


Ketika waktu menunjukkan kebenaran. Ketika bukti menguakkkan kebohongan. Adakah kita melihat sinar kemanusiaan patut diperjuangkan? Adakah kita terdiam, dan terus terdiam? Ini bukan pemimpi yang bicara obsesi, ini bukan penduga yang bicara kira-kira. Tetapi justru orang-orang diantara mereka yang memberi testimoni. Bacalah dengan hati nurani, pikiran bersih dan akal sehat, sebagai manusia seutuhnya!
Dan akhirnya The New York Times tanggal 20 Maret 2009 mengabarkan:

Pasukan Israel diizinkan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil Palestina dalam serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza. Dalam operasi militer bernama Cast Lead pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009, tentara Israel juga menghancurkan harta milik warga sipil Palestina. Demikian pengakuan sejumlah tentara Israel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurut harian Israel Hareetz edisi Kamis, 19 Maret 2009,

pengakuan para tentara itu dilakukan pada 13 Februari 2009. Termasuk sejumlah pilot pesawat tempur dan tentara infanteri Israel. Mereka adalah lulusan dari kursus paramiliter Yitzak Rabin pada Oranim Academic College, di Tivon. Ini membantah pengakuan resmi militer Israel yang menyatakan bahwa mereka tak membunuh warga sipil dan memiliki tingkat moral yang tinggi. Seorang pemimpin sebuah pasukan infanteri mengungkapkan terjadinya penembakan yang dilakukan penembak jitu Israel terhadap seorang ibu dan dua anaknya.

Ia menyatakan, saat itu pasukan Israel memasuki sebuah rumah yang berisi sebuah keluarga di dalamnya. ”Kami menempatkan mereka di sebuah ruangan. Kami meninggalkan mereka dan kemudian peleton lain masuk ke rumah tersebut,” katanya. Beberapa hari kemudian, kata dia, ada perintah untuk membebaskan keluarga tersebut. Di atap rumah mereka ada seorang penembak jitu. Komandan peleton memerintahkan keluarga itu untuk pergi dan meminta mereka untuk pergi ke arah kanan. Namun ibu dan dua anaknya itu tak mengerti dan pergi ke arah kiri. ”Pemimpin peleton itu lupa mengatakan kepada penembak jitu bahwa mereka boleh pergi,’‘ jelasnya. Ia mengatakan seharusnya penembak jitu yang ada di atap itu menahan tembakannya. Namun ia kemudian melakukan apa yang dianggapnya harus dilakukan seperti perintah yang harus dijalankan. Si penembak jitu itu kemudian melihat seorang wanita dan anak-anak mendekati posisinya, melampaui batas yang harusnya seseorang tak bisa melintas. ”Si penembak jitu itu langsung menembaknya,” ungkapnya. Menurut dia, setelah tahu apa yang sesungguhnya, si penembak jitu terlihat tak terbebani perasaan bersalah. Sebab, ia tetap menjalankan apa yang menjadi tugasnya seperti tak terjadi apa-apa. ”Seperti suasana secara umum, dari apa yang saya pahami, saya tak tahu bagaimana menjabarkannya. Hidup warga Palestina sangat-sangat tidak penting dibandingkan hidup tentara kami,” katanya. Seorang pemimpin pasukan lainnya, menceritakan mengenai insiden di mana komandannya memberi perintah untuk menembak mati seorang perempuan tua Palestina. Saat itu, wanita tersebut berjalan di sebuah jalan berjarak 100 meter dari sebuah rumah yang dikuasai pasukan Israel. Ia mengatakan berdebat dengan komandannya bahwa penembakan terhadap perempuan tua itu tak bisa dilakukan. Sang komandan mengubah aturan tersebut dan memerintahkannya untuk membunuh wanita itu. Ia pun mengeluh. ”Kami harus membunuh setiap orang yang ada di sana (di pusat kota Gaza). Setiap orang yang ada di sana adalah teroris. Anda tak akan mendapat kesan dari para atasan bahwa ini merupakan hal yang logis. Namun mereka tak mengatakan apa pun. Ini hal yang sebagian besar saya ingat,” katanya.
Akhirnya bukti itu terbuka ….. bagaimana keganasan pasukan Israel ? Anda bisa melihat-lihat disini kisah-kisah ganas Israel di Palestina Sekali lagi gunakan akal sehat, sehingga tidak perlu air mata, tetapi hadirkan kesadaran bahwa Hak Asasi Manusia harus diutamakan. Apakah anda melihat itu disana? Bagaimana mungkin anda bisa meyakini hal ini, lihatlah sebuah grafiti salah seorang tentara Israel “manusia menentukan kematian seorang manusia”. Tuhan tidak mungkin diam melihat ciptaan-NYA dipermainkan!

Sesungguhnya saya ingin menampilkan disini gambar-gambar eksklusif kejadian Palestina itu secara apa adanya, secara lengkap, namun saya merasa tidak mampu menyajikan fakta-fakta penuh darah, tubuh terkoyak, derita mencekam diantara reruntuhan fisik. Silakan anda cermati sendiri fakta-fakta dalam foto-foto kekejaman yang dilakukan tentara Israel yang diduga kuat melakukan pelanggaran HAM secara sistematis.

INDONESIA : “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan“.
Departemen Komunikasi dan Informastika (Depkominfo) mendukung sosialisasi Pemilu 2009 melalui pesan singkat dengan menggandeng sepuluh operator telekomunikasi. Program sosialisasi pemilu melalui SMS ini diluncurkan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat, 20 Maret 2009. Inisiatif Depkominfo dan kesepuluh operator ini memang bagus untuk mendukung upaya sosialisasi Pemilu 2009, karena jumlah pengguna seluler saat ini mencapai 115 juta pengguna atau 80 persen dari total pemilih yang terdaftar sehingga sosialisasi ini akan tepat sasaran. Pesan singkat di seluler biasanya selalu dibaca dan tepat sasaran. Oleh karena itu, model sosialisasi ini sangat efektif. Para pengguna seluler nantinya akan menerima tiga materi SMS secara bertahap.

SMS pertama Dikirimkan tanggal 20-22 Maret 2009 :
“Sukses Pemilu 2009 adalah Sukses Bangsa. Mari sukseskan pesta demokrasi 9 April 2009″.
SMS kedua Dikirimkan antara 23 Maret-4 April 2009 :
“Tandai pilihanmu dengan centang (v) satu kali di kolom parpol/nomor urut calon/nama calon untuk memilih Anggota DPR dan DPRD serta di kolom foto untuk anggota DPD”.
SMS ketiga Dikirimkan pada periode waktu 6-8 April 2009 :
“Ingat 9 April 2009, bagi yang telah terdaftar di DPT silahkan datang ke TPS dan berikan suata anda dengan tanda centang (v) di surat suara”.
Jumlah karakter yang dikirim untuk setiap kalimat sengaja dibatasi sesuai dengan kapasitas layanan seluler dan fixed wireless access (FWA). Layanan ini juga tidak dipungut biaya oleh para penyelenggara telekomunikasi sebagai salah satu kontribusi operator bagi kepentingan nasional. Gratis! Pesan tersebut rencananya akan dikirim ke semua pengguna layanan telekomunikasi. Sudahkah Anda menerima SMS dari KPU hari ini?
Nah lu, dengan 3 kali SMS masihkah Golput sobat? Jangan dong. Sebagai WNI Nomor 1, gunakan hak pilih anda secara bertanggungjawab demi meningkatnya demokratisasi bangsa dan negara Indonesia.