Setelah mengetahui dan mencoba memberitahu orang lain, kita juga dapat berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini. Berperan aktif tersebut dapat dilakukan dengan cara melaporkan kasus yang kita ketahui kepada yang pihak yang berwajib. kita juga bisa mengarahkan anak, keponakan, atau anak muda lain yang gemar beraktivitas di situs jejaring sosial untuk lebih berhati-hati dalam berteman, misalnya. Perbuatan yang kita lakukan mungkin hanya sesuatu yang kecil, tetapi bila kita serius dengan hal ini sehingga semua orang yang sudah kita beritahu juga tergerak untuk turut melakukannya, bukan tak mungkin masalah yang berkepanjangan ini akan teratasi.

    Daftar pustaka
    http://www.pusdima-fis.co.cc
    http://www.indonesia-1.com
    http://www.google.com

    NAMA : VALIDI VEGA
    NIM : 10/300933/PA/13396
    JURUSAN : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  2. Globalisasi telah menimbulkan pengaruh yang sangat luas dalam dimensi masyarakat. Globalisasi yang merupakan universalisasi nilai-nilai menyebabkan kearifan lokal menjadi luntur. Hal ini menyangkut dengan moral bangsa yang juga akan terpengaruh dengan moral luar yang tentunya akan lebih kuat mempengaruhi karena dalam globalisasi, negara-negara majulah yang akan menguasai.
    Mahasiswa adalah sosok warga negara yang memiliki tanggung jawab penuh akan dibawa kemana negeri ini dibawa berlari. Apakah menuju kebangkitan yang begitu saat ini begitu santer digalakkan atau justru menuju keterpurukan. Analisa dari kebangkitan dan keterpurukan di masa depan berkaitan erat dengan kondisi agen of change saat ini. Agen of change yang dimaksud adalah para mahasiswa.
    Kemerosotan moral banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial-budaya dalam masyarakat sekitarnya. Lingkungan sosial yang buruk adalah bentuk dari kurangnya pranata sosial dalam mengendalikan perubahan sosial yang negatif. Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar mahasiswa adalah anak kost yang tentunya jauh dari pengawasan orang tua. Mayoritas kost memang memiliki penjaga, atau yang disebut induk semang. Namun, ada pula yang tidak disertai penjaga. Lingkungan seperti ini menyebabkan munculnya rasa bebas bertindak dari mahasiswa yang kost tersebut.
    Secara garis besar, penyebab dari rusaknya moral generasi muda intelektual adalah sebagai berikut: Tidak adanya pengawasan langsung dari pihak yang tepat. Lingkungan sosial-budaya yang tidak sehat. Tayangan media massa yang tidak baik, kurangnya pendidikan mengenai moral hinga tidak adanya kesadaran dari para mahasiswa untuk memiliki ketahanan diri sebagai filter dari hal-hal yang negatif.

    Di dunia perguruan tinggi moral bahkan tidak pernah disosialisasikan kepada mahasiswa secara formal atau masuk ke dalam mata kuliah secara khusus. Moral tersubstansi dalam MPK yaitu mata kuliah pengembangan kepribadian meliputi Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama. Hal ini cenderung membuat mahasiswa kurang memahami pentingnya moral dalam kehidupan akademis mereka maupun sebagai aplikasi di masyarakat kelak
    Mahasiswa adalah agen of change bagi bangsa kita. Oleh sebab itu, kita para mahasiswa harus melawan segala bentuk kerusakan moral mulai dari pornografi, narkoba dan pelanggaran-pelanggaran yang lainnya. Itu semua tidak akan terwujud jika kita terus berpangku tangan dan tidak memulainnya dari diri sendiri.
    Pada aspek sosial-budaya dibutuhkan perbaikan kondisi sosial dan penyaringan budaya (culture filtering) dalam lingkungan mahasiswa. Perbaikan tersebut dapat berupa penataan sistem sosial dimana masing-masing komponennya berfungsi secara positif. Dan bentuk culture filtering adalah berupa sosialisasi dan internalisasi kearifan lokal yang berfungsi positif dalam proses akulturasi kebudayaan.
    Di bidang keagamaan, agama memiliki kearifan yang luhur dalam urusan moral. Masing-masing agama memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi pada akhirnya bertujuan untuk mengatur manusia agar tetap dalam jalan yang benar. Tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk berbuat kerusakan.
    Dunia pendidikan adalah tempat dimana mahasiswa berkecimpung. Hakikat pendidikan adalah membentuk manusia seutuhnya. Seutuhnya berarti tidak berperilaku seperti binatang, dengan kata lain berperilaku sesuai akal pikiran dan hati nurani. Berperilaku sesuai dengan akal, pikiran dan hati nurani berarti berdasarkan nilai-nilai moral. Diperlukan pendidikan moral yang secara khusus merujuk pada soft skill mahasiswa sebagai dasar berperilaku akademis
    Politik dan hukum menyangkut kebijakan penguasa atau pemerintah. Pemerintah seharusnya berperan aktif dalam upaya perbaikan moral. Peran aktif tersebut dapat berupa program-program penyuluhan atau bimbingan. Lalu hukum yang tegas dan adil harus ditegakan untuk memberikan efek takut bagi yang belum melanggar dan efek jera bagi yang sudah dihukum.
    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk menghadapi kerusakan moral akibat globalisasi, kita para mahasiswa harus memulai dari diri pribadi kita sendiri. Dari pribadi kita masing-masing inilah, kita dapat mengubah dan menghadapi kerusakan-kerusakan yang terjadi di dunia sekarang ini.
    Dari uraian di atas, kita juga dapat mengambil beberapa aspek kualitas yang harus dipunyai oleh mahasiswa untuk dapat menghadapi kerusakan moral yang sedang merajalela.
    Aspek yang pertama adalah kualitas beragama. Telah kita ketahui bahwa semua agama di dunia ini mengajarkan kita tentang kebaikan. Tidak ada satupun agama di dunia yang mengajarkan keburukan dan kerusakan moral. Dalam hal ini, mahasiswa harus mempunyai prinsip yang kuat pada agama yang dianutnya. Agama itu ada di hati dan seluruh urat nadi kita. Maka, gunakan agamamu untuk menuntunmu dari hal yang paling kecil sampai hal yang luar biasa. Gunakan agamamu sebagai tolok ukur kehidupan supaya kita dapat teerhindar dari kerusakan moral. Agama adalah satu-satunya yang dapat membimbing kita agar dapat melewati dunia yang penuh dengan kerusakan, kebencian, kedzaliman ini. Ingatlah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
    Aspek yang kedua adalah aspek yang seharusnya benar-benar dimiliki oleh seorang mahasiswa, yaitu aspek keilmuan. Kita tahu bahwa aspek yang terpenting adalah aspek beragama. Namun agama tanpa ilmu ibarat seperti orang yang lumpuh, tidak bias berjalan. Mereka terseok-seok, menderita mengarungi kehidupan dunia ini karena tidak mengimbangi kehidupan beragama dengan ilmu. Para mahasiswa juga harus mempunyai ilmu yang tinggi agar tidak dibodohi oleh pengaruh-pengaruh jahilliyah yang merusak moral dari bangsa barat. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan nenek moyang kita yang bodoh sehingga menjadi santapan empuk para penjajah barat. Para mahasiswa juga harus menguasai ilmu tentang teknologi, agar kita bangsa Indonesia tidak terus menerus menjadi bangsa yang konsumtif akan teknologi-teknologi bangsa barat. Semua itu akan memunculkan suatu kondisi moral yang baik pula.
    Aspek yang ketiga adalah aspek keamalan. Apa gunanya agama dan ilmu jika tidak diamalkan, hanya akan menjadikan seorang individu yang angkuh dan tidak peduli dengan keadaan bangsanya. Sebagai mahasiswa kita dapat mengamalkannya dengan belajar giat, mengerjakan tugas, ikut organisasi yang bermanfaat, dll. Dengan etos kerja yang tinggi, kita dapat menghindarkan diri kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

  3. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI PERDAGANGAN GELAP NARKOBA

    Geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Letak Indonesian yang setrategis menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional yang ramai. Tetapi kondisi ini bukan tanpa masalah. Indonesia menjadi negara yang rentan dalam perdagangan gelap yang merugikan negara. Apalaagi, letak Indonesia yang tidak jauh dari daerah penghasil opium terbesar di dunia yaitu “Segi Tiga Emas”-Golden Triangle (Laos, Thailand dan Myanmar) dan daerah “Bulan Sabit Emas”-Golden Cresent (Iran, Afganistan, dan Pakistan). Serta tidak terlalu susah dicapai dari tiga negara Amerika Latin yang juga penghasil opium (Peru, Bolivia dan Colombia) menjadikan Indonesia rentan terhadap aksi penyelundupan dan perdagangan barang haram tersebut.
    Untuk jalur domestik sendiri, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam peredaran narkoba di kota-kota besar Indonesia. Banyaknya permintaan dari dalam negeri ini menunjukkan bahwa pasokan dari dalam negeri tidak mencukupi sehingga mereka masih membutuhkan pasokan dari luar negeri. Jumlah transaksi yang dihasilkan dari peredaran gelap narkoba di Indonesia pun sangat fantastis, yaitu mencapai Rp. 300 triliun. Selain di ibukota Jakarta, di Pekanbaru, Makassar, Batam, Pontianak, Medan dan Surabaya jumlah pemakai dan pengedar narkoba dalam jumlah besar semakin sering terungkap. Bahkan Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar menempati urutan kedua setelah Kota Pahlawan, Surabaya dalam konsumsi narkoba. Miris sekali memang, Yogyakarta sebagai tempat berkumpulnya kaula muda terdidik berkumpul malah menjadi lahan empuk bagi para pengedar narkoba.
    Sebenarnya pemerintah telah mencegah perdagangan gelap narkoba melalui pemasangan X-ray di setiap bandara dan pelabuhan internasional. Tetapi sindikat internasional tidak kehabisan akal. Mereka menyelundupkan narkoba melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang penjagaanya tidak seketat pelabuhan internasional. Selain itu ada juga yang diselundupkan melalui kapal-kapal nelayan sehingga sulit diawasi oleh petugas yang berwenang.
    Peredaran narkoba pada saat ini sudah memasuki kondisi yang sanggat memprihatinkan. Berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tercatat bahwa peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar maupun mahasiswa. Masih menurut BNN, pengguna narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 1,1 juta orang. Kondisi ini memprihatinkan sekali mengingat generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Apalagi mereka adalah generasi muda dari kalangan yang terdidik.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswalah yang sukses menjemput kemenangan pada era reformasi. Fenomena ini menghembuskan nafas segar di seluruh nusantara. Mahasiswapun mendapat sambutan hangat dan pujian dari berbagai kalangan. Namun tugas kita belum selesai, masih terlalu banyak tantangan dan tugas bagi kita untuk dapat menikmati hasil perjuangan mahasiswa pada era roformasi.
    Kondisi Yogyakarta sebagai sarang narkoba mencerminkan kondisi mahasiswa di Indonesia. Eksistensi mahasiswa sebagai agen of change dipertanyakan.Dimanakah peran mahasiswa masa kini? Apakah jiwa mahasiswa yang dulu mampu menghembuskan nafas segar di seluruh nusantara telah mati?
    Mahasiswa memang mempunyai energi yang sangant besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagi hal, termasuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai mahasiswa yang mempunyai energi besar, kita memang selalu mempunyai keinginan untuk mencoba hal yang baru. Karena itulah mahasiswa menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba.
    Sebagi mahassiswa seharusnya kita menjadi pelopor bagi kemajuan masyarakat dan negara di berbagai sendi kehidupan termasuk dalam pemberantasan perdagangan gelap narkoba. Seharusnya kita berperan aktif dalam pemberantasan perdagangan gelap narkoba. Mahasiswa mempunyai tugas tersebut dalam lingkungan tempat dia berada.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba.
    Selain peranan mahasiswa di atas, mahasiswa sebenarnya mempunyai kelebihan tersendiri daripada golongan, organisasi maupun perangkat pemerintah manapun dalam menaggulangi perdagangan gelap narkoba. Kedekatan mahasiswa terhadap narkoba hendaknya tidak diabaikan dalam menangulangi perdagangan gelap narkoba. Kondisi ini sebenarnya merupakan salah salah satu tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Kedekatan mahasiswa dengan dunia narkoba merupakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena itulah seharusnya mahasiswa dapat berperan lebih dari siapapun.
    Mahasiswa dapat dijadikan sebagi mata-mata atau intel mahasiswa. Mahasiswa intel ini bertugas layaknya polisi intel yang bertugas menyelidiki perdagangan narkoba dan bergerak di bawah naungan kepolisian. Terobosan ini tentunya sangat bermanfaat untuk mengurangi perdagangan gelap narkoba. Mahasiswa akan lebih leluasa menyelidiki kasus-kasus perdagangan narkoba karena bandar narkoba tak akan mengira apabila anak tersebut sebenarnya sedang memata-matai untuk kepentingan pihak kepolisian. Bandar narkoba akan mengira anak tersebut sebagai mahasiwa layaknya mahasiswa biasa. Hal seperti ini tentu akan sulit apabila dilaksanakan oleh orang-orang dari kepolisian mengingat tingkah laku polisi yang kaku dibandingkan mahasiswa.
    Mahasiswa intel juga lebih muda mengorek keterangan dari teman-temanya yang menjadi korban penyal gunaan narkoba karena korban tentu akan lebih terbuka kepada temannya dan tak akan curiga kalau sebenarnya sedang diintrogasi. Data-data yang diperoleh oleh mahasiswa intel tentu akan sangat membantu tugas kepolisian untuk mengurangi perdagangan gelap narkoba. Apabila mahasiswa intel ini dapat dijalankan tentu akan sangat efektif dan efisien untuk membantu tugas kepolisian perdagangan gelap narkoba baik secara naional mupun internasuonal.

    Sumber : http://www.interpol.go.id/id/uu-dan-hukum/mou/australia/228-penanggulangan-kejahatan-lintas-negara-dan-pengembangan-kerjasama-kepolisian
    http://jurnalmedika.com/component/content/article/142-penyalahgunaan-narkotika-di-indonesia

    Dwi Bagus Pamuji
    Elins
    10/305388/PA/13500

  4. PENGARUH PENYELUNDUPAN BARANG ELEKTRONIK PADA MORAL GENERASI MUDA
    DAN USAHA PENANGGULANGANNYA

    Negara dirugikan milyaran Rupiah tiap tahunnya akibat aktivitas penyelundupan. Kerugian ini berasal dari penyelundupan beraneka ragam komoditi, mulai dari mobil mewah, barang elektronik, hingga daging ayam. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat selama kurun waktu 2009, tingkat penyelundupan dari dan ke Indonesia meningkat cukup tajam. Tidak hanya dari segi jumlah, peningkatan juga terjadi pada potensi kerugian negara hingga 100%. Menkeu Sri Mulyani mencontohkan pada tahun 2008 ada 2.109 kasus dengan kerugian sebanyak Rp 253,938 miliar, sedangkan pada 2009 per November jumlah kasus tercatat ada 2.093 kasus dengan kerugian Rp 597,820 miliar. Sebagai contoh misalnya, handphone dan aksesoris yang pada 2008 tercatat 85 kasus dengan potensi kerugian Rp 10,964 miliar, pada 2009 ini penindakan atas handphone dan aksesoris meningkat dua kali lipat yakni menjadi 141 kasus dengan potensi kerugian Rp 74,09 miliar.

    Konsumsi barang elektronik selundupan ini kerap kali berasal dari generasi muda yang haus akan gaya hidup modern. Seperti misalnya tren penggunaan Blackberry yang mulai mewabah, dimana seakan-akan kepemilikan Blackberry dijadikan acuan prestise terlepas dari fungsi sebenarnya yang diberikan alat tersebut. Baru-baru ini Kantor Penyidikan dan Pelayanan Bea Cukai Bandara Internasional Ngurah Rai berhasil menyita 120 blackberry (BB) yang bernilai ratusan juta. Di Tangerang petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 569 unit Blackberry senilai Rp 1,5 miliar. Usaha penyelundupan 35 Blackberry juga dilakukan melalui perairan Bantan Tengah, Pulau Bengkalis yang berhasil digagalkan Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau. Tempo Interaktif juga menyebutkan “Bandara Soekarno Hatta Surga Penyelundupan Blackberry”, dimana hampir setiap hari petugas mendapati di dalam tas bawaan penumpang dari luar negeri berisi Blackberry selundupan, kadang isinya 10-20 unit. Menurut Kepala Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Eko Darmanto, penyelundupan ini diakibatkan karena tingginya permintaan di dalam negeri. Sementara para pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar karena kesulitan dalam mengurus perijinan. Namun kita dapat dengan mudah mengamati bahwa Blackberry sebenarnya masih dapat dengan mudah diperoleh di pasaran. Tentu saja faktor hargalah yang mendorong kegiatan ini, bukan jumlah barang yang tersedia. Dimana beberapa generasi muda Indonesia, dengan kehausan akan prestise palsunya merelakan moralnya untuk jatuh dan menjadi konsumen barang ilegal sekaligus menurut pendapat saya menjadikan mereka mafia pajak negara. Tidak ada bedanya dengan Gayus, Gayus-Gayus kecil ini juga ikut merongrong ketahanan negara ini.

    Adapun ketertarikan saya mengangkat topik ini karena secara tidak sengaja pernah membaca percakapan antara seorang teman di Facebook dengan pemilik toko elektronik di Batam yang menjual barangnya secara online lewat Facebook. Dalam percakapan tersebut si pemilik toko terang-terangan mengakui bahwa dia mampu menawarkan harga murah karena barang diperoleh tanpa melalui bea cukai. Transaksi berlangsung begitu terbuka, bahkan saya tidak perlu menjadi teman di Facebook dari pemilik toko untuk dapat melihat percakapannya. Seakan-akan dunia ilegal sudah menjadi hal lumrah di Indonesia. Kondisi jual-beli ilegal yang dibiarkan berkembang bebas ini, tentu saja ikut menyumbang dalam merusak moral dan mentalitas generasi muda Indonesia. Kondisi ini akan menanamkan ke generasi muda kita budaya untuk menipu dan mengkhianati negara, asal memperoleh keuntungan. Lalu kalau sudah seperti ini, akan sangat sulit menanamkan pemahaman tentang Cinta Tanah Air dan Bela Negara.

    Tentu saja teman saya yang melakukan trasaksi tersebut tahu bahwa kalau membeli barang selundupan merupakan pelanggaran hukum. Uang pajak tersebut harusnya masuk kas negara, dan nantinya digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara. Lalu dimanakah letak salahnya. Mungkin sekedar tahu tidak cukup untuk membuat seseorang mengerti. Kesadaran yang harus ditumbuhkan. Misalkan kerap kali kita dengar berita di televisi tentang penyelundupan barang elektronik seperti ini. Namun semuanya berhenti sebagai sebuah pemberitaan, dengan ending kegiatan tersebut berhasil digagalkan. Tentu saja ending berhasil digagalkan selalu muncul, karena sangat jarang sekali berita menampilkan aksi penyelundupan kecuali penyelundupan tersebut sudah berhasil digagalkan. Yang berarti, mungkin saja diluar sana angka-angka kegiatannya jauh lebih besar dari apa yang saya sajikan dalam tulisan ini. Poin penting yang ingin saya sampaikan adalah dimana letak pesan moralnya, kenapa berhenti pada kegiatan itu berhasil digagalkan. Media kurang menekankan bahaya kegiatan penyelundupan ini pada negara dalam jangka panjang, apa saja dampak-dampak yang diakibatkan, uang pajak yang harusnya diperoleh itu harusnya bisa dikelola untuk apa, dan seperti apa Indonesia nantinya jika kegiatan penyelundupan ini berhasil dihentikan. Sejauh ini saya belum melihat media memberikan bayangan tentang poin-poin yang saya sebutkan, dan terlalu fokus akan kasus kejahatan besar yang sudah terjadi seperti kasusnya Gayus. Padahal Gayus-Gayus lain dalam jumlah yang lebih banyak bisa saja muncul dari bibit-bibit generasi muda Indonesia saat ini yang sudah ternodai moralnya karena dihadapkan pada kondisi lingkungan yang penuh dengan kegiatan ilegal. Adalah sifat manusia pada umumnya untuk mencari sesuatu yang menguntungkan, namun jika media mampu memberi bayangan pada generasi muda kita akan keuntungan jangka panjang yang dapat mereka peroleh seandainya membeli barang yang legal seperti poin-poin yang saya sebutkan diatas, tentu saja generasi muda kita yang cerdas dapat memilih mana yang terbaik.

    Lalu apa peranan yang dapat diambil seorang mahasiswa dalam melawan kejahatan lintas negara ini. Banyak tentunya, yang paling mudah tentu saja dengan tidak membeli barang selundupan. Seseorang yang menyandang label mahasiswa, tentu saja diharapkan lebih cerdas dalam memandang masalah ini. Dia harus berpandangan jauh kedepan, mereka harus dapat membayangkan seandainya kegiatan ini menjadi hal yang lumrah di masa depan seperti apa kehidupan mereka nanti. Mungkin sekarang yang diselundupkan dan diperjualbelikan secara bebas baru Blackberry, tapi bukan tidak mungkin 20 tahun lagi saat kita para mahasiswa menjadi ayah dan ibu dari generasi muda indonesia berikutnya, yang diselundupkan dan diperjualbelikan secara bebas melalui jaringan sosial seperti Facebook adalah senjata api dan narkoba. Dan anda hanya bisa terkaget-kaget saat iseng membuka paket yang ditujukan kepada anak anda, yang ternyata didalamnya berisi senjata api. Jangan berkata itu mustahil, mengingat yang akan mengisi pemerintahan saat itu nantinya adalah generasi muda kita sekarang, yang terbiasa hidup penuh prestise dan gaya dengan Blackberry ilegalnya. Sebagai mahasiswa kita harus bisa menanamkan pada diri kita dan lingkungan sekitar kita bahwa tolak ukur prestise dapat berupa hal yang lebih baik dari sekedar Blackberry ilegal, atau bahkan lebih baik dari sekedar Blackberry yang legal sekalipun. Prestise harusnya timbul melalui prestasi, dan inilah yang harus generasi muda kita kejar. Penciptaan suasana pengejaran prestise melalui prestasi inilah peranan yang dapat kita ambil sebagai mahasiswa. Namun saya yakin bagi sebagian mahasiswa pengejaran prestise melalui prestasi ini adalah sesuatu yang membosankan. Tapi tentu saja masih ada peranan yang dapat diambil, kita dapat menciptakan suasana dan pemahaman bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar bahwa yang memiliki prestise itu hanyalah Blackberry yang legal. Kita dapat melakukannya dengan cara sederhana, sesederhana sebuah pertanyaan bercanda yang mungkin ditujukan kepada teman anda seperti : “Wah, Blackberry baru nih? Beli yang legal kan?” Tentu saja dalam koridor bercanda, namun tetap membangun suasana bahwa Blackberry legallah yang berprestise. Kita juga dapat menegur langsung teman kita yang melakukan pembelian barang selundupan. Cara lain tentu saja dapat kita variasikan sesuai situasi kita dan tidak harus terbatas pada Blackberry. Dengan terciptanya suasana pergaulan yang penuh dengan barang legal yang sah seperti itu, tentu saja permintaan akan Blackberry dan barang elektronik ilegal pada akhirnya akan menurun, dan para penyelundup yang merugikan negara kita mau tidak mau akan menghentikan kegiatannya.

    Referensi:
    1. http://www.beacukai.go.id/laporan/index.php?id=14
    2. http://bisnis.vivanews.com/news/read/112787-kerugian_akibat_penyelundupan_naik_100_
    3. http://korantempo.com/korantempo/koran/2010/12/03/Metro/krn.20101203.219920.id.html
    4. http://bisnis.vivanews.com/news/read/106924-bea_cukai_sita_120_blackberry_dari_hongkong
    5. http://www.detiknews.com/read/2009/03/05/150924/1094973/10/penyelundupan-ribuan-ponsel-blackberry-digagalkan-di-perairan-bantan-tengah
    6. http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/04/21/brk,20090421-171582,id.html

    Oleh :
    Nama : Pande Made Karismawan
    NIM : 06/198509/PA/11300
    Prodi : Elektronika Dan Instrumentasi

  5. Peranan Mahasiswa dalam Menghadapi
    Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral/Mental Generasi Muda Indonesia

    Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk terbanyak nomor empat di dunia. Nomor satu di tempati oleh China, kemudian berturut-turut Amerika Serikat dan India. Namun ada perbedaan signifikan antara Indonesia dengan tiga negara berpenduduk padat tersebut. China mengimbangi ‘perkembangan’ penduduknya dengan perkembangan ekonominya. Terbukti bahwa sejak beberapa tahun lalu perekonomian dunia mulai di kuasai oleh China. Beragam produk dari berbagai belahan bumi memiliki ‘versi China’-nya. Amerika Serikat –seperti yang kita ketahui– telah lama menguasai di bidang industri, teknologi, militer, politik dunia dan lain sebagainya sebagaimana Amerika dijuluki sebagai negara adikuasa. Sedangkan India, merupakan negara yg memiliki perkembangan pendidikan yang pesat. Hal ini terbukti Pada 26 April 2005, House of Representatives Amerika Serikat mengeluarkan resolusi berisi penghormatan terhadap penduduk AS yang berkebangsaan India. Secara khusus, resolusi itu menyebutkan bahwa para alumnus Indian Institute of Technology (IIT) telah menyumbang inovasi ekonomi kepada masyarakat AS dan menekankan kepada bangsa Amerika untuk mengakui kontribusi besar tersebut. Resolusi ini memperlihatkan selain penghormatan terhadap alumni IIT juga pengakuan betapa lembaga pendidikan tinggi India di bidang teknologi itu memiliki reputasi internasional.
    Mari kita lihat negara kita sendiri yang menempati urutan ke-empat. Apa yang spesial? Apa yang bisa dibanggakan? Apa yang bisa diakui oleh negara-negara lain? Kalaupun ada, bukan sesuatu yang begitu spektakuler alias yang juga lazim diraih oleh negara lain.
    Sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga kini, bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Berbagai ketertinggalan tersebut meliputi hampir semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini.
    Mari kita lihat dari beberapa contoh kasus di Indonesia yang melibatkan generasi muda. Yang pertama, kasus narkoba. Narkoba bukan menjadi barang langka lagi di Indonesia, bentuknya pun sekarang sudah berbagai macam. Yang paling praktis dan murah meriah adalah lem. Lem ini banyak di pakai oleh anak jalanan dengan cara menghirup aroma lem tersebut. Yang kedua, kasus maling ‘teri’ hingga maling ‘kakap’. Mungkin kita tahu persis alasan seorang manusia mengambil yang bukan haknya. Tapi alasan tersebut berlaku bagi maling ‘teri’. Nah bagaimana dengan maling ‘kakap’? apakah mereka juga menderita kekurangan ekonomi seperti maling ‘teri’? Yang terakhir, adalah kasus asusila. Sangat banyak berita dari media cetak dan elektronik yang mengabarkan kasus ini. Dan yang lebih parahnya, tindakan asusila ini melebihi tindakan hewan –yang kita tahu– tidak memiliki akal pikiran. Na’udzubillahi min dzalik!
    Ibarat pepatah, ada asap karena ada api. Jadi semua keterpurukan memiliki penyebabnya, yaitu masyarakat Indonesia itu sendiri. Bukan saatnya lagi kita mencari kambing hitam dari setiap peristiwa buruk yang menimpa negeri ini. Jangan beranggapan bahwa kita dijajah dari segi moral dan mental. Justru kitalah yang ‘menerima’ penjajahan tersebut. Narkoba contohnya, bagaimanapun awamnya orang, mereka pasti tahu bahwa narkoba itu tidak baik bagi kesehatan. Namun kenyataannya, masih saja banyak yang menggunakannya. Alasannya hanya satu, sebagai ‘pelarian’ dan kesenangan. Kemudian dengan maling, bagi masyarakat kurang mampu sudah jelas karena kesulitan ekonomi. Bagaimana dengan korupsi? Apa juga terjadi kesulitan ekonomi? Ini bukan kesulitan ekonomi lagi, tapi keserakahan sudah menggerogoti pribadi koruptor akibat rendahnya moral. Selanjutnya tindakan asusila. Pada zaman era 90-an ke belakang, jarang sekali kita menemukan adanya tindakan asusila. Bahkan kegiatan berduaan dengan lawan jenis saja sudah sangat tabu. Sekarang? Bukan hanya terjadi lagi, malah mereka dengan sengaja dan mengabadikannya lewat benda elektronik. Semua ini karena generasi muda Indoneisa terpengaruh dan ‘mau saja’ meniru budaya barat dimana tindakan asusila dianggap lazim.
    Semua kasus di atas merupakan efek samping dari globalisasi yang bebas masuk tanpa disaring oleh pemuda Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri, bahwa globalisasi memudahkan kita dalam mendapatkan sesuatu baik itu informasi maupun berbentuk benda. Namun tidak harus semua informasi dan benda tersebut pantas kita peroleh. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus mengetahui batasan-batasannya, apalagi generasi muda tersebut adalah seorang mahasiswa yang dipercaya memiliki pandangan kritis dalam memandang suatu problem.
    Untuk menghadapi berbagai problema tersebut, mahasiswa memiliki beberapa peran, yaitu:
    1. Peran moral
    Mahasiswa dipandang oleh masyarakat umum sebagai pemuda terpelajar. Seharusnya seorang mahasiswa mampu memanfaatkan paradigma tersebut untuk menjadi contoh teladan bagi masyarakat dengan menjadi mahasiswa yang memiliki budi pekerti luhur. Jika yang terpelajar saja sudah bobrok, bagaimana mungkin masyarakat percaya dengan yang bukan terpelajar?
    2. Peran sosial
    Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa bisa berkontribusi dalam berbagai event, misalnya saat hari AIDS sedunia, mahasisawa bekerjasama dengan masyarakat bisa mengadakan gerakan atau seminar anti-asusila. Bukannya membagikan kondom yang ‘bisa’ berarti menganjurkan masyarakat untuk berzina. Mahasiswa perlu melakukan kegiatan bersama dengan masyarakat karena peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme ,dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat, walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah dan dengan gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat ini cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.
    3. Peran Akademik
    Sesibuk apapun mahasiswa, turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Peran yang satu ini teramat sangat penting bagi kita, dan inilah yang membedakan kita dengan komunitas yang lain, peran ini menjadi simbol dan miniatur kesuksesan kita dalam menjaga keseimbangan dan memajukan diri kita. Jika memang kegagalan akademik telah terjadi maka segeralah bangkit, jika sudah terlanjur gagal maka tetaplah bangkit seta mancari solusi alternatif untuk mengembangkan kemampuan diri meraih masa depan yang cerah dunia dan akhirat.

    Nama : Hamdi Ikhwan
    NIM : 10/300018/PA/13110
    Prodi : S1-Elins B
    Sumber:
    • kammipolban.wordpress.com
    http://www.kompasiana.com
    • forumkami.com

  6. TUGAS II KEWARGANEGARAAN S1 ELINS

    TOPIK : Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.

    PERANANAN MAHASISWA
    MENGHADAPI PESATNYA PENGEDARAN NARKOBA DI MASYARAKAT

    Perkembangan teknologi yang semakin canggih mendorong peningkatan kejahatan dalam satu negara maupun lintas batas wilayah negara. Jenis-jenis kejahatan lintas negara antara lain terorisme, perdagangan gelap narkoba, human trafficking, tindak pidana teknologi tinggi, penyelundupan senjata, dll. Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.
    Tindak kejahatan itu umumnya menghasilkan uang dalam jumlah besar. Perdagangan narkoba merupakan salah satu bisnis gelap menghasilkan keuntungan besar bagi pelakunya dan melibatkan antar bangsa (trasnational crime). Kejahatan lintas negara ini telah mengancam eksistensi ketahanan dan keamanan semua bangsa. Patut diduga kejahatan narkoba telah didanai sindikat internasional didukung dana besar dan memanfaatkan sumber daya manusia yang profesional dan teknologi maju bisnis narkoba menjanjikan keuntungan besar. Kondisi ini telah menyeret semua bangsa tidak terkecuali Indonesia ke dalam berbagai persoalan politik, sosial, ekonomi dan Hankam berpotensi menghambat laju pembangunan bangsa di masa kini dan mas depan.
    Peredaran gelap narkoba pada saat ini sudah sampai pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan penyalahgunaan narkoba dari 1,5 persen penduduk Indonesia pada 2004 menjadi 1,9 persen pada 2008. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Jumlah pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang menggunakan narkoba diperkirakan berjumlah sejuta orang atau sekira 32 persen dari angka total jumlah pengguna narkoba secara nasional sebanyak 3,2 juta orang. (BNN, 2006).
    Dengan demikian, diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pendukung dalam mengatasi kendala yang dirasakan oleh pemerintah mengenai kurangnya sosialisasi UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika, UU No.5 / 1997 tentang Psikotropika, dan UU no. 23 / 1992 tentang Kesehatan melalui beberapa media salah satunya media massa kepada masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok pemuda serta remaja.
    Manusia Indonesia menempati posisi sentral dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga diperlukan adanya pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara optimal. Salah satu SDM yang dimaksud bisa berupa generasi muda sebagai estafet pembaharu merupakan kader pembangunan yang sifatnya masih potensial, perlu dibina dan dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan melalui lembaga pendidikan sekolah. Di manakah posisi mahasiswa dalam klasifikasi strata Narkoba dewasa ini? Apakah sebagai pengedar, pemakai, pemilik, atau penadah ? Di satu pihak, mahasiswa tidak bekerja. Ia sepenuhnya hidup dari keringat orang tua, saudara, orang lain, atau orang tua asuh. Di pihak lain, mahasiswa juga tidak memegang lesensi terhadap penyuplai biaya hidup selama berpredikat sebagai mahasiwa, sehingga kadang-kadang mencoba-coba segala sesuatu termasuk narkoba. Mahasiswa hanya bagian dari kehidupan sosial yang tergabung dalam kumpulan anak-anak terdidik dari berbagai golongan pendapatan orang tua yang berbeda. Posisi mahasiswa belum bisa ditentukan dan tidak tahu kapan akan berakhir, karena mahasiswa belum memasuki kehidupan ekonomi yang sesungguhnya sebagai proses akhir dari belajar.
    Kedudukan yang mengambang itu membuat mahasiswa menjadi sasaran empuk bagi semua pihak yang memiliki kepentingan dengan penyedia jasa layanan narkoba, baik sebagai pemilik, penadah, pengedar atau pemakai. Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.Oleh karena itu diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem
    Dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa.Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba.
    Menurut Kabid Advokasi Pus Cegah BNN, Dra. Yunis Farida Oktoris, pembentukan kader anti narkoba di lingkungan pendidik universitas, dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba, menumbuhkan komitmen agar peduli terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, serta dapat memberikan pengetahuan dan informasi bagi para pendidik dan mahasiswa untuk mewaspadai penyalahgunaan narkoba.
    Setiap upaya dilakukan untuk menekan atau menurunkan seminimal mungkin ketersediaan narkoba di tengah-tengah mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif, preventif dan represif seperti pengembangan pengetahuan kerohanian atau keagamaan , pelaksanaan kampanye antinarkoba, pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan tersebut dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif, dll. Selain upaya-upaya tersebut juga dilakukan upaya lain guna menekan atau menurunkan permintaan pasar atau dengan kata lain untuk mening-katkan ketahanan mahasiswa sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan narkoba seperti penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya), sarasehan, anjangsana, seminar/diskusi. Untuk lebih meningkatkan peran serta masyarakat, maka dalam setiap kampanye atau penyuluhan di masyarakat perlu disampaikan tentang konsep bela negara dimana seluruh rakyat Indonesia wajib membela negara. Jadi semua warga negara diwajibkan untuk perang melawan penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkoba.
    Pilar mahasiswa harus sanggup mengangkat semua persoalan menyangkut kepentingan rakyat secara umum dan harus terus diperkenalkan kepada kelompok mahasiswa di dalam kampus. Mahasiswa juga haruslah menjadi kelompok yang terdepan mempropagandakan dan melancarkan aksi-aksi massa pada setiap kesempatan, walau sekecil apapun, yang dapat dipergunakan untuk menunjukkan watak sejati dalam membendung bandar-bandar narkoba. Dan harus pula menjadi yang pertama untuk mempromosikan bahwa “Kampus Bebas Narkoba”.

    Sumber pustaka :
    http://imkomet.blogspot.com/2009/05/pendidikan_09.html diakses pada 2 Desember 2010 pukul 20:47 WIB
    http://www.interpol.go.id/id/uu-dan-hukum/mou/australia/228-penanggulangan-kejahatan-lintas-negara-dan-pengembangan-kerjasama-kepolisian diakses pada 4 Desember 2010 pukul 20.22 WIB
    http://www.bnn.go.id/portalbaru/portal/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=1715&mn=6&smn=a diakses pada 2 Desember 2010 pukul 20:44 WIB

    Disusun oleh :
    KRISTINA APRIYANTI
    10/300313/PA/13208
    S1 ELINS

  7. Peran Pemuda Dalam Penyalahgunaan Narkoba
    Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
    Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
    1. Lingkungan

    Faktor lingkungan menyangkut teman sebaya, orang tua,dan remaja
    (individu) itu sendiri.Pada masa remaja, teman sebaya menduduki peran
    uatama pada kehidupan mereka, bahkan menggantikan peran keluarga/orang tua dalam sosialisasi dan aktivitas waktu luang dengan hubungan yang bervariasi dan membuat norma dan sistim nilai yang berbeda. Sekarang ini pada masa remaja terjadi jarak fisik dan Psikologis yang cendrung berakibat penurunan kedekatan emosi,dan kehangatan, bahkan cendrung timbul konflik remaja denganorang tua. Konflik keluarga membuat remaja tergantung pada teman sebaya uantuk dukungan emosi.

    2. Faktor Individu

    Selain faktor lingkungan,peran genetik juga merupakan komponen yang
    berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba, setidaknya untuk beberapa individu. Sederhananya, orang tua pelaku penyalahgunaan narkoba cendrung menurun kepada anaknya, terlebih pada ibu yang sedang hamil.

    3. Faktor Teman Sebaya

    Teman sebaya memiliki pengaruh yang paling
    dasyat terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Anak dari
    keluarga baik-baik, nilai sekolah baik, lingkungan baik cenderung
    telibat narkoba jika teman-temannya menggunakan narkoba.

    4. Faktor Sekolah, Kerja, dan Komunitas

    Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
    Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
    Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadapgenerasi muda.

    Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di lingkungan akademik. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

    Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi instansi akademik untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di proses KBM. Untuk generasi muda harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.

    Terakhir, meningkatkan kepercayaan antar keluarga, orang tua da anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

    Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.
    Peran kita sebagai pemuda adalah enting sekali menumbuhkan kesadaran akan bahayanya penyalahgunaan narkoba, sehingga paling sedikit dapat memproteksi diri dari pengaruh
    luar (ajakan teman). Sedikit mengenal dan memahami apa itu narkoba, agar tahu
    mana sesuatu yang berbahaya sehingga memperkecil diperdaya orang. Menjadi yang terdepan dalam keluarga untuk menghidarkan anggota keluarga dari bahaya penyalahgunaan narkoba, jangan sebaliknya menjadi pelaku. Menumbuhkan gagasan-gagasan dalam bentuk kegiatan positif (kreatif) yang dapat mengalihkan perhatian teman-teman sebaya untuk terpengruh oleh narkoba. Dapat menjadi mitra aparat, setidaknya sebagai informasi terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba.

    M MUKHLIS NUGRAHA – 10/300069/PA/13129
    S1 ELINS A

  8. paling maju dari masa-masa sebelumnya. Tetapi, tidak semua orang memanfaatkaSekarang ini perkembangan teknologi sudah sangat maju, bahkan dapat dibilang n teknologi-teknologi yang sudah maju ini dengan semestinya. Banyak yang menggunakannya untuk melakukan tindakan kejahatan, melanggar hukum, dan bahkan ada juga yang dapat merusak moral bangsa. Kejahatan-kejahatan seperti itu biasanya dan yang paling mudah memang dilakukan melalui media internet.

    Perkembangan internet makin hari makin meningkat, baik teknologi maupun penggunaannya, telah berdampak bagi kehidupan manusia. Sadar atau tidak, teknologi internet telah dirasakan membawa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya di Indonesia.

    Teknologi internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace, yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual, tidak langsung dan tidak nyata.

    Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari pemanfaatan teknologi itu. Dengan internet seseorang dapat melakukan banyak hal, mulai dari mencari hiburan, melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, memudahkan orang untuk bertransaksi jual beli suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya internet.

    Selain itu, tentunya perkembangan teknologi internet dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi baik dengan keluarga, teman, atau relasi bisnis dengan cepat. Internet juga mudah digunakan, bahkan anak kecil pun dengan sedikit pengajaran bisa menikmati kegunaannya.

    Selain manfaat dan kemudahan yang ditawarkan, perlu disadari pula bahwa teknologi internet juga memiliki sisi negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian, hingga penipuan, kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan risiko pelaku tertangkap yang sangat kecil. Kejahatan yang ditimbulkan pun bisa berakibat kerugian yang lebih besar, baik untuk masyarakat bahkan negara.

    Kita bisa berbangga, karena menurut survei yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan IT dunia yang juga penyedia portal web popular di internet, membuktikan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara.

    Tetapi kita semua juga patut prihatin karena kasus kejahatan dunia maya (cyber crime) yang terjadi di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Penyebaran konten pornografi di internet, kejahatan kartu kredit (carding) yang kerap kali terjadi, perjudian online, pencemaran nama baik, pelecehan agama, penyebaran perangkat lunak (software) ilegal di internet, perusakan hingga pembajakan website dengan tujuan iseng maupun mencari keuntungan.

    Beberapa kasus di atas hanyalah beberapa contoh dari banyaknya kasus-kasus kejahatan lain yang terjadi di internet. Belum lagi maraknya penggunaan situs jejaring sosial yang memudahkan seseorang untuk bertukar informasi maupun berbagi data, gambar atau foto hingga video yang bersifat pribadi, menjadi peluang baru pelaku kejahatan dan aksi kriminal.

    Penyebaran video porno yang melibatkan beberapa artis Indonesia di internet awal Juni lalu, seolah menambah panjang daftar hitam penyalahgunaan teknologi di negeri ini. Kasus tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus video maupun foto-foto mesum selebritas Tanah Air yang pernah tersebar luas di masyarakat. Mereka bisa dijadikan ikon simbol negatif, korban budaya barat, kebebasan yang tak bertanggung jawab, free sex, penyimpangan perilaku seksual dan sejenisnya, yang tentu saja sangat merusak moral bangsa ini.

    Harus diakui, adanya teknologi internet membuat konten pornografi makin meggila dan memungkinkan hal itu bisa diakses di rumah secara online 24 jam. Sementara itu pengungkapan kejahatan di internet masih kecil, dikarenakan banyak kendala dan hambatan yang dihadapi.

    Pemerintah memang telah membuat rancangan undang-undang khusus (cyber law) yang mengatur mengenai cyber crime sejak 2000, namun hingga kini undang-undang tersebut kabarnya masih dalam tahapan revisi oleh Departemen Komunikasi dan Informasi. Tentunya kita harus terus mendukung upaya pemerintah dalam regulasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Polri, sebagai aparat penegak hukum pun hingga kini telah melakukan upaya penegakan hukum mengenai kasus kejahatan dunia maya menggunakan instrumen hukum yang ada didukung peralatan komputer forensik.

    Penegakan hukum memang harus dilakukan, tentu saja hukuman yang bisa memberi efek jera bagi setiap pelaku cyber crime. Sedangkan bagi para orangtua, sangatlah penting untuk mengawasi kegiatan internet anak, yaitu dengan membimbing anak-anak ketika menggunakan internet serta menanamkan etika yang harus dijaga pada saat berada di dunia maya.

    Sementara itu kejahatan-kejahatan lain seperti penipuan lewat internet pun juga telah banyak terjadi. Kita sebagai mahasiswa harus ikut proaktif untuk mengatasinya. Para mahasiswa seharusnya mau terus meningkatkan kualitas diri yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kecakapan memilih dan menerima informasi yang masuk.
    Hal ini diharapkan bisa meminimalkan penipuan-penipuan. Karena biasanya penipuan bisa berhasil disebabkan oleh kondisi SDM korban ( pengalaman, input informasi) sangat rendah, sehingga mudah sekali terkena penipuan.
    Searusnya mahasiswa bisa mengimbangi perkembangan informasi di internet dengan meningkatkan kualitas diri. Seperti pengasahan kualitas iman yang terus menerus, ilmu agama, ilmu umum ( yang bisa diakses lewat membaca Koran, majalah), serta ilmu bersosialisasi secara benar.
    Terkadang masyarakat terlalu percaya dan menggantungkan setiap informasi di media ini. Padahal ternyata tidak semua informasi yang bisa diakses disini benar adanya. Artinya kita sebagai mahasiswa pengguna internet harus cerdas memilih website mana yang memiliki kredibilitas dalam menampilkan informasi. Hal ini untuk menjaga kualitas informasi yang kita dapatkan cepat dan benar.
    Mencari ilmu lewat media apapun sah-sah saja. Yang terpenting kita bisa menyaring dan mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat agar ilmu yang kita miliki bias berguna untuk diri sendiri dan orang lain bukan sebaliknya.

    Chrisal Aji Lintang
    S1-Elins-A
    10/300294/PA/13201

    Sumber : http://www.banjarmasinpost.co.id

  9. Sekarang ini perkembangan teknologi sudah sangat maju, bahkan dapat dibilang paling maju dari masa-masa sebelumnya. Tetapi, tidak semua orang memanfaatkan teknologi-teknologi yang sudah maju ini dengan semestinya. Banyak yang menggunakannya untuk melakukan tindakan kejahatan, melanggar hukum, dan bahkan ada juga yang dapat merusak moral bangsa. Kejahatan-kejahatan seperti itu biasanya dan yang paling mudah memang dilakukan melalui media internet.

    Perkembangan internet makin hari makin meningkat, baik teknologi maupun penggunaannya, telah berdampak bagi kehidupan manusia. Sadar atau tidak, teknologi internet telah dirasakan membawa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya di Indonesia.

    Teknologi internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace, yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual, tidak langsung dan tidak nyata.

    Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari pemanfaatan teknologi itu. Dengan internet seseorang dapat melakukan banyak hal, mulai dari mencari hiburan, melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, memudahkan orang untuk bertransaksi jual beli suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya internet.

    Selain itu, tentunya perkembangan teknologi internet dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi baik dengan keluarga, teman, atau relasi bisnis dengan cepat. Internet juga mudah digunakan, bahkan anak kecil pun dengan sedikit pengajaran bisa menikmati kegunaannya.

    Selain manfaat dan kemudahan yang ditawarkan, perlu disadari pula bahwa teknologi internet juga memiliki sisi negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian, hingga penipuan, kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan risiko pelaku tertangkap yang sangat kecil. Kejahatan yang ditimbulkan pun bisa berakibat kerugian yang lebih besar, baik untuk masyarakat bahkan negara.

    Kita bisa berbangga, karena menurut survei yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan IT dunia yang juga penyedia portal web popular di internet, membuktikan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara.

    Tetapi kita semua juga patut prihatin karena kasus kejahatan dunia maya (cyber crime) yang terjadi di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Penyebaran konten pornografi di internet, kejahatan kartu kredit (carding) yang kerap kali terjadi, perjudian online, pencemaran nama baik, pelecehan agama, penyebaran perangkat lunak (software) ilegal di internet, perusakan hingga pembajakan website dengan tujuan iseng maupun mencari keuntungan.

    Beberapa kasus di atas hanyalah beberapa contoh dari banyaknya kasus-kasus kejahatan lain yang terjadi di internet. Belum lagi maraknya penggunaan situs jejaring sosial yang memudahkan seseorang untuk bertukar informasi maupun berbagi data, gambar atau foto hingga video yang bersifat pribadi, menjadi peluang baru pelaku kejahatan dan aksi kriminal.

    Penyebaran video porno yang melibatkan beberapa artis Indonesia di internet awal Juni lalu, seolah menambah panjang daftar hitam penyalahgunaan teknologi di negeri ini. Kasus tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus video maupun foto-foto mesum selebritas Tanah Air yang pernah tersebar luas di masyarakat. Mereka bisa dijadikan ikon simbol negatif, korban budaya barat, kebebasan yang tak bertanggung jawab, free sex, penyimpangan perilaku seksual dan sejenisnya, yang tentu saja sangat merusak moral bangsa ini.

    Harus diakui, adanya teknologi internet membuat konten pornografi makin meggila dan memungkinkan hal itu bisa diakses di rumah secara online 24 jam. Sementara itu pengungkapan kejahatan di internet masih kecil, dikarenakan banyak kendala dan hambatan yang dihadapi.

    Pemerintah memang telah membuat rancangan undang-undang khusus (cyber law) yang mengatur mengenai cyber crime sejak 2000, namun hingga kini undang-undang tersebut kabarnya masih dalam tahapan revisi oleh Departemen Komunikasi dan Informasi. Tentunya kita harus terus mendukung upaya pemerintah dalam regulasi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Polri, sebagai aparat penegak hukum pun hingga kini telah melakukan upaya penegakan hukum mengenai kasus kejahatan dunia maya menggunakan instrumen hukum yang ada didukung peralatan komputer forensik.

    Penegakan hukum memang harus dilakukan, tentu saja hukuman yang bisa memberi efek jera bagi setiap pelaku cyber crime. Sedangkan bagi para orangtua, sangatlah penting untuk mengawasi kegiatan internet anak, yaitu dengan membimbing anak-anak ketika menggunakan internet serta menanamkan etika yang harus dijaga pada saat berada di dunia maya.

    Sementara itu kejahatan-kejahatan lain seperti penipuan lewat internet pun juga telah banyak terjadi. Kita sebagai mahasiswa harus ikut proaktif untuk mengatasinya. Para mahasiswa seharusnya mau terus meningkatkan kualitas diri yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kecakapan memilih dan menerima informasi yang masuk.
    Hal ini diharapkan bisa meminimalkan penipuan-penipuan. Karena biasanya penipuan bisa berhasil disebabkan oleh kondisi SDM korban ( pengalaman, input informasi) sangat rendah, sehingga mudah sekali terkena penipuan.
    Searusnya mahasiswa bisa mengimbangi perkembangan informasi di internet dengan meningkatkan kualitas diri. Seperti pengasahan kualitas iman yang terus menerus, ilmu agama, ilmu umum ( yang bisa diakses lewat membaca Koran, majalah), serta ilmu bersosialisasi secara benar.
    Terkadang masyarakat terlalu percaya dan menggantungkan setiap informasi di media ini. Padahal ternyata tidak semua informasi yang bisa diakses disini benar adanya. Artinya kita sebagai mahasiswa pengguna internet harus cerdas memilih website mana yang memiliki kredibilitas dalam menampilkan informasi. Hal ini untuk menjaga kualitas informasi yang kita dapatkan cepat dan benar.
    Mencari ilmu lewat media apapun sah-sah saja. Yang terpenting kita bisa menyaring dan mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat agar ilmu yang kita miliki bias berguna untuk diri sendiri dan orang lain bukan sebaliknya.

    Chrisal Aji Lintang
    S1-Elins-A
    10/300294/PA/13201

    Sumber : http://www.banjarmasinpost.co.id

  10. Kejahatan Lintas Negara

    Permasalahan penyalah gunaan internet narkoba ,pornografi dihadapi oleh negara – negaradi dunia, termasuk Indonesia. Akhir – akhir ini permasalahan tersebut semakin marak dan komplek terbukti dengan meningkatnya jumlah penyalahguna, pengedar yang tertangkap danpabrik narkoba yang di bangun di Indonesia..Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut. Namun, upaya – upaya tersebut belum bisa dikatakan berhasil.

    Salah satu masalah yang paling terkait terhadap generasi muda di Negara kita ini adalah narkoba. Saat ini menurut hasil penelitian jumlah penyalahguna narkoba adalah 1,5% dari penduduk Indonesia atau sekitas 3,3 juta orang. Dari 80 jutajumlah pemuda Indonesia, 3 % sudah mengalami ketergantungan narkoba, serta sekitar 15. 000 orang telah meninggal dunia (BNN,2006). Bahkan menurut Kalakhar BNN, Drs I Made Mangku Pastika, setiap hari, 40 orang meninggal dunia di negeri ini akibat over dosis narkoba. Angka ini bukanlah jumlah yang sebenarnya dari penyalahguna narkoba. Angkasebenarnya mungkin jauh lebih besar. Menurut Hawari (2002), fenomena penyalahgunaan narkobaitu seperti fenomena gunung es. Angka yang sebenarnya adalah sepuluh kalilipat dari jumlah penyalahguna yang ditemukan. kebanyakan korbannya berawal dari coba-coba ada pula karena kurangnya perhatian dari orangtua. Meningkatnya jumlah penyalahguna narkoba dari tahun ke tahun tentunya tidak bisa dianggap masalah yang ringan, tetapi perlu dianggap serius agar penanggulangannya juga bias dilakukan secara serius. narkoba bisa merusak kualitas sumber daya manusia hingga mengakibatkan kematian karena mengandung racun yang bisa merusak jaringann syaraf.
    pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya(2 narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada mahasiswa untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada mahasiswa tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada mahasiswa. Dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.

    Dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, meliputi pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalah gunaan narkoba
    Paramahasiswa juga bias aktif membuat penyuluhan yang baik dan benar. Penyuluhan yang dilakukan selama ini pada masyarakat terutama remaja kurang memperhatikan kondisi sasaran. Penyampaian materi cenderung monoton, kurang variatif. Hasil penelitian Suryani (2006), baru – baru ini tentang persepsi remaja terhadap pelaksanaan penyuluhan narkoba di Jatinongor menunjukkan 54,4 % responden menyatakan negatif terhadap metode dan pemberi materi pada penyuluhan yang pernah mereka ikuti. Mereka menyarankan agar metode yang digunakan disesuaikan dengan kondisi remaja. Untuk itu peran mahasiswa sangat penting karena mengerti keadaan remaja saat ini dan diharapkan mengeluarkan trobosan untuk membuat sebuah penyuluhan mendapat hasil yang maksimal untuk masyarakat terutama remaja yang sedang mencari jati diri mereka agar tidak tersesat.
    Kampanye tentang anti narkoba juga harus diserukan dengan keras dan benar oleh paramahasiswa. Sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat luas untuk memahami bahaya dan dampak buruk narkoba. Dengan melakukan kampanye kita berharap akan timbul empati antara aparat dan masyarakat secara bersama-sama dan bahu membahu memerangi narkoba dengan memulai dari orang-orang di sekitar mereka.
    Mahasiswa juga harus peka akan keadaan bangsa kita yang masih banyak orang yang hidup di pedesaan dan memiliki pengetahuan yang terbatas. Kita dituntut akan solidaritas kita untuk membantu memberikan pengetahuan dalam memerangi narkoba lewat penyuluhan. Program pencegahan dan rehabilitasi narkoba belum menjangkau daerah pedesaan. Banyak orang – orang di pedesaan yang tidak paham tentang narkoba sehingga mereka dengan mudah terjerumus. Sebagai contoh banyak diantara para korban yang ada di Panti rehabilitasi Pamardi Putra Lembang, Bandung berasal dari daerah pedesaan seperti Cililin, pedesaan garut dan kuningan, Jawa Barat. Di daerah pedesaan di Sumatra masyarakatnya banyak yang tidak mengerti tentang permasalahan narkoba dan mereka belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang narkoba. Banyak remaja yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
    Kita juga harus member perhatian untuk orang-orang yang sudah kecanduan narkoba. Ralah satu masalah yang membuat seseoarang menggunakan narkoba sebagai pelarian, karena kurangnya perhatian dari keluarga atau lingkungan sekuitarnya. Perhatian dan harapan harus kita berikan pada mereka yang membutuhkan untuk memulai memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Cerita-cerita pengalaman dari mantan pemakai narkoba juga sangat berpengaruh halam member pengarahan akan keburukan dan kerugian penggunaan narkoba.
    Usaha-usaha yang kita lakukan akan terbuang sia-sia jika dijalankan setengah-setengah. Kita tidak bias terlepas dari bantuan dari aparat-aparat penegak hukum dan masyarakat. Banyak masyarakat dan aparat-aparat hukum kita yang melakukan penyimpangan dalam bela Negara memerangi narkoba. Banyak masyarakat menjadi pengedar walau tau masalah apa yang datangi dan aparat kita memperlancar jalannya trensaksi jual beli narkoba contohnya di penjara. Semua beralasan bahwa terpepet kebutuhan ekonomi, sebab penjualan narkoba itu sendiri terbilang mahal sehingga sangat menguntungkanpengedar atau penjual. Kita sebagai mahasiswa yang kelak akan menjadimasyarakat biasa atau menjadi aparat penegak hukum nantinya harus memperbaiki keselahan yang sudah dilakukan demi kemajuan bangsa kita terutama para generasi penerus yang akan melanjutkan pengembangan Negri ini.

    Tyas Partogi Iglecias Siregar
    10/305361/PA/13496
    Elins

  11. Di bumi ini kita hidup saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Kita manusia terpisah oleh lautan, benua, negara, dan sebagainya. Meskipun kita semua saling terpisah namun kita pasti tetap berhubungan. Di negara kita Indonesia pun sangat beragam individu yang dimiliki yang dapat kita ketahui lewat macam budayanya. Namun sebagai warga dari sebuah negara tentu kita berhubungan pula dengan warga negara lain.
    Hubungan antara warga negara saat ini ada dengan melewati berbagai macam media seperti, hubungan politik, hubungan kerja sama ekonomi, melewati dunia maya, maupun hubungan-hubungan lainnya. Semua hubungan antar warga negara tersebut tentu memunculkan pengaruh-pengaruhnya tersendiri. Hal ini terjadi karena saat ini kita berada dalam era Globalisasi.
    “Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.” Interaksi-interaksi yang ada tersebut bisa membawa pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positif akan membawa dampak lebih majunya kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia sedangkan pengaruh negatif akan membawa hal-hal yang membuat kita mengalami kemunduran baik dalam kehidupan maupun moral kita.
    Saat ini sangat banyak kita temukan pengaruh-pengaruh dari negara lain seperti budaya dan cara hidup yang mulai masuk ke Indonesia. Ini disebabkan oleh adanya globalisasi kebudayaan yang berkembang begitu cepat. Hal ini juga didukung dengan perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat yang membuat globalisasi kebudayaan semakin berkembang. “Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan antara lain, berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional; Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya; Berkembangnya turisme dan pariwisata; Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain; Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain; Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.”
    Dalam realitanya saat ini banyak budaya negara lain yang masuk dalam negara kita dan sering membuat bangsa Indonesia menjadi salah arah terutama pemuda-pemuda Indonesia. Budaya-budaya buruk yang masuk begitu cepat ke Indonesia mempengaruhi pemuda-pemuda kita untuk mengikuti budaya tersebut. Kejahatan-kejahatan yang membawa pengaruh buruk bagi pemuda Indonesia pun semakin beragam. Hal yang dapat kita lihat dan sangat banyak adalah kejahatan dengan media internet. Internet adalah alat komunikasi instan yang membuat kita dapat berinteraksi dengan orang di belahan dunia manapun. Apabila penggunaan internet tersebut dilakukan secara benar maka internet dapat menjadi sarana media paling efektif dan efisien dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan pemuda-pemuda Indonesia. Akan tetapi apabila penggunaan internet digunakan dengan cara yang salah, maka akan membawa dampak negatif bagi pemuda.
    Dampak negatif yang berada di internet sangat banyak antara lain penyebaran pornografi dan perdagangan obat-obat terlarang. Pornografi sebagian besar dihasilkan dan didapatkan melalui internet karena penyebaran melalui internet sangat cepat. Selain itu mudahnya orang-orang terutama pemuda-pemuda mengakses situs-situs porno tersebut mengakibatkan mudahnya kita terpengaruh dengan hal-hal negatif. Masalah pornografi lewat internet tidak hanya menjadi masalah yang pokok. Akibat dari masalah tersebut sangat banyak yaitu semakin besarnya tingkat seks bebas di kalangan remaja. Terbukti dengan hasil sebuah surver suatu lembaga mengatakan bahwa sekitar 50 % remaja di wilayah Jabodetabek sudah tidak perawan atau sudah pernah melakukan hubungan intim. Sangatlah jelas bahwa kejadian ini berawal dari penyebaran pornografi yang begitu mudah. Hal ini pula ditambah dengan munculnya film-film di Indonesia yang menggunakan label bintang film porno sehingga ruang untuk penyebaran pornografi semakin terbuka lebar.
    Mungkin bila di negara lain seperti negara barat, seks bebas sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Di Indonesia kita memiliki adat, norma, nilai susila, dan moral yang sudah dijunjung tinggi sejak dulu yang membedakan kita dengan negara lain. Seks bebas merupakan kejahatan yang harus disingkirkan dari Indonesia. Namun sepertinya kita sudah termakan dengan budaya barat. Terbukti saat ini banyak sekali video-video porno hubungan intim antar pemuda-pemudi Indonesia sendiri. Tidak hanya pemuda-pemudi Indonesia, publik figur pun yang seharusnya menjadi panutan bagi muda-mudi kita ikut serta melakukan penyimpangan. Dengan begini terlihat jelas bagaimana pornografi sudah menyebar luas dan mempengaruhi pemuda-pemuda Indonesia.
    Perdagangan obat terlarang seperti narboka pula menjadi salah satu hal negatif yang muncul di Indonesia akibat Globalisasi yang membawa pengaruh buruk bagi pemuda-pemuda bangsa. Sekali lagi kecanggihan teknologi komunikasi lewat internet membuat begitu mudahnya pengaruh-pengaruh negatif masuk ke negara ini. Dulu perdagangan narkotika lebih sering melewati jalur perdagangan gelap yang diedarkan melewati bandar-bandar kemudian dijual ke konsumen salah satunya pelajar. Penyebaran narkotika lewat jalur perdagangan gelap sudah mulai terkurangi intensitasnya. Namun saat ini narkotika atau obat-obat terlarang begitu mudah didapatkan lewat jalur perdagangan dalam internet. Teknologi komunikasi yang bertujuan sangat baik menjadi satu momok yang ikut merusak moral dan mental anak bangsa. Seperti yang kita alami dengan pengalaman banyak pemuda, narkoba selalu menjadi penghancur masa depan kita. Maka dari itu bila perdagangan narkoba menjadi sangat mudah maka sedikit demi sedikit bangsa Indonesia dihancurkan perlahan karena tonggak negara kita salah satunya adalah pemuda yang dimiliki negeri ini.
    Peranan Mahasiswa
    Mahasiswa adalah pemuda-pemuda yang diharapkan akan membawa negara ini menuju perkembangan. Sebagian besar dampak-dampak dari Globalisasi negatif ini tertuju pada pemuda-pemuda tanah air. Kita sebagai mahasiswa memiliki peran besar dalam melawan pengaruh-pengaruh negatif bagi bangsa ini. Pengaruh negatif saat ini besar tersebar melalui internet. Kita dapat berperan meminilasirnya dengan mensosialisasikan cara penggunaan internet yang benar terhadap remaja-remaja yang baru tumbuh seperti siswa SMP maupun SMA. Kita juga harus mensosialisasikan masalah yang akan timbul daro pornografi karena pornografi sebagian besar tumbuh dalam internet. Sebagai mahasiswa yang nanti akan bekerja di bidang IT , peranan yang dapat dilakukan salah satunya adalah banyak membuat software-software yang membuat situs-situs pornografi tidak dapat masuk dalam Indonesia. Untuk masalah narkoba kita dapat turut serta melakukan gerakan anti narkoba dengan ikut serta dalam organisasi anti narkoba seperti NAPSA misalnya. Ikut mengurangi penyebaran narkoba dengan tidak mengkonsumsinya. Masih banyak lagi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mencegah dampak-dampak negatif akibat globalisasi negatif dari negara lain untuk itu diperlukan kerja sama dari seluruh pemuda-pemudi Indonesia untuk melawan pengaruh negatif tersebut.

    Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

    Nama : Mahendra Budi Nugraha
    No Mahasiswa : 10/300258/PA/13192
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

  12. Peran Mahasiswa dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Internet
    Sambungan internet kini menjadi kebutuhan baru bagi umat manusia. Dari data Internet World Stats, dalam satu dasawarsa terakhir jumlah pengguna internet (netter) di dunia meningkat drastis. Dari 0.4% pengguna dari seluruh penduduk dunia di tahun 1995, kini naik hampir 60 kali lipat pada 2008. Dan sejak tahun 2000, pertumbuhan netter dunia naik rata-rata 2% terhadap total populasi dunia. Pada tahun 2008 saja sudah ada 1,5 milyar netter dari seluruh dunia. Atau sekitar 25 % total penduduk dunia.
    Begitu pula di Indonesia. Hampir di setiap sudut kota-kota besar telah tersedia warung internet (warnet). Menggantikan peran warung telepon (wartel) sebagai sarana telekomunikasi masyarakat. Berbagai sarana umum juga telah mengadopsi sambungan internet gratis. Seperti sekolah dan perpustakaan kota. Harga yang ditawarkan oleh provider internet juga kian murah. Sehingga banyak keluarga telah memiliki sambungan internet di rumahnya.
    Internet sebagai salah satu produk kemajuan teknologi memang menawarkan banyak kemudahan bagi manusia untuk memperoleh informasi. Dengan internet seseorang cukup memanfaatkan mesin pencari (search engine) yang terdapat pada situs portal seperti yahoo, altavista, atau google. Dari situ orang dengan mudah mencari informasi yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci pada kotak pencarian. Internet juga memudahkan manusia untuk berkomunikasi. Surat elektronik (e-mail) telah menggantikan peran tukang pos dalam mengirimkan surat dengan menawarkan kemudahan dan kecepatan yang lebih baik. Munculnya jejaring sosial juga memudahkan manusia untuk bertemu orang lain tanpa bertatap muka secara langsung.
    Tetapi, seperti halnya alat buatan manusia yang lain, internet bisa disalahgunakan penggunaannya. Seperti peyebaran pornografi, penipuan online, pemalsuan hak cipta, dan lain sebagainya.
    Media penyebaran pornografi telah memasuki era baru. Tidak hanya dalam bentuk gambar dalam majalah atau film dalam cakram. Media pornografi telah berevolusi dalam bentuk digital. Dan dengan bantuan jaringan internet, file-file digital tersebut dapat tersebar ke seluruh dunia dengan sangat mudah, murah, dan cepat. Konsumennya pun bukan hanya orang dewasa. Anak-anak dan remaja dengan mudah dapat mengakses file-file yang berbau pornografi dari internet. Dalam T-Lifestyle edisi selasa, 4 november 2008, Indonesia ada di peringkat ke 6 untuk kategori pengakses situs situs berbau pornografi. Pengawasan dari orang tua yang rendah. Dan sistem internet kita yang dapat dengan mudahnya dimasuki situs-situs porno. Menyebabkan semakin membusuknya moral generasi muda Indonesia.
    Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online. Kejahatan ini dapat dilakukan dengan mudah dan dengan kerugian yang lebih besar. Untuk urusan hacking, hacker Indonesia adalah juara.
    Tentunya masih hangat dalam pikiran kita saat seorang hacker bernama Dani Hermansyah, pada tanggal 17 April 2004 melakukan deface (Deface disini berarti mengubah atau mengganti tampilan suatu website) dengan mengubah nama-nama partai yang ada dengan nama-nama buah dalam website http://www.kpu.go.id, yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemilu yang sedang berlangsung pada saat itu. Dikhawatirkan, selain nama–nama partai yang diubah bukan tidak mungkin angka-angka jumlah pemilih yang masuk di sana menjadi tidak aman dan dapat diubah, padahal dana yang dikeluarkan untuk sistem teknologi informasi yang digunakan oleh KPU sangat besar sekali.
    Tanpa disadari, penggunaan internet juga mempengaruhi dunia pendidikan. Media internet biasa digunakan oleh para pelajar untuk mencari data dalam mengerjakan tugas. Tapi banyak dari pelaku tugas sekolah / kuliah ini yang melakukan kegiatan yang semestinya dihindari yakni mengutip mentah-mentah materi dari internet untuk dikumpulkan ke meja pemberi tugas (dosen / guru). Dari sinilah muncul istilah “mahasiswa copy paste”, mahasiswa yang menyalin pekerjaan orang lain untuk digunakan demi kepentingan sendiri. Ini sangat memprihatinkan dan akan mengancam kualitas pendidikan, sebab kredibilitas pelajar/mahasiswa patut dipertanyakan. Akan terbentuk mental pelajar Indonesia yang korup dan pencuri.
    Jika tidak ada kontrol terhadap tindakan seperti ini, maka tidak akan ada hal yang lebih diperoleh dari bangku sekolah/kuliah. Sebab, kegiatan kuliah hanya sekedar menjadi formalitas demi mencapai gelar akademis.
    Lalu, apa peran mahasiswa?
    Mahasiswa adalah agents of change (agen perubahan). Mahasiswa adalah simbol generasi muda yang diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan bangsa. Harapan-harapan yang memukau telah dibebankan kepada mahasiswa semenjak hari pertama. Maka, hal pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan tidak ikut-ikutan terjebak dalam melakukan penyalahgunaan internet. Karena sumber terbesar penyalahgunaan internet datang dari anak muda.
    Setelah mahasiswa telah terbebas dari perilaku penyalahgunaan internet, akan terbentuk komunitas mahasiswa yang sadar teknologi dan bermoral baik. Komunitas ini diharapkan mampu menyebarkan kepada masyarakat luas tentang penggunaan internet yang baik dan benar. Mahasiswa dapat memanfaatkan ilmunya untuk mengeudaksi masyrakat. Bisa dengan membuat web edukasi, software pembelajaran yang menarik, game edukasi, sistem pengaman situs porno, dan lain sebagainya. Dengan demikian, besar kemungkinan anak-anak akan mudah tertarik dengan hal-hal tersebut daripada membuka situs porno. Orang tua juga dapat terbantu dalam mengawasi anak-anaknya berselancar di internet. Mahasiswa juga mampu berbagi ilmu dengan masyarakat melalui forum maya maupun nyata. Dengan mempopulerkan etika-etika mengutip informasi dari internet yang baik dan mengajarkan bagaimana membuat web-web edukasi. Penyalahgunaan internet dapat ditekan sedikit demi sedikit.
    Suara mahasiswa juga sering disebut sebagai suara rakyat. Sehingga suara mahasiswa paling mudah didengar oleh pemerintah. Menengok sejarah, demo yang dilakukan mahasiswa memang hampir selalu berhasil menyentil pemerintahan. Jadi jika sekarang mahasiswa melakukan demo tentang penyalahgunaan internet yang jelas-jelas sudah merusak moral bangsa, diharapkan pemerintah juga akan semakin tegas dalam mengawasi penggunaan internet di indonesia. Pemerintah memang bisa disebut berhasil dalam mengawasi penggunaan internet di Indonesia. Terutama setelah keluarnya UU ITE. Tetapi dalam prakteknya ternyata masih banyak terjadi penyalahgunaan, misal pornografi, cyber crime, dll. Disinilah peran mahasiswa untuk mendorong dan mendampingi pemerintah agar lebih serius menangani masalah tersebut dan dapat memperbaiki moral bangsa.
    Nama : Rizky Nandya luvian
    NIM : 10 /305270/ PA /13473
    Jurusan : Ilmu Komputer dan Elektronika
    Prodi : S1 ELINS A

    Referensi:
    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101204081808AAijkbG
    http://berita.kapanlagi.com/pernik/penyalahgunaan-internet-ancam-kualitas-pendidikan-2jfhfyd.html
    http://trijayafmplg.wordpress.com/2008/11/08/internet-dan-penyalahgunaan/
    http://nusantaranews.wordpress.com/2009/02/28/daftar-jumlah-pengguna-internet-dunia-1995-2008/

  13. DAMPAK GLOBALISASI
    Dewasa ini, seiring dengan berkembangnya zaman dan peradaban, banyak isu-isu yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah kehidupan manusia. Ada isu yang lahir dan tumbuh sebagai penyemangat kehidupan manusia. Namun, tak sedikit pula isu yang muncul menyebabkan penurunan moral kehidupan manusia.
    Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
    Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
    Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
    Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
    semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
    “Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.
    Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.
    Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
    Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
    Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
    - Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
    - Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
    - Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
    - Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
    - Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
    - Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
    - Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
    - Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
    - Kanker hati (Liver Cancer).
    - Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
    - Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
    - Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
    - Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
    Banyak sekali akibat dari hal” yang tidak berguna seperti itu , bahkan sangat dekat dengan kematian. Kenapa waktu hidup yang singkat ini kita gunakan dalam kegiatan positif. Padahal banyak sekai yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri bahkan untuk sekitar kita, bahkan mungkin tanpa kita sadari kita sudah membatu sekeliling kita dengan kegiatan positif. Contohnya saja sekarang banyak remaja yang menjadi hacker, namun mereka menggunakan keahlian mereka untuk kegiatan positif, bisa juga kita ikut keorganisasian dalam mnjalankan kebersihan
    Tapi tidak hanya sampai di situ saja,tidak hanya menyalahkan remaja-remaja yang berkelakuan tidak sewajarnya itu di tekankan dengan berbagai pendapat negative tentang mereka, tetapi peran Orang Tua juga sangatlah penting untuk mengondisikan bahwa anak-anak mereka terbebas dari dampak globalisasi ini.banyak sekali orang tua yang lalai dalam hal ini. Kebanyakan dari mereka hanya bisa mendikte anak-anak mereka tentang kejelakan mereka tanpa menyadari betapa kurangnya perhatian orang tua kepada anak-anak mereka. Kurangnya kasih sayang mnyebabkan anak-anak di rumah menjadi tidaknya nyaman untuk bertahan di rumah. Mereka mencari kegembiraan dan kasih sayng di luar rumah. Akhirnya tanpa mereka sadari dampak budaya negative menggerogoti anak-anak mereka. Jadi orang tua juga harus ikut turun dalam peran memperhatikan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatie.
    Perlunya para remaja untuk meningkatkan iman dan tagwa melalui pendalaman serta pengamalan ilmu agama agar terhindar dari perilaku seks yang belum saatnya. Memang benar, masa remaja adalah masa untuk menuntut ilmu yang setinggi tingginya sebagai bekal di masa depan. Tetapi ilmu agama tetap diperlukan sebagai penyeimbang, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh remaja memiliki moral yang kuat sehingga tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Sangat boleh jadi, remaja yang tanpa landasan iman dan taqwa yang kuat, bila mendapat ilmu pengetahuan tentang proses reproduksi manusia atau siklus kesuburan dari seorang wanita justru akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk berbuat yang macam-macam, misalnya saja mencari cara bagaimana agar seks bebas yang dilakukannya tidak menyebabkan kehamilan.
    Mempertahankan keperjakaan dan keperawanan hingga menikah, kata Mardiya, harus dikembalikan sebagai prinsip hidup yang dipegang teguh oleh para remaja, agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena berdasarkan pengalaman, keluarga yang di awal pernikahannya didahului dengan KTD, keharmonisan dan ketenteramannya sering terganggu, apalagi laki-laki yang menghamili bukan menjadi suaminya yang sekarang. Itu artinya, keluarga yang dibangun tidak akan pernah mencapai kesejahteraan da kebahagiaan yang diinginkan. Kunci untuk pencegahannya adalah hindari perilaku pacaran yang tidak sehat dan hindari pula tempat-tempat yang memberi peluang pada orang lain untuk melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain serta perbanyak olahraga untuk menyalurkan tenaga yang berlebih.
    Masih bnyak yg bis kita lakukan untuk memajukan negeri kita ini tanpa harus takut mengikuti arus zaman yang semakin tidak adanya akhlak yg terpuji. Bisa membuat suatu kelompok yang melakukan bakti sosia di sekitarnya hal itu sangat mempengaruhi sekali untuk sosial seseorang,bagaimana berbicara dengan orng dengan benar,tanpa harus mengeluarkan kata-kata kasar. Smua itu bisa saja d lakukan bila satu sama lain mengingatkan Dengan demikian, tujuan mahasiswa adalah untuk memahami fenomena-fenomena yang terdapat dalam suatu tatanan yang disebut masyarakat baik dari segi politik, ekonomi, sosial, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut maka interaksi yang inten sangatlah diperlukan guna menghindari hal-hal yang bersifat miskomunikasi.
    Dan mungkin juga mahasiswa melakukan suatu pergerakan revolusi suatu peradaban dan damai dan sejahtera, dengan adanya mahasiswa ini menjdikan suasana menjdi krtitis dengan segala sesuatunya tanpa harus melakukakan kegiatan yang kurang bermanfaat.
    Jadilah remaja yang berprestasi dan buatlah orang tuamu bangga.jika ada salah semata-mata karna saya hanya manusia biasa dan jika ada kebenaran semua itu datangnya dari ALLAH S.W.T

    Referensi :
    1. Dampak dari Pergaulan Bebas. http://www.wordpress.com
    2. Forum Hacker Cisadane: Nama ‘Seram’ dengan Kegiatan Positif ,Wicak Hidayat – detikinet
    3. Blog at WordPress.com.pergaulan bebas
    4. Malida Hartanti Septiani Blog’s. Peranan dan fungsi mahasiswa dalam era reformasi
    5. Drs. Mardiya . Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo . ISI MASA REMAJA DENGAN KEGIATAN POSITIF
    6. Mengembalikan JatiDiri Mahasiswa. ZULKIPLY HARUN
    7. Blog pada WordPress.com. Peranan Mahasiswa Dalam Kehidupan Masyarakat

    Nama: Muhammad Iqbal
    Prodi : elektronika dan Instrument
    NIM : 10 / 297579 / PA / 13020

  14. Norma Moral:
    Benteng Utama Melawan Dampak Negatif Globalisasi

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati dirinya dalam peradaban manusia dewasa ini. Sudah tentu tidak dapat diingkari dan dipandang sebelah mata, peran perkembangan teknologi informasi telah memberikan share yang signifikan terhadap nilai tambah ekonomi. Efisiensi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi, serta performa fisik telah dapat ditingkatkan dengan sangat drastis, sekaligus berarti telah mampu mengefisienkan penggunaan tempat dalam artian kapasitas ruang.
    Kelompok masyarakat yang maniak terhadap perkembangan teknologi informasi, memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam memprovokasi, dan memberikan pengaruh kepada lingkungan. Dengan bumbu kecanggihan dan kepraktisan yang ditawarkan, serta pemahaman manfaat ekonomis yang diberikan melalui kemudahan dan daya guna yang ditimbulkan oleh kemajuan tersebut, telah mampu menyeret lingkungan untuk menjadi pengikutnya, sehingga menjadi anggota yang secara tidak langsung justru menjadi lebih fanatik terhadap ketergantungannya pada kemajuan teknologi tersebut.
    Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara. Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan modern dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.
    Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
    Moral adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Norma moral berlaku secara universal. Sebagai contoh mencuri, berbohong, membunuh adalah sebuah perbuatan yang melanggar norma moral dimana pun. Sementara itu, ada sebuah norma yang tidak belaku secara universal yaitu norma sopan santun. Norma ini tidak berlaku secara universal karena di daerah yang satu dengan daerah yang lain memiliki norma sopan santun yang berbeda. Sebagai contoh, seorang wanita yang merokok di tempat umum. Di negara-negara barat perbuatan ini merupakan sesuatu hal yang biasa dan tidak melanggar nilai sopan santun tetapi perbuatan ini akan menjadi masalah ketika terjadi di sebagian negara timur, seperti Indonesia. Karena perbuatan seperti ini tidak sesuai dengan budaya timur yang menganggap wanita merokok di tempat umum adalah sesuatu yang tidak lazim.
    Keberhasilan suatu negara ditentukan oleh generasi penerusnya. Generasi penerus bagi suatu negara diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. mahasiswa diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnya adalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
    Peran sentral perjuangannya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini.
    Namun demikian, mahasiswa sebagai kelompok usia muda tidak luput dari ancaman pengaruh negatif dari perkembangan teknologi informasi. Karena dampak negatif dapat melanda di kalangan usia tua, muda, remaja, maupun anak-anak. Memiliki pelilaku yang sesuai tatanan moral adalah salah satu hal yang diperlukan dalam menghadapi situasi seperti ini. Seorang mahasiswa dituntut untuk menjadi panutan dalam bertingkah laku dan bermasyarakat. Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, mahasiswa diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba. Dalam memerangi kasus pornografi tentu bukanlah hal yang mudah mengingat semakin majunya teknologi informasi, seperti internet, yang memudahkan siapa pun untuk mengakses hal-hal yang berbau porno. Kalaupun situs porno dapat dihapus seperti yang digembar-gemborkan beberapa waktu lalu, toh nyatanya sampai sekarang tetap bisa diakses.
    Untuk itu kita sebagai mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa, sudah semestinya memberikan contoh yang baik kepada pihak lain. Master key dari keberhasilan menangkal dampak negatif dari perkembagan teknologi informasi, berawal dari diri kita sendiri. Ketika seseorang memiliki landasan norma moral yang kuat, maka dampak negatif dari globalisasi akan dapat diatasi. Sebaliknya himbauan, ajakan maupun contoh perbuatan baik tidak akan mempan pada seseorang yang tidak memiliki landasan norma moral yang kuat.
    Nama : Arumsari Diwangkaton
    NIM : 10/300053/PA/13123
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

    Referensi :
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://www.bnn.go.id/portalbaru/portal/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=1715&mn=6&smn=a
    http://www.idonbiu.com/2009/04/pengertian-dan-perbedaan-etika-moral.html
    http://www.scribd.com/doc/13753331/perkembangan-teknologi
    http://wennyocto.wordpress.com/2009/12/31/perkembangan-teknologi-bagi-kehidupan-manusia/

  15. Kejahatan Lintas Negara Melalui Penyalahgunaan Internet dengan Akses Pornografi yang Merusak Moral dan Mental Generasi Muda Indonesia

    Kejahatan lintas negara merupakan suatu ancaman baru bagi bangsa Indonesia. Hal itu didasari karena saat ini kejahatan lintas negara tidak lagi mengancam suatu wilayah atau keamanan negara lagi, tetapi sudah mulai menyerang moral dan mental bangsa Indonesia. Perkembangan teknologi informasi yang berkembang semakin pesat menjadikan akses untuk mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda yang kini sebagian besar sudah harus dituntut untuk menguasai teknologi modern yang ada khususnya media internet sebagai suatu sarana pertukaran informasi yang sangat cepat termasuk lintas negara. Masyarakat mengakses informasi dari internet yang sumbernya berasal dari berbagai negara di seluruh dunia dan terdapat berbagai konten selain tulisan juga terdapat multimedia seperti gambar, lagu, maupun video. Hal-hal tersebut ternyata dijadikan perantara oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan terutama lintas negara karena jika melakukan kejahatan dalam negara sendiri pastinya akan mudah untuk dilacak dan ditangkap.
    Internet menyuguhkan konten-konten multimedia berupa gambar, foto, video, dan games. Tanpa sengaja saat masyarakat mengaksesnya, ternyata terdapat suatu bentuk perilaku yang seharusnya tidak pantas dan tidak boleh dilakukan maupun ditiru oleh bangsa Indonesia yaitu berupa gambar atau video porno. Pornografi merupakan hal yang marak terjadi di internet. Walaupun pada awalnya kita hanya menggunakan internet sebagai media mencari informasi yang akurat tetapi nantinya tanpa sengaja kita akan menjumpai sebuah gambar tidak senonoh yang terpampang secara sengaja maupun tidak sengaja pada situs yang benar-benar asing bagi kita sebagai pengaksesnya. Kejahatan pornografi tersebut dilakukan oleh pelakunya pada awalnya adalah untuk menyerang situs yang mereka tumpangi dengan isian tersebut. Walaupun begitu, memang namanya manusia pasti akan tertarik untuk melihat konten pornografi tersebut. Tetapi ancaman sebenarnya dari pornografi adalah pengaruhnya bagi generasi muda maupun anak-anak. Ditakutkan setelah melihat tayangan pornografi tersebut, mereka menjadi lepas, bebas dan mencontoh apa yang mereka tonton. Sebagian besar tayangan pornografi mencerminkan perilaku seks bebas yang tidak patut dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa. Hal itu sangat bertentangan sekali dengan budaya Indonesia yang sangat menjaga perilaku manusia sehari-hari.
    Banyak kasus yang terjadi akibat pengaksesan pornografi tersebut. Beberapa daerah didapati banyak generasi muda yang hamil sebelum usia menikah dan hal tersebut sangat mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi korban. Korban beserta keluarganya menjadi sangat terbebani mentalnya sedangkan pelakunya malah mendapatkan kepuasan seksual tersendiri yang tidak bertanggung jawab dan tidak sepantasnya dilakukan. Pelaku melakukan tindakan tersebut pada awalnya kebanyakan karena menonton konten pornografi dari internet, itu didapati dalam kasus-kasus yang dilakukan oleh generasi muda terutama yang belum menikah. Bahkan kini yang menjadikan lebih prihatin lagi atas masalah pornografi adalah temuan hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati yang menyebutkan sejak 2008 hingga 2010, sebanyak 67% dari 2.818 siswa sekolah dasar (SD) kelas 4, 5, dan 6 di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses informasi pornografi. Sekitar 24% mengaku melihat pornografi melalui media komik. Selain itu, sekitar 22% melihat pornografi dari situs internet, 17% dari games, 12% melalui film di televisi, dan 6% lewat telepon genggam. Tentunya konten-konten yang mereka dapatkan tersebut juga didapatkan dari media luar entah dari berbagai perantara lain ataupun memang disebarkan oleh teman-teman mereka. Belakangan ini juga didapati bahwa anak SD pun sudah mengajukan persoalan yang sangat berbau seksual layaknya orang dewasa. Apa jadinya moral bangsa kita nanti jika masih usia dibawah umur saja sudah seperti itu. Penulis sendiri juga sering menemui kelakuan yang sama dari teman-teman yang lain terutama dalam mengakses situs pornografi tetapi penulis sudah sangat membatasi diri untuk tidak terpengaruh dan menjadi korban dari hal tersebut.
    Selain itu, kita juga harus menilik apa yang terjadi diluar negeri. Di negara Jepang misalnya, industri pornografi di negara tersebut ternyata berkembang pesat bahkan dilegalkan. Industri pornografi di Jepang banyak terdapat seperti pada film animasi, manga atau komik, adegan panas yang banyak dimasukkan dalam film maupun serial televisi, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut terjadi karena perilaku dan moral masyarakat Jepang yang sudah terbiasa dengan hal tersebut dan kemudian bangsa negara lain mengetahuinya lalu mengambil konten-konten tersebut dan disebarkan atau ditampilkan melalui media internet karena media tersebut adalah cara yang paling mudah. Hal ini juga berdampak pada generasi muda Indonesia yang saat ini sangat digandrungi oleh budaya oleh negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea, Cina, dan Taiwan. Para remaja senang menonton artis-artis dari negara tersebut, membaca manga yang merupakan ciri khas Jepang, serta menonton film animasi yang berkembang pesat di negara tersebut. Konten-konten tersebut kini bisa didapatkan bebas di internet walaupun hal tersebut juga termasuk ilegal. Dari tayangan-tayangan tersebut, terdapat berbagai bentuk pornografi yang disajikan dan akan sangat mempengaruhi pikiran dan mental khususnya para remaja yang mengaksesnya. Hal-hal tersebut tidak hanya terjadi dari negara-negara Asia tersebut, bahkan banyak sekali juga didapatkan dari negara-negara barat yang memang budayanya sangat bebas dan tidak mencerminkan perilaku yang baik bagi bangsa Indonesia. Bahkan di Amerika maupun beberapa negara di Afrika pun, para remaja juga diketahui banyak sekali yang melakukan tindakan seks bebas.
    Untuk mengatasi dan mencegah hal-hal tersebut tentunya peran para mahasiswa Indonesia sangat diperlukan sekali. Sebagai generasi muda, para mahasiswa pastinya sudah mengetahui hal-hal pornografi seperti yang telah diutarakan sebelumnya. Walaupun pemerintah dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi telah melakukan tindakan penyaringan terhadap konten-konten pornografi, tentunya hal tersebut tidak cukup hanya dilakukan oleh pihak pemerintah. Mahasiswa dituntut juga untuk mengawasi berbagai macam informasi yang datang terutama jika kedapatan ada konten pornografinya. Mahasiswa dapat berperan aktif maupun pasif sebagai pengontrol dan penyaring media informasi yang berasal dari negara lain. Hal tersebut juga harus diawali dengan kesadaran para mahasiswa secara pribadi akan pentingnya menjaga perilaku yang mencerminkan budaya Indonesia yang agamis dan berperikemanusiaan. Generasi muda juga harus ditingkatkan lagi rasa nasionalisme dan patriotismenya untuk menjaga bangsa Indonesia ini dari tindakan kejahatan lintas negara terutama masalah pornografi tersebut. Mental yang baik perlu dibangun sejak kecil dan mahasiswa harus menjaga dan membatasi diri mereka masing-masing agar tidak terjerumus menjadi korban kejahatan lintas negara tersebut. Diharapkan dengan peran serta mahasiswa ini dapat menjadikan bangsa Indonesia bisa mempertahankan dan mengembangkan lagi budayanya yang tidak terpengaruh oleh budaya luar yang negatif.

    Penulis:
    Yoga Perdana Putra
    NIM. 10/305411/PA/13508
    Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Fakultas MIPA
    Program Studi S1 Elektronika dan Instrumentasi

  16. Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.
    Generasi muda merupakan bagian penting dari sebuah bangsa karena generasi muda ini yang nantinya akan mewarisi bangsa dan mengemudikan bangsa sesuai arah dan tujuannya. Generasi muda ini bisa dissebut sebagai cermin masa depan dari sebuah negara, generasi muda yang memiliki moral serta mental yang bagus akan membawa bangsa itu untuk terus berkembang dalam kemajuan sedangkan generasi muda yang tidak bermoral hanya akan membuat bangsa tersebut jatuh dan semakin terbelakang. Bangsa Indonesia yang sudah merdeka selama 63 tahun yang lalu, masih belum bisa merdeka secara hakiki. Indonesia masih dilanda krisis, yaitu krisis multidimensi. Mulai dari krisis moral dan krisis akhlak.
    Krisis moral yang melanda bangsa Indonesia dipengaruhi oleh era globalisasi sehingga generasi muda dengan mudah dapat terpengaruh dengan berbagai hal negatif seperti pergaulan bebas, mengonsumsi narkoba, pornografi dan penyalahgunaan internet. Untuk itu dibutuhkan usaha dari berbagai pihak agar permasalahan ini dapat diatasi, salah satu pihak yang mempunyai peranan penting adalah mahasiswa, karena mahasiswa merupakan generasi muda terpelajar sehingga harus menjadi contoh baik dan mampu mengarahkan generasi muda yang lain.
    Dari semua permasalahan bangsa yang ada dan sedang kita hadapi sekarang ini, mahasiswa mempunyai peranan penting. Mahasiswa dapat berperan sebagai agent of change, iron stock, moral force, serta guardian value. Dalam peranannya sebagai agent of change. Mahasiswa berkewajiban merubah keadaan yang menyedihkan ini menjadi keadaan yang lebih baik dan bermoral sehingga generasi muda dapat membawa perubahan menuju kemajuan bangsa, dalam peranannya sebagai iron stock atau calon penerus bangsa yang akan menuruskan tongkat estafet perjuangan bangsa ini maka mahasiswa berkewajiban untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin sesuai dengan core competence yang ia miliki. Dalam peranannya sebagai moral force, dalam hal ini bila telah terjadi sebuah penyelewengan yang merugikan sekitar maka mahasiswa harus melawan penyelewengan tersebut dengan kekuatan moral. Perlawanan dapat dilakukan dengan yang kita miliki. Mahasiswa berperan sebagai guardian value, mahasiswa adalah penjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah ada agar tidak termakan habis oleh penyelewengan-penyelewengan nilai. Membuat nilai ini tetap terjaga sehingga keadilan tetap berdiri tegak.
    Salah satu pengaruh negatif yang sangat berbahaya yang terjadi yaitu penyalahgunaan narkoba. Banyak hal yang menyebabkan generasi muda menjadi seorang pecandu narkoba, tetapi sebagian besar mereka hanya menjadi korban. Ciri utama yang dapat dilihat dari seorang pemakai narkoba yaitu menjadi pelupa, pikiran kacau, acuh tak acuh dan selalu merasa tertekan, selalu merasa gelisah, gugup dan curiga terhadap siapa saja, merasa selalu ada yang mengejar dan mudah tersinggung, bersikap apathis, pendiam, dan menyendiri, timbul sifat mementingkan diri sendiri, melakukan pencurian terhadap keluarga bahkan melakukan tindak kriminal, menjadi cepat marah dan mau melakukan penganiayaan terhadap orang lain, malu diri dan hanya ingin mendapat Narkoba walau dengan melakukan kejahatan, serta badan menjadi kurus, lemah dan tidak ada harapan untuk maju dan menunggu maut merenggut nyawanya.
    Mahasiswa harus menjadi panutan dan generasi penerus untuk memberikan pengabdiannya kepada masyarakat, Bangsa, dan Negara. Oleh karena itu mahasiswa dapat berperan dengan cara menghindari diri dari Penyalahgunaan Narkoba, memperhatikan kegiatan teman mahasiswanya agar tidak terlibat Penyalahgunaan Narkoba, memberi nasehat dan penyuluhan kepada rekan mahasiswanya untuk menjauhi Penyalahgunaan Narkoba, memberitahukan kepada Dosen atau Rektorat serta orang tua mahasiswa tentang keterlibatan temannya Penyalahgunaan Narkoba, turut serta di lingkungan tempat tinggalnya sebagai warga negara yang baik memberikan penyuluhan dan penerangan tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, melaporkan kepada Kepolisian setempat bilamana mengetahui, melihat, dan mendengar tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, serta dapat bergabung sebagai kader dan sebagai Generasi Penerus menyelamatkan Bangsa dari masalah Nasional agar Indonesia bebas dari bahaya narkoba,
    Nama : Joko Pramono
    NIM : 07/253424/PA/11656
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

  17. Perkembangan IPTEK yang begitu pesat, khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi  telah mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global. Manusia senantiasa berada dalam mobilitas yang tinggi, bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dalam frekuensi tinggi, tampak dunia makin sempit.

    Perkembangan teknologi informasi telah pula menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dengan memberikan kemudahan pertukaran dan lalu lintas arus informasi lebih cepat dan transparan. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didorong oleh teknologi informasi salah satu contohnya seperti Internet. Setiap orang di belahan dunia manapun dapat saling berinteraksi melalui internet tanpa harus bertatap muka.

    Teknologi informasi saat ini telah menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia, tapi juga sekaligus menjadi sarana efektif untuk melakukan perbuatan melawan hukum bahkan lintas negara, misalnya pornografi, penyalahgunaan internet, pengedaran narkoba, terorisme, dan sebagainya. Alhasil, dengan maraknya kejahatan lintas negara seperti ini akan mengakibatkan pemerosotan moral dan mental generasi muda.

    Saat itulah seluruh peran aktif dari masyarakat termasuk mahasiswa dan pemerintah sangat diperlukan demi penanggulangan dampak kejahatan-kejahatan lintas negara yang merusak moral atau mental generasi muda. Hal ini bertujuan untuk membawa negara Republik Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik.

    Mahasiswa merupakan golongan masyarakat yang mendapatkan pendidikan tertinggi dan memiliki perspektif luas untuk bergerak diseluruh aspek kehidupan dan merupakan generasi yang bersinggungan langsung dengan kehidupan akademis dan kehidupan bernegara. Sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dari peran mahasiswa. Mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak peradaban. Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun semangat dan idealisme yang terbenam di dada para mahasiswa tidaklah pernah berubah.

    Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat sehingga mahasiswa merupakan faktor pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam menerapkan perilaku terpuji. Sebagai mahasiswa, seharusnya mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan berperan aktif dalam masyarakat. Peran aktif dalam masyarakat sangat diperlukan sehingga bisa mengetahui kondisi dan situasi serta memonitor lingkungan sekitar.

    Apabila kita menilik ke dalam untuk mengetahui apa hakekat dari mahasiswa, maka kita akan mengetahui bahwa mahasiswa mempunyai banyak sekali sisi. Disatu sisi mahasiswa merupakan peserta didik, dimana mahasiswa diproyeksikan menjadi birokrat, teknokrat, pengusaha, dan berbagai profesi lainnya. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Ketiga kecerdasan tersebut akan menjadi pondasi yang kokoh dalam menjalankan hak dan kewajiban untuk memajukan dan membawa negara Indonesia menuju cita-cita dan tujuan nasional. Hal tersebut disebabkan karena kecerdasan intelektual tidak dapat mencegah orang untuk menjadi serakah, egois, dan bersikap negatif lainnya. Dengan berbekal hal-hal tersebut, mahasiswa akan dapat menjadi agen pembaharu yang handal, yang menggantikan peran-peran pendahulunya di masa yang akan datang dan akan dapat melakukan perbaikan terhadap kondisi yang ada kearah yang lebih baik. Dengan suksesnya metode pendidikan terhadap mahasiswa yang meliputi 3 kecerdasatn tersebut setidaknya akan memiminimalkan tingkat tindak kejahatan lintas negara di waktu mendatang.

    Di sisi lain, mahasiswa juga dituntut berperan untuk melakukan kontrol sosial terhadap penyimpangan yang terjadi terhadap sistem, norma, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dalam hal menghadapi maraknya kejahatan lintas negara, mahasiswa harus bisa mengatur dan meyakinkan masyarakat untuk ikut andil dalam menghadapi permasalahan ini. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan peran edukatif untuk mencegah dan menghadapi maraknya kejahatan lintas negara yaitu mengadakan bimbingan dan penyuluhan terhadap masyarakat. Bimbingan dan penyuluhan tesebut dapat berupa penyuluhan kepada orangtua dalam pengawasan terhadap anak terkait kasus pornografi, pendidikan seks bagi remaja, bahaya narkoba, cybercrime, terorisme, dsb. Mahasiswa juga harus berupaya mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, juga mendorong masyarakat agar berani melaporkan kepada pihak berwenang mengenai segala sesuatu yang mencurigakan dan mengarah kepada tindak kejahatan.

    Mahasiswa juga dapat berperan dalam mempengaruhi kebijakan publik dari pemerintah. Maraknya kejahatan lintas negara ini salah satunya karena hukum belum diterapkan secara tegas oleh aparat-aparat hukum yang terkait. Hukuman tindak pidanapun dinilai kurang memberatkan dan tidak menimbulkan efek jera. Oknum-oknum yang menyimpang dan bahkan membantu pelaku kejahatan melakukan kejahatan lintas negara juga jumlahnya tidak sedikit.

    Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mempengaruhi keputusan dan kebijakan pemerintah adalah dengan melakukan penyebaran informasi/tanggapan atas kebijakan pemerintah dengan membangun opini public, jumpa pers, diskusi terbuka dengan pihak-pihak yang berkompeten, dan dialog dengan pemerintah maupun pihak legislatif. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan tuntutan dengan melakukan demonstrasi dan pengerahan massa dalam jumlah besar. Kelebihannya, mahasiswa mempunyai jaringan yang luas baik antar mahasiswa maupun dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat sehingga apabila dikoordinasikan dengan baik akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk menekan pemerintah.

    Berkenaan dengan kecerdasan akademis yang diperoleh mahasiswa, hal itu bisa digunakan sebagai media untuk melawan dan meminimalkan tingkat kejahatan. Seperti halnya yang telah disebutkan pada undang-undang no. 32 tahun 2002 pasal 2 ayat 2 tentang pertahanan negara yang menjelaskan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dapat diselenggarakan melalui salah satunya dengan pengabdian sesuai dengan profesi. Mahasiswa berprofesi sebagai pelajar namun dengan banyak keahlian yang berbeda-beda masing-masing individu. Beberapa contoh upaya melawan maraknya kejahatan lintas negara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang tekhnologi adalah sebagai berikut: mengurangi akses internet yang berbau pornografi bisa dengan pengadaan perangkat lunak penjaringan situs pornografi baik di pc ataupun handset, pembuatan remote televisi khusus untuk anak yang memiliki fungsi membatasi channel-channel yang bisa ditonton oleh anak,dsb.

    Sebagai mahasiswa kita patut optimis untuk memberantas dan memerangi segala tindak kejahatan apapun, baik itu yang berada di sekeliling kita bahkan sampai lintas negara. Yang kita butuhkan hanyalah tekad dan upaya yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

    Syafrizal Akhzan
    S1 ELINS
    10/300280/PA/13196

  18. Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia.
    Seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia ini, telah menimbulkan beberapa dampak yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan terhadap perilaku serta kehidupan manusia. Memang pada mulanya, teknologi dibuat dan diciptakan oleh manusoa untuk membantu serta meringankan pekerjaan yang sekiranya sulit dilakukan oleh manusia. Sementara itu, berkaitan dengan kebutuhan manusia yang semakin hari semakin bertambah dan menjadi kian kompleks, maka begitu pula teknologi yang diciptakan oleh manusia. Akan tetapi dengan bergulirnya waktu teknologi yang ada juga berdampak buruk terhadap kehidupan manusia. Sesuatu yang tidak dapat dihindari bahwa teknologi berkembang dengan pesat sehingga penggunaannya banyak digunakan tidak semestinya, Teknologi IT yang paling sering digunakan para anak muda sekarang adalah akses internet yang mudah ditemui, padahal pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang anti pornoaksi dan pornografi tapi masih saja mereka kerap mengakses konten yang berbau negatif. Yang jelas dapat merusak moral sang anak. Teknologi canggih yang semestinya diciptakan untuk menambah wawasan malah berakibat pada moral yang jelek.
    Pergaulan merupakan interaksi antara beberapa orang baik berupa kekeluargaan, organisasi, ataupun masyarakat. Melalui pergaulan kita akan berkembang karena jadi tahu tentang tata cara bergaul. Sehingga menjadikan individu yang bersosial karena pada dasarnya manusia memang makhluk sosial. Namun pergaulan di era modernisasi ini telah banyak disalah artikan terutama dikalangan anak muda. Sekarang kata-kata pergaulan bebas sudah tidak asing lagi didengar oleh siapapun dan jelas termasuk dalam kategori pergaulan yang negatif.
    Pergaulan yang negatif adalah salah satu dari sekian banyak penyebab kehancuran sang anak. Saat ini dapat kita lihat banyaknya sistem pergaulan kawula muda yang mengadopsi gaya ala barat (westernisasi) dimana etika pergaulan ketimuran telah pupus, mungkin anda pernah atau bahkan sering mendengar kata-kata MBA (married by accident). MBA tampaknya sudah menjadi tren dikalangan remaja dimana melakukan hubungan seks sebelum menikah banyak dilakukan pada saat pacaran. Anak-anak muda sudah menganggap tradisi ini hal yang biasa dilakukan pada saat pacaran bahkan ada yang tidak segan-segan untuk merekam adegan mesum tersebut untuk disebarkan dan ditonton dikhalayak ramai. Apakah ini bukan kehancuran bagi sang anak?. Jawabannya tentu saja iya.
    Satu lagi permasalahan yang sering terjangkit pada kaum muda bangsa yaitu narkoba, sudah jelas barang haram ini dikategorikan sebagai barang berbahaya dan terlarang yang bisa merusak generasi muda. Narkoba menjadi jurang kehancuran bagi seorang anak. Ironisnya memakai barang haram ini juga sudah menjadi tren remaja sekarang dengan anggapan bila mengkonsumsi barang ini akan menjadi senang atau yang dikenal dengan bahasa gaulnya (fly). Padahal sudah jelas menurut kesehatan mengkonsumsi barang-barang sejenis narkoba sangat merusak kesehatan terutama pada sistem syaraf apalagi dengan mengkonsumsi barang ini akan membuat ketagihan dan ketergantungan, ini sungguh menakutkan.
    Memang, dunia yang semakin maju akan berdampak pula terhadap perilaku generasi muda. Dan dalam pembahasan kali ini, topik yang diangkat adalah mengenai kejahatan-kejahatan yang merusak moral generasi muda bangsa serta peranaan mahasiswa dalam menghadapi/melawan isu-isu tersebut.
    Di era modern ini, mahasiswa menjadi elemen penting dalam perjalanan membangun bangsa. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan kalangan terpandang dan disertai dengan latar belakang pendidikan yang cukup mumpuni. Selain itu, mahasiswa juga dipersiapkan untuk turun ke lingkungan kehidupan yang nyata. Dan salah satu peranan mahasiswa adalah memperhatikan perkembangan di sekitarnya. Dan dalam hal ini adalah perkembangan yang berkaitan dengan teknologi dan dunia muda.

    Lalu, bagaimanakah peranan mahasiswa dalam menghadapi permasalahan seperti yang telah tertulis diatas?
    Pada dasarnya kejahatan-kejahatan yang dapat merusak moral ini dapat diminimalisasi dengan berbagai cara. Sebagai mahasiswa, langkah yang paling mudah adalah melakukan ajakan terhadap teman-teman terdekat mereka agar menjauhi tindakan-tindakan yang akan memicu kepada degradasi moral kaum muda. Langkah ini merupakan hal yang paling mudah dan tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak, hanya kemauan untuk mengajak serta sedikit kegigihan dan kesabaran. Langkah ini juga dapat dilakukan melalui beberapa metode. Bisa dengan cara mengajak kepada kesibukan –kesibukan yang positif, mungkin dengan diajak berolahraga, bermain sejenak untuk menghilangkan kepenatan, berorganisasi dan juga diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada agamanya.
    Akan tetapi, masih ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk menyelamatkan generasi muda bangsa. Mereka bisa menyelenggarakan seminar-seminar berkaitan dengan menjaga, membangun serta mempertahankan moralitas bangsa yang luhur.
    Sementara itu, tindakan preventif juga sangat dibutuhkan. Perlu diperhatikan bahwa masa muda merupakn masa yang labil, sehingga diperlukan penanaman dalam jiwa setiap generasi muda untuk terus maju, berkarya dan berperilaku positif untuk masa depan mereka. Dal ini yang seharusnya ditekankan dalam dada mereka. Langkah awal ini saja belum cukup. Harus dibarengi dengan pemupukan semangat, motivasi, introspeksi dan retrospeksi diri. Harus ada orang yang mengawasi atau paling tidak selalu memberikan perhatian terhadap apa yang dilakukan sang pemuda. Hal ini bukan hanya tugas orang tua, akan tetapi juga merupakan tugas lingkungan sekitar dan teman dekatnya.
    Seorang mahasiswa harus memperhatiokan apa yang ada pada dirinya, apa yang dilakukannya, apa yang akan terjadi jika dia melakukan suatu hal, bagaimana dia mengatur pola hidupnya, perilakunya serta apa dampak terhadap lingkungan dan bangsa. Seorang mahasiswa seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu sudah sepantasnya sebagai kaum intelektual muda, mereka harus memberikan contoh yang baik. Akan lebih mudah mempengaruhi suatu kaum/masyarakat dengan contoh daripada hanya dengan ucapan-ucapan yang terkadang malah dilanggar sendiri oleh “sang penyuara”. Bukan tidak mungkin bangsa ini menjasdi bangsa yang maju dalam teknologi serta peradaban dan kesejahteraan social jika dimulai dari memberikan contoh yang baik oleh mahasiswa (yang notabene sebagai kaum terpandang dan sebagai panutan) terhadap masyarakat terutama para pemudanya.
    Maka dari itu untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tetap menjaga budi pekerti luhur diperlukan aksi nyata dari berbagai pihak yang terkait. Salah satunya adalah mahasiswa, sebagai agen perubahan dan mempengaruhi perubahan social (menuju ke arah positif) mahasiswa harus aktif menjaga serta membangun moral bangsa agar tidak terdegradasi dan akhirnya luntur karena perkembangan jaman.

    Referensi:
    http://aday717.student.umm.ac.id/
    http://hmi.or.id/berita/44/mahasiswa-dan-perubahan-sosial

    MIFTAHUDIN KURNIAWAN HAQIQI
    10/300411/PA/13246
    S1 ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI
    UNIVERSITAS GADJAH MADA

  19. Pada era globalisasi saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi sudah sangat maju. Kita dapat berkomunikasi dengan seseorang walaupun terpisah oleh jarak yang sangat jauh, selain itu kita juga dapat berpergian ke suatu daerah yang jauh dengan cepat. Bahkan, kita dapat mengetahui suatu peristiwa di negara atau wilayah lain yang sangat jauh pada saat itu juga. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat yang bagi kehidupan manusia sekarang. Namun terlepas dari itu semua, perkembangan teknologi dan komunikasi juga banyak memberikan dampak yang negatif yang merugikan. Sebagai contohnya adalah pengedaran narkoba lintas negara, terorisme, penyelundupan senjata, korupsi, perdagangan manusia, pornografi, dan penyalahgunaan internet. Semua contoh diatas dapat diartikan sebagai kejahatan lintas negara.
    Kejahatan lintas negara atau yang sering kita sebut transnational crimes dapat diartikan sebagai suatu tindakan individu atau kelompok yang bersifat merusak atau merugikan pihak lain secara fisik maupun mental dalam skala internasional dan berakibat pada rusaknya sebuah sistem pada komponen negara tersebut. Berbagai dampak buruk yang terjadi tersebut secara langsung maupun tidak langsung juga merusak moral dan mental generasi muda Indonesia. Hal ini tentu akan berakibat fatal bagi negera kita yang hingga saat ini masih terus berusaha membangun peradaban yang lebih maju dan modern. Karena sesungguhnya generasi muda indonesia adalah generasi yang mampu mengubah indonesia menjadi lebih baik pada masa mendatang.
    Mahasiswa merupakan sekumpulan kaum intelektual yang terdidik dan terlatih yang diharapkan dapat membawa perubahan pada Indonesia. Sehingga mahasiswa diharapkan mampu berperan dalam menghadapi dan melawan maraknya kejahatan lintas negara yang berusaha merusak moral dan mental generasi muda indonesia. Pada dasarnya kejahatan lintas negara merupakan pengaruh berbagai kebudayaan dan kebiasaan dari luar akibat globalisasi. Namun pengaruh tersebut seharusnya tidak serta merta langsung berdampak pada rusaknya moral dan mental generasi muda. Seharusnya sebagai bangsa yang beradab para generasi muda Indonesia sudah mempunyai jiwa serta mental yang kuat dan dapat membedakan apa yang baik dan buruk bagi kehidupannya sehingga pengaruh dari luar tak akan berdampak signifikan bagi generasi muda. Namun faktanya, kejahatan lintas negara tetap terjadi dan berpotensi untuk merusak moral dan mental generasi muda Indonesia. Analoginya, setiap ada yang memberi pasti ada yang menerima. Ketika berbagai kebudayaan buruk dari luar memberi pengaruh yang berakibat pada kejahatan lintas negara, kita sebagai generasi muda seolah menerimanya dengan mudah dan dengan tangan terbuka seakan akan mendapat hadiah
    dari kebudayaan tersebut dan menganggapnya sebagai budaya yang patut dicontoh, namun sebenarnya pengaruh itu memberi dampak yang buruk bagi moral dan mental generasi muda bangsa Indonesia.
    Mahasiswa sebagai generasi muda indonesia wajib berperan aktif dalam usaha melawan dan menghadapi maraknya kejahatan lintas negara. Berbagai diantara peran yang dapat dilakukan adalah :
    a. Pembenahan, penataan, dan pelurusan moral dan mental diri melalui pendidikan formal maupun nonformal. Pada hakekatnya, pendidikan tentang nilai dan norma yang membentuk moral dan mental merupakan landasan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih dalam skala internasional. Karena untuk menjaga diri serta orang lain dari berbagai pengaruh buruk adalah dengan adanya pemahaman tentang baik buruknya sesuatu. Dengan kuatnya nilai dan norma yang tertanam dalam diri generasi muda semakin sulit juga kejahatan lintas negara itu terjadi.
    b. Penyampaian opini, suara-suara, gagasan, kritik dan saran pada jejaring soal, blog, maupun tulisan tulisan ilmiah tentang bahaya kejahatan lintas negara yang mulai marak di indonesia serta dampaknya bagi moral dan mental generasi muda. Diharapkan melalui penyampaian opini tersebut di dunia maya maka akan terbangun solusi pemecahannya.
    c. Peningkatan semangat dalam menuntut ilmu tentang geostrategi, hukum, komunikasi dan teknologi. Sehingga diharapkan generasi muda, terutama mahasiswa mampu memberikan kontribusi kedepannya dalam masalah keamanan kejahatan lintas negara. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa beberapa lembaga keamanan kita kekurangan ahli dalam bidang teknologi dan informasi sehingga kesulitan dalam mencari pelaku maupun mengusut tindak kejahatan lintas negara. Langkah kongkretnya misal kita membuat suatu program untuk memblok ataupun mencegah akses segala hal yang berkaitan dengan pornografi lengkap dengan segala macam enkripsi dan logika dalam pembuatannya. Sehingga mampu mendeteksi adanya unsur pornografi dalam suatu situs secara detil dan teliti. Contoh lainnya adalah adanya suatu program dalam pengawasan suatu perdagangan lintas nergara yang melalui dunia maya. Hal ini perlu dilakukan mengingat perdagangan lintas negara yang semakin bebas di dalam dunia maya dapat menjadi titik rawan adanya perdagangan narkoba, manusia, maupun penyelundupan serta transaksi ilegal lainnya.
    d. Berpartisipasi aktif dalam kerjasama himpunan mahasiswa antar fakultas maupun universitas, terlebih dalam skala internasional. Kerjasama antar himpunan mahasiswa tersebut diantaranya dapat berupa pengadaan sebuah event maupun perlombaan, yang dalam tingkat selanjutnya dapat mencapai tingkat internasional. Diharapkan dengan adanya kerjasama antar mahasiswa seluruh universitas di indonesia maupun di dunia dapat menekan laju kejahatan lintas negara yang saat ini terus berkembang dan berusaha melawan dan membantu pemerintah dalam penanganan kejahatan tersebut. Misalnya sekelompok hacker yang tergabung dari berbagai negara berusaha membobol sistem keamanan suatu negara atau istilah lainnya cybercrime, kita sebagai mahasiswa gabungan yang paham tentang masalah sistem keamanan di dunia maya dapat memberi perlawanan dengan mencegah para hacker melakukan cybercrime maupun memperkuat sistem keamanan negara tersebut. Semakin banyak dan luas kita membangun komunitas bermoral semakin sempit pula para pelaku kejahatan itu beraksi di lintas negara.
    Kesimpulannya adalah mahasiswa mampu berperan aktif dalam perbaikan moral masyarakat indonesia terutama generasi muda dan pada akhirnya akan tercipta lingkungan yang benar-benar beradab dan bermoral. Suatu kejahatan lintas negara dapat dihadapi ataupun dipersempit penyebarannya dengan menguasai berbagai bidang dalam ilmu pengetahuan terutama kominukasi dan informasi serta dengan membangun suatu komunitas bermoral dalam skala internasional sehingga terciptalah suatu keamanan lintas negara, keamanan internasional.

    Daftar referensi :
    http://dumadia.wordpress.com/2009/02/03/perlunya-kerjasama-internasional-dalam-menangani-kejahatan-di-dunia-maya/
    http://www.diskusiskripsi.com/2010/11/kerjasama-asean-mengenai-ancaman-drugs.html
    http://nasional.vivanews.com/news/read/22430-_kejahatan_lintas_negara_akan_jadi_trend_

    Oleh:
    Mochammad Aditya Harnanto Putra
    10/305265/PA/13472/Z
    S1 ELINS FMIPA UGM

  20. Pada era global seperti saat ini setiap negara dan bangsa menuju sebuah era baru yang disebut dengan “globalisasi”. Globalisasi berarti suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi batas-batas yang mengikat secara nyata (budianto:2007). Globalisasi tersebut membuat batas-batas antarnegara menjadi semakin kabur sehingga meningkatkan mobilitas dan dinamika masyarakat termasuk timbulnya gagasan baru di seluruh bidang kehidupan. Globalisasi juga merujuk pada perpindahan nilai, terutama cara berpikir dan gaya bertindakdari suatu wilayah negara ke suatu wilayah dunia lain. Gagasan baru yang muncul akibat globalisasi salah satunya adalah gagasan dalam bidang informasi seperti berita, televisi, bahan siaran serta internet. Demikian juga gagasan dalam bidang ekonomi, teknologi, wawasan, perilaku dan aspek-aspek ebudayaan lain.
    Globalisasi seolah menjelma menjadi dwimuka dimana salah satu sisinya memberikan berbagai manfaat seiring berkembangnya teknologi informasi disisi lain perkembangan itu juga memberikan dampak yang menakutkan bagi masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia. Dampak positif dari globalisasi sudah pasti sangat kita rasakan dalam hal komunikasi. Jarak dan waktu seolah menjadi ukuran yang relatif ketika teknologi mampu menyuguhkan hal yang serba cepat. Namun, hal yang benar-benar sangat dikhawatirkan oleh banyak kalangan dewasa ini adalah justru mengenai penyalahgunaan teknologi itu sendiri.
    Penyalahgunaan teknologi telah melahirkan hal yang tidak diharapkan, karena dalam prosesnya tidak ada seleksi materi, sehingga dalam proses tersebut terbawa pula kebudayaan dan  nilai-nilai asing yang tidak cocok bahkan mungkin bertentangan dengan kebudayaan nasional. Tidak jarang nilai-nilai yang tidak diharapkan tersebut melahirkan benturan kebudayaan sehingga mempengaruhi situasi sosial politik suatu masyarakat negara. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak lepas dari fenomena tersebut. Salah satu fenomena globalisasi yang sangat terasa adalah fenomena pornografi yang  telah merambah masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu. Tua, muda, belia bahkan anak pun menjadi korbannya.
    Pornografi menjadi masalah bagi bangsa Indonesia karena beberapa hal yang sangat mendasar. Pertama, pornografi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara, utamanya sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Semua agama dan manusia yang mereferensikan kehidupannya pada nilai-nilai Ke-Tunanan pasti akan menentang pornografi, karena nilai-nilai Pancasila dan Agama meletakkan aspek moral etika pada tataran yang paling tinggi sementara pornografi menafikkan aspek moral dan kesusilaan. Kedua, pornografi merupakan wilayah hitam suatu masyarakat khususnya bagi anak-anak karena anak dalam posisi organ tubuh yang masih dalam masa pertumbuhan dipaksa secara hormonal dan mental untuk menginternalisasi materi pornografi sehingga kehadirannya menjadi racun yang mengganggu otak anak-anak. Sifat adiktif pornografi menjadikan para konsumen sulit melepaskan diri dari hal tersebut, akibatnya akan mengurangi waktu dan perhatian hal-hal yang produktif. Ketiga, pornografi menjadi pemicu tindak kriminal seperti perkosaan, pelecehan seksual, perselingkuhan, hamil di luar nikah, dan sebagainya. Keempat, pornografi merupakan pemborosan karena banyak uang terbuang untuk sia-sia apakah melalui media cetak, tulisan, gambar,  transfer gambar lewat telpon, download lewat internet, dan sebagainya (Hadi Supeno:2008).
    Fenomena negative lain yang mucul akibat derasnya arus globalisasi adalah penggunaan narkoba. Badan Narkotika Nasional menyebutkan anak korban penyalahgunaan narkoba, 70 % dari 4 juta pengguna narkoba adalah anak berusia 4-20 tahun atau sekitar 4 % dari seluruh pelajar yang ada. Sedangkan kasus AIDS/HIV, hingga Desember 2005 terdapat 4.243 kasus HIV, dan 5.320 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut 438 kasus terjadi pada anak usia 0-19 tahun.
    Hal ini tentu sangat menakutkan serta menjadi ancaman bagi masa depan kehidupan bernegara Indonesia. Mahasiswa, terutama mahasiswa program studi Elektronika dan Instrumentasi tentunya mempunyai peranan yang sangat penting dalam melawan dan memerangi pornografi serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda Indonesia. Ponografi tidak hanya menular serta menyebar melalui cd/dvd atau televisi bahkan saat ini pronografi sangat mudah diakses oleh semua kalangan hanya dalam beberapa klik saja. Akses internet yang mudah dan murah menjadi ladang yang subur bagi para perusak moral anak bangsa dalam menanamkan nili-nilai yang bertentangan dengan pancasila.
    Hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai agent of change (pembawa perubahan kearah yang lebih baik) , mahasiswa harus kembali menggalakkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber moral bangsa Indonesia. Mahasiswa harus bisa dengan kesadaran tinggi memberdayakan lingkungan sekitarnya baik di kampus, dirumah, di organisasi maupun kehidupan sosialnya untuk mebuka mata terhadap ideology kita yang tak lain adalah pancasila. Di dalamnya terkandung nilai-nilai moral yang harus dipertahankan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam menghadapi pengaruh buruk globalisasi yaitu pornografi. Aspek moral Pancasila mengajarkan, bahwa merupakan suatu kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia untuk berusaha memperbaiki kehidupan bersama berdasarkan kelima sila sebagai nilai susila dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing.
    Dibidang research and development kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari alternative cara untuk memblokir situs-situs dewasa ataupun situs-situs yang berkedok untuk semua usia tetapi mengandung nilai nilai pornografi didalamnya. Penelitian yang sungguh-sungguh dan secara terus menerus dalam bidang IT paling tidak sedikit memberi kontribusi bagi masa depan generasi muda Indonesia selanjutnya. Butuh juga dukungan dari pemeritah untuk meninjau ulang undang-undang tentang kebebasan pers. Kebebasan pers yang berlebihan seperti saat ini mempunyai andil besar dalam penyebaran pornografi serta perusakan moral generasi penerus bangsa. Menurut hadi supeno,”Berhenti berpolemik, stop debat soal definisi pornografi. Fakta obyektif kita butuh undang-undang itu agar generasi muda bisa diselamatkan”
    Sebagai mahasiwa program studi elektronika dan instrumentasi, kita (kami) berkewajiban serta mempunyai hak untuk melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya penyalahgunaan internet (baca:kemajuan teknologi informasi). Hal kecil yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa semester awal adalah sosialisasi secara terus menerus kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitar tentang penggunaan internet yang tepat guna serta perlunya pengawasan secara kontinu dari orang tua terhadap anaknya yang menggunakan internet.
    Tentunya semua itu tidak akan berarti apa-apa apabila kita sendiri sebagai mahasiswa tidak membentengi diri dari hal yang berbau pornografi. Sebagai contoh kecil saja iseng membaca komik online atau membuka situs-situs dewasa lalu ketagihan. Hal tersebut sama saja merubah diri kita menjadi oknum yang merusak generasi muda yaitu diri kita sendiri. Kehidupan yang selaras, serasi dan simbang sesuai dengan nilai-nilai pancasila akan sangat membentengi kita dari hal tersebut. Pastinya mahasiswa mempunyai hak yang sama untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, bukan Indonesia yang mempunyai mental porno.

    Referensi :
    http://www.kapanlagi.com/h/0000220794.html
    Budiyanto . 2007 . PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Untuk SMA Kelas XII.Jakarta . Erlangga
    http://hadisupeno.com/artikel-anak.html

    Ary Kusuma Ningsih
    10/305238/PA/13465
    Program Studi Elektronika dan Instrumentasi

  21. Peran Utama Mahasiswa Mencegah dan Melawan bahaya Narkoba

    Kita telah berada pada masa globalisasi dan perkembangan iptek yang sangat maju. Secara otomatis, kita harus bisa membiasakan diri kita dengan hal itu. Sekarang ini jarak bukanlah menjadi masalah yang besar. Siapa pun memiliki hak yang sama untuk mengenal, belajar, dan bergaul dengan siapa pun di dunia ini. Pengaruh dari pergaulan para generasi muda satu negara dan generasi muda dari negara lainnya telah mengakibatkan beberapa dampak yang negatif.
    Salah satu dampak tersebut adalah peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Indonesia telah berkembang menjadi isu serius. Hal ini dilatarbelakangi oleh keterkaitan isu tersebut dengan kualitas generasi muda sebagai pewaris bangsa di masa mendatang. Berbagai dimensi telah membuktikan bahwa narkoba merusak mental, intelektual, dan ketahanan tubuh pemakainya, yang notabene kebanyakan berasal dari kalangan pemuda.
    Secara historis, bangsa Indonesia tersentuh oleh dunia barang haram tersebut sekitar tahun 1997. Pada tahun itu tercatat Indonesia sebagai negara transit peredaran narkoba di zona segi tiga emas. Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1998, pertama kalinya Indonesia masuk dalam daftar negara tujuan. Penyabarang barang haram itu semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini. Dewasa ini pengguna Narkoba sudah mencapai ± 4,5 juta orang dan sejak tahun 2000 rata-rata tiap tahun meninggal dunia karena Narkoba sebanyak 15.000 orang.
    Keganasan narkoba tidak boleh dibiarkan terus menerus merajalela dan meracuni setiap individu baik dikalangan masyarakat terlebih pelajar dan mahasiswa yang menjadi tumpuan masa depan penerus generasi bangsa. Menyikapi hal tersebut tidak ada pilihan lain bagi seluruh komponen bangsa baik pemerintah maupun masyarakat dan mahasiswa untuk mengerahkan segala daya upaya untuk melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba.
    Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, memberikan peluang dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam membantu upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan narkoba dengan dasar hokum. Oleh karen itu, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat berhak melakukan itu juga. Mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba asalkan berdasar pada hukum yang berlaku.
    Optimalkan peran mahasiswa cegah narkoba. Mahasiswa dapat menjalankan tugasnya yang cukup penting di sini. Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba.
    Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada mahasiswa untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada mahasiswa tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada mahasiswa.
    Pembentukan kader anti narkoba di lingkungan pendidik universitas, dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba, menumbuhkan komitmen agar peduli terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, serta dapat memberikan pengetahuan dan informasi bagi para pendidik dan mahasiswa untuk mewaspadai penyalahgunaan narkoba.
    Peran Serta mahasiswa tak hanya dalam hal pencegahaan, tetapi mahasiswa juga dapat melaksanakan fungsinya untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa harus menjadi panutan dan generasi penerus untuk memberikan pengabdiannya kepada masyarakat, Bangsa, dan Negara. Panutan baik secara moral, tingkah-laku maupun cara menyesuaikan diri untuk menghadapi era globalisasi. Dengan derasnya pengaruh negatif narkoba dari negara lain, mahasiswa harus tetep menjadi panutan moral dan sikap yang baik, Sesuai dengan Tri Darma Pendidikan yang diemban oleh setiap mahasiswa, bertugas:
    1) Menghindari diri dari Penyalahgunaan narkoba dan menjauhi Perbuatan Tawuran dan anarkis.
    2) Memperhatikan kegiatan teman mahasiswanya agar tidak terlibat Penyalahgunaan narkoba, Perbuatan Tawuran dan Anarkis.
    3) Memberi nasehat dan penyuluhan kepada rekan mahasiswanya untuk menjauhi Penyalahgunaan narkoba, Perbuatan Tawuran dan Anarkis.
    4) Memberitahukan kepada Dosen atau Rektorat serta orang tua mahasiswa tentang keterlibatan temannya Penyalahgunaan narkoba atau Perbuatan Tawuran dan Anarkis.
    5) Turut serta di lingkungan tempat tinggalnya sebagai warga negara yang baik memberikan penyuluhan dan penerangan tentang bahaya Penyalahgunaan narkoba dan Perbuatan Tawuran dan Anarkis.
    6) Melaporkan kepada Kepolisian setempat bilamana mengetahui, melihat, dan mendengar tentang bahayaPenyalahgunaan narkoba, Perbuatan Tawuran dan Anarkis.
    7) Sebagai kader dan sebagai Generasi Penerus menyelamatkan Bangsa dari masalah Nasional.

    Mahasiswa harus pula memiliki sikap moral yang utuh dan baik. Seperti yang telah di jelaskan di atas, mahasiswa bisa melakukan fungsinya dalam pencegahan bahaya narkoba dan cara yang efektif untuk menanggulangi atau melawan bahaya narkoba. Seperti peran utama mahasiswa yaitu sebagai Moral Force dan Agen of Change yang mempunyai peran untuk bertindak lebih baik sebagai kaum intelektual yang berilmu sebagai pemberi contoh kepada orang lain. Selain itu juga sebagai agen perubahan untuk generasi yang akan datang dan sebagai calon pemimpin bangsa ini.

    http://www.gats_shmh
    • Gomblehlucu.co.id/ Wednesday, July 14, 2010
    http://www.BNN.gov.id
    • Rakyat Merdeka | 24 September 2004, 10:48 WIB
    • gepenta
    • BEM fmipa UGM

    Disusun oleh:
    Wiji purwatmo
    10/302424/PA/13428
    S-1 Elektronika dan Instrumentasi (Elins-B)

  22. Kejahatan Lintas Negara

    Kemajuan di berbagai aspek kehidupan manusia telah mempermudah proses interaksi antara individu satu dengan individu yang lain yang berada di lain tempat. Teknologi komunikasi seperti telepon genggam telah menjangkau seluruh pelosok negeri, kemudahan dalam sarana transportasi seperti tersedianya jalan layang yang menghubungkan antar daerah,antar provinsi bahkan antar teritorial yang berbeda juga telah tersedia demi kemudahan distribusi barang. Semua kegiatan yang menyangkut interaksi manusia dapat dengan mudah dilakukan walaupun satu pihak dengan pihak yang lainnya berjauhan. Di lain hal, tindak kejahatan yang dahulu hanya berskala daerah telah berkembang cakupannya menjadi berskala internasional. Bentuk kejahatan kejahatan yang dilakukan pun telah berubah cara walaupun modus kejahatannya sama. Kemajuan jaman memang telah menghilangkan batas batas teritorial antara negara satu dengan yang lain, tetapi janganlah jaringan kejahatan internasional menginjak injak kedaulatan NKRI yang berdiri sebagai suatu negara hukum. Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap tidak hanya bagi keamanan global tetapi juga stabilitas wilayah suatu negara.

    Pemerintah sebagai penyelenggara negara memegang kewajiban yang pertama untuk menjaga keamanan negara, dengan berkoordinasi dengan kepolisian indonesia dan polisi internasional (interpol). Dalam pelaksanaan koordinasi antar instansi kepolisian ini masih terjadi beberapa kelemahan seperti kurang clear-nya batas batas kewenangan, kesulitan melakukan investigasi pada suatu kasus lintas negara dan beberapa hal lainnya. Keamanan negara memang telah menjadi kewajiban pemerintah, tetapi kita sebagai warga negara juga mempunyai suatu kewajiban untuk menjaga keamanan negara republik Indonesia.Disadari atau tidak, keamanan suatu negara dapat mengganggu kedaulatan negara ini. Sebagai mahasiswa yang mempunyai andil dalam perkembangan bangsa, kita juga mempunyai kewajiban untuk ikut serta dalam memerangi kejahatan antar negara. Dengan memahami pengertian dan macam dari kejahatan antar negara, mahasiswa dapat menyadari bentuk bentuk kejahatan lintas negara yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk berperan mencegah dampak dampak negatif dari kejahatan lintas negara ini, baik dampak terhadap dirinya sendiri dan dampak terhadap lingkungannya.

    Mike Porter pengamat hukum South Bank University mengatakan, kejahatan lintas negara adalah suatu pelanggaran yang melintasi batas negara untuk melakukan kejahatan sehingga polisi perlu menyeberangi batas batas negara untuk menyelidiki kejahatan tersebut. Hal ini dipertegas oleh pengertian dari ………. yaitu………..kejahatan lintas negara yang umumnya berupa penyelundupan barang dan penyelundupan obat obatan terlarang telah bermetamorfosis ke bentuk kejahatan yang merambah internet. Seperti tercantum pada ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime. Dari sekian macam bentuk kejahatan lintas negara, perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, dan cybercrime adalah tiga jenis kejahatan yang secara langsung merusak moral generasi muda.
    Ketidaktahuan dan mental anak muda yang masih labil menyebabkan pengedar narkoba memilih anak muda sebagai target konsumennya. Selain menyebabkan candu, narkoba dapat mengakibatkan turunnya respon, sikap mental dan rusaknya syaraf secara permanen dan bahkan pada tingkat lebih lanjut dapat menyebabkan kematian. seperti pada salah satu negara, kematian pada umur angkatan kerja lebih tinggi dari umur pasca angkatan kerja. Inilah dampak nyata dari penyelundupan narkoba yang tidak dilihat sebagai masalah bangsa . Narkoba perlahan telah merusak generasi muda bangsa,hal inidipertegas oleh data statistik GRANAT(Gerakan Anti Narkotika) bahwa jumlah penyelundupan narkoba di Indonesia mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Cybercrime adalah bentuk kejahatan internasional yang terselubung tetapi dampaknya lebih merusak dari narkoba. Pornografi adalah penyebab internet menjadi sarana kejahatan internasional untuk merusak moral. Budaya budaya barat yang tidak sesuai dengan adat ketimuran, telah disebarluaskan melaui media internet. Pornografi disebarkan dalam bentuk foto dan video yang dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang melalui internet. Dampak dari pornografi juga dapat dlihat dengan meningkatnya seks bebas di kalangan muda. Dampak berikutnya adalah meningkatnya kehamilan pada umur remaja.
    Untuk memperoleh penyelesaian dari permasalahan yang menyerang pemuda, kita perlu tahu faktor faktor penyebab meningkatnya kasus tersebut. Faktor ekonomi masih menjadi persoalan yang pokok bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Peredaran narkoba terjadi karena adanya penghasilan yang besar bagi pengedarnya. Usaha pemerintah dengan membuat undang undang hukuman mati bagi pengedar narkoba ternyata tidak membuat pelaku industri terlarang tersebut takut. Faktor ekonomi juga yang mengakibatkan mental para pemuda tidak terdidik dengan baik. Keluarga yang merupakan sarana pendidikan moral yang pertama tidak berjalan dengan semestinya karena orang tua sibuk berkerja atau situasi “broken home” yang menyebabkan si anak kurang mendapat kasih sayang sehingga mereka lari ke narkoba atau pornografi. Pendidikan moral adalah satu hal yang sangat vital untuk mengatasi dampak dampak dari narkoba dan pornografi.
    Mahasiswa sebagai insan terdidik dapat melakukan langkah langkah pencegahan untuk mengatasi kejahatan lintas negara ini. Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah mengadakan pengenalan internet terhadap para orang tua. Dengan pengenalan internet dan dampak internet terhadap orang tua, orang tua dapat mengawasi anaknya dalam menggunakan internet. Cara lainnya adalah Mahasiswa membuat program yang menangkal situs situs yang berisi konten dewasa. Program penangkal situs porno ini adalah cara pencegahan agar anak kecil pengguna internet tidak bisa teracuni oleh pornografi. Cara langsung yang dapat dilakukan mahasiwa untuk mengatasi cross border crime adalah menghack situs porno tersebut. Mahasiswa dengan kecerdasannya dapat meng-hack situs yang terindikasi porno dan mengganti konten kontennya atau Mahasiswa dapat membuat tiruan situs tersebut dan memberi pertanyaan kunci yang mempersulit pengakses masuk ke situs itu. Para korban dari cybercrime dalam bentuk pornografi ini harus diberi pengarahan dan pendidikan agar tidak jatuh semakin dalam pada pornografi. Mahasiswa bisa mengadakan seminar atau pembinaan iman bagi para muda agar imannya yang runtuh dibangun kembali dan diperkuat sehingga mereka dapat hidup normalnya pemuda pemuda kebanyakan.
    Melalui pembangunan mental yang Pancasila dan pembangunan iman yang teguh, mental generasi Indonesia dapat bertumbuh dan menjadi pejuang pejuang masa kini yang dapat ikut mencegah masuknya penjahat lintas negara di berbagai sisi kehidupan bermasyarakat ini dan dapat memperjuangkan harkat dan martabat bangsa di kancah pergaulan internasional dengan prestasi prestasinya.

  23. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA

    LATAR BELAKANG

    Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
    Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.

    ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.

    Seiring perkembangan jaman, terdapat berbagai kejahatan transnasional lainnya yang perlu ditangani secara bersama dalam kerangka multilateral, seperti kejahatan pencurian dan penyelundupan obyek-obyek budaya, perdagangan organ tubuh manusia, environmental crime (illegal logging dan illegal fishing), cyber crime dan computer-related crime.

    Meskipun belum terdapat kesepakatan mengenai konsep dan definisi atas beberapa kejahatan tersebut, secara umum kejahatan ini merujuk secara luas kepada non-violent crime yang pada umumnya mengakibatkan kerugian finansial dan moral. Semakin beragam dan meluasnya tindak kejahatan lintas negara tersebut telah menarik perhatian dan mendorong negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk menanggulangi kejahatan tersebut di tingkat bilateral, regional dan multilateral.

    Indonesia berperan aktif dalam kerjasama internasional menanggulangi kejahatan lintas negara. Sebagai implementasi peran aktif tersebut, Indonesia telah menjadi Negara Pihak pada lima instrumen internasional yang terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yakni:
    1. UN Single Convention on Narcotics,
    2. UN Convention on Psychotropic Substances,
    3. UN Convention against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances,
    4. UN Convention on Transnational Organized Crime (UNTOC) serta dua Protokolnya mengenai Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia, dan
    5. UN Convention Against Corruption (UNCAC).
    Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen sebagai negara pihak pada lima instrumen internasional tersebut, Pemerintah telah memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yang mengadopsi atau sejalan dengan standar dan norma yang diatur dalam konvensi-konvensi tersebut. Pemerintah juga turut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara, antara lain:
    1. Commission on Narcotic Drugs (CND),
    2. Commission on Crime and Criminal Justice (CCPCJ), termasuk UN Crime Congress yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali,
    3. Conference of Parties dari UNTOC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNTOC, dan
    4. Conference of State Parties dari UNCAC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNCAC.

    Menanggapi semakin berkembangnya kejahatan lintas negara ini, Pemerintah akan terus meningkatkan peran dan partisipasinya dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara. Pemerintah juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan nasional dalam upaya penanggulangan kejahatan lintas negara.

    PERANAN MAHASISWA
    Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.
    Mahasiswa biasanya memerankan diri sebagai golongan yang kritis sekaligus konstruktif terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan politik, ekonomi, bahkan dalam menghadapi maraknya kejahatan internasional. Mahasiswa sangat tidak toleran dengan penyimpangan apapun bentuknya dan nurani mereka yang masih relatif bersih dengan sangat mudah tersentuh sesuatu yang seharusnya tidak terjadi namun ternyata itu terjadi atau dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu dalam masyarakat dan pemerintah.
    Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
    Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar . Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenanggan) maka berarti telah berada persimpangan jalan. Jika mahasiswa hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang peruban di negeri ini, jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertaiment) dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal – hal yang lebih ilmiah dan menyentuh kerakyat maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang “yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa.
    Peran mahasiswa sebagai penggerak roda kemajuan negara dalam menghadapi masalah kejahatan lintas negara tersebut adalah faktor yang sangat vital di negara ini. Sebagai generasi penerus bangsa para mahasiswa diharapkan bahkan seharusnya dapat memperbaiki sektor-sektor bangsa indonesia ini yang sedang dilanda kekacauan dalam berbagai bidang. Mulai dari perekonomian, moral, keagamaan, bahkan hingga peperangan antar suku.
    Mahasiswa harus memiliki pondasi iman yang kuat agar tidak terjerumus ke dalam hal yang dapat merugikan dirinya dan semua orang. Mahasiswa juga harus selalu diberikan pendidikan pembentuk moral bangsa agar dapat membawa dan menjaga nama baik bangsa ke kancah dunia. Jika mahasiswa di Indonesia berperilaku demikian maka seluruh warga akan merasakan dampak yang akan menggugah mereka dan membawa negeri ini menjauhi tindakan-tindakan negatif dari dalam maupun dari kancah internasional.
    Mengapa harus mahasiswa?
    Karena mahasiswa :
    1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
    2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.
    3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
    4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
    Oleh sebab itu agar kejahatan lintas negara dapat dihindari mahasiswa harus memberikan contoh dan harus melaksanakan tugas wajib mereka sebagai sumbu utama kemajuan bangsa. Bukan malah terjerumus ke dalam perangkap kejahatan internasional seperti penggunaan narkotika, sex bebas, dan tindakan negatif lainnya yang dapat menghancurkan pondasi pergerakan bangsa ini. Kita sebagai bangsa Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, dan santun harus bisa terhindar dari dampak kejahatan internasional tersebut.
    Referensi :
    http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7163
    http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id
    Arbi Sanit, 2008
    Nama : Abrian Maulana Arigusman
    NIM : 10/300774/PA/13359
    Prodi : S1- Elins A

  24. Peran Mahasiswa dalam Memberantas Narkoba

    Indonesia merupakan suatu bangsa yang penuh dengan keanekaragaman budaya serta etnis di dalamnya pada era reformasi ini sangat rentan terhadap adanya kejahatan yang merusak moral para generasi muda penerus perjuangan dan pembangunan bangsa. Hal ini sangat wajar terjadi, karena perkembangan teknologi dan infomasi pada jaman globalisasi sangat signifikan dengan perkembangan jiwa generasi muda yang sangat bersemangat untuk maju meraih cita-cita luhur untuk masa depannya, walaupun tidak sedikit juga para generasi tua sangat terbantu dengan adanya perkembangan teknologi dan
    informasi ini.
    Teknologi dan informasi hanya salah satu indikator terhadap majunya suatu proses kehidupan anak bangsa, karena masih terdapat berbagai macam indikator kemajuan dunia global untuk dapat ikut serta mempengaruhi kehidupan anak bangsa Indonesia, baik pada masa sekarang maupun masa
    yang akan datang.
    Kemajuan dunia globalisasi yang semakin menantang kehidupan para anak bangsa tentunya harus dibarengi oleh adanya penguatan moral dan agama sebagai upaya mengantisipasi jika kemajuan dunia globalisasi tersebut dapat menjerumuskan anak bangsa ke arah kehidupan yang negatif serta dapat merusak citra bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
    Moralitas anak bangsa Indonesia pada jaman sekarang ini menurut beberapa penelitian para pakar psikologi sudah sangat memperihatinkan, karena 75 % dari generasi muda Indonesia sudah terjebak dalam kehidupan bebas yang penuh dengan gemerlapnya penyebaran, penyelundupan dan pemakaian NARKOBA.
    Narkoba pada saat ini merupakan bahaya dalam menghancurkan moralitas anak bangsa, karena jaringan peredaran NARKOBA dan sejenisnya telah berurat akar di Indonesia, bagaikan suatu jaringan peredaran darah dalam tubuh manusia yang setiap saat dapat mengundang kematian anak bangsa.
    Proses peredaran NARKOBA yang sudah menggila di Indonesia, semakin membuat degradasi moral yang dapat berakibat kepada hancurnya genarasi penurus cita-cita bangsa, sehingga Bangsa Indonesia akan mengalami krisis sumberdaya manusia yang berkualitas dalam mengisi pembangunan di abad ke 21.
    Pencegahan NARKOBA tentunya tidak hanya dengan pemberdayaan masyarakat saja, akan tetapi harus diimbangi oleh penguatan moral dari segi agama, budaya dan peraturan perundang-undangan yang dapat membuat pengedar NARKOBA lenyap dari indonesia.
    Sampai saat ini tingkat penyalahan gunaan narkoba di Indonesia belum berkurang. Bahkan di Amerika Serikat yang dikatakan memiliki segala sarana dan prasarana, berupa teknologi canggih dan sumber daya manusia yang profesional, ternyata angka penyalahgunaan narkoba terus meningkat seiring berjalannya waktu.
    Di Indonesia sendiri saat ini angka penyalahgunaan Narkoba telah mencapai titik yang mengkawatirkan. Keinginan untuk memperoleh keuntungan yang besar dalam jangka waktu cepat dalam situasi ekonomi yang memburuk seperti sekarang ini, diprediksikan akan mendorong munculnya pabrik-pabrik gelap baru dan penyalahgunaan Narkoba lain akan semakin marak di masa mendatang. Kondisi ini tentunya menjadi keprihatinan dan perhatian semua pihak baik pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk mencari jalan penyelesaian yang paling baik guna mengatasi permasalahan Narkoba ini sehingga tidak sampai merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Menyadari bahwa penyalahgunaan Narkoba ini sama halnya dengan penyakit masyarakat lainnya seperti perjudian, pelacuran, pencurian dan pembunuhan yang sulit diberantas atau bahkan dikatakan tidak bisa dihapuskan sama sekali dari muka bumi, maka apa yang dapat kita lakukan secara realistik hanyalah bagaimana cara menekan dan mengendalikan sampai seminimal mungkin angka penyalahgunaan Narkoba serta bagaimana kita melakukan upaya untuk mengurangi dampak buruk yang di akibatkan oleh penyalahgunaan Narkoba ini.
    Sampai dengan saat ini upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan kurang terpadu dan cenderung bertindak sendiri-sendiri secara sektoral. Oleh sebab itu masalah penyalahgunaan Narkoba ini tidak tertangani secara maksimal, sehingga kasus penyalagunaan Narkoba makin hari bukannya makin menurun tapi cenderung semakin meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas. Di sisi lain, belum ada upaya pembinaan khusus terhadap pengguna sebagai korban, karena masih beranggapan bahwa para pengguna itu adalah penjahat dan tanpa mendalami lebih jauh mengapa mereka sampai mengkonsumsi atau menyalah-gunakan Narkoba. Sampai sekarangpun peran serta masyarakat dirasakan masih sangat kurang, mereka masih berpandangan bahwa pemberantasan penyalahgunaan Narkoba adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah. Dengan demikian mereka kurang peduli dan kurang berpartisipasi secara aktif dalam upaya penanggulangan narkoba.
    Melihat permasalahan yang kita hadapi, sebagai mahasiswa seharusnya berperan dalam menaggulangi hal tersebut. Kondisi yang diharapkan yaitu terjadinya upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia secara menyeluruh dan terpadu. Mahasiswa harus menjadi panutan dan generasi penerus untuk memberikan pengabdiannya kepada masyarakat, Bangsa, dan Negara sesuai dengan Tri Darma Pendidikan yang diemban oleh setiap Mahasiswa.
    Dengan melihat kondisi kita saat ini, maka terdapat kesempatan bagi mahsiswa untuk lebih berperan dalam menyuarakan kepedulian terhadap persoalan penyalah gunaan narkoba yaitu dengan cara bergabung dengan unit anti narkoba yang ada di kampus. Jika belum terdapat unit anti narkoba di kampus maka harus di dorong terbentuknya unit anti narkoba di kampus. Pengambil kebijakan di kampus harus memberikan porsi lebih bagi peran mahasiswa, dalam unit anti narkoba di kampus. Kampus yang telah memiliki unit anti narkoba tersebut di atas perlu dihubungkan satu dengan yang lainnya dengan suatu jejaring kerja, untuk saling bertukar infomasi, sharing tehadap kemdala – kendala yang ada, yang dihadapi masing – masing kampus.
    Cara di atas adalah bukan satu – satunya cara untuk dapat lebih mengaktualisasikan diri bagi mahsiswa dalam hal pemberantasan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Kampus, cara tersebut di atas adalah untuk mempersempit ruang gerak para Bandar yang bergentayangan di Kampus, melakukan transaksi yang biasanya di kantin/ cafetaria kampus atau di tempat parker.
    Cara lain yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam menangulangi narkoba adalah Menghindari diri dari Penyalahgunaan Narkoba; Memperhatikan kegiatan teman mahasiswanya agar tidak terlibat Penyalahgunaan Narkoba; Memberi nasehat dan penyuluhan kepada rekan mahasiswanya untuk menjauhi Penyalahgunaan Narkoba; Memberitahukan kepada Dosen atau Rektorat serta orang tua mahasiswa tentang keterlibatan temannya Penyalahgunaan Narkoba. Turut serta di lingkungan tempat tinggalnya sebagai warga negara yang baik memberikan penyuluhan dan penerangan tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba; Melaporkan kepada Kepolisian setempat bilamana mengetahui, melihat, dan mendengar tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.
    Permasalahan penyalahgunaan dan pererdaran gelap narkoba memang bukanlah masalah yang sederhana. Masalahnya sangat komplek dan bisa dikatakan rumit. Karena itu sebagai mahasiswa Indonesia harus memberantas Narkoba agar Indonesia terbebas dari narkoba.
    NAMA : ANGGI GRASIARDI
    NOMOR : 10/297481/PA/13000

  25. PERAN MAHASIWA

    Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.

    Di dalam esaay ini membahas bagaimnana pentingnya peranan mahasiswa dalam menghadapi dan melawan kejahatan lintas negara yang sudah merusak moral semacam pornografi, narkoba, penyalahgynaan internet dan sejenisnya yang marak belakangan ini. Dalam era globalisasi ini telah muncul berbagai fenomena baru yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat dunia baik dampak negatif maupun dampak positif yang telah dilahirkan oleh kemajuan jaman. Semakin berkembangnya teknologi yang ada membuat semuanya semakin mudah dan semakin praktisnya apapun yang akan kita lakukan.
    Ada dua dampak yang diperoleh dari kemajuan jaman ini ,ada yang positif dan ada yang negatif ,tetapi lebih banyak negatif yang kita peroleh ketimbang yang positifnya menurut saya tapi di kembalikan lagi kepada orangnya sendiri, bisa tidak dia mengambil sisi positifnya. Kita sebagai mahasiswa harus mampu menciptakan daya guna serta manfaat bagi orang lain .Sebagai mahasiswa ,kita juga memiliki peranan yang penting untuk melawan dampak-dampak negatif tersebut.
    Kita tau bahwa perkembangan jaman semakin lama semakin pesat dengan adanya pengaruh budaya luar ,sehingga norma-norma yang ada sudah tidak dperhatikan lagi .Hal tersebut memicu maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia.
    Sebagai mahasiswa kita memiliki peranan yag penting untuk mengatasi kejahatan tersebut, karena itu akan merusak bangsa kita ini bangsa Indonesia. Dan sebagai generasi muda kita harus menjadi perubah keadaan yang sudah ada ,membuat indonesia lebih baik lagiDamapak negatifnya salah satunya yaitu adalah pornografi ,banayak masalah di Indonesia yang berhubungan dengan pornografi.Contohnya tayagan d televisi yang terlalu vulgar yang kebanyakan meruapakn tayangan dari luar.Kita sebagai mahasiswa seharusnya tau mana yang pantas untuk kita tonton dan mana yang tidak pantas untuk kita tonton.Dan kita memberi tau kepada teman atau entah itu siapa agar menonton sesuai dengan intensitasnya masing-masing.
    Dampak lainnya yaitu narkoba ,narkoba merupakan barang terlarang ,perdagangan narkoba yang sudah merambah kalangan pelajar.narkoba sangat gampang sekali masuk dalam pergaulan remja jaman sekarang ,mulanya berawal dari sebatang rokok ,lalu berjanjut-lanjut hingga ke barang haram tersebut yaitu narkoba. Semakin mudahnya kita mendapatkan barang haram ini.Sebaiknya kita menjauhi barang tersebut. Dan jangan lah sekali-kali kita masuk dalam pegaulan yang menjerumuskan kita dalam lubang narkoba.
    Dampak yang paling besar menurut saya yaitu penyalahgunaan internet ,padahal banyak sekali hal-hal positif yang bisa kita ambil dari adanya internet.Kita bisa mengakses apa yang kita butuhkan dengan cepat.Banyak sekali contohnya seperti dengan adanya internet kita bisa mengambil banyak informasi di sana.Banayak sekali situs-situs edukasi yang dapat membantu kita sebagai mahasiswa maupun masyrakat juga dapat menikmatinya .Internet juga dapat menyalurkan hobi kita tanpa merugikan orang lain contohnya dengan adanya blog-blog.Dapat juga internet memberikan info-info terkini yang dapat kita akses dengan mudah .Juga tak kalah pentingnya internet merupakan sarana komunikasi yaitu seperti adanya facebook ,twiiter dan lain-lain.Akan tetapi sekarang internet mulai disalah gunakan seperti ada yang hanya untuk mencari situs-situs porno,Contohnya coba kita search digoogle ga.dis ,pastiyang keluar adalah situs-situs dan gambar-gambar porno yang muncul.Kita sebagai mahasiswa harusnya bisa memilih-milih mana situs yang pantas dbuka oldh kita. Lalu jangan lah kita yang malah membuat situs-situs porno tersebut.
    Datas adalah contoh-contoh kejahatan lintas negara .Dan kita sebagai mahasiswa harus melawan dan menghadapi kejahatan lintas negara tersebut .Kitalah yang menjadi peranan penting untuk melawan ini semua Kita dapat berperan langsung dalam masyrakat maupun dari kita sendiri untuk memerangi kejahataan lintas negara seperti narkoba ,pornografi ,dan penyalahguaan internet.Kita juga harus saling memperingati. Dan janganlah lupa untuk memperkuat iman karena iman itu merupakan hal yang sangat penting.Pastilah kita dapat menghadapi dan melawan kejahatan lintas negara yang dapat merusak moral dan mental generasi muda Indonesia.Kita pasti bisa asla kita bersatu.Mari kita buat Indonesia yang bersih.

    REFERENSI
    http://www.indogamers.com/archive/index.php?t-102406.html
    http://esaipolitiknurani.blogspot.com/2008_05_01_archive.html
    http://www.anakui.com/2010/02/23/peran-mahasiswa-indonesia-paling-ideal-creator-of-change-iron-stock-social-control-moral-force/
    http://ichang86.multiply.com/journal/item/2
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://diode-inisiatif09.blogspot.com/2009/10/essay-dioda_6016.html
    http://kammipolban.wordpress.com/2007/05/03/4-peran-mahasiswa

    AGUS PRAMONO
    10/297562/PA/13018

  26. Mahasiswa, sebagai salah satu elemen penting dalam masyarakat Indonesia, memang sangat berpengaruh atas segala tindakan dan peran nya untuk warga dan Negara Indonesia. Karena mahasiswa sebagai salah satu kaum cendikia dan sebagai generasi yang akan meneruskan jalannya Negara ini. Namun, dalam jaman sekarang yang dimana telah mencapai jaman globalisasi, peran penting mahasiswa semakin tergerus. Hal ini disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri yang telah terpengaruh dengan perkembangan jaman yang semakin tidak jelas kemana tujuan dan arahnya. Semakin lama, mahasiswa semakin termakan arus globalisasi yang sangat berbahaya dan semakin menjerat banyak korban. Dampak negatif yang dibawa, jauh lebih besar berpengaruh dari pada dampak positifnya. Karena hal yang negatif lebih mudah untuk masuk ke dalam kehidupan mahasiswa dan lebih disukai oleh mahasiswa, daripada pengaruh yang positif. Seperti halnya, narkoba dan pornografi. Akibat globalisasi, kita semakin mudah untuk mendapat narkoba maupun mengakses pornografi. Salah satu contohnya dengan media internet. Dengan semakin mudahnya setiap orang mengakses internet, semakin mudah pula orang untuk memesan narkoba dengan media internet secara terselubung. Terlebih dengan pornografi, hany dengan beberapa alamat yang telah di hafal, orang-orang sudah dapat mengakses pornografi. Bahkan anak kecil dibawah umur pun sekarang sudah berani mengakses pornografi dari media internet. Akibatnya, setelah mudahnya pornografi terakses, seks bebas lah sebagai pelarian dari pornografi. Hal ini sangat menghawatirkan dan sangat memprihatinkan. Jika terus-menerus dibiarkan, mental dan moral generasi muda akan tergerus dan semakin busuk.
    Jika hal ini semakin di teruskan dan tidak segera di tanggulangi, maka generasi muda Indonesia, terutama mahasiswa akan semakin terpuruk dan semakin terancam perannya dalam membangun bangsa ini. Padahal tanpa di sadari, peran mahsiswa sangat penting dalam Negara ini.

    Maka dari itu, sebagai mahasiswa kita sepentasnya mencegah terjadinya kerusakan mental dan moral bangsa. Karena jika tidak kita sendiri yang akan rugi. Banyak hal yang dapat dilakukan mahasiswa dalam mencegah kerusakan moral dan mental bangsa.
    Hal yang pertama dapat kita laksanakan adalah dengan mempertebal diri dengan agama dan ajarannya. Dalam sisi pribadi, kita dapat mempelajari ilmu agama. Karena dengan kita mempelajari ilmu agama, maka kita akan diajarkan hal-hal positif dan larangan-larangan yang hendaknya dapat kita patuhi. Kita bisa memiliki benteng atau perisai akan hal-hal negative, sehingga kita dapat mencegah hal-hal negative masuk dalam diri kita. Sedangkan di sisi lain, kita dapat melakukan hal-hal positife yang dapat membangun akrakter pemuda yang beraklak mulia. Sedangkan dalam sisi umum, kita dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif, contohnya mengadakan kegiatan pengajian. Sehingga kita dapat mengajak orang banyak untuk memahami agama secara bersama dan, membentengi diri kita dari hal yang negative. Selain itu, kita dapat melaksanakan pergaulan yang sehat, aman, nyaman dan bermanfaat dalam naungan agama.

    Hal kedua, yang dapat kita laksanakan adalah dengan melestarikan kebudayaan bangsa yang telah lama tertinggal akibat arus globalisasi. Seperti mengadakan pagelaran wayang, atau mengadakan pentas seni daerah. Mengapa kita harus melestyarikan kembali kebudayaan bangsa? Karena dengan melestarikan kembali nilai kebudayaan bangsa kita dapat menghambil dampak positifnya, yaitu nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dahulu ter cermin kuat dalam jati diri bangsa, dapat tumbuh dan berkembang kembali dalam jiwa raga pemuda Indonesia. Karena sikap pemuda jaman sekarang telah jauh dari jati diri bangsa Indonesia yang asli, yang memiliki kepribadian yang luhur dan berbudi pekerti.

    Dalam sisi social, kita dapat melaksanakan kegiatan social. Seperti bakti social maupun pertunjukan teater dan pameran. Kegiatan-kegiatan yang positif akan dapat mengalihkan perhatian pemuda dari hal negative. Hal ini tentunya sangat bermanfaat dan efisien, karena dapat menyedot perhatian banyak orang. Karena mereka diberikan ruang untuk berkreasi dan mengembangkan pikiran dan bakat mereka. Sehingga mereka akan teralihkan dari dunia negative menjadi dunia positif yang terarah dan terawasi. Bahkan mereka dapat mengembangkan diri menjadi manusia yang berkepribadian kreatif dan berkarya, sehingga dapat meningkatkan kualitas bangsa.

    Dalam dunia maya, kita dapat menciptakan blog maupun forum yang positif, dimana para pemuda dapat saling bertukar pikiran, informasi dan hobi. Disamping itu, juga dapat memberikan hiburan dan pelepas penat. Di dalamnya terdapat hal yang dapat memberikan arahan kepada para pemuda sehingga dapat berjalan sesuai arah yang benar. Sehingga mereka teralihkan dari menikmati pornografi.

    Dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa dalam perannya membentengi bangsa dari kerusakan moral dan mental bangsa. Pada intinya, peran utama mahasiswa dalam membentengi bangsa dari kerusakan moral dan mental bangsa adalah dapat berperan aktif untuk mencegah kerusakan ini semakin bertambah parah, dari mulai diri sendiri dan dapat mempengaruhi orang lain. Disamping itu, mahasiswa dapat menciptakan kegiatan-kegiatan yang positif yang dapat menyedot banyak orang, dan dapat sebagai pengalihan perhatian dari hal-hal negative. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemuda untuk berkreasi dan mengembangkan diri dengan arahan arahan yang positif.

    Untuk melaksanakan ini semua, diperlukan wadah yang disebut organisasi. Yang dimana organisasi ini diharap mampu menghimpun mahasiswa untuk bersama-sama membangun bangsa, lewat mengadakan kegiatan yang positif. Selain itu, peran organisasi juga dapat memberikan pelatihan dan pengalaman dalam bersosial. Kita juga dapat mendapat kemampuan-kemampuan khusus yang tidak dapat kita peroleh selain dari organisasi tentunya.

    REFRENSI :

    1. http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/

    2. http://www.wirantaprawira.de/pakorba/said_6.htm

    Nama : ARIF ABDUL AZIZ
    Nim : 10/300541/PA/13297
    Prodi : ELINS

  27. Pada era globalisasi saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sangat pesat. Penggunaan alat-alat elektronik semakin mewabah dalam masyarakat bahkan mencapai kalangan anak-anak. Bukan hal yang sulit lagi menemukan anak-anak yang menggunakan telepon genggam yang cukup canggih. Kemajuan teknologi yang cukup pesat ini menimbulkan dampak positif-negatif. Salah satu dampak negatif-nya adalah kejahatan lintas negara. Kejahatan lintas negara menjadi salah satu pembahasan terkini dalam dunia internasional.
    Menurut ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.
    Harus kita sadari di era globalisasi saat ini pertukaran informasi antar negara sangat cepat,ini yang memungkinkan adanya budaya-budaya luar yang masuk di Indonesia. Hal ini yang harus kita waspadai, di satu sisi kita bisa memperoleh informasi yang sangat luas akan tetapi terdapat pula kemungkinan masuknya budaya-budaya yang tidak baik bagi kaum muda Indonesia. Sebagai contoh, kasus pornografi yang akhir-akhir ini menjamur dikalangan remaja. Saat ini kita dengan mudahnya mengakses sebuah situs pornografi. Hanya dengan membuka search engine, masukkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi, lalu akan muncul daftar web porno yang dapat diakses. Jangan heran jika saat ini anak SD pun dengan mudahnya mengakses situs-situs tersebut. Pornografi membawa dampak negatif yang sangat besar di kehidupan remaja. Pornografi akan menganggu pola pikir yang menyebabkan perubahan perilaku untuk memberikan kepuasan seksual yang tidak dapat dikontrol, menimbulkan masalah kriminalitas seksual yang berdampak luas bagi kelompok masyarakat dimanapun, terutama anak-anak,remaja, lembaga pendidikan, pembantu rumah tangga dan wanita, kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Medico legal, Faiq Bahfen, di Jakarta, Senin (27/9). Dijelaskannya, pandemi adiksi pornografi mempengaruhi dampak psikososial cukup berat dalam kehidupan masyarakat yang mengakibatkan perubahan perilaku dan tatanan sosial yang menentukan perilaku sosial di masyarakat seperti kriminalitas, seks bebas,yang juga mempengaruhi pola fikir secara umum (collectivemindset). Hal ini akan menurunkan kemampuan masyarakat untuk berkarya , sehingga berujung pada keunduran masyarakat (SocialConfuse), konsumsi pornografi akan mengubah pola perilaku seseorang karena terbukti mengenai lobus atau bagian otak, terutama pusat eksekutif otak daerah frontal.
    Selain pornografi, kita juga harus mewaspadai siaran-siaran televisi luar negeri. Dengan semakin majunya teknologi, siaran televisi stasiun luar negeri semakin mudah untuk didapatkan. Hal ini pun membawa dampak negative bagi perkembangan remaja. Remaja lebih mudah meniru apa yang ia lihat di televisi. Kita jelas tahu bahwa pergaulan diluar negeri jauh lebih bebas dengan pergaulan di Indonesia. Kehidupan yang terlalu bebas tidak sesuai nilai-nilai pancasila itulah yang harus kita perangi. Selain itu terdapat pula tayangan-tayangan yang banyak memperlihatkan adegan kekerasan, hal ini sangat mempengaruhi cara berpikir remaja saat ini. Survai pernah dilakukan Christian Science Monitor (CSM) tahun 1996 terhadap 1.209 orang tua yang memiliki anak umur 2 – 17 tahun. Terhadap pertanyaan seberapa jauh kekerasan di TV mempengaruhi anak, 56% responden menjawab amat mempengaruhi. Sisanya, 26% mempengaruhi, 5% cukup mempengaruhi, dan 11% tidak mempengaruhi. Centerwall kemudian menjelaskan, TV tidak langsung berdampak pada orang-orang dewasa pelaku pembunuhan, tetapi pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada si pelaku sejak mereka masih anak-anak. Dengan begitu ada tiga tahap kekerasan yang terekam dalam penelitian: awalnya meningkatnya kekerasan di antara anak-anak, beberapa tahun kemudian meningkatnya kekerasan di antara remaja, dan pada tahun-tahun akhir penelitian di mana taraf kejahatan meningkat secara berarti yakni kejahatan pembunuhan oleh orang dewasa.
    Hal yang meresahkan lainnya adalah penyebaran narkoba. Kebanyakan pegguna narkoba juga berasal dari kaum muda, hal ini benar-benar merusak mental kaum muda. Pemakaian narkoba akan membuat pengguna ketagihan dan melupakan apa yang seharusnya dikerjakan. Bagaimana sebuah negara bisa maju apabila para pemuda didalamnya tidak punya tujuan hidup dan hanya bisa berfoya-foya. Sudah seharusnya para remaja sadar akan bahayanya narkoba. Narkoba yang akan membuat waktu mereka terbung sia-sia dalam ketidakpastian. Perubahan tingkah laku yang dikarenakan pengaruh narkoba antara lain; Menjadi Introvert (Tertutup), tidak dapat mengontrol emosi, Suka mencuri, Berbohong, Kasar, Acuh, jorok, Pola makan dan tidur berubah, Bicara tidak jelas serta jalannya sempoyongan, bahkan merubah fisik misalnya kurus dan berwajah kuyu.
    Lalu apa peran kita sebagai mahasiswa menghadapi situasi tersebut ? Mulailah dari kita sendiri, perkuat identitas Pancasila dalam diri kita, hal ini sangat penting supaya kita tidak terpengaruh dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pornografi, narkoba, dan cyber crime merupakan contoh budaya-budaya asing yang bertentangan dengan pancasila dan harus kita perangi.
    Langkah selanjutnya adalah mengajak orang-orang disekitar kita melakukan hal yang sama dengan kita yaitu menjaga nilai-nilai pancasila dalam diri. Menjaga nilai-nilai pancasila dalam diri bukan berarti sepenuhnya menolak budaya luar dalam kehidupan, kita diharapkan bisa memilih hal yang baik dan sesuai nilai-nilai pancasila dan meninggalkan hal yang bisa merusak moral kita. Generasi muda sudah seharusnya memanfaatkan kemajuan teknologi ini sebaik mungkin agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain, akan tetapi perlu ditekankan dalam penggunaannya pun harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
    Peran mahasiswa lainnya adalah menjadi contoh untuk tidak menggunakan narkoba. Menunjukkan bahwa hidup tanpa narkoba jauh lebih baik dari pada hidup dengan terus-menerus menggunakan narkoba. Kita juga sebaiknya menyadarkan lingkungan sekitar akan bahaya benda ini dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan, selain itu jangan dilupakan pula remaja yang sudah kecanduan narkoba akan tetapi sudah berniat untuk berubah untuk tidak menggunakan narkoba lagi. Kita seharusnya mendukung orang-orang tersebut serta tetap meyakinkan bahwa menggunakan narkoba akan merusak masa depannya.
    Sebagai kesimpulan, sebagai seorang mahasiswa dalam menghadapi kejahatan lintas negara yang merusak moral bangsa, kita harus memposisikan diri sebagai manusia yang berlandaskan pancasila. Kita harus selektif terhadap budaya yang masuk. Selain itu kita juga harus peduli dengan lingkungan sekitar, ajak orang-orang disekitar kita untuk menerima budaya lain dengan sudut pandang pancasila. Kita harus yakin dengan pancasila sebagai landasan hidup, hidup akan berlangsung dengan sinergis dan tentram. Kita harus bangkitkan kembali semangat kaum muda Indonesia, karena kaum muda adalah agen perubahan. Suatu negara akan menjadi negara yang maju apabila didukung oleh para pemuda yang kuat, bahkan Bung Karno sempat berkata, “Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”. Oleh karena itu marilah kita bangun suatu generasi muda yang kuat dan bermartabat yang mampu membuat Indonesia menjadi negara yang maju.
    Referensi :
    http://www.deplu.go.id
    http://www.depkominfo.go.id/category/berita/bipnewsroom/
    http://www.resep.web.id/artikel/bahaya-tontonan-kekerasan-pada-anak.htm/
    http://astiw.blogspot.com/
    Gamma Kosala ELINS ( 10/300441/PA/13257 )

  28. TUGAS KEWARGANEGARAAN
    Peranan Mahasiswa dalam Menghadapi/Melawan Maraknya Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral/Mental Generasi Muda Indonesia.

    Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
    Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.
    Pada pertemuan high level yang diselenggarakan di Majelis Umum PBB tanggal 17 Juni 2010, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyebutkan bahwa di satu sisi ancaman kejahatan lintas negara semakin meningkat namun di sisi lain kemampuan negara untuk mengatasinya masih terbatas. Untuk itu, sangat penting bagi negara-negara untuk meningkatkan kerjasama internasional untuk secara kolektif menanggulangi meingkatnya ancaman kejahatan lintas negara tersebut. Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Negara Terorganisir (United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) yang diadopsi pada tahun 2000 menyebutkan sejumlah kejahatan yang termasuk dalam kategori kejahatan lintas negara terorganisir, yaitu pencucian uang, korupsi, perdagangan manusia, penyelundupan migran serta produksi dan perdagangan gelap senjata api.
    Konvensi juga mengakui keterkaitan yang erat antara kejahatan lintas negara terorganisir dengan kejahatan terorisme, meskipun karakteristiknya sangat berbeda. Meskipun kejahatan perdagangan gelap narkoba tidak dirujuk dalam Konvensi, kejahatan ini masuk kategori kejahatan lintas negara terorganisir dan bahkan sudah diatur jauh lebih lengkap dalam tiga Konvensi terkait narkoba sebelum disepakatinya UNTOC. ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.
    Seiring perkembangan jaman, terdapat berbagai kejahatan transnasional lainnya yang perlu ditangani secara bersama dalam kerangka multilateral, seperti kejahatan pencurian dan penyelundupan obyek-obyek budaya, perdagangan organ tubuh manusia, environmental crime (illegal logging dan illegal fishing), cyber crime dan computer-related crime.
    Secara umum kejahatan Lintas Negara ini merujuk secara luas kepada non-violent crime yang pada umumnya mengakibatkan kerugian financial maupun non financial,seperti moral dan mental para generasi penerus muda. Semakin beragam dan meluasnya tindak kejahatan lintas negara tersebut telah menarik perhatian dan mendorong negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk menanggulangi kejahatan tersebut di tingkat bilateral, regional dan multilateral.
    Tindak pornografi dan pornoaksi, sekarang marak sekali, entah di kota-kota besar maupun kecil, kejahatan ini sudah menyebar luas. Kejahatan ini bias disebabkan karena kurangnya perhatian dari para orang tua. Selain itu, kejahatan ini muncul karena pergaulan bebas yang semakin tidak bisa dikontrol. Dengan pekembangan teknologi sekarang, pornografi bias diakses/dibuka melalui jaringan / situs” internet, jadi siapapun bias membukanya, bahkan anak-anak yang belum cukup umur . Apabila mereka sejak kecil sudah dipengaruhi atau sudah melihat pornografi seperti itu, mereka akan melanjutkan ke pornoaksi, apalagi sekarang di media cetak maupun elektronik memberitakan artis-artis yang tersangkut masalah pornoaksi tersebut. Jelas kejahatan ini, merusak moral dan mental para generasi penerus ini.
    Kasus penyalahgunaan narkoba juga marak terjadi, dewasa ini. Sebagai peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja merupakan masa yang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya. Seringkali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaan masa remaja tersebut ternyata mampu menimbulkan bentrokan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua yakni dalam keluarga atau remaja dengan lingkungannya.
    Hal tersebut di atas tentunya tidak membantu si remaja untuk melewati masa ini dengan wajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan zat, atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainnya. Orang tua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan ini menambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya.
    Untuk menghindari hal tersebut dan mampu menentukan sikap yang wajar dalam menghadapi anak remaja, kita sekalian diharapkan memahami perkembangan remajanya beserta ciri-ciri khas yang terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan ini diharapkan bahwa kita (yang telah dewasa) agar memahami atas perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak dan remaja pada saat ia memasuki masa remajanya. Begitu pula dengan memahami dan membina anak/remaja agar menjadi individu yang sehat dalam segi kejiwaan serta mencegah bentuk kenakalan remaja perlu memahami proses tumbuh kembangnya dari anak sampai dewasa.
    Berita terkuaknya perdagangan ABG baru-baru ini yg dijadikan pekerja seks komersil pemerkosaan kejahatan para preman yg dipicu oleh miras kecanduan judi narkoba dan sejenisnya serta masih banyak lagi daftar panjang tersebut adl bukti nyata. Persoalan kita sekarang ini adl bagaimana sesuatu yg terlarang secara syari’at dapat kita jadikan terlarang secara hukum ketatanegaraan. Sehingga seharusnya tempat hiburan itulah yg ditutup oleh aparat hukum dan para pemiliknya diajukan kepada pengadilan dgn ancaman hukuman berat karena bermaksud merusak moral bangsa dan generasi muda sebagai pewaris bangsa ini.
    Sebagai mahasiswa, kita mempunyai peranan dalam mencegah, atau meminimalisir semua kejahata tersebut diatas. Banyak cara, yang bisa dilakukan mahasiswa, seperti : mensosialisasikan tentang bahayanya narkoba, memberi arahan hal-hal yang positif, kepada remaja – remaja,dan keluarganya untuk selalu menjaga dan merawat anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam kejahatan / kecanduan narkoba. Karena narkoba bisa memicu, atau menimbulkan efek negatif buat pemakain dan orang lain. Mahasiswa juga memberikan contoh hal-hal yang positif, agar remaja sekarang bisa berpikiran positif untuk meninggalkan hal-hal yang negatif.

    Sumber : http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id
    http://blog.re.or.id/kemaksiatan-antara-legalitas-dan-moralitas.htm
    http://www.wikimu.com/News

    Nama : ARDI PUSPA KARTIKA
    NIM : 10 / 305258 / PA / 13470
    ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  29. Peranan Mahasiswa dalam menghadapi Masalah Bangsa

    Dewasa ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia seperti masalah penyalah gunaan internet maupun penggunaan narkoba pada masyarakat. Disinilah peran mahasiswa sebagai “agent of change” sangat diperlukan untuk merestore budaya negative ini menjadi budaya positif yang berabad-abad telah ada di bumi nusantara yang dengan berjalannya waktu semakin luntur. Disini saya selaku penulis ingin menekankan bahwa banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang melanda negeri ini.
    1. Peranan Mahasiswa dalan Penanggulangan Penyalahgunaan Internet
    Pada jaman sekarang ini kita berada dalam era teknologi dan informasi. Pendidikan pun tidak dapat ditunjang dengan baik jika tidak mengenal akan adanya teknologi informasi terutam teknologi komputer dan internet. Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Berbagai peranan internet dalam ranah pendidikan antara lain sebagai akses ke sumber informasi (online journal, e-library), alat bantu pembelajaran (media komunikasi dan interaksi Guru-peserta didik , mahasiswa-mahasiswa), fasilitas pembelajaran (e-learning), dan sebagai infrastruktur institusi lembaga pendidikan (sistem informasi) termasuk perguruan tinggi. Berbagai peranan inilah yang menyebabkan teknologi internet seakan tidak bisa terlepas dari dunia pendidikan, penyebaran informasi yang berlangsung dengan cepat menjadi poin penting bagi perkembangan pengetahuan dan informasi di Indonesia pada era persaingan global. Namun dewasa ini penggunaan internet selain sebagai sumber pendidikan juga telah diselewengkan kegunaanya, ironisnya para pelaku penyalahgunaan internet dilakukan oleh aktivis akademik, yaitu mahasiswa dan pelajar
    Penyalahgunaan Internet di indonesia mencapai tingkat yang mencemaskan dimana peringkat penyalahgunaan internet di dunia indonesia berada di peringkat kedua setelah ukraina. Internet yang seharunya bermanfaat sebagai sumber pendidikan disalahgunakan sebagai media agar dapat mengakses konten-konten yang berbau porno. KRMT Roy Suryo Notodiprojo mengungkapkan bahwa dari 24,5 juta pengakses internet sekitar 54% berusia 15-20 tahun dan lebih dari 90% di antaranya pernah masuk situs porno. Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa pengakses situs-situs porno kebanyakan adalah para pelajar SMA dan mahasiswa. Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka dapat merusak moral masyarakat, terutama para generasi muda atau bahkan yang lebih parah kata “agent of change” yang disandarkan pada mahasiswa, rasanya sudah menjadi tidak layak.
    Ini semua adalah fakta, dimana internet bisa menjadi wabah yang beracun “ meracuni otak”. Apalagi mahasiswa yang dikatakan sebagai kaum terdidik, ikut terjangkit bahkan sampai ikut mengsukseskan.
    penyalahgunaan internet sangat mudah tersebar bagaikan virus komputer, lalu bagaimana cara agar dapat menetralkan virus yang berbahaya itu ? hanya ada dua cara yaitu menghilangkan teknologi internet itu sendiri atau pendewasaan terhadapa pikiran pelajar dan mahasiswa. Opsi pertama tampak tidak mungkin untuk dilakukan mengingat ketergantungan masyarakat pada internet, nah disinilah peranan mahasiswa sangat dibutuhkan, yaitu dalam mendewasakan pikiran generasi muda dalam melihat arti penting sebuah teknologi internet sebagai sumber informasi dan pendidikan bukan malah disalahgunakan sebagai alat untuk mengakses situs situs porno. Cara yang mungkin dapat ditempuh adalah sosialisasi di institusi – institusi pendidikan diantarannya di sekolah-sekolah diharapkan dengan cara itu para pelajar menjadi tersadar akan pentingnnya internet sebagai sumber belajar dan tidak lagi menyalahgunakan internet, selain itu bagi mahasiswa yang dapat membuat program computer dapat berpartisipasi dengan cara membuat program filter yang menyaring konten-konten pornografi sehingga diharapkan dengan ketidak mampuan untuk mengakses situs-situs tersebut maka para pengakses jera dan melupakan kegiatan yang biasa mereka lakukan tersebut. Sulit mungkin akan tetapi hal itu masih tetap mungkin dilakukan dengan niat dan kemauan yang kuat maka hal itu akan terjadi.
    2. Peranan Mahasiswa dalan Penanggulangan Masalah Narkoba
    Peredaran gelap narkoba pada saat ini sudah pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.Dengan demikian, diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pendukung dalam mengatasi kendala yang dirasakan oleh pemerintah mengenai kurangnya sosialisasi UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika, UU No.5 / 1997 tentang Psikotropika, dan UU no. 23 / 1992 tentang Kesehatan melalui beberapa media salah satunya media massa kepadan masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok pemuda serta remaja.
    Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.
    Oleh karena itu diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem (antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling terkait). Keterpaduan dan keterkaitan di sini mencakup hal-hal sebagai berikut:
    Pertama yaitu subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional.
    Kedua yaitu obyek atau sasarannya adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan penyalahgunaan Narkoba ini. Sasarannya adalah mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban. Selain itu adalah tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba. Dan juga jalur distribusi meliputi darat, laut dan udara atau juga trafficking. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan semua subyek atau pelaku dapat bekerjasama dengan baik, khususnya peran mahasiswa sangat dibutuhkan karena sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkoba adalah mahasiswa sehingga semua mahasiswa harus dapat berperan secara aktif dalam upaya pemberantasan narkoba ini dengan cara saling mengingatkan sesama mahasiswa dan juga dapat bersosialisasi di kampus dan sekolah-sekolah.

    Referensi:
    http://hmjpi.blogspot.com/2010/06/mahasiswa-dan-internet.html
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://www.radioedukasi.com/penyalahgunaan-internet.html
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://www.facebook.com/topic.php?uid=312240242824&topic=14618
    Nama: Sri Suwaryana Putra
    Prodi: S1 Elins
    NIM: 10/300859/PA/13391

  30. Peranan Mahasiswa dalam Menanggulangi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

    Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi muda (pemuda) bangsa Indonesia dari masa ke masa sangat berpengaruh dalam proses perkembangan bangsa. Para pemudalah yang memiliki andil besar dalam menentukan nasib bangsa. Namun, krisis multidimensional yang dihadapi Bangsa Indonesia sejak tahun 1998 yang lalu sangat dipengaruhi oleh salah satunya masalah sosial yang sangat menonjol yaitu Penyalahgunaan Narkoba. Narkoba telah membuat jatuh banyak dari pemuda kita, yang menybabkan timbulnya kemlaratan moral pada pemuda Indonesia.
    Narkoba itu sendiri adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah inimengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat akan dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis.
    Walaupun awal mulanya Narkoba digunakan dalam bidang kesehatan, apabila penggunaanya disalah digunakan dan tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan maka hanya akan memberi dampak yang buruk kepada penggunanya. Hamper semua aspek dari kehidupan si pengguna akan mendapatkan dampak dari penyalahgunaan narkobanya, antara lain:
    a. Aspek hukum
    Sudah pasti para pengguna narkoba akan terjerat hokum yang berkaitan dengan narkotika dan psikotropika, antara lain:
    • UU nomor 22 Th 1997 ( tindak pidana narkotika)
    1. Sebagai pengguna dikenakan ketentuan pidana pasal 78 dengan pidana 4 tahun.
    2. Sebagai pengedar dikenakan ketentuan pidana pasal 81 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun/seumur hidup/mati + denda.
    3. Sebagai produsen dikenakan ketentuan pidana pasal 80 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun/seumur hidup/mati + denda.
    • UU nomor 5 Th 1997 (tindak pidana psikotropika)
    1. Sebagai pengguna dikenakan ketentuan pasal 59 dan 62 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimal 15 tahun + denda
    2. Sebagai pengedar dikenakan ketentuan pasal59 dan 60 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun + denda.
    3. Sebagai prodosen dikenakan ketentuan pasal 80, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun + denda.
    b. Aspek medis/ kesehatan
    1. kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
    2. menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
    3. untuk penggunaan narkoba yang terlalu lama mengakibatkan kerusakan organ tubuh yang akhirnya akan menimbulkan kematian.
    4. sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”.
    5. Sering mengeluarkan airmata dan keringat yang berlebihan
    6. Sering mengalami sakit kepala dan nyeri/ngilu sendi-sendi
    7. dll
    c. Aspek social
    1. Tidak segan-segan menyiksa diri untuk menghilangkan rasa nyeri atau menghilangkan sifat ketergantungan obat bius
    2. Cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
    3. Cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
    4. Waktu di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
    5. takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
    6. Emosi naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
    7. Menjadi tidak bertanggung jawab, tidak peduli kepada keluarga.
    8. Sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam atau bahkan menjadi jarang pulang ke rumah.
    9. Dll
    Begitu maraknya penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh banyak factor yang kompleks, seperti keadaan keluarga yang tidak rukun atau penuh konflik sehingga menimbulkan kekecewaan pada anak yang menginginkan sebuah pelarian, pengaruh lingkungan dalam bergaul yang tidak kondusif, dan lain sebagainya.
    Maka dari itu sebagai mahasiswa yang diharapkan dapat dijadikan panutan dan sebagai generasi penerus untuk memajukan bangsanya memiliki kewajiban untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan Negara. Upaya yang dilakukan para mahasiswa tidak harus sesuatu yang besar dan heboh, dapat dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana yang ada pada diri dan lingkungan hidupnya. usaha yang dapat dilakukan antara lain:
    a. Menghindarkan diri dari coba-coba menggunakan narkoba dan psikotropika.
    b. Memproteksi diri dari pengaruh luar untuk menyalahgunakan narkoba.
    c. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memperkuat iman dan mnjauhkan diri dari lungkungan yang tidak baik.
    d. Memperhatikan kegiatan teman-temanya baik sesama mahasiswa maupun yang tidak agar tidak terjerat oleh tindak penyalahgunaan narkoba.
    e. Mengenali dan memahami apa itu narkoba agar meminimalkan kemungkinan diperdaya pihak luar untuk menyalahgunakan naroba lalu mensosialisasikannya.
    f. Membuat gagasan-gagasan aktifitas yang bersifat positif (kreatif) untuk mengalihkan perhatian dari pengaruh narkoba.
    g. Turut serta untuk terjun kedalam masyarakat atau lingkungan tempat tinggalnya untuk memberikan penyluhan dan penerangan tentang bahaya narkotika dan psikotropika
    h. Dengan menjadi mitra aparat sebagai media informasi terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba.
    i. Membentuk Kegiatan Pembinaan Lingkungan di lingkungan tempat tinggal dan pendidikan (SD, SMP, SMA, Kampus) untuk mempercepat program bebas narkoba.
    j. Mengadakan atau mengikuti Pusat Penelitian Kesehatan (PPK), Badan Konseling Mahasiswa (BKM), Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM)
    Source:
    http://zaldym.wordpress.com/2009/01/11/bahaya-narkoba-bagi-remaja/
    http://ichwanmuis.com/?p=1691
    http://www.scribd.com/doc/36502512/ARTIKEL-NARKOBA
    http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_17692/title_peran-serta-mahasiswa-menanggulangi-bahaya/

    Latifah Noor
    S1 Elins A (13385)

  31. Yogi ananta putra / 12.997
    Melawan Maraknya Kejahatan Lintas Negara Yang Merusak Moral / Mental Generasi Muda
    Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
    Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.
    Penyimpangan(kejahatan lintas negara) terjadi di mana – mana. Hal menyimpang ini banyak sekali dialami oleh rakyat Indonesia , khususnya para remaja / para mahasiswa, karena remaja adalah orang yang paling rentan . Mereka mudah terpengaruh oleh hal – hal baru , apalagi yang berbau negative , pasti sangat cepat merambat di otak para remaja. Remaja yang berkualitas adalah remaja yang bermoral baik dan bermental baja , karena mereka adalah generasi penerus bangsa . Generasi yang akan mengubah Negara ini entah ke arah yang positif atau negative , insya Alloh kearah yang positif. Generasi yang akan menentukan bagaimana kehidupan kita di masa depan .
    Narkoba , pornografi ,penyalahgunaan internet dan lain sebagainya merupakan contoh kecil dari jenis kejahatan lintas Negara yang menyerang rakyat kita pada era globalisasi ini. Sesungguhnya masih banyak kejahatan lintas Negara yang lain yang dapat menyebabkan runtuhnya mental dan moral kita , khususnya sebagai generasi muda,sebagai seorang mahasiswa penerus bangsa . bagaimana nasib bangsa kita jika nantinya dipimpin oleh orang yang bermoral buruk dan bermental lembek, pasti bobroklah Negara kita ini . sebaliknya jika Negara kita dipimpin oleh seorang yang bermoral baik pasti Negara kita akan semakin maju.
    Banyaknya kejahatan itu membuat terpuruknya mental dan moral bangsa kita . karena tinggi atau rendahnya moral dan mental bangsa tergantung dari moral dan mental rakyatnya . jika rakyatnya bobrok, pasti negaranya juga bobrok. Itu sudah sangat bisa dipastikan .
    Pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda ?
    1. Mengamalkan pancasila dan undang – undang dasar 1945 .
    Sebagai mahasiswa indonesia kita diwajibkan mengerti , paham , bahkan mengamalkan pancasila dan uud 1945 . karena di dalamnya terdapat berbagai hal yang dapat menghindarkan kita dari berbagai kejahatan lintas negara . contohnya, di dalam pasal uud 45 terdapat dasar hukum yang melarang kita untuk melakukan hal – hal menyimpang di atas , dan pasti ada sanksi jika kita meelanggarnya .
    2. Isi kegiatan kita dengan kegiatan yang posititif
    Kita isi kegiatan – kegiatan kita dengan kegiatan yang positif , bahkan menghasilkan . contohnya belajar , bermain music ,berdagang ,berbisnis dan lain sebagainya . engan kita menjalankan hal trsebut, pasti waktu lowong kita akan terisi dengan hal – hal positif tersebut, dan otomatis kita terhindar dari kejahatan lintas Negara tersebut . selain itu kita juga bisa mendapat berbagai manfaat lain dari menjalankan kegiatan tersebut. Dengan belajar kita bias mendapat banyak ilmu dan pengalaman, dengan bermain musik dapat menimbulkan perasaan senang, bahkan kita bias memanfaatkan music sebagai bisnis untuk mencari uang, dan dengan berbisnis , kita dapat belajar mencari uang dan mandiri, yaitu dapat menafkahi diri kita sendiri, menambah uang jajan kita, syukur – syukur dapat membayar uang kuliah sendiri. Banyak sekali manfaatnya positifnya. sebaliknya jika kita melakukan hal – hal negative maka hal – hal yang negative pula yang akan muncul ke dalam diri kita.
    3. Melakukan Penyuluhan
    Melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, bahaya nikotin, bahaya pornografi dll yang berhubungan dengan kejahatan lintas Negara .perlu diketahui bahaya narkoba maupun nikotin sangat berbahaya bagi kesehatan kita. dengan diadakan penyuluhan tentang bahaya dari hal – hal diatas , para remaja diharapkan dapat sadar dan menghindari hal – hal tersebut. Bahkan mereka diharapkan bisa mengajak orang – orang di sekitarnya untuk menghindari hal – hal tersebut pula , seperti yang mereka lakukan .
    4. Tumbuhkan Sikap Peduli Terhadap Bangsa Kita.
    Dengan adanya rasa peduli yang ada di dalam diri kita, itu dapat memicu kita untuk bertindak untuk Negara kita. Bertindak untuk menghapus kejahatan lintas Negara , bertindak untuk memajukan pendidikan , bertindak untuk kemajuan Negara, bertindak untuk mensejahteraka rakyat Indonesia. Tindakan – tindakan tersebut tidak akan pernah muncul tanpa adanya rasa peduli di dalam diri kita masing – masing.
    5. Menanamkan Pada Diri Setiap Remaja / Mahasiswa , Bahwa Mereka Adalah Generasi Penerus Bangsa .
    yaitu sebagai orang yang akan menjadi pemimpin dunia di masa depan . dengan itu para remaja akan tersadar dan akan menghindari hal – hal negative yang akan merusak moral dan mental mereka , karena dengan rusasknya mental dan moral kita, kita tidak akanb bias menjadi pemimpin dunia. Seorang pemimpin adalah seseorang yang besar, orang yang bermental baja dan mermoral baik yaitu seseorang yang dapat memimpin dan mengubah dunia ke arah yang positif.
    Setelah kita melakukan berbagai usaha tersebut, usaha terakhir yang kita lakukan adalah tawakal, berserah diri kepada Alloh swt . jika kita berjalan di jalan Alloh swt, niscaya kita pasti akan terhindar dari hal – hal negative yang ada seperti kejahatan – kejahatan lintas Negara di atas .
    Dengan kita menghindari hal – hal negative tersebut, Negara kita pasti akan lebih maju kemiskinan berkurang, pengangguran berkurang , kualitas pendidikan akan semakin meningkat , korupsi lenyap , dan sudah tidak ada lagi mafia – mafia hokum di Negara kita . Indonesia pun akan bersatu , akan kuat , siap menghadapi gempuran Negara lain dan akan menjadi Negara maju adidaya layaknya amerika serikat .

    Wikipedia.org
    http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id

  32. Remaja dan Narkoba

    Apa itu Narkoba

    Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

    Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalahgunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.

    Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

    Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja

    Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.

    Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

    Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).

    Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.

    Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.

    Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

    Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).

    Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

    Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:

    1.Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
    sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
    2.Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
    3.Sering menguap, mengantuk, dan malas,
    tidak memedulikan kesehatan diri,
    4.Suka mencuri untuk membeli narkoba.
    5.Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian.

    Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

    Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

    Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah.

    Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.

    Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

    Nama : Danny Setiawan
    NIM : 10/297671/PA/13051
    Prodi : S1-Elektronika dan Instrumentasi

  33. Peranan Mahasiswa di Tengah Era Globalisasi

    Sebuah kata yaitu “mahasiswa” yang dapat membuat orang lain dengan latar belakang pendidikan yang berbeda sehingga berfikir untuk mencari lebih dalam apa arti dari mahasiswa itu sendiri dan menghasilkan suatu arti yang bebeda pula karena faktor latar belakang pemikiran atau paradigma itu sendiri. Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Ternyata dbalik statusnya itu, masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status mahasiswa untuk menunjukkan peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan. Beberapa peranan dan fungsi mahasiswa adalah Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.

    Namun saat ini semakin sulit memahami akan maraknya gaya hidup yang bersimpangan atau tidak sesuai norma yang berlaku, modernisasi yang semakin berkembang membuat remaja masa kini mulai terjerumus ke berbagai masalah. Satu contoh, enam remaja putri tertangkap basah saat berpesta narkotika dan obat-obatan berbahaya, Pekanbaru, Riau (Liputan6.com), itu adalah termasuk suatu krisis identitas, dan lemahnya suatu pendirian untuk melakukan suatu perubahan atau kemajuan dalam hidup. Mulai dari krisis identitas diri sendiri kemudian merambah menjadi suatu rusaknya mental seorang pemuda Indonesia.

    Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika dalam pergaulan remaja ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal. Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural dan perubahan tekhnologi yang cepat.

    Saat ini sudah banyak kasus kriminalisasi remaja yang telah terjadi. Pergaulan lah yang menuntut untuk selalu utuh di dalam suatu kelompok. Untuk mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semua orang, baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis. Adanya hambatan dalam hal ini dapat menyebabkan ia memilih satu lingkungan pergaulan saja misalnya suatu kelompok tertentu dan ini dapat menjurus ke tindakan penyalahgunaan zat. Sebagaimana kita ketahui bahwa ciri khas remaja adalah adanya ikatan yang erat dengan kelompoknya. Tujuan akhir dari suatu perkembangan remaja adalah terbentuknya identitas diri. Dengan terbentuknya identitas diri, seorang individu sudah dapat memberi jawaban terhadap pertanyaan: siapakah, apakah saya mampu dan dimanakah tempat saya berperan. Ia telah dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelamahan dirinya serta peranan dirinya dalam lingkungannya. Sebelum identitas diri terbentuk, pada umumnya akan terjadi suatu krisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jatidirinya.
    Sekarang mari kita tengok aktivitas mahasiswa zaman sekarang, Amien Rais pernah mengutarakan intensitas dan kualitas dari gerakan kemahasiswaan cenderung mengalami penurunan seiring datangya era globalisasi ke negeri kita tercinta ini, kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disesaki para mahasiswa. Penulis tidak melarang tentunya sebatas itu tidak melanggar syariat, karena sebagai manusia tentunya kita juga butuh yang namanya hiburan. Tetapi hal itu juga harus disaring dengan kekuatan iman kita. Kembali kepada kualitas gerakan kemahsiswaan masa sekarang yang cenderung menurun, maka sadar atupun tidak itu merupakan efek dari masuknya era globalisasi ke indonesia tanpa diharmonisasi dengan manajemen waktu dan diri yang baik. Untuk membangun citra mahasiswa sebagai agen pembaharu ataupun kaum intelektual yang mana dipundaknya ada masa depan bangsa ini yang akan dilabuhkan dimana, maka kita harus memupuk rasa persaudaraan dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Selain itu tentunya kita perlu membangun konsep intelektual dalam gerakan yang sinergi dan terarah menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga kedepan mahasiswa tidak hanya dikenal lewat aktivitasnya ketika menjalani perkuliahan saja,tetapi sebagai elemen bangsa yang peka terhadap kondisi permasalahan disekitarnya.
    Peran mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.
    Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
    DAFTAR PUSTAKA

    kipong.webnode.com/news/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan-berbangsa-dan-bernegara/

    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/

    http://www.wikimu.com/News/DisplayNewsRemaja.aspx?id=5309

    http://buser.liputan6.com/berita/200310/65165/Berpesta.Narkoba.Enam.Remaja.Putri.Dibekuk

    Nama :Harya Banirfan
    NIM : 10/296542/PA/12962
    Prodi: Elektronika dan Instrumentasi

  34. Mahasiswa Versus Perusak Moral
    Vokalis Band favorit remaja menjadi terdakwa kasus video mesum. Sementara aktris film dan presenter menjadi teman kencannya. Aktor kawakan bolak-balik ke jeruji besi. Namun bukan perkara video asusila melainkan narkotika. Yang paling mengelus dada adalah foto-foto tak senonoh anggota DPR yang tersebar di dunia maya. Semua kasus tersebut terpapar jelas di setiap headline news media massa Indonesia. Lalu rakyat membaca, Lantas apa reaksinya? Reaksi spontanitas yang timbul adalah mencari video mesum, meminta foto-foto syur ala anggota DPR, sampai ikut-ikutan nyabu. Benarkah reaksi sedimikian rupa? Hanya manusia beradab yang sanggup menjawab. Banyak opini yang timbul dan berkembang saat itu. Menonton video asusila tak apa sebagai pembelajaran ke depan (?). Ada juga yang berpendapat harus melakukan unjuk rasa supaya memberi efek jera. Bagian mana yang pantas dilakukan mahasiswa sebagai pihak intelektual tinggi. Kita harus mengulas satu per satu.
    Kita sadar bahwa pelaku dunia hiburan tersebut memiliki andil dalam perkembangan anak muda Indonesia. Sebagian besar remaja Indonesia memiliki insan yang difavoritkan, hingga ingin menyerupainya. Lalu bagaimana jika seorang bocah SD ngefans dengan vokalis tersebut. Kemungkinan terburuk, si bocah berusaha mendapatkan video syur tersebut. Kemudian melihatnya. Dan parahnya lagi mempraktikkan. Sungguh efek yang luar biasa parah. Status kita dipertanyakan lagi. Apa yang harus diperbuat melihat kasus tersebut. Sangat sulit untuk mengontrol anak SD, karena mereka masih tanggung jawab orang tuanya. Jadi solusi praktis yang bisa dilakukan adalah mengadakan seminar umum mengenai bahaya narkoba ataupun pornografi. Dengan begitu banyak masyarakat yang sadar akan bahaya yang ditimbulkan. Orang tua akan lebih menjaga para anaknya. Namun ada orang tua yang “malas” mengikuti kegiatan semacam ini. Putar otak lagi kita sebagai bagian terpenting. Banyak cara yang bisa ditempuh, mulai pembuatan dan penyebaran pamflet mengenai free sex atau drugs. lalu menyusun kegiatan semacam outbond untuk anak-anak. Hingga penerbitan majalah edukasi kepada masyarakat sekitar. Cukup mudah bukan,banyak sekali cara mengubah hal negatif menjadi positif.
    Kasus lagi yang melibatkan kaum remaja. Banyak remaja Indonesia yang terjerumus pada lingkaran hitam. Sebut saja penculikan berbasis jaringan sosial, penggunaan narkotika, dan yang teraneh adalah pesta sex. Semua itu akibat salah pergaulan yang dilakukan seorang remaja. Dan saat ini kita dituntut lagi dalam menyumbangkan pikiran brilian. Hal pertama yang dilakukan adalah tindakan penyelamatan segera terhadap “korban”. Mendaftarkan mereka di suatu lembaga sosial. Dengan langkah ini secara perlahan mereka akan sembuh dari kebiadaban yang mereka anggap “surga dunia”. Langkah selanjutnya yang bisa ditempuh adalah tindakan preventif. Getol menyelenggarakan kegiatan berwawasan remaja. Seperti kegiatan religius singkat, outbond, atau perlombaan di berbagai bidang. Yang notabene bisa menampung mereka semua.
    Kasus yang agak sulit adalah saat kita dihadapakan pada permasalahan serupa namun dengan korban yang berbeda. Ya, teman kita atau bahkan diri kita sendiri. Memang sebelum mengurus orang lain kita sepatutnya introspeksi diri. Sebagai kaum yang menempati masa peralihan antara remaja dan dewasa, sangatlah berat dalam menyeleksi berbagai hal. Karena pada saat ini, kita diberi kemampuan berpikir kritis. Jadi hampir semua kegiatan berpikirnya berulang-ulang. Bukankah itu hal yang baik? Iya, tapi kemampuan tersebut dibarengi dengan emosi yang masih naik turun. Dan yang paling rentan adalah mudahnya menerima masukan dari orang lain. Entah itu negatif atau positif. Karena pada masa kini kita cenderung berhubungan lebih dekat terhadap seseorang. Maka tanpa disadari kita menelan mentah-mentah apa yang mereka ucapkan. Ya, karena sifat sangat percaya ini membuat filter pada otak kita berhenti sementara, dan digantikan oleh “penyaring” hati/emosi. Bagaimana kita seharusnya bertindak. Pertanyaan itu yang sedang berputar di atas otak kita para mahasiswa. Kita dituntut berteman dengan siapa saja. Tapi menurut saya, “siapa saja” itu mungkin bisa berisi hal negatif. Baiklah kalau hanya sedikit teman yang nyeleneh, tapi bagaimana urusannya jika kita yang berada di suatu kumpulan orang tak beradab. Berdasar alasan tersebut, kita bisa memilih teman. Dalam hal ini kita dituntut selektif, namun tidak terlihat secara nyata. Maksudnya, lewat diam kita memilih, tidak diperlihatkan secara frontal kepada seorang tertentu. Kita juga harus menjaga perasaan orang tersebut. Setelah itu bagaimana efek jejaring sosial? Sangatlah berguna. Jawaban tersebut paling pas digambarkan. Namun kata berguna juga bermata dua. Bisa untuk kebaikan atau juga kejahatan. Kejahatan yang timbul adalah penculikan, penipuan, dan pencemaran nama baik. Kita sudah punya UU-ITE yang mengatur segala aktivitas komunikasi entah di maya atau nyata. Tapi nyatanya kita selalu diharuskan memecahkan masalah sendiri. Sebagai mahasiswa yang sering menggunakan media jejaring sosial, kita diharuskan memiliki etika berkomunikasi dalam dunia maya. Menghindari segala kegiatan maya yang menimbulkan konflik sara. Berupaya sejujur mungkin dalam menampilkan data pribadi, tapi juga diwajibkan menampilkan sebagian data saja. Takutnya, para pelaku kejahatan bisa memanfaatkan data kita dalam bertindak kejahatan. Itulah sikap kita dalam menghadapi efek bombastis jejaring sosial. Bagaimana dengan pornografi. Sebagai pemegang masa peralihan, kita tergelitik mengetahui apa yang orang dewasa lakukan. Banyak anggapan hal yang tabu pada masa remaja, hilang pada masa ini. Karena kita dituntut mengetahui lebih jauh sebelum dewasa. Memang hal itu sangat baik, jika berjudul pendidikan seks. Bukan semacam kegiatan nafsu pribadi dengan pornografi dan pornoaksi. Sehingga hal yang paling utama dalam memerangi godaan itu adalah iman. Disamping hal itu, kita bisa melakukan kegiatan postif di kampus atau mengikuti gerakan sosial di masyarakat. Sehingga sangatlah kecil kemungkinan kita berpikir terlalu jauh mengenai “kedewasaan”.
    Inti dari peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya adalah bersuara. Entah lewat media mana saja, yang terpenting pesan kita bisa tersampaikan. Penulisan naskah seperti ini juga sebagai langkah konkret dalam memerankan sosok mahasiswa dalam melawan kejahatan yang merusak mental generasi muda Indonesia.

    Nama : Angga Dwi Putra
    Nomor Mahasiswa : 10/ 299966/ PA/ 13087
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi (Elins)

  35. TAK AJAIB YANG MEMBUAT BANYAK PERUBAHAN

    Televisi, sebuah kotak ajaib yang ditempatkan secara khusus disalah satu sudut ruang rumah tangga kita, barang kali adalah hasil produk kemajuan teknologi yang paling banyak memperoleh gelar, seperti jendela dunia, kotak ajaib, kotak dungu. Televisi adalah anak ajaib industrialisasi yang dikandung oleh Ibu moderinitas. Televisi memang tidak punya jenis kelamin, tetapi konon ia memainkan idiologi gender secara amat halus dan tentu saja tidak jarang pula ia mempertontonkannya secara begitu amat telanjang. Dan ingin ditegaskan disini adalah bagaimana produk tehnologi itu telah menjelma menjadi agen atau produsen kebudayaan. Dilayar kotak ajaib ini sport iklan yang semula tersedia hanya sekedar untuk menginformasikan produk terbaru dari sebuah lembaga/perusahaan bisnis, ternyata telah berubah menjadi wahana pencitraan, pengemasan, perekayasaan.
    Itu artinya, ketika kita menghadapi kotak ajaib bernama televisi, kita sesungguhnya tidak hanya tengah berhadapan dengan informasi an sich. Tetapi, pada saat yang sama kita juga sedang berhadapan dengan kebudayaan yang dipaketkan atau kebudayaan kemasan.
    Untuk membangun citra, produk barang yang di iklan atau komoditi itu perlu diperindah atu dikemas dengan semenarik mungkin agar memukau khalayak. Semua ini tidak lain untuk memenuhi prasyarat komoditi tontonan yang akan dipajangkan dietalase budaya populer. Tak heran, kalau kita juga bisa menyaksikan tak jarang dilayar kaca, iklan justru lebih menarik dari sebuah mata, cara yang justru semula dirancang untuk menghibur. Dengan estetika komoditi, kita justru merasa senang dan larut meskipun sebenarnya kita tengah dihibur oleh berondongan iklan yang menyihir kita untuk selalu membeli, berbelanja, dan hidup dalam gaya. Televisi bisa merubah pola pikir dan keinginan orang yang menontonnya. Dari yang semula tidak mau membeli sebuah Produk, katakanlah itu Handphone atau Laptop.
    Akhirnya kita membelinya meskipun dengan keadaan Ekonomi terpaksa. Bahasa
    gaulnya kita sering jadi Korban Iklan. Menjadi Budaya latah atau ikut-ikutan saja. Padahal Handphone atau Laptop tersebut bukanlah kebutuhan kita misalnya. Akan tetapi karena hampir semua orang telah memiliki Handphone atau Laptop, kita takut dikatakan ketinggalan Zaman! Rupanya produk estetika komoditi ini menjadi sisi lain pertumbuhan masyarakat kapitalisme kontemporer yang telah berhasil memasuki dan menaklukkan ruang keluarga kita termasuk yang paling privasi sekalipun. Perlahan tapi pasti, kita sudah terbiasa dihibur bahkan diteror oleh iklan.
    Rengekan anak-anak agar orangtua mereka membeli barang mulai dari berbagai jenis mainan hingga jenis shampoo, sabun mandi, alat belajar dan bahkan hingga kegandrungan akan dunia fantasi yang dikontruksi oleh pasar kini telah hadir sendiri keruang keluarga masyarakat kontemporer. Itu artinya, diakui atau tidak televisi telah menjadi bagian yang amat penting sebagai perpanjangan tangan pasar. Teks-teks dan trik-trik iklan mulai menjadi wacana dunia Anak-anak yang lebih menarik dari pelajaran bahas yang membosankan yang mereka dapatkan diruang kelas. Dalam hal ini, perlahan tapi pasti, televisi menjelma menjadi lembaga pendidikan imajiner anak-anak jaman modern.
    Televisi bahkan telah ikut menjadwal ulang dan mendiktekan waktu belajar, bermain dan tidur Anak-anak. Hal inilah yang berbahaya bagi Generasi Muda Indonesia, bisa membuat Bangsa ini menjadi Bangsa yang serba Konsumtif atau Konsumerisme. Sebaliknya, mungkin ada juga orang-orang dunia hiburan yang ingin membuat tayangan berkualitas namun lagi-lagi terbentur rating. Serial Arisan atau Jomblo mungkin cukup seru dan bermutu, namun harus bubar jalan. Barangkali ada yang pernah berniat membuat acara seperti Animal Planet atau National Geography namun terbentur biaya tinggi dan rating yang rendah. Akibatnya iklan yang masuk minim dan pengeluaran pastinya lebih besar daripada pemasukan.
    Belum lagi tayangan kuis tengah malam yang nakal menggoda atau iklan SMS interaktif yang menawarkan berbagai “keuntungan” bagi Anda. Dengan kualitas tayangan yang babak belur, mereka bisa jor-joran beriklan. Hal ini menunjukkan bahwa perolehan mereka cukup lumayan. Nyatanya mereka makin menjamur dan berkembang dengan variasi yang begitu banyak. Mau tahu ramalan masa depan Anda? Ketik REG spasi omong kosong, kirim ke XXXX. :) Lebih dari itu, dengan estetika komoditi ini memungkinkan informasi kekerasan lewat film atau objek lainnya berubah menjadi estetika kekerasan yang pada gilirannya menjelma menjadi kekerasan estetika itu sendiri. Dan, komoditi kekerasan ditelevisipun sebenarnya menjadi sebentuk kekerasan komoditi. Seperti halnya tayangan teror dan sadisme dilayar kaca telah menjadi hiburan kita sehari-hari. Informasi kriminalitas telah menjadi santapan pagi sementara perbincangan politik bisa menjadi dagelan. Perang pun bisa dinikmati seperti Telenovela. Tak heran, kalau kemudian televisi tidak hanya mampu memotret dan memediakan isu-isu yang berkenaan dengan Demokrasi, tetapi televisi juga ikut berperan dalam menciptakan krisis Demokrasi. Itulah barang kali kritikan yang paling menohog terhadap komodifikasi estetika komoditi yang semata-mata berakar dari dunia yang mengkultuskan moralitas kapitalis. Inilah irono brutalisme dibalik Budaya Populer Global yang melahirkan hero dan penjahat ditingkat percaturan Politik Global.
    Ini memang sudah menjadi pembodohan terselubung yang dilakukan secara berjamaah. Kalau sudah begini, solusinya cuma dua. Pertama, sebisa mungkin minimalkan waktu Anda dan keluarga untuk menonton televisi dan batasi hanya untuk program-program tertentu saja. Kedua, pemerintah mustinya lebih keras membatasi tayangan televisi. Misal, 40% tayangan televisi harus bersifat edukatif dan sinetron dan infotainmentmasing-masing hanya boleh 20% dan 5% saja. Orang sering mengeluh bahwa jaman sekarang kepentingan-kepentingan asing begitu agresif menjajah bangsa ini. Salah besar. Menurut saya justru penjajahan dilakukan oleh orang kita sendiri yang sama sekali tak peduli dengan masa depan bangsanya.
    Referensi : http://nofieiman.com/2009/01/pengaruh-televisi-bagi-masyarakat-indonesia/

    WAHYU PUTRA SEJATI (2010/300047/PA/13120) ELINS UGM

  36. Peran Mahasiswa Dalam Mencegah Tindak Kejahatan Lintas Negara

    Masyarakat pada saat ini sudah terbiasa dengan berbagai macam istilah seperti globalisasi, internet, teknologi informasi dan sebagainya. Istilah-istilah tersebut erat kaitannya dengan suatu sistem atau tatanan dimana kondisi peradaban manusia sekarang tidak bisa lepas dari kebutuk\han informasi dan komunikasi. Teknologi telah menjadikan batas wilayah dan jarak seakan tidak ada lagi. Berbagai keragaman dari seluruh peradaban manusia juga semakin mudah dijangkau. Dengan demikian kondisi masyarakat dewasa ini dihadapkan pada kehidupan yang global, dengan berbagai kemungkinan yang disebabkan oleh kompleksnya tatanan global ini. Kemajuan teknologi dan arus globalisasi disamping membawa kemudahan bagi kehidupan manusia juga mempunyai dampak negatif terhadap pola perilaku masyarakat akibat berbagai macam tindak kriminal yang menyertai arus globalisasi dimana kita sadari bahwa seluruh masyarakat sekarang hidup dalam era globalisasi dan merasakan pengaruhnya.
    Tindak kejahatan dalam era globalisasi berarti kejahatan yang multinasional dimana pengaruhnya menjangkau wilayah yang luas. Berbagai tindak kejahatan yang terjadi di Indonesia pada saat ini semakin parah dan kompleks dalam penanganannya. Masalah lain yang juga mendesak adalah penurunan kualitas moral generasi bangsa ini. Perbuatan negatif yang erat hubungannya dengan era globalisasi saat ini sebagai contohnya adalah pornografi, penggunaan dan pengedaran narkoba, penyalahgunaan internet, media massa yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghiraukan tatanan moral, gaya hidup modern yang cenderung materialistik, dan lain sebagainya. Di era informasi ini masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dimana penyedia informasi utama bagi masyarakat adalah media massa. Saat ini media massa yang paling efektif di Indonesia adalah media elektronik yaitu televisi dan internet.
    Acara televisi di Indonesia saat ini jika ditinjau dari segi kualitas masih jauh dari kata berkualitas. Program yang ada di televisi sekarang ini lebih banyak menonjolkan sisi hiburan yang banyak diantaranya tidak menghiraukan nilai-nilai moral, sopan santun dan etika. Sebagai contoh adalah tayangan sinetron dimana banyak hal di dalamnya diadaptasi dari budaya barat yang cukup jauh berbeda dengan budaya timur, dimana dalam prakteknya di Indonesia sinetron sering memunculkan nilai-nilai yang tidak sesua dengan budi pekerti luhur. Ditinjau dari aspek kemudahan aksesnya, televisi bmerupakan media yang sangat efektif. Ketika memperhatikan kondisi masyarakat saat ini dimana dalam beberapa hal belum siap untuk menjadikan media informasi sebagai sarana yang bermanfaaat, maka acara televisi yang buruk dapat dengan mudah mempengaruhu pola perilaku masyarakat sebagai contoh perilaku hedonisme akibat tayangan televisi, pola pikir masyarakat yang mudah dipengaruhi akibat propaganda pelaku kejahatan dan lain sebagainya.
    Internet di era globalisasi ini menjadi sarana informasi yang efektif. Seiring kemajuan teknologi internet terdapat dampak negatif dari penyalahgunaan internet seperti pornografi melalui internet, penipuan, pencurian informasi, pelecehan SARA dan lain sebagainya. Meninjau kembali tentang masalah pornografi, tindak kejahatan ini buruk akibatnya pada aspek moral bagi korban kojahatan ini. Pornografi menjadi penyebab utama tindak kriminal dalam berbagai kasus pelecehan seksual. Dalam prakteknya, pornografi paling banyak dilakukan melalui media Internet, karena media ini sangat efektif dari segi kemudahan akses, jangkauan yang tak terbatas, sehingga potensi masyarakat menjadi korban juga tinggi. Di Indonesia praktek pornografi semakin hari semakin parah, hal ini berhubungam langsung dengan kualitas moral terutama pada generasi muda. Pornografi telah menjadi sarana efektif untuk menurunkan kualitas moral dan memicu banyak tindak kejahatan lain seperti pelecehan seksual, seks bebas, penyimpangan seksual, hubungan antar jenis yang tidak lagi mematuhi nilai moral dan lain sebagainya.
    Paham hedonisme yang diperparah dengan kerusakan moral semakin mempermudah orang untuk terjerumus dalam kejahatan. Tidak kejahatan sering terjadi dalam pelaksanaan yang tersusun rapi dan terorganisir, salah satunya adalah penggunaan daln pengedaran narkoba. Sampai saat ini penyalahgunaan narkoba menjadi masalah yang memprihatinkan dimana korban kejahatan ini mayoritas adalah generasi muda yang masih produktif. Kemudahan akses masuk ke suatu negara juga sering dimanfaatkan oleh pengedar untuk menyelundupkan narkoba. Jika ditinjau dari baerbagai aspek, penyalahgunaan narkoba ini sering dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti paham hedonisme, pengangguran, masalah moral, masalah keluarga, kurangnya perhatian orang tua, dan lain sebagainya. Penyalahgunaan narkoba juga sering menimbulkan tindakan kriminalitas lain sebagai akibat dari dampak narkoba seperti pencurian, perampokan dan lain sebagainya.
    Beberapa uraian di atas mengenai tindak kejahatan yang sering terjadi di sekitar kita tersebut dapat dikaitkan dengan penurunan kualitas moral masyarakat. Tindak kejahatan tersebut sering dilakukan dalam jangkauan luas mencapai negara lain dengan memanfaatkan sistem dan tatanan pada era globalisasi ini sehingga sering disebut kejahatan lintas negara. Permasalahan ini membutuhkan penanganan serius dal berkelanjutan, selanjutnya dengan mengaitkan peran mahasiswa salah satunya dengan turut mencegah tidak kejahatan lintas negara yang kompleks ini maka dengan meninjau kapasitas generasi muda mahasiswa khususnya maka peran mahasiswa diperlukan dalam hal ini.Mahasiswa dengan kemampuan akademis dan peranannya dalam menjadi generasi penerus bangsa bisa melakukan pencegahan dengan berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti pembinaan masyarakat ketika melakukan kuliak kerja nyata. Mahasiswa sebagai simbol pemuda sudah seharusnya menjaga diri dari segala pengaruh negatif seperti paham hedonisme, pergaulan bebas, pengaruh perilaku dari budaya asing yang tidak sesuai budaya lokal dan lain sebagainya, dengan begitu mahasiswa sebagai komponen masyarakat bisa turut serta mencegah tindak kejahatan. Perlu diperhatikan juga bahwa mahasiswa yang sering menjadi korban dan sasaran tindak kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba, pornigrafi, pergaulan bebas, dan lain sebagainya, oleh karenanya kemampuan menjaga diri dan diimbangi dengan kecerdasan emosi menjadi penting ketika individu dihadapkan dalam banyak pangaruh negatif yang mengancam. Kemudian dalam tingkat selanjutnya mahasiswa dapat menyumbangkan pemikirannya untuk memberi solusi atas berbagi permasalahan di negara ini. Pada akhirnya, berbagai permasalahan di negara ini bisa diatasi dengan peran berbagai pihak. Mahasiswa dengan perannya sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya meningkatkan kualitas diri mereka agar bisa membawa kesejahteraan bagi umat manusia.

    Referensi:
    1. LAMPIRAN, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN MENENGAH NASIONAL (RPJMN) TAHUN 2010-2014, BUKU II; MEMPERKUAT SINERGI ANTARBIDANG PEMBANGUNAN, BABVII; PERTAHANAN DAN KEAMANAN.
    2. SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERESMIAN PEMBUKAAN KONFERENSI REGIONAL TINGKAT MENTERI MENGENAI PENYELUNDUPAN MANUSIA, PERDAGANGAN MANUSIA, DAN KEJAHATAN LINTAS-NASIONAL TERKAIT , DENPASAR, BALI, 27 FEBRUARI 2002
    3. http://www.interpol.go.id/id/uu-dan-hukum/mou/australia/228-penanggulangan-kejahatan-lintas-negara-dan-pengembangan-kerjasama-kepolisian
    4. http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id

    Nama: Fachri Rosyad
    NIM: 10/300426/PA/13250
    Prodi: Elins

  37. Moral merupakan salah satu masalah terbesar dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Dilema buruknya moral bangsa Indonesia menjadi salah satu penyebab sulit berkembangnya bangsa ini untuk keluar dari masalah krisis. Memang agak jauh jika mencoba mencari titik temu antara perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan perbaikan moral masyarakat. Namun jika moral/akhlak masyarakat dan pemimpin bangsa Indonesia baik, bukan tidak mungkin tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.

    Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk dan penuh dengan keaneka-ragaman budaya serta etnis di dalamnya pada era reformasi ini sangat rentan terhadap adanya dekradasi moral bangsa. Hal ini sangat wajar terjadi, karena perkembangan teknologi dan infomasi pada jaman globalisasi sangat signifikan dengan perkembangan jiwa generasi muda yang sangat bersemangat untuk maju meraih cita-cita luhur untuk masa depannya, walaupun tidak sedikit juga para generasi tua sangat terbantu dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi ini.

    Teknologi dan informasi hanya salah satu indikator terhadap majunya suatu proses kehidupan anak bangsa, karena masih terdapat berbagai macam indikator kemajuan dunia global untuk dapat ikut serta mempengaruhi kehidupan anak bangsa Indonesia, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang.

    “Maraknya kasus kejahatan lintas negara”
    Majunya teknologi yang semakin berkembang pesat memberikan kita banyak keuntungan dari berbagai segi kehidupan, tetapi juga tidak dapat dipungkiri dibalik dampak positif perkembangan teknologi juga terdapat dampak-dampak negatifnya. Perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang mendasari globalisasi yang sesungguhnya harus dimanfaatkan sebagai sebuah gerbang untuk menjadi lebih mandiri dan maju, namun kita justru terperangkap dalam sebuah arus globalisasi yang semakin bebas dan tidak bernorma. Seiring perkembangan teknologi, terdapat berbagai kejahatan lintas negara semakin berkembang. Hal ini sangat berpotensi untuk merusak mental dan moral bangsa kita, seperti narkoba, cyber crime, pornografi dan lainnya.

    Menurut beberapa penelitian para pakar psikologi moralitas anak bangsa Indonesia pada jaman sekarang ini sudah sangat memperihatinkan, karena 75 % dari generasi muda Indonesia sudah terjebak dalam kehidupan bebas yang penuh dengan gemerlapnya penyebaran, penyelundupan dan pemakaian narkoba. masalah pornografi juga tidak kalah hebohnya, tidak jarang kita menemukan kasus-kasus mengenai tindakan asusila yang dilakukan oleh masyarakat saat ini, gambar, video dan situs-situs porno tersebar di inernet, selain itu penyalahgunaan internet yang memberi dampak berbahaya seperti pemalsuan identitas, pencurian yang melalui internet, hacker dan bahkan cracker juga belum dapat diatasi.

    Permasalahan ini terus berkembang dan meluas, moralitas dan mental bangsa ini pun terancam dengan perkembangan masalah ini, penyelesain masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah saja, namun butuh peran serta seluruh lapisan masyarakat yang ada, termasuk mahasiswa.

    “Kedudukan mahasiswa dimasyrakat”
    Mahasiswa mempunyai kedudukan yang sangat unik yaitu sebagai kaum yang diterima oleh semua lapisan masyarakat dan mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi. Keberadaan tersebut juga didukung oleh karakteristik mahasiswa yang rata-rata masih berusia muda, penuh semangat, dinamis dan tidak takut kehilangan sesuatu yang merusak idialisme dirinya. Karena itulah di lingkungannya mahasiswa sering dikatakan sebagai “intelektual sejati”. Ketika harus terjun ke masyarakat, mereka dapat dengan mudah berbaur, dan ketika harus berurusan dengan kaum birokrat, mereka mampu mengimbangi dengan kemampuan intelektual dan pendidikan yang telah diterimanya selama ini. Oleh sebab itu, mereka berperan strategis dalam kehidupan berbangsa yaitu sebagai penerus cita-cita bangsa.

    Sebagai kader muda yang diharapkan mampu mengelola bangsa ini ke depan, mahasiswa dituntut untuk memainkan triangular peran yang dimilikinya, yaitu sebagai iron stock, agen of change, dan moral force. Atau secara sederhana, Untuk mewujudkan hal itu, menjadi mahasiswa tidak bisa hanya sekedar kuliah dan memenuhi SKS, tapi perlu ada suatu upaya dari seorang mahasiswa untuk meng-upgrade setiap potensi dan kompetensinya agar mampu memberikan kontribusi lebih bagi bangsa ini.

    ”Peran dan kontribusi mahasiswa dalam menghadapi kejahatan lintas negara”
    Secara moralitas mahasiswa harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya karena mereka mempunyai latar belakang sebagai kaum intelektual, dimana mereka mengatakan yang benar itu adalah benar dengan penuh kejujuran, keberanian, dan rendah hati. Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya dan terbuka kepada siapa saja. Hal itu semata-mata karena mereka adalah kader-kader calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang, yang memegang kendali negara di masa depan. Maka dari itu mahasiswa tidak bisa hanya berpangku tangan dengan keadaan moral bangsa kita saat ini.

    Dalam menyelesaikan masalah kejahatan lintas negara ini, mahasiswa memberikan konstribusi dalam perannya sebagai moral force. Beberapa peran dan kontribusi yang bisa diberikan mahasiswa yang bersifat secara tidak langsung yaitu dengan melakukan langkah preventif atas kejahatan lalu lintas Yaitu berupa penyuluhan, seminar, workshop, pelatihan dan sejenisnya tentang kejahatan lintas negara yang merusak moral bangsa ke sejumlah sekolah, perguruan tinggi serta masyarakat secara luas. Dengan demikian, masyarakat menjadi paham. Dengan memberikan penyuluhan, seminar, workshop, pelatihan dan sejenisnya tentang kejahatan lintas negara yang merusak moral bangsa masyarakat dapan mengerti mengenai eksistensi dan bahaya dari berbagai macam kejahatan lintas negara. Sehingga sedikit banyaknya kasus dari kejahatan lintas negara dapat berkurang. Contohnya dalam membrantas pornografi dan pergaulan bebas, mahasiswa telah melakukan sosisalisasi hiv /aids, bahanya dan bahaya pergaulan bebas..seperti yang diadakan fakultas kedokteran UGM baru-baru ini “WORLD AIDS DAY SCORA 2010” dengan melakukan longmarch ,membawa spanduk2 mengenai bahaya hiv aids dan melakukan seminar mengenai pornografi dan pergaulan bebas bahaya.
    Pesatnya perkembangan teknologi tidak dapat diatasi dengan hanya penyuluhan, preventif secara langsung juga dapat dilakukan dengan menguasai teknologi tersebut. Pada saat ini banyak mahasiswa-mahasiswa yang menciptakan software-software yang dapat mengurangi kejahatan lintas negara ini, contohnya baru-baru ini mahasiswa UGM telah meluncurkan software anti pornografi yang berfungsi untuk proteksi penggunaan internet yang dapat memfilter hal-hal yang berbau pornigrafi di internet, software ini sangat membantu masyarakat dalam menghindari penyebaran pornografi di internet. Semakin ‘canggih’ kejahatan memaksa kita menghadapi dan memeranginya dengan ‘canggih’ pula. Mahasiswa sebagai penggerak teknologi di negara kita menjadi senjata utama dalam memerang teknologi itu sendiri.

    Peran lain mahasiswa berupa ikut serta dan ambil andil dalam penjalanan kebijakan-kebijakan undang-undang yang berkaitan dengan moralitas bangsa. Contohnya dalam memerangi narkoba, mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional.

    Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan kontribusi dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar. Mahasiswa harus menjalankan perannya dalam masyarakat agar dapat menjaga perkembangan bangsa ini.

    Referensi:
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://imamwibi.blogspot.com/2010/08/triangular-peran-mahasiswa-untuk.html
    http://jokodwiprastowo.student.umm.ac.id/2010/08/10/peran-mahasiswa-sebagai-moral-force/

    Nama: Fauzia Khairani, NIM: 10/299960/PA/13084, S1 Elins

  38. PERAN MAHASISWA DALAM MELAWAN KEJAHATAN NARKOBA.

    PEREDARAN gelap narkoba pada saat ini sudah sampai pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan penyalahgunaan narkoba dari 1,5 persen penduduk Indonesia pada 2004 menjadi 1,9 persen pada 2008. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

    BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Universitas Indonesia telah melakukan Survey Nasional Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2006 pada pelajar dan mahasiswa di seluruh propinsi di Indonesia. Diantara 100 pelajar dan mahasiswa rata-rata 8 pernah pakai dan 5 dalam setahun terakhir mengkonsumsi narkoba. Angka penyalahgunaan meningkat dengan dari berbagai jenjang sekolah. Angka dua kali lipat lebih tinggi pada mahasiswa (12%) dibanding pelajar SLTP (6%). Angka penyalahgunaan yang tidak berbeda antara ibukota propinsi dan kabupaten menyiratkan bahwa kabupaten tidak terhindar dari masalah narkoba. Jumlah pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang menggunakan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) diperkirakan berjumlah sejuta orang atau sekira 32 persen dari angka total jumlah pengguna narkoba secara nasional sebanyak 3,2 juta orang. (BNN, 2006).

    Begitu pula dengan Aceh yang tak luput dari ancaman narkoba. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Provinsi NAD (BNP-NAD) pada tahun 2005, angka pemakai/pengguna narkoba pada tingkat remaja/siswa mendekati 3000 siswa di seluruh NAD. Dari angka di atas yang paling tinggi adalah Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Birueun. (BNP-NAD, 2005).

    Dengan demikian, diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pendukung dalam mengatasi kendala yang dirasakan oleh pemerintah mengenai kurangnya sosialisasi UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika, UU No.5 / 1997 tentang Psikotropika, dan UU no. 23 / 1992 tentang Kesehatan melalui beberapa media salah satunya media massa kepadan masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok pemuda serta remaja.

    Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.

    Oleh karena itu diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem (antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling terkait). Keterpaduan dan keterkaitan di sini mencakup hal-hal sebagai berikut :
    Subyek atau pelaksana

    Subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional.Obyek atau sasaran

    2. Obyek atau sasaran

    Adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan pe-nyalahgunaan Narkoba ini. Sasaran disini dapat berupa :
    Mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban.
    Tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba.
    Jalur distribusi (darat, laut dan udara) atau trafficking.

    3. Metode atau cara bertindak

    Adalah setiap upaya yang dilakukan dalam penanggulangan penyalahgunaan Narkoba secara holistik dan realistik yaitu melalui pendekatan yang dikenal dengan istilah Harm Minimisation, yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

    1) Supply Control

    Adalah setiap upaya yang dilakukan untuk menekan atau menurunkan seminimal mungkin ketersediaan narkoba di tengah-tengah mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif, preventif dan represif seperti :
    Pengembangan pengetahuan kerohanian atau keagamaan.
    Pelaksanaan kampanye antinarkoba.
    Pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan tersebut dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif.
    Dan lain-lain.

    2) Demand Reduction

    Adalah setiap upaya yang dilakukan guna menekan atau menurunkan permintaan pasar atau dengan kata lain untuk mening-katkan ketahanan mahasiswa sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan narkoba. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif dan preventif seperti :
    1.Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara langsung, brosur, iklan, bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada mahasiswa.
    2.Penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya)
    3.Sarasehan, anjangsana
    4.Promosi kesehatan secara umum
    5.Seminar/diskusi
    6.Dialog interaktif di radio/TV
    7.Pembatasan dan pengawasan ijin diskotik, karaoke dan tempat hiburan lain yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan Narkoba.

    3) Harm Reduction

    Adalah setiap upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan ketergantungan terhadap narkoba. Konsep harm reduction ini didasarkan pada kesadaran pragmatis pada realita bahwa penyalahgunaan narkoba tidak bisa dihapuskan dalam waktu singkat, sehingga harus ada upaya-upaya untuk meminimalkan bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan narkoba tersebut. Kegiatan yang dilakukan dapat secara preventif, kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif, seperti :
    Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik lainnya.
    Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat.
    Memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan penyakit berbahaya lain sebagai dampak dari perilaku negatif penyalahgunaan Narkoba, seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kela-min dan lain-lain.

    Memang tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa lah yang sukses menjemput bola emas yang digulirkan di era reformasi dengan membakitkan semangat rakyat. Fenomena ini menghebuskan nafas segar di seluruh nusantara. Pilar mahasiswa ini mampu mengangkat semua keterpurukan dan membuat energi baru dalam semua sendi kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Mahasiswa pun mendapat sambutan hangat dan simpati dari seluruh rakyat, dan bangsa ini termasuk deretan bangsa-bangsa yang maju dan beradab di era reformasi.

    Akan tetapi jalan yang harus dilalui bangsa ini untuk menikmati hasil reformasi masih berliku. Karena nila setitik rusak susu sebelanya; mungkin ungkapan tersebut yang cocok untuk menggambarkan kondisi mahasiswa saat ini, ada sekian mahasiswa yang hanyut dalam jerat narkoba. Tetapi apakah yang terlarut dengan narkoba adalah benar-benar mahasiswa? Apa yang dijadikan ukuran untuk memberikan label “MAHASISWA NARKOBA”? Dimana posisi mahasiswa dalam peredaran barang haram ini? Apakah sebagai pemakai, pemilik/penadah, atau pengedar?.

    Di satu sisi mahasiswa mempunyai ketergantungan terhadap orang tua. Di sisi lain, mahasiswa merupakan makhluk dengan energi yang meluap-luap, sehingga terkadang ingin mencoba-coba sesuatu yang baru termasuk “NARKOBA”. Karena itulah mahasiswa menjadi sasaran empuk bagi penjaja narkoba.

    Mahasiswa harus menguatkan hati, fokus pada cita-cita dan bertekad untuk “MEMBERANTAS NARKOBA” Kepada gerakan mahasiswa kampus lain. Mahasiswa lah yang harusnya menjadi pelopor dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam memberantas NARKOBA. Mahasiswa memiliki kewajiban tersebut di dalam lingkungan tempat dia berada.

    Sejatinya sebagai mahasiswa yang dianggap memiliiki nilai positif di masyarakat, haruslah berperilaku positif pula. Akan tetapi hal tersebut berlawanan dengan kondisi jiwa mahasiswa pada umumnya, selayaknya seseorang yang sedang mengalami masa transisi dalam hidupnya. Sehingga kecenderungan untuk melakukan hal negative dan mencoba sesuatu yang baru yang dapat menarik perhatiannya, akan dilakukan oleh kebanyakan remaja dalam masa ini. Upaya untuk menjauhkan mahasiswa dari narkoba dan menjadikan mereka penyelamat untuk penyalahgunaan narkoba, dapat dilakukan melalui kerja sama tenaga pengajar dan melestarikan kegiatan yang bersifat positif dikalangan mereka.

    Referensi :
    http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/
    http://www.kulinet.com/baca/fenomena-narkoba-di-kalangan-mahasiswa/203/
    Endah, Alberthine.2004.Jangan Beri Aku Narkoba.gramedia pustaka utama.jakarta.
    Mardhani, DR.2008.Penyalahgunaan Narkoba.Nuansa Media.Bandung.
    Katakan tidak untuk Narkoba.bukabuku.com

    NAMA : FAJAR SIDHIQ RAMDHANI.
    NIM : 10/301357/PA/13399.
    JURUSAN : ILMU KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA.
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI.

  39. PERANAN MAHASISWA DALAM MEMERANGI KORUPSI

    Mahasiswa dan sejarah perjuangannya.
    Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik. Jumlahnya tidak banyak, namun sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dariperan mahasiswa. Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun tetap ada yang tidak berubah dari mahasiswa, yaitu semangat dan idealisme.
    Semangat-semangat yang berkobar terpatri dalam diri mahasiswa, semangat yang mendasari perbuatan untuk melakukan perubahan-perubahan atas keadaan yangdianggapnya tidak adil. Mimpi-mimpi besar akan bangsanya. Intuisi dan hatikecilnya akan selalu menyerukan idealisme. Mahasiswa tahu, ia harus berbuat sesuatu untuk masyarakat, bangsa dan negaranya.Sejarah mencatat dengan tinta emas, perjuangan mahasiswa dalam memerangiketidak adilan. Sejarah juga mencatat bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidakbisa lepas dari mahasiswa dan dari pergerakan mahasiswa akan muncul tokoh danpemimpin bangsa.Apabila kita menengok ke belakang, ke sejarah perjuangan bangsa, kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda dimotori oleh para mahasiswa
    kedokteran STOVIA. Demikian juga dengan Soekarno, sang Proklamator Kemerdekaan RI merupakan tokoh pergerakan mahasiswa. Ketika pemerintahan bung Karno labil, karena situasi politik yang memanas pada tahun 1966, mahasiswa tampil ke depan memberikan semangat bagi pelaksanaan tritura yang akhirnya melahirkan orde baru. Demikian pula, seiring dengan merebaknya penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh orde baru, mahasiswa memelopori perubahan
    yang kemudian melahirkan jaman reformasi. Adapun dampak dari korupsi bagi bangsa Indonesia sangat besar dan komplek. Menurut Soejono Karni,

    beberapa dampak korupsi adalah
    a. rusaknya sistem tatanan masyarakat,
    b. ekonomi biaya tinggi dan sulit melakukan efisiensi,
    c. munculnya berbagai masalah sosial di masyarakat,
    d. penderitaan sebagian besar masyarakat di sektor ekonomi, administrasi,
    politik, maupun hukum,
    e. yang pada akhirnya menimbulkan sikap frustasi, ketidakpercayaan, apatis
    terhadap pemerintah yang berdampak kontraproduktif terhadap
    pembangunan.

    Strategi Pemberantasan Korupsi
    Upaya pemberantasan korupsi meliputi beberapa prinsip, antara lain:
    a. memahami hal-hal yang menjadi penyebab korupsi,
    b. upaya pencegahan, investigasi, serta edukasi dilakukan secara bersamaan,
    c. tindakan diarahkan terhadap suatu kegiatan dari hulu sampai hilir (mulai dari
    perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan aspek kuratifnya) dan meliputi
    berbagaui elemen.

    ]http://www.bpkp.go.id/unit/investigasi/peranan_mahasiswa.pdf

    Peranan Mahasiswa Dalam Pilkada

    1. Mengawal Proses Pelaksanaan Pilkada Langsung
    Mahasiswa mempunyai peran strategis dalam pengawalan proses pelaksanaan Pilkada bersamaaktivis-aktivis masyarakat sipil lainnya, seperti: LSM, Akademisi, Pers, dan Ormas/ OKP. Peran ini diambil, karena mahasiswa merupakan kekuatan masyarakat sipil yang bersifat independen, objektif, dan berlandaskan pada aspek moralitas. Oleh karena itu, pengawalan terhadap proses Pilkada langsung merupakan peran yang strategis untuk dijalankan oleh mahasiswa.
    Peran pengawalan terhadap proses pilkada dapat dimainkan oleh mahasiswa sebagai individu maupun oelh lembaga-lembaga mahasiswa, seperti: lembaga intern kampus, lembaga ekstern kampus, dan organisasi mahasiswa kedaerahan. Adapun jalan yang bisa sekiranya ditempuh oleh mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan dalam melakukan peranannya dalam mengawal proses pilkada, antara lain: diskusi, seminar, opini publik, artikel/tulisan di media massa, penyataan sikap, dan demonstrasi.

    2. Pendidikan Politik Kepada Masyarakat
    Pendidikan politik pada masyarakat dilakukan sebagai wujud tanggung jawab mahasiswa kepada masyarakat. Adapun wujud dari peran ini adalah adanya agenda mahasiswa seperti: bedah visi dan misi calon kepala daerah, melakukan kajian terhadap kapasitas dan integritas calon kepala daerah, membuat kriteria calon kepala daerah versi mahasiswa atau membuat nota kesepakatan dalam bentuk kontrak politik kepada calon kepala daerah.
    Target dari agenda-agenda ini adalah, masyarakat dapat menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang rasional, bukan berdasarkan kharismatik semata. Dalam pelaksanaan peran ini, etika yang harus dibangun oleh setiap organisasi mahasiswa adalah sikap objektifitas dan akuntabilitas. Objektifitas yang dimaksud ialah pembedahan visi/misi, pembuatan kriteria calon kepala daerah,
    dilakukan dengan tanpa disusupi oleh kepentingan politik praktis. Hal ini penting, sebab mahasiswa sebagai sebuah gerakan moral, mesti bersikap netral dan berpihak kepada masyarakat luas.
    Sedangkan akuntabilitas, adalah penilaian yang diberikan oleh sebuah organisasi mahasiswa, yang harus bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya, artinya, bila mahasiswa menilai seorang kepala daerah yang terindikasi melakukan tindak penyelewengan kekuasaan maka data dan fakta yang disampaikan harus dapat dibuktikan, bukan sekedar isu belaka, sehingga kepercayaan masyarakat tetap besar terhadap gerakan mahasiswa.
    3. Masuk sebagai Tim Pemenangan Calon Kepala Daerah
    Keterlibatan mahasiswa dalam tim pemenangan calon kepala daerah, bukanlah sebuah hal yang baru dalam dinamika kemahasiswaan. Contoh yang paling dekat adalah Pada Pemilu dan Pilpres 2004, dimana banyak ditemui aktivis mahasiswa yang menjadi tim sukses dari calon anggota DPR/DPRD, DPD maupun calon presiden. Ada beberapa pertimbangan dasar ketika mahasiswa mengambil peran ini :
    a) Mahasiswa, sebagai individu masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam setiap proses politik, baik saat pencoblosan maupun dalam menentukan sikap untuk mendukung pasangan calon kepala daerah tertentu.
    b) Ikut dalam tim pemenangan calon kepala daerah merupakan political process bagi mahasiswa itu sendiri. Political proses ini adalah bentuk pengaktualisasian kemampuan diri dari mahasiswa itu sendiri sekaligus wadah pembelajaran dalam ruang lingkup politik praktis.
    Munculnya mahasiswa dalam arena tim pemenangan calon kepala daerah menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak bahkan dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Kekhawatiran tersebut adalah, antara lain:
    Pertama, mahasiswa akan mudah diperalat dan ditunggangi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kedua, saling dukung mendukung calon kepala daerah akan memperlemah gerakan mahasiswa. Karena, kemungkinan akan terjadi suatu keadaan di mana sekelompok mahasiswa menyatakan dukungannya kepada calon si A, sementara kelompok mahasiswa yang lain menyatakan mendukung si B, si C dan seterusnya. Hal ini tentu akan berakibat memperlemah persatuan di kalangan mahasiswa itu sendiri, mahasiswa akan terkotak-kotak dan dengan sendirinya mahasiswa akan mudah untuk diadu domba dan dipecah belah.
    Beberapa point kekhawatiran diatas, besar peluangnya untuk terjadi. Namun keikutsertaan mahasiswa dalam tim pemenangan calon kepala daerah, tetap memiliki aspek positif bagi mahasiswa tersebut. Oleh karena itu perlu dirumuskan etika bersama sebagai panduan normatif, menyikapi adanya ambivalensi tersebut, yaitu:
    1. Hendaknya kapasitas mahasiswa yang ikut dalam tim pemenangan itu, adalah sebagai individu, bukan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan tertentu.
    2. Individu mahasiswa yang ikut dalam tim pemenangan, hendaknya bukanlah mahasiswa yang dalam struktur organisasinya berperan sebagai decision maker, seperti: ketua umum, ketua bidang/divisi/departemen. Hal ini untuk menjaga netralitas organisasi mahasiswa tersebut.
    3. Individu-individu mahasiswa yang tergabung dalam tim pemenangan calon kepala daerah hendaknya tidak terjebak kedalam praktek-praktek politik yang tidak bermoral, seperti: money politic, politik

    ekonomi.kompasiana.com/…/peranan-mahasiswa-dalam-pilkada/ – Tembolok

    NAMA : WAHYU SEtYADI

    NIM : 10/297698/PA/13061

    JURUSAN/PRODI : ELEKTRONIKA dan INSTRUMENTASI

  40. Peranan Mahasiswa Dalam Menghadapi Maraknya Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral Dan Mental Generasi Muda Indonesia
    Seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, arus globalisasi turut mengalami perkembangan. Hal ini menyebabkan dunia serasa sempit. Orang dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain baik antar negara yang jaraknya jauh sekalipun. Mereka secara mudah mengirim informasi dari satu orang ke yang lainnya melalui media komunikasi yang semakin canggih. Sepintas kita menganggap bahwa itu semua sangat bermanfaat. Akan tetapi jika kita amati fenomena-fenomena yang ada di masyarakat saat ini, banyak juga sisi-sisi negatif yang muncul dengan adannya arus globalisasi yang tidak terbendung ini. Salah satu dampak negatifnya adalah maraknya kejahatan lintas negara semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya. Hal ini mengakibatkan rusaknya moral dan mental generasi muda Indonesia. Padahal generasi muda adalah harapan bangsa yang suatu saat nanti akan menggantikan para pemimpin saat ini. Jika hal ini kita biarkan, semakin lama akan semakin akut/parah.
    Maka dari itu perlu ada tindakan antisipatif, preventif, dan tindak lanjut. Sebagai contoh pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada generasi muda untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada generasi muda.
    Permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia adalah permasalahan yang menyangkut banyak orang. Jika solusi hanya disandarkan pada pemerintah semata, maka permasalahan tidak akan tuntas. Seluruh pihak harus dikerahkan semua untuk mengatasi masalah ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mulai dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Tak terkecuali kaum intelektual seperti mahasiswa. Mahasiswa adalah intelektual muda yang diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia . Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan). Maksudnya mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan pencerahan dan pemikiran mereka untuk dapat turut membawa perubahan bangsa tentunya ke arah yang lebih baik lagi.
    Untuk mengatasi permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia, mahasiswa dituntut untuk melakukan berbagai perannya. Diantarannya sebagai berikut :
    Pemahaman Pribadi/ Individu
    Hal yang besar selalu diawali dengan hal-hal yang kecil. Begitu pula permasalahan kejahatan lintas negara ini, jika setiap individu berkomitmen untuk tidak bersama-sama memberantas permasalahan ini maka permasalahan sebesar apapun akan terselesaikan demikian juga permasalahan kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda Indonesia ini. Minimal setiap mahasiswa menyadari bahwa ini adalah masalah mereka juga. Dengan ini, diharapkan mereka akan turut berpartisipasi dalam pencegahan maupun pemberantasannya
    Selain itu permasalahan seperti ini adalah permasalahan yang dekat dengan kalangan muda seperti mahasiswa. Banyak para pemuda yang terjebak dalam dunia hitam narkoba, penyalahgunaan internet dan bahkan masalah pornografi maupun pornoaksi. Sebagai salah satu contoh nyata, Menurut data yang dihimpun LSM pendampingan pecandu narkoba, Yayasan Intan Maharani. pada 2009 sekitar 37 persen dari 3,6 juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa, naik dari jumlah pada 2003 yang hanya 18,3 persen. Akan tetapi jikalau setiap mahasiswa menyadari bahwa hal-hal semacam itu adalah berbahaya dan akan menjerumuskan dan kesadaran mereka diikuti dengan tindakan mereka menjauhi hal-hal semacam itu, maka angka penyalahgunaan dan penyebarannya permasalahan-permasalahan itu jelas akan berkurang. Inilah yang harus dicamkan kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa di Indonesia. Mahasiswa juga seharusnya memberikan contoh kepada generasi muda lainnya untuk tetap menjadi garis depan dalam upaya pemberantasan permasalahan kejahatan lintas negara seperti ini.
    Melalui Aktivitas dan Kegiatan
    Dalam menghadapi berbagai permasalahan ini di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Sebagai contoh untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan penyalahgunaan internet serta mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah itu. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran moral.
    Turut Bersosialisasi
    Mahasiswa juga memiliki peran untuk menyosialisasikan berbagai informasi mengenai permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan untuk menggunakan cara komunikasi yang efektif. Para mahasiswa yang ingin menjadi penyuluh yang baik harus memahami bahwa komunikasi adalah suatu kemampuan yang melibatkan intelektual dan emosi dalam waktu yang bersamaan. Sehingga apa yang mereka sosialisasikan akan tepat dan mengena di pikiran dan perasaan audience. Sosialisasi dapat dilakukan pada saat seminar, talkshow, diskusi, dan melalui media cetak maupun media elektronik. Selain itu dengan berkembangnya teknologi informasi, mahasiswa juga bisa menyosialisasikan informasi tersebut melalui blog-blog pribadi ataupun website komunitasnya. Diharapkan dengan sosialisasi yang berkualitas dan berkala, masyarakat dan generasi muda khususnya akan menyadari bahaya itu semua.

    Pembentukan Kader/ Duta dan Komunitas
    Pembentukan kader/ duta dimaksudkan untuk membentuk sebuah komitmen yang kuat untuk memberantas kejahatan lintas negara ini. Dalam hal ini biasannya ada seorang atau beberapa mahasiswa yang ditunjuk menjadi duta anti narkoba, sebagai contoh. Kemudian duta-duta tersebut diharapkan/diwajibkan minimal memberikan keteladanan, kemudian akan lebih baik jika membuat program-program untuk mendukung pemberantasan kejahatan lintas negara tersebut.
    Selain membentuk kader atau duta, bisa juga dengan mendirikan organisasi-organisasi komunitas anti narkoba, organisasi anti pornografi dan lain sebagainya. Dengan adanya organisasi seperti ini diharapkan akan terbentuk sebuah komunitas yang memiliki komitmen kuat pemberantasan dan penanganan masalah-masalah.
    Pengabdian Sesuai Profesi/Jurusan
    Dalam hal ini, diharapkan setiap mahasiswa turut memberikan andil dalam penanganan masalah ini melalui carannya masing-masing sesuai dengan jurusan ataupun profesi mereka

    Refferensi sumber :
    http://www.antaranews.com
    http://www.bnn.go.id

    Ditulis oleh :
    NAMA : PHISCA ADITYA ROSYADY
    NIM : 10/300113/PA/13141
    JURUSAN : JIKE
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  41. Peranan Mahasiswa Dalam Menghadapi Maraknya Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral Dan Mental Generasi Muda Indonesia

    Seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, arus globalisasi turut mengalami perkembangan. Hal ini menyebabkan dunia serasa sempit. Orang dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain baik antar negara yang jaraknya jauh sekalipun. Mereka secara mudah mengirim informasi dari satu orang ke yang lainnya melalui media komunikasi yang semakin canggih. Sepintas kita menganggap bahwa itu semua sangat bermanfaat. Akan tetapi jika kita amati fenomena-fenomena yang ada di masyarakat saat ini, banyak juga sisi-sisi negatif yang muncul dengan adannya arus globalisasi yang tidak terbendung ini. Salah satu dampak negatifnya adalah maraknya kejahatan lintas negara semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya. Hal ini mengakibatkan rusaknya moral dan mental generasi muda Indonesia. Padahal generasi muda adalah harapan bangsa yang suatu saat nanti akan menggantikan para pemimpin saat ini. Jika hal ini kita biarkan, semakin lama akan semakin akut/parah.
    Maka dari itu perlu ada tindakan antisipatif, preventif, dan tindak lanjut. Sebagai contoh pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada generasi muda untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada generasi muda.
    Permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia adalah permasalahan yang menyangkut banyak orang. Jika solusi hanya disandarkan pada pemerintah semata, maka permasalahan tidak akan tuntas. Seluruh pihak harus dikerahkan semua untuk mengatasi masalah ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mulai dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Tak terkecuali kaum intelektual seperti mahasiswa. Mahasiswa adalah intelektual muda yang diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia . Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan). Maksudnya mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan pencerahan dan pemikiran mereka untuk dapat turut membawa perubahan bangsa tentunya ke arah yang lebih baik lagi.
    Untuk mengatasi permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia, mahasiswa dituntut untuk melakukan berbagai perannya. Diantarannya sebagai berikut :
    Pemahaman Pribadi/ Individu
    Hal yang besar selalu diawali dengan hal-hal yang kecil. Begitu pula permasalahan kejahatan lintas negara ini, jika setiap individu berkomitmen untuk tidak bersama-sama memberantas permasalahan ini maka permasalahan sebesar apapun akan terselesaikan demikian juga permasalahan kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda Indonesia ini. Minimal setiap mahasiswa menyadari bahwa ini adalah masalah mereka juga. Dengan ini, diharapkan mereka akan turut berpartisipasi dalam pencegahan maupun pemberantasannya
    Selain itu permasalahan seperti ini adalah permasalahan yang dekat dengan kalangan muda seperti mahasiswa. Banyak para pemuda yang terjebak dalam dunia hitam narkoba, penyalahgunaan internet dan bahkan masalah pornografi maupun pornoaksi. Sebagai salah satu contoh nyata, Menurut data yang dihimpun LSM pendampingan pecandu narkoba, Yayasan Intan Maharani. pada 2009 sekitar 37 persen dari 3,6 juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa, naik dari jumlah pada 2003 yang hanya 18,3 persen. Akan tetapi jikalau setiap mahasiswa menyadari bahwa hal-hal semacam itu adalah berbahaya dan akan menjerumuskan dan kesadaran mereka diikuti dengan tindakan mereka menjauhi hal-hal semacam itu, maka angka penyalahgunaan dan penyebarannya permasalahan-permasalahan itu jelas akan berkurang. Inilah yang harus dicamkan kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa di Indonesia. Mahasiswa juga seharusnya memberikan contoh kepada generasi muda lainnya untuk tetap menjadi garis depan dalam upaya pemberantasan permasalahan kejahatan lintas negara seperti ini.
    Melalui Aktivitas dan Kegiatan
    Dalam menghadapi berbagai permasalahan ini di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Sebagai contoh untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan penyalahgunaan internet serta mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah itu. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran moral.
    Turut Bersosialisasi
    Mahasiswa juga memiliki peran untuk menyosialisasikan berbagai informasi mengenai permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan untuk menggunakan cara komunikasi yang efektif. Para mahasiswa yang ingin menjadi penyuluh yang baik harus memahami bahwa komunikasi adalah suatu kemampuan yang melibatkan intelektual dan emosi dalam waktu yang bersamaan. Sehingga apa yang mereka sosialisasikan akan tepat dan mengena di pikiran dan perasaan audience. Sosialisasi dapat dilakukan pada saat seminar, talkshow, diskusi, dan melalui media cetak maupun media elektronik. Selain itu dengan berkembangnya teknologi informasi, mahasiswa juga bisa menyosialisasikan informasi tersebut melalui blog-blog pribadi ataupun website komunitasnya. Diharapkan dengan sosialisasi yang berkualitas dan berkala, masyarakat dan generasi muda khususnya akan menyadari bahaya itu semua.

    Pembentukan Kader/ Duta dan Komunitas
    Pembentukan kader/ duta dimaksudkan untuk membentuk sebuah komitmen yang kuat untuk memberantas kejahatan lintas negara ini. Dalam hal ini biasannya ada seorang atau beberapa mahasiswa yang ditunjuk menjadi duta anti narkoba, sebagai contoh. Kemudian duta-duta tersebut diharapkan/diwajibkan minimal memberikan keteladanan, kemudian akan lebih baik jika membuat program-program untuk mendukung pemberantasan kejahatan lintas negara tersebut.
    Selain membentuk kader atau duta, bisa juga dengan mendirikan organisasi-organisasi komunitas anti narkoba, organisasi anti pornografi dan lain sebagainya. Dengan adanya organisasi seperti ini diharapkan akan terbentuk sebuah komunitas yang memiliki komitmen kuat pemberantasan dan penanganan masalah-masalah.
    Pengabdian Sesuai Profesi/Jurusan
    Dalam hal ini, diharapkan setiap mahasiswa turut memberikan andil dalam penanganan masalah ini melalui carannya masing-masing sesuai dengan jurusan ataupun profesi mereka

    Refferensi sumber :
    http://www.antaranews.com
    http://www.bnn.go.id

    Ditulis oleh :
    NAMA : PHISCA ADITYA ROSYADY
    NIM : 10/300113/PA/13141
    JURUSAN : JIKE
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  42. Dewasa ini banyak terjadi kejahatan di bumi ini,tidak hanya kejahatan dalam suatu daerah atau negara tertentu tetapi kejahatan lintas negara,kejahatan yang terjadi dalam konteks global dan menyangkut banyak negara didalamnya,dan mengakibatkan banyak kerugian bagi kita semua.Dengan perkembangan era globalisasi yang demikian pesat,kejahatan lintas negara (transnational crimes) dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global,dan mental generasi bangsa kita,Selain berkembang pesat,kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Kejahatan Lintas negara terdiri dari berbagai macam,mengutip dari http://www.deplu.go.id “..ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: Perdagangan gelap narkoba, Perdagangan manusia, Sea-piracy, Penyelundupan senjata,Pencucian uang, Terorisme, International economic crime dan Cyber crime”. Dikutip dari http://www.deplu.go.id ada beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas negara antara lain adalah Globalisasi, Migrasi atau Pergerakan Manusia, serta Perkembangan Teknologi Informasi, Komunikasi Dan Transportasi yang pesat, Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.di satu sisi ancaman kejahatan lintas negara semakin meningkat namun di sisi lain kemampuan negara untuk mengatasinya masih terbatas. Kita sebagai generasi penerus bangsa tentu mempunyai kewajiban untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah ini.
    Kejahatan lintas negara tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan tehknologi dewasa ini,salah satunya adalah internet,dengan tehknologi yang semakin canggih,kita seharusnya lebih mawas diri dengan efek negatif yang ada,penyalahgunaan internet yang digunakan untuk perdagangan manusia atau bahkan organ manusia,penyelundupan narkoba dan tentu saja pornogafi. Dengan internet kita dapat mengakses apapun dengan mudah dan cepat secara pribadi,dengan internet kita bisa berhubungan dengan orang diluar sana diseluruh belahan dunia dengan menggunakan situs jejaring sosial yang belakangan ini menjamur di internet,dengan begitu sindikat Narkoba didunia ini bisa lebih mudah berhubungan dengan menggunakan internet,banyak kita jumpai situs-situs porno diinternet,yang bisa dengan mudah diakses oleh pengguna internet dengan mudah,yang lebih parah lagi wakil rakyat dan public figure lainya memberikan contoh yang buruk dengan rekaman video porno (Asusila) dengan wanita yang bukan istrinya,sungguh bertolak belakang dengan kegiatan pemerintah yang sedang gencar-gencarnya menggalakan pemberantasan pornografi dan pornoaksi,pornografi ataupun narkoba adalah masalah yang sangat besar dalam negara kita,banyak warga negara kita yang rela menjadi kurir pengantar barang haram tersebut dengan imbalan yang dibalang sedikit dibanding efek kerugian yang diakibatkan oleh narkoba tersebut,mereka mau menjadi kurir narkoba tersebut dengan alasan ekonomi,Narkoba dan Pornografi sangat merusak mental generasi bangsa,minimya pendidikan tentang masalah ini kepada masyarakat luas membuat masyarakt tidak tahu betapa bahanya Narkoba dan Pornografi.Jika masalah ini tidak cepat terselesaikan maka generasi bangsa ini akan hancur.
    Merambahnya peredaran narkoba dikalangan anak muda sangat tidak diharapkan oleh kita semua,dikutip dari http://www.indonesia.go.id Ketua BNP DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan sekitar 1,5 persen penduduk Jakarta menjadi pengguna dan penyalah-guna narkoba, sebagian besar terjadi pada anak usia sekolah, SMP dan SMU.Berdasarkan pengamatan BNP DKI Jakarta,tidak ada satupun kelurahan di DKI Jakarta yang terbebas dari narkoba, katanya di Jakarta,Sabtu (7/4) malam.Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN); setiap hari ada 41 orang tewas akibat narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya atau narkoba di Indonesia. Sejak 2001, jumlah pengguna dan pencandu narkoba di Tanah Air diperkirakan akan terus bertambah.Ia menjelaskan pada 2001 terdapat 3.617 kasus,kemudian tahun 2003 meningkat menjadi 7.140 kasus dan 2006 meningkat menjadi 17.355 kasus, “Secara kasar di Indonesia ini 1,5 persen penduduknya dikhawatirkan memakai narkoba dan tidak menutup kemungkinan angka ini akan terus meningkat”. Sedangkan data lain yang saya peroleh dari http://www.indonesia.go.id 60% pengguna narkoba di sumatera utara usia sekolah,data ini diambil pada tanggal 04-09-2008,Direktur Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (Pimansu),Zulkarnain Lubis,di Medan, Rabu,Mengatakan, angka tersebut didapat dari pengujian yang dilakukaan terhadaap 2.144 orang usia sekolah secara acak dan hasilnya ditemukan sebanyak 1.436 orang terindikasi telah menggunakan narkoba. Tingginya angka anak usia sekolah pengguna narkoba, sedikit banyaknya diakibatkan buruknya komunikasi antara orang tua dan anak.Akibatnya anak tidak mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai bahaya dari zat adiktif tersebut. Dan di Yogyakarta sendiri Pengguna Narkoba cukup banyak dan memprihatinkan,sesuai data yang saya peroleh dari http://www.indonesia.go.id “YOGYAKARTA,27-06-2007 – Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX selaku Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) DIY mengungkapkan, dari dua juta pecandu narkoba dan obat-obat berbahaya, 90 persen adalah generasi muda, termasuk 25 ribu mahasiswa. Karena itu narkoba menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa”.
    Sedangkan masalah Pornografi membawa dampak yang buruk,seperti HIV/AIDS,data yang saya dapatkan dari http://www.indonesia.go.id adalah Indonesia masuk kategori cluster kedua (15-08-2008), Perwakilan dari UNFPA (Badan PBB untuk Kependudukan) di Indonesia Zahidul Huque melaporkan, Indonesia masuk kategori ‘cluster’ kedua sama seperti China,Malaysia,India,Nepal dan Vietnam. “Cluster kedua artinya negara-negara yang sebetulnya rendah dalam penyebaran HIV, namun sayangnya negara-negara yang bersangkutan malah gagal menanggulangi HIV/AIDS,” kata Zahidul pada acara peluncuran laporan ‘Epidemi AIDS Global 2008’ di Jakarta, Rabu (13/8).Zahidul juga menyatakan,Indonesia bersama dengan China,Papua Nugini,Vietnam,Federasi Rusia,Kenya dan Mozambik,merupakan negara-negara dengan kasus HIV/AIDS yang terus meningkat.Bahkan dewasa ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan laju epidemi tercepat di Asia,ungkap Nafsiah, Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi memaparkan,hingga kini(15-08-2008) situasi kumulatif jumlah kasus AIDS di Tanah Air telah mencapai 12.686 orang yang dihimpun dari 15 kabupaten/kota di 32 provinsi.Kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta,Jawa Barat,Papua,Jawa Timur,Bali,Kalimantan Barat,Jawa Tengah,Sumatra Utara,Sulawesi Selatan dan Kepulauan Riau.
    Dengan masalah yang sedemikian rupa,kita semua harus bahu membahu untuk mampu mengatasi masalah ini bersama-sama,kita harus menata langkah-langkah yang efektif untuk menyelesaikan masalah ini,kita sebagai mahasiswa bisa melakukan upaya untuk menghadapi/melawan masalah tersebut,diantaranya :
    1. Menumbuhkan Pribadi yang baik pada diri kita,meningkatkan iman dan takwa sesuai dengan ajaran agam kita,sehingga kita bisa menjadi panutan bagi oraang lain.
    2. Dengan pribadi yang baik kita mampu membina keluarga yang baik,sehingga terjadi komunikasi yang baik antara orang tua dan anak,Orang tua merupakan pilar utama dalam mendidik sukses tidaknya anak menghadapi era globalisasi ini.
    3. Memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang Bahanyanya Narkoba dan Pornografi ataupun kejahtan lintas negara lainnya,sehingga masyarakat mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai bahaya dari zat adiktif, pornografi dan kejahatan lintas negara lainnya.
    4. Dilain pihak faktor lingkungan juga sangat berpengaruh,dan bersama-sama kita harus mampu membuat lingkungan disekitar kita bebas dari Narkoba,Pornografi dan kejahatan lintas negara lainnya.

    Kemana negara ini dibawa nantinya tergantung kepada kualitas generasi mudanya.

    Nama : Muhamad Veri Boy, Nim : 12985, Prodi : ELINS

  43. Crimeproof Student

    Mahasiswa adalah generasi pembangun bangsa, memegang peranan penting dalam demokrasi dan pergerakan negara. Mahasiswa telah melekat pada hati masyarakat luas. Dari sudut pandang masyarakat, bagi mereka hanya pemuda – pemuda hebat lah yang menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa, berarti telah menentukan hidup untuk Negaranya, bukan untuk diri sendiri. Mahasiswa harus berkontribusi pada pembangunan bangsa.
    Sebagai pemegang peran utama dalam pergerakan bangsa, mahasiswa seharusnya tahu mengenai hal – hal yang berhubungan dengan negaranya. Entah itu hal – hal yang positif maupun negatif. Terutama untuk hal – hal negatif yang membutuhkan semangat untuk memberantasnya, dan menjadi tugas mahasiswa sebagai “pemuda elit Negara” untuk melawan hal – hal negatif pada bangsa dan negaranya.
    Dengan majunya teknologi dan pesatnya penyebaran informasi saat ini, satu dari sekian hal penting yang perlu diperhatikan pada masa sekarang adalah mengenai kejahatan lintas Negara. Kejahatan semacam penggunaan narkoba, penyebaran pornografi, dan sejenisnya merupakan faktor utama degenerasi moral, menjadi PR untuk para mahasiswa sebagai penanggung jawab “aksi” Negara. Mahasiswa harus beraksi dan bereaksi mengenai adanya perubahan dan ketidakberesan yang terjadi pada bangsa, termasuk penghancuran moral yang berdampak pada masyarakat luas ini.
    Peranan yang dapat dilakukan mahasiswa dalam hal ini bukan secara langsung menjadi penegak hukum dan menghakimi para pelaku kejahatan, namun mahasiswa memiliki tugas sendiri yang juga penting yaitu sebagai “tameng” masyarakat. Perlu diperhatikan bahwa filosofi menjadi tameng dalam hal ini bukan berarti melindungi dengan cara membiarkan penyerangan moral itu terjadi pada diri mahasiswa sendiri – seperti halnya tameng peluru yang melindungi penggunanya dari tembakan peluru namun tameng itu sendiri tetap terkena peluru. Karena hal ini tidak akan berhasil justru akan menambah masalah. Merupakan ide yang sangat buruk! Filosofi yang dimaksud, yang dilakukan oleh seorang tameng masyarakat adalah menjaga dan melindungi masyarakat dari pembobrokan moral, mementalkan semua serangan moral dan membuangnya jauh-jauh tanpa meninggalkan bekas pada masyarakat maupun diri mahasiswa itu sendiri.
    Perlu juga diperhatikan bahwa kejahatan yang menyerang moral bangsa ini juga ditembakkan pada mahasiswa itu sendiri, selain pada masyarakat pada umumnya. Hal ini memiliki arti bahwa sebelum mahasiswa memberantas kejahatan tersebut, dia harus membersihkan diri dahulu dari kejahatan itu sendiri.
    Hal yang paling penting untuk segera dilawan dan diberantas adalah narkoba, yang menjadi ancaman utama kehancuran moral bangsa dan masyarakat. Seperti yang sudah diuraikan pada paragraf sebelumnya, dalam hal seperti penyalahgunaan narkoba dan juga penyebarannya, bisa juga terjadi pada mahasiswa. Suatu survei menyatakan bahwa lapisan masyarakat paling sedikit yang memakai / menyebarkan narkoba adalah mahasiswa, dimenangkan oleh pelajar SMA dan masyarakat umum / pemuda pengangguran menjadi yang paling banyak. Survei ini tidak untuk dilihat sebagai kebanggaan kebersihan para mahasiswa. Namun disamping itu survei ini justru menunjukkan bahwa tanggung jawab mahasiswa untuk memberantas narkoba itu sangat besar. Yang pertama adalah tugas mahasiswa untuk membersihkan diri sendiri dari narkoba itu, kemudian setelah selesai memulai dari diri sendiri ( membersikan diri dari narkoba ), masih memiliki tugas yang tidak mudah yaitu pada masyarakat. Kembali lagi, mahasiswa menjadi tameng masyarakat. Metode – metode untuk merealisasikan “tameng” masyarakat ini sangatlah banyak dan merupakan tugas mahasiswa untuk menggagasnya.
    Dalam memberantas kasus narkoba ini, mahasiswa dapat memulai dengan hal – hal yang dapat mereka akses dengan mudah. Sebagai contoh dengan sosialisasi pada sekolah – sekolah dan masyarakat pada tingkat yang kecil dahulu ( seperti dusun atau desa ) pada saat KKN.
    Dengan majunya teknologi saat ini, memberantas kejahatan lintas Negara itu tidaklah mudah. Hal – hal seperti pornografi dan penyalahgunaan internet lainnya sangat sulit untuk diberantas, bahkan bisa dikatakan tidak dapat diberantas. Namun demikian bukan berarti usaha melawan hal – hal tersebut sia – sia. Karena usaha yang dilakukan dapat menekan dalam artian mengurangi penyalahgunaan internet tersebut. Sekali lagi, mahasiswa harus memulai dari diri sendiri. Berusaha memperingati sesama mahasiswa untuk berhenti menikmati hal – hal yang berhubungan dengan pornografi misalnya, dan menghentikan penyebarannya. Contoh perealisasiannya adalah seperti bila kita menemukan video porno pada komputer umum maka video tersebut kita hapus dan bukan mengkopinya dan membagikannya pada teman – teman kita. Hal – hal seperti pembajakan dalam internet juga harus dihentikan, berusaha menggunakan produk – produk legal contohnya membeli lagu – lagu asli dan legal.
    Setelah selesai dengan diri sendiri lagi – lagi mahasiswa masih harus melawan serangan moral itu pada lapisan masyarakat. Untuk masalah pornografi mahasiswa harus melakukan sosialisasi pada masyarakat mulai dari usia dini. Karena sosialisasi paling efektif adalah sosialisasi pada mereka yang belum tersentuh hal – hal yang berhubungan dengan pornografi tersebut. Hal ini dapat mengurangi banyaknya quota sex bebas yang terjadi pada masyarakat secara efektif. Sosialisasi pada pelajar – pelajar SMA dan SMP yang meski usia mereka masih remaja namun pastinya mereka sudah tahu dan perlu dijauhkan dari hal – hal pornografi ini. Bahkan mirisnya pada masa teknologi ini pelajar SD pun sudah banyak yang mengetahui tentang hal – hal pornografi ini. Untuk itu mahasiswa wajib mendukung gerakan – gerakan pemerintah dalam memberantas pornografi ini. Seperti pemblokiran situs – situs porno di internet, mahasiswa harusnya mendukung, bukannya malah membuat / menambah situs – situs porno lokal atau mengupload foto – foto yang menyinggung pornografi, hal yang sungguh memalukan. Selain itu juga dapat dianalisa bahwa penyebaran pornografi pada pelajar / anak – anak di bawah umur berawal dari media informasi atau televisi dan film – film. Untuk itu mahasiswa juga harus tegas dalam menyikapi hal – hal yang berhubungan dengan pornografi ini seperti demo penolakan kedatangan Miyabi ke Indonesia yang tentunya dapat membuat masyarakat penasaran.
    Hal – hal yang mengancam Negara diatas baru sebagian dari banyaknya ancaman – ancaman yang dapat dikatakan merupakan penjajahan moral pada bangsa kita. Mahasiswa harus bergerak dan memulai pertarungan dan perlawanan melawan serangan moral ini, menjadi “tameng” yang bisa diandalkan masyarakat Indonesia. Setelah selesai dengan perlawanan pada dirinya sendiri tentunya. Mari kita lakukan semuanya untuk Negara, sebagai kontribusi dan bukti cinta kita pada tanah air Indonesia!

    Muhammad Ramdan Izzulmakin
    10/300095/PA/13136
    S1 Elektronika dan Instrumentasi

  44. PERANAN MAHASISWA DALAM MELAWAN MARAKNYA KEJAHATAN LINTAS NEGARA YANG MENGANCAM MORAL GENERASI MUDA

    Di zaman ini,seluruh aspek kehidupan manusia makin berubah.Perubahan tersebut disebabkan oleh teknologi.Sekarang,kehidupan manusia sangat bergantung pada teknolologi.Sebab teknologi dapat mempercepat pekerjaan manusia sehari-hari.Salah satu contohnya ialah computer.Dahulu manusia membuat surat,laporan, maupun undangan menggunakan tulisan tangan.Namun,di zaman teknologi ini manusia menggunakan computer untuk menyelesaikan laporan,surat,dan lain-lain.Manusia sudah biasa menyelesaikan tugas menggunakan internet,manusia sudah terbiasa berkomunikasi dengan telepon genggam,manusia sudah terbiasa mencari ilmu melalui internet.Bahkan,manusia sangat bergantung pada alat-alat elektronik canggih.Tetapi kita jangan melupakan satu hal yaitu,apapun yang dibuat oleh manusia pasti ada dampak negatifnya.secanggih-canggihnya teknologi pasti ada efek negatifnya.Efek negative dari perkembangan teknologi itu banyak.salah satu efek yang paling besar ialah kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda.Nah,efek inilah yang akan kita bahas.Contoh dari kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda ialah pornrgrafi,narkoba,penyalahgunaan internet,dan sejenisnya.
    Pornografi merupakan salah satu kejahatan lintas Negara yang dapat merusak moral bangsa.Sekarang yang kian marak dibicarakan ialah video mesum dari selebriti.Begitu banyaknya video porno yang ditampilkan di media massa seperti,majalah dan surat kabar.Bahkan, merambah ke media elektronik seperti,televise dan internet.Padahal, dengan adanya video porno ini akan mempengaruhi naluri seksual, termasuk pada diri remaja. Allah Swt. sudah ‘menyetel’ manusia secara default memiliki naluri seksual, yang perwujudannya mencintai lawan jenis.Jadi, kalo kian sering remaja menkonsumsi hal-hal bernuansa pornografi, maka naluri seksualnya makin bergejolak.Selain itu, bacaan pornografi baik melalui media cetak maupun internet tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian manusia, termasuk remaja. Apalagi jika hal itu dilakukan setiap hari. Ditambah pula dengan malas ikut pengajian atau datang ke majelis taklim.Makin rusak saja moral para calon pemimpin bangsa.Sebab berawal dari melihat video porno atau pornografi lalu merambah ke pornoaksi.Bahkan,merambah menjadi tindak kriminalitas yaitu,pemerkosaan.Padahal pemerintah telah mengeluarkan UU anti pornografi yang berfungsi untuk mengurangi tindak kejahatan pemerkosaan.
    Dua studi di AS jusru menunjukkan hubungan terbalik antara pornografi online dan pemerkosaan. Yang pertama, paper berjudul “Porn Up, Rape Down” oleh Anthony D’Amato dari Northwestern Law School (2006). Paper kedua adalah “Pornography, Rape and the Internet” oleh Ted Kendall, Departemen Ekonomi Universitas Clemson.Dua paper itu menunjukkan, sejak awal ’90an tingkat kejahatan pemerkosaan di AS turun. Data yang dikutip Kendall: tahun 1993 ada sekitar 1,6 pemerkosaan per seribu penduduk. Di tahun 2004, angka itu turun jadi 0,4 per seribu penduduk. Ini terjadi di periode di mana Internet berkembang dengan cepat, termasuk pornografi online.Kendall menggunakan sumber data berbeda, tapi kurang lebih ia menunjukkan kecenderungan serupa. Ia kemudian menghitung pertumbuhan akses Internet di 50 negara bagian plus Washington, D.C., dihitung berdasarkan persentase rumah tangga yang mengakses Internet, antara 1995-2003.Ia kemudian mengelompokkan 26 negara bagian dengan pertumbuhan Internet ‘tinggi’ dan 25 dengan pertumbuhan ‘rendah’. Di kelompok pertama, tingkat pemerkosaan antara 1995-2003 turun 14 persen. Di kelompok kedua tingkat pemerkosaan juga turun tapi hanya sebesar 6 persen. Artinya, negara bagian yang mengalami pertumbuhan akses Internet lebih cepat juga mengalami penurunan tingkat pemerkosaan lebih cepat. Kendall juga menunjukkan, setiap kenaikan 1 persen jumlah rumah tangga yang punya akses Internet, tingkat pemerkosaan turun sebesar 7,3 persen.Dari data tersebut memang sangat tak masuk diakal.Tetapi tetap saja factor dari terjadinya tindak pemerkosaan ialah factor pendidikan,pengawasan orang tua, dan keimanan yang diperoleh.Oleh karena itu,kita sebagai mahasiswa seharusnya sadar akan hal itu.kita harusnya berfikir bahwa kita ini merupakan cikal bakal yang akan memimpin Negara ini menjadi Negara maju dan diakui oleh Negara-negara lain.Untuk itu peran kita sebagai mahasiswa dalam melawan pornografi diwujudkan dengan cara selalu berpegang teguh pada pancasila,menaati aturan-aturan Negara maupun agama,sesuai prinsip dasar Negara kita pancasila yaitu,memfilter setiap kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk.Seiring perkembangan zaman,kita harus cerdas memilih mana yang positif dan mana yang negative.Juga peran kita sebagai mahasiswa ialah saling mengingatkan teman,serta menegur seseorang yang melakukan pelecehan seksual.Semua itu untuk menjadikan mental generasi muda tidak rusak.Sebab Negara yang maju ialah Negara yang rakyatnya mematuhi aturan-aturan Negara,kebiasaan hidup yang bagus misalnya,selalu tepat waktu jika ada pertemuan,serta mematuhi norma-norma agama yang kita anut.
    Beberapa hari lalu, sejumlah stasiun televisi menanyangkan liputan tentang maraknya peredaran narkoba di kalangan pelajar. Dalam tayangan tersebut diungkapkan bahwa ketika diadakan razia di sekolah-sekolah, sejumlah siswa SMP dan SMA kedapatan menyimpan berbagai jenis narkoba, dari pil koplo sampai ecstasy. Setelah diinterogasi, beberapa siswa mengaku sudah memakai barang haram tersebut sejak lama, bahkan ada di antara mereka yang tidak hanya sebagai pemakai, tetapi juga sebagai pengedar.Kenyataan miris ini tentu menghentakkan kita semua, khususnya dunia pendidikan kita. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah bagi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dengan seperangkat intelektualitas, moralitas dan spiritualitas memadai, ternyata telah dicemari oleh perilaku sejumlah oknum siswa yang tidak bertanggungjawab. Kenyataan ini juga seharusnya membelalakkan mata kita, bahwa dunia pendidikan di negeri ini sedang menghadapi sebuah ancaman besar, yakni jeratan narkoba, yang setiap saat siap menghancurkan masa depan anak bangsa ini.Ironisnya, kita seolah menutup mata dan telinga kita, tidak peduli dengan kondisi riil yang sangat kritis dan memprihatinkan ini. Kita hanya berpangku tangan, dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab atas persoalan narkoba ini kepada pemerintah. Padahal, kita tahu sejauh ini belum tampak hasil maksimal yang ditorehkan pemerintah dalam menangani kasus narkoba, yang kian hari kian mengkhawatirkan ini. Tak dinafikan memang, pemerintah mempunyai Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menangani segala persoalan berkaitan dengan masalah narkoba. Tetapi, untuk masalah yang sangat besar ini, rasanya tidak cukup hanya mengandalkan sebuah lembaga pemerintah saja. Dalam hal ini, peran serta aktif masyarakat dalam menanggulangi serta menghalau ancaman bahaya narkoba merupakan kebutuhan mendesak yang tak dapat ditunda lagi.Untuk itu peran mahasiswa sangat penting dalam menangani permasalahan ini.Sebab mahasiswa sebagai calon pemimpin harus belajar dari sekarang.Seharusnya ini masalah kita bersama bukan masalah pemerintah sendiri.Peran mahasiwa ialah mencagah secara preventif.Jadi mahasiswa harus peka terhadap kejadian-kejadian disekitarnya.Kita harus menegur dan menasehati orang-orang yang terjerumus dalam “lubang hitam”.Sebenarnya ada beberapa solusi untuk menangani permasalahan tersebut.diantaranya,
    Pertama, pendekatan agama. Melalui pendekatan ini, mereka yang masih ‘bersih’ dari dunia narkoba, senantiasa ditanamkan ajaran agama yang mereka anut. Agama apa pun, tidak ada yang menghendaki pemeluknya untuk merusak dirinya, masa depannya, serta kehidupannya. Setiap agama mengajarkan pemeluknya untuk menegakkan kebaikan, menghindari kerusakan, baik pada dirinya, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya. Sedangkan bagi mereka yang sudah terlanjur masuk dalam kubangan narkoba, hendaknya diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mereka yakini. Dengan jalan demikian, diharapkan ajaran agama yang pernah tertanam dalam benak mereka mampu menggugah jiwa mereka untuk kembali ke jalan yang benar.
    Kedua, pendekatan psikologis. Dengan pendekatan ini, mereka yang belum terjamah ‘kenikmatan semu’ narkoba, diberikan nasihat dari ‘hati ke hati’ oleh orang-orang yang dekat dengannya, sesuai dengan karakter kepribadian mereka. Langkah persuasif melalui pendekatan psikologis ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran dari dalam hati mereka untuk menjauhi dunia narkoba. Adapun bagi mereka yang telah larut dalam ‘kehidupan gelap’ narkoba, melalui pendekatan ini dapat diketahui, apakah mereka masuk dalam kategori pribadi yang ekstrovert (terbuka), introvert (tertutup), atau sensitif. Dengan mengetahui latar belakang kepribadian mereka, maka pendekatan ini diharapkan mampu mengembalikan mereka pada kehidupan nyata.
    Ketiga, pendekatan sosial. Baik bagi mereka yang belum, maupun yang sudah masuk dalam ‘sisi kelam’ narkoba, melalui pendekatan ini disadarkan bahwa mereka merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya. Dengan penanaman sikap seperti ini, maka mereka merasa bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga dan masyarakat memiliki arti penting.
    Dengan beberapa pendekatan di atas, diharapkan mampu menggerakkan hati para pelajar yang masih belia dan ‘suci’ dari kelamnya dunia narkoba untuk tidak larut dalam trend pergaulan yang menyesatkan. Dan bagi mereka yang sudah tercebur ke dalam ‘kubangan’ dunia narkoba, melalui beberapa pendekatan tersebut, diharapkan dapat kembali sadar akan arti penting kehidupan ini, yang amat sayang jika digadaikan dengan kesenangan yang nisbi.
    Sekarang kita akan membicarakan tentang penyalah gunaan internet.Sebenarnya internet merupakan media elektronik yang dapat memberikan informasi berupa berita,media edukasi,komersial,dan lain-lain.Tetapi dalam prakteknya kebanyakan remaja memakainya untuk hal-hal yang negative seperti,melihat video-video porno,aksi penipuan,dan sejenisnya.Seharusnya para mahasiswa sudah dapat menyaring informasi-informasi yang datang dari Negara lain melalui internet,memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya para remaja yang rentan akan terkena dampak negative dari internet.Dan memberikan penyuluhan pada para orang tua untuk menjaga,mendidik,serta mengawasi anak-anak mereka.Pada akhir-akhir ini banyaknya aksi penipuan di jejaring social facebook yaitu,menghilangnya sejumlah remaja.Untuk itu, disinilah peran mahasiswa untuk memberikan pengarahan pada sejumlah remaja untuk dapat membentengi diri.khususnya para remaja perempuan.
    Jadi,begitu banyaknya kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda.Untuk itu kita sebagai mahasiswa harus membantu pemerintah dalam menyelesaikan konflik-konflik tersebut.Sebab nantinya mahasiswa akan menjadi pemimpin Negara.Dan pemimpin Negara harus dapat memimpin Negara berdasar pancasila yang memiliki tujuan yang tercantum dalam teks pembukaan alinea ke-4.Mahasiswa harus memiliki jiwa pemimpin yang selalu mematuhi norma-norma Negara dan agama.

    Sumber pustaka:
    • Didijunaedi
    http://adrianz-proklamasis.blogspot.com/2009/08/solusi-alternatif-melawan-narkoba.html
    http://www.facebook.com/topic.php?uid=108382612516348&topic=368
    http://osolihin.wordpress.com/2010/06/21/melawan-pornografi/

    Nama :ARIFIN WAHID IBRAHIM
    NIM :10/300691/PA/13335
    Prodi:ELINS

  45. PERANAN MAHASISWA DALAM MELAWAN MARAKNYA KEJAHATAN LINTAS NEGARA YANG MENGANCAM MORAL GENERASI MUDA

    Di zaman ini,seluruh aspek kehidupan manusia makin berubah.Perubahan tersebut disebabkan oleh teknologi.Sekarang,kehidupan manusia sangat bergantung pada teknolologi.Sebab teknologi dapat mempercepat pekerjaan manusia sehari-hari.Salah satu contohnya ialah computer.Dahulu manusia membuat surat,laporan, maupun undangan menggunakan tulisan tangan.Namun,di zaman teknologi ini manusia menggunakan computer untuk menyelesaikan laporan,surat,dan lain-lain.Manusia sudah biasa menyelesaikan tugas menggunakan internet,manusia sudah terbiasa berkomunikasi dengan telepon genggam,manusia sudah terbiasa mencari ilmu melalui internet.Bahkan,manusia sangat bergantung pada alat-alat elektronik canggih.Tetapi kita jangan melupakan satu hal yaitu,apapun yang dibuat oleh manusia pasti ada dampak negatifnya.secanggih-canggihnya teknologi pasti ada efek negatifnya.Efek negative dari perkembangan teknologi itu banyak.salah satu efek yang paling besar ialah kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda.Nah,efek inilah yang akan kita bahas.Contoh dari kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda ialah pornrgrafi,narkoba,penyalahgunaan internet,dan sejenisnya.
    Pornografi merupakan salah satu kejahatan lintas Negara yang dapat merusak moral bangsa.Sekarang yang kian marak dibicarakan ialah video mesum dari selebriti.Begitu banyaknya video porno yang ditampilkan di media massa seperti,majalah dan surat kabar.Bahkan, merambah ke media elektronik seperti,televise dan internet.Padahal, dengan adanya video porno ini akan mempengaruhi naluri seksual, termasuk pada diri remaja. Allah Swt. sudah ‘menyetel’ manusia secara default memiliki naluri seksual, yang perwujudannya mencintai lawan jenis.Jadi, kalo kian sering remaja menkonsumsi hal-hal bernuansa pornografi, maka naluri seksualnya makin bergejolak.Selain itu, bacaan pornografi baik melalui media cetak maupun internet tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian manusia, termasuk remaja. Apalagi jika hal itu dilakukan setiap hari. Ditambah pula dengan malas ikut pengajian atau datang ke majelis taklim.Makin rusak saja moral para calon pemimpin bangsa.Sebab berawal dari melihat video porno atau pornografi lalu merambah ke pornoaksi.Bahkan,merambah menjadi tindak kriminalitas yaitu,pemerkosaan.Padahal pemerintah telah mengeluarkan UU anti pornografi yang berfungsi untuk mengurangi tindak kejahatan pemerkosaan.
    Dua studi di AS jusru menunjukkan hubungan terbalik antara pornografi online dan pemerkosaan. Yang pertama, paper berjudul “Porn Up, Rape Down” oleh Anthony D’Amato dari Northwestern Law School (2006). Paper kedua adalah “Pornography, Rape and the Internet” oleh Ted Kendall, Departemen Ekonomi Universitas Clemson.Dua paper itu menunjukkan, sejak awal ’90an tingkat kejahatan pemerkosaan di AS turun. Data yang dikutip Kendall: tahun 1993 ada sekitar 1,6 pemerkosaan per seribu penduduk. Di tahun 2004, angka itu turun jadi 0,4 per seribu penduduk. Ini terjadi di periode di mana Internet berkembang dengan cepat, termasuk pornografi online.Kendall menggunakan sumber data berbeda, tapi kurang lebih ia menunjukkan kecenderungan serupa. Ia kemudian menghitung pertumbuhan akses Internet di 50 negara bagian plus Washington, D.C., dihitung berdasarkan persentase rumah tangga yang mengakses Internet, antara 1995-2003.Ia kemudian mengelompokkan 26 negara bagian dengan pertumbuhan Internet ‘tinggi’ dan 25 dengan pertumbuhan ‘rendah’. Di kelompok pertama, tingkat pemerkosaan antara 1995-2003 turun 14 persen. Di kelompok kedua tingkat pemerkosaan juga turun tapi hanya sebesar 6 persen. Artinya, negara bagian yang mengalami pertumbuhan akses Internet lebih cepat juga mengalami penurunan tingkat pemerkosaan lebih cepat. Kendall juga menunjukkan, setiap kenaikan 1 persen jumlah rumah tangga yang punya akses Internet, tingkat pemerkosaan turun sebesar 7,3 persen.Dari data tersebut memang sangat tak masuk diakal.Tetapi tetap saja factor dari terjadinya tindak pemerkosaan ialah factor pendidikan,pengawasan orang tua, dan keimanan yang diperoleh.Oleh karena itu,kita sebagai mahasiswa seharusnya sadar akan hal itu.kita harusnya berfikir bahwa kita ini merupakan cikal bakal yang akan memimpin Negara ini menjadi Negara maju dan diakui oleh Negara-negara lain.Untuk itu peran kita sebagai mahasiswa dalam melawan pornografi diwujudkan dengan cara selalu berpegang teguh pada pancasila,menaati aturan-aturan Negara maupun agama,sesuai prinsip dasar Negara kita pancasila yaitu,memfilter setiap kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk.Seiring perkembangan zaman,kita harus cerdas memilih mana yang positif dan mana yang negative.Juga peran kita sebagai mahasiswa ialah saling mengingatkan teman,serta menegur seseorang yang melakukan pelecehan seksual.Semua itu untuk menjadikan mental generasi muda tidak rusak.Sebab Negara yang maju ialah Negara yang rakyatnya mematuhi aturan-aturan Negara,kebiasaan hidup yang bagus misalnya,selalu tepat waktu jika ada pertemuan,serta mematuhi norma-norma agama yang kita anut.
    Beberapa hari lalu, sejumlah stasiun televisi menanyangkan liputan tentang maraknya peredaran narkoba di kalangan pelajar. Dalam tayangan tersebut diungkapkan bahwa ketika diadakan razia di sekolah-sekolah, sejumlah siswa SMP dan SMA kedapatan menyimpan berbagai jenis narkoba, dari pil koplo sampai ecstasy. Setelah diinterogasi, beberapa siswa mengaku sudah memakai barang haram tersebut sejak lama, bahkan ada di antara mereka yang tidak hanya sebagai pemakai, tetapi juga sebagai pengedar.Kenyataan miris ini tentu menghentakkan kita semua, khususnya dunia pendidikan kita. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah bagi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dengan seperangkat intelektualitas, moralitas dan spiritualitas memadai, ternyata telah dicemari oleh perilaku sejumlah oknum siswa yang tidak bertanggungjawab. Kenyataan ini juga seharusnya membelalakkan mata kita, bahwa dunia pendidikan di negeri ini sedang menghadapi sebuah ancaman besar, yakni jeratan narkoba, yang setiap saat siap menghancurkan masa depan anak bangsa ini.Ironisnya, kita seolah menutup mata dan telinga kita, tidak peduli dengan kondisi riil yang sangat kritis dan memprihatinkan ini. Kita hanya berpangku tangan, dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab atas persoalan narkoba ini kepada pemerintah. Padahal, kita tahu sejauh ini belum tampak hasil maksimal yang ditorehkan pemerintah dalam menangani kasus narkoba, yang kian hari kian mengkhawatirkan ini. Tak dinafikan memang, pemerintah mempunyai Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menangani segala persoalan berkaitan dengan masalah narkoba. Tetapi, untuk masalah yang sangat besar ini, rasanya tidak cukup hanya mengandalkan sebuah lembaga pemerintah saja. Dalam hal ini, peran serta aktif masyarakat dalam menanggulangi serta menghalau ancaman bahaya narkoba merupakan kebutuhan mendesak yang tak dapat ditunda lagi.Untuk itu peran mahasiswa sangat penting dalam menangani permasalahan ini.Sebab mahasiswa sebagai calon pemimpin harus belajar dari sekarang.Seharusnya ini masalah kita bersama bukan masalah pemerintah sendiri.Peran mahasiwa ialah mencagah secara preventif.Jadi mahasiswa harus peka terhadap kejadian-kejadian disekitarnya.Kita harus menegur dan menasehati orang-orang yang terjerumus dalam “lubang hitam”.Sebenarnya ada beberapa solusi untuk menangani permasalahan tersebut.diantaranya,
    Pertama, pendekatan agama. Melalui pendekatan ini, mereka yang masih ‘bersih’ dari dunia narkoba, senantiasa ditanamkan ajaran agama yang mereka anut. Agama apa pun, tidak ada yang menghendaki pemeluknya untuk merusak dirinya, masa depannya, serta kehidupannya. Setiap agama mengajarkan pemeluknya untuk menegakkan kebaikan, menghindari kerusakan, baik pada dirinya, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya. Sedangkan bagi mereka yang sudah terlanjur masuk dalam kubangan narkoba, hendaknya diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mereka yakini. Dengan jalan demikian, diharapkan ajaran agama yang pernah tertanam dalam benak mereka mampu menggugah jiwa mereka untuk kembali ke jalan yang benar.
    Kedua, pendekatan psikologis. Dengan pendekatan ini, mereka yang belum terjamah ‘kenikmatan semu’ narkoba, diberikan nasihat dari ‘hati ke hati’ oleh orang-orang yang dekat dengannya, sesuai dengan karakter kepribadian mereka. Langkah persuasif melalui pendekatan psikologis ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran dari dalam hati mereka untuk menjauhi dunia narkoba. Adapun bagi mereka yang telah larut dalam ‘kehidupan gelap’ narkoba, melalui pendekatan ini dapat diketahui, apakah mereka masuk dalam kategori pribadi yang ekstrovert (terbuka), introvert (tertutup), atau sensitif. Dengan mengetahui latar belakang kepribadian mereka, maka pendekatan ini diharapkan mampu mengembalikan mereka pada kehidupan nyata.
    Ketiga, pendekatan sosial. Baik bagi mereka yang belum, maupun yang sudah masuk dalam ‘sisi kelam’ narkoba, melalui pendekatan ini disadarkan bahwa mereka merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya. Dengan penanaman sikap seperti ini, maka mereka merasa bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga dan masyarakat memiliki arti penting.
    Dengan beberapa pendekatan di atas, diharapkan mampu menggerakkan hati para pelajar yang masih belia dan ‘suci’ dari kelamnya dunia narkoba untuk tidak larut dalam trend pergaulan yang menyesatkan. Dan bagi mereka yang sudah tercebur ke dalam ‘kubangan’ dunia narkoba, melalui beberapa pendekatan tersebut, diharapkan dapat kembali sadar akan arti penting kehidupan ini, yang amat sayang jika digadaikan dengan kesenangan yang nisbi.
    Sekarang kita akan membicarakan tentang penyalah gunaan internet.Sebenarnya internet merupakan media elektronik yang dapat memberikan informasi berupa berita,media edukasi,komersial,dan lain-lain.Tetapi dalam prakteknya kebanyakan remaja memakainya untuk hal-hal yang negative seperti,melihat video-video porno,aksi penipuan,dan sejenisnya.Seharusnya para mahasiswa sudah dapat menyaring informasi-informasi yang datang dari Negara lain melalui internet,memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya para remaja yang rentan akan terkena dampak negative dari internet.Dan memberikan penyuluhan pada para orang tua untuk menjaga,mendidik,serta mengawasi anak-anak mereka.Pada akhir-akhir ini banyaknya aksi penipuan di jejaring social facebook yaitu,menghilangnya sejumlah remaja.Untuk itu, disinilah peran mahasiswa untuk memberikan pengarahan pada sejumlah remaja untuk dapat membentengi diri.khususnya para remaja perempuan.
    Jadi,begitu banyaknya kejahatan lintas Negara yang dapat mengancam para generasi muda.Untuk itu kita sebagai mahasiswa harus membantu pemerintah dalam menyelesaikan konflik-konflik tersebut.Sebab nantinya mahasiswa akan menjadi pemimpin Negara.Dan pemimpin Negara harus dapat memimpin Negara berdasar pancasila yang memiliki tujuan yang tercantum dalam teks pembukaan alinea ke-4.Mahasiswa harus memiliki jiwa pemimpin yang selalu mematuhi norma-norma Negara dan agama.

    Sumber pustaka:
    • Didijunaedi
    http://adrianz-proklamasis.blogspot.com/2009/08/solusi-alternatif-melawan-narkoba.html
    http://www.facebook.com/topic.php?uid=108382612516348&topic=368
    http://osolihin.wordpress.com/2010/06/21/melawan-pornografi/

  46. Sudah kita ketahui bahwa sekarangpada zaman sekarang batas antar negara sudah semakin kabur. Itu semua karena pengaruh teknologi yang semakin tinggi dan kemudahan yang diberikan tiap negara untuk mengunjungi negaranya. Semua itu membuat tingkat aktivitas perjalanan dari luar negeri ke dalam negeri atau sebaliknya, semakin meningkat tajam dibandingkan pada saat teknologi kurang berkembang dan betapa sulitnya untuk mengunjungi beberapa negara.
    Sisi baik dari hal di atas banyak, antara lain pariwisata yang semakin maju, informasi mengenai dunia semakin banyak yang kita ketahui, dan perdagangan antar Negara yang semakin pesat. Akan tetapi, banyak juga sisi buruk yang dating dari hal tersebut, misalnya antara lain perdagangan gelap narkoba, penyelundupan manusia, pornografi dan judi online, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sangat merusak moral kehidupan warga Indonesia, sehingga pada akhir-akhir ini sering kita dengar banyaknya pengakses pornografi di internet, perdagangan narkoba yang marak, baik yang sudah terbongkar ataupun yang masih terpendam. Jika permasalahan itu dibiarkan begitu saja, tentu bangsa Indonesia ini lambat laun akan hancur dengan sendirinya. Sebagai mahasiswa dan kaum intelektual, kita harus mencari cara untuk mencegah terjadinya lagi kejahatan antar Negara dan mengurangi dampak yang sudah ditimbulkannya.
    Jika ditelusuri lebih jauh, sasaran dari tindak kejahatan lintas Negara di atas mempunyai target generasi muda sebagai ‘pasarnya’. Narkoba semakin luas peredarannya karena banyak pemuda yang berpikir itu adalah sebuah pelarian atau sebuah gaya hidup modern. Perdagangan manusia banyak yang menjadi korban adalah para remaja putri polos yang berpikir akan lebih mudah untuk mencari uang jika berkerja di luar negeri,tidak peduli apakah legal atau illegal. Pornografi dan judi melalui media internet semakin mewabah karena banyak sekali generasi muda yang sudah tidak bisa lagi menahan hawa nafsunya dan terjerumus oleh budaya barat yang tidak disaring dengan baik. Inti utama dari segala persoalan di atas adalah semakin buruknya moral generasi muda Indonesia dan semakin jauhnya mereka dari norma-norma yang berlaku, sehingga keinginan untuk hidup bebas tanpa batas semakin tinggi. Dari pemikiran itu, bisa ditarik sebuah solusi, yaitu pertama-tama kita harus meningkatkan kembali moral generasi muda kita dan membuat mereka kembali dekat dengan agama mereka. Solusi kedua adalah dengan tidak menyerap secara mentah-mentah budaya dari luar tanpa menyaringnya dengan norma-norma di sekitar kita.
    Di sinilah peran mahasiswa akan sangat penting, yaitu untuk mewujudkan kedua solusi tersebut, sehingga bangsa Indonesia tidak hancur oleh tangannya sendiri. Untuk itu bisa dibuat beberapa langkah agar solusi di atas bisa diwujudkan oleh kita, terutama para mahasiswa. Langkah pertama adalah mengoreksi diri tiap kita terlebih dahulu, apakah kita sudah memiliki akhlak moral yang baik atau belum. Akan tampak lucu dan aneh jika kita berteriak agar maling ditangkap, tapi kita sendiri melakukan perbuatan maling atau seperti istilah ‘jarkoni’. Narkoba, pornografi, dan seks bebas sudah banyak diketahui berkembang di lingkungan mahasiswa. Jika hal ini saja tidak bisa dihilangkan dari sikap mahasiswa Indonesia sekarang, maka peran mahasiswa dalam menghadapi degradasi moral ini tidak ada artinya. Maka dari itu, agar peran mahasiswa memiliki sesuatu yang nyata, seharsnya moral dari mahasiswa sendiri harus ditingkatkan sampai ke tingkat tertinggi. Selain itu, pada diri mahasiswa juga harus ditanamkan jati diri yang khas sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi akhlak moral yang baik.
    Langkah kedua adalah dengan menularkan kepribadian mahasiswa yang telah terbentuk ke masyarakat umum. Jika hanya berhenti pada langkah pertama saja, maka peran mahasiswa dalam hal ini tidak terliha hasilnya karena tetap saja banyak pemuda yang tidak merasa bahwa akhlak moral itu penting. Selain itu, seorang mahasiswa juga harus bisa membaur dengan baik dengan masyarakat di sekitarnya. Jika mahasiswa tidak bisa berbaur dengan orang di sekitarnya, tentu saja peran mahasiswa dalam menanggulangi degradasi moral ini tidak begitu terlihat. Proses pembauran ini sangat penting karena perbandingan jumlah mahasiswa dengan yang bukan, jauh sekali bedanya. Sebuah pendidikan moral yang dilakukan oleh generasi muda tentu pengaruhnya lebih hebat daripada yang dilakukan oleh para pendahulunya yang sudah tua.
    Semakin hilangnya jati diri sebagai bangsa Indonesia juga menjadi suatu permasalahan sendiri. Untuk itu, seorang mahasiswa juga harus bisa mencontohkan dan turut aktif berperan dalam penanaman jati diri bangsa Indonesia ke masyarakat luas. Langkah awalnya tentu saja berawal dari diri sendiri dulu, yaitu dengan lebih mencintai semua hasil produksi dalam negeri dan kebudayaan Indonesia. Jika hal itu seudah bisa diwujudkan, baru kemudian mahasiswa melangkah ke hal yang lebih luas, yaitu semisal mempromosikan dan menganjurkan penggunaan produk dalam negeri. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa menciptakan produk hasil usaha sendiri agar bisa memberi suatu contoh konkrit kepada masyarakat tentang apa itu cinta produk dalam negeri. Dengan begitu, masyarakat Indonesia akan memiliki jiwa mandiri yang menyebabkan tidak tergantung lagi terhadap pihak asing. Secara tidak langsung, dengan bersikap dan berjiwa mandiri maka pengaruh buruk dari luar, terutama dari barat, tidak akan begitu berpengaruh lagi. Oleh karena itu, kejahatan lintas Negara yang saat ini sedang begitu mengancam moral dan juga keamanan dalam negeri, bisa dihilangkan.
    Kesimpulan dari seluruh paragraph di atas adalah bahwa peran mahasiswa dalam menghadapi maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda, yaitu dengan menanamkan akhlak moral yang baik dan jiwa kemandirian pada seluruh masyarakat. Dengan memiliki akhlak moral yang baik, maka dengan sendirinya kita akan menyaring seluruh perbuatan yang akan dilakukan, apakah baik atau buruk. Dengan jiwa kemandirian, kita bisa membangun suatu akhlak moral yang baik tanpa dipenagruhi oleh pengaruh buruk dari asing, yang lebih sering dating karena masalah ekonomi.

    NAMA : IQRO KURNIAWAN
    NIM : 10/305403/PA/13506
    PRODI : ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI

  47. Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
    Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.
    ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.

    Seiring perkembangan jaman, terdapat berbagai kejahatan transnasional lainnya yang perlu ditangani secara bersama dalam kerangka multilateral, seperti kejahatan pencurian dan penyelundupan obyek-obyek budaya, perdagangan organ tubuh manusia, environmental crime (illegal logging dan illegal fishing), cyber crime dan computer-related crime.

    Meskipun belum terdapat kesepakatan mengenai konsep dan definisi atas beberapa kejahatan tersebut, secara umum kejahatan ini merujuk secara luas kepada non-violent crime yang pada umumnya mengakibatkan kerugian finansial. Semakin beragam dan meluasnya tindak kejahatan lintas negara tersebut telah menarik perhatian dan mendorong negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk menanggulangi kejahatan tersebut di tingkat bilateral, regional dan multilateral.

    Indonesia berperan aktif dalam kerjasama internasional menanggulangi kejahatan lintas negara. Sebagai implementasi peran aktif tersebut, Indonesia telah menjadi Negara Pihak pada lima instrumen internasional yang terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yakni:
    1. UN Single Convention on Narcotics,
    2. UN Convention on Psychotropic Substances,
    3. UN Convention against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances,
    4. UN Convention on Transnational Organized Crime (UNTOC) serta dua Protokolnya mengenai Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia, dan
    5. UN Convention Against Corruption (UNCAC).

    Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen sebagai negara pihak pada lima instrumen internasional tersebut, Pemri telah memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yang mengadopsi atau sejalan dengan standar dan norma yang diatur dalam konvensi-konvensi tersebut.

    Terkait dengan maraknya kasus kejahatan lintas negara, mahasiswa dituntut untuk memiliki sebuah peran dalam memerangi segala bentuk tindak kejahatan lintas negara tersebut. Mahasiswa diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel erat sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektual muda. Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah sebuah bangsa. Pemikiran kritis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi di luar itu wajib memikirkan keadaan bangsa. Maka dari itu, mahasiswa juga harus mempunyai peran aktif dalam menghadapi / melawan kejahatan lintas negara yang mulai menggerogoti moral dan mental masyarakat di Indonesia. Mulailah dengan hal-hal yang mudah, seperti melawan / menghadapi maraknya kasus penyelundupan narkoba dan cyber crime.

    Dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.

    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba.
    Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.
    Contoh kasus kejahatan lintas negara yang berikutnya adalah cyber crime. Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.
    Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain (berdasarkan makalah Pengamanan Aplikasi Komputer Dalam Sistem Perbankan dan Aspek Penyelidikan dan Tindak Pidana). Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
    Sebagai mahasiswa kita harus melawan segala bentuk cyber crime. Apabila kita adalah seorang mahasiswa yang mahir dalam bidang Teknologi Informatika, maka gunakanlah keahlian kita dengan cara yang baik dan benar. Jangan sampai mahasiswa memanfaatkan kelebihan ini untuk melakukan sebuah tindakan yang menyeleweng dan merugikan orang lain seperti yang terjadi pada kasus cyber crime. Cobalah untuk menggunakan kelebihan ini dalam memerang kejahatan cyber crime. Contohnya, memblokir situs – situs porno yang bisa merusak moral bangsa, jadilah seorang hacker yang mampu menguntungkan negara, bukan sebaliknya yang menggunakan kelebihan ini untuk mengganggu situs – situs instansi di dalam negeri. Jadi, gunakan kelebihan di bidang Teknologi Informatika ini sebagai bentuk bela negara.

    Sumber:
    http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id/ Jum’at/26-11-2010/19:45
    http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/ Kamis, 2-12-2010/ 19:56
    http://www.bnn.go.id/portalbaru/portal/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=1715&mn=6&smn=a/ Kamis, 2-12-2010/ 19:57
    http://johan-jm.blogspot.com/2010/08/pemuda-mahasiswa-dan-perubahan.html/ Kamis, 2-12-2010/ 20:05
    http://saepudinonline.wordpress.com/2010/11/27/kasus-kasus-cybercrime/ Kamis, 2-12-2010/ 20:35

    Nama : Satrio Sani Sadewo
    NIM : 10/305286/PA/13478
    Jurusan/Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

  48. INDONESIAKU MAJU!!!

    Dewasa ini berbagai masalah telah melanda bangsa Indonesia yang menjadikan bangsa ini sulit untuk mencapai impian. Bukan hanya masalah kecil yang sedang dihadapi bumi pertiwi ini akan tetapi juga masalah yang kompleks dan membutuhkan keringat banyak untuk menyelesaikanya. Salah satu masalah yang membuat bangsa ini terombang-ambing adalah masalah yang dihadapi generasi masa muda sekarang ini yaitu narkoba. Banyak kasus penyelundupan narkoba ini di Indonesia yang merupakan salah satu kejahatan lintas negara. Dengan adanya hal itu, membuat moral bangsa ini hancur. Generasi penerus telah terkontaminasi untuk memakainya. Ketidak stabilan dan masih labilnya pribadi kaum muda, sebagai tanda gampangnya kaum muda untuk dipengaruhi. Narkoba, marupakan barang haram ini telah beredar deras di kehidupan para muda-mudi bangsa. Banyak dari mereka terjerumus menggunakan narkoba. Sebuah lembaga nasional menyatakan bahwa ”JAKARTA–MI: Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 1,5 % dari jumlah penduduk atau sekitar 3,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, 40 persennya adalah anak muda termasuk mahasiswa.Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN, Irjen Gories Mere dalam seminar Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Bebas Narkoba, Senin (22/6). Dengan tingginya angka penggunaan narkoba di kampus-kampus, BNN berharap mahasiswa bisa menjadi agen of change pemberantasan narkoba”. Data tersebut membuktika bahwa mirisnya kaum pemuda sekarang dan hanya seperti menjadi beban negara. Seharusnya pemuda Indonesia tidaklah demikian maka dari itu hal ini menjadi masalah serius yang harus dituntaskan.
    Berkecimpungnya generasi muda di dunia ini dikarenakan adanya beberapa faktor yaitu faktor individu, faktor obatnya dan faktor lingkungan. Faktor individu merupakan penyalahgunaan obat dipengaruhi oleh keadaan mental, fisik, dan psikologis seseorang. Kondisi mental seperti gangguan kepribadian, depresi, dan gangguan mental dapat memperbesar kecenderungan seseorang untuk menyalah gunakan narkotika. Faktor individu pada umumnya ditentukan oleh aspek biologis dan aspek psikologis. Faktor obat yang mempunyai fungsi dalam dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi beban masalah yang sedang dihadapi, sehingga banyak generasi muda memakai obat tersebut seiring peredaran semakin banyak dan lebih gampang didapat. Faktor lingkungan, beberapa faktor sosiologis yang dianggap dapat menyebabkan penyalahgunaan obat/zat yaitu hubungan Keluarga, biasanya keluarga yang tidak harmonis mempunyai masalah dengan penyalahgunaan obat/zat, misalnya ibu terlalu dominan, overprotektif, ayah yang otoriter atau yang acuh tak acuh dengan keluarga. Atau orangtua yang memaksakan kehendak pada anak yang mendorong anak melarikan diri ke alam impian melalui obat. Kualitas hubungan keluarga yang buruk dapat menyebabkan penyalahgunaan obat/zat terlarang meningkat. Penyalahgunaan obat/zat terlarang juga dipengaruhi oleh kebiasaan anggota keluarga yang lain, seperti orangtua dan kakak yang juga menggunakan obat/zat terlarang tersebut.Faktor kedua adalah pengaruh teman, pengaruh teman bagi terjadinya penyalahgunaan obat/zat terlarang ini sangat besar. Hukuman oleh kelompok teman sebaya, terutama pengucilan bagi mereka yang mencoba berhenti, dirasakan lebih berat dari penggunaan obat itu sendiri.
    Mungkin kasus penyalahgunaan narkoba ini sudah bukan berita baru lagi. Namun, angka pengguna narkoba semakin hari semkain meningkat. Sebenarnya pemerintah juga sudah cukup gencar dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba ini. Namun, berhubung masalah yang dihadapi pemerintah sangat banyak dan pelik, terkadang persoalan narkoba ini luput dari pehatian pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah mengharapkan kesediaan masyarakat untuk berperan serta dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba ini. Caranya adalah masyarakat diminta untuk bersedia melaporkan segala hal atau peristiwa yang berhubungan dengan transaksi narkoba. Selain itu peran mahasiswa juga sangat dibutuhkan dalam meminimalisir pemakai narkoba seperti dengan cara di adakanya penyuluhan-penyuluhan yang ditujukan kepada orang tua baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan. Akan tetapi tetap menitik beratkan di daerah kota karena kehidupan individual dan lebih keras di bandingkan di pedesaan. Sistem penyuluhan itu bersifat wajib, jadi pengadaan penyuluhan diharapkan terselenggara di setiap kampung yang ada, sehingga dimungkin para orang tua akan dapat menghadiri dengan tempat yang tidak jauh dari kediaman mereka. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, para orang tua lebih menaruh perhatian terhadap putera puterinya agar tidak terjurumus dalam lubang hitam tersebut. Penyuluhan tidak hanya diberikan kepada orang tua tetapi juga terhadap generasi muda dengan menyisipkan penyuluhan yang berhubungan dengan penanaman jiwa nasionalisme yang tinggi untuk menyadarkan mereka ke jalan yang benar karena jiwa nasionalisme yang lemah menyebabkan para pemuda mempunyai mental yang rapuh sehingga menjadikannya mudah untuk terombang ambing dalam jalan yang salah.
    . Tidak hanya itu, mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dapat mencegah dan memberantas narkoba itu. Tentu saja kita juga harus dapat menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke lubang hitam itu. Secara sederhana pengupayaan hal tersebut dapat dikonkretkan dengan mengajak serta menumbuhkan kesadaran akan bahayanya penyalahan narkoba kepada teman untuk menjauhi pergaulan yang salah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperdalam agama karena dengan pemahaman agama yang mendalam generasi kita akan memiliki filter untuk bisa memilah dan memilih mana yang hak dan yang bathil, sekaligaus dengan pemahaman ajaran agana yang kuat generasi muda kita memiliki “inner power” dalam menjauhi NAPZA, sehingga dapat memproteksi diri dari pengaruh luar misal ajakan teman. Akan lebih baik lagi kita generasi penerus bangsa mau bermitra dengan aparat penegak keadilan di bumi kita tercinta ini, setidaknya sebagai informasi terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba dan juga menjadi yang terdepan dalam keluarga untuk menghidarkan anggota keluarga dari bahaya penyalahgunaan narkoba tetapi jangan malah sebaliknya menjadi pelaku.
    Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan generasi bangsa ini kuat dan tidak mudah digoyahkan untuk menuju Indonesia yang lebih maju dilapisi oleh generasi muda yang penuh prestasi.

    Daftar Pestaka
    1. http://www.pewarta-indonesia.com/inspirasi/opini/3495-upaya-preventif
    penanggulangan-penyalahgunaan-napza-di-kalangan-generasi-muda.html
    Senin, 29 November 2010 pukul 20.25
    2. http://a-r-r-i.blog.friendster.com/2008/02/peran-generasi-muda-dalam-penanggulangan-bahaya-narkoba.html
    kamis, 29 November 2010 pukul 20.31

    Oktaf Agni Dhewa
    ELINS B
    10/297073/PA/12972

  49. Mahasiswa Sebagai Pionir Dalam Mengantisipasi Hal Negatif Arus Perubahan Tren

    Salah satu ciri manusia yang sepertinya harus ada adalah selalu ingin ngetren dan up to date. Keinginan untuk selalu up to date ini sudah ada sejak dulu. Misalnya pada dekade 80-an, saat itu musik keras seperti heavy metal sangat digandrungi. Banyak anak-anak muda yang rela menyisihkan uang jajan mereka hanya untuk bisa mempunyai kaset-kaset Deep Purple, Def Leppart, Iron Maiden, dan Metalica. Dan tak jarang dari mereka yang juga memajang poster-poster group musik itu di kamar tidurnya. Ketika tarian patah-patah atau Breakdance ngetop, semuanya berlomba-lomba latihan supaya jago dan tidak dianggap ketinggalan jaman. Soal makanan juga demikian. Waktu mulai ngetop makan-makanan barat, seperti pizza dan berger, semuanya kepingin mencicipinya. Sebagian besar bilang penasaran, meskipun di dalamnya juga terdapat unsur ingin ngetren.
    Pola hidup yang selalu mengikuti tren ini masih tetap ada di masa sekarang ini, khususnya pada generasi muda. Mulai dari dandanan sampai soal isi perut, semuanya terpengaruh pada tren yang berkembang. Jangan tanya juga soal selera musik dan tontonan. Remaja putri mana yang sampai saat ini tidak kenal tanktop? Sangat sedikit remaja yang tidak kenal dengan Spiderman atau Superman. Sama sedikitnya dengan remaja yang belum pernah menggunakan internet.
    Kita memang hidup di zaman yang sudah terpengaruh globalisasi. Dua orang futurolog Amerika, John Naisbit dan Patricia Aburdene, mengatakan bahwa dunia akan punya selera yang sama dalam soal 3F, Fun, Fashion dan Food. Ramalan itu sebagian besar sudah kita rasakan sekarang di Indonesia ini.
    Tapi, coba kita berhenti, sebentar saja dari mengikuti tren. Berpikir sejenak, apa untungnya mengikuti kebiasaan seperti itu? Dianggap gaul, atau apa? Lalu, sampai kapan kita terus berlari mengikuti tren. Padahal, tren itu sesuatu yang bisa berubah dengan sangat cepat. Sekali kita memutuskan untuk ikut tren, sama seperti kita ikut perlombaan lari cepat tanpa ada garis finish.
    Memang, dari sejumlah tren itu ada yang positif, tetapi tidak sedikit juga yang negatif. Oleh karena itu, harus kita pilih-pilih dengan bijak. Soal seks bebas jelas itu harus ditolak meski banyak propaganda di berbagai tulisan dan tontonan yang menggoda kita untuk melakukannya dan beberapa orang yang menganggap ini boleh-boleh saja asal dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab. Soal pakaian, khusunya untuk remaja perempuan, harus diperhatikan benar. Kalau bisa pakai pakaian yang benar-benar menutup aurat agar tidak memancing perbuatan yang berujung pada pelecehan atau pornografi.
    Soal perkembangan teknologi juga, internet misalnya. Sekarang ini internet sudah bukanlah hal yang langka, hampir di setiap kota bahkan desa sudah ada internet. Dengan menggunakan internet berbagai macam informasi di belahan dunia manapun bisa diketahui. Internet menyediakan seluruh informasi dari belahan dunia manapun. Oleh karana itu, kita harus bisa memilah yang mana informasi yang positif dan yang mana yang negatif supaya tidak terjadi penyalahgunaan internet yang dapat merusak moral.
    Penting sekali kita berpikir dengan serius soal kegandrungan kita pada tren. Jangan sampai kita terperosok pada tren yang negatif. Jangan sampai karena hanya ingin dicap gaul dan ngetren, kita melakukan perbuatan yang pasti akan kita sesali kemudian, seperti mengkonsumsi narkoba. Untuk itu, diperlukan kerjasama dari semua kalangan, termasuk mahasiswa, untuk mencegah atau melawan arus tren yang negatif dan hanya akan merusak moral saja, seperti porografi, narkoba, penyalahgunaan internet dan semacamnya.
    Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa agar Indonesia dapat mengantisipasi segala dampak negatif dari arus tren tersebut, antara lain:
    1. Mediator dalam mensosialisasikan issue perubahan tren
    Sebagai kaum intelektual tertinggi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyampai informasi tidak hanya kepada kalangan elit, tetapi juga kepada masyarakat kelas alit. Posisi mahasiswa yang secara strategis masih dikagumi oleh rakyat sebagai agen pengubah, mampu dijadikan kunci untuk masuk ke dalam LSM-LSM maupun lembaga-lembaga/organisasi-organisasi yang berpihak kepada rakyat kecil untuk mensosialisasikan issue perubahan tren. Kontinuitas sosialisasi tentang liberalisasi di dunia perdagangan harus kian gencar dilakukan, mengingat inilah salah satu langkah strategis untuk masuk ke lapisan masyarakat secara massif dan mengumpulkan konstituen dalam proses mengantisipasi dampak negatif perubahan tren dan kelangsungan pembangunan nasional.
    2. Menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat membuat ancaman tren yang negatif berkurang
    Sebagai kaum terpelajar, mahasiswa dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat mencegah pengaruh tren negatif. Misalnya saja dengan menciptakan alat untuk memblokir situs-situs porno. Dengan alat yang dapat memblokir situs-situs porno, kejahatan semisal pornografi dan penyalahgunaan internet akan berkurang.
    3. Penggiat penggunaan produk dalam negeri
    Indonesia masih dihadapkan pada problem besar berupa tingginya serbuan barang-barang impor. Di saat yang sama, harapan terdongkraknya penggunaan produk-produk domestik melalui penerapan regulasi dan program stimulan seperti mengalami mati suri. Hampir semua produk dalam negeri tetap saja kalah bersaing dengan nama besar produk-produk impor meskipun sebenarnya tak memiliki kualitas yang jauh perbedaannya.
    Jika demikian, akankah kita membiarkan produk-produk karya anak bangsa terlunta-lunta begitu saja? Sementara produk dari luar negeri kian memenuhi pasar dengan harga yang sangat terjangkau dan berpenampilan menggiurkan bagi sebuah nilai prestisius. Maka, di sinilah kredibilitas kaum mahasiswa dipertaruhkan. Para mahasiswa diharapkan menjadi pionir dalam gerakan Cinta Produk Dalam Negeri dan mensosialisasikan bahwa produk dalam negeri tak kalah kualitasnya dengan produk impor dan tentunya lebih sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
    4. Sebagai kontrol dan pendukung terhadap kebijakan pemerintah
    Mahasiswa yang merupakan garda terdepan dalam pergerakan diharapkan mampu menjadi kontrol dan pendukung atas kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, misalnya dalam kasus penanaman modal asing asing dan penentuan alur laut.
    Dalam kasus penanman modal asing, mahasiswa harus bisa mengontrol pemerintah agar kebijakan tentang penanaman modal asing tidak malah mematikan industri-industri domestik sendiri yang berakibat semakin kecil peluang produk dalam negeri bersaing dengan produk impor. Sedangkan dalam kasus penentuan alur laut, mahasiswa harus mendukung pemerintah yang mempertahankan alur laut yang ada sekarang dan tidak menyetujui permintaan internasional untuk memperbanyak alur laut. Karena semakin banyak alur laut akan semakin memperbanyak jalur masuknya narkoba dan barang-barang ilegal ke Indonesia.
    Kita memang tidak bisa menghindari arus perubahan tren tersebut. Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan dari perubahan tren ini yang merupakan tanda adanya kamajuan peradaban, kerugian yang mungkin ditimbulkan juga sangat besar. Maka, sudah saatnya para mahasiswa sebagai agent of change menggedor kembali semangat untuk mewaspadai dan mengantisipasi terhadap ancaman-ancaman dampak negatif dari derasnya arus perubahan tren melalui peran-peran strategis mereka.

    Refrensi :
    •Januar, M. Iwan. 2003. Surga Juga Buat Remaja, Lho. Jakarta: Gema Insani Press.
    •http://deraplangkahbiru.multiply.com

    Nama : Satria Wicaksana
    NIM : 10/305391/PA/13501
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

  50. Peranan Mahasiswa Dalam Menghadapi Maraknya Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral Dan Mental Generasi Muda Indonesia

    Seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, arus globalisasi turut mengalami perkembangan. Hal ini menyebabkan dunia serasa sempit. Orang dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain baik antar negara yang jaraknya jauh sekalipun. Mereka secara mudah mengirim informasi dari satu orang ke yang lainnya melalui media komunikasi yang semakin canggih. Sepintas kita menganggap bahwa itu semua sangat bermanfaat. Akan tetapi jika kita amati fenomena-fenomena yang ada di masyarakat saat ini, banyak juga sisi-sisi negatif yang muncul dengan adannya arus globalisasi yang tidak terbendung ini. Salah satu dampak negatifnya adalah maraknya kejahatan lintas negara semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya. Hal ini mengakibatkan rusaknya moral dan mental generasi muda Indonesia. Padahal generasi muda adalah harapan bangsa yang suatu saat nanti akan menggantikan para pemimpin saat ini. Jika hal ini kita biarkan, semakin lama akan semakin akut/parah.

    Maka dari itu perlu ada tindakan antisipatif, preventif, dan tindak lanjut. Sebagai contoh pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada generasi muda untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada generasi muda.

    Permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia adalah permasalahan yang menyangkut banyak orang. Jika solusi hanya disandarkan pada pemerintah semata, maka permasalahan tidak akan tuntas. Seluruh pihak harus dikerahkan semua untuk mengatasi masalah ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mulai dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Tak terkecuali kaum intelektual seperti mahasiswa. Mahasiswa adalah intelektual muda yang diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia . Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan). Maksudnya mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan pencerahan dan pemikiran mereka untuk dapat turut membawa perubahan bangsa tentunya ke arah yang lebih baik lagi.

    Untuk mengatasi permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral dan mental generasi muda Indonesia, mahasiswa dituntut untuk melakukan berbagai perannya. Diantarannya sebagai berikut :

    Pemahaman Pribadi/ Individu

    Hal yang besar selalu diawali dengan hal-hal yang kecil. Begitu pula permasalahan kejahatan lintas negara ini, jika setiap individu berkomitmen untuk tidak bersama-sama memberantas permasalahan ini maka permasalahan sebesar apapun akan terselesaikan demikian juga permasalahan kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda Indonesia ini. Minimal setiap mahasiswa menyadari bahwa ini adalah masalah mereka juga. Dengan ini, diharapkan mereka akan turut berpartisipasi dalam pencegahan maupun pemberantasannya

    Selain itu permasalahan seperti ini adalah permasalahan yang dekat dengan kalangan muda seperti mahasiswa. Banyak para pemuda yang terjebak dalam dunia hitam narkoba, penyalahgunaan internet dan bahkan masalah pornografi maupun pornoaksi. Sebagai salah satu contoh nyata, Menurut data yang dihimpun LSM pendampingan pecandu narkoba, Yayasan Intan Maharani. pada 2009 sekitar 37 persen dari 3,6 juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa, naik dari jumlah pada 2003 yang hanya 18,3 persen. Akan tetapi jikalau setiap mahasiswa menyadari bahwa hal-hal semacam itu adalah berbahaya dan akan menjerumuskan dan kesadaran mereka diikuti dengan tindakan mereka menjauhi hal-hal semacam itu, maka angka penyalahgunaan dan penyebarannya permasalahan-permasalahan itu jelas akan berkurang. Inilah yang harus dicamkan kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa di Indonesia. Mahasiswa juga seharusnya memberikan contoh kepada generasi muda lainnya untuk tetap menjadi garis depan dalam upaya pemberantasan permasalahan kejahatan lintas negara seperti ini.

    Melalui Aktivitas dan Kegiatan

    Dalam menghadapi berbagai permasalahan ini di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat.
    Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Sebagai contoh untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan penyalahgunaan internet serta mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah itu. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran moral.

    Turut Bersosialisasi

    Mahasiswa juga memiliki peran untuk menyosialisasikan berbagai informasi mengenai permasalahan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral generasi muda. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan untuk menggunakan cara komunikasi yang efektif. Para mahasiswa yang ingin menjadi penyuluh yang baik harus memahami bahwa komunikasi adalah suatu kemampuan yang melibatkan intelektual dan emosi dalam waktu yang bersamaan. Sehingga apa yang mereka sosialisasikan akan tepat dan mengena di pikiran dan perasaan audience. Sosialisasi dapat dilakukan pada saat seminar, talkshow, diskusi, dan melalui media cetak maupun media elektronik. Selain itu dengan berkembangnya teknologi informasi, mahasiswa juga bisa menyosialisasikan informasi tersebut melalui blog-blog pribadi ataupun website komunitasnya. Diharapkan dengan sosialisasi yang berkualitas dan berkala, masyarakat dan generasi muda khususnya akan menyadari bahaya itu semua.

    Pembentukan Kader/ Duta dan Komunitas

    Pembentukan kader/ duta dimaksudkan untuk membentuk sebuah komitmen yang kuat untuk memberantas kejahatan lintas negara ini. Dalam hal ini biasannya ada seorang atau beberapa mahasiswa yang ditunjuk menjadi duta anti narkoba, sebagai contoh. Kemudian duta-duta tersebut diharapkan/diwajibkan minimal memberikan keteladanan, kemudian akan lebih baik jika membuat program-program untuk mendukung pemberantasan kejahatan lintas negara tersebut.

    Selain membentuk kader atau duta, bisa juga dengan mendirikan organisasi-organisasi komunitas anti narkoba, organisasi anti pornografi dan lain sebagainya. Dengan adanya organisasi seperti ini diharapkan akan terbentuk sebuah komunitas yang memiliki komitmen kuat pemberantasan dan penanganan masalah-masalah.

    Pengabdian Sesuai Profesi/Jurusan

    Dalam hal ini, diharapkan setiap mahasiswa turut memberikan andil dalam penanganan masalah ini melalui carannya masing-masing sesuai dengan jurusan ataupun profesi mereka

    Refferensi :
    http://www.antaranews.com
    http://www.bnn.go.id

    Ditulis oleh :
    NAMA : PHISCA ADITYA ROSYADY
    NIM : 10/300113/PA/13141
    JURUSAN : JIKE
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  51. Peranan Mahasiswa Dalam Menghadapi Kejahatan Lintas Negara yang Merusak Moral Bangsa seperti Penyalahgunaan Narkoba

    Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan suatu bangsa. Arah perkembangan bangsa tersebut akan sangat ditentukan oleh kualitas mahasiswa sebagai generasi mudanya. Tak terkecuali dengan bangsa Indonesia kita tercinta ini.
    Ada beberapa sebab mengapa mahasiswa sangat berpengaruh terhadap perkembangan bangsanya, salah satunya adalah karena kepekaan mahasiswa terhadap bangsa tersebut. Menurut salah seorang tokoh yaitu Arbi Sanit (1985), ada lima hal yang melatarbelakangi penyebab tumbuhnya kepekaan mahasiswa ini, yaitu :
    • Pertama, mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik memiliki persepektif atau pandangan yang cukup luas untuk dapat bergerak di semua lapisan masyarakat.
    • Kedua, mahasiswa sebagai golongan yang cukup lama bergelut dengan dunia pendidikan atau akademis dan telah mengalami proses sosialisasi politik terpanjang di antara generasi muda lainnya.
    • Ketiga, kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa, dan terjadi akulturasi sosial budaya tinggi di antara mereka.
    • Keempat, mahasiswa sebagai golongan yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasan, struktur ekonomi, dan memiliki keistimewaan tertentu dalam masyarakat sebagai kelompok elit di kalangan kaum muda.
    • Kelima, mahasiswa rentan terlibat dalam pemikiran, perbincangan, dan penelitian berbagai masalah yang timbul di tengah masyarakat, memungkinkan mereka tampil dalam forum yang kemudian mengangkatnya ke jenjang karier sesuai dengan keahliannya masing-masing.
    Tengoklah bertahun-tahun silam ketika Indonesia sedang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaannya. Peran mahasiswa sebagai generasi muda masa itu sangatlah nampak. Berbagai aktifitas mahasiswa dalam kancah pergerakan nasional telah tercatat dalam sejarah Indonesia. Banyak sekali kiprah mahasiswa yang telah menorehkan tinta emas bagi perjuangan bangsa. Dimulai dengan pergerakan Boedi Oetomo tahun 1908, kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928, dan puncaknya pada tahun 1945 dimana mahasiswa pada masa itu memegang motor kendali bagi terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
    Pada dasarnya, peranan mahasiswa dapat kita kelompokkan menjadi empat peran. Pertama, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan, merubah posisi keterpurukan bangsa menjadi posisi yang lebih baik, kejayaan yang tinggi. Kedua, mahasiswa berperan sebagai iron stock. Mahasiswa merupakan calon penerus bangsa, yang akan menuruskan tongkat estafet perjuangan bangsa. Mahasiswa berkewajiban untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin sesuai dengan keahlian yang ia miliki. Ketiga, mahasiswa berperan sebagai moral force, dalam hal ini bila telah terjadi sebuah penyelewengan yang merugikan sekitar maka mahasiswa harus melawan penyelewengan tersebut dengan kekuatan moral. Memberikan tekanan dengan idealisme yang mereka miliki. Keempat, mahasiswa berperan sebagai guardian value, mahasiswa adalah penjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah ada agar tidak termakan habis oleh penyelewengan-penyelewengan nilai. Membuat nilai ini tetap terjaga sehingga keadilan tetap berdiri tegak.
    Sekarang, di era globalisasi seperti ini, peran mahasiswa menjadi lebih bervariasi. Mulai dari hal-hal yang berbau pendidikan, hingga kehidupan berpolitik. Mulai dari konflik atau kejahatan dalam negeri, hingga kejahatan lintas negara, mahasiswa memiliki peran yang penting di dalamnya. Tak terkecuali dengan permasalahan penyalahgunaan narkoba yang marak akhir-akhir ini. Mahasiswa sebagai subjek atau pelaku yang bertanggungjawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba, dalam hal ini tentunya selayaknya bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakta umum lainnya yang ikut aktif dalam pelaksanaanya.
    Untuk menanggulangi maraknya penyalahgunaan narkoba, ada beberapa metode yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud peran sertanya dalam kasus-kasus seperti ini. Pertama, mahasiswa dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat preventif (pencegahan) yang bertujuan untuk menekan atau mengurangi jumlah ketersediaan narkoba di masyarakat. Kegiataan-kegiatan yang dimaksud diatas antara lain seperti pengembangan pengetahuan kerohanian atau keagamaan, pelaksanaan kampanye anti narkoba, pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan narkoba tersebut dengan cara mengisi kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, serta berbagai bentuk kegiatan yang mendukung lainnya.
    Kedua, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menekan atau menurunkan permintaan pasar, atau dengan kata lain untuk meningkatkan pengetahuan dan ketahanan masyarakat sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan narkoba. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif dan preventif seperti komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara langsung, brosur, iklan, bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada masyarakat; penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya); promosi kesehatan secara umum; seminar atau diskusi; bahkan jika memungkinkan mahasiswa dapat mengadakan dialog interaktif di radio atau televisi sehingga lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat.
    Ketiga, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan ketergantungan terhadap narkoba. Konsep seperti ini didasarkan pada kesadaran pragmatis pada realita bahwa penyalahgunaan narkoba tidak bisa dihapuskan dalam waktu singkat, sehingga harus ada upaya-upaya untuk meminimalkan bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan narkoba tersebut. Kegiatan yang dilakukan dapat secara preventif, kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif, seperti memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna atau korban tersebut dapat lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik yang diakibatkan karena penggunaan narkoba lainnya; memberikan rehabilitasi agar pengguna atau korban tersebut dapat lepas dari ketergantungan dan dapat hidup produktif secara normal kembali dalam masyarakat; memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan penyakit berbahaya lain sebagai dampak dari perilaku negatif penyalahgunaan narkoba, seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kelamin serta penyakit-penyakit lainnya.
    Dalam penerapannya, metode-metode di atas akan sangat fleksibel menyesuaikan keadaan masyarakat yang ada. Dalam prinsipnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk dapat diterapkan dalam masyarakat guna menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba tersebut. Bahkan hingga hal-hal kecil pun bisa diterapkan, seperti memberi contoh dengan tidak menggunakan narkoba misalnya.

    Daftar pustaka
    http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/ (Sabtu,27 November 2010, 10:07)
    http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/20/156880/71/14/Jumlah-Pengguna-Narkoba-di-Indonesia-Membahayakan (Sabtu,27 November 2010, 10:11)
    http://www.bnn.go.id/portalbaru/portal/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=530&mn=6&smn=a (Selasa,30 November 2010, 14:14)
    http://yudaharja.com/peran-mahasiswa-sebagai-moral-force.htm (Selasa,30 November 2010, 14:15)

    Disusun oleh :
    Nur Achmad Sulistyo Putro
    10/300397/PA/13242
    S1 Elektronika dan Instrumentasi
    Universitas Gadjah Mada

  52. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa generasi muda pada masa-masa ini sangat mudah terpengaruh dengan budaya asing yang dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Memang tidak semua budaya asing itu buruk, namun cukup banyak budaya yang tidak baik yang ditiru oleh kalangan anak muda pada generasi saat ini, diantaranya, penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras, pornografi, penyalahgunaan akses internet, dan masih ada lagi yang lain. Dan budaya-budaya tersebut dapat tersebarkan disebabkan oleh beberapa faktor seperti televisi, yang tayangannya semakin hari semakin banyak tayangan tidak mendidik, lalu yang dapat disebut sebagai salah satu faktor yang sangat berpengaruh yaitu internet. Walaupun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari koneksi internet, namun dampak buruk yang disebabkan oleh internet tersebut juga cukup banyak. Yang paling banyak dibincangkan mungkin masalah pornografi. Karena mudahnya mengakses internet pada saat ini, maka mudah pula bagi orang-orang awam untuk mengakses ke situs-situs berisi konten pornografi. Dan saya pun kurang setuju jika situs tersebut disebut sebagai situs dewasa, atau situs 17 tahun keatas, atau sebagainya. Karena baik sudah dewasa, tidak sepatutnya kita mengunjungi situs-situs tersebut. Banyak dapmpak yang ditimbulkan, seperti yang sering kita saksikan pada berita-berita kriminal di media massa mengenai banyaknya tindakan asusila yang dilakukan karena sang pelaku sebelumnya menikmati konten-konten pornografi yang tersedia banyak di internet. Pemerintah pun sepertinya menanggapi dengan serius permasalahan ini. Sebagai bukti, Kementrian Komunikasi dan Informasi (KEMENKOMINFO) saat ini sudah melakukan upaya-upaya untuk memblokir situs-situs yang didalamnya terdapat konten pornografi. Namun hal itu sangat sulit apalagi melihat jumlah situs pornografi yang melimpah dengan jenis yang bervariasi. Dan oleh karena itulah kita, sebagai mahasiswa juga dibutuhkan peranannya dalam hal ini. Upaya tersebut dapat kita mulai dari hal yang kecil, seperti memasang software sejenis parental control pada komputer kita dan mengajak teman-teman lainnya untuk tidak mengunjungi situs-situs tersebut. Kemudian bagi mahasiswa yang memiliki keahlian dalam bidang IT seperti hijacking supaya menggunakan keahlian yang dimiliki untuk hal yang bermanfaat bagi negara. Selain melalui internet, pornografi juga banyak menyebar melalui media lain seperti komik, majalah, dan VCD porno yang dewasa ini sangat mudah didaptkan bahkan oleh anak dibawah umur sekalipun. Tentu saja hal ini jika dibiarkan sangat berbahaya. Bagaimanapun juga, mereka yang sekarang notabene masih anak-anak, akan memegang kendali terhadap negara ini pada beberapa tahun kedepan. Dan jika sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan hal-hal berbau pornografi, tentu akan merusak moral mereka. Kita tentu saja tidak rela membiarkan di masa depan negara ini dipimpin oleh mereka-mereka yang moralnya tidak baik. Sehingga masalah pornografi dan anak-anak juga harus diperhatikan. Dan sebagai mahasiswa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ini dapat dimulai dari lingkungan sekitar seperti keluarga. Yang memiliki saudara agar menjaga dan sebisa mungkin menjauhkannya dari pornografi. Selain itu juga mahasiswa dapat mengadakan penyuluhan kepada orangtua agar mengawasi anaknya supaya tidak dapat mengakses hal-hal yang berhubungan dengan pornografi.
    Budaya buruk lain yang juga banyak dilakukan oleh para generasi muda jaman sekarang yaitu penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang atau yang biasa disebut narkoba. Bahkan, bagi sebagian kalangan, mengkonsumsi narkoba dijadikan sebagai sebuah kebiasaan, dan biasanya orang-orang tersebut menganggap bahwa anak muda jaman sekarang yang belum pernah atau tidak mau menggunakan obat-obatan terlarang adalah tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan jaman, bahkan mungkin ada yang menyebut munafik. Padahal justru para pengguna obat obatan terlarang itulah yang tidak dapat bertahan dengan perkembangan jaman. Mereka mengikuti kebiasaan tersebut tanpa memilah milah terlebih dahulu mana yang baik untuk dilakukan dan mendatangkan manfaat, serta mana yang tidak baik untuk dilakukan karena akan menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Mungkin pada awalnya mereka, para pengguna narkoba, hanya sekedar mencoba barang haram tersebut. Namun kandungan yang ada di dalamnya membuat orang yang mulanya hanya berniat coba-coba menjadi ketagihan atau sering disebut kecanduan. Dan jika keinginannya saat itu tidak terpenuhi maka ia akan merasa sangat tersiksa, atau sering disebut sedang mengalami sakau. Dengan demikian mau tidak mau ia akan berusaha mencari barang tersebut dan membelinya tanpa peduli seberapa mahal harganya. Nah, jika saat dia sakau tidak memiliki uang untuk membeli narkoba maka ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang itu seperti mencuri atau meminta paksa orang lain dengan ancaman. Selain itu narkoba juga merusak organ-organ vital pemakainya, sehingga mereka akan mudah sakit-sakitan. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan pengguna narkoba adalah remaja, dan remaja merupakan masa depan negara ini. Maka tentu kita juga tidak akan tinggal diam jika masa depan negara ini menjadi suram hanya karena narkoba. Oleh karena itu sebisa mungkin, kita sebagai mahasiswa, turut membantu usaha pemerintah untuk memberantas narkoba serta minuman keras. Mulai dari diri kita sendiri yaitu dengan menjauhi narkoba. Beberapa tips untuk menjauhkan diri dari narkoba diantaranya : Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis, kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi , lalu jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli, dan yang tidak kalah penting yaitu pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya. Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain,seperti mengikuti klub olah raga, organisasi sosial. Jika sudah yakin bahwa diri kita sudah cukup jauh dari jangkauan narkoba, maka kita dapat mengajak orang-orang sekitar kita seperti keluarga dan beberapa teman dekat untuk menjaga diri dari narkoba. Kemudian, bekerja sama dengan orang-orang yang sudah diajak tadi, kita dapat mengajak orang lain yang lebih banyak lagi untuk menjauhkan diri dari narkoba dengan berbagai macam sarana seperti misalnya sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat khususnya para remaja (di sekolah menengah, di universitas, dan lain sebagainya). Kita juga dapat menyuarakan tentang pentingnya untuk menjauhkan diri dari narkoba melalui poster-poster, spanduk atau baliho, serta menyuarakannya melalui internet.
    Demikian beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam upaya mengatasi kejahatan lintas negara yang merusak moral para pemuda, yang kelak akan mengambil alih kendali pemerintahan negara ini, seperti penyalahgunaan akses internet, pornografi dan pornoaksi, serta penyalahgunaan narkoba. Lakukan dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang.

    FERINDRA N
    10/300373/PA/13230
    S1 Elektronika Instrumentasi

  53. Latar Belakang
    Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, , keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat.

    Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Negara Terorganisir (United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) menyebutkan sejumlah kejahatan yang termasuk dalam kategori kejahatan lintas negara, yaitu pencucian uang, korupsi, perdagangan manusia, penyelundupan migran serta produksi dan perdagangan gelap senjata api. Meskipun kejahatan perdagangan gelap narkoba tidak dirujuk dalam Konvensi, kejahatan ini masuk kategori kejahatan lintas negara terorganisir dan bahkan sudah diatur jauh lebih lengkap dalam tiga Konvensi terkait narkoba sebelum disepakatinya UNTOC.

    ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.

    Permasalahan Narkoba di Indonesia
    Peredaran gelap narkoba pada saat ini sudah sampai pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan penyalahgunaan narkoba dari 1,5 persen penduduk Indonesia pada 2004 menjadi 1,9 persen pada 2008. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
    Penyalahgunaan narkoba di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
    • Faktor letak geografi,
    Posisi Indonesia yang terletak diantara dua benua dan dua samudra dan negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak pelabuhan yang memudahkan jaringan gelap dalam mengedarkan narkoba.

    • Faktor ekonomi,
    Keuntungan yang berlipat dari bisnis narkoba,seorang pengedar bisa mendapatkan uang yang banyak karena harga narkoba itu mahal, faktor sulitnya mendapatkan pekerjaan dan gaya hidup yang serba konsumtif merupakan faktor penyebab seseorang menjadi pengedar narkoba.

    • Faktor keluarga,
    Orang tua yang sibuk dan tidak punya waktu untuk anak – anaknya. berdampak anak merasa tidak diperhatikan,kemudian anak akan mencari orang lain diluar rumah yang mau memperhatikan mereka, dan membentuk nilai – nilai sendiri dengan mengkaitkan dirinya dengan cara menggunakan narkoba (Kusumanto dan Saifun,1975 dalam Yongky, 2003).
    Alasan remaja menyalahgunakan narkoba adalah karena kehidupan keluarga yang tidak harmonis, orang tua yang terlalu sibuk dan untuk lari dari masalah yang sedang dihadapi. Hawari (2002)
    Serta cara seseorang yang diasuh dengan pola asuh yang terlalu dimanjakan atau sebaliknya terlalu dikekang akan membentuk kepribadian yang lemah dan tidak mandiri.

    • Faktor masyarakat
    Akibat kehidupan yang cenderung individualistis, kepedulian diantara anggota masyarakat menjadi sangat berkurang. Dulu, bila ada anak tetangga yang bersikap kurang sopan atau berbuat salah, tetangga berusaha menegur. Tapi sekarang hal itu sudah tidak terjadi lagi karena pertama merasa bahwa itu bukan anak saya, kedua karena takut orang tua si anak malah marah kalau anaknya ditegur

    • Faktor kepribadian dan fisik individu,
    Menurut YATIM (1991), penyalahguna narkoba mempunyai ciri kepribadian lemah, mudah kecewa, kurang kuat menghadapi kegagalan, bersifat memberontak dan kurang mandiri.
    Hasil penelitian Erwin Wijono, dkk (1982) dalam Yongky (2003) di RSKO Jakarta menyimpulkan bahwa ketergantungan obat terlarang mudah terjadi pada mereka dengan ciri –ciri kepribadian : mudah kecewa, cepat emosi, pembosan, lebih mengutamakan kenikmatan sesaat tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari atau pemuasan segera.

    Peran Mahasiswa dalam Pemberantasan Narkoba
    Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan untuk membrantas peredaran narkoba adalah sebagai berikut :
    1. Subyek atau pelaksana
    Subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya
    2. Obyek atau sasaran
    Adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan penyalahgunaan Narkoba ini. Sasaran disini dapat berupa:

    • Mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban.
    • Tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba.
    • Jalur distribusi (darat, laut dan udara) atau trafficking.
    3. Metode atau cara bertindak
    Adalah setiap upaya yang dilakukan dalam penanggulangan penyalahgunaan Narkoba secara holistik dan realistik yaitu melalui pendekatan yang dikenal dengan istilah Harm Minimisation, yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
    1) Supply Control
    Adalah setiap upaya yang dilakukan untuk menekan atau menurunkan seminimal mungkin ketersediaan narkoba di tengah-tengah mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan seperti :
    • Pengembangan pengetahuan kerohanian atau keagamaan
    • Pelaksanaan kampanye antinarkoba
    • Pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan tersebut dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif.
    2) Demand Reduction
    Adalah setiap upaya yang dilakukan guna menekan atau menurunkan permintaan pasar atau dengan kata lain untuk mening-katkan ketahanan mahasiswa sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan narkoba. Kegiatan yang dilakukan seperti :
    • Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara langsung, brosur, iklan, bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada mahasiswa.
    • Penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya)
    • Sarasehan, anjangsana
    • Promosi kesehatan secara umum
    • Seminar/diskusi
    • Dialog interaktif di radio/TV
    • Pembatasan dan pengawasan ijin diskotik, karaoke dan tempat hiburan lain yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan Narkoba.
    3) Harm Reduction
    Adalah setiap upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan ketergantungan terhadap narkoba. seperti :
    • Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik lainnya.
    • Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat.
    • Memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan penyakit berbahaya lain sebagai dampak dari perilaku negatif penyalahgunaan Narkoba, seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kela-min dan lain-lain

    Daftar Pustaka
    Anonim.2010. http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id diakses tanggal 27 November 2010 pukul 1.31
    Chrismapravitasaari.2010.http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/ diakses tanggal 30 November 2010 pukul 21.43
    Suryani SKp MHSc.2010. http://www.budibach.com/home/index.php?option=com_content&view=article&id=379:permasalahan-narkoba-di-indonesia&catid=22:opini&Itemid=32&layout=default&change_font=medium diakses tanggal 28 November 2010 pukul 9.18

    NAMA : CHRISHANDITYA WISNU NIRWANDHA
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI (S1)
    NIM : 2010/305272/PA/13474/Z

  54. Tawuran : Mahasiswa VS Pornografi, Narkoba, Perusak Moral, Perusak Mental dan Sesamanya

    Disusun oleh:
    Taufiq Nur Syahril Sidiq
    10/300045/PA/13118
    Elektronika dan Instrumentasi.

    Mahasiswa… Bicara soal mahasiswa sama saja dengan bicara soal pemuda, generasi penerus bangsa, calon pemimpin masa depan bangsa dan berbagai jenis nama lainnya yang sebenarnya punya maksud yang sama. Dara muda yang masih segar ini selalu mempunyai pemikiran yang ada-ada saja tetapi syarat dengan kesegaran dan keunikanya. Anggapan sebagai penerus bangsa itu merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan generasi tua.
    Mahasiswa juga diklasifikasikan sebagai pemuda kelas atas yang mempunyai gengsi yang cukup tinggi, yah pemuda berpendidikan tinggi adalah cirri pemuda berkelas tinggi dalam obrolan kehidupan sehari-hari. Banyak sisi mahasiswa dari mata masyarakat (terkadang hanya melihat ketenaran tempat belajar mahasiswa saja), ada yang positif tetapi banyak juga yang negatif. Salah satu yang positif dan terlihat nyata yang bias kita rasakan akibatnya sampai sekarang adalah bagaimana aksi turun ke jalan yang dilakukan mahasiswa 1998. Dan yang negatif ya sekitar sekitar narkoba, sex bebas, hingga kejahatan lain yang butuh orang “pintar”.
    Proses kehidupan yang dialami oleh para mahasiswa Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.
    Dari lingkungan tersebut, munculah berbagai tawaran-tawaran dari luar lingkungan, yang seakan-akan mengajak dalam suatu 2 pilihan yang sulit, benar atau salah. Mungkin kesalahan adalah suatu hal yang membanggakan bagi seorang muda usia, bentuk-bentuk kejahatan oral yang merusak mental dihadirkan disana dengan kemasan yang menarik dan sungguh menggiurkan. Sementara itu kebenaran sangatlah malas untuk dilakukan, bagaimana menjadi seorang mahasiswa berprestasi dan mempunyai gelar baik di lingkungannya.
    Hal-hal seperti di ataslah yang membuat bagaimana pentingnya posisi mahasiswa dalam sebuah bencana moral dan mental ini. Sebagai pemuda yang berilmu dan seharusnya mempunyai pemikiran yang luas mengenai kejahatan ini, mahasiswa harus beada dalam posisi terdepan. Bukan terdepan dalam kesalahan, tetapi terdepan dalam menangkas masuknya pengaruh-pengaruh buruk itu. Mulai dari dirinya sendiri ke teman-temannya, masyarakat hingga sampai ke bangsa ini.
    Seperti misalnya dlam masalah narkoba, dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat. Tetapi yang tetap lebih penting lagi adalah mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme. Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para mahasiswa di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba. Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada mahasiswa untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada mahasiswa tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat. Bahkan, dikhawatirkan terjadi efek paradoksal, yaitu meningkatnya keingintahuan atau keinginan mencoba pada mahasiswa.

    Pembentukan kader anti narkoba di lingkungan pendidik universitas, dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba, menumbuhkan komitmen agar peduli terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, serta dapat memberikan pengetahuan dan informasi bagi para pendidik dan mahasiswa untuk mewaspadai penyalahgunaan narkoba.
    Selanjutnya kala kita bicara pornografi, itu adalah suatu penyakit masyarakat tersendiri yang sangatlah berbahaya dan menancam tiap sendi-sendi generasi bangsa ini. Mulai dari anak kecil yang tidak tahu apa-apa sampai ke orang tua yang sudah berbau tanah pornografi adalah hal buruk bagi siapa saja. Apalagi, dengan para pemuda yang dalam masa perubahan sudah otomatis kalau pemuda gampang terjebak di dalamnya. Kebanyakan mahasiswa sebenarnya adalah seorang perantau yang menuntut ilmu hingga tempat yang jauh dari asalnya, hidup sendiri bersama lingkungan barunya dan yang utama jauh daei oang tua. Hal tersebu mengakibatkan banyak mahasiswa yang mudah terpengaruh pada, lingkungan yang buruk semacam pornografi di atas.
    Dalam setiap peristiwa pornografi keanyakan pelajar dan mahasiswa sangatlah besar. Bagaimana beredarnya video-video mahasiswa dan pelajar di negeri ini, kasus-kasus semacam prostitusi dan lain sebagainnya. Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh lingkungan dan suatu keterpaksaan agar bias bertahan hidup. Semisal ada seorang mahasiswi yang merelakan harga dirinya untuk membiayai hidup dan kuliahnya yang jauh dari orang tua. Begitu straegisnya posisi mahasiswa dala pornografi tersebut mengharuskan mhasiswa untuk berjaga-jaga menghadapi serangan kenikmatan sesaat tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sugesti pribadi yang menyatakan kalau saya tidak mau berteman dengan pornografi. Memang hal itu susah, tetapi sangat mungkin untuk di lakukan.
    Untuk kegiatan nyata dalam masyarakat mahasiswa terfasilitasi oleh suatu fasilitas yang sangatlah beragam. Berbagai kegiatan mahasiswa sangatlah berguna untuk menjauhkan mahasiswa dari hal perusak bangsa tersebut. Mungkin karena mahasiswa mempunyai pendidikan yang lebih, sangatlah memalukan kalau sampai terjebak ke dalam hal yang bias merusak pikiran itu.
    Bentuk-bentuk penjajahan di atas sebenarnya bukan hanya terpengaruh dalam satu bangsa saja, tetapi hal tersebut sudah melintasi pulau, negara, dan benua. Sebagai manusia yang berpendidikan sudah sepantasnya mahasiswa berperan aktif melawan segala bentuk penjajahan moral dan mental tersebut karena sangatlah berdampak panjang dalam hal perusakan bangsa. Mulai dari dirinya sendiri, sampai hanya turun ke jalan memprotes kebijakan-kebijakan yang memudahkan perusak itu, ataupun pada saat kelak menjadi pemimpin negeri ini bias menjadikan negeri ini bebas dari ancaman penyakit moral dan mental tersebut. Karena sesungguhnya semua pornografi dan narkoba itu enaknya dikit, tetapi sakitnya lama.
    Referensi:
    http://wasnudin.blogdetik.com/2010/10/29/pemuda-dan-sosialisasi/

  55. Pada dewasa ini memang banyak kejahatan yang dapat merusak moral dan citra bangsa Indonesia. Kejahatan itu tanpa kita sadari telah banyak terdapat di sekitar kita. Seperti pornografi dan pornoaksi, narkoba, penyalahgunaan internet, terorisme, dan lain sebagainya.
    Pengaruh dari globalisasi dan derasnya arus informasi yang melanda dunia dan Indonesia menyebabkan berkembangnya pornografi dan pornoaksi sedemikian rupa. Maraknya perilaku eksploitasi tubuh yang secara vulgar dipertontonkan dan diarahkan untuk merangsang nafsu seksual masyarakat merupakan pemandangan sehari-hari yang dapat kita lihat melalui media massa elektronik maupun cetak. Tentu saja hal ini menjadikan kekhawatiran kita terhadap terjadinya degradasi moral terhadap generasi penerus bangsa. Dampak dari adanya pornografi adalah pornoaksi, Berbagai macam pelanggaran hukum yang bertentangan dengan moral bangsa banyak terjadi. Sebutlah kasus remaja yang memperkosa anak kecil setelah menonton VCD/melihat majalah yang menyajikan gambar-gambar erotis artis dan kasus-kasus pornoaksi lainnya setelah mereka melihat tayangan TV dan sebagainya. Secara gramatikal istilah pornografi berasal dari bahasa Yunani, Terdiri atas istilah porne yang artinya prostitute dan graphein yang artinya to write. Jadi secara harafiah pornografi dapat diartikan writing about prostitutes yaitu tulisan atau penggambaran mengenai pelacur atau pelacuran. Menurut Johan Suban Tukan mengatakan bahwa definisi pornografi sebagai bahan yang dirancang dengan sengaja dan semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi, atau penyajian seks secara terisolir dalam tulisan, gambar, foto, film, video, kaset, pertunjukan, pementasan dan kata-kata ucapan dengan maksud untuk merangsang nafsu birahi. Sedangkan pornoaksi dirumuskan sebagai sikap, perilaku, perbuatan, gerakan tubuh, suara yang erotis dan sensual baik dilakukan secara perorangan (sendiri) atau bersama-sama, yang bertentangan dengan kaidah-kaidah agama, moral, kesusilaan dan kesopanan. Prof. Dr. Masri Singarimbun mengatakan bahwa Indonesia secara umum cenderung kearah yang lebih permisif dalam hal seks, baik pada remaja maupun pada golongan umur yang lebih tinggi, kiranya telah dan sedang berlangsung, baik pada tingkat masyarakat dapat dilihat perkembangan panti pijat dan berbagai hiburan, disko, film, video yang lebih banyak mengekspose seks daripada sebelumnya. Konsekuensinya remaja masa kini jauh lebih banyak mendapat rangsangan seks daripada remaja 25 tahun yang lalu.
    Pornografi menjadi permasalahan, karena pada dasarnya merupakan sebuah bentuk kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial. Pornografi secara sengaja merendahkan dan melecehkan harkat dan martabat kaum perempuan. Pengumbaran ketelanjangan baik sebagaian ataupun penuh dan pengumbaran gerakan-gerakan erotis serta peredarannya secara terbuka baik dalam bentuk cetak maupun elektronik, menempatkan perempuan hanya sebagai objek seks yang sangat direndahkan. Karenanya dalam upaya mengatasi tindakan pornografi diperlukan aturan yang kuat dan sosialisasi serta penerapan yang jelas, sehingga harkat dan martabat kemanusiaan dan perlindungan terhadap warga negara atas akses pornografi dapat dibakukan dengan aturan-aturan yang memuat prinsip, menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang bersumber pada ajaran agama, Pornografi saat ini menjadi konsumsi pengguna internet dari segala usia, yang dengan mudahnya dapat melintas batas ruang dan waktu. Sehingga mengakibatkian datangnya ancaman besar bagi generasi muda, dan ini dapat dilihat dengan kasat mata, yang akibatnya dapat menghancurkan masa depan generasi muda sekaligus masa depan bangsa. Saat ini telah ada Undang-undang yang sebenarnya dapat mencegah adanya materi pornografi di media massa, seperti UU No. 44 tentang pornografi, UU no. 11 tentang informasi dan transaksi elektronik dan KUHP pasal 282 dan 283, namun bahaya pornografi tetap mengancam bangsa Indonesia, terutama generasi muda, dengan adanya beberapa paying hokum untuk mencegah dan memberantas materi-materi pornografi seyogyanya pemerintah daerah dapat mengefektifkan undang-undang sebagai upaya mengurangi beredarnya meteri pornografi baik di media cetak maupun elektronik
    Kemudian masalah Narkoba yang sebagian besar sasarannya adalah para remaja sebagai generasi penerus bangsa. Narkoba yang telah lama beredar seara tidak sadar ada di sekitar kita. Dari kota sampai pedesaan telah terkena dampaknya. Peredarannya yang sangat rapi membuat kita sulit membedakan apakah itu peredaran narkoba atau bukan. Jelas narkoba merusak masa depan bangsa karena masa depan suatu bangsa ditentukan generasi penerusnya. Apabila generasi penerus itu baik maka baiklah pula masa depan bangsa itu, akan tetapi apabila generasi penerus itu rusak maka hancurlah suatu bangsa di masa yang akan datang.
    Selain itu yang sedang marak yaitu penyalahgunaan internet. Banyaknya fasilitas untuk ber-internet ria seperti warung internet (warnet), modem, fasilitas hot spot, dan handphone (HP). Fasilitas yang telah merambah ke kalangan masyarakat terutama kalangan remaja itu menjadi
    sangat familiar pada masa sekarang. Mengapa internet sering disalahgunakan? Karena internet berhubungan dengan jaringan di seluruh Negara di dunia. Jadi rawan sekali terjadi penyalahgunaan internet yang berujung pada kejahatan. Seperti pornografi sangat mudah sekali diakses memalui internet dan transaksi jual beli narkoba pun bias dilakukan dengan internet.
    Kita tentu ingat peran mahasiswa pada umumnya yaitu sebagai Iron Stock, Social Control, Agent of Change, dan Moral Force. Sebagai Iron Stock,mahasiswa adalah ibarat aset bagi suatu bangsa. Ibarat cadangan logam (Iron Stock) di suatu negara yang bisa menjadi tolak ukur kemakmuran suatu negara, demikianlah jumlah mahasiswa yang unggul baik secara wawasan,moral,karakter,dan skill di suatu negara dapat menjadi tolak ukur kemajuan SDM suatu Negara.Ini berarti mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa,harapan bangsa;karena nantinya mahasiswa yang harus menggantikan generasi generasi sebelumnya untuk menduduki posisi posisi strategis dalam kepemimpinan bangsa
    Sebagai pengusung Moral Force mahasiswa harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya karena mereka adalah sebagai kaum intelektual, dimana mereka mengatakan yang benar itu adalah benar dengan penuh kejujuran, keberanian, dan rendah hati. Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya dan terbuka kepada siapa saja. Hal itu semata-mata karena mereka adalah kader-kader calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang, yang memegang kendali negara di masa depan.
    Oleh karena itu mereka berhak untuk melakukan kontrol sosial. Sebagai kontrol sosial (Social Control), mahasiswa dapat melakukan peran preventif dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat.
    Dan akhirnya sebagai Agent of Change,mahasiswa dituntut sebagai agen yang membawa perubahan pada suatu bangsa Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik.
    Dalam kasus ini Mahasiswa bertindak sebagai Moral Force dan Agen of Change yang mempunyai peran untuk bertindak lebih baik sebagai kaum intelektual yang berilmu sebagai pemberi ontoh kepada orang lain. Selain itu juga sebagai agen perubahan untuk generasi yang akan datang dan sebagai calon pemimpin bangsa ini.

    http://kabarindonesia.com/
    http://eramuslim.com/
    http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/09/126149/
    http://ferryteteregoh.multiply.com/
    http://www.dapunta.com/

    Oleh :
    Dimas Andriyanto S.
    10/297654/PA/13046
    Elektonika dan Instrumentasi (S1-B)

  56. Peranan Mahasiswa untuk Masa Depan Indonesia
    Belakangan ini tersiar kabar bahwa banyak sekali kasus-kasus yang beredar. Semua kalangan usia dapat terkena kasus tersebut karena terpengaruh oleh media dan pergaulan yang tidak baik. Seperti pada kasus narkoba, tidak seluruhnya mereka yang menjadi tersangka mencoba narkoba atas niatnya sendiri melainkan karena pergaulannya dengan teman yang memang pecandu narkoba. Pada kasus pemerkosaan juga karena mereka menginginkan kegiatan seperti yang ada di video porno tersebut. Video yang mereka dapat secara mudah itu dapat dilihat oleh ribuan mata dengan harga yang murah. Hal ini juga dapat ditemui di internet karena semua pun dapat mengaksesnya secara gratis. Berikut ini akan menjelaskan tentang kasus-kasus di atas dan penanggulangannya.
    Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Dampak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.
    Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.
    Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.
    Sejak tahun 1992 PBB telah mencanangkan suatu gerakan ”Kampanye hidup sehat dan produktif serta menjauhi perbuatan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya”. Semua negara anggota PBB diminta untuk terlibat secara nyata dengan memotovasi orang-orang muda agar merencanakan hari depannya untuk tujuan hidup yang produktif dan bukan terjebak pada perilaku penggunaan yang salah obat-obatan berbahaya.
    Langkah-langkah penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat aiktif lainnya secara regional maupun internasional telah dilakukan yang dikoordinir oleh badan-badan PBB dengan dukungan dana yang cukup besar untuk memperkecil kegiatan-kegiatan produksi gelap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, kegiatan kultivasi narkotika tertentu untuk memutus mata rantai peredaran gelap dari daerah produsen ke konsumen serta upaya-upaya yang diarahkan untuk penanganan terhadap korban penyalahgunaan.
    Keseimbangan pendekatan kesejahteraan dan aspek-aspek keamanan harus dijadikan landasan bagi penyelenggaraan upaya-upaya penanggulangan. Pada kehidupan lingkungan kita sendiri dapat dilakukan dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba, aparat yang berwenang dengan menjereat pelaku dengan hukum, dapat juga melalui berbagai jalur seperti keluarga, pendidikan formal, dan lain sebagainya untuk menyampaikan informasi tentang bahaya narkoba. Pada kehidupan mahasiswa pun narkoba juga bukan hal tabu, tetapi dengan selalu mensupport teman-teman kita dan menjaga pergaulannya, karena kepedulian kita merupakan penyelamat Bangsa Indonesia sendiri.
    Pada penyalahgunaan internet seringkali terkait dengan pornografi dengan mudahnya situs porno dapat diakses tanpa pengamanan yang ketat. Memang situs porno di internet tidak semuanya buruk, tetapi itu memang ditujukan khusus orang dewasa secara akhlak hanya saja kurang peroteksi dari user yang belum cukup umur.
    Untuk penanggulangannya pada warnet biasanya telah memakai sistem otomatis atau manual untuk memblokir user warnet tersebut pada saat membuka situs yang telah terdeteksi sebagai situs porno. Para mahasiswa juga lg mengembangkan suatu program untuk memblokir secara global tetapi itu baru berlangsung baru-baru ini dan belum bekerja secara efektif.
    Secara etimologi, pornografi berarti suatu tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah pelacuran dan tulisan itu kebanyakan berbentuk fiksi (cerita rekaan) yang materinya diambil dari fantasi seksual, pornografi biasanya tidak memiliki plot dan karakter, tetapi memiliki uraian yang terperinci mengenai aktivitas seksual, bahkan sering dengan cara berkepanjangan dan kadang-kadang sangat menantang. Maka untuk menanggulanginya pemerintah membuat UU anti pornografi. RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yang saat ini masih menjadi perdebatan hangat dikalangan masyarakat Indonesia, sebenarnya sudah diajukan pemerintah ke DPR RI sejak tahun 2002. Entah mengapa, anggota dewan pada saat itu belum mau mengesahkannya. RUU ini baru dibahas kembali secara serius oleh anggota Komisi VIII DPRI RI, hasil pemilu legislatif tahun 2004.
    Sejak awal keputusan DPR yang ingin membahas RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi untuk kemudian disahkan menjadi UU. Pro dan kontra terhadap keberadaan RUU sudah bermunculan. Mereka yang pro menginginkan adanya Undang-undang yang tegas yang melarang segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi. Sementara yang kontra, mengaku bukannya tidak kesal dengan maraknya pornoaksi di negeri ini, tapi mereka menginginkan pengaturan masalah pornografi tidak merugikan masyarakat yang lain.
    Dalam perjalanannya, pembahasan RUU APP oleh komisi VII DPR RI terkesan tersendat-sendat. Padahal diagendakan RUU ini sudah bisa disahkan menjadi UU dalam rapat paripurna bulan juni 2006. menurut Wakil Ketua Pansus RUU APP Komisi VIII, Yoyoh Yusroh pada para wartawan beberapa waktu lalu, sejak bulan oktober 2005 pihaknya sudah melakukan dengan pendapat dengan masyarakatn untuk mendapatkan masukan. Setidaknya ada 65 lembaga masyarakat, mulai dari kalangan artis, tokoh agama, organisasi perempuan, organisasi Islam, LSM, Mahasiswa termasuk sutradara film.
    Pornografi dapat menyebabkan kasus asusila, pegaulan bebas, dan penyakit kelamin. Untuk menanggulainya para mahasiswa membuat forum tanya jawab tentang pergaulan bebas dan juga menyebarkan tentang bahayanya penyakit kelamin yang diderita akibat pergaulan bebas, serta bahayanya aborsi bagi yang telah hamil akibat pergaulan bebas. Penyakit yang paling berbahaya adalah aids karena virus hiv yang dapat menular karena hubungan seks.
    Kehidupan kita cuma sekali, maka dari itu hiduplah secara sehat dan tidak terlupakan bahwa kita hidup untuk kemuliaan Tuhan. Pemerintah, para rekan mahasiswa, pihak berwenang pun bukan penjaga yang baik dari kasus-kasus diatas supaya kita tidak melakukannya melainkan kesadaran dari dalam diri sendiri yang mampu mencegah dari bahayanya hal tersebut.

    Satya Wirawan
    S1 ELINS B
    10/299984/PA/13094

  57. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA

    GLOBALISASI DAN KAITAN TERHADAP KEJAHATAN LINTAS NEGARA
    Pada zaman modern ini, dengan berkembangnya teknologi, informasi dan komunikasi, arus globalisasi sudah tidak dapat terbendung lagi. secara sederhana globalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses di mana semakin banyak negara yang terlibat langsung dalam kegiatan di level global. (Tambunan, 2004). Globalisasi dimaksudkan untuk memudahkan arus hubungan kerja sama berbagai negara di dunia, khususnya mempermudah negara-negara berkembang.
    Globalisasi telah menjadi tuntutan penting yang mempengaruhi perkembangan suatu negara, karena globalisasi memberi banyak keuntungan di berbagai bidang baik bidang politik, sosial, budaya, ekonomi, iptek dan hankam, terutama bagi negara-negara yang masih berkembang termasuk Indonesia. Globalisasi juga memudahkan masuk dan keluarnya informasi dan komunikasi dari suatu negara sehingga negara tersebut tidak tertinggal akan kemajuan iptek.
    Meskipun globalisasi memiliki manfaat yang cukup banyak, namun globalisasi juga membawa dampak negatif terutama memicu terjadinya kejahatan lintas negara (Transnational Crimes) di mana melalui globalisasi, meningkatkan proses pergerakan manusia dan migrasi yang merupakan faktor yang menyebabkan berkembang pesatnya kejahatan lintas negara.

    JENIS – JENIS KEJAHATAN LINTAS NEGARA
    Menurut konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Negara Terorganisir (United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) yang diadopsi pada tahun 2000 menyebutkan sejumlah kategori kejahatan lintas negara terorganisir, yaitu:
    • Pencucian uang
    • Korupsi
    • Perdagangan manusia
    • Penyelundupan migran serta produksi
    • Perdagangan gelap senjata api
    • Terorisme
    • Perdagangan gelap narkoba
    ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu:
    • Perdagangan gelap narkoba
    • Perdagangan manusia
    • Sea-piracy
    • Penyelundupan senjata
    • Pencucian uang
    • Terorisme
    • International economic crime
    • Cyber crime.

    Dampak negatif dari kejahatan lintas negara atau transnational crimes ini, selain merugikan perekonomian negara, juga dapat merusak mental dan nilai moral. Adanya perdagangan dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika dan psikotropika di antara pemuda, penyalahgunaan pemakaian internet seperti pengaksesan website porno, cyber crime seperti pembajakan webstite dan pencurian akun pada kartu kredit dan atm dan gerakan agama yang radikal yang berujung pada aksi terorisme.

    GENERASI MUDA DAN MAHASISWA
    Generasi muda merupakan pihak yang sangat rentan terhadap dampak negatif dari kejahatan lintas negara. Generasi muda atau dapat dikatakan sebagai pemuda secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional. Pemuda juga merupakan individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil sehingga pemuda sangat mudah terpengaruh oleh perkembangan yang bersifat negatif. Selain itu pemuda juga senang mengikuti trend perkembangan zaman yang terjadi apalagi jika penyaringannya kurang dapat merusak nilai moral dan mental yang tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan sumber daya manusia Indonesia.
    Dalam hal ini mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi muda berpengaruh penting dalam menentukan perkembangan generasi muda di mana secara pendidikan mahasiswa menempati jenjang tertinggi. Selain itu, mahasiswa juga menempati kedudukan yang khas (Special position) dimasyarakat, baik dalam artian masyarakat kampus maupun diluar kampus. Kekhasan ini tampak pada serentetan atribut yang disandang mahasiswa, misal : intelektual muda, kelompok penekan (Pressure group), agen pembaharu (Agent of change), dan kelompok anti status quo.
    Mahasiswa telah banyak berkontribusi dalam setiap perubahan di negara kita. Hal ini dapat dilihat dari sejarah bangsa yang dimulai dari organisasi mahasiswa Boedi Oetomo hingga masuknya Orde Reformasi. Mahasiswa menjadi pemeran utama dalam setiap perubahan. Oleh karena itu mahasiswa akan sangat berpengaruh dalam menghadapi dan melawan maraknya kejahatan lintas negara yang dapat merusak moral dan mental bangsa.

    PERAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA
    Dalam mengantisipasi kejahatan lintas negara mahasiswa dapat berperan secara pasif maupun aktif. Hal ini juga sesuai dengan hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warga negara (cholisin, 2000).
    - Peran secara Pasif
    Peran mahasiswa secara pasif dapat dilakukan melalui mematuhi UUD 1945 karena dengan mematuhi Undang-Undang maka mahasiswa tentu tidak akan melakukan kejahatan lintas negara. Kemudian adanya kesadaran diri sendiri untuk yaitu dengan tidak mengkonsumsi dan terlibat dalam pemakaian dan perdagangan gelap narkoba, tidak mengkonsumsi tayangan dan website yang menyajikan pornografi dan pornoaksi, menggunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat karena melalui internet kita dapat mengetahui informasi-informasi dari seluruh dunia. Penggunaannya yang tanpa batas dan tanpa penyaringan akan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup. Kemudian Meningkatkan kualitas nilai-nilai religius dan spiritual namun bukan dengan cara mengikuti gerakan agama yang radikal karena dapat berujung pada aksi terorisme.
    Melalui partisipasi secara pasif seminimalnya kita telah melindungi satu sumber daya manusia yaitu diri kita sendiri. Jika setiap mahasiswa mematuhi undang-undang dan memiliki kesadaran diri untuk menjauhi hal yang negatif maka bangsa Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang memiliki nilai moral dan mental yang tinggi.

    - Peran secara Aktif
    • Sebagai kontrol social
    Mahasiswa yang merupakan garda terdepan dalam pergerakan diharapkan mampu menjadi kontrol dan memberikan masukan atas peristiwa yang berkaitan dengan kejahatan lintas negara kepada pemerintah serta pihak yang memiliki wewenang dan bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut. Misalnya kontrol terhadap salah satu tayangan televisi yang tidak sesuai jam tayangnya atau memiliki nilai kebudayaan yang tidak sesuai, maka mahasiswa dapat protes dan memberi saran kepada pihak televisi mengenai jam tayang dan bagaimana nilai kebudayaan yang seharusnya dimunculkan.
    • Mediator dalam mensosialisasikan issue kejahatan lintas negara
    Sebagai kaum intelektual tertinggi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyampai informasi tidak hanya kepada kalangan elit, tetapi juga kepada masyarakat kelas “alit”. Posisi mereka yang secara strategis masih “dikagumi” oleh rakyat sebagai agen peubah, mampu dijadikan kunci untuk masuk ke dalam LSM-LSM maupun lembaga-lembaga/organisasi-organisasi yang berpihak kepada para generasi muda lainnya untuk mensosialisasikan issue kejahatan lintas negara serta solusi untuk menghadapi dan meminimalisirkan kejahatan lintas negara.

    Di era globalisasi, kejahatan lintas negara sudah banyak sekali terjadi dan merambah ke hampir seluruh lapisan masyarakat. Hal ini akan membawa dampak yang sangat buruk, terutamA pada generasi muda yang merupakan sumber daya manusia untuk pembangunan masa depan yang menentukan arah bangsa ini.
    Maka sudah saatnya mahasiswa sebagai agent of change menggedor kembali semangat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melawan terhadap ancaman-ancaman dari kejahatan lintas negara melalui peran-peran strategis mereka.

    REFERENSI

    Tambunan, Dr. Tulus T.H., Globalisasi dan Perdagangan Internasional. 2004. Ghalia Indonesia. Bogor. Halaman 1-3
    http://www.deplu.go.id/Pages/IIssueDisplay.aspx?IDP=20&l=id/
    http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=3407&kat=11/
    http://nasional.vivanews.com/news/read/22430-_kejahatan_lintas_negara_akan_jadi_trend_
    http://zikirullah.wordpress.com/2009/09/26/mahasiswa-sebagai-kontrol-sosial-dan-demokrasi/

    nama : Fadhlia Annisa
    NIM : 10/300288/PA/13198
    Prodi : Elins UGM

  58. TUGAS KEDUA KEWARGANEGARAAN
    referensi :www.deplu.go.id

    TOPIK : Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.

    Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
    Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.

    Pada pertemuan high level yang diselenggarakan di Majelis Umum PBB tanggal 17 Juni 2010, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyebutkan bahwa di satu sisi ancaman kejahatan lintas negara semakin meningkat namun di sisi lain kemampuan negara untuk mengatasinya masih terbatas. Untuk itu, sangat penting bagi negara-negara untuk meningkatkan kerjasama internasional untuk secara kolektif menanggulangi meingkatnya ancaman kejahatan lintas negara tersebut.

    Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Negara Terorganisir (United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) yang diadopsi pada tahun 2000 menyebutkan sejumlah kejahatan yang termasuk dalam kategori kejahatan lintas negara terorganisir, yaitu pencucian uang, korupsi, perdagangan manusia, penyelundupan migran serta produksi dan perdagangan gelap senjata api. Konvensi juga mengakui keterkaitan yang erat antara kejahatan lintas negara terorganisir dengan kejahatan terorisme, meskipun karakteristiknya sangat berbeda. Meskipun kejahatan perdagangan gelap narkoba tidak dirujuk dalam Konvensi, kejahatan ini masuk kategori kejahatan lintas negara terorganisir dan bahkan sudah diatur jauh lebih lengkap dalam tiga Konvensi terkait narkoba sebelum disepakatinya UNTOC.

    ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.
     
    Seiring perkembangan jaman, terdapat berbagai kejahatan transnasional lainnya yang perlu ditangani secara bersama dalam kerangka multilateral, seperti kejahatan pencurian dan penyelundupan obyek-obyek budaya, perdagangan organ tubuh manusia, environmental crime (illegal logging dan illegal fishing), cyber crime dan computer-related crime.

    Meskipun belum terdapat kesepakatan mengenai konsep dan definisi atas beberapa kejahatan tersebut, secara umum kejahatan ini merujuk secara luas kepada non-violent crime yang pada umumnya mengakibatkan kerugian finansial.
    Semakin beragam dan meluasnya tindak kejahatan lintas negara tersebut telah menarik perhatian dan mendorong negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk menanggulangi kejahatan tersebut di tingkat bilateral, regional dan multilateral.

    Di tingkat multilateral, PBB sebagai badan internasional banyak memprakarsai dan melakukan langkah-langkah peningkatan kerjasama internasional memberantas kejahatan lintas negara, termasuk pembentukan instrumen internasional terkait dengan pencegahan dan pemberantasan kejahatan internasional.
    Posisi Indonesia

    Indonesia berperan aktif dalam kerjasama internasional menanggulangi kejahatan lintas negara. Sebagai implementasi peran aktif tersebut, Indonesia telah menjadi Negara Pihak pada lima instrumen internasional yang terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yakni:

    1.UN Single Convention on Narcotics,
    2.UN Convention on Psychotropic Substances,
    3.UN Convention against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances,
    4.UN Convention on Transnational Organized Crime (UNTOC) serta dua Protokolnya mengenai Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia, dan
    5.UN Convention Against Corruption (UNCAC).
    Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen sebagai negara pihak pada lima instrumen internasional tersebut, Pemri telah memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yang mengadopsi atau sejalan dengan standar dan norma yang diatur dalam konvensi-konvensi tersebut.
    Pemri juga turut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara, antara lain:
    1.Commission on Narcotic Drugs (CND),
    2.Commission on Crime and Criminal Justice (CCPCJ), termasuk UN Crime Congress yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali,
    3.Conference of Parties dari UNTOC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNTOC, dan
    4.Conference of State Parties dari UNCAC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNCAC.

    Pemri juga ikut aktif dalam forum sektoral seperti Asia Pacific Group on Money Laundering dan Egmont Group. Kedua forum tersebut membahas isu pencegahan dan pemberantasan isu pencucian uang.

    Sementara dalam kerangka kerjasama kawasan, sejak tahun 2002 Indonesia bersama dengan Australia telah menginisiasi Bali Process Regional Ministerial Conference (BRMC/ Bali Process) yang bertujuan untuk menanggulangi permasalahan kejahatan penyelundupan manusia, perdagangan orang dan kejahatan transnasional terkait lainnya. Sejalan dengan semakin meningkatnya arus penyelundupan manusia di kawasan Asia-Pasifik, Bali Process memiliki peran yang sangat penting sebagai forum untuk menyusun mekanisme kawasan dalam menanggulangi permasalahan tersebut.
    Menanggapi semakin berkembangnya kejahatan lintas negara ini, Pemri akan terus meningkatkan peran dan partisipasinya dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara. Pemri juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan nasional dalam upaya penanggulangan kejahatan lintas negara.

    Jika kejahatan lintas negara dikaitkan dengan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa maka akan timbul pertanyaan mengenai Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.

    Jika ditanya mengenai peranan mahasiswa dalam menghadapi kejahatan lintas negara yang merusak moral maka jawabannya adalah peran mahasiswa dalam menghadapi hal tersebut sangatlah penting karena mahasiswa aeperti saya ini merupakan seorang intelektual yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang baik yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa yang tertera dalamPembukaan UUD 1945.maka dari itu untuk mewujudkannya kita sebagai generasi penerus bangsa hendaknya menjaga bangsa kita dari ancaman kejahatan lintas negara yang cenderung ingin merusak moral dan mental bangsa khususnya kepada para generasi muda bangsa kita karena dengan rusaknya mental dan moral bangsa khususnya pada generasi muda seperti halnya mahasiswa maka hal tersebut akan sangat membahayakan bagi bangsa kita karena apabila moral para generasi muda bangsa kita telah rusak akibat kejahatan lintas negara maka dampaknya akan sangat buruk bagi bangsa kiti bahkan cita-cita bangsa dapat tidak tewujud akibat hal tersebut.

    Kejahatan lintas negara banyak macamnya namun yang sering terjadi di indonesia yang dapat merusak moral bangsa adalah seperti tentang:
    pornografi
    narkoba
    penyalahgunaan internet
    kejahatan teknologi
    Beberapa poin diaatas merupakan jenis-jenis kejahatan lintas negara yang dapat nerusak mental dan moral generasi muda bangsa indonesia.pornografi pada saat ini sudah bukan hal yang tabi lagi pornografi pada dasarrnya sangat buruk bahwasanya adiksi pornografi dapat mengancam kestabilan tumbuh kembang anak dan generasi muda Indonesia.”Adiksi pornografi bisa mengancam kestabilan tumbuh kembang generasi penerus bangsa yang berarti mengancam estafet kepemimpinan bangsa,” perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi pada satu sisi telah berdampak positif bagi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain telah membawa dampak negatif pada tumbuh kembang otak anak.Salah satu contoh teknologi informasi yang berdampak negatif adalah mudahnya mengakses pornografi melalui jaringan internet oleh anak-anak generasi penerus bangsa. Hal itu dikhawatirkan akan mengakibatkan suatu adiksi pada anak apabila dilakukan secara terus menerus.Keadaan ini akan berlanjut dan berdampak pada prestasi akademis yang rendah, kurangnya kepercayaan diri, kematangan sosio-emosional yang rendah, tidak mampu mandiri dan perilaku mental yang menyimpang.Untuk mencegahnya mkn dgn platihan penanggulangan adiksi pornografi diharapkan dapat menghasilkan para terapis yang mampu mengatasi adiksi pornografi di Indonesia

    selain itu juga terdapat narkoba,narkoba juga merupakan salah satu perusak mental generasi muda
    “Indonesia menghadapi ancaman narkoba yang cukup serius dewasa ini karena Indonesia bukan lagi sebagai konsumen narkoba, melainkan juga sebagai produsen,”
    “Ini dibuktikan dengan ditemukannya ‘home industry’ ekstasi dan sabu-sabu di beberapa tempat di Indonesia,” maraknya penggunaan narkotika oleh remaja merupakan pertanda buruk bagi eksistensi bangsa di kemudian hari.
    Namun, sekalipun hampir tidak ada kelompok masyarakat yang terbebas dari narkoba tetapi menurut BNN kelompok remaja adalah kelompok yang paling banyak menyalahgunakan narkoba. “Jumlahnya lebih dari 14 ribu orang atau 19 persen dari keseluruhan pengguna,” .Padahal, , narkoba memberikan dampak negatif terhadap produktifitas remaja.
    “Anak-anak menjadi pemalas, tidak peduli dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya, mudah berbohong, mudah melakukan kejahatan atau tindak kriminalitas. Yang paling membahayakan adalah kualitas kesehatan menjadi turun, mudah terserang penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS,” jelasnya.
    Oleh karena itu,saya prbadi mengajak agar generasi muda Indonesia dapat mengatakan tidak untuk narkoba.
    “Banyak hal sebenarnya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah dengan memasukkan pengetahuan tentang narkoba dalam kurikulum SD. Kita berharap siswa dapat mengenali dan memahami apa itu narkoba sejak dini,” katanya.
    bangsa kita narkoba juga sangat merusak karena barang tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan,Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.Adapun yang laiin adalah penyalah gunaan internet dan teknologi untuk hal-hal yang kurang baik dan tidak sesuai dengantujuan penggunaanya hal ini juga sangat berpengaruh dalam menbentuk jiwa dan mental generasi muda bangsa kita karena dengan penyalah gunaan tersebut dapat menyebabkan penyimpangan-penyimpangan yang tentunya merugikan bagi moral bangsa kita dan sebagai mahasiswa yang sangat diharapkan sebagai generasi penerus bangsa yang sangat berperan dalam kemajuan bengsa kita kelak nantinya maka seharusnya mulai sekarang kita haris berusanha mencari solusi bagaimana caranya agar kejahatan lintas negara yang cenderung akan merusak moral bangsa dapat teratasi dengan baik dan tidak menjadi momok bagi masa depan bangsa kita.

    Adapun yang dapat kita lakukan sekarang sebagai mahasiswa mkn kita lakukan dari hal kecil terlebih dahulu seperti mulai dari pribadi kita masing-masing untuk menjauhi hal-hal yang dapat merusak moral kita sebagai generasi penerus bangsa,hal lain yang dapat dilakukun adalah dengan melakukan sosialisasi kepada adik-adik kita mengenai bahayanya narkoba,pornografi dan hal lainya serta juga memberitahukan dampak negatif yang dapat terjadi akibat hal yang buruk tersebut bagi bangsa kita sekarang dan masa depan bangsa kita kelak nantinya akan seperti apa jikalau kita tidak memperbaiki diri kita generasi muda dari hal-hal yang dapat merusak bangsa kita secara perlahan namun pasti.jadi sebagai mahasiswa hendaknya kita menjauhi dan meninggalkan hal-hal yang merusak moral mangsa agar bangsa kita tetap menjadi bangsa yang berbudi luhur.

    KHAMDANI IKHSAN
    ELINS-B
    10/297699/PA/13062

  59. Peranan Mahasiswa Dalam Menghadapi/Melawan Maraknya Kejahatan Lintas Negara Yang Merusak Moral/Mental Generasi Muda Indonesia, Semacam Pornografi, Narkoba, Penyalahgunaan Internet, Dan Sejenisnya.

    Peran mahasiswa dalam menghadapi berbagai masalah diatas sangat diperlukan dan harus dilakukan.Dalam era globalisasi sekarang ini masalah-masalah seperti pornografi,narkoba,dan penyalahgunaan internet sangat marak bahkan telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar.Untuk itulah kita para mahasiswa harus berusaha merubah pola pikir kita agar hal-hal diatas dapat diatasi.
    Hal yang pertama harus diperhatikan adalah internet.Jika pemakaian internet disalah gunakan maka akan menimbulkan banyak kerugian kepada umat manusia. Kebutuhan dan penggunaan akan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan internet dalam segala bidang seperti e-banking, e-commerce, e-government, e-education dan banyak lagi telah menjadi sesuatu yang lumrah. Internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace yaitu sebuah dunia komunuikasi berbasis computer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata).
    Perkembangan internet yang semakin hari semakin meningkat baik teknologi dan penggunaanya. Mempunyai banyak dampak baik positif maupun negative. Untuk yang bersifat positif, banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, e-commerce juga membuat kita mudah melakukan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet. Tentunya, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi Internet membawa dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan resiko tertangkap yang sangat kecil oleh individu maupun kelompok dengan akibat kerugian yang lebih besar baik untuk masyarakat maupun negara disamping menimbulkan kejahatan-kejahatan baru.
    Tidak kurang menghebohkannya adalah beredarnya gambar-gambar porno hubungan seksual/pornografi, misalnya antara seorang bintang sinetron dan seorang penyanyi dari group band yang ternama. Gambar-gambar tersebut beredar secara luas di Internet baik melalui e-mail maupun dalam tampilan website yang dapat disaksikan oleh siapa saja secara bebas.Pengungkapan kejahatan ini masih sangat kecil sekali, dikarenakan banyak kendala dan hambatan yang dihadapi dalam upaya pengungkapannya. Saat ini, bagi mereka yang senang akan perjudian dapat juga melakukannya dari rumah atau kantor hanya dengan mengakses situs http://www.indobetonline.com atau http://www.tebaknomor.com dan banyak lagi situs sejenis yang menyediakan fasilitas tersebut dan memanfaatkan fasilitas Internet banking untuk pembayarannya. E-commerce tidak sedikit membuka peluang bagi terjadinya tindak pidana penipuan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Medan yang memasang iklan di salah satu website terkenal “Yahoo” dengan seolah-olah menjual mobil mewah Ferrary dan Lamborghini dengan harga murah sehingga menarik minat seorang pembeli dari Kuwait. Perbuatan tersebut dapat dilakukan tanpa adanya hubungan terlebih dahulu antara penjual dan pembeli, padahal biasanya untuk kasus penipuan terdapat hubungan antara korban atau tersangka.
    Selain kasus penyalahgunaan internet kasus narkoba juga tidak kalah seriusnya. Dalam menghadapi berbagai permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, bukanlah aturan-aturan terhadap mereka yang memakai atau pengedar, tetapi lebih ke arah pembinaan mental mahasiswa. Untuk itu peran pendidik di lingkungan Universitas sangat penting dan sentral, disamping peran keluarga dan masyarakat. Mahasiswa merupakan komponen bangsa yang sarat nilai sosio-kultural, sehingga dapat dipercaya karena dikenal memiliki idealisme.Mahasiswa telah terbukti mampu mendobrak aneka ketimpangan di dalam masyarakat. Untuk itu para aktivis di lingkungan kampus, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba .Semua itu diupayakan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman kehancuran akibat narkoba.
    Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai bagaimana para mahasiswa memerangi kejahatan lintas negara seperti penyalahgunaan internet,pornografi maupun narkoba.Untuk menangani masalah penyalahgunaan internet dapat dilakukan dengan menerapkan internet sehat yaitu:
    Cobalah untuk tidak sendirian di ruangan dengan komputer saat terhubung ke Internet. Rencana berapa banyak waktu Anda akan menggunakan Internet, dan untuk tujuan apa. Ikuti panduan Anda sendiri. Dan ingat, memiliki akses broadband tidak memaksa Anda untuk menggunakan Internet sepanjang hari!
    Sebelum Anda pergi di internet, membuat daftar (di atas kertas) dari hal-hal yang ingin Anda lakukan di internet, cara kerja Anda melalui daftar dan kemudian log off! Pindahkan langsung dari komputer dan melakukan sesuatu yang lain.
    Jangan menebak alamat situs web. Banyak situs porno memiliki alamat yang sama dari situs non-porno. Gunakan mesin pencari sebagai gantinya.
    Hindari website yang menawarkan ilegal keygens, Celah atau perangkat lunak ilegal. Website ini biasanya memiliki banner porno eksplisit yang mungkin menggoda anda.
    Sementara dalam upaya pencegahan narkoba, tindakan yang dijalankan dapat diarahkan pada dua sasaran proses. Pertama diarahkan pada upaya untuk menghindarkan remaja dari lingkungan yang tidak baik dan diarahkan ke suatu lingkungan yang lebih membantu proses perkembangan jiwa remaja. Upaya kedua adalah membantu remaja dalam mengembangkan dirinya dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan (suatu proses pendampingan kepada si remaja, selain: pengaruh lingkungan pergaulan di luar selain rumah dan sekolah). Pencegahan bukan semata-mata informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan psikososial kepada remaja dan masyarakat untuk bersikap dan berperilaku positif. Informasi mengenai bahaya narkoba kepada remaja dan masyarakat tanpa ada usaha untuk mengubah perilakunya dengan memberikan keterampilan yang diperlukan, kurang bermanfaat.

    Referensi : http://www.wikinu.com/news/displaynewsraharja.aspx?id+5309
    http://www.nrasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalah-gunaan-media-internet-dan-upaya-penaggulangannya

    Nama : Harchanio Adi
    nomor mahasiswa :10/305174/PA/13449
    prodi : intrumentrasi dan elektronika

  60. Problematika Generasi Muda di Era Globalisasi

    Sudah menjadi wacana umum, bahwa dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.Terjadinya pelanggaran norma-norma sosial yang dilakukan oleh para muda-mudi merupakan masalah terpenting bangsa ini dalam rangka perbaikan sumber daya manusianya. Karena, ketika sebuah etika sosial masyarakat tidak diindahkan lagi oleh para generasi muda, maka laju lokomotif perbaikan bangsa dan negara akan mengalami hambatan yang besar. Beberapa contoh pelanggaran norma sosial: 
    Pertama, miras dan narkoba. Dari dua juta pecandu narkoba dan obat-obat berbahaya (narkoba), 90 persen adalah generasi muda, termasuk 25.000 mahasiswa. Karena itu, narkoba menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa. Sedangkan 700 siswa sisanya ditindak dengan pembinaan agar jera, dan tidak mempengaruhi teman lain yang belum terkena sebagai pengguna narkoba.Negara kita sedang mengalami ancaman badai yang sangat mengkhawatirkan. Peredaran minuman keras (miras) dan narkobapun semakin hari semakin mengarah pada peningkatan yang siknifikan. Tidak jarang kita baca, dengar, atau lihat dalam beberapa media cetak dan elektronik akan tindak kriminal yang bersumber dari penggunaan kedua jenis barang di atas. Kurva peningkatan peredaran miras dan narkoba itu tidak terlepas dari dampak negatif semakin mengguritanya tempat-tempat hiburan malam yang tersaji manis di hampir sudut kota-kota besar. Bahkan ironisnya, peredaran itu sekarang tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu, namun sudah merebah kepada anak-anak yang dikategorikan masih di bawah umur.
    Berbagai dampak penyalahgunaan narkoba :
    Dampak bagi keluarga :
    Penyalahgunaan narkoba juga berdampak pada terganggunya keharmonisan keluarga. Orang tua pasti cemas karena uang dan barang-barang di rumah sering hilang. Pengeluaran keuangan menjadi meningkat untuk keperluan membeli narkoba, atau untuk biaya pengobatan (rehabilitasi). Perilaku pecandu narkoba menyedihkan hati dan menjadi aib bagi keluarga. Suasana keluarga berubah drastis, ditandai dengan sering terjadi pertengkaran, kemarahan tak terkendali, pemusuhan, mudah tersinggung, auh tak acuh, dan menutup diri.
    Dampak bagi masyarakat :
    Lebih luas lagi penyalahgunaan narkoba juga berdampak bagi masyarakat yaitu terbentuknya kelompok preman yang meresahkan warga. Mengganggu ketertiban umum dengan menjadi pecandu, pengedar, dan penjual narkoba. Meningkatnya kejahatan oleh para pecandu narkoba seperti pencurian, perampokan, kekerasan, pelecehan seksual, dan lain sebagainya. Kecelakaan lalu lintas juga akan semakin meningkat.
    Dampak bagi bangsa dan negara :
    Dampak penyalahgunaan narkoba yang terakhir adalah bagi bangsa dan negara yaitu rusaknya generasi penerus bangsa. Hilangnya rasa patriotisme atau rasa cinta tanah air. Meningkatnya kasus penyelundupan yang akan merugikan negara.
    Peranan kita sebagai mahasiswa dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yaitu :
    1.Mengembangankan pengetahuan kerohanian atau keagamaan
    2.Pelaksanaan kampanye anti narkoba di tiap Fakultas
    3.Pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan tersebut dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif.
    4.Mengembangkan pengetahuan tentang bahaya narkoba
    5.Mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual sesuai agama dan pancasila
    6.Mengembangkan potensi yang ada dan melibatkan diri pada kegiatan yang positif
    7.Belajar mengatasi masalah, persoalan, dan tekanan hidup
    8.Mahasiswa bisa menjadi agen of change pemberantasan narkoba

    Kedua, pergaulan bebas (pornografi dan pornoaksi). Seiring dengan derasnya arus globalisasi, yang menjadikan dunia ini semakin sempit, maka di waktu yang sama hal itu akan membawa sebuah konsekwensi; baik positif atapun negatif. Kita tidak akan membicarakan mengenai konsekwensi positif dari globalisasi saat ini. Karena hal itu tidak akan membahayakan rusaknya moral generasi muda. Namun yang menjadi perhatian kita adalah efek atau dampak negatif yang dibawa oleh arus globalisasi itu sendiri yang mengakibatkan merosotnya moral para pemuda saat ini. Diantara sekian banyak indikator akan rusaknya moral generasi suatu bangsa adalah semakin legalnya tempat-tempat hiburan malam yang menjerumuskan para generasi bangsa ke jurang hitam. Bahkan bukan merupakan hal yang tabu lagi di era globalisasi sekarang ini, hubungan antar muda-mudi yang selalu diakhiri dengan hubungan layaknya suami-isteri atas landasan cinta dan suka sama suka. Sebuah fenomena yang sangat menyedihkan tentunya ketika prilaku semacam itu juga ikut disemarakkan oleh para muda-mudi yang terdidik di sebuah istansi berbasis agama. Namun itulah fenomena sosial yang harus kita hadapi di era yang semakin bebas dan arus yang semakin global sekarang ini.
    Peranan kita sebagai mahasiswa dalam mencegah Pornografi dan Pornoaksi yaitu :
    1.Mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual sesuai agama dan pancasila
    2.Mengembangankan pengetahuan kerohanian atau keagamaan
    3.Mendukung pemerintah untuk membuat UU yang mengatur tentang Pornografi dan Pornoaksi
    4.Memblokir media-media massa atau elektronik yang berbau Pornografi dan Pornoaksi
    Disisi lain, perkembangan teknologi yang semakin canggih, akan semakin memudahkan para genrasi bangsa untuk mengakses hal-hal yang mendukung terciptanya suasana yang serba bebas. Hal-hal yang dahulu di anggap tabu dan masih terbatas pada kalangan tertentu, kini seakan sudah menjadi konsumsi publik yang dapat diakses di mana saja. Sebagai contoh konkrit adalah merebaknya situs-situs berbau pornografi dapat dengan mudah dikonsumsi oleh para pengguna internet. Memang di satu sisi tidak bisa dinafikan, bahwa internet memberikan kontribusi besar dalam perkembangan moral dan intelektual. Akan tetapi dalam waktu yang sama, internet juga dapat menghancurkan moral, intelektual dan mental generasi sebuah negara.
    Manfaat Internet bagi kehidupan kita yaitu :
    1.Komunikasi : Internet memungkinkan terjadinya komunikasi yang super cepat antara suatu pihak dengan pihak yang lainnya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Sepeti misalnya melalui E-Mail atau melalui Chatting, dsb.
    2. Informasi : Internet merupakan sumber informasi yang melimpah (hampir tiada batas) yang terus berkembang seiring dengan makin berkembangnya internet itu sendiri.
    3. Kolaborasi : Internet merupakan media yang sangat membantu suatu kolaborasi yang biasanya terhambat ruang dan waktu. Melalui Internet, kita dapat melakukan suatu konferensi dengan berbagai pihak di manapun mereka berada
    Dampak negatif internet :
    1. Kejahatan Seksualitas : penyebaran situs-situs yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.
    2. Kejahatan Perbankan : termasuk di dalamnya pencurian nomor kredit.
    3. Hacking (Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage)
    4. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
    Mahasiswa sebagai kaum intelektual mempunyai peran ganda dalam kehidupan berinternet. Satu sisi bagaimana ia memanfaatkan internet secara maksimal untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan berfikir dan pengembangan intelektualitas. Di sisi lain ia sebagai generasi terdidik dan menjadi harapan bangsa di masa depan agar ikut mengkampanyekan upaya pencegahan penyalahgunaan internet .

    Referensi :
    http://www.kabarindonesia.com
    http://www.bnn.go.id
    http://www.omdhani.info

    Nama : Muhammad Nurdin Rahmani
    NIM : 2010/300767/PA/13357
    Prodi : Elektronika & Instrumentasi (A)

  61. Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Kemajuan Teknologi

    Mahasiswa merupakan ujung tombak suatu bangsa, dan merupakan penerus generasi yang akan menggantikan pemimpin yang ada saat ini. Peran Mahasiswa sejak dahulu hingga kini memang bisa dikatakan sangat aktif dan kritis dalam menanggapi masalah-masalah yang menyangkut dengan sistem pemerintahan, social politik, hokum, budaya, serta keamanan dan pertahanan bangsa kita. Demonstrasi misalnya, ini merupakan bukti nyata bahwa peran Mahasiswa sangat penting untuk mengawasi pergerakan serta aturan-aturan pemerintah atau instansi-instansi terkait yang hendak semena-mena terhadap Warga Negara kita. Contah lain misalkan unjuk rasa anti Malaysia, ini merupakan salah satu pembelaan terhadap bangsa kita yang berbentuk non fisik.

    Ketika zaman penjajahan, mahasiswa merupakan penggerak kebangkitan nasional. Selain itu, pada 1997/1998 mahasiswa menjadi penggerak reformasi yang diawali dengan runtuhnya penguasa Orde Baru. Peranannya yang begitu besar memang perlu diperjuangkan terusmenerus. Pasalnya, mahasiswa dianggap sebagai kaum akademis yang belum tercampur berbagai kepentingan politik dan kelompok. Maka,sudah sewajarnya mengambil peran yang lebih penting dalam mengawasi pemerintahan,terutama untuk pemerintahan mendatang.

    Dengan tetap memperjuangkan idealisme,sikap kritis,dan kepedulian terhadap kemajuan bangsa ini. Mahasiswa dan pergerakan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah di mana pergerakan merupakan upaya perhatian,pengawasan, dan kepedulian mahasiswa bagi bangsa dan negaranya.Pergerakan juga dapat dikatakan sebagai jiwa mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi kendati pergerakan mengalami transformasi dari masa ke masa. Arah pergerakan semacam ini yang perlu diperjuangkan mahasiswa untuk mengawasi serta membantu pemerintahan di masa sekarang dengan menjunjung tinggi etika, intelektualitas, dan semangat reformasi tanpa melakukan perbuatan anarki.

    Dizaman era reformasi ini bangsa kita sangat kesulitan dalam mengawasi kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat dimasyarakat. Pornografi misalnya, ini merupakan contoh dampak negatif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi sekarang ini. Hampir disemua kalangan masyarakat menjadi konsumen atau langganan bagi konten porno yang dilarang ini. Lebih parahnya lagi para petinggi Negara yang merupakan wakil rakyat ada yang tersandung kasus pornografi. Belum lagi banyak artis yang mencoba mencari sensasi dengan cara yang tidak wajar dan disebar luaskan melalui media internet. Ini menggambarkan rusaknya moral bangsa kita saat ini.

    Masalah Pornografi tersebut di atas hanya merupakan salah satu persoalan penyalah gunaan teknologi terutama pada media internet, karena di samping masalah tersebut masih terdapat sejumlah persoalan lainnya yang perlu mendapatkan perhatian dan diupayakan untuk diminimalisasikan dampak negatifnya, seperti misalnya pornografi, e-gambling, e-crime, e-fraud dan lain-lain. Meskipun sesungguhnya dampak positifnya juga sangat banyak di berbagai sektor kehidupan masyarakat yaitu baik untuk e-bisnis, e-banking, e-government, e-health maupun e-education dan lain sebagainya. Departemen Kominfo sejauh ini berusaha keras melakukan sejumlah kegiatan sosialisasi, kampanye pemanfaatan internet secara sehat bagi warga masyarakat, sebagaimana tersebut pada Keputusan Dirjen Aplikasi Telematika No. 43/KEP/DJAT/KOMINFO/7/2008 tentang Tim Pelaksana Sosialisasi, Kampanye dan Pemanfaatan Internet Sehat – 2008, yang ditanda-tangani oleh Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi pada tanggal 15 Juli 2008.

    Kecenderungan pengguna internet di Indonesia terhadap konten porno tampaknya semakin jelas terlihat pasca dirilisnya laporan yang menyebutkan bahwa negara ini masuk dalam peringkat 4 besar pengakses situs porno tertinggi di dunia. Jika mengacu kepada data yang dipublikasi Kementerian Kominfo, pengakses situs-situs porno itu bervariasi, termasuk kalangan siswa. Pengakses dari kalangan siswa SMP mencapai 4.500 pengakses, sedangkan 97,2 persen siswa SMA diperkirakan pernah mengakses situs yang berbau Pornografi. Menanggapi hal ini, Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkap data tersebut sangat mengkhawatirkan. Lebih mengejutkannya lagi belanja akses situs porno dari Indonesia ternyata mencapai US$3.673 per detik atau setara dengan Rp33 juta lebih setiap detiknya.
    Jika kita kaji lebih dalam lagi, ternyata banyak sekali faktor yang menyebabkan pengakses situs porno di negara kita cenderung terus meningkat setiap tahunnya. Berikut beberapa penyebab tingginya pengakses situs porno. Pertama, fenomena warnet yang menjamur, yang tidak menerapkan konsep Internet sehat. Artinya, warnet seperti ini memang sengaja membiarkan konten pornografi dapat bebas diakses agar tidak kehilangan pelanggan usaha. Kedua, pola hidup sebagian masyarakat yang semakin mengarah ke pergaulan bebas, terutama di kota-kota besar. Sedikit banyak hal ini telah membuat pornografi menjadi hal yang dianggap biasa-biasa saja dan lumrah. Salah satu buktinya adalah maraknya peredaran video-video mesum dimasyarakat. Ketiga, kurangnya sosialisasi terkait pemberlakuan Undang-undang Pornografi yang disahkan Pemerintah tahun 2008.

    Permasalahan ini memang seakan-akan terlihat sangat kompleks, dan sulit untuk dicarikan solusinya. Tetapi jika semua menyadari akar permasalahannya dengan benar, maka solusi bisa diterapkan dengan mudah dan sederhana. Kuncinya tidaklah cukup dengan membatasi akses ke situs-situs porno, tetapi yang paling penting adalah tanamkan pemahaman agama serta norma-norma kesusilaan secara benar mulai dari usia dini sampai dewasa. Karena dengan pemahaman agama serta norma-norma kesusilaan yang komprehensif, maka moral setiap individu akan terjaga.
    Salah satu tugas utama Mahasiswa adalah menyelenggarakan sosialisasi, mengajak para pemangku kepentingan, melakukan koordinasi yang sinergis dengan pihak-pihak lain yang terkait dan melakukan kegiatan monitoring secara selektif, preventif dan kuratif untuk mencegah dan menangkal penyebaran konten negatif internet yang dapat merusak nilai-nilai moral, agama, kesusilaan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan budaya ketimuran. Langkah Mahasiswa bisa diawali dengan pembuatan tool untuk filtering dan pencetakan puluhan ribu brosur serta booklet tentang internet sehat, tindakan ini dirintis oleh LSM ICT Watch pada tahun 2002. Contoh tindakan lain yaitu melakukan inisiasi sosialisasi yang pernah dilakukan AWARI meskipun belum ada UU Informasi dan Transaksi Elektronik saat itu.

    Meskipun sudah ada UU –nya, pemerintah dan lapisan masyarakat khususnya Mahasiswa pada dasarnya tetap mengedepankan upaya sosialisasi, himbauan dan edukasi yang persuasif dan konstruktif pada publik dengan mengikut sertakan para stakeholders yang terkait, karena pada hakekatnya para pihak yang terkait dengan pengelolaan internet pun juga cukup efektif dan sangat bijaksana dalam melakukan self control dan self filtering. Bagaimanapun adalah kewajiban Mahasiswa untuk melakukan pembinaan meski kadang sulit sekalipun, karena itu bagian dari tantangan yang harus dihadapi mengingat perkembangan teknologi informasi ini sangat dinamis, penuh kreativitas dan invatif serta menyebabkan hubungan yang borderless. Ini tidak berarti tidak mengupayakan penggunaan instrumen hukum, karena jika upaya persuasif ternyata juga tidak dapat ditempuh, baru diambil langkah-langkah hukum, karena dari data yang terkumpul, ternyata Indonesia tidak saja menjadi bagian dari target sebagai konsumen, tetapi kadang juga turut terlibat sebagai produsen konten situs yang substansinya dilarang berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tersebut, yaitu minimal dari data adanya upaya yang menggunakan URL dari Indonesia.

    Sumber Referensi
    http://fwh89.blogspot.com/2009/09/mahasiswa-dan-pergerakannya.html
    http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4879&Itemid=43
    http://www.alamathur.com/2010/07/indonesia-pengakses-situs-porno.html

    Nama : Ade Andika
    NIM : 10/296403/PA/12958
    Prodi : Elektronika Dan Instrumentasi

  62. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA PERUSAK MORAL GENERASI MUDA

    Telah kita ketahui bahwa pada jaman sekarang, atau era globalisasi ini, masyarakat telah berkembang pesat. Namun sayangnya yang berkembang bukan hanya aspek baiknya, namun juga aspek kejahatannya. Bisa kita ambil contoh barang kali, peredaran narkoba yang makin marak, tindak pornografi yang semakin tidak terbatas, dan juga penyalah gunaan media informasi global seperti internet. Parahnya lagi, tindakan-tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa, tapi juga telah merambat sampai ke anak-anak sekolah baik SD, SMP, maupun SMA. Generasi muda bangsa kita tentu saja, terlihat sebagai sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan tersebut. Disamping karena rasa ingin tahu yang besar, memanipulasi merekapun bukanlah hal yang sulit.
    Narkoba itu sendiri misalnya, dapat didistribusikan ke berbagai kalangan dengan mudah. Bukan hanya karena jumlah pemakai da pengedarnya semakin banyak, namun juga karena bentuknya mudah dipalsukan. Misalkan dijadikan permen, atau dicampurkan ke jajanan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang perlu diwaspadai, karena kita tidak tahu dalam bentuk apa barang haram tersebut bisa didistribusikan.
    Sedangkan untuk penyalahgunaan internet, ini bisa jadi masalah besar lainnya. Perkembangan internet yang semakin hari semakin meningkat baik teknologi dan penggunaanya. Mempunyai banyak dampak baik positif maupun negatif. Untuk yang bersifat positif, banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan e-banking, e-commerce juga membuat kita mudah melakukan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet. Tentunya, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi Internet membawa dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan resiko tertangkap yang sangat kecil oleh individu maupun kelompok dengan akibat kerugian yang lebih besar baik untuk masyarakat maupun negara disamping menimbulkan kejahatan-kejahatan baru.
    Yang lebih berbahaya lagi dari penyalahgunaan internet adalah begitu mudahnya mengakses sumber-sumber media yang sebenarnya bukan untuk konsumsi anak di bawah umur. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan karena pembatasan akses dan penghapusan web berisi media berbau pornografi tersebut bisa dikatakan hampir mustahil dilakukan dalam jangka pendek. Hal ini tentu saja berbahaya bagi generasi muda yang masih mudah terpengaruh, dan mudah terpancing dengan hal-hal tersebut.
    Kejahatan kejahatan tersebut yang makin tidak mengenal batas tentu saja semakin mengkhawatirkan. Karena kerugian yang ditimbulkan juga bisa berupa materi dan nonmateri, potensi perusakan generasi muda bangsa sangat tinggi, sehingga masa depan bangsa dipertaruhkan dengan selesai tidaknya masalah ini.

    Apa Yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Mahasiswa?

    Kita sebagai bangsa Indonesia, lebih tepatnya mahasiswa generasi penerus bangsa tentu saja tidak bisa diam jika melihat kenyataan itu. Memang tidak terlalu banyak yang bisa kita lakukan. Namun dari hal-hal kecil yang kita bisa lakukan, jika terus menerus, maka pastilah akan ada perubahan ke arah yang lebih baik di perkembangan bangsa Indonesia.
    Misalkan saja kita bisa berkelompok, dalam sebuah organisasi, dan mengadakan penyuluhan tentang bahaya-bahaya dari tindakan-tindakan negatif yang tadi telah dibahas. Misalkan penyuluhan tentang pengetahuan seks secara dini. Hal tersebut bukan seharusnya dipermasalahkan sebagai tabu atau bukan. Namun pendidikan tersebut berguna untuk memenuhi rasa ingin tahu dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Penyuluhan tersebut bukan hanya untuk orang lain, namun juga sebagai tindak introspeksi terhadap diri kita sendiri. Sehingga kita mendapatkan manfaat ganda dari apa yang kita lakukan.
    Berkreasi dalam bidang yang dikuasai misalnya dapat juga memberikan manfaat terhadap pencegahan terjadinya tindak-tindak kriminal tersebut dan mencegah orang lain ikut terbawa di dalamnya. Misalkan mahasiswa yang mahir dalam bidang programming, bisa membentuk grup untuk menciptakan sebuah software, yang dapat mencegah teraksesnya situs-situs porno yang dapat dideteksi berdasarkan parameter tertentu. Bisa juga software yang diciptakan berupa sistem keamanan yang dapat mencegah, melacak, dan menghentikan kejahatan dunia maya(misal pembobolan account bank lewat internet, atau pemodifikasian database milik pribadi, atau pencurian data-data pribadi, dan sebagainya).
    Selain pencegahan, pengendalian juga perlu. Dalam hal ini mahasiswa seperti kita bisa bekerja sama dengan aparat setempat, dan jika mungkin pejabat yang menangani bidang-bidang ini. Misalkan pemantauan aktifitas siswa bersama, yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, dengan bantuan guru dan orang tua murid. Pemantauan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mahasiswa dari bidang psikologi misalnya, mungkin bisa memantau ada tidaknya tindak-tanduk aneh dari siswa.
    Pengetahuan tentang hukum yang beraku untuk tindak kejahatan semacam itu juga harus diberikan secara dini(bisa juga lewat penyuluhan terpadu oleh mahasiswa). Agar mereka tahu, konsekuensi apa saja yang akan didapatkan jika melakukan hal-hal tersebut. Misalkan “UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA” Pasal 78 ayat 1 (a) dan 1 (b) Menanam, memelihara, mempunyai dalam persediaan, memiliki, menyimpan, atau menguasai narkotika golongan I dalam bentuk tanaman atau bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Memang kelihatannya sedikit menakut-nakuti melihat jumlah maksimal dendanya bukan sesuatu yang bisa didapat dengan mudah. Namun dengan begiu mereka akan termotivasi untuk tidak melakukan tindakan tersebut.
    Tidak banyak memang yang bisa dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa, karena masih terbentur banyak sekali halangan. Namun tidak seharusnya halangan itu mencegah kita untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan ikut menjaga kelangsungan generasi muda yang nantinya akan jadi penerus bangsa Indonesia kita. Sedikit yang bisa kita berikan pada negara dan generasi muda, namun nantinya dari yang sedikit itu akan kembali dalam jumlah yang banyak, dan pastinya akan berpengaruh sangat baik dalam perkembanyan bangsa Indonesia, dan kemajuan NKRI.

    Referensi:
    http://www.polresta-tasikmalaya.com
    niasbarat.wordpress.com

    TEJA PRATMALISTIYO/13098 S1-ELINS B

  63. FARIZ ALEMUDA
    297642/PA/13042

    Cyber Crime
    Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia bagaikan tidak ada batas antar negera. Kita bisa mengetahui apa terjadi di belahan dunia sana tanpa perlu berada di sana. Teknologi dapat memperpendek jarak. Melalui teknologi juga kita dapat berkomunikasi dan melihat lawan bicara. Begitu banyak manfaat yang bisa kita rasakan, yaitu sebagai seorang mahasiswa, kita dapat mencari berbagai hal yang menunjang pelajaran yang mungkin tidak kita dapatkan dari dosen. Dengan teknologi pula, administrasi yang begitu ribet dan perlu banyak berkas kini dapat diproses dengan cepat dan tanpa mengisi form kertas, karena telah dibuat form elektronik.
    Begitu banyak manfaat dari kemajuan teknologi, namun bukan berarti tidak memiliki sisi negatif. Teknologi telah membuat dunia ini bagaikan tiada batas, tentunya kita harus menjaga keprivasian internet negara kita dari hacker negara lain. Kemajuan teknologi juga menambah kerawanan. Jangan sampai situs negara RI kita, khususnya situs pemerintahan kita disadap oleh negara. Salah satu hal yang marak dewasa ini adalah pembobolan rekening yang melibatkan hacker dari negara lain.
    Kasus
    Sebuah kasus pembobolan rekening terjadi di Amerika Serikat, lebih dari 100 orang telah ditangkap dan didakwa di AS dan Inggris. sebagai bagian dari lingkaran kejahatan dunia maya (cybercrime). Dugaan global menggunakan virus komputer untuk mencuri informasi rekening bank dan uang rampasan dari korban yang tidak curiga. Setidaknya $ 3.000.000 dicuri dari rekening US dari sekitar Mei tahun lalu untuk September ini.1
    Jaksa menduga bahwa skema di mana hacker menggunakan perangkat lunak komputer berbahaya yang dikenal sebagai Zeus Trojan, menyamar dalam email yang tampaknya jinak. Ketika penerima email mengklik link atau lampiran dalam email, virus memonitor aktivitas komputer korban untuk mengambil nama pengguna dan password. Banyak bagal direkrut melalui iklan dalam surat kabar Rusia-bahasa atau situs jaringan sosial, kata Manhattan Jaksa Cyrus Vance Jr Mereka dibebankan termasuk warga Rusia, Moldova, Ukraina, Kazakhstan dan Belarus. ini beberapa skema yang saya ambil dari berita di journal di amerika.1
    Hal tersebut tidak hanya terjadi di luar negeri, namun terjadi juga di dalam negeri. Lima belas nasabah Bank BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, BII, dan Bank Permata di Bali melapor dananya tiba-tiba hilang misterius dikuras orang meski mereka tidak melakukan transaksi. Mabes Polri pun turun tangan melacak pelaku cybercrime itu. Pada saat bersamaan Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobol bank dengan modus hampir sama yang diduga didalangi perampok bank asal Rusia.2
    “Jumlah total dana nasabah yang hilang adalah Rp 434,3 juta plus US$ 2.733. Dana ini milik 14 nasabah Bank BCA, BNI dan Permata,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, di Mapolda Bali, Jl. W.R. Supratman, Denpasar, Rabu kemarin.2
    Lalu apa yang dapat kita sebagai mahasiswa elektronika dan instrumentasi lakukan untuk menyelesaikan atau paling tidak mengurangi masalah ini?

    Peran
    Kita telah mengetahui bahwa salah satu cara para hacker membobol data nasabah adalah dengan memata-matai nasabah dengan virus yang dapat “melihat” pin dan no rekening nasabah. Maka kita sebagai mahasiswa elektronika dan instrumentasi dapat melakukan hal ini.
    Membuat antivirus yang khusus memindai virus yang memata-matai transaksi masyakarat, karena sebagian besar pembobolan bank berasal dari virus. Sebagai seorang mahasiswa yang paham akan teknologi, kita dapat membantu negara kita dengan membuat antivirus yang mampu menghalau dan menghapus virus tersebut. Antivirus tersebut sebaiknya gratis atau disponsori oleh bank, agar dapat digunakan oleh seluruh masyakarat.
    Membuat software yang mampu memantau transaksi setiap nasabah, namun hanya nasabah tersebut yang mengetahui data-data yang telah dimasukan atau sebagai pembuat, kita melindungi kerahasiaan data nasabah. Software tersebut juga dapat mengetahui kapan dn di mana kita melakukan transaksi, agar di saat kita merasa tidak menggunakan dana tersebut, dapat melaporkannya ke pihak yang berwajib
    Mengusulkan regulasi transaksi perbankan yang lebih aman. Mengingat perbankan kita masih memiliki celah di saat transaksi. Perkembangan dunia IT yang sangat cepat, jangan sampai membuat Bank dan Pemerintah mau kalah canggih dengan para hacker. Pemerintah haruslah mempunyai teknologi yang lebih canggih. Pemerintah dapat memanfaatkan mahasiswa dalam mengembangkan internet yang aman bagi masyakarat. Mahasiswa pun akan dengan senang hati membantunya.
    Memberantas situs-situs dan konten-konten palsu yang mengatasnamakan bank. Sekarang marak sekali web site dan konten-konten yang memiliki tampilan mirip dengan salah satu bank, namun kita tidak mengetahui apakah no rekening dan pin kita aman atau malah masuk ke data pembobol.
    Berbekal ilmu yang kita punya, kita dapat membuat alat yang tidak hanya memakai pin sebagai keamanan, tetapi juga menggunakan sidik jari sebagai notifikasi keamanannya, karena sidik jari selalu kita bawa-bawa dan tidak akan terlupa. Dibandingkan dengan PIN yang mudah terlupa oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
    Kita juga dapat mengusulkan agar hukum yang diberikan kepada warga asing yang melakukan kejahatan terhadap negara kita diberikan hukuman yang lebih berat sehingga menimbulkan efek jera. Indonesia juga harus melakukan ekstradisi dengan negara lain agar mau menangkap para penjahat yang kabur ke luar Indonesia. Jangan seperti tetangga kita yang tidak perlu kita sebutkan namanya.
    Masih banyak hal yang dapat kita lakukan, lalu bagaimana dengan Anda?
    Daftar referensi
    1. http://razmatech.com/kasus-hacker-membobol-bank-lagi.html
    2. http://www.dutamasyarakat.com/artikel-27063-mafia-rusia-bobol-6-bank.html

  64. Peranan Mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia.

    Telah banyak kita ketahui bahwa kejahatan lintas Negara yang merusak moral/mental generasi muda kita telah merajalela. Seperti kasus narkoba,pornografi, penyalahgunaan internet, penyimpangan norma ,dan sebagainya. Lalu bagaimana kita sebagai mahasiswa menyikapinya ? apakah kita malah menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam merusak moral bangsa ? atau menjadi mahasiswa, sebagai katalisator peradaban ?

    Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai apa saja yang bisa di lakukan mahasiswa untuk memerangi kejahatan lintas Negara tersebut, ada baiknya kita memahami penyimpangan-penyimpangan yang kerap terjadi di kalangan generasi muda.

    Misalnya penyalahgunaan internet. Siapa yang tak kenal internet ? internet bahkan telah mendarah daging/sudah menjadi kebutuhan . Data dari International Telecommunications Union mengenai pengguna internet, yakni 12,5% dari seluruh masyarakat Indonesia adalah pengguna internet. Terhitung 42% dari pengguna internet dunia adalah penduduk Asia, sedangkan Indonesia berada di peringkat nomor 5 di Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea Utara.
    KRMT Roy Suryo Notodiprojo mengungkapkan bahwa dari 24,5 juta pengakses internet sekitar 54% berusia 15-20 tahun dan lebih dari 90% di antaranya pernah masuk situs porno.
    Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa pengakses situs-situs porno kebanyakan adalah para pelajar SMA dan mahasiswa. Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka dapat merusak moral masyarakat, terutama para generasi muda. Dengan diberlakukannya UU Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ) mulai 25 Maret 2008, seharusnya membuat masyarakat berpikir dua kali bila ingin masuk situs-situs porno.
    Untuk mencegah rusaknya moral generasi muda, pemerintah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA langkah tegas ini dilandasi akal sehat yang universal. Pemblokiran dilakukan agar akses ke situs-situs yang tidak memberikan pendidikan dapat dicegah. Dengan pemblokiran ini diharapkan masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah sebagai bagian dari membangun masyarakat berbasis informasi tanpa adanya penyalahgunaan.
    Pemerintah Indonesia memblokir situs-situs porno menggunakan 3 level yaitu, grassroot, level jaringan terbatas, dan level jaringan provider. Pada level grassroot (akar rumput) masyarakat diharapkan meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran tentang self-censoring atau self-filtering yaitu kemampuan mandiri dalam memilih situs yang baik dan layak. Level jaringan terbatas Depkominfo menjalin kerja sama dengan instansi dan lembaga pendidikan. Dan yang terakhir level jaringan provider dimana Depkominfo bekerja sama dengan Internet service provider (ISP) untuk memblokir situs-situs porno.
    Langkah pemerintah dalam mengantisipasi situs porno ditanggapi oleh berbagai masyarakat. Mereka ada yang menyatakan setuju namun adapula yang menyatakan sebaliknya.
    Inilah yang membuat para pengguna internet khususnya pelajar menempuh jalan yang sesat dalam penggunaan internet. Internet kini tak hanya digunakan untuk hal-hal yang positif saja, tetapi tak sedikit pengguna teknologi sumber informasi ini sebagai wadah untuk melakukan hal-hal yang negatif. Berikut merupakan beberapa penyalahgunaan penggunaan internet :
    1. Menjadi tempat untuk mengakses situs-situs yang tidak sewajarnya
    2. Penyalahgunaan fungsi komunitas, semisal, sekarang banyak situs komunitas dewasa yang menawarkan jasa, baik video,gambar,dll. Secara terbuka, dan membentuk komunitas forum-forum dewasa yang bebas.
    3. Internet disalahgunakan sebagai tempat penyebarluasan gosip, issue, fitah, kebencian yang berlandaskan kebohongan besar, biasanya ditujukan untuk perusakan nama baik, pelampiasan dendam pribadi, kecemburuan, cari perhatian, membuat resah, dan sejenisnya. Dan masih banyak lagi .

    Hal-hal yang seperti inilah yang membuat moral bangsa menjadi semakin rusak karena dampaknya yang menghasilkan sesuatu yang negatif pula. Bahkan dikabarkan bahwa hampir 50% pengguna internet memanfaatkan kecanggihannya dengan menyalahgunakan fungsinya untuk hal-hal yang tidak sewajarnya dilakukan khususnya pelajar.
    Bahkan , dampak dari penyalahgunaan internet dapat berujung pada kematian,beberapa contohnya adalah :
    1. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotika dengan teman-teman chating IRC-nya
    2. Shawn Whoolley bunuh diri karena terlalu ketagihan dengan permainan online, yang mengakibatkan dia seolah ikut masuk dalam permainan tersebut.
    Lalu apa lagi yang harus menjadi bukti bahwa penyalahgunaan internet sangatlah berbahaya?? Semua telah terpapar jelas. Sekarang hanyalah bagaimana cara agar penyalahgunaan internet dapat di berantas, salah satunya oleh kita sebagai para mahasiswa.
    Hal yang dipaparkan diatas hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak kejahatan lintas Negara yang merusak moral/mental generasi muda. Masih banyal lagi yang dapat di bahas, seperti kasus narkoba yang semakin merajalela di kalangan remaja. Dari hasil survey NIDA (National Institute of Drug Abuse, di AS) sebagian besar dari pengguna narkoba adalah generasi muda. Akses narkoba masuk ke Indonesia dapat memalui banyak celah, pergaulan, lingkungan, dan lain lain. Dalam artikel ini tidak dijelaskan secara rinci mengenai dampak menggunaka narkoba, karena sudah sangat jelas di masyarakat bahwa narkoba dapat merusak fisik maupun pskologi manusia.
    Dalam kasus berikutnya adalah dampak pornografi terhadap mental/moral generasi muda. Yang hal tersebut sama berbahayanya, bahkan ada yang mengatakan kerusakan otak yang diakibatkan pornografi melebihi efek dari narkoba.
    “Pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi,” ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara ‘Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi’ di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).
    Menurut Dr Mark, ada dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika (Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan) dan emosi reaktif (sistem limbik atau bagian tengah otak).
    Pada bagian Pre Frontal Corteks (PFC), otak bertanggung jawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain.
    Sedangkan pada bagian limbik, otak bertanggung jawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri (ego).
    “Pornografi sangat rentan pada anak dan remaja karena bagian logika otak belum berkembang dengan baik,” jelas Dr Mark lebih lanjut.
    Lalu apa yang dapat dilakukan kita sebagai mahasiswa untuk memerangi narkoba, pornografi, dan penyimpangan penggunaan internet ? bisa dilakukan dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya narkoba, membuat blog-blog yang yang memuat tentang dampak dari seks bebas (ancaman HIV), serta jika ada yang mampu untuk memblokir/menghancurkan situ-situs porno maka lakukanlah, lalu dapat juga mensosialisasikan kepada orang tua tentang penggunaan internet, sehingga orang tua sadar akan dampak dari penyimpangan penggunaan internet. Serta dapat juga dilakukan sosialisasi atau tips tips tentang pemilihan informasi yang baik di internet dan tips agar tidak kecanduan internet.
    Lalu selain usaha usaha di atas apalagi yang dapat dilakukan agar penerus bangsa/generasi muda tidak rusak moral dan mentalnya ?? yaitu iman. Keyakinan iman akan hal-hal yang dilarang agama, dan taat kepada Tuhan YME adalah benteng yang paling kokoh agar terhindar dari perbuatan menyimpang,dan penyelewengan norma kehidupan. (Jumlah kata 1000)

    NAMA : NIKITE SULISTIYANA
    NIM : 10/297599/PA/13026
    PRODI : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

  65. APA YANG BISA DILAKUKAN MAHASISWA UNTUK MENJAGA NILAI MORAL PARA PEMUDA INDONESIA?
    Judul diatas tentunya menarik perhatian kita untuk mencoba mencari tahu bahwa sudah seberapa besar sih para kaum terdidik kita (mahasiswa) dalam menjaga serta menghadapi masalah moral para pemuda tanah air kita, karna sebagian daripada para pemuda tanah air sudah masuk dalam kejahatan lintas negara yang dapat merusak moral daripada pemuda itu sendiri. Kita sudah begitu tahu bahwa zaman ini bukanlah zaman yang seperti dahulu ketika pekerjaan semua sangat melelahkan, kini sudah masuk dalam era komunikasi yang dapat menembus batas ruang dan waktu, dimanapun kapanpun kita bisa melakukan semuanya serba mudah apalagi dengan era information technologi (IT) yang semakin canggih.
    Pada era sekarang ini yang orang bilang sudah eranya internetan maka apapun semuanya bisa dilakukan dengan sangat cepat, dulu kalau orang mengirim surat menggunakan surat dan perangko kemudian orang itu baru mengurus administrasinya, kini dengan adanya internetan maka pengiriman surat cukup menggunakan Elektronic mail (E-Mail), dengan cara ini pengiriman surat secara elektronik lebih simpel cepat dan lebih banyak diminati oleh sebagian masyarakat Indonesia bahakan sebagian masiswa dan dosen pun cara pengiriman tugas makalah atau apapun sudah dilakukan dengan menggunakan E-Mail ini, dan yang lebih canggih lagi kini sudah banyak dosen-dosenpun sudah banyak yang mempunyai blog-blog pribadi yang membuat pekerjaan si dosen menjadi lebih enteng.
    Namun dibalik semua itu para pengguna internet tersebut adalah para pemuda tanah air kita, tapi sayang dari sekian banyak pemuda kita malah sebagian menggunakannya untuk hal-hal yang tidak digunakan untuk kemajuan bangsa ataupun kemajuan inovasi teknologi. Banyak dari mereka menggunakan internet tersebut digunakan untuk bisnis perdagangan manusia, perdagangan narkoba, pelecehan suatu golongan dan masih banyak lagi penyimpangan yang belum terungkap.
    Berikut adalah fenomena twitter yang sedang popular dikalangan anak muda Twitter.com agaknya tetap tumbuh diantara popularitas dan kepentingan konsumennya dan dunia usaha. Terlihat dari pengunjung unik Twitter yang tetap naik 1382% jika mengacu pada tahun-ke-tahun pada periode waktu yang sama, yaitu dari 475,000 pengunjung unik pada February 2008 menjadi 7 juta pada February 2009, hal ini menunjukkan sebagai situs yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam kategori komunitas keanggotaan untuk bulan itu. Zimbio dan Facebook saja masing-masing hanya tumbuh 240% dan 228%. Lihat sumber datanya:
    Kecil tapi tetap tumbuh?
    Hanya saja para Twitterers (atau Tweeters) utamanya ternyata bukanlah remaja belasan tahun atau para mahasiswa sebagaimana yang diduga selama ini. Faktanya, kelompok terbesar pengguna Twitter berada pada rentang usia 35-49 tahun. Dengan total pengguna unik dari kelompok ini hampir 3 juta orang atau sekitar 41.7% dari seluruh pengguna Twitter. Data lainnya menunjukkan 62% pengguna situs ini datang dari perkantoran, sebaliknya yang dari rumah hanya35%.

    Disukai oleh yang tua ya?
    Belum jelas betul, apakah kebisaan Twitter diakses melalu HP, Mobile Web ataupun SMS merupakan faktor kesuksesan situs jaringan sosial ini. Data bulan januari menunjukkan 735,000 pengunjung uniknya mengakses melalui HP, rata-rata pengunjungnya menyambangi sebanyak 14 kali selama sebulan, dan rata-rata waktu kunjungannya selama 7 menit.
    Memang menarik melihat data perkembangan dan persaingan situs jejaring sosial. Facebook jelas sekarang dalam posisi leading dibandingkan situs jejaring sosial lainnya. Ini dapat dilihat dari jumlah penggunanya yang sangat fantastis di seluruh dunia, yang telah melampaui 100 juta orang! Tetapi sesungguhnya bagi kita lebih asyik lagi kalau mau melihat bagaimana upaya Twitter dalam “menghadapi” sang gurita Facebook:
    1. Anda penguna WordPress mungkin sudah mengetahui dan merasakan, bagaimana nikmatnya sekarang bisa dengan mudah”memajangkan bahkan mengawinkan antara Twitter dan WordPress.

    2. Yang lebih dahsyat lagi adalah bagaimana upaya Twitter “mendekati” stakeholder pendidikan di Inggris untuk memasukkan materi ke-Twitter-an dalam kurikulum sekolah di Inggris. Hebat khan? Jadi “ada pesan sponsor” ya di kurikulum sekolah Inggris nantinya?

    Bisa kita lihat pada artikel diatas yang menjelaskan tentang twitter, ya memang kini twiter sedang banyak digemari para anak muda Indonesia bahkan para artis entertainment berlomba-lomba membuat fans twiter mereka, namun sekali lagi sayang penggunaan twitter digunakan untuk hal yang merusak moral, ada yang menjadikan twitter dan facebook untuk ajang perdagangan manusia, “menjual diri” untuk dieksploitasi, bisnis gelap narkoba bahakan dengan media itu semuanya dapat diatur seperti kapan mereka harus bayar, harga yang ditawarkan dari yang tertinggi hingga yang terendah, dan dari A-Z sudah gampang dan sudah details. Bahkan dari itu ada juga para kaum terdidik seperti pelajar juga sudah banyak yang mengakses situs-situs porno dari media elektronik seperti handphone, MP4, dsb. Tak sedikit ketika pihak dari sekolah mengadakan sweeping mendadak (sidak) terhadap telepon genggam mereka ketika dibuka, ternyata ada adegan-adegan syur, film-film “hot” naudzubillahi mindzalik. Dan ini sudah menjadi kejahatan lintas negara yang mana negara bisa dirugikan karena kaum mudanya diracuni oleh hal-hal seperti itu. Bahakn simak penjelasan berikut:
    Dalam kehidupan yang modern ini, semakin mudah orang-orang untuk mengakses konten konten yang berbau pornografi, yang dampaknya akhir-akhir ini jadi meningkatnya kejahatan seksual pada wanita dan anak-anak dibawah umur. Maka dari itu dibuatlah undang-undang no 44 tahun 2008 yang mengatur tentang pornografi dan disosialisasikan kepada masyarakat.
    Kegiatan sosialisasi UU no 44 tahun 2008 tentang pornografi ini diselenggarakan pada hari Jum’at 26 November 2010, dimana acara ini merupakan hasil kerja sama antara BPPKBA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang acaranya dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Bumi Asih di lantai 2, dengan nara sumber dari Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Sri Danti. M.A , Komisi Penyiaran Indonesia Azimah Subagio, dan Kompol DR. H. Zaidan, SH, S.Ag, M.Hum.

    Pada acara tersebut, Wakil Gubernur yang diwakili oleh Tarmin AB menyampaikan keprihatinan nya, “kondisi negara kita saat ini masih dihadapkan dengan permasalahan pornografi dan porno aksi yang marak di kalangan generasi muda, masih banyak sekali generasi muda kita yang meniru adat dan budaya barat. Itu semua dapat kita lihat dari berbagai macam kasus sekarang ini yang banyak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Berbagai macam alat atau media saat ini telah meracuni generasi muda kita yang merupakan tonggak penerus bangsa,” ujar Tarmin penuh prihatin.
    Menurut Zaidan, masalah pornografi ini adalah masalah yang serius di negara kita. Dan untuk itu akan ditindak tegas pada pelaku dengan hukuman penjara dan denda supaya pelaku jera.
    Ada pun larangan-larangan tersebut adalah membuat, memperbanyak, meyebarluaskan, mengimpor/ekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan atau menyediakan pornografi yang memuat persenggamaan, perilaku menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi/onani, ketelanjangan, alat kelamin atau pornografi anak, akan dipenjara minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun, dan/atau denda minimal Rp. 250 juta dan maksimal Rp. 6 Milyar.
    Begitu juga dengan yang menyediakan jasa pornografi, meminjamkan atau mengunduh pornografi, memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi, bahkan mendanai atau memfasilitasi pornografi juga akan ditindak tegas.
    Azimah Subagio mengatakan bahwa anak-anak termasuk rentan kepada produk-produk pornografi, “Untuk itu kami mengharapkan ibu-ibu dan bapak-bapak turut membantu KPI untuk menyaring program-progam acara yang ditonton dirumah bersama anak, dampingilah anak selalu,” harap Azimah.
    Dalam situasi dan kondisi yang ada, kesadaran danperan serta masyarakat terutama perempuan sangat berperan penting dalam pendidikan anak-anak agar tidak terjerumus dan meniru pergaulan bebas.
    Untuk menghindari agar bahaya pornografi tidak mempengaruhi generasi muda, maka perlu adanya pendidikan yang dapat memberikan anak pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya pornografi. Pendidikan tidak hanya didapat disekolah, tetapi yang utama memberikan pemahaman tentang pornografi dalam keluarga, agar mereka dapat waspada dalam lingkungan yang buruk terhadap kualitas manusia Indonesia.

    “Untuk itu generasi muda juga hendaknya diberi pemahaman tentang agama supaya mereka dapat berpegang teguh kepada keyakinan agama mereka masing-masing, seingga dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama,” harap Tarmin.
    Penjelasan diatas berasl dari daerah pangkal pinang, Sumatra. Itu baru disumatra sedangkan Indonesia punya 33 provinsi bisa dibayangkan berapa besar kejahatan yang berlabel pornografi itu, Indonesia pun sudah punya UU yang mengatur tentang pornografi dan pornoaksi sehingga kejahatn ini dapat dihilangkan dari tanah air, sehinnga generasi mudanya bisa membawa bangsa ini menuju arah yang lebih baik. Begitupun denga para penganut pendidikan tertinggi (mahasiswa) semestinya jangan memperburuk suasana, seharusnya mereka bisa membawa perubahan tersebut, tapi faktanya ada saja yang berusaha ‘berjuakan diri’ katanya sich buat menambah uang jajan supaya orang tua tidak usah repot lagi mengirimkan uang bulanan, tapi bukankah itu sudah mencemari diri dan merusak citra mahasiswa sebagai kaum terpelajar.
    Lalu kita sebagi kaum terpelajar apa yang harus dan wajib kita lakukan untuk menghadapi kejahatan lintas negara yang merusak moral ini yang sudah sedemikian rupa mencitrakan bangsa Indonesia menjadi jelek di kancah internasional:
    1. Pertama semestinya kita mulai dari diri kita terlebih dahulu coba kita tabya pada diri kita dan kita renungkan, apakah sudah diri kita sudah benar tidak ikut dalam kejahatan lintas Negara ini? Atau kita tanpa disadari ternyata sudah masuk dalam kriminal lintas Negara?
    2. Dengan pemikiran muda yang masih kritis maka gunakan kesempatan yang ada bisa masuk kedalam organisasi dan buat program yang intinya menyatakan bahwa sebagai maahasiswa adalh perubah bangsa. rangkulah temen-temen sekitar supaya tidak terbawa aru globalisasi yang menyesatkan ini.
    3. Dengan sisiplin ilmu yang ada maka coba terapkan apa yang telah dipelajari dalm perkuliahn kemudian lakukan perubahan dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari, misalakan mahasiswa Elins bisa memblokir situs yang dianggap mencurigai sebagai situs yang merupakan kejahatan lintas negara untuk kemudian ditutup.

    Maka apabila setiap mahasiswa sudah berpikir kritis seperti itu kejahatan yang dianggap merugikan Negara dapat ditumpas tuntas hingga keakar-akarnya. Sehingga generasi muda yang akan datang bisa membawa perubahan untuk negeri ini. So mari kita lakukan sekarang jangan tunda lagi.

    Sekian dan terima kasih.

    Nama: Fardhani Rozak Rahmatullah
    NIM : 10/297612/PA/13031
    Prodi : Elins-A

    Sumber: Mardoto.wordpress
    Website pemda pangkal pinang Sumatra
    PENANGGULANGAN KEJAHATAN NARKOTIKA : EKSEKUSI HAK PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM oleh: . I Nyaman Nurjana, SH, MH2

  66. Fungsi dan Peranan Mahasiswa
    Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menikmati keindahan pendidikan di salah satu lembaga tinggi selama beberapa waktu yang telah ditentukan.Lembaga ini populer dengan sebutan universitas atau perguruan tinggi.Menjadi mahasiswa tidaklah semudah seseorang yang belum terkatagorikan mahasiswa (pelajar), baik dia berada dalam pendidikan formal atau tidak,karena tugas mahasiswa tak cuma belajar di kelas, baca buku, buat makalah, presentasi, diskusi, hadir ke seminar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bercorak kekampusan. Ada tugas lain yang lebih berat dan lebih menyentuh terhadap makna mahasiswa itu sendiri, yaitu sebagai agen perubah dan pengontrol sosial masyarakat. Tugas inilah yang dapat menjadikan dirinya sebagai harapan bangsa, yaitu menjadi orang yang setia mencarikan solusi berbagai problem yang sedang menyelimuti mereka. Inilah yang dapat menambah nilai plus bagi dirinya sebagai mahasiswa jika harapan mereka terwujud dan menjelma menjadi kenyataan dalam kehidupan mereka, tak cuma menjadi harapan yang kandas di tengah keruhnya kehidupan.Mahasiswa sebagai agen perubahan sosial selalu dituntut untuk menunjukkan peranannya dalam kehidupan nyata agar dia tak menjadi mahasiswa gadungan yang secara hakekatnya dia pun tak mau dan tak sudi menyandangnya. Setidaknya secara garis besar ada tiga peranan penting dan mendasar bagi mahasiswa yaitu intelektual,moral dan sosial.

    A.Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan berbangsa dan Bernegara
    Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara peranan mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.
    1.Creator of Change
    Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan. Penulis mengatakan itu tidaklah benar, mengapa? Karena dalam defininya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan, bukan sebagai pencetus perubahan. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik, ormas, dan lainnya. Melihat dari kata ”pencetus”, mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen, sesuai dengan idealisme mereka.Hal ini dapat lihat, ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal, banyak sekali permasalahan bangsa yang ada, mulai dari korupsi, penggusuran, ketidakadilan, dan lain sebagainya. Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. Lalu, apa yang menjadi alasan untuk berubah? Secara substansial, perubahan merupakan harga mutlak, setiap kebudayaan dan kondisi pasti mengalami perubahan walaupun keadaanya tetap diam –sudah menjadi hukum alam. Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan besar terjadi di tangan generasi muda mulai dari zaman nabi, kolonialisme, reformasi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik.
    Peranan mahasiswa dalam memberantas narkoba.Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja terkhususnya mahasiswa.Sedih rasanya kalau melihat teman-teman kita menjadi pecandu narkoba. Kita sebagai penerus bangsa harus dapat mencegah dan memberantas narkoba itu. Kita juga harus dapat menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke lubang hitam itu. Akibat yang ditimbulkan merugikan diri sendiri, keluarga dan bangsa. Apa jadinya bangsa kita ini kalu pemuda Indonesia terjerat barang haram itu???Mahasiswa atau pemuda Indonesia sangat berperan penting dalam kesejahteraan negara Indonesia ini.Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN, Irjen Gories Mere dalam seminar Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Bebas Narkoba, Senin (22/6). Dengan tingginya angka penggunaan narkoba di kampus-kampus, BNN berharap mahasiswa bisa menjadi creator of change pemberantasan narkoba.
    2.Iron Stock
    Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumny,tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia.Dapat dikatakan,bahwa mahasiswa adalah aset,cadangan,dan harapan bangsa masa depan.Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa, kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan.
    3.Social Control
    Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat.Kita semua tahu, bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat, dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial, peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat.
    4.Moral Force
    Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.Kini, peran mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan, banyak kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme. Amanat dan tanggung jawab yang telah dipegang oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah ditinggalkan begitu saja. Jika ini terjadi, kegiatan mahasiswa bukan lagi berorientasi pada rakyat, hal ini pasti akan menyebabkan generasi pengganti hilang. Maka dari itu, peran moral force sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Indonesia yang secara garis besar memiliki goal menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik.
    Jika semua peranan penting itu terwujud menjadi nyata dalam diri mereka, maka mereka layak menyandang sebutan mahasiswa sejati bukan mahasiswa gadungan yang menurut pengamat penulis disandang kebanyakan mahasiswa sekarang. Sungguh capaian hal-hal tersebutlah yang akan menjadikan meereka berada dalam puncak kemuliaan walaupun secara dhohir mereka berada dalam kehinaan.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.dapunta.com/teknologi-informasi-dan-citra-pendidikan.html
    http://muda.kompasiana.com/2010/05/20/pemuda-dan-kepemimpinan-masa-depan/
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://aday717.student.umm.ac.id/
    http://www.pdf-searcher.com/pdf/peranan-pers-dalam-masyarakat.html

    Nama : Tamrin Purba
    Nim :10/300046/PA/13119
    Prodi : Elektronika&Instrumentasi

  67. Fungsi dan Peranan Mahasiswa
    Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menikmati keindahan pendidikan di salah satu lembaga tinggi selama beberapa waktu yang telah ditentukan.Lembaga ini populer dengan sebutan universitas atau perguruan tinggi.Menjadi mahasiswa tidaklah semudah seseorang yang belum terkatagorikan mahasiswa (pelajar), baik dia berada dalam pendidikan formal atau tidak,karena tugas mahasiswa tak cuma belajar di kelas, baca buku, buat makalah, presentasi, diskusi, hadir ke seminar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bercorak kekampusan. Ada tugas lain yang lebih berat dan lebih menyentuh terhadap makna mahasiswa itu sendiri, yaitu sebagai agen perubah dan pengontrol sosial masyarakat. Tugas inilah yang dapat menjadikan dirinya sebagai harapan bangsa, yaitu menjadi orang yang setia mencarikan solusi berbagai problem yang sedang menyelimuti mereka. Inilah yang dapat menambah nilai plus bagi dirinya sebagai mahasiswa jika harapan mereka terwujud dan menjelma menjadi kenyataan dalam kehidupan mereka, tak cuma menjadi harapan yang kandas di tengah keruhnya kehidupan.Mahasiswa sebagai agen perubahan sosial selalu dituntut untuk menunjukkan peranannya dalam kehidupan nyata agar dia tak menjadi mahasiswa gadungan yang secara hakekatnya dia pun tak mau dan tak sudi menyandangnya. Setidaknya secara garis besar ada tiga peranan penting dan mendasar bagi mahasiswa yaitu intelektual,moral dan sosial.

    A.Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan berbangsa dan Bernegara
    Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara peranan mahasiswa dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.
    1.Creator of Change
    Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan. Penulis mengatakan itu tidaklah benar, mengapa? Karena dalam defininya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan, bukan sebagai pencetus perubahan. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik, ormas, dan lainnya. Melihat dari kata ”pencetus”, mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen, sesuai dengan idealisme mereka.Hal ini dapat lihat, ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal, banyak sekali permasalahan bangsa yang ada, mulai dari korupsi, penggusuran, ketidakadilan, dan lain sebagainya. Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. Lalu, apa yang menjadi alasan untuk berubah? Secara substansial, perubahan merupakan harga mutlak, setiap kebudayaan dan kondisi pasti mengalami perubahan walaupun keadaanya tetap diam –sudah menjadi hukum alam. Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan besar terjadi di tangan generasi muda mulai dari zaman nabi, kolonialisme, reformasi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik.
    Peranan mahasiswa dalam memberantas narkoba.Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja terkhususnya mahasiswa.Sedih rasanya kalau melihat teman-teman kita menjadi pecandu narkoba. Kita sebagai penerus bangsa harus dapat mencegah dan memberantas narkoba itu. Kita juga harus dapat menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke lubang hitam itu. Akibat yang ditimbulkan merugikan diri sendiri, keluarga dan bangsa. Apa jadinya bangsa kita ini kalu pemuda Indonesia terjerat barang haram itu???Mahasiswa atau pemuda Indonesia sangat berperan penting dalam kesejahteraan negara Indonesia ini.Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN, Irjen Gories Mere dalam seminar Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Bebas Narkoba, Senin (22/6). Dengan tingginya angka penggunaan narkoba di kampus-kampus, BNN berharap mahasiswa bisa menjadi creator of change pemberantasan narkoba.
    2.Iron Stock
    Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumny,tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia.Dapat dikatakan,bahwa mahasiswa adalah aset,cadangan,dan harapan bangsa masa depan.Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa, kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan.
    3.Social Control
    Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat.Kita semua tahu, bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat, dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial, peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat.
    4.Moral Force
    Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.Kini, peran mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan, banyak kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme. Amanat dan tanggung jawab yang telah dipegang oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah ditinggalkan begitu saja. Jika ini terjadi, kegiatan mahasiswa bukan lagi berorientasi pada rakyat, hal ini pasti akan menyebabkan generasi pengganti hilang. Maka dari itu, peran moral force sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Indonesia yang secara garis besar memiliki goal menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik.
    Jika semua peranan penting itu terwujud menjadi nyata dalam diri mereka, maka mereka layak menyandang sebutan mahasiswa sejati bukan mahasiswa gadungan yang menurut pengamat penulis disandang kebanyakan mahasiswa sekarang. Sungguh capaian hal-hal tersebutlah yang akan menjadikan meereka berada dalam puncak kemuliaan walaupun secara dhohir mereka berada dalam kehinaan.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.dapunta.com/teknologi-informasi-dan-citra-pendidikan.html
    http://muda.kompasiana.com/2010/05/20/pemuda-dan-kepemimpinan-masa-depan/
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://aday717.student.umm.ac.id/
    http://www.pdf-searcher.com/pdf/peranan-pers-dalam-masyarakat.html

    Nama : Tamrin Purba
    Nim :10/300046/PA/13119
    Prodi : Elektronika&Instrumentasi

  68. Perkembangan zaman modern seperti pada saat sekarang ini memang mempunyai dampak positif maupun negatif. Media umum mudah sekali dijumpai dan dikonsumsi semua kalangan. Walaupun media memang mempunyai manfaat yang bagus untuk perkembangan komunikasi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa media di zaman sekarang ini sangat riskan dengan kejahatan, dari kejahatan yang bermotif penipuan sampai kejahatan yang merusak moral bangsa.

    Sebenarnya kejahatan-kejahatan di media-media yang makin marak sekarang sudah kita ketahui bersama, namun penanganan-penanganan yang bersifat preventif belum membuahkan hasil yang memuaskan. Buktinya kejahatan yang terjadi di dunia maya ini terus memakan korban.

    Gagasan pemerintah memblokir situs porno sebenarnya sangat bagus. Jika pelaksanaannya lebih serius dan professional sudah pasti masyarakat Indonesia terbebas dari satu kejahatan di dunia maya ini. Kendati hasilnya sekarang belum memuaskan, tapi kami masih berharap penanganan preventif ini bisa diproses di kemudian hari.

    Pornografi saat ini menjadi konsumsi pengguna internet dari segala usia, yang dengan mudahnya dapat melintas batas ruang dan waktu. Sehingga mengakibatkian datangtnya ancaman besar bagi generasi muda, dan ini dapat dilihat dengan kasat mata, yang akibatnya dapat menghancurkan masa depan generasi muda sekaligus masa depan bangsa.

    Walaupun saat ini telah ada Undang-undang yang sebenarnya dapat mencegah adanya materi pornografi di media massa, seperti UU No. 44 tentang pornografi, UU no. 11 tentang informasi dan transaksi elektronik dan KUHP pasal 282 dan 283, namun bahaya pornografi tetap mengancam bangsa Indonesia, terutama generasi muda, dengan adanya beberapa paying hokum untuk mencegah dan memberantas materi-materi pornografi seyogyanya pemerintah daerah dapat mengefektifkan undang-undang sebagai upaya mengurangi beredarnya meteri pornografi baik di media cetak maupun elektronik.

    Dampak pornografi telah merusak perilaku generasi muda. Tanpa kita sadari, aksi pornografi saat ini telah merambah keseluruh wilayah tanah, dan dampaknya telah merusak generasi muda bahkan di kalangan anak-anak. Pornografi menjadi permasalahan, karena pada dasarnya merupakan sebuah bentuk kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial.  Pornografi secara sengaja merendahkan dan melecehkan harkat dan martabat kaum perempuan.

    Pengumbaran ketelanjangan baik sebagaian ataupun penuh dan pengumbaran gerakan-gerakan erotis serta peredarannya secara terbuka baik dalam bentuk cetak maupun elektronik, menempatkan perempuan hanya sebagai objek seks yang sangat direndahkan.

    Sementara itu kejahatan-kejahatan lain seperti penipuan , masyarakat harus ikut proaktif untuk mengatasinya. Pastinya masyarakat pengguna dunia maya ini harus mau terus meningkatkan kualitas diri yang meliputi Sumber Daya Manusia dan kecakapan mengasah informasi yang masuk.

    Hal ini diharapkan bisa meminimalkan penipuan-penipuan. Karena biasanya penipuan bisa berhasil disebabkan oleh kondisi SDM korban ( pengalaman, input informasi) sangat rendah, sehingga mudah sekali untuk ditipu daya.

    Harusnya masyarakat bisa mengimbangi perkembangan informasi di internet dengan kualitas diri yang mumpuni. Seperti pengasahan kualitas iman yang terus menerus, ilmu agama, ilmu umum ( yang bisa diakses lewat membaca Koran, majalah), serta ilmu bersosialisasi secara benar.

    Terkadang masyarakat terlalu percaya dan menggantungkan setiap informasi di media ini. Padahal ternyata tidak semua informasi yang bisa diakses disini benar adanya. Artinya kita sebagai masyarakat pengguna internet harus cerdas memilih website mana yang memiliki kredibilitas dalam menampilkan informasi. Hal ini untuk menjaga kualitas informasi yang kita dapatkan cepat dan benar.

    Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa negara Indonesia seharusnya turut memperhatikan keadaan bangsa kita yang nyata terpuruk oleh dampak-dampak negatif dari media komunikasi yang berkembang saat ini. Kita dapat melakukan apa yang bisa kita lakukan, apa yang telah kita pelajari hendaknya kita praktikkan pada bangsa ini. Walaupun mengobati itu memang lebih sulit daripada mencegah, namun apa salahnya jika kita berusaha memperbaiki bangsa kita ini dari keterpurukan di mata dunia. Saat ini jumlah pengguna di seluruh Indonesia sudah mencapai 3,2 juta orang, lebih dari 1% dari seluruh warga Indonesia sendiri. Angka ini sulit ditekan karena informasi akan efek pengguna narkoba itu tidak tersampaikan dengan baik, akibatnya masih banyak kalangan yang masih terjerat barang haram tersebut. Peredaran narkoba saat ini tidak hanya ditingkat orang dewasa namun juga beredar ditingkat remaja. Dan jika kita tidak mencegahnya, hal yang memungkinkan jika para pelajar yang masih duduk di sekolah dasar pun juga dapat menjadi korbannya. Apa kita rela adik-adik kita yang seharusnya menikmati masa-masa kecilnya namun harus terjerumus ke dunia hitam.

    Peranan kita sebagai mahasiswa Indonesia pada bangsa ini dapat kita lakukan dengan berbagai cara, antara lain memanfaatkan fasilitas media komunikasi dengan baik. Kita dapat membekali diri kita dengan ilmu-ilmu dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri manpun orang lain. Contohnya saja kita mempunyai ilmu yang lebih, semisal bisa melakukan hacking, alangkah baiknya jika kita menge-hack website-website yang dapat mengganggu moral bangsa kita. Dengan itu maka akan banyak generasi muda yang terselamatkan moralnya. Atau setidaknya kita memanfaatkan jejaring sosial yang sedang marak dikunjungi oleh para anak muda jaman sekarang untuk hal yang positif. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa kita tidak akan terpengaruh dengan dampak negatifnya. Maka dari itu, untuk mencegah moral diri kita sendiri yang rusak, mari dekatkanlah diri kita dengan Allah SWT, menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selain itu kita harus membekali diri kita dengan ilmu sebanyak-banyaknya supaya kita dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

    YULIAN SETIAJI
    10/300124/PA/13145
    JIKE/ELINS

  69. Fungsi dan Peranan Mahasiswa
    Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menikmati keindahan pendidikan di salah satu lembaga tinggi selama beberapa waktu yang telah ditentukan.Lembaga ini populer dengan sebutan universitas atau perguruan tinggi.Menjadi mahasiswa tidaklah semudah seseorang yang belum terkatagorikan mahasiswa (pelajar), baik dia berada dalam pendidikan formal atau tidak,karena tugas mahasiswa tak cuma belajar di kelas, baca buku, buat makalah, presentasi, diskusi, hadir ke seminar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bercorak kekampusan. Ada tugas lain yang lebih berat dan lebih menyentuh terhadap makna mahasiswa itu sendiri, yaitu sebagai agen perubah dan pengontrol sosial masyarakat. Tugas inilah yang dapat menjadikan dirinya sebagai harapan bangsa, yaitu menjadi orang yang setia mencarikan solusi berbagai problem yang sedang menyelimuti mereka. Inilah yang dapat menambah nilai plus bagi dirinya sebagai mahasiswa jika harapan mereka terwujud dan menjelma menjadi kenyataan dalam kehidupan mereka, tak cuma menjadi harapan yang kandas di tengah keruhnya kehidupan.Mahasiswa sebagai agen perubahan sosial selalu dituntut untuk menunjukkan peranannya dalam kehidupan nyata agar dia tak menjadi mahasiswa gadungan yang secara hakekatnya dia pun tak mau dan tak sudi menyandangnya. Setidaknya secara garis besar ada tiga peranan penting dan mendasar bagi mahasiswa yaitu intelektual, moral dan sosial.
    A.Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terkhususnya saat ini,mahasiswa sangat berperan penting terutama dalam menghadapi/melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya.Untuk emaksimalkan peran tersebut,mahasiswa diharapkan dapat menjadi creator of change,iron stock,social control dan moral force.
    1.Creator of Change
    Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan.Hal itu kurang benar karena dalam definisinya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan, bukan sebagai pencetus perubahan.Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik, ormas, dan lainnya. Melihat dari kata ”pencetus”, mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen, sesuai dengan idealisme mereka.Hal ini dapat lihat, ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal, banyak sekali permasalahan bangsa yang ada, mulai dari korupsi, penggusuran, ketidakadilan, dan lain sebagainya. Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal.
    Peranan mahasiswa dalam memberantas narkoba.Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja terkhususnya mahasiswa.Sedih rasanya kalau melihat teman-teman kita menjadi pecandu narkoba. Kita sebagai penerus bangsa harus dapat mencegah dan memberantas narkoba itu. Kita juga harus dapat menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke lubang hitam itu. Akibat yang ditimbulkan merugikan diri sendiri, keluarga dan bangsa. Apa jadinya bangsa kita ini kalu pemuda Indonesia terjerat barang haram itu???Mahasiswa atau pemuda Indonesia sangat berperan penting dalam kesejahteraan negara Indonesia ini.Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN, Irjen Gories Mere dalam seminar Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Bebas Narkoba, Senin (22/6). Dengan tingginya angka penggunaan narkoba di kampus-kampus, BNN berharap mahasiswa bisa menjadi creator of change pemberantasan narkoba.
    2.Iron Stock
    Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumny,tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia.Dapat dikatakan,bahwa mahasiswa adalah aset,cadangan,dan harapan bangsa masa depan.Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa, kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan.
    3.Social Control
    Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat.Kita semua tahu, bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat, dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial, peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat.Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara.
    4.Moral Force
    Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.Kini, peran mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan, banyak kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme. Amanat dan tanggung jawab yang telah dipegang oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah ditinggalkan begitu saja. Jika ini terjadi, kegiatan mahasiswa bukan lagi berorientasi pada rakyat, hal ini pasti akan menyebabkan generasi pengganti hilang. Maka dari itu, peran moral force sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Indonesia yang secara garis besar memiliki goal menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik.terkhususnya dalam masalah kejahatan lintas negara yang merusak moral/mental generasi muda Indonesia, semacam pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dan sejenisnya adalah masalah yang tidak asing lagi dalam kehidupan sekarang ini.
    Jika semua peranan penting itu terwujud menjadi nyata dalam diri mahasiswa,maka layak menyandang sebutan mahasiswa sejati bukan mahasiswa gadungan yang seringkali disandang kebanyakan mahasiswa sekarang. Sungguh capaian hal-hal tersebutlah yang akan menjadikan kita berada dalam puncak kemuliaan walaupun secara dhohir kita berada dalam kehinaan.
    DAFTAR PUSTAKA
    http://muda.kompasiana.com/2010/05/20/pemuda-dan-kepemimpinan-masa-depan/
    http://www.dapunta.com/teknologi-yang-membebaskan-manusia-teknologi-informasi-komunikasi-dan-pendidikan-tinggi.html
    http://ashsholikhin.wordpress.com/2010/03/24/makalah-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara/
    http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    http://blog.its.ac.id/matinaziez09mhsisitsacid/2009/12/29/peran-dan-fungsi-mahasiswa-dalam-diri-mahasiswa/
    http://aday717.student.umm.ac.id/
    http://www.pdf-searcher.com/PENGATURAN-PORNOGRAFI-DI-INDONESIA-DALAM-KAITANNYA-DENGAN-….html#
    Nama : TAMRIN PURBA
    NIM :10/300046/PA/13119
    Prodi : Elektronika&Instrumentasi

  70. Peranan Mahasiswa Dalam Menanggulangi Dampak Negatif Kemajuan Teknologi Global Yang Menimbulkan Dekadensi Moral Generasi Muda Indonesia

    Dewasa ini kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang di seluruh dunia. Dari kemajuan teknologi tersebut, ada dampak positif yang dapat kita rasakan diantaranya kemajuan teknologi bermanfaat bagi kehidupan berupa kemudahan dan kenyamanan dalam berkomunikasi, kemajuan teknologi informatika dan komunikasi mempercepat relasi dan kerjasama lintas negara, termasuk Indonesia dengan negara-negara maju. Selain memberi dampak positif, kemajuan teknologi ini adakalanya juga menimbulkan dampak negatif terutama bagi kaum muda. Dampak negatif bagi generasi muda Indonesia ada berbagai macam, namun yang paling berbahaya adalah dalam aspek moral yang akan menimbulkan dekadensi moral generasi muda. Hal ini bersifat parah, meluas, membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari dan akan berakibat fatal bagi generasi muda itu sendiri.
    Generasi muda yang sudah terkena dampak negatif tersebut tentunya akan kehilangan semangat juang, tidak memiliki etos kerja keras, dan tidak dapat berpikir maju. Pada akhirnya mereka justru dapat menjadi beban bagi orang tua dan masyarakat, bahkan mereka dapat melakukan tindakan yang merugikan, baik bagi bangsa maupun negara seperti kriminalitas, tawuran, kekerasan, dsb. Yang perlu diperhatikan oleh generasi muda saat ini adalah kasus maraknya kejahatan global semacam pornografi, peredaran narkoba yang kini kian meningkat, penyalahgunaan internet dan sejenisnya akibat dari kemajuan teknologi saat ini. Kejahatan semacam itu merupakan ancaman serius yang kini dihadapi oleh generasi muda di seluruh penjuru dunia, khususnya Indonesia.
    Di era globalisasi ini, peranan generasi muda Indonesia seharusnya (das Sollen) ialah menjadi generasi penerus bangsa Indonesia, menjadi dinamisator pembangunan kembali (reformasi) menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Teristimewa bagi para mahasiswa untuk bersiap di barisan depan reformasi dengan mengibarkan bendera harapan bangsa, selain itu para mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus. Namun pada kenyataannya (das Sein), saat ini barisan depan mahasiswa seolah banyak yang mengundurkan/melepaskan diri dari perannya. Mereka terlarut dalam dampak negatif teknologi modern seperti kriminalitas, pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet dan facebook, konsumerisme berlebihan, hedonisme, kesesatan ideologi, dsb.
    Dekadensi moral generasi muda Indonesia dapat diakibatkan oleh beberapa faktor intern maupun ekstern. Faktor intern tersebut diantaranya kurang kuatnya mental generasi muda Indonesia karena iman dan budi pekerti yang lemah, menurunnya jiwa nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda, kurang intensifnya pendidikan dan pengawasan orang tua, kurang adanya teladan dari para pemimpin masyarakat dan pemerintahan serta kurang efektifnya pembinaan mahasiswa di universitas. Adapun faktor ekstern penyebab dekadensi moral generasi muda Indonesia, yaitu kebijakan suatu negara terutama negara–negara maju yang menjajah Indonesia dalam bidang perdagangan dan ekonomi yang lebih mengutamakan nilai ekonomi daripada nilai moral, mungkin juga ada kekuatan dari luar negeri yang sengaja ingin menghancurkan negara dan bangsa Indonesia melalui kehancuran generasi muda Indonesia dengan maksud untuk menguasai/menjajah kembali negara Indonesia dalam berbagai bentuk baru.
    Sebagai seorang mahasiswa, yang tidak lain adalah generasi muda Indonesia, ada baiknya jika kita berusaha menumbuhkan sikap tidak apatis terhadap bahaya kejahatan global dan juga menumbuhkan kesadaran akan sikap kritis dalam melawan tindak kejahatan tersebut. Adapun upaya-upaya penanggulangan yang perlu dilakukan oleh para mahasiswa, antara lain : menggalang para mahasiswa yang masih memiliki rasa tanggung jawab dan niat baik untuk memberanikan diri menghimbau para penguasa pemerintahan di Indonesia untuk fokus pada pembinaan generasi muda daripada fokus pada ambisi memperoleh kekuasaan, kekayaan, jabatan dll, lebih dikembangkannya fungsi atau peran organisasi mahasiswa dalam menangani pencegahan penyalahgunaan narkoba dan internet di lingkungan kampus, belajar dan bekerja keras sehingga cepat memperoleh kemampuan dan kesempatan untuk menggebrak seluruh mahasiswa untuk meninggalkan pengaruh negatif dari kemajuan teknologi dan kembali masuk ke barisan depan reformasi bangsa lagi, serta secara pribadi para mahasiswa perlu memperkuat daya tahan spiritual misalnya dengan cara memperdalam iman dan keagamaan, meningkatkan budi pekerti dan pendidikan moral, mendalami budaya dan tradisi bangsa, memperkuat semangat belajar dan etos kerja keras.
    Demikianlah bahwa yang menjadi intisari dari peranan mahasiswa dalam menanggulangi dampak negatif dari kemajuan teknologi global adalah : sanggup maju di barisan depan generasi muda yang menjadi dinamisator era reformasi dewasa ini dalam mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa intisari peranan mahasiswa tersebut baru berupa suatu wacana, yang terpenting ialah seorang mahasiswa harus sanggup mengimplementasikan (menerapkan) dan mengaktualisasikan (mewujudkan) wacana tersebut menjadi suatu sikap dan sepak terjang yang nyata dalam kehidupan. Inilah tantangan utama bagi mahasiswa yang cukup berat. Mengapa? karena implementasi dan aktualisasi ke dalam sikap dan sepak terjang itu mudah diucapkan namun sulit dalam pelaksanaannya. Implementasi dan aktualisasi pada era globalisasi ini berarti melawan arus yang sedang berderu-deru dalam kehidupan masyarakat. Namun apabila para mahasiswa konsekuen dan setia kepada Tri Darma Perguruan Tinggi, Implementasi dan aktualisasi tersebut tentunya akan memperoleh jalan yang lancar dai Tuhan. Konkritnya: dengan Pengajaran, akan diperoleh pengetahuan tentang bentuk dan cara-cara yang benar dan tepat. Akhirnya dengan pengabdian masyarakat akan diperoleh wujud nyata yang praktis tentang bagaimana pelaksanaannya dalam hidup bermasyarakat, baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum.

    Nama : Petrus Hartanto Widyatmoko
    NIM : 13227
    Prodi : Elins

  71. Fenomena cybercrime atau kejahatan dunia maya
    Fenomena sosial yang membuka cakrawala keilmuan dalam dunia hukum, betapa suatu kejahatan yang sangat dasyat dapat dilakukan dengan hanya duduk manis di depan computer yang biasa disebut cybercrime. Cybercrime merupakan sisi gelap dari kemajuan tehnologi komunikasi dan informasi yang membawa implikasi sangat luas dalam seluruh bidang kehidupan karena terkait erat dengan economic crime dan organized crimes.
    Dari beberapa jenis cybercrime, Kongres PBB X di Wina menetapkan hacking sebagai first crime. Persoalannya apakah hukum pidana positif dapat menjangkau kejahatan hacking, setidaknya ada dua wacana yang berkembang di antara para pakar hukum pidana. Pertama, kejahatan computer –hacking- sebenarnya bukanlah kejahatan baru dan masih terjangkau oleh KUHP untuk menanganinya. Menurut pendapat ini pengaturan untuk menangani kejahatan komputer –hacking- sebaiknya dintegrasikan ke dalam KUHP dan bukan ke dalam undang-undang tersendiri. Kedua, pendapat ini menyatakan perlu pembaharuan hukum pidana dengan membentuk Undang-Undang baru yang mengatur masalah kejahatan komputer –hacking-. Hal ini dilandasi kenyataan bahwa kejahatan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan tindak pidana konvensional, sementara instrument hukum pidana yang ada masih kesulitan untuk menanggulangi perkembangan kejahatan ini.
    Ada dua isu hukum (legal issues) yang menarik untuk dikaji. Pertama, mengenai kejahatan hacking dalam perspektif kebijakan hukum pidana yang berlaku saat ini. Kedua, penanggulangan kejahatan hacking dalam perspektif wacana kebijakan hukum pidana yang akan datang.
    Mahasiswa yang berwawasan luas tentang teknologi internet dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terkadang ingin sekali melakukan eksperimen terhadap cara membajak atau hacking terhadap suatu program atau website , tidak bias dipungkiri lagi sekarang banyak tutor yang mengajarkan cara melakukan hacking dan disana para mahasiswa mengambil peran penting dengan selalu mengembangkan apa yang dia ketahui. Masalah yang ditimbulkan bermacam – macam dari merusak web atau program orang sampai ikut memproteksi program dari bahaya hacker . Adanya seminar dan sosialisasi tentang pendidikan hacker saya rasa penting untuk menanggulangi para perusak atau para pencoba – coba yang bisa dengan tanpa sengaja merusak program atau web orang lain. Di dalam pelajaran Pancasila dan KWN ini para mahasiswa diajari bagaimana menjadi mahasiswa berlandaskan pada pancasila sehingga kegiatannya terkontrol dan mampu menjalankan suatu kegiatan tanpa merugikan orang lain .

    Konten pornografi memberi dampak meningkatnya kejahatan seksual
    Dalam kehidupan yang modern ini, semakin mudah orang-orang untuk mengakses konten-kontenyang berbau pornografi, yang berdampak meningkatnya kejahatanseksual pada wanita dan anak-anak dibawah umur pada akhir-akhir ini.
    Maka dari itu dibuatlah Undang-Undang no 44 tahun 2008 yangmengatur tentang Pornografi dan disosialisasikan kepada masyarakat,Jumat (26/11) lalu, di Pangkalpinang melalui kerjasama antaraBPPKBA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan KementerianPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
    Dalam sosialisasi yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Bumi Asih tersebut, tampil narasumber dari Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Sri Danti. M.A ,Komisi Penyiaran Indonesia Azimah Subagio, dan Kompol DR. H.Zaidan, SH, S.Ag, M.Hum.
    Pada acara tersebut, Wakil Gubernur yang diwakili oleh Tarmin AB menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi negara saat ini masihdihadapkan dengan permasalahan pornografi dan pornoaksi yang marakdi kalangan generasi muda, masih banyak sekali generasi muda yangmeniru adat dan budaya Barat. Itu semua dapat kita lihat dari berbagai macam kasus sekarangini yang banyak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia padaumumnya. Berbagai macam alat atau media saat ini telah meracunigenerasi muda kita yang merupakan tonggak penerus bangsa,” ujarTarmin penuh prihatin.
    Sementara menurut Zaidan, masalah pornografi ini adalah masalahyang serius, dan untuk itu akan dilakukan tindakan tegas terhadappara pelaku dengan hukuman penjara dan denda supaya pelakujera. Bentuk larangan-larangan tersebut adalah membuat, memperbanyak,meyebarluaskan, mengimpor/ekspor, menawarkan, memperjualbelikan,menyewakan atau menyediakan pornografi yang memuat persenggamaan,perilaku menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi/onani,ketelanjangan, alat kelamin atau pornografi anak.
    Pelakunya akan diancam penjara minimal 6 bulan dan maksimal 12tahun, dan/atau denda minimal Rp 250 juta dan maksimal Rp 6 miliar,katanya. Begitu juga dengan yang menyediakan jasa pornografi, meminjamkanatau mengunduh pornografi, memperdengarkan, mempertontonkan,memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi, bahkanmendanai atau memfasilitasi pornografi juga akan ditindaktegas. Azimah Subagio mengatakan bahwa anak-anak termasuk rentan kepadaproduk-produk pornografi, dan untuk itu pihaknya mengharapkanibu-ibu dan bapak-bapak turut membantu KPI untuk menyaringprogram-progam acara yang ditonton di rumah bersama anak, dandampingilah anak selalu.
    Dalam situasi dan kondisi yang ada, kesadaran dan peran sertamasyarakat terutama perempuan sangat berperan penting dalampendidikan anak-anak agar tidak terjerumus dan meniru pergaulanbebas. Untuk menghindari agar bahaya pornografi tidak mempengaruhigenerasi muda, maka perlu adanya pendidikan yang dapat memberikananak pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya pornografi. Pendidikan tidak hanya didapat di sekolah, tapi yang utamamemberikan pemahaman tentang pornografi dalam keluarga, agar merekadapat waspada dalam lingkungan yang buruk terhadap kualitas manusiaIndonesia.
    Keberadaan media sebagai sumber daya informasi dengan mudah dapat diakses oleh siapa saja dimana saja asal mempunyai fasilitas. Keberadaan media ini bisa saja membuat telena untuk mencicipi dunia pornografi. Seperti yang dijabarkan diatas diharap para mahasiswa berperan penting didalamnya agar dapat mengontrol , misalnya memasang blockade situs porno dikampus bagi mereka yang menggunakan akses wifi , kedengarannya remeh tapi semua berasal dari hal kecil dan dapat dikembangken dibagian warnet dan tempat lain agar semua terkendali dan korban kejahatan seksual bisa ditekan .

    http://www.pta-banjarmasin.go.id/index.php?content=mod_artikel&id=12
    http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/konten-pornografi-memberi-dampak-meningkatnya-kejahatan-seksual/

    Nama : Diwan Fingga Satria
    NIM : 10/300535/PA/13293
    Prodi : Elektronika dan Instrumentasi

  72. Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan pesat dengan berbagai macam konsekuensinya baik positif maupun negatif. Penyalahgunaan IPTEK dapat berakibat fatal bagi kehidupan manusia, baik secara fisik maupun non-fisik. Sebagai contoh konsekuensi yang didapat dari penyalahgunaan IPTEK secara non-fisik adalah berdampak pada kerusakan mental dan moral. Dampak tersebut sangat terlihat jelas pada usia menengah atau remaja yang notabene masih labil dalam mencari jati diri demi menemukan prinsip hidupnya. Globalisasi yang merupakan universalisasi nilai-nilai menyebabkan kearifan lokal menjadi luntur. Hal ini menyangkut dengan moral bangsa yang juga akan terpengaruh dengan moral luar yang tentunya akan lebih kuat mempengaruhi karena dalam globalisasi, negara-negara majulah yang akan menguasai.

    Berkenaan dengan perkembangan kecanggihan teknologi, sesuatu yang tidak dapat dihindari bahwa teknologi berkembang dengan pesat sehingga penggunaannya banyak yang dapat digunakan tidak semestinya. Penggunaan teknologi yang paling sering digunakan para anak muda sekarang adalah akses internet yang mudah ditemui, padahal pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang anti pornoaksi dan pornografi tapi masih saja mereka kerap mengakses konten yang berbau negatif, hal tersebut jelas dapat merusak mental dan moral anak. Secara mental, pengakses konten-konten “terlarang” tersebut telah berani melanggar peraturan pemerintah yang berlaku, sehingga ke depannya dapat menjadi suatu kebiasaan yang tidak baik untuk segala aspek kehidupan. Sedangkan secara moral, mereka telah melupakan kodrat mereka sebagai manusia yang memiliki adab, mereka tidak mampu menempatkan diri mereka sebagai mana mestinya sehingga melanggar baik norma agama maupun norma masyarakat di mana kedua norma tersebut telah mengatur bagaimana semestinya seseorang itu hidup baik dalam bermasyarakat maupun secara individual. Teknologi canggih yang semestinya diciptakan untuk menambah wawasan justru berakibat buruk.

    Hal yang menjadi pendukung atas ketidakbenaran penggunaan teknologi adalah pihak media yang sangat mempengaruhi kehidupan moral penerima informasi, terlebih lagi isi dari media banyak yang tidak mengedepakan pendidikan melainkan hanya sekedar mencari-cari informasi yang sekiranya menarik untuk dinikmati. Peran pemerintah dalam penyebaran informasi ini sangat dibutuhkan mengingat betapa terlalu jauhnya teknologi informasi merasuki kehidupan masyarakat. Penyaringan konten juga termasuk sangat lemah dari sisi pengetahuan yang seharusnya di nomor satukan. Seperti contoh penayangan sinetron-sinetron yang berkualitas kacangan. Semua sinetron dibentuk dalam dasar cerita, karakter, tempat yang sama, tidak ada peningkatan kualitas sinetron di berbagai stasiun televisi manapun. Bahkan kuantitas sinetron ditambah yang mengakibatkan jatah yang seharusnya digunakan untuk acara yang lain yang paling tidak sedikit lebih bermutu, berkurang. Begitu pula dengan adanya film dari mancanegara yang banyak mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia, sebagai contoh gaya bergaul. Gaya bergaul yang ditonjolkan dalam gambar bergerak yang berasal dari luar negeri itu adalah gaya bergaul yang berlebihan, tidak sesuai dengan norma-norma agama yang dianut di Indonesia. Sepasang lelaki dan wanita bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Dengan menampilkannya berulang-ulang maka bisa menjadi sebuah mindset seseorang, yaitu diperbolehkan melakukan perbuatan tersebut. “Kalau orang lain boleh mengapa saya tidak?” mungkin kalimat itu yang terlintas pada pikiran sesaat seseorang yang telah menikmati film itu.

    Di sisi lain, kerusakan moral juga berasal dari pergaulan. Lingkungan merupakan pengaruh terbesar atas jiwa seseorang. Lingkungan pergaulan sangat berpengaruh pada pola pikir seseorang. Kita sebagai mahasiswa yang terpelajar harus mampu menempatkan diri kita pada tempat yang semestinya. Jangan sampai ikut bergaul dengan lingkungan yang tidak mendukung kehidupan kita, tetapi bukan berarti mengisolasi diri melainkan memilih dan memilah. Permasalahan moral yang marak adalah ketidakjujuran. Di lingkungan kerja biasanya, sangat rawan akan ketidakjujuran, terlebih masalah uang. Apapun itu atau berapapun banyaknya uang seharusnya digunakan sebagaimana mestinya, bersikap transparan. Namun yang terjadi adalah banyaknya pengambilan uang yang bukan haknya. Kita lebih mengenal kata korupsi. Apa yang dilakukan para koruptor melanggar banyak hal. Yang pertama ketidakjujurannya melanggar norma sosial kita sebagai manusia. Yang kedua mencuri melanggar hukum-hukum yang ada baik masyarakat, agama, sosial, adat. Untuk mengatasinya mahasiswa dapat berlatih untuk mengasah kejujuran dengan bergabung dengan organisasi dan koperasi.

    Kemerosotan moral pemuda di Indonesia sudah sangat tinggi. Apakah kita harus menyalahkan orang-orang atau budaya barat atas kemerosotan budaya timur yang sangat terkenal dengan sopan santuk dan keramahtamahannya? Atau kita harus menyalahkan pemimpin-pemimpin yang kurang bertanggung jawab?
    Mahasiswa adalah sosok warga negara yang memiliki tanggung jawab penuh akan dibawa kemana negeri ini dibawa berlari. Apakah menuju kejayaan atau justru menuju keterpurukan. Analisa dari kebangkitan dan keterpurukan di masa depan berkaitan erat dengan kondisi “pengubah” saat ini. Pengubah tersebut adalah mahasiswa. Lalu apakah penyelesaian yang bisa diberikan oleh seorang mahasiswa untuk mengatasi keterpurukan itu? Secara umum kita sebagai sosok terpelajar harus memperlihatkan keeksisan kita dengan memberi contoh yang baik pada masyarakat dengan cara selalu bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku beserta norma yang ada baik norma agama maupun norma budaya setempat. Selalu ada perbedaan dalam setiap agama yang ada, namun semua agama pasti ditujukan untuk kebaikan umatnya hanya dengan berbeda cara.
    Pada dasarnya moral hanya bisa dibentuk dengan kesadaran masing-masing, namun dengan pengaruh lingkungan yang positif dapat meningkatkan moral di sekitarnya. Mahasiswa sebagai orang terpelajar harus memperhatikan segala bentuk tindakan dan sikapnya dengan akal, pikiran dan hati. Mahasiswa dikondisikan selalu menggunakan ketiga hal tersebut dalam berkegiatan perkuliahan. Apabila sudah mampu mengandalkan tiga hal tersebut maka bisa dipastikan saat melakukan berbagai kegiatan di luar akan selalu bertindak dengan baik. Hal-hal ini dapat menjadi pengaruh positif bagi lingkungannya nanti.

    Kita sebagai mahasiswa juga memiliki hubungan akses yang dekat dengan pemerintah. Kita sebagai mahasiswa yang terpelajar bisa memberi saran-saran ataupun usulan-usulan mengenai masalah-masalah kemoralan. Terlepas dari segera dilaksanakan atau tidaknya usulan tersebut, setidaknya telah didengar dan ditampung oleh pemerintah. Maklum, di Indonesia masih terjadi krisis kepercayaan kepada semua orang khususnya pada pemerintag yang saat-saat ini memang sangat dipenuhi oleh masalah-masalah yang tidak ada ujungnya yang apabila ditangani oleh orang yang bermoral arif akan cepat terselesaikan.

    http://tapurnomo.blogspot.com/2010/03/merosotnya-moral-mahasiswa-sebagai-agen.html

  73. Belakangan ini kejahatan semakin luas merajalela di kalangan masyarakat, tak hanya kejahatan yang umum diketahui (seperti merampok, mencuri, dsb), namun kejahatan yang dapat merusak moral bangsa pun semakin luas merajalela. Kejahatan moral yang dimaksud seperti pornografi, narkoba, penyalahgunaan internet, dsb. Dan karena hal itu, kita sebagai mahashiwa yang dapat memberikan kontribusi pada masyarakat seharusnya dapat mencegah upaya-upaya yang akan ditimbulkan dari kejahatan-kejahatan yang dapat merusak moral bangsa, entah itu kejahatan yang berasal dari bangsa sendiri ataupun kejahatan lintas negara. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi kejahatan yang dapat merusak moral bangsa:
    a. Dalam Penyalahgunaan Internet
    Zaman semakin maju, maka teknologi dan transportasi, bahkan manusia pun semakin berkembang pesat dan maju. Demikian juga dalam menggunakan internet, dulu internet sesuatu ‘barang’ yang susah ditemukan dan terbatas bagi yang mempunyai uang lebih saja, sekarang, internet sudah merajalela dimana-mana, bahkan disetiap meter dapat ditemukan tempat penyewaan internet atau yang biasa kita sebut warnet (warung internet). Tak hanya orang dewasa yang dapat menggunakan warnet, bahkan anak kecil dan remaja pun juga bebas menggunakannya 24 jam jika warnet tesebut dapat melayani pelangganannya 24 jam. Tak hanya orang yang melek teknologi, orang yang agak ‘buta’ atau ‘buta’ teknologi dapat menggunakannya dengan bimbingan dari penjaga warnet atau temannya.

    Dengan adanya warnet dimana-mana dan semakin gampang ditemukan, dan warnet semakin buat nyaman oleh pemiliknya, apalagi jika di warnet tersebut terdapat bilik antar pengguna warnet. Dengan adanya bilik ini, privasi pengguna warnet terjamin, tetapi si pengguna memanfaatkan privasi itu untuk mengakses situs negatif (seperti situs porno, judi, dsb). Padahal pengguna warnet tidak hanya kalangan dewasa saja, anak-anak dan remaja pun termasuk pengguna warnet, jika mereka dibiarkan bebas mengakses internet, tanpa diawasi, mereka akan membuka situs-situs negatif tersebut. Padahal yang kita tahu, jika mereka mengakses situs-situs negatif tersebut dapat mengakibatkan perkembangan psikologis menjadi buruk, seperti mengakses situs judi, jika sekali mereka mengikuti judi online dan menang pada pertama kali mencoba, pasti akan penasaran dan mencoba lagi, begitu juga jika mereka kalah, pasti akan mencoba terus sampai menang. Jika mereka dibiarkan mengakses situs tersebut, maka yang akan ada dipikiran mereka hanya judi dan judi. Jika mereka kehabisan dana untuk judi, pasti mereka mencarinya sampai dana itu terpenuhi, cara mereka mencari dana dimulai dari cara baik-baik sampai cara yang kasar. Inilah yang dapat mengganggu perkembangan psikologis mereka.

    Maka itu, kita dapat mencegah dampak negatif penggunaan internet dengan menggalakkan program internet sehat dan aman, salah satunya dengan menggunakan salah satu layanan DNS (Domain Name System) yang dapat membantu menghindari akses ke situs porno, judi, phising (upaya seseorang untuk mencuri identitas atau informasi penting pengguna internet dengan membuat situs palsu yang mirip dengan aslinya. Data-data yang dicuri biasanya berupa e-mail, username, password, nomor rekening bank, dan lain-lain) dan malware. Sebagai mahasiswa, hendaknya mensosialisasikan layanan domain ini kepada masyarakat awam dan pemilik warnet agar menggunakan layanan tersebut. Dan hendaknya juga memberitahukan tentang pengendalian diri dalam membuka situs negatif tersebut.

    b. Dalam narkoba
    Tak hanya sekarang-sekarang ini, dari dulu narkoba sudah menjadi masalah yang serius untuk dihadapi, pelaku narkoba susah sekali untuk di tumpas sampai akar-akarnya. Mereka bagaikan jamur, tumbuh dimana-mana, atau pepatah bilang ‘mati satu tumbuh seribu’. Pengedar atau produsen tertangkap, lalu ditempat lain ada yang menjadi pengedar atau produsen.

    Sebagai mahasiswa yang mengambil peran besar dalam dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, kita dapat menanggulanginya melalui kegiatan dan aktivitas antara lain dengan mengoptimalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Anti Narkoba baik pada tataran ilmiah maupun pada tataran praktik di lapangan, membentuk kelompok-kelompok pendidik sebaya yang bertugas membantu mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba.

    Selain cara diatas, kita dapat melakukan dengan kegiatan yang positif, Pelaksanaan kampanye antinarkoba, meminta pada keluarga untuk melakukan pembatasan dan pengawasan ijin ke diskotik, karaoke dan tempat hiburan lain yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba, dan cara-cara lain yang dapat ditempuh untuk menjauhi narkoba.

    c. Dalam pornografi
    Memasuki era globalisasi, Indonesia mudah dimasuki berbagai budaya, termasuk budaya barat. Budaya barat yang masuk ke Indonesia ini tak hanya budaya yang bagus-bagus, yang buruk pun juga masuk ke Indonesia. Walaupun Indonesia mempunyai pancasila dan agama untuk menyaringnya, tidak semua orang melakukan penyaringan itu. Kebanyakan orang hanya menerima budaya itu tanpa melihat baik buruknya budaya itu, salah satu budaya yang masuk itu adalah pornografi.

    Masalah pornografi ini memang sudah ada sejak lama, tetapi sekarang ini sudah semakin menghawatirkan perkembangannya. Tak hanya remaja yang menjadi korbannya, bahkan anak kecil pun menjadi korban pornografi ini.

    Ulah para artis yang mempertontonkan auratnya di layar kaca menjadi panutan anak-anak remaja atau anak kecil untuk meniru tokoh idolanya. Alhasil, anak-anak remaja atau anak kecil tersebut memakai pakaian yang minim dan akhirnya mereka menjadi korban pornografi, yaitu pelecehan seksual, dsb.

    Tak hanya dari para artis, internet pun menjadi sumber perluasan pornografi. Bebasnya waktu dalam mengakses internet dapat membuat mereka mengakses situs-situs yang tak sepantasnya mereka lihat. Tak hanya internet, bahkan buku komik dan video pun dapat menjadi perluasan pornografi.

    Sebagai mahasiswa, kita dapat mencegahnya dengan menyebarkan aplikasi antipornografi kepada masyarakat agar menggunakan aplikasi tersebut pada computer atau laptopnya, serta mensosialisasikan cara penggunaannya. Selain itu, kita juga dapat melakukan diskusi terhadap masyarakat tentang dampak pornografi dan mengajarkan pengendalian diri terhadap pembelian video atau buku yang mengandung unsur pornografi tersebut. Dan tak lupa mengajarkan pada masyarka sekitar untuk mengenal dan mendalami agamanya agar tak terjerumus ke dalam pornografi ini.

    Referensi:
    http://saputraonline.com/internet-cerdas-vs-cerita
    http://www.bnn.go.id/portalbaru/portal/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=1715&mn=6&smn=a
    http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/

    Nama : Meuthia Fawzia
    NIM :10/297563/PA/13019
    Prodi : Elins

  74. PERANAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI/MELAWAN MARAKNYA KEJAHATAN LINTAS NEGARA YANG MERUSAK MORAL/MENTAL GENERASI MUDA INDONESIA
    Dewasa ini, banyak sekali pengaruh yang muncul akibat meningkatnya teknologi yang sangat pesat yang memudahkan antar Negara untuk saling berhubungan. Sayangnya bukan hanya pengaruh positif yang ditimbulkan seperti pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan, jembatan komunikasi lintas Negara, ‘tempat share’, ladang bisnis, dan sebagainya, namun tak sedikit pula dampak negatif dari canggihnya teknologi saat ini seperti : penyalahgunaan internet (pornografi penipuan e-comerse dsb), pergeseran budaya yang ’kebarat-baratan’ (berkiblat pada budaya Amerika), mempermudah berkomunikasinya sindikat kejahatan lintas Negara, perubahan gaya hidup, penyalahgunaan narkotika (akibat gaya hidup yang salah) dan sebagainya.
    Hal negatif tersebut tentu sangat berpengaruh kepada bangsa Indonesia yang memiliki kultur adat timur yang sangat memperhatikan etika dan tata berkehidupan. Dampak yang akan muncul yang sangat dikhawatirkan dan memang sedang berjalan yaitu bergesernya nilai moral bangsa yang sangat berpengaruh terhadap etika dan merusak karakter bangsa. Dampak negatif dari hal tersebut sebagian besar berdampak pada generasi muda yang sejatinya mengemban amanat sebagai generasi penerus bangsa, lalu apa jadinya apabila bangsa ini ada di tangan orang-orang yang mengalami demoralisasi kelak?
    Hal yang mempunyai peran signifikan terhadap perkembangan moral sebagai tehnologi ialah internet. Internet adalah hal termudah yang dapat menjembatani komunikasi lintas Negara. Hasil riset yang dilakukan bersama antara TNS Indonesia dan Yahoo! Indonesia, sebagaimana terungkap dalam acara konferensi pers yang digelar di Le Meridien Hotel, Jakarta, 20 Maret 2009 ternyata menunjukkan bahwa kalangan remaja usia antara 15 sampai 19 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia. Disebutkan pula bahwa, dalam satu bulan terakhir (pada saat itu), 1 dari 3 penduduk perkotaan di Indonesia mengakses internet.
    Data ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut, karena dari seluruh pengakses internet di Indonesia disebutkan didominasi oleh pengguna remaja. Remaja usia 15-19 tahun disebut mencakup 64 persen dari pengguna internet di Indonesia. Jika kelompok pengguna remaja disebutkan sebagai pengguna terbesar, sementara generasi muda kita harapkan sebagai agen perubahan ya berarti sudah klop. Tinggal bagaimana mengisi/menyarankan content-content website/weblog populer yang banyak diakses remaja dengan nilai-nilai dan materi yang berkualitas, berdaya guna serta memberi modal positif untuk kiprah mereka ke depannya. Serta bagaimana mengajak para remaja untuk memanfaatkan internet secara sehat. Kalau ini bisa dikembangkan kita dapat berharap internet dapat lebih mempercepat efek positif kegunaan teknologi informasi bagi pembangunan di negara ini.
    Apa yang dilakukan pengguna internet saat online? Survai mengatakan dominasi penggunaan layanan online adalah e-mail (59%), instant messaging (59%) dan social networking (58%). Selain itu, pengguna internet sering menggunakan search engine (56%), mengakses berita online (47%), menulis blog (36%) serta memainkan game online (35%). Survey ini mengambil data dari responden, 2.000 orang penduduk Indonesia untuk General Media Survey. Sedangkan melalui Internet Media Survey dilakukan terhadap 1.021 orang. Data yang digunakan hasil pengumpulan sampai akhir Desember 2008. Sampel survai diambil dari wilayah Jakarta, Botabek, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang dan Makassar.
    Dengan adanya hasil survai ini tentu bisa digunakan sebagai salah satu bahan dalam pengambilan kebijakan oleh Stakeholder penginternetan soal pengguna dan penggunaan teknologi informasi, khususnya internet. Kita ambil positifnya bahwa remaja/generasi muda kita intinya sudah akrab dengan teknologi informasi, terkhusus internet, sehingga tinggal bagaimana memberikan “pendidikan yang tepat dalam penggunaan internet” untuk hal-hal yang positif dan produktif, serta perlu juga sosialisasi undang-undang dan aturan-aturan terkait teknologi informasi (internet) agar setidaknya mereka tahu batasan-batasan, etika, serta efek penyalahgunaan internet yang tidak benar.
    Untuk mencegah mewabahnya penyalahgunaan internet yang tidak sehat dan sebagai biang pornografi, pemerintah berwenang:
    a.Melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;
    b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan
    c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, danpenggunaan pornografi.
    Selain hal-hal tersebut diatas hal yang tak kalah penting sebagai pembentuk moral bangsa adalah merebaknya penyalah gunaan narkotika yang seharusnya digunakan untuk kepentingan medis, celakanya data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
    Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
    Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.
    Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
    Lalu apa peran kita sebagai mahasiswa yang dapat disumbangkan untuk melawan hal-hal yang dapat merusak moral dan mental generasi muda pada bangsa? Semua terpulang pada individu masing-masing, mahasiswa sebagai generasi muda yang berperan sebagai katalisator perubahan kemajuan bangsa kelak, harus menanamkan pendidikan moral untuk mengembangkan dan mengindahkan karakter bangsa. Yaitu dengan mengamalkan pendidikan kewarganegaraan sebagai pembentuk sikap dan etika warga Negara secara sungguh-sungguh. Serta mempelajari lebih dalam tentang identitas bangsa agar pada dirinya tertanam jiwa yang bertanggungjawab atas bangsanya suatu saat kelak. Mahasiswa harus belajar secara sungguh-sungguh agar dapat melawan demoralisasi bangsa saat ini.
    Dan sebagai orang yang terdidik dan berpendidikan, kita harus menyebarkan dan ‘menularkan’ nilai-nilai yang kita dapat kepada orang-orang disekitar kita yang kurang beruntung yang tidak mendapat pendidikan seperti kita.
    Referensi :
    http://www.wikimu.com/News/DisplayNewsRemaja.aspx?id=5691
    http://wwwmrkompor.blogspot.com/2010/06/belajar-membuat-makalah-diskusi-yok.html
    [Dianita Fitriani Pogram, 10/296933/PA/12970, ELINS]

  75. Menurut saya peranan mahasiswa dalam menghadapai atau melawan maraknya kejahatan lintas negara yang merusak moral atau mental generasi muda yang sangat penting tergolong menjadi tiga macam, yaitu :
    1. Bergabung dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).
    2. Mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa.
    3. Melakukan penilitian lapangan.
    `Dari ketiga peranan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
    Pertama, bergabung dengan LSM. Dalam hal ini mahasiswa dapat bergabung dalam suatu LSM tujuan utamanya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memahami gejala-gejala atau terjadi kejahatan transnasional (lintas negara) tersebut. Serta juga LSM ini harus bertindak sangat aktif, agar berkurangnya sedikit demi sedikit yang menjadi korban. Cara mensosialisasikan dapat melalui iklan-iklan, brosur, semboyan, atau lebih baik lagi terjun langsung ke lapangan agar masyarakat lebih memahami apa itu kejahatan transnasional termasuk macam-macamnya. Sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih dalam dan dapat mencegah dirinya sebelum banyak memakan korban. Kegiatan di lapangan ini sangat penting dilakukan didaerah-daerah kumuh. Mengapa demikian? Karena didaerah kumuh sangat terjadi hal-hal yang sangat tidak diinginkan tersebut, disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan buruknya lingkungan, dari hal itu lah banyak merusak moral atau mental bagi generasi muda Indonesia. Maka dari itu hal ini sangat penting.
    Kedua, bergabung dalam organisasi mahasiswa. Dalam hal ini bermaksud melakukan demonstrasi-demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi. Mungkin hal ini terdengar negative, namun ini demonstrasi yang bersifat positif, karena demonstrasi dilakukan tidak harus dengan kekerasan atau hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Seperti halnya berikut ini demonstrasi dilakukan bersifat menekan para aparat penegak hokum agar bertindak tegas dalam hal transnasional tersebut. Karena banyak sekali permasalahan di Indonesia yang ditelantarkan oleh penegak hokum yang dimana salah satunya adalah permasalahan ini. Para aparat penegak hukum Indonesia sangat tidak tegas, maka dari itu melalui organisasi mahasiswa kita dapat melakukan demonstrasi yang positif. Banyak sekali mahasiswa yang berdemonstrasi dengan melakukan tindakan yang tidak seharusnya dan hal itu tidak dihiraukan dan mungkin kalau kita mencoba melakukan dengan baik dan jelas, para aparat penegak hukum negara dapat menerima dan bertindak tegas pada pelaku tindak pidana transnasional. Apabila hal teresbut tidak juga dapat mendorong atau menekan para aparat penegak hukum, mungkin organisasi mahasiswa ini dapat berunding kembali hal apa yang dapat dilakukan selain berdemonstrasi positif secara langsung ke aparat, misalkan membuat suatu ajakan melalui media selebaran kertas yang bisa dibagikan di lampu merah atau tempat umum kepada masyarakat sekitar. Hal tersebut bertujuan untuk menambah dukungan akan pedulinya mahasiswa dan masyarakat terhadap permasalahan transnasional yang sangat marak di Indonesia, sehingga menyebabkan kerusakan pada moral atau mental pada generasi muda Indonesia. Ini sangat memalukan dan membuat Indonesia semakin dinilai rendah oleh negara-negara di dunia, maka dari itu peran mahasiswa juga sangat penting dalam masalah ini.

    Ketiga, melakukan penelitian lapangan, yang dimaksud dari hal ini adalah melakukan penelitian diperbatasan-perbatasan tempat dimana banyak sekali penyelundupan terjadi sehingga banyak barang-barang atau apapun yang seharusnya tidak beredar di Indonesia menjadi banyak sekali dan sangat mudah didapatkan. Penelitian ini sangat menarik karena dari penelitian ini kita dapat memperoleh data mulai dari barang-barangnya, pelaku penyulundupan, atau korbannya sekalipun. Dari data hasil yang kita peroleh dapat kita salurkan ke LSM atau ke organisasi mahasiswa untuk menjadi bahan pembelajaraan mereka juga. Untuk penempatan penelitian lapangan ini selain di perbatasan bisa dimacam pelabuhan, terminal, bandara, atau stasiun sekalipun. Karena tempat-tempat umum yang saya sebutkan tadi bisa banyak pendatang ke dalam suatu daerah dan tujuan mereka pun banyak pula, mungkin salah satunya adalah dengan motif penyulundupan tersebut. Dari tempat yang saya paparkan diatas, bukan berarti tempat umum lainnya tidak bisa dijadikan tempat penelitian. Tempat penelitian bisa dilakukan dimana saja. Namun lebih banyak terjadi di tempat pendatang. Setelah kita dapat memperoleh hasil-hasil penelitian dan kita salurkan ke LSM serta organisasi mahasiswa, kita juga dapat menyusunnya dan menuliskan tentang penelitian tersebut serta dipublikasikan melaui media atau suatu buku untuk menyindir para aparat penegak hukum. Agar merekapun dapat mempertimbangkan tulisan dari data-data yang kita peroleh untuk bertindak tegas terhadap mereka yang melakukan tindak pidana transnasional.
    Dari pemaparan yang saya paparkan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa menurut saya ada tiga peranan penting mahasiwa dalam hal kejahatan transnasional atau yang biasa dikenal lintas negara, yaitu: bergabung dalam LSM, bergabung dalam organisasi mahasiswa, dan melakukan penelitian lapangan. Untuk yang bergabung dalam LSM lebih menjelaskan sosialisasi tentang permasalahannya kepada masyarakat baik secara iklan atau terjun langsung. untuk bergabung dalam organisasi mahasiswa lebih kepada melakukan demonstrasi secara positif yang bersifat penekanan kepada aparat penegak hukum agar dapat lebih bersifat tegas lagi dalam menghadapi permasalahan ini. Pada melakukan penelitian lapangan lebih memahami secara langsung mulai dari awal, karena langsung mencari dan memperoleh data dari akar-akarnya, dan membuat laporan pendataan hasil yang didapatkan bisa disalurkan ke media, dapat berupa buku, artikel, opini, atau suara masyarakat. Hal tersebut dapat memperlihatkan mahasiswa atau masyarakat peduli dengan hal ini.
    Indonesia akan dapat terlepas dari permasalahan transnasional ini, asalkan ada kesadaran dan rasa peduli atau mungkin perihatin terhadap Indonesia, karena semakin banyak generasi muda yang rusak moral atau mentalnya. Maka dari itu saya sebagai salah satu generasi muda ingin adanya pemberantasan transnasional dan perbaikan moran atau mental anak bangsa Indonesia.
    (Ivan Dwicahyo Pratomo S1 JIKE/elins A (10/297442/PA/12993)

  76. Peredaran gelap narkoba pada saat ini sudah pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
    Dengan demikian, diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pendukung dalam mengatasi kendala yang dirasakan oleh pemerintah mengenai kurangnya sosialisasi UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika, UU No.5 / 1997 tentang Psikotropika, dan UU no. 23 / 1992 tentang Kesehatan melalui beberapa media salah satunya media massa kepadan masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok pemuda serta remaja.
    Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.
    Oleh karena itu diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem (antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling terkait). Beberapa diantaranya yaitu : Pertama yaitu subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional. Kedua yaitu obyek atau sasarannya adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan penyalahgunaan Narkoba ini. Sasarannya adalah mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban. Selain itu adalah tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba. Dan juga jalur distribusi meliputi darat, laut dan udara atau juga trafficking.
    Untuk mencegah hal tersebut, maka mahasiswa perlu berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba. Beberapa cara untuk berpartisipasi yaitu :
    1. Bergabung dengan unit anti narkoba yang ada di kampus.
    2. Jika belum terdapat unit anti narkoba di kampus maka harus di dorong terbentuknya unit anti narkoba di kampus.
    3. Pengambil kebijakan di kampus harus memberikan porsi lebih bagi peran mahasiswa, dalam unit anti narkoba di kampus.
    4. Kampus yang telah memiliki unit anti narkoba tersebut di atas perlu dihubungkansatu dengan yang lainnya dengan suatu jejaring kerja, untuk saling bertukar infomasi, sharing tehadap kemdala – kendala yang ada, yang dihadapi masing – masing kampus, untuk kemudian dicari Way out terhadap kendala tersebut.
    5. Pemerintah Melalui Badan Narkotika Provinsi BNP atau Badan Narkotika Kabupaten BNK, Juga harus lebih melibatkan mahasiswa dalam kegiatan – kegiatannya.
    Cara-cara ini di atas adalah untuk mempersempit ruang gerak para Bandar yang bergentayangan di Kampus, melakukan transaksi yang biasanya di kantin/cafetaria kampus atau di tempat parkir. Satu hal yang harus diingat adalah jangan diam , karena dengan diam berarti seorang tersebut juga terlibat dengan tidak aktif dalam tumbuh dan berkembangnya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

    Juga kebaikan dan niat baik yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. Maka dalam melawan dan perjuangan kaum intelektual muda yang ada di seluruh wilayah Indonesia, Khususnya Kampus kampus, harus memiliki organisasi dan kesamaan dalam memandang isu narkoba ini.
    Diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem (antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling terkait). Keterpaduan dan keterkaitan di sini mencakup hal-hal sebagai berikut :
    1. Subyek atau pelaksana
    Subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional.Obyek atau sasaran
    2. Obyek atau sasaran
    Adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan pe-nyalahgunaan Narkoba ini. Sasaran disini dapat berupa :
    • Mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban.
    • Tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba.
    • Jalur distribusi (darat, laut dan udara) atau trafficking.
    3. Metode atau cara bertindak
    Adalah setiap upaya yang dilakukan dalam penanggulangan penyalahgunaan Narkoba secara holistik dan realistik yaitu melalui pendekatan yang dikenal dengan istilah Harm Minimisation, yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
    1) Supply Control
    Adalah setiap upaya yang dilakukan untuk menekan atau menurunkan seminimal mungkin ketersediaan narkoba di tengah-tengah mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif, preventif dan represif seperti :
    • Pengembangan pengetahuan kerohanian atau keagamaan
    • Pelaksanaan kampanye antinarkoba
    • Pembinaan atau bimbingan dari partisipasi mahasiswa secara aktif untuk menghindari penyalahgunaan tersebut dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif.
    • Dan lain-lain.
    2) Demand Reduction
    Adalah setiap upaya yang dilakukan guna menekan atau menurunkan permintaan pasar atau dengan kata lain untuk mening-katkan ketahanan mahasiswa sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan narkoba. Kegiatan yang dilakukan dapat secara pre-emtif dan preventif seperti :
    • Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara langsung, brosur, iklan, bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada mahasiswa.
    • Penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya)
    • Sarasehan, anjangsana
    • Promosi kesehatan secara umum
    • Seminar/diskusi
    • Dialog interaktif di radio/TV
    • Pembatasan dan pengawasan ijin diskotik, karaoke dan tempat hiburan lain yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan Narkoba.
    3) Harm Reduction
    Adalah setiap upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan ketergantungan terhadap narkoba. Konsep harm reduction ini didasarkan pada kesadaran pragmatis pada realita bahwa penyalahgunaan narkoba tidak bisa dihapuskan dalam waktu singkat, sehingga harus ada upaya-upaya untuk meminimalkan bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan narkoba tersebut. Kegiatan yang dilakukan dapat secara preventif, kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif, seperti :
    • Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik lainnya.
    • Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat.
    • Memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan penyakit berbahaya lain sebagai dampak dari perilaku negatif penyalahgunaan Narkoba, seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kela-min dan lain-lain
    Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan semua subyek atau pelaku dapat bekerjasama dengan baik, khususnya peran mahasiswa sangat dibutuhkan karena sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkoba adalah mahasiswa sehingga semua mahasiswa harus dapat berperan secara aktif dalam upaya pemberantasan narkoba ini dengan cara saling mengingatkan sesama mahasiswa dan juga dapat bersosialisasi di kampus dan sekolah-sekolah.
    *Sumber referensi :
    - http://chrismapravitasari.wordpress.com/2010/01/01/peran-mahasiswa-dalam-pemberantasan-narkoba/
    - http://kadri-blog.blogspot.com/2010/02/mahasiswa-dan-persoalan-penyalahgunaan.html
    - http://listrik8volt.wordpress.com/2009/10/07/mahasiswa-dan-narkoba-tio-yudha-permana/
    - http://google.com

    Nama : Caesario Antarif P.
    NIM : 10/297580/PA/13021
    Prodi : Elektronika & Instrumentasi

  77. Fenomena yang terjadi pada zaman sekarang ini telah terlihat bahwa arus globalisasi masuk dengan derasnya. Tanpa adanya filterisasi yang kuat dan penanaman moral, agama dan nilai-nilai sosial yang kuat, kita akan terjerumus di dalamnya. Sudah sering sekali juga kita jumpai tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik, pub, cafe, dan kemungkinan tempat-tempat prostitusi. Narkotika dan obat-obatan yang terlarang tak luput jua dari sebuah fenomena kini. Era globalisasi besar saat ini mengancam penerus bangsa membuat sebuah kekacauan di dunia masyarakat. Ke khawatiran yang lainnya juga penaman jiwa mahasiswa dan tugas-tugas yang diemban dalam ranah berkewarganegaraan. Mahasiswa sebagai pengontrol kebijakan pemerintah kini tidak lagi tampak taringnya. Ini adalah hal substansi kedua dimana tugas-tugas mahasiswa yang pokok selain belajar. Masalah krusial ini harus disadarkan kembali kepada mahasiswa dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah pendekatan secara psikologis. Pemberdayaan mahasiswa melalui sektor informal akan lebih bersinergi, melalui ranah aktivitas-aktivitas kampus, maupun luar kampus. Ini akan lebih efektif daripada hanya kuliah dan setelah kuliah lalu pulang. Pendidik disini seharusnya memberikan sebuah pengarahan yang signifikan terhadap mahasiswa, dan memberikan sebuah celah-celah kegiatan yang berhubungan dengan akademisi. Hal-hal tersebut akan membuat sebuah kemandirian dan rasa tanggung jawab yang penuh yang berfungsi di masyarakat di masa depannya.
    Dalam dunia teknologi, internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
    Beberapa manfaat internet yang mempunyai dampak positif yaitu :
    1. Dalam dunia pendidikan : Akses ke sumber Informasi, Akses ke pakar dari suatu bidang ilmu, Media kerjasama antar para siswa, mahasiswa, guru, dosen, dsb.
    2. Dengan adanya Internet, kita bisa mengetahui berita-berita teraktual hanya dengan meng-klik situs-situs berita yang ada. Atau mengetahui kurs mata uang dan perkembangan di lantai bursa. Dengan hadirnya e-commerce, kegiatan bisnis dapat dilakukan secara lintas kota, daerah, bahkan negara.
    3. Sebagai media untuk mendapatkan Informasi untuk kehidupan pribadi, seperti misalnya : Kesehatan, Rekreasi, Hobby, Pengembangan diri, Rohani, Sosial.
    4. Sebagai media untuk kehidupan profesional/ Pekerja, seperti misalnya : Sains, Teknologi, Perdagangan, Saham, Komoditas, Berita bisnis, Asosiasi Profesi, Berbagai Forum Komunikasi.
    Manfaat Negatif
    Selain mempunyai dampak positif, internet juga mempunyai dampak positif bila digunakan dengan tidak bijak diantaranya :
    1. Kejahatan Seksualitas : penyebaran situs-situs yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.
    2. Kejahatan Perbankan : termasuk di dalamnya pencurian nomor kredit. Hacking (Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage)
    3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
    Mahasiswa sebagai kaum intelektual mempunyai peran ganda dalam kehidupan berinternet. Satu sisi bagaimana ia memanfa’atkan internet secara maksimal untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan berfikir dan pengembangan intelektualitas. Di sisi lain ia sebagai generasi terdidik dan menjadi harapan bangsa di masa depan agar ikut mengkampanyekan upaya pencegahan penyalahgunaan internet
    Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik. Jumlahnya tidak banyak, namun sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dari peran mahasiswa. Walaupun jaman terus bergerak dan berubah, namun tetap ada yang tidak berubah dari mahasiswa, yaitu semangat dan idealisme. Semangat-semangat yang berkobar terpatri dalam diri mahasiswa, semangat yang mendasari perbuatan untuk melakukan perubahan-perubahan atas keadaan yang dianggapnya tidak adil. Mimpi-mimpi besar akan bangsanya. Intuisi dan hati kecilnya akan selalu menyerukan idealisme. Mahasiswa tahu, ia harus berbuat sesuatu untuk masyarakat, bangsa dan negaranya. Demikianlah perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan idealismenya, untuk memerangi ketidakadilan. Namun demikian, perjuangan mahasiswa belumlah berakhir. Di masa sekarang ini, mahasiswa dihadapkan pada tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan kondisi masa lampau. Kondisi yang membuat Bangsa Indonesia terpuruk, yaitu masalah korupsi yang merebak di seluruh bangsa ini. Mahasiswa harus berpandangan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa Indonesia dan harus diperangi.
    Adapun dampak dari korupsi bagi bangsa Indonesia sangat besar dan komplek. Menurut Soejono Karni, beberapa dampak korupsi adalah
    a. rusaknya sistem tatanan masyarakat,
    b. ekonomi biaya tinggi dan sulit melakukan efisiensi,
    c. munculnya berbagai masalah sosial di masyarakat,
    d. penderitaan sebagian besar masyarakat di sektor ekonomi, administrasi,
    politik, maupun hukum,
    e. yang pada akhirnya menimbulkan sikap frustasi, ketidakpercayaan, apatis
    terhadap pemerintah yang berdampak kontraproduktif terhadap pembangunan.
    Peran mahasiswa dalam pemberantasan korupsi, dalam lingkungan kampus untuk dapat berperan secara optimal dalam pemberantasan korupsi adalah pembenahan terhadap diri dan kampusnya. Dengan kata lain, mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya pemberantasan korupsi dimulai dari awal masuk perkuliahan. Pada masa ini merupakan masa penerimaan mahasiswa, dimana mahasiswa diharapkan mengkritisi kebijakan internal kampus dan sekaligus melakukan pressure kepada pemerintah agar undang-undang yang mengatur pendidikan tidak memberikan peluang terjadinya korupsi. Di samping itu, mahasiswa melakukan kontrol terhadap jalannya penerimaan mahasiswa baru dan melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang atas penyelewengan yang ada. Selain itu, mahasiswa juga melakukan upaya edukasi terhadap rekan-rekannya ataupun calon mahasiswa untuk menghindari adanya praktik-praktik yang tidak sehat dalam proses penerimaan mahasiswa. Mahasiswa juga dapat melakukan peran edukatif dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat baik pada saat melakukan kuliah kerja lapangan atau kesempatan yang lain mengenai masalah korupsi dan mendorong masyarakat berani melaporkan adanya korupsi yang ditemuinya pada pihak yang berwenang. Selanjutnya pada tahap akhir perkuliahan, dimana pada masa ini mahasiswa memperoleh gelar kesarjanaan sebagai tanda akhir proses belajar secara formal. Mahasiswa harus memahami bahwa gelar kesarjanaan yang diemban memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab moral sehingga perlu dihindari upaya-upaya melalui jalan pintas.

    Nama : Wawan Iswanto
    No : 10/300538 /PA/13295
    Prodi : Elektronika Instrumentasi

    Sumber referensi :
    http://denimulya.blogspot.com/2010/11/peranan-mahasiswa.html
    http://niasbarat.wordpress.com/2008/04/08/bahaya-penyalahgunaan-media-internet-dan-upaya-penanganannya/
    http://ryudi.wordpress.com/2010/01/03/manfaat-dan-penyalahgunaan-internet/
    PDF Disarikan dari Modul Sosialisasi Anti Korupsi BPKP (PFA pada Deputi Bidang Investigasi BPKP).

Silakan tulis komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s