Debat calon Kepda (eksekutif) sering ditampilkan, dan dapat dilihat/diikuti lewat layar kaca. Meskipun belum terlihat signifikansinya dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan eksekutif/kepala daerah tetapi setidaknya telah memberi angin segar dalam jagad perpolitikan Indonesia dalam rangka makin mendemokrasikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Artinya calon pemilih akan memperoleh informasi (sekecil apapun, secuil boleh juga) tentang orang-orang yang mau dipilih dalam pemilu/pilkada. Memang pemilu/pilkada eksekutif mudah dimanage karena calonnya nggak banyak, sehingga kalau diadakan debat nggak butuh waktu yang banyak. Lalu bagaimana dengan Pemilu legislatif?
Wah, untuk tingkatan DPR saja sudah ribuan, apalagi kalau ditambah dengan tingkatan DPRD makin membludag saja (Memang masuk/jadi legislator kayak melamar/nyari lowongan kerja ya?). Lalu bagaimana rakyat bisa mengenali calon legislatif yang banyak itu? Susah juga. Jangankan se Indonesia, untuk Dapilnya sendiri dimana rakyat itu berada sulit juga mengenal dengan baik calon legislatif yang pantas mewakili Dapilnya. Memang sudah cukup banyak LSM yang memantau Calon Wakil Rakyat untuk menjaring dan memblokade caleg yang dianggap busuk/bermasalah, dan menyebarkan hasil lacakannya, namun tetap saja banyak keterbatasan.
Saya mempunyai ide bagaimana kalau parpol didorong mau mengadakan acara semacam idol-idolan, seperti AFI atau Stardut atau apalah yang sekarang banyak ditayangkan di tv. Tetapi ini ke arah entertainment dan politics. Ya kayak AFI, tapi yang ini bolehlah pakai nama Akademi Caleg Indonesia(ACI). Keren khan? Kemasan acaranya boleh fifty-fifty antara hiburan dan pendidikan politik. Jadi ada nyanyi, debat, orasi, pengujian oleh pakar/mahasiswa, test kemampuan membuat makalah, bahasa inggris, survai latar belakang keluarga, ekspresi hobi, pokoknya apapun variasi acaranya yang penting dapat membuat calon pemilih mampu mengenali dengan baik calon legislator itu secara total, sebelum memutuskan memilih atau tidak memilihnya. Darimana calon peserta untuk ACI itu? Ya, sebaiknya mereka yang sudah masuk Daftar Caleg tetap Pemilu 2009, dan diadu antar mereka yang satu Dapil. Kalau ada partai politik yang bisa memanage acara ini, seru khan? Kapan waktunya? Ya, sebelum Pemilu 2009. Disinkronkan dengan jadwal Pemilu yang telah diatur KPU. Saya yakin banyak media massa yang mengcover acara ini dengan baik, asal dibuat tidak membosankan dan tetap menarik. Wong untuk acara pemandu bakat yang gitu-gitu aja bisa kok, dan dapat sponsor banyak, masak untuk acara yang mendorong pertumbuhan demokrasi di Indonesia nggak bisa …. kebangeten. Mungkin yang pantas mengadakan acara ini, ya parpol besar atau yang sudah mapan, karena memang butuh biaya ….
Kalau memang banyak parpol yang berminat melaksanakan ide saya ini, selamatlah demokrasi kita, dan saya yakin jagad politik kita makin maju dan berkualitas secara elegan … karena sepertinya rakyat Indonesia sudah muak model kampanye brang breng dengan konvoi yang terkadang memiriskan atau joged dangdutan …. Kita semua harus mau mencurahkan pikiran untuk membantu perbaikan kualitas wakil rakyat kita ….. sehingga rakyat kita (diharapkan) juga dapat peningkatan kualitas kehidupannya sebagai hasil keputusan-keputusan dari wakil rakyat yang makin cerdas, baik, makin mumpuni, pro rakyat, dan tidak berperilaku “nganeh-nganehi”. Model Akademi Caleg ini semakin perlu diadakan dalam setiap parpol karena ini akan memberi penilaian yang fair, proporsional dan adil dalam forum yang sama, sehingga kalau antar caleg berlomba-lomba ingin mendapatkan suara terbanyak, tidak perlu dengan jalan sikut-sikutan ataupun dengan kampanye hitam ………..






