Tags

, ,

Keributan rumah tangga kerap berujung dengan vonis perceraian. Hindari kata cerai, karena perkawinan sebenarnya bisa utuh jika pasangan tidak egois dan selalu memecahkan persoalan secara bersama-sama. Komitmen untuk menikah dan mempertahankan keutuhan rumah tangga bukan sesuatu hal yang menyeramkan. Hanya perlu kerja sama yang baik antar pasangan untuk mengarunginya hingga kakek-nenek.

Berikut 9 cara terbaik untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga sehingga tidak ada pikiran untuk pisah ranjang seperti dikutip dari Health, 22 Juli 2009.

1. Perhatikan Lingkar Pinggang
Setelah menikah adalah saatnya untuk bersantai dan meninggalkan olahraga, benarkah begitu? Jawabannya adalah salah. Karena setelah menikah kemungkinan berat badan akan naik sebesar 37%. Makan dengan ditemani seseorang bisa meningkatkan nafsu makan orang sebesar 33%. Sebaiknya rencanakanlah untuk melakukan olahraga bersama dengan pasangan, selain bisa menyehatkan badan juga bisa meningkatkan intensitas pertemuan dengan pasangan.

2. Memiliki Rencana Keuangan
Hampir 40% orang yang menikah mengakui telah membohongi pasangannya mengenai pengeluaran keuangannya. Untuk itu rencanakanlah keuangan keluarga sejak awal mengenai pengeluaran tagihan, budget dan hal-hal yang dibutuhkan untuk keluarga. Uang bisa memicu pertengkaran dalam rumah tangga, maka diperlukan transparansi keuangan.

3. Pikirkan tentang peraturan keluarga
Pasangan baru biasanya menghabiskan 5-10 tahun perkawinan dengan memikirkan bagaimana mengatur keluarga dan sering berbeda pendapat mengenai waktu pengasuhan anak. Jika salah satu orang tua ada yang bekerja maka buatlah waktu giliran untuk menjaga anak di malam hari. Penting pula bagi sebuah keluarga untuk duduk makan malam bersama sebagai keluarga. Karenanya, meskipun sepele namun, pengaturan dalam keluarga penting untuk menghindari miskomunikasi antar orang tua.

4. Jadikan seks sebagai prioritas bukan pekerjaan yang membosankan
Rata-rata pasangan yang telah menikah melakukan seks 58 kali per tahun, atau sedikitnya lebih dari satu minggu sekali. Dan menurut penelitian ditemukan bahwa 90% dari pasangan mengalami penurunan kepuasan perkawinan setelah kelahiran anak pertama. Karena itu jadikanlah seks sebagai prioritas dengan membuat ide-ide atau metode baru agar tidak menjadi bosan.

5. Fleksibel
Kadang rumah tangga mengalami masa-masa resesi keuangan, namun janganlah dijadikan suatu masalah yang besar. Buatlah sefleksibel mungkin, sehingga bisa dipikirkan bagaimana solusi yang baiknya.

6. Tetap aktif di usiamu

Cobalah menemukan cara-cara baru untuk tetap aktif. Sebuah studi menunjukkan bahwa pasangan yang sering pergi bersama dan menghabiskan waktu bersama memiliki kehidupan seks yang lebih baik. Buatlah rencana untuk melakukan kegiatan bersama seperti piknik, lari bersama, bermain tenis atau yang lainnya.

7. Mengobrollah dengan teman

Mengobrol dengan teman saat masalah besar datang sangat berguna, meskipun banyak orang yang menilai sangat pribadi untuk membicarakan masalah keluarganya. Namun, dapat dirasakan manfaatnya ketika orang yang dipercaya pernah mengalami hal yang sama dan berhasil mengatasinya. Tidak selalu mengobrol dengan teman memberikan efek yang buruk.

8. Berbicaralah sebagai pasangan

Jika ada suatu masalah maka bicarakanlah sebagai pasangan. Dan gunakan akal sehat serta jangan terpancing oleh emosi.

9. Jadilah perawat yang sabar.
Untuk bisa mempertahankan keluarga diperlukan kesabaran dan keuletan. Jadilah, perawat yang sabar dalam mengurusi segala macam hal yang berhubungan dengan keluarga.